Pencarian

Unforgettable Moment 1

Unforgettable Moment Karya Glitch Bagian 1


?"Unforgettable Moment
by : Glitch.7 Unforgettable Moment by : Glitch.7 116. KEPINGAN SAHABAT Dalam hidup kita selalu ada yang datang dan pergi, baik dari keluarga maupun sahabat dekat....
Semua itu adalah warna-warni kehidupan ini, rasa kebersamaan sudah tentu menjadikan kita senang dan bahagia, rasa ditinggalkan " Oke, sakit dan sedih... Tapi percayalah, kepergian dan perpisahan bukan berarti harus melupakan setiap kenangan dan hubungan yang sudah terjalin selama ini...
Genggamlah erat tangannya, rasakan kehadiran yang nyata ketika kita masih diberi waktu untuk bersama, karena bila waktunya tiba, kitapun akan tertunduk dan berduka.
2005... "Za... Nih sarung tangan motor keren... Dari singapore tuh kulit asli... hehehe" "Wiih dapet dimana lo bisa punya barang ori sekeren ini ?"
"Itu gw boleh dikasih ama Bibi gw waktu dia pulang dari singapore minggu lalu, kebetulan bibi gw TKW disono... Udah buat lu aja... Gw mana punya motor hehe..."
"Laah serius nih " Kagak enak gw Sob... Gw bayarin dah ya... gimana ?" "Weh gw sih kagak nolak kalo lo mau bayarin hahaha..." "Berape ?"
"Berape aja lah Sob hehe..." "Cepe " Pegow ?"
"Yaaa... yang kedua lah boleh huahahah...." "Hahaha, sialan... oke niih..."
"Wooo Yoii... makasih Sob, bentar yak..."
Sahabat gw yang satu ini langsung masuk kedalam rumahnya. Gw mengikutinya dari belakang dan berhenti tepat di samping depan pintu rumahnya, menajamkan telinga ini agar dapat mendengar percakapan mereka
Unforgettable Moment by : Glitch.7 didalam sana. Ya, gw menguping.
"Mak, ini aku ada uang buat tambah-tambah jajan ama sekolah si tomtom ama rina... Diirit-irit Mak ya..." "Heh " Darimana lu dapet duit " Kagak ngelakuin yang aneh-aneh kan lu "!"
"Ya elaah, kagaklah Mak.. insya Allah halal nih... beneran dah..." "Cerita ama Emak darimana asalnya nih duit!"
"Sssttt... Pelan-pelan Mak ah, ada si Eza didepan, malu... Gini, kan si Bibi kemaren abis pulang dari singapore, nah ngasih aku oleh-oleh sarung tangan motor, terus aku jual ke si Eza tadi..." "Yeee, ngapa dijual lu " Itu pan pengasih Bibi lu, gimana siih ?"
"Mak, aku kan gak ada motor, buat apaan yang begituan, mending aku jual buat tambah-tambah sekolah dua bocah itu tuh... Hehehe.."
"Ya udah deh, makasih ya.. Oh ya, ajakin temen lu makan gih... Tapi suruh tunggu bentar, Emak mau beli beras ama lauknya dulu... Alhamdulilah nih ada rejeki dari lu, jadi uang Emak bisa dipake buat Makan kita..."
Glek!.. Gw menelan ludah dan mengusap airmata yang keluar tanpa gw sadari. Lalu Gw melangkah kedepan teras rumah sederhana ini. Gw ambil rokok sebatang dari bungkusnya lalu membakarnya.
Gw tatap bangunan rumah ini yang sangat sederhana sekali, setengahnya sudah dibangun menggunakan bata merah, dan setengahnya lagi memakai jerami.
2 days laters 30 menit yang lalu, gw menerima telpon dari seorang bocah SD, suara yang terdengar cemas dan panik meminta tolong kepada gw, sahabat Kakaknya. Tidak lama seteleh menerima telpon itu, gw langsung menghubungi dua sahabat gw lainnya.
Sekarang, Gw sedang berlari kencang melewati gang sempit perkampungan ini, beberapa kali kami berdua nyaris terjatuh karena jalanan yang masih dilapisi tanah basah kecokelatan, gw hiraukan letih yang mulai terasa setelah lama berlari.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Dengan nafas yang terengah-engah kami berdua sampai juga akhirnya dirumah seorang sahabat.
"Za... Gus... Tolongiiin Emak... Ini anak kenapaa... hiks... hiks..." ucap sang Ibunda yang menangis dan sedang berada disamping anak laki-laki sulungnya itu dari sisi kasur
"Iya Mak, ayo kita bawa langsung kerumah sakit aja sekarang..." jawab gw
"Tapi Emak pan enggak ada biaya buat bayar rumah sakit Za... hiks.. hiks... Ya Alloh... hiks.. hiks..."
"Udah Mak jangan mikirin biaya, gampang itu, sekarang yang penting kita bawa dia ke rumah sakit..." jawab Gusmen kali ini
Gw menggendongnya dibelakang, gw berlari kecil membawanya keluar dari rumah dan kembali melewati gang sempit yang cukup jauh dari jalan raya.
Setiap gw mulai kelelahan, gantian Gusmen yang menggendongnya, begitu seterusnya kami bergantian menggendong sahabat kami, hingga sampai keluar gang dan menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan. "Langsung dibawa ke rumah sakit mana nih ?" tanya Sandhi dari bangku kemudi
"Yang paling deket aja, RSUD..." jawab Gusmen setelah membetulkan posisi sahabat kami
Mobilpun melaju ketika semuanya sudah naik kedalam mobil tipe mini-bus milik Sandhi ini. Tidak hentihentinya sang Ibunda berdo'a dengan diiringi tangis untuk keselamatan anak tertuanya itu.
Gw terenyuh, menahan sakit di dada ini ketika menengok ke jok belakang, wajah kedua adiknya yang polos itu berubah cemas melihat kakak mereka yang sedang tak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulutnya.
Sekarang di rsud ini, kami menunggu diluar ruang ICU, berharap semuanya akan baik-baik saja.
Amarah, emosi, sedih, kecewa, kasihan, dan sayang melebur jadi satu ketika gw melihat keluarganya. Sang Ibunda, Tomtom si bocah SD dan Rina si bungsu yang masih TK terlihat takut dan cemas.
Tak habis pikir, kenapa harus elu " Kenapa elu yang harus mencobanya " Buat apa " Pilihan yang salah Sob... Astagfirulloh Sob... Dulu, gw yang berjuang mencoba membantu orang yang telah merebut kekasih gw karena barang laknat itu. Sekarang, Kenapa sekarang terjadi kepada lu " sahabat gw sendiri!
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Diam haruku hanya sanggup mengingat Jelas bayangmu yang masih melekat Dalam kecewa ku hanya mampu katakan Tetaplah tersenyum karena itu jalan Yang telah kau pilih
Terbanglah oh terbanglah bersama pelangi 1 week laters
"Anak-anak... Sebelum pulang, salah satu teman sekelas kalian ingin menyampaikan sesuatu kepada kita semua... Reza... Silahkan..." ucap sang Wali kelas
"Terima kasih Bu..." jawab gw sambil bangkit dari duduk dan maju kedepan kelas, lalu gw geser meja guru yang ada di depan agar berada ditengah-tengah, tentunya setelah meminta izin kepada wali kelas gw itu
Gw pegang sisi meja dengan kedua tangan gw, gw menunduk, menghela napas. Lalu gw mulai mengutarakan apa yang ingin gw sampaikan kepada teman-teman sekelas gw.
"Dulu... Saya pernah kehilangan sahabat di masa smp... Bukan manusia, ya bukan mahluk hidup... Hanya sebuah besi tua... Besi tua yang selalu menemani saya melewati hari-hari yang panas dan dinginnya cuaca dijalan raya... Tapi, hanya sebuah besi tua itu saja bisa sampai membuat saya sakit ketika harus merelakannya pergi... Dan sekarang..." kali ini gw angkat kepala dan menatap ke meja dimana gw duduk selama kelas 2 ini
"Sekarang disana, tepat disamping bangku saya duduk selama dua tahun terakhir..." gw tunjuk bangku disebelah gw
"Saya.... dan kita semua.... Harus kehilangan seorang laki-laki, yang saya kenal pertama kalinya di sekolah ini... Seorang laki-laki yang masih remaja, yang begitu cerianya menyapa saya ketika mos hari pertama dulu dimulai..." gw kembali menaruh satu tangan kesisi meja, gw pejamkan mata, tangan gw kuat mencengkram meja kayu ini
Ssshhhh... Haaaaa... Tubuh gw bergetar, mata gw terpejam dan kening gw berkerut keras, tak terasa deru nafas gw memburu lalu butiran air menetes membasahi meja didepan gw.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Gw rasakan ada tangan yang memegang pundak gw dan mengusap punggung gw.
Hikks... hikss.. Wali kelas gw ikut menangis dengan masih mengusap punggung gw, dan tidak lama kemudian, indra pendengaran gw semakin menangkap banyaknya suara isak tangis dari depan sana.
"Dia, bukanlah teman kita... Dia bukanlah sahabat kita... Tapi Dia adalah keluarga kita semua... Keluarga kita disekolah ini, juga diluar sana..." lanjut gw
Huuftt... Gw menghela napas panjang dan menyeuka airmata.
"Sekarang, seorang siswa dikelas ini tidak akan pernah lagi bisa melanjutkan pendidikannya dikelas 3, tidak akan pernah lagi bisa duduk dibangku sekolah ini... Tidak akan lagi kita dengar suara canda tawanya yang khas... Tidak akan lagi kita lihat sapaan seorang remaja lelaki yang selalu bersemangat di pagi hari... Dia adalah simbol dari sebuah perjuangan hidup... Kita semua tau bagaimana kehidupannya dan orangtuanya... Dan namanya akan selalu ada dilubuk hati ini, karena dialah salah satu keluarga kita".
Banyak sudah kisah yang tertinggal Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi tanpa tangis arungi mimpi Selamat jalan kawan cepatlah berlalu
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorangpun yang mengganggu kau bernyanyi
*** Semoga dalam damaimu kau mengerti Arti gelapnya jalan yang kau daki Hingga indahnya bias mentari Tak lagi kau nikmati
Selamat jalan kawan cepatlah berlalu Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorangpun yang mengganggu kau bernyanyi
Kawan... Bukan... Kau bukan kawanku... Kau adalah Saudaraku... Ya, kaulah laki-laki yang pertama kali menyapaku dibarisan siswa-siswi kelas kita dulu...
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Senyum dan candamu akan selalu tersimpan dimemori ini.
Kau beli sebuah mimpi semu... Kau biarkan laju darahmu teracuni... Kini kau bayar semua itu dengan nyawamu...
Bukankah kita pernah bermimpi bersama-sama untuk menggapai bintang indah dilangit itu... " Bukankah kau pernah berjanji untuk berjuang menggapai cintanya "
Wahai Saudaraku... Perempuan itu kini menangis setiap hari dikelas ini...
Wahai Saudaraku... Perempuan itu kini telah tau isi hatimu...
Wahai Saudaraku... Perempuan itu kini hancur berantakan...
Beristirahatlah dengan tenang wahai Saudaraku... Semoga mimpi-mimpimu bisa kau raih disana... Ditempat yang berbeda.
*** Topan Afriandi, Mei 2005.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 117. OLAHRAGA HATI II Hari Minggu di bulan September 2005. Triiiing.... Triing... Triiiing...
Suara dering telpon dari hp 8210 berbunyi nyaring membangunkan gw dari indahnya alam mimpi.
Gw kerjapkan mata sebentar, lalu tangan kiri gw meraba keatas meja kecil disamping kasur tanpa menengok dengan mata yang kembali terpejam. Gw tekan tombol answer tanpa melihat layar hp dan langsung menempelkannya ditelinga kiri.
Percakapan via line : Gw : Assalamualaikum.. " : Walaikumsalam... Za... baru bangun ya "
Gw : Heuummm... hooaamm...
" : Diiih... Ayo bangun ah, katanya mau lari pagii siih... Aku udah siap nih tinggal berangkat...
Gw : Eh " Emang sekarang hari minggu ya "
" : Iyaaa... Ck, gimana sih, ayo bangun ah jangan tidur lagi loch...
Gw : Hari minggu itu harusnya libur dari segala aktifitas... Lagian aku ada janji pagi ini...
" : Hah " Janji " Janjian sama siapa kamu "
Gw : Gladis... " : Mau lari pagikan "
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Gw : Iyak, kok tau "
" : Helloooww... Makanya kalo angkat telpon tuh diliat duluu siapa yang nelpon!! Huuuh...! Tuuuuuuutttt...... end of call.
Hadeuh, ganggu aja, lagian gw janjian ama siapa, dia yang repot.
Tapi tunggu... Kok dia bisa tau gw mau lari pagi hari ini sama Gladis " Eh sebentar... Kok suaranya mirip sama Gladis tadi. Waduh... Oke gw harus benar-benar sadar dan bangun sekarang.
Gw cek call register, wah beneran si Gladis yang nelpon, gw langsung terduduk dikasur dan mengucek mata. Setelah itu gw sms dia.
Percakapan via : Gw : Hehe... Maaf ya Kak, tadi gak liat dulu siapa yang nelpon. Aku siap-siap bentar, terus langsung berangkat nih... Tunggu disana ya...
Gladis : Hmm... Hadeuh ngambeuk dia, gw biarkan dulu smsnya, gak gw balas. Sekarang gw bergegas kekamar mandi, cuci muka, cuci Jojo dan gosok gigi cukuplah, lalu berganti pakaian. Gw memakai kaos polos berwarna putih, celana basket dan runner shoes. btw, gw bukan anak basket sih, beli celananya doang buat santai dirumah atau dipakai tidur. Hehehe...
Gw kebut si Kiddo sampai ke GOR, 10 menit sampai di GOR dan langsung menuju stadion sepak bola setelah memarkir si Kiddo. Gw berjalan kedalam stadion dan melihat sudah banyak orang-orang yang sedang berlari di Running Track, wah penuh dan ramai banget ini. Gw rasa gak akan bisa olahraga kalo kondisi ramai gini.
Gw ambil hp dari saku celana, mencari namanya lalu menelponnya, beberapa kali dering barulah diangkat, gw tanyakan dimana dia berada, ternyata dia sedang berlari dan baru satu putaran, gw tunggu dirinya melintasi salah satu sisi gawang.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Ah, itu dia... Wow... Pakaiaan olahraganya keren, jaket sporty berwarna biru merk adid*s, celana runner sebetis ketat berwarna hitam, runner shoes warna biru-putih dan rambut panjangnya diikat tinggi kebelakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dengan rambut-rambut halus ditengkuk hingga kebawah. "Hallo, pagi Kak hehehe..." sapa gw ketika sudah berada disampingnya dengan tersenyum lebar "Pagiii pemalaasss..." jawabnya dengan muka jutek
"Duilleee segitunya... Haduh maaf deh hehehe... asli ketiduran gara-gara begadang" "Begadang mulu, pacaran mulu, ampe malam mulu.. huuu"
"Diih, maen ps semalaman. Pacaran darimana lagian, Sherlinnya enggak pulang minggu ini... Hehehe..." "Ya udah yuk lari, aku baru satu putaran nih.."
"Okee let's goo..."
Kami pun berlari berdampingan, hanya lari kecil tanpa tenaga, karena gak mungkin menambah kecepatan lari dikeramaian seperti ini. Dua keliling kami masih santai, tiga keliling okelah, empat keliling napas gw mulai kembang kempis, lima keliling gw sudah berlari sendirian, bukan Gladis yang gw tinggal, melainkan gw yang tertinggal olehnya beberapa meter didepan sana.
Gokil ini napas sama tenaga gw ilang kemana, cuma lima putaran gw udah ngosngosan, parah asli, kebanyakan ngerokok dan jarang olahraga nih gw. Anjir tengsin juga dicengin Gladis.
"Haa.. Haa... Haadeeuhh... Bentar-bentar Dis, gw narik napas dulu... Haa.. haa.. huufftt..." ucap gw yang sekarang sudah berada disampingnya
"Kamu jarang olahraga ya ?"
"Hah " Iya.. haaa... haa... parah ini... cuma lima puteran udah eungap... hauuffttt..." gw berjalan sangat pelan sambil memegangi perut dengan kedua tangan
"Ck... Payah ah... masa masih muda udah cepet cape, ayo sekali lagi deh..." ucapnya sambil menyenggol lengan gw lalu menariknya pelan
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Dududuuuh... Bentar dong, asli cape nih Kak... Kamu aja deh, aku tunggu sini, sekalian aku beliin minum diluar ya... Oke ?" gw mengelak dan bergegas berjalan kearah pintu keluar stadion
"Huuu... Payah, ya udah aku lari satu putaran lagi, nanti aku kedepan aja, kamu tunggu di penjual minuman yang sebelah pintu keluar ya..."
