Pencarian

Ada Apa Dengan Setan 1

Dewi Ular 97 Ada Apa Dengan Setan Bagian 1


Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Seri Dewi Ular 97-Tara Zagita
Ada Apa Dengan Setan
Karya : Tara Zagita
Sumber DJVU : Jisokam
Editor : Jisokam
Ebook oleh : Dewi KZ
TIRAIKASIH WEBSITE
http://kangzusi.com/ http://dewi-kz.info/
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
ADA ?"" DENGAN SETAN
Oleh ?"?" Zagita
Serial Dewi U lar
Gambar sampul oleh Fan Sardy
Penerbit Sinar Matahari, Jakarta
Hak cipta pada Penerbit ,
Dilarang mengcopy atau memperbanyak
sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari penerbit
Oo-dwkz-234-oO Sinopsis Rubby sudah meninggal hampir 40 hari. Tahu-tahu ia
bangkit dan pulang ke rumah kontrakannya.
Kebangkitan Rubby menggemparkan penduduk setempat.
Yannu, teman sekamarnya terpaksa harus membawa Rubby
kepada Kumala Dewi untuk mengetahui, benarkah Rubby
hidup kembali atau kekuatan setan yang menyamar sebagai
sosok Rubby semasa hidupnya.
Tepat di malam bulan purnama, Kumala Dewi tidak bisa
menerima tamu karena ia berubah menjadi seekor ular
bersisik emas. Pada saat ia berada dalam kamarnya, ia melihat
sekelebat bayangan tamu yang datang ke rumah itu. Dan,
dalam kecepatan gerak sang tamu Kumala melihat bayangan
biru. Tamu itu memiliki bayangan biru ketika seluruh tubuhnya
terkena sinar bulan pumama.
Padahal sudah ditetapkan dalam ramalan para dewa
kahyangan, bahwa calon jodohnya Kumala Dewi adalah pria
yang memiliki bayangan biru ketika tubuhnya terkena sinar
bulan purnama. Kumala Dewi pun diliputi kegundahan hati.
Benarkah tamunya memiliki bayangan biril atau hanya karena
pakaiannya serba biru, sehingga tampak seperti bayangan
biru" Siapa, tamu yang datang ke rumahnya di ma lam bulan
purnama itu" Adakah hubungan dengan kebangkitan Rubby"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Konon, sang tamu sedang memburu seorang tokoh aliran
hitam yang mencuri Kitab Mantera Terlarang. Tokoh radikal
yang diburunya itu dikenal dengan nama Seithan. Menurut
Buron, nama itu jika diterjemahkan dalam bahasa Bumi
artinya : Setan.
Lalu, ada apa sebenarnya dengan setan "
Oo-dwkz-234-oO 1 BULAN purnama memancar terang. Langit biru halus bak
sebuah permadani yang dibentangkan. Warna rembutan
kuning semburat perak. Pancaran cahayanya sungguh indah
menerangi bumi. Tapi pancaran cahaya rembuhan juga punya
makna mistis yang sering membuat bulu kuduk meremang.
Merinding. "Romantis banget suasana malam ini, ya Man" Buat
pacaran enak nih, ya nggak?"
"Pacaran ama siapa" Ama kuntilanak"!"
"Waaah, elu emang laki-laki yang nggak ngerti roman-
romanan. Hidup lu gersang, kalau nggak ngerti romantis ama
nggak kenal cinta!"
"Sok tau elu, Mil. Kayak yang udah pernah jatuh cinta aja."
"Jatuh cinta sih. emang belum pernah,tapi gue udah sering
jatuh dari motor kan" Jadi kalau gue entarnya jatuh cinta,
udah nggak kaget lagi, ya nggak" He, he, he..."
"Elu baru minum kopi teh botol aja udah mabuk gitu,
apalagi elu minum sekalian botolnya. Eh, gue kasih tahu, ya
Mil... malam terang bulan kayak gini biasanya disukai sama
roh halus. Banyak yang pada keluyuran nyari mangsa! Jadi
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
malam terang buian kayak gini bisa dibilang ma lam penuh
horor!" "Waah, bego nih anak ..... ! Malam terang bulan kayak gini
udah jelas malam penuh cinta, romantis dan mesra. Ya nggak,
Mang?" ?"?" yang elu kate emang bener, Mil. Tapi yang dibilang
Sarman tadi juga bener. Soalnya, tetangga saya di kampung
pernah ketemu setan empat kali di malam terang bulan kayak
gini." "Si Jamil mana ngerti, Mang. Kalau udah kepergok sendiri
ama yang namanya setan, naah..., baru bisa ngerti dia,
Mang." Percakapan Jamil dan Sarman cukup seru. Apalagi Mang
Oyom, si pemilik warung mie rebus di pangkalan ojek itu, ikut-
ikutan menimpali dengan pemahaman yang ada pada dirinya,
maka suasana pun menjadi semakin hangat. Kedua tukang
ojek itu saling mempertahankan pendapatnya. Suara mereka
makin lama semakin keras, karena malam semakin sepi,
Jarum jam semakin mendekatt angka dua belas.
Tiba-tiba sebuah motor meluncur dalam kecepatan tinggi.
Suaranya yang keras sangat dikenali oleh mereka sebagai
motor miliknya Memet, ?"muda usia 19 tahun yang
kesehariannya menjadi tukang ojek juga. T api mereka merasa
heran karena tidak biasanya Ujang mengendarai motor
sekencang itu, tanpa mempedulikan suasana malam sudah
sangat sepi. "Busyet! Ngapain si Ujang tuh, kenceng banget bawa
motornya"!"
"Udah gila kali tuh anak. Malem-malem begini bawa motor
sekenceng itu"!" gerutu Mang Oyom, merasa kurang simpati
dengan tingkah Ujang.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Deru motor semakin dekat. Jamil dan Sarman keluar dari
warung, karena mereka merasa ada yang tidak beres pada diri
Ujang. Lampu motor tidak dinyalakan, dan motor jalannya
lurus, tidak mengikuti jalur jalan beraspal. Dari jarak beberapa
meter, Jamil dan Sarman mendengar suara Ujang berseru,
entah di tujukan pada siapa. Mang Oyom jadi ikut keluar dari
warung nya. "Tolooong...!! T ooloongin gue dooong...!"
"Kenapa sih dia"!" gumam Mang Oyom rnenghampiri
Sarman. Namun lelaki berusia 50 tahun itu segera ! meriyingkir dari
tempat berdirinya, begitu pula Sarman dan Jamil. Mereka
melompat dengan panik ketika motor Ujang meluncur lurus ke
arah mereka. "Baaang, toolooongin saya, Baaang...!!"
"Heey, kenapa lu, Jang"!" teriak Sarman yang hampir
tertabrak motornya Ujang.
Wuuuss...! Motor itu nyelonong terus, sepertinya sulit
dihentikan. Hampir saja menabrak bagian depan warung Mang
Oyom. Krraaaaaaaaaak, gubraaaaaaaaak ...... !!
Hhrrruuuuuuuuung...!!
Ujang menabrak kios rokoknya Bang Madi yang sudah lama
tidak digunakan lagi. Motor pun jatuh dengan meraung
panjang. Ujang terlempar ke depan motor dan tubuhnya
membentur kios rokok tersebut dengan cukup keras.
"Astaghfirullaah ...... "!"
"Ya, ampuuun .... Lu kenapa sih, Jang" Kenapaaa...?"!"
seru Jamil sambil bergegas menolong Ujang bersama Mang
Oyom, sementara Sarman berusaha mematikan mesin motor.
Ujang tak mempedulikan lukanya. T ak menggubris kepalanya
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
yang berdarah akibat membentur tepian kios rokok. Ia
terengah-engah dengan matanya yang liar dan wajahnya yang
pucat . Sangat ketakutan.
"Sseee... seeetan...! Tooollong, ad... ada... ada..."
"Setan apaan, maksudmu"! " sentak Jamil yang menjadi
panik begitu mengetahui Ujang berlumuran darah.
"Ada ?"" dengan setan, Jang"! Maksudmu gimana sih"!"
"Bawa dulu dia ke mari, Mil!" seru Sarman.
Suasana menjadi serba menegangkan. Dua orang lelaki
yang tinggalnya tak jauh dari tempat itu segera keluar dari
rumah mereka. Melihat Ujang berdarah dan dituntun ke
bangku warung, maka kedua lelaki itu: Mas Budi dan Bang
Eddy, segera menghampiri warungnya Mang Oyom. Mereka
juga penasaran mendengar penuturan Ujang yang tak jelas,
dan terkesan seperti orang kesurupan jadinya.
"Seetan.., iya, oohh, takuuut... ! Jaaangan, jangan...
ooohh, jangan dekati saya ..... !"
"Kasih minum dulu tuh," usul Mas Budi, dan Mang Oyom
segera memberikan segelas air putih dingin kepada Jamil
untuk diminumkan kepada Ujang.
Mereka berusaha
menenangkan Ujang silih berganti .
