Pencarian

Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan 8

Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung Bagian 8


dengan sikap yang sungguh2, akan segera memberikan lagi obat perangsang.......!
Toan Hongya berkata-kata-untuk mengulur waktu,
juga telah berpikir keras, ia teringat bahwa dirinya sekarang tengah dipengaruhi obat pelemas dan juga memang ia hanya dalam keadaan tertolok saja.
Maka teringatlah ia akan suatu akal yang bisa
dipergunakannya, mungkin akan memberikan hasil yang baik untuk dirinya.
"Baiklah," kata Toan Hongya kemudian sambil mengangguk.
"Sekarang saja kita mulai ?"
Kim Lian jadi memandang heran, ia sepeti tidak
menpercayai bahwa Toan hongya akhirnya mau juga menuruti keinginannya.
"Benar2 engkau mau menuruti keinginanku dengan cara baik2."
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Toan Hongya rnengangguk.
"Telah kupikirkan juga, jika aku selalu menolak dan berkeras, tentu hanya akan membuat diriku yang celaka, akhirnya tetap terjatuh dalam tanganmu, dan yang lebih tidak menggembirakan jika aku jatuh ketanganmu hanya disebabkan oleh paksaan. Maka bukankah lebih baik jika kita melakukannya dalam keadaan sehat dan tidak ada paksaan" Bukankah kita bisa tidur jauh lebih mesra.?"
Bong Kim Lian tersenyum
"Soal mesra atau tidak itu bukan menjadi persoalan", pikir wanita ini.
"Yang terpenting aku bisa tidur bersamamu dan memperoleh sari keperjakaan......."
Toan Hongya telah mengangguk. "Bebaskan dulu aku dari totokanmu!" kata Toan Hongya kemudian.
Bang Kim Lian jadi ragu-ragu.
"Apakah engkau bisa dipercaya" Kalau nanti aku bebaskan engkau dari totokanku, engkau akan berusaha melarikan diri........ !"
Toan Ceng cepat2 menggelengkau kepalanya.
"Tidak..., tidak......, percayalah padaku, aku tidak akan melarikan diri. ..!" katanya meyakin kan.
Bong Kim Lian masih ragu2 sejenak, tapi kemudian ia mengangguk.
"Baiklah," katanya. "Aku bebaskan engkau dari totokanku, tetapi ingat, jangan se kali2 engkau berusaha melarikan diri............!"
Toan Ceng mengiakan
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kim Lian membuka totokan Toan Ceng, kemudian
katanya: "Sekarang kau telah bebas dari totokanku, engkau bisa bergerak dengan leluasa kembali"
Toan Ceng melompat turun dari pembaringan itu
kemudian menggeliat beberapa kali untuk melancarkan peredaran darahnya yang tadi telah membeku beberapa saat akibat totokan itu.
"Sudah siap?" tanya Bong Kim Lian sambil menggeliat dengan sikap menggairahkan.
Toan Ceng mengiyakan.
"Sekarang melakukannya?" tanya Kim Lian.
"Boleh . .!" sahut Toan Ceng, .
Kim Lian peluk pemuda itu dari belakang.
Toan Ceng merinding, tetapi dia menahan perasaan muaknya itu, karena ia ingin berusaha memberikan keyakinan kepada wanita ini sampai saat wanita tersebut lengah ia akan melarikan diri.
Kim Lian melepaskan petukannya.
Wanita ini menuju kedepan Toan Ceng, dia berdiri sambil meliuk-liukkan tubuhnya, tangannya membuka satu persatu pakaiannya sendiri, .......terlihat apa yang dimilikinya.
Toan Ceng memandangi tubuh Kim Lian, tetapi bukan tertarik atau terangsang malah ia merasa sangat muak dan jijik sekali.
"Mengapa belum mulai ?" tanya Kim Lian. "Mengapa pula engkau belum melepaskan pakaianmu. . . ?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sabar," kata Toan Ceng sambil berusaha untuk tersenyum.
"Mengapa kita harus tergesa gesa, bukankah sekarang ini aku telah menuruti keinginanmu secara baik-baik?"
Kim Lian mengangguk, dia menggelilat menjatuhkan tubuhnya dipembaringan.
"Baiklah, tetapi aku tidak sabar, kemarilah pemuda tampan....!" kata Kim Lian lirih.
"Tubuhmu harum sekali kata Toan Ceng," ............
Senang hati Kim Lian.
Sedangkan Toan Ceng mengambil pakaian wanita itu, dibawa kedekat hidungnya.
"Hemmm......, engkau mempergunakan air wangi yang harum sekali.......!'' katanya.
Kim Lian tambah senang, ia melihat pemuda itu telah jinak.
"Cepatlah kemari pemuda tampan, aku sudah tidak sabar lagi...........!"
Toan Ceng yakin tibalah saatnya yang baik untuk melarikan diri.
Maka ia me-lipat2 pakaian Kim Lian, kemudian
memasukkan ke dalam pakaiannya sendiri.
Kim Lian melihat apa yang dilakukan oleh Toan Ceng,
"Eh, mengapa pakaianku engkau simpan........ !"
tegurnya heran.
Tetapi waktu itu -Toan Ceng telah tertawa :
"Hemmm......., sudah kukatakan, aku tidak ingin TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menuruti keinginanmu sekarang ini, sampai jumpa dilain waktu ........ !"
Dan Toan Ceng telah menjejakkan kakinya menerobos akan keluar dari dalam kamar itu.
Hati Kim Lian jadi mencelos, sambil mengeluarkan suara bentakan tubuhnya telah melambung ketengah udara, kedua tangannya digerakkan untuk melancarkan serangan pada Toan hongya.
Tetapi Toan Ceng tidak takut, dia malah menangkis dengan kekerasan.
"Hemm.., engkau sekarang dalam keadaan tidak berpakaian, tidak mungkin engkau mengejarku," pikir Toan Ceng.
"Semua obat biusmu berada dalam pakaianmu, telah berhasil aku rampas ini, maka selanjutnya aku tidak perlu jeri menghadapimu........!" maka dari itu Toan Ceng telah menangkis serangan.
"Ha...ha...ha...ha... selamat tinggal....!" kata Toan Ceng sambil memutar tubuhnya dan berlari
secepatnya............
Kim Lian gusar bukan main, ia berusaha mengejarnya, tetapi ia teringat bahwa dirinya dalam keadaan
bertelanjang bulat tidak berpakaian.
Segera Kim Lian masuk kedalam rumah itu, untuk
mencari pakaian yang bisa dipergunakan menutupi tubuhnya, ditemukan juga beberapa perangkat pakaian yang telah tua dan banyak tambalannya.
Namun disebabkan tidak memiliki pakaian lagi,
terpaksa Kim Lian mengenakan pakaian itu. Dan dia telah TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
berlari keluar lagi untuk mengejar Toan Ceng .......... Kim Lian penasaran, ia mengejar terus sampai belasan lie.
Namun tetap saja jejak Toan Ceng tidak berhasil ditemukannya.
Kim Lian hanya menduga bahwa Toan Hongya itu jelas telah kembali keistananya, dan mempersiapkan
penjagaan yang kuat. Maka kim Lian menyadarinya untuk mementara waktu tidak mungkin ia bisa
mendatangi istana raja yang telah lolos dari tangannya itu !"
Dengan jengkel Kim Lian telah membanting-banting kakinya sambil memaki-maki.
Kegagalannya kali ini disebabkan kecerobohannya, dimana Toan Hongya justru berhasil mempergunakan kecerobohan Kim Lian untuk meloloskan diri.
Sekarang untuk mengharapkan lagi bahwa ia akan
dapat menculik Toan Hongya, sulit sekali. Karena selain Toan Hongya akan bersiap sedia setiap waktu, juga akan diadakan penjagaan yang ketat disekeliling istana nya.
Waktu itu Toan Ceng telah melarikan diri cukup jauh.
Raja ini berlari seperti terbang saja.
Dalam waktu yang singkat telah belasan lie
dilewatinya tetapi.
Toan Hongya masih berlari dengan langkah2 lebar, mempergunakan ginkangnya dan mengerahkan seluruh tenaga yang ada padanya.
Setelah berlari sekian lama dan yakin diri nya telah berhasil meninggalkan Kim Lian cukup jauh, barulah TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Toan Hongya berlari pelan untuk mengatur
pernapasannya yang memburu keras.
Setelah berlari sekian lamanya akhirnya Toan Hongya melihat didepannya terdapat rumah penduduk, terdiri beberapa buah rumah.
Maka cepat2 Toan Hongya menghampiri sebuah
rumah penduduk itu, dan ia mengetuk pintu rumah.
Seorang lelaki tua telah membukai pintu, Toan Hongya segera memperkenalkan diri sebagai Kaisar Tailie dan lelaki tua itu memang mengenali rajanya, maka ia cepat2
mempersilahkan Toan Hongya masuk dengan sikap yang hormat sekali,
Toan Hongya menjelaskan bahwa dirinya tengah
dalam kesulitan dikejar oleh seorang wanita. Maka Toan Hongya berpesan jika nanti ada seorang wanita yang menanyakan perihal dirinya lelaki tua itu harus memberikan penjelasan bahwa Toan Hongya telah
melarikan diri kembali keistananya.
Tetapi sampai dua hari Toan Hongya menginap
dirumah penduduk tersebut, tidak ada orang yang mencarinya dan Kim Lian juga tidak muncul.
Dihari ketiganya barulah Toan Hongya pamitan dan dia kembali keistanya tanpa menemui kesulitan apa-apa.
Seluruh penghuni istana jadi girang, melihat raja mereka telah kembali tanpa kurang suatu apapun juga.
Toan Hongya menceritakan apa yang dialaminya itu pada Toan Liang dan Toan Bun.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka segera dibentuk pasukan pengawal istana untuk mengawal istana dengan ketat, karena kuatir Kim Lian akan datang menyatroni istana pula.
Toan Hongya telah memerintahkan agar seluruh
pasukan istana mengadakan penjagaan yang ketat, sebab Toan Hongya kuatir kalau ia tengah tertidur nyenyak dan Kim Lian datang pula sambil
mempergunakan obat biusnya untuk menculiknya.
Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan yang gagal mencari Toan Hongya, jadi jengkel sekali. Tetapi justru dihari keempatnya, dipagi hari waktu mata hari pagi mulai memperlihatkan dirinya, mereka telah dikunjungi lagi oleh Toan Hongya.
Tentu saja hal ini membuat Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan jadi girang bukan main.
Toan Hongya menceritakan apa yang telah dialaminya itu, dan dengan cara bagaimana akhir nya ia bisa-menipu Kim Lian dan meloloskan diri.
Mendengar cerita itu, Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan jadi tertawa ber-gelak2. "Sudah kukatakan bahwa wanita itu wanita cabul... hemm.., sekarang terbukti
perkataanku itu bukan?"
"Tetapi jika dilihat dari keadaan wajahnya yang begitu cantik dan bentuk tubuhnya yang begitu mulus dan indah, apakah memang ia sebenarnya seorang nenek keriput yang sebetulnya berusia hampir delapan puluh tahun?" tanya Toan Hongya kemudian dengan suara ragu2.
Lu Liang Cwan tertawa lagi.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aku tahu.......tentunya engkau tertarik melihat kecantikan dan keindahan bentuk potongan tubuh wanita cabul itu, kalau memang engkau tertarik, mengapa engkau harus melarikan diri ?"
Digoda seperti itu, muka Toan Hongya berobah
merah, ia malu sekali.
Sekarang karena Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan telah mengetahui siapa dirinya sebeharnya, yaitu seorang raja yang berkuasa penuh dinegeri Tailie ini, maka Toan Hongya telah mengundang kedua orang sahabatnya ini keistananya, untuk dijamu.
Menurut Toan Hongya dengan melakukan percakapan didalam istananya adalah lebih aman, mereka tidak perlu kuatir lagi diganggu oleh Kim Lian wanita cabul itu...... !
Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan menyetujuinya dan
menerima undangan yang diberikan Kaisar tersebut.
Senang sekali mereka bisa menjalin persahabatan dengan Toan Hoagya seorang raja yang ramah dan baik hati itu.
Malah yang menarik perhatian Oey Yok Su raja ini memang mengerti ilmu silat yang tidak lemah, maka mereka jadi tenggelam dalam percakapan yang
membicarakan berbagai masalah ilmu silat.
Didalam istana Toan Hongya, Oey Yok Su dan Lu
Liang Cwan telah diberikan sebuah kamar yang besar dan mewah, di mana Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan menerima perlakuan yang hormat sekali dari seluruh pegawai istana.
Lu Liang Cwan sendiri yang senang sekali diperlakukan seperti itu, dapat makan dan minum arak yang enak dan TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
bagus merupakan arak pilihan, membuat dia selalu tertawa senang.
Oey Yok Su juga tertawa, tetapi bagi Oey Yok Su, yang terpenting adalah Toan Hongya mengerti ilmu silat kelas tinggi, mereka jadi bisa bertukar pandang dan pikiran membicarakan serta merundingkan ilmu silat, untuk menambah pengalaman... !
---oo0oo--- BAGIAN 34 : RENCANA MEMBASMI
PENGUASA IM YANG HUN
SELAMA seminggu lebih Oey Yok Su dan Lu Liang
Cwan telah berdiam diistana Toan Hongya, sampai akhirnya keduanya telah pamitan minta diri, karena Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su bermaksud untuk
mengembara. Jika saja memang Toan Hongya tidak memikul
tanggung jawab dan kewajiban mengatur negara, Toan Hongya bermaksud untuk pergi ikut mengembara
bersama kedua orang sababatnya ini. Namun sayang sekali, justru urusan negara meminta perhatian Toan Hongya, ia hantar kepergian kedua sahabatnya itu dengan hati dan perasaan yang berat.
Hanya Toan Hongya berjanji, jika memang kelak ia memiliki kesempatan, pasti akan mengunjungi daratan Tionggoan, untuk mencari mereka.
Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan telah dibekali oleh raja ini cukup banyak uang dan harta perhiasan, disamping TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
itu perbekalan meraka cukup banyak, untuk
dipergunakan disepanjang perjalanan mereka.
Walaupun Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan
menolaknya, tokh Toan Hongya telah memaksanya,
sehingga akhirnya mereka menerima juga . . . .
Sepanjang perjalanan, Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su jadi membicarakan soal diri Kim Lian. Dimana sekarang wanita cabul ini berada "
"Hemm......., hampir saja kau dan Toan Hongya jadi korban kecabulan wanita itu, untung saja kalian masih bisa lolos dari tangannya !
Jika memang kita bertemu dengannya lagi, kita tidak boleh mengampuninya, ka rena kita harus berusaha membasminya, agar kelak tidak menimbulkan gangguan pula pada pemuda lainnya ...!
Tentu pemuda2 yang lemah tidak berdaya, akan
menjadi korban wanita cabul ini.
Bukankah hal itu jika dibiarkan akan menyedihkan sekali ?"
Oey Yok Su mengiyakan berulang kali.
