Pencarian

Pengelana Rimba Persilatan 11

Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi Bagian 11


bagaimana" Dia dengan santainya naik kuda, melambaikan tangan
pergi jauh, hanya mengatakan sampai jumpa, sampai berita dan jejak pun tidak ditinggalkan. Xiao Ji, jangan khawatir dia bisa terjerumus di tangan tiga wanita jalang ini, tujuan dia, mungkin aku bisa bocorkan sedikit rahasia."
"Kau bukan ulat di dalam perut dia." Hoa-fei-hoa berkata,
"menurut dugaan mu......"
"Pasti ada hubungannya dengan Yu-shu-xiu-shi."
"Kata-kata setan! Aku dengan adik Zhen mengikuti jejak
Yu-shu-xiu-shi beberapa hari, dari Zhen-jiang mengikuti sampai
Nan-jing, lalu mengikuti sampai kota kabupaten Wuchang. Jika
bukan karena dua wanita dari Jin-she-dong itu muncul,
Yu-shu-xiu-shi pasti tidak akan bersembunyi di kota Wu-chang."
Hoa-fei-hoa membantah pendapatnya Xie-shen, "dan dia, sudah
tiba dari Nan-jing beberapa hari sebelumnya. Kau kira dia itu dewa, bisa tahu sebelumnya, tahu dulu, tahu yang akan datang,
sebelumnya sudah menunggu disini si bocah penakut itu?"
"Apa berani bertaruh?"
"Aku tidak pernah bertaruh dengan orang, apalagi bertaruh dengan manusia yang penuh pengalaman seperti kau, walau taruhannya
hanya satu sen pun, aku tidak mau."
"Kau cukup pintar, bisa tahu diri." Kata Xie-shen dengan bangganya, "tiga wanita jalang ini yang satu marga Du, Yushu-xiu-shi bersembunyi di sebuah tempat di goa rahasianya. Tidak
perduli apakah dia dewa yang tahu segalanya sebelum kejadian,
atau kebetulan, pokoknya ada sebab musababnya. Jika aku katakan
keluarga Guan dengan keluarga Du dan juga Yu-shu-xiu-shi, semua
berhubungan dengannya, kali ini dia datang dengan sabar sebagai
seorang putra terhormat, untuk menggaet tiga wanita jalang ini.
Malah aku curiga dua wanita dari Jin-she-dong, adalah teman dia!
Apa kau merasa aneh?"
"Aku jadi bingung mendengar kata-kata mu." Kata Hoa-feihoa tidak mengerti.
"Paman Tu, aku pikir tuan melakukan ini, sangat mungkin ada
hubungannya dengan ketua benteng Xi dan anaknya." Kata Ouw
Yu-zhen tenang. "Ooo..! Kau punya dasar apa?"
"Saat berpisah di Shan-xi, tuan membawa kakak Chao disisinya, tujuannya adalah supaya dia menunjukan siapa saja orang persilatan yang pernah ada hubungan rahasia dengan Xi Zhangfeng. Jika pelayan kecil yang ada disisi tuan adalah kakak Chao yang menyamar, sasaran tuan mungkin adalah ketua benteng Xi dan anaknya."
"Mmm! Masuk akal." Xie-shen merasa analisanya Ouw Yuzhen dekat dengan kenyataan, "Kenapa kita tidak mulai dengan
menyelidik dulu dasar keluarga Guan dan keluarga Du" Paling
sedikit saat diperlukan kita bisa membantu dia!"
"Betul!" kata Hoa-fei-hoa gembira. "Kita tentukan begitu saja. Aku tahu kau adalah ahlinya menyelidik, aku dan Xiao Zhen juga tidak lemah, kita sekarang berpencar melakukannya, jika tidak perlu, kita hanya melakukannya diam-diam saja, menjaga agar jangan terjadi hal yang
tidak diduga, jangan sampai kau tidak bisa menahan diri, sekali marah dan bertindak liar akan merusak seluruh pekerjaan! Banyak-banyak
mendengar pendapat Xiao Zhen, dia orangnya lebih tenang." "Baik! Aku menurut dia saja."
Dua wanita dan dua orang laki-laki dari Jin-she-dong yang berada
di sebelah lain di ruang sekatan, reaksinya berbeda.
Wanita cantik baju putih, seperti telah makan sesuatu benda
yang mudah terbakar. "Dia dengan wanita marga Guan itu bukan suami istri, malah
terang-terangan di vila teratai di taman Qing-feng melakukan hal yang memalukan." Kata Wanita cantik baju putih marah, "pesilat tinggi yang ilmunya begitu sempurna, mana boleh memanfaatkan kedudukan
sebagai sastrawan romantis, dengan segala cara menggaet wanita
baik-baik" Dia sangat jahat! Dia justru melakukan hal yang hina."
"Mmm! Hal ini sangat mencurigakan." Kata laki-laki setengah baya,
"Ying-ying, putra terhormat dari ibu kota yang hanya tampangnya saja putra terhormat tapi kelakuannya berlawanan, apa yang kau
katakan itu, apa benar orangnya sama dengan orang yang kau temui
siang hari tadi?" "Sedikit pun tidak salah," kata wanita cantik baju putih, nadanya sangat pasti, "membakar dia sampai jadi abu pun, aku masih bisa mengenal dia."
"Aneh." "Paman, apanya yang aneh?"
"Tiga wanita muda ini semuanya bunga bekas, sejak lahir
tabiatnya memalukan, tidak terhitung wanita hebat di dunia
persilatan," wanita setengah baya memberi komentar pada
kata-kata suaminya, "dia datang dari ibu kota, gengsi putra
terhormatnya pasti tidak akan rendah. Ying-ying, dirimu
dibandingkan dengan tiga wanita iblis ini, tidak perduli wajah atau ilmu silat, sama sekali tidak bisa dibandingkan, betul
tidak?" "Ini......" "Wen-wen pernah menceritakan kejadiannya padaku. Saat itu, kau sebenarnya telah berada dalam kekuasaannya, dia mau berbuat apapun tidak ada yang bisa menghalanginya, tapi hasilnya, menurut apa yang kau ceritakan, dia adalah seorang pria sejati. Kau beruntung bisa lolos, dia sampai tidak mau melihat juga tidak sudi melakukannya. Lalu, kenapa dia menyembunyikan keadaannya sebagai seorang pesilat tinggi yang
memiliki ilmu silat hebat, dan mau bergaul dengan putraputri orang kaya yang tidak tahu malu ini?"
"Dia pasti mempunyai tujuan yang tidak boleh diketahui orang."
Wanita cantik baju hijau berkata, "tangkap saja dia maka akan ketahuan tujuannya. Jika kita tidak mau mengurus masalah dia terlebih dulu, dan membiarkan dia tinggal di keluarga Du, pasti akan menggagalkan
pengejaran kita terhadap pelaku kejahatan."
"Kita tidak boleh ceroboh, tunggu sampai masalahnya jelas baru bergerak, mungkin dia tidak ada maksud jahat pada kita." Pria setengah baya mencegahnya.
0-0-0 Meski Nie-sha-yin-hoa tidur, dia sangat waspada, memang
sebenarnya dia tidak benar-benar tidur.
Tempat tidur dia terletak di ruang luar, lampu minyak di atas
mejanya hanya dinyalakan satu sumbu.
Satu lampu seperti kacang, menyinari remang-remang
seluruh kamar. Dia sedikit pun tidak mengkhawatirkan keadaan Fu Ke-wei.
Dengan menyamar sebagai pelayan kecil yang setia, dia tidak
menanyakan gerak-gerik majikannya, memang perbuatan
majikan bukanlah hal yang harus diatur oleh seorang pelayan, jadi
dia hanya dengan sabar menunggu perubahan.
Dia sudah tahu ada orang yang diam-diam mengawasinya.
Pintu kamar diam-diam terbuka, di dalam kamar sudah ada dua
orang. Dia dalam keadaan sadar, dia tidur tidak membuka baju seperti
pelayan biasanya, dengan setia dia menunggu majikan pulang dan
harus siap setiap saat diperintah.
Dia merasa aneh, malam ini kenapa orang yang diam-diam
mengawasi sudah tidak sabar lagi" Pasti telah terjadi perubahan diluar dugaan, orang yang mengawasi tidak raguragu lagi menampakan diri,
mulai mengorek dirinya. Di dalam kamar sinarnya remang-remang, dia menyipitkan
matanya pura-pura tidur, dia sudah melihat keadaan di dalam kamar
dan telah melihat dengan jelas tamu yang tidak diundang.
Ternyata bukan mata-mata yang telah dia di ketahui dia, adalah
dua bayangan langsing yang cantik.
Di dalam hati dia timbul pertanyaan"
Api lampu dikamar tiba-tiba diperbesar hingga ruangan menjadi
terang, tapi dia tetap terbaring diatas ranjang purapura tidur.
"Kau pasti sudah tahu ada orang yang datang." Wanita cantik baju putih Jin Ying-ying menepuk-nepuk tiang ranjang, "majikanmu berilmu hebat, kau tentu juga tidak lemah, jika tidak bangun, aku akan
menghancurkan ranjang ini, paling baik kau percaya aku bisa
mengatakan juga bisa melakukannya."
Chao Yung-ling tidak bisa berpura-pura tidur lagi, tapi
sengaja pura-pura terkejut dan bangkit duduk.
Dia jadi tertegun! Dua wanita yang satu berbaju hijau dan yang satu berbaju putih, di bawah sinar lampu kecantikannya membuat mata silau,
kecantikannya tidak dibawah dia. Maka tahulah dia wanita yang
bertemu dengan Fu Ke-wei di taman Qing-feng telah datang.
"Kalian ini memang keterlaluan?" dia tidak bisa pura-pura jadi pelayan yang tidak bisa silat, "majikanku tidak ada permusuhan tidak ada dendam dengan kalian, jika masingmasing ada
perselisihan kecil, setelah masalahnya berlalu, bukankah lebih baik jangan di ungkit lagi" Sedikit salah paham saja, jika di taruh di dalam hati tidak akan ada habis-habisnya, hidup ini akan jadi susah."
"Ih...! Kau seorang wanita." Wanita baju hijau Jin Wen-wen tertegun.
"Ini......ini apa ada yang salah?"
"Kau sudah berapa besar?"
"Kau bertanya ini ada maksud apa?"
"Jawab pertanyaan aku!" Jin Wen-wen berteriak dingin
dengan nada dalam. "Tidak lebih kecil dari padamu, aku sudah dua puluh empat tahun."
Nie-sha-yin-hoa berpikir di dalam hati, jika wanita ini marah,
benar-benar ada sedikit hawa menakutkan.
"Kau menyamar jadi pelayan."
"Putra terhormat melancong memperdalam ilmu, tentu saja harus ada pelayan baru cocok dengan kedudukannya."
"Kau satu kamar dengan dia?"
"Ih...! Kau ini aneh, kamar kan ada luar dan dalam, aku adalah pelayan yang bertugas melayani majikan, apakah ada yang salah?"
"Kau adalah wanita yang sudah dewasa, katakan! Kau ini
sebenarnya siapanya dia" Budak" Atau......"
"Baiklah! Aku akan beritahukan padamu sejelas-jelasnya."
Nie-sha-yin-hoa sedikit sadar, dia sadar lawan telah salah berpikir, "aku sebenarnya memang adalah salah satu budaknya, tapi tuan muda tidak pernah memandang kami sebagai budaknya, tapi memandang kami
sebagai teman atau saudaranya."
"Bagaimana ceritanya?"
"Kami adalah orang yang pernah mati sekali atau beberapa kali, tuan muda telah menyelamatkan kami, maka kami dengan suka rela
jadi budaknya, namun dia telah memberi kami persahabatan dan
harga diri. Dia pernah berkata padaku,
kalian bukan musuhnya, terhadap orang yang bukan
musuhnya, dia tidak mau perduli. Tapi jika kalian melukai aku, walau kalian bersembunyi di bawah singgasananya kaisar, dia tanpa rasa
takut akan menangkap kalian keluar. Aku pikir, apa yang telah aku
katakan sudah cukup jelas, kalian pergilah!"
"Kalian benar datang dari ibu kota?"
Sikap Jin Wen-wen tambah ramah, tidak tampak sikap
permusuhan lagi. "Itu tidak penting, nona." Nie-sha-yin-hoa tetap dengan
tersenyum, "raja dan para pejabat tinggi, di ibu kota sering
melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, makanya orang
yang datang dari ibu kota buat masyarakat kota Wuchang kecuali
takut, selebihnya adalah benci dan memaki, orang persilatan
biasanya tidak menanyakan asalnya dari mana."
"Dia mencintaimu?"
"Dia mencintai semua temannya, lebih-lebih cinta pada kami para pelayan wanita dan laki-laki. Jika kalian benar-benar ada perselisihan yang belum bisa didamaikan dengan tuan mudaku, paling baik
langsung dibereskan dengan dia, jangan berpikir apa-apa padaku,
nanti masalah akan lebih kacau, dan tidak bisa diselesaikan."
"Dia meninggalkan kau seorang diri tidak memperdulikan,
seharusnya tahu orang yang menagih hutang tidak pandang
caranya." "Dia tahu aku mampu melindungi diriku."
"Ooo..." Kalau begitu kau adalah salah seorang pesilat tinggi di dunia persilatan" Bisakah beritahukan sebutannya?"
"Sebutan dulu sudah dikubur, sekarang aku hanya pelayannya
tuan." Nie-sha-yin-hoa menolak menyebutkan julukannya.
"Baiklah! Jika kau tidak mau mengatakannya, aku juga tidak
memaksa. Malam ini tuanmu di undang oleh nona kedua Guan, dan
juga sudah mabuk sekali, saat ini di atur tinggal di taman anggrek nona besar Guan, kau tidak khawatir?"
"Hal yang dia lakukan, orang lain tidak perlu mengkhawatirkannya, dia juga tidak mengijinkan aku terlibat. Sekalian kukatakan, jangan melukai mata-mata yang diutus itu, mereka hanya melakukan tugas,
sebenarnya mereka tidak ada pengaruh apa-apa."
"Tuanmu, apakah tahu orang yang dijuluki Yu-shu-xiu-shi dari
perkumpulan Cun-qiu itu?" Jin Wen-wen memperkeras suara, seperti sengaja supaya para mata-mata itu mendengar dengan jelas.
"Aku pernah dengar dia mengatakan orang ini, orang ini sangat jahat."
"Kalian bukan temannya, apa betul?"
"Teman" Tuanku tidak akan punya teman semacam dia,
menjinjing sepatu tuanku saja dia tidak pantas."
"Kau tahu asal-usul kami?"
"Pernah kudengar tuan menyebutnya, kalian adalah orang dari
Jin-she-dong." "Jika tahu asal-usul kami, maka seharusnya tahu aturan kami,
orang Jin-she-dong melakukan sesuatu hal, tidak mengizinkan orang
ikut melibatkan diri." Sikap Jin Wen-wen tambah ramah lagi,
"Yu-shu-xiu-shi dan kawan-kawannya, lima orang adalah musuh
kami, mereka saat ini sedang bersembunyi didalam taman Qing-feng
keluarga Du, tolong beritahukan pada tuanmu harap jangan pergi ke
taman Qingfeng, supaya tidak mengganggu pekerjaan kami."
"Baik, aku akan beritahukan dia." Nie-sha-yin-hoa menganggukan kepala, "tapi aku juga ada satu hal yang ingin memberitahukan pada nona, tuanku tidak pernah melibatkan diri mengurus urusan orang lain, tapi juga tidak senang orang lain mengurusi urusannya. Biasanya
Jin-she-dong tidak terlibat dalam urusan dunia persilatan. Maka, harap nona-nonajuga tidak mengganggu pekerjaan tuanku, supaya tidak terjadi perseli-sihan yang tidak ada gunanya."
"Asal tuanmu tidak mengganggu gerakan kami mengejar
penjahat, kami tidak akan mengurusi urusan tuanmu."
"Baik, kalau begitu aku jadi tenang."
