Pencarian

Manusia Harimau 1

Manusia Harimau Karya S B. Chandra Bagian 1


~Karena sumpah dan warisan~
Oleh : S.B. Chandra Scan buku jadi file djvu oleh : BBSC
Ebook pdf oleh : Dewi KZ http://kangzusi.com/ atau http://dewi.0fees.net/
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
. . . pada bagian belakang kepalanya telah umbuh bulu-bulu harimau. Telinganya
pun telah menjadi telinga harimau. Dan ia mengaum dengan perasaan yang amat malu.
Dia mencucurkan air mata, tetapi tidak bisa menolak auman yang keluar dari
mulutnya . . . MANUSIA HARIMAU Karena sumpah dan warisan!
0oooDewi~KZooo0 Daftar Buku Seri MANUSIA HARIMAU : 1. Manusia Harimau
2. Manusia Harimau Merantau Lagi
3. Manusia Harimau Marah 4. Petualangan Si Manusia Harimau
5. Kucing Suruhan 6. Manusia Harimau Jatuh Cinta
7. Memburu Si Manusia Harimau
0oooDewi~KZooo0 MANUSIA HARIMAU Penulis: S. B. Chandra Cover: Tony G. Penerbit: Sanjaya Press Jakarta Pusat Terbitan: Pertama Januari
1978 Terbitan: Kedua 1979
Terbitan: Ketiga 1984 Harga Rp 4 000
MANUSIA HARIMAU Karena Sumpah dan Warisan
Oleh: S. B. CHANDRA Dewi KZ 2 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Sekedar Pengantar: Betapapun anehnya dan bagi sementara orang mungkin dianggap khayalan belaka,
namun saya ingin menegaskan bahwa kisah ini berdasarkan kenyataan. Tetapi oleh
karena kejadian seperti ini tidak terdapat di semua daerah Tanah Air, maka oleh
sementara pihak dia dianggap sebagai dongeng atau takhayul. Tetapi kejadian aneh
di antara manusia yang kadang kala bergabung dengan dunia hewan terjadi bukan
hanya di beberapa tempat di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Dunia yang sudah
maju dan modernpun mempunyai kisah-kisah seperti ini. Cerita-cerita tentang
penjelmaan kembali manusia yang sudah mati. Entah dia jadi hantu, jin, atau
hewan seperti babi, anjing, beruang dan harimau. Ada juga yang menjadi burung,
tikus, kucing atau ayam. MANUSIA HARIMAU yang akan saya kisahkan ini asal mulanya hanya dikenal oleh
penduduk Tapanuli Selatan, berbatasan dengan Minangkabau. Tetapi orang (orang-
orang) yang mewarisi simpanan atau pernah bersumpah kemudian pindah ke kota-kota
besar. Dan ke manapun mereka pergi piaraan, warisan atau kutukan sumpah itu
mengikuti dia (mereka). Karena di masa-masa biasa mereka juga manusia wajar
seperti manusia lainnya dan mereka kawin dengan manusia wajar, maka terjadilah
hal-hal yang mengejutkan, menakutkan, membawa kematian, kegilaan dan kepanikan
yang akhirnya disampaikan juga kepada pihak penjaga keamanan.
Kami nasihatkan kepada Anda, manakala Anda baca kisah ini janganlah Anda takbur
dan sombong, karena makhluk-makhluk halus ini selalu mendengar dan mengetahui.
Dan kalau mereka tersinggung mereka membalas dendam yang tidak ditahan oleh
kekuatan apapun, selama senjata itu hanya terbuat dari besi, waja, timah dan
sebangsanya. Penulis. Dewi KZ 3 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
MATAHARI sedang hendak menghilang di ufuk Barat, ketika dia tiba di pekarangan
rumah sahabatnya itu. Sahabat sekelas di masa belajar dan sepermainan di kala
mereka telah lulus sekolah, Tetapi masih belum meninggalkan kampung.
Tuh, di Tapanuli Selatan sana. Mereka sekolah di Kotanopan.
Tetapi keduanya berasal dari desa yang berlainan. Hilman dari Gunungtua,
Padanglawas sementara" Erwin dari sebuah desa kecil di dekat perbatasan dengan
Minangkabau. Nama desa itu tak saya ingat benar, tetapi di antara Ranjaubatu
(perbatasan) dan Penyengat, sebuah kampung teramat kecil yang terdiri atas hanya
beberapa belas keluarga. Tak seorang pun dapat di kata mampu. Ketika Erwin tiba
di rumah Hilman, dia disambut hangat dan keduanya girang sekali.
Hilman memperkenalkan isterinya Norma kepada Erwin yang sampai saat itu masih
membujang saja. Selama tiga tahun belakangan ini mereka hanya saling menyurati,
itupun tidak terlalu sering.
"Bagaimana keadaan di kampung Er?" tanya Hilman.
"Sudah setahun aku tak ke sana. Ke sana terakhir 19 bulan yang lalu ketika ayah
meninggal!" sahut Erwin. Hilman dan isteri menyatakan turut dukacita mereka.
Tetapi Hilman juga teringat akan sesuatu, lalu memandang sahabatnya. Tidak
menanyakan apa yang dipikirnya itu, walaupun mereka bersahabat akrab.
Selama dua tahun sejak Erwin meninggalkan Tapanuli Selatan dan bermukim di Medan
ia bekerja pada perusahaan swasta. Sekedar cukup untuk kehidupan sehari-hari
sambil mencari pengalaman. Setelah menanyakan pendapat Hilman dia memberanikan
diri ke Jakarta. Dia banyak mendengar, bahwa di Jakarta selalu ada rezeki bagi
tiap orang yang mau bekerja. Jangankan bekerja, mengemis saja bisa bergaji
sekitar lima-ratus sampai seribu perak sehari. Bagi Erwin yang rajin mungkin
peluang akan lebih besar.
Dewi KZ 4 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Hilman bertanya tentang beberapa sahabat lama mereka.
Masih banyak yang tinggal di Tapanuli. Berdagang kecil-kecilan, menganggur atau
ke sawah. Ada beberapa orang adu untung di Siantar, Tebing atau Medan. Beberapa
orang yang tergolong mampu atau punya keluarga yang mampu meneruskan tuntutan
ilmu. Di Sekolah Tinggi atau Universitas. Ketika isteri Hilman pergi ke
belakang, dia bertanya: "Mengapa kau tak jadi dengan si Nila?"
Mendengar pertanyaan ini ... walaupun berusaha disembunyikan . . . kelihatan
kemurungan di wajah Erwin. Dia hanya menjawab: "Tak ada jodoh Hil!" Sampai
sekarang aku tidak mendengar kabar tentang dirinya. Mungkin sudah kawin dengan
orang yang jauh lebih memenuhi syarat. Kau tahu keluargaku Hil. Tak terpandang
di kampung dan miskin lagi!"
"Soal jodoh bukan didasarkan atas materi Er. Yang benar seperti katamu itu, tak
ada jodoh. Siapa tahu di Jakarta ini kau akan mendapat penggantinya yang jauh
lebih menyenangkan hatimu!" kata Hilman, tetapi Erwin tidak memberi komentar.
Dan ketika bicara tentang Nila yang putus dengannya, Erwin teringat kembali pada
sesuatu yang tadi diingatnya ketika Hilman menanyakan tentang keadaan di kampung
dan bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Peristiwa berakhirnya hidup ayahnya itu
tidak sekedar berarti bahwa Erwin kehilangan ayah. Dia jadi pewaris utama,
karena dia anak tertua dari tiga saudara. Warisan inilah yang membingungkan
dirinya tetapi tidak dapat tidak harus diterimanya. Semasa hayatnya Dja Lubuk
punya piaraan. Bukan wanita sebagaimana yang banyak dipiara oleh cukong-cukong,
setengah tauke, bapak-bapak gede-resmi dan gede-partikelir di Jakarta dan kota
besar lainnya. Dja Lubuk punya piaraan harimau. Bagi orang yang tidak mengenal
dunia mistik jenis piaraan jin, hantu, ular, harimau dan sebagainya, mungkin
menyangka bahwa Dja Lubuk mempunyai seekor harimau yang dia simpan di dalam Dewi
KZ 5 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kandang. Hasil buruan atau perangkap. Harimau piaraan, sama halnya dengan hewan-
hewan piaraan mistik adalah makhluk halus; yang tidak dikandangkan dan tidak
pula dihela pada seutas rantai kalau berjalan-jalan di waktu malam.
Makhluk halus ini dipusakai Dja Lubuk dari ayahnya yang juga sudah meninggal.
Tidak terlalu banyak, tetapi ada sejumlah penduduk di Tapanuli, Sumatera Barat,
Jambi yang punya piaraan. Hewan atau orang halus. Begitu juga beberapa penduduk
di pulau-pulau lain kepulauan kita ini. Termasuk di Cirebon, Maluku, Kalimantan.
Mungkin juga di bagian-bagian lain, saya tidak mengetahuinya.
Orang yang mempunyai simpanan ditakuti atau di benci oleh orang-orang lain. Ada
kalanya diperlukan untuk meminta bantuannya. Banyak di antara para pemelihara
ini dapat menyuruh piaraannya apa saja. Dari yang baik sampai kepada yang paling
jahat. Untuk kepentingan diri sendiri atau atas permintaan orang lain. Boleh
dikata semua penduduk di desa-desa perbatasan mengetahui siapa-siapa yang punya
simpanan. Itulah makanya mereka juga tahu, bahwa Dja Harangan, ayah Dja Lubuk, jadi kakek
Erwin, punya piaraan. Dan yang dipiara itu seekor harimau. Bisa nampak pada
malam-malam tertentu dielus-elus dan dibawa bercengkerama oleh yang memilikinya.
Hilman pada mulanya mendengar-dengar, kemudian mengetahui bahwa Dja Lubuk punya
piaraan seekor harimau. Kelebihan piaraan Dja Lubuk adalah kemampuannya merobah-
robah rupa. Kawan-kawan sesekolah selalu membisik-bisikkan Erwin, sebagai anak
orang yang punya piaraan, la pun mendengar bisik-bisik itu, tetapi dia tidak
menghiraukannya. Sudah nasib, mau apa. Bukan dia yang piara. Dan bukan pula kemauannya. Pun tidak
terpikirkan olehnya di kala itu, bahwa pada suatu saat mungkin dia harus
menggantikan hobby atau ikatan ayahnya itu.
Dewi KZ 6 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Itulah makanya ia teringat pada peristiwa itu, ketika ia menceritakan tentang
kematian ayahnya. Semuanya bagaikan terbayang dan terdengar apa yang terjadi
pada hari itu. "Erwin, kau anak ayah yang paling tua. Tiada jalan lain daripada mewarisi harta
yang sedikit ini," kata Dja Lubuk. Dan Erwin diam saja.
"Kau piara dia baik-baik nak. Tak ada kekayaanku yang lain. Meskipun hanya
seekor harimau, dia bisa membawa kebaikan bagimu." Erwin tidak juga menjawab.
Kata ayahnya lebih jauh: "Memang ada pula resikonya nak. Ayah menyesal akan ini
tetapi ayah tak dapat merobahnya. Di saat-saat tertentu dia masuk ke diri kita."
Di situ Dja Lubuk pula yang terdiam.
Dia terharu sekali. Sedih tak kepalang. Dia sudah merasakan, bagaimana rasanya
dan akibatnya kalau piaraan itu sedang masuk ke dalam dirinya sendiri. Dan dia
tak mampu menghalau piaraannya itu. Ada hari atau malam-malam tertentu. Tetapi
kadang-kadang dia masuk tanpa memilih hari, yaitu kalau Dja Lubuk lupa atau
terlambat memberinya makan atau melanggar sesuatu larangan. Dan larangan itu ada
beberapa macam. NORMA mengatakan kepada Erwin bahwa kamar Untuknya telah disiapkan oleh Bibi
Munah. Bagus kamar itu. Erwin merasa senang. Apa yang dilihatnya bisa menjadi satu ukuran bahwa
sahabatnya sudah mendapat kemajuan hidup di Jakarta.
Erwin istirahat, petangnya mandi dan kemudian makan malam bersama. Setelah itu
mereka mengobrol-ngobrol. Dan Hilman selalu ingat akan apa yang dikatakan oleh
sahabatnya. Ayahnya telah meninggal. Jikalau tidak menyimpang dari kebiasaan, maka Erwinlah
kini pewaris. Artinya dia memelihara harimau bekas milik ayahnya.
Dewi KZ 7 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Jam 22.00 barulah Erwin masuk kamar untuk tidur. Tetapi dia tidak dapat
tertidur. Sudah jam 24.00 tak juga datang kantuknya. Dia membuka-buka buku. Dan
di situlah terjadinya. Dia lihat apa yang tidak boleh dia lihat pada jauh malam.
Gambar harimau berwarna. Napas Erwin jadi turun naik. Dia coba menahan. Dia
berpikir waras sebagai biasa. Malu, kalau sampai ketahuan. Tetapi akhirnya tak
terlawan olehnya. Dia mengaum. Mengaum lagi. Terdengar oleh Hilman dan
isterinya. Erwin menyadari bahwa ia sedang mengaum. Bahwa suara itu besar dan menakutkan.
Tentu didengar orang-orang kalau mereka masih jaga. Bahkan mungkin mereka akan
terkejut dari tidurnya. Hilman merasa takut, walaupun dia sudah banyak mendengar kisah semacam itu. Ini
untuk pertama kali dia mendengar. Datangnya dari kamar Erwin. Tak kan keliru.
Tetapi dia tekan rasa takutnya supaya isterinya jangan turut tambah ketakutan.
"Harimau. Itu suara harimau," kata isterinya.
"Ah, biar saja. Barangkali ada macan sirkus yang lepas. Kan sedang ada sirkus
dari India di dekat Monas."
"Tak mungkin. Coba dengar baik-baik!" tapi suara harit mau itu tidak ada lagi.
"Bukankah betul kataku. Dia sudah berlalu pula ke tempat lain," kata Hilman.
Tetapi baru saja dia selesai berkata demikian maka suara raung itu terdengar
lagi. Kini lebih kuat. Dan jelas benar datangnya dari dalam rumah itu juga. Dari
kamar Erwin. "Hih aku takut," kata Norma. Suara itu memang mengerikan. Benar-benar suara
harimau yang membuat hati jadi kecil dan kecut. Dan di dalam rumah itu sendiri.
Dewi KZ 8 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Aku yakin ada harimau lepas dari sirkus itu dan kebetulan ke mari."
"Tetapi suaranya begitu dekat, begitu kuat. Kurasa di dalam rumah ini."
"Orang takut suka berkhayal. Di mana mungkin ada harimau di dalam rumah kita,"
kata Hilman. Dia yakin bahwa suara itu datang dari kamar Erwin dan yang menjadi
harimau itu sahabatnya sendiri. Dia takut dan bersamaan dengan itu dia juga
merasa kasihan. Kawannya yang baik itu telah mewarisi piaraan ayahnya. Dia pasti
tidak menyukai itu, tetapi dia tidak dapat mengelak. Dia hanya korban dari cara
berpikir dan hidup ayahnya. Sementara ayahnya . . . sama dengan dia . . . korban
pula dari kakeknya. Dalam hati Hilman ingin menolong Erwin, tetapi bagaimana
mungkin. Dia sendiri belum pernah melihat orang menjelma jadi harimau. Dia pun
tak tahu, apakah dalam keadaan demikian Erwin masih mengenal dia dan tidak akan
mengganggu dia. Kalau dia berani masuk ke kamar itu mungkin Erwin akan berlutut.