Tetapi ketika siang itu mereka tiba dikam pung yang terpisah beberapa ratus lie dari ibu kota Tailie, justru mereka mendengar perihal petualangan seorang wanita cantik yang banyak meminta korban pemuda2 yang jadi lumpuh kakinya setelah kena terpicuk oleh ke
cantikannya dan bersedia tidur dengannya.
Keadaan seperti itu membuat Lu Liang Cwan jadi
gusar sekali, Oey Yok Su sendiri jadi merinding ngeri TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
memikirkan betapa hampir saja ia menjadi korban wanita cabul itu.
Oey Yok Su diam2 jadi bersukur bahwa ia tidak jadi korban dari wanita cabul itu.
Lu Liang Cwan sendiri menduga keras, tentu wanita yang telah menimbulkan kehebohan dikalangan rakyat Tailie, yang menyebutnya sebagai wanita siluman itu, adalah Bong Kim Lian, karena hanya wanita itu saja yang melatih ilmu Im Yang Hun, ilmu yang membutuhkan banyak sekali sari keperjakaan pemuda !
Hanya Lu Liang Cwan telah menyarankan pada Oey
Yok Su, karena mereka tidak memiliki urusan yang penting, lebih baik waktu2 mereka dipergunakan untuk mencari jejak wanita cabul itu, dan jika mereka berhasil mencari jejaknya, mereka harus berusaha untuk
membinasakannya, melenyapkan bibit bahaya untuk orang2 banyak.
Oey Yok Su menyetujui saran dari Lu Liang Cwan, begitulah mereka melakukan penyelidikan untuk mencari jejak Bong Kim Lian.
Tetapi Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan tetap belum berhasil mendapatkan jejak Bong Kim Lian.
Telah banyak kampung dan kota yang mereka telusuri diwilayah kerajaan Tailie itu, tetapi sejauh itu mereka hanya mendengar keluhan-keluhan dari keluarga pemuda yang lumpuh menjadi korban Bong Kim Lian.
Namun Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su tidak putus
asa, mereka bertekad, waIau bagaimana harus mencari jejak Bong Kim Lian.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sore itu waktu Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan tiba dikampung Pat-tiang-cung, justru disaat mereka tengah berada disebuah rumah makan, mereka berjumpa lagi dengan Sian Ho Lauw Cie Lan si Dewi Api yang liehay itu, mereka bertiga jadi asyik ber-cakap2.
Saat Lu Liang Cwan bertemu dengan Sian Ho Lauw Cie Lan, tidak sempat ber-bincang2 karena nampak Lauw Cie Lan ter-gesa2. Sekarang Lauw Cie Lan tampaknya tidak ter-gesa2 untuk meninggalkan perkampungan itu, jadi mereka bisa ber-cakap2 lebih lama dan asyik.
Bahkan Lu Liang Cwan menanyakan pada Sian Ho
Lauw Cie Lan, mengapa tidak mengajak saja Pek-jie biruang putih yang semula menjadi sehabatnya Lu Liang Cwan, semasa mereka masih berada dipulau.
"Bagaimana mengajaknya?" tanya Lauw Cie Lan tertawa lebar. "Justru binatang itu hanya jinak padamu saja, jika aku yang mengajaknya tentu tidak bisa ... ia mana mau menuruti perintahku . . .?"
Lu Liang Cwan menghela napas, tampaknya ia begitu rindu dan terkenang akan kebaikan Pekjie, yang selama berada dipulau terasingitu mendengar setiap perintahnya dengan baik disamping juga dapat melakukan tugas dengan baik.
"Jika memang na ti aku memiliki kesempatan, tentu aku kembali kepulau untuk menjemput Pekjie, kasihan jika ia ditinggal terlalu lama seorang diri dipulau itu, tentu hanya membuat ia berduka tanpa hiburan... jika dulu masih ada kita berdua, Pek-jie tentu tidak kesepian, sekarang" la hanya berada seorang diri. . .!"
Lauw Cie Lan tersenyum.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau menyayangi dan memanjakan Pek-jie seperti juga binatang itu adalah istrimu yang tercinta . . .!"
godanya. Lu Liang Cwan tidak marah, ia hanya tertawa saja.
Oey Yok Su sendiri telah berkata kepada Sian Ho Lauw Cie Lan : "Lauw Cianpwe, bagaimana caranya melatih ilmu api yang engkau miliki, sehingga engkau bisa berada didalam kobaran api tanpa tubuhmu termakan oleh api itu sendiri........?"
Lauw Cie Lan tersenyum.
"Itulah semacam ilmu mujijat, yang baru berhasil kulatih setelah mengasingkan diri selama sepuluh tahun dipulau itu...... jika engkau ingin mempelajarinya, nanti jika kita ada kesempatan, tentu aku akan mengajarinya, aku tidak akan menjadi seorang nenek yang kikir, dan aku bersedia untuk memberitahukan cara melatih diri guna menguasai api itu...!"
Oey Yok Su cepat2 mengucap terima kasih.
la memang paling suka mempelajari ilmu aneh.
Lu Liang Cwan sendiri telah memberitahukan pada Lauw Cie Lan mengenai sepak terjang Bong Kim Lian akhir2 ini, di mana diberbagai kota dan kampung telah banyak pemuda menjadi korban kecabulan perempuan itu.
Lauw Cie Lan mendengar keterangan Lu Liang Cwan jadi menghela napas dalam2 wajahnya jadi muram.
"Sebagai seorang wanita juga aku jadi malu mendengar sepak terjang wanita cabul yang tidak tahu malu itu ! Tetapi kita harus ingat juga ia melatih ilmu TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sesat Im Yang Hun yang dengan lewatnya sang waktu ia bisa menelan korban yang semakin banyak, ilmu Im Yang Hun yang dilatihnya itu jadi semakin hebat dan tinggi . . . terlebih lagi jika ia telah berhasil sempurna, jelas kita tidak bisa menandinginya lagi . . . !"
Mendengar perkataan Lauw Cie Lan, Lu Liang Cwan mengiyakan.
la juga menyadarinya, sekarang saja kepandaian Bong Kim Lian telah mencapai tingkat yang tinggi sekali, hampir berimbang dengan mereka.
Padahal lm Yang Hun yang dilatihnya itu belum
mencapai kesempurnaannya.
Tetapi jika kelak Bong Kim Lian berhasil melatih ilmu Im Yang Hun itu sampai sempurna, bukankah hal itu merupakan bahaya yang tidak kecil "
Karena berpikir begitu, Lu Liang Cwan menoleh
kepada Lauw Cie Lan, tanyanya: "Lalu menurut pendapatmu, tindakan apa yang sebaiknya kita lakukan
?" "Kita harus mencari jejak wanita cabul itu .!'' kata Lauw Cie Lan dengan tegas.
"Mencari jejak wanita cabul itu?" tanya Lu Liang Cwan mengawasi Lauw Cie Lan.
Lauw Cie Lan mengangguk, "Ya, kita harus mencari jejaknya, walaupun sampai dimana kita harus bisa menemuinya, untuk menghajarnya dan
membinasakannya. Dengan mambiarkan ia hidup terus, tentu bahaya yang mengancam kita cukup besar,
terutama para pemuda yang bisa menjadi korbannya!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lu Liang Cwan telah mengangguk sambil tertawa.
"Aku bersama dengan Oey Yok Su juga berpikir begitu, beberapa hari kami mencari-cari jejaknya, namun sejauh itu kami belum berhasil menemui jejaknya. ..!"
"Tetapi kita harus mencari terus.......I"
"Bagaimana jika aku menggabungkan diri dengan kalian untuk mencari jejak Bong Kim Lian itu ?" tanya Lauw Cie Lan lagi.
Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su jadi girang rnendengar Lauw Cie Lan bersedia menggabungkan diri dengan mereka.
Keduanya mengangguk dengan cepat.
Sedangkan Lauw Cie Lan telah menghela napas,
sambil katanya : "Tugas mencari wanita cabul itu bukan tugas yang ringan... kita akan banyak menemui
rintangan..... Tetapi dalam hal ini kita harus dapat membagi diri jika telah menemuinya, yaitu kita tempur dia dengan bergiliran, sampai tenaganya habis dan disaat itu kita pergunakan kesempatan tersebut untuk
menghabisi nyawanya ..........!"
Saran Lauw Cie Lan ini disetujui oleh Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su.
Mulai dari saat itu, mereka bertiga berusaha mencari jejak Bong Kim Lian.
Beberapa kota dan kampung telah dikelilinginya, namun jejak Bong Kim Lian belum juga berhasil
ditemuinya. Hal ini telah membuat Lauw Cie Lan, Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan tambah penasaran.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Karena hampir setiap kali mereka tiba disebuah kota, tentu mereka akan disuguhi oleh cerita lumpuhnya seorang pemuda akibat terpicuk oleh kecantikan paras seorang wanita siluman, dan memang Lu Liang Cwan bertiga telah menduganya bahwa yang dimaksudkan oleh penduduk dengan sebutan wanita siluman itu adalah Bong Kim Lian.
Dengan sendirinya mereka yakin bahwa Bong Kim Lian masih berkeliaran disekitar daerah kerajaan Tailie.
---oo~!dw'kz^0^Tah~oo---
BAGIAN 35 : OEY YOK SU DI JADIKAN
UMPAN HARI-HARI lewat terus dengan cepat.
Pagi itu, Lu Liang Cwan bertiga dengan Oey Yok Su dan Lauw Cie Lan telah berada disebuah rumah
penginapan. Sejak malam tadi mereka menginap disitu dan pagi ini tengah menikmati santapan pagi mereka.
Tetapi secara kebetulan Oey Yok Su menoleh melalui jendela, dan ia melihat seseorang di jalan raya.
"Lu Cianpwe......, Lauw Cianpwe......, lihat........," seru Oey Yok Su dengan suara seperti terkejut.
Hal ini telah membuat Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan menghentikan makan mereka ke duanya telah
melongok dari jendela kejalan raya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dan hati mereka jadi girang bercampur kaget melihat yang berjalan dijalan raya itu.
Siapakah orang itu"
Tidak lain dari Bong Kim Lian, orang yang tengah mereka cari2.
Waktu itu Bong Kim Lian tampak berjalan seorang diri, ia mengenakan pakaian yang cukup indah.
Wajah Lauw Cie Lan telah ber-seri2, bilangnya pada Oey Yok Su: "Pergi engkau memancingnya, kami akan mengikuti, jangan kuatir kami tidak mungkin membuat kau terjerumus,"
Tetapi Oey,Yok Su ragu-ragu.
"Aku harus menemuinya?" tanyanya.
"Tetapi kau harus bersikap seperti tidak melihat dia, jangan sampai menimbulkan kecurigaan padanya."
"Dan jika memang engkau telah dihadang olehnya, engkau harus memperlihatkan sikap berkuatir dan takut, jangan tenang2 saja. Karena jika engkau bersikap tenang2, ia akan mengetahui dibelakangmu masih ada orang lain yang ingin melindungimu...... wanita cabul itu sangat licik, maka harus dihadapi dengan hati2"
"Ya", kata Lu Liang Cwan. "Kali ini kita tidak boleh gagal menangkapnya, karena jika gagal sulit untuk menanakapnya dilain waktu."
Oey Yok Su mengerti, Oey Yok Su cepat2 keluar dari rumah makan itu.
Oey Yok Su mempercepat jalannya, tetapi kepalanya tetap tertunduk, dia membawa sikap menurut anjuran TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lauw Cie Lan. Karena jika memang Oey Yok Su berjalan sambil memandang sskelilingnya, tentu akan membuat Bong Kim Lian rnenduga dirinya yang tengah dikuntit dan diikuti oleh pemuda itu. Tetapi dengan cara jaIan itu Ocy Yok Su tidak memperhatikan siapa pun juga dan
membiarkan Bong Kim Lian justru memiliki kesempatan untuk mengikutinya.
Maka dari itu, berjalan tidak berapa jauh lagi, Oey Yok Su telah melihat Kim Lian.


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Pemuda ini telah mempercepat langkah kakinya, dan setelah jarak mereka agak dekat, Oey Yok Su
memperlahan langkahnya.
Sedangkan Kim Lian kebetulan, suatu kali menoleh kebelakang, dan ia melihat Oey Yok Su.
Hati Bong Kim Lian jadi tercekat kaget dan bercampur girang, hampir saja ia mengeluarkan suara tertahan, untung ia bisa mempertahankan diri, dan cepat-cepat menepi.
Dilihatnya Oey Yok Su tengah melangkah dengan
kepala tertunduk, seperti juga pemuda itu tidak memperhatikan keadaan disekitarnya.
Dan juga tampaknya Oey Yok Su tidak me lihat Kim Lian, sehingga membuat Kim Lian jadi girang.
"Inilah kesempatan yang baik sekali........!" pikir Kim Lian setelah menoleh kejalan yang bekas dilalui Oey Yok Su dan tidak melihat orang lainnya. "Pemuda ini rupanya telah berpisah dengan tua bangka seperti monyet Lu Liang Cwan! Hemmm......., bagus ! Bagus! Inilah rejekiku, memang rupanya sari keperjakaan pemuda ini akan berhasil kuperolah!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah berpikir begitu Kim Lian mengikuti Oey Yok Su dengan hati2, agar Oey Yok Su tidak mengetahui dirinya tengah diikuti oleh Kim Lian.
Tetapi sesungguhnya Oey Yok Su mengetahui bahwa Kim Lian telah melihatnya dan mulai mengikutinya, Oey Yok Su sengaja mengambil jalan yang agak sepi dan melangkah terus dengan kepala yang tertunduk,
Setelah mengikuti sejenak lamanya Kim Lian melihat keadaan dilorong jalan yang tengah mereka lalui itu sepi sekali ia jadi girang, "inilah kesempatanku untuk menguasai ppmuda ini!" berpikir Kim Lian.
Dan dengan gerakan yang ringan dia melompat
kedekat Oey Yok Su sambil tangannya merogoh sakunya dan mengeluarkan sapu tangan yang telah dicampur dengan obat bius.
la menghadang Oey Yok Su.
"Engko ..... Oey tunggu dulu........!" kata Kim Lian dengan suara yang cukup nyaring.
Oey Yok Su pura2 terkejut, ia memandang Kim Lian bengong sejenak dan ia berkata dengan suara yang sengaja dibuat gugup : "Kau ....., Kau ....., Kau .....?"
Kim Lian tertawa.
"Engkau masih mengenali aku?" tanyanya.
"Mana mungkin aku melupakan seorang wanita cabul seperti engkau ?"
Tetapi Kim Lian telah bergerak cepat, ia tidak mau membuang-buang waktu lagi.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Terimalah usapanku ini......!" kata Kim Lian sambil mengibaskan tangan kanannya.
Oey Yok Su kaget, ia menyangka Kim Lian
melancarkan serangan.
Dengan mengangkat tangan kanannya Oey Yok Su
bermaksud menangkis.
Kim Lian tidak menarik tangannya itu, memang tangan mereka masing2 telah saling bentur dan mengeluarkan suara benturan yang cukup keras.
Namun justru yang membuat Oey Yok Su jadi kaget, begitu tangan Kim Lian saling bentur dengan tangannya, ia mecium semacam bau harum.
Hati Oey Yok Su mencelos.
la tahu apa artinya bau harum itu.
