Pencarian

Bangau Sakti 3

Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung Bagian 3


kitab-kitab itu dan meletakkannya di hadapan Souw Peng Hai dan Hian Ceng
Totiang, Lalu tiga kepala cabang partai Tian Liong, Bee Kun
Bu dan kawan-kawannya juga datang melihat kitab-kitab itu.
Hian Ceng Totiang membuka sampul kitab pertama yang
bertulisan empat huruf "Kui Goan Pit Cek" dengan warna
merah, Tapi halaman pertama adalah kertas putih dengan
sebuah gambar kura-kura, dan halaman kedua di atas kertas
putih tertulis huruf-huruf yang artinya sebagai berikut: "Kacang
itu tak dapat dimakan, karena bisa menyakitkan perut. Tahu
itu harus ditambahi arak agar sedap rasanya." Dibaliknya terus
halaman-halaman lainnya, dan di atas kertas yang putih itu
hanya ada gambar-gambar burung-burung atau binatangbinatang, Tak sehelai pun yang ditulisi dengan ilmu silat,
Ketika dibaliknya sampai halaman terakhir dari kitab yang
ketiga, dibacanya: "Setelah melihat gambar-gambar lukisan
dan huruf-huruf, bagaimanakah pendapatmu?"
Hian Ceng Totiang mengeluarkan peta Cong Cin To, dan
membandingkan huruf-huruf nya dengan huruf-huruf di dalam
ketiga kitab itu. Segera tampak bahwa huruf-huruf itu
berlainan, dan warna haknya (tintanya) juga berlainan, Souw
Peng Hai yang juga pandai menulis segera melihat bahwa
tinta di dalam kitab-kitab itu hanya lebih kurang tiga puluh
tahun tuanya, sedangkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang
tulen sudah berumur beberapa ratus tahun, Hian Ceng
Totiang menarik napas, lalu berkata: "Kitab-kitab Kui Goan Pit
Cek yang tulen sudah diambil orang, Kita semua telah
dipermainkan." Semua orang berdiri terpesona Souw Peng
Hai yakin bahwa Hian Ceng Totiang tidak berdusta. ia
menoleh ke arah Tiam Cong, tetapi Tiam Cong telah
digendong pergi oleh saudaranya, Tan Piauw.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Ketika itu hari sudah mulai senja, dan matahari sudah
berada di sebelah barat Souw Peng Hai lalu memerintahkan
semua orang-orangnya berlalu setelah menghaturkan hormat
kepada Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toa-su. Yang
terakhir adalah Tu Wee Seng. sebelum ia pergi ia pun berkata
kepada Hian Ceng Totiang, "Urusanku masih banyak yang
harus ku kerja kan, dan banyak perhitungan harus kubereskan
Sampai berjumpa lagi!" Lalu dengan ilmu meringankan tubuh
ia pun pergi dengan cepat sekali entah kemana,
Setelah semuanya pergi, Hian Ceng Totiang berkata: "KJta
harus lekas-lekas ke kota!" Lalu Lie Ceng Loan dan Liong
Giok Pin mendukung Giok Cin Cu di kiri kanannya sambil
melanjutkan perjalanannya, Lie Ceng Loan yang halus
perasaannya bertanya kepada Bee Kun Bu yang berjalan di
sampingnyaj "Bu Koko, apakah kau mengetahui obat yang
mustajab untuk menyembuhkan luka guru kita?"
"Aku tidak tahu," sahut Bee Kun Bu sambil menarik napas,
"Jika ular tadi dipatok oleh bangau putih, pasti ia segera mati!"
kata Lie Ceng Loan, Ucapan itu menyebabkan Hian Ceng
Totiang berpikir "Jika bangau putih dapat membunuh mati ular
hitam yang besar, bangau itu pasti sakti sekali, jika ia
mempunyai majikan, majikannya pasti dapat mengobati orang
yang terluka karena gigitan ular berbisa." Tapi pikirannya itu
tidak diutarakannya pada orang lain,
Mereka berjalan terus, dan ketika itu hari sudah menjadi
malam, tetapi mereka tidak berhenti, karena mereka ingin
lekas-lekas tiba di kota, Ketika fajar menyingsing, mereka
telah menempuh jarak seratus lie iebih, dan berada di kaki
sebuah puncak gunung, Hian Ceng Totiang talu mendaki
puncak itu dengan ilmu meringankan tubuhnya, Dari sana ia
melihat ke daerah di hadapan dan di bawahnya.
Dalam suasana yang gelap itu, ia masih dapat melihat
sebuah kota dengan lampu yang banyak, Menurut
taksirannya, kota itu lebih kurang tujuh puluh lie jauhnya,
Dengan kecepatan maksimum yang dapat mereka capai
dalam berjalan, ia menaksir akan dapat sampai di kota itu
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
pada esok pagi nya. ia agak merasa girang, karena di kota
tersebut mungkin dapat ia membeli obat yang dibutuhkan ia
turun kembali dan memberitahukan bahwa kota yang terletak
di kaki gunung dapat dicapai esok pagi, dan
diperintahkannyalah semuanya beristirahat sebentar
Lie Ceng Loan lalu mengajak Bee Kun Bu ke suatu sungai
kecil untuk mencuci muka yang sudah penuh debu, Ketika
mereka sedang mencuci muka di pinggir sungai itu, mereka
mendengar seakan-akan ada orang tertawa, Lie Ceng Loan
bertanya, setelah melihat keadaan di sekitarnya: "Apakah itu
suara orang?" "Betul, tapi silat orang itu lihay sekali!" sahut Bee Kun Bu.
"Karena kita tak dapat mengetahui di mana ia berada?"
"Ayo, kita beritahukan guru kita!" kata Lie Ceng Loan,
"Jangan!" sahut Bee Kun Bu, "Orang itu tidak mengganggu
kita. Kita tak usah memusingkan kepada guru kita."
Kemudian mereka kembali ke tempat berkumpul dan Hian
Ceng Totiang lalu memerintahkan supaya berangkat lagi.
Betul saja, pada hampir tengah hari, mereka tiba di suatu
kota yang bernama Leng Kee. Mereka mencari tempat
penginapan. Setelah Giok Cin Cu dapat berbaring di tempat
tidur, Hian Ceng Totiang pergi keluar untuk membeli obat yang
dibutuhkan setelah terlebih dahulu menyuruh Liong Giok Pin
dan Lie Ceng Loan menunggui Giok Cin Cu. Ngo Kong Toa-su
menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam operasi
yang akan diadakan Bee Kun Bu mengambil kesempatan itu
untuk berjalan-jalan ke pekarangan belakang, kemudian ke
depan untuk menyambut kembalinya Hian Ceng Totiang,
Rumah penginapan itu tidak besar, tetapi di kota Leng
ICee ialah yang terbesar Di bagian depan adalah restoran,
dan di bagian belakang tempat penginapan Waktu itu
restorannya penuh sesak, dan suasananya riuh sekalL Di
sebuah meja kecil di sebelah dinding kanan tampak seorang
pemuda yang tampan berbaju hijau. Setelah melihatnya, Bee
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Kun Bu merasa bahwa pemuda itu adalah orang yang luar
biasa, Di antara para tamu di dalam restoran itu tak ubahnya
ia seperti seekor bangau di antara ayam-ayam.
Dengan tak disengaja pemuda itu menoleh ke arah Bee
Kun Bu dan tersenyum Tapi kedua mata yang besar
mengeluarkan sinar dan menyebabkan Bee Kun Bu terkejut
Karena terkejutnya, Bee Kun Bu tidak memperhatikan dengan
tegas wajah pemuda itu. Pada waktu itu, Hian Ceng Totiang juga telah kembali Bee
Kun Bu menerima obat yang telah dibeli nya, akan tetapi ia
masih saja memikirkan pemuda tadi, dan kemudian ia melirik
lagi ke arahnya, Ketika Hian Ceng Totiang masuk ke dalam kamar Giok Cin
Cu, dilihatnya segala sesuatu yang dibutuhkan telah disiapkan
Diperintahkannya Liong Giok Pin memasak air di dalam
sebuah panci besar untuk menggodok obat yang baru dibeli
Lalu ia berkata kepada Giok Cin Cu: "Sumoy, obat telah kubeli
dan kini sedang dimasak, Segera aku akan melakukan operasi
di pergelangan tanganmu untuk mengeluarkan racun ular, Aku
harap kau tenang-tenang saja, dan aku yakin aku dapat
melakukan operasi itu dengan baik, dan menyembuhkan luka
itu. Kemudian aku akan mencurahkan segala tenagaku untuk
mencari obat guna mengembalikan tenagamu."
"Jika kau tidak berhasil?" menanya Giok Cin Cu sambil
tersenyum "Aku akan membuat pembalasan membunuh mati orang
yang menyebabkan kau menderita, atau.,." sahut Hian Ceng
Totiang, tapi ia tak dapat meneruskan karena perkataannya
seakan-akan berhenti di tenggorokannya.
Giok Cin Cu tak dapat menahan air matanya, lalu berkataj
"Meskipun aku meninggal dunia, dalam partai Kun Lun masih
ada Toa-Suheng dan Jie-Suheng. Aku... aku... yakin partai
Kun Lun kita tidak akan terhalang walaupun aku sudah...."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"Bee Kun Bu sangat pintar dan cerdas, Dalam sepuluh
tahun ia pasti dapat meneruskan usaha partai Kun Lun kita,"
menghibur Hian Ceng Totiang,
Ketika obatnya sudah masak, Giok Cin Cu diberi minum
semangkok, Keringat keluar dari seluruh tu-buhnya, Hian
Ceng Totiang lalu membakar sebuah pisau yang sangat tajam,
dan dengan menggigit bibir ia melakukan operasi itu, Darah
tidak mengalir keluar lagi, karena daging di bagian
pergelangan tangan itu sudah mulai busuk, Dipotongnya
daging busuk itu, lalu luka itu dicucinya dengan air obat yang
panas sekali Giok Cin Cu menjerit kesakitan, tetapi Hian Ceng
Totiang terus melakukan operasi itu dengan penuh perhatian
Lalu dibungkusnya luka itu setelah terlebih dahulu menutupinya dengan daun-daun obat Setelah operasi tersebut selesai,
Giok Cin Cu disuruh lagi meminum semangkok obat yang
sudah dimasak tadi, kemudian disuruh tidur.
Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toa-su lalu keluar dari
kamar itu dengan perasaan lega.
Bee Kun Bu lalu berkata kepada Lie Ceng Loan dan Liong
Giok Pin: "Pergi!ah kalian beristirahat Biarlah aku yang
menjagal Kedua gadis itu yang telah hampir dua hari
memanggul Giok Cin Cu, dan kemudian menyaksikan pula
operasi dengan perasaan cemas bereampur sedih, lalu pergi
ke kamar lain untuk beristirahat Bee Kun Bu menjagal Giok
Cin Cu sambil duduk, ia memenangkan peristiwa-peristiwa
yang telah dialaminya dan sebentar-sebentar ia menarik
napas panjang, ia bangun dan jalan menghampiri jendela.
Di buka nya jendela itu dan dari jauh tampaklah puncakpuncak gunung, Tiba-tiba dari langit yang biru tampak olehnya
suatu benda yang putih mendatangi dengan pesat sekali
seakan-akan bintang jatuh dari angkasa, Melihat benda putih
itu, Bee Kun Bu terkejut, karena benda putih itu adalah
bangau putih yang pernah dijumpainya di pegunungan Koat
Cong San! KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Ia berdiri terpesona di belakang jendela, "Bangau itu telah
terbang dari pegunungan Koat Cong San yang letaknya jauh
sekali dari kota ini Pasti ada maksudnya, Dalam beberapa hari
ini, aku pun merasa seperti ada orang yang senantiasa
membayangiku. Mengapa?" pikir-nya.
Lalu ia berniat hendak memberitahukan perasaannya dan
perihal ia melihat bangau putih itu kepada gurunya bila ada
kesempatan yang tepat Setelah beristirahat selama dua hari, Giok Cin Cu kelihatan
lebih bersemangat tapi masih tetap lemah, wajahnya masih
tetap muram, karena ia merasa sayang sekali bahwa
kepandaian silat yang telah dipelajari dipahami dan dimilikinya
telah menjadi tak berguna lagi!
Toa-Suhengnya selalu menghiburnya, "Hari ini kita
beristirahat lagi, dan besok kita berangkat menuju ke telaga
Poa Yo Ouw di propinsi Kian-sie menemui Biauw Souw Hie
Wen Sao Kong Gie yang terkenal sebagai seorang dokter
nomor satu di kolong langit Dokter itu telah banyak sekali
menyembuhkan orang yang kena racun, Aku yakin ia dapat
mengobati dan memulihkan tenagamu lagi, Sumoy, aku
bersumpah, aku tak akan berhenti berusaha menolong kau?"
Giok Cin Cu tersenyum, dan berkata: "Tentang diriku, aku
tak terlampau hiraukan. Tapi partai silat Tian Liong akan
mengundang sembilan partai silat yang kenamaan di kalangan
Bu Lim kelak, tiga tahun lagi untuk mengadu silat pedang. Jika
Toa-Suheng tidak lekas-lekas kembali ke kuil San Goan Kong
di pegunungan Kun Lun, bagaimanakah Jie-Suheng dapat
meladeni semua tantangan?"
Hian Ceng Totiang berpikir sejenak, lalu menyahut: "Jika
demikian halnya, Liong Giok Pin dapat disuruh kembali lebih
dulu ke pegunungan Kun Lun dan memberitahukan Sutee
bahwa partai kita tak turut serta dalam pertandingan silat yang
diadakan oleh partai Tian Liong, Sebetulnya, bagiku sekarang,
usaha menjagoi di kalangan Bu Lim, tidak berarti lagi, Aku
hanya ingin kau lekas-lekas sehat dan pulih!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Dengan mata terbelalak Giok Cin Cu berkata: "Nama partai
Kun Lun telah termashur beberapa ratus tahun, masa partai ini
akan putus atau habis pamornya di tangan kita" Apakah kita
tidak malu terhadap nenek moyang guru-guru kita yang telah
mempereayakan partai Kun Lun kepada kita" Sudahlah, aku
rela mati sekarang agar Toa-Suheng dapat mencurahkan
pikiran dan tenaga demi kepentingan partai Kun Lun!"
Hian Ceng Totiang menundukkan kepalanya dan tinggal
diam. Lalu ia berkata: "Nah,., kita pergi dahulu ke telaga Poa
Yo Ouw mencari dokter Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie,
dan kemudian kita kembali ke pegunungan Kun Lun!" Ya...
asmara yang telah mereka pendam di dalam hati selama
beberapa puluh tahun baru mulai diutarakan semenjak Giok
Cin Cu menderita. Asmara yang murni itu hanya dapat
dipertahankan dengan mulia oleh orang-orang yang kuat
imannya. Keesokan harinya mereka meninggalkan kota Leng Kee
menuju ke telaga Poa Yo Ouw di propinsi Kiang-si. Mereka
harus melewati pegunungan Koat Cong San kembali,
kemudian pegunungan Sian Hia Leng dan pegunungan Bu Ie.
perjalanan itu jauhnya seribu lie lebih. Bilamana semuanya
sehat-sehat saja, maka perjalanan itu dapat ditempuh dalam
lima atau enam hari. Tapi dengan keadaan Giok Cin Cu yang
harus dipanggul oleh kedua gadis muridnya, perjalanan itu
harus dilakukan dengan hati-hati.
Setelah lima hari, mereka telah melewati distrik King Yun
dan masuk ke daerah pegunungan Sian Hia Leng yang
banyak puncaknya dan curam sekali jurang-jurang-nya. Ketika
hari sudah senja, mereka terpaksa beristirahat karena letihnya
di suatu lapangan di antara jurang-jurang pegunungan itu.
Kedua gadis itu lalu membuat api untuk memasak dan
membuat hidangan untuk dimakan ber-sama-sama. Lalu,
setelah semuanya makan, mereka mencoba hendak tidur,
Hian Ceng Totiang melihat bahwa Sumoynya tak dapat tidur,
ia duduk ke dekatnya dan menceritakan kisah-kisah tentang
ilmu silat di kalangan Bu Lim, yang didengarkan dengan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
perhatian oleh Bee Kun Bu, Lie Ceng Loan dan Liong Giok
Pin. Ketika hari telah tengah malam, terdengarlah suara orang
menginjak batu gunung, Bee Kun Bu menoleh ke arah suara
itu, ia terkejut ketika dalam gelap gulita itu datang seorang
pemuda berbaju hijau yang telah dilihatnya di restoran di kota
Leng Kee, pemuda itu jalan perlahan-lahan menghampiri Bee