Kalau dia berupa harimau maka harimau manusia itu akan menangis. Tetapi dia
tidak mungkin melakukannya andaikata pun dia berani, karena di situ ada
isterinya. Dia tidak mau isterinya sampai mengetahui bahwa sahabatnya mempunyai
piaraan harimau atau bisa menjelma sebagai harimau jadi-jadian. Padahal Erwin
bukan harimau jadi-jadian. Sebab harimau jadi-jadian lain lagi. Dulu, mungkin
sekarang juga ada tetapi jumlahnya terlalu sedikit, memang ada harimau 10 jadi-
jadian. Yaitu harimau yang selalu menjelma jadi manusia dan dengan demikian bisa
bertamu. Kalau orang sudah tidur dia menjadi manusia dan mengisap darah orang-
orang yang ada di situ. Tidak begitu halnya dengan harimau piaraan. Pada umumnya
dia tunduk kepada yang empunya.
Tetapi kalau ada pantangan yang terlanggar harimau itu masuk ke dalam tubuh yang
empunya. Kalau satu kampung melanggar kesopanan, harimau itu malah akan marah
dan mengambil korban. Korban yang dipilihnya adalah manusia-manusia yang Dewi KZ
9 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
berzinah atau membunuh umpamanya. Orang lain tidak pernah akan diusiknya.
Kecuali kalau ia disuruh oleh majikannya.
Ketika melihat gambar harimau di dalam buku tadi, Erwin terus keluar keringat
dingin dan kemudian gemetaran. Dia mau menahan, tetapi tak tertahan. Karena buku
itu buru-buru ditutupnya, tubuhnya tidak berobah menjadi harimau. Hanya pada
bagian kepalanya telah tumbuh bulu-bulu harimau.
Telinganya pun telah menjadi telinga harimau. Dan ia mengaum dengan perasaan
yang amat malu. Dia mencucurkan air mata, tetapi tidak bisa menolak auman yang
keluar dari mulutnya. Dia pun tahu, bahwa kawannya Hilman tentu terbangun dan
terkejut. Mungkin ketakutan. Entah jadi benci entahpun kasihan padanya. Ketika
dia ceritakan tadi siang bahwa ayahnya telah meninggal, dia pun telah merasa
bahwa Hilman memikirkan atau menguatirkan sesuatu. Pewarisan yang tidak dapat
dielakkan. Ada empat lima kali dia mengaum, kemudian berhenti. Peluh membasahi
seluruh tubuhnya. Dirabanya telinganya telah wajar kembali. Dia tidak berani memandang dirinya di
cermin besar yang tersedia di kamar itu.
Erwin merasa betapa malang nasibnya. Dia memiliki apa yang dia tidak suka miliki
tetapi dia tidak bisa tanggalkan. Dengan air mata membasahi dan kemudian kering
sendiri di pipi dan di bantal, ia tertidur.
Pagi-pagi dia telah bangun dan jalan-jalan mengambil udara segar. Ketika dia
kembali, dan bertukar pakaian isteri sahabatnya mengetok pintu mengatakan, bahwa
sarapan telah tersedia.

Manusia Harimau Karya S B. Chandra di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Terima kasih Nor, sebentar saya keluar. Saya baru kembali dari morning walk!"
sahut Erwin dari kamarnya. Kewajaran suara dan kelemahlembutan menjawab
menyenangkan hati wanita itu.
"Sudah kupanggil Hil," kata Norma kepada suaminya. "Dia baru kembali dari jalan-
jalan pagi!" Hilman merasa senang, Dewi KZ
10 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
bahwa bagaimanapun isterinya tidaklah menyangka, bahwa suara harimau kemarin
walaupun begitu jelas kedengaran, betul-betul keluar dari kamar Erwin. Dan dia
mulai percaya bahwa dia berkhayal, karena ketakutan. Lain halnya dengan Hilman,
dia senang isterinya tidak mengetahui keadaan karena kalau sampai Norma tahu,
tentu dia caranya akan menolak kehadiran Erwin di rumah itu. Ketika Erwin sampai
di ruang makan untuk sarapan, dia mengucapkan selamat pagi. "Enak sekali tidur
tadi malam," kata Erwin. "Dan kini terasa segar benar." Namun pada mukanya
tampak garis-garis kemurungan yang sukar'disembunyikan.
"Saya mendengar suara harimau beberapa kali tadi malam.
Bang Erwin ada mendengarnya?" tanya Norma.
"Ya, saya dengar juga. Dekat sekali. Apakah di sini ada pemuda-pemuda iseng yang
suka mengganggu ketenangan?"
tanya Erwin. "Sampai sekian jauh rasanya tak ada. Dan suara itu pun baru tadi malam
kedengaran!" kata Norma.
"Di sini sedang bermain sirkus India. Punya beberapa harimau. Mungkin ada yang
lepas dan mengaum-ngaum memanggil kawan-kawannya," kata Hilman. Dia bicara
sambil tunduk tanpa mengangkat mukanya supaya jangan menimbulkan dugaan yang
tidak enak pada diri Erwin.
"Ya, bagaimana kalau kita malam nanti nonton sirkus.
Bang Erwin suka tidak?" tanya Norma.
"Kalian sajalah pergi biar saya menunggu rumah," sahut Erwin. Dia terkejut
mendengar ajakan itu. Kalau sampai dia turut macam-macam bisa terjadi. Pantang
baginya melihat harimau lain. Akan menimbulkan rupa-rupa akibat yang menimbulkan
panik masyarakat. Dia belum pernah mengalaminya, tetapi demikianlah pesan
almarhum ayahnya. Sedang Dewi KZ
11 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
mereka sarapan itulah datang suami isteri Poniman, tetangga mereka, yang juga
bertanya tentang bunyi harimau malam itu.
"Huh, takutnya kami bukan main. Mula-mula kami pikir ada harimau sirkus yang
lepas. Tetapi kalau begitu tentu akan banyak petugas-petugas di sana mencari dan
berusaha menangkapnya kembali. Tentu terdengar juga hiruk pikuk.
Tetapi ini hanya suara itu saja yang terdengar. Bukan main hebat bunyinya.
Harimaunya tentu besar sekali," kata isteri Poniman.
"Kami juga mendengarnya. Tetapi kami tidak keluar untuk mengetahui keadaan yang
sebenarnya!" sahut Hilman. "O, ya, lupa saya perkenalkan ini bekas teman saya
sesekolah. Saudara Erwin. Baru tiba dari Medan."
"Anggota-anggota Hansip juga mendengar, lalu laYi bersembunyi. Mereka mengintip
dari pos mereka. Tidak ada kelihatan harimau. Tetapi mereka mendengar jelas,
datangnya dari rumah kalian ini!" kata Poniman.
Erwin tidak turut berbicara, selain daripada mengatakan, bahwa dia juga ada
mendengar. Malu rasa hatinya. Dia telah menyebabkan kehebohan di tempat itu.
"Apa bukan begitu yang dinamakan harimau jadi-jadian,"
tanya isteri Poniman. "Saya pernah membaca yang begitu beberapa kali di koran
dan buku. Sebetulnya kepingin juga mau melihat bagaimana rupanya. Apa serupa
harimau yang di sirkus dan ke bon binatang?"
Perasaan Erwin jadi tergoncang. Tetapi bagaimanapun di dalam hati berkata:
"Macam aku inilah rupanya. Nasib sial yang membuat aku begini!"
"Apakah harimau jadi-jadian bisa ditembak mati?" tanya isteri Poniman lagi.
Dewi KZ 12 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Tidak bisa," kata Erwin. la tiba-tiba menyertai pembicaraan. "Harimau jadi-
jadian punya ilmu mistik. Kadang-kadang dia ada tanpa terlihat. Kadang-kadang
dia ada di tengah masyarakat dalam bentuk manusia biasa."
"Saudara Erwin pernah melihat?" tanya isteri Poniman yang bersifat selalu ingin
tahu itu. Kisah tentang jadi-jadian sangat interessant buat dia. Dan orang
semacam dia ada banyak sekali di dalam masyarakat kita.
"Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri di kampung saya. Yang ini lain.
Mukanya manusia, badannya badan harimau. Bukan saya saja yang melihat Dia tidak
mengaum, tetapi berjalan di kampung tanpa mengganggu siapa pun juga. Kemudian
dia berhenti di bawah sebatang pohon dan terdengar suara tangis. Dan yang
menangis adalah dia. Orang yang jadi harimau atau harimau yang jadi orang itu!"
Bergidik bulu roma isteri Poniman mendengarnya.
"Jadi bukan dongeng semata-mata?" tanya Poniman.
"Bagi yang sudah melihat seperti saya, dia suatu kenyataan!
tetapi kalau orang mau bilang dongeng atau tahyul, tentu menjadi hak yang punya
diri masing-masing."
"Kalau dia memang tidak mengganggu, aku ingin sekali melihatnya. Mas," kata
isteri Poniman kepada suaminya.
"Jangan berkata begitu," kata Erwin. "Harimau begini orang halus. Dia bisa
mendengar walau di mana pun dia berada. Dan ada kalanya dia benar-benar datang
menunjukkan dirinya. Kalau jantung tak kuat, bisa mati kaget! Pantangan lain baginya jangan menghina
dia. Orang yang kadangkala dimasuki harimau itu adalah orang bernasib malang."
Hilmart memperhatikan semua kata-kata Erwin dengan sek sama. Dia takut kalau-
kalau pesannya itu mengandung makna yang besar akibatnya.
Dewi KZ 13 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Lama juga mereka omong-omong tentang peristiwa "ada suara harimau" tak kelihatan
binatangnya itu. Bukan mereka saja, seluruh orang yang tinggal di kawasan itu
ada mendengar suara yang menakutkan itu. Berkata Poniman kepada Erwin:
"Saya ada juga membaca tentang kisah jadi-jadian yang berasal dari Kerinci
Sumatera Barat di sebelah Selatan, tetapi saya kurang percaya akan kebenarannya.
Menurut hemat saya itu hanya khayalan belaka. Atau ada orang-orang iseng yang
mau menakut-nakuti orang kampung dengan maksud tertentu, misalnya maksud jahat.
Oleh karena penduduk dalam ketakutan, maka kejahatan mudah dilakukan. Misalnya
mencuri ternak dan semacamnya. Bagaimana pendapat Saudara Erwin?"
"Sudah saya katakan tadi, saya pernah melihat sendiri. Saya rasa penglihatan
sendiri tidak dapat dikatakan khayal!" kata Erwin.
"Saya takut, tetapi kepingin melihat. Bagaimana Mas, kalau pada suatu kali kita
jalan-jalan ke negerinya Bung Erwin ini dan minta ditunjukkan itu orang yang
jadi harimau atau harimau yang jadi orang?" kata nyonya Poniman setengah
serious, setengah berkelakar.
Erwin hanya ketawa. "Coba-coba saja. Kalau nasib baik akan ketemu. Tetapi kalau
bernasib buruk mungkin akan ketemu juga." Bagi Hilman kalimat Erwin yang
mengandung dua makna itu tidak dilewatkan begitu saja. Hanya dia tidak memberi
komentar. "Tetapi bagaimanapun saya tidak ingin mendengar suara itu terulang lagi malam
ini," kata Norma. "Saya sebaliknya. Sebelum bisa melihat barangnya, kepingin mendengar suaranya
lagi. Dan saya akan mengintip.
Takut sih takut juga, tetapi tentu mengasyikkan. Dan seperti Bung Erwin, saya
nanti akan dapat berkata bahwa saya telah Dewi KZ
14 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
melihatnya dengan mata kepala sendiri! Ngomong-ngomong Bung Erwin. Macan yang
begitu, apa seluruhnya macan atau hanya sebagian?"
"Tidak tentu," jawab Erwin sungguh. "Ada kalanya badan manusia berkepala macan
dan kadang-kadang badan macam kepalanya manusia!" Poniman tertawa bagaikan
mendengar kelakar. Hilman sama sekali tidak tertawa. Dia kepingin cerita ini
dihentikan sampai di situ saja. Dia punya firasat akan terjadi hal-hal yang
menghebohkan nanti. Mereka berpisah setelah tak kurang dari satu jam
mempercayakan suara harimau itu. Dan tidak ada satu pun manusia, besar kecil tua
muda yang tidak membicarakannya. HARI itu kebetulan Minggu, membuat Hilman bisa
istirahat di rumah. Dia ngomong-ngomong dengan sahabatnya. Intiem sekali.
"Aku ingin cari pekerjaan di kota ini, Hil. Kata orang bagi siapa saja yang mau
berusaha ada tersedia nasi di Jakarta ini.
Aku tak pilih pekerjaan apa. Asal halal," kata Erwin.
"Tetapi mengapa kau tinggalkan pekerjaan atau usahamu di Medan?"
Erwin tidak segera menjawab. Dia teringat tentang apa yang telah terjadi di sana
sehingga dia harus meninggalkan kota itu.
Peristiwa itu tak akan pernah dapat dilupakannya, sebab terlalu menyakitkan
hati. Dia, apalagi dengan wajah dan po-tongannya yang ganteng, berkenalan
kemudian berkasih-kasihan dengan seorang gadis. Marga gadis itu Nasution. Jadi
masih asal Tapanuli Selatan juga. Erwin mempunyai marga seperti ayahnya Dja
Lubuk yang lebih baik tak kukatakan di sini, karena bisa menimbulkan rasa kurang
enak bagi orang yang terlalu perasa, walaupun nasib ini khusus menimpa diri Dja
Lubuk turun temurun. Karena Erwin selalu sopan, maka ia segera disenangi oleh 16 keluarga Erna
Nasution. Baik oleh ayah, ibu maupun adik Dewi KZ
15 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dan kakaknya. Erna sendiri kian hari kian sayang pada Erwin.
Terutama karena kegantengannya. Tetapi pada suatu hari yang malang, entahlah
hari yang beruntung, datang seorang keluarga Nasution dari Panyabungan. Dia
pedagang keliling. Di mana ada hari pekan (pasar) di situlah dia pergi membawa
barang dagangannya. Orang yang suka keliling atau banyak berjalan akan melihat
dan mendengar banyak. Salah satu di antara yang didengarnya itu adalah kisah
tentang Dja Lubuk yang telah meninggal. Orang banyak menceritakan, bahwa hampir
pada setiap malam Kamis ada harimau masuk kampung tetapi tidak pernah mengganggu
manusia. Buat orang yang sama, jika demikian keadaannya sudah dianggap sebagai
harimau penjaga kampung. Dia tidak akan pernah mengganggu, kecuali kalau ada
orang kampung yang membuat dosa besar. Tetapi pada suatu malam dengan hujan
cukup lebat, harimau itu keluar pula dari tempatnya masuk kampung. Dia mengaum-
ngaum. Rasa takut tentu saja menghantui penduduk, karena biasanya dia tidak
berbunyi begitu. Pada paginya orang melihat jejak kaki-kakinya. Di banyak
tempat, tetapi jelas dia berhenti di pekarangan rumah Dja Lubuk yang telah
meninggal itu. Dan ketiga orang kampung mengikuti jejak itu ke mana perginya,
tampak pula bahwa dia berakhir dan berawal dari sebuah kuburan. Kuburan itu
kuburan Dja Lubuk. Tahulah orang bahwa macan itu piaraan Dja Lubuk. Orang
kampung pun tahu, bahwa yang begitu biasanya diwariskan kepada anaknya yang
paling tua. Dalam hal ini Erwin. Tetapi dia rupanya masih selalu rindu pada
majikannya yang telah meninggal itu.