Beberapa saat kemudian, setelah mereka yakin lukanya
Ujang tidak terlalu parah, tidak perlu dibawa ke rumah sakit,
lambat laun Ujang pun mulai dapat menguasai diri. Meski pun
dengan ekspresi wajah masih dicekam perasaan takut, tukang
ojek termuda mulai bisa bicara dengan jelas.
"Sa... saya melihat setan, Bang. Sum... sumpah! Saya lihat
sendiri dengan jelas sekali Bang. Jelas sekali dia itu hantu!"
"Hantu ?"" setan"!"
"Setan apaan yang elu lihat tadi, Jang"!"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Ceritanya gimana, ceritanya ..?"
"Kayaknya tadi elu bawa penumpang ke arah komplek. Iya
kan?" tanya Sarman sambil memberi obat merah pada luka-
luka di lengan Ujang. Obat merah itu diperoleh dari rumah
Bang Eddy. "Iya, Bang. Saya anter dia ke Jalan Kenari Ujung. Nah,
pulangnya saya nggak lewat tengah komplek, tapi motong
jalan lewat pinggiran komplek. Maksud saya biar dekat dan
cepat sampai sini."
"Hmm, terus... kamu lihat setan di mana?"
"Iya, setannya kayak apa sih"! Coba gambarkan
bentuknya...!" Jamil tampak penasaran sekali, karena dalam
hatinya dia mengalami keraguan. Antara percaya dan tidak.
"Abang... masih... masih ingat, hmmm .. Bang Rubby,
kan?" Jamil berkerut dahi.
"Rubby.... " Maksud lu, Rubby yang dulu jadi. sopir taksi?"
"Naaah, naaah... iya, benar!"
"Yang tinggalnya di rumah kontrakan Haji Napih?" sahut
Sarman. "Be... benar, Bang."
"Huuuh, gimana sih lu, Jang... Rubby yang itu kan udah
meninggal sebulan yang lalu"!" kata Jamil.
"Iiiyy..iya! Saya tahu, saya juga ikut ngubur waktu itu."
"Terus, kenapa lu sebut-sebut namanya?"
"Saya... saya tadi ketemu dia, Bang! Ketemu... iya, itu...
ketemu Bang Rubby , bekas sopir taksi itu."
"Ah, ngaco aja kali dia," sahut Eddy. "Kalau nggak, salah lihat ! "
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Beeener kok, sum... sumpah mampus deh! Saya lihat Bang
Rubby memasuki gang rumah kontrakan Haji Napih. Dia... dia
jalan dengan santai sambil ngisep rokok. Malahan... waktu
saya perhatiin, motor'saya jalan pelan-peian, dia... dia
menyapa saya: 'Dari mana,. Jang'...,gitu!" sambil menirukan
gaya merokoknya Rubby.
"Jangan-jangan elu salah lihat, Jang"!" ujar Mas Budi.
"Nggak k"k, Mas. Saya nggak sajah lihat. Makanya, setelah
saya yakin saya nggak salah lihat, dan saya mendengar
teguran dia, buru-buru saya tancap gas dengan sekujur tubuh
merinding sekali. Saya nggak jadi lewat jalan samping
mushola, saya langsung masuk jalan komplek lagi yang lebih
terang walau pun agak jauh ...!"
Semua orang yang ada di warung Mang Oyom sama-sama
terbungkam. Seolah-olah mereka tak mengerti harus
berkomentar ?"". Dari wajah masing-masing terlihat
kebimbangan hati untuk menolak cerita itu atau mempercayai
kebenarannya . "Saya... saya lihat. Bang Rubby seperti baru pulang dari
suatu tempat, dengan pakaian agak rapi, tapi nggak necis-
necis amat. Ia sempat kelihatan agak ragu sebentar sebelum
memasuki jalan gang menuju rumah kontrakan Haji Napih."
?"?" iya si Rubby bangkit dari kuburnye "!" gumam Bang
Eddy yang sangat kenal dengan almarhum Rubby.
Pria yang kesehariannya sebagai makelar ?"" saja itu
memang sering berma in catur dengan Rubby. Kadang
menggunakan uang lima sampai sepuluh ribu sebagai modal
taruhannya. Rubby sering memarkirkan taksinya untuk
mangkal di samping warung Mang Oyom, sehingga semua
tukang ojek dan orang yang sering nongkrong di warung
Mang Oyom sangat kenal dengan Rubby.
Rubby tinggal di rumah kontrakan Haji Napih sudah hampir
dua tahun. Di rumah petak itu ia hidup bersama teman
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
sekampung: Yannu, panggilannya. Keduanya belum berkeluarga meski pun sudah berusia 28 tahun. Yannu juga
bekerja di perusahaan taksi yang sama dengan taksi yang
dibawa Rubby kesehariannya. Hanya bedanya, Rubby sopir
taksi, sedangkan Yannu salah satu teknisi yang setiap harinya
berada di pool. ?"k", ketika tersebar berita duka cita atas
kematian Rubby, orang pertama yang jatuh pingsan adalah
Yannu. Ia merasa seperti kehilangan seorang saudara
kandung. Sampai sekarang di hati Yannu masih menyimpan
dendam yang entah kapan dapat terlampiaskan atau tidak,
Sebab, kematian Rubby adalah kematian yang cukup tragis.
Rubby tewas dibunuh oleh perampok yang membawa kabur
taksinya dan melemparkan mayat Rubby ditepi sungai. Diduga


Dewi Ular 97 Ada Apa Dengan Setan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

perampoknya tidak hanya satu orang. Rubby mengalami
beberapa luka tusuk di sekitar pinggang serta dada kiri.
Bagian belakang kepalanya terluka akibat pukulan benda
keras. Sedangkan pada bagian lehernya terdapat bekas lilitan
tali plastik yang mencekiknya kuat-kuat.
Kondisi mayat yang seperti itu menandakan bahwa selain
mendapat serangan dari samping kiri, Rubby juga diserang
dari belakang oleh satu atau dua orang. Mungkin pada
awalnya mereka berpura-pura sebagai penumpang biasa,
sehingga Rubby tak sempat curiga pada mereka. Sangat
disayangkan, hingga sekarang taksi itu belum ditemukan oleh
petugas dan pelakunya pun belum ada yarig tertangkap.
Timbul pertanyaan di benak mereka setelah mendengar
penuturan Ujang; apakah karena pelakunya belum tertangkap
maka arwah Rubby bergentayangan di malam menjelang 40
hari kematiannya itu"
"Menurut Mas Budi, apakah cerita Ujang tadi bisa
dipercaya?" tanya Bang Eddy yang berperut agak buncit.
"Kalau melihat sampai babak belur begitu, kayaknya Ujang
nggak mungkin mengarang-ngarang cerita seperti itu."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Iya. Memang dia benar-benar ketakutan sekali. Tapi
mungkin nggak si Ujang salah lihat, atau terganggu oleh
halusinasinya sendiri, atau entah ?"" lagi" Sebab, anak ini
sebenarnya penakut tapi ...... "
Suara deru motor ngebut dari arah komplek telah
memancing perhatian mereka, membuat Bang Eddy
menghentikan kata-katanya. Memandang ke arah datangnya
motor berkecepatan tinggi itu. Agak jauh di belakang motor
itu ada motor lain yang juga berkecepatan tinggi. Suara yang
keluar dari knalpotnya seperti jeritan setan merobek kesunyian
malam. "Siapa mereka?" suara Jamil terdengar sangat pelan,
seperti orang menggumam. Mas Budi yang berdiri tak jauh
dari pintu masuk warung Bang Oyom segera berkata pula
dengan suara agak keras.
"Kayaknya ada nggak beres lagi nih."
"Ada yang ribut kali," sahut Sarman.
Motor yang paling depan dipakai untuk berboncengan oleh
dua anak remaja berusia sebaya. Motor jenis bebek itu
berhenti di depan warung. yang diboncengkan turun, yang
satu tetap di atas motor dengan mesin masih tetap hidup.
"Bang, ada telur ayam kampung, Bang?" tanya anak itu.
"Ada" jawab Mang Oyom, lalu bergegas ke balik meja
dagangan. Melihat wajah anak itu agak tegang, Jamil langsung
menegur dengan rasa ingin tahunya.
"Malam-malam begini nyari telur ayam kampung, mau buat
?"?""
"Buat... itu... buat syarat, katanya."
"Syarat apaan, Dik?" Mas Budi segera mendekat.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Syarat... ngusir setan," anak itu menjawab agak segan.
"Ngusir setan"!" Ujang tersentak dan mulai tegang lagi.
"Ngusir setan gimana?" Jamil makin mendesak anak itu.
Yang duduk di atas motor menyahut dari kejauhan.
"Ada orang mati hidup lagi!"
Ujang langsung menyambar, "Bang Rubby. maksud elu..."!"
"Iya, Bang Rubby..." jawab anak yang menunggu telur
ayam kampung dari Mang Oyom.
Motor kedua datang. Juga dinaiki dua remaja tanggung.
Mereka teman kedua remaja yang datang lebih dulu. Akhirnya
mereka berempat saling berceloteh dengan wajah tegang,
menceritakan tentang kemunculan Rubby di bekas rumah
kontrakannya. Kemunculan Rubby membuat para tetangga
ketakutan dan suasana menjadi gempar.