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Kun Bu dengan sikap tak menghiraukan orang-orang lain
kecuali Bee Kun Bu. ia jalan melewati Bee Kun Bu, lalu
melihat di sekitarnya dengan sikap yang congkak, Sejenak
kemudian pemuda itu tidak nampak lagi dalam suasana yang
gelap itu, "Ganjil sekali sikap orang itu, Tapi ia tidak
mempunyai maksud jahat terhadap kita," kata Hian Ceng
Totiang, "Di kota Leng Hee Siauw-tee pernah menjumpainya,
Rupanya ia memperhatikan Siauw-tee," sahut Bee Kun Bu,
Lalu Hian Ceng Totiang menanyakan apa yang terjadi
antara pemuda itu dengan Bee Kun Bu, dan Bee Kun Bu
menceritakan tentang ia berjumpa dengan pemuda itu,
Dengan wajah muram Hian Ceng Totiang berkata: "Di
kalangan Kang-ouw sering-sering terjadi peristiwa-peristiwa
yang tidak kita duga-duga, Kita harus waspada." Sambil
berkata, ia berpikir dan coba menafsirkan sikap pemuda yang
ganjil tadi, "Bee Kun Bu baru saja menerjunkan diri di
kalangan Bu Lim, dan pasti ia tak mempunyai musuh atau
dendam terhadap orang lain terutama terhadap pemuda
berbaju hijau tadi," pikirnya, Pikiran itu terus merangsang di
otaknya sehingga ia semalam-malaman tak tertidur!
Pada esok paginya, mereka meneruskan perjalanan
Setelah melewati pegunungan Sian Hia Leng, mereka harus
melalui pegunungan Bu Ie. Selama sepuluh hari lebih mereka
harus berjalan dengan susah payah melalui jurang-j0ang yang
curam, lernbah-lembah yang sempit dan jalan-jalan yang
berbahaya, Kemudian mereka masuk ke propinsi Kiang-si.
Akhirnya mereka menyewa kereta yang ditarik oleh kuda
untuk meneruskan perjalanannya, dan tiba di telaga Poa Yo
Ouw setelah lewat beberapa hari.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Tempat itu merupakan sebuah pelabuhan, Toko toko dan
warung-warung banyak sekali, dan penduduknya pun banyak
puIa, Setelah mencari tempat penginapan Hian Ceng Totiang
menjumpai lagi urusan yang memusingkan kepala, Biauw
Souw Hie Wen Kong Gte yang terkenal sebagai dokter yang
pandai sekali, telah lama memisahkan diri dari kalangan Kangouw, dan telah pergi ke suatu tempat terpencil untuk bertapa,
Di daerah Poa Yo Ouw yang luas itu sukar mencarinya, ia
telah berusaha mencarinya selama tiga hari tapi tak berhasil
Pada hari keempat, Hian Ceng Totiang telah pergi lagi
mencari keluar, tapi sampai tengah hari belum juga kembali.
Bee Kun Bu menjadi khawatir ia keluar untuk mencari
gurunya, dan dengan tak terasa ia telah tiba di pinggir telaga
Poa Yo Ouw, Di depan dilihatnya air telaga yang biru dan luas,
pemandangannya indah dan permai, dan menakjubkan!
Ketika ia tengah menikmati keindahan telaga itu, dari
belakang didengarnya suara orang tertawa dengan merdu,
seraya menegur: "Mengapa kau sendiri saja yang menikmati
keindahan telaga ini" Mengapa Sumoymu tidak mendampingi
mu ?" Bee Kun Bu mencium bau yang harum, Ketika ia
memutar badannya dilihatnya seorang gadis berbaju hitam,
berwajah cantik jelita dan tersenyum memandanginya, Gadis
itu adalah Souw Hui Hong, puterinya Souw Peng Hai
pemimpin partai Tian Liong, yang telah jatuh hati padanya,
Melihat Bee Kun Bu terpesona tak dapat menyahut, ia
melangkah maju menghampiri seraya berkata: "Kau sudah
lupa pada budi orang! Aku telah pernah menolongmu
melarikan diri, tetapi ketika hari ini kau berjumpa dengan aku,
kau bukan saja enggan menyatakan terima kasih, bahkan
ingin lagi menyingkir dari aku...."
Bee Kun Bu melihat gadis itu mengucurkan air mata, ia tak
dapat menahan perasaannya yang halus, Dengan senyum
paksaan dicoba nya menghibur "Aku... aku sedang banyak
pikiran, Maka aku tak dapat...." Souw Hui Hong melihat ia
mengaku salah, memotong pembicaraan-nya, dan bertanya:
"Pikiran apakah" Bolehkah aku tahu" Mungkin aku dapat
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
menolong." Bee Kun Bu mengerutkan keningnya, lalu berkata, "Aku sedang mencari seorang dokter."
"Bukankah kau mau mencari Biauw Souw Hie Wen Sao
Kong Gie?" tanya Souw Hui Hong.
"Betul," sahut Bee Kun Bu. "Apakah kau tahu di mana ia?"
"Jika kau tidak berjumpa denganku di sini, mungkin dalam
tiga bulan kau akan mencari-cari tanpa hasil," mengejek gadis
itu. "Apakah Siocia mengetahui di mana dokter itu?" tanya Bee
Kun Bu dengan bernafsu sekali,
"Aku pasti mengetahui! ia adalah ayah angkatku," sahut
gadis itu, "Dapatkah Siocia memberitahukan di mana rumahnya?"
tanya Bee Kun Bu. Dengan kedua mata terbelalak Souw Hui Hong berkata:
"Tidak, Ayah angkatku telah menutup pintunya dan telah lima
tahun ia tidak menerima tamu lagi."
Biauw Souw Hie Wen Kong Gie dengan jarum saktinya
Bee Kun Bu menarik napas panjang, ia merasa kecewa,
Dari jauh mereka datang ke Poa Yo Ouw untuk mencari dokter
pandai itu, Tapi setelah tiba di tempatnya, dokter itu menutup
pintu, tak menerima tamu, ia memikirkan nasib gurunya, dan
yakin bahwa hanya dokter itulah yang akan dapat
menyembuhkan gurunya, ia hendak memaksa gadis itu
memberitahukan rumah dokter itu, tapi ia mundur lagi. Sikap
yang serba salah ini diperhatikan oleh Souw Hui Hong yang
lalu mengejek: "Kulit mukamu tipis sekali, sebentar saja
mukamu sudah merah, Bagaimana-kah kau dapat
berkecimpung di kalangan Kang-ouw" Apakah kau mencari
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie untuk penyakit
Sumoymu" Melihat sikapmu itu, aku yakin bahwa Sumoymu
itu sakitnya keras."
Bee Kun Bu yang menghendaki pertolongannya tak dapat
marah. Ditahannya semua ejekan, mungkin juga hinaan,
Digeleng-gelengkannya kepalanya dan berkata: "Bukan
Sumoyku yang menderita sakit Susiokku (bibi guru)!"
Dengan kedua mata terbelalak Souw Hui Hong bertanya
dengan heran: "Apa" Masa Giok Cin Cu yang sakit" Salah
seorang pemimpin partai Kun Lun?"
"Betul," sahut Bee Kun Bu. "la telah kena racun ular
kepunyaan Tan Piauw!"
Ketika itu datanglah sebuah perahu ke tempat mereka
berdiri Di atasnya berdiri seorang gadis berbaju merah,
berusia lebih kurang lima belas tahun, Belum sampai perahu
itu merapat, gadis kecil itu telah meloncat ke darat,
menghampiri Souw Hui Hong dan memberi hormat sambil
membungkukkan tubuh, ia berkata: "Sio-cia, kami sudah siap
menyediakan santapan enak untuk tamu, Siocia diminta naik
perahu ini." Souw Hui Hong menyahut: "Aku sudah tahu. Kau kembali
dahulu!" Si gadis kecil yang mengetahui bahwa Souw Hui
Hong itu paling keras kepala tidak mau lagi mendesak ia
meloncat kembali ke perahunya.
Lalu Souw Hui Hong berkata: "Bee Kongcu, jika kau suka,
boleh ikut aku naik perahu untuk makan-makan dan minumminum. Bagaimana pendapatmu?"
Untuk membujuk Souw Hui Hong supaya mau
memberitahu dimana rumah dokter pandai itu, Bee Kun Bu
menyahut: "Apakah yang memanggil Siocia itu seorang kawan
karib" Aku khawatir kalau-kalau hanya akan menjadi rintangan
saja!" "Ai! Mengapa kau seperti seorang gadis" Lagi pula
Sumoymu tidak ada di sini, Apakah kau tidak ingin mencari
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie untuk menyembuhkan
Susiokmu karena racun ular" Jika kau tidak mengikutiku
jangan diharap lagi akan kuberitahukan padamu!"
Ucapan yang merupakan suatu ancaman itu menyebabkan
Bee Kun Bu menyeringai seperti kuda. ia menyahut: "Jika
Siocia baik hati memberitahukan rumah dokter pandai itu,
apalagi membujuknya mengobati Su-siokku, budi Siocia itu tak
akan dapat kulupakan begitu juga oleh guruku!"
"Bagaimanakah caranya kau membalas?" menggoda si
gadis lagi, pertanyaan itu menyebabkan Bee Kun Bu bisu
kembali. Tapi si gadis segera membebaskannya dari
kecanggungan itu dengan berkata: "Nah, ini suatu pelajaran
Lain kali jangan sembarang berjanji saja atau bersumpah Ayo,
naik ke atas perahu!"
Perahu itu tidak besar, tapi buatannya rapi sekali, Sambil
menyingkapkan krei kamar perahu, Souw Hui Hong
mempersilahkan Bee Kun Bu masuk ke dalam kamar perahu
itu. Kamar itu harum sekali baunya, dan dihias dengan indah
sekalL Di tengah-tengah kamar ada sebuah meja kecil segi
delapan, dan di atas meja telah tersedia santapan yang lezat
dan arak yang harum. Empat kursi yang ditutup dengan sutera putih mengitari
meja itu, Seorang gadis muda yang juwita dengan baju warna
hijau tua berdiri menanti kedatangan mereka, Bee Kun Bu
terpesona melihat gadis itu. Lalu Souw Hui Hong datang
mendekati gadis juwita itu dan berkata: "Adik, maafkan aku.
Dengan tiada persetujuanmu, aku telah mengundang seorang
tamu. Gadis berbaju hijau itu memandang Bee Kun Bu dengan
kedua matanya yang bersinar, lalu terkejuL Dan berbisik,
"Hong Cici, siapakah ia" Mengapa tak pernah kau ceritakan
sesuatu tentangnya kepadaku?"
Souw Hui Hong tersenyum dan menyahut: "Marilah, akan
kuperkenalkan Lalu ditariknya tangan si gadis berbaju hijau,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
setelah di hadapan Bee Kun Bu ia berkata: "lnilah puteri ayah
angkatku!" Bee Kun Bu membungkukkan tubuhnya untuk memberi
hormat seraya berkata: "Souw Siocia sangat bermurah hati
dengan mengajak aku datang ke sini. Harap Siocia tidak
menjadi gusar." Gadis yang berbaju hijau itu bernama Sao Goat Hun. ia
hanya tersenyum, Tapi Souw Hui Hong membentak "Mengapa
tak kau katakan bahwa aku yang memaksamu untuk datang
ke atas perahu ini!" Lalu ia berkata kepada Sao Goat Hun: "la
bernama Bee Kun Bu, dan ia adalah murid Hian Ceng Totiang
dari partai silat Kun Lun."
Sambil menyeret kursi Sao Goat Hun berkata: "Maaf Tak
kuduga Bee Kongcu dari partai Kun Lun sudi datang ke sini,
Marilah kita minum arak."
Bee Kun Bu mengangkat kedua tangannya menghaturkan
hormat sebelumnya ia duduk, Ketika mereka telah duduk
sambil minum arak, perahu telah berlayar dengan laju sekali
ke tengah telaga, Dari jendela angin meniup sepoi-sepoi
basah, Mereka terus minum arak. Bee Kun Bu yang tidak kuat
minum banyak-banyak terpaksa menurutkan kehendak kedua
gadis itu, minum arak diluar batas kemampuannya, Oleh
karena itu, setelah ia minum delapan gelas, ia mulai mabok,
dan sikapnya tidak sopan santun lagi sebagai semula. Diluar
keinsyafannya ditanyakannya di mana tempat dokter Sao
Kong Gie itu, Pertanyaan itu dijawab oleh Souw Hui Hong: "Ayah
angkatku, sejak ia memisahkan diri dan tinggal bertapa tidak
mau tahu lagi dengan urusan-urusan di kalangan Kang-ouw.
Ayahku yang telah beberapa puluh tahun bersahabat dengan
dia, bahkan sudah seperti saudara kandung, telah berkali-kali
memintanya agar mau masuk ke dalam partai Tian Liongnya,
Tapi. selalu ditolaknya. Ketiga-tiga pemimpin partai Kun Lun,
meskipun sangat terkenal, mungkin juga tak akan berhasil
mengundangnya keluar dari tempat bertapanya!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Dalam keadaan sinting, Bee Kun Bu menaruh cangkir
araknya di atas meja, dan sambil tertawa ia berkata:
"Menolong jiwa seseorang sangat besar artinya, Angkatan tua
Sao yang terkenal sebagai seorang dokter nomor satu di
kolong langit, pasti bermurah hati, budiman dan berwatak
ksatria. Aku datang hanya untuk memohon agar beliau sudi
memberikan pertolongan kepada bibi guruku yang kena racun
ular, dan aku yakin bahwa soal ini tidak akan menyusahkan
beliau benar, bukan?" ia memandang Sao Goat Hun, seakanakan menanti jawabannya
Tapi pertanyaan itu lagi-lagi dijawab oleh Souw Hui Hong:
"Orang-orang yang minta bertemu dengan ayah angkatku
semuanya minta pertolongan nya untuk berobat Beliau yakin
bahwa orang-orang di kalangan Kang-ouw, setelah sembuh,
pasti mengadakan pembalasan dendam, dan akibatnya akan
lebih banyak korban yang jatuh. Hal inilah yang tak
dikehendaki oleh ayah angkatku, Baginya, jika ia makin
banyak menolong orang dari bahaya maut, berarti
pembalasan dendam makin banyak pula, Oleh karena itu ia
telah bertekad untuk tidak mau tahu lagi urusan orang-orang
di kalangan Kang-ouw!"
Dengan menundukkan kepalanya, Bee Kun Bu menarik
napas panjang, lalu berkata: "Jika demikian, aku tak
mempunyai harapan lagi!" Melihat kekecewaan itu, Souw Hui
Hong merasa kasihan ia menghibur: "Mengapa kau lekas
berputus asa" Aku belum mengatakan tidak ada harapan!
Tentang tempat kediaman ayah angkatku tak dapat
kuberitahukan sebelumnya memperoleh persetujuan adikku,
Sao Goan Hun. Sabar sajalah kau. Aku minta persetujuan
nya, dan nanti akan kita rundingkan caranya."
Sao Goat Hun berkata: "Souw Cici, kau telah menyanggupi
untuk meminta ayahku untuk menolong orang, Kau harus
melakukan permintaan itu. Aku tak berani ikut campur,
karena,.,." Belum lagi ucapan itu selesai, Souw Hui Hong
berkata: "Adik, kuminta kau membantuku membujuk ayah
menolongnya." KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Ketika itu Bee Kun Bu sudah bangun dan berjalan keluar
dari kamar perahu itu, karena menurut pikirannya tidak akan
ada lagi harapan. perasaan simpati Sao Goat Hun timbuI, dan
ia bertanya: "Aku ingin membantumu tetapi bagaimana?"
Souw Hui Hong berkata: "Kita harus mencari akal agar ayah
dapat menghargai ketiga pemimpin partai Kun Lun itu, Kau
juga telah mengetahui bahwa ayah sangat menghargai budi
pekerti ketiga pemimpin partai Kun Lun itu, bukan?"
"Kau ingin memberitahukan tempat kediaman ayah?" tanya
Sao Goat Hun "Jika demikian mudahnya, aku pasti tidak bertanya
pendapatmu," sahut Souw Hui Hong.
"Aku ini kurang cerdas, kau harus mengatakannya dengan
jalan yang mudah dipahami," Sao Goat Hun menjelaskan.