Paginya hal itu diketahui oleh Erwin. Orang tidak mau membicarakannya dengan
dia. Karena segan, takut menyinggung perasaan Erwin. Dan takut pula kalau-kalau
Erwin marah dan berdendam. Tetapi Erwin sendiri mengetahui bahwa dia sudah jadi
buah mulut orang kampung. Nila gadis yang dicintainya berobah. Menjauhi dirinya.
Karena malu dia meninggalkan kampungnya, merantau ke Medan. Sehingga dia Dewi KZ
16 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
berkenalan dengan Erna Nasution dan keduanya saling menyukai kemudian saling
mencintai. Kisah tentang itulah yang antara lain didengar oleh keluarga Nasution yang
berdagang keliling itu. Namanya Nurdin K.
Nasution. K. itu artinya keliling. Ketika dia datang ke rumah saudaranya itu,
dia berkenalan dengan Erwin dan karena tidak menduga yang buruk, Erwin
menceritakan dari mana asalnya dan siapa orang tuanya. Dia " bukan anak durhaka
yang tidak mengakui ayah. Maka terus terang dikatakannya bahwa ayahnya bernama
Dja Lubuk. Tentu saja dia tidak ceritakan tentang piaraan ayahnya yang sudah
turun kepada dirinya. Tetapi hal ini sudah diketahui oleh Nurdin. Dan dia menceritakan kepada ayah
Erna. Bukan dengan maksud buruk sebenarnya. Adalah kewajibannya sebagai paman
Erna untuk menjaga keselamatan kemenakan dan nama baik keluarga.
Siapalah tahu apa yang akan terjadi, kata orang harimau piaraan Dja Lubuk itu
turun kepada anaknya yang bernama Erwin.
Nurdin menceritakan segala apa yang mungkin terjadi.
Erwin majikan dan harimau jadi piaraan yang dapat disuruhnya apa saja.
Kata Nurdin: "Piaraan begini harus diberi makan. Ada yang setiap tahun. Ada juga
yang enam bulan sekali. Makanannya manusia. Kalau dia tidak memberi, maka dia
sendiri harus menebus dengan nyawanya." Oleh pandainya Nurdin mengi-sahkannya
sehingga akhirnya menimbulkan rasa takut pada Erna dan orang tuanya, maka Erna
disuruh mencari jalan untuk menjauhkan diri dari Erwin. Disuruh memutuskan tali
cintanya. Mulai hari itu terasa oleh Erwin bahwa keluarga di rumah Erna tidak lagi seramah
dulu terhadap dirinya. Erna sendi.i masih seperti biasa, sebab dia memang betul-
betul cinta pada Dewi KZ 17 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Erwin. Celakanya, pada suatu malam Erwin mendengar pembicaraan yang berlangsung
antara Nurdin, ayah dan ibu Erna gadis itu sendiri. Mereka ini duduk di ruang
dalam. Tidak mengetahui bahwa Erwin datang. Karena dia sudah seperti di rumah
sendiri di tempat itu, maka ia datang tanpa assalamu'alaikum. Dan kalau biasanya
dia terus masuk ke dalam, maka sekali ini dia diam-diam duduk di ruang tamu
muka. Dia dengar keluarga Erna ngomong-ngomong di dalam. Besar hasratnya ingin
mengetahui apa yang mereka bicarakan. Dan dia mendengarkan. Semua terdengar
jelas olehnya, karena mereka tidak ngomong pelan-pelan. Apalagi Nurdin yang
telah untuk kesekian kalinya mendesak keluarganya agar hubungan antara Erna dan
Erwin diputuskan. Jelas terdengar oleh Erwin apa yang dikatakan oleh Nurdin:
"Orang yang punya piaraan begitu tidak bisa dipercaya. Kau sendiri pun mungkin
dimakannya Er." Terkejut Erwin mendengar. Kata Nurdin lagi:
"Kalau harimau itu masuk ke dalam dirinya dia bisa menjadi buas. Tanpa
disadarinya kau akan diterkam dan dibinasakannya. Kalau sudah sadar kembali,
maka barulah diketahuinya bahwa orang yang disayanginya sendiri yang dibunuhnya.
Tetapi apa gunanya lagi. Kau yang telah mati tak akan dapat hidup kembali."
"Kasian anak itu," kata Ibu Erna.
"Memang kasihan," kata Nurdin. "Tetapi itu sudah menjadi nasib dari orang yang
berayahkan manusia memelihara harimau."
Erwin meninggalkan rumah itu dengan hati yang hancur.
Dia tidak bisa menyalahkan kalau Erna dan orang tuanya jadi takut. Tetapi dia
benci pada Nurdin yang membesar-besarkan cerita itu. Dia tidak akan pernah
menyusahkan keluarga Erna, apalagi Ema sendiri yang dicintainya. Dia malah
sedang mencari guru yang pandai bagaimana melepaskan piaraan'itu Dewi KZ
18 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dari dirinya. Guru itulah yang belum didapatnya. Oleh karena sangat sedikit guru
yang dapat melakukan itu.
la harus punya ilmu dan kekuatan batin yang luar biasa. Di zaman sekarang sudah
susah sekali mencari orang yang demikian.
Erna pun mulailah menjauhkan diri. Dengan berbagai cara.
Yang cukup dimengerti oleh Erwin. Dan dia tidak bisa berkecil hati. Hanya rasa
sedih yang tak tertahankan olehnya. Oleh kesedihan inilah maka dendamnya jadi
bangkit terhadap Nurdin. Dalam hal yang demikian harimau piaraannya mengetahui.
Walaupun dia belum pernah memanggil warisan ayahnya itu, tetapi pada suatu malam
harimau itu datang ketika ia hendak tidur.
"Aku tahu kesusahanmu," kata binatang itu. Dia ber bentuk harimau penuh.
Suaranya persis suara Dja Lubuk. "Dan aku tidak akan tinggal diam nak," katanya.
Erwin terkejut oleh pertemuan yang pertama itu.
"Dia akan menerima bagiannya nak," kata harimau bersuara Dja Lubuk itu.
Setelah mengatakan kata-kata singkat itu, harimau itu hilang bagaikan ditelan
lantai tempat ia tadi berpijak. Erwin tahu maksudnya, la hendak mencegah, tetapi
tidak dapat melakukannya.
Dan pada malam itu di kota Medan terjadi suatu peristiwa yang sudah lama sekali
tidak terjadi. Kalau tentang orang yang di waktu-waktu tertentu berubah jadi
harimau ketika ia bertandang di rumah orang, sudah pernah beberapa kali terjadi
dulu. Dia n taranya di kampung Sunggal, juga di Pandau.
Malam itu Nurdin telah siap-siap untuk tidur. Dia selalu teringat pada apa yang
dikatakannya, bahwa Erwin pewaris harimau piaraan almarhum ayahnya. Ketika
Nurdin merebah-Dewi KZ 19 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/


Manusia Harimau Karya S B. Chandra di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

kan badan di tempat tidur, terdengar olehnya suara berdengus, bagaikan orang
bernapas berat. Tidak dihiraukannya. Kemudian suara itu berulang lagi. Kini kian
dekat. Dari samping tempat ia berbaring. Dan dia melihatnya. Jelas, sejelas
orang 20 yang ddlu pernah juga dilihatnya, bahkan kepada siapa dia pernah menjual sehelai
kain sarung dan sehelai baju kaos.
Orang itu adalah Dja Lubuk yang diketahuinya telah mati. Dia terkejut,
dibacakannya rupa-rupa jampi, tetapi makhluk dengan muka Dja Lubuk itu tetap
saja duduk di sana. "Kau ingat padaku?" tanya makhluk itu.
"Kita tidak ada permusuhan, jangan kau ganggu aku! Aku tidak pernah menipu kau.
Baju dan sarung yang kujual padamu dulu hanya memberi aku untung beberapa puluh
rupiah. Aku bukan pedagang yang suka mencekik pembeli. Pergilah kembali ke
tempatmu." "Memang benar. Kita tidak bermusuhan. Tetapi kau menyakiti anakku. Kau kenal
anakku bukan. Si Erwin. Dia anak baik. Memang dia mewarisi piaraanku, tetapi dia
tidak akan pernah menyuruhnya berbuat sesuatu yang jahat. Sudah begitu mestinya.
Dia pewaris. Kini hatinya kau lukai. Dia harus memutuskan hubungannya dengan
kemenakanmu. Padahal mereka saling menyayang."
Nurdin diam. Makhluk itu bicara tenang, tetapi tegas. Dia marah karena anaknya
dikatakan memelihara harimau. Nurdin jadi takut. Dia tidak kuasa bangkit dari
pembaringannya. Dan dia terpaksa mempersaksikan kejadian itu. Wajah Dja Lubuk
berobah pelan-pelan. Mulai berbulu, berobah bentuk, mulutnya jadi seperti mulut
harimau, begitu juga bagian-bagian lain pada mukanya, Nurdin hendak menjerit,
tetapi tidak kuasa. Dan perobahan makhluk hantu itu berjalan terus. Tubuhnya
berobah menjadi badan harimau. Besar dengan belang-belang yang menakutkan.
Harimau itu tidak mengaum. Tetapi dia bertindak.
Berdiri ke tepi ranjang Nurdin. Kaki depannya sebelah kanan Dewi KZ
20 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dipukulkannya ke muka Nurdin lalu dicakarnya. Dia menyeringai, bagaikan orang
yang merasa puas dengan perbuatannya. Atas manusia yang tidak dapat melawan, tak
dapat berkutik, tetapi benar telah menyakiti hati anaknya dan bahkan mungkin
akan membuat murung anaknya seumur hidup. Dia bercerita terlalu jahat, sedangkan
turunnya harimau itu sebagai warisan kepada Erwin belum tentu akan menyebabkan
kesusahan bagi orang lain/. Tetapi orang selalu menyangka yang buruk-buruk saja
tentang orang yang punya piaraan. Padahal sebenarnya tidak semua pemelihara jin,
binatang buas, tikus hantu dan kalajengking serta sebagainya selalu menyalahkan
kenyataannya itu. Oleh tamparan dan pukulan harimau Dja Lubuk, maka robeklah
muka Nurdin. Dia dapat menggigitnya di leher atau di dadanya kalau dia mau.
Dia dapat keluarkah isi perut Nurdin dan menyerakkannya di lantai, kalau dia
mau. Tetapi dia tidak melakukan itu.
"Aku tidak akan membunuhmu Nurdin. Jikalau kubunuh besok kau sudah hilang dari
pandangan orang. Kau akan dikuburkan. Hanya bumi saja yang tampak. Yang demikian
akan segera dilupakan orang." Dia diam, lalu hilang. Itulah Dja Lubuk yang
bangkit dari kuburnya di Tapanuli Selatan sana dan pergi ke Medan untuk
melampiaskan amarahnya kepada orang yang menyakiti hati anaknya, satu-satunya
anak laki-laki yang amat disayanginya. Tetapi tidak dapat dihindarinya daripada
harus menerima warisan itu. Dja Lubuk tidak bisa melepaskan diri dari piaraannya
dan dari nasibnya untuk sewaktu-waktu jadi harimau. Dia merupakan korban dari
ayahnya Dja Harangan, kemudian Erwin menjadi korban dari Dja Lubuk.
Sesuai dengan kata-katanya ketika menampar dan mencakar muka Nurdin,
sesungguhnya Dja Lubuk dengan sengaja tidak membunuh korbannya dengan maksud
agar Nurdin akan bertahun-tahun lagi dilihat orang dengan mukanya yang tidak
akan bisa disembuhkan sebagai semula. Walaupun sekiranya Dewi KZ
21 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dengan bedah plastik. Kuku-kukunya yang tajam dia tekankan di bawah mata Nurdin
lalu ditariknya ke bawah. Biji mata orang itu sengaja tidak dikenainya. Dia
tidak mau membuat Nurdin jadi buta. Tetapi dengan tekanan kuku dan tarikan di
bawah kelopak mata itu, kelopak mata Nurdin sebelah bawah tidak akan pernah bisa
terkatup lagi. Tidak bisa bertaut dengan kelopak matanya sebelah atas. Sehingga
ia selalu terbeliak, terbendil merupakan pemandangan yang amat mengerikan.
Bibir-bibir Nurdin juga turut terbawa oleh kuku Dja Lubuk, sehingga mulutnya pun
seperti matanya, tak dapat dikatupkan sebagai mulut manusia yang wajar.
Keesokan harinya, Nurdin tak keluar kamar hingga tinggi hari, menimbulkan
kecurigaan pada keluarga Erna, tempat dia menginap. Pintu terkunci dari dalam.
Akhirnya orang coba melihat ke dalam melalui kaca di atas pintu. Orang yang
berdiri di atas korsi untuk dapat melihat ke dalam itu, terkejut dan terjatuh ke
lantai. Dia tidak bisa berkata apa-apa, hanya gemetaran. Pintu didobrak. Mereka
menyaksikan suatu pemandangan mengerikan yang belum pernah mereka alami selama
hidup mereka. Nurdin terbaring di sana dengan wajah sudah koyak, bantal
digenangi darah. Tetapi tangannya, badannya, kakinya utuh. Tidak rusak sedikit
pun. Dan orang pun segera tahu bahwa dia tidak mati. Tangan dan kakinya
bergerak-gerak, tetapi dia tidak berkata sepatah kata pun.
Orang bertanya kepadanya: "Apakah yang terjadi bang Nurdin?"
Dia diam. Matanya pun tak bergerak. Menatap saja ke atas.
Bagaikan ada yang dilihatnya di atas sana. Ayah Erna pun melihat ke sana. Tak
ada sesuatu apa pun yang tampak. Plafond kamar itu biasa saja. Barang-barang di
dalam ruangan itu tidak ada yang berobah letak. Terkuncinya pintu dari dalam
menimbulkan pertanyaan besar bagi mereka, bagaimana penyerang itu bisa masuk ke
dalam. Melalui apa" Beberapa Dewi KZ
22 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
orang alim di sekitar situ dipanggil. Lalu dokter. Kemudian dilaporkan kepada
Polisi. Mungkin mereka ini bersama-sama nanti dapat menerangkan apa sebenarnya
yang telah terjadi. Memang, mereka melihat Nurdin dengan luka-luka besar di mukanya, tetapi
bagaimana kejahatan itu dilakukan atas dirinya" OLeh siapa" Nurdin sendiri tidak
bisa memberi keterangan. Dan apakah maksud pelaku itu" Dia tidak mencuri.
Tetapi yang paling tidak terjawab, bagaimana dia masuk dan keluar lagi dari
kamar itu. Beberapa orang alim menggelengkan kepala. Dokter menerangkan, bahwa
luka itu bekas tamparan dan cakaran harimau. Itu tidak keliru lagi.
Mendengar ini ayah Erna gemetaran dan mulai menaruh syak, siapakah pelakunya.
