Pencarian

Bangau Sakti 12

Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung Bagian 12


n...." "Tetapi Siocia itu bukankah sedang menggendong orang
yang terluka?" tanya pelajar itu,
Pek Yun Hui baru saja memikir akan jawabannya ketika
Lie Ceng Loan telah mendahuluinya: "BetuL Bu Kokoku ini
terluka parah...." ia ingin meneruskan, tetapi dipotong Pek Yun
Hui dengan kata-katanya: "Kami telah menemui musuh, dan
Suheng kami ini telah terluka karena bertempur melawan
musuh itu. Dan lukanya agak parah. Oieh karena itu kami tak
dapat lekas-lekas keluar dari pegunungan ini."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Sambil tersenyum pelajar itu berkata: "Jika kalian ingin
menginap di sini untuk mengobati suhengmu yang terluka, aku
rela menyediakan tempat Hanya di tempat yang terpencil ini,
aku tak dapat menyediakan makanan atau minuman yang baik
untuk para tamu." ia mengangkat kedua tangannya memberi
hormat pu!a. Melihat gaya dan sikapnya pelajar itu, Pek Yun Hui
mengetahui bahwa pelajar itu memiliki ilmu silat yang tinggi
Dan dari nada suaranya, ia pun mengetahui bahwa pelajar itu
sudah berpengalaman di kalangan Kang-ouw. Terhadap orang
yang demikian, ia harus waspada, karena Lie Ceng Loan yang
masih hijau gampang tertipu.
pelajar itu mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruang.
Lalu ia berkata: "Silahkan duduk, aku akan memasang lampu."
Pek Yun Hui berbisik kepada Lie Ceng Loan setelah
pelajar itu masuk ke dalam: "Loan Moi, meskipun orang ini
bukannya orang jahat, akan tetapi kita harus waspada, dan
janganlah coba menceritakan peristiwa yangsebenar-nya...."
ia belum habis bicara ketika pelajar itu keluar lagi dan
berkata: "Maaf, kalian menunggu agak lama." Lalu dengan
obor di tangan ia menyalakan lampu di atas meja, dan segera
ruang itu menjadi terang,
Terlihat oleh Pek Yun Hui bahwa di dalam ruang itu, di
samping meja, ada empat kursi bambu dan satu tempat tidur
dari kayu komplit dengan bantal dan kasur-nya.
Lie Ceng Loan segera meletakkan Bee Kun Bu di atas
tempat tidur tersebut, ia membuka sepatunya dan
menutupinya dengan selimut.
Rupanya pelajar itu telah membaui harum dari tubuhnya
Pek Yun Hui ketika ia jalan melewat pelajar itu tersenyum dan
menghampiri pembaringan .
ia melihat dengan teliti keadaan Bee Kun Bu, lalu sambil
geleng-geleng kepala ia berkata: "Suheng kalian ini lukanya
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
parah, Mungkin sukar diobat!" ia mengawasi Li Ceng Loan,
lalu Pek Yun Hui dengan wajah yang khidmat
Pek Yun Hui yang cerdik dan cerdas menjadi terharu
mendengar pelajar itu mengutarakan pendapatnya tentang
lukanya Bee Kun Bu, dan tak tertahan air matanya mengucur,
sedangkan Li Ceng Loan menjadi bengong,
Sambil tersenyum pelajar itu kemudian berkata: "Suheng
kalian meskipun parah lukanya, tetapi di kolong langit ini
masih ada serupa obat yang dapat menyembuhkan dia.
Hanya...." ia berhenti dan tak meneruskan
"Obat apakah?" Li Ceng Loan mendesaknya
pelajar itu hanya mengawasi Li Ceng Loan dan Bee Kun
Bu menjawab, "Apakah yang Tuan artikan itu buah Sie Can Ko dari kuil
Toa Ciok Sie di pegunungan Cie Lian San?" tanya Pek Yun
Hui. pelajar itu tertawa agak lama, lalu katanya: "Obat hanya
dapat menyembuhkan penyakit yang tak berba-haya, Suheng
kalian ini rupanya sudah menderita sakit yang hebat sekali."
Pek Yun Hui mendengar jawaban itu sangat menyinggung
tetapi sambil menahan kedongkolannya ia berkata: "Meskipun
lukanya suhengku parah, tetapi aku yakin masih dapat
disembuhkan" Pelajar itu hanya tersenyum, lalu ia berlalu.
Pek Yun Hui memeriksa lagi keadaan di dalam ruang itu,
dan merasa bahwa ruang itu diliputi oleh suasana yang seram,
tidak serupa tempat yang ditinggali oleh seorang pertapa, juga
tidak menyerupai tempat persembunyiannya seorang
penyamun, Gaya dan sikapnya pelajar itu membuktikan
bahwa dia bukan jago silat pasaran, akan tetapi wajahnya
sangat mencurigakan dan sukar ditebak, ia berusaha
menyelami watak daripada pelajar itu, tetapi hampa,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Kemudian ia berbisik kepada Lie Ceng Loan: "Keadaan di
dalam rumah gubuk ini betul-betul sukar kita duga, Melihat
perabotannya, aku dapat kesimpulan bahwa tempat ini tidak
ditinggali oleh satu orang, Tetapi sehingga sekarang ini, kita
belum dapat melihat orang lain, Dalam keadaan biasa, aku
segera menyelidiki Tapi sekarang, karena Bu Koko menderita
luka parah, aku tidak ingin menimbulkan kegaduhan Aku
memperingatkan kau, segala makanan atau minuman dari sini
kita jangan sembarangan makan atau minum. Kita tunggu
sampai besok pagi untuk merundingkan tindakan yang kita
harus tempuh." semenjak Lie Ceng Loan kenal Pek Yun Hui, belum pernah
ia tampak Pek Yun Hui demikian khawatirnya, ia mengangguk
seraya berkata: "Aku turut pesan Cici."
Lalu Pek Yun Hui meniup padam lampu di atas meja, dan
bersama Lie Ceng Loan coba tidur di atas tempat tidur itu,
Tiba-tiba, setelah mereka merebahkan diri lebih kurang
seperempat jam lamanya, terdengar suara tindakan dan suara
pelajar tadi yang berbisik: "PerIahan...M kata-kata seterusnya
tidak terdengar Pek Yun Hui terkejut ia duduk, Lie Ceng Loan juga belum
tidur, dan ia pun duduk, Baru saja ia hendak membuka mulut
menanya, Pek Yun Hui membekap mulutnya dan berbisik:
"Ada orang di luar jangan bicara, Kau jagai Bu Koko. Aku
keluar menyelidiki Lie Ceng Loan mengangguk ia sediakan
pedangnya dan memakai sepatunya, lalu duduk menjaga di
pinggir tempat tidur, Sebelumnya pergi keluar Pek Yun Hui pesan Lie Ceng
Loan lagi: "Loan Moi, meskipun pertempuran di luar hebat
sekali, kau jangan keluar jika aku tidak memanggilnya." Lalu
dengan hati-hati ia bertindak keluar melalui jendela.
Tidak jauh dari jendela itu terdapat satu pohon cemara
yang tua dan tingginya melampaui sepuluh depa, Dengan satu
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
enjotan Pek Yun Hui loncat dan berdiri di atas satu dahan dari
pohon cemara itu. Dalam suasana yang gelap gulita ia dapat
berdiri di atas tanpa terlihat ia dapat melihat pelajar itu tidak
masuk ke dalam rumah gubuk, tetapi loncat ke arah satu
pohon cemara yang besar, lalu loncat ke atas dahannya,
Pek Yun Hui menaksir bahwa dahan pohon yang agak
tinggi itu paling sedikit lima depa tingginya, akan tetapi pelajar
itu dapat loncat dan berdiri di atasnya dengan mudah sekali,
Untuk menghindarkan penglihatan pelajar itu, ia loncat naik ke
dahan yang lebih tinggi, Baru saja ia berdiri di atas dahan tersebut, tiba-tiba ia
mendengar dari sekelompok daun cemara yang agak lebat
suara orang tertawa, dan ia tak dapat mengetahui siapakah
orang yang tertawa itu karena berisiknya daun cemara yang
tertiup angin, ia menunggu dan memasang kupingnya, tetapi untuk
sementara waktu ia tidak mendengar apa-apa. ia tidak sabar
lagi dan ingin turun, tiba-tiba ucapan yang ganjil memecahkan
kesunyian malam itu, Suara yang mengejek itu mengancam:
"Jangan sembarangan bergerak! Kau telah berada dalam
bidikan panah api dan pasir beracunku, jangan lari! Aku mau
menanya kau!" Orang itu mengancam sambil loncat ke atas satu dahan
pohon cemara di mana Pek Yun Hui berada.
-ooo0oooSouw Peng Hai menyerbu ke puncak Ngo Houw Leng
Pek Yun Hui telah dapat melihat orang itu, sebetulnya ia
ingin berikan labrakan, Tetapi ketika ia ingat bahwa Bee Kun
Bu tak berdaya, dan keadaan di dalam rumah gubuk maupun
di sekitarnya masih merupakan suatu teka-teki baginya, dan ia
tidak tahu apakah pelajar itu seorang musuh atau kawan, ia
batalkan maksudnya, ia pikir lebih baik menghadapi orang itu
dengan sikap yang waspada, Maka ia berkata: "Kau
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
sebetulnya siapakah" Jika kau ingin menanya, mengapa kau
bersembunyi?" Pek Yun Hui masih saja melihat orang itu sembunyi
diantara daun-daun cemara yang lebat, ia mendengar orang
itu mengejek lagi: "Aku telah melihat cara kau meloncat ke
atas pohon cemara ini, dan aku mengagumi kepandaian ilmu
meringankan tubuhmu, Oleh karena itu, aku membikin
pengecualian bagimu, Jika aku bermaksud jahat, kau
sekarang sudah berada di akherat!"
Ancaman itu betul-betuI membikin Pek Yun Hui gusar
sekali, Tapi ia ingat lagi keadaannya Bee Kun Bu, dan ia takut
menyinggung. Sambil menahan amarahnya ia menjawab:
"Jika demikian, aku sekarang turun dan ingin menghadapi Lalu
ia loncat ke arah di mana orang itu berada,
Orang itu tidak bergerak atau coba menyerang, Pek Yun
Hui loncat turun dan berdiri di atas satu dahan yang hanya
tiga-empat kaki jauhnya dari dahan di mana orang itu berdiri ia
singkap daun-daun yang lebat, dan alangkah setelah melihat
Pek Yun HuI, orang yang jelek Ku menarik napas dan taruh
kembali kantong pasir ke dalam satu kantong yang lebih besar
dan dibuat dari kulit macan tutul.
kagetnya ketika di depannya ia melihat seorang wanita tua
yang bukan main jeleknya, Rambutnya yang putih terurai di
atas kedua pundaknya, pakaiannya yang berwarna hijau
sudah kotor dan dekil, kedua bibirnya yang tebal terbalik
keluar, lubang hidungnya yang pesek kelihatan seperti hangus
babi, kedua matanya ju!ing dan tanpa alis mata, kedua pipinya
yang kempot masih terlihat nyata bekas bacokan senjata
tajam. Tangan kanannya memegang satu kantong dari kulit
menjangan yang berisi pasir beracun, dan tangan kirinya
memegang satu anak panah yang panjangnya lebih kurang
lima belas cun. Setelah melihat Pek Yuh Hui, orang yang jelek itu menarik
napas dan taruh kembali kantong pasirnya ke dalam satu
kantong yang lebih besar dan dibuat dari kulit macan tutul, dan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
anak panahnya ia masukkan ke dalam kantong kulit yang ia
pancangkan di punggungnya.
Pek Yun Hui memulihkan ketegangannya, lalu orang jelek
itu menegur: "Kau diam duduk di atas dahan itu. Aku ingin
menanya kau!" Pek Yun Hui turuti kehendaknya orang jelek itu dan duduk
di atas dahan pohon menghadapi dia.
Orang itu membuka sarung tangan dari kulit menjangan
terlihat bahwa kedua tangannya putih dan licin, dan jari-jari
tangannya panjang dan )ancip, berlainan sekali dengan
mukanya yang jelek, ia mengawasi Pek Yun Hui sejenak, lalu
menoleh ke arah rumah gubuk. Pek Yun Hui juga menoleh ke
arah rumah gubuk, dan ia terkejut, karena dari tempat di mana
mereka berada, mereka dapat melihat segala kejadian di
dalam rumah gubuk itu. ia yakin bahwa ketika ia loncat keluar
dari jendela dan meloncat ke atas pohon telah diketahui oleh
orang jelek itu. Dengan menyengir si orang jelek itu berkata: "Se-telah
melihat ilmu meringankan tubuhmu, aku segera mengetahui
bahwa ilmu silatmu lihay sekali, Kau masih muda, tetapi telah
memiliki ilmu silat yang demikian tingginya, aku sangat kagum.
siapakah gurumu, Siocia?"
Pek Yun Hui terkejut karena wanita itu segera mengenali
bahwa ia seorang wanita meskipun ia menyamar sebagai
seorang pria. ia tersenyum dan menjawabnya: "Orang lain
tidak mudah mengetahui bahwa aku ini menyamar sebagai
seorang laki-laki, tetapi kau segera tahu."
"He! He! He!" si jelek itu menyengir dan berkata:
"Sebetulnya jika orang sedikit lebih teliti melihat gerakgerikmu, dan mendengar nada suaramu, orang segera dapat
mengetahui bahwa kau seorang wanita, Mungkin orang yang
baru keluar dari kandang ibunya tidak dapat membedakan Aku
tak dapat diabui, dan juga kau tak dapat abui Ti Kian Su Seng
(pelajar dengan pedang besi)."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"Siapakah Ti Kian Su Seng itu?" tanya Pek Yun Hui.
"Ti Kian Su Seng?" kata si jelek itu, "Adalah pemilik rumah
gubuk itu yang telah mempersilahkan kalian menginap di
rumahnya, Coba lihat betapa sopan dan ramah sikapnya.
julukan Ti Kian Su Seng itu tepat betul baginya, karena bukan
saja ilmu silatnya tinggi, tetapi ia pun telah banyak baca
buku.... Pek Yun Hui mengangguk dan berkata: "Betul.!"
Tetapi si jelek itu melotot dan membentak: "Apa betul" Kau
jangan keliru, Kau lihat ia ramah dan sopan dan terpelajar dan
kau kira dia orang yang baik hatinya, sebetulnya dia lebih
busuk dan jahat daripada segala orang yang kau pernah
kenal, karena dengan pengetahuan dari buku-buku, ia menjadi
seorang yang pintar... dan busuk, dan akal tipunya beraneka
macam...." ia berludah menyatakan kebenciannya terhadap Ti
Kian Su Seng. Pek Yun Hui hanya berkecimpungan di kalangan Kangouw selama hampir dua tahun, dan jejaknya kebanyakan di
daerah selatan, ia tidak mengetahui tentang dendam diantara
Ti Kian Su Seng dan si jelek itu. Maka mendengar Ti Kian Su
Seng dicaci maki oleh si jelek, tak dapat menyalakan apa-apa.
"Peristiwa ini terjadi beberapa puluh tahun berselang," si
jelek melanjutkan "Ketika Ti Kian Su Seng sedang terkenalnya
di kalangan Kang-ouw, kau mungkin masih bayi!" ia
menengadah ke atas dan menarik napas panjang.
Untung bagi Pek Yun Hui yang telah menjumpai si jelek itu,
karena tadinya ia masih ragu-ragu terhadap watak pelajar itu,
ia pun mendapat tahu bahwa diantara Ti Kian Su Seng dan si
jelek itu telah terbit perselisihan yang membikin mereka saling
benci membenci ia yang selalu khawatirkan kesehatan dan
keselamatannya Bee Kun Bu tadinya masih belum dapat lihat
watak sejati dari pelajar itu.
Dan sekarang ia menjadi ragu-ragu, apakah ia harus
membantu si jelek melawan Ti Kian Su Seng atau sebaliknya
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
membantu Ti Kian Su Seng melawan si jelek. Untuk