Lalu, salah seorang dari para tetangga yang dianggap
sebagai orang pintar segera mendekati Rubby, memberi
teguran baik-baik, dan meyakinkan yang lain bahwa tamu
aneh yang datang malam itu tidak berbahaya. Yannu sempat
ketakutan dan tak berani membukakan pintu untuk menerima
kedatangan Rubby. Tetapi setelah mendengar saran si orang
pintar tadi, akhirnya Yannu berani membukakan pintu.
Diam-diam si tetangga yang dianggap sebagai orang pintar
itu minta dicarikan telur ayam kampung. Telur itu akan dipakai
untuk membuktikan, apakah yang datang saat itu adalah
kekuatan setan menyerupai almarhum Rubby, atau memang
Rubby yang sebenarnya.
"Kalau begitu ?"" yang dikatakan Ujang tadi... benar!" kata
Sarman dalam hatinya.
Yang lainnya pun berkesimpulan sama. ?"k", dengan rasa
sangat penasaran,
Sarman segera pergi ke rumah
kontrakannya Rubby. Ia berboncengan dengan Mas Budi dan
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Bang Eddy diboncengkan Jamil. Mereka ingin membuktikan
kebangkitan Rubby dari alam kuburnya, Ujang tak berani ikut
ke sana. Ia masih trauma, sehingga memilih tinggal di warung
bersama Mang Oyom.
Ternyata kabar itu bukan isapan jempol belaka. Gang
masuk menuju deretan rumah kontrakan milik Haji Napih
tampak dipadati orang. Mereka berkerumun di depan rumah
paling ujung. Di rumah paling ujung itulah Rubby dikerumuni
orang banyak yang sudah tidak takut dengan kebangkitannya,
tapi justru terheran-heran melihat kenyataan yang ada. Rubby
yang sudah hampir 40 hari dikubur itu, kini pulang dalam
keadaan sehat, tanpa luka atau membusuk sedikit pun.
Hanya saja, agaknya kemampuan berpikir Rubby sangat
berkurang. Ia seperti orang bego, yang menjawab pertanyaan
dengan ragu dan hanya sepatah dua patah kata saja yang
mampu ia ucapkan sebagai jawaban.., Lebih dari sepuluh
orang mencoba mengajukan pertanyaan pada pemuda
berambut ikal yang sudah tidak memiliki luka lagi,
sebagaimana luka yang dideritanya sewaktu ia dikuburkan.
"Rub, lu masih kenal gue kan?" Bang Eddy menyapa.
Rubby yang duduk di teras rumah diremuni orang banyak
itu memandangi Bang Eddy sampai beberapa saat,. kemudian
tersenyum dengan senyuman hambar.
"Oo, ya... Bang ..Eddy, kan?" .
"Naah, benar, benar... kalau ini. siapa nih yang di sebelah
gue?" "Hmmm, Mas Budi, Pa kabar Mas Budi ?"
"Baik, Rub,., senang sekali aku bisa lihat kamu kembali.
Makanya aku sama. Sarman dan yang lain datang kemari buat
tengok kamu."
"Makasih, Mas Budi... Eeeh, Sarman, Jamil... 'pa kabar?"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Rubby masih seperti kemarin. Masih ramah terhadap siapa
pun. Hanya daya ingatnya yang lamban. Karena itulah ia tak
dapat menjawab pertanyaan mereka yang rata-rata bernada
sama. "Bagaimana kau bisa keluar dari liang kubur" ?"" yang
kamu alami di alam kubur sana?"
Agaknya ingatan masalah itu yang paling parah bagi
Rubby. Ia tak mampu mengingat bagaimana ia bisa keluar
dari liang kubur dan ?"" saja yang ia alami di alam kubur
sana. Namun untuk yang bersifat umum, Rubby masih mampu
mengingatnya. Satu-satunya ingatan yang dapat masih
terekam dalam benaknya adalah saat ia turun dari taksi yang
mengantarnya pulang, beberapa menit yang lalu.
"Darimana kau naik taksi?"
"Nggak tahu, ?"k," jawab Rubby kepada ?"" Marwan,
ketua RT setempat.
"Lalu, kamu bayar uang argo taksi itu?"
"Iya, ?""."
"Duitmu dari mana?"
"Itu dia, ?"k... saya nggak tahu. Saya juga bingung tahu-
tahu bisa berada dalam taksi dan punya uang di kantong,
dan... pakai pakaian ini."
Waktu itu Rubby menggnakan celana jeans belel yang
dilipat bawahnya karena kepanjangan, serta kaus merah yang
dirangkapi kemeja kotak-kotak tanpa dikancingkan. Kemeja itu
juga berukuran besar, sepertinya bukan disiapkan untuk
ukuran badan Rubby.
"Dia butuh waktu buat menenangkan kondisi jiwanya," kata
Yannu kepada ketua RT setempat. "Kasihan kalau dia dihujani
pertanyaan terus-menerus, sementara daya ingatnya masih
lemah." Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Ya, ya... bapak juga sependapat denganmu, Yan. Biar
bapak yang urus orang-orang ini supaya pulang. Kamu bawa
masuk si Rubby dan kunci pintunya. Jangan boleh menemui
siapa-siapa dulu, ya?"
Bukan hanya masyarakat setempat yang bertanya-tanya
tentang bagaimana Rubby bisa keluar dari liang kubumya,
tetapi Rubby sendiri selalu bertanya dalam hati demikian.
Sebab, dengan jujur ia mengaku kepada Yannu, bahwa ia
masih ingat ketika tiga penumpang taksinya melakukan
kekerasan untuk membawa kabur taksi tersebut.
"Setelah mereka menikamku beberapa kali dari kiri,
pandangan mataku tiba-tiba gelap, Yan. Karena, aku merasa
ada benda keras menimpa kepalaku. Lalu, leherku seperti
merasa mau putus. Aku nggak bisa bernapas. Akhirnya aku
meronta dan bisa terlepas dari semua itu. Tapi aku heran,
mengapa aku melihat tubuhku sendiri terkapar di tepi sungai"
Aku melayang... melayang... terus melayang nggak tahu
tujuan. Aku mencoba menemuimu, dan bilang kalau tubuhku
di tepi sungai, tapi kamu diam saja. Nggak dengar suaraku.
Yang lain juga nggak ada yang mau menanggapi
pengaduanku, termasuk petugas polisi yang bersamamu
waktu itu. Aku sedih sekali. Lalu, kutinggalkan kalian..."
"Sorry, Rub ... aku memang nggak dengar suaramu, tapi
aku merasa waktu itu kau menuntunku untuk melintasi jalan
menuju luar kota itu sampai akhirnya aku dan petugas
kepolisian menemukan dirimu sudah tidak bernyawa di tepi
sungai," "Jadi, waktu aku bicara sama kamu itu, aku sudah mati
ya?" "Kayaknya begitu, Rub. Ah, sudahlah..., sekarang
istirahatlah dulu., Jangan m ikirin apa-apa dulu. Mungkin kalau
kamu udah istirahat cukup kamu baru bisa mengingat
semuanya."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Malam kian bungkam. Cahaya purnama kian terang.
Yannu sengaja berbaring di sofa panjang, diruang tamu.
Kamar tidur sengaja diperuntukkan Rubby agar mencapai
tingkat ketenangan yang mendalam. Ia tak ingin ketenangan
Rubby terganggu oleh kegelisahan dirinya yang sampai
sekarang masih belum bisa menerima kenyataan ini. Seumur
hidupnya baru sekarang Y annu melihat seseorang yang sudah
meninggal dan berada dalam liang kubur hampir 40 hari, tahu-
tahu hidup lagi dan keluar dari liang kuburnya.
"Sebenarnya ?"" yang dialami dia selama dalam
kematiannya?" pikir Yannu sambil membayangkan upacara
pemakaman jenazah Rubby beberapa hari yang lalu.
"Apakah benar dia Rubby teman sekampungku, atau
kekuatan setan yang menjelma menjadi Rubby " Aku khawatir
dia bukan temanku yang dulu: Hmmm...mungkin lebih baik
aku menemui teman lamaku, yang sekarang menjadi sopir
kepercayaan gadis paranormal itu. Kalau nggak salah
namanya... Kumala Dewi. Ya, ya .... aku ingat itu "
Yannu mulai sedikit memperoleh kelegaan batin.
"Kayaknya Sandhi bisa membantuku menyingkap kemisteriusan ini. Tapi, ooh, ya... katanya kalau bulan,
purnama begini, bossnya Sandhi yang jadi paranormal
kondang itu nggak terima tamu mana pun. Hmm, tapi kalau
aku menemui mereka besok siang, kan nggak ada masalah,
ya" Kumala Dewi mau terima tamu siang harinya kan?"
Yannu dulu juga bekas sopir taksi. Ketika itulah ia
berkenalan dengan Sandhi, yang pada waktu itu juga sebagai
sopir taksi. Belum menjadi sopir pribadinya Kumala Dewi.