"Maaf telah mengganggumu, kami pamit." "Silahkan,"
Nie-sha-yin-hoa dengan sopan mengantar tamu. 0-0-0
Guan Ji-zhong mabuk, beberapa saat dia dibopong oleh dua
pelayannya pulang kerumah, baru saja minum satu mangkuk kuah
penyadar arak, mata-matanya dengan terburuburu datang.
Didalam kamar rahasia berkumpul lima orang,
mendengarkan laporan mata-mata.
Setelah Guan Ji-zhong selesai mendengar laporan mata-
matanya, mabuknya telah setengah hilang.
"Orang-orang perkumpulan Cun-qiu, tanpa alasan
bersembunyi di kota kita, sebenarnya ada tujuan apa?"
Orang setengah baya yang wajahnya kurus kering dengan tidak
tenang berkata, "pantas mati! Gerakannya pasti ditujukan pada kita.
Keluarga Du diam-diam menampung musuh kita, sungguh keterlaluan,
sangat tidak setia kawan, sangat mungkin dimuka bersahabat,
diam-diam sedang menbuat siasat mencelakai kita, pantas mati!''
"Pengurus Yan, ja......jangan sem......sembarangan menerka."
Meski Guan Ji-zhong masih mabuk tapi hatinya sadar, dia mencegah
anak buahnya sembarangan menduga, "keluarga Du sama sekali tidak tahu kita ada permusuhan dengan perkumpulan Cun-qiu. Dulu ketika
Du Jin-yuan berkelana di dunia persilatan, memang ada berhubungan
dengan Shen-li-jin-gang (dewa bertenaga Jin-gang = orang yang
bertenaga hebat), menampung Yu-shu-xiu-shi, bukan salah dia."
"Aku tetap merasa curiga." Pengurus Yan mempertahankan
pendiriannya, "tamu baru datang beberapa hari, musuh diamdiam telah tiba, aku tidak pernah percaya kata-kata kebetulan ini, musuh yang datang malah orang orangnya Jin-shedong......"
"Begini sajalah! Cepat utus orang lapor pada tuan besar, lihat apa kata ayahku."
Guan Ji-zhong sepertinya juga merasa masalahnya tidak biasa,
terpaksa mundur selangkah.
"Terima perintah." Seorang setengah baya yang ada
dibawah menyahut. 0oo0 Bab 23 "Kalian berdua tidak seharusnya kembali semua, seharus
tinggalkan meninggalkan satu orang mengawasi, cepat kembali!"
pengurus Yan membentak dua orang matamatanya.
"Tempat tinggalnya tuan muda He, beberapa hari sedikit pun
tidak ada gerakan, jadi tidak perlu siang malam mengawasinya."
Salah seorang mata-mata berkata tidak senang.
"Bagaimana pun dia adalah putra orang kaya dari ibu kota, dia sedikit pun tidak ada yang mencurigakan. Sekarang tanpa alasan dia terlibat perselisihan antara Jin-she-dong dengan keluarga Du, sebenarnya kita juga tidak perlu terlibat didalam air keruh ini. Jika kita berdua tidak kembali, jika sampai dicurigai oleh orangnya Jin-she-dong sebagai
orangnya keluarga Du bukankah kami akan menjadi korban sia-sia?"
"Jangan omong kosong!" pengurus Yan membentak, "setiap orang asing yang berhubungan dengan keluarga Guan kita, semua harus
diawasi dengan ketat dan diselidiki. Tidak usah takut sepuluh ribu hanya takut seper sepuluh ribu, setiap orang yang datang harus
dicurigai berniat menyelidik dan merusak, tidak terkecuali dia putra orang kaya dari ibu kota, siapa yang bisa mengutus orang pergi jauh keibu kota menyelidiki asal-usul dia" Cepat kembali kesana dan
lanjutkan pengawasan, jika ada gerakan yang mencurigakan, harus
utus satu orang kembali melapor, sekali lagi mencari alasan
meninggalkan tempat, pasti dihukum berat, pergi!"
Guan Ji-zhong sudah tengkurap diatas meja, hampir
tertidur. Dua mata-mata itu segera keluar kamar, dengan hati
berdebar-debar kembali kepenginapan.
Setelah tuan besar Guan Tian-fu menerima laporan bahwa
Yu-shu-xiu-shi dan kawan-kawannya sembunyi di rumah keluarga
Du, reaksinya sangat marah.
Jam satu malam, secara darurat orang-orang dikumpulkan,
berturut-turut orang-orang itu berkumpul menunggu perintah, sampai orang yang penting tiba, mereka segera dibagi beberapa kelompok
berangkat. Kelompok pertama delapan orang, berangkat dari
pekarangan timur. Diatas atap rumah diseberang jalan, bersembunyi Xie-shen,
Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen yang datang dari rumahnya tuan muda
Guan Ji-zhong. Tiga orang itu dirumahnya tuan muda Guan, menyelidik gerakannya Fu Ke-wei, tapi sedikit pun tidak mendapat hasil, seluruh rumah tenang seperti biasa, tidak ada orang yang keluar masuk, tidak terjadi sesuatu perubahan.
Tiga orang itu hatinya bergerak, mereka menduga Fu Kewei
pasti tidak ada dirumahnya tuan muda Guan, sangat mungkin pergi
ke pekarangan besar keluarga Guan, maka mereka segera
mendatangi tempat itu. Benar saja, dipekarangan besar keluarga Guan ada
gerakan. Tiga orang itu berunding sebentar, lalu menguntip
dibelakang kelompok pertama dengan hati-hati.
Setelah Fu Ke-wei dibopong ketaman anggreknya nona besar
Guan, diatur dikamar tamu ruang timur. Kakak beradik Guan sudah
mabuk tidak sadarkan diri, sudah diantar oleh pelayan
kepekarangan dalam.

Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Menunggu pelayan yang melayani meninggalkan ruang tamu,
Fu Ke-wei segera bangkit dari ranjang.
Sedikit pun dia tidak terlihat mabuk"
Dia mendengar dibelakang jendela sebentar, lalu membuka
jendela, seperti asap menghilang diudara malam.
Saat dia tiba dipekarangan besar keluarga Guan, kelompok
terakhir pas berangkat. Didalam hatinya tergerak, bagaimana pun hari sudah malam,
menyusup kedaiam rumah Guan untuk menyelidik waktunya tidak
cukup, buat apa terburu-buru" Maka dia menguntip dibelakang
kelompok terakhir, di keluarga Guan jelas terjadi peristiwa besar, tepat waktunya untuk menyelidik perbuatan apa yang akan dilakukan tuan
besar Guan. Mengikuti keluar dari gerbang timur sampai diluar kota, dia jadi
bengong. "Mengapa mereka pergi ke taman Qing-feng?" Dia berguman tanya pada dirinya sendiri, "hubungan kedua keluarga ini sangat erat, namun orang-orang ini memakai baju ringkas membawa senjata, situasinya
tampak tidak bersahabat, gerakannya tidak seperti datang untuk
bertamu!" Dugaan dia memang tidak salah, berturut-turut empat
kelompok orang berkumpul diluar taman Qing-feng, banyaknya
ada sekitar tiga puluh lima orang.
Melihat pengaturannya, Fu Ke-wei sedikit sadar.
Dua keluarga Guan dan Du telah berbalik jadi bermusuhan,
orang-orang keluarga Guan banyak, tujuan masuk ingin melabrak
sangat jelas, dan juga bermaksud mengepung, hingga tidak ada
orang yang keluar, seluruh arah sudah dikurung rapat, begitu hari
terang, orang-orang di taman Qing-feng jangan harap mengandalkan
kegelapan malam melarikan diri! Celaka!
Jika menunggu hari terang baru melakukan gerakan, maka dia
tidak bisa menyaksikan keramaian! Karena sebelum hari terang dia
harus kembali ketaman anggrek, padahal saat ini dia masih belum
ada rencana membuka diri!
Taman Qing-feng adalah tempat bermain anggota wanita
keluarga Du, biasanya lebih banyak wanita dari pada laki laki, jika pihak keluarga wanita tidak datang, siang hari juga tidak akan
melihat banyak orang. Tapi malam ini, sepertinya lebih banyak orang, ditimur baru saja
memutih, penjaga taman baru saja bangun akan berlatih silat,
tiba-tiba menyadari ada orang membuka pintu, masuklah sembilan
bayangan hitam, dengan sendirinya penjaga taman terkejut!
Penjaga taman segera mengeluarkan siulan tanda bahaya,
membawa pedang menghadang dijalan kebun bunga.
"Siapa?" Penjaga taman mencabut pedang berteriak,
"dilarang masuk!"
Sepuluh orang dengan langkah besar mendekat, mendekat
hingga dua puluh langkah tetap masih tidak bisa terlihat wajahnya
dengan jelas. "Saudara tua Wang, suruh pengurus Liang keluar." Bentak orang yang memimpin didepan, "mengertilah sedikit, simpan pedangmu, supaya tidak terluka, peristiwa yang terjadi tidak hubungannya
dengan kalian, para bawahan."
"Ih...! Ternyata adalah pengurus Zhong dari keluarga Guan" kata penjaga bermarga Wang merasa tidak mengerti, menyimpan pedang
segera bertanya, "Kalian ini sedang apa?"
"Ini....ini.. "
"Tidak lama lagi kau akan tahu." Pengurus Zhong tidak mau membocorkannya.
Tidak lama, lima orang membawa golok dan pedang tiba, lalu
pengurus taman Qing-feng, pengurus Liang Yung-diao membawa
empat orang yang mengurus taman Qing-feng datang.
Lima orang yang tiba duluan, biasanya tidak bertugas ditaman
Qing-feng, mereka adalah pengawal keluarga Du yang sementara
ditugaskan menjaga taman, dikota mereka cukup ternama.
Kedua belah pihak sama-sama sudah saling kenal, malah ada
yang teman baik, sekarang berhadapan membawa senjata,
situasinya sangat tidak enak.
"Saudara Liang, masing-masing punya majikan, maaf aku kurang
sopan." Pengurus Zhong tidak bertingkah angkuh lagi, dengan
tenang memberi hormat, "aku harap tidak merusak persahabatan, masing-masing dengan pikiran dingin menyelesaikan masalah."
"Saudara Zhong, apakah begini caramu menyelesaikan masalah
dengan pikiran dingin?" pengurus Liang tertawa pahit, "Hubungan kedua keluarga majikan kita sangat erat, seperti famili saja, kau membawa senjata datang kemari, kau mau aku bagaimana bertanggung jawab pada tuan besar Du" Katakan saja! Sebenarnya ada masalah apa, sehingga
kalian membawa banyak orang kemari, apakah ini diperintah oleh tuan besar Guan?"
"Tunggu setelah pengurus Liang tiba, kau akan tahu."
Pengurus Zhong dingin berkata, "kau tidak perlu banyak tanya"
"Pengurus Liang tentu datang tapi dia harus berpakaian dulu
dan perlu waktu. Pengurus Zhong, kalian sepertinya datang untuk
berkelahi!" "Mungkin benar." Pengurus Zhong terus terang.
"Apakah taman anda menyembunyikan seorang yang namanya
Yu-shu-xiu-shi?" pengurus Zhong balik bertanya, tidak menjawab pertanyaan penjaga bermarga Liang.
"Ini......aku tidak bisa menjawabnya......"
"Apakah saudara Liang tahu asal-usulnya Yu-shu-xiu-shi ini?"
"Ini......" "Apakah saudara Liang tahu, sejak dua bulan yang lalu, dia
membawa lima puluh lebih pesilat tinggi perkumpulan Cunqiu, jauh
pergi keperbatasan Shan-xi, menjalin hubungan kentut anjing, apa
yang telah mereka lakukan?"
"Saudara Zhong, aku sedikit pun tidak tahu......"
"Kalau begitu, aku beritahu. Dia pada benteng Zhang-feng
meminta orang yang minta perlindungannya benteng, menimbulkan
gejolak yang besar sekali, mengakibatkan hancurnya benteng
Zhang-feng. Dan saat mala petaka terjadi, dia bukan saja tidak
membantu benteng Zhang-feng, malah disaat kritis melarikan diri,
membiarkan ketua benteng Xi sendirian menghadapi mala petaka,
menyaksikan kematian tidak menolong." "Aku sudah mendengar sedikit gosipnya...."
"Bukan gosip, itu kenyataan, orang macam dia, kemanamana
mencelakakan orang, lebih menakutkan dari wabah penyakit, begitu
datang kemari, sudah mendatangkan musuh kuat Jin-she-dong, ini
akan mendatangkan malapetaka besar bagi kedua keluarga kita.
Saudara Liang, sebelum terjadi mala petaka, kita harus mengusir dia keluar dari wilayah ini, menghindarkan mala petaka buat kita semua.
Panggillah mereka berlima keluar, usir mereka pergi."
"Saudara Zhong, aku tidak tahu apa sebenarnya yang kau katakan?"
pengurus Liang dengan wajah tidak berdosa, "dan juga, aku serius katakan padamu, aku tidak kenal Yu-shu-xiushi, hanya mendengar
sedikit tentang dia. Kau tanpa bukti tanpa saksi membawa senjata
datang kerumah meminta orang, ini kau yang salah. Taman Qing-feng
adalah tempat tuan besar Du melayani anggota keluarga wanita, kau
malah mengatakan disini menyembunyikan laki-laki asing, hal yang
tanpa bukti, kau ingin aku bagaimana mengatakannya?"
"Saudara tua Liang, kau masih belum mengerti seriusnya masalah?"
Pengurus Zhong menekan wajah, nadanya berubah jadi keras, "si brengsek itu telah menimbulkan kemarahan dimana-mana, terakhir sampai orangnya Jin-she-dong juga jadi marah, ada banyak orang menunggu kesempatan mengambil nyawanya, walau pun dia tidak berniat jahat pada kota
Wu-chang, juga harus menjaga dia tidak membawa musuh ketempat ini, menjadikan tempat ini tempat pertarungan. Jika tidak mengusir dia keluar dari wilayah ini sebelum mala petaka datang, orang-orang kita dikota Wuchang akan terlibat, mati tidak ada tempat untuk mengubur, kau juga akan jadi salah satu korban, saat itu menyesal sudah tidak keburu, apakah kau
mengerti?" "Kau ini bicara tanpa ada kenyataan......"
"Betulkah" Saudara tua Liang, aku ingin memeriksa,
mendapatkan orang ini, apakah kau akan menolaknya?"
"Kau ingin memeriksa" Kau terlalu sombong, "kata pengurus Liang tidak tahan, sikapnya berubah jadi keras, "aku maafkan sikapmu yang tidak sopan ini, bagaimana pun kita adalah teman lama. Tapi jika kau tidak tahu diri ingin melanjut masuk memeriksa, semua akibatnya kau harus bertanggung jawab. Aku melakukan tugas aku, tidak bisa
menerima hinaan kau yang keterlaluan ini, kau pergilah! Pergi!"
"Untuk menghindarkan mala petaka, aku harus berbuat ini.
Saudara tua Liang, maafkan."
Sepuluh orang segera mencabut senjata, bersamaan
menerjang kedepan. Dipihak pengurus Liang juga ada sepuluh orang, malah lebih
satu orang penjaga taman bermarga Wang.
Penjaga taman yang bangun pagi-pagi berlatih silat, ditangannya
ada pedang, tentu dia bukanlah penjaga tua yang lemah, tapi seorang pesilat yang menyembunyikan ilmunya.
Pertarungan tidak bisa dihindarkan, masing masing demi
majikannya bertarung semampunya.
"Minggir!" Seorang pengawal pengurus Zhong, sambil berteriak menerjang
pengurus Liang yang menghadang jalannya, pedang panjangnya
mengeluarkan suara samar-samar, menyerang dari tengah, tenaga
dan kecepatannya sangat mengejutkan orang, buat seorang
pengawal jelas mempunyai kemahiran hebat tapi digunakan
ditempat kecil. Ini yang disebut pesoraknya maju duluan, burung bodoh terbang
duluan, kelakar yang tidak benar, tidak bisa dianggap
sungguh-sungguh. Biasanya jika bertarung ramai-ramai pasti pasukan intinya yang maju duluan, orang yang kemampuannya lebih rendah mengikuti dari
belakang, mengambil kemudahan memukul orang yang sudah terdesak,
jika tidak sekali maju tentu sudah kalah, hingga bisa mempengaruhi semangat tempur kawan.