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mengetahui lebih jelas ia mendesak: "Apa-kah angkatan tua
panggil aku hanya untuk memberitahukan aku ini saja?"
Ketika itu si jelek sedang mengenangkan peristiwaperistiwa yang lampau dan ia terkejut ketika ditanya lagi, ia
meneruskan "Ti Kian Su Seng itu tampan rupanya, tetapi
sangat jahat hatinya dia adalah satu iblis... aku ini telah
menjadi korban di tangannya!"
"Apakah kau bersembunyi di pohon ini hanya menanti
kesempatan untuk membikin pembalasan?" tanya Pek Yun
Hui. Si jelek menjawab dengan tenang: "Jika aku ingin
melakukan pembalasan hanya untuk membikin puas hati-ku,
tidak perlu aku bersembunyi di atas pohon dan menderita
kedinginan!" "Untuk apa kau bersembunyi?" mendesak Pek Yun Hui.
Si jelek tidak menjawab, sebaliknya ia balas menanya:
"Apakah kau sudi membantu aku atau tidak?"
Pek Yun Hui mengerutkan kening sejenak, lalu ia berkata:
"Aku harus mengetahui dulu pokok soalnya!"
Dengan nada yang agak keras si jelek memulai kisahnya:
"Di dekat puncak Ngo Houw Leng (Harimau Mendekam) ini
ada terpendam dua mustika, sebab itu membikin Ti Kian Su
Seng membangun rumah dan tinggal berdiam di sini dengan
maksud menjagal kedua mustika itu. Dia telah tinggal di sini
sudah lima belas tahun, dia bukannya sedang bertapa di sini."
"Sebetulnya mustika apakah itu?" tanya Pek Yun Hui,
"Sehingga Ti Kian Su Seng rela tinggal berdiam selama lima
belas tahun, dan angkatan tua rela tinggal menderita
kedinginan dan keanginan di atas pohon?"
Si jelek memikir sejenak, lalu berkata: "Kedua mustika itu
sangat berharga, Tetapi hanya sedikit orang yang
mengetahuinya. Jika kau suka membantu aku, aku akan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
menjelaskan kepadamu, Jika kau tidak mau membantu aku,
akupun tidak memaksanya."
Pek Yun Hui menjadi semakin ingin mengetahui, ia
mendesak: "Kau harus memberitahukan dulu sebetulnya
merupakan benda apa mustika itu, barulah aku dapat
mempertimbangkan sebelum aku mengambil keputusan."
Si jelek tertawa dan berkata: "Hm! Aku hanya me-nanya
apakah kau suka membantu atau tidak. Aku Sam Sou Lo Shi
tidak perlu menerima syarat!"
Pek Yun Hui jug tersinggung, ia berkata: "Kau jangan
minta bantuanku, dan kau yang berkeras kepala, Sudahlah,
sampai di sini saja!" Lalu ia berbalik dan loncat ke atas dahan
laiiL Tiba-tiba terdengar suara orang tertawa gelak-gelak yang
rupanya datang dari rumah gubuk. Pek Yun Hui terkejut, dan
ia segera ingat kata-katanya Sam Sou Lo Shi (si jelek) yang
mengatakan bahwa Ti Kian Su Seng itu adalah seorang yang
jahat, dan ia khawatirkan keselamatannya Bee Kun Bu yang
terluka parah dan Lie Ceng Loan yang masih hijau. Keringat
dingin mengucur keluar di seluruh tubuhnya, Lalu secepat kilat
dengan ilmu Sian Hok Yu Cui atau Bangau Sakti Bermain di
Dalam Air, dari dahan yang tujuh-delapan depa tingginya itu ia
terjun ke bawah untuk lari ke rumah gubuk, Seperti seekor
menjangan ia loncat masuk ke dalam rumah melalui jendela
tadi. Lampu di atas meja memancarkan sinar di dalam kamar
itu, segala sesuatu terlihat nyata, ia hanya melihat Ti Kian Su
Seng berdiri di dekat meja sambil tersenyum dan obor di
tangannya belum padam Tetapi di atas pembaringan yang
sudah kusut itu ia tidak tampak lagi Bee Kun Bu dan Lie Ceng
Loan, "Siocia sangat gesit, Aku ingin mengetahui siapakah guru
Siocia," kata Ti Kian Su Seng, tenang,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui yang menjadi gelisah karena lenyapnya Bee
Kun Bu berbalik menanyai "Apakah kau yang dipanggil Ti Kian
Su Seng?" Si pelajar itu terperanjat tetapi ia segera menjawab nya:
"Betul, Tetapi kau siapa?"
"Kau tak usah menanya aku siapa Suheng dan Sumoyku
di mana?" Lalu ia kerahkan tenaga dalamnya, siap
menyerang, Ti Kian Su Seng sambil tertawa gelak-gelak berkata:
"Mereka untuk sementara waktu dikirim ke tempat yang aman,
dan kau tak usah khawatir mereka, Aku Si Tian Houw tidak
akan mencelakai orang yang luka parah atau satu gadis yang
muda belia. Jika kau tidak pereaya, aku dapat antar kau untuk
tengok merekah Pek Yun Hui setelah mendengar kata-kata yang sungguhsungguh itu menjadi curiga akan penuturannya Sam Sou Lo
Shi tentang Si Tian Houw alias Ti Kian Su Seng ini.
Si Tian Houw melihat bahwa Pek Yun Hui tidak pereaya
omongannya, ia berkata setelah menarik napas: "Jika aku
mengetahui bahwa malam ini akan terjadi urusan, aku tentu
tidak memperkenankan kalian menginap di sini, Aku
mempunyai satu saudara angkat yang baru turun dari gunung,
Menurut saudara angkatku itu, beberapa musuh besar kami
telah mengetahui tempat persembunyian kami, mereka telah
mengambil keputusan akan datang menyerang.
Jika malam ini mereka tidak datang, mereka pasti datang
besok, dan pertempuran hebat tak dapat dihindarkan lagi,
suhengmu terluka parah, dia tak dapat menghadapi musuhmusuh kami yang ilmu silatnya sangat tinggi itu. Diantara
mereka terdapat seorang yang kejam sekali. Mereka
menggunakan senjata rahasianya yang beracun. Demi
keselamatan Suheng dan Sumoymu, aku terpaksa
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
memindahkan mereka ke suatu tempat yang aman. Dan aku
yakin Siocia dapat mengerti."
penjelasan yang masuk di akal itu membikin Pek Yun Hui
mundur maju, Apakah ia harus pereaya atau tidak" Jika ia tadi
tidak mendengar dari Sam Sou Lo Shi tentang kekejamannya
Ti Kian Su Seng itu, ia tentu akan segara diajak ke tempat
Suheng dan Sumoynya, Maka ia hanya berkata: "Hm! Kau
katakan musuh-musuh lama akan datang membikin
pembalasan itu semuanya cerita bikinan Kau tinggal di puncak
Ngo Houw Leng ini hanya karena ingin menjaga dua
mustika...." Si Tian Houw segera menjadi gusar ia membentak: "Kau
sebetulnya siapa" Lekas katakan!"
Sikap itu membuka matanya Pek Yun Hui. ia yakin bahwa
kata-katanya Sam Sou Lo Shi itu tidak dusta. "Kau tak perlu
mengetahui namaku...." Belum lagi ucapannya selesai, tibatiba terdengar suara siulan yang panjang mendatangi.
Hembusan anginnya terasa sehingga api lampu tergoyanggoyang, Sekejap mata saja di dalam kamar itu muncul
seorang tua berjubah abu-abu.
Pek Yun Hui menjadi gusar, dan ia membentak: "Hm!
Kamu semuanya ada berapa orang, Ayo, semuanya ke-luar!"
Ti Kian Su Seng meniup padam lampu dan kamar itu
menjadi gelap gulita. Pek Yun Hui khawatir Ti Kian Su Seng kabur dalam
keadaan yang gelap gulita itu. ia kirim tinju kirinya ke depan.
Baru saja tinju itu dilancarkan tiba-tiba terdengar suara
benda membentur jendela. itulah suara Ti Kian Su Seng yang
loncat keluar, Ketika tinju kirinya Pek Yun Hui menjotos keluar, Ti Kian
Su Seng mengegos dan mengirim senjata tajamnya yang juga
dapat diegoskan oleh Pek Yun Hui, lalu ia loncat keluar
jendela ketika Pek Yun Hui hendak menyerangnya lagi.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui juga meloncat keluar dan mengejar Segera
benda-benda terbang berkilau-kilauan ke arah ia. jika
bukannya Pek Yun Hui, benda-benda itu pasti telah melukai
mangsanya, Pek Yun Hui makin gemas, dan ternyata akan
kekejamannya Ti Kian Su Seng itu yang menggunakan
senjata rahasianya untuk lekas-lekas membinasakan
lawannya, Setelah nyaris dari senjata beracun yang berhenti
mengejar ia pungut satu benda itu yang ternyata adalah
jarum-jarum besi yang beracun, Ketika ia mendongak Iagi, ia
lihat tiga orang yang bertubuh tinggi besar dan bersenjata
datang menghampiri Ti Kian Su Seng dan orang tua berjubah abu-abu tidak
bersenjata. Mereka berdiri di tempat gelap menonton ketiga
orang yang bersenjata datang menghampiri Pek Yun Hui,
Ketiga orang itu semuanya sudah berusia di atas empat puluh
tahun, Di dalam keadaan gelap gulita itu senjata mereka
masih terlihat berkilau-kilau,
Pek Yun Hui berpikir "Semua orang ini sebetulnya
menghendaki apa" Dan mereka begitu sabar memandang
aku, tetapi aku tidak sabar lagi melihat sikap mereka yang
kurang ajar itu." sekonyong-konyong ia loncat dan menerkam Ti Kian Su
Seng. Terkaman itu dilakukan secepat kilat, dan dalam
sekejapan saja ia sudah berada di samping lawannya, Tetapi
Ti Kian Su Seng bukannya lawan yang remeh. ia masih dapat
mengegos, dan dengan jurus Tui Po Cu Lan atau Mendorong
ombak mendobrak perahu ia dapat mencegah terkaman
lawannya, "Hei! Berhenti menyerang aku!" seru Ti Kian Su Seng,
Tunggu aku menggempur musuhku di depan ini, nanti aku
bawa kau menemui Suheng dan Sumoymu!"
"Jika kau ingin mengantarkan aku, antarlah sekarang. Aku
tak pereaya omonganmu!" Lalu kedua tinjunya dikirim lagi ke
dada dan kepala lawannya,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
serangan dua tinju itu hebat bukan main, Ti Kian Su Seng
telah mengetahui bahwa ilmu silat lawannya tinggi sekali
Tetapi ia tidak menduga bahwa lawannya itu memiliki ilmu
Thian Kong Kie Kong (tenaga dalam ajaib), Untuk
menyelamatkan jiwanya, ia terpaksa loncat mundur tujuh
langkah, Pek Yun Hui mengejar dan dengan jurus Lang Pa Ciauw
Ciok atau Ombak mendampar batu karang, ia mencegat
mundurnya Ti Kian Su Seng, dan dengan jurus In Siauw Ngo
Gak atau Awan menyelubungi lima puncak, tinju kanannya
menggerayangi kepala lawannya.
Ti Kian Su Seng telah berkecimpungan di kalangan Kangouw beberapa puluh tahun, dan telah menjumpai banyak jagojago silat, tetapi ia belum pernah menjumpai lawan selihay
Pek Yun Hui yang setiap serangannya cepat dan hebat sukar
diegosi, ia terpaksa menangkis serangan-serangan itu.
Si orang tua berjubah abu-abu mula-mula tidak
memandang Pek Yun Hui, tetapi setelah melihat bahwa Ti
Kian Su Seng keteter, ia pun terkejut Ketika kawannya sedang
diserang dengan jurus In Siauw Ngo Gak, ia loncat maju dan
dengan kedua tinjunya ia menangkis serangan ilu. Tangkisan
itu ia lakukan dengan mengerahkan seluruh tenaganya, Ti
Kian Su Seng juga telah menangkis dengan mengerahkan
seluruh tenaganya. Tetapi ketika itu Pek Yun Hui segera ingat bahwa jika ia
bunuh mati Ti Kian Su Seng dengan jurus In Siauw Ngo Gak
itu, ia tidak akan mengetahui dimana Bee Kun Bu dan Lie
Ceng Loan ditawan, Pada saat itu ia tarik kembali tenaga
Thian Kong Ki Leknya, dan lekas-lekas loncat ke pinggir
Ketika itu tangkisan Ti Kian Su Seng dan tangkisan kedua
tinjunya si orang tua berjubah abu-abu saling beradu, dan
dua-duanya terpental dengan menderita sakit dan luka dalam,
Kedua kawan yang saling beradu tinjunya merasa pusing
kepala, kupingnya berdengung dan matanya berkunang-
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
kunang, sedangkan Pek Yun Hui berdiri mengawasi tidak jauh
dari mereka. Pek Yun Hui pun insyaf bahwa kedua lawannya sedang
menangkis serangannya dengan mengerahkan semua tenaga
dalamnya, Dengan menggunakan ilmu To Im Kiam Yang atau
Memimpin Tenaga Dalam dan Menyalurkan Tenaga Luar, ia
berhasil membikin tinju-tinju lawan-lawannya beradu, dan ia
sendiri melejit keluar menyelamatkan diri.
Ti Kian Su Seng kalah setingkat daripada si orang tua
berjubah abu-abu, ia terpental satu depa lebih. Lama ia tak
dapat bangun. Melihat kejadian itu ketiga orang tinggi besar itu menjadi
terperanjat Mereka kira Pek Yun Hui adalah kawan Ti Kian Su
Seng, Setelah melihat Pek Yun Hui loncat menerkam Ti Kian
Su Seng dan si orang tua loncat menyerang Pek Yun Hui,
mereka baru tahu bahwa Pek Yun Hui bukannya kawan dari
musuhnya. Mereka mengetahui bahwa Ti Kian Su Seng dan
siorang tua berjubah abu-abu adalah jago-jago silat yang
sangat dimalui di kalangan Kang-ouw, dan mengira bahwa
betapa tingginya ilmu silat Pek Yun Hui, pemuda itu takkan
dapat melawannya. Oleh karena itu mereka sudah bermufakat, untuk
membantu Pek Yun Hui jika perlu. Bukan main herannya
ketika mereka lihat dengan jurus To Im Kiat Yang, Pek Yun
Hui dapat membikin kedua jago silat nomor wahid itu
berkunang-kunang matanya, bahkan Ti Kian Su Seng seperti
ikan emas dikeluarkan dari air sedang kelabakan dan
mengap-mengap! Setelah orang itu yang di tengah dan bersenjata sepasang
kaitan baja telah melihat bahwa Ti Kian Su Seng parah
lukanya, ia berpikir "Jika kesempatan ini aku Icwatkan, aku
harus menanti kapan lagi?" Lalu ia pun menyerang Ti Kian Su
Seng dengan ilmu jurus Siang Liong Cut Sui atau Dua naga
keluar dari laut Kedua senjata kaitan bajanya menyerang
berbareng KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Ti Kian Su Seng yang berada dalam keadaan setengah
mati itu hanya dapat menggulingkan diri menghindari
serangan itu, sedangkan si orang tua berjubah abu-abu
membentak: "Hei, jahanam! Kau keji sekali! Menyerang lawan
dalam keadaan demikian?" sambil menerjang menjambret
senjata kaitan baja lawannya.
Pek Yun Hui yang berdiri tidak jauh dari Ti Kian Su Seng,
setelah melihat senjata kaitan itu menyambar ke arah Ti Kian
Su Seng, juga berusaha menolong dengan jurus Gie Sin Hoan
Wi atau memindahkan arah dengan bayangan, Betut jurusjurus yang digunakan oleh si orang v tua berjubah abu-abu
dan Pek Yun Hui dilancarkan secepat kilat, akan tetapi senjata
kaitan baja itu pun dilancarkan cepat sekaIi. Kelihatan nyata
kaitan baja itu, segera menyabet atau menebas Ti Kian Su
Seng, ketika satu sinar terang tiba-tiba terbang menyambar!
Senjata rahasia itu terbang menyambar ke arah orang
yang menyerang dengan kaitan baja, dan ketika dia insyaf dan