Pembalasan dendam, pikirnya. Manusia pemelihara harimau. Tetapi dia belum mau
mengatakan itu. Dia pun takut, kalau-kalau harimau itu mendengar dan dia pula akan mendapat
giliran. Polisi sendiri mengatakan, bahwa kejadian ini terlalu aneh untuk dapat
dipastikan dengan segera bagaimana berlangsungnya. Oleh karena tidak ada jalan
penyerang itu masuk dan tidak pula kelihatan jalannya keluar dari kamar itu.
Tetapi seorang sersan polisi yang sudah pernah bertugas di Muara Sipongi
mengatakan dengan pelan-pelan kepada rekannya: "Makhluk halus!"
"Apa maksudmu?" tanya kawannya.
"Ini bukan bagian kita."
"Lalu bagian siapa" Kita yang harus menjaga keamanan.
Masakan kita membiarkan yang begini, terjadi di daerah kita?"
"Ini pekerjaan untuk orang-orang yang tinggi ilmu bathinnya. Yang dapat
menundukkan dia. Atau menyuruh dia pergi dari sini. Kita tidak punya ilmu itu.
Kita cuma bisa berpikir dan mengatur siasat Di mana perlu melakukan penyerbuan
dengan senjata. Orang halus tidak bisa dihadapi dengan cara kita. Sebab dia
tidak kelihatan, walaupun dia ada di tengah-tengah kita."
Dewi KZ 23 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Yang bener!" kata kawannya.
"Demi Tuhan, jangan kau ngomong takbur. Kalau tidak percaya sudah, tetapi jangan
kau takbur. Nanti kau menerima bagian seperti ini! Mungkin dia ada di sini
sekarang melihat 24 kita bingung seperti ini!"
"Tetapi kenapa dia berbuat begitu?" tanya rekan sersan polisi itu.
"Mungkin orang ini bersalah. Menyakiti hatinya. Menghina dia!"
"Tetapi bagaimana dia masuk?"
"Sudah kukatakan, dia orang halus. Di mana angin bisa lalu, dia pun bisa lalu
juga. Setelah di dalam ruangan ini barulah dia menjadi harimau. Dan dia hilang
lagi bagaikan angin!" Seorang perempuan tua yang juga ada di sana berkata:
"Datuk nenek, kami hanya orang-orang lemah yang banyak dosa. Tetapi kami tidak
membenci Datuk Nenek. Janganlah ganggu kami. Apa kehendak Datuk Nenek kami
penuhi, kalau kami dapat memenuhinya, tetapi janganlah minta korban! Kalau ada
yang salah kata dan khilaf di antara kami, berilah ampun dan maaf, karena kami
hanya orang-orang bodoh dan hina." Perempuan tua itu mencoba-coba mantera. Dan
pada saat itu terdengar bagaikan angin bertiup keras di dalam ruangan itu.
Sebentar ruangan itu bagaikan bergoncang, kemudian senyap.
"Dia sudah pergi," kata perempuan tua itu. "Coba kalian pikir-pikir siapakah di
antara kalian yang telah lancang mulut, membuat marah Datuk Nenek itu?"
Tidak seorang pun menjawab. Tetapi ayah Erna tahu, bahwa memang Nurdin-lah yang
telah banyak mempergunjingkan kisah Dja Lubuk semasa dia hidup dan bahwa
beberbahaya sekali membiarkan Erna bergaul kian intiem dengan Erwin. Di saat
seperti itulah Erwin-pun sampai di ruangan itu. Dia Dewi KZ
24 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
mendengar musibah yang menyedihkan itu dan karena tidak merasa berdosa apa pun
ia datang menjenguk. Keluarga Erna membiarkan saja. Dalam hati mereka berpikir,
bahwa Erwin pegang, peranan dalam kejadian yang misterius itu. Tetapi kalau pun
benar demikian, maka hal itu hanya membuat mereka jadi takut kepadanya.
"Kasihan pak Nurdin," kata Erwin ketika dia hanya bertiga dengan ayah dan ibu
Erna. Keluarga Erna tidak menyahut. Hanya saling pandang.
Tetapi Erwin memberi penjelasan: "Percaya atau tidak, saya tidak bersalah apa
pun di dalam hal ini. Tak usahlah berpura-pura, kalian tentu menduga, bahwa saya
ambil bagian dalam kejadian ini. Sebenarnya Pak Nurdin tidak perlu menceritakan
cerita yang dikhayalkan itu. Saya akan mendengar. Tetapi demi Tuhan, saya tidak
berkecil hati bahkan sewajarnyalah kalau kalian menjauhi saya. Dan saya pun
sudah berniat untuk menjauhkan diri. Bagaimanapun besarnya cinta saya kepada
Erna. Saya juga tahu diri. Jika orang tak suka, kita harus menyingkir. Tetapi
rupanya piaraan almarhum ayah saya pun mengetahui. Dan barangkali dialah yang
melakukan ini. Barangkali Entahlah kalau Pak Nurdin bermusuhan pula dengan satu dua gelintir
manusia malang yang kebetulan mempunyai piaraan sebagai warisan dari orang
tuanya." Ayah dan ibu Erna mendengarkan. Dari perasaan benci kini berobah menjadi
kasihan. Tetapi rasa takut tetap menghantui mereka. Bagaimanapun, tentulah
kebanyakan orang tua takut anaknya berhubungan akrab dengan laki-laki yang punya
harimau sebagai piaraan. Yang dapat disuruh apa saja. Tetapi yang juga bisa
marah lalu membunuh si pemelihara kalau tidak memenuhi syarat-syarat yang harus
dipatuhinya. Kisah itu menjalar ke seluruh rumah di sekitar situ, meluas lagi sehingga satu
kota mendengar ceritanya. Tetapi versinya sudah bermacam-macam. Ada yang malah
memburukkan Dewi KZ 25 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Nurdin yang malang itu. Dikatakan orang bahwa dialah yang memelihara orang halus
harimau, yang rupanya tidak diberi makan lalu mengambil diri Nurdin sendiri
sebagai korban. "Kalau dia benar-benar ditampar harimau kepunyaan orang lain tentu ada bekas
harimau itu masuk. Tentu pintu rusak."
Keluarga Erna tidak berani usil mulut. Tidak berani berkata kepada siapa pun
bahwa Nurdin telah menceritakan 26 tentang Dja Lubuk. Mereka sudah melihat bukti
nyata, bahwa Dja Lubuk, walau sudah tiada lagi, tetapi tetap sayang pada
anaknya. Telah terbukti, bahwa Dja Lubuk dapat mendengar dan mengetahui apa pun
yang dilakukan orang atas anaknya.
Mereka pun tidak berani memisahkan Erna dari Erwin. Tetapi jangan dikira, bahwa
oleh rasa takut itu Erwin lalu mempergunakan kesempatan untuk bertahan menjadi
kekasih Erna. Bagaimana pedih dan perih rasanya, Erwin menjauhkan diri.
Tidak serta merta, tetapi dia sudah bertekad untuk tidak melanjutkan hubungan
dengan Erna. Gadis itu sendiri pun berat hati berpisah dengan pemuda yang
dicintainya, tetapi Erwin telah memberikan pengertian kepadanya. Erwin bukan
lagi pemuda yang disukai melainkan ditakuti oleh keluarga Erna.
Nurdin dirawat di rumah sakit. Berbulan dia di sana. Luka-lukanya sembuh tetapi
meninggalkan bekas-bekas yang amat mengerikan. Matanya tak dapat dikatupkan.
Mulutnya tidak dapat ditutup, sehingga gigi-giginya selalu kelihatan. Lebih
daripada itu dia tidak pernah bisa bicara lagi. Dia tidak pernah menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya bagaimana terjadinya semua bencana
itu. Hidupnya sudah tidak ada artinya lagi. Hanya menanti saat kembali kepada
Yang Empunya. ERWIN meninggalkan Medan setelah mengadakan hubungan surat menyurat dengan
sahabatnya Hilman di Jakarta.
Peristiwa yang terjadi di Medan itu semua terbayang kembali Dewi KZ
26 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
di hadapan matanya ketika isteri Poniman menyatakan ingin melihat manusia
harimau itu. Rumah Poniman bukan rumah modern yang tiap kamar tidurnya mempunyai kamar mandi
sendiri. Tempat kediamannya itu masih model lama. Hanya buatannya yang kelihatan
kekar sekali. Kamar pelayan, gudang, dapur dan dua buah kamar mandi semua
letaknya di luar bangunan utama.
Pada malam naas itu, ketika suaminya sudah tidur, isteri Poniman ingin buang
air. Untuk itu dia harus membuka pintu jalan ke belakang. Dan walaupun teringat
akan bunyi harimau ajaib malam kemarin, ia tidak merasa terlalu takut. Sebab
seluruh pekarangan rumahnya dipagar tembok cukup tinggi.
Hujan kala itu rintik-rintik. Kalau di kampung yang banyak hutan dan ilalangnya
suasana demikian merupakan kesempatan yang amat menyenangkan bagi harimau untuk
berjalan-jalan. Mencari mangsa atau sekedar berleha-leha.
Tiba-tiba bulu tengkuk nyonya Poniman berdiri. Dan dia jadi merasa takut.
Menurut kepercayaan orang, kalau bulu kuduk tiba-tiba berdiri, itulah pertanda
bahwa di dekat tempat itu ada orang halus. Entah jin, entah syaitan. Bisa juga
hantu yang mempunyai bentuk atau ujud berbagai macam. Badan saja tanpa kepala,
kepala saja tanpa badan dan kaki. Kadang-kadang hanya sepasang mata menyorotkan
sinar. Tak tampak apa pun selain dua buah mata. Ada kalanya hanya terdengar
suara orang merintih atau menangis. Bisa juga suara tertawa.
Tetapi bukan tawa biasa, melainkan suara tawa yang membikin kita merasa seram.
Langkahnya terhenti. Dia mau kembali saja ke dalam rumah, tetapi kakinya terasa
berat. Tak terangkat olehnya. Dia ingin memanggil suami atau pelayannya.
Suaranya tak mau keluar. Dia yakin kini, bahwa ada sesuatu yang akan terjadi.
Dan dia teringat pada cerita-cerita menakutkan dengan keluarga Hilman dan Erwin
pada pagi hari tadi. Terbayanglah olehnya segala macam khayalan yang Dewi KZ
27 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
menakutkan. Kemudian suara itu terdengar. Pelan sekali.
Hanya bagaikan orang bernapas. Tapi bukan napas manusia biasa. Suara napas itu
besar. Tak lama kemudian tampaklah olehnya apa yang sangat diharapkan pada siang
"hari itu. Jelas. Sangat jelas. Badan macan dengan lorengnya. Besar, menandakan dia harimau
dewasa. Tetapi kepalanya kenapa begitu" Bukan kepala macan. Melainkan kepala
manusia. Entah muka siapa itu. Dia belum pernah melihatnya jadi tidak mengenal siapa
orang itu. Dan muka itu tak lain daripada muka Dja Lubuk yang mewariskan harimau
piaraan kepada Erwin. "Engkau ingin benar melihat bagaimana bentuk harimau atau manusia harimau itu.
Nah, pandanglah aku baik-baik,"
kata harimau itu. Suara itu tenang tetapi tegas. Yang duduk di hadapan nyonya
Poniman adalah makhluk halus dan aneh itu, harimau dengan muka manusia.
Nyonya Poniman tidak punya kekuatan berdiri lagi. la roboh tanpa mengeluarkan
jeritan. Dja Lubuk dengan badan harimaunya belum pergi.
"Dia itu anakku yang paling kusayang. Dia hanya korban.
Oleh karena itu jangan sakiti hati atau dirinya! Kalau banyak orang memusuhinya
maka aku akan beri dia kekuatan dan kekerasan hati untuk menghadapi lawan-
lawannya. Kuharap ini tidak terjadi, supaya jangan sampai banyak korban
berjatuhan.

Manusia Harimau Karya S B. Chandra di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Kalian manusia normal tidak tahu penderitaan kami. Yang kalian bicarakan hanya
keburukan dan kejahatan kami.
Terhadap kehalusan dan ketinggian budi kami kalian selamanya tutup mata! Aku
tidak akan membunuh engkau nyonya, karena engkau tidak terlalu jahat"
Meskipun tidak punya tenaga untuk berdiri dan, telah menggeletak di lantai ubin
itu bagaikan orang pingsan, sesungguhnya ia tidak pingsan. Semua kata-kata
harimau berkepala manusia itu didengarnya. Dan anehnya bagaikan hafal di dalam
kepalanya. Dewi KZ 28 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Poniman, walaupun sedang tidur tahu bahwa isterinya bangkit dan pergi ke
belakang. Dia sendiri pun tidak menaruh curiga apa-apa. Tetapi setelah sekian
lama isterinya tak kembali, ia keluar. Dia sendiri jadi terkejut dan pucat
bagaikan mayat, melihat isterinya terbaring di sana. Poniman segera mendekati
dan memberikan pertolongan.
"Kenapa kau Ina" Ada apa?" tanya Poniman.
Tidak ada jawaban. Poniman mengangkat Marma ke dalam.
Isterinya itu hanya menatap saja ke atas. Mata tidak dikatup-katupkan. Poniman
jadi takut. Yang begini biasanya ditegur hantu atau terkejut oleh hantu. Ini
bukan pekerjaan dokter untuk menolong, pikirnya. Maka Poniman memanggil Pak
Lebai Muin yang tinggal empat pintu dari rumahnya.
Kemudian dia panggil Hilman, yang bersama Erwin lalu pergi ke rumah Poniman.
Lebai Muin membacakan mantera mantera. Marina menggerakkan badannya. Kemudian
matanya berkedip. "Ada apa nak Marina?" tanya Lebai Muin.
"Saya telah melihatnya tadi!" jawab Marina.
"Melihat siapa?" tanya Lebai Muin.
"Dia Harimau berkepala manusia itu!"
"Kau berkhayal. Karena ada bunyi harimau malam kemarin."
"Aku benar-benar melihatnya. Jelas sekali. Malah dia berkata-kata padaku."
"Siapa yang berkata-kata. Harimau tidak bisa bicara seperti kita."
"Tetapi dia bisa. Jelas sekali. Cuma aku tidak pernah melihat muka itu. Putih
kekuningan, bermisai, alisnya tebal!"
Dewi KZ 29 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Erwin tahu bahwa yang datang itu adalah ayahnya juga.
Gambaran wajah yang diberikan Marina memang persis seperti wajah almarhum
ayahnya. Hilman yang mengenal ayah Erwin juga tahu, bahwa dia lah yang datang
itu. Dan Hilman juga teringat akan apa yang dikatakan Nyonya Poniman dalam
omong-omong pagi itu. "Dia bercerita tentang seorang anak yang amat disayanginya. Saya tak mengerti
apa maksudnya." Erwin merasa betapa kian sempit dunia ini baginya. Dan dia merasa pula bahwa
kejadian-kejadian buruk dan mengerikan masih akan datang lagi. Karena cerita
Marina dicemoohkan orang. Ada yang sombong mengatakan mau 30 membelah kepala
harimau manusia itu, kalau bertemu dengan dia.
Marina isteri Poniman yakin kini, bahwa orang tidak boleh ngomong sembarangan
mengenai harimau manusia atau manusia harimau itu. la telah mengalaminya. Dia
lah yang mengatakan kemarin ingin melihat dengan mata kepala sendiri.