Tetapi telah terlambat buat Oey Yok Su, walaupun ia berusaha untuk menutup jalan pernapasannya. Seketika itu tenaganya seperti telah lenyap, ia jadi terhuyung mengantuk akan rubuh diatas tanah.
Waktu itu Kim Lian telah mengeluarkan suara tertawa nyaring, ia menyambar tubuh si pemuda, dibawa lari dengan cepat.
Oey Yok Su tidak pingsan, ia masih mengingat
segalanya dengan pikiran yang jernih. Hanya disebabkan terlanjur mencium bau harum itu, membuat Oey Yok Su merasakan tubuhnya lemas dan seperti mengantuk.
Waktu itu, Kim Lian terus juga berlari dehgan cepat, sambil berlari Kim Lian memutar otak dengan keras.
Korbannya kali ini merupakan calon korban dari bibit yang bagus, yang sejak beberapa saat lalu di idamkan, TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dan sekarang terjatuh kedalam tangannya, maka biar bagaimanaa Kim Lian tidak mau kalau calon korbannya seorang ini sampai terlepas lagi. Dengan gesit ia telah berlari menuju sebuah rumah di luar kota.
Tubuh Oey Yok Su telah diletakkan dipembaringan, dan Kim Lian tidak berayal lagi telah membuka seluruh pakaiannya.
"Hemmm......, kita mulai sekarang tanpa banyak basa-basi," kata Kim Lian sudah tak sabar.
Dalam keadaan polos seperti itu Kim Lian telah naik keatas pembaringan dan ia telah memeluk Oey Yok Su.
Tetapi justru Oey Yak Su walaupun dalam keadaan tertotok seperti itu, juga tidak bertenaga, tokh pikirannya masih jernih.
Tentu saja melihat Kim Lian begitu cepat dalam
melepaskan pakaian, membuat Oey Yok Su jadi
berkuatir, ia berkuatir kalau2 kedua perolongnya, Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan tidak keburu datang.
Dengan tangan yang sebat sekali Kim Lian telah
melucuti pakaian Oey Yok Su.
Oey Yok Su jadi mandi keringat dingin, karena disaat pakaian dalamnya tengah dilucuti oleh Kim Lian, waktu itu Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan belum juga muncul.
---o^dwkz^)(^Tah^o---
Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan yang mengikuti Kim Lian dari jarak jauhan itu, mengikuti terus dengan hati2
dan waspada. TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Mereka berdua memang rnembiarkan jarak mereka
terpisah cukup jauh, agar Kim Lian tidak curiga.
Tetapi waktu Kim Lian berlari pesat sekali menuju keluar kota, dan Lu Liang Cwan bersama Lauw Cie Lan tengah berlari cepat juga, diwaktu itu dari balik semak2
belukar melompat empat sosok tubuh, dengan masing2
ditangan mereka tercekal sebatang golok.
Keempat orang itu telah mengancam dengan golok
mereka sambil menghadang.
"Berhenti, serahkan barang kalian......!" salah seorang diantara mereka membentak garang, karena melihat kedua orang yang di hadang mereka adalah seorang kakek2 dan nenek2, menutut dugaan mereka tentunya tidak memiliki kekuatan apa-apa lagi.
Lu Liang Cwan menahan larinya, ia menoleh kaadan Lauw Cie Lan yang telah berhenti, dari iarinya, katanya :
"Inilah empat, empat ekor anak kura tidak takut dengan ikan paus....!l Aku serahkan padamu untuk
membereskannya!"
Lauw Cie Lan tersenyum.
"Anak-anak, lebih baik kalian menyingkir jangan cari penyakit......!" kata Lauw Cie Lan sabar, karena menduga keempat orang ini tentu nya perampok biasa saja,dan jika tidak terlalu memaksa Lauw Cie Lan tidak ingin turun ta tangan menghajarnya.
Tetapi siapa sangka justru keempat orang perampok itu malah tertawa.
Salah seorang diantara mereka, dengan
mengacungkan golok ditangannya, telah mengancam : TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Jika kalian tidak menyerahkan harta benda kalian, kepala kalian akan berpisah dari batang leher kalian itu......!"
Habis kesabaran Lauw Cie Lan, karena jika mereka melayani keempat perampok ini, tentu akan membuat mereka kehilangan jejak dari Kim Lian.
Dengan gerakan yang gesit sekali tampak Lauw Cie Lan telah menggerakkan kedua tangannya.
Seketika itu juga tubuh keempat perampok tersebut telah terpental keras, mereka mengeluartan suara jeritan dan kemudian tidak bisa bangun lagi dari tanah, keempatnya telah pingsan tidak sadarkan diri !
Hal itu disebabkan Lauw Cie Lan waktu menggerakkan kedua tangannya itu, telah menggunakan tenaga
lwekang yang cukup besar........ Walaupun keempat perampok itu tidak sampai terbinasa, namun mereka jadi pingsan.
Sedangkan Lu Liang Cwan telah melompat dengan
gesit sambil katanya: "Mari kita harus mengejar wanita cabul itu, jika terlambat tentu kita kehilangan jejaknya dan bahaya untuk Oey Yok Su........!"
Lauw Cie Lan mengiakan, mereka berdua cepat2
berlari lagi. Naasnya justru memang mereka kehilangan jejak Kim Lian.
Lauw Cie Lan dan Lu Liang Cwan ber-lari2 belasan lie, namun mereka tidak melihat Kim Lian yatig membawa lari Oey Yok Su.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Keadaan seperti ini telah membuat Lu Liang Cwan clan Lauw Cie Lan jadi kaget dan bingung karena mereka tahu jika sampai mereka tidak berhasil menemui jejak Kim Lian, nicaya keselamatan Oey Yok Su terancam.
Dengan cepat mereka telah membagi diri dan men-
cari2 disekitar tempat itu.
Tetapi Lauw Cie Lan dan Lu Liang Cwan tetap tak memui jejak wanita cabul itu.
Akhirnya Lu Liang Cwan menganjurkan Lauw Cie Lan untuk memperhatikan setiap rumah penduduk, yang harus mereka periksa dan mengintai.
Begitulah, rumah demi rumah telah mereka periksa.
Dengan mengandalkan kelincahan dan ginkang
mereka, keduanya bisa melompat masuk kedalam
rumah2 penduduk dengan mudah.
Tetapi sejauh itu tetap saja mereka tak berbasil menemui jejak Kim Lian.
Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan jadi tambah panik dan bingung ...
Dan yang lebih bingung serta panik lagi adalah Oey Yok Su, karena justru Oey Yok Su tengah dibukai bajunya, bahkan pakaian dalam nya telah dilucuti oleh Kim Lian.
"Tunggu dulu !" kata Oey Yok Su akhirnya waktu Kim Lian baru saja melucuti pakaian dalamnya dan melihat kedua orang sahabatnya, Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan tidak juga muncul.
"Tunggu apa lagi.......?" tanya Kim Lian sambil tertawa mengejek.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau mengharapkan bisa meloloskan diri seperti dulu ?"
"Bukan begitu........tetapi terus terang saja, aku sedang.....sedang.......!"
Dan Oey Yok Su tidak bisa meneruskan perkataannya, karena ia tidak bisa segera mencari alasan yang tepat.
Sedangkan Kim Lian telah tertawa mengejek.
"Sedang apa ?" tanyanya dengan suara yang dingin, malah sambil bertanya begitu Kim Lian telah
menjatuhkan tubuhnya ketubuh Oey Yok Su yang sudah tidak tertutup oleh pakaian nya lagi.
Hal ini membuat Oey. Yok Su jadi tambah gugup saja, sehingga ia jadi mengeluh.
Kim Lian mempergunakan kedua tangannya menekan
pergelangan tangan Oey Yok Su, ia menindihkan
tubuhnya ke tubuh Oey Yok Su..
Namun bersamaan dengan itu : "Brakkk.......!" daun pintu kamar menjeblak terbuka, dimuka pintu berdiri seseorang dengan wajah yang angker.
Kim Lian terkejut sampai melompat duduk, dan ia lebih kaget lagi waktu mengenali yang berdiri diambang pintu itu tidak lain dari Lauw Cie Lan.
Ternyata waktu menyelidiki rumah2, penduduk dan Lauw Cie Lan bersama Lu Liang Cwan tengah dalam keadaan panik dan bingung karena tidak berhasil menemui jejak Kim Lian disaat itulah, waktu Lauw Cie Lan tengah melompati sebuah rumah penduduk, sekilas ia melihat sesosok tubuh rebah diruang depan rumah itu, tampaknya seperti dalam keadaan tertotok.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lauw Cie Lan jadi curiga dan samar2 mendengar suara orang bercakap-cakap.
Cepat-cepat Lauw Cie Lan memasuki rumah itu,
terkejut waktu melilhat Kim Lian bersiap hendak melakukan perbuatan mesumnya dan Oey Yok Su dalam keadaan tidak berdaya, di mana pakaian pemuda itu telah dilucuti semuanya.
Tanpa memperdulikan rasa malu lagi.
Lauw Cie Lan telah menghantam pintu dengan telapak tangan kanannya.
Muka Kim Lian merah padam karena gusar, katanya dengan sengit: "Kau..." Engkau lagi yang menggangguku
!" Lauw Cie Lan tidak membuang waktu lagi, tubuhnya mencelat dan menghantam Kim Lian dengan
mempergunakan kedua tangannya.
Kim Lian menangkisnya, tetapi sambil menangkis, ia kemudian menyingkirkan dirinya. Tangan kirinya
diulurkan menyambar gundukan pakaiannya.
Pengalamannya yang telah kehilangan pakaiannya
yang di bawa Toan Hongya membuat ia jadi lebih
mementingkan pakaiannya itu.
Tetapi Lauw Cie Lan telah melancarkan serangan lagi.
Sekali iagi kim Lian menangkis.
Sambil menangkis begitu, ia melompat kedekat pintu.
Belum lagi kedua kakinya menginjak lantai waktu itu dari luar justru berkelebat sesosok tubuh menghantam padanya tanpa mengucapkan sepatah kata.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kim Lian terkejut bukan main, ia melihat serangan tiba dengan cepat sekali.
Mati2an Kim Lian menangkis dengan mengerahkan
tenaganya. Memang serangan tangan s sok tubuh itu bisa
ditangkis, tetapi tangan kiri orang tersebut berhasil menghantam dada Kim Lian, sehingga tubuh Kim Lian terhuyung dan wanita cabul ini telah memuntahkan darah segar beberapa kali keatas lantai, mukanya pucat... !
Yang berdiri diambang pintu tak lain dari Lu Liang Cwan.
Sedangkan Lauw Cie Lan sudah melompat sambil
melancarkan totokan pada Bong Kim Lian. Totokan itu bukan totokan biasa, karena ia melancarkan totokan tersebut sambil mengerahkan tenaga sinkang pada jari tangannya.
Namun Bong Kim Lian yang kembali terganggu
pekerjaan mesumnya itu, sudah tidak memiliki selera untuk bertempur, tanpa memperduIikan tubuhnya masih bertelanjang bulat, ia membawa pakaiannya melompati jendela, dan berlari dengan cepat sekali.
Lauw Cie Lan dan Lu Liang Cwan tidak mengejarnya, karena yang perlu buat mereka saat itu adalah
menolongi Oey Yok Su.
Lauw Cie Lan melompat keluar, karena waktu itu Oey Yok Su dalam keadaan tidak mengenakan sehelai
benangpun juga.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sedangkan Lu Liang Cwan menolongi Oey Yok Su,
dengan membuka totokan pada pemuda itu.
Setelah bebas dari totohan, Oey Yok Su segera
mengenakan pakaiannya dan mengucapkan terima kasih kepada Lu Lang Cwan.
Mereka pun lalu keluar dari rumah itu.
Lauw Cie Lan tertawa sambil katanya : "Kini engkau kembali telah terjatuh ditangan wanita itu, untung kami tepat waktunya datang menolongi dirimu. Jika tidak, hemmm....., jelas engkau akan menjadi kambing kebiri dari wanita cabul itu........!"
Muka Oey Yok Su jadi berobah merah, tetapi ia
mengucapkan terima kasih juga.
Pertolongan yang diberikan kedua orang ini memang tepat pada waktunya.
Hanya sayang sekali Bong Kim Lian justru telah
berhasil meIarikan diri, sehingga penjahat wanita yang cabul itu tidak berhasil diringkus atau dipunahkan ilmunya.
Dengan demikian, berarti masih banyak korban-korban yang terancam oleh kejahatan Bong Kim lian.
Begitulah, Oey Yok Su jadi melakukan perjalanan bertiga dengan Lauw Cie Lan dan Lu Liang Cwan.
Mereka memang cocok satu sama lain.
Terlebih lagi Oey Yok Su bisa menyesuaikan diri dan pandai melihat situasi, sehingga ia disenangi oleh Lauw Cie Lan maupun Lu Liang Cwan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kedua tokoh sakti itu tidak segan2 memberitahukan kelemahan yang dimiliki Oey Yok Su, sahingga pemuda itu bisa memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas lagi untuk melatih ilmu silatnya.
Selama melakukan perjalanan dengan Lu Liang Cman dan Lauw Cie Lan, Oey Yok Su juga menyaksikan betapa kedua orang tokoh ini selalu mengulurkan tangan menolongi orang2 yang tengah dalam kesulitan.
Memang selama belasan tahun Lu Liang Cwan dan
Lauw Cie Lan bertentangan, selama puluhan tahun berada di pulau kosong itu.
Namun sekarang, justru mereka bisa bekerja sama dengan baik, untuk memberikan pertolongan dan
bantuan kepada orang2 yang tengah tertindas.
Dalam hal turun tangan kepada para penjahat, Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan tidak pernah merasa kasihan, karena mereka memang bermaksud membasmi kejahatan.
Dangan ikut serta mengembara bersama kedua tokoh itu, mambuat Oey Yak Su dapat tambah pengalaman yang tidak sedikit.
Hari2 berlalu dengan cepat sekali, tanpa merasa mereka telah berkelana selama tiga bulan. Dan selama itu memang Oey Yok Su telah mendapat petunjuk yang cukup banyak dari kedua tokoh sakti tersebut. Bahkan mereka juga telah menurunkan beberapa jurus ilmu simpanan mereka.
---o^dwkz^)(^Tah^o---
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
BAGIAN 36 : KISAH CIE THIO SI ANAK
YATIM PIATU KOTA Ko-bun-kwan, adalah merupakan kota yang
tidak begitu besar, namun penduduknya padat sekali.
Kota Ko-bun-kwan juga merupakan kota simpang lalu-lintas dari orang2 yang melakukan perjalanan dari Selatan kearah Utara.
Sehingga menjadikan kota ini penting dan banyak dikunjungi orang-orang yang melakukan perjalanan dari Barat ke Utara dan sebaliknya, termasuk tujuan untuk pesiar.
Disebuah rumah yang terletak disudut dari
persimpangan dipintu kota sebelah barat tampak seorang lelaki setengah baya duduk terpekur. Wajahnya murung sekali, memperlihatkan bahwa ada suatu kesulitan yang tengah melanda dirinya.