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

hendak menangkisnya, senjata rahasia itu telah mengenai
pundak kanannya, Segera senjata rahasia itu telah mengenai
pundak kanannya, Segera senjata rahasia itu meledak dan
mengeluarkan asap hijau dan membakar tubuhnya, Kaitan di
kedua tangannya tergetar. Kesempatan itu digunakan oleh
Pek Yun Hui untuk menyodok lengan-lengan yang memegang
kaitan baja dengan jari saktinya, sehingga terlepaslah kaitan
baja ke tanah! Si orang tua berjubah abu-abu segera peluk Si Tian Houw
alias Ti Kian Su Seng dan dibawanya menyingkir 8 kaki
jauhnya. ia melihat ke sekitarnya, ia menyaksikan bahwa
orang yang menyerang Si Tian Houw tadi sedang bergulingguling di tanah berusaha memadamkan api hijau yang
membakar pakaian dari tubuhnya! Tetapi makin dia bergu!inggulingan, makin ganas api itu membakarnya,
Suara jeritan dari orang yang berguling-gulingan itu sangat
memilukan hati, Senjata rahasia itu belum pernah disaksikan
oleh mereka semua, Kedua kawan dari orang yang
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
menyerang tadi juga berdiri terpaku agak lama sebelumnya
mereka berusaha menolong,
Sekonyong-konyong terdengar suara orang mengejek:
"He! He! He! Kalian sekarang dapat menyaksikan dengan
kepala mata sendiri betapa lihaynya senjata rahasiaku ini.
Orang yang kena akan binasa terbakar oleh asap hijau atau
dikubur hidup-hidup dengan pasir!"
Ketika itu korban senjata rahasia itu sudah hampir terbakar
seluruh tubuhnya, ia menjerit-jerit kesakitan dan jeritannya
memilukan hati! Ketika ia bergulingan dan menindih lagi kaitan
bajanya, ia ambil kaitan itu dan gorok lehernya sendiri Darah
segera menyembur dari tenggorokan nya, dan sejenak
kemudian ia pun menarik napasnya yang penghabisan
sebagai mayat yang hangus gosong!
Kedua kawannya yang sebetulnya datang untuk membikin
pembalasan setelah melihat kawannya mati konyol, mereka
tidak sudi berdiam lebih lama lagi. Mereka loncat dan berlalu.
Pada saat itu Ti Kian Su Seng rupanya sudah mulai sadar
dari pusingnya, dan ia melihat si wanita yang jelek itu sedang
menghampiri dirinya. ia berseru dengan terperanjat sekali:
"Kau...!" Si orang tua berjubah abu-abu sedang mengejar kedua
musuhnya yang melarikan diri, ketika ia mendengar Si Tian
Houw berseru, ia segera balik kembali, ia mendengar si jelek
itu mengancam: "Hm! Kau takkan menyangkanya bahwa aku
ini masih hidup, Aku telah bunuh mati lawan mu itu karena aku
kuatir kau dibunuh orang lain!"
Si Tian Houw mengerahkan tenaga dalamnya untuk
memulihkan tenaganya, lalu ia menjawab: "Jika kau tidak ingin
aku dibunuh orang lain, kau tentu ingin membunuh aku?"
Pek Yun Hui berdiri di samping mereka menyaksikan
pereakapan kedua musuh besar ilu. ia segera mengenali si
jelek itu adalah Sam Sou Lo Shi yang ia jumpai di atas dahan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
pohon cemara, dan sehingga saat itu ia masih tak dapat
mengerti siapakah diantara mereka itu yang sebetulnya jahat,
tetapi ia tidak menghendaki Ti Kian Su Seng mati, karena
akan menyukarkan ia untuk mencari Bee Kun Bu dan Lie
Ceng Loan. Oleh karenanya ia bersikap waspada untuk
menjaga Ti Kian Su Seng diserang oleh Sam Sou Lo Shi.
Si orang tua berjubah abu-abu juga berdiri siap sedia
memberikan pertolongan Sam Sou Lo Shi jalan menghampiri Ti Kian Su Seng, tetapi
ia berhenti pada jarak empat kaki dari musuhnya itu. ia
menoleh melihat Pek Yun Hui, dan menanya: "Apakah kau
juga siap membantu dia?"
Pek Yun Hui menjawab dengan tenang: "Pertikaian antara
kalian berdua aku tidak sudi turut campur, bahkan tak sudi
menanya, Tetapi aku hanya mohon kau untuk sekarang ini
jangan mengganggu dia...."
Si jelek tidak menunggu Pek Yun Hui bicara habis, ia
membentak dengan marah sekali: "Kau betul-betul mulut
besar! Aku akan membuktikan bahwa aku se-gera...." Sambil
membentak ia lekas-lekas ambil keluar satu panah beracun
Pek Yun Hui tidak menunggu si jelek dapat mengeluarkan
anak panahnya, Dengan jurus Tiauw Hoat Lam Hai atau
Gelombang menyapu ke laut selatan, ia tahan tangan yang
sedang mengeluarkan anak panah beracun dengan tangan
kirinya, sedangkan tangan kanannya memijat lengan
kanannya si wanita jelek itu dengan jurus "Cui Liu Hui Hong"
atau Daun Pohon Liu Terhembus Angin. Mendapat pijatan itu,
Sam Sou Lo Shi merasa seluruh tubuhnya lumpuh, dan sukar
bernapas, ia coba angkat tangannya tapi tak bertenaga lagi!
Jurus-jurus yang dilancarkan oleh Pek Yun Hui itu cepat
sekali, dan bagi orang yang tidak mengerti tentang ilmu silat,
seolah-olah ia hanya membujuk si jelek jangan melakukan
perbuatan keji itu. KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si jelek menahan sakit kedua matanya melotot mengawasi
Pek Yun Hui. Pek Yun Hui tersenyum dan berkata: "Kau betul-betul
bandel, dan masih bisa juga menahan sakit!" Lalu ia tepuk
punggungnya si wanita jelek itu. Keringat segera keluar dari
seluruh tubuhnya wanita jelek itu, dan hilanglah sakitnya.
Ti Kian Su Seng dan si orang tua berjubah abu-abu juga
mengerti cara membebaskan totokan jalan darah, tetapi cara
yang dilakukan oleh Pek Yun Hui membikin mereka
tereengang, ilmu membebaskan totokan yang dilakukan oleh Pek Yun
Hui sukar dipelajari Orang harus mengetahui betul letak luka
luka atau jalan-jalan darah manakah yang telah tertutup
sebelumnya menepuk punggung yang diliputi syaraf-syaraf
yang dapat mendorong peredaran darah,
Lagipula cara memijat lengannya Sam Sou Lo Shi itu luar
biasa hebat nya. Meskipun tubuhnya wanita jelek itu dibuat
dari besi atau baja, ia tak dapat menahan sakitnya, dan
segera terlihat air matanya mengucur keluar seolah-olah minta
dikasihani dan ditolong. Ti Kian Su Seng dan si orang tua berjubah abu-abu
hendak berlalu menyingkir Tetapi Pek Yun Hui sudah dapat
rampas anak panah beracun dari Sam Sou Lo Shi dan
memutar tubuhnya menghadapi kedua musuhnya si jelek itu,
Lalu Pek Yun Hui berkata: "Nah, sekarang kalian bertiga
gempur aku, aku tidak takut!" Lalu dengan kedua mata melotot
ia menanya Ti Kian Su Seng: "Hei! Di mana kau sembunyikan
Suheng dan Sumoyku! Jika kau coba memperlambat waktu
dan berdusta, jangan menyesal aku segera kirim kau ke
akherat!" Sam Sou Lo Shi yang sudah dibebaskan oleh Pek Yun
Hui, setelah mengerahkan tenaga dalamnya, supaya hendak
mengambil lagi satu anak panah beracun dari tabung
panahnya, KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui segera melihat bahwa mereka itu telah
bertekad melawan pada nya. Mereka sebaliknya mengagumi
ilmu silat dan siasatnya Pek Yun Hui, pun merasa sedikit takut
terhadap ia, tetapi dalam keadaan terdesak, mereka seperti
juga tanpa bermufakat dulu, telah bertekad bersama-sama
menggempur Pek Yun Hui. Pek Yun Hui insyaf bahwa ia dapat dengan mudah
membunuh mereka satu persatu jika mereka terpencar, tetapi
melawan mereka bertiga yang ilmu silatnya terkenal nomor
wahid, ia khawatir ia kehabisan tenaga, Lagi pula, yang
terpenting ialah menolong Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan,
Jika ia bertindak sembrono, ia khawatir Suheng dan
Sumoynya itu binasa, Dengan keadaan yang terpaksa itu, ia
bersikap dan berlaku waspada.
Demikianlah keempatnya berdiri agak lama saling pandang
memandang, dan tidak ada seorang yang berani menyerang
lebih dulu, Tiba-tiba dari rumah gubuk terdengar suara orang tertawa,
Tie Kiam Su Seng dan si orang tua berjubah abu-abu menjadi
pucat setelah mendengar suara tertawa ladi, Berkali kali
mereka ingin mundur dan kembali ke rumah gubuk, tetapi
mereka membatalkan maksud itu karena khawatir diserang,
Pek Yun Hui juga menjadi heran mendengar suara tertawa
itu, karena ia yakin bahwa orang yang tertawa itu tentu
memiliki tenaga dalam yang luar biasa sehingga tertawa itu
terdengarnya nyaring dan muluk.
Dalam keadaan terdesak itu Ti Kian Su Seng mengangkat
kedua tangannya memberi hormat kepada Pek Yun Hui, dan
berkata dengan sikap memohon: "Jika kau sudi membantu
kami mengusir orang yang datang ke rumah gubuk kami itu,
aku bukan saja mengembalikan Suheng dan Sumoymu,
bahkan aku akan menghadiahkan satu mustika dari kedua
mustika yang kami jaga selama lima belas tahun ini...."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Dengan tidak menunggu jawaban lagi, ia berbalik dan lari
ke rumah gubuk. ia segera diikuti oleh si orang tua berjubah
abu-abu. Pek Yun Hui menoleh ke arah rumah gubuk itu, dan dalam
cuaca malam yang gelap, dengan kedua matanya yang tajam
ia dapat melihat bahwa orang yang telah datang ke rumah
gubuk itu bukan !ain daripada Souw Peng Hai, pemimpin dari
partai silat Thian Liong, dan yang sangat ditakuti oleh Ti Kian
Su Seng dan kawan nya. Di belakang Souw Peng Hai juga terlihat empat orang yang
berpakaian baju kuning dan bersepatu rum-put, mukanya
seram, Pek Yun Hui dan Sam Sou Lo Shi pun jalan ke rumah
gubuk itu. Souw Peng Hai sambil mengusap-usap janggutnya yang
panjang mengawasi Sam Sou Lo Shi, Ti Kian Su Seng dan si
orang tua berjubah abu-abu. ia mengejek: "Kesempatan ini
sukar terdapat! Sukar! Yang mana ingin menjumpai Giam Kun
dulu" (Giam Kun = Raja Akherat).
Ti Kian Su Seng mengerutkan keningnya dan menjawab
dengan tabah: "Souw Piauw Tou terkenal sebagai f jago silat
nomor wahid di kolong langit Jago-jago silat di kalangan Kangouw semuanya menghormati kau. Jika Souw Piauw Tou
berada di kalangan Kang-ouw, kami berdua tentu tidak ada
tempat untuk berdiri Oleh karena itu, kami telah tinggal
terpencil di dekat puncak Ngo Houw Leng ini melewati hari
dengan tenang." Souw Peng Hai tertawa dan berkata lagi: "Kau pandai
bicara! Kau terlampau pandai bicara. Jika di dekat puncak Ngo
Houw Leng ini tidak ada Ban Lian Hwe Kwi (Kura sakti), aku
tak sudi datang ke sini, Tetapi mungkin kau Si Tian Houw dan
saudara angkatmu itu tak dapat terus menerus...." ia melihat
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Sam Sou Lo Shi, dan ia tertawa sambil mengejek: "Ha! Ha!
Maaf, aku mula-mula tidak mengenali kau. Apakah kau
bukannya Pang Siu Wie alias Sam Sou Lo Shi yang pada tiga
puluh tahun berselang menjagoi di daerah selatan dan juga di
daerah utara?" Sam Sou Lo Shi menjadi panas dan ia menjawab dengan
suara yang keras: "BetuI! Sekarang aku berada di sini untuk
menyaksikan ilmu silatmu yang disohori sebagai yang nomor
wahid di kolong langit!"
"Ha! Ha!" berkata Souw Peng Hai, "Aku tidak menduga kita
bisa berjumpa di sini, Tetapi mengapa kau juga berada di
dekat puncak Ngo Houw Leng ini" Aku yakin Ban Lian Hwe
Kwi (Kura sakti) tidak dapat memulihkan wajah yang cantik
jelita dari Pang Siu Wie siocia pada tiga puluh tahun yang lalu
Ha! Ha! Ha!" Ejekan itu sangat menyinggung Pang Siu Wie,
sebagaimana layaknya seorang wanita yang dicela
kejelekannya, ia menahan marahnya, dan menanti
kesempatan untuk melepaskan senjata rahasianya, karena ia
yakin bahwa Souw Peng Hai itu bukannya lawan yang remeh,
dan jika ia salah tindak, maka berakhirlah riwayat nya. Lagi
pula ia yakin bahwa ia harus berlaku cerdik, dan membiarkan
Souw Peng Hai bertempur melawan musuh-musuh yang lain
dulu untuk kemudian menggempur padanya, bila dia sudah
pulih. Souw Peng Hai telah mengetahui bahwa Pang Siu Wie
sangat benci Si Tian Houw karena laki-laki itu telah merusaki
mukanya, dan ia yang cerdik juga mengharap agar kedua
musuh besar itu bertempur dulu,
Ti Kian Su Seng mengawasi Pang Siu Wie yang sedang
berdiri gemetar menahan amarah nya, dan yakin bahwa
wanita itu tak akan menggempur ia pada waktu itu. Seperti
juga satu batu besar terangkat dari dadanya dengan
senyuman terpaksa ia berkata: "Souw Piauw Tou mungkin
salah paham tentang Ban Lian Hwe Kwi (Kura sakti) itu, dan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
kedatangan Souw Piauw Tou ke sini aku khawatir adalah
perjalanan yang hampa!"
Keempat orang yang bertubuh tinggi besar dan berbaju
putih setelah mendengar kata-kata yang mengandung hinaan
itu menjadi marah, mereka hendak me-nyerang,
Pek Vun Hui menggempur empat penjagaan
Si Tian Houw telah mengenali keempat orang itu yang
terkenal di daerah tengah propinsi Sucoan sebagai "Em-pat
iblis", Empat orang itu di zaman lampau pernah berbuat
sewenang-wenang di propinsi Sucoan, Hupeh, Hunan dan
Anhwei, Tiga partai silat Bu Tong, Ngo Bi dan Cengshia
pernah mengirim jago-jago silatnya untuk mengepung mereka,
tetapi tidak berhasil karena mereka sangat cerdiknya, yakin
melawan bila ungkulan, dan lari atau bersembunyi jika merasa
tak dapat melawan, Dengan ilmu silatnya yang tinggi, jago-jago silat dari ketiga
partai silat tersebut tidak sedikit yang terluka dihajar mereka,
Oleh karena itu ketiga partai silat itu pernah berapat
merundingkan siasat untuk mengejar atau membunuh mereka,
Bahkan beberapa jago-jago silat yang sudah mengundurkan
diri pun telah muncul pula untuk membantu membasmi
mereka, Setelah tiga bulan dilakukan penyelidikan dan pengintaian,
beberapa jago-jago silat ketiga partai silat itu berhasil
mengetahui jejak mereka, Pada suatu malam ketika keempat
iblis itu berada di kota Bo Kee, mereka lantas dikurung,
keesokan harinya ketika mereka keluar dari suatu rumah
penginapan, mereka dikuntit dan dikepung di suatu tempat