Gw hanya memberikannya satu jempol diangkat, lalu Gladis pun kembali berlari. Gw keluar stadion, dan menuju penjual minuman disebelah pintu keluar. Gw membeli 2 botol air mineral, lalu duduk dibangku kayu yang disediakan disebelah pedagang ini.
Sambil menunggu Gladis, gw mencuci mata melihat rombongan dede gemesh, wiih... Bener yak, minggu pagi kayak gini tuh memang ajang untuk olahraga dan olahmata, huehehehe. Gimana gak tertarik, banyak abg-abg yang pakaiannya tuh bikin mata seger, hotpants bahan jeans, kaos ketat, malah ada yang pakai kacamata hitam, yang terakhir gak jelas asli.
Gw lihat beberapa gerombolan dede gemesh digoda oleh gerombolan cowok alay, apa yang terjadi " Gayung malah bersambut, para dede gemesh dengan centilnya tersenyum digoda oleh cowok-cowok yang dandanannya seperti mau nonton konser grup metal, kaos hitam, celana long-jeans robek-robek dan sepatu boot.
Gw sih bodo amat sebenernya, cuma ya mau gak mau terusik juga ini otak dikepala. Bayangin aja, ini GOR, Gelanggang Olah Raga. Jelas tuh, masa gw kudu definisiin juga " Lah mereka datang buat nongkrong doang sih gak masalah yak, lah ini, sok-sok an ikut lari dengan pakaian begitu, hadeuh, minimal ya pake celana santai pendek atau sepatu biasalah, malah mendingan lari telanjang kaki daripada pake boot begitu.
Tapi ya inilah ragam model pergaulan jaman sekarang (waktu itu, dan sekarang lebih parah apa enggak tuh kira-kira ") siapa mencontoh siapa aja gw gak tau, budaya olahraga atau lari pagi di hari minggu berubah jadi ajang tebar pesona dengan berbagai macam gaya berpakaian.
Gw sudah menghabiskan setengah botol air mineral yang gw beli tadi. Sambil duduk, kedua kaki gw gerakan naik turun, berharap pegal yang terasa hilang dengan perlahan. Kemudian tidak lama datanglah Gladis dan berdiri tepat didepan gw yang masih duduk.
Waduh waduh waduuuh, godaan ini ma, asli dah gak pake bo'ong. Gladis membuka ikatan rambutnya, menggoyangkan rambutnya sebentar lalu kembali mengikatnya, cara mengikatnya sih biasa, normal seperti kebanyakan wanita pada umumnya tapi yang membuat jakun gw naik-turun adalah dirinya tepat berdiri
Unforgettable Moment by : Glitch.7 didepan gw dengan jarak hanya 1 meter, resleting jaketnya terbuka sedadanya, kedua tangannya terangkat mengikat rambutnya keatas, keningnya mengkilat karena basah oleh keringat.
Setelah selesai mengikat rambut, gw berikan satu botol air mineral yang gw beli untuknya, Gladis langsung menerima dan membuka tutupnya lalu menenggak perlahan air yang gw berikan. Hanya sedikit dia meminumnya lalu menyeuka bibirnya yang merah.
Gw masih bengong melihat dirinya yang kini mengipas-ngipaskan tangan kirinya kearah lehernya yang jenjang dan mengkilat karena keringat, bibirnya maju seperti meniup balon tanda seseorang sedang kepanasan dan kedua pipinya mengembung.
"Hei! Ngelamunin apa hayo! Kok ngeliatinnya gitu sih!" ucapannya cukup membuat gw tersentak
"Eh.. Euu.. Euu.. Enggak kok... Mmm... Itu aku cuma... apaan yak... duuh..." malu asli ke gape ngeliatin perempuan dengan tatapan gak jelas kayak tadi, syiit!
"Heum " Cuma apa hayoo " Pasti mikir yang enggak-enggak ya kamu! Ngaku!"
"Enggak kok, bener dah.. Duuh.. Eh, kita sarapan yuk, tuh disana banyak yang jual makanan... Yuk ah.." Gw bangkit dari duduk dan mengajaknya pergi ke jejeran pedagang kaki lima yang berada diluar Gor ini.
Sebenernya sih gw berkilah, ya mau gimana lagi, malu Gais dicecar pertanyaan kayak gitu, mana jelas banget gw ngeliatin dia sampe terbengong-bengong (halah bahasa apa itu terbengong2).
Kami berdua memesan dua mangkuk bubur ayam untuk sarapan, duduk bersebelahan dibangku plastik bersama pembeli lainnya yang berada disisi lain.
Setelah bubur disajikan, kami berdua pun menyantapnya dengan perlahan. Lagi asyik-asyik menikmati bubur ayam dan sate ati-ampela, pandangan gw tertuju kepada salah satu gadis muda yang berjalan kearah gw atau mungkin ingin membeli bubur ayam ini juga, entahlah, yang jelas gw langsung membalikkan badan dan membelakangi gadis itu.
"Hei, kenapa ngebalik Za ?" tanya Gladis yang heran dengan tingkah gw
"Ah " Eng.. enggak, enggak apa-apa, ini mau lihat pohon aja.." jawab gw sambil melihat pohon besar yang sekarang berada didepan gw
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Iih " Aneh banget kamu... Ada apa sih " Kamu liat siapa sih ?" tanyanya lagi sambil wajahnya memperhatikan orang-orang didepan jalan yang berlalu-lalang
Puuk... pundak gw ditepuk dari belakang
"Hai Mas Eza..." suara gadis muda itu membuat gw terkejut
Dengan perlahan, dan sate ampela masih berada dimulut gw yang sedang digigit, gw menengok kebelakang sambil tersenyum buruk, ya buruk, bayangin aja sate masih digigit terus gw harus tersenyum pula. look like idiot, syiit.
"Eh.. hehehe... Desi... Lagi makan bubur nih..." ucap gw yang sudah melepas sate dari mulut "Ooh lagi sarapan... Abis olahraga juga ya Mas ?" tanyanya lagi dengan ramah dan tersenyum
"Mmm, iya hehe..." gw kikuk dan berharap Desi tidak menyadari kalo gw sedang bersama seorang wanita lain yang bukan pacar gw
"Sendirian Mas ?"
Deeuussss! Ini nih pertanyaan kampreeyyy... Mau dijawab sendirian gak mungkin, karena ada Gladis disebelah gw, mau dijawab bareng temen juga gak mungkin nih calon adek ipar percaya. Terus gw kudu piyee "!!.
"Ini siapa Za ?"
Aiisshh si Gladis malah ikut-ikutan ngomong lagi, duh gustiii...
"Ooh, lagi sama Kakak ini ya ?" ucap Desi sambil melirik kearah Gladis sambil tersenyum. "Hai Kak, kenalin aku Desi, adik pacarnya Mas Eza..." kali ini Desi mengulurkan tangan kepada Gladis.
"Ooh adiknya Sherlin, iya kenalin aku Gladis, Sahabat dekatnya Eza..." jawab Gladis seraya menyambut uluran tangan Desi, Aiih si Gladis kenapa pake nada penekanan diakhir kalimatnya "!
"Ooh sahabat deketnya Mas Eza, kok aku baru kenal ya " Mas Eza gak pernah cerita sih ?" ucap Desi sambil melirik kearah gw dengan tatapan menyelidik
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Eh, Euu... Ini baru deket sekarang-sekarang aja hehehe.." gw gak tau harus jawab apalagi, hiks
"Oooh... Baru deket, berarti deketnya pas Mba Sherlin mulai kuliah dong yaaa..." Oh tidaakk, gw salah ngomong, hiks... kacau ini kacauuu
"Eh, Sherlin nya gak lagi pulang kesini ?" tanya Gladis kepada Desi
"Pulang kok..." jawab Desi lalu membalikkan badan kearah kerumunan orang dijalan. "Mbaaaa... Siniii.. Disiniii..." kali ini Desi berteriak sambil melambaikan tangan kearah kerumunan itu
Gw yang langsung H2C, harap-harap cemas, langsung memiringkan tubuh sedikit kearah Gladis dikanan, agar pandangan gw tidak terhalang tubuh Desi yang berada tepat didepan gw. Seketika itu juga nafsu makan gw hilang, tenggorokan gw terasa kering karena sulit menelan ludah, karena "Mba" yang dipanggil Desi sedang berjalan cepat kearah kami sekarang, dan itu benar-benar Mba Yu Ku!. .
Unforgettable Moment by : Glitch.7 118. KOSONG Sabtu malam di bulan September 2005.
sms : Gw : Iyaa, gak akan kemaleman sayang, nih bentar lagi disave gamenya.
MY Ku : Ya udah, aku bobo duluan ya, inget besok gak usah main kemana2 kalo gak ada keperluan, akunya gak bisa pulang soalnya Mas.
Gw : Okey, have a nice dream Mba Yu Kuuu.... Luv U :*
MY Ku : Iya, Luv U too Mas Ku :*.
Begitulah sms-an gw dan Sang Kekasih yang gw simpan no.hp-nya di hp 7650 dengan nama "MY Ku". Setelah mengetahui kalau Mba Yu enggak bisa pulang seperti biasanya setiap satu minggu sekali, gw pun mengiyakan ajakkan Gladis tadi sore yang ingin lari pagi di Gor.
Okey, sms sudah terkirim kepada Gladis kalo gw bisa menemaninya besok pagi. 30 menit gw tunggu balasannya sambil meneruskan master league, tapi tak kunjung hp gw berbunyi. Jangan-jangan udah tidur nih orang, ya sudahlah, besok pagi juga dia pasti nelpon pikir gw.
Gw matikan ps setelah nge-save permainan master league tadi. Lalu gw mencuci muka dan tangan dikamar mandi. Beres bersih-bersih, gw rebahkan tubuh ini dikasur tanpa dipan kesayangan gw. Gw tarik selimut dan mematikan lampu tidur disisi kasur. Baru saja hendak memejamkan mata, hp gw berbunyi, gw ambil hp 8210 diatas meja kecil, lalu gw buka sms yang masuk.
Isi sms 8210 : Gladis : Za, gimana " Besok jadi gak " Aku tungguin sms kamu sampe jam segini kok gak ada kabar "
Gw : Lah, emang sms aku daritadi gak masuk " Aku udah sms bilang jadi kok... Pending kali.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Gladis : Masa sih " Enggak ada sms dari kamu tau. Iya kali pending atau error, ya udah berarti besok jadi ya. Oke see you soon Za... Jangan telat!.
Gw : Iya bawel... Udah bobo dulu ya... See you soon too Kak.
Kemudian setelah selesai sms Gladis, gw cek kotak terkirim, mencari sms gw yang mengiyakan ajakkannya, gw penasaran aja, kok bisa pending sih sms gw. Ternyata setelah gw cari dikotak terkirim di hp 8210 ini, tidak ada sms gw yang tadi, masa kehapus sih, atau emang gak gw kirim ya " Bisa jadi, kan gw tadi sambil maen ps ngetiknya. Ya udahlah, yang penting sekarang Gladis udah tau kalo besok jadi lari pagi.
Gw kembali menaruh hp diatas meja kecil, lalu kembali rebahan lagi dikasur. Gw mencoba tidur tapi belum dapet posisi PW (posisi wuenak). Gw ubah posisi tidur miring ke kanan. Tangan kanan gw memeluk guling, tapi ada satu benda keras yang terpegang oleh tangan gw, lalu gw ambil dan angkat benda tersebut, dengan posisi masih tiduran, gw slide benda tersebut keatas, berharap-harap cemas, jempol gw memainkan trackpadnya dan masuk ke menu pesan terkirim, disana gw buka sms yang berisi kalimat, "KaCan, besok pagi di GOR jadi ya olahraga...", gw menelan ludah, mengumpat dalam hati ketika membaca penerima pesan tersebut, "MY Ku". bloody hell!!!
Bajiguuur, sueee, asyyuuu, kaaammmmpppeerrrrttt.... Hiks .
Bodo amatlah... Tapi gw gak bisa tidur jadinya, syit!. Gw sudah menghabiskan 3 batang rokok didalam kamar setelah mengetahui kebodohan gw tadi.
Bisa-bisanya gw sms untuk Gladis menggunakan hp 7650, dan lebih bodohnya lagi malah mengirim ke MY Ku, Mba Yu Ku. Apes banget ini sih salah kirim. Mana gak dibales-bales lagi smsnya. Ah mungkin dia sudah tidur, atau mudah-mudahan sms itu pending dan tak pernah diterima oleh Mba Yu.
Percuma gw memusingkannya, gw matikan rokok, toh dia gak bisa pulang ini. Lagian acara lari pagi, jadi gak mungkin dia pagi-pagi udah ada disana kalo pun besok pulang. Lalu gw terpejam. Berharap besok pagi lancar jaya tanjung tempo.
*** Back to sunday morning at GOR.
Sial, kenapa tiba-tiba perasaan gw jadi takut gini sih " tenang, gw harus tenang. Slow, ya gw harus slow... Tapi gw gak bisa assyuuu... Kenapa " Itu Nyonya Mba Yu Ku Sherlin Putri Levanya berjalan dengan tatapan
Unforgettable Moment by : Glitch.7 membunuh kearah gw! mampus gw, mampus ini ma udah.
Haduh sial amat gw, kok bisa sih dia ada disini, kan gak mungkin dia berangkat subuh-subuh, apalagi malammalam bawa mobil lintas kota sendirian. Dih, udah gak pentinglah, yang penting gimana caranya Mas nya ini merangkai kata dan kalimat yang masuk akal, bukan yang manis, gw tau karakter sang kekasih hati, gak mempan gombal gambol, apalagi sok sok-an ngucapin puisi dengan bunga mawar, diterima kagak, di jewer iya lu cuk! (cak cuk cak cuk, emang apaan dah artinya ").
"Mba, aku ketemu Mas Ezaa dong, hehehe...." ucap Desi dengan tersenyum penuh kemenangan seolah-olah gw adalah mangsa mereka berdua yang berhasil ditemukan dan siap diterkam
"Hm... Abis lari ?" tanyanya dingin kepada gw
Gleuk... "Eh, ii.. Iya hehehe..." jawab gw sambil menggaruk pelipis yang tidak gatal, sama sekali tidak gatal, how look so nervous i'm
"Mau lari kemana lagi abis ini ?" tanyanya lagi tetap dingin "Ah, eeuu.. enggak kok, abis ini gak kemana-kemana lagi..."
"Bagus deh, kirain mau lari dari kenyataan" ucapnya sambil melipat kedua tagan didepan dadanya
Ajigile bener ini Mba Yu, sadis amat dah, hiks. Gw taruh mangkuk berisi bubur ayam yang masih sisa cukup banyak. Lalu berdiri mendekatinya.
"Eeeuu... Mba, kita ngomong berdua yuk, jangan disini.." bujuk gw
"Okey, tapi aku mau tau dulu, siapa itu K-A-C-A-N ?" nadanya mulai berubah dan menatap kepada Gladis
Aiiisshhh, prepare my self, yeah my self, not you or everyone else! Only me! madafaka!!!
"Oooh aku tauuu... Kacan itu pasti Kakak Cantik artinya Mbaa, hihihi... Bener gak Mas ?" polosnya wajahmu tidak bisa menutupi cucut manismu Des Des!, dasar gondes! Hiks... Rektiiii!!! Gw mutilasi juga nih bokin lo! aaasssseemmm heeugghhhhh!!!
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Oooh.. Kakak Cantik yaa... Yang mana orangnya coba kasih tau ke aku Mas..." tanyanya dengan mata sinis
Dan kampretnya tetep aja yang jawab si Dedek Gemesh nan imut, pingin rasanya gw piteus ini calon adek ipar satu!
"Ini niih Kak, iniiih... Ya Kakak Cantik kan ya " Namanya tadi mmm. . Gadis" ucap Desi dengan riang gembira sambil "mempromosikan" Gladis kepada Mba nya
"Hai, kenalin aku Gladis... pake L..." ucap Gladis yang sudah berdiri sambil mengulurkan tangan kepada Sherlin dan membenarkan ejaan namanya karena Desi salah sebut, hadeuh
Sherlin menatap Gladis sebentar, entah tatapan apa gw pun gak ngerti, tidak lama kemudian tersenyum manis kepada Gladis dan menyambut jabatan tangan Gladis.
"Gladis " Namanya bagus, Aku Sherlin, pacarnya Eza..."
"Makasih.. Aku sahabat dekatnya Eza..." jawab Gladis tersenyum lebar dengan mata yang semakin menyipit, ini apa namanya "! Apa-apaan si Gladisss... hadeuh...
"Oh ya " Kok Eza gak pernah ngenalin ya " Sahabat deket loch..." jawab Sherlin dan melirik kearah gw diakhir kalimat tanyanya itu
"Baru deket sekarang-sekarang kok, tenang aja kita cuma sahabat..." jawab Gladis dengan tetap tersenyum
"Eh bentar ya, aku mau ada perlu dulu nih sama Sherlin ya Dis..." ucap gw memotong obrolan mereka dan mengajak Sherlin sedikit menjauh dari tukang bubur ini
Gw dan Sherlin berdiri didekat tukang rujak mangga, hanya beberapa meter dari tempat Gladis dan Desi menunggu. Gw lihat wajah Sherlin dingin tanpa ekspresi.