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Urusannya sebetulnya mudah sekali, Aku hanya ingin adik
rela menerima sedikit kesukaran atau kesulitan Cobalah tanya
Bee Kongcu, jika aku berhasil mengusahakan sampai ia
bertemu dengan ayah, apakah ia berterima kasih kepada
kita?" Souw Hui Hong menjelaskan
"ltu belum tahu aku. jika ia tak mempunyai perasaan suka
terhadapmu, mengapa kau ingin meno!ongnya?" bertanya Sao
Goat Hun "lni yang kita namakan Cinta itu Buta, walaupun
dikemudian hari aku akan mati di tangannya, namun aku
harus juga meno1ongnya. Nah, sudahlah Besok kau naik
perahu mencari mereka, dan kau cari alasan agar dapat
bertempur melawan mereka atau salah satu dari mereka...."
Sao Goat Hun segera mengerti siasat kakaknya, dan
berkata: "Dan aku harus kalah, tidak boleh menang, Dengan
alasan itu, aku lari menemui ayah minta pertolongan Dengan
demikian aku dapat menarik mereka menjumpai ayah.,.! Kak,
kau betul-betul pintar! siasat itu baik sekali! Kau betul-betul
pintar!" KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Sambil tersenyum Souw Hui Hong berkata: "Dari itu, aku
katakan kau harus rela menerima sedikit kesu!itan!"
"Tapi jika aku menang, bagaimanakah?" bertanya Sao
Goat Hun "Lihat sajalah sendiri. Aku pernah menguji ilmu silat
pedangnya, Mereka pasti tak dapat kau kalahkan. Lagi pula
kau harus sengaja mengalah!" kata Souw Hui Hong,
Setelah mereka mufakat, mereka mengundang Bee Kun
Bu masuk kembali ke dalam kamar perahu. Ketika itu Bee Kun
Bu masih berdiri memandang ke telaga, Souw Hui Hong
menghampirinya perlahan-lahan Di depan perahu mereka,
lebih kurang sepuluh depa, sedang datang sebuah perahu dan
di atasnya berdiri seorang pemuda berbaju hijau yang rupanya
juga sedang mengawasi Bee Kun Bu. Ada lagi seorang yang
berbaju abu-abu sedang mendayung perahu itu di belakang si
pemuda, Dalam sekejap saja perahu itu sudah menyentuh
perahu mereka, Souw Hui Hong yang juga telah melihat orang
yang mendayung perahu itu menjadi terkejut, karena tenaga
kedua tangannya yang amat kuat Tentang wajahnya belum
dapat ia melihat, karena ia mendayung sambil duduk
menghadapi buritan perahu,
Dengan tersenyum manis pemuda berbaju hijau itu
memandang Bee Kun Bu. Souw Hui Hong berpikir "Ai! Apakah
di kolong langit ini ada pemuda yang demikian rupawan?"
Perahu pemuda itu tidak berhenti, tapi berlayar terus, dan
pemuda di atas perahu itu sebentar-sebentar menoleh ke arah
Bee Kun Bu dengan tersenyum-senyum manis, "Kenalkah kau
padanya?" Souw Hui Hong menegur Bee Kun Bu yang tengah
berusaha mengingat siapakah pemuda itu terkejut ia
menyahut "Tidak! Tapi dalam jangka waktu sebulan ini, aku
telah tiga kali menjumpainya Dari kota Leng Kee di sebelah
timur propinsi Cek-kiang sampai ke telaga ini, ia rupanya
selalu membayangiku!"
"Belum pernah kudengar adanya seorang pemuda yang
demikian rupawan di kalangan Bu Lim. Melihat orang yang
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
mendayung perahu itu demikian kuat tenaga lengan nya, aku
taksir mereka adalah jago-jago silat yang lihay, Apakah
mereka datang hendak mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek
juga?" Sambil tersenyum Bee Kun Bu berkata: "lsi kitab-kitab Kui
Goan Pit Cek hanya lukisan-lukisan burung-burung dan
binatang-binatang, Ayah Siocia telah melihatnya. Apakah
Siocia belum mengetahuinya?"
"Aku tidak menanyakan lebih dalam tentang kitab-kitab itu.
Kitab-kitab itu betu!-betul barang-barang yang berharga, akan
tetapi..." sahut Souw Hui Hong, Bee Kun Bu tidak menunggu
pembicaraannya itu. ia insyaf bahwa ia telah menyinggung
perasaan gadis itu, ia lekas-lekas membelokkan
pembicaraannya ke urusan lain, Dengan ramah sekali ia
bertanya: "Apakah aku masih mempunyai harapan untuk
mengetahui tempat kediaman ayah angkat Siocia?"
Permintaan yang diajukan demikian lemah lembut-nya
melunakkan lagi Souw Hui Hong yang berkepala batu itu,
"Urusanmu,., pasti kuusahakan, Tapi ayah angkatku itu keras
sekali hatinya, Aku dan adik angkatku kini sedang berusaha
mencari jalan..." kata Souw Hui Hong. Dan.... Bee Kun Bu
tidak menunggu lagi, ia berjalan dengan bernafsu: "Jadi, aku
masih mempunyai harapan?"
"Ai! Kau tak dapat menahan nafsu, Aku belum habis
berbicara. Dengarlah aku. Ayah angkatku itu berwatak
budiman, jika kau dan gurumu dapat menjumpai beliau, dan
minta pertoIongannya, beliau mungkin tak menolak," kata
Souw Hui Hong, Tapi jika kita tak mengetahui tempat kediamannya, di
mana harus kita cari?" bertanya Bee Kun Bu.
"Aku telah merancang suatu siasat untuk menemui ayah
angkatku, Besok tengah hari aku dan adik angkatku akan naik
perahu pesiar di telaga ini. Kamu sekalian juga harus
menyewa sebuah perahu pesiar Lalu tanpa sebab kita
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
bertempur dan mungkin kami membawa kalian ke tempat
kediaman ayah angkatku!" Souw Hui Hong menjelaskan
"Siasat itu bagus sekali! Terima kasih! Tapi kita terlampau
menyusahkan kedua Siocia!" kata Bee Kun Bu.
Kau jangan terlampau gembira! Kau harus melawan adikku
terlebih dahulu, barulah kemudian kau dapat menjumpai ayah
angkatku!" kata Souw Hui Hong,
"Tapi Sao siocia adalah seorang gadis yang alim. Aku tak
boleh membuat ia merasa tersinggung," kata Bee Kun Bu.
Lalu Souw Hui Hong membentak: "Hm! ia bukan saja alim
dan ramah, tapi juga juwita! Aku khawatir kau jatuh hati
padanya!" Teguran itu menyebabkan muka Bee Kun Bu merah.
Dengan penuh harapan dan gembira ia berkata: "Siocia-siocia
yang budiman, Aku harus minta diri karena hari sudah senja.
Aku harus memberitahukan ini kepada Suhuku, Terima kasih."
"Tapi... kita sudah berada di tengah telaga. Apakah kau
dapat terbang ke darat" Mari... kami hantarkan kau sampai ke
pantai!" kata Souw Hui Hong.
Bee Kun Bu baru insyaf bahwa ia berada di tengah-tengah
telaga yang airnya bening seperti kaca, Tiba-tiba perahu yang
memuat pemuda berbaju hijau tadi datang kembali, dan
berhenti di sebelah kiri perahu mereka,
Kemudian pemuda berbaju hijau di atas perahu itu
menoleh kepada Bee Kun Bu dan bertanya sambil tersenyum: "Apakah saudara ingin ke darat" Aku pun kebetulan
ingin pula ke darat Marilah saudara ikut dengan aku di perahu
ini." Bee Kun Bu terkejut, dan tak dapat segera menjawab,
Tapi pemuda berbaju hijau itu mengajak lagi: "Mari saudara,
perahuku yang kecil ini sangat laju, Marilah!"
Pemuda berbaju hijau itu sudah memenuhi pikirannya
selama sebulan, ini adalah kesempatan yang baik baginya
untuk menyelidiki lebih jauh tentang pemuda itu. Dengan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
pikiran itu ia minta diri dari kedua gadis tadi sambil berkata:
Terima kasih, Aku dapat mendarat dengan saudara ini.
Sampai bertemu lagi!" Lalu ia meloncat ke atas perahu
pemuda berbaju hijau itu, yang segera didayung dengan
pesatnya ke pantai. "Aku merasa malu tak dapat menyediakan apa-apa kepada
saudara," kata pemuda itu ketika perahu menyentuh pantai
Mari!ah kita duduk sebentar dan ber-cakap-cakap."
Bee Kun Bu tak dapat meno!ak, ia duduk menghadapi
pemuda itu, Pada saat itu ia dapat memperhatikan wajah
pemuda itu. Kedua alisnya hitam seperti bulu burung gagak,
potongan mukanya bundar seperti telur dan kulitnya putih
bersih seperti kulit seorang anak gadis, Tapi sinar hebat
memancar keluar dari kedua matanya dan karena itu pemuda
itu kelihatannya sangat angker dan luar biasa, Bee Kun Bu
terpesona, Lalu si pemuda itu memu!ai pereakapannya: Tiga
kali kita berjumpa.,, dengan secara kebetulan Aku mohon
dapat mengenal saudara,"
"Siauw-tee bernama Bee Kun Bu, dan saudara?" kata Bee
Kun Bu, "Aku bernama Pek Yun Hui.,." sahut pemuda itu, suaranya
khidmat sekali, Tapi.,, rupanya saudara di sini asing sekali,
bukan?" Bee Kun Bu juga memperhatikan orang yang sedang
mendayung yang masih saja menghadapi buritan perahu
seakan-akan tak menghiraukan pembicaraan mereka, Dengan
tak berpikir panjang, Bee Kun Bu meneruskan percakapannya
itu dengan bertanya: "Saudara Pek dari propinsi Cek-kiang
datang ke propinsi Kiang-si, ada urusan apakah sebenarnya?"
Pek Yun Hui tidak segera menyahut, ia memandang ke air
telaga, sambil berpikir sejenak, lalu menyahut: "Aku sedang
mencari seseorang!" Kemudian ia melompat ke darat Bee Kun
Bu lalu insyaf bahwa pemuda itu seperti juga orang berbaju
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
hijau di pegunungan Koat Cong San, yang datang dan
perginya tak ketahuan dari mana dan kemananya, ia ingin
menanyakan pemuda itu tentang kisah yang dialaminya di
pegunungan Koat Cong San, tetapi tiap kali ia ingin membuka
mulut, ia tertahan oleh sesuatu perasaan lain, Bee Kun Bu pun
meloncat ke darat Pemuda itu berbalik dan bertanya: "Saudara Bee, apakah
kau masih suka bertemu dengan aku lain kali?"
Sambil tersenyum Bee Kun Bu menyahut: "Jika aku dapat
menjadi kawan saudara Pek, aku beruntung sekali, Tapi
saudara Pek seperti juga seekor naga yang sakti yang dapat
muncul dan lenyap sekonyong-konyong, Meskipun aku ingin
menjumpai saudara Pek, tapi aku kira sukar!"
Pek Yun Hui menggelengkan kepalanya dan menyahut:
"Perkataanmu itu merupakan teka-teki. Nah,., besok kita
berjumpa lagi!" Lalu ia meloncat kembali ke atas perahu nya,
dan perahu itu didayung dengan pesatnya entah ke mana,
Setelah perahu itu tak kelihatan lagi, Bee Kun Bu pulang
kembali ke penginapan Lie Ceng Loan sedang menanti
kedatangannya di pintu, Melihat ia kembali, gadis itu berlari
menghampiri dan berseru: "Bu Koko, aku telah menanti
selama setengah hari, Kita baru saja mau makan, Ayo kita
makan." "Jika aku tidak kembali sampai setengah bulan, bagaimana
?" Bee Kun Bu menggoda.
"Aku pasti mati kelaparan menunggui Koko puiang," sahut
si gadis, Mereka terus masuk ke kamar Giok Cin Cu, Hian Ceng
Totiang sedang duduk dengan muka yang kesal Setelah
memberi hormat, ia ditanya: "Kau pergi ke mana."
Bee Kun Bu menjawab: "Teecu keluar mencari Suhu." Lalu
ia menceritakan peristiwa bertemu dengan Souw Hui Hong
dan Iain-lainnya, dan juga memberitahukan siasat yang
dirancang oleh Souw Hui Hong untuk bertemu dengan Souw
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Hui Hong dan Sao Goat Hun di telaga. Hian Ceng Totiang
tidak menduga bahwa muridnya lebih cerdik darinya dalam
usaha mencari Sao Kong Gie. sebetulnya ia ingin
memarahinya karena pergi menuruti kehendaknya, Tapi
setelah mendengar siasat yang akan berhasil itu, ia pun
menjadi gembira, Lalu memerintahkan menyiapkan apa-apa
yang perlu untuk pertempuran pura-pura besok hari.
Pada esok harinya, pagi-pagi sekali Bee Kun Bu telah
menyewa perahu, dan semuanya pesiar di atas perahu itu
termasuk Giok Cin Cu yang dapat menikmati keindahan telaga
sambil berbaring di balai-balai yang ditaruh dekat jendela
kamar perahu, sambil dijagai oleh Ue Ceng Loan dan Liong
Giok Pin. Perahu itu berlayar mondar-mandir di dalam telaga, dan
Bee Kun Bu selalu memperhatikan tiap-tiap perahu yang
mereka jumpai, Meskipun ia yakin Souw Hui Hong tak akan
berdusta, tapi ia merasa cemas karena masih juga belum
menjumpai perahu Sao Goat Hun, Tiba-tiba dari jauh
mendatangi sebuah perahu dengan pesat seka!i. Pek Yun Hui
berdiri di atas perahu itu, Setelah perahu itu bergandengan,
Pek Yun Hui bertanya: "Apakah aku boleh ikut naik di atas
perahumu?" Bee Kun Bu serba salah, ia tak berani menolak.
Lalu Pek Yun Hui meloncat ke atas perahu, dan perahunya
sendiri didayung pergi oleh orangyang berbaju abu-abu. "Kau
tak usah khawatir Aku tak akan merintangi atau membikin
gagal usahamu!" bisik Pek Yun Hui yang sikapnya sangat
alim, tetapi menakjubkan,
Pek Yun Hui selalu berdiri di samping Bee Kun Bu, dan
ketika ia melihat sebuah perahu datang, ia berseru: "Ayo, siap
sedia untuk bertarung!"
Bee Kun Bu mengawasi perahu yang datang itu, dan betul
saja perahu itu adalah perahu Sao Goat Hun dan Souw Hui
Hong berdiri di depannya. "Suhu! perahu yang datang itu
segera sampai!" ia memberitahukan Suhunya,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Totiang menyahut: "Baik, Kita siap menyambut
mereka!" Kedua perahu itu didayung dengan cepat sekali, dan
dalam sekejap saja jarak kedua perahu-perahu itu tinggal
hanya dua depa lebih, Kedua tukang perahu yang
mengemudikan perahu Kun Bu berusaha mengelakkan
tubrukan itu, tapi tukang perahu Souw Hui Hong malahan
dengan sengaja menubruk. Maka tabrakanpun tak dapat dielakkan, Tapi Pek Yun Hui
menegur Bee Kun Bu: "Ayo, kau harus turun tangan
mengelakkan tubrukan!" Bee Kun Bu segera merampas
pendayung, dan dengan itu disodoknya kepala perahu yang
hendak menubruk Pada saat itu, dari dalam kamar perahu
meloncat keluar Sao Goat Hun dengan pedang terhunus, dan
menegur "Hei! Bee Kongcu! Awas pendayung kayu itu akan
kutebas putus!" "Belum tentu!" sahut Bee Kun Bu. Diangkatnya dayung
kayunya, dan ketika perahu Sao Goat Hun sudah dekat sekali,
ditendangnya dengan kaki kanannya pinggir perahu itu
sehingga terpental sedikit dan tabrakan dapat dielakkan, Tapi
kedua gadis itu telah meloncat ke atas perahunya dan
menyerang, Bee Kun Bu lekas-lekas menarik pedangnya dan
dengan ilmu Hong Yun Pik Goat atau dari awan tebal