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

yang sunyi di luar kota. Untuk menolong diri, mereka terpaksa melawan, dan
bertempur dengan hebatnya, pertempuran berlangsung dari
tengah hari sehingga senja, Dalam pertempuran itu mereka
dihajar babak belur, akan tetapi mereka berhasil meloloskan
diri, Di pihaknya ketiga partai silat itu pun tidak sedikit yang
mendapat luka, selanjutnya mereka sukar dicari lagi, Mereka
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
muncul dan lenyap seperti setan, mereka tetap terkenal
sebagai empat iblis yang sangat ditakuti oleh sebagian besar
jago-jago silat di kalangan Kang-ouw.
Si Tian Houw alias Ti Kian Su Seng pernah menjumpai
keempat iblis itu, ia mengetahui bahwa mereka tidak boleh
dipandang rendah, Dengan sikap waspada ia menanya: "Apa
kalian ingin bertarung bersama-sama atau satu lawan satu?"
Empat iblis itu loncat maju dari belakangnya Souw Peng
Hai dan mengambil kedudukan mengurung, Yang berdiri di
sebelah kiri berkata: "Kami bersama lawan kau seorang, Jika
kalian sepuluh orang, kami tetap berempat maju bersama!"
"Baik! Kalian boleh maju segera melawan aku se-orang!"
kata Si Tian Houw, sebetulnya caranya keempat iblis itu menyerang terkenal
sebagai "Siasat empat penjagaan" karena mereka menyerang
bersama-sama, dan cara pertempuran mereka itu telah
mempereundangkan banyak jago-jago silat di kalangan Bu
Lim. Ketika itu Souw Peng Hai tidak memperhatikan gerakgeriknya keempat iblis itu, sebaliknya ia memperhatikan Pek
Yun Hui. ia tidak mengerti mengapa pemuda itu berada di
dekat puncak Ngo Houw Leng. Pikirnya, "Pemuda ini tidak
membantu Ti Kian Su Seng, dan kedatangannya ke sini tidak
bermaksud mencari musuh-musuhnya. Aku yakin ia tak akan
turut campur di dalam pertempuran kali ini." Lalu ia gulung
sebelah lengan bajunya dan terus mengawasi Pek Yun Hui.
Ti Kian Su Seng menoleh ke arah si orang tua berjubah
abu-abu dan berkata: Toako, tolong ambilkan senjataku!" Lalu
ia berbisik: "Melihat keadaan sekarang, rupanya kita harus
bertempur sampai ada yang binasa!"
Si orang tua berjubah abu-abu itu mengangguk lalu
berbalik dan pergi, Souw Peng Hai tertawa gelak-gelak dan membenlak:
"Berhenti!" Si orang tua tidak menghiraukannya, ia terus jalan,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Tetapi segera ia merasa sambaran angin di be-lakangnya, dan
ia jatuh tersungkur, ia lekas-lekas bangun, dan melihat
seorang yang berusia lebih kurang lima puluh tahun,
mengenakan baju hi(am, bersenjatakan martil yang memakai
tali, Dia adalah Kiok Goan Hoat, pemimpin bendera hitam dari
partai silat Thian Liong. Kiok Goan Hoat mengangkat kedua
tangannya memberi hor-mat, katanya mengejek: "Ciu Heng,
sudah dua puluh tahun kita tidak berjumpa, apakah kau baik?"
Si orang tua memandangnya sepintas: "Hm! Aku kira
siapa, Sudah dua puluh tahun kita tak berjumpa, dan ilmu
silatmu tentu sudah banyak maju, jotosan yang kau kirim tadi
betul-betul lihay sehingga aku jatuh tersungkur.
Tetapi sebagai orang yang terkenal di kalangan Kang-ouw,
sebetulnya tidak patut menyerang orang dari belakang Aku
khawatir jika hal ini tersiar, tentu akan membikin kau malu!
Hm! Menyerang lawan dari belakang!" katanya menyindir
Kiok Goan Hoat menyengir dan berkata lagi: "Ciu Heng
terlampau memuji aku. jotosan aku tadi hanya dilancarkan
dengan separuh tenaga, Jika aku gunakan sepenuh tenaga,
mungkin Cui Heng sudah menjadi mayat!"
Si orang tua menjadi gusar: "Belum tentu!" Tetapi tiba-tiba
ia merubah kata-katanya dengan suara ramah: "Melihat
keadaan malam ini, rupanya pertempuran dahsyat sukar
dielakkan. Karena pemimpin partai silat Thian Liong telah
datang, kami tentu tak dapat tidak meladeninya,
Perkenankanlah aku pergi mengambil senjata dulu, dan
kemudian aku minta kau mengajarkan aku beberapa jurus
ilmu silat!" Kiok Goan Hoat tertawa, "Kau pandai bicara, Tetapi dalam
hal ini aku tak dapat mengambil keputusan Jika kau perlu
senjata, martilku ini dapat kupinjamkan!"
Si orang tua menjadi marah lagi, ia membentak: "Aku yang
sudah hidup berpuluh-pu!uh tahun belum pernah mendengar
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
seorang jago silat meminjamkan senjatanya kepada orang
lain, Aku tak sudi pinjam!" Lalu ia berdiri dengan mata melotot
menunggu jawaban, "Meskipun aku biarkan kau pergi ke rumah gubuk, tetapi
maksudmu tak akan terkabul Peta tentang mustika itu
mungkin sudah ada di dalam tangannya orang lain.,." kata
Kiok Goan Hoat mengejek Si orang tua terkejut dan berseru: "Ha! Benarkah.,."!"
Kiok Goan Hoat terus mengejek: "Aku tidak dusta, Ketika
Ciu Heng sedang bicara dengan pemimpin partai silat kami,
sudah ada orang masuk ke dalam kamar tidur kalian, mungkin
dia mengambil peta berharga itu!"
"Perbuatan sangat keji!" bentak si orang tua, dibarengi
dengan satu jotosan hebat
Kiok Goan Hoat mengegoskan diri, lalu dengan kedua
tinjunya ia membalas menyerang dengan jurus Siang Hong
Koan Ji atau Dua hembusan angin men-dampar kuping, Si
orang tua harus loncat mundur menghindari jotosan maut itu,
lalu pertempuran hebat lantas terjadi antara kedua jago silat
itu. Setelah pertempuran berlangsung selama sepuluh jurus
lebih dan masih juga tak ada yang kalah, si orang tua yang
khawatir akan peta berharganya, sekonyong-konyong menjerit
keras dan menyerang berturut-turut dengan tiga jotosan.
Ketiga jotosan itu dilancarkan dengan nekat sekali, Kiok Goan
Hoat insyaf bahwa ia tak dapat menangkis jotosan-jotosan itu,
ia loncat ke kiri lima kaki jauhnya
Dengan kesempatan itu si orang tua loncat dan lari menuju
ke rumah gubuk, Tapi Kiok Goan Hoat segera mengejarnya.
Si orang tua terus lari, setelah masuk ke dalam rumah gubuk
ia terus masuk ke kamar tidurnya,
Si orang tua menghampiri sehelai gambar burung bangau
yang digantung di atas tembok sebelah barat Selagi ia singkap
gambar itu, Kiok Goan Hoat pun telah menyusul masuk ke
dalam kamar tidurnya itu!
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si orang tua segera loncat ke atas tempat tidurnya yang
dibuat dari kayu dan segera mengambil pedangnya yang
digantung di atas tembok dekat tempat tidur itu, ia pun
mengambil satu pengayuh besi yang disandarkan di sisi
pembaringannya, dengan kedua senjata itu ia menyerang
dadanya Kiok Goan Hoat Martil bertali dari Kiok Goan Hoat tak dapat digunakan
dengan leluasa di tempat yang sempit itu. Terpaksa ia loncat
keluar dari kamar tidur itu, Si orang tua mengejar, dan
menyabet lawannya dengan pengayuh besinya.
Kiok Goan mengegos dan terhindarlah ia dari sabetan
pengayuh besi itu. "Ciu Heng! Apakah kau bersedia bertempur mati-matian
melawan aku kali ini?"
Tetapi si orang tua tidak menjawab, ia terus menyerang
dengan pengayuh besinya, Kiok Goan Hoat tidak menggunakan martilnya, hanya
dengan kedua tangannya ia berusaha melawan sambil
mundur agar dapat keluar dari tempat yang sempit itu.
pada saat itu keempat iblis telah mengurung dan
menyerang Ti Kian Su Seng, tetapi mereka tidak
menggunakan senjata, Mereka bertempur dengan tangan
kosong! Sam Sou Lo Shi (Pang Siu Wie) dengan kantong pasir di
tangan kanan dan anak panah beracun di tangan kiri hanya
menonton pertempuran antara empat iblis di satu pihak dan Si
Tian Houw di lain pihak. Pek Yun Hui dengan wajah yang menunjukkan kecemasan
nya juga menyaksikan pertempuran itu, dengan sebentarsebentar ia melihat keadaan di sekitarnya,
Souw Peng Hai meskipun wajahnya nampaknya te-nang,
akan tetapi ia pun sebentar-sebentar mengawasi keadaan di
sekitarnya, sikapnya itu menunjukkan bahwa hatinya ge!isah.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si orang tua dan Kiok Goan Hoat sudah berada di dalam
pekarangan rumah gubuk, dan mereka bertarung lebih sengit
lagi sehingga hembusan angin dari senjata-senjata yang
menyabet, menyapu, mengemplang atau menyodok terdengar
nyata sekali, Di dalam pekarangan itu Kiok Goan Hoat tidak mundur
lagi, ia loloskan senjata martilnya yang memakai tali dari
pinggangnya, dan mulai menyerang. ia lakukan dengan
tenaga dalamnya dan si orang tua terpaksa menjaga diri.
Di pihak keempat iblis dengan cara "Siasat empat
penjagaan4 telah mulai melancarkan serangan-serangannya
yang dahsyat, dan terlihatlah mereka loncat ke kiri atau ke
kanan sambil mengirim jotosan-jotosannya kepada Si Tian
Houw. Si Tian Houw yang ilmu silatnya lebih tinggi daripada
keempat iblis itu, mungkin dapat mengalahkan mereka dengan
bertempur satu lawan satu, Akan tetapi dengan menghadapi
mereka berempat, ia tak dapat bertahan lama, Maka setelah
pertempuran berlangsung sepuluh jurus lebih, Si Tian Houw
sudah menjadi keteter Si orang tua juga telah melihat bahwa saudara angkatnya
itu mulai keteter, akan tetapi ia tak dapat menv bantunya,
karena ia sendiripun sukar membebaskan diri dari seranganserangan martilnya Kiok Goan Hoat. Da-lam keadaan gelisah
itu, pengayuh besinya menjadi makin lambat gerakannya,
Kesempatan ini digunakan oleh Kiok Goan Hoat untuk
mendesaknya Harus diketahui bahwa dalam perkelahian di waktu lawan
menjadi kendor adalah merupakan kesempatan yang baik
sekali bagi si penyerang. Kiok Goan Hoat yang terkenal dapat
menghancurkan batu dengan tinjunya segera melancarkan
serangannya, membuat si orang tua terus menerus terdesak
mundur KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Di pihak lain, keempat iblis itu makin lama makin unggul,
dan sudah tiga kali Si Tian Houw nyaris terpukul Sam Sou Lo
Shi dan Pek Yun Hui juga sudah berkali-kali ingin membantu,
tetapi mereka membatalkan maksudnya karena keadaan tak
mengizinkan. Sejenak kemudian, Si Tian Houw agaknya sudah tak dapat
bertahan lagi, Sam Sou Lo Shi berkata kepada Pek Yun Hui,
"Jika dia terbunuh di tangan orang lain, aku kira tidak baik bagi
kita!" "Mengapa kau tidak keluar membantu?" Pek Yun Hui balik
menanya. Sebetulnya Sam Sou Lo Shi bermaksud agar Pek Yun Hui
yang keluar membantu nya, dan ia akan menggunakan
senjata rahasianya membinasakan musuh, justru pada saat itu
terlihat Si Tian Houw kena dipukul Jika ia tidak kuat, ia pasti
sudah jatuh. Sam Sou Lo Shi membentak: "Tahan!"
Tapi ke empat iblis itu tidak gubris tegurannya, Mereka
terus menyerang Si Tian Houw yang sudah sempoyongan dan
berusaha mengegos dan berkelit.
Nampak Pang Siu Wie menjadi gusar sekali, tetapi ia
belum juga gunakan pasir beracunnya, karena pasir beracun
itu jika dilontarkan ke arah keempat iblis itu juga akan
mengenai Si Tian Houw, dan orang yang telah kena pasir
beracun itu pasti binasa dalam hanya satu jam. Dalam
rencananya membikin pembalasan terhadap Ti Kian Su Seng
alias Si Tian Houw itu, ia telah tinggal bersembunyi selama
dua puluh tahun, dan selama itu ia telah mengumpulkan ruparupa racun dan ditumbuknya menjadi halus seperti pasir, dan
juga berhasil membuat anak panah beracun yang dapat
membakar mati lawan-nya. Dengan kedua macam senjata rahasia yang ampuh itu ia
baru keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari
musuhnya, Si Tian Houw, Tapi Si Tian Houw sudah lima belas
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
tahun mengundurkan diri dari kalangan Bu Lim, ia berkelana
ke sebelah utara maupun ke sebelah selatan dari sungai
Yanciu untuk mencari Si Tian Houw.
Tiga tahun ia telah membuang waktu untuk mencari musuh
besarnya itu, tetapi hampa, pada dewasa itu, partai silat Thian
Liong sedang mementang sayapnya, dan nama pemimpinnya
Souw Peng Hai sedang termashurnya.
ia menduga bahwa Si Tian Houw yang bermusuhan
dengan keepat iblis orang-orangnya Souw Peng Hai tentu
ditawan oleh keempat iblis itu, Lalu ia pun pergi ke markas
besar partai Thian Liong di sebelah utara dari propinsi Kwiciu
untuk menyelidiki Dengan kebetulan ia memperoleh kabar
bahwa Souw Peng Hai juga ingin mencari Si Tian Houw yang
sedang bersembunyi di puncak Ngo Houw Leng di
pegunungan Ngo Bi San dan sedang menjagai dua mustika
yaitu BAn Lian Hwe Kwi (Kura sakti) dan Sio Kim Toan Giok
Po Kiam (Pedang sakti) yang dapat menebas emas dan batu
Giok. Setelah memperoleh kabar itu, ia berlalu dari propinsi
Kwiciu dan menuju ke pegunungan Ngo Bi San, dan betul saja
di dekat puncak Ngo Houw Leng ia melihat Ti Kian Su Seng
alias Si Tian Houw dan saudara angkatnya Lam Tian It Tiauw
(Burung elang dari selatan) alias Ciu Kong Liang telah
membangun rumah gubuk di kaki puncak Ngo Houw Leng itu.
Dengan hati-hati ia bersembunyi di tempat gelap untuk
mengintai gerak-geraik Ciu KOng Liang dan Si Tian Houw,
dan setelah lewat setengah bulan ia mengetahui bahwa kedua
orang itu memiliki ilmu silat yang tinggi, dan oleh karena itu ia
harus bertindak lebih hati-hati lagi agar tidak meninggalkan
bekas atau menimbulkan kecurigaan musuhnya itu.
Betul ada banyak kesempatan bagi ia menggunakan
senjata rahasianya untuk membinasakan Si Tian Houw, akan
tetapi ia pun ingin mendapati dua mustika itu.
Pada suatu malam, ketika angin meniup dengan hebatnya
dan hujan turun sangat lebatnya, ia berhasil mendatangi
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
rumah gubuk musuhnya tanpa diketahui ia menghampiri
jendela kamar tidur musuhnya, Ciu Kong Liang dan Si Tian
Houw tidak menduga kalau ada orang diluar kamarnya sedang


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mengintai-intai mereka. Terdengar Si Tian Houw tertawa dan berkata kepada Ciu
Kong Liang: "Ha! Ha! Ha! Kita berdua tinggal berdiam di kaki
puncak Ngo Houw Leng sudah lima belas tahun |amanya...."
Ciu Kong Liang memotong perkataannya Si Tian Houw:
"Meskipun kita harus menunggu sampai dua puluh tahun,
bagiku tidak menjadi soal, asal kita berhasil menangkap Ban
Lian Hwe Kwi (Kura sakti) itu. Ya, aku tidak menyesal
menunggu lama jika kura sakti itu tertangkap oleh kita...."
"Menurut penyelidikanku selama sepuluh tahun lebih ini,
apa yang digambarkan dalam peta tidak keliru, dan dengan
menuruti petunjuk-petunjuk di atas peta itu, kita mungkin akan
dapat menangkap Ban Lian Hwe Kwi itu, Aku hanya khawatir
kabar ini tersiar di kalangan Kang-ouw!" kata Si Tian Houw,
"Tapi." menanya Ciu Kong Liang. "Apakah betul Ban Lian
Hwe Kwi itu sakti?" Ti Kian Su Seng tertawa gelak-gelak: "Harap Toako jangan
khawatir Bila kita berhasil menangkap Ban Lian Hwe kwi itu,
tidak sampai sepuluh tahun, kita segera dapat menjagoi di
kalangan Kang-ouw, mungkin juga di kolong langit!" Sampai di
sini, suaranya menjadi rendah, Pang Siu Wie yang berdiri di
luar, karena gaduhnya hembusan angin dan jatuhnya air
hujan, serta gemuruhnya guntur, sukar menangkap perkataan
selanjutnya ia mendekati lagi, dan berhasil mendengar Ti Kian
Su Seng yang berkata: "... dulu, karena aku gemas, aku telah
merusak mukanya Pang Siu Wie, dan perbuatan aku yang
sembrono itu, aku tak bisa lupakan, dan aku sangat menyesal
Jika kita berhasil menangkap Ban Lian Hwe Kwi itu, aku yakin
aku dapat memulihkan mukanya menjadi cantik pula seperti
sediakala, Tapi apakah Pang Siu Wie itu masih hidup.... Ai!" ia
mengakhiri ucapannya dengan menarik napas panjang sekali.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pang Siu Wie tak terasa mengucurkan air matanya, dan ia
berpikir "O! Dia masih ingat kepadaku...."
ia menyeka air matanya, dan ia berseru seorang diri:
"Pang Siu Wie! Pang Siu Wie! Kau telah bersembunyi di
pegunungan ini, dan telah menderita selama dua puluh tahun,
bukankah karena ingin membalas dendam terhadap Si Tian
Houw yang telah merusak kan mukamu?" ia raba mukanya,
dan perasaan bencinya timbul lagi bertambah lipat kali,
Seruan itu rupanya membikin kedua musuhnya di dalam
kamar menjadi curiga, karena mereka segera bangun dari
tempat duduknya, dan berdiri dengan memasang kuping, dan
melihat di sekitar kamar Pang Siu Wie lalu loncat dan bersembunyi di belakang
satu batu gunung yang besar Si Tian Houw dan Ciu Kong
Liang segera keluar dan loncat naik ke atas atap rumah
gubuknya, Dengan basah kuyup mereka kembali masuk ke
dalam kamarnya setelah menyelidiki keadaan di sekitar rumah
gubuk itu, Lalu Pang Siu Wie berlalu dari belakang batu yang besar
itu, dan lari ke suatu tempat yang sepuluh lie jauhnya,
Pengintaiannya itu telah membawa hasil bagi ia. Meskipun ia
belum memperoleh seluruh rahasia dari kedua orang itu, akan
tetapi ia telah membuktikan bahwa Si Tian Houw dan Ciu
Kong Liang tinggal berdiam di rumah gubuk itu yang terpencil
semata-mata untuk menjagai dua mustika, dan ia lebih-Iebih
tertarik akan Ban Lian Hwe Kwi itu yang dapat memulihkan
mukanya menjadi cantik kembali Lalu ia bertekad dengan
menggunakan Si Tian Houw dan Ciu Kong Liang
mendapatkan Ban Lian Hwe Kwi duIu, dan kemudian
membalas dendam terhadap Si Tian Houw.
ia betul-betul memiliki kesabaran Tiga hari ia tidak kembali
lagi pada malam keempatnya, setelah lewat tengah malam, ia
kembali mendatangi rumah gubuk itu, ia bersembunyi di atas
satu cabang pohon cemara, tidak jauh dari rumah gubuk itu. ia
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
pun telah membawa air dan makanan, karena ia bertekad
mengintai gerak-gerik kedua orang itu,
ia segera mengetahui bahwa tiap-tiap malam setelah lewat
jam dua, Si Tian Houw dan Ciu Kong Liang keluar dari rumah
gubuk untuk menyelidiki daerah di dekat rumah gubuknya,
Pada hari ke tiga, Ciu Kong Liang pergi dan sudah tiga hari
ia tidak kembali Pada malam ke empat, Pek Yun Hui dan Lie Ceng Loan
membawa Bee Kun Bu yang luka parah dan minta menginap
di dalam rumah gubuk itu, dan pada malam itu juga Ciu Kong
Liang kembali Kebetulan sekali pada malam itupun Souw Peng Hai
membawa Kiok Goan Hoat dan empat iblis ke kaki puncak
Ngo Houw Leng sehingga pertempuran yang dahsyat sukar
dielakkan, Demikianlah, meskipun Pang Siu Wie sangat benci Ti Kian
Su Seng, tetapi dalam keadaan yang mendesak ia terpaksa
membantu, karena jika Ti Kian Su Seng binasa di dalam
tangannya keempat iblis itu, maka harapan untuk ia
memperoleh mustika Ban Lian Hwe Kwi itu pun akan musnah,
Orang-orangnya partai silat Thian Liong lebih banyak dan
lebih pandai Ditawan nya atau di!ukai-nya Si Tian Houw akan
merugikan juga padanya, Dengan pertimbangan itu, ia
terpaksa membantu Keempat iblis itu tidak gubris tegurannya Pang Siu Wie
tidak menggunakan pasir beracunnya karena khawatir
mengenai Si Tian Houw, ia menghadapi Souw Peng Hai dan
berkata dengan suara mengancam: "Jika kau tidak
perintahkan orang-orangmu berhenti bertempur, kau harus
merasai pasir dan anak panah beracunku!"
Souw Peng Hai melihat kantong dari kulit di pinggangnya
Pang Siu Wie, ia menduganya pada pasir be-racun, tetapi
dengan keyakinan bahwa ia memiliki ilmu silat yang tinggi ia
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
tak gentar dengan gertakan wanita jelek itu, ia hanya
memandang wanita jelek itu dengan sikap menantang.
Pang Siu Wie tidak dapat menahan kesabarannya lagi,
Dengan tangan kirinya ia lepas anak panah be-racunnya,
Baru saja Souw Peng Hai mengangkat toya besinya yang
ujungnya berbentuk seekor naga untuk menang-kisnya, tibatiba ia insyaf bahwa senjata rahasia tersebut mengeluarkan
sinar hijau di tempat yang gelap, ia terkejut, dan ia tidak
menangkis senjata itu dengan toya besinya, tetapi ia
mengegos, dan anak panah beracun itu terbang melewati
tubuhnya dan terus terbang ke rumah gubuk, Setelah
terdengar suara benda beradu, maka cahaya hijau segera
menyala berkobar-kobar membakar rumah gubuk itu sehingga
suasana di sekitar tempat itu menjadi terang benderang!
Dengan kepala mata sendiri Souw Peng Hai menyaksikan
keampuhan senjata rahasianya Pang Siu Wie, ia berpikir:
"Untung aku tidak menangkis serangan senjata rahasia itu
dengan toya besiku! Wanita yang memiliki senjata rahasia
yang sangat berbahaya itu jika masih hidup di dunia akan
menerbitkan banyak bahaya dan membinasakan banyak
korban!" ia kerahkan tenaga dalamnya siap sedia memukul
mati wanita itu dengan satu serangan
Setelah melepaskan anak panah beracun nya, Pang Siu
Wie mengacungkan kantong pasir nya dan mengancam: "Hei!
Apakah masih ingin merasai pasirku ini?"
Souw Peng Hai tidak berani menyerang karena melihat
wanita jelek siap sedia menyebar pasir beracunnya. ia yakin
bahwa pukulannya pasti membinasakan wanita jelek itu, dan
juga membikin kantong pasir beracun itu terbang
berhamburan empat iblis dan jago-jago silat lain-lainnya,
justru pada saat Souw Peng Hai masih ragu-ragu, Si Tian
Houw kena dijotos. Meski Si Tian Houw tidak terjotos jatuh,
akan tetapi ia sudah sempoyongan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui melihat bahwa jika Si Tian Houw kena
terpukul lagi tentu akan terpukul mati, pikirnya jika orangorangnya partai Thian Liong menang, maka keadaan akan
merugikan ia yang masih perlu dengan Si Tian Houw untuk
mencari Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan, Maka setelah ia
bersikap ragu-ragu, akhirnya ia membentak: "Hei! Empat iblis
menang melawan satu orang, Kemenangan itu tidak dapat
dihitung jempol!" Bentakannya itu ia sertai dengan satu
loncatan untuk mendesak mundur keempat iblis yang sedang
menghajar Ti Kian Su Seng.
Pek Yun Hui telah memperhatikan cara pertempuran
"Siasat empat penjagaan dari keempat iblis itu ketika melawan
Si Tian Houw, Maka ketika ia loncat maju, belum lagi kedua
kakinya menginjak tanah, kedua tinjunya sudah dilancarkan
berbareng: tinju kiri menarik dan tinju kanan menyodok
Secepat kilat ia meloncat ke atas satu depa lebih tingginya
sehingga keempat iblis itu menangkis atau menyerang angin!
Bahkan dua antaranya telah tertarik dan saling beradu. Dari
atas Pek Yun Hui menendang iblis satunya lagi dengan kaki
kanannya, dan tinju kirinya menotok kepalanya iblis ke empat
sebelumnya ia tiba lagi di atas tanah.
"Aduh! Aduh!" terdengar suara jeritan dari dua iblis yang
kena tendangan dan totokan, Dan dengan demikian cara
"Siasat empat penjagaan11 yang ampuh terhadap lawanlawan lain telah dibuat permainan oleh Pek Yun Hui.
sebetulnya "Siasat empat penjagaan dari keempat iblis itu
dilakukan dengan berbareng di waktu menyerang atau
menangkis, Tetapi karena dua dari mereka telah dibikin saling
bertubrukan maka punahlah siasat yang ampuh itu, dan dalam
keadaan mereka yang bingung, Pek Yun Hui berhasil
menendang satu dan menotok satu lagi.
Pek Yun Hui tidak membantu lagi, ia loncat dan berdiri di
sampingnya Pang Siu Wie. KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Souw Peng Hai yang bermaksud membunuh mati Pang
Siu Wie, setelah melihat Pek Yun Hui berdiri di sampingnya,
Dan setelah melihat cara Pek Yun Hui membikin keempat iblis
kucar-kacir dan babak belur, juga membatalkan lagi
maksudnya, iblis yang kena tendangan bernama Tan Ing, yang kena
totokan bernama Bee Kie, dan yang beradu untuk kemudian
dijotos dadanya oleh Si Tian Houw bernama Tio Kin dan yang
kena dipukul bernama Ciu Pang, Demikianlah keempat iblis itu
telah terluka, dan mereka masih kesakitan atau pusing
kepalanya Dengan satu bentakan Souw Peng Hai memanggil.
"Kembali ke sini!" dan Tan Ing, Bee Kie, Tio Kin dan Ciu
Pang segera menghampiri Souw Peng Hai yang keras itu
bukan saja telah menghentikan pertempuran empat iblis
berhadapan Si Tian Houw, bahkan Kiok Goan Hoat yang
sedang bertempur melawan Ciu Kong Liang ikut berhenti juga,
dan loncat kembali untuk berdiri di sampingnya Souw Peng
Hai. Kiok Goan Hoat menanya dengan hormati "Piauw Tou
ada perintah apakah?"
Souw Peng Hai tidak menjawab, ia mengawasi Pek Yun
Hui, lalu menanya dengan hormati "Dengan dua jurus kau
telah membikin orang-orangku kucar-kacir, Aku mohon tanya,
kau murid dari partai silat apakah" dan siapakah namanya
Siocia?" Pek Yun Hui mengerutkan kening, ia berpikir "Mes-kipun
aku meyamar sebagai seorang pria, tetapi ia dapat mengenali
aku sebetulnya seorang wanita, ilmu silatnya betul-betul
tinggi!" Dengan tak terasa ia menunduk dan memeriksa
pakaiannya sendiri Souw Peng Hai tertawa dan berkata lagi: "Ha! Ha!
Meskipun usiaku sudah lanjut, tetapi mataku masih tajam,
Gerak-gerik Siocia telah membuktikan kepadaku bahwa siocia
bukannya seorang laki-laki!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Dengan suara mengejek Pek Yun Hui berkata: "Kau tak
perlu tahu aku berpakaian sebagai seorang laki-laki, karena ini
adalah urusanku sendiri!"
Souw Peng Hai tersenyum dan berkata: "Ya, kau suka
berpakaian secar laki-laki. Sifat demikian sangat lazim di
kalangan Bu Lim. Aku tidak menyela!"
Pek Yun Hui memaki di dalam hatinya: "Kau tua bangka ini
sangat usilan, Sayang, aku harus bersabar sebelum aku
mengetahui tentang keselamatannya Bee Kun Bu dan Li Ceng
Loan." ia hanya berdiri mengawasi Souw Peng Hai dengan
hati mendongkol. Di tempat mereka berada sekarang keadaannya menjadi
sunyi, akan tetapi suara rumah gubuk terbakar dan cahaya
yang terang benderang dari kebakaran itu sangat
mencemaskan Si Tian Houw dan Ciu Kong Liang, Maka
sejenak kemudian Si Tian Houw berseru, dan lari masuk ke
rumah gubuk Kiok Goan Hoat coba menahan, tetapi pengayuh
besi dari Ciu Kong Liang mencegah perbuatan nya.
Si Tian Houw mendobrak pintu kamarnya, dan ia
terperanjat ketika melihat gambar burung bangau yang
digantung di tembok kamar itu sudah lenyap!
Kagetnya itu sukar dilukiskan dengan perkataan Selama
lima belas tahun ia menjagal gambar burung bangau yang
sebetulnya peta untuk mencari mustika. Kini peta itu lenyap
tak berbekas! ia jotos tembok itu, lalu menerjang keluar dari
kamar yang hampir terbakar sambil menjerit ia lari dan
menerkam Souw Peng Hai dengan jurus Pai San In Ciong
atau Tinju yang dapat mendorong lautan, Kedua tinjunya
menyodok dadanya Souw Peng HaL
"Hei! Apakah kau hendak mencari mati?" tegur Souw Peng
Hai sambil menyambut sodokan kedua tinju itu dengan tangan
kirinya, Cara ia sambut sodokan kedua tinju itu seolah-olah
tanpa mengeluarkan tenaga, akan tetapi sebetulnya tangkisan
itu ia lakukan dengan jurus Hoat In Kian Gwat atau
Menghalaukan awan melihat bu!an.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si Tian Houw tidak keburu menarik kembali sodokannya, ia
segera merasa bahwa sodokan nya di tangkis dengan tenaga
Lui Ka Kong Lek atau tenaga Dalam MujijaL ia berusaha
mengegos sekuat tenaga, karena ia yakin jika ia teruskan ia
pasti binasa! -ooo0oooKarena enggan membalas menjadi kawan
Harus diketahui bahwa tenaga dalam Lui Ka Kong Lek dari
Souw Peng Hai itu bukan main dahsyatnya, Ti Kian Su Seng
pasti tidak dapat menahan, maka ia berusaha sekuat tenaga
mengegos, Tetapi ia sudah kehabisan tenaga, Semua orang
menyaksikan bahwa Si Tian Houw akan segera binasa oleh
tenaga dalam Lui Ka Kong Leknya Souw Peng Hai ketika
sekonyong-konyong Souw Peng Hai berjengit, karena ia pun