Terakhir kalinya Yannu bertemu Sandhi sekitar 8 bulan yang
lalu.. Sandhi menceritakan kehidupannya yang sekarang lebih
mapan daripada dulu. Dari situlah Yannu tahu bahwa Sandhi
menjadi sopir pribadinya seorang gadis cantik yang memiliki
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kekuatan supranatural cukup tinggi dan bernama Kumala
Dewi. Benar seperti renungan Yannu tadi, bahwa Kumala Dewi
tidak mau terima tamu pada malam bulan purnama seperti
sekarang ini. Tapi tentunya Sandhi tidak menjelaskan bahwa
gadis cantik yang menjadi majikannya ifu menolak tamu
karena mengalami perubahan wujud pada dirinya. Setiap
malam bulan purnama Kumala Dewi berubah menjadi seekor
ular berkepaia manusia. Ia harus, mengurung diri dalam
kamarnya agar tak diketahui orang lain. Sampai subuh, baru ia
berubah lagi menjadi gadis cantik bertubuh sexy.
"Ya, besok siang aja aku temui Sandhi sambil bawa Rubby
sekalian. Siapa tahu....," kata- kata batin itu terhenti seketika.
Dalam benak Yannu tiba-tiba terlintas pertanyaan yang
mendebarkan hatiriya.
"Apakah sekarang Rubby masih ada di kamar"! Waaah,
coba kutengok dulu.Jagi tidur atau lagi ngapain dia" Atau
malah...?"
Yannu melompat turun dari sofa, lalu berjalan dengan
langkah hati-hati, mengendap-endap mendekati kamar.
Tangannya agak gemetar waktu mau membuka pintu kamar.
Pada saat itu, terdengar suara lolongan anjing yang mengalun
panjang. Bulu kuduk Yannu menjadi berdiri. Merinding semua
sekujur tubuhnya.
Oo-dwkz-234-oO 2 SEBENARNYA tidak ada larangan atau pesan dari Kumala
Dewi, bahwa setiap malam bulan purnama TV atau radio tidak
boleh distel. Kumala tidak mengeluarkan peraturan seperti itu.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/


Dewi Ular 97 Ada Apa Dengan Setan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Tetapi pada malam purnama ini, rumah besar berhalaman luas
itu sepi dari suara-suara media elektronik.
Buron tak berani menyalakan minicompo-nya, walau di
kamarnya sendiri. Sandhi atau ?"k Bariah juga tak mau
menghidupkan televisi di ruang tengah, meski pun ada
tayangan rutin yang menjadi kegemaran mereka. Ngobrol pun
dikurangi. Bahkan kalau perlu dilakukan dengan sangat pelan.
Berbisik-bisik.
Hening dan sunyi.
Cuma itu yang ada di rumah Dewi Ular yang berada di
pinggiran kota Jakarta. Sudah pindah dari rumah yang dulu.
Alam dan lingkungan sekelilingnya memang disukai oleh putri
tunggal sang Dewa Permana dan Dewi Nagadini itu. Tidak
terlalu sepi, tidak terlalu ramai. Jauh dari kebisingan kota.
Sedikit kadar polusi udaranya.
Suasana sepi dan hening sengaja diciptakan oleh mereka
untuk mendukung prosesi ritual yang dilakukan Kumala Dewi
dalam kamarnya. Sudah bukan rahasia lagi bagi mereka,
bahwa pada malam-malam seperti ini di dalam kamar tidur
Kumala yang ada hanya seekor ular besar berwarna hijau,
memiliki sisik emas berkilauan, tapi memiliki kepala manusia
bermahkota dan berambut panjang. Tetapi cantik sebagaimana Kumala dalam kesehariannya.
Biasanya Sandhi dan Buron ikut me lek sampai menjelang
subuh. Buron sebagai jelmaan Jin Layon memang tetap harus
waspada dalam menjaga dan melindungi keadaan Kumala
Dewi yang sedang berubah menjadi seekor ular hijau itu.
Sebab, dalam kondisi perubahan wujud seperti ini biasanya
ada pihak lain yang ingin mencuri kesaktian Kumala.
Memang sudah menjadi salah satu dari keistimewaan anak
tunggal dewa, bahwa pada saat dirinya berubah menjadi
seekor ular, secara otomatis kesaktiannya itu berada dalam
puncak tertinggi, dan sering menyebarkan energi sakti.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Gelombang energi sakti yang menyebar dengan sendirinya itu
dapat dicuri oleh pihak lain. Sangat berbahaya jika
dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menganut aliran hitam;
bisa dari jenis peri, jin, iblis, siluman, atau para dukun yang
berburu kekuatan gaib kelas atas.
Meskipun kelihatannya nyantai sekali, tapi sebenarnya
seluruh indera gaib si jelmaan Jin Layon itu selalu memonitor
seluruh aktiv itas di sekitar rumah tersebut. Baik aktivitas
kehidupan manusia maupun aktiv itas alam sekelilingnya.
Radar gaibnya akan mengirim sinyal padanya jika ada energi
asing yang mendekati tempat tinggalnya sang bidadari cantik
jelita: Dewi Ular.
"Ron, malam ini gue ngantuk banget nih. Kayaknya nggak
bisa nemenin elu sampai subuh," kata Sandhi dengan matanya
yang sudah mengecil, agak merah. Ia letakkan tabloid yang
dari tadi dibacanya.
Buron menurunkan buku novel bacaannya dari depan
wajah. "Ya, udah. Tidur aja elu. Ngapain ikut-ikutan melek?"
"Bukannya gue nggak cinta ama elu nih, Ron..."
"Gue juga nggak butuh cinta elu! Emangnya gue jin homo,
?"?"!" sahut Buron membuat Sandhi nyengir geli melihat
wajah Buron bersungut-sungut lucu.
"Mata gue kayak kena sirep. Sirep dari lem tikus. Susah..."
"Ssst, ssst...!!"
Tiba-tiba mulut Buron mendesis dua kali.Matanya menjadi
lebih lebar. Wajahnya. Sedikit tegang. Sandhi yang mau
melangkah masuk ke kamar tidur menjadi tertahan. Rasa ingin
tahu membuat Sandhi memperhatikan Buron.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Sementara itu Buron yang semula duduk merebah di sofa
panjang, sekarang menjadi tegak Menelengkan telinga,
mencari suara yang mencurigakan hatinya.
"Ada apa ap...?" Sandhi bertanya dengan nada berbisik.
"Ada suara aneh. Elu dengar nggak?" Sandhi mencoba
memusatkan konsentrasinya.
"Hmmm, nggak ada suara apa-apa tuh "
Buron masih diam. Duduk tanpa bersandar. Matanya
menatap sekeliling dengan sedikit mengecil. Seolah-olah
dinding atau penghalang apapun ingin ditembus dengan
tatapan mata gaibnya itu.
"Suara apaan sih yang lu dengar itu?"
"Suara gemuruh samar-samar. Kayak suara hujan dari
kejauhan."
"Aah, kayaknya cuaca di luar bagus kok. Terang bulan.
Mana ada hujan" Salah denger kali luh"!"
"Gue bilang kayak suara hujan, berarti bukan suara hujan
beneran. Bego luh!" geram Buron bernada kesal.
"Yeeee, gitu aja sewot"! Kena stroke baru tahu rasa luh!"
"Mana ada jin kena stroke" Yang ada..."
Buron diam lagi. Ketegangannya semakin bertambah.
Semakin pula Sandhi menjadi penasaran dan ingin mengetahui
?"" sebenarnya yang didengar Buron. Jika suara itu tidak bisa
didengarnya, Sandhi mengakui itu hal yang wajar, sebab
dalam keadaan seperti ini pasti Buron menggunakan telinga
gaibnya. Pendengaran gaib itu tentunya bisa untuk
mendengar suara dari tempat yang sangat jauh, bahkan bisa
menangkap suara dari alam kubur.
"Makin dekat suara gemuruh itu" ujarnya sambil
memejamkan mata. Dahinya berkerut.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Ohh..." Waduh..."!"
"Apaan sih" Bilang dong, ada ?"?"!" desak Sandhi dengan
suara sangat pelan. Ia tampak gelisah sekali.
Buron membuka matanya. Memandang sedikit tegang.
"Suara itu hilang. Tadi mendekat, lalu lenyap. Tapi... tapi
aku merasakan ada arus gaib menghampiri rumah ini. Wah,
celaka! Energi gaib asing sedang menuju kemari, aku harus
mencegatnya!"
"Maksud lu, sekarang ..."
Blaaap...! Buron lenyap dari depan Sandhi. Badan Sandhi
tersentak ke belakang sewaktu Buron lenyap dan berubah
menjadi seberkas sinar kuning.
Karena, perubahan tersebut menghembuskan hawa padat
yang cukup kuat, sehingga bisa membuat pot bunga ukuran
kecil terpental seandainya ada di dekat Buron pada saat itu.
Sinar kuning perubahan dari wujud Buron itu menyerupai
bintang berekor atau meteor, ukurannya kecil. Cepat sekali
gerakkannya. Melesat dan langsung menembus atap rumah.