Barulang kali lelaki baya itu menghela napas,
tampaknya memang ia bersedih hati, samar-samar
terdengar keluhannya : "Mengapa aku harus menerima cobaan seperti ini ?"
Dari dalam rumah saat itu terdengar suara seorang anak yang menangis.
Lelaki setengah baya tersebut melompat dari
duduknya, ia melangkah masuk dengan wajah yang
tetap murung. Didalam ruangan itu tampak seorang anak lelaki
tengah menangis sambil duduk dilantai. Sedangkan disampingnya tampak sepiring kuwe-kuwe kering.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Ibu mana ibu, ayah ?" tanya anak itu kemudian dengan suara yang terisak dalam tangisnya.
Lelaki setengah baya tersebut menghela napas
dalam2, wajahnya kian murung saja. Iapun berkata dengan suara yang sabar tetapi di dalam nada suaranya mengandung kedukaan : "Ibu telah pergi nak kau makanlah, nanti engkau masuk angin....!"
Tetapi anak itu telah menggelengkan kepala nya
berulang kali, sambil katanya: "Tidak mau aku mau ibu, aku ingin ibu .... aku hendak ibu mana ibu .....!" dan tangan anak itu jadi semakin keras tubuhnya sampai tergoncang.
Orang tua setengah baya itu, yang rupanya menjadi ayah anak tersebut, jadi sibuk membujuk anak itu agar tidak menangis terus.
"Diamlah nak.......diamlah Thio-jie jangan engkau tambah kedukaan hati ayah!" bujuknya.
Namun anak itu justru telah meng-geleng2 kan
kepalanya berulang kali sambil ber-seru2: "Aku mau ibu, mana ibu..... mana ibu ...."''
Lelaki setengah baya itu menghela napas berulang kali, katanya dengan suara yang datar: "Baiklah nak, nanti ibu akan pulang, kita akan berkumpul kembali, tetapi sekarang engkau makanlah dulu, makanlah nak, nanti engkau masuk angin.......!"
Namun anak itu tetap tidak bisa dibujuk, bahkan dia telah menangis terus.
Lelaki setengah baya ini jadi sibuk sekali membujuk anak itu menghentikan tangisnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Namun anak itu memang tidak juga mau
menghentikan tangisnya.
Malah tangisnya semakin keras.
"Thio-jie...... !" bentak sang ayah itu, yang rupanya telah habis kesabarannya. "Engkau jangan membawa sikap seperti itu. Tahun ini engkau telah berusia lima tahun, seharusnya engkau telah mengerti urusan. Jangan menangis terus menerus, diamlah dan makanlah.......!"
Anak itu yang dibentak demikian oleh ayah nya, jadi terdiam, dan ia menahan isak tangis nya. Tetapi anaknya tersebut, yang dipanggil dengan sebutan anak Thio itu, tetap tidak mau makan, ia hanya menundukkan
kepalanya saja dalam2 menahan isak tangisnya.
Melihat sikap anaknya itu, lelaki setengah baya itu jadi runtuh hatinya, ia memeluk anak nya tersebut, dan mereka ayah dan anak jadi saling tangis bertangisan.
Tetapi selang tidak lama, lelaki setengah baya itu telah berkata lagi dengan suara yang lembut : "Anakku, ibumu telah pergi ....pergi untuk se-lama2nya dan tidak akan kembali lagi, karena ibumu telah meninggal dunia. Maka dari itu, jangan engkau sering2 menanyakan soal ibumu lagi."
"Meninggal dunia ?" tanya anak itu dengan suara tidak mengerti, ia menatap ayahnya dengan mata digenangi air mata.
Sang ayah mengangguk.
"Benar.... ibumu meninggal dunia dan tidak akan kembali lagi, maka engkau jangan menanyakan lagi, TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Nanti setelah engkau besar dewasa, engkau akan
mengerti hal itu." menyahuti ayahnya.
Anak she Thio tersebut tidak mengerti apa yang
dimaksudkan ayahnya.
Dia hanya berkata dengan suara perlahan.
"Tetapi ibu telah pergi cukup lama dan belum kembali, ayah maka dari itu saya heudak meminta ayah menyusul ibu dan mengajaknya pulang ....... !"
Ayah itu telah tersenyum perlahan mengandung
kedukaan. "Mana bisa hal ini terjadi?" tanyanya.
"Mana mungkin?"
Namun anak itu telah meng-geleng2kan kepalanya
berulang kali, sambil katanya: "Tetapi aku hendak ibu ..
aku menginginkan ibu ......!"
Ayah itu jadi berdiam diri.
Memang kasihan anak ini karena ibunya telah
meninggal dunia.
Disamping itu juga dia menikah ketika usianya telah meningkat tinggi.
Maka disaat usia anaknya baru lima tahun seperti ini, ia berusia hampir lima puluh tahun.
Tetapi oleh sebab suatu penyakit, maka ibu dari anak She Thio itu telah meninggal dunia dan memang tidak akan kembali lagi.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka dari itu, walaupun hatinya tengah berduka
mengenangkan kematian isterinya, juga lelaki setengah baya itu merasa iba melihat nasib anaknya.
"Thio-jie dengarlah....... !" kata lelaki setengah baya itu berselang sesaat.
"Kita akan segera meninggalkan tempat ini. Sekarang engkau makanlah makananmu itu, dan jika telah selesai kita akan segera berangkat ......!"
Anak itu berhenti menangis.
"Kita hendak kemana, ayah?" tanyanya. "Apakah ..
akan pergi menyusul ibu ........ ?"
Ayah-anak itu hanya bisa mengangguk dengan hati yang pedih karena ia yakin anaknya ini memang belum mengetahui urusan dan juga memang tengah
membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
Lelaki setengah baya itu berkeputusan akan
meninggalkan kota kelahirannya.
Dibujuknya agar anaknya tersebut menghabiskan
makanannya. Setelah itu dia membereskan barang2 yang hendak dibawanya.
Lelaki setengah baya ini memang berkeputusan uniuk pergi berkelana untuk menghibur hatinya yang tengah digeluti oleh kedukaan.
Mungkin membawa anaknya pergi mengembara, anak
itu tidak akan terlalu bersedih hati.


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Setelah membereskan segala sesuatunya, lelaki
setengah baya itu dengan tangan kanan membawa
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
buntalan yang membungkus barang2nya, dan tangan kiri menggendong anaknya.
Sehari penuh lelaki setengah baya itu melakukan perjalanan dan ia telah meninggalkan kota tersebut cukup jauh........
Pria setengah baya tersebut she Wang dan bernama Pie An.
Sedangkan anaknya bernama Cie Thio. Biasanya
dipanggil dengan sebutan Thio-jie atau anak Thio.
Setelah melakukan perjalanan satu hari penuh, mereka tiba dikampung Po-an-cung, sebuah
perkampungan yang cukup besar dan ramai.
Wang Pie An mengajak anaknya bermalam disebuah
rumah penginapan yang tidak begitu besar.
Mereka telah bersantap malam didalam kamar.
Namun waktu itu justru pintu kamar mereka telah diketuk oleh seseorang dan ketukan itu agak keras.
Wang Pie An mengernyitkan alisnya ia heran siapakah yang mengetuk pintu kamarnya dengan kasar seperti itu, karena dikampung ini dia memang tidak memiliki sanak famili, dan jika peIayan rumah penginapan yang
mengetuk pintu kamarnya, tentu tidak kasar itu.
"Siapa ?" tegunya tawar.
"Aku, buka pintu ..... !" terdengar suara orang menyahuti dengan suara yang kasar.
Wang Pie An jadi mengerutkan alisnya lagi, ia tidak kenal suara orang itu, suara seorang lelaki yang parau.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka dipesan agar anaknya meneruskan makannya
dulu, sedangkan ia menghampiri pintu dan membukanya.
Diluar kamarnya tampak berdiri seorang lelaki yang lebat dengan berewok dan kumis yang kaku, muka orang itu tampak kasar dan keras sekali, malah dari mulutnya berhamburan bau arak yang memuakkan.
"Siapa kau ?" tanya Wang Pie An.
Lelaki itu tertawa menyeringai.
"Tidak perlu engkau mengetahui siapa ada nya aku, tetapi sekarang cepat serahka uangmu ... aku hari ini butuh uang sebesar 5000 tail!"'
Muka Wang Pie An jadi berobah, karena ia memang tidak kenal lelaki itu, dan juga tidak memiliki uang sebanyak itu.
Wang Pie An juga tersadar bahwa lelaki tersebut bermaksud memeras dan merampoknya. Dengan muka
yang memancarkan perasaan tidak senang.
Wang Pie An telah berkata : "Aku tidak memiliki uang, engkau pergilah ....!"
Dan sambil berkata begitu, Wang Pie An bermaksud akan menutup pintu kamarnya. Namun lelaki yang
bertubuh dan berwajah kasar itu telah mendorong keras pintu kamar bahkan tangan kanannya bergerak cepat sekali, tahu-tahu dia telah memukul muka Wang Pie An.
Pukulan yang datangnya begitu deras dan keras tidak diduga sebelumnya oleh Wang Pie An, sehingga ia terkejut bukan main dan telah terhuyung mundur, kemudian bergulingan diatas lantai.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lelaki bermuka kasar itu telah melangkah masuk
kedalam kamar, kemudian ia menutup pintu kamar.
Katanya dengan suara yang mengancam : "Serahkan uang atau nyawamu akan melayang.........!"
Wang Pie An menduga orang ini tengah mabok,
karena dari mulutnya terpancar bau arak. Dengan sendirinya hal itu membuktikan bahwa orang tersebut telah terlalu banyak meneguk arak. Ia telah memandang dengan sorot mata yang tajam, sambil katanya : "Aku tidak memiliki uang pergilah kepada orang lain, aku sungguh2 tidak memiliki uang..........!"
Namun lelaki bermuka kasar itu justru telah mencabut pisau yang berukuran cukup panjang ia telah
menggerakkan pisaunya itu sambil mengancam : "Jika memang engkau tidak mau menyerahkan uangmu,
hemmm......., jiwamu akan me layang........!" dan setelah berkata begitu lelaki bermuka kasar tersebut melangkah menghampiri Wang Pie An.
Melihat sikap orang yang sangat mengancam tampak Wang Pie An berusaha bangkit. la ingin memberikan perlawanan.
Namun kaki kanan dari orang tersebut telah melayang menyambar muka Wang Pie An, membuat tubuh Wang
Pie An ter-guling2 dilantai.
Wang Cie Thio yang melihat apa yang terjadi pada diri ayahnya, jadi mengeluarkan suara jeritan sambil menubruk tubuh ayahnya.
"Ayah ....!" panggil Cie Thio.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dan waktu itu ia menoleh kepada pemabok itu sambil membentak : "Engkau ...... engkau mempersakiti ayahku
........ !"
Tetapi orang jtu justru telah tertawa terkekeh dengan suara yang mengerikan, sambil katanya dingin : "Engkau menyingkir bocah, jika tidak perutmu akan kurobek dengan pisauku ini !"
Sambil berkata begitu, orang tersebut telah
menggerakkan pisau tajam ditangannya, ia me bawa sikap mengancam sekali.
Wang Pie An mendorong tubuh anaknya, yang
diperintahkan menyingkir.
Waktu anaknya menyingkir kesamping, secepat kilat Wang Pie An melompat berdiri sambil menggerakkan tangannya yang diulurkan untuk merebut pedang kecil lawannya.
Pemabok itu ruparya bisa melihat gerakan yang
dilakukan oleh Wang Pie An, segera ia menggerakkan pedangnya menikam perut Wang Pie An.
Gerakari seperti itu datangnya cepat sekali, sehingga Wang Pie An tidak bisa mengelakkan lagi........ perutnya telah tertusuk oleh pisau tersebut.
Seketika itu juga terdengar suara jeri yang keras dan kuat dari Wang Pie An, dimana ia telah terhuyung mundur dengan darah berlumuran dari perutnya.
Kedua tangannya juga memegangi perutnya.
Cie Thio yang melihat keadaan ayahnya berlari
menghampiri dan memeluk ayahnya. "Ayah . . . . ayah . .
. . !" panggilnya berulang kali.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Pemabok itu sendiri kaget tidak terkira, karena ia tidak menyangka akan menikam terkena sasarannya.
Semula ia hanya menggertak belaka.
Maka ia segera memutar tubuhnya dan berlari keluar kamar guna melarikan diri.
Suara ribut2 seperti itu telah menyebabkan pelayan datang kekamar tersebut.
Pelayan itu terkejut melihat keadaan Wang Pie An yang berlumuran darah.
Segera ia memberikan pertolongan dan meminta
kepada kawannya untuk memanggilkan tabib.
Namun sayang, jiwa Wang Pie An tidak tertolong, rupa-nya luka yang dideritanya itu memang cukup parah.
Setelah menjelang tengah malam, Wang Pie An
menghembuskan napas nya yang terakhir. Cie Thio rnenangis sedih sekali.
Sedangkan pelayan itu bersama dengan kawan2nya
melaporkan hal tersebut pada yang berwajib.
Setelah diadakan pengusutan, maka pemabok yang
membinasakan Wang Pie An ditangkap sedangkan
jenazah Wang Pie An dikebumikan pada keesokan
harinya. Cie Thio yang masih kecil dan tidak memiliki sanak famili dikampung itu, telah diserahkan pada sebuah kuil, untuk dirawat oleh para pendeta kuil itu.
Para pandeta yang merawat Cie Thio melihat bahwa anak ini memiliki kecerdasan yang mengagumkan,
dimana daya tangkap anak ini cepat sekali.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka Cie Thio digundulkan rambutnya, ia telah diberi didikan agama Buddha.
Sedangkan Cie Thio yang telah yatim piatu, sudah tidak memiliki pilihan lain, hanya berdiam baik2 dikuil tersebut, mempelajari agama Buddha, sebagai seorang pendeta kecil.
---o~dw'kz^0^Tah~o---
BAGIAN 37 : TIGA DEWA DARI
GUNUNG KAUW (SAM SIAN KAUW
SAN) SUATU PAGI, disaat Cie Thio tengah bermain
dipekarangan depan kuil, saat itu pintu kuil di ketuk keras oleh seseorang.
Cie Thio membukakan pintu dan dia melihat tiga orang Tojin (pendeta yang memeluk agama To) tengah berdiri dimuka pintu dengan mulut tersenyum lembut.
"Mana gurumu.......?" tanya salah seorang tojin itu dengan suara yang sabar,
Cie Thio menanyakan siapa ketiga tamu tersebut, yang dijawab bahwa mereka adalah Sam Sian (tiga dewa) dari gunung Kauw.
Ketika perihal kedatangan ketiga orang pendeta
agama To itu diberitahukan kepada gurunya, pendeta yang menjadi ketua kuil tersebut, menyambutnya dengan manis kedatangan ketiga orang tojin tersebut.
Rupanya antara guru Cie Thio dengan ke tiga tojin itu mengikat tali persahabatan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ketiga tojin itu masing2 bergelar Sam Kie Cinjin, Sam Lu Cinjin dan Sam Pie Cinjin. Mereka merupakan
pendekar-pendekar sakti yang memiliki kepandaian ilmu silat tinggi sekali.