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

merasakan suatu hembusan angin merintangi tenaga
dalamnya yang ia sedang kerahkan itu, Souw Peng Hai
terkejut! Ia tak dapat menarik kembali Lui Ka Kong Leknya, ia
merasa tubuhnya terbetot, dan ia membentur Kiok Goan Hoat,
Demikianlah Si Tian Houw nyaris binasa dari Lui Ka Kong
Leknya Souw Peng Hai, ia hanya menyelonong sampai tujuhdelapan kaki melewati Souw Peng Hai. ia menyaksikan Pek
Yun Hui yang menggunakan tenaga dalamnya membetot
Souw Peng Hai untuk menolong kepadanya, Pada saat itu ia
merasa malu terhadap Pek Yun Hui.
sebetulnya Souw Peng Hai telah terbetot oleh ilmu To Im
Kiat Yo (Menarik Tenaga Dalam Lawan untuk Mendorong) dari
Pek Yun Hui, dan ia terkejut bereampur kagum. ia mengawasi
Pek Yun Hui, dan menduga Pek Yun Huilah yang
melancarkan ilmu To Im Kiat Yo itu.
Pada saat itu sekonyong-konyong terdengar suara siulan
yang panjang dari rumah gubuk yang sedang terbakar itu,
Setelah mendengar siulan tersebut, Souw Peng Hai
mengangkat kedua tangannya memberi hormat kepada Pek
Yun Hui sambil berkata: "Ilmu silat Siocia betul-betul luar
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
biasa, sebetulnya aku si tua bangka ini ingin menguji ilmu silat
Siocia akan tetapi karena urusan yang penting mendesak
padaku sekarang ini. aku mohon untuk menunda ujian itu
sampai kelak kita berjumpa lagi!" Lalu dengan satu loncatan ia
menuju ke rumah gubuk, diikuti oleh Kiok Goan Hoat dan
empat iblis, Ti Kian Su Seng ingin mengejar akan tetapi ia yakin ia tak
dapat menggempur lawan-lawannya, bahkan mungkin
terbunuh jika ia tempur dengan mereka. Dalam keadaan yang
gelisah itu ia menghadapi dan mengawasi Pek Yun Hui
seolah-olah minta petunjuknya. ia yakin, jika Pek Yun Hui tidak
membantu, tidak satu dari mereka dapat melawan Souw Peng
Hai. Tetapi ia malu mengutarakan keinginannya terhadap Pek
Yun Hui. Api yang membakar rumah gubuk telah makin berkobarkobar, akan tetapi tidak satu dari mereka berusaha
memadamkan api itu. Pek Yun Hui membentak: "Si Tian Houw! Di manakah kau
sembunyikan Suheng dan Sumoiku?"
"Suhengmu terluka parah, aku kuatir tak dapat ditolong..."
jawab Si Tian Houw dengan terharu.
Pek Yun Hui membentak lagi: "Itu bukan urusanmu! Aku
hanya menanya mereka kini berada di mana?"
"Harap Siocia jangan gelisah, Mereka berada di tempat
yang aman," jawab Si Tian Houw.
"Jika mereka mendapat celaka, kau hari ini juga menjadi
mayat!" Pek Yun Hui mengancam.
Dengan tenang Ti Kian Su Seng berkata: "Aku dapat
mengajak kau sekarang menengok mereka." Lalu ia pun
berjalan, diikuti oleh Ciu Kong Liang dan Pang Siu Wie.
Mereka berjalan melalui rumah gubuk yang belum juga habis
terbakar, kemudian melalui pagar bambu untuk turun ke suatu
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
lembah. Setelah mereka membelok di suatu sisi gunung,
mereka harus berjalan di jalan yang sempit dan ber!iku-liku. Si
Tian Houw berhenti sejenak dan sambil menghadapi Pek Yun
Hui ia berkata: "Di ujung jalan yang sempit ini ada satu goa
batu, Suheng dan Sumoimu berada di dalam goa batu itu."
"Apakah kau yang membawa mereka ke dalam goa batu
itu?" tanya pula Pek Yun Hui.
Si Tian Houw memberikan penjelasan: "Setelah saudara
angkatku Ciu Kong Liang kembali, ia memberitahukan aku
bahwa malam ini mungkin akan terjadi pertempuran
suhengmu menderita luka parah, dia tak boleh terkejut atau
kaget. Demi keselamatannya, aku membawa dia ke dalam
goa batu...." Pek Yun Hui tidak sabar lagi, ia memotong pembicaraan
itu, dan setelah mengawasi wajahnya Ciu Kong Liang ia
mendesak: "Sudah, nanti baru bicara lagi. sekarang lekaslekas bawa aku melihat mereka!"
Si Tian Houw yang sudah mengenal kepandaian dan
kelihayannya Pek Yun Hui, tidak berani berlagak-lagak lagi, ia
berpikir: "Dia rupanya sangat mendongkol terhadap aku. ilmu
silatnya tinggi sekali, aku dan Toakoku tak dapat
menandinginya. Aku kuatir setelah dia melihat Suheng dan
Sumoinya, dia akan lebih gusar lagi terhadap aku. Ai.."
Sambil menundukkan kepala ia melanjutkan perjalanannya
dan berusaha mencari daya menghindari amarahnya Pek Yun
Hui. Ciu Kong Liang dan Pang Siu Wie mempunyai pikiran yang
berlainan Mereka pun sangat waspada, dan siap menjaga diri
bila Pek Yun Hui mengamuk,
Tidak lama kemudian mereka tiba di mulut goa batu yang
dimaksud, Mulut goa batu itu tertutup oleh satu batu gunung
yang besar Si Tian Houw berkata kepada Pek Yun Hui:
"Suheng dan Sumoi berada di balik batu gunung yang besar
ini. KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Goa batu yang terpencil dan tersembunyi itu betul-betul
merupakan satu tempat berlindung yang aman, hanya
suasana di dalam goa itu sangat gelap, Dengan mendorong
batu gunung yang besar itu Si Tian Houw terus jalan masuk ke
dalam, diikuti oleh Pek Yun Hui.
Jantungnya Pek Yun Hui memukul keras, ia
membayangkan bahwa ia segera akan menyaksikan apakah
suhengnya masih hidup atau mati.... ia berhenti sejenak, dan
Ciu Kong Liang dan Pang Siu Wie yang mengikuti di belakang
juga berhenti Tiba-tiba terdengar suara tertawanya Si Tian Houw yang
memanggil "Siocia! Sucimu datang menengoki kau...."
Pek Yun Hui mengertak gigi, lalu ia loncat masuk ke
dalam, Di dalam itu ia dapatkan satu kamar kecil yang
rupanya sengaja dibikin dengan memahati batu goa itu. Di
atas batu tempat tidur yang dibuat dari kayu pohon cemara
tampak rebah terlentang Bee Kun Bu. Di pinggir tempat tidur
ada satu meja bundar yang dibuat dari batu gunung, dan di
atas meja itu ada satu lampu kecil, Lie Ceng Loan sedang
duduk di atas satu batu yang merupakan bangku sedang
menunggui atau menjagai Bu Kokonya.
Pek Yun Hui menghampiri Lie Ceng Loan dan memegang
pundaknya: "Loan Moi, kau menderita...." ia menanya dengan
ramah, tetapi kedua matanya mengawasi Ti Kian Su Seng.
Ti Kian Su Seng mengerti bahwa jika Lie Ceng Loan
mengatakan bahwa ia telah menderita, maka Pek Yun Hui
pasti akan menghajar padanya, Maka ia mundur beberapa
tindak dan berdiri dengan waspada.
Lie Ceng Loan geleng-geleng kepalanya, ia mengawasi Si
Tian Houw sejenak, lalu jawabnya: "Setelah Cici keluar, dia
segera masuk ke dalam kamar dan bicara kepadaku, Ketika
aku lengah, tiba-tiba ia menotok jalan darahku...."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui menyengir Tiba-tiba tangan kirinya mencekal
pergelangan tangan kanannya Si Tian Houw, Tapi Si Tian
Houw telah siap sedia, ia berkelit diri, dan setelah
membungkukkan tubuhnya, secepat kilat ia mencekal
lehernya Bee Kun Bu yang rebah terlentang di atas tempat
tidur, Betul-betul Si Tian Houw dapat mengelit dan mencekal
lehernya Bee Kun Bu, tetapi Pek Yun Hui telah berhasil
memijat jalan darahnya di pergelangan tangan kanannya,
Dalam keadaan yang terdesak itu Si Tian Houw berhasil
mencekal bajunya Bee Kun Bu dan dengan sekuat tenaga
mendudukkan Bee Kun Bu di atas tempat tidur
Bee Kun Bu yang menderita luka parah tak dapat
melawan, Maka dengan tangan kirinya mencekal bajunya Bee
Kun Bu dan tangan kanannya dicekal oleh Pek Yun Hui, Si
Tian Houw mengancam: "Jika kau melukai atau membunuh
aku, Bee Kun Bu mati sekarang juga!"
Pek Yun Hui membentak: "Lekas lepaskan cekalan-mu!
Dia sudah luka parah sekali! Dia tak dapat menahan
goncangan lagi! Ayo, lepas! jangan berbuat keji terhadap
orang yang hampir mau mati!" ia membentak sambil
melepaskan pijatannya di pergelangan tangan kanan lawan
nya. Sambil tertawa Si Tian Houw berkata: "Ha! Ha! Di
kalangan Kang-ouw tidak ada yang jago!" Lalu ia angkat
tinjunya di atas dadanya Bee Kun Bu seolah-olah ia ingin
memukul mati Bee Kun Bu. Dengan terkejut Pek Yun Hui berseru: "Hei! Apa yang kau
hendak lakukan?" "Ha! Ha! Ha! jika kau masih berani melukai aku, dengan
tinju ini aku kirim Bee Kun Bu ke akherat!" mengancam Ti Kian
Su Seng. Pek Yun Hui terpaksa mundur tiga langkah demi
keselamatannya Bee Kun Bu. Lie Ceng Loan yang telah
menyaksikan kejadian itu, perlahan-lahan jalan menghampiri
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si Tian Houw, katanya: "Jika kau berani memukul mati Bu
Koko, Pek Cici pasti tak dapat memberi ampun lagi!"
"Jika kau ingin aku lepas Suhengmu, kau harus setuju
melaksanakan permintaanku," kata Si Tian Houw,
Dengan mata berlinang Lie Ceng Loan berpaling kepada
Pek Yun Hui dan menanya: "Pek Cici, apakah aku yang turuti
kehendaknya?" Dengan kedua mata melotot Pek Yun Hui menanya,
suaranya keras: "Permintaan apakah" Sebutlah, agar aku
dapat mempertimbangkan."
Si Tian Houw tidak berani mengawasi sepasang mata
yang sangat tajam itu. ia melengos dan mengumpulkan
semangatnya, Lama ia tidak menjawab, Tiba-tiba terdengar
suara orang berkata: "Hengtee, hati manusia sukar dijejaki,
Kau jangan tertipu!"
Pek Yun Hui menoleh ke arah suara itu, dan melihat Ciu
Kong Liang dan Sam Sou Lo Shi berdiri di luar kamar di dalam
goa itu, Lalu Ti Kian Su Seng tertawa gelak-gelak dan berkata:
"Souw Peng Hai, pemimpin partai silat Thian Liong yang
terkenal, telah merampok dan membawa pergi peta tentang
tempatnya Ban Lian Hwe Kwi (Kura Sakti)
Dia tidak akan merasa puas jika dia tidak memperoleh kura
sakti itu, Tetapi dia hanya mengetahui cara merampok peta
yang berharga itu, dia tak akan dapat membaca peta itu, Dia
pasti akan datang kembali untuk mencari kura sakti itu. Aku
dan saudara angkatku tentu tak dapat melawan dia dan orangorangnya, Oleh karena itu aku...."
"Kau menghendaki aku membantu kalian merintangi Souw
Peng Hai dan orang-orangnya mencari Ban Lian Hwe Kwi?"
Pek Yun Hui memotong, Si Tian Houw mengawasi Pek Yun Hui, lalu berkata:
"Suhengmu telah menderita luka parah, dan aku yakin hanya
Ban Lian Hwe Kwi yang dapat menyembuhkan dia. Ya, di
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
dalam dunia ini hanya Ban Lian Hwe Kwi yang dapat
menyembuhkan Suhengmu...."
"Tetapi suhengku sudah payah sekali, dia tak dapat
menahan sakit terlampau Iama..." kata Pek Yun Hui, yang
sudah mulai ketarik mendengar bahwa Ban Lian Hwe Kwi itu
dapat menyembuhkan Bee Kun Bu.
Sambil tersenyum Ti Kian Su Seng berkata: Tada waktu
permulaan musim bunga ini, kura sakti itu akan keluar dari
tempat berlindungnya setelah dia tidur nyenyak selama musim
dingin, Di dalam beberapa hari ini kura sakti itu akan keluar
Cuma aku tak mengetahui hari apa ia akan keluar Jika
Suhengmu dapat bertahan setengah bulan lagi, aku yakin
dia...." Pek Yun Hui geleng-geleng kepalanya dan berkata:
"Suhengku tak dapat bertahan sampai setengah bulan, Dia
hanya dapat bertahan pali'ng lama sepuluh hari...."
Tetapi dalam jangka waktu sepuluh hari, kita mempunyai
harapan akan berhasil menangkap Ban Lian Hwe Kwi itu..."
kata Ti Kian Su Seng, "Dan Sumoymu harus turut perintahku
selama sepuluh hari itu?"
"Apa?" menanya Pek Yun Hui.
"Sumoymu harus mentaati perintahku di dalam jangka
waktu sepuluh hari, dia tak boleh berbuat sesukanya." Si Tian
Houw menegaskan. Dengan hasrat menolong jiwanya Bee Kun Bu. Pek Yun
Hui terpaksa menjawab: "Baik! Lekas lepaskan Suhengku!"
Tapi jika aku lepas, kau dapat juga melupakan janji, dan
membunuh aku..." kata Si Tian Houw dengan perasaan curiga.
"Hm!" kata Pek Yun Hui. "Perkataan atau janjiku pasti
dipenuhkan. Kau jangan khawatir, dan jangan anggap orang
!ain seperti kau sendiri!"
Setelah mendapat kepastian itu, barulah Si Tian Houw
lepaskan cengkeramannya pada bajunya Bee Kun Bu, dan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
sambil tersenyum ia pun turun dari tempat tidur itu, Pek Yun
Hui segera menghampiri Bee Kun Bu. sebetulnya ia ingin
memeluknya, akan tetapi di hadapan banyak orang, terutama
di hadapannya Lie Ceng Loan, ia merasa canggung jika ia
berbuat demikian Hanya tampak mukanya menjadi merah. ia
memandang lagi Si Tian Houw yang rupanya masih merasa
curiga terhadap ia. "Apakah kau masih merasa curiga terhadap janjiku?"
tanyanya kepada Si Tian Houw.
Ti Kian Su Seng mengangguk dan menjawab: "Aku minta
kau bersumpah, aku baru mau pereayai
Pek Yun Hui terpaksa bersumpah bahwa di dalam jangka
waktu sepuluh hari ia harus mendengar perintah
Lalu sambil tersenyum Si Tian Houw berkata: "Suhengmu
betul-betul sukar dibikin sembuh oleh obat biasa, Jika kita
berhasil menangkap Ban Lian Hwe Kwi, suhengmu tentu
terto1ong. Tadi aku telah mengatakan bahwa aku akan
memberi hadiah, aku akan memenuhi janji itu...."
"Aku tidak menghiraukan hadiah itu, Aku telah berjanji
mendengar perintahmu dalam jangka waktu sepuluh hari dan
janji itu adalah membantu kau menolak musuh, Tentang
mencari mustika, aku tidak akan turut campur," kata Pek Yun
Hui, lalu ia menghampiri tempat tidur
"Betul!"kata Ti Kian Su Seng, "Urusan mencari mustika,
kami tak akan minta bantuan Siocia. silahkan kalian duduk,
dan aku segera datang kembali dengan santapan dan arak
yang harum." Lalu ia mengangkat kedua tangannya memberi
hormat dan keluar dari kamar goa itu. Ketika ia melihat Sam