Tanpa suara, tanpa getaran. Kini tinggal Sandhi sendirian di
ruang tengah itu. Memendam kekhawatiran yang meresahkan.
Ada rasa takut yang mulai merayapi hatinya, sehingga bulu
kuduk pun mulai meremang merinding.
"Mending gue tinggal tidur ajalah...!" ujarnya dalam hati,
lalu bergegas masuk ke kamarnya.
Baru saja langkah kaki Sandhi tiba di depan pintu kamar,
tiba-tiba punggungnya seperti ada yang mengipas dengan
cepat. Wuuussst...! Sandhi cepat berpaling ke belakang. Oh, tidak
ada apa-apa, rupanya. Tapi hembusan angin yang dirasakan
baru saja telah membuat bulu kuduknya makin meremang
tegang."Nggak mungkin kalau cuma halusinasi," ujarnya
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
membatin. "Jelas sekali kurasakan ada yang bergerak cepat di
belakangku, dari arah ruang. makan ke... ke mana ya" Ke
ruang tamu atau ke kamar tidur yang kosong itu " Aduuuh,
mana si Buron baru aja pergi, Kumala sedang nggak bisa
diganggu, waah... kalau ada apa-apa di sini, aku nggak akan
bisa menghadapinya. Aku kan nggak punya kesaktian apa-
apa!" Jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Ia putuskan untuk
berlagak tidak yakin dengan perasaannya sendiri, sehingga ia
punya alasan untuk segera masuk kamar. Pintu kamar pun
segera dibuka. Bertepatan dengan itu sekelebat bayangan
melintas cepat di ruang tengah itu, sehingga menimbulkan
hembusan angin sekilas yang terasa mengipas punggung
Sandhi. Wuuut, weees...!
Spontan kepala Sandhi berpaling cepat ke belakang.
Jantung makin cepat irama detaknya. Mata makin nanar
memandang tegang ke sana-sini yang ternyata hanya
menemukan perabot biasanya, tanpa sosok bayangan apapun.
Claaap, bluub...!
"Hahh...?"!" pekik Sandhi. Jantungnya hampir saja copot
karena sangat terkejut ketika seberkas sinar muncul. Lalu,
sinar itu meletup dan berubah menjadi sosok pemuda
berambut kucal berbadan agak kurus. Siapa lagi kalau bukan
si jelmaan Jin Layon alias Buron.
"Ngepeeet...!" bentak Sandhi dalam geram kemarahannya.
Ia mengusap-usap dadanya sendiri.
"Kenapa?" Buron bertanya seolah-olah tak merasa
membuat Sandhi sangat terkejut atas kemunculannya.
"Elu ngagetin gue melulu dari kemarin, Setan!"
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Omelan itu tak direspon sedikit pun oleh Buron. Mata
jelmaan Jin Layon itu memandang ke arah ruang makan.
Penuh curiga. "Elu yang lewat sini dari tadi, ya" Was, wes, was, wes...
kayak setan kurang kerjaan aja luh!"
"Di luar sana gue nggak nemuin apa-apa, justru gue rasain
munculnya energi gaib asing dari sini. Makanya gue periksa
seluruh rumah ini, eeeh .. nggak ada, Energi itu sepertinya
hilang, atau pindah tempat begitu gue samperin. Kayak tadi
juga, San."
"Bodo, ah...!" gerutu Sandhi setelah tahu hembusan angin
tadi adalah gerakan energi gaibnya jin Layon.
"Gue mau periksa halaman belakang!" kata Buron sambil
mulai melangkah, tak mempedulikan reaksi Sandhi yang mulai
diliputi rasa ingin tahunya lagi.
"Firasatku mengatakan, bakalan ada kejadian aneh malam
ini," pikir Sandhi. "Mending kuikuti saja si Buron, daripada di
kamar sendirian, belum tentu bisa langsung tidur. Bisa-bisa
malah disiksa rasa takut dan was-was terus-menerus..."
Selama masih ada Buron tak jauh darinya, Sandhi memang
tak perlu merasa setakut tadi. Nyalinya sedikit lebih besar
dibandingkan jika tanpa Buron di dekatnya. Menyusuri koridor
menuju pendapa belakang pun berani ia lakukan sendiri,
sebab ia tahu Buron berdiri di dekat kolam hias, pojok
halaman sana."Ron... ngapain elu di s itu?"Sandhi menghampiri
Buron. Tapi tiba-tiba Buron bicara agak keras sambil
memandangi daun-daun pohon mangga yang tumbuh di
samping rumah. "Ya, selarhat malam...! Siapa kamu..."!"
"Gue...! Bego lu, ya"!" jawab Sandhi. Buron masih cuek,
sama sekali tidak memperhatikan kedatangan Sandhi.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Tunggu dulu. Kalau memang kamu punya niat baik,
jelaskan dulu siapa dirimu sebenarnya" Dari mana asalmu"!"
"Dari mana... dari mana.... Dasar gila! Ya, jelas dari dalam
dong. Emang gue tadi pergi ke mana" Nggak pergi ke.."
"Ssst...!" sentak Buron dalam desisan. "Gue nggak bicara
sama elu, Karpet rombeng!"
"Oo, bukan ngomong ama gue?"
"Ada yang kirim suara ke indera gaibku. Dia minta izin
untuk mendekati tempat kita ini!"
"Siapa...?" "
"Kalau gue tahu nggak bakalan gue tanyain tadi! Tapi
kayaknya..."
Perhatiannya berpindah lagi. Bicaranya tak jadi diselesaikan. Ada suara yang perlu ia tanggapi secepatnya.
"Y".," Bagaimana..."!" Buron seperti bicara di telepon.
Hanya dia yang mendengar suara lawan bicaranva.
"Wah, sorry, ya... malam ini dia lagi nggak terima tamu.
Jadi sebaiknya you pulang saja dan jangan coba-coba berani
memaksakan diri masuk ke sini tanpa izin dariku: Buron
Sanjaya! Paham"!"
"Eh, sejak kapan lu pakai tambanan nama Sanjaya"
Jangan...."
"Sssst...!!" hardik Buron lagi pada Sandhi. Lalu, ia bicara
dengan nada agak keras lagi. Tapi bukan berarti ia berteriak.
"Oh , ya .."! Aku dan Sandhi..." Ooh, kamu kenal Sandhi
juga"! Jadi kamu siapa sebenarnya" Bilang aja terus terang
supaya...."
Diam sejenak, lalu berkata lagi sambil tersenyum lega.
"Oooooh, kamuuuu...."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Siapa dia"! Siapa, Ron"!"Buron tak menggubris pertanyaan
Sandhi. "Ya, ya, ya... aku masih ingat! Kalau begitu, sebentar..."
Buron mengibaskan tangannya ke atas dengan dua jarinya
yang mengeras tegak. Seperti menoreh malam purnama.
Craaalp...! Tampak kilatan cahaya kuning yang keluar dari jari.
Lalu, cahaya seperti kilat tanpa suara itu pun bergerak cepat
di udara. Gerakan cahaya kuning itu seperti seekor kelabang
liar, diiringi percikan buaga api tipis yang juga tanpa suara.
"Yaa, silakan masuk...!" seru Buron. Rupanya ia tadi
membuka pagar gaib dengan kesaktiannya, sehingga tempat
itu bisa dimasuki oleh sang tamu..
Buron sengaja tidak mau memberitahu Sandhi siapa tamu
yang berkunjung malam itu. Sandhi disuruh menebak, tapi
Sandhi tidak mau coba-coba menebaknya. Ia justru mendesak
Buron sampai akhirnya desakan itu berhenti sendiri akibat
munculnya cahaya aneh. Cahaya itu seperti serpihan permata
tapi berwarna biru uranium.
Kerlap-kerlip serpihan biru itu segera membentuk lapisan
udara menjadi seperti tabung kaca yang berdiri tegak dalam


Dewi Ular 97 Ada Apa Dengan Setan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

ukuran besar. Makin lama semakin terang. Makin tampak
sesosok bayangan yang ditaburi serpihan cahaya biru
uranium. Pada detik berikutnya bayangan itu menjadi jelas
dan serpihan cahaya uranium itu lenyap. Zzzuubs...!
"Oooo, kamuuu...!!" sapa Sandhi dengan keramahan dan
sikap yang sangat bersahabat. Ia segera berjabatan tangan
dengan sang tamu yang ternyata seorang lelaki muda, berusia
sekitar 30 tahun.
Lelaki muda itu mengenakan pakaian serba ketat warna
biru mengkilat, dari kain jenis metal. Ia memiliki wajah yang
ganteng, berkharisma dan terkesan sangat jantan. Istilah
sekarang charming, artinya, menarik dan menggugah gairah
sensual wanita.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Karena memang ketampanannya yang jantan itu
memancarkan persahabatan yang dalam kepada siapa pun,. Ia
memiliki rambut panjang, lurus sepundak lebih. Matanya
bening, agak sayu jika memandang lawan bicaranya, dan
memiliki alis yang tebal. namun rapi. Pemuda gagah yang
tingginya sekitar 173 centimeter itu ?""nah mendapat julukan
dari Kumala Dewi sebagai 'si pemilik senyuman maut'. Kumala
menjulukinya demikian, karena jika pemuda itu tersenyum,
maka pesona keindahan senyumannya dapat membuat hati
lawan jenisnya bergetar kagum dan terbakar gairah mesra.