Memang telah cukup lama ketiga pendeta agama To itu berkelana dalam rimba persilatan dan selama itu mereka melakukan perbuatan2 mulia, sehingga nama mereka jadi terkenal dan memperoleh julukan Sam Sian Kauw San.
Saat itu tampak Cie Thio yang tengah mempersiapkan minuman untuk ketiga tamu gurunya telah di-usap2
kepalanya oleh Sam Kie.
Kata Sam Kie dengan suara yang sabar: "Anak ini balk sekali untuk mempelajari ilmu silat, dia memiliki tulang yang baik dan bakat yang bagus, savang sekali engkau Hwee Liang Siansu tidak memiliki kepandaian silat, sehingga muridmu ini tak mungkin memperoleh petunjuk mengenai ilmu silat."
Guru Cie Thio yaitu Hwee Liang Siansu tersenyum manis, sambil katanya: "Tidak selamanya ilmu silat memegang peranan penting. Jika memang anak itu mau mempelajari agama Budha dengan baik, itupun baik dari segalanya, karena jiwanya telah terdidik dengan baik dan juga menyebabkan dia bisa mengenal dunia
sebagaimana adanya".
Namun Sam Kie telah menggelengkan kepalanya ia
berkata perlahan: "Bukan hanya itu saja. Ilmu silat bukan hanya terbatas pada ilmu untuk berkelahi, tetapi justru ilmu silat membutuh latihan dan semangat murni untuk menggembleng orang yang bersangkutan memiliki
Sinkang yarg sejati. Dengan memiliki ilmu silat yang TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
murni maka orang itu akan bisa menjaga diri dari segala gangguan yang tak baik bahkan bisa memanfaatkan ilmu silatnya untuk banyak melakukan perbuatan2 mulia menolong silemah yang tertindas....... .!"
Hwee Liang Siansu tersenyum lebar, ia menyahuti:
"Tetapi dengan agama Buddha, anak inipun bisa banyak melakukan perbuatan2 luhur. .....!"
Sam Kie menggeleng cepat, "tidak mungkin.......!"
katanya berulang kali.
"Mana mungkin jika menghadapi seorang penjahat, hanya mengandalkan kelihayan lidah untuk ber-kata2
saja kurang begitu kuat untuk mengembalikan manusia jahat itu kejalan yang ...... maka justru ilmu silat yang tinggi bisa membuat para penjahat seperti itu menjadi jera dan kapok. .....!"
Hwee Liang Siansu mengangguk perlahan.
"Ya apa yang dikatakan oleh Cinjin benar adanya,"
katanya. "Dan juga memang anak ini memiliki bakat ilmu silat, sayangnya justru Lolap tidak memiliki kesanggupan untuk mendidiknya dibidang itu. Jika memang Sam-wie Cinjin bersedia untuk bermurah hati, membantu mendidik anak ini untuk berlatih iimu silat tentu hal ini merupakan sesuatu yang menggembirakan sekali, bukan?"
"Namun ketiga pendeta agama To itu telah
menggeleng hampir berbareng sambil katanya: "Tak mungkin........sayangnya hal itu tak mungkin."
"Kami hanya diperbolehkan menurunkan kepandaian kami kepada murid2 kami yang memeluk agama To.......
diluar dari itu, kami tidak diijinkan untuk menurunkan kepandaian kami kepada siapapun juga ........!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sayang sekali," kata Hwee Liang Siansu. "Itulah nasib si Cie Thio yang buruk dan tidak memiliki keberuntungan yang baik !"
Semuanya tertawa.
Sedangkan Cie Thio kembali kekamarnya.
Namun kata2 Sam Kie tadi telah dipikirkannya,
mengganggu sekali hati nya.
Ia tertarik sekali memikirkan kata2 Sam Kie Cinjin.
Memang hati Cie Thio ingin sekali mempelajari ilmu silat, karena ia juga jadi terpikir mengenai kematian ayahnya.
Jika saja ia memiliki kepandaian ilmu silat, bukankah ia bisa melindungi ayahnya dan ayahnya itu tidak sampai meninggal dunia, sehingga kini ia hanya hidup seorang diri"
Itulah pemikiran dari seorang anak yang mash kecil, dan ia belum bisa berpikir lebih luas lagi.
Tetapi walaupun demikian, Cie Thio memang telah tertarik sekali ingin mempelajari ilmu silat. Maka dari itu, ia telah mengambil keputusan, jika Hwee Liang Siansu gurunya untuk mempelajari agama Buddha itu
mengijinkan ia mempelajari ilmu silat, maka ia
bermaksud untuk mempelajari ilmu silat.
Sayangnya justru saat sekarang ini Sam Kie Cinjin mengatakan, pandeta itu tidak bisa menurunkan
kepandaiannya kepada orang yang bukan dari penganut agamanya.
Tetapi Cie Thio yakin, disamping Sam Kie Cinjin sebagai seorang yang mengerti ilmu silat tentu banyak TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
terdapat jago2 silat lainnya, yang bisa diangkat menjadi gurunya.
Maka tekadnya semakin bulat, ia ingin berusaha untuk dapat mempelajari ilmu silat.
Keesokan malamnya sengaja Cie Thio menemui Hwee Liang Siansu.
Ia mengemukakan keinginannya itu.
Dan iapun menyatakan maksudnya hendak
mengangkat seseorang menjadi guru silatnya.
"Siapa ?" tanya Hwee Liang Siansu dengan sabar.
Tetapi Cie Thio menggelengkan kepalanya.
"Sampai sekarang ini tecu masih belum mengetahui, tetapi jika memang suhu mengijinkan, kelak jika tecu cari itu, yang memang memiliki kepandaian tinggi, tentu tecu telah mengetahui bahwa suhu tidak menentang kalau saja tecu mengangkat orang itu menjadi guru tecu untuk mempelajari ilmu silat .........!"
Hwee Liang Siansu tersenyum, iapun berkata dengan sabar : "Cie Thio, engkau ketahuilah bahwa mempelajari ilmu silat itu tidak mudah, karena biasanya, setiap orang yang mempela jari ilmu silat, tentu akan memiliki watak dan sifat yang berlainan dengan kita-kita yang menekuni pelajaran agama. Maka dari itu, aku belum bisa
memutuskan menerima atau tidak keinginanmu itu.
Engkau berpikirlah dua hari lagi coba engkau renungkan, apakah memang engkau ber-sungguh2 hendak
mempelajari ilmu silat atau memang itu hanya dorongan nafsu belaka untuk memiliki kepandaian silat........!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Cie Thio mengiyakan dan dia pamitan mengundurkan diri dari hadapan gurunya.
Kemudian didalam kamarnya ia memikirkan dengan
baik2 keinginannya itu.
Malah Cie Thio telah berpikir jauh sekali, jika memang ia masih menjadi murid Hwee Liang Siansu, sulit baginya untuk keluar dari kuil ini dan mengangkat orang lain menjadi gurunya untuk mempelajari ilmu silat. Maka dari itu ia telah mengambil keputusan, yang nekad, yaitu hendak melarikan diri dari kuil.
Tetapi, waktu itu justru Cie Thio juga berpikir, jika ia melarikan diri dari kuil, lalu ia hendak pergi kemana "
Inilah yang menyusahkan hatinya.
Maka ia tidak bisa mengambil keputusan yang cepat.
Setelah mempertimbangkan selama tiga hari tiga
malam, keputusan Cie Thio jadi bulat, ia akan
meninggalkan kuil ini secara diam2.
Tanpa pamitan lagi dari Hwee Liang Siansu dimalam yang dingin dan gelap, Cie Thio meninggallkan kuil secara diam2.
Apa yang dilakukannya itu hanya merupakan sebuah kenekadan dari seorang anak kecil belaka. la rela mempelajari agama yang diajarkan oleh gurunya, namun justru hatinya malah hendak mempelajari ilmu silat.
Maka keinginannya yang terakhir itu lebih kuat, yang mendorongnya melakukan tindakan nekad seperti itu.
Dan dengan nekad, walaupun masih berusia belum
enam tahun, Cie Thio telah meninggalkan kuil-itu, dan ia menyerahkan pada nasib apa yang akan terjadi
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah melakukan perjalanan empat hari, maka Cie Thio tiba disebuah perkampungan yang tidak begitu besar.
la tidak memiliki uang, maka ia tidur di-kuil2 rusak atau juga bermalam diemperan rumah penduduk.
Cie Thio tidak mengetahui harus pergi kemana, karena ia melarikan diri dari kuil Hwee Liang Siansu tanpa mempunyai arah tujuan.
Keadaan seperti itu memang membingungkan Cie
Thio, apalagi dihari keempat itu ia mu lai tersiksa oleh rasa lapar, sedangkan disakunya sama sekali tidak memiliki uang pembeli makanan.
Untung saja ada seorang pengemis kecil, yang melihat keadaan Cie Thio, jadi merasa kasihan dan telah mengajaknya untuk mengemis sisa makanan pada
sebuah rumah makan.
Dan dari hasil mengemis itu, Cie Thio tidak sampai terlalu menderita oleh lapar.
---o~dw.kz^0^Tah~o---
TETAPI KEESOKAN HARINYA justru Cie Thio tidak
melihat pengemis kecil yang kemarin mengajaknya mengemis dirumah makan, ia terpaksa mengemis
seorang diri, sebab perutnya kembali lapar.
Waktu Cie Thio mengemis sisa makanan di rumah
makan itu, justru ia melihat Sam Kie Cinjin bertiga dengan Sam Pie dan Sam Lu, ketiga tojin itu baru saja keluar dari rumah makan tersebut dan mereka
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tampaknya, terkejut waktu melihat Cie Thio, yang datang dalam keadaankeadaan kotor dan mesum.
"Apakah engkau Cie Thio, murid dari Hwee Liang Siansu ?" tegur Sam Kie Cinjin kepada anak itu yang dirasanya memang dikenalnya.
Sam Kie rupanya memiliki ingatan yang tajam sekali, walaupun pakaian dari Cie Thio sudah tidak keruan, tokh ia masih kenal anak itu.
Disamping itu, Cie Thio juga telah mengakuinya
dengan terus terang.
la mengatakan dirinya telah melarikan diri dari kuil Hwee Liang Siansu.
Dan kini ia tidak memiliki arah dan tujuan yang tetap.
Maka dari itu, sekarang ia telah melakukan pekerjaan mengemis dan tidak tahu harus pergi kemana.
"Jika begitu, ayo, kami akan segera mengantarkan engkau kembali kepada gurumu ...!" kata Sam, Kie Cinjin, namun Cie Thio telah menolakya, karena ia memang telah bertekad tidak akan kembali pada Hwee Liang Siansu.
Melihat sikap anak itu, Sam Kie Ciujin bertiga jadi heran.
Mereka menanyakan sebab2nya mengapa Cie Thio
melarikan diri dari sisi gurunya.
Dengan polos dan berterus terang Cie Thio
menceritakan keinginannya untuk mempelajari ilmu silat.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
la juga mengatakan bahwa mempelajari ilmu agama Buddha tidak cocok dengan hatinya, dan ia lebih condong untuk mempelajari ilmu silat.
Keinginannya itulah yang telah membuat ia melarikan diri.
Sam Kie Cinjin yang mendengar pengakuan dari anak tersebut jadi menghela napas dalam2.
Wajahnya jadi muram.
"Akhhh....., disebabkan mulutku, maka engkau telah melarikan diri dari gurumu.....!" kata Sam Kie Cinjin kemudian.
"Walaupun bagaimana, engkau harus kembali
kegurummu....... !"
Cie Thio menggelengkan kepalanya, berulang kali, berkata dengan suara yang agak keras: "Jangan Cinjin memaksa aku untuk kembali kekuil guruku, karena aku tentu tidak akan dapat mempelajari agama yang
diajarkan oleh guruku sebab ak lebih cocok untuk mempelajari ilmu silat.......!"
Melihat kekerasan hati anak itu, Sam Kie Cinjin, Sam Lu dan Sam Pie jadi menghela napas dalam2.
Mereka bingung juga menghadapi sikap Cie Thio.
Akhlrnya Sam Kie Cinjin telah menegur: "Apakah kau memiliki uang dan perbekalan?"
Cie Thio menggeleng.
"Hemm........ engkau seorang anak yang terlalu nekad" kata Sam Kie Cinjin. "Ayo kembali kegurumu TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
bukankah dengan merantau tidak keruan seperti ini kau akan menderita dan sengsara. "
Tetapi justru Cie Thio telah menggelengkan kepalanya berulang kali sampai akhirnya ia berkata dengan suara yang tetap: "Walaupun aku harus manderita dan binasa, tetapi aku tetap akan pergi merantau untuk mencari guru yang bisa mengajarkan padaku ilmu silat.........!"
Melihat kekerasan hati si bocah, Sam Kie Cinjin jadi tertarik juga.
"Bagaimana jika engkau ikut bersama kami?" tanya Sam Kie Cinjin.
Cie Thio jadi girang bukan main cepat2 ia telah menekukan kedua kakinya berlutut dan menyatakan terima kasih.
Waktu Sam Kie Cinjin menoleh kepada Sam Lu dan
Sam Pie katanya: "Biarlah anak itu ikut bersama kita jika tidak tentu dia akan terlantar.........!''
Sam Pie dan Sam Lu hanya menyetujui keinginan Sam Kie Cinjin.
Begitulah Cie Thio telah diajak mereka untuk
mengembara bersama-sama.
Memang sudah menjadi keinginan Cie Thio untuk
belajar ilmu silat dari Sam Kie Cinjin bertiga, namun sayangnya justru ia mendengar, sendiri bahwa Sam Kie Cinjin bertiga tidak akan menurunkan kepandaiannya pada orang yang bukau beragama To.
Maka Cie Thio tidak pernah mengajukan permintaan berguru pada ketiga imam tersebat ia hanya ikut mengembara agar tidak terlantar.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Secara iseng iapun telah menanyakan kepada Sam Kie Cinjin apakah pendeta itu memiliki seorang kawan yang memiliki kepandaian yang tinggi agar bica diangkat menjadi guru sibocah.
Namun Sam Kie Cinjin bertiga menanyakan mereka
tidak bisa menunjukkan orang yang, dikehendaki Cie Thio.
Tapi Sam Kie Cinjin berkata, jika Cie Thio mau kembali pada gurunya, yaitu Hwee Liang Siansu, dan jika gurunya itu meluluskan, tentu Sam Kie Cinjin akan menunjukkan seseorang yang memiliki kepandaian tinggi agar bisa diangkat menjadi guru, sibocah.
Namun kenyataannya Cie Thio tidak bersedia kembali ke Hwee Liang Siansu, karena memang telah bertekad hendak mengembara.
Sam Kie Cin jin bertiga tidak berdaya lagi untuk membujuk bocah tersebut.
Maka kemana mereka pergi, tentu diajaknya Cie Thio ikut mengembara bersama mereka.
Setahun lebih Cie Thio ikut bersama dengan Sam Kie Cinjin bertiga, dan selama itu, imam2 tersebut telah melihat bahwa kepandaian yang dimiliki anak tersebut dalam hal pelajaran agama Buddha masih belum
mendalam, terlebih lagi memang Cie Thio
mempelajarinya baru beberapa bulan saja dari Hwee Liang Siansu.