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Sou Lo Shi ia berkata: "Ban Lian Hwe Kwi itu bukan saja dapat
menyembuhkan rupa-rupa penyakit, tetapi juga dapat
memulihkan muka Pang Siocia."
"Kau jangan khawatir Di dalam sepuluh hari aku tak akan
berbuat sesuatu terhadap kau. Tetapi setelah lewat sepuluh
hari, urusannya akan lain lagi!" jawab Pang Siu Wie.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"Ha! Ha! Ha!" Si Tian Houw tertawa, "Mungkin tidak
sampai sepuluh hari. Bila kita berhasil menangkap Ban Lian
Hwe Kwi, mukamu yang cantik jelita tentu pulih kembaIi...."
"Hm." Geram Pang Siu Wie, "Aku akan menuntut bukti,
SeteIah Ban Lian Hwe Kwi itu kau tangkap, kita baru
membikin perhitungan!"
Si Tian Houw tidak hendak berbantahan lagi, ber-samasama Ciu Kong Liang ia berlalu dari goa batu itu. Pang Siu
Wie menunggu di luar goa dengan sabar
Pek Yun Hui menegur "Hei! Mengapa kau masih juga
belum berlalu dari sini" Apa maksudmu tetap berdiri di luar?"
Si wanita jelek itu menghela napas, lalu menjawab-nya: Ti
Kian Su Seng itu seorang yang pintar busuk. Aku khawatir dia
menipu kau lagi!" Pek Yun Hui menjadi sedikit khawatir dan ia menanya:
"jebakan apa lagi yang dia akan pasang?"
Pang Siu Wie bertindak masuk, ia meneliti keadaan di
sekitar goa itu, lalu ia berkata, "Santapan dan arak yang ia
sediakan, lebih baik kita jangan makan dan minum." Tetapi
kita sangat lapar..." kata Lie Ceng Loan, "Jangan khawatir
mati kelaparan Di daerah ini masih banyak tumbuh-tumbuhan
dan binatang-binatang yang dapat dimakan," kata Pang Siu
Wie. sebetulnya Pek Yun Hui tidak menghendaki Pang Siu Wie
berada di dalam kamar goa itu, Tetapi mengingat keadaannya
Bee Kun Bu yang perlu ditolong dengan membebaskan
delapan urat-urat syarafnya yang penting, ia batalkan
maksudnya mengusir Pang Siu Wie.
Tiap-tiap kali membebaskan urat-urat syaratnya Bee Kun
Bu, Pek Yun Hui harus menggunakan tenaga dalamnya, dan
setelah itu ia harus beristirahat selama tiga jam untuk
memulihkan tenaga nya. Lie Ceng Loan masih hijau dan tak
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
dapat melawan mereka, Meskipun Sam Sou Lo Shi belum
kelihatan watak sejatinya, tetapi dia adalah seorang wanita,
dan dalam keadaan yang mendesak itu, Pek Yun Hui pikir
lebih baik berkonco dengan dia untuk menghadapi Ti Kian Su
Seng yang banyak tipu muslihalnya!
Maka ia berkata kepada Pang Siu Wie: "Apa yang kau
telah beritahukan kepadaku ketika kita berada di atas pohon
cemara semuanya betuL Si Tian Houw adalah seorang yang
sopan luarnya tetapi kejam hatinya!"
"Hm!" jawab Sam Sou Lo Shi, "Dan tipu muslihatnya
banyak, Jika dia tak memerlukan bantuanmu untuk melawan
musuhnya, mungkin kalian sudah ada yang binasa!"
"Jika aku tidak memikir keselamatan Suhengmu, dia sudah
menjadi mayat!" kata Pek Yun Hui kepada Lie Ceng Loan
sambil menjotoskan tinjunya keluar dengan gemasnya.
Pang Siu Wie tersenyum, dan meneruskan: "He! He! He!
Tetapi akhirnya Si Tian Houw yang menang juga. Dengan ilmu
silatmu yang tinggi, kau masih dapat dikendalikan olehnya,
dan kau harus taati perintahnya selama sepuluh hari Siocia,
banyak hal dapat terjadi di dalam jangka waktu sepuluh hari
yang akan datang, Dalam ilmu silat, aku mengakui aku kalah,
tetapi tentang pengalaman, aku yakin aku lebih unggul
daripadamu Tentang ini aku dapat buktikan dengan cara kau
menghadapi Ti Kian Su Seng, Tetapi jika kau pereaya, aku...."
ia berhenti sejenak untuk memperhatikan sikapnya Pek Yun
Hui, lalu meneruskan: "Sekarang kita harus membuang
perasaan bermusuhan antara kita, dan kita harus berserikat
menghadapi dia dan saudara angkatnya!"
Pek Yun Hui tersenyum dan menanyai "Apa yang kau
curigai" Kita orang perempuan selalu kalah cerdik daripada
Iaki-laki..." "Kita dapat atur cara begini," Pang Siu Wie men jelaskan,
"Sebelumnya Ban Lian Hwe Kwi itu tertangkap, mereka tentu
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
akan mentaati janjinya, Tetapi setelah mereka memperoleh
kura sakti itu, aku khawatir mereka akan melupakan janji-janji
atau sumpah-sumpahnya..." ia berhenti sejenak, lalu
melanjutkan "SudahIah. Aku hendak pergi mencari makanan
untuk kalian." Lalu ia loncat keluar dari goa itu entah kemana,
Setelah Pek Yun Hui melihat Pang Siu Wie loncat keluar
dari goa, ia ingin membebaskan urat-urat syaratnya Bee Kun
Bu, tetapi ia ingat akan bangaunya yang sudah lama ia tidak
lihat, ia berkata kepada Lie Ceng Loan "Loan Moi, kau jagai
Bu Koko, aku pergi mencari bangau ku."
Lalu ia jalan keluar dari goa itu. Sambil berdiri di mulut goa
ia bersiul, dan siulan yang nyaring itu terdengar jelas di malam
yang sunyi senyap itu. Tetapi setelah ia menunggu sekian
lama, tidak juga ia mendengar atau melihat bangau nya.
ia menjadi cemas, Dengan ilmu Leng Kong Hi To atau
Melayang di angkasa ia meloncat ke atas bukit yang tinggi, Di
atas bukit itu ia bersiul lagi, dengan terbawa angin siulan itu
dapat terdengar sepuluh lie jauhnya, Tetapi bangaunya masih
juga tidak menampakkan diri Hal yang demikian belum pernah
terjadi maka ia menjadi khawatir sekali
Bangau sakti itu sangat tajam pendengarannya dan
penglihatannya, Bila mendengar siulannya Pek Yun Hui, dia
segera terbang menghampiri Pek Yun Hui menjadi sedih, dan
air matanya mengucur.... ia terkejut ketika mendengar suara tindakan kaki di
belakangnya, ia seka air matanya dan menoleh ke belakang ia
melihat Sam Sou Lo Shi sedang memanggut seekor anak
menjangan tengah mendatangi
Pek Yun Hui berlagak gembira, akan tetapi Sam Sou Lo
Shi tak dapat diabui ia menarik napas panjang dan berkata:
"Meskipun suhengmu menderita luka berat, akan tetapi dia
masih dapat ditolong. Ti Kian Su Seng meskipun jahat, akan
tetapi dia terpelajar Jika dia katakan bahwa Ban Lian Hwe Kwi
dapat menyembuhkan Suhengmu, dia mengetahui itu dengan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
penuh keyakinan Kini kau harus menjaga diri untuk
menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan datang."
Mendengar nasihat yang luhur itu, Pek Yun Hui berpikir:
"Nasihat perempuan ini harus aku perhatikan. Bee Kun Bu
sedang menderita, Lie Ceng Loan masih hijau, Nasib mereka
di dalam tanganku, Aku harus ber-besar hati dan berusaha
menolong mereka, dan aku harus waspada." Meskipun
bangaunya tidak kembali ia memaksakan diri melupakan hal
itu. "Jika Ban Lian Hwe Kwi betul-betul mujijat, aku juga tentu
membantu kau memulihkan wajahmu seperti sediakala!"
jawabnya. Seperti orang yang sedang mengenangkan peristiwa yang
lampau, Pang Siu Wie berkata: "Selama 20 tahun aku telah
biasa membawa muka yang jelek ini, Meskipun aku gagal
memulihkan wajahku seperti dulu, aku tidak pikiri lagi, Hanya
aku harus membalas dendamku terhadap orang yang
merusaki mukaku ini! Aku hanya harap Siocia membantu aku.
Satu lawan satu, aku yakin aku dapat melawan Si Tian Houw,
Dengan pasir beracun dan anak panah beracunku, aku lebih
unggul daripada dia. Tetapi jika saudara angkatnya Ciu Kong
Liang membantu aku tak dapat melawan mereka,
permintaanku ialah, jika Ciu Kong Liang membantu dia, kau
juga membantu aku." "Hal yang demikian itu sudah lazim di kalangan Bu Lim,
ialah satu lawan satu jika membalas dendam, Hanya di dalam
10 hari ini aku tak dapat membantu kau, karena aku harus
menuruti perintahnya."
Pang Siu Wie mengangguk, lalu berkata: "BetuI.... Aku
telah bisa menunggu selama 20 tahun, apalagi hanya
menunggu 10 hari, Kita lihat saja jalannya urusan ini. Oh ya,
Siocia dan Sumoimu mungkin sudah lapar sekali, Aku telah
memperoleh menjangan kecil ini, Ayo kita panggang untuk
dimakan bersama-sama!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Lalu mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh turun
dari atas bukti itu, Setelah Pang Siu Wie mengumpulkan kayu
bakar, mereka lalu menunggang menjangan kecil itu dan
dimakannya sekenyangk-kenyangnnya,
Tidak lama kemudian Si Tian Houw juga membawa
santapan dan arak. Ketika ia melihat Pek Yun Hui dan Lie
Ceng Loan telah makan menjangan panggang, ia segera
merasa bahwa ia tetap masih dicurigai ia taruh makanan dan
arak itu, dan berlalu tanpa bicara,
Seterusnya Ti Kian Su Seng membawa santapan dan arak
pada waktu-waktu makan yakni sehari tiga kali. Akan tetapi di
dalam tiga hari, tiap-tiap kali ia membawa makanan dan arak,
ternyata Pek Yun Hui dan Lie Ceng Loan sudah makan, dan
mereka tidak pernah menanya apa-apa kepada nya. Pang Siu
Wie yang juga berdiam di dalam kamar goa itu tidak sudi
makan atau minum barang-barang yang ia bawa, Namun, ia
membawa santapan dan arak sebagaimana layaknya,
Selama tiga hari itu, Pek Yun Hui telah membebaskan
urat-urat syaraf nya Bee Kun Bu dua kali, lukanya agak
mereda, akan tetapi belum lagi sadarkan diri, Untuk menolong
secara demikian, Pek Yun Hui telah menghamburkan banyak
tenaga dan menjadi agak kurusan,
Pada hari ke empat, ketika Pek Yun Hui sedang
membebaskan urat-urat syaratnya Bee Kun Bu, tiba-tiba Si
Tian Houw masuk ke dalam kamar goa. ia telah perhatikan
wajah yang pucat dari Pek Yun Hui. tetapi ia tidak menanya,
Sam Sou Lo Shi yang telah tinggal bersama-sama di
dalam kamar goa itu selama empat hari telah menjadi kawan
karibnya kedua gadis itu, Sam Sou Lo Shi menegur ketika Si
Tian Houw masuk sekonyong-konyong: "Hai! Maksud apakah
kau datang masuk ke sini?"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si Tian Houw menyengir dan menjawab: "Semalam aku
telah menjumpai jejaknya Ban Lian Hwe Kwi. Oleh karena itu
aku datang ke sini untuk memberitahukan."
Pek Yun Hui berhenti memijat urat-urat syarafnya Bee Kun
Bu, ia bangun dan menegur Si Tian Houw, "Jikakau sudah
melihat jejaknya, mengapa kau tidak berusaha
menangkapnya?" "Bukan saja orang-orang nya partai silat Thian Liong, tetapi
juga, menurut penyelidikanku di dalam beberapa hari ini, aku
telah lihat para jago-jago silat dari kesembilan partai silat yang
tersohor pada dewasa ini!"
Pek Yun Hui mendesak: "Aku harus mendengar
perintahmu dalam sepuluh hari ini, Ayo, katakanlah, apa yang
aku harus lakukan?" Si Tian Houw mengawasi Bee Kun Bu yang masih
berbaring tak berdaya di tempat tidur. ia menarik napas
sebelum menjawab: "Kura sakti Ban Lian Hwe Kwi itu bukan
saja besar faedahnya bagi ki(a, tetapi lebih besar manfaatnya
bagi Suhengmu itu...." ia menunjuk ke arah Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui tidak sabar lagi, ia mendesak: "Ayo,
katakanlah apa yang harus kulakukan Harap kau jangan
membuang waktu mengatakan ini dan itu!"
Si Tian Houw tetap tenang. ia berkata: "Suhengmu
menderita sakit yang berat Jika kita gagal pendapatku, setelah
aku menyelidiki di dalam beberapa hari ini, sudah banyak
jago-jago silat dari kalangan Bu Lim yang datang ke puncak
Ngo Houw Leng ini, Partai silat Tian Liong yang telah
memperoleh peta tentang letaknya Ban Lian Hwe Kwi itu,
tentu akan mencari menurut petunjuk peta itu.
Dan mungkin mereka menggambarnya, aku telah khawatir
bahwa peta itu dapat dicuri atau dirampas orang lain, maka
banyak tempat-tempat yang penting aku tandai dengan kodekode yang aku sendiri mengerti Kode-kode itu tak mudah
dimengerti oleh mereka, Namun, kita harus mendahului
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
mereka pergi menangkap kura sakti itu, Ke satu, demi
kepentingan atau jiwanya Suhengmu, Ke dua, demi
memulihkan wajah yang cantik dari Pang Siocia.
Dengan berkumpulnya banyak jago-jago silat di puncak
Ngo Houw Leng ini, sebelum kita bertindak, kita harus
mempunyai rencana yang baik, justru untuk merundingkan
rencana ini, aku segera datang ke sini..."
Sam Sou Lo Shi menanyai "Kau ingin merundingkan
rencana apa?" Ti Kian Su Seng mengawasi Pek Yun Hui, lalu mengawasi
Pang Siu Wie, setelah itu ia melanjutkan "Di dalam beberapa
hari ini, aku telah melihat jejaknya Ban Lian Hwe Kwi itu tiga
kali, Menurut pengalamanku selama tujuh belas tahun ini, tiaptiap kali kura sakti itu keluar, dia akan terus menerus keluar
selama tujuh hari, Dan itu terjadi hanya setahun sekali, dan
dia keluar kebanyakan di bulan-bulan lima, enam atau tujuh.
Aku heran mengapa dia keluar di bulan tiga pada tahun
ini" sebetulnya aku ingin memaksa dia keluar dengan
mengepulkan asap, dan siasat ini aku ingin lakukan, Hal ini
aku tidak rundingkan bersama saudara angkatku, Ciu Kong
Liang, agar kita lakukan malam ini saja, Segala sesuatu yang
diperlukan aku telah siapkan, Cuma bilamana kita lakukan
siasat kita ini, orang yang berada di daerah ini mungkin akan
mendapat tahu karena kepulnya asap itu, Aku datang ke sini
perlunya untuk menanya kalian cara kita melawan para jagojago silat yang telah berkumpul di daerah ini jika kita
diserang." "Apakah betul Ban Lian Hwe Kwi dapat menyembuhkan
Suhengku?" menanya Pek Yun Hui, suaranya agak keras,
tanganlah kau bersangsi lagi," jawab Si Tian Houw,
"Meskipun Suhengmu menderita sepuluh kali lebih he-bat, aku
jamin dia pasti akan sembuh, jika tidak potong kepalaku ini!"
Pek Yun Hui menoleh ke arah Bee Kun Bu dan ia berseru:
"Asal Ban Lian Hwe Kwi dapat menyembuhkan Suhengku, aku
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
pasti membantu dengan sekuat tenaga melawan mereka
semua. Aku hanya khawatir mereka menyerang kita dari
banyak jurusan sehingga kita sukar menggempurnya!"
Tentang itu aku pun telah pikirkan, Goa batu ini sangat
terpencil dan tidak sembarang orang dapat ketahui kata Si
Tian Houw, "Siocia jangan khawatir suhengmu diganggu di
dalam goa ini, dan Siocia dapat bertarung dengan


