Pencarian

Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan 4

Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung Bagian 4


Muka Lu Liang Cwan jadi berobah.
Inilah hebat, seorang manusia bisa menari-nari
didalam kobaran api tanpa tubuhnya terbakar, bahkan pakaiannya juga tidak termakan api.
Bagaimana mungkin ia bisa melancarkan serangan jika memang lawannya berada dalam kobaran api sebesar itu"
Sedangkan untuk berdiri terus ditempat yang dekat dengan lawannya, Lu Liang Cwan telah tersiksa oleh hawa panas yang membuat ia mengucurkan keringat tidak hentinya.
Lauw Cie Lan telah berhenti menari-nari, ia
mempergunakan kedua telapak tangannya yang
dirapatkan, untuk dipakai seperti menyendok api, dan mata api itu seperti dimakannya !
Inilah pemandangan yang luar biasa sekali.
Disaat itu, tampak Lu Liang Cwan tidak bisa berdiam diri terus, karena Lauw Cie Lan tahu-tahu menggerakkan tangan kanannya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Mata api telah doyong menyambar kearah Lu Liang Cwan.
Cepat-cepat Lu Liang Cwan melompat menjauhi diri lagi, tetapi mata api itu selalu mengejarnya, karena Lauw Cie Lan telah menggerakkan kedua tangannya.
Dalam keadaan seperti ini memang tampaknya Lu
Liang Cwan terdesak hebat, karena ia tidak bisa bertahan dari serangan hawa yang begitu panas dan menyelekit tubuhnya. Jelas Lu Liang Cwan tidak berani untuk membiarkan tubuhnya dijilat oleh mata api, yang bisa membuat tubuhnya terbakar.
Oey Yok Su sendiri jadi memandang terpukau
ditempatnya, ia sama sekali tidak menyangka akan menyaksikan pertandingan seperti itu.
"Inilah luar biasa, wanita tua itu bisa menguasai api, sampai ia berhasil berdiri didalam kobaran api tanpa badan dan pakaiannya termakan oleh kobaran api.......ini benar-benar persoalan yang sulit diterima oleh akal sehat........!"
Tetapi memang Dewi Api itu tetap berada didalam kobaran api.
Bahkan kemana tubuhnya Sian Ho Lauw Cie Lan
bergerak, api itu seperti ikut bergerak mengikuti tubuh dewi api ini.
Hanya sekali-sekali terlihat Sian Ho Lauw Cie Lan melemparkan bubuk-bubuk halus yang begitu terbakar membuat api berkobar semakin besar dan menyiarkan bau yang harum sekali.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lu Liang Cwan jadi kewalahan juga, beberapa kali tubuhnya hampir termakan oleh jilatan lidah api.
Dan disaat seperti itu juga LuLiang Cwan tidak leluasa untuk melancarkan serangan kepada lawannya, karena dia selalu tidak bisa berada dalam jarak yang dekat dengan lawannya yang dikelilingi oleh lidah api.
Disamping itu hawa didekat Sian Ho Lauw Cie Lan sangat panas sekali.
"Kau curang....! Kau berlaku licik dalam pertempuran ini, engkau mengandalkan api sebagai senjatamu...!"
teriak Lu Liang Cwan.
---o^dewi~kz~0~Tah^o---
BAGIAN 15 : MENGADU ILMU
"JUSTRU aku sejak dulu bergelar Sian Ho, engkau sudah mengetahui itu....... engkau boleh
mempergunakan segala macam senjata, aku tidak akan melarangnya untuk dipergunakan dalam pertandingan kita ini, sedangkan aku hanya akan mempergunakan senjataku yang satu ini, ialah api !".
Dan selesai berkata, Lauw Cie Lan mengeluarkan
suara desisan lagi, kedua tangannya digerak-
gerakkannya, sehingga lidah api telah menyambar-nyambar tidak hentinya kearah Lu Liang Cwan. Keadaan seperti ini memaksa Lu Liang Cwan jadi terdesak mundur.
Karena kewalahan tidak mungkin bisa mendekati
lawannya yang mengandalkan api sebagai senjatanya, Lu Liang Cwan setelah melompat menjauhi diri dari Lauw TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Cie Lan, menoleh kepada Oey Yok Su sambil berteriak :
"Hei engko kecil...engkau sebagai saksi mengapa berdiri bengong saja disitu " Apakah engkau buta dan gagu "
Bukankah engkau melihat dia berbuat curang, mengapa engkau berdiam diri saja ?"
Oey Yok Su jadi bingung juga, ia tidak mengetahui apa yang harus. dilakukannya.
"Engko kecil, dalam pertandingan orang boleh mengeluarkan kepandaian apa saja yang dimilikinya, bukan ?" tanya Sian Ho Lauw Cie Lan kemudian.
"Be...benar...!" menyahuti Oey Yok Su gelagapan.
"Nah tua bangka she Lu, engkau dengar sendiri bukan, saksi kita mengatakan dalarn pertempuran kita berhak untuk mempergunakan senjata apa saja. Dan senjataku hanya ini, api."
Muka Lu Liang Cwan jadi berobah merah, tampaknya ia mendongkol.
"Itu merupakan perbuatan curang. Bukankah kita tengah mengadu ilmu " Mengapa engkau
mempergunakan api ?"
"Memang kita tengah mengadu ilmu", menyahuti Lauw"Cie Lan.
"Dan kita sekarang tengah bertanding, tetapi justru aku telah berhasil melatih diri untuk menguasai api! Jika memang engkau memiliki ilmu untuk menaklukkan api, silahkan engkau juga mempergunakannya, aku tidak akan melarangnya...!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Mendongkol sekali Lu Liang Cwan, sampai akhirnya ia menjejakkan kakinya, tubuhnya melompat ketengah udara, sambil menghantam dengan tangan kanannya.
la merupakan tokoh sakti yang memiliki sinkang telah tinggi sekali, tidak mengherankan angin serangannya itu menyambar kuat sekali, membuat Lauw Cie Lan harus berkelit kesamping. sebab jika dia tidak cepat-cepat mengelakkan diri tubuhnya bisa menjadi sasaran dari serangan lawannya yang tengah mendongkol dan
penasaran seperti itu.
Saat itu, tampak Lauw Cie Lan telah menggerakkan tangannya juga, berulang kali ia mengebutkan
tangannya, sedangkan tubuhnya bergerak-gerak seperti tengah menari.
Dan anehnya api semakin berkobar besar dan mata api seperti tersampok angin serangan Lauw Cie Lan menyambar kearah diri Lu Liang Cwan.
Waktu itu Lu Liang Cwan tengah terapung ditengah udara, dan lidah api menyambar kearah dirinya cepat sekali, membuat ia jadi terkejut hukan main.
Untung saja Lu Liang Cwan memiliki ginkang yang mahir sekali, dengan memeluk kedua lututnya, sehingga tubuhnya berbentuk bulat, ia telah berputar ditengah udara seperti sebuah bola yang tengah terapung
diangkasa, dengan cara demikian Lu Liang Cwan bisa menghindarkan diri dari samberan lidah api lawannya.
"Tahan...!" teriak Lu Liang Cwan waktu tubuhnya telah meluncur turun ketanah kembali.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dewi Api Lauw Cie Lan berhenti menyerang, tetapi tubuhnya terus juga bergerak-gerak seperti tengah menari-nari ditengah kobaran api.
Lu Liang Cwan memburu keras napasnya, mukanya
merah padam karena mendongkol. Kembali ia berseru :
"Sekarang coba engkau lenyapkan apimu itu, mari kita bertempur dengan mempergunakan kepandaian yang
sesungguhnya sehingga bisa ditentukan siapa yang akan menang dan siapa yang lebih rendah kepandaiannya...!"
Tetapi Lauw Cie Lan telah mengeluarkan suara
tertawa dingin, ia juga mengeluarkan suara mandesis, sampai akhirnya ia baru berkata: "Aku akan tetap menghadapimu dengan mempergunakan ilmuku ini, api ini telah kulatih selama sepuluh tahun dan baru bisa kukuasai. Engkau boleh mempergunakan kepandaian apa saja untuk menghadapi aku. Jagalah serangan!"
Kedua tangan Lauw Cie Lan, dengan gerakan seperti tengah menari didalam kobaran api itu, bergerak-gerak cepat, lidah api juga telah saling menyambar kearah Lu Liang Cwan.
"Tahan...! Tunggu dulu...aku hendak bicara!" teriak Lu Liang Cwan.
"Aku ingin bicara!"
Tetapi Dewi Api Lauw Cie Lan terus juga melancarkan serangannya.
Lu Liang Cwan telah melompat-lompat kesana kemari tidak hentinya, disamping itu ia juga telah
memperdengarkan suara seruan marah dan beberapa kali berusaha melancarkan serangan balasan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi disebabkan Lauw Cie Lan mengandalkan
kobaran apinya itu, membuat Lu Liang Cwan tidak berani terlalu mendekatinya. Dan disebabkan jarak mereka yang terpisah cukup jauh membuat setiap serangan yang dilancarkan Lu Liang Cwan tidak memberikan arti apa-apa untuk lawannya.
Oey Yok Su yang menyaksikan keadaan seperti ini jadi menguatirkan diri Lu Liang Cwan juga, sebab tampaknya ia memberikan perlawanan yang tidak berarti, malah dirinya terancam akan terbakar oleh samberan-samberan lidah api. Lu Liang Cwan sendiri menyadari dirinya tertekan dibawah angin.
Semakin lama Lauw Cie Lan jadi semakin
bersemangat, berulang kali ia telah melancarkan serangannya, sehingga membuat Lu Liang Cwan harus berlompatan kesana kemari.
Dengan berada didalam kobaran api, justru Lauw Cie Lan seperti tengah mandi dengan Iidah api, dan yang menakjubkan semangat dan kepandaiannya seperti
bertambah beberapa kali lipat.
Yang berkuatir terhadap keselamatan Lu Liang Cwan bukan hanya Oey Yok Su saja karena Pekjie, yaitu si biruang putih, juga telah berulang kali mengeluarkan suara pekikan perlahan, seperti juga ia tengah berkuatir sekali, dimana matanya menatap tajam sekali kearah pertempuran antara majikannya, dengan Lauw Cie Lan.
Ketika Lu Liang Cwan telah terdesak benar dan sama sekali tidak sempat melancarkan serangan balasan, karena ia selalu main kelit kesana kemari dan repot mengelakkan samberan lidah api, maka waktu itu Pekjie telah mengeluarkan suara raungan..... Binatang buas itu TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tanpa memperdulikan keselamatannya, telah menubruk kearah Lauw Cie Lan, walaupun api sedang berkobar-kobar dengan besar.
Lauw Cie Lan jadi terkejut menyaksikan kekalapan binatang buas itu, ia sampai mengeluarkan suara seruan perlahan. Namun sebagai seorang tokoh sakti, Lauw Cie Lan tidak menjadi bingung, ia telah menggerakkan tangan kanannya, menghantam dada Pekjie yang ingin menubruk dirinya.
"Plakk.....!" tepat sekali serangan telapak tangan Lauw Cie Lan mengenai sasarannya, sehingga tubuh Pekjie terhajar mental kemudian terbanting ditanah bergulingan mengeluarkan suara jerit kesakitan.
Tetapi dengan mempergunakan kesempatan waktu
Lauw Cie Lan tengah melancarkan serangan kepada Pekjie, disaat itu tampak Lu Liang Cwan telah
menjejakkan kedua kakinya, tubuhnya melompat kearah Lauw Cie Lan, kedua tangannya diulurkan untuk
melancarkan serangan dari jarak jauh dengan
mempergunakan sinkang yang dimilikinya. Angin
serangan itu menderu kuat sekali, menerpa mata api, sehingga menyambar kearah Lauw Cie Lan,
mempergunakan kesempatan itu barulah Lu Liang Cwan bisa rnenyerang lagi dari jarak yang dekat kepada Lauw Cie Lan.
Serangan yang saling susul itu membuat Lauw Cie Lan jadi terdesak juga, ia ingin melompat mundur, tetapi angin serangan itu justru telah menyambar datang, memaksa ia harus menangkisnya dengan kekerasan.
Ketika kedua kekuatan itu saling bentur, tubuh Lauw Cie Lan terhuyung beberapa langkah, sedangkan Lu
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Liang Cwan sendiri telah terpental dua tombak, karena ia memang sedang berada ditengah udara waktu tenaga mereka, saling bentrok, sehingga ia tidak memiliki kuda-kuda yang kuat pada kedua kakinya.
Api telah berkobar lagi seperti tadi, malah lidah api lebih tinggi, karena Lauw Cie Lan telah melemparkan bubuk-bubuk halus kedalam kobaran api, api itu
menjulang naik lagi malah lebih panas.
GAMBAR 06 Api telah berkobar lagi seperti tadi, malah lidah api lebih tinggi, karena Lauw Cie Lan telah melemparkan bubuk-bubuk halus kedalam kobaran api .......
Lu Liang wan juga tidak memiliki kesempatan lagi untuk melancarkan serangan berikutnya, karena api telah TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
berkobar tinggi melindungi lawannya itu, membuat dia tidak bisa maju lebih dekat pula.
Oey Yok Su yang menyaksikan jalannya pertempuran yang aneh seperti itu, jadi berdiri tertegun saja, karena pemuda ini merupakan seorang pemuda yang cerdas, dia tahu apa artinya pertempuran yang tengah terjadi diantara kedua tokoh persilatan yang memiliki
kepandaian tinggi itu. Jika salah seorang berlaku lambat dan terkena serangan, tentu akan terluka berat.
Lu Liang Cwan yang menyadari bahwa ia sudah tidak mungkin dapat mendesak lawannya jika Lauw Cie Lan masih tetap dilindungi oleh kobaran api, la, telah berkata dengan suara yang dingin: "Aku tidak mau bertempur dengan cara demikian, kau berbuat licik dan berlaku curang...!"
"Lalu kau ingin bertempur dengan cara bagaimana ?"
tanya Lauw Cie Lan dengan disertai suara desisannya dan bersiap akan melancarkan serangan lagi, tentunya dengan cara mengebut lidah-lidah api itu.
Dalam keadaan demikian Lu Liang Cwan memang
sudah tidak bersedia untuk melakukan pertandingan dengan lawannya, karena ia merasa dirugikan dengan cara bertanding Lauw Cie Lan yang mempergunakan api sebagai senjatanya.