Maka tersirat dalam hati Sam Kie Cinjio untuk minta Kepada Hwee Liang Siansu agar merelakan muridnya diambil oleh mereka bertiga.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Itulah sebabnya, suatu hari Sam Kie Cinjin bertiga mengajak Cie Thio kembali menemui gurunya, yaitu Hwee Liang Siansu.
Dengan berterus terang, Sam Kie Cinjin menceritakan segala apa yang telah terjadi.
Dan juga Sam Kie Cinjin telah mengemukakan bahwa mereka bertiga bermaksud mengambil Cie Thio menjadi murid mereka, kalau saja Hwee Liang tidak merasa keberatan, ternyata Hwe Liang Siansu memang
menerima tawaran tersebut dengan senang hati,
menurut Hwee Liang Siansu tidak baik ia memaksa Cie Thio, jika memang anak itu tidak berminat untuk belajar padanya.
Sam Kie Cinjin mengucapkan terima kasihnya atas pengertian dari Hwee Liang Siansu.
Sejak saat itu Cie Thio telah resmi menjadi murid dari Sam Kie Cinjin, Sam Lu dan Sam Pie. Ketiga tojin itu telah mendidik Cie Thio dalam hal segala macam
kepandaian dan ilmu silat. Tetapi sejak saat itu, Cie Thio harus memelihara rambut lagi dan selanjutnya masuk kedalam agama To, menjadi murid resmi ketiga imam itu.
Karena mengetahui Sam Kie Cinjin bertiga memang memiliki kepandaian yang tinggi, maka Cie Thio tidak keberatan untuk menjadi pemeluk agama To.


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

la selain mempelajari agama To juga mempelajari ilmu silat dari ketiga gurunya yang ternyata memang memiliki ilmu yang luar biasa.
Setelah belajar selama enam tahun, Cie Thio telah berusia dua belas tahun, kepandaian yang dimiliki anak TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
ini ternyata cukup tinggi, setiap pelajaran yang diturunkan oleh ketiga orang gurunya itu bisa
dipelajarinya dengan mudah.
Selama enam tahun Cie Thio juga ikut mengembara dengan ketiga gurunya dimana Cie Thio sering
menyaksikan betapa ketiga orang gurunya itu memang selalu bertindak diatas keadilan, dan membela yang lemah dari tindasan yang jahat.
Pengalaman selama mengembara bersama ketiga
orang gurunya itu, membuat Cie Thio memiliki
pengalaman yang tidak sedikit, ia mulai mengerti dunia persilatan dan juga mulai dapat membedakan mana yang jahat dan mana yang baik, disamping itu juga ia bisa membedakan mana yang putih dan mana yang
mengambil aliran hitam, alias para penjahat yang perlu di basmi.
Ketika berusia dua belas tahun, Cie Thio telah sering merubuhkan beberapa orang penjahat yang memiliki kepandaian tanggung2, ketiga orang gurunya itu
menyerahkan kepada Cie Thio untuk menghajarnya.
Dan biasanya Cie Thio memang bisa memenuhi
harapan gurunya, dimana ia bisa memberikan ganjaran yang cukup keras pada para penjahat itu.
Disamping itu, Cie Thio juga mulai menerima pelajaran Sinkang, yaitu ilmu sakti dari ke tiga orang gurunya.
Sam Kie Cin jin bertiga dengan Sam Lu dan Sam Pie Cinjin jadi girang melihat perkembangan yang
diperlihatkan muridnya. Dan juga memang mereka telah melihat selain cerdas, Cie Thio juga mudah sekali menerima pelajaran yang mereka berikan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hal itu disebabkan memang anak ini memiliki bakat yang baik untuk mempelajari ilmu silat.
Begitulah, Sam Kie Cinjin bertiga selalu mengajak Cie Thio untuk mengembara.
Empat tahun telah lewat lagi, usia Cie Thio telah enam belas tahun, dia telah menjadi seorang tojin muda yang memiliki kepandaian tidak rendah.
Tetapi ketiga orang gurunya masih juga menghendaki Cie Thio mengembara bersama mereka, karena masih ada tiga tahun lagi yang harus dilaksanakan oleh Cie Thio untuk merampungkan kepandaiannya.
Maka dari itu, selama tiga tahun itu Cie Thio tetap mengembara bersama gurunya.
Ketika usianya telah sembilan belas tahun.
Sam Kie Cinjin meminta Cie Thio untuk pergi
mengembara seorang diri, karena kepandaian yang dimiliki ketiga orang gurunya itu memang telah
diturunkan semuanya termasuk ilmu simpanan mereka.
Cie Thio memang merasa telah memiliki kepandaian yang bisa diandalkan, menuruti perintah gurunya, untuk berkelana seorang diri, guna melakukan perbuatan mulia membela orang2 yang lemah.
Waktu itu Cie Thio telah menjadi seorang pendeta To yang tegap dan gagah.
la merupakan Tojin muda yang tampan.
Disamping itu dengan memiliki kepandaiannya yang tinggi, ia benar2 merupakan seorang pendekar muda yang sulit dicari tandingannya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Apalagi ilmu pedangnya, hasil ciptaan ketiga orang gurunya, yang telah menggabung kepandaian mereka bertiga menjadi satu dan diwariskan kepada Cie Thio.
Dan yang menonjol sekali pada diri tojin muda ini adalah kekuatan sinkang yang dimilikinya, murni dan bisa diandalkan.
Dalam waktu sekejap mata saja, Cie Thio telah bisa mengangkat nama.
Dan ia telah merupakan seorang jago rimba persilatan yang di segani, karena kepandaiannya tinggi dan perbuatannya yang baik, selalu berdiri diatas jalan keadilan.
Cie Thio juga telah mengganti namanya menjadi Ong Tiong Yang, atas saran yang diberikan oleh ketiga orang gurunya.
---o~dw.kz^0^Tah~o---
BAGIAN 38 : ONG TIONG YANG
ONG TIONG YANG merupakan seorang tojin yang
cukup ditakuti oleh para penjahat dari kalangan hek-to, karena ia walaupun selalu membawa sikap yang sabar, namun bertindak dengan tegas kepada orang2 yang melakukan kejahatan.
Seperti terlihat pada pagi itu, Ong Tiong Yang tengah berada disebuah kaki gunung dipropinsi Hopei, ia tengah duduk dibawah sebatang pohon sambil beristirahat menghilangkan lelah, seharian penuh Tojin muda ini melakukan perjalanan yang jauh, dan ia belum lagi bertemu dengan rumah penduduk yang bisa ditumpangi TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
ataupun kuil2 yang bisa dimintai bantuannya guna menginap.
Maka untuk melenyapkan letihnya Ong Tiong Yang
telah ber-istirahat dibawah pohon itu.
Angin pagi yang bersilir dingin membuat Ong Tiong Yang atau Cie Thio jadi mengantuk, karena semalaman ia melakukan perjanan terus. Ia duduk bersemadhi untuk meluruskan pernapasan dan sinkangnya, sehingga dalam sekejap mata saja perasaan letihnya lenyap.
Disaat Ong Tiong Yang tengah duduk bersemadhi
begitu, tiba2 dia mendengarkan suara ramai2, disusul oleh suara bentak dan jerit kesakitan.
Sebagai seorang tojin telah tinggi sinkangnya, Ong Tiong Yang memiliki pedengaran yang tajam. Walaupuna suara ramai2 dan suara jerit kesakitan itu masih terpisah jauh, namun ia telah berhasil mendengarnya. Maka Tojin muda ini telah melompat berdiri dan memandang
kesekelilingnya.
Dari arah selatan tampak berlari beberapa sosok tubuh dengan gerakan yang cepat sekali, seperti juga terbang dan kaki2 mereka seperti tidak menginjak bumi.
Dengan cepat orang2 itu tiba dihadapan Ong Tiong Yang.
Ternyata orang2 tersebut merupakan orang2 rimba persilatan.
Dilihat dari pakaiannya yang serba singset,
menyatakan mereka merupakan orang2 rimba persilatan yang biasa hidup mengembara.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dibelakang orang2 itu, yang semuanya berjumlah
empat orang, tampak mengejar belasan orang,
semuanya membekal senjata, ada juga senjata yang dicekal ditangan.
Pengejaran itu dilakukan dengan cepat, tampaknya memang orang2 itu bermaksud untuk dapat mengepung keempat buruan mereka.
Saat itu Ong Tiong Yang mengerutkan alisnya, ia memperdengarkan suara "Hmmm.....," tidak senang, karena-dilihatnya tidak adil belasan orang itu mengejar dan bermaksud mengeroyok keempat orang tersebut, yang tampaknya telah terluka cukup parah disebagian tubuhnya.
Keadaan demikian memang membuat darah muda
Ong Tiong Yang terbangkit, ia tak bisa menyaksikan keadaan yang tidak adil seperti Itu.
Sedangkan keempat orang tersebut saat itu telah tiba didekat Ong Tiong Yang, mereka tidak bisa
menyingkirkan diri lebih jauh dari belasan orang pengejaran.
Waktu itu belasan orang pengejar tersebut melompat dan mengurung ke empat orang buruan mereka. Sikap mengancam yang mereka perlihatkan menunjukkan
bahwa belasan orang itu menaruh kebencian yang
sangat kepada keempat orang tersebut.
"Kalian menyerah saja baik2 kami tidak akan menganiaya dirimu.....!" bentak salah seorang diantara belasan orang tersebut dengan suara yang tawar, ditangannya tampak tercekal sebatang pedang pendek, yang digerakan mengancam,
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi keempat orang itu memperdengarkan suara
tertawa dingin, salah seorang diantara mereka berkata:
"Kami tidak akan menyerah sampai titik darah kami yang terakhir..........!"
Orang yang memimpin belasan orang kawan nya
berteriak memberikan anjuran agar kawan2 nya
menyerang. Sedangkan ia sendiri dengan pedang
pendeknya telah melancarkan serangan yang gencar.
Keempat orang itu, yang masing2 bersenjata pedang, telah memutar senjata mereka memberikan perlawanan.
Dalam sekejap mata saja mereka bertempur dengan seru. Namun keempat orang itu memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit dari lawannya, walaupun dilihat dari gerakan ilmu pedangnya mereka memang memiliki
kepandaian yang tidak rendah, tokh mereka telah terdesak.
Dua kali salah seorang dari keempat orang itu terluka oleh tabasan golok dari salah seorang lawannya, sehingga mengeluarkan suara jeritan dengan tubuh terhuyung.
Ketiga orang kawannya jadi terkejut dan berusaha untuk melindungi kawan mereka.
Namun belasan lawan mereka telah memperhebat
serangan-serangannya, sehingga angin serangannya menyambar-nyambar tidak hentinya.
Ong Tiong Yang menyaksikan keadaan demikian,
merasa waktunya telah sampai.
la mengeluarkan suara bentakan nyaring, tubuhnya melompat ketengah gelanggang dengan gerakan yang ringan, dan Hudtim (kebutan kependetaannya) digerakan TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dengan melintang kekiri dan ke kanan, maka senjata belasan orang tersebut berhasil dibuat terpental. Dan waktu itu keempat orang yang dikurung itu
mempergunakan kesempatan tersebut untuk
mengundurkan diri, mereka menyingkir agak jauh.
Belasan orang pengepung itu jadi penasaran dan
mendongkol melihat seorang imam telah mencampuri urusan mereka.
Orang yang memegang pedang pendek itu telah
membencak dengan suara yang tawar: "Hidung kerbau, apa maksudmu mencampuri urusan kami.........?"
Mendengat pertanyaan orang tersebut yang kasar, Ong Tiong Yang yakin belasan orang tersebut tentunya bukan manusia baik"
Apalagi ia melihat mereka tanpa kenal malu
mengeroyok keempat orang itu.
"Pinto harap kalian tidak mendesak keempat orang Siecu itu, jumlah mereka lebih sedikit dari kalian, maka tidak pantas kalian main keroyok seperti itu tanpa kenal malu. Pinto harap kalian tidak mendesak lebih jauh !"
Tetapi orang yang bersen jata pedang pendek itu tertawa mengejek, kemudian katanya : "Hemm......., enak saja kau berkata, kami mengeroyok mereka karena justru mereka merupakan manusia2 tidak tahu diri yang harus kami ringkus..........!"
"Apa kesalahan mereka ?" tanya Ong Tiong Yang tawar.
"Mereka merupakan manusia2 kurang ajar yang besar mulut, bahkan telah lima orang kawan kami yang terluka TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
ditangan mereka, maka itu kami harus dapat
membalaskan sakit hati kawan kami itu !"
"Tetapi kata kalian yang hendak menuntut balas kepada keempat orang tersebut merupakan cara
pengecut !"
"Akh....... hidung kerbau, engkau terlalu banyak bicara, cepat nenyingkir.........!"
"Kalau memang Pinto tidak mau menyingkir.......?"
tanya Ong Tiong Yang dengan suara yang sabar.
"Tentu kami tidak akan segan untuk menurunkan tangan keras kepadamu ......!"
Tetapi Ong Tiong Yang tidak jeri.
"Pinto kira kalian tidak akan memiliki kesanggupan untuk merubuhkan Pinto.....!"
"Oh..... pendeta sombong, engkau jangan bicara tekebur seperti itu .....!" dan sambil berkata begitu, salah seorang dari belasan orang tersebut, yang bersenjata Poan Koan Pit melompat melancarkan totokan dengan ujung Poan Koan Pitnya.
Namun Ong Tiong Yang mengelakkan dengan cepat,
dalam waktu sekejab mata saja ia telah berhasil mengelakkan diri dari lima kali totokan Poan Koan Pit orang tersebut.
Rupanya kawan2 orang tersebut yang melihat usaha kawan mereka gagal, telah melompat maju dan
melancarkan serangan mengeroyok.
Gerakan mereka memang cepat dan gesit sekali
disamping itu merekapun memiliki kepandaian yang TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tinggi. Mereka melompat menggunakan senjatanya
masing2 melancarkan serangan kepada Ong Tiong Yang.
Satelah beberapa jurus menyaksikan lawannya, Ong Tiong Yang sudah lebih dari ia mengalah.
Ia mengeluarkan suara siulan sambil katanya
kemudian: "Siecu harus ber-hati2.....!" sambil berkata begitu, Hudtimnya meluncur kearah lawannya.
Dan bulu Hudtimnya yang dialiri tenaga sinkang jadi kaku dan keras, dipergunakan untuk menotok Iawannya itu. Dan Tubuh lawannya langsung saja terjungkal. roboh tidak bergerak lagi ......... terbujur kaku karena telah tertotok.
Belasan kawanya jadi terkejut, belum lagi mereka menyadari apa yang terjadi ....... tiba2 datang serangan dari Ong Tiong Yang, Hudtimnya ber-gerak2
melancarkan totokan ke sana kemari dengan cepat.
Dalam sekejap mata saja, tujuh orang telah terjungkal dalam keadaan tertotok.