"Mba, kamu pulang kapan " Kok gak bilang ?" tanya gw sambil memegang lengannya "Hm " Iya, aku pulang subuh, jam 5 baru sampe... Kenapa " Kaget ?" "Euu... Ya kaget sih.." jawab gw kikuk
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Iyalah pasti kaget, orang janjian sama cewek laen terus ketauan, gimana gak kagetlah... hmmm..." wajahnya jutek banget sambil menepis pegangan tangan gw
"Bukan gitu, duuh... Euu... Maaf ya, aku ngaku salah gak bilang-bilang dulu sama kamu kalo pagi ini janjian lari pagi sama Gladis..."
"Hmm..." jawabnya tak acuh
"Mba, maafin aku ya, aku gak ada apa-apa sama dia beneran Mba... Cuma temen.. Sumpah deh..." jelas gw sambil kembali meraih tangannya
"Temen apa sahabat deket " Yang bener yang mana sekarang " Hm ?"
Anjirrr gara-gara si Gladis bilang sahabat deket malah jadi gini nih. Ah elah lari pagi yang gak gw harepin ini sih. Tiba-tiba gw mendengar suara tawa yang tertahan dan cekikikan berasal dari samping gw. Gw tengok kesamping, diih... Nih tukang rujak mangga ngapain medelik-delik kepo ngeliatin gw sambil cengar-cengir "!
"Mba, aku salah iya, maafin aku ya, aku cuma lari pagi aja sama dia... Beneran gak ada niat yang lain..." gw masih berusaha membujuknya agar mengerti
"Iya gak niat, tapi kalo ada kesempatan diembat juga!!" matanya mulai melotot melihat gw "Jaah, enggaklah, siapa juga yang mau curi-curi kesempatan Mba..."
"Enggak ya " Terus apa namanya sekarang kalo bukan ambil kesempatan " Hm " Kamu tau dari kemarin aku gak akan pulang kesinikan "... Sekarang mau ngelak apa lagi Mas "!"
["Ppfffttt... hihihi...."] rese nih reseee... mulaii resee kang rujak
"Iya maaf Mba, aku salah udah gak jujur, tapi beneran aku gak ada apa-apa sama Gladis Mba... Percayalah sama aku.." usaha ma teteup, mau gimana lagi coba "
"T-E-R-S-E-R-A-H... Aku mau pulang! Urusin sana tuh Sahabat Dekat mu Mas!" Sherlin berbalik lalu berjalan cepat meninggalkan gw
Bukan gw gak mau ngejar, tapi nanti gimana si Gladis pulangnya " Syiit... kampret banget ini pagi. Kesal gw kalo udah gini, mana susah lagi Mba Yu kalo udah ngambeuk dibaekkinnya. Hadeuh amsyong gw amsyong!
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Udahlah gw biarkan dulu Mba Yu pulang, nanti gw susul aja kerumahnya.
Gw balikkan badan berniat kembali menghampiri Gladis, tapi... rasanya gw perlu meluapkan kekesalan nih... Ya perlu dan sangat perlu ketika gw mendengar dengan jelas tawa renyah dari kang rujak yang bahagia sambil menatap gw.


Unforgettable Moment Karya Glitch di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Ha ha ha... boo ya punya ceumceuman tuh siji aee mass.. Hi hi hi..." ucap kang rujak yang lebih muda dari gw dan sangat alay, sambil melirik kearah gw
Braakk!!! Gw tendang gerobak rujaknya.
"Rese Lu! Ngajakin berantem"!" Emosi gw sambil melotot setelah menendang gerobak rujaknya
"Eeh enggak mas, enggak... enggak, maaf mas maaf..." ucapnya sambil kedua tangannya diangkat seperti memohon
"Set*an!" Bentak gw lagi sambil berlalu meninggalkannya.
Sekarang gw sudah kembali bersama Desi dan Gladis di tukang bubur ayam, gw bilang ke Desi untuk segera pulang karena Mba Yu pergi, Desi pun menyusul Kakaknya itu. Gw bayar bubur ayam pesanan gw dan Gladis tadi, lalu gw ajak Gladis pulang.
Sekarang gw sudah diparkiran dan hendak menaiki si Kiddo bersama Gladis. "Kak, kamu kesini tadi naik angkot ?"
"Enggak, dianter Papah sama Mamah tadi, mereka sekalian mau pergi kerumah saudara..." "Ooh... Ya udah naik yu.." ajak gw setelah gw sudah naik terlebih dahulu keatas si Kiddo
Gladis pun memegang bahu kiri gw, lalu naik ke jok belakang si Kiddo, tidak lama kamipun pergi meninggalkan Gor ini untuk menuju rumahnya.
Rumah Gladis tidak jauh dari Gor, tapi kalo jalan kaki sih cukup jauh. Sekitar kurang dari 10 menit gw dan Gladis sudah sampai didepan rumahnya. Ngomong-ngomong gede juga rumahnya. Anak gedongan nih cewek.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Gw hentikan motor tepat didepan gerbang rumahnya, Gladis turun dan mengajak gw untuk mampir dulu. "Za, masuk dulu yuk, mampir dulu..." ajaknya yang sudah berdiri disamping gw
"Enggak deh Kak, lain kali aja ya, tau sendirikan tadi Sherlin gimana..." jawab gw "Hmm iya sih.. Tapi minum dulu aja sebentar, tuh mulai panas juga mataharinya.." "Makasih Kak, gak apa-apa deh.. Laen kali aku bertamunya ya..."
Gw nyalakan lagi mesin si Kiddo bersiap pergi menuju rumah Mba Yu. Tapi Gladis menahan tangan kiri gw yang berada di stang motor.
"Za... Dirumah lagi gak ada siapa-siapa kok... Kosong.." ucapnya
Kosong... KOsong... KOSong... KOSOng... KOSONg... KOSONG!!!
Unforgettable Moment by : Glitch.7 119. SALAH ARAH "heuh... huuuftt..." gw seuka kening yang berkeringat dan kembali mencoba
"Ssh... Aahh.. Aww. Aaw.. Tunggu-tunggu, sakiitt..." ucapnya dengan mata terpejam lalu mulutnya meniupniup, karena keperihan
"Huuft.. huuftt.. aduh sakit tau iih... pelan-pelan kenapa sih!" "Maaf-maaf, istirahat dulu ya, cape akunya juga nih... huuftt.." "Lagian ngangkatnya tuh pelan-pelan kek, aku kan keberatan..." "Ngomel mulu iih, udah ambilin minum dulu, cape nih ampe keringetan..." "Ya udah bentar...".
Dirinya beranjak keluar kamar untuk mengambilkan gw minum. Sedangkan gw sekarang sedang mengipasngipas tubuh dan terduduk diatas kasur. Tidak lama, pintu kamarnya yang terbuka setengah itu dibuka lebar. "Wah, susah ya Mas ?" tanya seorang Ibu-ibu
"Eh, i iiya Mah, hehehe... berat juga ini.."
"Iya, abisnya dari kayu jati asli, maaf ya jadi ngerepotin, Papahnya lagi keluar sih... Hihihi.." "Enggak apa-apa Mah, hehe..."
Tidak lama kemudian dirinya balik lagi kedalam kamar dan memberikan gw segelas air mineral dingin. Gw teguk sekali, langsung gw habiskan.
"Huuft... perih nih jari aku, kepentok pintu lemarinya.." ucapnya sambil duduk disamping gw "Ya mana aku tau, lagian kamu megang pintu lemarinya, bukan bawahnya sih..."
"Hmm.. Eh ya Mas, tadi ngapain aja kamu abis anter Gladis ?" tanyanya sambil meniup-niup jarinya yang kemerahan
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Enggak ngapa-ngapain, langsung pulang, dia juga titip salam sama kamu..." jawab gw
"Hm.. Walaikumsalam... Terus dijalan meluk kamu ya " Pasti tuh, gak mungkin enggak, kan jok motor si Kiddo yang belakang nungging dikit..." bibirnya cemberut kali ini
Cuupp... Gw cium pipi kanannya.
"Enggak kok Mba Yu Kuu... Beneran kok, ngapain aku bohong..." "Huu.. Awas aja kalo bohong...".
Setelah gw mengantar Gladis pulang sampai depan rumahnya tadi, Gladis memang mengajak gw untuk bertamu dulu, apalagi dia bilang rumahnya sedang kosong, walaupun gw gak paham apa maksudnya. Mungkin pikirnya kalo ada keluarganya, gw bakal sungkan dan malu. Tapi gw tidak menerima ajakannya, karena tidak lama setelah Gladis memaksa gw untuk bertamu dulu, telpon gw berbunyi, dan yang menelpon adalah Mba Yu yang sekarang ada disamping gw ini.
Selesai juga akhirnya menggeser lemari pakaian Sherlin kedalam kamar ini, dirinya memang baru dibelikan lemari dari bahan kayu jati asli oleh Mamahnya. Sebelumnya lagi, saat gw baru datang, lemari ini masih berada di teras rumah. Alhasil gw lah yang dimintai tolong berdua bersama Mba Yu untuk memindahkannya kedalam kamar Mba Yu. Hadeuh...
Sekarang kami berdua berada dibangku kayu teras rumahnya, gw menghisap rokok untuk mengimbangi kopi hitam buatan Mba Yu.
"Aku mau bahas soal kamu dan Gladis..." tiba-tiba ucapannya itu membuat gw langsung menengok kearahnya
"Hmmm... Oke" jawab gw setelah menghela napas "Kamu kenal dia karena dia Kakak kelas kamu dulu kan ?" "Iya..."
"Gimana ceritanya kamu sama dia baru sekarang dekatnya " atau kamu emang udah deket dari dulu ?" nada bicaranya biasa saja, tidak meninggi ataupun dingin
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Aku jujur sama kamu nih, waktu dia masih kelas 3, aku pertama kali kenal dia, waktu itu aku kelas 1 semester 2. Hanya kenal biasa aja, tukeran no.hp pun enggak... Terus dia lulus 2004 pertengahan, sampai ke kelulusannya aja aku gak deket, ngobrol juga enggak.. Aku deket sama dia baru-baru ini, baru banget dari bulan agustus, berarti itu masih semester 1 awal kan aku dikelas 3, nah... Terus Aku mulai dari kelas 2 ngebentuk band sekolah sama Sandhi, Gusmen dan almarhum Topan, kita berempat sering latihan tuh dirental studio musik. Sampai akhirnya Topan meninggal bulan Mei lalu, kita kehilangan sahabat sekaligus drummer band kita Mba... Ternyata rumah Sandhi dan Gladis itu deket, tetanggaanlah ibaratnya, baru awal agustus kemarin Sandhi ajakin Gladis gantiin posisi Alm. Topan sebagai Drummer. Jadi Sandhi lah yang rekrut Gladis ke band kami Mba..."
"Ooh gitu, terus kenapa kamu baru cerita sekarang " Coba kamu ceritain ke aku dari awal, aku gak akan salah paham. Lagian kamu tuh nyebelin banget tau gak! Pake acara bohong lagi semalam ngomong gak akan kemana-mana, eh taunya malah lari pagi sama Kacan! Oh ya itu! itu tuh Kacan, apa coba maksud kamu manggil dia Kakak Cantik, Hah "!!"
"Sssshh... Kalo itu... Euuu... Iseng aja, jail doang kok, gak ada maksud apa-apa beneran..." jawab gw kikuk
"Mas, denger ya, kamu kurangin deh kegenitan kamu sama perempuan, aku gak suka. Aku gak suka kamu godain perempuan lain Mas, sekarang kebuktikan, Sandhi yang kenal sama dia duluan aja gak sedeket dengan kamu sama Gladis, lagian kamu sama Gladis tau ada aku loch Mas! Kok berani sih Mas jalan berdua sama dia "! Kamu mikirin perasaan aku gak sih ?"
Airmatanya mulai menetes, aah gw gak tega, jiir salah gw. Ck, sial emang, gw deket sama Gladis cuma sebagai teman dan gak lebih. Inilah kalo awalnya gak jujur sama pasangan, ujungnya jadi gini. Syiit emang! Gw bangkit dari duduk, lalu duduk dilantai didepan Mba Yu yang masih menangis dibangku teras. Gw taruh tangan gw dipahanya.
"Sayang, maafin aku... Aku beneran gak ada apa-apa sama dia, iya aku salah suka godain perempuan lain, aku ngaku salah, ya walaupun itu cuma iseng..."
"Iseng kamu tuh bikin Perempuan maen hati tau gak! Iiihhh nyebelin kamu tuuh!!"
"Aaawww... Aww... Aww... Aw... Iya-iya-iya-iyaaa ampuuun... Enggak lagi-lagi Mbaa, ampuunn udah-udah, sakit niih, dududududuuuh..."
Gw mengaduh sakit, karena lengan kanan yang dicubit penuh "kegemasan" oleh Mba Yu. Gile coiy, biruuu ngok ngok. Hiks
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Mbaa.. Parah banget sih, ampe biru gini..." ucap gw sambil meringis dan mengusap pelan lengan yang membiru
"Mana sayang " Aduh aduh, liat coba sini..." tangannya memegang lengan gw dan matanya menyelidik mencari area biru
Paaakk!! "Adaaaaawwwww.....!!" Gw kembali mengaduh gara-gara tangannya menepuk keras area biru yang baru saja dia torehkan
"Sue! Biar rasa! Gak usah macem-macem makanya!" ucapnya sambil melotot penuh kekesalan Kemudian Mba Yu bangkit dari duduk dan masuk kedalam ruang tamu.
==== Beberapa hari kemudian, gw di sekolah belajar seperti biasa. Sekarang sudah masuk bulan ketiga, gw menjadi siswa kelas 3 di sma ini. Gw mengambil jurusan IPS.
Teman-teman sekelas gw yang dari kelas 1 dan kelas 2 sudah tidak satu kelas lagi. Kami semua berpisah kelas semenjak kelas 3 ini. Oh ya, jaman gw, penjurusan kelas baru dimulai dikelas 3, bukan kelas 2 SMA seperti sekarang.
Gw berada dikelas 3 IPS 1. Sandhi masuk 3 IPS 5, Airin 3 IPS 2, Gusmen masuk 3 IPA 2, Vera ada di 3 IPA 1 bersama Rara teman sebangkunya dari kelas 1 dulu.
Kemudian dikelas baru gw ini, gw duduk satu meja bersama seorang gadis bernama Elvi. Gw sering memanggilnya El daripada Vi atau Vivi. Kenapa gw bisa duduk bersama Elvi " Itu karena nama absen kami berdekatan dan jumlah siswa/siswi dikelas gw tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Meja gw dan Elvi dikelas 3 ini berada dideretan kedua baris pertama dari dekat pintu kelas. Jadi gw memilih duduk dipojok kiri agar bisa memandang ke jendela.
Wali kelas kami dikelas 3 ini bernama Ibu Sri, guru sejarah. Beliau adalah guru tersabar dan terbaik jika memberi nilai, asalkan absensi kita bagus, nilai aman.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Tidak terasa sebentar lagi gw akan lulus, ya walaupun masih beberapa bulan kedepan, tapi masa sma ini akan berakhir. Seperti kisah MyPI ini.
*** One month laters... Gw sedang menunggu kekasih hati disebuah cafe dalam mall di Ibu Kota. Menunggunya selesai praktikum mata kuliah sore katanya. Gw duduk dibangku luar cafe lantai 3 Mall ini, agar bisa menikmati sebatang racun dan kopi hitam.
Setengah jam sudah gw menunggu disini, dengan masih memakai seragam sekolah walaupun dibalut jaket. Oh ya, gw datang ke ibu kota menggunakan kereta, yang sebelumnya si Kiddo gw titipkan di parkiran stasiun kota gw.
Gw hanya melihat keramaian orang yang berlalu lalang dijalanan bawah sana. Ibu kota ini gede ya, jauh sama kota gw, Mall ini aja gede banget. Enak kali kalo bisa lanjutin studi disini. Begitulah pikiran gw mencoba berkhayal dan mulai merencanakan akan kemana gw setelah lulus SMA nanti.
Masih melamun dan menghisap rokok, pundak gw dicolek dengan halus oleh seseorang, gw tengok kesamping dan....
"Maaf, boleh pinjem pemantik.. Eh " Kayaknya gw pernah liat lo deh... Mmm... Dimana ya ?"
Subhanallah... Cantik banget ini perempuan, Masya Allah... gw benar-benar terpesona dengan wajahnya yang cantik, alisnya yang tipis memanjang, matanya yang agak sipit tapi bola matanya berwarna biru, apakah softlen " Entahlah... Rambutnya panjang lurus sepunggung, udah seperti iklan shampo aja itu rambut. Kulitnya putih dan bibirnya tipis kemerahan... Ini perempuan pasti turunan indo, gw yakin seyakin-yakinnya. "Halloo... Hei... Kok melamun ?" ucapnya sambil menggoyangkan telapak tangan didepan muka gw "Eh, euuu.. maaf-maaf, kenapa Mba " Ada apa ?"