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mengintip bulan disodoknya tangan kanan Bee Kun Bu. Bee
Kun Bu berpikir "Ai! Mereka bertempur dengan sungguhsungguh," sambil menarik tangan kanannya ke samping dan
meloncat mundur sampai di ujung buritan perahu, Kalau
mundur lagi, ia tentu kecemplung ke dalam telaga.
Sao Goat Hun tak memberi kesempatan lagi, ia menusuk
terus. Bee Kun Bu yang tak dapat meloncat mundur lagi,
hanya mengikuti tusukan pedang lawannya dengan ujung
pendayung, lalu ia sen-takkannya ke atas dengan tenaga
dalam nya. sentakan itu adalah salah satu jurus dari ilmu Tian
Kong Cong yang dinamakan Cek Sou Pok Liong atau tangan
telanjang menangkap naga.
Baru saja pedang lawannya tersentak ke atas, dan tinju kiri
Bee Kun Bu hendak sampai ke bahu si gadis, Souw Hui Hong
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
telah datang pula menebas dengan pedang nya. Sao Goat
Hun terhindar dari jotosan, karena Bee Kun Bu harus
mengegoskan tubuhnya menghindarkan tebasan pedang
Souw Hui Hong, Bee Kun Bu lalu melemparkan pendayung
kayunya, dan berniat menggunakan tangan kosong untuk
melawan keduanya dengan tiga puluh enam jurus ilmu Tian
Kong Cong, ia akan dapat menyerang dan tentu segera akan
menang, tapi ia hanya ingin menangkis, mengelit dan
mengegoskan serangan-serangan pedang-pedang lawanlawannya.
Setelah pertempuran berjalan dua puluh jurus, kedua
belah pihak masih tetap sama unggulnya, Lie Ceng Loan yang
menonton, dan melihat Bee Kun Bu tidak ingin mengalahkan
lawan-lawannya, menjadi cemas. Dicabutnya pedangnya
karena ingin membantu, Pek Yun Hui yang melihat cara Bee
Kun Bu bertempur menjadi gusar ia memaki: "Bodoh! Mereka
ingin supaya kau menang, Tetapi kau malahan membuang
senjata dan melawan mereka dengan tangan kosong!"
Barulah ketika itu Bee Kun Bu sadar Kini ia mulai
menyerang dengan tinju-tinjunya yang sangat dahsyat
sehingga Hui Hong dan Goat Hun harus mundur Lalu Sao
Goat Hun merubah jurus silat pedangnya, dan berturut-turut
menyerang lima kali dengan ilmu Pek Yun Cut Jie atau hujan
turun dari awan putih, serangan itu sungguh amat dahsyat,
tetapi Bee Kun Bu sambil menggunakan ilmu Tui Men Kua
San atau membuka pintu melihat gunung dengan tangan
kanannya untuk mengelit dan membalas serangan-serangan
yang bertubi-tubi dari Sao Goat Hun, dan dengan tinju kirinya
diserangnya Souw Hui Hong dengan ilmu San Sing Cui Goat
atau tiga bintang mengejar bulan.
Serangan-serangan tinju itu adalah jurus-jurus yang paling
lihay dari ilmu tinju Tian Cong, Hembusan anginnya saja
sudah dapat membinasakan lawan, jika dilepas serentak
dengan tenaga dalam, Tapi Bee Kun Bu hanya ingin
menaklukkan kedua gadis itu, dan tidak berniat untuk
membinasakan Sao Goat Hun segera merasa tubuhnya
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
lemas, kemudian pedangnya terlempar dari pegangannya, ia
meloncat kembali ke perahunya, dan berseru: "Hei! Coba
terima senjata gelindingan baja aku ini!" peringatan itu diiringi
dengan terbangnya senjata rahasia yang berbentuk lingkaran
baja ke kepala Bee Kun Bu. Bee Kun Bu lekas-lekas
merunduk, dan lewatlah senjata itu terus masuk ke dalam air.
Ketika itu Souw Hui Hong telah meloncat ke atas perahunya,
dan dengan segera perahu itu pun pergi dengan pesatnya,
Bee Kun Bu memerintah tukang-tukang dayung mengejar,
tapi Pek Yun Hui memperingati: "Perahu mereka pesat sekali.
Kau tak akan berhasil Percuma saja kita mengejar!"
"Betul, tapi,., apa yang hendak kita lakukan sekarang?"
tanya Bee Kun Bu. Ketika itu Pek Yun Hui mengangkat tangan
kanannya, dan perahu yang sedang laju pesat di depan itu
pun berangsur-angsur menjadi perlahan-lahan. Lalu diberikan
nya sehelai tali perak kepada Bee Kun Bu, dan berkata: "Kau
ikatkanlah tali ini di kepala perahu kita, dan perahu gadisgadis itu akan menyeret perahu kita maju."
Bee Kun Bu memeriksa tali perak yang sangat halus itu.
Dipandangnya Pek Yun Hui dengan kagum. Perahu yang di
depan telah lima depa jauhnya, tapi Pek Yun Hui dengan
mudah sekali menggali nya dengan tali peraknya, ilmu yang
maha hebat itu sangat mengagumkan "Apakah Pek Yun Hui
ini seorang dewa?" pikirnya, ia berkata: "Saudara Pek ilmumu
lihay sekali, Aku Bee Kun Bu takluk."
Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata: "Apakah kau sudi
belajar dari aku?" Belum lagi Bee Kun Bu menyahut, Lie Ceng Loan telah
bertanya: "Bee Koko, siapakah yang kau lawan tadi?" Bee
Kun Bu tidak ingin berdusta, dan oleh karena pada saat itu ia
tak dapat menjelaskan, ia hanya berkata: "Nanti aku
beritahukan." Lie Ceng Loan mengawasi Pek Yun Hui dan
bertanya lagi: "Apakah ini kawan Koko?"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Hati Bee Kun Bu menjadi geli, ia buru-buru meminta maaf
dan berkata: "Saudara Pek, harap kau maafkan ia. ia tak
ubahnya seperti anak kemarin dulu, tidak tahu apa-apa."
Pek Yun Hui tersenyum dan menyahut: "la sangat naif,
tetapi cantik", Lalu ia membalikkan badannya, seakan-akan
tak menghiraukan lagi keadaan di sekitar-nya,
Lie Ceng Loan menghampiri Bee Kun Bu dan menegur:
"Apakah aku telah salah berbicara?"
Pek Yun Hui yang juga dapat mendengar ucapan itu,
menghampiri Lie Ceng Loan dan berkata: "Aku tidak marah."
Lie Ceng Loan tersenyum dan menyahut: "Jika demikian
aku sekarang merasa lega, jika kau marah, Bu Koko tentu
salahkan aku." Lalu ia menghampiri Bee Kun Bu dan berdiri di
sampingnya Pek Yun Hui melihat sepasang merpati yang
berdiri berdampingan-dampingan itu hanya dapat menarik
napas, dan kemudian balik badan melihat ke lain jurusan.
-ooo0oooMendobrak tembok batu menemui tabib
Lie Ceng Loan menundukkan kepalanya dan melihat Bee
Kun Bu sedang pegangi tali perak yang ujungnya telah
menyantel di buritan perahu yang berlayar di depan, ia
berseru: "Bagus betul, biarlah mereka berlayar dengan
pesatnya, dan kita tidak usah mengayuh perahu kita." Lalu ia
ambil ujung tali dari tangan Bee Kun Bu dan diikatkan di
kepala perahunya sendiri Kedua perahu itu berlayar dengan
pesat sekali di tengah telaga selama hampir satu jam dan
kemudian menuju ke suatu pulau kecil ditengah-tengah telaga
itu, perlahan demi perlahan benda-benda dan pemandangan
di atas pulau terlihat dengan tegas, Pulau yang kecil itu sangat
ganjit ben-tuknya, dan karang-karang yang tajam berdiri tegak
dan curam di pantat Pohon-pohon rotan tumbuh subur di atas
karang-karang yang curam itu,
Pek Yun Hui buka tali perak di kepala perahu, lalu ia kedet
tali itu, Segera tali itu terlihat seperti kilat tertarik masuk ke
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
lengan baju nya. perahu yang di depan karena terlepas dari
ikatan berlayar lebih laju lagi, dan dalam sekejap saja sudah
tidak kelihatan oleh Bee Kun Bu dan kawan-kawannya.
Hian Ceng Totiang menyelidiki karang-karang yang curam
itu, Lima depa di sebelah kanan ia lihat suatu jurang yang
seakan-akan timbul keluar dari telaga, tapi perahunya Sao
Goat Hun tidak tahu kemana perginya.
Setelah Pek Yun Hui melihat bentuk karang-karang di
hadapannya ia berkata kepada Bee Kun Bu: "Sao Kong Gie
betul-betul seorang yang tertib, ia telah memilih tempat yang
terpencil ini untuk bertapa."
Bee Kun Bu yang telah menyaksikan cara Pek Yun Hui
mengkait perahu dengan tali peraknya, telah menjadi kagum
akan kepandaiannya, ia menanya: "Saudara Pek, apakah
saudara telah melihat pintu rahasia dari jurang-jurang itu?"
Sambil menunduk ke arah dimana dua jurang
bersambungan Pek Yun Hui menyahut: "Baik kita mendarat di
tempat itu. Mungkin di situ ada pintu rahasianya."
Perahu dikendarai ke tempat itu. Hian Ceng Totiang cabut
pedangnya, ia tebas pohon-pohon rotan yang tumbuh di atas
jurang itu. Batu karang itu seperti juga pernah dipindahi orang,
Dengan tenaga dalamnya Hian Ceng Totiang coba
mendorong batu itu, tetapi batu itu tak tergerakkan. ia menarik
napas panjang karena kecewa,
Dengan suara rendah Pek Yun Hui berkata kepada Bee
Kun Bu: "Aku kira karang itu dapat dibikin tergerak dengan
menggunakan tongkat Ngo Kong Toa-su." Bee Kun Bu
memberitahukan usul ini kepada suhunya, Dengan tongkatnya
Ngo Kong Toa-su, Hian Ceng Totiang memukul karang di
hadapannya, Terdengar suara ge-muruh, dan batu karang itu
pecah dan potongan-potongan kecil dari batu karang itu jatuh
ke dalam air. KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Totiang memukul lagi tiga kali berturut-turut,
dan betul saja di tempat dimana dua jurang yang saling
bersambungan itu tiba-tiba terbelah, lalu satu pintu batu yang
berukuran tujuh kaki kali sembilan kaki terlihat tegas, Dengan
satu dorongan pintu batu itu terbuka, satu perahu tampak
berada di balik pintu batu itu! Di atas perahu berdiri seorang
tua yang berusia lebih dari lima puluh tahun, wajahnya putih
dan berkumis putih- ia mengenakan baju kurung. Di belakang
ia berdiri Souw Hui Hong dan Sao Goat Hun dengan pedang
terhunus. Dengan menuding-nuding Sao Goat Hun berkata: "Ayah,
tiga orang itu dia yang menghina aku! Ia...."
Sao Kong Gie mengangkat kedua tangannya memberi
hormat dan berkata: "Aku merasa beruntung mendapat
kunjungan ini. Sudilah datang ke perahu ini agar aku dapat
melayani selayak tuan rumah!"
Hian Ceng Totiang setelah mengembalikan tongkatnya
Ngo kong Toa-su segera membalas hormat dengan
mengangkat kedua tangannya: "Kami telah menggoda
ketentraman ini, harap saudara sudi memaafkan!"
Sao Kong Gie melihat puterinya sejenak, lalu berkata
kepada tamunyai "Sebelumnya aku menjumpai Totiang, aku
dapat dijual oleh puteriku sendiri., Ha! Ha! ha! Mari kalian naik
ke perahu!" Setelah semuanya naik ke atas perahu Sao Kong Gie, dan
setelah menyuruh kedua perahu itu pergi, maka perahu
mereka berlayar masuk sepanjang suatu selat di bawah
jurang, Selat itu berliku-liku dan lebih kurang dua ratus depa
panjangnya, Ketiga perahu keluar dari selat itu, suasana
menjadi terang kembali dan perahu mereka berada di suatu
telaga yang luasnya lebih kurang seperti satu Bouw sawah.
Di telaga itu ada tiga perahu kecil Perahu mereka
mendekati pantai, dan Sao Kong Gie mengajak para tamunya
mendarat Mereka mendaki lereng bukit dan tiba di atas tanah
datar dengan banyak tumbuh-tumbuhan. Di tengah-tengah
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
tanah datar itu terletak sebuah rumah gubuk, Ke rumah gubuk
itu Sao Kong Gie mengajak para tamunya masuk. Dua anak
berbaju hijau menyediakan teh yang harum, Souw Hui Hong
dan Sao Goat Hun berdiri di belakang Sao Kong Gie, masingmasing mengawasi Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
Setelah menghirup teh yang harum itu, Hian Ceng Totiang
berkataj "Saudara Sao tinggal terpencil di tempat ini, kami
telah berusaha mencari dengan susah payah!" Sao Kong Gie
mengawasi Giok Cin Cu yang masih menderita sakit dan
masih pucat Lalu ia menanyai "Apa-kah Sumoy saudara itu
yang bernama Giok Cin Cu?"
"Justru karena dia, kami telah berbuat lancang
mengganggu saudara Sao. Kami yakin bahwa kepandaian
saudara Sao mengobati penyakit penyakit tak ada taranya di
dunia. Kami harap saudara Sao dapat menolong dia... dan
kami semua dari partai Kun Lun tak akan lupa akan budi yang
besar itu," sahut Hian Ceng Totiang sambil memberi hormat
lagi, Sao Kong Gie berpikir sejenak, lalu berkata: Totiang telah
datang ke sini, Siotee tak dapat menolak, Cobalah ceritakan
bagaimana Sumoy mendapat luka."
Hian Ceng Totiang segera menceritakan bagaimana Giok
Cin Cu mendapat luka sejelas-jelasnya, Sao Kong Gie
mengerutkan kening, dan berkata sambil menarik napas
panjang: "Ular semacam itu sangat berbisa, dan sukar sekali
diobati." ia mendekati Giok Cin Cu dan meneliti luka dari
gigitan ular di pergelangan tangannya, Lalu ia pijit-pijit bagian
atasnya luka itu, dan dengan sebuah jarum perak ia tusuk
jalan darah dari lengan itu.
Giok Cin Cu menjerit karena kesakitan sekali, Tapi Sao
Kong Gie berkata: "Jangan khawatir, aku hanya ingin
mengetahui apakah racunnya telah masuk ke dalam tulang."
ia pasang lilin dan dua anak yang berbaju hijau telah siapkan
peti obat-obatannya. Dari peti obat-obatan itu Sao Kong Gie
ambil satu obat cair itu, lalu botol itu ia bakar di atas lilin yang
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
menyala, Setelah jarum perak itu menjadi merah karena
panasnya, jarum itu berubah warna menjadi hijau keabuabuan, Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia berkata
kepada Hian Ceng Totiang: "Maaf Totiang, jika Siotee tak
dapat menolongnya." Hian Ceng Totiang terkejut, dan segera menjadi pucat
mukanya ia tak dapat menjawab segera, karena merasa
sangat kecewa, Setelah ia sadar lagi, ia menanya: "Apakah
saudara Sao betul-betul tak dapat menolong?"
"Siotee harus berterus terang, Totiang telah dengan susah
payah datang mencari Siotee dengan harapan bahwa Siotee
dapat menolong, Untuk mengobati luka ini, bukannya tak ada
jalan, Tapi...." Sao Kong Gie menjelaskan tapi perkataannya
dipotong oleh Hian Ceng Totiang yang menanyai "Saudara
Sao hanya unjuk jalannya, kami dari partai Kun Lun akan
mengusaha-kannya, kami tak akan lupa budi saudara Sao."
"Mencari obat itu adalah usaha yang sangat ber-bahaya,"
sahut Sao Kong Gie "Jika aku tidak beritahukan, aku pun
salah, Tapi jika aku beritahukan maka perselisihan di antara
jago-jago di kalangan Bu Lim pasti akan terjadi."
"Jika ada obat yang dapat menolong jiwa, kami tentu minta
atau mencarinya dengan jalan yang layak dan akan berusaha
mengelakkan perselisihan," kata Hian Ceng Totiang.
"Di tapal batas propinsi Ceng Hay dan propinsi Kan Su ada
suatu pegunungan yang menjalar sangat panjang dan luas, di
tengah-tengah pegunungan tersebut ada suatu puncak yang
tinggi yang selalu diselubungi salju, Di dekat lereng puncak itu
terdapat satu kuil tua bernama Toa Ciok Sie. Dari dahulu
sehingga dewasa ini selain Hweeshio-Hweeshio yang tinggal
di dalam kuil itu, belum pernah ada orang luar yang datang ke


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

kuil itu, Di dalam kuil itu telah tumbuh suatu pohon ajaib, dalam
buku obat-obatan, pohon itu bernama Sie Can Ko, yang hanya
berbunga sepuluh tahun sekali, Tiap kali berbuah hanya tiga,
Sumoy Totiang telah menderita racun ular yang hebat sekali,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
karena racun itu telah merembes masuk ke dalam tu!ang,
Buah itu mungkin dapat menolong, Tapi tiap-tiap Hweeshio di
dalam kuil itu lihay sekali silatnya, dan ilmu silatnya lain
daripada yang lain. Siotee pernah salah masuk ke dalam kuil
itu ketika mencari obat-obatan, maka Siotee ketahui hal itu.
Kuil itu selalu tertutup bagi orang luar, dan HweeshioHweeshionya belum pernah mengadakan hubungan dengan
jago-jago silat di kalangan Bu Lim, Buah ajaib itu pasti tidak
mudah didapatinya, Bila Totiang berkeras ingin pergi
mengambilnya, Siotee yakin bahwa pertarungan hebat tak
dapat dielakkan! Tapi Totiang memaksa Siotee
memberitahukan, dan Siotee memberitahukan dengan jujur!"
demikianlah penjelasan Sao Kong Gie.
Hian Ceng Totiang mengawasi Sumoynya, Lalu sambil
tersenyum ia berkata: "Saudara Sao, terima kasih untuk
petunjuk itu, kami dari partai Kun Lun sangat berterima kasih,
dan kami sekarang mohon minta diri." ia bangun dan angkat
kedua tangannya memberi hormat
Sao Kong Gie coba menahan mereka untuk minum lagi,
tetapi Hian Ceng Totiang menolak Sao Goat Hun berbisik
kepada ayahnya: "Ayah, aku dan Hong Cici akan mewakili
ayah mengantar mereka keluar dari terowong-an."
Belum Sao Kong Gie sempat menjawab, Sao Goat Hun
telah tarik tangannya Souw Hui Hong dan meloncat ke atas
perahunya Bee Kun Bu, yang lantas diberangkatkan.
Sao Goat Hun mengawasi karang-karang yang curam dan
sambil tarik napas panjang ia berkata: "Hong Cici, aku tak
berani pulang lagi!"
"Aku yang membikin kau mendapat kesukaran," sahut
Souw Hui Hong, "Aku minta maafi semenjak ayahmu tinggal
bertapa di situ, selain aku dan ayahku, belum pernah ada
orang lain yang mengganggu Aku yang salah."
Pereakapan mereka didengar oleh Bee Kun Bu. ia pun
merasa tidak enak, ia berkatai "Karena kami, Sao Siocia
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
menjadi kesal jika perlu aku dapat minta suhuku meminta
maaf terhadap ayah Siocia."
Sambil geleng kepala Sao Goat Hun berkata: "Semenjak
ayahku tinggal bertapa di situ, tabiatnya telah berubah hebat
sekali, Selama lima tahun ini ia belum pernah menerima
orang, Dan terhadap aku pun ia tidak sayang seperti dahulu,
Terhadap paman Souw Peng Hai, ia pun tidak akrab seperti
dahulu, Aku khawatir jika ada sesuatu yang membikin ia
berubah....H Lalu air matanya keluar
Souw Hui Hong coba menghibur dan berkata: "Sudahlah,
aku pun telah memperhatikan bahwa ayahmu itu berubah
hebat sekali, Mari kita menjumpai ayahku, dan menanya
tentang perubahan itu...."
Dengan senyuman terpaksa Sao Goat Hun berkata: "kini
hanya ada satu jalan Aku dapat kembali melihat ayah,
Mungkin ia tak lepas aku lagi!"
Sambil mengawasi Bee Kun Bu, Souw Hui Hong berkata:
"Karena kau, adikku menjadi begini!" Bee Kun Bu tak dapat
menjawab, ia tundukkan kepalanya menerima salah,
Tapi Pek Yun Hui menyahut: "Sebetulnya ia tak dapat
disalahkan Kamu seharusnya berterima kasih ke-padanya,
Sao Kong Gie memisahkan diri dan tinggal terpencil,
sebetulnya ia bukan ingin terpisah dari kalangan Bu Lim, ia
sebetulnya ingin menghindarkan pembalasan dendam atau
dipaksa tinggal terpencil oleh orang lain, Alasan daripada
pertapaan ini, ia sungkan memberitahukan orang lain, atau ia
takut me m beri tahu kan-nya. Aku hanya ingin menyatakan
kesanku kepada kedua Siocia. Kedua Siocia harus lekas-lekas
mencari tahu alasannya, dan usaha itu masih belum terlambat
Jika mereka tidak menemui Sao Kong Gie, mungkin kedua
Siocia tidak pikir sampai di sini, Bukankah kedua Siocia harus
berterima kasih kepada Bee Kun Bu?"
Semua orang di atas perahu itu tergerak oleh ucapannya
Pek Yun Hui. Mereka insyaf bahwa sikapnya Sao Kong Gie
sangat mencurigakan Sebagai sinshe pandai ia telah terkenal
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
di kalangan Bu Lim, mengapa ia memisahkan diri dari
kalangan itu" Ketika ia coba memeriksa lukanya Giok Cin Cu,
ia rupanya cemas sekali Tapi ketika ia bicara tentang kuil Toa
Ciok Sie, ia agaknya ketakutan.,.,
Sao Goat Hun menghampiri Pek Yun Hui dan berkata,
suaranya rendah: "Betui, dalam beberapa tahun ini, gerakgerik ayahku sangat mencurigakan Bahkan sikapnya terhadap
aku juga telah beruban Aku menjadi khawatir"
Mereka semuanya merasa gelisah, Tiba-tiba Bee Kun Bu
berkataj "Aku lupa memperkenalkan satu dengan lain." Lalu ia
memperkenalkan Pek Yun Hui kepada Souw Hui Hong dan
Lie Ceng Loan, kedua Sao Goat Hun.
Tempo hari, Souw Cici telah menolong kami berdua, aku
sangat berterima kasih!" kata Lie Ceng Loan kepada Souw Hui
Hong, Souw Hui Hong terharu, Air matanya ber!inang. "Dik...."
Souw Hui Hong coba menyahut, tapi perkataannya tak dapat
keluar Lalu kedua gadis itu menangis karena terharunya, dan
Souw Hui Hong hanya memeluk erat-erat Lie Ceng Loan.
Giok Cin Cu paksakan diri coba bangun, lalu ia berkata:
"Loan Jie telah menjadi murid partai Kun Lun, dan aku harus
menjaga ia baik-baik. Aku tak ingin ia mendapat nasib seperti
aku!" "Kau harus buang pikiran itu. Loan Jie adalah anak yang
mengenal budi dan pintar cerdas, Aku tak akan sia-siakan
padanya," sahut Hian Ceng Totiang, Ucapan itu meredakan
juga Ngo Kong Toa-su yang telah mengetahui bahwa puteri
angkatnya itu telah jatuh cinta kepada Bee Kun Bu.
Ketika perahu tiba di pinggir telaga, hari sudah menjadi
senja, Souw Hui Hong mengantarkan Bee Kun Bu dan kawankawnanya mendarat, dan paling akhir ia pegang tangannya
Lie Ceng Loan seraya berkata: "Dik, kau jaga diri baik-baik,
Kakak tak dapat mengantar lebih jauh lagi!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Sambil mengucurkan air mata Lie Ceng Loan menjawab
"Cici baik sekali Aku senantiasa memikiri Cici,"
"Bu Koko sudah pasti akan menjaga kau dengan baik,"
kata Souw Hui Hong dengan tersenyum, Bee Kun Bu
memberikan hormat kepada Souw Hui Hong dan Sao Goat
Hun sambil berkata: "Budi kedua Siocia sangat besar.
Dikemudian hari jika ada kesempatan aku pasti tak
melupakan!" "Urusan ayah angkatku tak dapat ditunda, Bersama-sama
Goat Hun aku harus pergi ke bagian utara dari propinsi Kwiciu untuk menjumpai ayahku, Selamat tinggali kalian!" berseru
Souw Hui Hong, lalu ia naik lagi ke atas perahunya dan
berlalu, Mereka terus melihat perahu itu sampai tak terlihat lagi,
Tiba-tiba Pek Yun Hui berkata sambil tertawa: "Rupanya ia
jatuh cinta kepadamu, tapi ia tidak mau merebut kekasih orang
lain, Betul-betul Souw Peng Hai pandai mengajar puterinya!"
"Rupanya Sao Siocia juga jatuh cinta kepadamu!" sahut
Bee Kun Bu, Pek Yun Hui tak menjawab ia hanya tersenyum,
lalu menindak ke lain jurusan, Bee Kun Bu mengejar dan
menanyai "Saudara Pek, mau ke mana?"
Pek Yun Hui berhenti dan menyahut: "Aku harus berpisah,
Apakah ada pesan ?" "Aku berterima kasih atas semua bantuan saudara. Kita
harus bersama-sama minum arak, barulah kita ber-pisah."
Kata Bee Kun Bu. "Sudahlah. Aku harus berpisah," sahut Pek Yun Hui, lalu ia
hendak berlalu, Bee Kun Bu menahan: "Saudara Pek,
mengapa tergesa-gesa" Saudara Pek menjumpai aku tiga
kali, pasti ada sebabnya," katanya,
"Jam dua Siotee pasti datang!" kata Bee Kun Bu. Pek Yun
Hui melirik ke arah Lie Ceng Loan, lalu ia berkata: "Paling baik
kau ajak juga sumoymu." Setelah itu ia balik badan dan pergi.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan bersama-sama kembali ke
rumah penginapan, sedang Hian Ceng lotiang dan lain-Iainnya
telah tiba lebih dahulu, Hian Ceng Totiang ketika itu hanya
memikir bagaimana cara ia pergi ke kuil Toa Ciok Sie untuk
mengambil buah ajaib Sie Can Ko untuk menyembuhkan luka
Sumoynya, dan Bee Kun Bu dilain pihak mengenangltan
kepandaiannya Pek Yun Hui,
Setelah mereka bersantap, Hian Ceng Totiang berkata
kepada Ngo Kong Toa-su: "Sao Kong Gie telah mengatakan
bahwa untuk pergi ke kuil Toa Ciok Sie tidak mudah, meski
pun kita ke sana hanya untuk maksud minta obat Aku
menghendaki Kun Bu dan Ceng Loan mengantar susioknya ke
pegunungan Kun Lun, dan aku akan berangkat pergi ke kuil
Toa Ciok Sie malam ini juga, Bagaimanakah pendapat
saudara?" Ngo Kong Toa-su berpikir sejenak, lalu menyahut: "Aku si
tua bangka tua sudah mengambil ketetapan tidak kembali ke
kuil Hua San. Aku ingin menyertai saudara pergi ke kuil Toa
Ciok Sie!" "Tertma kasih, Bagaimana jika kita berangkat malam ini
juga?" tanya Hian Ceng Totiang.
Mendengar ucapan itu Giok Cin Cu mengerutkan kening
dan berkataj "Sao Kong Gie telah memperingatkan kita bahwa
Toa Ciok Sie itu tidak mudah dimasuki, karena banyak
bahayanya, Bukankah lebih baik kembali dahulu ke kuil San
Goan Kong di pegunungan Kun Lun, untuk berdamai dengan
Ji-Suheng?" Hian Ceng Totiang memandang kepada Sumoynya dan
berkata: "Ngo Kong Toa-su dengan ilmu tinju Cap Pwee Lo
Han Cong dan ilmu tongkat Ji Cap Sie Kiang Liong Cong Hoat
(menakluki naga dengan dua puluh empat cara) akan
menyertai aku. Kita pergi hanya untuk minta obat HweeshioHweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie jika betul-betul budiman,
mereka pasti memberikan obat itu untuk menolong jiwa.
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Setelah memperoleh obat itu, kita pasti kembali ke kuil San
Goan Kong." Giok Cin Cu telah mengetahui bahwa suhengnya tidak
akan merubah kehendaknya, ia pejamkan kedua matanya
tidak bicara lagi, Lalu Hian Ceng Totiang pesan Bee Kun Bu
sebelum ia berangkat bersama-sama Ngo Kong Toa-su.
Bee Kun Bu, Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin mengantar
kedua guru mereka, Liong Giok Pin harus melayani Giok Cin
Cu dan Lie Ceng Loan terpaksa tidur di dalam kamarnya
sendiri Baru saja ia ingin pergi tidur, ia dengar orang
mengetok pintunya, ia buka pintu itu dan melihat Bee Kun Bu
telah berpakaian baju biru, ia menanyai "Bu Koko, ingin ke
mana?" "Sebetitar lagi aku hendak pergi ke pinggir telaga menemui
seseorang, Kau beristirahat sebentar sebentar jam dua aku
akan panggil kau lagi." kata Bee Kun Bu, suaranya rendah,
"Kita akan menjumpai pemuda yang berbaju hijau,"
"Apa ia lebih pandai daripada Sao Kong Gie?" tanya Lie
Ceng Loan, "Aku tak mengetahui ia tak dapat mengobati orang," sahut
Bee Kun Bu. Lalu Lie Ceng Loan mengambil satu buah Bwee
dari laci, yang ia potong menjadi dua, dan membagi sepotong
kepada Bee Kun Bu sambil berkata: "Hutan Bwee di dekat kuil
San Ceng Koan mungkin sudah banyak buahnya, Tapi kita tak
dapat makan.,, sayang." ia menarik napas panjang,
Sambil makan buah Bwee itu, Bee Kun Bu menghibur
"Buah Bwee di pegunungan Kun Lun lebih besar jika kita
sudah tiba di sana, kau dapat makan sekenyang-nya."
"Jika demikian, kita pun dapat menangkap dua ekor
bangau putih, Kita pelihara sampai besar, lalu masing-masing
menunggang seekor untuk terbang ke langit," kata Lie Ceng
Loan dengan sifat kanak-kanak, lalu mendekati Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu harus menahan nafsu ketika Lie Ceng Loan
bersandar kepadanya, Harum tubuh di gadis membikin ia
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
mabuk, ia )ekas-lekas dorong si gadis seraya berkata: "Nah,
kau lekas-lekas tukar pakaian, dan aku menunggu kau di luar
untuk bersama-sama pergi ke pinggir telaga."
Setelah Lie Ceng Loan tukar pakaian, mereka bersama
pergi ke pinggir telaga, Ketika itu sudah lewat jam dua belas
malam dan sedikit sekali orang yang berkeliaran di jalan, Di
bawah sinar bulan, Lie Ceng Loan dengan baju putihnya dan
gaun birunya, lebih cantik tampaknya, Mereka berdiri di bawah
suatu pohon di pinggir telaga menanti kedatangan Pek Yun
Hui sambil memandang ke arah telaga yang airnya berkilaukilau di bawah sinarnya Dewi Malam,
Entah kapan atau bagaimana Pek Yun Hui sudah berada
di belakang mereka ketika sudah hampir jam dua, ia masih
berbaju hijau, Segera Bee Kun Bu mengangkat tangan
memberi hormat sambil menanya: "Saudara Pek kapan
tibanya?" "Aku sudah tiba lebih dahulu daripada kalian," sahut Pek
Yun Hui. "Aku telah sediakan perahu agar kita dapat bersama-sama
pesiar di dalam perahu sambil minum arak di bawah sinar
bulan yang terang ini." Lalu ia ajak Bee Kun Bu dan Lie Ceng
Loan naik ke atas peranunya, di mana seorang yang bertubuh
besar dan berbaju abu-abu telah siap mengayuhnya,
Orang itu menundukkan kepalanya, seakan-akan tidak
ingin mukanya dilihat orang, Mereka masuk ke dalam kamar
perahu, di mana telah dipasang selimut putih yang tebal. Di
atas selimut putih itu ada satu meja bundar yang kaki-kakinya
pendek sekali, Di atas meja telah sedia delapan macam
makanan dan sayuran serta satu teekoan dari porselen putih
yang berisi arak. Lalu Pek Yun Hui berseru kepada orang
yang bertubuh besar itu: "Sudahlah, kau boleh pergi, Kami
akan mengayuh perahu ini sendiri."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Orang itu lalu loncat ke pinggir telaga dan pergi entah ke
mana. Dengan tangan kirinya Pek Yun Hui memegang kemudi,
dan dengan tangan kanannya ia mengayuh perahu itu. Dalam
sekejap saja, perahu telah dikayuh ke tengah-tengah telaga,
"Marilah kita mulai minum arak dan menikmati makanan ini."
Kata Pek Yun Hut", sambil menuangkan arak untuk kedua
tamunya, Setelah masing-masing minum tiga cangkir, Lie