Sisanya yang enam orang lagi jadi ngeri dan takut2
waktu menyaksikan bahwa Ong Tiong Yang memang
benar2 memiliki kepandaian yang sulit dilawan mereka.
Keadaan demikian membuat keempat orang yang
ditolong Ong Tong Yang jadi berdiri tertegun karena kagum, kemudian mereka berlutut dan menyatakan
terima kasih mereka kepada imam tersebut.
Ong Tiong Yang menanyakan kepada keempat orang
itu, apa sesungguhnya yang terjadi.
Salah seorang dari keempat orang yang ditolong Ong Tiong Yang berkata, bahwa mereka sesungguhnya hanya TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
terlibat dalam suatu keslahan pahaman belaka. Justru keempat orang ini dari keluarga Khut telah salah tangan melukai dua orang dari keluarga Cien dan juga beberapa orang pengawal mereka. Dengan demikian pihak
keluarga Cien telah mengutus puluhan orang untuk membasmi keluarga mereka.
Keempat orang ini bisa melarikan diri tetapi tetap dikejar dan bendak dibinasakan, untung saja Ong Tiong Yang yang menolongi mereka.
Mendengar itu. Ong Tiong Yang menghela napas,
katanya dengan suara mengandung sesal: "Begitulah keadaan dunia, selalu dendam yang diributkan. Apa keuntungan dari hasil yang diperoleh karena dikendalikan oleh dendam ?"
"Nah, untuk selanjutnya kalian berempat pergilah menyingkir kesuatu tempat yang jauh, menghindarkan diri dari lawan2 kalian, tetapi selanjutnya kalian harus berusaha agar tidak menimbulkan bentrokan dengan pihak keluarga Cien itu."
Keempat orang tersebut mengiyakan, dan setelah
menanyakan siapa adanya tojin muda yang gagah ini, merekapun pamitan untuk pergi mencari tempat
persembunyian. Seperginya keempat orang keluarga Khui itu, Ong Tiong Yang membebaskan belasan orang dari keluarga Cien itu dari totokannya.
Tojin ini berusaha memberikan pengertian kepada mereka, dikendalikan dendam bukanlah suatu hal yang baik. Hal itu berusaha dikupas oleh Tojin muda ini, memberikan pengertian disamping menyadari orang-TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
orang tersebut. Dan belasan orang itu walaupun
penasaran, mereka mengiyakan, karena mereka tahu percuma jika mereka bersikeras dan melawan Tojin itu, karena mereka bukan menjadi tandingan Ong Tiong Yang.
Tetapi mereka menanyakan nama Ong Tiong Yang,
kemudian baru berlalu.
---oo~dwkz^Tah~oo---
SEPERGINYA orang2 itu, Ong Tiong Yang menghela
napas panjang, ia menggumam seorang diri : "Peristiwa-peristiwa seperti inilah yang sering terjadi didalam rimba persilatan. Hai.........! Untung saja aku memilih jalan untuk mempelajari ilmu silat, sehingga aku bisa membantu pihak yang lemah. Selama dunia masih
berputar selalu akan terjadi pertempuran antara orangorang yang bertentangan paham."
Setelah berpikir begitu, Ong Tiong Yang menghela napas dalam-dalam.
Dalam keadaan demikian tampak soseorang tengah
berjalan dari arah yang berlawanan dengan Ong Tiong Yang.
Tojin muda tersebut memperhatikan keadaan orang itu, yang berpakaian sebagai seorang pelajar berusia diantara lima puluh tahun.
Sambil berjalan pelajar ini bersenandung tidak
hentinya. Sikapnya masa bodoh terhadap keadaan
disekelilingnya,
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu melihat Ong Tiong Yang, pelajar itu tersenyum dan wajahnya berseri-seri tampaknya ia girang sekali.
"Akhhh........ tojin muda, kebetulan sekali aku bertemu dengan kau ....!" katanya kemudian dengan suara yang mengandung kegembiraan.
"Mari......mari .......mari kita ber-cakap2........!"
Ong Tiong Yang melihat orang bersikap manis seperti itu, ia juga membalas tersenyum sambil merangkapkan kedua tangannya, katanya : "Siapakah Siecu, dan bolehkah Pinto mengetehui nama Siecu yang mulia ?"
"Aku she Kiang dan bernama Bun, engkau tojin muda, apa gelarmu.....?"
"Aku belum memiliki gelaran, Pinto she Ong dan bernama Tiong Yang.....! itulah nama yang diberikan oleh guruku. Sedangkan nama Pinto yang sebenarnya Wang Cie Thio."
"Oh, enkau tampaknya seorang tojin muda yang jujur dan polos, karena engkau selalu bicara dari hal yang sebenarnya. Engkau telah memberitahukan kepadaku perihal nama yang diberikan gurumu, dan juga namamu yang sebenarnya, itupun telah cukup menunjukkan bahwa engkau merupakan seorang tojin muda yang
memiliki jiwa yang jujur.......!"
Ong Tiong Yang tersenyum sambil merangkapkan
sepasang tangannya, ia telah merendah.
Tetapi pelajar itu tertawa sambil mengawasi Ong Tiong Yang, katanya : "Dengarlah tojin muda, kita baru saja bertemu. Sekarang kutanyakan kepadamu, maukah engkau bersahabat denganku ?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ong Tiong Yang mengawasi Kiang Bun sejenak,
akhirnya pendeta muda ini me nyahuti: "Mengapa tidak"
Pinto selalu hendak bersahabat dengan semua orang, dan jika memang siecu hendak mengajak Pinto bicara dari niat yang baik, tentu Pinto tidak keberatan.......!"
"Baiklah Ong Cinjin, sekarang ini kita melanjutkan perjalanan ber-sama2. Kemanakah tujuan Ong Cinjin?"
tanya Kiang Bun lagi.
"Belum tahu, Pinto tidak memiliki tempat tujuan, karena Pinto mengembara kemana saja sebawanya
kedua kaki Pinto ini,,,,,,,!"
"Bagus....., dengan melakukan perjalanan bersama, tosu menggembirakan sekali, karena kita memiliki kawan biecara bukan?" tanya Kiang Bun lagi.
Ongr Tiong Yang menganggukkan kepalanya
kemudian katanya dengan suara yang sabar: "Didalam persoalan bersahabat, memang siecu tentu berhak untuk menentukan siapa-siapa yang berhak menjadi kawan siecu.......''
"Hemm......, engkau pandai bicara, Ong Cinjin!" kata King Bun tertawa.
"Baiklah, aku ingin menuju kekota Sun-ciang, dan engkau mau turut denganku atau tidak?"
Ong Tiong Yang mengangguk.
la tertarik sekali pada pelajar ini, karena dilihatnya bahwa Kiang Bun seperti bukan pelajar biasa. Dari matanya yang bersinar tajam menunjukkan bahwa
pelajar ini selain tentunya menguasai ilmu surat, juga pasti memiliki tenaga sinkang yang kuat.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu itu hari mulai mendekati siang dan kedua orang ini melakukan perjalanan bersama, Ong Tiong Yang hanya ikut saja kemana Kiang Bun akan pergi, karena memang kebetulan Ong Tiang Yang tidak memiliki arah tujuan yang tetap, dan ia tidak mengetahui harus pergi kemana. Maka dengan melakukan perjalanan bersama Kiang Bun bukankah merupakan hal yang
menggembirakan, karena bisa memiliki seorang kawan bicara, sehingga dalam perjalanan ini tidak menimbuikan kesepian"
Kiang Bun ternyata seorang pelajar yang memiliki pengetahuan sangat luas.
la selalu bicara dari hal2 yang menarik.
Tetapi apa yang dibicarakannya itu seluruhnya bukan urusan dunia persilatan, yang sama sekali tidak pernah disentuhnya.
Kiang Bun hanya bicara dari soal ilmu surat dan keadaan masyarakat pada saat itu.
Namun Ong Tiong Yang memang memiliki hati yang
welas asih, justru cerita Kiang Bun mengenai keadaan di masyarakat menyenangkan hatinya.
Maka ia menimpali percakapan itu dengan gembira.
Sedangkan Kiang Bun ternyata senang sekali bicara, mulutnya tidak pernah berhenti bicara.
Setelah melakukari perjalanah sekian lama, dan hari hampir menjelang sore, mereka tiba dikota Sun Ciang, sebuah kota yang tidak begitu besar.
Kiang Bun mengajak Ong Tiong Yang singgah
disebuah rumah makan, mereka mengisi perut.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ong Tiong Yang memesan makanan yang tidak
berjiwa. Mereka masih berakap-cakap juga dengan asyik,
tertampaknya mereka merasa cocok satu dengan yang lainnya.
Kiang Bun juga menceritakan perihal dirinya, dimana ia mengatakan bahwa ia berasal dari Souwciu, dan telah mengembara selama puluhan tahun, karena Kiang Bun memang seorang yang tidak senang berdiam terus
menerus disebuah tempat.
"Dengan mengembara, kita bisa memperoleh banyak pengalaman", kata Kiang Bun sambil tersenyum, Ong Tiong Yang mengangguk. Selama itu Kiang Bun tidak pernah bicara sepatah perkataanpun juga mengenai ilmu silat, hal ini memang membuat Ong Tiong Yang jadi heran dan ber-tanya2 dalam hatinya.
la yakin bahwa Kiang Bun tentu memiliki kepandaian yang tinggi untuk ilmu silat, disamping sinkangnya yang tentunya telah mencapai tingkat yang cukup sempurna, karena sinar matanya yang bersinar tajam sekali.
Akhirnya Ong Tiong Yang tidak bisa menahan
perasaan ingin tahunya, ia telah berkata dengan hati2:
"Sesungguhnya Kiang Siecu, apakah menurut pendapat Kiang Siecu seseorang itu penting dan berguna jika belajar ilmu silat ?"
Kiang Bun berhenti tertawa, ia mengawasi Ong Tiong Yang, lama sejenak kemudian baru menyahut : "Apa maksud pertanyaan Ong Cinjin?"
"Sesungguhnya Pinto tertarik sekali pada ilmu silat, tetapi Pinto belum mengetahui apakah ilmu silat memiliki TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
manfaat yang lebih besar jika kita mempelajarinya.......
itulah yang telah membuat Pinto selalu ber-tanya2 pada diri sendiri dan belum lagi memenuhi jawabannya......!"
"Hemmm.....!" Kiang Bun mendengus perlahan, wajahnya yang semula ber-seri2 telah berobah jadi agak muram. la menunduk dalam2 kemudian baru berkata dengan suara yang perlahan:
"Menurut pendapatku ilmu silat hanya mempersulit diri orang yang bersangkutan, semakin tinggi kepandaian silatnya, tentu semakin sulit lagi ia menempatkan diri dimasyarakat......."
"Mengapa begitu, Kiang Siecu?" tanya Ong Tiong Yang.
Kiang Bun telah menghela napas lagi, katanya dengan suara yang mengandung hati-hati: "Sesungguhnya Ong Cinjin, seseorang yang kebetulan telah terlanjur mempelajari ilmu silat, tentu akan membuat dirinya memikul tugas yang tidak ringan, yaitu tugas untuk membela yang lemah, demi peri kemanusiaan. Coba Ong Cinjin bayangkan, jika Ong Cinjin mengerti iilmu silat, Ialu kebetulan menyaksikan suatu peristiwa yang tidak adil, apakah Ong Cinjin bisa berdiam diri saja"''
Ong Tiong Yang juga merasa perkataan Kiang Bun ada benarnya, ia mengangguk.
"Benar...... tentu dengan memiliki kepandaian silat, dan dengan jiwa yang bersih dan tulus, tidak bisa kita saksikan kebathilan merajalela!"
"Itulah mengapa aku mengatakan jika seseorang rnempelajari ilmu silat akan membuat kedudukannya sulit didalam masyarakat... !"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hemm...., tetapi tidak semuanya, tentunya orang yang mengalami kesulitan seperti itu, ka ena tentu ada orang yang memang ber-cita2 buat melaksanakan cita2l uhur membela orang2 yang lemah dari tindasan si kuat yang jahat, maka mati2an ia mempelajari ilmu
silat........!"
"Itu bagi orang yang memiliki jiwa yang baik dan hati yang bersih, tetapi jika seseorang yang memiliki jiwa jahat dan hati yang kotor apa yang terjadi" Bukankah kepandaian silat itu dipergunakannya untuk melakukan kejahatan?"
Ong Tiong Yang kembali mengangguk, katanya
dengan sabar: "Manusia2 seperti itulah yang memang harus disingkirkan........!"
"Tetapi untuk membatasi siapa yang harus
mempelajari ilmu silat. dan siapa yang tidak bisa mempelajarinya karena memiliki jiwa yang jahat, hal ini cukup sulit...!"
"Mengapa begitu Kiang Siecu?" tanya Ong Tiong Yang tertarik.
"Karena banyak seseorang yang mempelajari ilmu silat sejak kecil. Waktu itu ia memperlihatkan kelakuan dan jiwa yang baik. Namun setelah ia dewasa dan memiliki kepandaian yang cukup tinggi, tiba2 muncul sifatnya yang tamak dan sombong, ia mempergunakan
kepandaian ilmu silatnya itu untuk melakukan kejahatan.
Jika terjadi hal itu, apa yang hendak dikata. Terlebih lagi jika orang tersebut juga mati-matian untuk dapat mempelajari semua ilmu silat agar mencapai tingkat yang tertingi, dan juga ber-cita2 untuk menjagoi rimba persilatan. dengan mengandalkan kepandaiannya,
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
bukankah orang seperti itu membahayakan keselamatan orang banyak ?"
Ong Tiong Yang mengangguk sambil menghela napas.
"Sayangnya sulit sekali untuk membatasi orang2
seperti itu, karena sulit membedakan yang baik dan jahat, terlebih lagi banyak alasan2 tertentu yang meliputi diri orang seperti itu untuk mempelajari ilmu silat.......!"
"Maka dari itu, sebagai imbalannya, diperlukan sekali orang yang berjiwa putih bersih dan luhur untuk dididik agar memiliki kepandaian yang tinggi, agar bisa mengimbangi kepandaian orang2 yang busuk itu ........!"
Ong Tiong Yang membenarkan lagi.
Begitulah, mereka ber-cakap2 dengan asyik, karena keduanya sangat cocok satu dengan yang lainnya.
Disaat itu dari luar rumah makan telah melangkah masuk seseorang.
Ong Tiong Yang dan Kiang Bun menoleh, waktu


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

melihat orang tersebut, Kiang Bun berobah wajahnya.
"Dia.... dia merupakan dedengkot iblis, kita harus berusaha mengelakkan bentrokan dengan orang itu !"
kata Kiang Bun dengan suara yang berbisik dan
menundukkan kepalanya dalam-dalam.
---oo~dwkz^Tah~oo---
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
BAGIAN 39 : SI WAJAH EMPAT ARWAH
BIAN KIE LIANG ONG TIONG YANG jadi tertarik, ia memperhatikan
orang baru masuk itu, ialah seorang lelaki yang berpakaian seenaknya dan tidak teratur, rambutnya walaupun dikonde, namun banyak anak rambutnya yang terurai.