Dia jadi gelisah. Oleh dokter diberi obat penenang. Pisik dia tidak mengalami
apa-apa. Tetapi jiwanya terasa gon-cang.
Selain dokter beberapa dukun juga dipanggil. Di antaranya seorang wanita tua
yang terkenal punya ilmu gaib yang hebat sekali. Dia meminta sebuah mangkok
besar dengan air putih. Ditambah sebuah limau purut dan kembang tiga warna.
Mungkin ada orang yang mentertawakannya Tetapi dia mengerjakan kemahirannya
dengan serius. Karena dia mengenal dunia dari segi berbagai macam kegaiban dan
ke-ajaibannya. Poniman, Hilman dan isterinya juga hadir ketika dia duduk menghadapi air putih
di dalam mangkok itu. Mereka perhatikan dia memotong-motong jeruk. Sekeping demi
sekeping jeruk itu dijatuhkan ke dalam air. Ada yang jatuh tenang. Ada yang
berjungkir balik beberapa kali. Aneh. Semua orang yang ada di situ menyaksikan
keanehan ini. Mereka Dewi KZ
30 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
semua diam, tegang. Ada yang berdiri bulu kuduknya. Satu dari potongan jeruk
purut itu malah tenggelam sampai ke dasar mangkok. Kemudian wanita itu membaca-
baca mantera. Terdengar pelan. Dalam bahasa yang tidak bisa dimengerti oleh orang-orang itu.
Kemudian mata dukun itu melihat keliling. Satu persatu wajah hadirin
diperhatikannya. Kemudian dia menggelengkan kepala.
"Apa kehendakmu Nenek?" tanyanya memandangi air itu.
Sebuah kepingan jeruk terbalik. Hawa panas di dalam ruangan itu mendadak menjadi
dingin. Lebih dingin daripada sebuah kamar yang diberi alat pendingin.
"Boleh ku pinta agar Nenek tidak menakut-nakuti penghuni rumah ini lagi?" tanya
perempuan berilmu itu. Air di dalam mangkok itu bergoncang goncang. Bagaikan
ombak di dalam danau oleh tiupan angin kencang. Dan satu suara terdengar di
dalam ruangan itu. Suara Harimau menggeram. Hanya sekali.
"Maafkanlah dia," kata perempuan itu. Hawa dingin tadi hilang, kembali seperti
biasa. Perempuan itu terus membaca-baca lagi. Dan peluh mulai membasahi mukanya,
kemudian mengucur dari dahinya. Bajunya pun kelihatan jadi basah.
Setelah itu barulah dia mengangkat mukanya.
"Ada yang salah omong. Semacam tak percaya akan adanya Nenek. Dia menunjukkan
diri kepada orang yang ingin melihat dia. Nenek tidak marah, tetapi tidak senang
ketika dikatakan tadi agar dia jangan menakuti. Kata Nenek dia bukan menakuti,
dia hanya menunjukkan bahwa dia memang ada. Kehadirannya di dunia ini harus
diakui, begitulah keinginan Nenek."
"Sayalah yang bersalah," kata Marina tanpa ditanya. "Saya minta ampun kepada
Nenek," katanya tanpa diajari.
"Sediakanlah tujuh butir telur ayam. Dan semua harus dari ayam yang berbulu
hitam," kata Nenek itu.
Dewi KZ 31 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Apa lagi?" tanya Poniman yang kelihatan mau-mematuhi permintaan Nenek melalui
dukun itu. "Kalau ada tujuh buah jambu kelutuk," kata perempuan itu.
Aneh, tetapi itulah saja permintaan dukun itu. Untuk disajikan bagi manusia
harimau Dja Lubuk. Namun kalau orang mengetahui, bahwa jambu kelutuk merupakan
buah kesukaannya di masa ia masih hidup dulu, permintaan itu bukan sesuatu yang
harus diherankan. "Harus kami apakan telur dan jambu itu?" tanya Poniman.
"Taruh di piring, letakkan di dalam sebuah kamar terkunci," jawab perempuan itu.
"Di dalam kamar tamu boleh" Kebetulan kamar itu kosong!"
"Boleh saja." Seorang keluarga Poniman yang juga melihat segala keajaiban itu bertanya, apakah
bisa dipinta kepada Nenek agar ia meninggalkan daerah itu. Supaya penduduk
merasa tenteram. Wanita itu menggumamkan mantera lagi. Mungkin dia mendengar
jawaban makhluk halus yang tak kelihatan itu.
Jawabnya: "Tidak mungkin. Ada orang yang disayang dan mau dilindunginya di
daerah ini." Hilman tahu siapa yang dimaksud. Tetapi ketika dukun itu bertanya dengan
bahasanya siapa yang disayanginya itu, Dja Lubuk tak mau menerangkannya. Dukun
itu pun tak tahu, Hilman lega, karena orang tidak tahu, bahwa sahabatnya itulah
yang dimaksud. Bagaimanapun ia sayang kepada kawannya itu dan sepanjang tahunya
harimau itu tidak akan mengganggu siapa pun yang tidak menggoda dia atau
anaknya. APA yang dikatakan oleh dukun itu diturut oleh Poniman.
Telur dan jambu, masing-masing tujuh buah diletakkan di kamar tamu yang kosong
lalu dikunci dari luar. Dukun berpesan agar kamar itu jangan dibuka sampai
keesokan Dewi KZ 32 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
paginya. Dan ketika pada esok harinya Poniman membuka kamar untuk melihat apa
yang terjadi dia terkejut heran, karena jambu sudah tiada lagi. Telur masih
cukup tujuh butir, tetapi ketika diangkat terasa ringan. Ternyata telur itu
sudah kosong tanpa sedikitpun ada bekas pecah di kulitnya. Poniman mengerti,
bahwa harimau itulah yang telah memakan isinya dengan caranya yang ajaib. Cerita
itu tersebar di daerah itu.
Tetapi laki-laki yang mengatakan, bahwa ia akan membelah kepala harimau itu
manakala bertemu, tetap mencemoohkan, la mengatakan, bahwa itu sulap si dukun
semata-mata. Dukun jaman sekarang kebanyakan penipu. Begitulah juga halnya
dengan wanita yang katanya belagak tahu semuanya itu. Dia pun mengatakan
maksudnya itu kepada Hilman.
"Apa gunanya berkata begitu?" kata Hilman, "Kalau tidak percaya sudahlah. Nanti
terjadi lagi hal-hal yang tidak kita ingini!"
"Heran, kau orang terpelajar pun percaya pada dongeng seperti itu. Kalian
dikibuli dukun itu. Dan apa yang diceritakan oleh isteri Poniman tak lain
daripada khayalan seorang yang ketakutan! Sama halnya dengan orang yang katanya
melihat hantu bergerak di kebun pisang. Padahal yang bergoyang itu tak lebih
daripada daun pisang yang ditiup angin. Orang yang tidak penakut tidak akan
pernah melihat setan. Karena setan memang tak ada. Dan kalau toh ada, maka setan
itulah yang takut pada manusia yang tidak gentar pada dia!" kata Darwis yang tak
percaya itu. Pandai silat, bahkan kata orang termasuk silat harimau yang hanya
dimiliki oleh beberapa jago kelas satu. Dia juga pandai karate dan ilmu bela
diri lainnya. Dan di situ dia dikenal sebagai pelatih para remaja dan orang-
orang tua yang mau mempelajari ilmu bela diri dan menyerang lawan. Ketika dia
selesai mengucapkan kata-katanya yang sombong, terdengar petir keras sekali.
Padahal hari sedang cerah terang benderang. Tidak wajar dalam cuaca demikian ada
petir yang mengejutkan. Dewi KZ 33 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Karena sudah terdengar kejadian-kejadian aneh mengerikan di daerah itu, maka
ketika petir menggelegar itu semua orang jadi takut. Apa lagi yang akan terjadi"
Tidak biasanya begitu. LIMA HARI lamanya tidak terjadi suatu apa pun. Semua orang jadi senang dan
merasa lega. Barangkali harimau gaib itu sudah pergi. Yang paling senang di
antara semua orang adalah Hilman dan Erwin. Saban malam mereka menantikan 34
sesuatu. Erwin atas kedatangan ayahnya dan Hilman atas kemalangan yang akan
menimpa Darwis si jagoan. Tetapi syukurlah, rupanya "nenek" tidak marah sekali
ini. Atau sibuk dengan segala macam urusan lain di tempat-tempat lain pula.
Pada suatu petang bertemulah Hilman dengan Darwis. Tanya yang belakangan ini,
kenapa harimau yang dipanggil
"nenek" itu menjauhkan diri"
"Sebenarnya aku sangat menantikan kedatangannya kalau betul dia ada. Banyak
sekali yang mengatakan bahwa kisah-kisah itu benar, sehingga aku pun hampir
percaya. Kalau betul-betul ada, aku ingin menghadapi. Mengapa mesti mengganggu
kita di sini. Tetapi dia tidak datang. Jadi hanya ada dua kemungkinan. Pertama
kalian berhenti berkhayal. Kedua dia ada tetapi takut akan tantanganku. Ataukah
ada urusan lain. Musim ini kan musim raker-rakeran, penataran, seminar, konperensi. Siapa tahu
kalau harimau-harimau hantu itu sedang mengadakan penataran, regional atau
nasional. Bahkan mungkin internasional. Sehingga setan-setan macan dari seluruh
jagad ini sedang berkumpul." Darwis bicara lancar, sebab dia selain pandai silat
juga memang pandai bicara.
Hilman tidak memberi komentar, sebab memang tak ada yang hendak dikatakan.
*** MALAM itu bulan bersinar terang. Tiga belas hari.
Semalam lagi menjelang penuh. Cuaca baik. Anak-anak ramai Dewi KZ
34 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
main di jalanan atau di lapangan terbuka, muda-mudi asyik memadu janji.
Darwis sebagai pemuda ganteng dan terkenal tenar oleh kekuatannya, tak
ketinggalan. Sebab dia pun punya pacar. Salah seorang gadis cantik dari keluarga
kaya di situ. Namanya Siti Chairani, anak Tengku Baidullah. Keturunan bangsawan
Deli asli. Tetapi keluarga ini, sejak sebelum revolusi sosial terkenal ramah dan
baik hati. Tidak pernah merasa berdarah biru atau kuning.
Pada malam itu Darwis dan Chairani berjalan-jalan dengan mobil Holden Torana
yang baru dibeli Tengku Baidullah untuk anaknya. Karena kedua orang tua itu tak
keberatan dengan cinta anak mereka yang ditumpahkan pada Darwis, maka mereka tak
keberatan pula mereka selalu pergi berduaan. Kala itu mereka sedang menikmati
udara segar. Mobil bergerak dengan kecepatan sedang di daerah Ancol. Dulu di
situ terkenal daerah sepi. Masih berupa rawa-rawa. Tetapi kini sudah ramai.
Menjadi sebuah tempat rekreasi dengan nama Taman Impian Jaya Ancol. Banyak rumah
yang bagus-bagus. Menandakan kian banyak orang di langgar duit. Halal atau hasil
curian dengan berbagai jalan, kurang tahu. Tiba-tiba mobil itu terasa kian
lambat. Darwis menekan gas lebih dalam. Tak juga tambah kencang. Bahkan tambah
lambat. Mesin hidup, gas ditekan berbunyi keras tetapi mobil tidak mau bergerak
lagi. Darwis turun sambil menyebut "sialan." Sang kekasih turut turun menemani Darwis.
Di situlah terdengarnya. Suara mendengus, lalu suara harimau menggaum. Dekat
sekali. Terkejutnya mereka bukan kepalang. Suara yang menakutkan itu berulang lagi.
Kemudian geledek menggelegar.
Siti Chairani menjerit. Langsung didekap oleh Darwis.
Kalau pada biasanya pelukan begitu terasa amat mesra, maka lain halnya kali itu.
Tubuh gadis itu gemetaran. Jantung Darwis juga berdebar keras. Dan dia terus
teringat pada apa yang Dewi KZ
35 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
diucapkannya. Ingin bertemu dengan si harimau ajaib yang banyak jadi
pembicaraan. Bahkan dia mau membelah kepala makhluk gaib itu. Dan sesungguhnya
Darwis bukan pengecut. Dia cuma terkejut. Bagaimanapun hebatnya seseorang pasti akan terkejut mendengar
suara harimau begitu mendadak dan begitu dekat pula. Yang amat dikuatirkannya
adalah 36 kehadiran Chairani, yang sudah gemetaran dan kehilangan semangat.
"Harimau Dar. Matilah kita," kata Chairani.
"Ssst, tiada maut tanpa izin Tuhan." Sambil berkata demikian ia menoleh ke kiri
dan ke kanan. Kemudian berpaling ke belakang. Binatang itu tak tampak. Inilah
yang dikatakan orang, ada suara tak ada makhluknya. Mulai timbul pertanyaan di
dalam hatinya apakah benar-benar ada harimau gaib dan ajaib itu.
Kemudian terdengar suara itu. "Hai anak manusia yang sombong dan takbur. Engkau
mengingkari kehadiranku di dunia ini. Engkau pun memandang hina padaku." Suara
itu jelas sekali. Chairani pun mendengarnya. Rasa takutnya bertambah. Dia memang
percaya pada harimau jadi-jadian, pada hantu dan jin. Sama halnya dengan
kepercayaan Tengku Baidullah kepada semua makhluk halus. Bagi orang yang pernah
bicara atau mendengar suara almarhum Dja Lubuk akan mengetahui, bahwa suara
dialah yang terdengar itu.
"Kini kita telah bertemu. Kau hendak membelah kepalaku bukan" Sungguh sombong
kau. Apakah kesalahanku padamu, manusia angkuh?"
Darwis merasa pasti kini, bahwa dialah yang ditantang karena dialah yang hendak
membinasakan harimau yang jadi bahan cerita itu.
"Kau tak melihat aku, manusia?"
Dewi KZ 36 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Darwis diam. Dia memang tidak melihatnya. Tetapi suara itu datang dari
hadapannya. "Ini aku, persis di hadapanmu. Ajak kekasihmu itu melihat aku. Supaya dia pun
mengenal aku. Aku tidak punya urusan dengan kau, Chairani, Karena kau percaya
akan adanya aku dan kau tidak pernah menista aku. Lihatlah kemari. Jangan takut-
takut. Ceritakan besok pada seisi kampung bahwa kau telah melihat aku dan bahwa
aku telah bicara denganmu.
Pesanku, supaya mereka jangan sombong seperti orang yang kau cintai ini!"
Bagaikan digerakkan oleh sesuatu, Chariani yang ketakutan itu menolah ke arah
suara manusia itu. Dan di situlah dia dan Darwis melihatnya. Tubuh harimau besar


Manusia Harimau Karya S B. Chandra di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

dengan muka manusia. Kalau itu hanya harimau sebagaimana pernah dilihatnya di
kebon binatang atau di sirkus, Darwis mungkin tidak seterperanjat itu. Tetapi
ini lain. Harimau berkepala manusia atau manusia berbadan harimau.