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Ceng Loan berkata: "Sudahlah, aku tak minum lagi." Pek Yun
Hui tersenyum dan berkata: "Saudara Bee, jika demikian, kau
harus menyertai aku minum lagi tiga cangkir!"
Tiga cangkir lagi aku kira masih dapat kuminum!" sahut
Bee Kun Bu. Lalu mereka masing-masing minum tiga cangkir
lagL Tiba-tiba Lie Ceng Loan berseru: "Bu Koko, kepalaku
pusing." Lalu ia taruh kepalanya di pundaknya Bee Kun Bu.
"Adikku ini seperti anak kecil. Harap saudara Pek tak
mencelanya." Kata Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui hanya menjawab dengan senyum Bee
Kun Bu memperhatikan bahwa matanya Pek Yun Hui
berlinang air mata, Pek Yun Hui melihat bulan di langit, lalu
berkata sambil tersenyum: "Bulan di langit merupakan satu
arit, tapi terang sekali, Perkenankanlah aku main kim untuk
menghibur kalian berdua." ia masuk ke dalam kamar perahu
dan mengambil sebuah kim kecil yang luar biasa indah nya. ia
duduk menghadapi tamunya, lalu mainkan kim itu dengan
cermatnya, Lagu yang dimainkan sedih sekali dan
mengharukan hati, ia berhenti dan menanyai "Bagaimana
pendapat saudara Bee tentang lagu tadi?"
"Baik sekali, hanya terlampau sedih," sahut Bee Kun Bu.
"Kim ajaib ini dapat mengetahui hati orang, dan aku tak
akan mainkan lagi untuk orang lain," kata Pek Yun Hui, lalu ia
putusi tali-tali kim itu. Bee Kun Bu terkejut, tapi Pek Yun Hui
menjelaskan "Kim yang hanya putus tali-talinya tidak rusak,
Lain hari tali-talinya dapat dipasang kembali, dan aku dapat
mainkan lagi untuk kalian, bukan?" Setelah itu ia taruh kembali
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
kimnya di dalam kamar perahu, Setelah keluar lagi Pek Yun
Hui melihat ke langit sambil berkata: "Fajar segera
menyingsing. Aku kira lebih baik kalian pulang."
Lie Ceng Loan menghampiri dan menanya: "Pek Koko, kau
pandai sekali, Dapatkah Koko mengobati Susiokku yang
menjadi cacad karena racun ular?"
Pek Yun Hui tersenyum, lalu memandang Bee Kun Bu
yang sedang duduk dengan wajah muram, Hian Ceng Totiang
dan Ngo Kong Toa-su telah berangkat pergi ke kuil Toa Ciok
Sie untuk mengambil buah Sie Can Ko meninggalkan Giok Cin
Cu yang telah menjadi orang tak berdaya. Liong Giok Pin dan
Lie Ceng Loan, kedua gadis itu masih perlu merawati Giok Cin
Cu, sehingga semua urusan dibebankan di atas pundaknya
Bee Kun Bu. Mereka masih jauh dari pegunungan Kun Lun,
dan perjalanan yang jauh itu mereka harus tempuh. Oleh
karena itu, ketika Lie Ceng Loan ucapkan soal
menyembuhkan Giok Cin Cu, Bee Kun Bu merasa seperti
jantungnya ditusuk-tusuk Pek Yun Hui yang budiman hampiri Bee Kun Bu dan
menghibur: "Kau tak usah terlampau sedih. Mungkin susiokmu
akan lekas sembuh." Dengan tak terasa Bee Kun Bu diajari ilmu Melangkah
Ajaib Dengan menggeleng-gelengkan kepala Bee Kun Bu
menyahut "Suhuku telah berpengharapan besar ketika ia
membawa Susiok ke rumahnya Sao Kong Gie. Tapi, Sao
Kong Gie yang terkenal seorang sinshe pandai juga tak
berdaya, Bahkan buah Sie Can Ko yang ia katakan dapat
menyembuhkan juga belum tentu berhasil Kini Suhu telah
pergi ke kuil toa Ciok Sie untuk mengambil buah itu. Siotee tak
berpengalaman di kalangan Kang-ouw, dan harus membawa
Sui-siok ke pegunungan Kun Lun, Siotee betul-betul
gelisah...." "Melihat kau bertempur melawan Sao Siocia," kata Pek
Yun Hui, "Aku dapat katakan bahwa silatmu itu boleh juga dan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
kau dapat melawan banyak di antara jago-jago silat di
kalangan Bu Lim. Tapi jika bertemu jago-jago yang betul-betul
lihay, kau pasti keteter" ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan
"Tentang Sao Kong Gie, ia hanya terkenal sebagai tabib yang
pandai Tapi ia bilang racun ular di tulang susiokmu hanya
dapat dibikin sembuh oleh buah Sie Can Ko. Tentang ini aku
tak yakin...." Dengan kedua mata terbelalak, Bee Kun Bu menanyai
"Saudara Pek, apakah saudara dapat mengobati Susiokku?"
"Racun ular telah masuk ke dalam tulang, tabib yang
bagaimana pandai pun tak dapat mengobati." kata Pek Yun
Hui... jawaban itu hanya membikin Bee Kun Bu lebih masgul lagi
Pek Yun Hui menghampiri ia membaui harum yang dihembus
angin dari tubuhnya. Harum itu luar biasa, Bee Kun Bu
menjadi terpesona karena harum itu, "Dengan Ceng Loan
yang demikian cantiknya di sampingmu, mengapa kau harus
sedih hati?" tegur Pek Yun Hui. "Ayo, aku antar kalian ke darat
agar kalian lekas-lekas kembali ke tempat penginapan."
Dengan tanpa kesukaran, perahu itu dikayuh dengan
cepatnya ke pinggir telaga, Pek Yun Hui mengantarkan
mereka ke darat sambil berkata kepada Lie Ceng Loan: "Kau
harus jaga baik-baik Bu Koko-mu, jangan sampai diambil
orang lain!" Lalu dengan menghadapi Bee Kun Bu ia berkata:
"Souw Hui Hong tak akan berhenti mencintai kau. Aku lihat ia
bukannya gadis biasa umumnya, Gadis yang luar biasa tak
mudah jatuh cinta, akan tetapi jika ia telah jatuh cinta terhadap
seorang pemuda, ia akan seperti seekor ulat sutera yang
mengurung dirinya dengan sutera yang ia keluarkan dari
mulutnya. Dari zaman dahulu sehingga kini, berapa banyakkah jagojago yang betul-betul dapat memandang harta benda dunia ini
seperti asap, atau keuntungan seperti sampah" Wanita yang
dapat melupakan asmara jumlahnya sedikit sekali Aku
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
khawatir asmara itu, karena tak terbalas, akan berubah
menjadi benci untuk mencelakakan Sumoymu, Mungkin kau
tak dapat menghindarkan kesulitan asmara segi tiga ini. Aku
hanya..." ia tak meneruskan kalimat itu, ia ubah kata-katanya:
"Aku hanya sebagai penonton, aku dapat melihat dengan
jelas, Sumoymu putih bersih, dan dalam hal asmara ia bukan
tandingannya Souw Hui Hong, Oleh karena itu, kau harus
senantiasa waspada...."
Sambil menganggukkan kepala, Bee Kun Bu menyahut
"Saudara Pek terima kasih atas peringatan ini. Tapi aku tak
menaruh hati kepada Souw Hui Hong, Jika ia jatuh hati
kepadaku, apakah aku tak bisa mencegah-nya?"
"Betul," kata Pek Yun Hui, "la mencari pusing sendiri Tapi
aku pun tak yakin kau tak mempunyai perasaan halus
terhadapnya." Pereakapan itu didengar juga oleh Lie Ceng Loan. Untuk
menghibur Bee Kun Bu ia berkata: "Saudara Pek hanya
bersenda-gurau." "Tapi," kata Lie Ceng Loan, "Jika Koko tidak baik terhadap
aku, aku tak dapat hidup lagi!"
"Kau tak usah khawatir, dan kau jangan berpikir yang
bukan-bukan," kata Bee Kun Bu, Lalu Pek Yun Hui mendesak
mereka kembali ke tempat penginapannya, Tapi Bee Kun Bu
berkata lagi: "Apakah aku boleh mengantar saudara Pek?"
Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata: "Aku seperti
seekor belibis, Angkasa yang luas ini adalah tempat aku
berkeliaran Aku merasa aman dimanapun Sudahlah, kalian
lekas-lekas kembali!" Setelah itu ia membalik badan dan
berjalan pergi kembali ke atas perahu nya.
Ketika tiba di tempat penginapan, hari sudah hampir fajar,
Bee Kun Bu antar Lie Ceng Loan ke kamar tidurnya, barulah
ia pergi ke kamarnya, Karena ia masih gelisah, ia tak dapat
tidur, sekonyong-konyong ia dengar suara orang. ia terkejut ia
bangun dari tempat tidurnya untuk menyelidiki dari mana dan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
suara apakah itu! ia buka jendela, lalu loncat keluar dari
jendela, Semua kamar tertutup dan gelap, Hanya kamar Giok
Cin Cu masih ada lampu menyala, ia loncat ke depan kamar
Susioknya, Dengan satu dorongan ia buka pintu kamar itu.
Lalu dengan waspada ia masuk siap menyambut segala
serangan. ia lihat Giok Cin Cu tertidur di pembaringan dengan
kedua matanya tertutup, Tapi Liong Giok Pin berbaring di sisi
ranjang dengan kedua kakinya mengge!antung. Rupanya ia
terkejut dan coba bangun. Tapi ia telah ditotok jalan darahnya
sehingga tak berdaya dan tak bergerak! ia mendekati
pembaringan Susioknya, ia terkejut melihat seorang berbaju
hijau sedang memijit sambungan tulang lengan kanan
Susioknya, ia kenali orang itu adalah Pek Yun Hui, ia
menanyai "Saudara Pek, apakah yang kau sedang lakukan?"
Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata: "Aku telah totok
delapan jalan darah susiokmu T dan telah membikin longgar
tiga ratus enam puluh empat sambungan-sambungan
tulangnya. Jika kau sentuh ia, maka seluruh tulangnya akan
terlepas dari tempat aslinya, sebentar lagi racun ular dari
tulang akan mengalir ke jantungnya,"
Bee Kun Bu terkejut dan berseru: "Jika racun ular mengalir
masuk ke jantung Susiokku, Susiokku tentu tewas!"
"Jika ia tewas, kau bisa apakah?" sahut Pek Yun Hui. Lalu
ia bertindak keluar kamar Bee Kun Bu tak berani menyentuh
tubuh Susioknya, ia berdiri terpaku, Ke-mudian ia keluar
menghampiri Pek Yun Hui. Karena bingungnya ia mendesak
Pek Yun Hui dengan pertanyaan yang agak kasar "Aku
mengetahui bahwa saudara pandai sekali, Tapi jiwa orang tak
dapat dipermainkan!"
Pek Yun Hui tak menyahut Sikap ini membikin Bee Kun Bu
menjadi lebih marah lagi, dan dengan lupa akan
kedudukannya. Secepat kilat ia lontarkan satu tinju dengan
ilmu Cik Sou Pok Liong atau tangan telanjang menjotos naga.
Tapi... ia meninju angin Pek Yun Hui sudah hilang entah
kemana! ia melihat sekitarnya, ke atas atap rumah, ke semua
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
penjuru. ia keluar dari rumah penginapan itu, dan berteriak:
"Hai, Pek Yun Hui! seorang jantan berani berbuat berani
tanggung resiko, Kemana kau lari?"
Betul saja di bawah sebuah pohon besar di depan ia, satu
bayangan berkelebat Bee Kun Bu mengejar Orang itu lari,
Ketika dapat mengejar dekat, Bee Kun Bu hendak mengirim
jotosan lagi, Tapi orang itu bukan Pek Yun Hui, ia coba tarik
kembali tinjunya, tetapi orang yang dikejar itu membalikkan
tubuh dan batas menyerang dengan satu tendangan Bee Kun
Bu loncat ke atas untuk menghindarkan tendangan maut itu,
Mereka berhadap-hadapan Orang itu adalah orang yang
berbaju abu-abu yang mengayuh perahunya Pek Yun Hui.
Dalam suasana malam yang gelap, wajah mukanya tak terlihat
tegas, Melihat Bee Kun Bu berhenti menyerang, si baju abu-abu
berkata dengan suara keras: "Hai! Anak kemarin berani
melawan majikanku" Dengan ilmu silat yang demikian itu kau
berani melawan majikanku" Biarlah aku yang beri ajaran!"
Tapi majikanmu Pek Yun Hui telah mencelakakan
Susiokku, Jika kau adalah bujangnya, aku beresi kau dulu!"
sahut Bee Kun Bu. "Ha! Tiga pemimpin partai Kun Lun hanya
merupakan jago-jago silat kecil Kau mu-ridnya, bisa apa" Jika
kau dapat melawan aku dalam tiga puluh enam jurus, kau
baru dapat menamakan diri seorang jago silat!" Baru saja ia
berkata, lalu kedua tinjunya dikirim berbareng ke tubuhnya
Bee Kun Bu. Karena tidak membawa senjata, Bee Kun Bu harus
melawan dengan tangan kosong, dan dengan menggunakan
ilmu tinju Thian Kong Cong ia melawan si baju abu-abu itu.
sebetulnya ilmu tinju Thian Kong Cong hebat sekali Tapi
kepandaian lawannya lebih hebat pula, pertarungan baru
berjalan dua puluh jurus, Bee Kun Bu merasa mulai keteter. Si
baju abu-abu rupanya tidak ingin menyerang, ia hanya ingin
mengetahui kepandaian Bee Kun Bu. Pada saat itu terdengar
suara seorang wanita membentak "Hei, tua bangkai urusanmu
kau lalaikan! Tapi kau bertarung melawan anak kemarin dulu
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
ini! Apakah matamu buta" Apakah kau tidak ketahui maksud
majikan kita?" Si baju abu-abu lalu loncat mundur dan berhenti bertarung,
ia berkata sambil tersenyum: "Jika aku betul-betul
melawannya, ia sudah tewas pada saat itu! Aku hanya mainmain saja!" Lalu ia mengangkat kedua ta-, ngannya dan
berkata: "Bee Lotee, maaf!" Lalu ia balik badan, dan loncat
pergi entah ke mana! Ketika itu Bee Kun Bu mengawasi wanita yang membentak
tadi, yang ternyata adalah seorang wanita berusia empat
puluh tahun lebih, berbaju kurung putih, ikat pinggangnya
kuning dan kepalanya dibungkus dengan kain hijau. ia
membawa dua pedang yang menonjol keluar dari atas
bahunya, ia berkata kepada Bee Kun Bu dengan ramah: "Bee
Siangkong, harap kau tidak menjadi gusar karena si tua
bangka tadi, ia berangasan Nanti jika ada kesempatan aku
akan menebus dosanya terhadap Bee Siangkong!" Lalu ia pun
balikkan badan dan pergi entah ke mana,
Pada saat itu Bee Kun Bu seperti orang baru sadar dari
mimpinya. ia memanggil-manggil wanita yang sudah pergi itu:
"Hei! Angkatan tua! Berhenti du!u! Hamba ingin menanyai
Entah dari mana si wanita itu loncat di hadapan Bee Kun
Bu, dan berkata: "Bee Siangkong terlampau hormat
sebetulnya apa yang ingin ditanya, Tapi janganlah aku
dipanggil angkatan tua."
Dengan mengerutkan kening Bee Kun Bu menanya:
"Apakah majikan angkatan tua juga Pek Yun Hui?"
Si wanita itu tak berani sebut namanya Pek Yun Hui. ia
hanya menyahut: "Majikan kami adalah dari kalangan sakti
wataknya agung dan budiman sebetulnya beliau jarang sekali
menjumpai orang, Bee Siangkong dapat mengenal beliau,
Betul-betul beruntung!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Tapi Pek Yun Hui telah mencelakakan Susiokku yang
sedang menderita, ia harus mengetahui bahwa kami dari
partai Kun Lun tidak mudah dihinakan orang!"
Dengan menyengir, si wanita itu menyahut: "Bee
Siangkong, tiga pemimpin dari partai Kun Lun betul lihay .
silatnya, Tapi untuk melawan majikan kami... aku khawatir
sekali." Lalu ia loncat lari pula entah ke mana!
Dengan mata kepalanya sendiri Bee Kun Bu menyaksikan
betapa lihaynya ilmu meringankan tubuh dari wanita itu. Entah
bagaimana ilmu dari majikannya" ia bergidik memikirkan
serangan yang ia lancarkan kepada Pek Yun Hui tadi, ia
lekas-lekas kembali ke tempat penginapan Baru saja ia