Usia orang mungkin telah mencapai enam puluh
tahun, tubuhnya kurus dan mukanya cekung dengan mata yang dalam dan bola mata yang bersinar tajam.
Waktu melangkah masuk orang ini tidak
memperhatikan keadaan disekelilingnya, dengan
seenaknya ia duduk di sebuah kursi dan menepuk meja cukup keras:
"Mana pelayan....?" tegurnya dengan suaro yang nyaring.
Seorang pelayan cepat-cepat menghampiri untuk
menanyakan pesanan orang tersebut, orang itu
memesan lima kati daging dan dua kati arak.
Kemudian sambil menantikan datangnya makanan
yang dipesannya, orang tersebut telah ber-nyanyi2
perlahan, sikapnya memang seperti seenaknya dan tidak memandang sebelah mata pada sekelilingnya, tidak mengambil perhatian pada orang2 yang berada didalam ruang rumah makan tersebut.
Disamping itu juga tidak mengacuhkan keadaan tamu-tamu lainnya.
la seperti berada hanya seorang diri ditempat
tersebut. TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ong Tiong Yang yang diam2 memperhatikan keadaan orang tersebut, dan Ong Tiong Yang memperoleh kesan tidak begitu menggembirakan, karena tampaknya orang tersebut memiliki sikap yang ugal-ugalan.
Sambil menundukkan kepala dan dengan suara yang perlahan, Ong Tiang Yang bertanya kepada Kiang Bun:
"Siapa orang itu?"
Kiang Bun tetap diam dengan menunduk dalam,
karena dia seperti tidak ingin dilihat oleh orang tersebut.
"Dia she Bian bernama Kie Liang," kata Kiang Bun dengan suara yang perlahan. "Dan sifatnya sangat jahat sekali, aneh dan ugal2an. Tindakannya selalu
sekehendak hatinya, jika ia tengah senang, ia tidak membinasakan orang, tetapi jika ia tengah marah dan mendongkol, dia akan membinasakan siapa saja tanpa memperdulikan siapa orang itu. Dia merupakan
dedengkot iblis yang menguasai propinsi Hunan,
kepandaiannya memang tinggi sekali dan sulit dicari tandingannya."
"Hemm...., jika memang demikian dia bukan manusia baik2," kata Ong Tiong Yang,
"Tepat .., ia memang bukan manusia baik2 tidak ada urusan kejahatan yang tidak dilakukannya bahkan orang2 dari jalan hitampun merasa jeri untuk bertemu dia......!"
"Apakah kepandaiannya memang demikian tinggi sehingga tidak ada orang yang bisa menadinginya......?", tanya Ong Tiong Yang.
"Itulah yang menjadi keheranan buatku, karena beberapa tokoh sakti dari rimba persilatan, seperti TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
beberapa orang Cianpwe, dari Siauw Lim dan Bu Tong, pernah mengeroyok dan bertempur dengannya namun iblis ini bisa mololoskan diri dan tidak berhasil dirubuhkan........"
"Dia bergelar sebagai Sie Hun Bian atau Wajah Empat Arwah. Maka kepandaiannya memang seperti juga
merupakan dari kepandaian empat orang tokoh sakti, seperti yang dibuktikannya walaupun dikeroyok beberapa orang Cianpwe dari Siauw Lim Sie dan Bu Tong, ia tidak berhasil dirubuhkan......!"
"Jika memang demikian halnya, tentu ia malang-melintang tanpa memperoleh tandingan selama ini... !"
kata Ong Tiang Yang.
Kiang Bun menganguk lagi.
"Benar.... dan selama itu pula ia tidak pernah memandang sebelah mata pada orang2 rimba persilatan, sikap maupun perbuatannya selalu seenak hatinya saja, ia tak perdulikan apakah perbuatannya akan disenangi atau dibenci orang tetapi jika ia merasa senang tentu akan dilakukannya segala apapun juga..........!"
"Ilmu dan kepandaian apa yang paling
diandalkannya....?" tanya Ong Tiong Yang yang tertarik ingin mengetahui perihal diri Sie Hun Bian.
"Telapak tangannya yang mengandung maut, setiap kali telapak tangannya itu digerakkan, tentu lawannya bisa terluka parah atau terbinasa....... selama ini kesaktian telapak tangannya itu memang belum
memperoleh tandingan!"
"Hemm..., sekarang ia berada disini tentu ingin melakukan sesuatu, bukan ?" tanya Ong Tiong Yang.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Mungkin, karena biasanya ia jarang meninggalkan tempatnya dihutan.........?"
Baru saja Kiang Bun berkata begitu, disaat itulah tampak pelayan telah menghantarkan pesanan Sie Hun Bian.
Pelayan itu meletakkan pesanan tersebut diatas meja.
Kiang Bun berkata dengan suara yang perlahan: "Ia memang sangat kuat minum arak dan makan daging
bakar." dan Kiang Bun mengangkat kepalanya.
Cepat sekali ia menundukkan kepalanya kembali.
Waktu itu tampak Sie Hun Bian berkata dengan suara yang parau kepada si pelayan: "Apakah engkau telah menimbangnya dengan benar bahwa berat daging ini lima kati?"
Pelayan itu tercengang sejenak, tetapi kemudian ia tersinggung.
"Kami telah membuka rumah makan ini puluhan tahun lamanya, dan selama itu kami memiliki nama yang baik.
Untuk apa kami mencatuti timbangan daging ini,
bukankah kelak jika kami menyebutkan harganya Toaya akan membayarnya?"
Muka Sie Hun Bian jadi berobah, dia mengawasi
dengan bola mata yang merah kepada sipelayan.
"Aku hanya bertanya saja, mengapa engkau jadi tersinggung begitu?" bentaknya galak.
"Aku hanya menjelaskan kepada Toaya bahwa
pesanan Toaya memang telah kami timbang dengan
benar" kata si pelayan kemudian.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi Sie Hun Bian jadi tidak senang, ia telah memandang sekian lama pada pelayan itu tanpa
mengucapkan sepatah katapun juga. Tetapi waktu
sipelayan hendak berlalu karena merasa tidak enak hati didiami begitu saja oleh Sie Hun Bian, mendadak Bian Kie Liang telah berkata dengan dingin: "Diam ditempatmu, jangan pergi dulu.... !"
Pelayan itu jadi merandek, kemudian ia tertawa sinis sambil katanya : "Aku tidak bisa melayani Toaya terus menerus, karena masih banyak yang harus kukerjakan dibelakang.... !"
Dan pelayan itu telah memutar tubuhnya untuk
melangkah pergi.
Sie Hun Bian mengeluarkan suara dengusan yang
dingin. Tahu2 ia telah menggerakkan tangan kanannya, tanpa menyentuh pelayan itu ia berhasil menghentak rubuh pelayan tersebut yang terbanting diatas lantai.
Keruan saja pelayan tersebut jadi mengeluarkan suara teriakan kesakitan.
Dengan penuh kemarahan pelayan itu merangkak
bangun. Saat itu Sie Hun Bian telah berkata dengan suara dingin: "Jika engkau bersikap kurang ajar lagi, akan kuambil jiwamu........!"
Dan Sie Hun Bian mulai memakan dagingnya, sambil sekali2 meneguk araknya.
Pelayan itu jadi berdiri dengan sikap serba salah.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
la memang marah didalam hati, tetapi tidak berani memperlihatkan kemarahannya itu karena mengetahui bahwa tamunya ini galak sekali. Untuk berdiri terus ditempatnya itu membuat si pelayan jadi tidak enak hati, karena ia mendongkol sekali dan memang tidak biasanya melayani terus menerus pada seorang tamu.
Banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakannya.
Tetapi untuk berjalan meninggalkan meja itu, ia kuatir dirinya akan dibanting pula oleh tamunya yang galak tersebut.
Waktu itu tampak Sie Hun Bian telah tertawa tawar, sambil mengunyah daging, ia telah berkata : Engkau masih tersinggung ?"
Pelayan itu tersenyum pahit.
"Tidak !" katanya sambil menggelengkan kepala dengan sikap serba salah.
"Hemmm......., bagus.......! Jika memang engkau tidak merasa tersinggung lagi, sekarang engkau harus
menuruti perintahku !"
Pelayar itu diam saja, mengiyakan dan juga tidak membantah.
"Minumlah arak ini........!" kata Sie Hun Bian sambil mendororg guci araknya.
"Toaya.....aku.... aku....!" pelayan itu benar benar jadi serba salah.
"Minum kataku.... atau engkau hendak kubanting lagi
?" Muka pelayan itu jadi berobah.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Ini. . . ini mana boleh... aku hanya pelayan disini... !"
"Tetapi aku yang perintahkan engkau meminum arak tersebut !"
"Tetapi Toaya. . ."
Namun belum lagi habis suara pelayan itu, justru tangan Sie Hun Bian telah, bergerak dan ...... Buk. ..!
tubuh pelayan itu terbanting lagi keras, walaupun Sie Hun Bian menggerakkan tangannya itu tanpa mengenai tubuh sipelayan, namun ia berhasil membanting pelayan itu dengan mengandalkan tenaga sinkangnya.
Keadaan demikian telah membuat pelayan itu tambah kesakitan.
Sambil merangkak bangun pelayan itu telah memaki-maki, karena ia sudah tak bisa menahan
kemendongkolan hatinya lagi.
Sie Hun Bian berkata dengan suara yang tawar:
"Engkau berani memakiku'?" tanyanya dengan mata yang mendelik lebar-lebar.
Pelayan itu tetap memaki, bahkan ia bilang :
"Hemmm......, engkau seenaknya saja mem-banting2
diriku. memangnya aku digaji olehmu ......". Aku hanya bertugas melayani tamu, bukan untuk dijadikan barang bantingan."
Muka Sie Hun Bian jadi berubah, ia menggerakkan tangan kirinya, mengebut dengan gerakan yang
seenaknya. Tetapi akibat tenaga kebutan tangannya itu justru tubuh pelayan tersebut terbanting lagi sehingga hidungnya menghantam lantai dan darah juga mengucur TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
deras dari hidungnya, giginya rontok satu, mulutnya jadi tebal membengkak akibat membentur lantai.
Keruan pelayan itu jadi kalap dan memaki kalangan kabut, tampaknya Sie Hun Bian tidak perduli, ia tertawa mengejek sambil mengunyah daging bakarnya lagi.
"Jika engkau masih memaki tidak keruan aku akan menyiksa engkau lebih berat lagi.........!" kata Sie Hun Bian dengan suara mengancam.
Pelayan tersebut sebetulnya bendak memaki terus, teapi waktu itu telah datang kasir rumah makan tersebut, yang membungkuk memberi hormat sambil perintahkan pelayan agar pergi masuk kedalam.
"Maafkan kekurang ajaran pelayan kami tuan!" kata kasir itu.
"Memandang mukaku, kiranya tuan mau memaafkan kekurang ajarannya itu......!"
Sie Hun Bian memang memiliki adat yang aneh,
bukannya jadi senang, justru dia jadi tersinggung, karena melihat pelayan itu diperintahkan masuk oleh si kasir rumah makan itu.
Dengan menggerakkan tangan kanannya, tubuh kasir itu dipukul terpental ketengah udara.
Perbuatan Sie Hun Bian memang keterlaluan dan Ong Tiong Yang tidak bisa berdiam diri terus.
Ketika melihat tubuh kasir rumah makan itu meluncur akan terbanting, Ong Tiong Yang melompat bangun dari duduknya. la menggerakkan hudtimnya mengibas, dan tenaga luncuran dari tubuh si kasir lenyap.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan mempergunakan tangan kirinya, Ong Tiong
Yang mencekal baju kasir itu, dan menurunkan ke lantai sehingga kasir itu tidak sampai terbanting.
Muka Sie Hun Bian jadi berobah waktu melihat
seorang tojin muda mencampuri urusan nya, tetapi kemudian ia memperdengarkan suara tertawa dinginnya dan melan jutkan makan daging bakarnya.
Ong Tiong Yang setelah menolongi kasir rumah
makan, duduk kembali ditempatnya seperti juga tidak terjadi sesuatu apapun juga.
Kasir rumah makan itu berdiri dengan kaki yang
gemetar keras dan wajah yang pucat, karena tadi dia nyaris terbanting dilantai dengan keras kalau saja tidak ditolong oleh Ong Tiong Yang.
---oo~dwkz^Tah~oo---
SAMBIL mengunyah daging bakarnya Sie Hun Bian
menggumam perlahan : "Sungguh berani......, sungguh berani.........luar biasa sungguh berani sekali...........!"
Menggumam sampai disitu, tahu-tahu potongan
daging yang berada dimulutnya telah di semburkannya dengan keras, dan potongan-potongan daging itu
menyambar kepunggung Ong Tiong Yang deras sekali.
Rupanya pada potongan daging tersebut disertai oleh dorongan tenaga sinkang yang kuat, berkesiuran keras menyambar kejaIan darah dipunggung Ong Tiong Yang.
Ong Tiong Yang yang mendengar suara samberan
angin dari potongan-potongan daging itu, tidak bangkit dari duduknya, ia tidak berusaha berkelit, hanya TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mempergunakan hudtimnya mengebut kebelakang,
sehingga beberapa potongan daging itu berhasil
disampoknya jatuh kelantai.
Namun Ong Tiong Yang kaget sendirinya, karena ia merasakan telapak tangannya pedih sekali ketika hudtimnya itu memukul jatuh potongan2 daging
tersebut. Hal itu membuktikan bahwa tenaga Iwekang Sie Hun Bian memang tinggi, dan membuat Ong Tiang Yang
harus bersikap lebih hati2.
Kiang Bun yang melihat cara Ong Tiong Yang
meruntuhkan serangan potongan daging yang
dilancarkan Sie Hun Bian jadi kaget sendirinya.
Dengan kepala yang masih tertunduk dalam2 Kiang Bun telah berkata perlahan: "Ah......, rupanya Ong Cinjin memiliki kepandaian yang tinggi. Aku si tua yang memiliki mata lamur tak bisa melihat tingginya gunung Taisan.......!"
Ong Tiong Yang hanya tersenyum, sedangkan Sie Hun Bian yang penasaran karena serangan potongan daging yang dilancarkannya berhasil diruntuhkan oleh Ong Tiong Yang, duduk tertegun sejenak, kemudian ia berkata dengan suara yang cukup nyaring: "Hemm, dengan demikian kepandaian yang tidak berarti seperti itu engkau hendak bertingkah dihadapan Sie Hun Bian."
Lalu dengan gerakan yang seenaknya tampak Sie Hun Bian melontarkan patahan sumpit itu keras dan kuat, dimana kedua sumpit menyambar lagi kepada Ong Tiong Yang.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hanya sekarang samberan sumpit itu berbeda dengan samberan potongan daging, selain lebih kuat, juga tempat yang dijadikan sasaran merupakan bagian kepala dan pinggang.
Ong Tiong Yang tahu, ia tidak boleh berlaku ayal, karena jika terlambat sedikit saja salah satu dari patahan batang sumpit itu mengenai sasaran, niscaya ia bisa menderita luka yang tidak ringan.
Si Pemanah Gadis 9 Renjana Pendekar Karya Khulung Kesatria Baju Putih 14
^