"Saking lamanya kita berpisah," kata Buron. ".... aku
sampai lupa mengenali ciri-ciri energi gaibmu, Biggan."
"Aku bisa memakluminya, Buron. Aku malah mau tertawa
sendiri tadi sewaktu kamu kebingungan mencari jejak
energiku,"
"Pantesan bisa nyebutin namaku segala," sahut Sandhi, "...
nggak tahunya yang datang adalah sang Perwira Utama dari
planet jauh...!"
Tamu istimewa mereka malam purnama ini adalah Perwira
Utama dari planet Aqurin, yaitu, sebuah planet yang terletak di
luar gugusan bintang kita. T amu dari galaksi lain itu bernama
Biggan Mouzax, yang memang memiliki daya tarik sangat
kuat, terutama bagi lawan jenisnya. Daya pemikatnya yang
menyerupai ilmu pelet itu tercipta karena Biggan memiliki
jantung sembrani, yaitu jantung yang terbuat dari kristal.
Sekitar delapan bulan yang lalu Biggan pernah hadir ke
bumi dan membantu Kumala rnenggagalkan rencana
munculnya exodus, perpindahan besar-besaran yang dilakukan oleh penghuni alam gaib kealam manusia. Kumala
dan Biggan menangkal bencana tersebut dengan menggunakan jantung semberani-nya Biggan, (Baca serial
Dewi Ular dalam episode: "Perang Gaib").
"Di mana kapalmu, Big?" tanya Sandhi.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Kutambatkan di angkasa "
"Nggak takut kesamber petir?" kata Buron sambil tertawa
kecil. "Sudah kuperhitungkan soal itu, jadi... tidak ada yang perlu
dikhawatirkan lagi," Biggan bicara dengan senyum keramahannya yang selalu membayangi tiap gerakan bibirnya.
"Kau sengaja datang untuk menemui Kumala atau..."
"Mungkin kalau bahasa kalian adalah... beranjang sana,"
sahut Biggan. "Kangen. Kepingin ketemu kalian."
Biggan pandai berbahasa bumi. Bahkan dapat mengikuti
gaya gaul anak muda zaman sekarang. Juga, ia dapat
beradaptasi dengan gaya hidup metropolis. Karena, ia
memang punya kemampuan khusus yang hampir mirip
dengan kemampuan yang dimiliki Dewi Ular, yaitu mampu
mengcopy peradaban setempat, sehingga otak dan instingnya
akan bekerja secara otomatis untuk melakukan adaptasi.
Bedanya, Kumala Dewi banyak menggunakan kekuatan
magisnya untuk melakukan hal-hal yang diluar kemampuan
manusia biasa, sedangkan sang perwira tampan dari seberang
galaksi ini lebih banyak menggunakan ilmu pengetahuan dan
teknologi paling modern.
Namun bukan berarti B iggan tidak memiliki energi gaib. Dia
memiliki energi supranatural itu, hanya saja tidak lebih
dominan dari teknologi tingkat tingginya. Potensi gaibnya
itulah yang membuat Biggan dapat mengetahui di mana
keberadaan Kumala Dewi sekarang. Oleh sebab itu ia tidak
nyasar ke rumah Kumala yang dulu.
"Sayang sekali, Kumala sedang nggak bisa terima tamu
malam ini," kata Sandhi sewaktu Biggan menanyakan
kebenaran kata-kata Buron tadi mengenai Kumala Dewi.
"Aku berharap kamu nggak keberatan jika harus bermalam
di s ini, supaya esok bisa bertemu dengan Kumala."
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Syukur-syukur mau tinggal di sini beberapa hari," timpal
Buron. "Aku yakin, Kumala pasti akan..."
Tiba-tiba Buron menghentikan kata-katanya. Badannya
yang duduk dalam keadaan sedikit membungkuk kini menjadi
tegak, serta wajahnya tampak tegang sekali. Melihat
perubahan Buron seperti itu, Biggan tetap tenang dengan
mata menatap tajam penuh curiga.
"Ada ?"?"" bisik Sandhi.
"Gawat!" Hanya itu yang diucapkan oleh Buron Selebihnya
adalah tindakan yang mengherankan Sandhi. Tubuh agak
kurus itu tiba-tiba melambung ke atas dan bersalto ke
belakang. Wuuut...! Dalam sekejap saja kakinya sudah
menapak di atas rerumputan taman.
Biggan bergegas bangkit dari duduknya.
"Ada tamu lain, rupanya."
"Tamu lain...?"
"Aku merasakan energi panasnya mulai merambah udara
sekitar rumah ini, Sandhi...," serunya ia pun melompati pagar
pengganti dinding pendapa. Wiiizz...! Dalam sekali lompat
tubuh Biggan sudah berada di bawah pohon cemara hias yang
letaknya sekitar 20 langkah dari tempat Buron. Angin dari
gerakannya terasa menghentak di perut Sandhi.
"Busyet..."! Gerak cepatnya boleh juga tuh ,anak," gumam
hati Sandhi masih sempat kagum dan mengomentari gerakan
Biggan tadi. Kini jelmaan Jin Layon itu melompat ke atas atap pendapa.
Di sana ia mengangkat kedua tangannya dan menghentakkan
ke depan secara bersamaan. Mirip tangan seorang penyihir.
Wuuub...! ?"k", dari tiap ujung jarinya melesatlah sepuluh
kilatan cahaya orange yang segera menyebar ke mana-mana.
Kesepuluh cahaya orange yang masing-masing dapat berubah
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
menjadi panjang setiap kali tangan Buron digerakkan, kini
saling berlompatan dalam gerakan acak, seperti sedang
berburu sesuatu di sekitar rumah tersebut .
Taar, traarr, traaatar... traaatatatar... ctaaar ctaaar...!
Sepuluh sinar kesaktiannya
Jin Layon itu saling
memercikkari bunga api manakala menyentuh sesuatu yang
tak tampak di mata Sandhi. Gelombang energi asing yang
menyusup masuk ke wilayah kekuasaan gaibnya Dewi Ular itu
agaknya sulit tertangkap mutlak oleh ke sepuluh sinarnya
Buron, meski pun sudah terkepung beberapakali ia tetap
dapat lolos. Energi gaib asing itu dapat masuk ke wilayah
tersebut karena Buron lupa mengaktifkan kembali pagar gaib
yang tadi sengaja dimatikan sebentar untuk menerima
kedatangan Biggan. Oleh sebab itu, Buron berupaya
secepatnya menyingkirkan energi gaib asing itu, sebelum
energi tersebut mendapatkan ?"" yang diinginkannva, seperti
misalnya, mencuri bias energi saktinya Kumala Dewi yang
malam ini masih berwujud seekor ular berkepala manusia.
"Dia lari ke depan, Buron!" seru Biggan sambil ia sendiri
berlari cepat seperti hembusan angin menuju ke halaman
depan. Wuuuss. Sementara Buron sendiri. justru me lesat ke atas pohon
mangga yang ada halaman samping. Ia mencegat gerakan
energi tak bersinar itu dari tempatnya bertengger di atas
sehelai daun mangga.
"Awas, Rooon...!" seru Biggan dari bawah sana.
Dengan mata gaibnya Buron juga. melihat gerakan energi
hawa panas itu. Tapi karena kecepatan energi itu sangat luar
biasa, sehingga sebelum Buron sempat menghantam dengan
tapak saktinya, dia sudah lebih dulu diterjang oleh energi
tersebut. Claaaazz...! Gusssrraak...!
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Buron terhempas dikerimbunan pohon mangga. Sebatang
dahan berhasil menyangga tubuhnya.Ia segera bangkit dan
tersentak kaget melihat sebagian daun mangga menjadi
kering dan layu. Ia mencium bau hangus, setelah melirik ke
bawah, ternyata kaos yang dipakainya terbakar. Membentuk
lubang sisa bakar sebesar piring di bagian dada. Dan, Buron.
segera sadar kalau kulit dadanya pun melepuh akibat
terjangan energi panas tanpa bentuk tadi.
"Uuhkk, iiihhhkk...!" Buron menyeringai menahan sakit.
Ia segera menyalurkan hawa inti gaibnya dari pusar ke
dada. Hawa inti gaib itu meredakan rasa panas yang dirasakan
menyengat sekali itu, kemudian ia segera bergerak lagi
dengan merubah wujud menjadi cahaya kuning menyerupai
meteor kecil. Bluubh...! Claap, ziaaazzp...!
Sinar kuning meteor itu membaur dengan kesepuluh sinar
orange yang masih bergerak z igzag mengepung energi lawan.
Saat itu Biggan berkelebat ke arah halaman depan garasi. Dari
sana ia melemparkan sesuatu yang berbentuk seperti bola
bekel berwarna putih metal, menyerupai bola kristal.