"Kayaknya kita pernah ketemu, Tapi dimana ya...?" "Oh ya " Masa sih " Eummm..."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Gw berpikir sejenak, benar apa enggak nih gw pernah ketemu perempuan secantik dia. Masa iya sih... Tapi dimana ya... Gw lupa atau emang dia salah orang, masa iya gw lupa sama perempuan secantik dia. "Aah, gw inget sekarang, lo itu temennya Ben kan ?" ucapnya tiba-tiba
"Eh " Ben " Mmm..."
"Ben anak smkn xxx... Lo pacarnya Sherlin... Ya ya ya... Gw inget sekarang. Bener lo pacarnya Sherlin deh, Eza kan kalo gak salah nama lo ?"
"Eh, ii.. Iya sih... Terus, lo ituu... Eeuu.." gw masih mencoba mengingat-ingat nama perempuan super cantik didepan gw ini
"Luna" ucapnya sambil tersenyum manis sekali.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 120. SHERLIN III End of September 2005. "Kamu kenapa sih sayang ?" tanya gw lembut
Sepanjang perjalanan didalam mobil ini, tidak ada sedikitpun kata yang terucap dari mulutnya sejak kami berangkat tadi.
"Hey, kok diem aja sayang, ngomong doong..." ucap gw lagi sambil tetap menyetir dan harus membagi fokus ke jalanan didepan dan dirinya yang sedang membuang muka kesisi lain
"Hmm..." wajahnya masih saja berpaling dari gw
"Huuft..." gw menghela napas, lalu kembali fokus ke jalan raya.
Ketika sudah sore hari, kami berdua sampai juga disalah satu kost-kostan khusus perempuan di ibu kota. Lalu kami masuk kedalam kamar no. 2 dengan ukuran 4x4 meter. Pintu dibiarkan terbuka karena gw sedang bertamu, maklum kost-an ini menerapkan peraturan ketat untuk tamu (apalagi laki-laki) hanya boleh berkunjung maksimal sampai jam 8 malam.
Gw duduk dekat pintu sambil mengeluarkan sebungkus rokok, lalu membakarnya sebatang, sambil menunggu segelas kopi hitam yang sedang dibuatkan olehnya.
"Nih kopinya Mas..." sambil menaruh kopi dilantai, didepan gw yang masih duduk memandang keluar kamar "Makasih Mba, sini duduk sebelah aku..." ucap gw sambil memandanginya.
Gw pegang tangan kirinya, memandangi wajahnya yang terlihat malas dan sedikit kesal. "Mba, kamu kenapa sih " Dari kemarin kok jutek banget sama aku ?" "Enggak apa-apa" jawabnya datar dengan wajah yang tertunduk
"Jangan gitulah Mba, ngomong sama aku kalo ada masalah..." ucap gw lagi sambil tetap menggenggam tangan kirinya
"Enggak Mas... Enggak apa-apa..."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Mba... Aku tau kamu, selama ini kita pacaran gak pernah kamu nunjukin sikap kayak sekarang... Aku ada salah sama kamu " Kalo emang iya, aku minta maaf, tapi tolong jangan diem kayak gini, karena aku bingung salahku dimana..."
Sherlin kembali terdiam dan tidak menanggapi omongan gw, sekarang dia malah bangkit dari duduk dan menuju kasurnya dikamar kost ini. Gw bingung dengan sikapnya yang dari kemarin selalu mendiamkan gw, ya memang enggak didiamkan banget, tapi sikapnya itu sangat berbeda.
Ketika kemarin Sherlin pulang kerumahnya, dia sama sekali tidak mengabari gw seperti biasanya. Biasanya dia selalu mengabari kalau hari sabtu siang pulang dari ibu kota. Sampai-sampai gw harus menelpon Desi untuk menanyakan kabar dirinya kemarin sore, karena ketika gw mencoba menghubunginya, no.hpnya tidak aktif.
Hingga malam minggu kemarin gw datang kerumahnya, setelah mengetahui dari Desi kalo Sherlin sudah berada dirumah. Malam minggu kemarin itu kami hanya dirumahnya, gw ajak main keluar tapi dirinya menolak karena beralasan kurang enak badan.
Biasanya gw pulang dari rumah Sherlin jam 10 malam, tapi kemarin sangatlah berbeda, Sherlin seperti menghindari gw, kami tidak banyak mengobrol, lebih tepatnya Sherlin yang diam dan hanya berbicara ketika gw bertanya.
Akhirnya minggu siang ini gw datang kerumahnya dan bersikeras untuk ikut mengantarnya kembali ke ibu kota, ke tempat kost-an dia sekarang ini.
Gw biarkan dulu dirinya yang sedang tiduran dikasur sambil menghadap tembok dan memeluk guling. Gw habiskan sebatang rokok bersama segelas kopi yang sisa setengah gelas.
Gw pindahkan gelas kopi ke meja belajar didekat kasur setelah sebelumnya menutup setengah pintu kamar kost-an no. 2 ini.
Gw duduk disisi kasur, disamping dirinya yang tiduran membelakangi gw.
"Mba... Kamu cerita sama aku, ada apa sebenernya... Jangan kayak gini..." ucap gw memulai obrolan, walaupun sikapnya masih diam saja
"Mba, kita gak pernah berantem sampai kamu cuekkin aku kayak sekarang. Jujur Mba, aku lebih baik kamu
Unforgettable Moment by : Glitch.7 marah-marah dan bilang dimana letak kesalahan aku... Kalo kayak gini, aku gak akan pernah tau udah ngelakuin kesalahan apa sama kamu Mba... Ayolah Mba, ngomong sama aku..." Usaha gw untuk memintanya berbicara belum juga berhasil. Dirinya masih diam, diam, diam dan diam.
"Oke, kalo emang kamu maunya begini... Aku bukan nyerah, mungkin kamu butuh waktu sendiri. Aku pamit pulang ya kalo gitu..." gw diamkan sebentar, berharap dia akan mulai menanggapi gw, tapi sepertinya apapun yang gw omongkan sekarang belum bisa membuat Mba Yu Ku ini bergeming.
Akhirnya gw usap lembut dari mulai kepala hingga ujung rambutnya sampai punggung. Gw kecup kepalanya, lalu gw bangkit dari kasur.
"Aku pulang dulu ya Mba..."
"Aku gak nyangka kamu setega itu sama aku Za" ucapnya dengan dingin
Gw langsung berhenti melangkah karena ucapannya, bukan karena tidak mengerti kata "tega" yang dia maksud saja, tapi juga karena panggilannya. Ya, dia memanggil nama gw, bukan lagi Mas seperti biasanya. Lalu gw kembali membalikkan badan melihat dirinya yang masih tiduran membelakangi. "Maksud kamu ?" tanya gw heran
"Kamu pikir sendiri Za, apa yang aku maksud... Jangan pura-pura bodoh dan lupa" kali ini dirinya membalikkan badan kearah gw dengan masih tiduran, kemudian melihat gw yang masih berdiri menatapnya "Aku " Pura-pura ?" ucap gw lagi.
Sherlin menatap gw tajam, gw mengerti maksud tatapannya itu. Lalu gw memutar memori ke beberapa waktu lalu...
=== flashback Ketika gw bertemu dengan Luna disalah satu cafe dalam Mall di ibu kota diawal September, gw memang mengobrol dengannya. Namun itu tidak lama, karena Sherlin menelpon gw dan bilang sudah ada di pintu utama Mall, dia menginginkan gw turun ke lantai satu untuk menemaninya membeli pakaian di satu store
Unforgettable Moment by : Glitch.7 disana. Jadi jelas gw meninggalkan Luna duluan untuk bertemu Sherlin.
Sampai gw bertemu Sherlin dan beberapa waktu setelahnya, hubungan kami baik-baik saja, tidak ada hal yang membuat Sherlin mengetahui pertemuan yang memang tidak disengaja antara gw dan Luna.
Semua berjalan seperti biasa setelah pertemuan itu. Tapi gw memang mengakui, gw sempat bertukar no.hp dengan Luna, walaupun tidak ada komunikasi sama sekali setelah itu.
Hingga seminggu lalu gw mendapatkan telpon dari Luna, dia meminta gw menemaninya membelikan kado untuk Papahnya yang akan berulang tahun. Gw terima ajakkannya, kami jalan berdua dengan menggunakan mobil barunya, BM* 3 series (E46) berwarna merah.
Saat itu posisi Sherlin gw ketahui ada di ibu kota, karena kami memang sempat sms dan telponan setelah gw jalan menemani Luna disalah satu mall kota gw. Luna yang juga memiliki status sebagai seorang mahasiswi, berbeda kampus dengan Sherlin, walaupun sama-sama kuliah di ibu kota. Luna mengatakan kalo dirinya sedang tidak ada mata kuliah sore itu, dan sedang libur hingga bisa pulang ke kota kami dan meminta gw menemaninya.
Sejujurnya, gw memang suka dengan Luna. Sekarang logikanya begini, gw laki-laki normal, siapa yang tidak suka melihat perempuan cantik dan elegan seperti Luna " Dengan kecantikannya, Luna sukses membuat gw "takjub". Tapi ingat, gw hanya sekedar suka, karena sewajarnya seorang laki-laki melihat seorang wanita, dan gak lebih. Tidak ada yang namanya rasa sayang apalagi sampai jatuh cinta kepada Luna, tidak ada sama sekali saat itu. Hanya sebatas suka tanpa berniat menjadikannya sesosok kekasih dihati gw.
Setelahnya, tidak ada hal apapun yang membuat Sherlin sampai curiga saat itu kepada gw. Hingga sabtu kemarin tiba, dimana sikap dan perilaku Sherlin berubah 180 derajat kepada gw.
=== "Soal apa sih Mba " Aku belum ngerti maksud kamu..." ucap gw kepadanya, ya setidaknya gw tidak bodoh untuk mengatakan pertemuan gw dengan Luna
"Za.. Kamu mau bohongin aku sampai kapan ?" Kali ini posisinya sudah duduk diatas kasur "Bohong " Bohong soal apa ?" tanya gw lagi
"Soal Luna!" Unforgettable Moment by : Glitch.7 ......... "Luna ?" "Ngapain kamu jalan sama dia ?" ucapnya dengan menatap gw tajam Degh!
Gw kaget, ternyata dia mengetahui kalo gw sempat jalan dengan Luna. Tapi pertanyaannya sekarang, darimana dia bisa tau kalo gw pernah jalan sekali dengan Luna "
"Kata siapa kamu " Kapan aku jalan sama Luna ?" gw mencoba berkilah
"Kata siapa itu gak penting, yang jelas kamu jalan sama dia kan minggu lalu " Dimana waktu itu aku gak ada dirumah dan sama kamu... Kamu gak perlu bohong lagi, aku tau kamu jalan berdua sama dia di mall ke toko jam tangan! Walaupun aku gak liat kamu pakai jam tangan sekarang, mungkin kamu yang nemenin dia beli jam tangan"
Gw menghela napas duduk disampingnya diatas kasur. Gw pegang tangannya. Lalu menatap sisi wajahnya yang sedang menatap kedepan.
"Kamu kata siapa aku jalan sama dia " Lagian gak ada buktinya kan?" tanya gw halus
Sherlin melepaskan tangannya dari genggaman gw, lalu berdiri menuju meja belajar, membuka resleting tasnya dan mengeluarkan hp. Entah mengetik sms atau apa gw gak tau. Tapi tidak lama tangannya berhenti bergerak di hpnya, lalu menyodorkan gw hp nukie 7610 miliknya itu. Gw raih hpnya dengan wajah yang cukup bingung, lalu melihatnya. Dilayar hp itu terlihat seorang laki-laki dan perempuan yang berada di toko jam tangan sedang melihat-lihat barang didalam sana. Tidak berpegangan tangan atau menunjukkan bahwa kedua orang tersebut seperti sepasang kekasih. Jelas wajah gw cukup menunjukkan rasa kaget karena foto yang ditunjukkan oleh Sherlin ini.
"Kenapa " kaget " Mau ngelak gimana lagi kamu ?" tanyanya dengan nada yang dingin
Gw hanya bisa menggigit bibir bawah sambil tetap melihat foto gw dan Luna yang berada disebuah toko jam tangan. Gw bingung, siapa yang mengabadikan momen sialan itu bagi hubungan gw dan Sherlin. "Aku bisa jelasin ini ke kamu.... Aku sama Luna gak ada hubungan apapun selain hanya sebatas kenal dan
Unforgettable Moment by : Glitch.7 teman baru..." ucap gw memulai penjelasan
"Za, cukup deh kamu selalu bilang gak ada apapun dengan si A, atau si B, dulu dengan Gladis, sekarang " Luna! Denger ya Za, kamu memang terbukti gak ada apa-apa dengan Gladis. Tapi sekarang ini Luna, kamu tau aku gak suka sama dia dari awal kamu ketemu dia, aku udah bilang jangan deket sama dia, tapi nyatanya apa sekarang "! Kamu udah ingkar janji..."
"Sebentar, kayaknya memang perlu ada yang diperjelas disini. Pertama.. aku sampai detik ini gak pernah tau kenapa kamu segitu bencinya dengan Luna, kedua.. Aku gak pernah bilang janji kayak gitu ke kamu... Sher, aku tau kamu gak suka sama Luna, tapi kan akunya juga gak ada hubungan spesial sama Luna... c'mon, give me a truth about Luna and trust me Sher, i don't have any relationship with her, just a friend."
"Maybe both of you just a friend right now, but who knows "! Everything is possible! You can have feeling for Luna Za!, Dan kamu mau tau kenapa aku gak suka sama dia "! Karena mantanku selingkuh dengan Luna!"
Gw terkejut mendengar ucapannya lagi... Luna " Selingkuhannya mantan pacar Sherlin " Kapan Sherlin punya pacar sebelum gw " Bukankah selama di smk dia gak pacaran sama sekali " Gw hanya bisa terdiam dan menunggu penjelasannya lagi.
"Pacarku waktu smp kelas 3! Dimana kamu masih sama Alm. Dini waktu itu. Kamu inget kejadian aku nampar cowok di taman sekolah smp kita dulu " Ya, itu mantan aku, mantan yang selingkuh sama Luna! dan aku lihat dengan mata kepalaku sendiri mereka ciuman dirumah mantanku!! Dan sialnya lagi, aku harus satu sekolah di SMK Za sama dia! Masih belum jelas kenapa aku benci sama Luna "!" ucapnya penuh emosi dengan mata yang mulai mengeluarkan butiran air diujung sudut matanya
"Terakhir, aku bersyukur mempunyai adik yang sayang dengan kakaknya ini... Andaikan Desi gak mengabadikan foto kamu dan Luna di toko jam itu, mungkin aku yang akan ngeliat langsung kalian berdua berciuman suatu saat nanti! Seperti mantanku dulu... Hiks... Hiks..." kali ini penjelasannya sudah selesai, gw mengetahui semuanya sekarang.
Sherlin menangis sambil berdiri, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya didepan gw. Gw merasa bersalah dengan apa yang sudah gw tutupi. Sekarang, bukan gw mencari pembenaran atau alasan. Tapi memang Sherlin harus tau kalo gw dan Luna tidak ada hubungan yang spesial seperti mantannya dulu. Dan untuk Desi, gw harus akui, dia sayang banget kepada Mba satu-satunya itu. Gw berdiri, menghampiri Sherlin lalu memegang kedua bahunya.
"Sayang, aku akan jelasin, kamu mau dengar dulukan ?" ucap gw kali ini seraya menempelkan kening gw ke
Unforgettable Moment by : Glitch.7 keningnya Sherlin menepis tangan gw dari kedua bahunya, lalu wajahnya kini terlihat jelas berhadapan sangat dekat dengan wajah gw. Kemudian Sherlin memiringkan wajahnya mendekati gw dan akhirnya, kedua bibir kami bertemu, tidak lama memang, karena Sherlin melepaskan ciumannya dan kedua tangannya kini memegang kedua pipi gw. Dengan tetap terisak menangis, Sherlin mengucapkan kalimat yang tabu bagi sepasang kekasih yang saling menyayangi.
"Aku sayang kamu Za, sayang banget... Tapi maaf, rasa benci dan trauma aku kepada Luna belum hilang... Maafin aku Za, aku sayang kamu... Hiks... Hiks..." ucapnya semakin lirih dan airmatanya belum juga surut "Ma.. Maksud kamu apalagi sekarang ?" tanya gw dengan hati yang mulai berdegup kencang "Hiks, aku ingin sendiri dulu.. Sekarang lebih baik kamu pulang Za..."
"Sebentar-sebentar... Kamu mau sendiri dulu " maksud kamu butuh waktu untuk nenangin pikirankan " Eeuu... Kita... Kita masih sama-samakan ?" tanya gw lagi berharap semuanya akan tetap baik-baik saja
Sherlin... Dia menggelengkan kepalanya dengan mata yang berkerut kuat dan terpejam. Tangisnya semakin menjadi-jadi. Suara tangisnya cukup keras. Dan...