Pengawal ini tentu saja pasukan inti, pertama menerjang
membuka jalan, jurus pedangnya dahsyat bertenaga.
Pengurus Liang tertegun, terkejut! Dengan serangan yang
dahsyat begini, mana layak sebagai pengawal biasa" Dalam keadaan
terkejut, dia tidak berani sembarangan menangkis, dia menghindar
kesamping membuat jalan jadi terbuka.
Salah satu dari lima pengawal taman Qing-feng yang tiba pertama,
mendadak masuk dari samping, pedangnya diangkat, sinar pedang
menerjang, traang...suara menangkis serangan dahsyat dari pengawal keluarga Guan, dalam percikan kembang api, pengawal keluarga Guan
mundur satu zhang lebih, posisinya jadi kacau.
Pengurus Zhong juga jadi terkejut, dia segera menghalangi orang
dipihaknya yang maju menerjang.
"Kau bukan orang keluarga Du." Pengurus Zhong menatap pengawal yang berdiri tegap memegang pedang, tingkahnya ganas, "kelihatannya pasukan inti perkumpulan Cun-qiu sudah datang, kalian yang pantas
mati! Kalian ada tujuan jahat apa" Ingin menguasai kota Wu-chang
kedalam kekuasaan kalian" Kau kira kota Wu-chang tidak ada orang?"
Dari dalam kebun bunga tidak jauh dari sebelah kanan, keluar
tiga orang baju hitam. "Pengurus Zhong, serahkan dia padaku." Orang yang memimpin berkata dengan nada dalam, "dia adalah salah satu dari dua belas ketua bintang perkumpulan Cun-qiu...Pedang Setan Zuo-liang, baru datang
petang kemarin, masih ada sekelompok pesilat tinggi laki-laki dan
perempuan yang menyebar diseluruh kota, tidak perduli apa tujuan
mereka datang kemari, terhadap kita tetap ada ancaman yang
tersembunyi, harus diurus dengan tegas, biar aku yang hadapi dia."
"Kami jamin sedikit pun tidak ada ancaman terhadap orang-orang didaerahmu." Wajah Pedang Setan Zuo-liang heran, kenapa sekali bergerak dia sudah bisa dikenali orang" Buru-buru dia merendah
menjelaskan, "kami menerima kabar minta tolong dengan segera
dari orang-orang kami, hingga terpaksa buru-buru datang
membantu, tidak ada hubungannya dengan orang-orang setempat
kalian." "Kau ingin aku percaya?" Orang baju hitam tertawa dingin.
"Kenyataannya begitu. Saudara, apakah tahu orang orang yang
mengejar Yu-shu-xiu-shi dari mana?"
"Tahu, orang-orangnya Jin-she-dong."
"Jika kau tahu, tentu akan memaklumi, orang-orang perkumpulan kami meminjam taman Qing-feng untuk sembunyi, sama sekali tidak
ada niat tidak baik pada orang-orang setempat anda. Saudara tua,
aku jamin setelah menjemput orang, orang-orang perkumpulan kami,
pasti tidak akan tinggal lagi dikota anda, bisakah kami mohon
pertimbangan ini pada kalian?"
"Justru karena kalian membuat marah orang-orangnya Jin-
she-dong, jadi akan menimbulkan mala petaka pada orang-orang
disini, sebelum hari belum terang, kalian ambillah kesempatan ini
segera tinggalkan kota!" kata pengurus Zhong tertawa pahit.
"Tidak bisa." Pedang Setan dengan tegas menolak, "kami sudah ada persiapan yang sempurna, sanggup menjaring habis mereka
semua." "Tapi, bagaimana selanjutnya" Orang-orang Jin-she-dong pasti
akan mengerahkan seluruh orangnya datang kemari, teman
mereka juga akan......"
"Tidak ada selanjutnya, kami akan mengerjakan sampai
tuntas." Pedang Setan Zuo-liang berkata dengan tegas dan sangat percaya diri.
"Kami orang-orang kecil juga bisa tahu, apa yang disebut
tuntas" setelah kejadian ini kalian langsung meninggalkan tempat,
tapi kami yang akan celaka, tuan."
"Itu harus melihat apakah kalian mampu menutup beritanya,
saudara Zhong, keadaannya sudah terjadi, sudah tidak bisa
dikendalikan, tidak ada jalan kedua. Kau harus tahu, orang persilatan siapa pun tidak perduli pembalasan Jin-shedong, tapi tidak bisa tidak mereka akan memperhatikan dengan serius pembalasan
perkumpulan Cun-qiu, alasan dan sebabnya seharusnya kau tentu
mengerti." Seorang berandalan kecil tidak takut pada pembalasan orang-orang
golongan putih, tapi pada perkumpulan Cun-qiu yang dari golongan aliran hitam, kejamnya pembalasan sangat membuat orang ngeri, maksud
terselubung kata-kata Pedang Setan Zuo-liang, pengurus Zhong tentu saja bisa mendengarnya.
"Pengurus Zhong, jika kalian tidak ingin bergabung dengan kami, masih sempat meninggalkan tempat ini." Pengurus Liang menambah tekanan, "terhadap ancaman orangorangnya Jin-she-dong siapa pun tahu, ini hanya ancaman yang terpendam, membantu kami
diam-diam menguburkan beberapa orang yang datang dari jauh, itu
ada untungnya buat kalian, perkumpulan Cun-qiu juga akan
berterima kasih pada kalian, dan pasti akan ingat budi."
"Masalah ini terlalu besar, harus tuan besar Guan yang
menentukannya, aku tidak bisa menentukan." Pengurus Zhong
menyiapkan jalan mundur, tentu saja juga tahu masalahnya serius sekali, mana berani dia menentukan sendiri" Lalu dia mengangkat tangan
memberi aba-aba untuk mundur, "saudara Liang, silahkan kalian melibatkan diri! Aku harap kau tidak akan menyesal. Jika tuan besar Du memang punya keinginan, dia mungkin juga tidak akan menyesal. Maaf sudah mengganggu, aku pamit."
Aba-aba telah dikeluarkan, orang-orang disekeliling yang siap
masuk ke taman semua mundur kembali, kepala harimau ekor ular
dengan memalukan keluar dari tempat peristiwa.
Hari sudah terang benderang, Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw
Yu-zhen menunggu diluar penginapan tua Jiang-han, dengan sabar
menunggu Fu Ke-wei kembali ke penginapan, mereka berencana
menemui dia dan langsung melaporkan berita yang didapat, tidak
lagi diam-diam menunggu kesempatan membantunya.
Tiga orang yang mengikuti dari belakang para pengawal
keluarga Guan pergi ke taman Qing-feng, sembunyi dikegelapan
menonton, menyaksikan dengan jelas pembicaraan kedua belah
pihak. Tidak saja tahu Yu-shu-xiushi memang betul sembunyi di
taman Qing-feng, juga tahu Jin-she-dong telah mengutus tidak
sedikit orang datang membantu, situasinya semakin jadi kacau.
Tidak perduli keluarga Guan memihak siapa, semua akan membuat
semangat diri Fu Ke-wei, dengan terencana dia menggaet Guan
Mei-yun, tidak perduli apa tujuannya, pasti tidak akan berdiam diri.
"Jika tuan membantu keluarga Guan, dan keluarga Guan terpaksa membantu keluarga Du melakukan tindakan serupa, itu akan
merepotkan, tuan akan berselisih hebat dengan orang-orang
Jin-she-dong, akibatnya sangat serius sekali!" wajah Ouw Yu-zhen tampak gelisah.
"Makanya kita terpaksa muncul memberi laporan! Aku benci pada wanita jalang itu." Kata Hoa-fei-hoa dengan kesal.
"He he he! Aku mencium bau cuka." Xie-shen tertawa aneh.
"Kau......" Hoa-fei-hoa meloncat, dia marah! Di benteng Zhang-feng, dia
sudah membuka hatinya pada Fu Ke-wei, dan terus menerus
berusaha menarik perhatiannya Fu Ke-wei, tapi tidak berhasil. Saat berkelana di dunia persilatan, dengan wajah cantik yang diberi langit, ditambah ilmu silat hebat yang dilatihnya, siapa yang tidak memuja dia" Orang yang mengejar dia entah ada berapa banyaknya, dia
seperti ratu yang dipuja orang, dewi cantik yang dikejar-kejar orang.
Tapi, Fu Ke-wei adalah satu-satunya orang yang tidak
tertarik pada daya tariknya.
Kemudian mereka berdua menjalin hubungan sebagai kakak
beradik seperguruan, Fu Ke-wei sangat sayang dan melindungi
dia, tapi didalam perasaannya, itu hanyalah hubungan perasaan
kakak beradik seperguruan, bukan perasaan hubungan cinta.
Dia benar-benar tidak bisa menerimanya, Guan Mei-yun
dibandingkan dengan dia, sungguh kalah jauhnya sampai seratus
delapan puluh li, wanita jalang ini, malah terpikat oleh Fu Ke-wei"
Sungguh tidak masuk di akal.
Walau dia tahu Fu Ke-wei menggaet Guan Mei-yun, pasti ada
tujuan lain, tapi tetap saja membuat dia tidak enak, ini sudah
menunjukan cintanya pada Fu Ke-wei, semakin bertambah
kadarnya, hampir sampai ketitik mengharapkan sekali.
Setelah Xie-shen membuka rahasia hatinya, dia jadi malu dan
gelisah, dia menjadi marah.
"Sudah sudah, kak Ji jangan marah, tuan sudah kembali!"
Ouw Yu-zhen sambil tertawa, menahan sikut dia yang akan
memukul orang, menunjuk kearah sebelah barat jalan.
Penginapan tua Jiang-han berada didaerah pelabuhan diluar gerbang
barat kota, begitu hari terang, dipelabuhan orang-orang seperti ikan mas, tidak saja tamu pelayaran sibuk naik turun, orang-orang di kampung yang masuk kekota, juga tidak henti-hentinya.


Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Fu Ke-wei menyusup diantara orang kampung yang banyak,
tanpa mencolok melangkah masuk ke penginapan.
"Kita tunggu didalam penginapan."
Hoa-fei-hoa tidak sabar segera masuk kepekarangan
penginapan. Para tamu penginapan sedang ramai bersiap-siap berangkat, diluar
penginapan ramai dengan orang kuda dan kereta, mengambil
kesempatan sedang ramai masuk kedalam penginapan, siapa pun
tidak perhatikan, ada tiga orang kaya setengah baya, masuk kedalam penginapan.
Tiga orang dengan perkiraan orang biasa, menunggu Fu Ke-wei
mandi, ketika mereka tampil dipekarangannya kamar Fu Ke-wei,
mereka jadi bengong. Pintu kamarnya Fu Ke-wei terbuka lebar, seorang pelayan sedang
melangkah keluar kamar, dengan santainya mengunci pintu kamar,
dengan jelas menyatakan Fu Ke-wei dengan pelayannya sudah tidak ada didalam kamar, mungkin sudah membayar kamar.
Dua orang laki-laki besar setengah baya buru-buru jalan ke koridor.
"Tuan muda He sudah pergi?" tanya seorang pria besar
menghadang pelayan. "Tidak tahu." Pelayan penginapan menggelengkan kepala, "aku hanya tahu dia dikasir meninggalkan pesan, menyuruh orang
mengunci pintu." "Pelayan kecilnya juga tidak ada?"
"Tidak ada." "Pergi kemananya?"
"Aku benar-benar tidak tahu, tuan." Pelayan itu
menggeleng-gelengkan kepala, "pagi-pagi semua orang sedang
sibuk, siapa pun tidak perhatikan keluar masuknya tamu, tuan muda
He tidak mengundurkan kamarnya, juga tidak berpesan apa-apa,
sungguh tidak bisa memperhatikan aktifitas dia dengan pelayannya,
apakah tuan mencari dia?"
"Sudahlah." Laki-laki besar putus asa, segera pergi dengan temannya.
"Mereka adalah mata-mata, pulang pasti dimarahi, karena tidak baik melaksanakan tugas." Xie-shen berkata, "kita tiga orang persilatan tua juga terjungkal."
"Celaka! Kita harus bagaimana?" Hoa-fei-hoa sangat
gelisah, "harus kemana mencari dia?"
"Tuan diam-diam pergi, juga membawa pelayannya, pasti tahu
telah terjadi hal yang tidak diduga, dia telah merasakan keadaannya telah lepas kendali." Kata Ouw Yu-zhen.
"Apa pergi kerumah Guan?"
"Guan dan Du, dua keluarga ini sedang sibuk. Begini sajalah!
Tunggu di sekitar taman Qing-feng lihat keadaannya. Pergi menunggu ketempat yang mungkin akan terjadi peristiwa, lebih praktis dari pada mencari kemanamana, ada satu hal yang harus diingat, kita ini adalah orang luar." Kata Ouw Yu-zhen dengan tenang.
"Aku tahu, mari jalan," Kata Hoa-fei-hoa mengangguk kepala.
Tiga orang itu buru-buru keluar penginapan, berjalan melintas
alam liar, segera menuju ke taman Qing-feng yang berada di luar
gerbang Bin-yang. Taman Qing-feng sepi seperti biasanya, jam sepuluh pagi bukan
waktunya untuk melancong, taman Qing-feng biasanya juga sedikit
orang yang keluar masuk. Wanita baju hijau Jin Wen-wen dan wanita baju putih Jin
Ying-ying, muncul didepan satu vila kecil sebelah timur taman
Qing-feng. Vilanya kecil, bagus, diatas pintu digantung satu papan merk,
dua huruf besar merah Chao-yang', seperti naga terbang Feng
menari, sepertinya tulisan seorang ternama.
Di ruang tamu di bawah loteng, seorang pelayan setengah baya
sedang konsentrasi, sedang membersihkan dan mengelap pajangan
antik, pot bunga, alat rumah tangga yang dipajang, wajahnya selalu menghadap kedalam, sepertinya tidak tahu diluar sudah datang dua
orang wanita cantik. Dua wanita hari ini membawa pedang, datang dengan
persiapan, siap bertarung.
Jelas niatnya harus berhasil, jika tidak berhasil maka akan
menggunakan kepandaian menyelesaikannya.
Tapi, setelah memeriksa setengah lebih taman Qing-feng,
ternyata penjaga taman juga sudah menghilang, semua pelayan
wanita sepertinya sudah ditarik keluar!
Akhirnya, mereka menemukan jejak orang digedung Chaoyang.
"Melakukan siasat kota kosong menipu orang," Jin Yingying berdiri didepan pintu, suaranya seperti bel perak merdu sekali,
"bermimpi kami tidak menemukan lalu pergi, siasatnya tidak akan berhasil."
"Belum tentu!" kata Jin Wen-wen, "setiap bangunan kosong semua, apakah kau dan aku bisa satu persatu memeriksanya" Dengan
berani membiarkan kita memeriksanya, setelah tidak berhasil
menemukan apa-apa, apakah tidak akan meninggalkan ?"
Pelayan wanita yang sedang membersihkan barang
membalikan tubuh melihat, dia terkejut hingga gemetar
bersembunyi dibelakang lemari.
"Akhirnya menemukan seorang juga." Jin Ying-ying
belakangan masuk keruangan, "nasib tidak terlalu buruk, hanya kurang satu orang saja dibandingkan waktu dulu."
Waktu dulu di vila teratai, dia mendapatkan dua orang yang sedang
bermain asmara, akhirnya dipermainkan oleh Fu Kewei hingga
mendapat malu. "Hati hati!" Jin Wen-wen berteriak pelan diluar pintu, "orang ini wajahnya pura-pura ketakutan, tapi mahir kepandaian mengerutkan
tulang, sayangnya setelah merubah bentuk dia tidak bisa menggunakan tenaga dalamnya, dia gemetar karena tidak bisa menggerakan sesuatu benda, bukan karena ketakutan."