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mencurahkan semua perhatian Kita akan menahan musuh di
suatu jalan yang sempit, karena musuh tentu akan berjalan
melalui jalan itu untuk datang ke lobang Ban Lian Hwe Kwi.
Jalan yang sempit itu sukar dilalui, karena letaknya di pinggir
jurang dan air terjun yang deras, Jika Siocia menahan musuh
di situ, Siocia pasti dapat mencegah atau merintangi mereka!"
"Namun," kata Pek Yun Hui, "Aku harus menyuruh
Sumoyku tinggal di kamar goa ini menunggui Suhengku!"
Ti Kian Su Seng tersenyum, dan berkata: "Baiklah,
sementara setelah lewat jam dua belas tengah malam, aku
akan datang lagi, dan minta kalian berdua keluar membantu
kami." ia membungkukkan tubuh menghaturkan hormat lalu
loncat keluar dari goa itu.
Sam Sou Lo Shi mengikuti sampai di mulut goa, dan
menunggu sampai Si Tian Houw tak kelihatan lagi, barulah ia
masuk kembali dan berkata kepada Pek Yun Hui: "Si Tian
Houw sangat licin dan cerdik, Kita juga harus jaga jangan
sampai dia melarikan diri setelah memperoleh kura sakti itu!"
"Jika dia berani melarikan diri, dan tidak memenuhi
janjinya, aku akan bunuh dia dan menguburnya di
pegunungan ini!" kata Pek Yun Hui lalu menghampiri Lie Ceng
Loan dan menanyai "Apakah Bu Koko mendusin?"
Lie Ceng Loan geleng-geleng kepalanya: "Dalam beberapa
hari ini dapat dikatakan dia belum pernah membuka matanya,
Jika dia mati, aku juga menyertai dia mati." Air matanya tak
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
tertahan keluar mengucur, ia menangis tersedu-sedu, hatinya
hancur luluh! Pek Yun Hui menghibur "Loan Moi, kau jangan memikirkan
hal yang bukan-bukan, Malam ini kita akan berhasil
menangkap Ban Lian Hwe Kwi, dan Bu Koko segera tertolong!
Kau jangan bersedih hati."
Lalu ia berusaha memijat urat-urat syaratnya Bee Kun Bu
lagi, Tetapi baru saja ia naik ke atas tempat tidur itu, tiba-tiba
sedang berseru: "Pek Siocia! Berhenti!" Secepat kilat, si
wanita jelek itu telah loncat ke atas tempat tidur juga,
Pek Yun Hui terperanjat dan ia menegur, suaranya keras:
"Kau mau berbuat apakah?"
Si Thian Houw dipaksa masuk partai silat Thian Liong
Pang Siu Wie berkata: "Tiap-tiap kali aku menyaksikan kau
menolong Suhengmu membebaskan urat-urat syaraf-nya, kau
senantiasa menjadi letih, betul tidak?"
"ltu adalah urusanku, kau tidak usah ambil pusing!" kala
Pek Yun Hui, agak mendongkol.
Sam Sou Lo Shi tersenyum menampak Pek Yun Hui salah
paham, ia berkata dengan ramah: "Tadi Si Tian Houw
mengatakan bahwa banyak jago-jago silat dari kalangan Bu
Lim telah datang berkumpul di puncak Ngo Houw Leng.
pertarungan untuk merebut mustika pada malam ini tentu
dahsyat sekali, Sekarang sudah hampir tengah malam, aku
khawatir setelah kau menolong Suhengmu, kau akan menjadi
letih dan tak dapat memulihkan tenaga dalam waktu yang
singkat Apabila kau bertempur melawan musuh dalam
keadaan letih, aku khawatir kau tak dapat mengatasinya
sehingga membahayakan juga Suheng dan Sumoymu."
Mendengar nasihat yang luhur itu Pek Yun Hui lalu duduk
diam mengumpulkan tenaga dalamnya lagi. Pang Siu Wie
juga beristirahat menyiapkan diri untuk pertempuran yang
segera akan terjadi KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Sang waktu berlalu dengan cepat sekali, dan Si Tian Houw
datang membawa santapan dan arak di waktu senja, Setelah
ia taruh makan dan arak itu di atas meja, ia berkata sambil
tersenyum: "Pertempuran malam ini pasti hebat, Dengan jalan
ini aku menyatakan terima kasihku atas kerelaan kalian
membantu kami menolak musuh, Harap kalian tidak curiga
dan menolak dahar makanan dan arak yang aku siapkan ini."
Pang Siu Wie mendahului menjawab: Terima kasih. Tetapi
kau harus makan dulu!"
Sambil menyengir Si Tiau Houw mengangkat kedua
tangannya memberi hormat dan berkata: "Harap kalian jangan
curiga." Lalu ia keluar dari goa ilu.
Pang Siu Wie periksa dengan teliti sayuran dan makanan
yang disediakan itu, dan berkata kepada Pek Yun Hui: "Dia
perlu tenaga kita. Menurut perhitunganku dia tak akan
meracuni kita dengan makanan dan arak ini. Namun dia
adalah seorang yang pintar dan busuk, aku harus periksa
dengan teliti sebelum kita makan dan meminumnya."
Dengan sumpit Pek Yun Hui dahar makanan itu dengan
napsu, karena telah beberapa hari ia hanya makan daging
menjangan dan daun-daun yang dipetik dari daerah
pegunungan itu, Kemudian Pang Siu Wie dan Lie Ceng Loan
juga turut makan dan minum.
Ketika cuaca sudah menjadi gelap, Si Tian Houw datang
lagi dengan mengenakan pakaian serba hitam pedangnya ia
pancangkan di punggungnya, Dengan wajah yang gelisah ia
memberitahukan: Tadi aku dapat lihat jejak musuh-musuh kita
di kaki puncak Ngo Houw Leng...."
Pek Yun Hui memotong pembicaraannya, dan menanyai
"Apakah kau telah siapkan barang-barang yang harus
digunakan?" "Semua sudah disiapkan Aku hanya perlu memberitahukan
kalian bila harus keluar untuk membantu," jawab Si Tian
Houw, KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"Loan Moi," kata Pek Yun Hui kepada Lie Ceng Loan. "Kau
jaga Bu Koko baik-baik. Aku membantu Si Tian Houw
menangkap Ban Lian Hwe Kwi untuk menyembuhkan Bu
Koko." Lie Ceng Loan yang sangat khawatirkan kesehatan-nya
Bee Kun Bu sudah beberapa hari duduk termenung, ia jarang
bicara, dan mukanya selalu muram, ia hanya mengangguk
Pek Yun Hui menghela napas, lalu jalan keluar dari goa
sambil berkata kepada diri sendiri: "Ban Lian Hwe Kwi itu
adalah harapan besar yang dapat menolong jiwanya Bee Kun
Bu. Malam ini aku harus membantu dengan sungguh-sungguh
menangkap kura sakti itu!" Lalu ia menanya Si Tian Houw:
"Apakah kau masih ada senjata lainnya?"
"Senjata apakah yang Siocia perlukan?" tanya Si Tian
Houw, "Paling baik berikan aku Po Kiam (pedang)," kata Pek Yun
Hui. "Masih ada satu pedang, hanya aku tidak tahu apakah
pedang itu cocok bagi Siocia," kata Si Tian Houw, Tetapi
siocia lihat saja, Mari, turut aku!"
Si Tian Houw loncat keluar dari goa itu, diikuti oleh Pek
Yun Hui dan Pang Siu Wie. Setelah mereka melalui beberapa
tikungan, mereka tiba di suatu jalan yang sangat berbahaya,
jalan itu hanya satu depa lebih lebarnya, di kedua sisinya
adalah lereng gunung yang curam, Walau jago silat yang
memiliki ilmu meringankan tubuh pun tak mungkin mendaki
lereng gunung yang sangat curam itu,
"Kita sekarang berdiri di suatu jalan yang tingginya lebih
dari tiga ratus depa dari kaki gunung ini." Si Tian Houw
menjelaskan "Di kaki gunung ini adalah tempat
persembunyiannya Ban Lian Hwe Kwi. Coba lihat air terjun di
seberang kita! Orang tak dapat jalan dari dekat air terjun itu,
jalan itu adalah jalan satu-satunya untuk keluar dan masuk ke
puncak Ngo Houw Leng. Kedua Siocia jika dapat menjaga
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
jalan ini, aku yakin musuh dapat ditahan...." Belum lagi ia
bicara habis, tiba-tiba terdengar suara orang tertawa keras
dan lama, Pek Yun Hui menengadah dan melihat Souw Peng Hai
yang dikawal oleh empat iblis sedang berusaha turun dari atas
puncak itu, Di belakang mereka terlihat juga enam-tujuh
orang. Nampaknya Souw Peng Hai sangat tenang,
Si Tian Houw terperanjat melihat Souw Peng Hai dan
orang-orangnya telah mendatangi Dengan muka yang pucat ia
berkata kepada Pek Yun Hui: "Siocia, itulah ada musuhmusuh kita yang lihay, jika kita berhasil menahan mereka,
separoh dari usaha kita berhasil...." Betul ucapan itu ia
katakan dengan suara yang rendah, akan tetapi dari jarak
yang hanya beberapa depa Souw Peng Hai yang
pendengarannya tajam sekali bisa mendengar jelas.
Terdengar ia tertawa gelak-gelak, dan secepat kilat ia
loncat dari atas ke depan di mana mereka berdiri Dengan toya
besinya yang berkepala naga dipegang di tangan kanannya, ia
berdiri di hadapan Si Tian Houw hanya lebih kurang dua depa
jauhnya, "Si Tian Houw! jika kau dapat sambuti pukulan toya
besiku tiga kali, orang-orang partai silat Thian Liong segera
berlalu dari sini, dan aku kembalikan peta tentang tempat
persembunyiannya Ban Lian Hwe Kwi kepadamu!" kata Souw
Peng Hai, mengejek Si Tian Houw yang pernah rasai tenaga dalamnya Souw
Peng Hai yakin ia tak dapat menahan pukulan toya besi itu, ia
cabut pedangnya dan menjawab: "Aku menyesal tak dapat
menerima tantanganmu, Tetapi aku sedia orang yang dapat
melayani kau...."Ja melirik ke arah Pek Yun Hui, dan
meneruskan, "Dan orang itu juga ingin kau menerima
pukulannya tiga kali!"
Pek Yun Hui menjadi gemas, Tetapi dalam waktu sepuluh
hari menurut janjinya ia harus turut perintahnya Si Tian Houw,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
dan ia terpaksa keluar melaksanakan perintah itu, ia maju
setindak menghadapi Souw Peng Hai.
Ketika itu, keempat iblis segera berdiri berderet di
belakangnya Souw Peng Hai, dan enam-tujuh orang di
belakang juga telah mendatangi dan segera berhenti lebih
kurang satu depa di belakangnya Souw Peng Hai,
Dengan tekad menolong Bee Kun Bu, Pek Yun Hui berdiri
dengan tenang menghadapi Souw Peng Hai. Dengan kedua
mata yang bersinar ia menegur Souw Peng Hai: "BaikIah. Aku
menerima pukulan toya besimu tiga kali!"
Souw Peng Hai tertawa gelak-gelak dan menanya: "Siocia
dengan Si Tian Houw ada hubungan apa" Mengapa rela
menggantikan dia?" Segera mukanya Pek Yun Hui menjadi merah. Ia merasa
canggung dengan pertanyaan itu, ia tak dapat menjelaskan
sebab musababnya mengapa ia rela menggantikan Ti Kian Su
Seng menerima tiga pukulan toya besinya Souw Peng Hai
yang terkenal lihay di kalangan Kang-ouw. ia yang berwatak
agung tidak mudah menerima perintah orang lain, Di kalangan
Kang-ouw ia hanya takuti dua atau tiga orang. Ejekan Souw
Peng Hai itu menusuk hatinya, tetapi ia terpaksa memenuhi
janjinya demi menolong jiwanya Bee Kun Bu.... setelah
menelan ejekan itu, ia menjawab dengan senyuman terpaksa:
"Aku tidak mempunyai kesabaran untuk mengadu lidah
dengan kau. Lebih baik dengan mengadu silat kita bereskan
perselisihan kita!" "Ha! Ha! Ha!" tertawa Souw Peng Hai. "Baik!" Tetapi ia
masih juga tidak menyerang, karena semenjak ia
menyaksikan dengan kepala mata sendiri betapa lihaynya ilmu
silat Pek Yun Hui, ia pun tak berani bertindak sembrono,
Pek Yun Hui mendengar suara tawanya Souw Peng Hai
laksana meraung nya seekor naga, ia berpikir "Orang ini
tenaga dalamnya luar biasa, Aku harus waspada menerima
pukulannya!" KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Souw Peng Hai terus menerus tertawa dan suaranya
memusingkan telinga, Pek Yun Hui terkejut, dan ia berpikir
lagi: "Rupanya dia sengaja tertawa lama untuk menguji tenaga
dalamku." ia menoleh ke arah Si Tian Houw siapa ia lihat
berkeringat. Rupanya Si Tian Houw tak dapat menahan suara
tertawanya Souw Peng Hai yang menggoncangkan sukma.
Pek Yun Hui tidak tahan diperlakukan demikian oleh Souw
Peng Hai, Sambil menjerit ia menjotos dengan jurus Hun Ceng
Tan atau Membuyarkan Abu Menjernihkan Suasana dengan
tinju kirinya, dan secepat kilat dua jari tangannya berusaha
menotok tenggorokan Souw Peng Hai!
Souw Peng Hai segera berhenti tertawa. Terlihat kedua
pundaknya bergerak ia mengelit totokan lawan nya, dan terus
menyabet dengan toya besinya.
Pek Yun Hui hanya mundur satu langkah, dan terus
menyodok dada lawan nya, serangannya ini sangat
berbahaya, ia melancarkan sodokan itu dengan mengambil
resiko yang besar, karena toya besi Souw Peng Hai setelah
luput menebas, segera kembali membabat pinggangnya
Souw Peng Hai telah menjumpai dan melawan banyak
musuh, akan tetapi cara Pek Yun Hui menyerang dengan
berani mengambil resiko yang besar itu, ia belum pernah
jumpai! Sodokan itu dilakukan dengan jurus Peng Hong Tiang Ho
atau Membekukan Arus Sungai yang deras yang dilancarkan
dengan tenaga dalam bukan saja dapai menahan sabetan
toya besi, bahkan berhasil menyentuh dadanya Souw Peng
Haij apabila Souw Peng Hai tidak lekas-lekas loncat mundur,
ia pasti akan tewas! Souw Peng Hai terkejut! Setelah ia loncat mundur dengan
menjejakkan kakinya ia lompat menerkam lawan nya!
serangan atau kelitan kedua belah pihak menakjubkan
orang-orang yang menyaksikan Belum pernah mereka
menyaksikan pertarungan yang dilakukan dengan ilmu silat
demikian tingginya, KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Kelitan, egosan, menahan toya besi untuk menerus kan
menyodok yang dilakukan Pek Yun Hui adalah jurus-jurus
yang dapat dipelajari dari kitab silat Kui Goan Pit Cek, dan
hanya Souw Peng Hai yang memiliki ilmu silat tinggi dapat
luput dari sodokan maut tadi,
Terkaman Souw Peng Hai pun dengan mudah dapat
diegosi oleh Pek Yun Hui. Souw Peng Hai menubruk angin!
Dengan perasaan kagum ia berseru: "Siocia, berhenti ilmu
silat Siocia aku belum pernah jumpai, Aku pun tidak menduga
bahwa aku si tua bangka ini beruntung menjumpai lawan yang
setimpal. Aku minta Siocia memberitahukan kepadaku siapa
gerangan guru Siocia?"
Souw Peng Hai yang telah lanjut usianya dan telah
berpuluh-puluh tahun berkecimpung di kalangan Kang-ouw,
dan telah banyak kali bertempur melawan jago-jago silat,
harus mengakui bahwa Pek Yun Hui itu adalah jago silat yang