"Hiks... kita putus... Hiks... Hiks...". Ucapnya lirih.
Aku memang tak berhati besar Untuk memahami
Hatimu disana Maafkan aku Yang tak sempurna tuk dirimu
Usailah sudah kisah yang tak sempurna Untuk kita kenang
Unforgettable Moment by : Glitch.7 121.LUNATIC
Apa maksud dari kata putus yang dia ucapkan " Gw bukan berpura-pura bodoh. Tapi gw memang menepis pengertian kata "putus" yang dia ucapkan itu, dan gw akan menolak arti kata tersebut. "Putus " Kamu mutusin aku ?"
Sherlin tidak menjawab dan terus menangis... wajahnya tertunduk, tubuhnya bergetar dan kedua tangannya menutupi wajahnya lagi.
Gw peluk dirinya, gw dekap erat tubuhnya, seolah-olah kesedihan dan kekecewaannya masuk kedalam tubuh ini lalu bersemayam didalam hati. Lama kami berada dalam posisi ini. Gw masih terus membelai rambutnya yang panjang sepunggung.
Ketika gw merasakan tubuhnya sudah mulai diam dan tangisnya mereda, gw lepaskan pelukkan lalu mengajaknya duduk diatas kasur lagi.
"Aku tau, aku salah udah bohong sama kamu soal Luna. Aku akui aku takut kalau kamu sampai tau aku jalan sama dia. But... I don't have any feeling for her... And i hope you can trust me... We met 3 year's ago, and we build this love almost 2 year's Sher... How could you end this rite now ?"
Sherlin masih terdiam, wajahnya masih tertunduk tapi tanpa airmata yang mengalir seperti sebelumnya. Gw pegang pipi kirinya dan menolehkan wajahnya agar melihat kepada mata ini, mata yang selalu bahagia ketika melihat dirinya.
"Kamu lihat aku, apa kamu gak ngerasain begitu sayangnya aku sama kamu " Apa kamu mau ninggalin aku setelah apa yang kita lewati bersama " Kamu udah tau apa yang udah terjadi antara aku dan keluargaku, aku cerita soal itu semua karena aku percaya sama kamu. Aku percaya akan janji kamu, aku percaya akan katakata kamu yang selalu bilang kita bukanlah hakim bagi manusia lainnya...
Sher... Aku sayang dan cinta sama kamu... Kamu adalah perempuan yang selalu ada disaat aku terpuruk... Dan sekarang, kenapa kamu mau jadi bagian dari salah satu hal yang akan membuat aku terpuruk ?" Sherlin langsung memalingkan wajahnya lagi dari gw, dia tidak berani menatap mata ini.
Hai Nona manis, kenapa dengan kamu " Seburuk itukah kesalahan aku " Ah, cobalah sedikit untuk membuka pikiran dan hati kamu untuk hubungan ini sayang.
"Za... Aku sayang sama kamu, sampai kapanpun aku akan tetap begitu, di hati aku akan selalu ada nama
Unforgettable Moment by : Glitch.7 kamu... Maaf, aku juga mengakui kalo sekarang aku egois, aku percaya kok kamu hanya nemenin Luna... Tapi aku gak percaya sama dia Za... Aku takut kalo harus kehilangan kamu karena dia... Aku gak rela, jadi sekarang, sebelum semuanya terjadi, aku memilih mengakhiri ini semua sama kamu..."
"Oh c'mon, don't be so affraid... Denger Sher, aku ini Eza, bukan mantan kamu... Aku ngerasa kamu sekarang lagi membandingkan aku dengan mantan kamu yang selingkuh sama Luna... Please open you're eyes... There's not so cruel like what you're thingking..."
"I know Za, i know you're not my ex, and i'm not compare you with him... But the point is Luna... kamu ngerti gak sih ketakutakan aku ?"
"Gak bisa apa kamu cari alasan lain ?" gw akui, gw mulai lelah mendengar ketakutannya akan sosok Luna
"Za! Aku lebih tau dia daripada kamu! Kamu belum taukan sifat dia kayak gimana " Denger ya Za, ketakutan aku beralasan, dia gak punya hati!" emosinya mulai kembali keluar lewat nada bicaranya
"Logika kamu udah ketutup sama rasa takut kamu yang berlebihan Sher! Kamu ini cuma belum bisa keluar dari bayang-bayang Luna aja, ayolah berpikir rasional sedikit Sher!"
"Oh! Wajarlah! Karena aku yang ngalamin gimana sakitnya diselingkuhin dan harus kalah karena perempuan gak tau diri itu! Apa kamu pernah ngerasain kayak aku Hah"! Kamu gak tau gimana sakit dan perihnya Za!"
Big Applause Madam... I don't know what you're heart is broken at the past time, and i don't know how a feel when all the wounds that was scar you... But don't you know a little "drama", and that's drama i called, 'the crazy little thing called Olla love'.
Sayangnya gw gak menceritakan kisah itu kepada Sherlin, gw mengalah, membiarkannya menjadi sosok yang menumpahkan emosinya, emosi yang seolah-olah hanya dirinyalah yang paling disakiti dan dikhianati oleh pasangannya.
"Oke, sekarang kamu takut Luna ngerebut aku dari kamu, terus langkah yang kamu ambil adalah mengakhiri hubungan kita " Damn it Sher! Look what you've done! Everything never gonna be the same again! You run with youre scare and you leave me with this fakin' drama Hah "! Tega kamu! egois! Kamu memilih menyelamatkan hati kamu sendiri daripada melawan rasa takut kamu bersama-sama dengan aku!"
Sherlin terdiam, matanya menunjukkan rasa sesal. Kemudian kembali wajahnya tertunduk dan kedua tangannya menutupi wajahnya. Tapi tidak terdengar suara tangisan dari dirinya. Gw berdiri melangkah
Unforgettable Moment by : Glitch.7 kedepan pintu, kembali gw buka lebar pintu kamar kost-an ini.
Hembusan dari asap nikotin yang gw hisap mencemari udara disekitar. Mungkin seperti itulah kisah cinta Sherlin dengan mantannya dan Luna dahulu. Adiktif, terasa nikmat, perlahan tapi pasti akhirnya menggerogoti hati mereka masing-masing karena buaian dari udara cinta segitiga.
Gw masih menyandarkan sisi tubuh ke ambang pintu menghadap keluar. Tiba-tiba gw rasakan sebuah pelukkan dari belakang, kedua tangannya melingkar kedepan perut gw dan kepalanya disandarkan kepundak ini.
"Maafin aku Mas yang udah berniat ninggalin kamu dan hampir menyerah... Aku sayang sama kamu Mas, maafin aku..." ucapnya lirih
Gw lepaskan tangannya yang melingkar keperut ini, lalu berbalik dan menatap wajahnya yang penuh penyesalan. Gw pegang kedua sisi pipinya dengan kedua telapak tangan ini. Gw dekatkan wajah lalu mencium lembut bibirnya beberapa saat. Lalu gw lepaskan ciuman lembut itu.
"Mba, kamu selalu ada disaat aku terpuruk, sekarang saatnya aku mendampingi kamu melawan rasa takut didalam hati kamu itu. Percayalah kita bisa ngelewatin ini semua Mba..." ucap gw sambil menatap matanya lekat-lekat
"Makasih Mas, aku sayang kamu, jangan kasih kesempatan kepadanya untuk masuk kehati kamu ya Mas..." "Iya Mba, aku akan jaga hati ini untuk kamu..."
"Janji ?" "I promise, she doesn't never have place in my heart" ucap gw sambil tersenyum
Sherlin pun kembali memeluk tubuh gw dan menyandarkan kepalanya kedada ini. Gw cium kepalanya dan membalas pelukannya.
(Hey, panggilan kepada Mat Pelo, tolong buang itu tumpeng suka citanya!!!)
*** November 2005 5 day's after Eid Mubarak
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Suasana lebaran masih terasa walaupun sudah lewat lima hari lalu. Sore ini gw sedang berada dirumah sendirian. Nenek masih berada di Bandung, dirumah Om dan Tante gw sejak malam takbiran, gw memang sengaja pulang duluan menggunakan bis dan sampai dirumah kemarin malam.
Memang sudah budayanya di negara ini, kalau yang memiliki keluarga diluar kota atau luar daerah pasti mudik pada saat momen luar biasa seperti sekarang. Sayangnya gw dan keluarga tidak punya kampung halaman, kami sekeluarga besar di kota ini, bahkan nenek dan kakek gw asli kota ini. Sekalipun gw lahir di Bandung, itu hanya numpang lahir aja, tapi keluarga besar bokap tidak ada yang tinggal di Bandung, kalopun Om gw sekarang disana, itu baru beberapa tahun ini, jadi gak ada yang namanya acara mudik seperti keluarga Sherlin.
Alasan gw pulang duluan jelas, karena ingin bertemu sang kekasih hati dan silaturahmi ke keluarganya. Walaupun yang gw tau baru nanti malam mereka sampai. Jadi gw masih bisa istirahat satu hari ini dan besok berkunjung kerumah Mba Yu Ku.
Bicara soal masalah gw dan Sherlin semenjak "hanging by a thread" diakhir september lalu ternyata tidak begitu mempengaruhi hubungan kami, malah gw rasa kami semakin dewasa dan semakin... Ehm... Mesra. Lebay " Bodo ah. Kasmaran coy... Yang pernah ngerasain indahnya masa pacaran saat sehabis marahan, berantem ataupun kayak gw, yang nyaris putus, pasti tau lah kemesraan kayak apa yang gw maksud. Bukan soal IYKWIM seperti yang ada diotak mesumers! Hehehe...
Intinya hubungan kami semakin baik dan berjalan apa adanya, Sherlin tidak lagi merasa takut akan kehadiran Luna. Ya jelas, wong Luna nya juga gak ada kabar lagi setelah gw mengantarnya membeli kado. Jadi terbukti ucapan gw kalo tidak ada yang perlu ditakuti dari sosok Luna yang akan merusak hubungan kami. Jaraknya sudah lumayan lama, september awal atau pertengahan gw jalan sama Luna, dan sampai Lebaran 2005 ini dibulan November, sama sekali tidak ada komunikasi langsung maupun via hp. So why you so affraid babe ". Dan...
Kembali lagi kepada salah satu kata bijak yang entah siapa pencetusnya... Bahwa, "Manusia hanya bisa merencanakan dan Tuhanlah yang berkehendak".
[So Bang MatPelo! warm up that's fakin' yellow rice fo da party tonite!!!]
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Dihari yang sama, 5 hari setelah lebaran.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 wib ketika gw sedang asyik memainkan master league di PS 2. Gw terusik dengan bunyi suara dari mesin roda empat yang berhenti tepat didepan teras kamar, halaman rumah.
Gw pause game, dan beranjak kepintu, membukanya dan keluar untuk melihat siapa gerangan tamu yang datang malam atau mungkin sore ini, whateva.
Wow, ada apa ini " Tidak ada kabar berita selama hampir 3 bulan, sekarang dirinya datang kesini. Sebuah mobil terparkir dihalaman depan teras kamar.
Seorang perempuan cantik dengan menggunakan long-dress tanpa lengan berwarna hitam turun dari pintu kemudi. Damn!!! she's so beautiful tonite, i'm so enchanted, and she's hypnotized me!. "Malam Za..." sapanya ketika sudah berdiri diambang jalan masuk teras
"Hallooo... Za ?" ucapnya lagi ketika gw masih saja terhipnotis dengan keindahan dari salah satu mahluk ciptaan Sang Pencipta
"Eeh.. Ii.. Iya.. kenapa " Gimana ?" syit gugup and so stupid
"Hihihi... Kamu tuh selalu bengong kalo ketemu aku sih " Eh, aku boleh masuk enggak Za ?"
"Ooh.. Iya iya silahkan, maaf-maaf..." gw pun tersadar dan mempersilahkan dirinya untuk duduk disofa teras depan kamar
Karena gw sudah tersadar, akhirya gw pun pamit sebentar untuk berganti pakaian dan mengambil minuman kedalam. Gw mengenakan celana long-jeans dan kaos hitam bertuliskan nama grup band Radiohead. Kemudian gw mengambil es sirup dan kue khas lebaran, nastar.
Gw sudah duduk disofa teras dengan menaruh minum dan kue untuknya. Posisi gw duduk disofa untuk satu orang, sedangkan dirinya duduk disofa panjang sebelah gw.
"Silahkan dicicipi kuenya, buatan Nenek... hehe.." ucap gw menawarkan kue buatan Nenek "Makasih Za, oh ya mohon maaf lahir batin ya Za... Maaf kalo ada salah hihihi..." ucapnya seraya
Unforgettable Moment by : Glitch.7 mengulurkan tangan kanannya mengajak bersalaman
Aneh " Enggak juga sih, tapi memang biasanya budaya kita kalo mengucapkan mohon maaf seperti momen lebaran gini, kedua tangan dikatupkan, terlebih kepada lawan jenis. Tapi dirinya berbeda, dia mengulurkan tangan layaknya orang mengajak berjabat tangan. Enggak masalah sih, yang pentingkan niat tulusnya. Dan gw menganggap wajar juga karena gw melihat kalung salib yang berkilau melingkar di leher jenjangnya itu. Gw sambut tangannya sambil mengucapkan "mohon maaf lahir batin".
"Maaf ya Za baru kesini, sebenarnya kemarin-kemarin, mungkin 3 hari lalu, aku kesini juga tapi siang hari. Cuma aku liat rumahnya tertutup semua pintunya, kayaknya kalian sekeluarga mudik ya hihihi..." ucapnya lagi setelah selesai bersalaman
Gw pun menceritakan kalau dari malam takbiran gw dan Nenek sudah berangkat ke Bandung, kerumah Om dan Tante gw, menggunakan travel.
"Iya, jadi dirumah gak ada orang, aku juga baru pulang kemarin malam sih..." ucap gw lagi setekah menceritakan acara "mudik-mudikan" ke Bandung
"Ooh gitu. Eh iya Za, udah kerumah Sherlin ?"
"Eh " Eeu... Baru besok sih mau kerumahnya silaturahmi sama keluarganya juga. Katanya sih baru bakal sampe sini malam nanti"
"Ooh dia mudik.. Mmm.. Za maag boleh numpang ke toilet " Aku keubeulet hihi..." pintanya malu-malu
"Ooh ya udah mari, silahkan ke kamar aja... Sini, tuh disitu kamar mandinya..." ucap gw sambil bangkit dari sofa yang diikuti olehnya dari belakang dan gw tunjuk kamar mandi didalam kamar gw dari ambang pintu. "Oh okey, maaf ya... Permisi..." ucapnya sopan sambil masuk ke kamar gw dan menuju kamar mandi.
Gw kembali duduk disofa sendirian, membakar sebatang racun nikotin lalu sambil menikmatinya di udara yang dingin bersama rintikkan air hujan yang mulai turun membasahi jalanan depan rumah.


Unforgettable Moment Karya Glitch di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Setelah urusannya dengan "main air" dikamar mandi kamar gw selesai, sekarang gw sudah ditemani lagi olehnya disofa teras ini.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Mm... Ini kamu pakai dress kayak gini mau kemana " Dan gak dingin apa ?" tanya gw mengomentari pakaiannya
"Oh ini, abis dari sini mau ke party temen kampus yang ultah di xxx" (menyebutkan salah satu tempat dugem di ibu kota)
"Ooh mau ke pesta ultah, emang udah ada yang buka ya tempat hiburan " Bukannya masih liburan ?"
"Ada yang udah mulai buka kok, ya contohnya kayak nama tempat yang aku sebutin tadi... Eh, kamu mau ikut ?"
"Hah " Enggaklah ha ha ha... Lagian mana kenal aku, nanti malah gak enak sama yang punya acara hehehe..."
"Santai aja kok, kan ada aku..." ucapnya sambil tersenyum
Gw pun tetap menolak dengan halus ajakkannya itu. Tapi tidak lama hp 7650 gw yang berada diatas meja teras berbunyi menandakan ada sms masuk, Gw ambil hp tersebut lalu membuka sms yang baru masuk tadi. ===
Isi sms : MY Ku : Mas, aku bentar lagi sampe, oya.. ketemunya besokkan " Maaf ya, malam ini aku sama keluarga cape banget, nanti kamu siang aja kerumahnya ya..
Gw : Oh syukur kalo udah mau sampai Mba, iya enggak apa-apa kok, istirahat aja dulu. Oke sampai ketemu besok sayang. Salam buat Papah, mamah dan Desi.
Status message : Failed! === "Laah " Kok failed ?" ucap gw
"Heum " Apanya yang gagal Za ?" tanyanya
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Ini sms aku... Ah kayaknya pulsaku abis" jawab gw sambil mengecek pulsa, dan ternyata benar pulsa hp gw habis
"Habis pulsanya Za ?"
"Iya nih, lupa dari kemarin balesin ucapan selamat idul fitri sama maaf-maafan lewat sms sampe keabisan pulsa hahaha..."