Sebagai seorang yang berkepandaian tinggi, memang Lu Liang Cwan tidak jeri untuk saling tempur dengan lawannya, tokh sekarang ia tidak pernah terdesak jika bertempur seperti biasa.
Namun sayangnya pihak lawan telah mempergunakan api untuk menindihnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dengarlah...., jika memang engkau masih
mempergunakan api untuk menarik keuntungan dirimu sendiri, aku tidak bersedia bertanding denganmu...!" kata Lu Liang Cwan.
"Dan yang terpenting, untuk selanjutnya kita tidak akan mengetahui siapa yang paling liehay diantara kiat"
...!" "Sudah tentu aku yang liehay, jauh lebih liehay dari kau...!" menyahuti si Dewi Api.
"Hemm, enak saja engkau bicara" kata Lu Liang Cwan.
"Tanpa api jahatmu itu, tidak mungkin engkau bisa merubuhkan diriku...!"
"Pasti bisa...! Pasti bisa...!" menyahuti Dewi Api.
"Singkirkan apimu, mari kita bertanding lagi", menantang Lu Liang Cwan.
"Kalau memang engkau kuatir menghadapi apiku, lebih baik kitau bertempur dengan cara lain...!" kata Dewi Api mengajukan sarannya.
"Bagaimana ?"
"Kitu pergunakan anak itu sebagai orang penengah, ia harus membawakan satu demi satu jurus-jurus kita, dan nanti kita memecahkannya. Dengan demikian, kita bisa melihat, siapa yang lebih liehay diantara kita......."
Mendengar saran Lauw Cie Lan, Lu Liang Cwan telah menganggukkan kepalanya.
"Baik...., baik....", katanya cepat.
"Sekarang ini kita mulai !"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sambil berkata begitu Lu Liang Cwan telah menoleh kepada Oey Yok Su, dia melambaikan tangannya:,
"Kemari mendekat, engko kecil..... engkau merupakan kunci yang menentukan siapa diantara kami yang lebih tinggi kepandaiannya".
Oey Yok Su heran, ia tidak mengerti entah apa
keinginan kedua orang ini terhadap dirinya. Tetapi ia telah mendekati Lu Liang Cwan.
"Jangan curang ........!" tiba-tiba Lauw Cie Lan telah berteriak.
"Aku dulu yang memperlihatkan ilmuku, nanti engkau yang memecahkannya...!"
"Baik..., baik.., aku mau menghormati seorang wanita
! Nah, silahkan engkau mengajari anak itu jurus yang engkau kira hebat......!"
Lauw Cie Lan segera melompat keluar dari kobaran api, dia telah mendekati Oey Yok Su dan menarik tangan anak itu.
Mereka agak menjauh dari Lu Liang Cwan, yang
berdiri mengawasi saja.
"Engko kecil, engkau harus memperhatikan baik-baik, aku akan mengajarimu satu jurus dari ilmuku, engkau harus membawakannya nanti dihadapan si tua bangka she Lu itu....., coba nanti dia mau memecahkannya dengan gerakan bagaimana...!"
Oey Yok Su bingung bukan main, dia bilang:
"Tetapi...aku mana bisa membawakan jurus-jurus yang kau miliki ?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aku akan mengajarimu...!" kata Lauw Cie Lan. "Nah kau perhatikanlah...!" setelah berkata begitu, Lauw Cie Lan mengajari gerakan dari jurus yang nanti harus dibawakan oleh Oey Yok Su.
Oey Yok Su seorang anak yang cerdas, cepat sekali daya tangkapnya, ia bisa menerima apa yang diajari padanya dengan cepat.
Dua kali Lauw Cie Lan memberikan petunjuk dan Oey Yok Su sudah bisa menangkap semuanya dengan baik.
Hanya hati Oey Yok Su jadi bimbang, bukankah dengan demikian ia menerima pelajaran yang diberikan Lauw Cie Lan "
Inilah yang tidak menggembirakan hatinya.
Tetapi disebabkan kini ia tengah tersesat dipulau tersebut, dimana hanya terdapat Lu Liang Cwan berdua dengan Lauw Cie Lan, ia tidak berani terlalu membantah, sebab dirinya yang bisa celaka.
Bukankah kedua orang itu merupakan tokoh-tokoh
sakti yang memiliki kepandaian tinggi " Dan merekapun mempunyai sifat yang kukoay (aneh).
"Nah, sekarang segera kau bawakan gerakan jurus yang kuajari padamu dihadapan si tua bangka she Lu itu...!" perintah Lauw Cie Lan. "Coba nanti ia ingin memecahkannya dengan jurus bagaimana".
"Tetapi Lauw cianpwe......., mana mungkin aku bisa menang menghadapi Lu cianpwe ?" tanya Oey Yok Su ragu-ragu.
"Engkau bukan bertempur dengan dia, hanya
memperlihatkan jurus yang tadi kuajari nanti ia akan TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mamberitahukanmu pula, jurus yang akan
dipergunakannya untuk memecahkan jurus tersebut...!".
Oey Yok Su menghampiri Lu Liang Cwan, kemudian
dia telah berkata: "Lu cianpwe, kuharap engkau tidak turunkan tangan keras padaku......!"
"Tentu saja tidak, aku hanya ingin melihat gerakan jurus yang diberikan si Dewi bangsat itu, ....... ayo kau mulai !" kata Lu Liang Cwan.
"Hemm.......", mendengus Lauw Cie Lan dari tempat yang terpisah cukup jauh. "Tidak mungkin engkau bisa memecahkan jurusku itu!"
Oey Yok Su telah mulai bergerak, pertama-tama ia merangkapkan kedua tangannya, tubuhnya agak
dibungkukkan, kemudian sepasang kakinya ditekuk, dan tahu-tahu menendang, diapun melakukan pemutaran setengah lingkaran, kedua tangannya tahu-tahu
menyambar. Gerakan itu memang merupakan satu jurus yang
hebat, yang bisa dipergunakan menyerang lima bagian anggota. tubuh lawan.
Lu Liang Cwan mengawasi gerakan yang dibawakan
oleh Oey Yok Su dengan sepasang alis yang mengkerut dalam-dalam, dan ia tampaknya tengah mernikirkan pcmecahannya.
Setelah tertegun sejenak, dan Lauw Cie Lan sempat menyindirnya dengan berkata: "Ayo coba kau pecahkan, aku yakin engkau akan menyerah kalah...!"
Lu Liang Cwan terlawa bergelak, katanya kemudian:
"Baik aku sudah rnemperoleh jurus yang bisa TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
memecahkan jurusmu itu...... mari engko kecil, aku akan mengajarimu jurus itu...." dan Lu Liang Cwan telah menarik tangan Oey Yok Su, agak menjauh dari Lauw Cie Lan.
Lu Liang Cwan kemudian menerangkan gerakan-
gerakan dari jurus yang bisa memunahkan jurus Lauw Cie Lan.
Oey Yok Su memang cerdas, kembali ia bisa menerima pelajaran itu hanya dalam waktu yang singkat, sehingga menggembirakan Lu Liang Cwan.
"Nah sudah.....!" kata Lu Liang Cwan setelah dia melihat Oey Yok Su berhasil menguasai jurus yang diajarinya.
"Pergi kau perlihatkan kepada Dewi bangsat itu.......!"
Oey Yok Su mengiyakan, ia menghampiri Dewi Api
Lauw Cie Lan, membawakan gerakan yang tadi diajari oleh Lu Liang Cwan.
Muka Lauw Cie Lan jadi merah, rupanya rnemang jika bertempur, dengan mempergunakan jurus itu Lu Liang Cwan bisa memunahkan serangannya. Maka segera Dewi Api Lauw Cie Lan seperti berpikir keras, lalu mengajari Oey Yok Su dengan jurus lainnya. Kemudian disuruhnya mempraktekkannya dihadapan Lu Liang Cwan.
Sedangkan orang she Lu itu balas mengajari Oey Yak Su jurus lainnya.
Begitulah, mereka telah menurunkan terus menerus jurus-jurus ilmu silat kelas wahid kepada Oey Yok Su.
Tanpa disadari oleh Oey Yok Su sendiri, justru ia telah menerima pelajaran ilmu silat kelas tinggi, sehingga TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tanpa disadari juga olehnya ia telah memiliki tambahan ilmu yang luar biasa.
Ratusan jurus telah diajari oleh kedua tokoh sakti itu padanya secara bergantian, namun tidak ada
kesudahannya, tampaknya kedua orang itu sama sekali tidak mau menyerah.
Karena hari telah malam, mereka berhenti untuk
beristirahat. Padahal Lauw Cie Lan menghendaki pertandingan
yang aneh seperti itu diteruskan saja, tetapi Lu Liang Cwan menyatakan bahwa kesehatan Oey Yok Su bisa terganggu karenanya.
Tetapi keesokan paginya, mereka telah meIanjutkan pertandingan yang aneh itu.
Kedua tukoh sakti tersebut sama-sama memeras otak mencari jurus-jurus yang paling liehay dari ilmu silatnya, masing-masing.
Mereka sama-sama tidak mau mengalah.
Dan semua itu berlangsung sampai empat hari
lamanya. Oey Yok Su. memang memiliki otak yang sangat
terang, maka ia bisa menangkap semua inti dari jurus-jurus tersebut, yang tidak disadarinya telah dimilikinya dengan sempurna, sebab disaat dia membawakan
gerakan itu selalu jago-jago sakti itu memberikan petunjuk-petunjuknya dimana kelemahan yang ada pada diri pemuda ini.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah berhari-hari menjadi orang perantara seperti itu, Oey Yok Su jadi girang juga dan senang dengan
"permainan" seperti itu, ia juga tidak pernah mengeluh.
Sampai akhirnya, dipagi itu, waktu Oey Yok Su
membawakan satu jurus dari Lu Liang Cwan dihadapan Lauw Cie Lan, wanita tua yang bergelar sebagai Dewi Api tersebut telah duduk termenung lama sekali, ia tengah mencari jurus yang bisa memunahkan jurus Lu Liang Cwan.
"Kau menyerah saja, tidak ada jurusmu yang bisa memecahkan jurusku itu ......kepandaianku memang jauh lebih tinggi dari kepandaianmu, jika selama ini kita berimbang, engkau hanya mengandalkan apimu
belaka.......!" ejek Lu Liang Cwan.
Muka Lauw Cie Lan jadi berobah merah, ia
mendongkol sekali.
"Nah...., coba engkau perlihatkan jurus ini. kepadanya
!" kata wanita itu kepada Oey Yok Su sambil mengajarinya sebuah jurus pula kepadanya.
Begitulah, jurus demi jurus selalu dilewati dengan saling tindih, dan akhirnya pertempuran yang aneh sekali ini berlangsung sampai sepuluh hari lebih.
Oey Yok Su mulai bosan, karena kedua orang tokoh sakti itu tampaknya tidak pernah mau mengalah.
"Aku sudah tidak mau lagi menjalani jurus-jurus kalian.......!" kata Oey Yok Su pada pagi itu, waktu kedua jago aneh tersebut bersiap-siap akan mengajari padanya lagi ilmu silat mereka.
"Mengapa.......?" tanya Lu Liang Cwan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Ya!, kenapa ..... ?" tanya Lauw Cie Lan juga.
"Aku lihat, kalian berimbang.......bukankah Aku sebelumnya memang telah diangkat menjadi saksi" Maka sekarang aku kemukakan keputusanku, bahwa kalian masing-masing memiliki kepandaian yang
berimbang........!"
"Hemm......., engkau menyatakan kami berimbang ?"
tanya Lauw Cie Lan kurang senang.
Oey Yok Su mengangguk cepat.
"Ya, jika memang kalian bertempur terus sampai seratus tahun lagi, kalian tetap tidak mungkin dapat saling merubuhkan, karena memang kalian memiliki kepandaian yang berimbang....... tidak mungkin salah seorang diantara kalian akan rubuh..........!"
Lu Liang Cwan tidak membantah, dia telah
mengangguk beberapa kali, bahkan menggumam
perlaaan : "Ya...jika memang dipikir-pikir apa yang dikatakan oleh saksi ini merupakan hal yang benar...!
Bukankah kita selama sepuluh tahun telah puluhan kali bertanding, dan selama itu kita hanya berimbang tanpa bisa merubuhkan salah seorang diantara kita ?"
Lauw Cie Lan tadinya masih mau mengotot, tetapi akhirnya setelah menatap Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan bergantian, ia mengangguk juga.
"Ya, benar juga...! Lalu bagaimana
keputusannya......?" tanya Lauw Cie Lan, seperti juga ia bertanya kepada dirinya sendiri.
"Ya, kita sudah tidak perlu bertempur lagi, bukankah saksi kita sudah mengatakan, walaupun kita bertempur TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
lagi seratus tahun lamanya, tetap saja, tidak mungkin ada yang menang dan kalah diantara kita berdua........!"
---oo^DewiKZ~0~Tah^oo---
BAGIAN 16 : MENOLAK DIJADIKAN
MURID Lauw Cie Lan berdiam diri lagi sejenak lamanya, sampai akhirnya, muka wanita tua ini berobah berseri-seri gembira.
"Bagus.......! Bagus.........! Kalau begitu bagaimana jika kita mengambil anak ini menjadi murid kita... ?"
Lu Liang Cwan telah mengangguk cepat.
"Tepat.......! Akupun memang berpikir begitu!"
Lauw Cie Lan telah menoleh kepada Oey Yok Su,
tanyanya : "Engko kecil, nasibmu memang baik sekali", dan dia telah menatap tajam, sambil katanya lagi:
"Engkau memiliki bakat yang baik, juga sangat cerdas sekali, kami bermaksud akan mengambil kau menjadi murid kami.......!"
Oey Yok Su jadi berdiri tertegun, hatinya bimbang bukan main.
"Mengapa engkau tidak cepat-cepat mengucapkan terima kasihmu kepada kami ?" tegur Lauw Cie Lan waktu melihat anak itu berdiam diri saja.
Oey Yok Su menggelengkan kepalanya perlahan,
kemudian katanya: "Kukira hal itu tidak mungkin.......!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Tidak mungkin......?" tanya Lauw Cie Lan sambil menatap tajam.
"Kenapa.......?"


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Aku telah memiliki seorang guru dan tidak mungkin aku akan mengangkat guru lagi pada orang lain........!"