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

bertindak masuk ke kamar, ia menyaksikan Giok Cin Cu masih
tetap tidur tak bergerak, sedangkan Ue Ceng Loan dan Liong
Giok Pin masing-mating berdiri di kiri kanan pembaringan itu.
Tapi di Mjung bantal kepala Giok Cin Cu ia lihat satu bangau
putih yang besar yang ia pernah jumpai di pegunungan Koat
Cong San. Bangau itu melonjorkan lehernya yang panjang, dan dari
patoknya menggelantung satu tali perak yang ujungnya
dimasukkan ke dalam mulutnya Giok Cin Cu. Kini Bee Kun Bu
insyaf betul-betul bahwa Pek Yun Hui sedang berusaha
sekuat tenaga mengobati Susiok-nya. ia merasa malu sekali
terhadap Pek Yun Hui karena perbuatannya yang terburu
nafsu tadi, Pek Yun Hui lihat ia sekali, lalu meneruskan
usahanya menolong Giok Cin Cu dengan mengusap-usap
bangau putih itu, Lie Ceng Loan mendekati Bee Kun Bu dan
menanya, suaranya rendah: "Bu Koko, kau pergi ke mana"
Kawan Koko sedang mengobati Susiok"
"Aku keluar menghirup hawa segar, Sudahlah, jangan
berisik!" sahut Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui tersenyum ketika bangau itu membuka kedua
sayapnya Bangau itu sedang menyedot racun ular dengan
menggunakan pipa perak Kemudian ia loncat dari ujung bantal
kepala ke lantai dengan sikap yang letih sekali, ia jalan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
perlahan-lahan keluar dari kamar itu. Pek Yun Hui lalu
menguruti seluruh tubuh Giok Cin Cu, dan memijit-mijit semua
jalan-jalan darahnya, lalu ia berdiri menantikan akibatnya,
Perlahan-lahan mukanya Giok SIAN HOK SHH CW - T.s.s,
JUM 2 83 Cin Cu menjadi merah, dan tubuhnya kelihatan bergerak
Pek Yun Hui tersenyum karena ia yakin usahanya telah
berhasil! Bee Kun Bu mendekati Pek Yun Hui dan berkata:
"Saudara Pek Siotee salah besar! Mohon dimaafkan !"
Pek Yun Hui pejamkan kedua matanya, lalu menarik napas
panjang. Ketika ia buka lagi kedua matanya, ia tersenyum
terhadap Bee Kun Bu. Lie Ceng Loan keluarkan sapu
tangannya untuk menyeka keringat di mukanya Pek Yun Hui.
Selang beberapa saat Pek Yun Hui berkata kepada Liong
Giok Pin: "Racun ular yang telah merembes masuk ke dalam
tulang-tulang suhumu telah disedot keluar oleh bangau putih.
Aku telah melancarkan kembali jalan darah nya, menyambung
semua sambungan-sambungan tulang,
Suhumu perlu beristirahat dua hari lagi, dan ia akan
sembuh dan pulih sebagaimana sediakala, sebentar jika ia
mendusin, ia tentu menjadi lapar, dan kau harus berikan ia air
sayur ikan yang hangat jika ia tak tahan amis, dapat diganti
dengan air gula yang hangat Dan besok ia dapat makan atau
minum segala apa saja! Kemudian ia keluar dari kamar itu,
diikuti oleh Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan. Si bangau putih
masih berada di pekarangan di luar kamar "Saudara Pek,
harap kau berhenti sebentar!" mohon Bee Kun Bu. Pek Yun
Hui berhenti dan menoleh ke belakang. Lie Ceng Loan seperti
anak kecil menanya: "Apakah aku boleh menunggangi bangau
putih itu?" Pek Yun Hui hanya tersenyum, ia hampiri Lie Ceng Loan
dan berkata: "Bangau itu kini sangat letih, Kelak jika kita
berjumpa lagi, aku berikan izin kau menunggangi bangau itu
selama setengah hari !amanya."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"Jika kita tak berjumpa lagi" Aku tak dapat menunggangi
Jika aku pelihara bangau, berapa lamakah bangau itu menjadi
besar untuk dapat ditunggangi?" tanya Lie Ceng Loan,
"Bangau putih itu sudah seribu tahun lebih usianya,
Menunggu bangau besar makan waktu lama, Bangau itu
bukannya aku yang pelihara, Orang yang telah memelihara
bangau putih ini sudah berada di liang kubur Lagi pula bangau
sebesar ini tak mudah dicari Tentang bangau ini ada banyak
kisahnya, Kelak kemudian hari jika ada kesempatan, aku akan
menceritakan kepadamu!"
"Kami ingin kembali ke pegunungan Kun Lun. Jika Koko
ingin mencari aku harus datang ke pegunungan tersebut,"
sahut Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui tersenyum, lalu ia totok kedua ujung jari
kakinya dan loncat ke atas atap rumah, Bangau itu pun
terbang mengikuti dia. Bee Kun Bu ingin menghaturkan terima kasih lagi tapi Pek
Yun Hui telah loncat keluar Bee Kun Bu mengejar Meskipun
tampaknya seperti orang berjalan, tapi gerak majunya Pek
Yun Hui sangat pesat Sebentar saja ia telah berada di luar
kota. Bee Kun Bu terus mengejar sambil memanggil-manggil
Ketika itu sudah jam lima pagi, seluruh tubuhnya telah basah
dengan keringatnya, ia penasaran tentang sikapnya terhadap
Pek Yun Hui, dan ia tidak akan menjadi puas jika ia belum
menghaturkan maaf dan terima kasih kepada Pek Yun Hui
yang telah menolong Susioknya,
Tapi meski dengan ilmu meringankan tubuhnya ia telah
mengejar penolongnya itu, namun ia tidak berhasil ia menjadi
sangat menyesal ia pergi ke pinggir telaga untuk mencuci
muka. Ketika itu ia merasa ada orang di belakangnya
melemparkan sapu tangan,, Dari harumnya ia mengetahui
bahwa orang itu adalah Pek Yun Hui ia menoleh ke belakang,
Betul saja orang itu Pek Yun Hui, entah dari mana dan kapan
datangnya KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Tadi kau demikian beringasnya! Belum lagi aku
menjelaskannya, kau telah menyerang aku!" kata Pek Yun Hui
"Aku mohon seribu maaf, Aku merasa malu terhadap diriku
yang tak mengenal budi orang. Aku minta maaf!" kata Bee
Kun Bu dengan mengucurkan air mata menyatakan
penyesalannya. Sambil menyeka air matanya Bee Kun Bu, Pek Yun Hui
berkata: "Hm! Mengapa kau menangis seperti anak kecil?"
Bee Kun Bu tak menjawab ia awasi wajah Pek Yun Hui
yang tampan itu dengan sikap yang terpesona,
"Apa yang kau ingin katakan aku telah mengetahui Kau tak
usah mengetahui riwayatku, yang akan membuat kau lebih
pusing lagi!" kata Pek Yun Hui, lalu berjalan ke suatu hutan
pohon-pohon Liu. Bee Kun Bu mencegah: "Saudara Pek, aku
tak ingin mengetahui riwayatmu, Aku hanya sangat
mengagumi kepandaian dan budimu. Aku tak tahu cara
bagaimana membalas budi sebesar itu! Jika saudara Pek
dapat memberi ampun atas kesalahan-kesalahanku, aku baru
merasa lega!" "Aku tidak menyalahkan kau," kata Pek Yun Hui sambil
memegangi pergelangan tangan kiri Bee Kun Bu. Bukan main
sakitnya pegangan ilu. Bee Kun Bu berusaha melepaskan
pegangan itu dengan membuka semua jari dan memulihkan
tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengirim tinju ke
dada Pek Yun Hui Tapi Pek Yun Hui hanya mengegos sedikit
menghindarkan jotosan itu, dan pegangannya tak terlepas,
Meskipun mereka hanya terpisah satu tindak, akan tetapi
semua pukutan-pukulan Bee Kun Bu sedikit pun tidak
menyentuh tubuh PekYun Hui!
"Saudara Pek, lepaslah! Aku menyerah kalah! Rupa-nya
Saudara Pek ingin menguji silatku, jagalah jotosan ini!" Bee
Kun Bu berkata sambil melontarkan jotosannya lagi, Dengan
tangan kirinya Pek Yun Hui tangkis jotosan ilu, lalu loncat
mundur dua tindak sambil melepaskan pegangan pergelangan
tangan kirinya Bee Kun Bu,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
"llmu silatmu masih kurang. Kau perhatikan aku bertindak
di atas tanah, lalu kau berlatih, inilah langkah ajaib, Dengan
tekun kau dapat pelajari dalam satu atau dua buIan, Kau juga
harus memperhatikan mantera (jam-pe) yang aku ucapkan
selagi melangkah." kata Pek Yun HuL
Kemudian Pek Yun Hui mempertunjukkan langkah ajaib
itu, sambil mengucapkan mantera: "Coa Cau Ing Hoan, HieCekTo Tut, Ngo Heng Seng Khe, Ji Ciang Wee Jok (UIar lari
garuda terbang, ikan ngeluyur kelinci kabur, Lima langkah
ajaib sakti, Musuh kuat menjadi lemah). Dengan mantera itu
kau dapat melangkah keluar dari segala kepungan musuh.
Nah! perhatikan lagi!" ia mempertunjukkan pula langkah ajaib
itu. Dengan penuh perhatian Bee Kun Bu mengawasi gerakgerik langkah ajaib yang diajarkan itu sambil mengingatkan
mantera yang ia harus ucapkaa Ketika ia hendak
menghaturkan terima kasih, Pek Yun Hui telah loncat sepuluh
depa lebih jauhnya, dan selang sesaat telah lenyap!
Dengan berdiri tereengang Bee Kun Bu seka air mata di
pipinya, ia berseru seorang diri: "Bee Kun Bu! Bee Kun Bu!
Kau terlampau sembrono! Hampir saja kau membikin luka
hatinya seorang penoJong!" Lalu ia coba melaksanakan
langkah ajaib yang diajarkan oleh Pek Yun Hui tadi sambil
mengucapkan mantera, Setelah berlatih empat lima kali, ia
merasa telah dapat memahami Segera ia kembali ke tempat
penginapannya, setibanya di tempat penginapan, ia terus pergi ke kamar
Susioknya, dan melihat Giok Cin Cu telah di atas
pembanngannya, Tapi ia tidak lihat Liong Giok Pin dan Lie
Ceng Loan, ia berlutut di depan pembaringan dan berkata:
"Susiok apakah badanmu merasa enakan?"
Giok Cin Cu buka kedua matanya, dengan menarik-narik
napas panjang, menyahut: "Aku kira aku akan lekas sembuh,
Aku harus berterima kasih kepada penolong itu. Hei! Kau
mengapa sekarang baru datang" Ceng Loan mencari kau
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
sedari pagi, dan kini ia belum kembali Aku telah suruh Giok
Pin mencari nya. Tapi sudah lewat dua jam, keduanya belum
ada yang kembali!" Bee Kun Bu terkejut. ia berkata: "Baiklah aku cari mereka!"
Baru saja ia bertindak keluar, lalu tampak masuknya Liong
Giok Pin. "Liong Cici, apakah kau dapat lihat Lie Ceng Loan?"
Sambil menggelengkan kepalanya, Liong Giok Pin
menyahut: "Di sekitar kota ini aku telah mencari Orang kata ia
pergi ke pintu selatan. Aku telah pergi ke pintu selatan, tapi
aku tak menemui dia. Aku tidak tahu ke mana ia pergi, Hai!"
"Lie Ceng Loan masih hijau, Apapun ia tidak tahu, Aku
khawatir ia tersesat Susiok, perkenankan aku pergi mencari
ia!" kata Bee Kun Bu. Liong Giok Pin berkata lagi: Tapi kau
sedari kemarin belum tidur Kau tentu letih sekali Kau harus
beristirahat dahulu, biarlah aku yang pergi mencarinya."
Bee Kun Bu menggelengkan kepalanya dan berkata: "Aku
tidak letih, Lagi pula Susiok akan lekas sembuh. Liong Cici
lebih baik menunggui Susiok biarlah aku yang pergi mencari!"
Giok Cin Cu lalu berkata: "Loan-jie sangat naif. Ia tidak
bisa pergi ke tempat jauh, Mungkin sebentar lagi ia kembali
Aku sekarang merasa agak segar jauh. Jika penolong itu tidak
keliru, mungkin besok aku sudah bisa bangun, dan mencari
Loan-jie. Jika kau mau pergi juga, kau harus makan dahulu,
Ketemu atau tidak, malam ini kau harus pulang."
sebetulnya ada beberapa kata-kata yang Bee Kun Bu
hendak beritahukan Susioknya, tapi dalam keadaan cemas itu,
ia hanya memikiri akan keselamatan Sumoy-nya. ia lekaslekas makan sedikit sarapan, lalu ia bawa pedangnya menuju
ke pintu selatan, ia mencari di mana-mana sambil menanya-nanya segala
orang, tapi ia tak berhasil Ketika cuaca sudah menjadi gelap
dan ia sedang berdiri di pinggir jalan dengan mata dan kuping
melihat dan mendengar segala sesuatu, tiba-tiba dari tempat
jauh terdengar suara larinya kuda, Betul saja kemudian
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
tampak dua ekor kuda sedang lari dengan pesat sekali, Kedua
orang ini naik kuda dari tempat jauh, Mungkin mereka telah
menjumpai Lie Ceng Loan, Baiklah aku tanya mereka pikir
Bee Kun Bu. Lalu ia berdiri di tengah jalan untuk minta orang-orang
yang berkuda itu berhenti tapi seorang di antara penunggang
kuda itu membentak: "Siapakah berani mencegat kami! Apa
kau cari mati!" Bentakan itu dibarengi dengan serangan dua
golok! Bee Kun Bu terpaksa loncat ke belakang
menghindarkan serangan-serangan kedua golok itu, Pada
saat itu kedua kuda itu juga telah dihentikan Dengan
mengangkat kedua tangannya memberi hormat, Bee Kun Bu
berkata sambil tersenyum: "Kedua saudara harap maafkan
kelancanganku, Maksud aku menghentikan kedua saudara
ialah ingin menanyakan sesuatu, Aku tak bermaksud jahat."
Kedua penunggang kuda itu juga sudah turun dari kuda
nya, dan dengan golok terhunus mendengari ucapan Bee Kun
Bu. Orang berdiri di sebelah kanannya adalah seorang yang
tinggi kurus, berusia lebih kurang empat puluh tahun, ia
menyahut: "Saudara ingin menanyakan sesuatu, tapi caranya
seperti orang ingin membegal!"
"Sekali lagi aku minta maaf atas kelancanganku," kata Bee
Kun Bu dan ia mengangkat kedua tangannya memberi hormat
puIa, Dengan sikap ramah itu kedua orang itu menjadi saban
Mereka lalu simpan goloknya dan yang satu menanyai "Kau
ingin menanya apa" Lekas-lekas bilang kami harus mengejar
waktu!" "Apakah kedua saudara menemui seorang gadis berbaju
merah?" tanya Bee Kun Bu.
Mereka hanya saling lihat melihat, lalu sambil menghadapi
Bee Kun Bu mereka hanya goyang-goyang kepala dan segera
naik kuda hendak berlalu, Sikap itu mencurigakan Bee Kun
Bu. ia menanya dengan suara keras: "Hei! Aku menanya
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
dengan hormat, tetapi kalian tidak menjawab! Cara apakah
ini!" Salah satu kedua orang itu menyahut dengan mengejek
"Jika kami benar-benar sudah Iihat, tetapi tidak ingin
memberitahukannya, kau mau apa?"
"Jika demikian, jangan pikir kalian dapat lewat dari sini!"
sahut Bee Kun Bu dengan beringas, "Sabar saudara,
Meskipun kami beritahukan, saudara tak dapat berbuat apaapa." Lalu ia kedut tali les kudanya hendak berlalu, Bee Kun
Bu pikir bahwa mereka harus dipaksa, Dengan satu loncatan
ia terkam kedua orang itu dengan ilmu Cong Hok Sao Yan
atau bangau hijau menyambar burung walet, Orang yang di
sebelah kanan segera kirim tinju kirinya dengan ilmu Heng
San Lan Houw atau tubuh - melintang menghalangi harimau,
dan tangan kanannya menyodok perut Bee Kun Bu dengan
Yap Tee Tao atau menjumput buah di bawah daun.
Tapi Bee Kun Bu telah lihat sodokan itu. ia lekas-lekas
ubah serangannya dengan ilmu Cek Sou Pok Liong atau
tangan telanjang menerkam naga, sehingga lawannya