"Nih pakai hp aku aja Za... Telpon juga enggak apa-apa kok..." "Oh, enggak usahlah, enggak apa-apa, nanti aja besok pagi... Hehehe..." "Sherlin kan yang sms ?"
"Iya..." "Ya kalau ke pacar sendiri masa gak dibales, udah sms aja pakai hp ku nih..." dirinya memberikan hp N*kia 3660 berwarna merah seperti warn mobil bm* nya
"Oh, ya udah kalo gitu, pinjem dulu ya hehe..." jawab gw sambil menyambut hpnya
Gw ketik sms untuk Mba Yu seperti isi sms sebelumnya yang gagal gw kirim, dan hanya penambahan kalimat yang menunjukkan kalau sms itu dari gw. Delivered, oke beres. Gw kembalikan hp 3660 nya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
Selanjutnya kami hanya mengobrol biasa saja selama setengah jam. Tapi lama kelamaan gw melihat tangannya mengusap-usap lengannya yang tidak tertutup bahan dress nya, ya karena cuaca dingin dan hujan sudah mulai semakin deras, ditambah long-dress yang dikenakannya tidak menutupi bagian bahu hingga ke lengan.
"Mm... Kamu gak bawa cardigans atau jaket ?" "Hm " Oh... Iya enggak bawa, lupa...." "Ya udah tunggu sebentar...."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Gw yang merasa kasihan kemudian meminta dirinya menunggu sebentar disofa ini, gw berinisiatif meminjamkannya sweater gw. Saat sedang memilih sweater didalam lemari yang berada di kamar gw, gw dikejutkan dengan suara yang tiba-tiba muncul dari belakang. Posisi gw yang sedang membuka lemari pakaian memang membelakangi pintu kamar yang menuju ke teras.
"Za..." "Eh... Duh bikin kaget aja.. Ada apa ?" tanya gw setelah membalikkan badan ...
Dia mendekati gw tanpa berbicara. Jujur, gw malah gerogi ketika langkah kakinya semakin dekat. Dekat, dekat dan akhirnya mungkin jarak diantara kami sekarang kurang dari 2 meter.
"Aku pamit dulu ya, kalo nunggu hujan berhenti kelamaan kayaknya. Lagian aku harus ke Jakarta" jawabnya
"Oh oke, Mmm... Ini pake aja dulu sweater aku, lumayan biar gak terlalu kedinginan..." gw memberikan satu sweater berwarna hitam kepadanya
"Eh " Enggak apa-apa nih ?"
"Enggak kok, daripada kepdinginan, kasihan kamu ha ha ha..." "Mm... Makasih ya Za..."
Jleegerrr!!! Suara petir diluar sana langsung membuat kami berdua terkejut. "Ah, ngeri banget itu petirnya..." ucapnya sambil memeluk sweater yang belum dikenakannya "Iya, kayaknya mending gak usah berangkat... Daripada ada apa-apa di jalan" ucap gw memberi saran "Iya juga sih... Mmm... Za..."
Suara deria hujan yang terdengar nyaring saling bersautan bersama gemuruh petir diluar sana. Suara obrolan yang keluar dari mulut kami berdua pun nyaris tidak terdengar.
"Ke.. Kenapa ?" tanya gw yang mulai "takut" karena matanya menatap gw tajam lalu tersenyum
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Cuupp Gw cukup terkejut ketika pipi ini dikecup lembut olehnya, wajahnya lalu tertunduk. "Eh... Eeuu.. Kok ?" ucap gw terbata sambil memegangi pipi yang baru dikecup olehnya tadi
"Maaf Za, aku cuma mau ngucapin terima kasih atas kebaikan kamu.. Mmm... Sherlin beruntung ya dapetin kamu..." kali ini wajahnya sudah tidak tertunduk lagi
Suara petir masih saja terdengar nyaring dari dalam kamar ini.
Entah ada apa sebenarnya, jarak kami semakin dekat, mungkin sekarang sudah tinggal setengah meter, kedua wajah kami seperti tertarik untuk bertemu. Wajahnya sedikit miring kekiri, sedangkan wajah gw miring kekanan. Hanya tinggal beberapa centi bibir kami bertemu. Tangan gw menahan bahunya. "Maaf.." ucap gw memundurkan wajah
Gw berjalan kearah pintu kamar lalu ketika baru sampai diambang pintu dan melihat ke halaman, mata gw terbelalak, gw terkejut melihat mobil bal*no baru saja berhenti tepat dibelakang bm* merah. Mba Yu turun dari pintu kemudi dengan diiringi butiran hujan yang langsung membasahi kepala dan tubuhnya. Dia berlari kecil kearah teras ini dengan satu tangan menutupi kepala bagian atasnya.
"Za..." suara seorang perempuan dari belakang kembali mengejutkan gw
Dan... Lebih terkejut lagi ketika tangannya menarik lengan kiri gw agar berbalik. Dirinya langsung mencondongkan tubuh kearah gw yang sudah berbalik berhadapan.
Tepp... gw tahan bibirnya dengan telapak tangan kanan ini. Wajah dan tubuh gw mundur seperti akan terjatuh untuk menghindarinya.
"Mas..." Gw tepis tangan yang masih memegangi lengan kiri tadi, lalu kembali membalikkan badan untuk melihat Mba Yu.
"Eh, Mm... Mba..."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Itu siapa Mas ?"
Baru saja gw mau menjawab, sosok perempuan yang berada dibelakang tubuh gw langsung melangkah kesamping gw dan...
"Hai Sher... Apa kabar ?" ucapnya tersenyum dan menyapa pacar gw yang langsung terkejut dan membelalakan mata
"LUNA "!!"
"Maaf ya Sher, aku cuma berkunjung aja kesini... Mmm.. Lebaran..." ucap Luna lagi sambil melangkah maju mendekati Sherlin dan ketika sudah saling berhadapan, Luna mengulurkan tangan
"Sehatkan " Sekalian aku mau ngucapin idul fitri ke kamu..." ucap Luna lagi dengan tangan yang mengajak bersalaman ke Mba Yu
PLAAAKK!!! Gw terkejut, Mba Yu menampar keras, enggak enggak, itu sangat keras, tepat ke pipi kiri Luna. Gw jadi takut sendiri melihat mata merah dengan wajah yang penuh emosi Mba Yu.
Tubuh Luna sedikit menyamping dengan wajah yang juga mengarah ke kanan akibat tamparan keras yang diterimanya tadi, rambut panjangnya sebagian menutupi wajah cantiknya itu. Jadi gw tidak bisa melihat ekspresinya.
Luna malah melangkah kearah gw, tapi... ketika gw menatap Luna dan kami saling bertatapan, Luna malah tersenyum sambil menarik dress bagian kaki hingga selutut. Mau ngapain dia "
"Za... Maafin aku.." ucap Luna kepada gw dengan senyum tipis
Sherlin yang kini berada dibelakangnya dan hendak menarik rambut Luna. Baru saja gw akan berlari untuk memisahkan keduanya...
Wwuusss... Ppaaakkkk!!! Unforgettable Moment by : Glitch.7 Brruughhh!!
"SHERLIIIINNN!!!!" teriak gw sambil berlari dan menghampiri Mba Yu yang sudah terjatuh disamping meja teras
Gw peluk tubuhnya dipangkuan gw, lalu gw singkirkan rambut-rambut yang menutupi wajahnya, gw tercekat melihat pipi kanannya yang memerah lalu mulai tampak kebiruan. Matanya terpejam, gw pegang denyut nadinya, masih berdenyut. Dia pingsan.
Gw angkat tubuhnya dan berniat memindahkannya kedalam kamar, tapi ketika baru saja gw bangkit dan berdiri dengan Mba Yu yang masih gw gendong, Luna menahan pundak gw.
"Aku minta maaf Za..." ucap Luna dari belakang gw
"Lepasin tangan lo Lun, mendingan sekarang lo pergi..." ucap gw sinis dan menahan emosi
"Oke... Tolong sampaikan maaf aku ke Sherlin kalau dia udah siuman " jawabnya lalu menaruh sweater yang tadi gw pinjamkan kepundak gw
Gw hanya mendengar samar-samar suara mobil yang menyala dengan bercampur suara gemuruh petir juga hujan dari dalam kamar.
Gw rebahkan Sherlin diatas kasur, lalu gw bergegas ke kamar Nenek untuk mengambil minyak kayu putih. Setelah itu gw mengambil handuk kecil dan air hangat.
Sambil mengompres lebam di pipi Mba Yu perlahan, pikiran gw kembali mengulang kejadian tadi.
Gila, bisa-bisanya Luna menendang tepat kewajah Mba Yu. Gerakan tendangan berbalik tadi bukan tendangan sembarangan, gw yakin itu salah satu gerakan dari bela diri taekwondo. Dan sialnya, gw kalah cepat untuk melerai mereka.
Sekarang perasaan gw campur aduk, ingin rasanya mengahajar Luna, tapi gak mungkin. Damn it Lun! You really really cruel!
*** Sekitar setengah jam Mba Yu akhirnya siuman. Matanya mulai terbuka perlahan dan suaranya meringis menahan sakit.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Mba... Kamu masih pusing ?"
"Ssh... aduduh.. aaw.. perih banget sih pipi aku..." ucapnya sambil memegang pipinya yang lebam
"Iya mba, udah tiduran lagi ya, pipi kamu lebam..." ucap gw sambil kembali merebahkan tubuhnya agar berbaring lagi
"Ini dimana ?" Wah, gak amnesia kan Mba Yu " Gw khawatir juga ini. "Di kamarku Mba, mmm.. Kamu inget kejadian tadi ?"
"Kamar kamu " Oh.. Eh, mmm.. Aku aus Mas... bisa tolong ambilin minum ?" "Oh... oke-oke, bentar ya sayang.."
Alhamdulilah ternyata dia masih kenal gw. Gw pun mengambilkannya minum ke dapur lalu kembali lagi ke kamar.
"Ini Mba, bisa duduk ?" ucap gw sambil memberikan segelas air minum kepadanya "Iya, makasih Mas.. gllukk.. gluuk.." jawabnya yang sudah duduk dan meminum air tadi
"Besok kita ke dokter ya Mba, masih sakit pasti kan ?" ucap gw lagi sambil kembali mengompres pipi lebamnya pelan-pelan
"Iya Mas, perih pipi aku, kepala aku juga agak pusing..."
"Maaf tadi aku gak sempet nahan Luna, aku gak nyangka dia bakal nendang kamu sampe kayak gini" "Dia emang ahli bela diri, dulu pernah ikut kejuaraan taekwondo tingkat pelajar... Dan jadi juara satu.." "Gleekk! gw menelan ludah.
WTF, ajigile... Bener-bener itu perempuan cantik satu, gak nyangka gw. Kalo gw beneran ngehajar dia, belum
Unforgettable Moment by : Glitch.7 tentu gw menang juga, bisa-bisa gw yang jadi samsak idup. "Tapi aku malah salut sama kamu Mba..."
"Hm " Maksudnya gimana Mas ?"
"Iya, kamu udah tau dia ahli beladiri, tapi masih berani nampar..."
"Ya namanya juga orang emosi, udah enggak mikir lawannya siapa... Ngomong-ngomong ngapain kalian tadi dari dalam kamar ?"
Deuuh ini nih... Matanya mulai kembali memancarkan sinar laser Cyclops dari x-men. Bahaya bahaya.
Gw pun menjelaskan dengan hati-hati kepada Mba Yu, dari mulai kedatangan Luna sampai akhirnya bertemu Mba Yu tadi. Ya tentunya gw gak cerita soal dikamar berdua dengan Luna, yang nyaris saja mengecup bibir gw.
"Sekarang kamu tau kan gimana kelakuannya " Coba pikir sama kamu, masa iya dia datang dan bertamu malam-malam gini... cuma buat silaturahmi, kayak gak ada hari lain aja!" ucap Mba Yu setelah mendengar cerita gw
"Iya-iya... Tapi aku juga gak taukan dia bakal datang... Maafin ya..."
"Iya, aku tau kamu gak salah. Cuma aku kesel dan makin benci sama dia.. Sekarang malah sampe bikin pipi aku lebam gini... huuh.. Awas aja nanti pasti aku bales!" ucapnya berapi-api dan langsung membuat otak gw kembali berasap
Pasti bakal panjang urusannya nih. Gimana sekarang cara menahan Mba Yu agar gak balas dendam. Bukannya gw belain Luna, tapi masalahnya sekarang, lawannya adalah mantan juara tingkat pelajar cabang taekwondo.
"Mmm... Mba, aku juga kesel dan marah sama Luna... tap.." "Gak usah nyebut namanya!" potong Mba Yu sambil melotot ke gw
"Eh ii.. iiya maaf.. Maksud aku, dia emang keterlaluan, ya mungkin kalo dia cowok, aku juga udah berantem sama dia tadi... Tapikan kamu tau sendiri, gak mungkinlah aku mukul perempuan.." dalam hati, padahal ma
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "menyayat pinggang perempuan pernah" . "Ya udah kamu gak perlu ikut campur Mas..."
"Duh, bukan gitu... Kamu aja tadi pingsan, udahlah ya jangan dilawan..."
"Iya aku kalah emang kalo kelahi sama dia, tapi aku kan bisa nge-drift". ucapnya sambil tersenyum "Eh " Eeu.. Kamu.. gak niat nyelakain orangkan ?" tanya gw mulai waswas
"Menurut kamu aku bakal diem aja gitu udah dibuat lebam dan pingsan gini ?" Syiiitt... Manjang dah ini urusannya..
"Ya kamukan tau dia cantik tuh... Jalannya juga kayak model catwalk, nah kalo aku bikin kakinya dicium si Leno gak apa-apa kali... Gak bakal mati ini dia." ucapnya lagi. (Leno : nama mobil Mba Yu). Otak gw makin ngebul memikirkan niat Mba Yu Ku ini... Bisa-bisa lebih dari sekedar civil-war, kalo gini caranya ma. Asyuuu... Rieut aing butuh kopi! .
Unforgettable Moment by : Glitch.7 122. 1 dan 3 K4MPR3T! 1 weeks after Lunatic
Wuuuttt... Buugh Bugh Bugh Bugh... Bughh...
Glek! Gw menelan ludah ketika melihat kaki kanannya yang dengan cepat berayun "membabat" samsak berdiri didepannya.
Gw masih berjalan mendekatinya, ketika kurang-lebih 5 meter, Luna pun menyadari kehadiran gw. Kemudian gw tersenyum pada saat dirinya menghentikan aktifitas latihannya itu, dan menengok kearah gw yang masih berjalan mendekati dirinya.
"Hai, maaf ya jadi ganggu latihan kamu..." sapa gw ketika sudah 2 meter didepannya "Hai Za, gak apa-apa kok, ini baru mau beres... Sendirian ?"
"Iya sendiri... Hehe... Mmm.. Kalo mau beresin latihannya, silahkan aja, aku tunggu disana.." ucap gw sambil menunjuk bangku kayu didalam ruang latihan taekwondo, sebenarnya ini GOR lapangan basket, cuma dalam hari-hari tertentu dipakai latihan klub taekwondo pada sore hari seperti sekarang
"Oh oke, maaf ya, sebentar lagi juga beres kok..." ucapnya sambil merapikan rambutnya
Gw pun menuju bangku kayu dan duduk disitu, disisi lapangan. Cukup banyak yang latihan disini, dari mulai yang masih anak-anak sampai orang dewasa, dan rata-rata didominasi oleh kaum adam.
Gw sempat melihat Luna menggunakan sabuk berwarna hitam dengan 1 strip berwarna putih, kalo gak salah itu Yi Dan atau "DAN II" dalam tingkatan seorang taekwondo-in.
Tidak lama kemudian para taekwondo-in berbaris rapih dan menyelesaikan latihan dengan diakhiri ucapan "kam-sa-hamnida" secara serentak. Luna pun menghampiri gw sambil memegang tas latihannya dengan handuk kecil ditaruh disisi pundaknya.
"Maaf ya Za lama..."
"Enggak kok, santai aja. Oh ya abis ini kamu ada acara ?"
"Enggak kok, kan aku udah bilang tadi di sms... Hihihi.. Lupa ya ?" ucapnya sambil menyeuka lehernya dengan handuk kecil yang mengkilat karena keringat
"Eh iya... Ahahaha.. Sorry-sorry lupa.. Mmm.. Kamu mau bilas dulukan " Aku tunggu diparkiran aja ya" jawab gw sambil menggaruk kepala belakang yang tidak gatal
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Oh oke, sebentar ya Za..." ucapnya manis sekali.
Sekarang gw sudah berada di area parkiran depan gedung basket ini, duduk dipembatas jalan sambil merokok. Btw, kali ini gw datang tidak bersama si Kiddo, karena sedang dipinjam Rekti dari pulang sekolah, alhasil gw berangkat dari rumah naik angkutan umum ke gor ini.