"Siapa gurumu........?" tanya Lauw Cie Lan.
"Dialah si tua bangka Tang Cun Liang.....!" menyelak Lu Liang Cwan.
"Yang menjadi tocu dari Tho Hoa To........!"
"Hemm, si tua bangka she Tang itu ?" tanya Lauw Cie Lan. "Pantas.....! Pantas.....!"
"Kenapa pantas.....?" tanya Lu Liang Cwan sambil mengawasi si Dewi Api, bekas lawannya itu.
"Pantas anak ini memiliki kepandaian yang lumayan tingginya, rupanya dia murid dari tua bangka she Tang itu !" kata Lauw Cie Lan.
"Dan sekarang bagaimana " Apakah kita tetap akan mengangkat anak ini mendjadi murid kita ?" tanya Lu Liang Cwan.
"Terserah kepada anak itu, karena jika kita tetap bermaksud mengambilnya menjadi murid kita, namun dia keberatan dan menolaknya, tentu hal itu juga akan sia-sia belaka, maka tidak mungkin kita memaksanya.......!"
"Oh, itu mudah saja diatasi.......!" kata Lu Liang Cwan cepat.
"Anak ini harus mau dan bersedia menjadi murid kita, jika dia menolak, beginikan saja, ngokkk.......!" sambil berkata begitu, tangan Lu Liang Cwan diletakkan TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
melintang dilehernya, dia memperlihatkan sikap seperti potong leher.
"Kita potong lehernya.......!" tambah Lu Liang Cwan lagi.
Hati Oey Yok Su jadi tercekat kaget, karena ia tidak menyangka Lu Liang Cwan akan berkata begitu.
"Hemm.....", mendengus Lauw Cie Lan dengan suara mendesis.
"Jika kita membunuh anak itu, memang itu merupakan urusan yang mudah. Tetapi bagaimana nanti kita bisa menentukan bahwa kepandaian kita merupakan
kepandaian yang tertinggi diantara jago-jago lainnya "
Bukankah jika anak ini menjadi murid kita, dan dia pergi mengembara, lalu mempergunakan kepandaian kita
untuk menempur para jago-jago dalam rimba persilatan, akan memperlihatkan bahwa kepandaian kita berdua merupakan kepandaian yang tertinggi........?"
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Lauw Cie Lan, Lu Liang Cwan telah berdiam diri sejenak lamanya, tampaknya dia bingung mencari jawabannya.
Sedangkan Oey Yok Su telah berkata : "Aku tidak bisa mengangkat kalian menjadi guruku, karena sebelumnya aku telah mengangkat insu Tang Cun Liang menjadi guruku, maka walaupun bagaimana aku tidak bisa
melanggar peraturan yang ada dan menjadi murid yang durhaka.........! "
"Ah, itu hanya peraturan yang tidak ada artinya buat kami, bukankah engkau sendiri rnengatakan bahwa Tang Cun Liang telah mampus."
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Memang suhu telah meninggal dunia, tetapi aku tidak bisa mendurhakainya...!" menyahuti Oey Yok Su.
"Hemm....., memang demikian halnya, baiklah! Kami akan mengajari engkau segala macam ilmu yang kami miliki, tetapi tidak perlu, kau mengikat guru kepada kami...... cukup asal engkau mempelajari semua ilmu kami itu baik-baik....... bagaimana tua bangka she Lu, apakah engkau setuju dengan saranku ?"
Lu Liang Cwan tampak tengah berpikir sejenak
lamanya, dia sulit sekali menjawab.
"Mengapa engkau bengong-bengong begitu saja seperti orang tolol ?" tanya Lauw Cie Lan yang jadi tidak senang melihat sikap Lu Liang Cwan.
"Aku tidak rela jika mengajari dia ilmuku, karena dia tidak bersedia mengangkat kita menjadi gurunya !
Bukankah jika nanti ada orang yang bertanya siapa gurunya, maka anak itu akan menyahutinya bahwa
gurunya adalah Tang Cun Liang, dan kepandaiannya yang dimilikinya itu sebagai kepandaian yang diwarisi oleh Tang Cun Liang.......!".
"Benar juga apa yang kau katakan itu, tua bangka she Lu !" kata Lauw Cie Lan.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan ?"
"Jiewie cianpwe (orang tua berdua), sesungguhnya akupun tidak mengharapkan bisa menjadi murid kalian, dan tidak berhasrat pula ingin memiliki kepandaian kalian...!" memotong Oey Yok Su waktu kedua orang tokoh sakti itu seperti jadi bingung oleh keadaan seperti itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Jadi kau memang benar-benar menolak keinginan kami ?" tanya Lu Liang Cwan, suaranya meninggi dan matanya memancarkan sinar yang tajam.
"Terpaksa locianpwe.......aku bukan tidak ingin memiliki kepandaian locianpwe, tetapi justru hal itu membuat kedudukanku jadi sulit !''
"Jika memang demikian, engkau jangan harap bisa meninggalkan pulau ini..... dan juga, jika engkau tetap tidak bersedia menjadi murid kami, kami berdua akan meninggalkan engkau seorang diri berdiam dipulau ini.
Aku mau lihat apakah engkau akan menjadi kakek-kakek yang memiliki ilmu atau tidak nantinya........!"
Mendengar perkataan Lu Liang Cwan tubuh Oey Yok Su jadi tergetar.
Sebelumnya, waktu pertama kali ia tiba dipulau ini, bukankah Lu Liang Cwan memang telah bermaksud
merampas kapalnya "
Dan jika memang Lu Liang Cwan dan Dewi Api Lauw Cie Lan meninggalkannya dipulau ini seorang diri, bukankah itu merupakan siksaan baginya "
Memang sebelumnya dia telah biasa hidup menyendiri dipulau Tho Hoa To, tetapi lain keadaannya dengan pulau ini.
Di Tho Hoa To segalanya telah terliwat dan teratur, tetapi pulau ini justru merupakan pulau yang tidak teratur dan juga begitu penuh oleh hutan-hutan dan tempat tempat yang tidak terawat.
Maka diam-diam Oey Yok Su jadi berpikir keras.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau masih tetap dengan keputusanmu ?" tanya Lu Liang Cwan dengan suara yang tajam, sambil mengawasi anak itu dengan mata yang berkilat.
Oey Yok.Su tidak bisa menyahuti.
Lauw Cie Lan telah tertawa.
"Tua bangka she Lu, engkau jangan menakut-nakuti anak itu, tentu saja dia semakin tidak bersedia menjadi murid kita......!"
"Lalu kita harus mempergunakan cara apa untuk memaksa dia menjadi murid kita..."'' tanya Lu Liang Cwan kemudian.
"Kita biarkan saja dia memikirkan hal ini selama beberapa hari, mudah-mudahan saja pikirannya berobah dan bersedia menjadi murid."
Lu Liang Cwan sudah tidak memiliki jalan lain, maka dia hanya mengangguk saja mengiyakan.
Begitulah, Oey Yok Su masih menetap dipulau
tersebut selama beberapa hari bersama-sama dengan Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan.
Saat itu, Oey Yok Su selalu tertekan perasaannya.
Dia mana bersedia menjadi murid dari kedua tokoh sakti yang aneh adatnya ini"
Memang ia melihatnya bahwa kedua tokoh sakti ini memiliki kepandaian yang luar biasa, jika ia menjadi muridnya tentu ia bisa memperoleh tambahan
kepandaian yang luar biasa, tetapi justru perangai dari kedua orang tersebut yang telah membuat Oey Yok Su jadi tidak bersedia menjadi muridnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Selang dua hari, Lu Liang Cwan tampaknya sudah
tidak sabar, dia mendesak lagi pada Oey Yok Su.
Tetapi Oey Yok Su tetap dengan pendiriannya, tidak mau menjadi murid kedua orang itu.
"Baiklah jika memang demikian", kata Lu Liang Cwan yang habis sabar.
"Aku akan membinasakan engkau saja.......!"
Dan setelah berkata begitu, ia mengayunkan
tangannya akan menempeleng kepala Oey Yok Su.
Namun Oey Yok Su mana mau tinggal diam "
Dengan cepat dia telah menangkisnya dengan
mempergunakan tangan kanan.
"Dukk.... !" dua kekuatan telah saling bentur keras sekali.
"Ihh.......!" kembali Lu Liang Cwan mengeluarkan seruan kaget, seperti waktu pertama kali ia bertemu dengan Oey Yok Su dan mereka bertempur.
Dia memperoleh kenyataan selain gerakan Oey Yok Su lebih gesit, juga tenaga dalamnya telah jauh lebih matang dan lebih........tinggi dari sebelumnya.
Sedangkan Oey Yok Su sendiri merasakan
pergelangan tangannya yang tadi digunakan untuk membentur tangan Lu Liang Cwan sakit sekali, namun pemuda ini tidak meringis memperlihatkan perasaan sakitnya itu, dia hanya berdiam diri saja.
"Kau masih tetap membandel dan tidak mau
menerima kami menjadi gurumu " Tahukah engkau,
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
bahwa penolakanmu itu merupakan penghinaan besar buat kami?" bentak Lu Liang Cwan lagi.
"Tetapi sayangnya diantara kita memang tidak ada jodoh !" sahut Oey Yok Su. "Karena aku telah menjadi murid Tang Cun Liang Insu.......!"
"Hemm......., aku tidak mau memperdulikan siapa itu Tang Cun Liang ....... yang terpenting. sekarang engkau bersedia menjadi murid kami atau tidak ?"
Oey Yok Su jadi serba salah.
Untuk menghadapi Lu Liang Cwan saja dia belum
tentu bisa menandinginya, apa lagi jika memang harus menghadapi dengan serentak dua orang lawan yang sakti seperti Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan.
"Bagaimana ....... ?" tegur Lu-Liang Cwan lagi.
"Sudahlah ........, jika memang dia tidak mau menjadi murid kita, untuk apa kita paksa-paksa...!" kata Lauw Cie Lan.
Waktu itu tampak Oey Yok Su telah menghela napas sambil berkata: "Jiewie locianpwe, aku sangat menghormati kalian...... dan walaupun tidak menjadi murid kalian, tetapi memang aku akan mengingatnya bahwa aku pernah menerima ilmu dari kalian. Bukankah selama belasan hari kalian berdua telah mengajari aku segala ilmu silat yang terhebat dari kalian..."
Mendengar perkataan Oey Yok Su, Lu Liang Cwan
berdua dengan Lauw Cie Lan jadi heran.
"Kapan kami pernah mengajari kau ilmu silat ?" tanya Lu Liang Cwan.
"Waktu kalian bertanding......!" sahut Oey Yok Su.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kedua orang itu seperti baru tersadar, dan kemudian Lu Liang Cwan dengan sorot mata setengah tidak
percaya telah bertanya :"Apakah engkau telah berhasil menguasai semua ilmu yang kami ajarkan itu ?"
Oey Yok Su mengangguk.
"Ya...!" sahutnya. "Aku telah berhasil menguasai semua jurus itu...tidak satu juruspun yang terlupa !"
"Coba kau bawakan dihadapan kami......!" minta Lu Liang Cwan penasaran dan tidak mau mempercayai apa yang dikatakan oleh Oey Yok Su.
"Ya, coba kau bawakan dihadapan kami jurus-jurus kami yang telah berhasil engkau kuasai itu...!" kata Lauw Cie Lan juga.
Oey Yok Su mengiyakan, dan dia mulai bersilat,
dengan bergantian mempergunakan jurus-jurus ilmu silat Lauw Cie Lan dan Lu Liang Cwan.
Kedua tokoh sakti itu jadi berdiri tertegun saja menyaksikan betapa sepasang tangan dan kaki Oey Yok Su bergerak-gerak dengan cepat membawakan gerakan dari jurus-jurus mereka, tidak satu juruspun yang lewat dan salah dilakukannya itu.
Lu Liang Cwan telah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan Lauw Cie Lan telah mendesis beberapa
kali. Disaat-saat seperti itu memang tampaknya Lu Liang Cwan sudah tidak bisa membantah, karena setiap
gerakan yang dilakukan oleh Oey Yok Su tidak
sejuruspun yang salah.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Itulah menunjukkan bahwa otak anak ini memang cerdas sekali", kata Lauw Cie Lan berselang sejenak, disaat Oey Yok Su masih membawakan terus jurus-jurus ilmu silat mereka.
"Sayang sekali justru dia tidak bersedia untuk menjadi murid kita...!"
Lu Liang Cwan menganggukkan kepalanya, dan ia
masih memandangi terus Oey Yok Su yang tengah
bersilat, sampai akhirnya ia berkata: "Sudah.... !
Sudah...... ! Hentikan...!" dan tahu-tahu dia telah menjatuhkan tubuhnya duduk numprah diatas tanah, menangis menggerung-gerung, sambil tangannya tldak hentinya mencabuti jenggot kumisnya. Lagaknya persis seperti sikap seorang anak kecil yang menangis karena tidak memperoleh barang mainan yang dikehendaki.
Lauw Cie Lan jadi memandang bengong pada
kelakuan Lu Liang Cwan, sedangkan Oey Yok Su yang memang pernah menyaksikan kelakuan orang tua ini, disaat pertemuan pertama mereka, hanya mengawasi tenang-tenang saja.
la telah membiarkan Lu Liang Cwan menangis.
Selang sesaat lagi, Lu Liang Cwan berhenti menangis, ia menghapus air matanya.
Lauw Cie Lan yang sudah tidak bisa menahan
perasaan herannya, segera bertanya:
"Mengapa engkau menangis begitu seperti seorang bocah ?".
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aku jadi sedih, mengapa aku dilahirkan tidak seperti bocah itu...?" kata Lu Liang Cwan sambil menunjuk Oey Yak Su.
"Apa hubungannya antara kelahiranmu dengan bocah itu ?" tanya Lauw Cie Lan tambah tidak mengerti.
"Bodoh kau...!" bentak Lu Liang Cwan tiba-tiba dengan suara yang keras.
Muka Lauw Cie Lan jadi berobah merah dibentak
begitu, ia telah bertanya sengit:
"Engkau yang bodoh atau aku " Engkau sendiri membawa lagak lagu seperti seorang anak kecil sinting, tidak keruan-keruan menangis begitu......!"
"Sudah kukatakan aku menyesal mengapa dilahirkan tidak seperti bocah itu!" sahut Lu Liang Cwan.