Benda kecil yang dilemparkan ke atas itu melayang tinggi,
melebihi batas atap rumah. Ketika bergerak turun benda yang
mengkilat itu tiba-tiba membiaskan cahaya biru tipis namun
cukup terang. Craalllp, byaaak....!
Cahaya itu adalah pantulan dari cahaya rembulan yang
tertangkap oleh benda tersebut. Agaknya benda itu berfungsi
sebagai pembias cahaya rembulan dan melipat gandakan
tingkat kecerahannya.
Suasana di atas rumah Kumala Dewi menjadi terang tapi
tidak menyilaukan. Dalam cahaya terang ltulah sinar-sinar
orange dari Buron tadi justru redup dan padam, kecuali sinar
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
kuning jelmaan Buron masih ada. Tapi energi panas yang
sedang mereka kejar-kejar itu menjadi tampak seperti
bayangan hitam bergerak ke sana-sini. Dengan bantuan
cahaya terang dari bola metal yang sekarang diam
mengambang di udara, maka siapa pun akan dapat melihat ke
mana gerakan bayangan hitam itu.
Sandhi sendiri sempat tercengang kagum melihat kegunaan
benda kecilnya Biggan, dan ia menjadi merinding sendiri
setelah melihat energi yang menyusup masuk itu berwarna
hitam dengan bentuk berubah-ubah. Seperti air hitam di atas
daun talas. "Hantam dia, Roon...!" seru Biggan sambil berkelebat lari
ke halaman depan lagi. Dari sana ia me lihat sinar kuning
jelmaan Buron bergerak secepat kilat menerjang bayangan
hitam. ?"k", terjadilah iedakan yang cukup besar dan keras.
Bleeegggaaaaaarr. !!
"Aahkk...!"
Terdengar suara pekikan wanita bertepatan dengan
hancurnya bayangan hitam tadi. Beberapa kejap kemudian
Biggan melihat sesuatu jatuh terhempas atas atap rumah ke
tanah berbatu koral yang menjadi jalur penghias taman dekat
pagar depari. Wuuuuss... ! Brrrraaakk..., gusraaaak...!
Ternyata ia seorang wanita berambut panjang.
Rambutnya terlepas meriap dan mengepulkan asap. Wanita
itu mengenakan gaun longgar berwarna hitam. Wajahnya tak
sempat terlihat jelas karena tertutup rambut panjangnya yang
meriap ke depan saat ia jatuh, sampai bangkit pun rambut itu
masih menutupi wajahnya.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Heeyy...!!"seru Biggan setelah ia menggunakan kekuatan
tenaga intinya untuk menarik benda pembias cahaya rembulan
itu, yang dalam tempo singkat dapat meluncur cepat dan
tertangkap oleh tangannya. Biggan pun segera menghampiri
wanita berambut panjang itu.
Namun gerakan Biggan terlambat. Wanita itu sudah lebih
dulu lenyap bagaikan ditelan bumi sebelum Biggan berhasil
mengenali wajahnya. Begitu pula Buron yang sudah menjelma
menjadi pemuda berambut kucai, ia tak sempat mengenali
wajah wanita tersebut karena sebelum ia bergerak lebih dekat
lagi, wanita tersebut sudah lenyap lebih dulu. Ia pergi
melarikan diri tanpa meninggalkan jejak gaib. Buron tak
mungkin dapat melacaknya.
"Ron...!" seru Sandhi. "Tutup kembali pagar gaib kita!"
Buron teringat hal itu, kemudian segera mengaktifkan
kembali pagar gaib yang berfungsi sebagai benteng
pertahanan, agar kekuatan gaib asing tak dapat masuk ke
rumah Kumala Dewi. Pagar gaib itu juga akan berfungsi
sebagai alarm bagi kekuatan gaib asing yang coba-coba
menerobos wilayah itu dengan cara menjebolnya.
"Siapa wanita rambut panjang tadi?" tanya. Biggan.
Buron sentakkan bahunya. "Nggak tahu. Aku belum pernah
mengenali ?"nampilan?"", rupanya, malah energi gaibnya pun
cukup asing bagiku. Mungkin... Sandhi tahu."
Sandhi menyahut dari belakang Buron.


Dewi Ular 97 Ada Apa Dengan Setan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Mana gue tahu. Urusan gue kan transportasi, bukan
urusan gaib."
Mereka saling bertanya-tanya, siapa wanita berambut
panjang tadi. Memang tidak ada yang dapat menduga siapa
dia. Tapi setidaknya missi kedatangannya bisa diterka;
mencuri energi saktinya Kumala, atau entah ?"", yang jelas
missi itu pasti m issi negatif.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
Sementara itu, di dalam kamar pertapaannya, Kumala Dewi
juga bertanya-tanya dalam hati. Keributan di luar rumahnya
tadi sangat diketahui olehnya. Kekuatan si penyusup berambut
panjang tadi, juga dapat diketahui batas ketinggiannya. Tetapi
rupanya di dalam kamar Kumala Dewi merasakan debar-debar
yang menggelisahkan hati.
Pada mulanya, ketika Perwira Utama dari galaksi seberang
itu datang, Kumala Dewi tidak mengetahui kehadiran sang
tamu. Karena pada waktu Buron bicara dengan suara gaibnya
Biggan, gadis berbadan ular itu sedang melakukan meditasi
total. Menutup seluruh indera yang ada, termasuk indera
keenamnya. Meditasi total itu selesai tepat terjadi suara gaduh di luar
rumah. Ia segera menggunakan deteksi gaibnya untuk
mengetahui keributan yang terjadi pada saat itu. Ooh,
ternyata ada pihak lain yang berhasil menyusup karena
keteledoran Buron yang membuka pagar gaib tanpa ditutup
lagi. Bagi Kumala hal itu tidak perlu diperpanjang. Siapa pun
bisa melakukan kesalahan berdasarkan alasan lupa. Kumala-
juga mengetahui keinginan si penyusup itu hanya untuk
mencuri energi saktinya yang berhamburan ke mana-mana.
Bagi Kumala, hal itu adalah biasa dan tak perlu diperdebatkan
dalam hati. Tentang siapa wanita itu, bagi Kumala juga bukan sesuatu
yang penting untuk dilacak secara terburu-buru. Cepat atau
lambat ia pasti akan mengetahui siapa sebenarnya si
penyusup tadi. Namun ketika terjadi ketegangan antara Buron, si
penyusup dan Biggan, mata batin Kumala dewi sempat
menembus dinding kamarnya. Secara sepintas ia melihat
sekelebat bayangan melintas dari depan garasi ke halaman
depan. Saat itulah hati Kumala Dewi berdebar-debar. Ia
sempat mengalami ketegangan batin.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Siapa dia"! Apakah benar ?"" yang kulihat tadi" Atau
hanya suatu fatamorgana yang tercipta dari halusinasiku?"
pikirnya saat itu.
Sesuatu yang dilihatnya sepintas tadi teramat mengejutkan
bagi Kumala, sampai-sampai ia tak berani mengulang untuk
melihat keadaan di luar rumahnya. Ia takut membuktikan ?""
yang sempat tertangkap oleh penglihatan batinnya tadi.
"Duuuh, ?"" iya ?"" bukan, sih..."! Kenapa aku jadi
gemetar" Kalau bukan, kenapa aku jadi deg-degan begini,
ya?" Hampir saja tadi Kumala memanggil Buron. Atau ingin
mengirim suara gaibnya pada Buron. Tapi setelah
dipertimbangkan lebih masak lagi, ia putuskan untuk tidak
melakukan apa-apa, karena ia sedang dalam kondisi f isik yang
membutuhkan konsentrasi ritual sangat serius.
Meski pun ia berusaha untuk kembali ke jalur gaib
ritualnya, namun bayangan yang dilihatnya sepintas tadi
benar-benar sulit untuk dilupakan. Debar-debar keresahannya
sulit untuk dijinakkan. Karena, bayangan seseorang yang
berkelebat dari depan garasi tadi mempunyai bayangan
berwarna biru. Bayangan itu mempunyai makna yang sangat
besar bagi kehidupannya di masa mendatang.
Kumala Dewi akan diizinkan kembali hidup di Kahyangan
kalau ia sudah berhasil menemukan cinta sejati, yaitu seorang
suami yang menjadi jodohnya. Sedangkan para dewa senior
pernah mengatakan padanya mengenai ciri-ciri calon
jodohnya. Bahwa, ciri-ciri utama dari pemuda yang akan
menjadi jodohnya Kumala Dewi adalah... dia memiliki
bayangan tubuhnya berwarna biru di saat terkena sinar bulan
purnama, (Baca serial Dewi Ular dalam episode: "Korban
Kutukan").
Bayangan biru itu hanya dapat dilihat oleh mata Kumala
sendiri. Bayangan biru itu hanya akan muncul pada saat
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
terkena sinar bulan purnama. Sinar lain tidak akan membuat-
bayangan orang tersebut berwarna biru. Hanya sinar bulan
purnama saja yang menghadirkan bayangan biru pada diri
calon jodohnya Dewi Ular kelak.