"Ampuni Bang Darwis nenek," kata Chairani. Dia segera tahu bahwa dia berhadapan
dengan manusia harimau yang biasa diceritakan nenek dan ayahnya kepadanya. Dulu
mendengar dari cerita, kini melihat dengan mata sendiri. Dia takut, tetapi nenek
itu sudah mengatakan tidak punya urusan dengan dia. Yang dicarinya adalah
Darwis. Meskipun tahu bahwa dialah yang dikehendaki harimau itu, Darwis bukanlah seorang
pengecut yang lantas jadi minta ampun kepada makhluk yang kini dilihatnya memang
ada. Apa yang tidak pernah dipercayainya kini menjadi suatu kenyataan.
Makhluk ini memang aneh dan menakutkan. Dia bisa mendengar suara Darwis bicara
sombong. Dan dia tahu pula, bahwa Chairani percaya akan adanya dia di dunia ini.
Darwis menguatkan hatinya. Kejutnya mereda. Memang hebat dia. Kalau orang ini
bukan Darwis, mungkin dia sudah Dewi KZ
37 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
pingsan karena ketakutan. Atau segera menyembah makhluk ajaib itu, minta ampun.
Bagaimana seorang hamba meminta nyawa kepada rajanya.
"Masuklah kau ke dalam mobil," kata Darwis kepada kekasihnya.
"Minta ampunlah kepada nenek, kalau abang merasa salah.
Dia akan memberi ampun supaya kita pergi!" pinta Chairani.
"Aku tidak akan minta ampun kepada iblis. Manusia lebih daripada makhluk apa pun
di dunia ini. Kalau kekuatannya kalah, maka akalnya tetap lebih.
Dan kalau akalnya tidak lebih, maka sekurang-kurangnya derajatnya lebih. Derajat
manusia tertinggi di antara semua makhluk!" jawab Darwis. "Masuklah kau!'
"Kau memang hebat anak muda! Aku suka dengan kau,"
kata harimau manusia itu.
"Tetapi aku tidak suka dengan kau iblis," kata Darwis.
Sombongnya keluar lagi. Makhluk yang tadinya sudah lembut hati melihat kegagahan
Darwis, kini jadi murka. Alangkah sombongnya manusia yang seorang ini.
"Mengapa kau membenci aku?" tanya manusia harimau itu.
"Karena kau hanya menimbulkan bencana. Kau merusak keamanan dan ketenteraman.
Kau mengejutkan manusia. Bahkan kau membunuhnya!"
"Tuduhanmu terlalu berlebih-lebihan anak muda. Aku bukan perusak. Dalam banyak
hal aku malah pelindung dan kawan manusia!"
"Manusia yang bersekutu dengan kau juga, iblis," kata Darwis. Dia sudah tambah
berani. Dia yakin akan kemampuannya. Kalau manusia harimau itu tadi terus
menerkam mungkin Dewi KZ 38 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
dia binasa, tetapi makhluk itu memberinya terlalu banyak waktu, sehingga
kejutnya hilang. "Kau memusuhi aku manusia."
"Memang. Karena kau musuh manusia. Kau iblis dan aku manusia! Aku tidak pernah
berkawan dengan iblis."
"Kau menyakiti hatiku manusia. Aku pun ingin jadi manusia biasa semacam kalian.
Tetapi nasiblah yang membuat aku jadi begini."
"Iblis tidak akan pernah jadi manusia. Hanya manusia yang bisa jadi iblis."
Manusia harimau itu marah tetapi juga sedih. Air mata membasahi kedua pipinya.
Dia marah dihina, tetapi dia juga sedih dinista. Karena dia merasakan, bahwa dia
memang dianggap hina oleh manusia.
"Menyingkirlah kau gadis yang malang. Sebenarnya aku sudah mau pergi saja karena
kekasihmu ini memang benar-benar jantan. Tetapi dia terus menghina aku, dan aku
tidak mau menerima penghinaan ini. Karena sesungguhnya aku pun manusia, hanya
nasibku tidak sebaik kalian. Kadangkala aku jadi begini. Apakah ini salahku atau
nasib sial yang membuat aku jadi begini?"
Bagaikan menerima perintah dari orang tuanya, kini Chairani menyingkir. Dia
menjauh, tetapi tidak masuk mobil.
"Bersiaplah kau!" kata harimau itu.
"Aku sudah sejak lama siap. Karena aku memang ingin bertemu dengan kau! Kau
iblis hina tidak akan bisa menang atas manusia yang paling tinggi derajatnya di
antara semua makhluk!" kata Darwis.
"Barangkali aku hina, tetapi Tuhan tiada suka pada hambaNya yang sombong. Dan
kau adalah manusia sombong Dewi KZ
39 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
anak muda." Sambil berkata begitu, Dja Lubuk menyerang tetapi Darwis merapatkan
tubuhnya ke tanah. Cepat ia membalikkan badan dan menangkap kaki belakang
harimau itu sebelah kiri. Dipelintirnya. Harimau manusia itu terputar lebih dari
180 derajat, la terjatuh dengan tubuhnya berdebab ke tanah, kaki kirinya tetap
dipegang oleh Darwis. Dia jadi marah sekali. Belum pernah manusia mengalahkan
harimau manusia. Dia membalik, pegangan Darwis terlepas. Kaki depan makhluk itu memukul kepala
Darwis. Tetapi dia mengelak. Pukulan susulan dengan kaki depan atas dada, tak
dapat ditepiskan oleh Darwis. Pukulan itu kuat sekali. Dan bukan hanya dipukul.
Kukunya ditanamkan ke dada Darwis dan ditariknya ke samping. Dada manusia itu
robek. Darwis masih mau melawan, tapi Dja Lubuk si manusia harimau itu
menghimpit tubuhnya. Darwis menyangka, bahwa musuhnya itu akan menggigit dan
memakan dia. Tetapi dia keliru. Dja Lubuk memasukkan sebuah kukunya ke dalam
mulut Darwis lalu menariknya ke kiri, sehjngga mulut itu koyak ke arah kiri,
sampai ke telinganya. Chairani yang melihat ini, kadang-kadang menutup mukanya menjerit-jerit.
Berkali-kali dia memohon: "Sudah nenek.
Ampunilah dia!" Akhirnya Dja Lubuk menggeram, dan menghilang begitu saja. Tetapi sesaat
kemudian, setelah Chairani mendekati Darwis, ia muncul lagi. la bagaikan
terisak-isak. Persis manusia yang bersedih.
"Aku tak dapat menahan diri. Aku terlalu banyak dihina.
Semasa hidup dan setelah matiku. Kalian manusia terlalu banyak yang sombong pada
kami, manusia-manusia yang ditakdirkan bernasib malang," kata manusia harimau
itu. "Aku mengerti nenek. Apakah dia akan mati?"
Dewi KZ 40 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Tidak. Cuma dia akan cacad. Menyesal aku mengatakan kepadamu, bahwa dia seorang
yang sombong dan takbur. Dia menyangka, bahwa dengan kepandaiannya, tak ada lagi
siapa pun yang melebihi dia. Itulah salahnya manusia. Ilmu mestinya digunakan
untuk kemanusiaan. Bukan untuk merusak perasaan kemanusiaan ataupun membunuh
kemanusiaan itu sendiri."
"Jadi bakal suamiku akan cacad seumur hidup nek?" tanya Chairani.
"Chairani. Kalau aku boleh mengatakan, kau salah pilih.
Lebih tepat, salah taksir. Dia tidak sebaik yang kau sangka.
Bahkan dia terlalu jahat untukmu. Dia laki-laki jalang yang pandai menyelimuti
kejalangannya dengan kata-kata yang manis. Hanya itu Chairani. Aku tunggui kau,
sampai berangkat dari sini!"
SEBUAH di antara sekian banyak mobil yang lalu di sana melihat dua manusia itu
di pinggir jalan. Pengemudinya berhenti. Setelah ngomong-ngomong dengan Chairani
orang itu menolong memasukkan Darwis ke dalam mobil Chairani.
Dia sendiri mau membawanya pulang.
Nenek dukun segera dipanggil dan dimintai bantuannya.
Malam itu juga berita pecah di antara penduduk di situ. Bahwa Darwis telah
dihajar oleh manusia harimau yang diejek dan dihinanya. Penduduk jadi kian
takut. Erwin sedih sekali.
Kehadirannya di sana telah menyebabkan jatuhnya sekian banyak korban. Dan dia
malu, karena dia bernasib semalang itu.
Dukun wanita itu mengatakan, bahwa ia tidak sanggup mengobati Darwis. Luka-luka
yang begitu lebar hanya dapat ditolong oleh Dokter. Tetapi dia dapat menerangkan
mengapa Darwis sampai diserang oleh manusia harimau itu. Karena dia sendiri
menantang. Makhluk itu, kata nenek dukun, bukanlah makhluk yang berbahaya,
selama dia tidak diganggu. Bahkan Dewi KZ
41 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
seharusnya dikasihani. Seperti halnya dalam hidupnya selalu berdukacita karena
selalu dijauhi oleh masyarakat. Karena ia memelihara harimau. Harimau itu bukan
harimau biasa. Tetapi harimau yang bisa masuk ke dalam tubuh yang memelihara.
Yang punya diri tak dapat mencegahnya. Dan tak boleh dihina dan tak boleh
ditantang. Menurut nenek dukun, manusia yang memeliharanya itu sudah meninggal.
Dia cuma tidak dapat mengatakan siapa nama orang itu. Dia tidak bisa mengetahui
sampai sejauh itu. Kemampuan dukun juga terbatas. Sesudah dia mati, maka harimau
itu diwariskannya pula kepada anaknya. Dia tidak ingin melakukan itu, tetapi dia
tidak dapat berbuat lain daripada itu. Kalau dia tidak mewariskan kepada
anaknya, maka makhluk itu akan marah, karena dibiarkan saja pada nasibnya. Dia
akan mengamuk. Pertama-tama menghabiskan keluarga orang yang tadinya menjadi
majikannya. Kemudian dia akan menjadi pembunuh. Dia akan lebih ganas dari
harimau biasa. Harimau biasa umumnya hanya membunuh manusia kalau dia lapar. Itu
pun biasanya kalau dia sudah tidak bisa mendapat mangsa yang lain. Dan kalau
harimau biasa menerkam, maka ia selalu melakukannya dari belakang. Dia tidak mau
mengambil risiko dari depan. Menurut orang-orang tua, pada dahi manusia ada
tulisan pembuat gentar harimau. Bilamana melihat tulisan itu, maka ia tidak
berani menyerang. Tetapi orang harus punya hati yang kuat untuk tidak menoleh ke
belakang atau membelakanginya. Harus menatap matanya. Kalau orang punya
kemampuan ini, maka harimau itu akan tunduk lalu pergi. Dan selamatlah orang
itu. Tetapi kalau orang berhadapan dengan harimau, lalu berpaling untuk coba
melarikan diri, maka pasti ia akan diterkam dari belakang.
"Apakah makhluk itu selalu ada di sekitar sini?" tanya ayah Darwis.
"Dia punya anak di daerah ini!"
Dewi KZ 42 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Siapa anak itu?"
"Tak sepandai itu saya. Saya tidak tahu yang mana atau siapa namanya," sahut
dukun itu. "Apakah dia juga berdendam pada kami. orang tua Darwis.
Atau keluarga Darwis yang lain?"
"Tidak. Dia hanya menyerang orang yang menantangnya!
Saya akan meminta maaf kepadanya atas nama Darwis dan atas nama keluarganya.
Setuju?" Baik ayah Darwis maupun keluarga yang lain menyatakan sangat setuju. Untuk itu
hanya diperlukan tujuh butir telur ayam, sedikit bunga. Boleh juga sediakan nasi
dengan lauk pauk ala kadarnya. Karena semasa hayatnya dia manusia.
Semua itu dilakukan oleh keluarga Darwis pada esok malamnya. Dan ketika pada
waktu pagi mereka memeriksa, maka semua yang tersedia telah habis. Hanya telur
yang tujuh butir itu juga yang kelihatan utuh, tetapi telah ringan karena isinya
telah dimakan dengan caranya. Cara yang tidak bisa kita terangkan.
Sebagaimana halnya bencana atas diri Nurdin, paman kekasih Erwin, maka berita
tentang penyerangan atas diri Darwis ini pun merebak luas ke seluruh daerah, ke
seluruh kota, bahkan ke banyak kota lain di sekitar Medan. Banyak orang jadi
ketakutan dan petang-petang hari telah tidak mau keluar rumah. Sebabnya hanya
sedikit Orang-orang gatal mulut memberi versi lain dan menakut-nakuti penduduk.
Terutama penduduk kampung. Mereka pun tahu, mengapa Darwis sampai diserang oleh
manusia harimau itu. Mereka juga mendengar bahwa manusia harimau mempunyai
seorang anak yang amat disayanginya di kota Medan. Tetapi tidak ada orang yang
tahu, siapa yang mengetahui tak mau dan tak dapat menceritakannya. Yang seorang,
Nurdin tidak dapat mengatakannya, karena sejak ia diserang oleh manusia harimau
itu ketika Dewi KZ 43 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
didatangi di tempat tidurnya, ia menjadi bisu tidak dapat berkata apa-apa. Yang
tiga orang lagi adalah kekasih Erwin dengan kedua orang tuanya. Mereka tidak
berani mengatakannya kepada siapa pun. Karena takut Beberapa waktu lamanya tidak
terdengar kejadian baru yang ada hubungannya dengan manusia harimau atau harh
mau manusia itu. Banyak orang yang sudah mulai melupakannya, tetapi sebanyak itu
juga orang masih selalu ingat pada kejadian itu. Karena makhluk itu meninggalkan
dua korbannya tetap hidup sebagai peringatan atau kenang-kenangan bagi mereka
yang hidup. Darwis masih menggeletak di rumah sakit Luka-luka di dadanya berat. Mulutnya
yang dikoyak sampai ke telinga itu pun harus dijahit Dan dia pun tidak bisa
bicara lagi, sehingga orang menyangka, bahwa semua korban makhluk itu pasti akan
bisu. Erwin bersedih hati kehilangan kekasih. Dan sebagai anak ia menjadi sangat
terharu akan cara mendiang ayahnya menyayangi dia. Walaupun di dalam hati dia
tidak setuju dengan tindakan ayahnya
KALA itu sedang ramainya anak-anak muda bran-dalan saling menunjukkan
"kehebatan" mereka. Dengan balap-balapan motor. Serang menyerang dengan
mempergunakan benda-benda tajam atau keras, seperti rantai sepeda dan
semacamnya. Ada lagi kelompok-kelompok yang mau meniru kejahanaman pemuda-pemuda
Yogya yang ramai-ramai memperkosa Sum Kuning.
Medan yang selalu jadi peniru itu pun punya pemuda-pemuda yang begitu. Ada
beberapa gadis yang mereka perkosa beramai-ramai. Ada lagi yang sampai mereka
bunuh. Nasib baik bagi beberapa orang wanita muda yang sempat melolos-kan diri
dari tipu muslihat mereka.
Dewi KZ 44 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Tetapi nasib buruk menimpa keluarga Erna. Sampai jauh malam itu ia tak pulang.
Biasanya jam 8 malam ia telah kembali dari les bahasa Inggris di Kampung Keling.