Karena tadi dibentak waktu menanyakan apa
hubungan antara kelahiran Lu Liang Cwan dengan diri Oey Yok Su, maka kini Lauw Cie Lan berdiam diri saja, dia tidak menanyakan sesuatu lagi.
Sedangkan Lu Liang Cwan telah berkata lagi: "Aku benar-benar menyesal, kalau saja aku dilahirkan seperti anak itu...!".
"Kenapa ?"
"Tentu dengan rnudah aku bisa rnerubuhkan kau !"
"Merubuhkan aku ?" tanya Lauw Cie Lan tambah tidak senang. Baru saja ia ingin memaki lagi, telah didahului oleh Lu Liang Cwan yang berkata: "Ya, kalau saja aku dilahirkan dengan otak secerdas bocah itu, tentu dengan mudah aku bisa memiliki kepandaian yang tinggi, tidak sampai perlu puluhan tahun aku melatih diri sia-sia TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
seperti ini, jangankan merubuhkan Tang Cun Liang, sedangkan merubuhkan dirimu saja belum pernah, kita selalu berimbang saja...!" dan sehabis berkata begitu, Lu Liang Cwan telah mementang mulutnya dan menangis keras lagi.
Pekjie yang sejak tadi berdiri diam mengawasi
majikannya saja, jadi ikut mengeluarkan suara pekik seperti menangis ! Rupanya biruang peliharaan Lu Liang Cwan ikut merasa bersedih hati menyaksikan majikannya menangis begitu sedih.
Oey Yok Su jadi tidak enak dalam hatinya
menyaksikan Lu Liang Cwan masih menangis terus, maka akhirnya ia mendekati tokoh sakti tua itu, ia berjongkok disampingnya sambil katanya menghibur : "Sudahlah locianpwe, bukankah sekarang engkau telah memiliki kepandaian yang tinggi sekali dan, jarang ada orang seliehay locianpwe ?"
"Diam kau tolol !" bentak Lu Liang Cwan. "Bukankah tadi aku telah menjelaskan jika aku memiliki otak seperti engkau, tentu kepandaian seperti sekarang ini bisa kumiliki disaat usiaku belum setua ini ?" dan Lu Liang Cwan telah menangis lagi.
Sedangkan Lauw Cie Lan telah tertawa, dia merasa lucu dan geli.
"Memang otakmu yang tumpul dan bodoh, rnengapa harus menyesal seperti itu ?" katanya menyindir.
"Kau...?" bentak Lu Liang Cwan sambil melompat marah dengan sikap berang, tampaknya ia ingin
melancarkan serangan. Tetapi Lauw Cie Lan memang TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tidak jeri untuk bertanding dengan jago tua itu, ia malah bersiap-siap untuk menerima serangan.
Tetapi rupanya Lu Liang Cwan tidak meIancarkan
serangan, dia hanya mementang mulutnya lebar-lebar dan menangis lagi. Tangannya juga telah mencabuti jenggot dan kumisnya pula.
Setelah lewat lagi sekian lama, Oey Yok Su dan Lauw Cie Lan hanya berdiam diri, sebab mereka tidak tahu, apa yang harus dilakukannya menghadapi kakek yang berperangai aneh ini, maka keduanya hanya membiarkan Lu Liang Cwan menangis terus.
Tetapi karena didiami begitu, Lu Liang Cwan jadi menghentikan tangisnya.
Dengan mata yang masih dipenuhi air mata ia telah mendelik pada Oey Yok Su dan Lauw Cie Lan.
"Mengapa kalian memandangi aku seperti tengah menonton seorang anak kecil menangis?" teriaknya dengan suara keras.
Lauw Cie Lan tidak bisa menahan perasaan gelinya, ia anggap sikap orang bukan hanya jenaka, tetapi lucu bukan main menggelitik hatinya.
"Jika anak kecil yang menangis tentu tidak aneh, tetapi justru sekarang ini kami menyaksikan suatu hal yang aneh sekali, seorang tua bangka yang akan masuk lobang kubur justru dapat menangis seperti seorang anak kecil saja...!"
Setelah berkata begitu, Lauw Cie Lan tertawa
bergelak-gelak dengan.suara yang keras.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lu Liang Cwan rupanya mendongkol sekali dia
bermaksud melancarkan serangaun.
Melihat sikap urang, Lauw Cie Lan telah berkata menantang.
"Mari, mari kita bertanding lagi....., engkau rupanya memang masih penasaran dan ingin sekali
bertanding......!"
Tetapi Lu Liang Cwan tidak melayani tantangan Lauw Cie Lan, dia menoleh kepada Oey Yuk Su, tanyanya:
"Engkau sebagai saksi, apa yang hendak engkau katakan...... apakah kepandaianku yang lebih kau senangi atau memang kepandaian si Dewi Bangsat
itu......?"
Oey Yok Su jadi serba salah ditanya begitu, tetapi akhirnya tokh ia menyahuti juga :
"Cianpwe berdua memang memiliki kepandaian yang sama tingginya, masing-masing memiliki kepandaian yang tersendiri...... maka dalam hal ini siapa yang lebih tinggi, boanpwe tidak bisa menyebutkannya.......!"
"Hemm...., cerdik kau, tidak berati kau menunjuk salah seorang diantara kami mana yang lebih liehay, justru engkau mengelakkan diri dengan kata-katamu itu.....!" kata Lu Liang Cwan.
Tetapi Oey Yok Su berkata dengan sungguh-sungguh:
"Apa yang boanpwe katakan tadi memang
sebenarnya, karena locianpwe berdua memiliki
kepandaian yang sama tingginya. Boanpwe mana berani berdusta ?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Mendengar perkataan Oey Yok Su, Lu Liang Cwan
menghela napas dalam-dalam, kemudian dia menoleh kepada Lauw Cie Lan, tanyanya :
"Bagaimana....." Apakah kita akan memaksa terus anak ini untuk menjadi murid kita?"
Lauw Cie Lan menggelengkan kepalanya perlahan,
katanya: "Tidak...tidak mau aku mengambil murid yang tidak bersedia berguru kepadaku, karena akan sia-sia
belaka...!".
"Jika demikian, akupun membatalkan saja niatku untuk mengambilnya menjadi muridku...!" kata Lu Liang Cwan kemudian.
---oo^DewiKZ~0~Tah^oo---
BAGIAN 17 : BERUSAHA MELARIKAN
DIRI "SUDAHLAH, biarlah bocah ini kita tinggalkan saja dipulau ini. Aku ingin meninggalkan pulau ini dengan mempergunakan perahunya, dan kau Dewi Bangsat,
apakah engkau mau ikut bersamaku ?"
"Hemmm......., enak saja kau bicara, apakah engkau kira aku ini isterimu ?" tanya Lauw Cie Lan dengan suara yang dingin. "Dengan seenaknya engkau mengajak aku untuk naik perahu bersamamu......!"
Muka Lu Liang Cwan jadi berobah merah, tetapi dia tidak marah oleh teguran Lauw Cie Lan, hanya tertawa dengan suara yang keras.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Memang engkau bukan isteriku, jika engkau berkeras dan memaksa ingin menjadi isteriku, tentu aku akan lari terbirit-birit ketakutan...!"
"Apa kau bilang ?" tanya Lauw Cie Lan mendongkol.
"Kukatakan tadi, jika engkau sendiri yang memaksa aku menjadi suamimu, aku akan lari terbirit-birit ketakutan...siapa yang kesudian mengambil seorang Dewi Bangsat seperti kau menjadi isteriku...?" dan puas berkata begitu, Lu Liang Cwan telah tertawa bergelak-gelak.
Disaat itu, muka Lauw Cie Lan berobah merah padam, dia tersinggung sekali dan mendongkol, maka begitu kata-kata Lu Liang Cwan selesai diucapkan dan dia tengah tertawa, Lauw Cie Lan telah membarengi dengan menggerakkan tangan kanannya, dia melancarkan
serangan yang kuat sekali.
"Eh, tunggu dulu, apa yang kau lakukan?" teriak Lu Liang Cwan sambil melompat berkelit.
Oey Yok Su yang menyaksikan kelakuan kedua orang tokoh sakti itu jadi tertawa bergelak, karena walaupun, bagaimana ia merasa lucu sekali menyaksikan sepak terjang kedua orang tokoh sakti ini.
Maka setelah melihat Lauw Cie Lan ingin melancarkan serangan lagi, ia hanya berdiam diri, bahkan Oey Yok Su mengharapkan kedua orang itu terlibat dalam
pertempuran lagi, sehingga ia bisa melarikan diri.
Tetapi Lu Liang Cwan selalu mengelakkan diri dari serangan Lauw Cie Lan, tampaknya ia sama sekali tidak berselera untuk bertempur lagi dengan jago betina itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tepat bersamaan dengan mengelaknya Lu Liang
Cwan, Lauw Cie Lan kembali menyerang pula saling susul.
Lu Liang Cwan walaupun tidak bermaksud untuk
bertanding lagi dengan wanita tua yang liehay itu, tokh ia harus melayani, juga lawannya.
Semakin lama Lauw Cie Lan menyerang semakin keras dan kuat.
Tetapi Lu Liang Cwan juga tidak kurang gesitnya berkelit kesana kemari seperti juga tubuhnya itu telah berobah menjadi bayangan saja, berkelebat kesana kemari tidak hentinya.
Begitulah, mereka berdua telah terlibat dalam
pertempuran lagi.
Oey Yok Su tidak mau membuang kesempatan yang
ada, diam-diam dia menjauhi diri. Dan disaat jarak mereka telah terpisah jauh, Oey Yok Su berlari
meninggalkan tempat itu, ia bermaksud menuju kepantai untuk mencapai perahunya dan meninggalkan pulau ini.
Memang selama beberapa hari dipulau ini Oey Yok Su telah kenal dengan keadaannya, itulah yang membuat Oey Yok Su tidak memperoleh kesulitan waktu melarikan diri dan cepat sekali ia tiba ditepi pantai. Dilihatnya perahunya masih tertambat ditempatnya semula.
Cepat sekali tanpa berani membuang waktu lagi Oey Yok Su membuka tali tambatannya dan mendorong
perahunya, lalu dia segera melompat kedalamnya.
Dengan mempergunakan tenaga lwekangnya Oey Yok Su telah menggerakkan kayu pengayuhnya untuk
mendayung perahu itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi rupanya Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan yang tengah bertempur itu juga memiliki mata yang celi. Lu Liang Cwan lebih duIu melihat Oey Yok Su tidak berada ditempatnya, dia segera melompat mundur sambil
mengeluarkan suara seruan menjauhi Lauw Cie Lan.
"Anak itu melarikan diri...!" teriaknya.
Sebetulnya Lauw Cie Lan ingin melancarkan serangan lagi, tetapi mendengar teriakan Lu Liang Cwan, dia jadi menunda keinginannya itu. Dia telah menoleh
kesekelilingnya, dan memang dia tidak melihat Oey Yok Su.
Hatinya jadi tercekat.
"Dia tentu lari kepantai untuk mengambil perahunya guna melarikan diri. Ayo kejar...!" teriak Lu Liang Cwan waktu melihat tapak-tapak bekas kaki Oey Yok Su.
Kedua orang itu memiliki ginkang yang telah mahir, maka mereka dapat berlari seperti terbang saja, dengan cepat mereka tiba dipantai.
Waktu itu mereka masih sempat melihat Oey Yok Su telah berada diatas perahunya dan tengah mendayung untuk menjauhi pulau itu.
Dengan mengeluarkan suara teriakan keras, tubuh Lu Liang Cwan melompat dan berlari diatas pasir dipantai tersebut, dengan segera kakinya juga menerobos air laut dipantai. Waktu itu jarak yang terpisah antara perahu Oey Yok Su belum begitu jauh, dengan mudah ia telah mengulurkan tangannya, seperti tengah membetot
sesuatu. TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Anehnya perahu Oey Yok Su seperti kena digenggam suatu kekuatan yang hebat dan telah meluncur kembali kearah pantai!
Hati Oey Yok Su terkejut, ia mengerahkan sinkangnya dan menampar kearah belakang perahunya, maksudnya untuk menghalau kekuatan tenaga sinkang Lu Liang Cwan yang menguasai perahunya.
Sedangkan Lu Liang Cwan sambil berusaha menguasai perahu itu dengan mempergunakan kekuatan tenaga lwekangnya, juga melangkah terus mendekati, dan ketika jarak mereka sudah tidak ada setombak lagi, Lu Liang Cwan melompat keatas perahu.
"Kembali kedarat...!" teriak Lu Liang Cwan dengan suara mengancam.
Oey Yok Su menghela napas, dia tidak berani
membantah perintah Lu Liang Cwan, karena pemuda ini menyadari orang tua ini memang liehay sekali ilmu silatnya.
Dia mendayung kembali perahunya menuju kedarat.
Lu Liang Cwan girang bisa mernbatalkan maksud Oey Yok Su melarikan diri.
Begitu juga Lauw Cie Lan telah menjejakkan kakinya beberapa kali, dalam sekejap mata tubuhnya telah berada didalam perahu.
Namun diwaktu itulah Oey Yok Su telah mendorong tubuh Lu Liang Cwan.
Hal itu tidak disangka sama sekali oleh jago tua she Lu, sehingga tidak ampun lagi tubuhnya terjungkel dari dalam perahu, dan tercebur kedalam air laut.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lauw Cie Lan terkejut, ia telah mengeluarkan suara seruan keras.
Oey Yok Su tidak memperdulikan Lauw Cie Lan, dia mendayung perahunya kuat-kuat dengan maksud
menjauhi perahunya dari daratan.
Tetapi Lu Liang Cwan begitu kecebur, karena air laut ditepi pantai memang tidak dalam hanya selutut saja, cepat bisa bangun kembali dan mengejar perahu itu.
Waktu ia menjejakkan kakinya, tubuhnya telah
melompat ketengah perahu lagi.
Oey Yok Su sudah tidak berusaha untuk melakukan apa-apa lagi, dia hanya mendayung terus sambil


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

menggumam: "Biarlah kita berangkat bertiga meninggalkan pulau itu...!" Memang yang ditakuti oleh Oey Yok Su justru kalau perahunya ini dirampas oleh Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan, ia sendiri yang akan ditinggal oleh kedua orang itu, untuk jadi penjaga pulau kosong- tersebut.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
GAMBAR 07 Hal itu tidak disangka sama sekali oleh jago tua she Lu, sehingga tidak ampun lagi tubuhnya terjungkel dari dalam perahu, dan tercebur kedalam air laut.