Sedangkan tadi, Kumala sempat melihat sekelebat
bayangan berwarna biru. Apakah yang berwarna biru
pakaiannya atau bayangannya"
"Kalau benar yang kulihat tadi bayangannya, hmmm...benarkah bayangan itu tadi berwarna biru" Jangan-
jangan aku salah lihat" Karena ia bergerak cepat maka
kelihatannya berwarna biru, padahal hitam?"
Pertanyaan seperti itulah yang mengganjal di hati Kumala
dan membuat ia sulit menjinakkan keresahannya sendiri.
Sekali pun ia tanyakan pada Buron atau Sandhi, tetap saja
mereka akan menjawab: hitam. Kalau toh bayangan itu
berwarna biru, mereka berdua tidak akan melihat warna
birunya. "Kalau benar dia memiliki bayangan berwarna biru, berarti
dialah jodohku. Lalu, bagaimana dengan Rayo...?"
Wajah tampan Rayo Pasca yang selama ini menjadi
kekasihnya mulai terbayang jelas di selaput ingatannya.
Selama ini Rayo Pasca tidak pernah melakukan kesalahan
yang berarti. Hubungannya selalu mesra dan hangat, meski
jarang bertemu. Getar cinta mereka bagaikan api yang tak
pernah padam. Tetapi selama berhubungan dengan Rayo, belum pernah
Kumala melihat bayangan Rayo dalam cahaya sinar bulan
purnama. Apakah bayangan Rayo jika terkena sinar bulan
purnama akan berubah menjadi biru, atau tetap saja hitam
seperti manusia pada umumnya"
Oo-dwkz-234-oO Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
3 PAGI yang cerah menaburkan kesejukan. embun bening:
Sejuknya embun terasa meresap dalam hati, manakala Biggan
Mouzax menatap senyum indah di bibir ranum Kumala Dewi.
Senyum penyambut tamu istimewa itu sempat membuat
Biggan tertegun kagum selama tiga helaan napasnya.
"Luar biasa kecantikannya," sanjung hati Biggan. "Anggun
sekali keindahan senyumnya. ?"" dapat kusangkal lagi
sekarang, rupanya kecantikan dan senyum anggun inilah yang
meresahkan hatiku sejak aku kembali dari tanah bumi. Pantas
selama ini aku sering merasa ditikam kerinduan tak menentu.
Sekarang baru kutemukan jawaban rinduku. Yaitu, rindu tuk
jumpa dengannya."
Jantung sembrani yang dimiliki Biggan terasa berdesir
lembut sewaktu Kumala Dewi keluar dari kamarnya dalam
keadaan sudah tidak berbadan ular. Ia dapat dengan leluasa
menemui sang tamu di pendapa belakang rumah. Dan, pada
saat mengetahui tamunya adalah Biggap Mouzax dari planet
Aqurin, maka jantung Kumala bukan saja berdesir melainkan
bergetar menahan kekuatan magis alami yang ada pada diri
Biggan. Sebab, pemuda tampan penuh kharisma itu juga
menyapanya dengan senyuman yang dijuluki senyuman maut
itu. "Luar biasa daya pikatnya. Semakin kuat dan semakin
besar pengaruhnya ketimbang kehadirannya yang dulu," bisik
lembut hati Kumala. Ia mendapat penghormatan dari Biggan
dengan cara dicium tangannya, lalu Biggan berlutut satu kaki
dan meletakkan tangan itu di keningnya. Begitulah cara
masyarakat planet Aqurin dalam rnemberikan rasa hormat
setinggi-tingginya pada pihak diagungkan.
"Gawat nih," Kumala menggumam lagi dalam hatinya.
"Kalau benar dialah pemilik bayangan biru yang kulihat
semalam, duuhh... entah bagaimana aku harus mengawali
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
perjalanan hidupku, dengan dia. Ooh, semoga bukan dia...
semoga bukan dia calon jodohku. Aku nggak akan sempat
melakukan ?""-?"" selama mengarungi sisa hidupku ternyata
jodohku adalah Biggan."
Tetapi bibir ranum sensual itu justru melontarkan kata yang
berbeda-dengan suara hatinya.
"Bagaimana kabarmu, Biggan" Kuharap semoga damai
sejahtera menyertaimu sekeluarga."
"Terima kasih, Kumala. Kuharap kau pun begitu. Karena
kedamaian memang ada padaku, tapi bukan pada keluargaku;
Sebab, sampai sekarang ternyata aku masih belum bisa
berkeluarga. Belum laku kawin," candanya disertai tawa
bersama. Tapi canda itu memiliki makna yang tersirat dan segera
dapat tertangkap oleh kepekaan hati Kumala. Karena itulah
hati Kumala pun berbisik kembali, bicara pada dirinya sendiri.
"Oh,-dia belum merried, rupanya. Duuuh..., gimana ini "
Aku pasti akan mengurung diri dalam kamar sepanjang sisa
hidupku, karena sibuk menikmati kehangatan cintanya... itu
andai. benar dia adalah jodohku. Bisa-bisa aku nggak mau
turun dari ranjang karena badanku nempel terus dengan
badannya. Kayak perangko yang sudah terlanjur dicap oleh
petugas kantor pos. Oooh...gilaaa! Benar-benar bisa gila kalau
dia menjadi pasangan hidupku di Kahyangan....!"
Kecemasan indah seperti itu berusaha dibenamkan dalam-
dalam di lubuk hati. Kumala ingin tetap tenang dan nyantai,
walau harus sering berhadapan dengan senyuman maut
Biggan. Ia coba untuk mengalihkan bayangan indah itu
dengan menjamu sang tamu untuk menikmati sarapan pagi
bersama orang-orang dekatnya; Buron dan Sandhi. Sementara
itu ?"k Bariah yang juga dianggap sudah seperti saudara
sendiri itu menolak diajak makan bersama, lantaran punya
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
alasan yang kuat, dan yang membuat Kumala DewT bisa
memakluminya. Mendekati akhir acara sarapan bersama, dering telepon
berbunyi. Sandhi yang menerimanya. Telepon segera
diserahkan kepada Kumala. Ternyata orang yang menelepon
di pagi itu adalah.... Rayo Pasca.
Oo-dwkz-234-oO Malam purnama tepat tanggal 15 menurut penanggalan
Jawa, konon merupakan ma lam yang baik untuk mengadakan
pesta syukuran atas suatu kesuksesan. Pancaran sinar bulan
purnama selain membawa kesan tersendiri pada acara pesta
kebun, juga mengandung mitos bahwa kesuksesan yang
disyukuri pada malam itu akan berkelanjutan pada
kesuksesan-kesuksesan berikutnya.
Meski pun gaya hidup modern sudah diserap oleh keluarga
Rahmadinata, namun agaknya mitos tentang malam purnama
itu masih juga diyakini memiliki kekuatan magis yang akan
membawa kesuksesan lebih tinggi lagi. Oleh karena itu,
konglomerat papan atas; Rahmadinata, sengaja mengadakan
pesta kebun di villanya yang megah dan luas pada malam
bulan purnama. Pesta itu adalah perwujudan dari rasa suka
cita dan rasa bersyukurnya atas ke berhasilan putra
bungsunya: Thomas, yang telah pulang dari Amerika dengan
menggondol gelar doktoralnya.
Hadir juga dalam pesta kebun malam itu beberapa
pengusaha koleganya, termasuk sahabat karib ?"k Rahmadinata, yaitu Profesor Atmaja. Profesor yang familiar ini
adalah Direktur Bidang Riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan
dan Pengembangan Teknologi. Dalam notabene, dia adalah
atasannya Rayo Pasca. Dan, pada malam itu Profesor Atmaja
tidak hadir sendiian, melainkan membawa asistennya yang
sudah seperti anaknya sendiri, yaitu Rayo Pasca.
Tiraikasih Website http://kangzusi.com/
"Tolong temani aku menghadiri undangannya Pak
Rahmadinata. Di antara tamunya nanti akan hadir calon
investor kita; ?"k Samudra. Kau harus kenal. beliau sebelum
beliau mendanai beberapa proyek riset yang akan kita tangani
nanti." "Baik, Prof "
"Tapi hati-hati. Rahmadinata punya anak perempuan yang
cantik kakaknya Thomas. : Namanya.... Feliza, Usianya sudah
30 tahun tapi belum mau berumah tangga. Dia cantik dan
sexy. Menggoda sekali setiap penampilannya. Kuingatkan
padamu, jangan tergoda oleh Feliza, biar hubunganmu dengan
Kumala Dewi tetap langgeng. Paham?"
Rayo tertawa pelan seperti orang menggumam. Tapi wajah
tampannya semakin memancarkan kesan familiar di saat tawa
itu membiaskan senyum yang sederhana.
"Soal itu Anda nggak perlu khawatir, Prof. Selama ini hati
saya sulit tergoda oleh wanita lain. Sudah terlanjur terpatri
wajah Kumala di hati saya."
"Bagus, bagus...," Profesor Atmaja manggut- manggut.
Seruling Sakti 3 Misteri Bayangan Setan Karya Khu Lung Pendekar Sadis 13
^