Pelayan wanita yang bersembunyi disudut lemari, telah mengecil
satu kali lipat lebih, tapi gerakannya tidak bisa lolos dari
pengamatannya, sepertinya sorot matanya bisa berbelok.
Sambil bicara dia menggoyangkan tangan tiga kali.
Di dalam pepohonan sebelah kiri, keluar paman dan istrinya dan
tiga orang setengah baya, semua memakai baju dao membawa
pedang, memakai mantel besar berwarna hijau.
"Di sekeliling ini, bayangan setan pun tidak ada, tidak terlihat ada yang mencurigakan." Orang setengah baya dengan nada dalam
berkata, "sepertinya orang-orangnya benar-benar telah di tarik, tapi kita harus bertambah hati-hati jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Keluarga Du adalah keluarga sangat kaya, mereka bisa
meminta pemerintah mengutus orang melindunginya, tidak ada
alasan karena ketakutan lalu menarik seluruh orangnya, aku merasa
sangat curiga." "Kenyataannya, kita tidak bisa lama-lama, kita tinggal membalikan kulit bumi memeriksanya, tindakan orang kaya ini sungguh lihay, kita tidak bisa berbuat apa-apa pada dia." Perempuan tua tertawa pahit.
"Aku akan keatas loteng melihat-lihat," kata orang
setengah baya. "Kau harus hati hati."
Orang setengah baya melayangkan tangan, membawa seorang
setengah baya, dengan jurus bangau menerjang langit dia naik keatas, terbang setingi satu zhang lebih lalu melayang melewati pagar loteng, gerakannya ringan seperti kapas melayang, tampak tidak seperti ilmu meringankan tubuh.
Dua orang setengah baya lainnya dan bibi Qing, berdiam diluar
bertugas menjaga. Pelayan wanita sedang menggoyangkan bata yang menempel
ditembok dibawah lemari, sayang setelah melakukan ilmu mengerutkan tulang, bentuk tubuhnya setelah berubah, dia tidak bisa menggunakan banyak tenaga, jarinya walau bisa masuk kedalam celah bata, tapi tidak bisa menggerakan bata hijau yang besarnya sekitar satu setengah che.
Dua wanita berdiri disatu zhang lebih, dengan dingin
menunggu lawan menggerakan bata hijau, mereka merasa
sangat terhibur dengan sabar menunggu perubahan.
"Apakah sedang berusaha mengangkat tombol untuk
menggerakan jebakan?" tanya Jin Ying-ying dingin, "biar aku bantu."
Pelayan wanita itu membatalkan gerakan mengangkat bata, tubuhnya
digetarkan kembali kebentuk semula, kemudian sambil membentak dia
melempar sebilah pisau terbang, tangan kanannya bersamaan diulurkan kebawah, bata itu terangkat kesisi.
Dalam keadaan terdesak dia menyerang menggunakan
senjata gelap, kewaspadaan dua wanita hilang setengah,
mengira ini adalah reaksi yang normal.
Didalam pajangan antik didalam ruangan, dimana-mana
menyebarkan semacam gas yang tidak berwarna tidak berasa, gas
memenuhi ruang diatas dan dibawah loteng.
Pintu dan jendela tertutup rapat, hanya satu daun pintu yang
terbuka. Saat gas beracun keluar, adalah saat dua wanita terbang
melewati benteng taman disebelah utara, gas telah menyebar dari
tabung ungu khusus yang disembunyikan didalam pajangan antik,
atau dicelah yang tersembunyi, dengan pelanpelan menyebar.
Sampai mereka tiba di gedung Chao-yang, diatas dan dibawah
loteng telah tersebar dengan merata gas semacam ini.
Tangan mulusnya Jin Ying-ying dikeluarkan dari lengan baju,
dengan tangkasnya menangkap pisau terbang, seperti sedang
memetik bunga, gerakannya indah sedikitpun tidak ada
kemarahan. Gerakan dari depan menangkap senjata gelap tanpa menghindar
adalah sangat berbahaya, sedikit saja kesalahan maka akan
kehilangan nyawa. Jin Ying-ying seperti pamer, sebenarnya
terhadap gerakannya menangkap senjata gelap dia sangat yakin.
Pelayan wanita itu telah menangkap ring yang ada dibawah bata,
dengan kuat ditariknya, rak lemari dengan mengeluarkan suara
menggelinding, pelan-pelan bergerak kekanan menelusuri tembok.
Ternyata ditembok ada satu pintu rahasia kecil yang sehari hari
ditutup oleh lemari. Pintu rahasia itu sulit melihat celahnya, pelayan wanita itu segera menyelinap masuk kedalam.
"Kau tinggallah disini!"
Jin Ying-ying berteriak, jarinya menotok dari kejauhan.
"Ngek......" Pelayan wanita itu berteriak tertahan, jatuh kebawah pintu
rahasia, tubuh atasnya baru setengah masuk kedalam, sudah tidak
mampu bergerak lagi, tidak bisa berguling masuk kedalam lu bang
yang muncul disisi. "Jangan masuk." Jin Wen-wen segera berteriak, mencegah
adiknya Jin Ying-ying masuk kedalam, "buka dulu jalan darah dia, paksa tunjukan jalan."
Mereka mengira itu adalah ruang rahasia, atau pintu masuk jalan
kebawah tanah, tapi begitu lihat mereka jadi kecewa.
Ruangan itu hanyalah tembok berlapis yang bisa
menyembunyikan lima-enam orang, dilubangi beberapa
lubang kecil, bersembunyi didalamnya, bisa mengawasi
gerakgerik didalam ruangan, juga bisa mendengar
pembicaraan didalam ruangan.
Didalam bangunan orang kaya, hampir semua ada tembok berlapis,
saat terjadi bahaya bisa digunakan untuk bersembunyi, diperpanjang bisa dijadikan jalan penghubung rahasia, sama gunanya dengan ruang bawah tanah untuk menghindar mala petaka. Ada beberapa keluarga
juga tidak sayang mengeluarkan banyak uang, dalam membangun
tembok berlapis dibawahnya menggali ruang bawah tanah, malah
menyiapkan makanan dan minuman terlebih dulu, supaya terjamin
keselamatannya. Diatas ada tembok berlapis dibawah ada ruang bawah tanah begitu
mencari orang, itu adalah tindakan bodoh yang tidak ada gunanya,
menyia-nyiakan waktu. Makanya dua wanita ini beberapa kali keluar
masuk taman Qing-feng, seperti orang buta, kuda tidak bermata
sembarangan lari, tidak tahu harus dimulai dari mana mencarinya,
didalam atau diluar ruang setiap bangunan, semua tidak bisa melihat satu bayangan orang pun.
Tembok lapis ditempat ini, jelas bukan tempat untuk bersembunyi,
tapi mengutus orang kesini untuk mengawasi atau mencuri dengar
gerak-gerik diruangan ini, orang orangnya keluarga Du pasti sering menggunakan bangunan ini, merundingkan hal penting dengan orang
lain, tapi kurang yakin mengutus orang sembunyi didalam tembok lapis mengawasi dan mencuri dengar.
Sekali tertahan, wajah pelayan wanita tiba-tiba tampak
gembira. Jin Wen-wen memeriksa kesekelilingnya, mendorong
pelayan wanita itu duduk di kursi.
"Aku ingin tahu tempat sembunyinya para penjahat
perkumpulan Cun-qiu." Tanya Jin Wen-wen dingin pada pelayan
wanita, "jika kau menolak menjawab, aku terpaksa membunuhmu.
Para penjahat itu pantas mati, kau tidak pantas menggunakan
nyawa membela mereka. Apakah kau
mau menjawabnya?" "Waktunya hampir tiba, hampir tiba......"
Pelayan wanita itu melototkan sepasang mata tidak
perdulikan, dia berguman sendiri, bukan menjawab yang
ditanyakan. "Kau bicara apa?" Jin Wen-wen dengan nada dalam
bertanya. "Aku kata waktunya hampir tiba." Kali ini pelayan wanita itu menatap dia dan bicara.
"Waktunya hampir tiba?"
"Benar, waktunya hampir tiba."
"Kau ingin aku mengantarmu ke akhirat?" dia jadi bingung oleh tingkah pelayan wanita yang tidak takut mati.
"Jiwaku tidak seberapa, yang aku maksud adalah waktu kalian
hampir tiba." "Kau malah masih ingin mengancamku?"
"Kau bisa periksa pajangan antik yang ada diatas rak kayu
ditengah ruangan, maka akan tahu ancamannya atau bukan."
Jin Wen-wen berjalan ke rak kayu, mengeluarkan bendabenda
yang ada didalam pajangan antik.
"Perhatikan tabung tembaga ungu itu." Kata pelayan
wanita. Tabung tembaga ungu yang besarnya satu cun panjangnya empat cun
semacam ini bukanlah barang aneh, yang aneh adalah tutup diatasnya, dibagi dua bagian, atas dan bawah, masing-masing ada empat lubang
kecil, jika lapis atas diputar, lubang kecil akan tertutup oleh lapis bawah.
Jika diputar kembali, delapan lubang atas dan bawah saling berhadapan, gas atau cairan di dalam tabung jadi bisa keluar, pembuatannya sangat hebat.
"Seluruh bangunan atas dan bawah ini, semuanya ada delapan
tabung semacam ini." Pelayan wanita dengan bangga berkata, "ketika kalian menginjakan kaki di taman ini, penjaga gelap mengeluarkan
aba-aba, maka dibukalah lubang tabung itu, diatas dan dibawah
loteng menyebarlah gas beracun......"
"Apa Lima Racunnya Du-xin-lang-jun?" Jin Wen-wen sedikit pun tidak terkejut atau gelisah, "tidak perlu! Kalian ingin melakukan teknik lama" Aku beritahu, kami sudah makan obat khusus penawarnya
dulu, tidak akan tertipu lagi."
"Apa benar" Lihat saja, tidak lama lagi kalian akan tahu
sendiri." "Makanya kau mau tidak mau harus menjawab." Jin Wen-wen
pelan-pelan mendekat. "Pertama-tama aku akan membuka dulu pintu hawa
murnimu, lalu memusnahkan dulu ilmu silatmu."
"Aku sudah katakan, nyawaku ini tidak ada harganya,
bagaimanapun ada kalian untuk di jadikan lapisan peti mati.
Dengarlah! Waktunya sudah tiba."
Diluar terdengar suara siulan panjang, lalu suara tawa yang keras
menggetarkan telinga! Bersamaan dalam sekejap, Jin Wen-wen bersuara yang tajam
aneh. Suara teriakan yang menggetarkan telinga, dengan sebuah suara
aneh lainnya semakin menjauh.
Wajah Jin Wen-wen bersama adiknya jadi lega, dengan dingin
menatap pelayan wanita. "Mereka mengutus kau jadi umpan, kau melakukannya dengan
berhasil baik." Kata Jin Wen-wen dingin, "karena kau tidak takut mati, sungguh membuat diluar dugaan kami, tentu saja aku tidak akan
begitu saja melepaskanmu."
"Aku sudah bilang, hidup matiku tidak ada artinya," Pelayan wanita itu sedikit pun tidak takut, seperti memandang kematian sebagai
kepulangan saja, "asalkan siasatnya berhasil, mati juga ada gunanya, dengan satu nyawaku, ditukar beberapa nyawa orangnya
Jin-she-dong, sungguh berharga sekali! Aku akan jadi pahlawannya
perkumpulan Cun-qiu."
Paman dengan seorang setengah baya lainnya, turun dari loteng.
"Mari kita keluar!" Paman berkata, "orang-orang mereka sudah hampir semuanya tiba."
"Orang-orang kita sudah pergi?"
"Sudah. Ooo! Bagaimana kau bisa tahu?"
"Dari nada bicara orang ini, katanya di dalam gedung telah
disembunyikan obat racun." Jin Wen-wen menunjuk pada pelayan
wanita, "untuk berjaga-jaga, aku terpaksa memutuskan untuk
menghadapi perubahan."
"Tidak salah kau melakukannya, sedetik saja terlambat, maka
tidak akan tertolong lagi." Paman itu menarik pelayan wanita, dengan seorang setengah baya lainnya membopong membawanya
keluar, "keluarlah!"
Di luar pintu ada dua puluh empat orang menanti, sepertinya
sedang menunggu orang yang mengejar kembali lagi, tampak
Yu-shu-xiu-shi yang memimpin, wajahnya tampak ada sedikit
khawatir. "Kalian tidak akan bisa mengejar tiga orang kami yang mundur."
Jin Wen-wen dengan tenang berkata, "tidak perlu waktu lama,
orang-orangnya Jin-she-dong akan melakukan pembalasan tanpa
ampun di Wu-chang, taman Qing-feng milik keluarga Du mungkin


Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

tidak seorang pun akan disisakan."
Di samping Yu-shu-xiu-shi berdiri Du Jin-yuan dan putrinya Du
Lan-yin, mereka mendengar sampai bergidik.
Walau Yu-shu-xiu-shi adalah pemimpinnya, tapi yang benar-benar
mengendalikan adalah seorang baju hijau berusia lima puluh tahun
lebih, dia membawa pedang, wajahnya dingin.
Di belakangnya ada dua orang pria besar berperawakan tegap
seperti pengawalnya, di pinggangnya terselip golok.
"He he he......" Orang baju hijau dengan angkuh tertawa dingin,
"ada kalian empat orang penting Jin-she-dong di tangan kami,
walau kakek guru kalian pendeta dao Zi-xu datang, juga harus
menuruti kehendak kami, he he he.......kalian sudah di takdirkan
jadi pihak yang kalah, menyerahlah!"
"Aku masih belum berencana mengaku kalah!" paman itu
melemparkan pelayan wanita, pelan-pelan mencabut pedangnya,
"orang yang keluar dari Jin-she-dong, tidak pernah menyerah."
"Saat kau menggerakan tenaga dalam, hawa murnimu segera
akan hilang." Orang baju hijau dingin tertawa, "menggunakan tenaga biasa menggerakan pedang, berandalan kelas tiga pun tidak bisa
menghadapinya, kalau tidak percaya kau boleh mencobanya."
"Sekarang aku sudah tahu kau ini dari mana." Paman itu
wajahnya berubah. "Orang ternama di dunia persilatan, siapa yang tidak tahu aku Mi-hun-tai-sui (dewa Tai-sui menyesatkan roh)?" Orang baju hijau dengan sombongnya tertawa, "cerita tentang pukulan atau pedang, orang yang keluar dari Jin-she-dong, di dunia persilatan namanya
menggemparkan setiap orang, di dunia persilatan kedudukannya
terhormat. Tapi dihidang lainnya dibandingkan aku, yang punya
keahlian khas di dunia persilatan, masih kalah jauh, hanya sedikit melakukan siasat kecil, kalian empat orang pesilat tinggi yang bisa membalikan lautan ini, sudah jadi makanan dimulut ku, terserah aku mau berbuat apa. Walau ada tiga orang yang lolos, juga tidak akan
merubah kenyataan apa-apa, menunggu kedatangan orangorangmu
dari Chuan-xi, itu sudah lewat dua bulan kemudian."
"Markas perkumpulan kau di Zhen-jiang, orang-orangku pasti
bisa menemukannya." "Ha ha ha! Aku beritahu lagi, Mi-hun-tai-sui selamanya tidak takut diancam, perkumpulan Cun-qiu juga punya kekuatan menjadi
penguasa dunia persilatan, kami sangat menyambut kau datang
menantang. Perkumpulan kami beruntung bisa mendapat nama satu
dewa, satu diantara Satu Dewa Tiga Budha, sekali tersebar keluar,
namanya pasti akan meningkat tiga kali lipat. Sekarang lemparkan
pedang kalian dan ikut dengan kami."