Tetapi Lu Liang Cwan telah berteriak-teriak dengan suara nyaring : "Cepat kembali kedaratan...... kembali !".
Tetapi Oey Yok Su tidak memperdulikannya, ia
mendayung terus, sehingga perahu telah meluncur cukup jauh.
Sedangkan Lauw Cie Lan memandang ngeri kearah air taut.
la tidak bisa berenang, kalau sampai perahu itu terbalik, niscaya yang akan menerirna bencana adalah dirinya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Jangan timbulkan goncangan terlalu keras.......!"
Lauw Cie Lan memperingati pada Lu Liang Cwan, karena orang tua itu menghentak-hentak kakinya dengan
jengkel, membuat perahu itu tergoncang keras sekali, Oey Yok Su melihat hal ini, karena dia cerdas, dia telah mengetahui kelemahan Lauw Cie Lan. Sengaja Oey Yok Su berkata: "Lauw Cianpwe..... jika memang Lu Cianpwe bergerak-gerak terus, perahu akan karam terbalik.......!"
Kata-kata Oey Yok Su membuat Lauw Cie Lan tambah ketakutan, sehingga dia mengawasi mendelik kepada Lu Liang Cwan sambil menghardik: "Engkau mau diam atau tidak" Jika sampai perahu ini terbalik, dan aku tercebur dicialam air laut, untuk seterusnya aku tidak akan memaafkanrnu, kepalamu akan kuhantam
hancur.........!".
Lu Liang Cwan tertawa mengejek.
"Justru aku hendak memaksa dia untuk
mengembalikan arah perahu kepantai...!" sahutnya.
Dan Lu Liang Cwan telah melangkah ingin mendekati Oey Yok Su.
Melihat bahaya yang mengancam, Oey Yak Su telah berkata: "Berhenti disitu Lu Cianpwe, jika masih Lu Cianpwe melangkah maju, selangkah saja, kayu
pengayuh ini akan kulemparkan ketengah laut, biarlah kita akan berlayar dengan perahu tanpa kayu
pengayuh.......!".
"Hemm......!" merah padam muka Lu Liang Cwan, ia mengawasi Oey Yok Su dengan sorot rrrata yang tajacn, TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sampai katanya kemudian : "Baiklah ! Baiklah ! Sekarang kau putar haluan kembali kepantai......!"
"Tidak mau........!" menggeleng Oey Yok Su.
"Mengapa tidak mau ?" tanya Lauw Cie Lan dengan cemas.
"Aku tidak mau kembali kepantai, karena kalian ingin merampas perahu ini dan lalu meninggalkan aku digulau itu !" menyahuti Oey Yok Su.
"Kami tidak akan merampas perahumu" kata Lauw Cie Lan memberikan keyakinan kepada Oey Yok Su.
Oey Yok Su tetap menggelengkan kepalanya dan
selama mereka berkata-kata seperti itu Oey Yok Su terus juga mengayuh, sehingga perahu meluncur terus
menjauhi pantai.
"Dua kali Lu Cianpwe pernah mengatakan ia ingin merampas perahuku ini, dan ingin meninggalkan aku hidup seorang diri dipulau kosong itu...!" menjelaskan Oey Yok Su.
"Jika nanti dia berani merampas perahumu, biar aku yang hantam kepalanya sampai hancur...!" janji Lauw Cie Lan.
Tetapi Oey Yok Su tetap menggelengkan kepalanya, katanya: "Lebih baik kita berlayar bertiga..... bukankah tidak lama lagi kita bisa sampai didaratan dan disaat itu barulah kita berpisah...! ".
Lauw Cie Lan lelah berkata lagi dengan sikap yang agak gugup.
"Bagaimana kita hendak melakukan perlayaran jika kita tidak membawa perbekalan " Bukankah kita tidak TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
membawa air dan makanan" Bagaimana kalau
perjalanan kita ini memakan waktu beberapa hari lamanya ?"
Ditanya begitu, Oey Yok Su mengakui kebenaran
perkataan jago wanita she Lauw tersebut.
Tetapi untuk kembali kepulau tentu saja Oey Yok Su tidak mau, karena pemuda ini menyadarinya jika sampai ia kembali kepulau, tentu dirinya terancam bahaya yang tidak kecil, dimana ancaman dari Lu Liang Cwan dan Lauw Cie Lan ini, kedua tokoh sakti tersebut yang belum tentu bisa dihadapinya.
Namun jika mereka berlayar juga, tokh mereka akan kehausan dan kelaparan jika dalam beberapa hari mereka tidak berhasil menemui daratan. Inilah yang membuat Oey Yok Su jadi di agak bingung.
Pemuda ini memang otaknya cerdas, segera ia bisa mengambil keputusan, maka tanyanya: "Apakah locianpwe berdua dapat dipercaya kata-katanya ?"
"Tentu saja.....!" sahut Lu Liang Cwan yang menyelak cepat.
"Kami akan memegang perkataan kami, kau tidak perlu kuatir......!".
"Tunggu dulu, aku mau mengantarkan Locianpwe berdua kembali kedaratan dipulau itu, tetapi terus terang aku tidak bersedia untuk menginjak kembali pulau tersebut. Maka jika jarak pantai darl pulau tersebut terpisah lima tombak, kalian harus melompat turun saja dan aku akan berlayar lagi. Jika memang locianpwe setuju, itupun ada syaratnya...!".
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Syarat apa ?" tanya Lauw Cie Lan.
"Setelah locianpwe berdua sampai didaratan pulau itu, kalian harus melemparkan perbekalan air dan makanan kepadaku...!".
Kedua orang tua itu berdiam diri, tetapi Lauw Cie Lan yang memang ingin cepat-cepat kembali kedaratan, telah tidak sabar, cepat ia mengangguk, katanya: "Baiklah, syaratmu itu akan kupenuhi...!".
"Dan bagaimana dengan Lu cianpwe ?" tanya Oey Yok Su.
"Aku ingin meninggalkan pulau itu...!" sahut Lu Liang Cwan.
"Maka yang terpenting kita kembali kepulau untuk mengambil air minum dan makanan. Setelah itu kita berlayar lagi...!,
"Kita......?"
"Ya.... !".
"Jadi Lu Cianpwe akan mengajakku, tidak akan meninggalkan aku dipulau itu ?" tanya Oey Yok Su menegasi.
"Ya.... !".
"Baiklah kalau begitu, lalu bagaimana dengan Lauw Cianpwe ?"
"Aku lebih senang tinggal dipulau itu, jika memang kalian mau pergi, pergilah...... aku masih senang tinggal dipulau yang tenang itu.......!''
Setelah memperoleh kepastian seperti itu,
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su memutar haluan perahunya, menuju
kepantai pulau tersebut lagi.
---oo^Dewi-kz~0~Tah^oo---
BAGIAN 18 : MENINGGALKAN PULAU
TERPENCIL RUPANYA Lu Liang Cwan memang menepati janjinya, ia telah turun kedarat bersama Lauw Cie Lan. Kemudian Lu Liang Cwan kembali lagi dengan membawa
perbekalan air minum dan makanan.
Sedangkan Lauw Cie Lan sudah tidak kelihatan lagi, rupanya dia telah kembali kegoanya.
Waktu itu, dengan ringan Lu Liang Cwan melompat kedalam perahu: "Mari kita berangkat...!" ajaknya.
Oey Yok Su girang, sekarang dia tidak perlu kuatir untuk ditinggal seorang diri dipulau itu. Dengan bersemangat dia mengayuh perahunya yang laju sekali.
Sekarang dia juga sudah tidak perlu kuatir akan kehausan dan kelaparan, karena Lu Liang Cwan telah membawa perbekalan minuman dan makanan.
Tetapi justru yang mengejutkan Oey Yok Su ketika perahu berlayar jauh, sekali, berada ditengah laut Lu Liang Cwan membuka buntalan perbekalannya dan
mengambil tempat air yang diteguknya beberapa kali, kemudian disimpannya lagi.
Oey Yok Su hanya memandangi saja kelakuan orang tua she Lu, itu dengan leher yang kering, karena iapun mulai haus.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Namun Lu Liang Cwan, tidak membaginya, bahkan
telah meminum seenaknya sambil berdahak tidak
hentinya. "Bagi aku airnya Lu Cianpwe...!" pinta Oey Yok Su.
"Membagimu ?" tanya Lu Liang Cwan tiba-tiba.
"Aku haus sekali, locianpwe...!"
"Itu urusanmu, tidak ada urusan denganku......!"
"Locianpwe......!"
"Ini airku dan makanan ini adalah makananku....
mengapa engkau tadi tidak mau membawanya juga ?"
balik tanya Lu Liang Cwan.
Pertanyaan jago tua yang perangainya aneh itu
membuat Oey Yok Su jadi dingin hatinya, dia kaget bukan main.
"Locianpwe..... bukankah kita akan bersama-sama berlayar...?" tanyanya kemudian.
"Ciss......, siapa yang kesudian berlayar bersamamu "
Bukankah sejak dulu aku telah mengatakan, aku lebih senang - berlayar sendiri dan meninggalkan engkau dipulau itu " Siapa yang perintahkan engkau begitu bandel dan keras kepala, memaksa hendak turut berlayar
! Maka jika engkau kehausan dan kelaparan dalam perjalanan ini, engkau tidak boleh menyesali aku.......!"
Oey Yok Su merasakan punggungnya jadi tambah
dingin. "Locianpwe:........?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sudah jangan terlalu banyak bicara lagi, jangan rewel, dayung terus...!" kata Lu Liang Cwan. "Aku ingin melihat kau mampus dilaut.......!"
Hati Oey Yok Su jadi semakin tidak enak, sampai akhirnya ia mengeluh sendirinya.
Perangai, orang tua ini benar-benar aneh dan agak kejam.
Dengan dibiarkannya dia kehausan dan kelaparan, tentu akan membuat dia mati dengan sendirinya, mati lemas.
Atau juga jika Lu Liang Cwan ingin mencelakainya disaat mereka berada ditengah laut, bukankah pemuda ini tidak bisa berbuat banyak "
Karena berpikir begitu, Oey Yok Su jadi mengayuh dengan pandangan mata memandang jauh kosong tidak mengandung perasaan apapun juga.
Lu Liang Cwan telah tertawa bergelak, sambil katanya kemudian: "Baiklah.......! Baiklah........! Jika memang engkau tidak mau mampus kehausan dan kelaparan, lebih baik sekarang saja engkau menceburkan dirimu dilaut ini..........!"
"A......apa "'' tanya Oey Yok Su dengan suara tersendat karena kaget.
"Serahkan kayu pengayuh itu padaku, dan kau boleh menceburkan dirimu dilaut...!" menyahuti Lu Liang Cwan.
"Akhh......., locianpwe seorang yang kejam sekali !"
kata Oey Yok Su yang sudah tidak bisa menahan
kemendongkolan hatinya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Terserah engkau mau mengatakan apa saja pada diriku, ayo serahkan kayu pengayuh itu padaku...!" kata Lu Liang Cwan.
Disaat itulah Oey Yok Su telah mengambil keputusan.
"Aku tidak akan menyerahkan kayu pengayuh ini padamu........!" katanya tegas, dengan muka yang merah karena marah.
"Eh, apa kau bilang " Tidak mau menyerahkan kayu pengayuh itu padaku ?" tanya Lu Liang Cwan menegasi dengan membuka matanya lebar-lebar mengawasi
mendelik kepada Oey Yok Su.
Oey Yok Su mengangguk pasti, entah mengapa,
sekarang hatinya jadi agak-tenang.
"Benar, tidak salah !" katanya..... "Aku tidak akan menyerahkan kayu pengayuh ini kepadamu... jika engkau berani mendekati aku selangkah saja, aku akan
membuang kayu pengayuh ini kelaut, biar engkau
berlayar tanpa memiliki kayu pengayuh, sehingga engkau sendiri akan terombang-ambing ditengah laut, dan akhirnya air dan makananmu akan habis, dan engkau akan mati dengan disiksa haus dan lapar...!".
Mendengar perkataan Oey Yok Su, muka Lu Liang
Cwan jadi berobah, dia memandang bengong pada Oey Yok Su sampai sekian lama.
Tetapi Oey Yok Su sudah tidak memperdulikan sikap jago tua yang perangainya sangat aneh itu.
"Kau...kau berani melakukannya itu ?" tanya Lu Liang Cwan dengan suara tidak lancar.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Mengapa tidak berani " Bukankah aku bisa saja membuang kayu pengayuh ini ?" tanya Oey Yok Su.
"Hemm........., jangan harap engkau bisa mencapai daratan.........!"
"Kau bersungguh-sungguh.........?" tanya Lu Liang Cwan lagi.
"Mengapa tidak ?" balik tanya Oey Yok Su.
"Aku sudah tidak memiliki kesempatan hidup karena berada bersama-sama dengan manusia jahat dan busuk seperti engkau, maka biarlah engkaupun nanti akan mampus haus dan kelaparan...........l"
Muka Lu Liang Cwan telah berobah lagi, namun
akhirnya ia berkata : "Engkoh kecil, engkau jangan marah, aku tidak bersungguh-sungguh, aku hanya
bergurau saja...... Engkau jangant cepat marah seperti itu... jika engkau ingin minum, minumlah...aku tidak akan melarangnya bukankah air dan makanan itu untuk kita berdua ?".
"Hemm........, engkau licik sekali", berpikir Oey Yok Su.
Tetapi pemuda ini telah berkata: "Sekarang engkau pergi keujung perahu, aku akan minum. Aku tahu, jika engkau berada disini, begitu aku memegang kantong air itu, tentu engkau akan melancarkan serangan padaku!
Maka dari itu, engkau pergilah kekepala perahu!".
"Engkau terlalu bercuriga, anak muda......!" kata. Lu Liang Cwan kurang senang.
"Justru karena perbuatanmu sendiri !" menyahuti Oey Yok Su.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Lu Liang Cwan sudah tidak memiliki pilihan lain lagi, ia menuju kearah kepala perahu, dan setelah Lu Liang Cwan berdiri dikepala perahu, barulah Oey Yok Su mendekati kantong air dan meminumnya. Disamping itu Oey Yok Su juga bersiap-siap untuk melemparkau kayu pengayuh kalau saja Lu Liang Cwan melompat padanya melancarkan serangan.