Setengah jam menunggu, Luna datang menghampiri gw, pakaian santainya membalut tubuhnya yang proposional. Cardigans berwarna pink yang kancingnya hanya sampai sedada menutupi tubuhnya dibalik tanktop putihnya, kemudian celana jeans biru yang panjangnya sampai sebetis dipadu dengan sepatu kets berwarna putih. Dan terakhir memakai aksesoris gelang yang entah bukan dari emas, tapi seperti kayu atau tasbih berukir huruf chinese, Look like so girly... "Kamu bawa motor Za ?" tanyanya ketika sudah berada didepan gw
"Enggak nih, tadi naik angkot kesini hehe... Lagi dipinjem temen motornya pulang sekolah tadi" "Ooh... ya udah yuk ke mobil aja..." ajaknya sambil membalikkan badan
Gw mengikutinya dari belakang menuju mobil merahnya. Kami pun masuk kedalam mobil, gw duduk dibangku samping kemudi. Luna mulai menyalakan mesin mobil dan tidak lama mobil berjalan meninggalkan area parkiran ke jalan raya. "Za... Kita makan dulu ya... Kamu belum makan jugakan ?" tanyanya sambil tetap fokus melihat ke jalanan didepan "Boleh... Mau makan apa ?"
"Mm... Ada satu resto enak deh... Agak jauh sih, tapi tempat dan makanannya enak..." "Bebaslah, aku ikut aja ha ha ha..."
Mobil pun mengarah ke cibubur. Gw baru pertama kali kedaerah sini, dan setelah mobil berhenti di area parkiran resto, ternyata resto ini terlihat mewah. Sempet jiper sih, duit gw cukup gak nih makan disini, jangan sampai kejadian makan bareng sama Vera keulang lagi sama Luna. Malu juga gw gais.
Kami masuk kedalam resto dan Luna memilih smoking area. Kami duduk bersebrangan, lalu pelayan memberikan satu buku menu kepada Luna dan satu buku menu kepada gw. Hati udah mulai gak enak nih, dari cover dan sampul buku aja tampilannya udah wah. Gw buka halaman pertama menunya. Dan yap, harganya ngajak miskin dompet gw. Air mineral aja 10 rebu, Faq!!!.
Gw bingung nih mau mesen apaan, mana si pelayannya nungguin berdiri disamping meja gw dan Luna. Akhirnya gw berinisiatif mengusir dulu itu pelayan. Dengan beralasan nanti kami panggil jika sudah mau memesan menu.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Kenapa Za " Gak langsung mesen aja ?" tanya Luna ketika pelayan tadi sudah meninggalkan kami
"Eeu... Duh gimana yak, aha ha ha ha... mau ngomongnya gak enak tapi gak apa-apalah..." ucap gw sambil menggaruk pelipis
"Heum " Kok kikuk gitu " Ada apa sih ?"
"Eeu.. Aku mesen minum aja deh Lun... lagi gak lapar hehehe..."
"Minum " Gak makan " Hmmm..... Udah deh aku paham, jangan malu Za. Pesan semua yang kamu mau, tenang aja. Kan aku yang ajak makan disini..." ucap Luna akhirnya mengerti apa yang gw pikirkan
"Duuh... Enggak apa-apa Lun beneran, aku pesen minum ajalah... Nih aku pesen jus jeruk aja..." ucap gw sambil menelan ludah melihat harga segelas jus jeruk 20 rebu rupiah. Kampret bener!.
"Udah ah gak usah bingung, menu makanannya biar aku pilihan ya..."
Ya mau gimana lagi, gw sih manut ajalah walaupun malu sebenernya. Sambil menunggu menu pesanan datang, Luna mengeluarkan sebungkus rokok mild menthol dari tasnya, lalu mengambil satu batang dan membakarnya.
Ah iya, gw juga jadi pingin ngerokok. Sambil menghisap dalam-dalam lalu dihembuskan kepulan asap racun dari mulutnya, Luna pun masuk ke topik yang memang ingin gw bahas dengannya.
"Sherlin gimana kabarnya ?" tanyanya dengan ekpresi wajah serius "Gak baik... Masih sakit... Hatinya..." jawab gw datar
"Huufftt... Ya, aku akuin Za, aku keterlaluan dan gak bisa nahan emosi waktu itu, sama kayak dia yang langsung main tampar aku..." ucapnya sambil menghembuskan asap dan memalingkan muka kearah lain
Apa yang Luna ucapkan ada benarnya, memang Sherlin yang bersikap kasar duluan, disaat Luna mengajaknya bersalaman, dirinya malah ditampar. Tapi yang parah ini tendangan Luna, seharusnya insting beladirinya tidak perlu digunakan, fatal akibatnya.
"Tapi kan kamu gak perlu segitunya juga Lun... Itu kalo sampe mati gimana Mba ku ?" "Eh... hihihi... Ya gak mungkinlah, aku nendangnya kan pakai perhitungan, hihiihii..."
Eh busyet perhitungan " Yang bener aja Kakak... Perhitungan darimana anak orang sampai pingsan, hadeuh Luna-Luna. "Masalahnya sekarang tambah runyam Lun... Sherlin jelas gak terima dan makin benci sama kamu..."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Iya, aku bakal minta maaf kok Za ke dia"
"Maaf sih maaf, Sherlin lagi emosi banget, gak yakin aku dia mau maafin kamu... Apalagi dia jadi dendam gini..." "Ya terus aku mesti gimana " Kalo dia maunya bales nendang aku, ya udah aku terima"
Nendang " Enggak kale Lun, itu you punya kaki mulus mau di selepet ama pantatnya si Leno. Gw pusing ini mau gimana. Haaa syit. Kalo Sherlin sampe liat Luna berseliweran di jalan, bisa bener-bener ditabrak kali.
"Kalo Sherlin balesnya lebih dari itu gimana ?"
"Ya coba aja kalo dia bisa ngelawan sih..." jawabnya enteng sambil mematikan rokok kedalam asbak
Tidak lama, makanan pesanan pun datang dan dihidangkan diatas meja. Gw lupa menu makanannya apa, yang jelas daging sapi. Kemudian kami berdua pun menyantap makanan didepan kami masing-masing. Lumayan enak, gak deng, enak banget nih makanan mahal. Bolehlah sekali-kali "buang duit" ke resto ini kapan-kapan. Masih menikmati makanan, hp 7650 gw bergetar disaku celana, getarannya gak berhenti, wah telpon masuk nih pikir gw. Akhirnya gw ambil hp disaku celana lalu mengangkat panggilan masuk tersebut.
=== Percakapan via line : Gw : "Halow, Assalamualaikum..."
MY Ku : "Walaikumsalam Mas, lagi dimana ?"
Gw : "Eeuu... Aku lagi di... dimana ya ini... ?" "Di Resto xxxx Ezaa..." ucap Luna dengan lantangnya
MY Ku : "Mas "! Suara siapa itu "!! Mas kamu lagi ngapain sih "!
Gw : "Ini, aku di.. Aduuh tadi suara si Lun, eh... euu.."
MY Ku : "SMS-IN KAMU LAGI DIMANA SEKARANG!! DAN GAK USAH PERGI SEBELUM AKU DATANG!! KAMU LAGI SAMA SI L**te ITUKAN "! AWAS KAMU KALO PERGI! CEPET SMS!!"
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Tuuuuutttt... End of Call... ===
Madaf*ka!!! Bajirruuuttt!!! I'm dying rite now! Syiitt! Bego bego begoooo.... Bisa-bisanya nih mulut mau nyebutin nama perempuan yang lagi makan didepan gw ini. Ah gila dah, alamat rumah sakit atau kuburan nih abis dari sini. Sial banget! Lagian ngapain juga si Luna pake ikutan ngomong! Sue bener dah!
Awalnya gw ketemu Luna untuk ngomongin soal masalah minggu lalu, tapi salah lagi gw gak bilang-bilang ke Mba Yu, kalo gw bilang yang ada dia pasti marah lagi. Kan niat gw baik nih, biar gak ada yang terluka lagi atau sampai ada yang gontok-gontokkan. Menghindari peperangan, lah ini sekarang malah ngundang peperangan. Salah apa gw!! Aah gila deh. Mau gak mau gw turuti Mba Yu dan saran dari Luna.
"Udah enggak apa-apa Za, sms-in alamatnya, tenang aja, enggak perlu khawatir..." ucap Luna enteng setelah meminum jus tomatnya
"Gak perlu khawatir " Yang bener aja Lun... Gila kali aku gak waswas... Kamu gak tau apa dia kalo marah bisa berantakan ini restoran" ucap gw sambil mengingat tragedi asbak terbang yang hampir "menyapa" kepala gw dulu
"Enggak apa-apa, ada aku kok, tenang aja ya.. Hihihi... Udah ah, daripada khawatir, lebih baik kamu isi tenaga dan energi, abisin tuh makanannya. Yaaa siapa tauu kan nanti butuh tenaga ekstra buat misahin aku sama Mba Yu... ha ha ha ha..."
Ajigile itu omongan si Luna enteng amat. Ah parah, santai banget dia mau ketemu orang yang benci dan dendam sama dirinya juga. Oke, gw gak bisa ngehindar, cepat atau lambat pasti hari ini bakal datang juga, gw habiskan makanan gw aja deh. Bener kata Luna, siapa tau gw butuh tenaga ekstra. Sial!.
Setengah jam kemudian kami berdua masih di resto ini, dimeja yang sama. Puntung rokok di asbak sudah gak terhitung, karena gw sudah layaknya kereta uap jaman dulu, gak berhenti ngebul menunggu dengan dagdigdug deerrr kedatangan Mba Yu.
Rasa waswas gw semakin menjadi-jadi ketika sebuah mobil bal*no berhenti di area parkir resto ini. Ya, gw bisa melihatnya karena ruang makan di resto ini menghadap keluar, ke area parkiran. Mba Yu turun dari pintu kemudi lalu berjalan cukup cepat menuju pintu masuk resto di sisi kanan. Matanya sempat melihat gw dan Luna ketika dia akan masuk pintu disana.
Mba Yu menghampiri meja kami ketika dirinya sudah berada didalam resto ini. Gw langsung bangkit dari duduk dan menahan dirinya yang sudah tinggal 6 langkah dari meja ini.
"Mba, tenang dulu ya, kita omongin baik-baik..."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Sreeett... Bruukk... Gila, baju gw ditarik, lalu tubuh gw dihempaskan ke bangku meja disisi kanan, untungnya kosong enggak ada pengunjung.
Bahaya, bahaya, bahaya, bahayaaaaa...
Braakkk!!! Mba Yu menggebrak meja makan didepan Luna.
"Heh! Ngapain lo ngajakin cowok gw jalan dan makan disini Hah"!!!" ucap Mba Yu "Sabar dulu, duduk dulu, mau aku pesenin makanan Sher ?" jawab Luna dengan santainya dan tersenyum "Enggak usah sok-sok baik deh! Gw udah gak bisa sabar liat muka lo itu! Ayo sini keluar lo! Kita selesain urusan kita!!"
Kali ini tangan Mba Yu menarik tangan Luna dengan cukup kasar dan membawanya keluar dari resto ini. Gw langsung menghampiri mereka lagi.
"Mba Mba, sabar dulu mba, jangan ribut-ribut, malu ah diliatin orang-orang tuh..." ucap gw yang sudah berada didepan Mba Yu
"Minggir Mas!!!" ucapnya tepat didepan muka gw sambil melotot Anjir gw ampe memundurkan wajah.
"Iya, tapi jangan pake acara berantem Mba... Gak baik... Kita omongin secara baik-baik ya Mba... Aku kesini sama Luna juga mau ngomongin masalah kita, bukan mau berduaan aja... Please yaa sayang, kita bicarain sambil duduk..."
"Mas! Denger ya, kamu itu taukan dia udah keterlaluan sama aku! Liat nih pipi aku!" ucapnya penuh emosi sambil menunjuk pipinya yang sudah tidak bengkak, tapi bekas lebam masih terlihat sedikit
"Iya tau, makanya kita omongin baik-baik, kalo kamu berantem lagi sama Luna gak akan nyelesaiin masalah..."
"Aku kesini emang mau nyelesain masalah kita juga, dan kamu gak usah ikut campur Mas! Jadi sekarang lebih baik kamu minggir deh! Daripada aku pecahin 'telor' kamu!"
Watdafak" Telor " Pecahin " Asyuuu!!! Muke gileee kantong menyan gw mau dibredel.
Akhirnya gw mengalah, ya pilihan tepat coy, demi masa depan calon keturunan gw kelak, markas benih-benih cinta harus diamankan terlebhih dahulu.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Sherlin tetap menarik Luna untuk keluar resto ini. Gw mengikuti mereka dari belakang, tapi ketika gw hendak melangkah lagi, pundak gw ditahan oleh seseorang dari belakang. Gw tengok dan berbalik, ternyata seorang pelayan wanita tapi pakaian seragamnya berbeda dari pegawai lainnya, gw lihat name tag didada kanannya, tertulis jabatannya disana "manager".
"Eh ada apa Bu ?" tanya gw bingung
"Mohon maaf Mas, demi kenyamanan bersama, sebaiknya menu yang sudah dipesan tadi tolong dibayar terlebih dahulu dikasir... Maaf ya Mas..." ucapnya ramah
"Ooh, iiya baik Bu..." jawab gw lalu menuju kasir
Gw langsung sedikit berteriak kepada dua wanita yang makin menjauh dan mengarah kepintu keluar. "Mbaaa... Tungguuu" teriak gw dari depan tempat kasir
Sherlin dan Luna pun berhenti, lalu menengok kearah gw. Sherlin mengerenyitkan dahi dan wajahnya dianggukkan, seolah-olah bertanya "kenapa lagi sih ?".
Gw tersenyum bodoh lalu menunjuk arah kasir. Sherlin makin bingung, gw pun memberikan gesture makan dengan tangan kearah mulut lalu gesture jempol tangan dan jari telunjuk digesekkan (money money money). Sherlin mendelikkan mata dan memutar matanya keatas, seperti mengatakan "capee deh".
Malu sih, tapi gimana lagi gais, gw gak punya cukup uang untuk bayar semua pesanan makan gw dan Luna tadi. Itu harga total yang harus dibayar kampret banget. 200 rebu rupiah!! gw masih inget banget, tahun 2005 segitu buat makan berdua doang ma nyiksa dan ngajak miskin.
Akhirnya mereka berdua nyamperin gw kedepan meja kasir. Ketika Sherlin akan mengeluarkan dompet dari tasnya, Luna langsung menanyakan bill ke kasir, dan akhirnya Luna lah yang membayar semuanya.
"Hm.. Iyalah harusnya lo yang bayar..." ucap Sherlin kepada Luna
"Hihihi.. Maaf lupa, kan kamu Sher yang narik aku tadi.." jawab Luna sambil tersenyum "Lagian kamu ngapain mau-maunya diajak makan ditempat mahal gini Mas " Dasar kegatelan juga kamunya!"
Laaah.. Kenapa gw yang disemprot ". Gw ma kan ngikut aja. Salah lagi, salah lagi... capcay deeeh.
Beres bayar membayar di kasir, kami bertiga keluar resto dan menuju parkiran. Back to amukan naga geuni 212... Huahahah sial. Bete lagi gw ngadepin amarah Mba Yu.
"Lo tau kan punya salah sama gw "!" ucap Sherlin dengan emosi kepada Luna ketika sudah saling berhadapan
Unforgettable Moment by : Glitch.7 dibelakang mobil Sherlin "Iya, Aku minta maaf, aku salah, aku emosi... Maaf ya Sher" ucap Luna dengan wajah menyesal
Gw yang berada sekitar 3 meter diantara mereka berdua sudah bersiap-bersiap, memasang ancang-ancang untuk bergerak cepat jika terjadi baku hantam diantara mereka. Mata dan telinga gw tajamkan, feeling gw mengatakan siaga 1 nih.
"Sekarang kalo kamu mau balas, silahkan, aku gak akan ngelawan..." tambah Luna "Oke, bagus deh kalo sadar..." Mba Yu kamu mau apa " Posisinya sekarang menyamping didepan Luna Siaga 2 ini bray
Wuuutt Paakkkk!! Bruk! "Uugh.." Luna terjerembab ke bagasi mobil Sherlin
Sialan gw kecolongan, telat lagi. Tapi tetep gw langsung menahan Mba Yu lagi.
"Udah Mba, udah cukup, tuh tepat sasaran kena wajahnya juga..." ucap gw sambil memegang pundak Sherlin dari depan "Enak aja udah! Kan aku pingsan Mas, dia belum pingsan! Minggir Mas!"
Iya sih, Luna enggak pingsan, tapikan wajar Mba Yuuu, dia atlet berpengalaman, Yi Dan pula. Tapi gw juga gak bisa remehin Sherlin, darimana dia bisa nendang muter gitu " Mana tepat sasaran juga lagi kena wajah Luna. Tendangannya enggak kaku dan seperti sudah latihan tahunan. Kita pasti taulah orang yang punya dasar beladiri atau enggak dari gerakannya.