"Kau kira puder Xiao-yao mu, pasti bisa mengendalikan hawa
murniku?" "Tentu" Kata Mi-hun-tai-sui dengan sombong, "walau Guru Obat Yue-tong datang kesini, juga tidak dapat berbuat apaapa. Menghirup sedikit saja Xiao-yao-san, setelah hitungan ke seratus, juga sudah tidak bisa ditolong. Jika tidak ada obat penawar khusus dariku
seumur hidup ini kau akan terbaring diatas ranjang, selamanya jadi orang tidak berguna, menyerahlah! Baik-baik lemparkan pedang
menyerah, aku tidak berharap kalian memaksakan diri melawan,
sekali menggerakan tenaga dalam maka kaki dan tangan menjadi
lumpuh, hingga harus menggotong kalian, merepotkan sekali."
"Aku......" "Aku telah peringatkan, jangan sekali-kali menggerakan
tenaga dalam. Ooo! Siapa nama mu" Apa hubungan mu dengan
Pendeta dao Zi-xu?" "Aku Leng-gang, aku punya sedikit nama di dunia
persilatan, kau pasti tidak asing."
"Sungguh kita beruntung, teman-teman." Kata Mi-hun-taisui pada temannya, dengan tubuh sedikit bergetar, "Tian-xiejian Leng-gang (Pedang langit sesat) Jurus pedangnya sudah mencapai tingkat sempurna, dalam sepuluh jurus pernah mengalahkan Satu Pedang Utara Chen Ruo-yi, yang menempati posisi tertinggi di sembilan jago pedang terbesar dunia, tapi jarang berkelana di dunia persilatan, hari ini tanpa diduga kita bertemu dengan dia. Jika tidak menggunakan siasat mengalahkannya, paling sedikit ada separuh orang kita akan tergeletak ditanah."
"Memang berbahaya," Yu-shu-xiu-shi tidak bisa sombong lagi, wajahnya berubah, "tuan Huang, kita harus segera sembunyikan
dia!" "Betul, kita harus bersiap terhadap tiga orang yang lolos, yang akan membawa teman temannya datang menolong." Mi-hun-tai-sui tentu saja setuju, "dengan adanya mereka ditangan kita, walau Jin-she-dong mengerahkan seluruh kekuatannya, juga harus baik-baik menuruti
kehendak kita. Cepat bawa mereka pergi!"
Tiba-tiba Tian-xie-jian Leng-gang tertawa dingin, mendadak dia
mengangkat pedang menerjang.
Mi-hun-tai-sui sangat yakin terhadap puder Xiao-yao nya, dia
tetap berdiri ditempatnya sambil tertawa dingin!
Tiga langkah, empat langkah, lima langkah..
Wajah Tian-xie-jian Leng-gang tidak berubah, dengan
tenang selangkah demi selangkah maju mendekat.
Dari dua puluh orang lebih, ada setengahnya tidak bisa
menahan rasa takutnya dan mundur kebelakang.
Keyakinannya Mi-hun-tai-sui mulai goyah, dengan
sendirinya dia mundur selangkah, selangkah lagi.
Tian-xie-jian Leng-gang sudah melangkah sembilan langkah,
sorot matanya tiba-tiba berubah, dia mengeluarkan suara hmmm...
sekali, pada langkah kesepuluh baru melangkah setengah,
tubuhnya bergoyang. "Kau kira Mi-hun-tai-sui bisanya hanya menakut-nakuti orang?"
Mi-hun-tai-sui sangat senang, keyakinannya pulih kembali,
dengan gembira dia berkata lagi, "puder Xiao-yao tidak bisa cepat bereaksi, tapi setelah lewat batas hitungan seratus, obatnya akan
masuk kehati, sekali terpancing reaksinya, dewa pun tidak bisa
lolos dari maut, robohlah!"
Sepasang lutut Tian-xie-jian Leng-gang jadi lemas, pedang
terlepas dari tangan, tubuhnya berbalik jatuh ketanah.
"Ying-ying, jangan sembarang bergerak!" Jin Wen-wen
mencegah adiknya yang hendak lari menolong, "tidak boleh
menggunakan tenaga dalam, tetap tenang."
Jin Ying-ying dengan putus asa melemparkan pedangnya,
mengeluh sekali dengan panjang.
"Kak, aku......aku sungguh menyesal." katanya menggigit gigi.
"Harusnya menyalahkan aku yang ceroboh." Jin Wen-wen juga melemparkan pedang, "prilaku pelayan wanita itu sangat yakin, kita sendiri juga terlalu percaya diri."
Majulah lima orang, dua orang menggotong Tian-xie-jian
Leng-gang yang marah dan gelisah seluruh tubuhnya lumpuh, ingin
melawan tidak ada tenaga, tiga orang lainnya satu orang mengawal
satu, pergi kegedung lainnya.
0-0-0 Bab 24 Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, bersembunyi di
sebelah utara Taman Qing-feng.
"Didalam samar-samar terdengar suara orang," Xie-shen adalah seorang persilatan tua, pemikirannya teliti, dugaannya tepat, "Jelas telah terjadi sesuatu."
"Apakah orang-orangnya keluarga Guan sudah kembali lagi?"
kata Hoa-fei-hoa, "sepertinya di dalam ada banyak orang,
berbeda sekali dengan yang dulu."
"Keluarga Guan tidak ada alasan berbalik menjadi musuh
dengan keluarga Du karena hal yang tidak ada sangkut pautnya."
Ouw Yu-zhen dengan teliti menganalisa, "alasan takut
Yu-shu-xiu-shi membawa mala petaka terlalu dipaksakan, dalam
hal aturan sama sekali tidak masuk akal. Jika orang-orangnya
keluarga Guan kembali lagi kesini, pasti datang beramai-ramai, tapi didalam sepertinya tidak terjadi pertarungan, itu bisa diketahui
bukan orang-orang keluarga Guan yang datang kembali mengusir
Yu-shu-xiu-shi." "Perlu tidak kita melihatnya?" kata Hoa-fei-hoa.
"Di siang hari, tidak ada tempat untuk bersembunyi, jadi jangan masuk. Kakak Ji, kau mengkhawatirkan tuan sudah masuk ke dalam,
sebenarnya kau tidak perlu khawatirmu, dia tidak akan melibatkan
diri pada masalah yang tidak ada gunanya, jangan berpikir bukan
bukan!" Ketika sedang berunding, tiba-tiba mereka melihat dua lakilaki dan satu wanita setengah baya berbaju hijau, terbang keluar dari hutan tidak jauh dari sebelah kanan, gerakannya cepat laksana kilat.
"Mereka orang-orangnya Jin-she-dong." Kata Hoa-fei-hoa pelan,
"mereka terus keluar masuk taman Qing-feng, terlalu tidak
memandang tuan rumah."
"Itu karena dikejar orang." Ouw Yu-zhen juga berusaha
bersembunyi dengan baik, "dibelakang-nya ada orang yang
mengejar, tidak aneh didalam ada gerakan."
"Jika bisa mengusir orang-orang Jin-she-dong, tentu didalam
taman Qing-feng sudah ada pesilat tinggi hebat yang sembunyi."
Xie-shen sedikit terkejut, "untung kita ini orang luar yang sedang menonton, jika terlibat didalamnya maka akan celaka."
Sudah ada sembilan orang yang keluar, masing-masing
mengerahkan ilmu meringankan tubuh yang sudah tinggi sekali,
kecepatannya tidak jauh berbeda dengan tiga orang baju hijau dari
Jin-she-dong itu, sepintas saja sudah terlihat mereka adalah pesilat tinggi yang ternama, tidak aneh tiga orang baju hijau yang dikejar sampai lari sekuat tenaga.
"Tuan pasti tidak ada didalam, kedudukan dia tidak pantas terlibat dalam balas dendam yang biasa terjadi. Mari kita jalan! Kita pergi kekota mencari jejak mereka berdua, menunggu disini juga bukan
satu cara yang bagus."
Tiga orang itu memutuskan tidak akan meneruskan tinggal disana,
lalu diam-diam pergi. Sembilan pesilat tinggi itu tidak bisa mengejar tiga orang
Jin-she-dong, meski disiang hari bolong.
Semua orang berkumpul di gedung Wang-yue tempat paling
sepi ditaman Qing-feng. Ini adalah tempat tuan besar Du Jin-yuan mengatur
keluarga wanita tinggal disini, saat bermain di taman.
Yu-shu-xiu-shi dengan sekelompok orang dari perkumpulan
Cun-qiu, semuanya ada enam belas pesilat tingi.
Dalam kedudukannya, Yu-shu-xiu-shi adalah wakil ketua, dibawah
satu orang diatas puluhan ribu orang, kedudukannya tinggi. Tapi
Mi-hun-tai-sui Huang-ji adalah tamu agung perkumpulan itu,
kedudukannya beda, dia adalah tamu atas undangan ketua perkumpulan, sampai wakil ketua perkumpulan pun tidak bisa memerintahnya.
Sehingga, saat ini yang jadi pemimpinnya, adalah Mi-huntai-sui
bukan Yu-shu-xiu-shi. Setengah orang lainnya, adalah pengawalnya keluarga Du,
dipimpin oleh Du Lan-yin, dia melayani tamu agung dari
perkumpulan Cun-qiu, menunggu perintah dan membantu tamu
agung. Gedung Wang-yue dikelilingi oleh rak dan pot bunga, diatas dan
dibawah loteng juga di pajang pohon bonsai, pemandangnya memang
indah. Dilingkaran luar penjagaannya sangat ketat, pelaksanaannya
diserahkan pada perkumpulan Cun-qiu dibantu oleh pengawalnya
keluarga Du, mereka melakukan penjagaan ketat, karena tiga pesilat tinggi Jin-she-dong yang lolos tentu akan kembali lagi, makanya
penjagaan didalam juga dibentuk oleh orang-orang kedua belah
pihak. Mengenai pelayanan tamu, semua diserahkan pada orang-
orangnya keluarga Du. Didalam kamar rahasia dibawah loteng, beberapa orang
penting sambil makan, sambil merundingkan rencana selanjutnya.
Dengan lolosnya tiga orang musuh, jadi mengacaukan
rencana semula. Orang yang paling merasa tidak bisa tenang, adalah Du
Lan-yin. Orang perkumpulan Cun-qiu bisa pergi begitu saja, tapi keluarga
Du bagaimana bisa lari" Bagaimana bisa menghadapi orang
Jin-she-dong yang bakal datang membalas dengan kekuatan besar"
"Kalian tidak bisa menangkap tiga orang yang melarikan diri,
begitu beritanya tersebar, tidak diragukan lagi, di kemudian hari
pasti seluruh pendekar akan bergabung." Du Lan-yin tampak tidak bisa tenang, wajahnya gelisah, "oh...! bagaimana aku harus
menjelaskannya pada ayahku?"
"Kau tenang saja." Wajah Yu-shu-xiu-shi tampak senang, tampak jelas wajah seorang pemenang besar, "Jin-she-dong menyebut diri sebagai orang diluar dunia, perbuatannya selalu menurut aturan
kebenaran, mereka tidak akan sembarangan bertindak musuhnya
sudah jelas, mereka akan pergi ke Zhenjiang mencari aku minta
pertanggung jawabkan. Jika mereka berani datang mencari ayahmu,
ayahmu bisa minta bantuan pemerintah, tanpa bukti mereka bisa apa"
Di jamin mereka akan pergi dengan perasaan malu."
"Malam ini kita akan langsung pergi dengan membawa orang,
kembali ke Zhen-jiang menyiapkan jebakan untuk orang-orang
Jin-she-dong." Sorot matanya Mi-hun-tai-sui, dengan tajam melihat pada Yu-shu-xiu-shi, "wakil ketua Gao, kau dengan kepala cabang Xiao dan kawan-kawan, tetap mengikuti rencana semula pergi ke
Xiang-yang, bertemu dengan Pedang Pemutus Arwah Li
Yung-tai membicarakan masalah penangkapan Sepasang Cantik
Jin-ling." "Aku pikir aku tidak perlu lagi pergi ke Xiang-yang." Kata Yu-shu-xiu-shi dengan yakin, "situasinya sudah ada perubahan, aku harus merubah rencana menghadapinya."
"Alasanmu......"
"Menurut laporan ketua bintang Ji, Pedang Pemutus Arwah sudah hilang semangatnya, sepertinya sudah tidak perduli lagi akan masalah setempat, perkumpulan kita mungkin akan sulit mendapatkan
bantuannya lagi, itu satu.
Dua wanita yang muncul di kota Fan, apakah benar Sepasang
Cantik Jiang-nan, masih sulit dipastikan, hanya mengandalkan
berita yang belum pasti, langsung mengerahkan banyak orang,
sepertinya itu tidak baik.
Jika di kemudian hari dimana-mana tempat muncul orang yang
dicurigai, bukankah kita akan kelelahan sendiri" Apalagi saat ini hal yang terpenting adalah menghadapi pembalasannya Jin-she-dong,
perkumpulan kita tidak ada alasan mengerahkan tenaga manusia pada
hal yang belum bisa dipastikan."
"Kau adalah wakil ketua, tentu berhak menentukan,"
Mi-hun-tai-sui tertawa dingin, "ada satu hal aku terpaksa
menjelaskan sebelumnya, di sepanjang jalan kau harus menurut
aturan." "Ih...! Tuan Huang apa maksudmu?" wajah Yu-shu-xiu-shi
berubah. "Di dalam hati kau tentu mengerti." Mi-hun-tai-sui tertawa dingin lagi, "tiga orang yang lolos itu telah mengacaukan langkah kita.
Artinya kau telah meninggalkan penyakit di kemudian hari. Jika
orang-orang Jin-she-dong yang datang ke Zhen-jiang belum puas,
dan terjadi hal yang tidak diduga pada empat orang ini, coba pikir, bagaimana akibatnya?"
"Ini......" "Aku tahu kau ingin sekali mencari semangkuk air, sekalian menelan ke dalam perut dua wanita itu," Mata elang Mi-huntai-sui bersinar dingin, "aku peringatkan, begitu terjadi keributan, orang yang pertama terkena serangan adalah aku, mereka adalah sanderaku, juga
pelindungnya perkumpulan kita, kau mengerti, bukan?"
"Ini......" wajah Yu-shu-xiu-shi dan telinganya menjadi
merah. "Demi menjaga keamanan, paling baik kau berusaha menahan
diri." Mi-hun-tai-sui tidak perdulikan malunya Yushu-xiu-shi, lalu melanjutkan peringatannya, "aku tidak ingin terjadi hal yang tidak diduga, kalau tidak, aku hanya akan tanya padamu saja. Malam ini kita harus pergi secara diamdiam, supaya tidak ada kabar yang bocor,
nona Du! Harap orang-orang ditamanmu juga tidak bergerak keluar."
"Aku akan mengekang semua orang." Du Lan-yin tidak berani tidak menurut.
"Terima kasih. Oh ya! Di pihak keluarga Guan, apakah ada
gerakan?" "Tidak ada, mereka sudah tidak perduli sama sekali." Kata Du Lan-yin, "hanya saja hubungan kedua keluarga, mungkin sudah
tidak bisa kembali seperti dulu."
"Liu Pei-yan yang bertugas menyambut, apakah sudah siap?"
Mi-hun-tai-sui bertanya pada Yu-shu-xiu-shi.
"Perahu kecil sudah disiapkan, perahu cepat sudah menunggu
ditengah sungai siap menjemput orang." Yu-shuxiu-shi dengan hati tidak puas menjawab, "dia mengatakan jika aku tidak
menggunakan perahu, dan membawa orang melalui jalan darat, itu
akan menarik perhatian orang yang mungkin mengejar, dia ingin
perahunya diserahkan pada kalian untuk digunakan, dan ikut
dengan aku melalui jalan darat."
"Bagaimana nanti saja." Mi-hun-tai-sui tidak mengiyakan juga tidak membantah, "jika kau menggunakan jalan darat, walau
jaraknya jauh tapi bisa lebih cepat, hingga bisa tiba segera di
Nan-jing. Jika melihat orang-orang pendeta dao Zixu mengejar,
segeralah kembali ke Zhen-jiang menghadapi perubahan."
"Baik," kata Yu-shu-xiu-shi dingin, "tampaknya, aku harus menempuh jalan yang paling bahaya."