Lu Liang Cwan juga bukannya tolol, dia telah melihat persiapan Oey Yok Su, maka dia tidak berani bertindak ceroboh, hanya mengawasi pemuda itu yang telah
meneguk air dari kantong airnya dengan bernafsu sekali.
Setelah puas meminum air itu, dan telah lenyap
hausnya, Oey Yok Su kembali ketempat duduknya dan mulai mengayuh lagi.
Tetapi tiba-tiba Lu Liang Cwan tertawa bergelak dengan suara yang keras.
Melihat kelakuan orang tua itu Oey Yok Su jadi heran, dia mengawasinya.
"Apa yang engkau tertawakan?" tanyanya kemudian dengan perasaan tidak senang.
"Engkau........! Kau yang kutertawakan...!" sahut Lu Liang Cwan.
"Kenapa ?" tanya Oey Yok Su.
"Engkau bersikap seperti itu, tetapi justru persiapanmu kurang bagus......kita bersama-sama berada diperahu ini.......!"
"Benar, lalu mengapa kau tertawa seperti itu ?" tanya Oey Yok Su lagi.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau akan mengayuh terus siang dan malam tanpa tidur ?" balik tanya Lu Liang Cwan.
Di tanya begitu, pucatlah wajah Oey Yok Su, dia baru tersadar.
Bukankah jika dia letih dan malamnya tertidur, Lu Liang Cwan dengan mudah akan mencelakainya "
Tetapi sebagai seorang pemuda yang memiliki otak sangat cerdas dan cerdik sekali, dia tidak
memperlihatkan perasaan gugupnya.
Sambil tertawa Oey Yok Su telah berkata lagi : "Justru akupun telah memikirkan-nya, maka aku bertekad, untuk membalikkan perahu ini sekarang saja, biar kita mampus bersama-sama...!"
Tubuh Lu Liang Cwan jadi terjengkit dan melompat berdiri.
"Apa " Apa kau bilang ?" tanyanya dengan suara yang gugup.
"Aku sudah tidak bermaksud untuk hidup terus, maka aku ingin membalikkan perahu ini agar kita mati berdua tenggelam dilaut......! Bukankah itu cara yang bagus "
Memang jika aku terus mengayuh, tentu aku tidak akan kuat, dan akupun tentu akan tertidur, maka bisa saja engkau mencelakai aku........karena engkau seorang golongan tua yang jahat dan kejam..........maka dari itu aku berpikir alangkah baiknya jika sekarang saja kita mati bersama........!"
Sambil berkata begitu, Oey Yok Su telah berdiri dari duduknya, kaki kanannya diinjaknya pada tepian perahu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sekali saja Oey Yok Su menekan, tentu perahu itu akan miring dan terbalik.
Hati Lu Liang Cwan tercekat, dia mengeluarkan seruan kaget.
"He, apa yang kau lakukan Gila kau ?" teriaknya gugup sekali.
Waktu itu mereka berada ditengah laut, jika perahu mereka terbalik, tentu mereka akan tenggelam dilaut tersebut, dan akan menjadi santapan ikan-ikan ganas dilautan ini.
Tetapi Oey Yok Su tetap meletakkan kaki kanannya ditepi perahu itu sambil berkata dengan tenang: "Sekali saja aku mengerahkan tenaga menekan injakanku ini pada tepian perahu ini, maka perahu ini akan
karam......walaupun engkau hendak mengimbanginya ditepian lain dengan kekuatan lwekangmu, namun
dengan mengulur kedut tenaga injakan ini, perahu akan bergoyang-goyang dan akhirnya akan tenggelam juga...!"
Muka Lu Liang Cwan jadi pucat, dia bilang : "Aku belum mau mati, jika memang engkau telah bosan hidup, silahkan engkau terjun sendiri kedalam laut untuk mampus...!"
"Yang aku kehendaki justru kita mati bersama-sama, hingga nanti aku tidak akan kesepian melakukan
perjalanan untuk menghadapi Giam-lo-ong".
Muka Lu Liang Cwan jadi tambah pucat.
"Jangan kau lakukan perbuatan gila seperti ini !"
katanya kemudian dengan gugup.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aku minta, engkau jangan berpikiran nekad seperti itu...!".
"Hemm........, kalau memang memiliki kepentingannya dengan keselamatan jiwamu, maka engkau jadi begitu sibuk !" kata Oey Yok Su.
"Engkau golongan tua yang jahat, yang tidak bisa memberikan kepercayaan pada golongan muda! Lalu apa yang engkau kehendaki " Engkau mengancam akan
membinasakan aku, maka jika memang demikian, lebih baik sebelum aku dibinasakan oleh engkau secara penasaran, biar!ah aku yang membinasakan diri kita berdua!".
Bukan main gugupnya Lu Liang Cwan, dia sambil
berseru : "Jangan......! jangan.....!" kakinya melangkah ingin mendekati Oey Yok Su.
"Selangkah lagi kau maju, aku akan mengerahkan tenaga untuk menenggelamkan perahu ini...!"
mengancam Oey Yok Su.
"Engkau percayalah, aku tidak bermaksud
mencelakaimu, aku hanya bergurau saja, tadi aku hanya ingin main-main menggertakmu, untuk melihat sampai berapa jauh keberanian yang engkau miliki...!" kata Lu Liang Cwan kemudian dengan suara yang sabar.
"Hemm, mulutmu yang manis seperti itu sulit bisa dipercaya...aku telah melihat beberapa kali engkau selalu mencari, jalan untuk mencelakai diriku. Maka sekarang, sebelum engkau sempat mencelakai aku, lebih baik kita berdua celaka bersama...!".
"Sungguh, aku tidak akan mencelakaimu..."
bersumpah Lu Liang Cwan. "Aku berani bersumpah pada TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
langit dan laut, bahwa aku tidak akan mencelakai kau, engko kecil. Jika aku melanggar sumpahku ini, biarlah tubuhku ditelan oleh keganasan laut.......rusak dimakan ikan dan tidak diterima tanah.......biarlah aku mati dengan keadaan yang paling mengerikan...!".
Oey Yok Su tersenyum, dia melihat bahwa orang tua she Lu itu memang sudah mulai bisa dikuasainya, maka dia bilang: "Kita berlayar berdua, jika memang engkau tidak bermaksud mencelakai aku, lebih baik kita mengadakan suatu kerja sama untuk dapat mencapai daratan... Baiklah, aku batal untuk membalikkan perahu ini.......... Tetapi engkau harus berjanji, walaupun sampai kapan engkau tidak akan mencelakai aku.......! Engkau harus berjanji......!"
"Aku berjanji, aku berjanji seribu janji, tidak akan mencelakaimu, walaupun sampai kapan.!"
"Apakah kata-katamu itu bisa dipegang?" tanya Oey Yok Su.
"Apakah engkau ingin membuktikannya setelah aku menangis ?" tanya Lu Liang Cwan yang tidak mengetahui kata-kata apa lagi yang bisa diucapkannya.
"Tidak perlu menangis, engkau bukan anak kecil !"
kata Oey Yok Su.
"Yang terpenting adalah hatimu jangan diliputi oleh nafsu membunuh........... Jika kita bisa mencapai daratan, bukankah itu menggembirakan buat kita berdua Dengan adanya kawan, kita bisa melakukan perjalanan. dengan gembira !''
"Ya, ya, aku menerima salah!" mengangguk Lu Liang Cwan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Bagus........! Tetapi terus terang, aku tidak bisa mempercayai sepenuhnya perkataanmu itu...!" kata Oey Yok Su lagi.
"Habis bagaimana yang kau kehendaki ?" tanya Lu Liang Cwan.
"Tidak banyak, kejujuranmu saja...!" sahut Oey Yok Su sambil tersenyum.
Lu Liang Cwan tertawa bergelak-gelak, tampaknya ia mendongkol sekali, tetapi karena mengetahui mereka bisa celaka bersama-sama ditengah laut jika ia
mempergunakan kekerasan, Lu Liang Cwan telah
menindih kemendongkolannya itu, ia bertanya lagi setelah puas tertawa untuk mengurangi
kemendongkolannya itu: "Lalu sekarang apa yang engkau kehendaki ?"
"Tidak banyak...!" sahut Oey Yok Su. "Tunggu dulu, aku hendak memikirkan dulu dengan cara apa kita bisa menyelesaikan urusan ini".
Dan setelah berkata begitu, Oey Yok Su seperti
berpikir sejenak, kemudian ia berkata lagi dengan suara yang pasti : "Aku menghendaki kita berpisah...!"
"Boleh......! Memang akupun sebal melihat wajahmu terus-terusan. Tetapi bagaimana caranya berpisah, sedangkan kits berada-ditengah Laut?".
"Inilah yang jadi persoalan. Jika kita bukan berada ditengah laut, tentu aku tidak perlu memberitahukan kepadamu bahwa kita harus berpisah, aku bisa saja meninggalkanmu secara diam-diam".
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau saja yang terjun kelaut dan berenang.
Bukankah kita jadi berpisah ?" tanya Lu Liang Cwan sambil tertawa tawar.
Oey Yok Su tambah mendongkol, ia tahu bahwa biar bagaimana mereka sulit sekali berpisah, karena berada ditengah laut didalam sebuah perahu. Dan sulitnya lagi ia tidak mengetahui entah berapa lama mereka akan
terkatung-katung ditengah laut, sehingga dengan demikian berarti ia memerlukan penjagaan yang ketat untuk dapat menyelamatkan jiwanya dari Lu Liang Cwan yang liehay itu, yang bisa saja membokongnya dengan melancarkan serangan mematikan.
Keduanya jadi berdiam diri, perahu berlayar perlahan sekali, dipermainkan oleh riak gelombang air laut. Oey Yok Su tampak berpikir keras, sedangkan Lu Liang Cwan berdiri menantikan apa yang ingin dikemukakan oleh Oey Yok Su. Tetapi yang jelas Lu Liang Cwan tidak berani mengambil tindakan keras dengan ceroboh, sebab ia tidak mau jika Oey Yok Su nekad dan benar-benar membalikkan perahu mereka, sehingga mereka akan celaka bersama-sama ditengah laut ini.
Tetapi disaat Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan berdiam diri, tiba-tiba Oey Yok Su melihat burung laut. Seketika mukanya berobah jadi berseri-seri.
Begitu juga halnya dengan Lu Liang Cwan, ia telah menunjuk kearah burung-burung laut yang tengah
beterbangan tinggi dan rendah tidak menentu.
"Kita akan sampai didaratan...!" katanya.
"Lihatlah, burung itu menunjukkan bahwa disekitar kita ini terdapat daratan...!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su mengangguk girang, tetapi sambil
menunjuk Lu Liang Cwan ia telah berkata: "Dengan pakaianmu seperti itu bagaimana engkau akan
berkeliaran didaratan, tentu engkau hanya menjadi tontonan yang menarik......!".
Lu Liang Cwan menundukkan kepala mengawasi
pakaiannya, kemudian dia tertawa sambil katanya:
"Biarlah, aku justru ingin melihat apa yang akan dibicarakan oleh orang-orang yang melihat aku
berpakaian demikian !"
Oey Yok Su sudah tidak melayani Lu Liang Cwan, ia telah menggerakkan kayu pengayuhnya nembali untuk mendayung, perahunya meluncur cepat sekali.
Memang tidak lama kemudian, dihadapan mereka
tampak daratan yang luas, pantai yang lebar, dimana tampak banyak para nelayan yang tengah membereskan perahu mereka. Rupanya dipesisir pantai tersebut terdapat perkampungan nelayan.
Oey Yok Su mengayuh lebih cepat, sehingga perahu mereka telah berhasil mencapai pantai.
Waktu perahu masih terpisah beberapa tombak dari pantai, Lu Liang Cwan telah melompat turun dengan gesit dari perahu. Sedangkan Oey Yok Su juga telah turun dari perahu itu setelah tiba dipesisir pantai tersebut.
Beberapa orang nelayan telah mengawasi mereka
dengan tatapan mata heran, apa lagi mereka melihat cara berpakaian yang dikenakan oleh Lu Liang Cwan.
Tetapi nelayan-nelayan itu tidak usil, mereka telah meneruskan lagi pekerjaan mereka, ada yang tengah TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
membersihkan perahu mereka, ada yang tengah
menambal jala dan mereka tidak begitu mengacuhkan kedatangan kedua orang asing tersebut.
Oey Yok Su melihat Lu Liang Cwan telah berlari cepat sekali, sekejap mata saja telah lenyap dari pandangan matanya.
---oo~DewiKZ^0^Tah~oo---
BAGIAN 19 : ILMU ARWAH DINGIN DAN
PANAS (IM YANG HUN)
OEY YOK SU menghela napas, karena dengan
berpisahnya ia dari Lu Liang Cwan, berarti dirinya sudah tidak akan diganggu oleh kelakuan orang she Lu itu, yang tua-tua tetapi memiliki perangai seperti anak kecil.
Oey Yok Su menghampiri seorang nelayan berusia
agak lanjut yang tengah merajut jalanya, ia memberi hormat sambil tanyanya: "Lopeh (paman), dimanakah kampung terdekat dipesisir sini"


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Orang tua itu, yang telah menunda pekerjaannya
merajut jalanya, telah mengawasi Oey Yok Su sejenak, lalu ia berkata :"Anak muda, dipesisir ini hanya terdapat sebuah perkampungan, yaitu perkampungan kami, yang bernama Kuang-cie"
Oey Yok Su menyatakan terima kasihnya, sedangkan nelayan tua itu telah memberikan petunjuknya agar Oey Yok Su mengambil jalan kearah barat.
Setelah beberapa lama ia terkurung dipulaunya Lu Liang Cwan dan Sian Ho Lauw Cie Lan, Oey Yok Su TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sekarang jadi girang bisa kembali berada dialam bebas tanpa kekangan. Bahkan Oey Yok Su mengharapkan Lu Liang Cwan pergi jauh dari tempat itu dan tidak perlu bertemu lagi. Karena orang she Lu itu sangat berandalan sekali, walaupun usianya telah lanjut, tokh ia masih merupakan seorang tua yang tidak kenal aturan.