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

terlempar dari kudanya. Kawan-nya tidak tinggal diam,
Dengan golok terhunus ia terjang Bee Kun Bu dengan
kudanya, Bee Kun Bu yang telah mahir betul ilmu silat pedang
Kun Lun dari Hian Ceng Totiang, dan ilmu silat tinju dari Ngo
Kong Toa-su, i ditambah pengalaman-pengalamannya
semenjak ia keluar dari kuil San Ceng Koan, dengan mudah
dapat mengelakkan serangan dari lawannya dengan ilmu Ngo
Heng Mie Cong Pu atau langkah ajaib yang ia baru saja
belajar dari Pek Yun Hui. Golok yang datang menyerang
padanya hanya menyodok angin!
Lawannya menjadi heran. ia belum lagi sadar dari
herannya itu, tinju kirinya Bee Kun Bu telah menjotos bahunya
dan segera goloknya itu terlempar dari tangan, dan ia juga
terjerunuk dari kudanya ke jalan raya itu! Satu tendangan
menyusul di pahanya, ia tak dapat bangun lagi!
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Si kurus yang hanya terlempar dari kudanya segera
bangun dan berkata: Tidak dinyana malam ini kita bertemu
seorang jago silat yang lihay, Saudara dengan ilmu silat yang
lihfiy itu sebetulnya siapa?"
Bee Kun Bu menggelengkan kepalanya: "Aku bukannya
berniat bertarung melawan kalian, Kita tidak kenal satu sama
lain dan kita tak mempunyai dendam. Aku pun menyesal
harus menggunakan kekerasan Untuk mengetahui namaku,
saudara harus lebih dahulu beritahukan aku tentang gadis
berbaju merah, Jika tidak, aku terpaksa akan menggunakan
kekerasan lagi!" Si kurus menyahut: "Aku tidak takut mati. Jika saudara
ingin menggunakan kekerasan, saudara seperti juga orang
bermimpi di siang hari!"
Jawaban itu membikin Bee Kun Bu insyaf bahwa kedua
orang itu pasti telah menjumpai Lie Ceng Loan, Lalu ia
membentak: "Jika kalian tidak mau memberitahukan aku
terpaksa menggunakan kekerasan lagi!" perkataan itu ia
barengi dengan totokan di lengan kirinya si kurus, "Jika kau
masih tidak mau memberitahukan aku akan bikin patah
lenganmu ini!" ia mengancam Si kurus setelah ditotok lengan
kirinya tak berdaya lagi, tapi ia masih saja bungkam. Bee Kun
Bu terpaksa patahkan lengan kirinya itu.
Demikianlah si kurus menjadi pingsan, dan kawannya
masih tak dapat bangun karena tendangan di pahanya, Bee
Kun Bu tidak tega melihat keadaan satrunya, ia tolong
sambungan tulang yang patah, membebaskan jalan darahnya
si kurus yang kemudian perlahan-lahan sadar kembali ia juga
pijit jalan darah pahanya kawan si kurus yang juga perlahanlahan bangun kembali ia hampiri lagi si kurus, dengan ramah
ia berkata: "Gadis berbaju merah itu adalah Sumoyku, jika kau
telah menjumpai ia, kau harus beritahukan aku, dengan
demikian kau telah menolong aku."
Si kurus merasa berterima kasih atas pertolongan Bee Kun
Bu, tetapi ia masih tetap bungkam "Kau tidak mau beritahukan
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
aku, mungkin ada sebab-sebabnya," kala Bee Kun Bu, "Aku
hanya minta kau beritahukan jalan mana yang ditempuh
Sumoyku, Dan aku tak akan mengganggu kalian lagi!"
Si kurus mulai tergerak hatinya, rupanya ia hendak berikan
keterangan Tiba-tiba dari tempat yang jauhnya lebih kurang
dua depa lebih terdengar suara orang mengejek Suara itu
membikin terkejut si kurus, Bee Kun Bu berdiri tegak dengan
waspada, ia melihat dari tempat itu seorang berusia lebih
kurang lima puluh tahun berpakaian rapi dan membawa
senjata martil di pinggangnya, Orang itu tak lain daripada
kepala bendera hitam cabang partai silat Thian Liong, Kiok
Goan Hoat. Datangnya Kiok Goan Hoat itu membikin Bee Kun Bu
kaget ia baru saja ingin menanya, tapi Kiok Goan Hoat berkata
lebih dahulu: "Aku kira siapa" Serunya murid dari partai Kun
Lun. Kau telah menali dua orangku dengan maksud apa kah
?" Bee Kun Bu pikir ia tak dapat melawan Kiok Goan Hoat ia
tak ingin mencari pusing melawan Kiok Goan Hoat yang lihay
itu. ia mengangkat kedua tangannya memberi hormat dan
berkata: "Aku telah menahan dua orang ini tidak dengan
maksud jahat Aku pun tidak mengetahui kalau kedua orang ini
adalah orang-orang nya angkatan tua, Aku minta maaf."
Kiok Goan Hoat tidak menyahut ia menghampiri si kurus
dan kawannya sambil membentak: "Kalian masih juga belum
berlalu, menunggu apa"!" Dengan paksakan diri, meskipun
mereka masih merasa kesakitan dari tendangan dan totokan
Bee Kun Bu, mereka cepat-cepat lekas naik kuda dan berlalu
dari tempat itu. Setelah kedua orang itu berlalu, Kiok Goan
Hoat berkata lagi kepada Bee Kun Bu: "Orang-orang dari
cabang partai Tian Liong tidak dapat dihina! Mengapa kau
menghukum mereka" Apakah salahnya mereka" Aku masih
pandang ketiga pemimpin dari partai Kun Lun, aku dapat
ampuni jiwamu hari ini!"
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Lalu ia mendekati Bee Kun Bu. Bee Kun Bu pikir tak dapat
mengelakkan pertarungan lagi, ia segera mengumpulkan
tenaga dalamnya, dan berdiri mengawasi kedua matanya Kiok
Goan Hoat Dengan secepat kilat Kiok Goan Hoat menotok
bahu kanannya Bee Kun Bu. sedangkan tinju kirinya
menyodok perut! Bee Kun Bu terkejut ia sambar dan pijit
pergelangan tangan kanannya Kiok Goan Hoat yang datang
menotok bahunya dengan tangan kirinya, dan dengan tangan
kanannya ia menyerang lawannya dengan ilmu Kim Kang Kay
San atau besi baja membongkar gunung, salah satu jurus dari
Cap Pwee Lo Han Cong yang ia dapat pelajari dari Ngo Kong
Toa-su. Kali ini, Bee Kun Bu telah menggunakan dua jurus
ilmu tinju yang berlainan satu menggempur dan satu
menyerang, Dan jurus-jurus itu mengejutkan Kiok Goan Hoat
yang memandang remeh satrunya,
Bee Kun Bu harus mencari-cari di pegunungan Koan San
mencari Lie Ceng Loan. Tapi Kiok Goan Hoat betul-betul seorang jago silat yang
lihay sekali, dan ilmu tenaga dalamnya telah mahir betul
Melihat serangan-serangannya gagal, ia dapat lekas-lekas
ubah jurus-jurusnya, Ketika Bee Kun Bu menarik tangan
kanannya, ia maju setindak untuk menggempur dadanya Bee
Kun Bu dengan kedua tinjunya berbareng.
Bee Kun Bu tidak dapat melawan Kiok Goan Hoat dengan
ilmu tenaga dalamnya, ia kalah banyak dalam pengalaman
melawan jago-jago silat dari kalangan Kang-ouw. Ketika dua
tinju itu menyerang dadanya, ia hanya dapat loncat mundur ke
belakang secepat kilat. Kiok Goan Hoat mengagumi cara lawannya mengelakkan
serangannya itu. Tapi ia pun menjadi panas, karena tiap-tiap
serangannya dapat diegosi atau dihindari Bee Kun Bu harus
bersyukur bahwa ia telah mahir betul dalam ilmu tinju Thian
Kong Cong, ia berhasil melawan Kiok Goan Hoat selama dua
puluh jurus, sebaliknya Kiok Goan Hoat merasa heran
mengapa ia masih juga tidak dapat menakluki lawannya dalam
dua puluh jurus itu. ia terus serang lawannya semakin gencar
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
bagaikan turunnya hujan. Bee Kun Bu sibuk mengelakkan
serangan-serangan itu. ia terkurung oleh jotosan jotosan. ia
harus berusaha melepaskan diri dari serangan- serangan
yang gencar itu, atau ia bisa binasa di tangan lawannya,
Ketika itu Bee Kun Bu betul-betul berada dalam kedudukan
yang berbahaya, ia merasa ia tak mempunyai tenaga lagi
untuk menangkis serangan-serangan yang dilancarkan
bertubi-tubi, dan tubuhnya basah kuyup dengan keringatnya.
ia yakin ia tak dapat bertahan sepuluh jurus lagi Pada saat itu,
ia ingat ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu atau langkah ajaib yang
ia baru saja dapat pelajari dari Pek Yun Hui, si orang sakti itu,
ilmu itu ia baru mempelajari nya, mungkin ia belum mahir betul
Tapi dalam keadaan yang mendesak itu, mengapa ia tidak
mau coba " Dengan bertekad, ia kumpulkan semua tenaga dalamnya,
ia lancarkan tiga jurus istimewa dari ilmu Thian Kong Cong ke
arah lawannya, Kiok Goan Hoat terpaksa mundur, karena
serangan-serangan itu dilancarkan dengan nekad! Kini Bee
Kun Bu tidak menjaga diri lagi, bahkan tems-menerus
serangan- serangan itu membikin Kiok Goan Hoat terheranheran. sebetulnya ia bermaksud menawan Bee Kun Bu hiduphidup, tetapi setelah diserang kembali, lawannya itu menjadi
beringas. Dengan semua tenaga dan kepandaiannya ia kirim dua
tinjunya lagi! Tapi apakah hasilnya, ia menyerang bayangan!
ia menjadi lebih heran lagi, ia melihat di sekitarnya, tapi ia tak
dapat melihat Bee Kun Bu! ia berdiri dengan kedua mata
terbelalak bahna herannya, Tiba-tiba di belakangnya ia dengar
suara orang tertawa, Dengan membalikkan tubuh secepat kilat
ia kirim satu jotosan lagi, karena ia berpendapat walau ia tak
dapat pukul lawannya dengan tinjunya, angin dari tinjunya itu
cukup keras untuk merubuhkan lawannya,
Namun hanya daun-daun pohon-pohon yang
berhamburan. Bee Kun Bu entah berada di mana! Kali ini Kiok
Goan Hoat mengeluarkan keringat dingin, "Apakah anak
kemarin dulu ini mempunyai ilmu ajaib" Tinju yang aku kirim
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
seratus delapan puluh derajat itu belum pernah gagal
merubuhkan lawan ku. Tapi kali ini tanpa hasil!" ia pikir Lalu ia
loncat ke pinggir dan menoleh ke belakang. Bee Kun Bu tetap
berdiri di tempat tadi, ia ingin menanya lawannya tentang ilmu
yang digunakannya itu, tetapi ia tak dapat ucapkan.
Maka dengan paksa tertawa, ia berkata: "Partai silat Kun
Lun terkenal sebagai salah satu dari sembilan partai silat yang
dimalui. Kini aku baru mengetahui karena mempunyai ilmu
sihir!" Sambil bicara ia siap memukul lagi lawannya dengan
maksud membinasakan Tapi Bee Kun Bu berdiri dengan
waspada. ia ucapkan mantera dari Ngo Heng Mie Cong Pu
atau langkah ajaib dalam halinya, ia tak dengar sedikit pun
perkataannya Kiok Goan Hoat Melihat perkataannya tidak
digubris, Kiok Goan Hoat menjadi makin murka, ia totok ujung
jari kedua kakinya dan loncat menerkam dengan dua tangan
nya. Bukan main hebatnya terkaman itu, karena dilepaskan
dengan tenaga dalam dan datangnya sangat cepat Tapi Bee
Kun Bu hanya mengegos sedikit saja, dan ia telah berada,
entah dimana. Kiok Goan Hoat menerkam angin! Kiok Goan
Hoat yang telah berkecimpungan beberapa puluh tahun di
kalangan Kang-ouw, dan pernah bertempur melawan jagojago sifat yang lihay, belum pernah menyaksikan ilmu silat
yang dipertunjukkan Bee Kun Bu. ia berdiri terpisah dari Bee
Kun Bu hanya satu depa, tapi Bee Kun Bu seperti juga
bayangan iblis sebentar muncuI, sebentar hilang, sebentar di
depan, dan sebentar di belakang ia menjadi jeri. Lawan yang
dipandang remeh ini mungkin dapat membunuh mati ia!
sedangkan Bee Kun Bu dilain pihak pun merasa khawatir ia
khawatir jika ia gagal melancarkan ilmu Ngo Heng Mie Cong
Pu yang ia dapat pelajari dari Pek Yun Hui.
Tapi kemudian ia bersyukur karena tanpa ilmu itu, mungkin
ia telah menjadi mayat! "Apakah perlu aku melawan terus,
sedangkan Lie Ceng Loan belum ketemu" Mungkin Sumoyku
telah ditawan atau dibokong orang," ia pikir "Dua penunggang
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
kuda yang aku jumpai tadi adalah orang-orangnya partai Tian
Liong, dan Kiok Goan Hoat adalah kepala dari bendera hitam
dari cabang partai itu, jika Kiok Goan Hoat hendak menangkap
Lie Ceng Loan, hal itu tak sukar bagi nya. Aku harus pergi ke
markasnya partai Tian Liong untuk mencari Sumoyku!"
Setelah berkeputusan demikian, ia tak ingin kembali lagi ke
tempat penginapannya untuk memberitahukan maksudnya
kepada Giok Cin Cu karena khawatir ia ditahan lagi Maka
tanpa diketahui oleh Kiok Goan Hoat, ia berlalu dari tempat
pertarungan itu untuk pergi ke markas partai Tian Liong
mencari Sumoynya, Di sepanjang jalan ia tak lupa
meninggalkan tanda dari par-tainya di pongkol-pongkol pohon
yang dapat menunjukkan ke mana ia telah pergi kepada
orang-orang dari partai Kun Lun.
sepanjang malam ia meneruskan perjalanannya ke markas
partai Tian Liong yang terletak di sebelah utara propinsi Kwiciu. Pada keesokan paginya ia telah tiba di suatu kota, kota
kecil di mana ia membeli sarapan untuk menangsal perutnya
yang lapar Lalu ia melanjutkan perjalanannya lagi, B jasanya
kalau Lie Ceng Loan berada di sampingnya, ia tak terlalu
hiraukan, Kini setelah ia ketahui Lie Ceng Loan tidak pulang,
ia menjadi gelisah bagaikan semut di dalam kuali panas, ia
baru insyaf betapa hebatnya ia mencintai gadis itu.
Dihari kedua, ia telah tempuh empat ratus sampai lima
ratus lie, dan telah tiba di kota Tong Kia Sip di propinsi Kiangsi. Kota itu meskipun tidak besar, tetapi terletak di jalan yang
strategis, sehingga ramai sekali, ia mencari tempat
penginapan dengan maksud untuk beristirahat dan
mendengar-dengar kabar tentang Sumoy-nya.
Tapi ia cari satu restoran untuk minum dan makan, ia telah
menempuh perjalanan hampir lima ratus lie dalam dua hari
Maka setelah minum beberapa cangkir arak, ia tertidur di meja
makan, ia telah tertidur selama satu jam. Ketika ia terbangun
dari tempat tidurnya dan hendak membayar pegawai restoran
berkata: "Kawan saudara telah membayarnya semua
makanan dan arak itu...."
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Bukan main terkejutnya Bee Kun Bu. ia berjingkrak
sehingga cangkir arak jatuh dari atas meja ke lantai sehingga
hancur peristiwa itu telah menarik perhatiannya tamu-tamu
lain di restoran itu. Bee Kun Bu Iekas-lekas menenangkan diri
dan menanya pegawai restoran itu: "Ketika kawanku pergi,
apakah ia meninggalkan pesan" Dan kawanku itu,
bagaimanakah air mukanya" Berusia berapa ?"
pegawai itu pun menjadi heran melihat sikap yang terburu
nafsu dari Bee Kun Bu. Sambil tersenyum ia menyahut: "la
sudah berusia kira-kira lima puluh tahun lebih, tubuhnya kate
dan kurus, Setelah saudara datang, ia pun masuk ke restoran
ini, Tapi ia tidak ketemui saudara, ia duduk sedikit jauh dari
saudara. Apakah saudara tidak melihatnya?"
Bee Kun Bu melihat meja yang bekas ditempati oleh
kawannya, Betul saja di atas meja itu telah tertulis dengan jari
tangan yang bunyinya: "Gadis itu dalam keadaan selamat,
Kau boleh minum sehingga mabuk tanpa khawatir!" Tapi
tulisan itu tak ada tanda langannya, dan itulah yang
memusingkan kepalanya, siapakah kawannya itu" Semenjak
ia menceburkan diri di kalangan Kang-ouw selama tiga bulan,
ia telah menjumpai dan mengalami peristiwa-peristiwa yang
aneh dan ganjil orang-orang yang ia jumpai seperti juga naganaga yang datang keluar dari pedut atau lautan, ia pasti tak