"Masalahnya kau yang membuat gara-gara nya, bukan
begitu?" Mi-hun-tai-sui tertawa dingin, maksudnya adalah: masalah yang
ditimbulkan olehnya harus ditanggung sendiri, kenapa masih mau
menyalahkan orang lain"
Yu-shu-xiu-shi bukan menyalahkan orang lain, tapi hatinya
merasa tidak puas. Dengan susah payah dia bisa mendapatkan dua wanita cantik
yang mendebarkan hatinya, tapi setelah mendapatkan malah dia
hanya bisa melihat tidak bisa menikmati, sungguh tidak enak
rasanya. Dia tidak bisa menyalahkan semua pada Mi-hun-tai-sui yang
kurang mengerti, lolosnya tiga orang bukan salahnya Mi-hun-tai-sui.
Mereka hanya telat satu langkah, juga tidak menduga Jin Wen-wen
yang melihat keadaan bahaya, bisa segera memberi aba-aba pada
temannya untuk segera meninggalkan tempat, hingga meninggalkan
penyakit, Mi-huntai-sui sangat hati-hati alasannya masuk akal, dia ingin membantah juga tidak bisa.
Tapi dia tidak putus asa, dimulut dia tidak membantah, diam-diam
dia punya rencana lain, dia tidak ingin membiarkan Mi-hun-tai-sui
diam-diam membawa dua wanita cantik itu.
Sebenarnya didalam hati dia mengerti, empat orang itu adalah
sandera untuk mengancam orang-orangnya Jin-shedong.
Jika terjadi hal tidak terduga pada sandera, Jin-she-dong pasti
dalam keadaan sangat marah, tidak akan memperdulikan akibatnya,


Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mereka akan menyerang dengan sekuat tenaga, perkumpulan
Cun-qiu pasti akan banyak jatuh korban, sangat mungkin dalam waktu singkat namanya terhapus di dunia persilatan, tentu saja
Mi-hun-tai-sui tahu akan akibatnya, maka melarang dia bertindak
sekehendak hati, alasannya kuat sekali.
Tadinya, dia membawa orang melarikan diri dari ke kota kabupaten
Wu-chang, bersiap siap bersembunyi di kota Wuchang, kebetulan dia
bertemu dengan Mi-hun-tai-sui yang membawa orang-orang
perkumpulannya, sehingga bersamasama datang ke taman Qing-feng
tuan besar Du, mendirikan jebakan.
Semula rencananya adalah diam-diam membunuh orangorangnya
Jin-she-dong, bagaimana membunuhnya juga sudah direncanakan,
tentu saja dia ingin minta disisakan dua wanita cantiknya, setelah dinikmati baru dibunuhnya.
Saat ini, orang yang berani terang-terangan bermusuhan dengan
Jin-she-dong sangat sedikit, walau perkumpulan Cunqiu banyak pesilat tingginya, tapi tetap tidak berani bermusuhan dengan Jin-she-dong, diam-diam membunuhnya adalah cara yang paling aman.
Tapi setelah tiga orang Jin-she-dong lolos, maka akan terjadi
kerepotan besar. Mi-hun-tai-sui memang orang yang mempunyai bakat, dia bisa
memutuskan merubah rencana, mengawal membawa orang-orangnya
ke Zhen-jiang, ke markas perkumpulan Cunqiu, menunggu orangnya
Jin-she-dong datang membicarakan syarat, dengan ada sandera di
tangannya, dia pasti bisa memaksa lawannya.
Begitu orang Jin-she-dong menyerah, nama perkumpulan
Cun-qiu pasti melonjak setinggi langit.
Tidak perduli apakah rencananya Mi-hun-tai-sui berhasil atau
tidak, bagaimana pun ini adalah rencana yang paling baik.
Tapi buat Yu-shu-xiu-shi, dua wanita cantik itu tidak
mungkin bisa jadi miliknya.
Semakin dipikir semakin tidak rela, begitu terpikir dua wanita cantik ini, hatinya jadi gatal sulit ditahan, dimulut dia tidak berani
membantah kata-kata Mi-hun-tai-sui, didalam hati bencinya setengah mati.
Bersamaan itu juga, didalam hati dia mengerti betul. Mi-hun-tai-sui adalah seorang gila sek yang ternama, setelah melihat dua wanita
cantik itu, dia merubah rencana, pasti ada sebabnya, jelas juga
sedang memikirkan cara jahat pada dua wanita cantik ini, makanya
dia ingin membagi dua jalan kembali ke Zhen-jiang, jalan terang dan jalan gelap, dia yang membawa tawanan, naik perahu pergi jauh.
"Walau memang aku yang membuat gara-gara, tapi juga demi
memperkuat kekuasaan dan nama besar perkumpulan, hingga timbul
gejolak ini, tujuannya tidak salah." Yu-shu-xiushi dengan hati tidak rela membela diri, "tentu, aku pun pernah menanggung resiko kekalahan. Jika kita semua bersama-sama naik perahu, diam-diam meninggalkan
tempat, harapan berhasilnya bukan kah akan lebih banyak?"
Dia tetap ingin bersama dengan dua wanita cantik, disepanjang
perjalanan dia masih ada kesempatan melakukan kegiatan, paling
sedikit juga bisa mengawasi Mi-hun-tai-sui, mencegah dia memakan
daging angsa terlebih dulu.
"Tidak, dibagi dua jalan lebih aman." Mi-hun-tai-sui dengan tegas menolak, "hal ini sudah diputuskan, kalian semua baikbaiklah
istirahat, menjaga tiga orang itu datang menempuh bahaya, begitu
hari gelap kita langsung berangkat."
Tidak menunggu Yu-shu-xiu-shi mengajukan usul lainnya,
Mi-hun-tai-sui sudah mendorong kursi, bangkit berdiri keluar dari
kamar. Mi-hun-tai-sui punya enam orang kepercayaan, sudah tahu
rencana majikannya, sehingga dia mengutus dua orang menjaga
ketat empat orang sandera yang dikurung di kamar bawah tanah,
orang yang mendekat jangan harap bisa bergerak leluasa.
Orang-orangnya keluarga Guan, tiba-tiba seperti menghilang,
didepan beberapa pekarangannya sepi, jarang terlihat ada orang
keluar masuk, jelas sengaja menutup pintu menghindar bahaya,
berita putus hubungannya dengan keluarga Du juga sudah tersebar.
Xie-shen bertiga yang mencari berita dikota, merasa putus asa,
Guan dan Du, dua keluarga sedikit pun tidak ada reaksi, sedikitpun tidak terlihat ada gerakan.
Melewati sebuah gang kecil, mereka keluar ke jalan melintang
kecil, mereka berhadapan dengan salah seorang tiga dari orang
baju hijau, tapi telah berganti baju dengan baju kain kasar orang
kota biasa, juga tidak membawa pedang.
Hoa-fei-hoa adalah ahlinya penyamaran, begitu melihat dia sudah
tahu siapa orang ini. Orang baju hijau juga mengenal dia, dia tetap berdandan
seorang pedagang kecil. "Kalian bertiga masih tinggal dikota?" Orang baju hijau tampak banyak pikiran, tapi dengan ramah menyapa, "sebagian orang-orang
perkumpulan Cun-qiu, sedang berturut-turut meninggalkan kota, sudah sulit menemui orang yang punya kedudukan, apakah kalian bertiga ada kabar" Aku sengaja datang ingin tahu."
"Kami juga tidak tahu dasarnya mereka." Xie-shen tertawa pahit,
"apa lagi kami sejak semula sampai akhir, tidak ingin menyia-nyiakan waktu pada mereka. Makanya tidak perhatian. Ooo...! Kalian ada
rencana apa?" "Orang-orang kami......"
"Aku tahu, sudah terjebak didalam taman Qing-feng."
"Benar, terjebak didalam taman Qing-feng. Temanku sudah pergi keselatan ke Yue-zhou minta bantuan......"
"Air yang jauh tidak bisa menolong api yang dekat, saudara tua."
"Bagaimana pun harus berusaha! Aku disini mencari kabar,
mengawasi gerakan mereka, malam hari ini siap masuk kembali ke
taman Qing-feng, bisa berjalan selangkah ya jalan selangkah."
"Dengar nasihatku, saudara tua." Kata Xie-shen dengan tulus.
"Maksud saudara......"
"Desak keluarga Du, dijamin mereka akan meloncatloncat." Kata Xie-shen dengan suara dalam, "menghadapi masalah luar biasa, harus menggunakan cara geledek menyelesaikannya, walau darah akan
mengalir seperti sungai juga tidak mengeluh, aku justru
menggunakan cara khusus ini menghadapi masalah luar biasa,
sepuluh ribu kali dicoba sepuluh ribu kali berhasil.
Aku beritahu, didunia ini orang yang benar-benar tidak perduli
darah mengalir seperti sungai tidak ada berapa orang, dia membunuh seribu orangmu, kau bunuh orang dia sepuluh ribu......"
"Tapi......kita tidak bisa......tidak bisa melakukan ini." Orang baju hijau wajahnya berubah sekali, terkejut oleh cara keji yang dilakukan Xie-shen.
Jika dia tahu asal usulnya Xie-shen, maka dia tidak akan merasa
ini menakutkan; membalas membunuh orang adalah prinsipnya
Xie-shen, tidak perduli darah mengalir seperti sungai, makanya
sebutannya disebut Xie-shen.
"Kalau begitu sulit." Xie-shen menggelengkan kepala, "aku sedang bermain kecapi didepan kerbau, kami akan perhatikan gerakan
orang-orang itu, mungkin akan pergi ke taman Qingfeng lagi. Ooo!
Kau sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana temanmu bisa
terjebak?" "Tidak tahu," kata orang baju hijau, "hanya ketika menerima aba-aba segera meninggalkan tempat, kami menurut perintah
secepatnya meloloskan diri. Mengenai perkumpulan Cun-qiu telah
mendatangkan siapa saja pesilat tinggi yang menakutkan, saat ini
masih belum mendapatkan kabarnya."
"Di perkumpulan Cun-qiu orang yang bergerak diam-diam banyak
sekali, kecuali bisa menggunakan tindakan geledek mendesak mereka
keluar, diam-diam mencari kabar tidak akan ada hasilnya, bagaimana pun kami akan memperhatikan untukmu." Hoa-fei-hoa juga sedikit khawatir, "Teman kami mungkin juga ada kesulitan."
Tiga orang itu sambil mengeluh lalu pergi, sungguh mereka ingin
membantu tapi tidak bisa. 0-0-0
Gedung Wang-yue adalah milik keluarga Du, orang-orang
Cun-qiu tidak mungkin hafal, sehingga, Du Lan-yin dengan sepuluh
lebih pengawal penjaga taman, tinggal ditaman melayani mereka.
Anak buah perkumpulan Cun-qiu dengan pengawalnya
keluarga Du, baru hari ini bertemu, mereka saling tidak mengenal,
tahunya hanya dibedakan oleh pakaian mereka"
Pintu rahasia ruang bawah tanah adalah satu ruangan kecil
didalam, kamar dikedua sisi ruangan sementara dihuni oleh
orang-orang perkumpulan Cun-qiu.
Pengawal keluarga Du tinggal disatu kamar diluar ruangan,
mereka sering mengantarkan makanan dan minuman kepada dua
orang penjaga dari perkumpulan Cun-qiu yang ada didalam ruangan.
Dua orang penjaga duduk disisi meja bundar yang ada ditengah
ruangan, sambil minum teh sambil mengawasi dinding diruang tengah.
Itu adalah pintu masuknya jalan bawah tanah, pengendali jebakan
berada disisi yang ada diruangan itu, jika tidak mendekati maka tidak bisa membuka pintu rahasia jalan bawah tanah.
Seorang pengawal masuk mengantarkan sepiring cemilan.
Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, semua bukan orang
yang taat, menyuruh mereka bekerja dengan aturan, sama juga
dengan memukul bebek naik ke tangga.
"Terima kasih! Siapa nama saudara?" kata salah satu
penjaga. "Aku marga Cui, dipanggil Cui-ming." Kata pengawal yang
mengantar cemilan, "cemilan ini adalah nona sendiri sengaja
menyuruh dapur membikinnya, harap kalian menyukainya."
"Ooo! Nona Du memang orang yang ramah." Penjaga
pertama tertawa, "setelah saudara Cui kembali, tolong
sampaikan terima kasih kami."
"Saudara jangan terlalu sungkan! Tuan besarku segera akan menjadi anggota perkumpulan anda, dikemudian hari kita akan jadi orang sendiri, tidak perlu berterima kasih!" Cuiming mencari pembicaraan lain, "oh...
betul, kalian mengurung orang diruang bawah tanah, tidak mengikatnya juga tidak menotok jalan darahnya, apakah tidak takut mereka
berontak?" "Berontak" Itu lelucon." Kata penjaga pertama dengan bangga,
"mereka sudah dilumpuhkan oleh puder Xiao-yao nya tuan Huang, dewa pun tidak bisa melarikan diri, jika tidak ada obat penawar khusus dari tuan Huang, mereka seumur hidup sudah habis."
"Ooo...! Jadi hanya tuan Huang yang punya obat
penawarnya?" "Benar, obat penawar satu-satunya, walau mendatangkan Guru
Obat Yue-tong yang ternama, juga hanya bisa melotot saja. Apakah
kau pernah melihat wajah sialnya Tian-xie-jian Leng-gang" Nama
Tian-xie-jian sangat ternama! Tadi dia mencoba menggunakan tenaga
dalam berniat melawan, malah jadi segumpal daging mati, bagaimana
bisa berontak?" "Tidak diduga orang-orangnya Jin-she-dong, sampai
sebuah pukulan juga tidak bisa menahannya."
"Kau jangan salah," Kata penjaga pertama dingin, "jika perhitungan tuan Huang tidak hebat, yang tidak tahan sebuah
pukulan adalah kita-kita ini, ooo...! Kau sudah berapa lama berada di keluarga Du?"
"Dua tahun lebih."
"Kulihat kau orangnya tenang, diantara teman-teman kalian,
ilmu silatmu tampaknya yang paling mantap." Kata penjaga
pertama, "ingin tidak kau pergi dengan kami?"
"Aku kan orang yang dipekerjakan oleh keluarga Du!"
"Orang berjalan menuju ketempat tinggi, kau saudara tua bukan orang bawahan, buat apa bekerja di keluarga Du" Asalkan ada satu
kata dari tuan Huang, keluarga Du pasti akan melepaskan orang."
"Mungkin suatu hari, aku akan meninggalkan, apa tuan Huang
kalian akan menyetujuinya?"
"Aku kira dia akan menganggukan kepala, nanti saat dia datang, aku akan bantu kau mengatakan yang baik-baik pada dia."
"Dia akan datang?"
"Pasti." Penjaga pertama menunjuk pintu rahasia jalan bawah tanah, "dua wanita cantik itu di bawah."
"Apa hubungannya dengan wanita cantik?"
"Tuan Huang pasti akan datang, dia sangat hobbi wanita.
Tunggu sampai dia selesai, aku akan bantu kau mengatakan yang
baik-baik pada dia."
"Terima kasih banyak saudara......"
Derap kaki terdengar, Mi-hun-tai-sui dengan angkuh masuk
kedalam ruangan kecil. "Tetua baik," kata Cui-ming menghormat menyambut.
"Tuan baik," Dua penjaga buru-buru bangkit berdiri
menyambut. "Aku akan menginterogasi tawanan," kata Mi-hun-tai-sui dengan bangga, "buka pintunya." "Yaa." Penjaga menurut. Dua penjaga itu berjalan menuju ruangan, memegang sanderan tangan kursi,
pelan-pelan menggerakannya keluar.
Gambar yang digantung diruangan, pelan pelan menggulung
keatas, lalu dinding tengah tampak retak, dinding yang tingginya
enam che lebar tiga che pelan-pelan bergerak kedalam, bergerak
sekitar satu che berbelok ke kanan meluncur masuk kedalam dinding
lapis. "Tutup pintu ruangan, siapa pun tidak boleh masuk, juga tidak boleh mengganggu aku, terutama wakil ketua Gao, dia tidak boleh
masuk." Mi-hun-tai-sui memerintahkan.