Jam 9 belum juga pulang. Mau bertanya kepada Erwin mereka malu. Karena Erwin
sudah lama tak ke sana dan sudah putus hubungan dengan Erna. Biasanya dia yang
menjemput gadis itu dari belajar dan mengantarkannya pulang ke rumah. Sementara
orang tua Erna gelisah, gadis itu sendiri mengalami keadaan yang lebih daripada
gelisah. Dia dalam ketakutan yang amat sangat. Empat pemuda telah mencegat dia
sekembali dari les tadi. Rupanya keluarnya dia dari gedung sekolah itu memang
telah dinantikan. Dia dinaikkan dengan paksa ke dalam sebuah mobil sedan besar.
"Jangan kau coba berteriak, kalau mau selamat dan merasakan kesenangan yang tak
ada taranya di dunia ini," kata salah seorang di antara anak-anak muda itu. Dia
berkata begitu dengan meletakkan mata sebilah pisau pada leher Erna.
"Mau kalian apakah aku?" tanya Erna.
"Membawa kau ke surga. Kau tak usah kuatir!"
"Tetapi aku tidak mau."
"Kami tidak tanya apakah kau mau atau tidak." "Aku tak mau. Lepaskan aku."
"Tetapi kami mau. Nanti kami lepaskan kau." Erna teringat pada dua orang gadis
yang pernah digagahi kemudian diperkosa oleh sejumlah pemuda. Dia merasa, bahwa
itulah yang akan dilakukan oleh pemuda-pemuda itu atas dirinya.
"Ampunilah aku," kata Erna.
"Kau tak punya dosa. Apa yang harus diampuni!"
"Tetapi aku tak mau. Dan aku takut."
Dewi KZ 45 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Semua orang punya rasa takut. Nanti kau tidak takut lagi.
Kelak kau akan mencari kami dan mohon dibawa ke surga lagi.
Kau harus merasa beruntung!" Takut Erna kian menjadi. Tetapi dia tidak berani
berteriak. Pertama belum tentu didengar orang.
Kedua, mungkin pemuda-pemuda itu akan menyakiti dia.
Boleh jadi juga akan membunuh dia. Tetapi dia yakin sudah bahwa dia hendak
diperkosa beramai-ramai. Akhirnya mobil itu berhenti. Di suatu tempat sunyi. Di
jalan menuju Tanjung Morawa. Kira-kira tujuh kilometer di luar kota Medan.
Pemuda-pemuda itu membawanya ke sebuah kebun di tepi jalan. Dia meronta-ronta
tapi tak dapat melepaskan diri. Kira-kira sepuluh meter dari tepi jalan, mereka
berhenti. Salah seorang di antara mereka menggelar tikar yang sudah mereka
sediakan. Erna direbahkan dengan paksa. Di situ Erna tidak bisa lagi menahan
takutnya. Dia menjerit. Tetapi seorang di antara brandalan itu menyumbat
mulutnya dengan sehelai sapu tangan, lalu memegangi kedua belah tangannya. Dua
pemuda masing-masing memegang satu kaki Erna. Yang keempat merenggut celana
dalamnya. Rupanya mereka sudah atur siapa yang nomor satu dan siapa-siapa lagi
berikutnya. Di saat itulah Erna teringat pada Erwin. Dia tidak pernah berlaku


Manusia Harimau Karya S B. Chandra di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

kasar pada dirinya. Dia selalu lembut. Kalau Erwin tahu, tentu dia datang
menolong. Ketika dia teringat kepada bekas kekasihnya itulah terdengar suara
itu. Suara harimau mengaum. Dekat sekali.
Keempat pemuda itu terkejut. Saling pandang. Tidak disangka di perkebunan itu
ada harimau. Kemudian sepi. Agak lama juga. Lalu mereka pikir harimau itu sudah
menjauh. Sayang, kalau maksud tidak diteruskan. Yang dapat giliran nomor satu
hendak memulai kejahatannya. Di situ terdengar lagi suara itu.
Dia jadi pucat dan seluruh anggotanya lemas. Yang memegang kedua tangan Erna
menjerit. Dia telah melihatnya. Makhluk yang belum pernah dilihatnya seumur
hidup. Berdiri di belakang kedua pemuda yang memegangi kaki Erna. Muka manusia
dengan tubuh harimau. Dia angkat sebelah kaki Dewi KZ
46 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
depannya, lalu ditamparnya pada seorang yang memegang kaki. Terlempar dengan
kepalanya sebelah kanan koyak.
Makhluk itu mengangkat kaki kirinya pula, menampar yang seorang lagi. Dia ini
pun mengalami nasib yang sama. Pipi kirinya robek. Dia menggeletak. Takut, tak
bisa bergerak. Gemetaran. Kemudian makhluk itu dengan berdiri di atas kedua kaki belakangnya
memegang leher yang hendak memperkosa. Yang memegang tangan Erna telah lari
dengan kaki gemetaran. Pemuda itu ditarik oleh makhluk ajaib itu beberapa meter dari Erna. Kemudian
digigitnya kedua belah bahunya. Lalu kedua belah pahanya.
Berkata makhluk itu: "Mestinya kalian semua kubunuh.
Tetapi aku tidak akan melakukannya. Namun aku pun tidak akan melepaskan kalian
begini saja. Kalian semua harus mendapat cacad yang tidak bisa hilang seumur
hidup." Serentak dengan itu dia menggigit kuping kiri pemuda yang sudah tidak
bercelana itu. Sampai putus. Sehingga dia luka di bahu, leher, di paha dan
kehilangan sebuah kuping. Setelah itu makhluk itu melompat mengejar pemuda yang
memegang tangan Erna tadi.
Oleh karena dia ketakutan dan kakinya gemetaran dia belum sempat sampai ke
jalan. Manusia harimau itu menerkamnya dari belakang, lalu menelentangkannya.
Katanya: "Kau masih punya mata. Lihat aku baik-baik.
Buruk dan hina aku ini. Bermuka manusia bertubuh harimau.
Tetapi seumur hidupku belum pernah melakukan kekejian seperti kalian. Menguasai
dan hendak merusak sesamamu yang tidak berdosa. Apa dosa Erna pada kalian?"
Mendengar namanya disebut, Erna jadi heran. Bagaimana makhluk ini mengetahui
namanya. Setelah itu kata makhluk itu lagi: "Sudah kau lihat aku?" Pemuda yang
telentang ketakutan itu tidak bisa bersuara. Sudah tak punya semangat apa pun
lagi. Dia yang tadi merasa begitu gagah bisa menguasai seorang Dewi KZ
47 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
wanita yang tak bersalah. Karena hendak menyampaikan nafsu semata-mata.
"Bisa kau lihat aku?" tanya makhluk itu lagi.
Tiada jawaban. Lalu kata harimau manusia itu: "Kau tidak kubikin buta sama sekali. Tetapi mulai
hari ini kau hanya bisa melihat dengan sebelah matamu saja."
Dan bersamaan dengan kata-katanya itu dikoreknya mata pemuda itu dengan kukunya.
Biji matanya dikeluarkannya.
Pemuda itu pingsan. Dua pemuda lagi dilukainya sehingga akan betul-betul cacad.
Setelah dia merasa selesai dengan tugasnya dia mendatangi Erna.
"Kau tidak mengenal aku Erna. Tetapi aku mengenal kau.
Aku ayah Erwin. Dia tidak bersalah. Pamanmu itu sombong dan mengacaukan
hubunganmu dengan anakku. Kau tahu, anakku itu anak baik-baik. Dia tidak akan
pernah menyakitimu Erna. Tetapi kini sudah tidak ada gunanya lagi. Kau sudah
mengetahui siapa dia. Anakku. Anak makhluk yang seumur hidupnya menderita, la
pun bernasib malang seperti aku."
Kemudian dia diam. Erna melihat makhluk itu menangis. Dan Erna dalam
ketakutannya turut menangis. Tetapi dia tidak dapat mengatakan sepatah kata pun.
"Pulanglah kau Erna. Aku tak dapat mengantarkanmu.
Karena aku sudah tidak bisa berbentuk manusia biasa lagi.
Sebagai manusia aku sudah mati. Dan beginilah nasibku!" kata Dja Lubuk. Selesai
dengan kalimatnya dia pun hilang.
Erna bangun pelan-pelan. Masih sempat melihat ke empat pemuda yang hendak
memperkosanya tadi. Dia pergi ke tepi jalan. Berdiri di sana. Agak lama juga.
Beberapa kendaraan yang lalu tidak mau berhenti walaupun dia memberi tanda minta
ikut. Supir-supir kendaraan itu menyangka, bahwa dia Dewi KZ
48 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
tentunya kuntilanak. Membawa dia berarti mencari mati. Kisah kuntilanak banyak
diketahui oleh pengemudi-pengemudi mobil di Medan. Terutama yang suka berjalan
malam dari Medan ke Pangkalan Brandan. Sebelum Tanjung-pura mereka harus melalui
Tanjung Beringin. Daerah ini terkenal angker oleh kuntilanak yang sudah
mengambil beberapa korban. Semua korbannya laki-laki. Tetapi seorang supir yang
tahu bagaimana mengalahkan kuntilanak telah menyumbat lobang di tengkuk wanita
itu dengan kain. Dia menjadi perempuan yang cantik dan dijadikan isterinya.
Sampai bertahun-tahun lamanya mereka hidup. Tanpa gangguan. Sehingga tiba
saatnya perempuan itu meninggal dunia. Juga di perapatan ke Tanjung Morawa konon
sering terlihat perempuan cantik melambaikan tangan hendak menumpang. Tetapi tak
ada supir yang berani berhenti.
Tetapi seorang laki-laki bersepeda motor lalu berhenti atas lambaian Erna. Dan
dia memboncengkan Erna sampai ke Medan, diantarnya sampai ke rumah. Gadis itu
meminta dia masuk. Semula orang tua Erna sudah mau marah-marah, tetapi Erna
memberitahu, bahwa justru dialah yang menolong.
Selama di jalan tadi Erna tidak berkata sepatah kata pun kepada penolongnya,
karena pikirannya masih penuh oleh peristiwa yang baru saja terjadi. Dan lelaki
itu pun tidak bertanya apa-apa. Dia tahu wanita itu ingin turut ke Medan dan dia
membawanya ke sana. Habis.
Erna lalu menceritakan, apa yang telah terjadi. Dia bercerita dengan terbata-
bata, diselang-seling oleh tangis.
"Hampir saja aku celaka. Ibu," katanya.
"Jadi keempat orang itu masih di sana?" tanya ayah Erna.
Erna mengangguk, mengiyakan. Ayah Erna segera melaporkan kejadian itu kepada
Polisi terdekat. Karena yang membonceng Erna itu, Adlin namanya kebetulan
seorang Dewi KZ 49 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
reporter free lance bagi beberapa majalah di Jakarta, maka ia mengajukan
pertanyaan-pertanyaan. Buat dia peristiwa itu bukan saja menarik, tetapi akan
menghasilkan honor. Dia tidak mengharapkan terjadinya kecelakaan-kecelakaan
begitu, tetapi kalau ada yang demikian maka kecelakaan orang lain berarti uang
masuk juga buat dia. Uang halal. Walaupun tidak seberapa. Nama, buat reporter-
reporter muda sangat penting.
Bagi yang mampu malah lebih penting dari honornya.
Karena Adlin mengetahui di mana dia berhenti waktu membonceng Erna tadi, maka
dia turut bersama Polisi ke tempat itu. Dan dia bertambah senang. Karena
senjatanya yang berupa alat pemotret dan blits selalu dibawanya ke mana pun ia
pergi. Pemandangan itu sungguh mengerikan. Satu per satu korban diterangi dengan
lampu santer. Dan satu per satu Adlin memotretnya.
Keempat korban diangkut dengan ambulans ke rumah sakit umum. Setelah mereka bisa
bicara menerangkan alamat; barulah dapat di beri tahu kepada orang tua masing-
masing. Dua di antara anak muda itu adalah anak orang mampu dan terpandang pula. Anak-
anak miskin tidak akan punya mobil dan jarang punya keberanian sejauh itu.
Paling-paling mereka mencopet karena kelaparan atau menyambar kain baju yang
sedang dijemur untuk ditukar dengan beberapa puluh atau beberapa ratus perak.
Guna penyambung hidup. Anak-anak mampu dan terpandang berani melakukan itu,
karena menduga bahwa orang tuanya akan menjadi penolongnya nanti, kalau terjadi
sesuatu yang buruk. Ditangkap umpamanya. Jadi tidak perlu terlalu kuatir.
Kenakalan remaja yang begini merupakan gangguan bagi ketertiban dan keamanan.
Tidak mudah diatasi. Tetapi bagaimanapun harus diatasi oleh yang berwajib.
SUDAH tentu berita itu menjalar ke segenap penjuru kota dan sampai ke daerah-
daerah. Tetapi kali ini lain warnanya.
Kalau biasanya tentang kejahatan atau tindakan manusia Dewi KZ
50 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
harimau yang dianggap jahat, kali ini tentang kebaikannya menyelamatkan seorang
gadis. Dari situ menjadi jelas bagi mereka, bahwa harimau ini memang bukan
semaunya saja mengambil tindakan.
Erna menceritakan semua apa yang dialaminya. Kedua orang tuanya merasa, bahwa
yang menyelamatkan Erna adalah manusia harimau yang sama, yang telah merusak
muka Nurdin, paman Erna. Mereka pun menarik kesimpulan, bahwa harimau itu juga
mengetahui hubungan anaknya Erwin dengan Erna dan bahwa ia menyukai hubungan
itu. Ayah dan Ibu Erna semufakat untuk mengundang Erwin. la hendak didekatkan
kembali dengan Erna. Tetapi anak muda itu tidak bisa dijumpai, la telah mendapat
firasat setelah ayahnya dalam bentuk manusia harimau menyelamatkan bekas
kekasihnya, tentu ia akan diundang oleh keluarga Erna. Setidak-tidaknya untuk
menyampaikan terima kasih. Oleh karena itulah ia menghilang. Bilamana ia bertemu
lagi dengan Erna, tentu luka hatinya akan semakin lebat dan dalam. Dia juga yang
akan merana, sebab dia memang dengan sepenuh hati mencintai gadis itu. Erwin,
walaupun ganteng, tahu diri. Sekali dihina tidak akan kembali kepada orang yang
menghina dia. Amarah bisa dimaafkan dan dilupakan, tetapi penghinaan akan
tergores seumur hidup di dalam hati.
Atas nasihat seorang dukun, hendak diucapkan terima kasih kepada harimau manusia
itu. Setelah diadakan selamatan atas diri Erna yang lolos dari perkosaan itu,
maka kepada sang harimau diberikan sesajen. Semacam hidangan tanda terima kasih.
Diletakkan di atas pinggan yang bagus-bagus.
Dilengkapi dengan lauk pauk yang enak-enak. Disediakan berbagai macam buah-
buahan sampai kepada appel dan anggur yang semasa hidup Dja Lubuk barangkali tak
pernah dirasanya. Tak dilupakan 21 butir telur, walaupun seharusnya tujuh buah sudah cukup. Mereka
dengan itu hendak menunjukkan terima Dewi KZ
51 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kasih yang tiada terhingga. Hendak mengajak harimau itu bersahabat. Bukan itu
saja. Setelah semua hidangan itu diletakkan di atas taplak yang bersih, maka
pada satu sisi diletakkan pula kasur yang empuk berseprei. Maksudnya supaya
harimau manusia itu bisa duduk seenaknya ataupun rebah rebahan setelah ia
kenyang. Tetapi, keesokan harinya ketika mereka datang melihat ke sana, mereka jadi
kecewa. Tak satu pun makanan itu dijamah makhluk yang diundang. Telur-telur itu
tetap sebagaimana semula. Harimau manusia itu tak datang. Mereka mengartikan
bahwa nenek bukan marah. Hanya tak mau kalau diberi makan tanda terima kasih.