Saat itu hari belum begitu sore, dan Oey Yok Su telah mengikuti petunjuk nelayan tua itu, akhirnya ia tiba diperkampungan Kuang-cie, sebuah perkampungan yang tidak begitu besar. Penduduk kampung itupun tidak begitu banyak, hanya terdiri dari dua puluhan lebih keluarga. Umumnya mereka memiliki mata pencarian sebagai nelayan:
Oey Yok Su setelah mengelilingi perkampungan itu melihat hanya ada sebuah warung teh yang kecil dan kurang begitu terawat, dan juga sepi. Waktu Oey Yok Su memasuki warung teh tersebut, ia tidak melihat seorang tamupun juga, sedangkan pemilik kedai teh itu tengah duduk termenung saja, sambil matanya meram melek.
"Lopeh......!" kata Oey Yok Su, mengejutkan orang tua itu, sampai dia melompat berdiri. "Aku minta teh...!".
Segera pemilik warung teh itu mempersiapkan
pesanan Oey Yok Su, ia juga menyediakan dua kati teh sambil membawa sepiring bakpauw.
"Anak muda, tampaknya engkau bukan penduduk disekitar tempat ini", kata pemilik kedai teh itu disaat meletakkan cawan teh diatas meja: "Apakah kau tengah melakukan perjalanan jauh?"
Oey Yok Su mengangguk saja, karena ia tidak mau terlalu banyak bicara. Yang terpenting ia menikmati teh TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
yang harum dan bakpauw itu, guna melenyapkan
perasaan laparnya.
Tetapi pemilik kedai itu telah mengawasi terus
menerus tamunya, sampai akhirnya ia berkata :
"Kemanakah tujuan Kongcu ?".
"Entahlah, aku sendiri belum lagi mengetahui", sahut Oe'y Yok Su.
"Dari perkampungan ini, jika kita berjalan terus, maka kita akan tiba dimana, Lopeh?".
"Pertama-tama terpisah lima ratus lie dari tempat ini terdapat sebuah kota yang cukup besar, yang bernama kota Chung-kie, kemudian terdapat kota-kota lainnya yang lebih kecil, seperti Lang-siung, Cie-Lie dan Mang-lu".
"Terima kasih Lopeh...........!"
"Adakah sesuatu yang bisa aku tolong, Kongcu ?"
tanya pemilik kedai teh itu lagi.
Oey Yok Su tertawa, kemudian katanya: "Baiklah Lopeh, bisakah Lopeh memberikan penjelasan dimana sekiranya aku bisa memperoleh rumah penginapan ?"
"Dikampung ini tidak terdapat sebuah rumah penginapan, Kongcu....... jika memang Kongcu ingin singgah beberapa hari disini, biarlah akupun bersedia memberikan kamar untuk Kongcu, kebetulan aku hanya hidup seorang diri, sehingga rumahku masih bisa menampung seorang seperti kau !"
Girang hati Oey Yok Su mendengar keramah-tamahan orang tua itu, ia mengucapkan terima kasihnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Begitulah, dua hari Iamanya Oey Yok Su menginap dirumah pemilik kedai itu.
Perkampungan ini memang sepi, sedikit sekali
penduduknya. Maka kurang begitu menarik hati Oey Yok Su, ia
bermaksud akan melanjutkan perjalanannya lagi.
Dihari ketiga, keinginannya itu disampaikan kepada orang tua pemilik kedai itu"
Sebetulnya pemilik kedai itu senang Oey Yok Su
tinggal dirumahnya, namun disebabkan Oey Yok Su telah berkeras ingin berangkat juga, tidak bisa pemilik kedai itu menahannya.
Dengan menuruti petunjuk yang diberikan orang tua itu, Oey Yok Su mengambil jalan kearah barat.
la ingin mencapai kota Chung-kie.
Disaat itu, perjalanan kurang begitu menyenangkan, tanah sangat kering dan panas sekali, karena disekitar tempatt tersebut tanah tandus sekali. Tetapi Oey Yok Su melakukan perjalanan terus, karena ia tidak mau terlalu lama berada ditempat seperti itu.
Sedang Oey Yok Su berjalan, hari telah semakin tinggi, malah disaat sang senja hampir tiba, Oey Yok Su masih belum juga bertemu dengan rumah penduduk.
Rupanya perjalanan dari perkampungan nelayan
dipesisir pantai itu untuk mencapai kota Chung-kie memang tidak terdapat rumah penduduk.
Maka Oey Yok Su berkeputusan untuk tidur dialam terbuka jika memang sang malam telah tiba.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi, disaat itu Oey Yok Su melihat sesuatu
didepannya, yaitu disebuah permukaan hutan kecil yang tidak begitu subur, karena tanah disekitar tempat tersebut memang gersang dan tandus.
Dibawah sebatang pohon tampak berdiri sesosok
tubuh, dan yang lebih mengherankan Oey Yok Su waktu ia menegaskan sosok tubuh itu tidak lain dari seorang wanita yang cantik sekali, dilihat dari potongan tubuh dan wajahnya mungkin baru berusia dua puluh tahun lebih, pakaiannya juga reboh dan mewah sekali, dan saat itu si wanita tengah berdiri mengawasi Oey Yok Su dengan bibir tersungging senyuman.
Oey Yok Su tidak berani terlalu lama memandang
wanita itu, ia telah membuang pandang kelain arah sambil meneruskan langkahnya, walaupunn hatinya jadi heran juga ditempat seperti itu bisa terdapat seorang wanita yang secantik itu hanya seorang diri.
Tetapi baru Oey Yok Su melangkah beberapa tindak, justru wanita yang cantik itu telah melompat gesit sekali, tahu-tahu tubuhnya berada dihadapan Oey Yok Su, menghadang jalannya pemuda ini.
"Tunggu dulu, pemuda yang manis", kata wanita tersebut dengan suara yang lembut'.
Oey Yok Su jadi malu, ia cepat-cepat merangkapkan sepasang tangannya memberi hormat kepada wanita itu, tanyanya: "Ada urusan apakah Kouwnio (nona) " Adakah sesuatu yang bisa kubantu ?".
Wanita itu telah tersenyum-senyum mengawasi Oey Yok Su dengan sorot mata yang tajam, dan Oey Yok Su jadi berdebar hatinya, karena ia merasa malu dan kikuk TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
berhadapan dengan perempuan secantik itu dengan sikap seperti ini.
"Tentu, tentu, banyak pertolongan yang bisa kau berikan, jika memang engkau bersedia untuk
menolongku...!" kata wanita itu seperti menggumam sendiri dengan suara yang perlahan, dan iapun terus juga mengawasi Oey Yok Su dengan sorot mata yang tajam, siapa telah diawasinya dari kepala sampai keujung kakinya. Dan tidak lama kemudian wanita itu telah menggumam lagi: "Seorang pemuda yang tampan dan manis...gagah pula !".
Oey Yok Su jadi tambah kikuk dan jengah.
la telah berkata dengan suara yang ragu-ragu: "Ada kesulitan apakah Kouwnio, bisa Kouwnio jelaskan, bantuan apa yang bisa kuberikan untuk Kouwnio?".
Waktu bertanya begitu, hati Oey Yok Su sudah kurang tenang, karena ia tidak-menyukai tabiat wanita yang tampaknya agak jalang dan matanya memancarkan
kebinalan dan genit.
"Siapakah namamu, Kongcu ?" tanya wanita itu kemudian.
"Siauwte she Oey dan bernama Yok Su", sahut Oey Yok Su jujur.
"Siauwmoy (adik) she Bong dan bernama Kim Lian ", kata wanita cantik tersebut tanpa diminta oleh Oey Yok Su. "Maukah Kongcu singgah sejenak dirumah Siauwmoy, untuk membicarakan sesuatu...?".
Oey Yok Su ragu-ragu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi waktu itu Bong Kim Lian telah berkata lagi:
"Disana nanti Siauwmoy akan menjelaskan kesulitan yang tengah diderita oleh Siauwmoy...!".
Oey Yok Su akhirnya terpaksa mengangguk juga.
la memang tengah memikirkan dimana ia harus
bermalam. Bukankah jika memang didekat tempat ini terdapat rumah si gadis, ia bisa bermalam satu malaman dan lebih hangat dibandingkan harus tidur dialam terbuka "
"Baiklah", kata Oey Yok Su kemudian.
"Jauhkah letak rumah Kuuwnio ?" tanyanya kemudian, dan ia masih tidak berani mengangkat kepalanya
membalas menatap wanita itu, sebab ia melihat wanita tersebut masih juga mengawasinya dengan sorot mata yang tajam.
Bong Kim Lian si Wanita cantik itu telah
menggelengkan kepalanya, ia tertawa dan bilangnya:
"Tidak..., tidak jauh, hanya terpisah beberapa lie dari tempat ini...!"
Dan kemudian Kim Lian membalikkan tubuhnya sambil mengajak : "Mari kita berangkat...!" tampaknya Bong Kim Lian girang sekali, wajahnya yang cantik berseri-seri.
Oey Yok Su sendiri heran.
Belum pernah ia melihat wanita secantik Kim Lian.
Kulit mukanya begitu halus dan bersih, putih dan lembut, seperti juga salju.
Padahal disekitar tempa ini memiliki udara yang tidak baik, yaitu panas dan gersang.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah melewati hutan itu, Oey Yok Su melihat
mereka tiba disebuah lapangan rumput. Tetapi rumput-rumput yang tumbuh disekitar tempat tersebut kering dan gersang, karena memang pengaruh tanahnya yang tidak subur.
Dibawah sebatang pohon yang agak besar dan
rimbun, tampak sebuah bangunan yang tidak begitu besar. Namun bersih.
"Itulah rumah Siauwmoy...!" Kim Lian menjelaskan.
la telah menunjuk rumah itu dan mengundang Oey
Yok Su untuk singgah:
"Dirumah itu terdapat siapa saja, Kouwnio ?" tanya Oey Yok Su yang mulai ragu-ragu karena ia melihat keadaan disekitar tempat itu sunyi-sunyi saja.
Jika memang gadis itu hanya tinggal seorang diri, jelas Oey Yok Su tidak akan enak untuk bermalam.
Bukankah tidak pantas bermalam dirumah seorang
gadis yang hanya berseorang diri "
Kim Lian telah tertawa.
"Dirumah ini aku hanya tinggal seorang diri", dia menjelaskan. "Mari Kongcu...!".
Hati Oey Yok Su jadi tidak enak, tetapi disebabkan telah terlanjur datang ditempat ini, maka ia melangkah juga mengikuti Kim Lian memasuki rumah tersebut.
Tetapi dihatinya Oey Yok Su memutuskan, jika
pembicaraan mereka telah selesai, ia akan meminta diri pamitan, untuk melanjutkan perjalanannya. Tidak mau Oey Yok Su bermalam dirumah seorang gadis, yang hanya seorang diri saja.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu itu, Kim Lian telah berkata dengan suara yang halus: "Duduklah dulu Kongcu, aku akan mempersiaphan minuman untukmu...".
Oey Yok Su hanya mengiyakan, selama Kim Lian
meninggalkannya diruang tamu, ia melihat seluruh perabotan yang terdapat diruangan tersebut hanyalah perabotan yang kasar dan juga tidak banyak macamnya, hanya dua buah kursi, sebuah meja yang berukuran kecil, dan tidak terdapat lainnya.
Oey Yok Su mengerutkan alisnya, dia jadi berpikir keras menduga-duga, entah siapa gadis itu, yang berani tinggal seorang diri ditempat seperti ini. Yang membuat Oey Yok Su semakin tidak mengerti, justru tadi waktu gadis itu melompat menghadalangi jalannya, gerakan gadis itu gesit sekali, seperti juga ia memiliki ginkang (ilmu meringankan tubuh) yang mahir.
Waktu Oey Yok Su tengah duduk termenung begitu
dengan pikiran bekerja, Kim Lian telah keluar pula dari dalam. Gadis itu duduk dikursi yang satunya lagi setelah menyediakan Oey Yok Su secawan air teh.
"Silahkan minum, Kongcu !" kata Kim Lian dengan ramah.
Tetapi sambil mempersilahkan tamunya, Kim Lian
terus juga mengawasi tamunya dengan sorot mata yang tajam. Dan yang membuat Oey Yok Su jadi tidak tenang justru sinar mata wanita ini tajam dan mengandung kegenitan serta kebinalan.
"Sesungguhnya Kouwnio memiliki kesulitan apa yang bisa kutolong ?" tanya Oey Yok Su kemudian.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Minumlah dulu untuk melenyapkan dahaga", kata Kim Lian tersenyum.
"Urusanku itu bisa dibicarakan perlahan-lahan......
Silahkan...".
Oey Yok Su akhirnya mengambil cawan tehnya, dia meneguknya.
Tetapi hatinya jadi heran, teh itu harum sekali, sangat harum bahkan harumnya itu berbeda dengan harumnya teh biasa. Oey Yok Su jadi heran, entah teh apa yang dipergunakan gadis ini. Tetapi karena memang Oey Yok Su pun tengah haus, ia telah meneguk teb itu sampai setengah cawan.
Melihat tamunya telah meminum teh yang disajikan, wanita itu tertawa.
"Bagus ! Sekarang Siauwmoy akan menceritakan kepada Kungcu kesulitan yang dialami oleh Siauwmoy...!"
kata Kim Lian. Oey Yok Su telah mendengarkan baik-baik penjelasan, Wanita itu, dengan pikiran tidak menentu. Disaat itulah tampak Kim Lian sambil tersenyum-senyum telah
meneruskan perkataannya: "Sesungguhnya Siauwmoy tengah membutuhkan sekali pertolongan seorang
pemuda yang tampan dan gagah, memiliki kepandaian sinkang yang tinggi.....!"
Kata-kata wanita itu mengejutkan Oey Yok Su, karena dengan berkata begitu wanita tersebut tentunya
mengetahui bahwa dirinya mengerti ilmu silat dan memiliki sinkang yang tinggi. Tetapi Oey Yok Su saat itu masih mau menduga mungkin wanita ini diganggu oleh orang jahat yang memiliki kepandaian tinggi, sehingga, ia TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
perlu mencari tuan penolongnya itu seorang yang memiliki sinkang mahir sekali.
Maka ia bertanya: "Orang jahat manakah yang telah mengganggu Kouwnio ?".
Wanita itu menggelengkan kepalanya sambit
tersenyum lebar.