"Turut perintah." Dua penjaga bersama sama membungkuk
menjawab. Mi-hun-tai-sui masuk kedalam pintu rahasia, penjaga segera
menutup pintu rahasia, tanpa disadari dewa kematian telah berada
dibelakangnya, tanpa suara tanpa gejala.
Sepasang tangan besarnya Cui-ming telah menekan kepalanya
dua penjaga, batok kepala itu langsung pecah, dua orang itu tanpa
bersuara roboh kebawah. Cui-ming merampas sebilah pedang, lalu berjalan menuju kamar
sebelah kiri mendorong pintu masuk kedalam, sekejap keluar lagi dari kamar itu, lalu dengan cepat berjalan menuju pintu ruangan, setelah menutup pintu, dia kembali lagi ke ruangan, menggerakan lagi sanderan tangan kursi. Pintu rahasia kembali terbuka, didalam terlihat ada sinar lampu keluar.
Dia mematahkan sanderan tangan kursi, ditancapkan ke celah
pintu, hingga pintunya tidak bisa bergerak lagi karena dijepit mati didalam dinding membuat hilang kegunaannya.
Dia segera melepaskan obat yang menempel di wajahnya, dan
menampilkan wajah aslinya, sedikit menggerakan wajahnya yang telah berubah, kembali lagi ke bentuk tuan muda He, hanya pakaian saja yang tetap seperti semula, pedangnya disembunyikan dibelakang tubuh
diam-diam masuk ke jalan bawah tanah.
Gedung Wang-yue besar dan tinggi, ruang bawah tanah juga luas
sekali, ruang utama dibagi tiga kamar, kamar ditengah diatas rak
panjang ada dua buah tempat lilin setiap tempat ada lima lilin, bisa dibawa berjalan, sepuluh lilin besar menerangi ruangan seperti siang hari. Di dinding juga digantung empat lentera besar.
Tiga kamar bawah tanah pintu nya terbuka lebar, didalamnya
juga ada sinar lampu, setiap kamar dihias dengan mewah, ranjang
dari tulang dan selimutnya mewah semua, dibandingkan kamar
pejabat tingkat atas, atau kamar wanitanya hartawan besar,
sepertinya ini lebih mewah.
Tuan besar Du menggunakan taman Qing-feng sebagai tempat
cocok untuk melayani keluarga wanita, juga bermaksud tertentu, para tamu wanita yang pernah dihina, setelah meninggalkan tempat itu,
mana berani membong-kar perbuatan dosa nya"
Tian-xie-jian Leng-gang berempat, dikurung didalam kamar kecil
kamar pertama. Dia sudah lumpuh, sampai tidak mempunyai tenaga
untuk menggerakan sepasang tangannya, dia tampak tersiksa sekali, dia dilayani oleh seorang setengah baya lainnya.
Jin Ying-ying juga tidak berdaya, nafas dan darahnya
berjalan-perlahan, kaki dan tangannya tidak bertenaga, dia masih
bisa memaksakan berjalan. Karena dia pernah menggerakan tenaga
dalam, ingin menolong Tian-xie-jian Leng-gang, tanpa sadar dia
menggerakan tenaga dalam, sehingga menimbulkan racunnya
berreaksi. Jin Wen-wen dan seorang setengah baya lainnya, walau bisa
bergerak seperti orang biasa, tapi mereka tahu jika menggunakan
tenaga dalam, mereka juga akan roboh, maka mereka hanya bisa
menerima nasib sambil diam-diam gelisah.
Empat orang yang ditawan, walau hatinya gelisah sekali, tapi tidak merasa takut, mereka tahu orang-orang mereka ada yang telah
meloloskan diri, jadi tentu perkumpulan Cun-qiu tidak berani
meremehkan pembalasan dari Jin-she-dong, dalam waktu singkat
mereka tidak akan mencelakainya.
Tapi mereka tidak memikirkan bahaya yang terselubung.
Saat Mi-hun-tai-sui dengan tertawa keji muncul diluar kamar,
empat orang itu sama-sama hatinya tergetar, mereka tahu akan
mendapat celaka. "Kalian ini yang lahir di perguruan ternama, seharusnya
mengangkat dan membantu beberapa angkatan muda dunia
persilatan?" Mi-hun-tai-sui sambil tertawa keji melangkah masuk kamar, seperti seekor srigala lapar menghadapi anak kambing,
"perkumpulan Cun-qiu berdiri belum lama, sangat memerlukan
dukungan dari orang-orang perguruan besar dan ternama. Dan cara
mendapatkan dukungan dari perguruan besar dan ternama, adalah
dengan cara menjalin keluarga atau bergabung, aku percaya kalian
pasti ada perasaan yang sama, betul kan?"
"Kau pantas mati!" Jin Wen-wen memaki dengan keras, "jangan harap kau bisa menggunakan cara keji dan hina memaksa kami,
Jin-shedong akan membalas kalian dengan cara yang paling dahsyat,
kau akan membayar dengan harga yang menakutkan......"
"Betulkah?" Mi-hun-tai-sui tertawa keji, "He he he......siapa orangnya yang tahu aku pernah menghina kalian" Apa kalian akan
mengumumkan pada dunia" Hehehe......aku Mi-hun-taisui berani
berbuat cabul, tentu bisa menutupi langit, kalau kalian tidak malu mengatakan keluar, aku juga tidak akan menyangkal, aku juga tidak
akan perduli, orang persilatan berharap kalian perguruan besar dan ternama mendapat malu, orang yang bersorak pasti akan lebih
banyak dari pada orang yang menyayangkan, aku tahu ini adalah
kenyataan." "Kau......" "Kalian dua wanita cantik marga Jin, betul tidak cucu nya pendeta dao Zi-xu?" Mi-hun-tai-sui mengulurkan tangan mengusap wajah Jin
Wen-wen, dengan tertawa cabul berkata, "kau pasti Jin Wen-wen, aku dengar, baru saja kau bertunangan, calon suamimu sudah meninggal
dunia, ini artinya dia tidak beruntung, juga sialnya dirimu, sebelum mencicipi dirimu yang segar sudah menemui raja akhirat, membuat kau menjadi janda. Aku Mi-hun-tai-sui tidak pantang bau anyir, sudah pasti mau menerimanya!"
"Kau......" "Ini pasti Jin Ying-ying." Mi-hun-tai-sui mengulurkan tangan besar, menangkap Jin Ying-ying yang tidak keburu menghindar, dengan
telak dipeluknya, "kalian kakak beradik berdua harus mengajukan permintaan pada Jin-she-dong, membantu perkumpulan Cun-qiu,


Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

memimpin pendekar diseluruh dunia, kalau orang Jin-she-dong tidak
mau, paling sedikit juga tidak akan campur tangan pada gerakan
perkumpulan kami. Apa kalian mau membantu aku mohon pada famili
dan teman kalian?" Jin Ying-ying hampir saja menggigit hancur giginya, dia tidak
berani sembarangan menggunakan tenaga dalam, sekuatnya dia
meronta menendang memukul, melakukan perlawanan yang
tidak ada harapan. "Lepaskan! Kau anjing hina ini......" dia menggigit gigi memaki.
"Kuberi kau makan obat penawar dulu, aku tidak menginginkan
kau karena malu dan marah sehingga melukai dirimu sendiri."
Mi-hun-tai-sui sebelah tangan menjepit, sebelah tangan lainnya
mengeluarkan satu botol kecil dari kantongnya, menggunakan mulut
membuka tutup botol, menumpahkan sebutir obat berwarna merah
sebesar kacang, "he he he...... sayang, aku tidak akan menelantarkan kau......"
Orang setengah baya baju hijau matanya melotot, sekali
berteriak marah maju menerjang.
Mi-hun-tai-sui juga membentak marah, tangan besarnya dikibaskan,
angin kecang keluar, orang setengah baya baju hijau berteriak keras sekali, melayang keluar menabrak dinding, terlontar jatuh ketanah
sambil mengeluarkan rintihan kesakitan, kaki dan tangan mulai lumpuh.
Lalu, Jin Wen-wen yang maju menerjang juga disapu oleh
kakinya hingga jatuh ketanah.
"Dengan baik aku akan mengatur kalian, setelah puas aku baru
akan berhenti." Mi-hun-tai-sui dengan bangga mengapit Jin Wen-wen jalan menuju keluar, "aku ingin kalian orang dari perguruan ternama ini mendapat malu yang besar, hidup susah, mati pun sulit."
"Benarkah?" Di luar pintu terdengar suara Fu Ke-wei yang menggelegar, "dengan demikian, nama besarnya perkumpulan
Cun-qiu yang berani bertindak berani melakukan, berani menantang
berkelahi dengan perguruan ternama, akan tersebar luas ke seluruh
dunia, orang persilatan yang mendengar nama saja sudah ketakutan,
orang yang seperti aku ini, mungkin hanya bisa jadi pesuruh kalian baru bisa meneruskan sisa hidup."
Mi-hun-tai-sui yang sudah keluar dari kamar, dia terkejut sekali!
"Iii......kau......kau bukan......"
Mi-hun-tai-sui melihat seragam pengawal yang dipakainya,
mengira dia adalah orangnya keluarga Du, dia tidak mengerti
pengawal keluarga Du, kenapa berani tidak sopan pada dia.
"Aku bukan orangnya keluarga Du." Fu Ke-wei sambil pelan menggoyang-goyangkan pedang, wajahnya aneh, seperti tertawa
bukan tertawa wajah penuh hawa sesat, "dugaanmu benar."
"Kalau begitu kau adalah......" Mi-hun-tai-sui yang menjepit Jin Ying-ying kembali kedalam kamar.
"Kau tanyakan saja pada dua wanita cantik ini, mereka tahu siapa aku." Fu Ke-wei menunjuk pada Jin Ying-ying yang ketakutan, dan Jin Wen-wen yang terbaring lemas didinding, "juga tahu apa
tujuanku datang kemari."
"Berengsek! Aku ingin kau yang mengatakan." Mi-hun-taisui berteriak marah.
"Baik, aku katakan. Aku adalah tamu agungnya keluarga Du
dan Guan, putra terhormat He Xian-wei dari ibu kota. Hemm! Kau
blasteran yang dipelihara anjing sudah ingat belum?"
Wajah dia berubah, berubah jadi beringas, tampak berandalan
sekali, kata-katanya kasar tidak karuan, mana ada tampang seorang
putra terhormat dari ibu kota" Malah sebaliknya cocok dengan pakaian pengawal yang dikenakannya.
"Anjing! Du Lan-yin wanita hina ini meninggalkan kau disini,
dengan sengaja supaya kau bisa menghina aku" Kau......"
"Pasang telinga keledaimu, dengar baik baik, aku mencarimu,
tidak ada hubungannya dengan keluarga Du, Du Lan-yin sama sekali
tidak tahu aku ada disini. Aku mencarimu, karena ada urusan benar
salahnya antara kau dan aku."
"Sialan, apa itu urusan benar salah!" Mi-hun-tai-sui mendorong jatuh Jin Ying-ying ke pojok dinding, sambil berteriak keras mencabut pedang menerjang maju, dengan jurus ganas Meteor Mengejar Bulan
dia menyerang, begitu pedang ditusukan mendadak timbul angin
kencang, niatnya sekali serang langsung berhasil.
Seorang putra terhormat ibu kota, dengan sekali serangan
seharusnya sudah cukup. "Traang!" kembang api berterbangan, Mi-hun-tai-sui terlontar mundur delapan che lebih, hampir saja menabrak dinding, kakinya
menginjak kaki kanannya Jin Ying-ying yang tidak keburu
menghindar, hampir saja dia terjatuh.
Jin Ying-ying juga menjerit kesakitan, menarik kakinya!
Fu Ke-wei tidak mengejarnya, dia takut melukai dua wanita yang
ada dilantai. "Aku orangnya sangat memegang urusan benar salah, kau memegang atau tidak bukan urusan aku." Fu Ke-wei melotot ditempatnya, tangan kiri bertolak pinggang persis seperti berandalan, "aku sama denganmu, adalah seorang gila sek yang diketahui semua orang. Aku datang kekota Wu-chang, adalah karena tertarik pada dua gadis keluarga Du dan Guan, sudah tampak di depan mata dengan satu panah dapat dua elang, mendapatkan orang dan harta, malah mendadak muncul dua wanita yang lebih cantik dari
Jin-she-dong, terusmenerus merusak usahaku, sungguh mengesalkan sekali.
Aku sudah tidak tahan lagi, bersumpah harus mendapatkan mereka, jadi satu panah dapat empat elang, peluk kiri rangkul kanan, ditambah ganjal didepan dan dibelakang. Hemm..! Tidak diduga kembali mendadak muncul kalian sekelompok anjing brengsek, malah berani merebut incaranku, kau blasteran yang buta ini, malah beraninya berebut makan lebih dulu daging angsaku, aku ingin sembelih kau berandalan kelas tiga... apa yang telah aku katakan pasti akan kulaksanakan."
Mendengar kata-kata ini Tian-xie-jian Lenggang dan orang
setengah baya lainnya sampai mengerutkan alis.
Hati Jin Ying-ying ya marah ya malu ya gelisah, Jin Wen-wen
malah sepertinya tidak terpengaruh, hanya dengan sepasang
matanya yang jernih memperhatikan Fu Ke-wei.
Saking marahnya Mi-hun-tai-sui merasa paru-parunya
seperti akan meledak, sekali berteriak keras, dia kembali
menerjang maju seperti kerbau gila.
"Traang traang traang!" tiga kali terdengar suara pedang!
Mi-hun-tai-sui kembali terlontar ke sudut dinding, setiap
serangan dahsyatnya, semua tanpa ampun ditangkis oleh Fu
Ke-wei. Kali ini, akhirnya Mi-hun-tai-sui mengerti.
Putra terhormat dari ibu kota ini, jurus pedang dan tenaga dalam
mengendalikan pedangnya, sama sekali bukan orang biasa seperti
dia sering temui, dia segera mengeluarkan teriakan keras,
memanggil penjaga diatas dan anak buahnya untukdatang
membantu. "Tidak perlu repot-repot." Fu Ke-wei yang tahu isi hati Mi-hun-tai-sui, pedangnya sudah mendesak Mi-hun-tai-sui ke sudut mati, "orang dibawah loteng, sudah dibunuh mati semua olehku. Begitu orang diatas loteng turun satu, pasti akan mati satu. Pelayanku diluar telah menghadang jalan bawah tanah ini, dia membunuh orang lebih menakutkan dari pada aku, sekelompok bawahanmu itu, tidak ada yang mampu menahan sekali sabetannya.
Sekarang, paling bagus kau tenangkan dirimu, perhitungkan bon urusan salah-benarnya dengan aku."
"Kau jangan sembarangan bicara," Mi-hun-tai-sui mulai
ketakutan, dia berlagak merogoh ke dadanya, seperti akan
mengeluarkan senjata ampunnya, "dua gadisnya keluarga Du dan
Guan, aku masih tidak memandangnya......"
"Yang aku bicarakan adalah dua wanita cantik yang di lantai ini, kau jangan berniat busuk menghindar yang berat melakukan yang
ringan." Fu Ke-wei berlagak seorang berandalan yang cemburu, "apa kau ingin mengeluarkan tabung penyembur puder Xiao-yao"
Sudahlah! Kau menganggap obat beracun itu barang sangat
berharga, kali ini obatmu sudah habis digunakan, kau jangan
berpura-pura merogoh kantong, aku tahu kau tadi sudah merasa
aman jadi tidak membawanya untuk berjaga-jaga. Jika kau
benar-benar membawanya, mana mau aku memberi kesempatan
padamu mengeluarkannya" Sudah dari tadi aku sudah
menyembelihmu, aku yakin, begitu tanganmu bergerak aku bisa
langsung membunuhmu."
Didalam hati Mi-hun-tai-sui mengeluh, tangan yang
merogoh dadanya jadi kaku.
"Kau jangan terlalu menghina orang......" teriak Mi-hun-taisui putus asa.