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

lebih luar biasa daripada yang luar biasa, Tiap-tiap serangan
yang dilancarkannya sangat aneh ajaib, dan ia harus
keluarkan semua kepandaiannya untuk mengelit serangan
tersebut Pek Yun Hui berkata sambil menyindir "Kita harus
bertempur untuk menentukan siapa yang lebih unggul, dan
aku tak perlu memberitahukan siapa guruku!"
Souw Peng Hai menjadi gusar dihina oleh gadis sepantar
usia putrinya, ia membentak: "Ha! Kau betul-betul kurang ajar,
Kau berani mengejek aku si tua bangka yang pantas menjadi
ayahmu!" Baru saja ia ingin menyerang dengan satu
kemplangan yang nekat dari toya besi nya, tiba-tiba loncat ke
depan salah seorang jago silat, Setelah mengangkat tinjunya
ke depan dada sebagai tanda menghormat, jago silat itu
berkata: "Harap Cong Piauw Tou (Pemimpin Partai) menahan
kemurkaanmu, Perkenankanlah aku melawan gadis itu!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
jago silat itu adalah Kiok Goan Hoat, pemimpin bendera
hitam dari partai Thian Liong, Souw Peng Hai terpaksa
mundur dan memperingatkan dengan suara rendah: "Kau
harus hati-hati melawan gadis itu!" Belum pernah Souw Peng
Hai dihina demikian rupa, tetapi karena ia yakin tidak dapat
menundukkan Pek Yun Hui, maka ia memperkenankan Kiok
Goan Hoat maju melawan. Kiok Goan Hoat berdiri menghadapi Pek Yun Hui sambil
mengumpulkan tenaga dalamnya.
Pek Yun Hui terus mengejek: "Ha! Apakah ini namanya
jago silat" Mengapa melawan seorang gadis harus bergiliran"
jika kalian takut majulah kalian semuanya melawan aku
seorang!" Kiok Goan Hoat tidak menggubris ejekan itu, ia berpaling
kepada Si Tian Houw dan menegurnya: "Si Tian Houw! Kau
betul-betul seorang yang cerdik, Kau berhasil menarik seorang
jago silat untuk melawan kami! Dan kau sendiri seperti
seorang pengecut bersembunyi di belakang!"
Ucapan itu menyinggung Pek Yun Hui, seolah-olah ia
adalah budaknya Si Tian Houw yang dapat disuruhnya
menurut kehendaknya, ia membentak: "Hai, kau jangan
banyak bicara! Ayo, kau maju menyerang!"
Sam Sou Lo Shi memperingatkan "Pek Siocia, kau jangan
masuk perangkap! Dia sengaja membikin kau marah!"
Pek Yun Hui insyaf akan kekeliruannya, ia seger berlaku
tenang kembali sebetulnya Kiok Goan Hoat bermaksud
mengejek Pek Yun Hui sambil menegur Si Tian Houw, dan
kemudian mengambil kesempatan kejengahan Pek Yun Hui,
ia akan menyerang tiba-tiba, Tapi akalnya itu dilihat oleh Pang
Siu Wie. ia tertawa lagi, dan ia mengejek si wanita jelek: "Aha,
orang ini tidak mirip manusia, dan juga tidak mirip setan!
Apakah kau ini bukannya Pang Siocia, yang dulunya cantik
jelita, dan kemudian mukamu dibikin rusak oleh Si Tian Houw"
Aku beruntung dapat menyaksikan muka yang demikian rusak
itu. Ha! Ha!" KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Ejekan itu menusuk hatinya Pang Siu Wie, dan juga Si
Tian Houw, yang khawatir Pang Siu Wie segera menerkam ia.
Dalam kegelisahannya Si Tian Houw berkata: "Kiok Goan
Hoat, aku ketahui maksudmu, kau ingin Pang Siocia menjadi
marah dan menyerang aku, dan dengan demikian memecah
belahkan kami!" "Ha! Ha!" tertawa Kiok Goan Hoat. "Kau sudah tinggal
bertapa di pegunungan ini hampir enam belas tahun, dan kau
tentu telah memiliki ilmu silat yang tinggi Pang Siocia mana
bisa menggempur kau?"
Si Tian Houw membalas mengejek, karena ia bukannya
anak kemarin dulu yang dapat ditipu: "Jika aku binasa di
tangan Pang Siocia, partai Thian Liong akan memperoleh Ban
Lian Hwe Kwi dengan mudah! Aku tak dapat diabui!"
Pang Siu Wie juga dapat menerka tipu muslihatnya Kiok
Goan Hoat, ia berkeputusan dengan membikin pembalasan
dendamnya terhadap Si Tian Houw ketika itu.
Saat itu Kiok Goan Hoat telah mengumpulkan tenaga
dalamnya, tiba-tiba ia menjerit dan loncat menyerang Pek Yun
Hui dengan kedua tinjunya,
Pek Yun Hui yang telah dibikin panas, dan melihat ia
diserang sekonyong-konyong, seperti juga api yang disiram
bensin, Dengan tangan kirinya ia menangkis jotosan-jotosan,
dan dengan tinju kanannya ia berusaha menjotos lambung
lawannya, Kiok Goan Hoat terkejut Lekas-lekas ia geprak tinju Pek
Yun Hui dengan kedua tangannya, lalu loncat ke belakang,
"Ai," ia berseru di dalam hatinya, "Sedikit lagi tamat ajalku!
Gadis ini sukar digempur!"
Sebetulnya semenjak ia melawan Souw Peng Hai, Pek
Yun Hui telah mengerahkan tenaga Hut Men Sian Thian Ki
Kong (Tenaga dalam ajaib kurnia Tuhan yang dapat menjaga
tubuh), dan tenaga itu dilakukan dengan ilmu judo: ialah lemas
kelihatannya, tetapi keras dan ampuh hasi1nya.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui tidak memberikan kesempatan Kiok Goan
Hoat untuk menyerang lagi, ia loncat ke kiri dan mengejar
Kiok Goan Hoat belum berdiri teguh ketika tinjunya Pek
Yun Hui melayang ke mukanya, ia tak dapat mengegos lagi,
dengan terpaksa ia berlaku nekat menangkis tinju itu dengan
sekuat tenaga, jika Pek Yun Hui meneruskan, tinjunya pasti beradu
dengan tinju I awan nya, dan mungkin tangannya menjadi
remuk meskipun tangan lawannya hancur ia tidak bodoh
membiarkan tangannya remuk, Lekas-lekas ia tarik kembali
tangannya dan loncat ke depan.
Kiok Goan Hoat nyaris dari maut, keringatnya membasahi
seluruh tubuhnya! Si Tian Houw melihat bahwa Ban Lian Hwe Kwi segera
akan keluar dari lobangnya, ia harus membikin persiapan, dan
ia tak dapat segera menyingkir dari tempat itu. ia menjadi
gelisah sekalL., Di pihak Souw Peng Hai yang telah menyaksikan
pertempuran antara Kiok Goan Hoat dan Pek Yun Hui, ia juga
sangat khawatirkan orangnya, ia yakin bahwa lambat laun,
Kiok Goan Hoat akan dapat dipukul mati oleh Pek Yun Hui.
Jika ia panggil Kiok Goan Hoat, ia sendiri harus menghadapi
Pek Yun Hui, dan ia yakin tak dapat mengalahkan gadis itu.
Oleh karena itu ia pun menjadi geIisah....
justru pada saat itu, terdengar suara hembusan angin yang
segera disertai dengan berkelebatnya bayangan orang,
Bayangan tersebut melayang turun di samping Kiok Goan
Hoat. Pek Yun Hui adalah orang yang pertama melihat bayangan
itu, Orang yang tiba-tiba datang itu berusia lima puluh tahun
lebih, wajahnya putih bersih, jenggotnya putih, mengenakan
jubah putih, dia adalah Sao Kong Gie yang terkenal sebagai
tabib sakti dari telaga Poyang-ouw. Baru saja ia ingin
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
menegur, ketika Sao Kong Gie mengangkat kedua tangannya
memberi hormat seraya berkata: "Apakah Siocia masih ingat
kepadaku ini, tukang menangkap ikan?"
Pek Yun Hui membalas hormat itu, dan sambil tersenyum
ia menjawab: "Angkatan tua, kau baikkah" Aku tidak menduga
bahwa angkatan tua sudi datang ke pegunungan yang
terpencil ini, Aku merasa beruntung dapat berjumpa lagi,"
Sao Kong Gie tertawa. "Siocia terlampau merendahkan diri. Panggilan angkatan
tua aku tak dapat terima, Ketika aku menjumpai Siocia di
pinggir telaga Poyang-ouw, aku segera menduganya bahwa
Siocia memiliki ilmu silat yang tinggi sekali. Tadi dengan
kepala mata sendiri aku menyaksikan Siocia bertarung,
ternyata dugaanku tidak keliru!"
Pek Yun Hui merasa malu mendengar pujian itu, ia segera
berkata dengan merendah: "Angkatan tua terlampau memuji."
Lalu Sao Kong Gie mengawasi Si Tian Houw, dan
menanya Pek Yun Hui: "Siocia, aku mohon tanya, Siocia
mempunyai hubungan apa dengan Si Tian Houw?"
Si Tian Houw yang melihat bahwa Pek Yun Hui dan Sao
Kong Gie sudah saling mengenal menjadi cemas, ia lekaslekas berdiri di belakangnya Pek Yun Hui dan berbisik: "Ingat!
jangan lupa janjimu! Dalam sepuluh hari kau harus turut
perintahku Aku memberikan kau batas waktu selama
seperempat jam untuk memukul mundur dan mengusir
mereka semua keluar dari jalan ini!"
Pek Yun Hui terperanjat, dan menjawab, suaranya rendah:
"Hm! lima hari telah lewat, dan aku tentu mentaati janjiku lima
hari lagi!" "Betul, Lima hari lagi, jika aku tewas, aku tak akan
menyesali Tetapi dalam lima hari, kau harus mendengar
perintahku." kata Si Tian Houw,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Dengan terpaksa Pek Yun Hui berkata kepada Sao Kong
Gie: "Angkatan tua, aku terpaksa minta kau berlalu dari sini,
sebetulnya aku juga harus minta orang-orangnya partai Thian
Liong berlalu dan jangan berusaha merebut Ban Lian Hwe
Kwi, agar urusan ini menjadi reda!"
Sao Kong Gie segera mengetahui bahwa Pek Yun Hui
berada di bawah desakannya Si Tian Houw, tetapi ia tak dapat
menerka alasannya, ia pun tak dapat berkata apa-apa lagi,
Tiba-tiba terdengar Souw Peng Hai menjerit ia tekan ujung
toya besinya di atas tanah untuk melonjak ke atas seolah-olah
terbang melewat di atas kepalanya Pek Yun Hui untuk
mengemplang Si Tian Houw dengan toya besi nya!
Serangan yang tiba-tiba itu membikin Si Tian Houw
terkejut Dengan pedangnya ia jaga kepalanya dan meloncat
mundur tiga Iangkah. Souw Peng Hai belum tiba di atas tanah, tiba-tiba ia
merubah jurusnya, Segera terdengar suara pedangnya Si Tian
Houw dipukul terpental dari cekalannya, dan sekejap
kemudian terlihat Si Tian Houw dicekal pergelangan
tangannya oleh Souw Peng Hai.
Serangan tiba-tiba itu dilakukan secepat kilat Pek Yun Hui
tidak keburu menolong! Tetapi ia berhasil melompat di
belakangnya. Kesempatan itu digunakan oleh Pek Yun Hui untuk
mengirim Jotosannya beruntun tiga kall, Souw Peng Hai
terpaksa lekas-iekas melompat mundur
Souw Peng Hai telah mengetahui bahwa Pek Yun Hui
pasti berusaha mencegah atau menolongnya, Oleh karena itu
ketika ia mencekal pergelangan tangan kanannya Si Tian
Houw, ia pun mengegos ke samping, Namun, bajunya
tersentuh oleh ujung jari Pek Yun Hui yang berusaha menotok
punggungnya, Kemplangan toya besi, pijitan pergelangan tangan, egosan
dan melemparkan tubuhnya Si Tian Houw di depan Pek Yun
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Hui dilakukan Souw Peng Hai cepat sekali. Dan ketika Pek
Yun Hui ingin menolongnya, angin dari telunjuk saktinya Souw
Peng Hai sudah hampir tiba di dadanya Si Tian Houw.
Si Tian Houw sudah memejamkan kedua matanya menanti
ajalnya, Ketika Souw Peng Hai menahan telunjuk saktinya dan
mengancam: "Hei, Si Tian Houw! Apakah kau ingin Ban Lian
Hwe Kwi atau ingin jiwamu"!"
Dalam saat segenting itu, Si Tian Houw tiba-tiba
bergulingan lagi, akan tetapi toya besinya Souw Peng Hai
menahan padanya, Kesempatan itu digunakan oleh Pek Yun
Hui untuk mengirim jotosannya beruntun tiga kali, Souw Peng
Hai terpaksa lekas-Iekas Ioncat mundur tiga langkah setelah
mencekal lagi pergelangan tangan kanannya Si Tian Houw,
Si Tian Houw menjerit kesakitan dan berkata: "Pek Siocia,
jangan serang dia lagi! Jangan! Jangan! Dia dapat memijit aku
sehingga binasa.,.!"
"Ha! Ha! Ha!" kata Souw Peng Hai. "Jika Siocia coba
menyerang lagi, jahanam ini akan mati seketika!"
Keadaan memaksa Pek Yun Hui berhenti menye-rang, ia
Ioncat mundur empat langkah dan mengejek: "Hm! Kau
pegang dia sebagai sandera! ini bukan semangat jantan! Ayo,
lepaskan dia dan bertarung melawan aku...."
"Ha! Ha! Ha!" tertawa Souw Peng Hai. "Siocia dan aku si
tua bangka tak ada dendaman apapun, mengapa mesti
bertempur mati- matian?"
Si Tian Houw terus mengejek: "Betul-betuI kau bukan
ksatria, kau bernyali tikus! Seorang jago silat tak akan gentar
terhadap tantangan!"
Ketika itu, Kiok Goan Hoat, Sao Kong Gie dan keempat
iblis dari partai Thian Liong telah mengambil kedudukan
mengurung, dan Pang Siu Wie juga telah datang berdiri di
sampingnya, Pek Yun Hui sambil memegangi kantong pasir
beracun di tangan kanan dan anak panah beracun di tangan
kiri, siap sedia bertempur jika perlu!
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Souw Peng Hai mengawasi Pek Yun Hui dengan perasaan
gemas, lalu ia berkata kepada Si Tian Houw: "Hei! Si Tian
Houw! Aku membentuk partai silat Thian Liong bukan karena
ingin mencari nama di kalangan Kang-ouw, akan tetapi karena
aku memikir para jago-jago silat yang tidak tergabung dalam
sembilan partai silat lainnya, Cobalah kau pikir, di dalam
beberapa puluh tahun ini,, sudah berapa banyak jago-jago
silat yang telah dihina, dilukai bahkan dibunuh oleh orangorang dari kesembilan partai silat itu...." Souw Peng Hai
berhenti sejenak dan mengawasi keadaan di sekitarnya, lalu
meneruskan "Jika kita yang tidak tergaung dalam partai silat
tidak berserikat dan menjaga diri terhadap kesembilan partai
silat itu, aku yakin kita semua akan musnah di tangan
mereka!" Sambil menahan sakit Si Tian Houw berkata: "Apa-kah kau
bermaksud menarik aku masuk ke dalam partai Thian Liong?"
Souw Peng Hai menjadi reda. ia tersenyum dan berkata:
"Pintu dari partai Thian Liong senantiasa terbuka lebar, dan
selalu menyambut dengan senang hati para jago-jago silat
yang tidak tergabung dalam sembilan partai yang terkenal
pada dewasa ini!" "Tetapi kau jangan paksa aku dengan memijit keras
pergelangan tanganku, Dengan paksaan, aku lebih suka mati
daripada dihina semacam ini!" jawab Si Tian Houw,
Souw Peng Hai lepaskan cengkeramannya pada
pergelangan tangannya Si Tian Houw, lalu mundur dua
langkah. "Jika saudara betul-betul suka menggabungkan diri


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

ke dalam partai Thian Liong, aku akan membantu kau sekuat
tenaga untuk menangkap Ban Lian Hwe Kwi. Saudara harus
mengetahui bahwa Ban Lian Hwe Kwi itu bukan satu rahasia
lagi, Jago-jago silat di kalangan Kang-ouw sudah banyak yang
telah mengetahuinya, Pada dewasa ini aku yakin sudah
banyak jago-jago silat dari kesembilan partai yang terkenal itu
datang ke daerah ini dengan maksud menangkap Ban Lian
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Hwe Kwi itu. Aku senantiasa mentaati janji, dan pereayalah
bahwa aku lebih menghargai orang-orang pandai daripada
segala mustika serupa Ban Lian Hwe Kwi itu. Nah! Sekarang
terserah kepada saudara Si Tian Houw sendiri untuk
mengambil keputusan."
Bujukan itu membikin Si Tian Houw berpikir mundur maju,
ia memandang wajah Pek Yun Hui, tetapi ia tak dapat
menyelami perasaan gadis itu. PerIahan-lahan ia bangun
dengan pikiran mengaduk, untuk sementara waktu ia tak
dapat mengambil keputusan
Justru pada saat itu terdengar siulan yang nyaring,
Sejenak kemudian terlihat dari jauh dua bayangan orang
sedang berlari- lari mendatangi Mereka semua mengetahui
bahwa kedua orang yang tengah mendatangi itu memiliki ilmu
silat yang lihay sekali, Kedua orang itu berhenti lebih kurang
satu depa jauhnya dari tempat dimana mereka berkumpul
Menampak mereka itu, Ti Kian Su Seng menjadi terkejut,
karena salah satu dari kedua orang itu, yang mengenakan
jubah dan bersenjata toya bambu, brewokan dan berambut
putih adalah Tu Wee Seng, pemimpin dari partai silat Hoa
San. yang satu lagi, berbaju pendek, tubuhnya tinggi besar,
sedikit bungkuk punggungnya, kedua lengannya luar biasa
panjangnya dan kedua matanya bersinar, adalah saudara
angkatnya Tu Wee Seng, bernama To It Kang, alias si lengan
baju, Sebetulnya Ti Kian Su Seng masih belum dapat
mengambil keputusan tentang tawaran Souw Peng Hai, akan
tetapi setelah melihat Tu Wee Seng dan To It Kang datang, ia
berkata kepada Souw Peng Hai dengan nada yang rendah
tetapi sungguh-sungguh: "Untuk aku menggabungkan diri ke
dalam partai Thian Liong tidaklah sukar Tetapi kali ini aku
minta semua orang-orangnya partai Thian Liong menuruti
kehendakku agar Ban Lian Hwe Kwi tidak terjatuh ke tangan
orang lain!" KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"Orang-orang partaiku pasti mendengar perintahku, dan
aku berjanji bahwa sebelumnya kau memperoleh Ban Lian
Hwe Kwi, semuanya menuruti kehendakmu!" jawabnya Souw
Peng Hai. "Dan setelah kita dapat menangkap Ban Lian Hwe Kwi,
akulah yang berhak mengatur pembagian nya," kata Si Tian
Houw, "Asalkan kau suka masuk partai Thian Liong, soal itupun
kami setuju menuruti kehendakmu," sahut SouwPeng Hai.
Lalu Si Tian Houw berpaling kepada Pek Yun Huiu dan
berkata: "Perjanjianku kepada Siocia ialah memberikan satu
mustika lain kepada Siocia disamping menyembuhkan
suhengmu dengan Ba Menjenguk Cakrawala 4 Kuda Putih Karya Okt Pedang Kiri 19
^