Bangau Sakti Sin Hok Sin Cin Karya Chin Tung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

dapat keterangan apapun dari restoran itu, ia tak menanya
Iagi. ia berikan uang untuk mengganti cangkir arak yang telah
pecah, lalu keluar dari restoran itu. ia berjalan di sepanjang
pinggir sungai untuk mengenangkan peristiwa-peristiwa di
hari-hari yang lampau. Dengan tak terasa olehnya, ia telah berjalan sampai senja,
ia hendak kembali ke tempat penginapannya, Setelah berjalan
lebih kurang satu jam, dari depan mendatangi sebuah kereta
yang dikendarai dengan pesat oleh seorang laki-laki yang
bertubuh besar, berbaju putih dan mengikat kepala dengan
kain putih, kereta itu dihentikan dekatnya, Lalu pengendara itu
keluarkan satu terompet tanduk, ia tiup terompet tanduk itu,
Nada yang keluar dari terompet itu nyaring dan ganjiL
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Kemudian pengendara itu loncat turun dari keretanya dan
sebentar-sebentar ia menoleh ke arah sungai.
Di dalam kereta itu terdengar suara orang merintih, Bee
Kun Bu menjadi curiga mendengar suara rintihan itu, ia cabut
pedangnya, dan datang menghampiri kereta itu untuk
memeriksa suara rintihan di dalam kereta itu, Ketika ia periksa
kereta itu, ia menjadi bengong, Di dalam kereta bukannya Lie
Ceng Loan yang ia sedang cari, tetapi tiga orang laki-laki yang
menderita luka parah, pada saat itu pengendara yang
bertubuh besar itu telah datang menyerang dari belakang,
jotosan itu hebat tapi hanya mengegos sedikit lalu dengan
pedang terhunus ia menanyai" Apakah kau orangnya partai
Tian Liong?" "Betul," sahut si pengendara itu. "Kawanmu bagaimana
memperoleh luka parah" Dan mana pengawal lam-lainnya?"
tanya Bee Kun Bu. pertanyaan itu membingungkan pengendara itu, karena
orang-orangnya partai Tian Liong dengan lima cabangcabangnya sangat banyak jumlahnya, mungkin ribuan, ia
hanya dapat menjawab: "Pengawal kami telah ditawan dan
kami berempat telah melawan mati-matian."
"Apakah saudara datang untuk menyambut kami?" Lalu ia
angkat tangan kanannya dengan dua jari di-bengkokkan ke
depan. itulah tanda memberi hormat dari partai Tian Liong dan
juga tanda dari salah satu cabang-cabangnya, Sudah tentu
Bee Kun Bu tidak mengerti arti daripada tanda itu, ia tidak
membalas. Si pengendara segera mengetahui bahwa Bee Kun Bu
bukan dari partai Tian Liong, Dengan murka ia membentak:
"Hai! Anak sambel! Kau berani menipu kami!" bentakan itu
dibarengi dengan satu jotosan,
Dengan ilmu Pik Men Tui Goat atau tutup pintu
menghalangi bulan Bee Kun Bu mengelakkan jotosan itu
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
dengan tangan kirinya, sedangkan pedang di tangan
kanannya sudah berada di tenggorokan pengendara kereta
itu, "Aku bukan orangnya partai Tian Liong, tapi aku pun
bukan musuh dari partaimu, Aku hanya ingin menanya kau
suatu hal," kata Bee Kun Bu. Karena orang itu telah
menyaksikan betapa lihaynya silat Bee Kun Bu, dan ujung
pedang telah berada di tenggorokannya, ia menyahut:
"Saudara mau tanya apa?"
"Bagaimana kalian dapat luka parah?" tanya Bee Kun Bu.
"Kami sedang membawa seorang gadis berbaju merah,
lalu ada orang yang merebut tawanan kami, dan pengawal
kami juga telah terluka meskipun kami telah melawan matimatian sehingga menderita luka parah," menjelaskan orang
itu, "Siapakah yang merampas gadis itu?" tanya Bee Kun Bu
dengan cemas, "Dan dibawa ke mana?"
"Yang merampas adalah dua Hweeshio (paderi) dan entah
ke mana dibawanya," sahut orang itu,
Dengan murka Bee Kun Bu membentak: "Ka(ian dari partai
Tian Liong mengapa menculik gadis itu!"
"Kami menculik ia atas perintah atasan. Apakah kau berani
menemui pemimpin kami di markas?" kata orang itu.
Dengan mengejek Bee Kun Bu berkata: "Salah satu
pemimpin cabang partaimu, Kiok Goan Hoat, aku telah jumpai,
dan ilmu silatnya tidak mengejutkan orang, Mar-kas partai
Tian Liong belum tentu merupakan suatu benteng dengan
tembok besi. Mengapa aku takut pergi ke sana" Tapi orang
yang diculik telah dirampas lagi, aku tak perlu lagi pergi ke
markas Thian Liong untuk mencari korban, Aku pun tidak sudi
mendesak orang di dalam kesukaran...."
Belum lagi pembicaraannya setesai, tiba-tiba dari satu
perahu yang baru saja dipinggiri meloncat ke darat empat
orang laki-laki yang bertubuh kasar dan besar, yang segera
menghadapi Bee Kun Bu. Orang yang mengendarai kereta,
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
setelah melihat kawan-kawannya telah datang, lantas
menuding Bee Kun Bu dan membentak: "Hei! Anak kemarin!
Apakah kau berani melawan pemimpin kami!"
Bee Kun Bu yang telah dengar bahwa Lie Ceng Loan telah
diculik oleh orang-orangnya partai Tian Liong, dan ia sendiri
dibentak-bentak telah hilang kesabarannya, Dengan murka ia
menjerit: "Na! Kalian semuanya rasai ini!" ia membarengi
jeritan itu dengan satu sabetan pedang kepada lima orang itu
dengan ilmu Hen Hua Cun le atau bunga berhamburan
ketimpa hujan. jurus itu, adalah salah satu jurus istimewa dari
Cui Hun Cap Ji Kiam. Serangan itu betuI-betul seperti berhamburannya bungabunga, sehingga lawan-lawannya tak mengetahui bagaimana
harus menangkisnya. Kelima orang itu segera mundur teratur
menghindarkan sabetan pedang yang lihay itu. Bee Kun Bu
membentak lagi: "Kalian menculik Sumoyku atas perintah
atasan Aku harus menyelidiki dahulu untuk membikin
perhitungan yang setimpal sekarang aku hanya menanyakan
kemanakah Sumoyku di bawa. jikalau kalian dusta, pedangku
ini akan kirim kalian ke akherat!"
Si pengantin insyaf bahwa mereka berlima tak dapat
melawan Bee Kun Bu. ia menyahut: "Orang yang merampas
gadis baju merah betul dua orang Hweeshio, Ke mana
dibawanya, kami betul-betul tak tahu. Sumoymu betul diculik
oleh partai Tian Liong, tapi telah dirampas lagi oleh orang Iain.
Urusan ini kami dari partai Tian Liong tidak akan tinggal diam.
Gadis itu dirampas lagi dekat tempat pekuburan yang letaknya
dari sini lebih kurang tiga puluh lie. Saudara boleh pergi lihat."
Bee Kun Bu hanya dapat pereaya apa yang diberitahukan
Yang penting ialah menolong Sumoynya, Maka ia
meninggalkan mereka dan menuju ke tempat yane ditunjuk
tadi, Dengan semangat yang menyala-nyala Bee Kun Bu telah
tiba di tempat pekuburan itu dalam jangka waktu selama orang
makan nasi, Dengan matanya yang jeli ia melihat di sekitarnya
Pohon-pohon yang tinggi dengan bayangan-bayangannya
yang menyeramkan membikin bulu roma berdiri Betul di atas
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
tanah Bee Kun Bu melihat tanda-tanda darah dan rumput
telah diinjak-injak orang.
Melihat keadaan itu rupanya tempat tersebut pernah terbit
pertarungan ia menyelidiki terus, tapi tak ada tanda lain yang
dapat menunjukkan jejaknya Lie Ceng Loan. "HweeshioHweeshio jumlahnya sangat ba-nyak. Di kuil manakah aku
harus mencari dua Hweeshio itu yang dikatakan telah
merampas Sumoyku?" tanyanya kepada diri sendiri Makin
dipikir, makin cemas ia atas keselamatan Sumoynya. Air
matanya mengucur keluar dari kedua matanya memikiri nasib
Sumoynya, ia duduk di atas suatu gundukan tanah kuburan,
memikiri jalan yang ia harus tempuh.
sekonyong-konyong dari belakangnya ia dengar suara
orang menarik napas, ia menoleh ke belakang dan mengawasi
ke jurusan datangnya suara itu. Di atas satu bongpay (batu
nisan) terlihat seorang berbaju putih, ia berdiri siap
menghadapi segala sesuatu. Tapi orang itu segera lenyap
kembali. ia datang menghampiri ke tempat orang itu berdiri, ia
temukan satu sapu tangan putih dengan tulisan yang berbunyi
"Sumoymu mengalami rintangan lagi, Aku tak mengetahui
jejaknya lagi, Mung-kin dibawa oleh rampok. Tapi jika
Sumoymu diganggu, aku pasti membalas. Harap saudara
sabar, dalam satu bulan tentu ada kabar baik!"
Membaca tulisan itu, Bee Kun Bu makin cemas dan murka
besar, tapi tak berdaya, "Kemana aku harus pergi
mencarinya?" Pikirnya, Ketika itu sang fajar telah menyingsing, dan ia tetap masih berdiri termenung! Ke-mudian ia
dengar suara orang menegur "Bee Lotee! Kau baik-baik"
Tidak diduga kita bertemu lagi di sini!"
Bee Kun Bu hadapi orang yang menegurnya, Orang itu
adalah Tee Ju Liong, pemimpin cabang partai Tian Liong di
daerah sungai Yang-tse, yang ia pernah jumpai di pinggir
telaga Tong Teng, Di belakang Tee Ju Liong ada dua orang
laki-laki bertubuh besar dan bersenjata golok sedang
menuntun tiga ekor kuda, Bee Kun Bu menyahut ketika Tee Ju
Liong sudah datang dekat sekali: "Partai saudara betul besar
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
dan orang-orangnya tersebar diseluruh selatan sungai Tapi
banyak orang-orang itu bersifat perampok Apakah Tee Cong
piauw juga datang ingin menculik aku?"
Mendengar jawaban itu, Tee Ju Liong menjadi marah. ia
membentak: "Bee Lotee, mengapa bicara demikian kasar"!
Aku telah menjelaskan bahwa aku datang untuk mengambil
peta Cong Cin To- Kini telah ternyata kitab-kitab Kui Goan Pit
Cek itu telah diambil orang. Antara kita berdua tidak ada
permusuhan atau sengketa lagi, Tapi Bee Lotee, kau
membuka mulut menghina aku. ini apakah maksudnya"!"
Dengan suara mengejek, Bee Kun Bu berkata: "Ada orang
dari partaimu yang mulutnya manis sekali, tapi hatinya ingin
membunuh perkataan yang enak didengar itu tak terbukti
baiknya, tapi terbukti dengan perbuatan perbuatan yang keji.
Tee Cong Piauw mungkin juga datang untuk menculik aku!"
Tee Ju Liong menjadi heran dengan ucapan yang pedas
itu, ia menanya lagi: "Bee Lotee, kau harus bicara sopan
sedikit Meskipun kau seorang murid kesayangan Hian Ceng
Totiang yang berbudi terhadap aku, kau tak dapat bicara
demikian kasarnya terhadap aku. 0rang-orangku semalam
telah diserang di tempat tidak jauh dari sini dan keempatempatnya telah menderita luka parah, Bahkan orang tawanan
yang mereka sedang bawa dirampas! Aku setelah mendapat
kabar, segera datang untuk menyelidiki dan aku tak sangka
bisa berjumpa lagi dengan Bee Lotee...N ia berhenti sejenak,
lalu melanjutkan Tapi semalam orang-orangku telah
menjumpai juga , satu pemuda yang bersenjata pedang,
apakah Bee Lotee sendiri?"
"Betul!" sahut Bee Kun Bu. "Orang yang ditawan itu,
apakah Tee Cong Piauw tahu siapa?"
Tee Ju Liong menggelengkan kepala dan menyahut:
"Menurut kata orang-orangku, ia adalah seorang gadis muda.
Aku hanya dapat perintah dari pimpinan cabang bendera
merah untuk membawa tawanan itu ke utara dari propinsi Kwi-
KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
ciu. Tapi semalam tawanan itu telah dirampas orang, dan
empat orang-orangku telah menderita luka parah, sedangkan"
Satu pengawal entah ke mana...."
Belum lagi omongan itu selesai, Bee Kun Bu sudah naik
darah dan membentak: "Sumoyku baru saja menceburkan diri
di kalangan Kang-ouw, dan ia tak pernah menyakiti hati orang
lain, ia tak mempunyai musuh, Mengapa ia harus diculik oleh
partai Tian Liong"!"
Tee Ju Liong terkejut, dan ia menanyai "Ha! Orang yang
ditawan itu apakah Sumoy Bee Lotee" Mengapa pemimpin
bendera merah menyuruh menculiknya" urusan ini aku betulbetul tidak mengetahui hal ikhwalnya, Mungkin ini satu
kekhilafan pemimpin bendera merah adalah Ouw Lam Peng,
dan murid dari bendera merah pasti tak berani melakukan
sesuatu tanpa perintah, Ta-wanan itu harus dibawa ke markas
pusat dan ini terbukti tidak ada niatan mencelakakan Sumoy
Bee Lotee...." Bee Kun Bu tak tahan sabar lagi, ia membentak: "la adalah
seorang gadis yang putih bersih, suci batinnya, dan belum
pernah menyakiti hati orang lain. Mengapa ia harus diculik?"
Tee Ju Liong coba menenangkan dan berkata: "Per-aturan
partai kami keras, orang-orang yang melanggar kesusilaan,
segera dihukum berat Ouw Lam Peng terkenal di kalangan
Kang-ouw. Mustahil ia berbuat keji"!" Bee Kun Bu berpikir
"Ouw Lam Peng terkenal ilmu silatnya, Sebagai pemimpin, ia
tak akan berbuat kejL Tapi...." Tiba-tiba ia ingat perkataannya
Pek Yun Hui di telaga Poa Yo Ouw, yang pernah mengatakan
kepadanya: "Souw Hui Hong tak akan sudi menderita sendiri
karena cintanya tak terbalas, Souw Hui Hong pasti mencari
daya, Lagi pula ia adalah puteri dari kepala partai Tian Liong
Souw Peng Hai! ia pikir lagi Hui Hong mungkin minta
pertolongan Ouw Lam Peng menculik Lie Ceng Loan... karena
asmara segi tiga, Pasti! Pasti! ini tentu perbuatannya Souw
Hui Hong!" KANG ZUSI http://cerita-silat.co.ce/
Tee Ju Liong melihat Bee Kun Bu diam bengong menjadi
heran, ia menegur lagi: "Bee Lotee, apakah perkataan si tua
bangka ini ada alasannya, Aku yang pernah menerima budi
gurumu, dan belum memperoleh kesempatan untuk
membalas, pasti tak akan menjerumuskan kau. Kini yang
penting ialah mencari di mana Sumoymu berada. Aku akan
perintahkan semua orang-orangku di sebelah selatan sungai
ini mencari Sumoymu sebagai tanda bahwa aku berhasrat
membalas budi gurumu Betul hasilnya belum ketentuan, tapi
usaha ini seratus kali lebih baik daripada kau mencari sendiri,
bukan" Partaiku dapat menyampaikan kabar sampai empat
ratus atau lima ratus lie dalam sehati Na, sekar
Dendam Empu Bharada 18 Panji Sakti Panji Hati Suci Matahari Bulan Karya Khu Lung Pedang Tetesan Air Mata 6
^