"Brengsek! Beraninya kau mengatakan aku terlalu menghina
orang?" Fu Ke-wei teriak, "kau merebut wanita incaranku, apa itu bohong" Lihat, kau masih menginjaknya dibawah kakimu! Aku
harus membunuhmu." Dalam bentakannya, pertama kali dia mengangkat pedang lalu
menyerang, begitu pedang dijulurkan, tampak sinar kilat
menyilaukan mata, suara dengungan pedang seperti suara geledek
yang samar-samar dari luar langit.
Mi-hun-tai-sui didesak disudut mati, tidak ada ruang untuk
bergerak menghindar, hanya bisa sekuatnya menangkis, dengan
serabutan mempertahankan arah depan yang sempit.
"Boom! Traang trang......" terdengar suara logam beradu yang mengerikan, kembang api menyembur, hampir setiap gerakan
pedang lawan adalah serangan mematikan.
Kasihan Mi-hun-tai-sui, ilmu pedangnya memangnya juga tidak
begitu hebat, mana bisa menahan sinar kilat yang datang menekan
bertubi tubi" Menahan tujuh-delapan serangan pedang, dibawah
dada, kedua sisi tubuh, bokong, baju robek celana rusak, ada yang
robek ada yang lubang, dalam sekejap dia sudah menerima delapan,
sembilan serangan pedang di tempat yang tidak mematikan,
ditempat yang robek jejak darah jelas terlihat.
Setelah suara terakhir dengungan pedang terdengar, Fu Ke-wei
mundur tiga langkah, mengambil jarak, sekalian menggunakan
kakinya memindahkan Jin Ying-ying satu zhang lebih, menghindar
dari sudut yang berbahaya.
"Aku tidak terburu-buru." Dia perlahan mengibaskan pedang sambil tertawa keji, "aku ingin mempermainkan dirimu, menusukmu menjadi mayat yang berlubang ribuan, lalu memotong jadi delapan
potong besar mempertunjukannya pada khalayak ramai, untuk
memperingatkan pada orang yang mau merebut wanita incaranku
ini." Tubuh Mi-hun-tai-sui mengucurkan keringat dingin, kaki dan
tangan jadi kaku, nafasnya terengah-engah seperti nafas sapi,
tangan yang mengangkat pedang juga gemetar, sinar galak dimata
telah menghilang, dia seperti seekor sapi tua yang telah menarik
kereta seharian, tenaganya hampir habis.
"Aku......aku akan kem......kembalikan wanita cantik ini
padamu......" Mi-hun-tai-sui seperti telah gila berteriak,
"aku...aku tidak tahu dia... dia adalah wa.. .wanita pe...pesanan kau......"
"Sekarang kau sudah tahu, hemm...!"
"Orang lainnya......"
"Orang lainnya tidak ada hubungan dengan aku."
"Wanita yang sedikit lebih besar itu...dia adalah janda,
aku...aapa boleh...boleh meninggalkannya?"
"Brengsek, kau masih penasaran ya" Janda adalah wanitanya
wanita, aku paling suka. Kau malah merebut kesukaan orang?" Fu Ke-wei berteriak, mendadak maju menusuk, pedangnya berubah jadi
sinar kilat yang menerjang.
"Sssng..." sebuah suara keras terdengar pedangnya
Mi-hun-tai-sui terlepas, menabrak kedinding, tangannya retak
mengucurkan darah. Fu Ke-wei membuang pedang, maju menerjang dengan kepalan
dan telapaknya, berturut-turut sepuluh lebih pukulan keras mengena pad? tubuhnya, setiap pukulan mengenai daging, setiap telapak
mengena telak, memukul Mi-hun-tai-su roboh terjerembab lalu
berdiri, diangkat dipukul jatuh, ditarik lagi dipukul dengan keras.
"Aww......aduh......"
Mi-hun-tai-sui berteriak sekeras-kerasnya, menggema
diseluruh ruang bawah tanah, menggetarkan telinga.
"Menyerahlah"'' Fu Ke-wei tidak lagi mengangkat, satu
tendangan menendang Mi-hun-tai-sui berguling kepojok dinding
merintih kesakitan, "aku akan merobek setiap dagingmu,
memukul hancur setiap tulang......"
"Am......ampuni a......aku......"
Mi-hun-tai-sui menyerah, tergeletak minta ampun, meronta tidak
bisa berdiri. "Inilah akibatnya berebut wanita dengan aku si gila sek."
"Aku......aku ini tidak seng......sengaja......"
"Kau ingin aku mengampunimu?"
"To......tolong ampuni a......aku......orang yang
tidak......tahu ti......tidak salah......"
"Brengsek! Kau berani berkata tidak salah?"
"Aku......aku salah harus dihukum......orangnya
pu......punya kau......"
Orang-orang Jin-she-dong yang menonton, memandang
dengan pemikiran berbeda, Jin Ying-ying gelisah tampak tersirat
diwajahnya, Tian-xie-jian dan orang setengah baya matanya
penuh tanda tanya, hanya Jin Wen-wen di sudut mulut-nya tersirat
senyum. "Baik, keluarkan obat penawarnya."
"Ini......" "Kau ingin aku hancurkan berapa tulang dulu?" tanya Fu Ke-wei sebelah kakinya diinjakan dikaki kanan Mi-hun-tai-sui dengan
beringas. Asal sedikit menggunakan tenaga, tulang kakinya pasti
hancur. "Aku......aku berikan pa......pada kau......"
Mi-hun-tai-sui dengan susah payah, kesakitan bangkit duduk, dari
dalam kantong mengeluarkan botol kecil tadi, lalu dilemparkan pada Fu Ke-wei.
Fu Ke-wei menerima botol kecil, mendadak membungkuk
menangkap dan mengangkat orang.
Sekali lagi kepalannya memukul, kakinya menendang,
Mi-hun-tai-sui tidak bisa bangkit lagi. Nafasnya tersendat-sendat, mulut hidung telinga mengucurkan darah segar, wajahnya ditampar
empat kali, wajahnya sampai tidak berbentuk, wajahnya hampir
tidak bisa dikenali lagi!
"Babi anjing tua, kau kira aku tidak tahu asal-usulmu?" Fu Ke-wei menghujat, "kau si brengsek tua ini menggunakan puder Xiao-yao melakukan kejahatan di dunia persilatan, ilmu silatnya hanya bisa
tergolong pesilat kelas satu, kau pernah menggunakan obat penawar
memeras uang tidak sedikit, meracun orang, kemudian memeras
orang dengan segala cara. Obat penawarmu adalah tablet kecil pesegi warna merah padam, bukan pil kecil."
"Resep obat penawar a......aku sudah di......diganti......."
"Yang ini?" Fu Ke-wei mengangkat botol keramik kecil
tertawa dingin. "Be......benar......"
"Baik, aku akan memakankan seluruh obat penawar ini
kedalam perutmu, aku mau tahu apa akibatnya."
Begitu meremas lalu ditekan ke dinding, botol keramik kecil
dipukulkan dulu ke mulut besar Mi-hun-tai-sui yang berdarah.
"Jang...jangan..." Mi-hun-tai-sui berteriak keras.
"Ini adalah pil Cun-lin yang kau gunakan untuk memperkosa wanita."
Satu tamparan Fu Ke-wei menampar Mi-hun-tai-sui hingga tersungkur,
"kau ingin makan berapa butir" Obat khusus wanita ini kalau bereaksi didalam perut laki-laki, pasti akan menyenangkan, mau tidak aku
menotok dulu kaki tanganmu, supaya saat obatnya bereaksi tidak
memalukan orang?" "Jang......jangan......"
"Mau makan berapa butir?" tanya Fu Ke-wei maju
selangkah dengan keras. "Aku be...berikan obat penawarnya, kau... kau harus ja... jamin me......melepas a......aku......"
"Aku tidak pernah menjamin apa-apa pada orang."
"Tidak memberi ja......jamin, dua......dua wanita cantik
pas......pasti mati......aku lebih baik ma......mati
ber......bersama......"
"Aku bisa menggeladahnya dengan merobek setiap daging kau."
Fu Ke-wei tidak percaya, mulai merobek baju lawan, "walau kau menyembunyikan di dalam perut, aku juga akan membedah
menggeledahnya." "Walau kau bisa menemukannya, ju...juga tidak tahu cara
pa...pakainya dan do...dosisnya..."
"Mmm...! brengsek ini masuk akal juga," Fu Ke-wei
menghentikan merobek baju, "mungkin kau benar telah
mengganti resep." "Kau paling baik ja......jangan menempuh ba... bahaya
ke......kehilangan dua wanita cantik..."
"Aku lebih tidak mau menempuh bahaya melepaskanmu, bahaya main nyawa dengan sekelompok besar brandalan perkumpulan Cun-qiu." Fu Ke-wei memungut pedang, ujung pedang pelan-pelan didorong
ketenggorokannya Mi-hun-taisui, "wanita cantik memang menyenangkan, tapi nyawa lebih berharga, aku ini orangnya egois sangat sayang nyawa sendiri, setelah membunuh mu, selanjutnya jadi santai membabat rumput sampai keakar-akarnya, inilah kata mutiara yang paling aman. Di dunia ini dimana tidak ada wanita cantik, mengorbankan dua wanita cantik tidak seberapa, dengan ilmu silat dan kepandaian ku, apa masih takut tidak mendapatkan wanita yang lebih cantik dari pada mereka berdua?"
"Buat apa! Aku...ku hanyalah ta...tamu yang diundang oleh
per......perkumpulan Cun-qiu, mereka tidak a......akan demi persoalan pri......pribadi aku. Lalu......lalu menyerang kau dengan kekuatan besar."
Mi-hun-tai-sui didepan ujung pedang itu sangat ketakutan sekali,
"Aku......aku sumpah selanjutnya ti......tidak mencari kau,
aku......aku juga tidak ta......tahu kau ini siapa, kau pasti bukan pu......putra terhormat i......ibu kota......"
"Saudara kecil, jangan percaya kata-kata gombal dia, bunuh
saja!" Tian-xie-jian segera menyela, tapi suaranya lemah
membuat orang kasihan, "orang orangnya Jin-shedong, sama
sekali tidak akan menyerah pada aliran hitam, setiap orangnya
punya hati untuk berkorban......"
"Aku sudah katakan, selain dua wanita cantik, mati hidupnya
yang lain bukan urusan ku." Fu Ke-wei membalikan kepala dengan dingin berkata, "walau akan membunuh dia, juga bukan demi
orang-orangnya Jin-she-dong, kau kira aku seorang pendekar
pembela kebenaran?" "Tuan muda He, aku ini tidak terhitung orang Jin-shedong." Jin Wen-wen melihat Fu Ke-wei sepertinya ada kekhawatiran, sengaja
dengan manja berkata, "aku ini seorang janda, bukankah kau paling suka janda" Aku rela ikut denganmu."
Orang Jin-she-dong, dengan sorot mata keheranan
menatap Jin Wen-wen. Apa lagi sorot matanya Jin Ying-ying, pandangannya penuh dengan
perasaan asing. Mereka semua mengira telinganya ada gangguan, Jin Wen-wen


Pengelana Rimba Persilatan Karya Huang Yi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

yang selama ini tenang, mantap, kuat, malah mengatakan kata-kata
seperti ini" Fu Ke-wei tertegun sebentar, tapi sekejap membalikan
kepala menatap dia. "Apakah kau bersungguh-sungguh?" tanya dia dengan
serius. "Setiap kata-kataku keluar dari dalam hati."
"Kenapa?" "Saat usia bunga, aku masih belum menikmati hidup, aku tidak
ingin mati!" kata Jin Wen-wen juga dengan serius.
"Kalau dia?" Fu Ke-wei menunjuk pada Jin Ying-ying, sambil tertawa penuh arti berkata, "apa juga rela ikut aku?"
"Kau matilah......" Jin Ying-ying buru-buru menghujat.
"Dia orang Jin-she-dong, aku tidak bisa mengatur dia, tapi aku akan nasihati dia, waktu mungkin bisa merubah hatinya."
"Kakak, kau......" Jin Ying-ying marah sekali sampai tidak bisa bicara.
"Tuan, kau lihat! Tujuanmu sudah berhasil setengah."
Mi-hun-tai-sui melihat keadaan ada perubahan, buru-buru berkata,
"kata-kata wanita cantik itu benar waktu bisa merubah hati orang, walau pun tidak, aku ingin memberi kau satu macam obat, dijamin
dia akan menurut padamu. Orang dulu berkata: bujangan memukul
sembilan sembilan, tidak memukul ditambah satu. Hari ini kau
meninggalkan satu budi, dikemudian hari aku pasti membalasnya."
"Baiklah! Terpaksa sekali ini aku percaya padamu, walau
blasteran seperti kau ini tidak bisa dipercaya, kau Mi-hun-taisui
tadinya juga bangsat kura-kura blasteran, anjing yang sangat jahat, yang kepalanya ada borok, telapak kakinya bernanah."
"Kau......kau lepas aku......"
"Aku lepaskan kau, tukar dengan obat penawar."
"Sekali kata keluar, kereta empat kuda juga tidak bisa
mengejar." Mi-hun-tai-sui jadi bersemangat, dengan keji
menatap sekali padanya. "Hemm! Kau juga harus tahu, jahatnya aku bisa lebih jahat
lagi......" "Aku lebih baik percaya kau adalah pahlawan yang
menepati janji." "Keluarkan obat penawarnya." Fu Ke-wei mengangkat tangan,
"jika obat penawarnya tidak cocok, aku jamin, aku bukanlah
pahlawan yang menepati janji, dijamin nyawa anjingmu pasti
hilang." "Di dalam se......sepatu aku......" Mi-hun-tai-sui dengan kesulitan membuka tali sepatu kanan.
"Bajingan, kau sungguh baik menyembunyikannya."
Ternyata sepatunya ada lapisan yang bisa menyembunyikan
satu kantong tipis kecil, betul-betul sulit menemukannya.
Kantong kecil baru saja ditarik, sudah langsung diambil oleh Fu
Ke-wei. "Obatmu, sama sekali tidak pernah dirubah resepnya." Fu
Ke-wei mengambil satu tablet obat warna merah padam, menekan
beberapa jejak garis, membentuk tiga baris lima belas tablet kecil, dicium-ciumnya sebentar, "benar benar tertipu olehmu."
"Cara pakainya adalah......"
"Aku tahu." Fu Ke-wei dengan kasar melepas sepasang sepatu lawannya, merobek memeriksanya, kembali menemukan satu kantong
obat, "ini adalah satu racun lainnya yang sangat ampuh darimu Mi-hun-tai-sui, Puder Penghilang Roh Seratus Hari, semacam alat
pemerasan orang lagi, dimana obat penawarnya" Ditaruh dimana?"
"Satu macam obat penawar dw......dwi guna." Kata Mi-huntai-sui lemas, "sebenar...sebenarnya adalah sa......satu macam obat
penawar, hanya saja dosisnya beda, dihirup dan dimakannya tidak
sama. Aku boleh......pergi sekarang?"
"Kau ingin mati?"
"Kau......" "Pelayan ku diatas sana, jika tidak menyembelihmu itu baru aneh."
"Ini......" "Kau baik-baik berbaring disana."
Sebuah tamparan telapak Fu Ke-wei telah memukul
pingsan Mi-hun-tai-sui. Sampai disisi Jin Ying-ying yang menyandar didinding dengan
ketakutan, dia memberikan empat tablet kecil obat penawar.
"Aku sendiri juga tidak tahu aku sedang melakukan apa." Dengan marah-marah dia berkata, "pelayanku merasa kalian bukan orang jahat, maka meminta aku melakukan sesuatu untuk kalian. Tentu
saja aku tahu orang yang keluar dari Jinshe-dong, adalah putra-putri perguruan ternama yang dihormati orang, hanya saja beda pendirian
denganku, jadi tidak saling mendukung, sebenarnya aku tidak ada
keharusan membantu, tapi aku tetap saja melakukannya."
"Harap terima rasa terima kasih kami dari lubuk hati." Tianxie-jian Leng-gang dengan tulus mengucapkan terima kasih, dia sudah
Pendekar Cacad 17 Kisah Si Rase Terbang Karya Chin Yung Dendam Empu Bharada 19
^