Dia menganggap penyelamatan atas diri Erna hanya sesuatu yang wajar. Tidak perlu
dikasih makan segala dalam cara yang begitu mewah. Dia tidak pernah menghadapi
hidangan yang begitu lengkap seumur hidupnya.
Dan dia tidak membutuhkan itu.
ERWIN mengetahui semuanya itu. Penolakan hidangan oleh ayahnya amat menyenangkan
hatinya. Rupanya sifatnya tak sudi kembali kepada orang yang pernah menganggap
dia hina, sesuai dengan sifat ayahnya. Tidak mau menerima sesuatu secara
berlebihan. Nampaknya antara dia dengan ayahnya ada banyak sekali persamaan.
Setelah kejadian itulah Erwin pergi ke Jakarta menumpang di rumah Hilman dengan
isterinya Norma untuk pengalaman-pengalaman lain dengan Dja Lubuk.
*** KEJADIAN atas diri Nyonya. Poniman yang menggemparkan itu tersiar luas. Tetapi
hanya sedikit sekali orang yang percaya akan kebenarannya. Umumnya masyarakat
berpendidikan lumayan di daerah di mana Hilman bertempat tinggal, tidak lagi
percaya pada keajaiban-keajaiban yang begitu. Mereka anggap apa yang dilihat
oleh Nyonya Poniman Dewi KZ
52 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
hanya khayalannya, karena ia diburu rasa takut yang menghantui dirinya. Karena
itu ia memandang yang sebenarnya tidak ada. Beberapa reporter yang merasa
terpanggil oleh tugas untuk menceritakan kisah itu secara terperinci memerlukan
menemui Nyonya Poniman. Beberapa harian memuat berita itu secara agak panjang,
tetapi ada banyak redaktur kota yang memotong tulisan-tulisan terperinci dari
para reporter. Dan sampai seminggu sejak kejadian yang membuat pingsan Nyonya
Poniman, tidak ada lagi kejadian baru yang diharapkan oleh masyarakat yang
mempercayainya. Berharap mendengar kelanjutan kejadian yang menakutkan itu, tetapi sekaligus
juga berharap agar jangan mengalaminya sendiri. Yang lemah jantung pasti akan
pingsan, atau bahkan menemui ajalnya. Erwin bersyukur, ayahnya tidak datang
lagi. Dalam pada itu diam-diam dia, sebagai orang baru di Jakarta, mencari info ke
sana ke mari, di manakah ada orang pandai yang bisa menolong dia. Sebagai alasan
dia katakan untuk mendapat azimat pencegah perbuatan jahat sesama manusia.
Kepada lain orang dia katakan untuk mempelajari Imu pekasih, supaya ia selalu
disukai oleh wanita yang diingininya.
Akhirnya ia mendapat beberapa alamat Ada yang tinggal di Bekasi, kata orang
pernah bertapa di Gunung Salak. Ada ydng tinggal di Sukabumi, yang kata orang
pernah bertemu dengan Nyai Roro Kidul tak jauh dari pantai Pelabuhan Ratu. Ada
juga yang tinggal di Grogol. Menurut yang memberi alamat, dukun Grogol ini
mempunyai ilmu hitam yang hebat sekali. Bisa menolak segala macam bahaya yang
mengancam seseorang. Bisa membuat hukum tidak bisa menjangkau pejabat yang melakukan korupsi
bagaimanapun besarnya. Erwin mengambil keputusan untuk meninjau dukun yang
terakhir ini saja dulu, sebab inilah yang paling dekat. Dia pergi ke sana. Wah,
ini bukan "ukuran" untuk dia. Beberapa mobil sedan mewah-mewah parkir di pinggir
jalan, tak jauh dari sebuah gang Dewi KZ
53 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
tempat rumah dukun teramat pandai itu. Orang-orang ini tentulah orang-orang kaya
yang punya harta jutaan. Berani bayar berapa saja yang dipinta oleh orang
berilmu tinggi itu. Dia mau mundur saja. Cari dukun yang lain, kelas murahan.
Tetapi sebelum melakukan itu, dia jumpai lagi orang yang memberi alamat itu.
"Bang Saleh," kata Erwin kepada orang itu. "Saya sudah coba melihat-lihat ke
tempat orang pintar yang abang kasih tahu! Tapi rasanya saya tidak sanggup."
"Apanya yang tidak sanggup" Tidak berani menceritakan keadaanmu?" tanya orang
yang bernama Saleh dan dipera bang oleh Erwin.
"Bukan, saya rasa saya tidak sanggup membayar. Dia tentu kelas mahal, sedangkan
saya cuma begini saja bang. Kerja saja belum dapat!"
"Jangan kuatir perkara bayaran. Pak Pi'i bisa lihat kemampuan orang tanpa
bertanya kepada yang empunya diri. Dia minta bayaran tinggi memang, tetapi hanya
kepada "pasien-pasien" yang kaya. Biarpun dia dukun pintar, tetapi jiwa
sosialnya besar. Orang-orang tidak mampu selalu diberi gratis.
Tidak usah bayar. Lebih baik kau coba. Atau kuantarkan kau ke sana, mau" Aku
pernah ke sana membawa seorang gede.
Aku kenal sama Pak Pi'i?"
"Tak usah. Bang Saleh tak usah repot-repot. Besok saya ke sana," kata Erwin.
Kalaulah maksudnya memang minta azimat pekasih dia tentu akan suka sekali
diantar oleh bang Saleh. Tetapi dia bukan mau itu. Dia tidak mau orang lain tahu, apa sebenarnya yang
dikehendakinya. Bisa berabe.
Dan pada keesokan harinya Erwin benar-benar nekad. Dia naik helicak. Yang tahu
dia akan ke sana hanya bang Saleh.
Kepada teman akrabnya sendiri Hilman tidak diberi tahu apa pun. Nanti dia banyak
pertanyaan. Mungkin juga curiga. Betul Dewi KZ
54 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
saja. Di beranda rumah Pak Pi'i yang cukup besar tetapi termasuk sederhana dia
lihat banyak orang. Di antaranya orang-orang yang dari gayanya bisa ketahuan
tidak berkantong tebal. Tetapi ada juga babe-babe yang perutnya gendut-gendut.
Ngomong-ngomong antar mereka sambil tertawa-tawa. Orang-orang yang kelihatannya
hidup tanpa mengenal apa arti itu kemiskinan atau kekurangan.
Seperti pengunjungan pada sementara dokter, di sana juga pasien harus
mendaftarkan nama terlebih dulu. Nanti akan dipanggil, bila gilirannya telah
tiba. Erwin ngomong-ngomong dengan mereka yang menurut taksirannya setaraf


Manusia Harimau Karya S B. Chandra di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

dengan dia. Di antara mereka ini ada yang mau minta minyak supaya dagangannya laris. Ada
yang mau minta pekasih, supaya digilai wanita. Ada yang mau minta obat pelawan
racun. Ada juga yang mau mohon bantuan Pak Pi'i supaya lekas dapat pekerjaan. Di
sanalah pula Erwin mengetahui, bahwa di antara orang-orang kaya yang datang itu
ada yang mau memperbarui kekuatannya. Yaitu semacam piganta atau pegentar. Suatu
ilmu yang konon bisa membuat orang jadi tidak berani ambil tindakan apa pun
terhadap dirinya. Kalau punya hutang, maka yang punya duit tidak berani menagih
dengan kasar. Kalau dia bilang belum bisa bayar, maka yang menagih akan ngeluyur
pergi. Yang bikin kesalahan tidak akan ditindak. Penegak-penegak hukum akan
merasa enggan saja mengambil tindakan.
Sekiranya korupsi, bisa selamat. Jangan kuatir akan ditangkap.
Apa itu benar atau tidak, tetapi selalu ada saja orang-orang gedean minta
bantuan ke sana. Setelah tiga jam menanti, tibalah giliran Erwin. Dia masuk dengan hati berdebar.
Kata bang Saleh, orang pandai itu akan mengetahui maksud kedatangan siapa saja.
Tak usah diucapkan pun dia akan mengerti. Setibanya di hadapan Pak Pi'i, cepat
Erwin menyalam dan hendak mencium tangan dukun itu.
Tetapi Pak Pi'i menarik tangannya sebelum tercium oleh Erwin. Kata setengah
orang, hanya orang-orang yang kurang Dewi KZ
55 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
tinggi ilmunya yang membiarkan tangannya dicium. Orang yang punya ilmu top tidak
mau tangannya dicium, karena mereka merasa diri mereka manusia biasa juga,
walaupun punya kepandaian khusus. Dan sebagai manusia lainnya mereka merasa
punya dosa. Selama orang punya dosa, maka tidak perlu tangannya dicium. Cukup
disalam saja. Tetapi itu hanya kata sementara orang.
"Duduk nak, duduk!" kata Pak Pi'i.
"Pak, maksud kedatangan saya," hanya sampai di situ ucapan Erwin. Sebab Pak Pi'i
langsung memotong. "Bapak sudah tahu! Bapak kepingin menolong. Itu kewajiban sesama manusia," kata
Pak Pi'i. Besar hati Erwin mendengar. Dia akan tertolong. Akan bebas dari
kengerian yang selalu dihadapi atau disebabkannya.
"Tetapi," kata Dukun itu. "Bapak sungguh menyesal, ilmu Bapak tidak sampai ke
sana. Bapak tidak akan sanggup melepaskan dia dari dirimu. Dia akan selalu
mengikuti ke mana pun kau pergi, sebab ayahmu itu sangat sayang kepadamu!"
Erwin menjadi pucat. Pak Pi'i benar-benar bukan dukun sembarangan. Dia tahu apa
maksud kedatangan Erwin. Dia mengatakannya dengan tepat.
Melihat Erwin pucat dan terdiam. Pak Pi'i berkata:
"Ngomong-ngomong, biarpun Bapak bisa tahu apa maksudmu, tetapi terus terang
Bapak tidak bisa menerka siapa namamu!"
"Erwin Pak!" sahut anak Dja Lubuk.
"Belum punya pengetahuan dari seberang ya Selama Bapak punya pengetahuan
sedikit-sedikit dan mengenal orang-orang yang datang minta bantuan kepada Bapak,
belum ada yang punya kehendak seperti nak Erwin. Kalau Bapak sanggup tentu Bapak
usahakan. Tetapi tentang maksud kedatanganmu di Dewi KZ
56 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Jakarta ini boleh Bapak tolong. Itu pun kalau percaya. Semoga lekas dapat
pekerjaan!" Dan memanglah Erwin bermaksud mau cari pekerjaan di Jakarta. Dari Hilman dia
dapat tahu, bahwa satu lowongan kerja di Jakarta terlalu banyak. Untuk satu
lowongan bisa ratusan orang yang melamar.
"Betul Pak, saya cari pekerjaan, nampaknya tidak ada harapan!"
Dukun itu meminta kepada Erwin supaya mengulurkan kedua belah tangannya. Anak
muda itu menurut, kedua tangannya dipegang oleh Pak Pi'i. Dia membaca-baca.
Tidak usah apa yang diucapkannya, hanya bibirnya kumat-kamit.
Entah dalam bahasa apa pula. Sebab mantera digunakan oleh banyak suku bangsa di
Indonesia dalam bahasa masing-masing.
Kebanyakan dalam bahasa Arab. Di samping itu ada yang bahasa Minang, Batak,
Aceh, Jawa dan sebagai-nya. Setelah itu dukun mengeluarkan sebuah batu hitam
kecil dari sakunya, memberikannya kepada Erwin.
"Terima kasih banyak Pak! Saya numpang tanya"/' "Kau ingin tahu siapa yang bisa
menolong kau?" tanya Pak Pi'i.
Erwin jadi tambah heran. Orang yang berusia sekitar enam puluh tahun ini punya
ilmu yang benar-benar tinggi. Memang dia mau bertanya, siapakah yang bisa
menolong dia dalam kesulitannya ini.
Kata Pak Pi'i: "Kau coba pergi ke Serang. Tanyakan di sana Pak Kyai Mursid. Ilmu
beliau jauh lebih tinggi dari Bapak.
Lagi pula ilmunya ilmu bersih. Tidak seperti pengetahuan Bapak. Sudah campur
aduk. Setengah ilmu hitam dan setengah meminta kepada Tuhan!"
Erwin bertanya, berapa dia harus membayar. Tetapi Pak Pi'i berkata: "Tak perlu
bayar apa-apa. Bapak akan turut senang Dewi KZ
57 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kalau kau bisa dapat pekerjaan. Bila dapat, kerjalah dengan jujur. Jangan
seperti banyak orang kaya yang datang ke mari.
Mereka orang-orang tamak dan serakah. Tetapi Bapak tolong juga. Dosanya,
merekalah yang menanggung. Kalau bebas dari hukum negara, belum tentu bebas dari
hukum karma. Yang pasti di akhirat semuanya kita akan diadili. Dan itulah
pengadilan yang sejati."
Timbul kembali harapan Erwin. Tetapi malam itu dia dapat gangguan. Mula-mula dia
dengar suara: "Kau jangan pergi ke sana. Jangan!"
Erwin terkejut. Siapa yang bicara dengannya. Tidak ada seorang pun di sana
selain dia. Suara itu memang bagaikan dari jarak jauh dan serasa tidak
dikenalinya. Kemudian hawa di dalam bilik itu mulai dingin. Ada suara yang
mufanya menderu lembut, tetapi kian lama kian kencang. Bagaikan angin yang
tambah kuat. Bersamaan dengan kian kerasnya deru itu, hawa menjadi tambah
dingin. Akhirnya begitu dingin, sehingga Erwin menggigil.
"Kau tak mengenal suaraku lagi Erwin?" tanya suara itu.
Dia jadi lebih terkejut. Kini dia mengenalnya. Suara ayahnya. Betapa malu dia
ditanyakan ayahnya apakah dia sudah tidak mengenal suara ayahnya sendiri.
"Tak usah kau malu Er. Aku tadi sudah bertanya ketika aku masih jauh. Aku
rasakan tak sabar hendak bicara dengan kau!"
Kian jelas, tetapi tidak juga ada orang atau makhluk yang kelihatan. Sudah agak
lama juga ayahnya tidak datang. Erwin mulai gelisah. Dia kenal perasaan itu.
Awal dari perubahan diri atau sebagian dari dirinya. Bulu kuduknya meremang.
Kemudian dia melihatnya. Kuku tangannya memanjang, pelan-pelan berubah bentuk.
Erwin merasa mukanya memucat.
Takut. Dia tidak mengharapkan, kalau boleh tidak menghendaki lagi perubahan itu.
Untuk itu dia bertanya kian Dewi KZ
58 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kemari di mana ada dukun yang betul-betul pintar dan sanggup.
Pak Pi'i menyatakan tidak sanggup. Baru besok dia akan ke Serang mencari Kiyai
Mutiara Hitam 1 Makam Asmara Lanjutan Persekutuan Tusuk Konde Kumala Karya Wo Lung Shen Iblis Sungai Telaga 32
^