"Sshh... Sakit Sher, hihihi... Aku kira kamu udah gak pernah latihan, ternyata masih lentur juga gerakan kamu..." ucap Luna yang sudah kembali berdiri dan memegang bibirnya yang ternyata berdarah
"Hah " Latihan " Maksudnya apaan ?" Gw mulai waswas, ada sesuatu yang miss sepertinya yang gw lewatkan soal Mba Yu
"Loch " Kamu enggak tau kalo pacar kamu itu kan juara 3 kejuaran taekwondo tingkat pelajar waktu disekolah dulu..." ucap Luna lagi, kali ini kepada gw.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 WATDAFAAK ?""!!! Bajiguuuurrrr... An to the jay. Asli ini ma Khanmaen dah! Gw mana tauuu itu si Mba Yu ternyata eh ternyata ahli beladiri juga. Lagian kenapa juga sekarang perempuan-perempuan yang deket ama gw pada jago berantem, eh beladiri. Dan gw makin penasaran, jangan-jangan si Mba Yu udah sabuk hitam juga... Jirr mampus gw kalo kelamaan sok-sok misahin dua petarung.
"Mas, jangan dengerin perempuan nakal itu, aku ma sukanya masak di dapur, gak suka kekerasan! Kamu percaya aku kan Mas ?"
Mbaaa... Ya ALLAAAAHHH... Gusti nu agung! Itu tadi itu looch... ituuu... tendanganmu itu apa " Kalo bukan jago beladiri ampe bikin bibir orang berdarah!!
Masak " Yasalaaaaamm.. Bener deh Mba, kamu mending latihan taekwondo aja daripada masak. Asin semua Mba masakan kamu. Masa kamu gak ngeuh " Gak sadar " Tiap aku nyicip masakanmu, muka ku langsung berkerut. Hiks... Sekarang makin kampret, mana berani gw bilang jujur. Bisa-bisa kena dollyo chagi dari Mba Yu.
"Udah-udah aku percaya kamu Mba, kamu ma pinteerr bangeettt masaknyaa, enak lagii.." ucap gw sambil memegangi pundaknya
"Tapi aku belum puas nendang dia Mas! Minggir Mas..." ucapnya sambil mendorong tubuh gw kesamping
Mba Yu kembali mendekati Luna dan sudah siap menghajarnya, gw langsung sigap mengejar dan mencoba menahannya dari belakang. Gw langsung memeluk Mba Yu dan menahannya, ajigile nih pacar seksi gw, dia meronta-ronta bak kesetanan gak mau gw tahan.
"Lun.. Cabut deh buruan sana, gak beres-beres nanti! Buruaa..." DUGH!
"AAADUUHH!!"

Unforgettable Moment Karya Glitch di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"EH "! Maaass... Maaf.. Maaf... Ya Alloh... Mass..."
Bajin94n! Hidung mancung gw penyok dah, anjiirr... ngocor merah coooyy!!! "Aahh.. Ssshh.. Aduuh.." gw meringis kesakitan sambil berjongkok
"Maas.. Maaf maaf maaf.. Aku gak sengaja.. Aku gak sengaja Nyikut kamu Mass.. Maafin akuu... Lagian kamu ngapain sih nahan aku"! Gak usah ikutan makanya deeh! Nyebelin iih!! Jadi berdarahkan tuuh..!"
Mba... Hey Mba Yu.. Sehat " Aku Mas mu ini loch yang kena sikut! Kok malah aku yang disalahin jugaaaa! Apes aing apesss... Sempruulll!!
Unforgettable Moment by : Glitch.7 BAD NEWS : (Not Important) Assalamualaikum wr.wb. (Jangan lupa jawab salamnya.) Hai Gais, apa kabar " semoga sehat selalu ya dan jangan lupa untuk tersenyum
Btw Ini sedikit penjelasan mengenai MyPI masa SMA kelas 2 hingga kelas 3 semester awal. Gw memang harus skip masa itu. Ada beberapa hal yang memang gak bisa gw post dan share ke kalian, dimulai dari kejadian part 114. Katsumi Hikari / Fix You.
Nah dari situ banyak sebenarnya kejadian-kejadian negatif dan beberapa hal yang privasi banget. Sampai gw harus delete Part 114...
Oke gw anggap yg sempat baca part 114 paham dan bisa nerka gimana kelanjutannya. Tapi gw tetap gak akan bisa posting after all.
Sesuai permintaan Nyonya Agatha. Dia minta sendiri ke gw untuk gak lanjutin MyPI. Nego punya nego dapet izinlah gw buat milah momen tertentu yang pada akhirnya terangkum dalam index "Unforgettable Moment".
Jadi mohon maaf gw harus End-in cerita MyPI tanpa masa SMA kelas 2 hingga kelas 3 semester awal. Sebagai gantinya, momen-momen tertentulah yang gw share ke kalian. Yang kami (gw dan istri) anggap masih dalam tahap wajar untuk dibagikan.
Demikian Bad News gak penting hari ini gais, jangan lupa seduh kopi dulu Gais
Notes : Good News will be released soon... Stay tuned as always
Unforgettable Moment by : Glitch.7 KRITIK dan SARAN Selamat malan Gais , terutama kalian pembaca setia MyPI.
Tidak terasa Trit ini akan segera berakhir dalam 3 atau 4 part kedepan. Sebelumnya saya ingin mengucapkan Terima Kasih kepada kalian para pembaca dan komeners disini.
Awal saya buat trit ini gak menyangka akan banyak viewers dan komen yang mendukung sepenggal cerita masa lalu saya dan sahabat-sahabat saya di masa sekolah. Alhamdulilah saya masih bisa menyisihkan waktu untuk update setiap hari. Sampai tidak terasa ternyata sudah sampai ratusan part. Apalagi jika masa kelas 2 SMA dan awal kelas 3 tidak di skip. Mungkin masih lama endingnya...
Okey, untuk postingan kali ini, saya ingin membaca Kritik dan Saran dari kalian yang mengikuti cerita ini. Apapun, baik dari segi penulisan, bahasa, cerita, dan lain-lain. Silahkan tuangkan pendapat kalian dengan MENG- QUOTE postingan saya ini.
Terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini ya Gais.
Jangan lupa untuk tersenyum dan seruput lagi kopinya
Unforgettable Moment by : Glitch.7 123. MY SWEETEST GOODBYE "Kalian gw berikan rasa bahagia diawal dengan sebuah penyiksaan yang pantas gw terima, dan gw berikan pula rasa bahagia diakhir dengan sebuah perpisahan terbaik. Tapi itu semua hanya untuk kalian yang benar-benar paham arti part ini. Bukan untuk kalian yang terlalu banyak menghirup aroma roman picisan murahan dan hanya bisa tertawa lepas tanpa tau arti dari sebuah kesalahan yang sebenarnya".
Best Regards, Agatha. 3 day's after bleeding nose November 2005
Sebuah mobil berhenti tepat dihalaman depan teras kamar gw, saat itu gw baru saja pulang mengantar Nenek ke masjid kota untuk pengajian rutin bulanan, oh ya gw meminjam mobil ortu Rekti untuk mengantar Nenek, Ya kali Nenek gw disuruh naik si Kiddo, bisa terbang nanti dia, Astagfirulloh, Dosa gw! Maaf Nek.
Gw menaruh kopi yang baru saja gw seduh diatas meja teras, sambil mengeringkan rambut dengan handuk karena baru selesai mandi juga. Seorang gadis turun dari pintu kemudi sambil memegangi kepalanya dengan satu tangan untuk menghalau rintikan air hujan yang turun sedari tadi, dengan berlari kecil dia menghampiri gw sambil tersenyum. "Hai Za... Maaf ya gak bilang-bilang datang kesini..." ucapnya ketika sudah berdiri didepan gw "Ada apa lagi ?" tanya gw datar dengan handuk yang menutupi rambut
"Maaf... Ada yang mau aku omongin sama kamu... Maafin aku kalo ganggu..." ucapnya lagi dengan nada sendu
Gw menghela napas, malas banget gw sebenarnya berurusan lagi dengan gadis satu ini. Tapi gw pun gak setega itu membiarkannya berdiri didepan jalan masuk antara halaman dan teras, dengan hujan diluar sana yang semakin deras. Akhirnya gw menyuruhnya duduk disofa teras. Gw kembali ke dapur untuk membuatkannya secangkir teh manis hangat. Kemudian setelah selesai gw kembali ke teras, duduk disofa panjang bersamanya bersebelahan, masih ada jarak duduk yang cukup jauh diantara kami.
"Makasih ya Za... Maaf ganggu kamu, kamu habis mandi sore " Enggak dingin apa belum pakai baju gitu ?" ucapnya sambil tersenyum kepada gw
"Udah enggak apa-apa... Terus sekarang ada apa kesini lagi ?" jawab gw malas berbasa-basi Gw memang belum mengenakan kaos/baju setelah mandi tadi, hanya mengenakan celana long-jeans berikut handuk
Unforgettable Moment by : Glitch.7 yang menggantung menutupi rambut gw.
"Aku ingin curhat sama kamu... Soal hubungan aku sama pacar aku..." jawabnya kali ini sambil tertunduk Ooh... Jadi ternyata dia udah punya cowok. Terus mau apa dia curhat ama gw kira-kira. Perasaan gw jadi gak enak. "Terus ?" tanya gw lagi agak ketus
"Kami baru kemarin putus... Dia cemburu sama kamu..." "Hah " Putus " Cemburu sama aku ?" tanya gw cukup terkejut kali ini
"Iya, ternyata dia ngeliat kita pergi dari gor berdua, waktu aku selesai latihan taekwondo 3 hari lalu itu sama kamu... Dia sempat ikutin mobilku sampai ke resto..."
"Kenapa dia gak langsung samperin kita di resto?"
"Aku udah tanya, tapi begitu dia lihat kita sudah duduk berdua dimeja makan resto, dia langsung pergi, udah malas dan marah katanya... Dia memilih pergi daripada nemuin kita Za. Besoknya aku ketemu dia dirumahnya... Ya kamu bisa tebaklah aku dan pacarku langsung adu argumen sampai..." ucapannya terhenti dengan wajah yang kembali tertunduk
Beberapa helai rambutnya yang panjang jatuh menutupi sebagian wajahnya, lalu gw mendengar suara isak tangis yang perlahan mulai nyaring diantara deru suara air hujan diluar teras ini. Bahunya naik turun karena tangisnya mulai jelas semakin terdengar ditelinga gw.
Gw menghela napas, berdiri lalu masuk ke kamar. Menuju lemari kecil. Saat ini, kejadiannya hampir sama seperti lima hari setelah lebaran 2 minggu yang lalu, ketika dirinya datang kerumah bersama derasnya hujan dan petir yang meraung dilangit sore. Gw kembali tidak menyadari suara langkah kaki yang masuk kedalam kamar ini sambil mencari sapu tangan, gw ambil sapu tangan itu lalu membalikkan badan dan lagi-lagi terkejut melihat Luna sudah berdiri beberapa meter dikamar ini.
"Za... hiks... hiks..." Luna masih menangis walaupun tidak separah tadi
"Ini Lun, sapu tangan untuk menyeuka airmata kamu..." gw berikan sapu tangan itu ketika sudah berdiri dihadapannya, tapi dirinya malah membuka jaket yang dikenakannya
"Eh " Mau apa kamu Lun ?" tanya gw bingung
Luna melepaskan jaket lalu membuangnya kelantai kamar ini, dia mengulurkan tangannya, menggulung kaos bagian lengan kiri atasnya dan menunjukkan sesuatu yang membuat mata gw terbelalak hingga suara gw tercekat.
Unforgettable Moment by : Glitch.7 "Ini perlakuan yang aku terima dari pacarku... hiks... hiks..." ucapnya lirih
Gw gak menyangka, apa yang diperbuat pacar Luna hingga bagian lengan dibawah ketiaknya itu membiru dan lebam. Ini udah kelewatan, sekalipun gw masih terngiang pernah menyayat seorang gadis, gw tetap kaget dan tak percaya kalau Luna mengalami kekerasan dari pacarnya.
"Itu.. Itu kenapa Lun " Kenapa bisa sampai membiru gitu ?"
"Dia emosi waktu kami adu argumen, sampai puncaknya dia mengambil payung yang ada diruang tamu rumahnya dan... hiks.. hiks.." Luna kembali menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangan
Oke, gw cukup paham, mungkin dengan emosi yang meluap-luap, pacarnya memukul Luna menggunakan payung, walaupun gw gak tau gimana bisa sampai area lengan bagian dalam itu yang terpukul. Dan masih banyak sebenarnya pertanyaan yang ada di otak gw untuk Luna, kenapa dia gak lawan " Kenapa dia gak menahan " Bukankah dirinya ahli beladiri "
"Lun, kenapa kamu gak lari " Atau menahan pukulan payungnya " Atau kamu lawan " Seenggaknya kamu kan ahli beladiri Lun.." tanya gw yang penasaran, kok bisa-bisanya dia terkena pukulan
Luna menyeuka airmata yang mengalir kepipinya, lalu menelan ludah dan menatap gw.
"Dia memojokkan aku sampai ke dinding, tangannya menarik paksa tangan kiri aku keatas, ditekan kedinding kuat-kuat, lalu... payung yang digenggamnya diayunkan sekencang-kencangnya Za kebagian lengan ini... Aku teriak kesakitan, karena tiga kali aku dipukul ditempat yang sama..."
Tiga kali " Tiga kali dipukul ditempat yang sama " Gila! "Terus kamu gak ngelawan karena kesakitan ?" Luna kembali tertunduk...
"Aku ngelawan akhirnya Za, sakit yang aku terima membuat insting beladiri ku naik.. Dan... aku tendang dia tepat kena dagunya..."
Glek! Perasaan gw gak enak.
"Te.. Terus dia pingsan ?" tanya gw waswas Luna malah menggelengkan kepala. "Dia gak pingsan, tapi... Tapi dia koma Zaa..."
Unforgettable Moment by : Glitch.7 Kan.. Kan.. Bener kata gw, bakal gak beres ujungnya. Bayangin aja, dagu gais! Lu bisa mati kalo ke-hits dibagian itu! "untung" aja "cuma" koma itu cowoknya. Gak kebayang kalo ampe lewat tuh.
"Sekarang cowok kamu masih koma ?"
"Enggak, katanya udah siuman kemarin, tapi masih dirumah sakit.. Aku gak pernah kesana lagi setelah ngebawa dia ke rumah sakit. Sejak saat itu juga, aku udah anggap hubungan kami berakhir.."
Hm... Wajarlah kalo ujungnya putus, tapi tetep aja gw gak habis pikir, kok bisa-bisanya cowoknya sampai segila itu " Kan gw sama Luna gak mesra-mesraan sama sekali waktu jalan berdua. Kok cowoknya gak mau denger penjelasan Luna dulu " Toh Gak ada bukti dan memang gak ada apa-apa antara gw dan luna saat itu.
Gw kembali menyodorkan sapu tangan, yang kali ini diterimanya lalu dipakai mengelap pipi dan sekitar wajahnya itu. Gw menghela napas lagi, ternyata setelah gw pikir, bukan hubungan gw dan Mba Yu aja yang bermasalah ketika Luna dan gw dekat. Tapi hubungan Luna dan pacarnya lebih parah lagi masalahnya.
Luna masih sedikit terisak sambil sedikit meringis ketika tangan bagian yang lebam dia gerakkan. Airmata yang sudah mulai mengering kembali keluar bersamaan dengan bibir bawahnya yang dia gigit. Raut mukanya menahan perih dan sakit. Sejujurnya gw gak tega melihat Luna sampai seperti ini. Gw melangkah lagi untuk lebih mendekatinya.
Gw pegang tangan kanannya yang masih mencoba meunyeuka airmata diwajahnya itu dengan sapu tangan gw. Luna membuka matanya lalu menatap wajah gw dengan sayu. Gw cukup terenyuh melihatnya. Tubuh dan tangan gw bereaksi sendiri mendekatinya lagi, gw kaitkan tangan melingkari bahunya, kemudian gw peluk dirinya yang sedih itu. Wajahnya bersandar kebahu kiri gw. Luna memang tinggi, gw yang cukup tinggi untuk ukuran anak sma, memiliki tinggi 174 cm waktu itu. Sedangkan Luna hanya berbeda 4 centi dari gw.
Luna kembali terisak didalam pelukkan gw, suaranya kembali berlomba dengan dentuman air hujan dan petir diluar sana. Gw belai rambutnya.
"Sabar ya Lun, seenggaknya dengan kejadian ini. Kamu jadi tau kalo dia bukan laki-laki yang pantas dapetin kamu. Bukan maksud aku memojokkan cowok kamu dan membela diriku sendiri, tapi kenyataan yang kamu alamin lebih dari cukup untuk nunjukkin perangai cowok mu itu..." ucap gw dengan masih membelai rambutnya "Makasih Za..." Luna memundurkan wajahnya hingga kami saling bertatapan
Kabut Di Bumi Singosari 4 Sherlock Holmes - Kumpulan Kasus Seru Pahlawan Dan Kaisar 20
^