"Tidak ada orang jahat yang mengganggu Siauwmoy
!" kata wanita tersebut.
"Tetapi justru bantuan seorang pemuda seperti engkau sangat Siauwmoy butuhkan! Bukankah engkau belum menikah ?".
Ditanya persoalan menikah, muka Oey Yok Su iadi merah, ia jadi tidak mengerti mengapa wanita ini justru menanyakan hal itu.
"Apa hubungannya kesulitan Kouwnio dengan
persoalan menikah atau belumnya diriku?" tanya Oey Yok Su kemudian.
"Kau akan mengetahuinya nanti, sekarang jawablah dulu pertanyaanku itu, bukankah Kongcu belum menikah
?". Oey Yok Su telah mengangguk. "Ya", sahutnya kemudian.
"Bagus !" kata wanita she Bong tersebut.
"Dengarlah serkarang, telah dua tahun Siauwmoy mencari seorang pemuda seperti Kongcu, tetapi selama itu Siauwmoy masih juga belum berhasil........dan diperkampungan dipesisir pantai itu memang terdapat banyak pemuda-pemuda yang memiliki tenaga yang
kuat, namun sayangnya selain muka mereka buruk, juga TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mereka tidak mengerti sedikitpun sinkang dan ilmu tenaga dalam lainnya...........sehingga percuma saja mereka tidak bisa membantuku...!".
Oey Yok Su hanya memandang wanita itu
menjelaskan kesulitannya dengan berdiam diri, karena Oey Yok Su benar-benar jadi heran dan diliputi tanda tanya entah apa sesungguhnya yang dikehendaki oleh wanita tersebut.
"Tetapi rupanya Thian memang maha adil dan maha kuasa, siapa tahu hari ini Siauwmoy telah beruntung dapat bertemu dengan Kongcu.
Disamping Kongcu sangat tampan, pula memiliki
sinkang yang tinggi sekali.
Siauwmoy mengetahui itu, karena melihat sinar mata Koagcu yang tajam sekali, dan juga langkah kaki Kongcu yang ringan telah menunjukkan bahwa Kongcu memiliki ginkang (ilmu meringankan tubuh) yang mahir. Hal itu tidak bisa terlepas dari mataku, bahwa Kongcu walaupun berusia masih sangat muda, tokh telah memiliki
kepandaian yang sangat tinggi...!''.
"Jadi...apa maksud Kouwnio sesungguhnya ?" tanya Oey Yak Su sambil mengawasi wanita tersebut, ia merasakan sesuatu yang tidak enak pada dirinya, tubuhnya seperti menguap dan lemas tidak bertenaga.
Hal ini merupakan perobahan yang mengejutkan Oey Yok Su, ia jadi heran dan berusaha menyalurkan tenaga sinkangnya diam-diam, dan berusaha menindih perasaan lemasnya itu. Namun ia tidak berhasil, tubuhnya dirasakan lesu seperti tidak bertenaga. Hal ini tambah mengejutkan Oey Yok Su, ia tidak mengetahui mengapa dirinya jadi lesu demikian.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Saat itu Bong Kim Lian telah tertawa sambil berkata lagi: "Sesungguhnya maksud Siauwmoy memang ingin meminta bantuan Kongcu ini, tergantung dari Kongcu juga hendak meluluskannya atau tidak...!".
"Jika memang Kouwnio belum menjelaskan urusan apa yang dapat kutolong, bagaimana dapat kukatakan sanggup atau tidak menolong Kouwnio ?".
"Baiklah", kata Bong Kim Lian kemudian sambil tersenyum.
"Sesungguhnya aku tengah dalam kesulitan karena melatih semacam ilmu...".
"Kesulitan karena melatih diri dalam semacam ilmu?"
tanya Oey Yok Su tambah heran.
---oo^dwkz~0~Tah^oo---
"APAKAH KOUWNIO menghendaki petunjuk-
petunjukku......?".
"Bukan...ilmu itu merupakan ilmu yang hebat sekali, mungkin Kongcu sendiri belum mengetahui ilmu itu...!"
menyahuti Bong Kim Lian.
Muka Oey Yok Su jadi berobah merah.
"Ya, memang sepantasnya jika Kouwnio meminta petunjuk kepada golongan locianpwe, bukankah
kalangan tua itu bisa menolong" Sedangkan aku sendiri masih berusia muda, tentu tidak mungkin bisa
memberikan banyak petunjuk"
Bong Kim Lian telah tertawa.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Justru yang kukehendaki bukannya petunjuk darimu, adalah keinginanku untuk memperoleh sesuatu dari kau
!" sahut Bong Kim Lian.
"Apa itu ?" tanya Oey Yok Su.
Bong Kim Lian bangun dari duduknya, ia telah berkata
: "Mari kau ikut aku kesebuah ruangan untuk melihat sesuatu, mungkin kelak kau akan mengetahuinya ..!".
Oey Yok Su kaget, dia jadi ragu-ragu.
Ikut dengan wanita cantik itu masuk kesebuah
ruangan " Untuk apa "
Bukankah hat itu tidak sopan jika diketanui orang lain"
Tetapi Bong Kim Lian telah melambaikan tangannya mengajak Oey Yok Su untuk memasuki sebuah ruangan.
Akhirnya Oey Yok Su mengikuti juga dibelakang gadis itu memasuki sebuah ruangan disebelah kanan rumah itu. Dan begitu masuk kedalam ruangan itu Oey Yok Su jadi berdiri tertegun.
Ruangan itu merupakan ruangan yang kosong tidak terdapat sepotong barangpun juga. Dan keadaan
diruangan itupun dingin. Yang membuat Oey Yok Su jadi tertegun justru ia melihat undakan anak tangga yang menuju kebawah tanah.
"Inilah jalan rahasia......!" pikir Oey Yok Su didalam hatinya.
"Sekarang kita menuruni undakan anak tangga itu untuk mencapai sebuah tempat, dimana kelak engkau TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
akan mengetahuinya sendiri apa yang kukehendaki......!"
mengajak Bong Kim Lian.
Oey Yok Su yang tengah diliputi oleh tanda tanya didalam hatinya oleh tindak-tanduk wanita cantik tersebut yang penuh rahasia dan membingungkan, hanya mengangguk sambil mengikuti dibelakangnya.
Mereka telah menuruni undakah anak tangga itu.
Tetapi hati Oey Yok Su kembali jadi tergoncang, karena ia merasakan sepasang kakinya lemas seperti tidak memiliki tenaga, setiap kali ia melangkah menuruni undakan anak tangga, ia merasakan kakinya agak
tergetar. Oey Yok Su juga tidak tahu dia akan diajak kemana, entah ruangan dibawah tanah itu merupakan ruangan bagaimana.
Tetapi Bong Kim Lian telah menuruni terus undakan anak tangga, sampai akhirnya menikung kekiri dan kekanan sebanyak tiga kali.
Tibalah mereka disebuah ruangan bawah tanah yang cukup luas.
Tetapi ruangan itu seperti ruangan diatas, tidak terdapat sepotong bendapun juga.
Hanya terlihat disudut ruangan ada sebuah kayu yang lebar.
Lain dari itu tidak ada apa-apa lagi.
"Apa maksud Kouwnio mengajakku kemari ?" tanya Oey Yok Su selang sejenak setelah mengawasi ruangan itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bong Kim Lian tersenyum, sikapnya tambah genit
sekali. "Kongcu, kau pandanglah aku...lihatlah, apakah aku cantik ?" tanya Bong Kim Lian.
Darah Oey Yok Su jadi mendesir.
"Celaka, wanita ini tampaknya bukan wanita baik-baik...!" pikir Oey Yok Su.
la memang kurang pengalaman, karena baru sekarang ia berkelana dan belasan tahun berada dipulau Tho Hoa To, jauh dari pergaulan dengan masyarakat.
Sekarang melihat sikap wanita cantik yang genit ini, hatinya jadi tidak tenang.
"Kongcu", kata Bong Kim Lian lagi.
"Kau telah lihat, bukan " Cantikkah aku ?"
Oey Yok Su jadi berobah mukanya merah dan panas, ia jadi tidak tenang.
"Sesungguhnya apa yang dikehendaki oleh Kouwnio ?"
tanya Oey Yok Su lagi.
"Aku menginginkan pertolonganmu", sahut Bong Kim Lian.
"Tetapi jika memang engkau benar-benar dalam kesulitan, mengapa Kouwnio mengajak aku kemari ?"
tanya Oey Yok Su, hatinya ingin cepat-cepat
meninggalkan tempat ini.
"Justru ditempat inilah Kongcu bisa memberikan bantuanmu...!".
"Mengapa harus disini ?" Bong Kim Lian tertawa.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Kau akan segera mengetahuinya, Kongcu !"
sahutnya. Sambil tetap tersenyum, tiba-tiba tangan Bong Kim Lian telah membuka pakaian luarnya dilemparkan
kesamping, sehingga ia berdiri dihadapan Oey Yok Su hanya dengan tubuh terbungkus pakaian dalam.
"Lihatlah Kongcu, pandanglah, tidakkah tubuhku sangat indah ?" tanyanya.
Tubuh Oey Yok Su jadi gemetar karena marah, ia
telah berkata sengit: "Engkau ternyata bukan manusia baik-baik ! Aku tidak bisa menolongmu...aku akan segera pergi !".
Dan setelah berkata begitu, Oey Yok Su membalikkan tubuhnya, ia bermaksud menaiki undakan anak tangga.
Tetapi kakinya semakin lemas seperti tidak bertenaga, sehingga lambat sekali ia mendaki undakan anak tangga itu.
Kim Lian telah tertawa.
"Mau kemana kau, Kongcu ?" tegurnya.
"Bukankah ditempat lni tenang dan nyaman " Apakah engkau benar-benar tidak bersedia meno!ongku ?"
"Tetapi jika menolongmu untuk melakukan perbuatan mesum dan kurang ajar, aku tidak bersedia...!"
menyahuti Oey Yok Su dengan suara ketus karena
jengkel dan mendongkol.
"Duduklah disini dulu, aku akan menceritakan, nanti engkau akan mengetahuinya", kata Bong Kim Lian sambil menunjuk kearah lempengan kayu yang terdapat disudut ruangan tersebut.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su sebetulnya mau menjejakkan kakinya
untuk melompat lebih cepat menaiki undakan anak tangga itu, namun justru kakinya semakin lemas tidak bertenaga, seperti ada sesuatu yang mempengaruhi dirinya.
Hal ini telah mengejutkan Oey Yok Su, ia sampai mengeluarkan suara seruan tertahan.
Bong Kim Lian telah tersenyum.
"Kongcu, tadi engkau telah meminum teh yang kusajikan...!" kata Bong Kim Lian.
Belum lagi wanita cantik itu menyelesaikan
perkataannya, Oey Yok Su jadi tambah terkejut. la teringat sesuatu.
"Perempuan jahat, apakah engkau menaruh racun dalam teh yang kau sajikan untukku ?" tanya Oey Yok Su kemudian sambil menoleh dan menatap wanita cantik she Bong dengan sorot mata yang tajam.
"Bukan racun...!" sahut Bong Kim Lian tertawa.
"Aku hanya menaruhkan obat pelemas saja, juga bukan obat tidur. Engkau telah memakan obat pelemas itu, maka semangat dan tenagamu lenyap, engkau sudah tidak memiliki tenaga lagi ! Maka engkau jangan memaksa aku memperlakukan engkau dengan sikap
Yang kurang baik.......lebih baik dan bijaksana jika engkau secara baik-baik menuruti keinginanku untuk bercakap-cakap mendengarkan penjelasanku, akan
kebutuhanku meminta pertolonganmu...!".
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su kaget, tetapi ia cerdas. Jika ia menentang kata-kata wanita itu, tentu ia akan dicelakai oleh wanita yang ternyata memiliki hati tidak baik itu.
Akhirnya Oey Yok Su mengangguk juga.
"Baiklah," katanya. "Katakan, pertolongan apa yang bisa kuberikan kepadamu " Berikan obat penawar agar tenagaku pulih seperti sedia kala...dengan tenaga yang lemah seperti ini, bagaimana aku bisa membantumu".
Bong Kim Lian tertawa lagi.


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Sabar, nanti juga aku akan memberikan obat penawarnya...! Sekarang engkau duduk dulu dipapan itu, aku akan menceritakan kesulitanku !"
Oey Yok Su dengan sepasang kaki yang lemas, telah melangkah menghampiri papan itu, dia duduk disitu dengan perasaan tidak menentu, marah, mendongkol dan sengit menjadi satu. Ia menyesal telah begitu mudah mempercayai wanita ini dan ikut kerumahnya. Bukankah jika ia tidak melayaninya waktu mereka bertemu
ditengah jalan, tidak akan terjadi peristiwa seperti ini "
Setelah melihat Oey Yok Su duduk dipapan itu, wanita she Bong tersebut telah melangkah mendekati dengan goyang pinggulnya yang menggiurkan.
Oey Yok Su tidak berani menatapnya, pemuda ini
hanya menundukkan kepalanya.
Bong Kim Lian kemudian duduk dihadapan Oey Yok
Su, harum tubuhnya menyambar hidung Oey Yok Su, sehingga hati pemuda ini semakin tidak tenang.
"Kongcu, sesungguhnya aku memang tengah
mengalami sedikit kesulitan", kata Bong Kim Lian.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Telah cukup lama aku melatih diri untuk ilmu Im Yang Hun (Arwah Dingin dan Panas), yang memiliki sifat berlawanan, yaitu sifat wanita dan sifat pria...! Justru jika hawa murni wanita yang telah kumiliki ini digabungkan dengan hawa murni seorang pria yang perjaka, maka akan memperoleh gabungan tenaga yang bukan main kuatnya. Itulah yang ingin kumiliki. Namun sayangnya sejauh itu belum ada pemuda yang cocok dengan
seleraku, yang cocok untuk membantu aku...!".
Bong Kim Lian berdiam sejenak, ia mengawasi Oey Yok Su.
Sedangkan hati Oey Yok Su jadi semakin tidak tenang, ia menunduk dengan muka yang merah panas dan hati marah sekali. Ia merasa telah tertipu dan sekarang ia yakin hahwa wanita cantik she Bong yang sekarang ada dihadapannya ini bukanlah seorang
"Hemm"......, Bong Kim Lian mendengus dingin
"Engkau memperlihatkan sikap seperti tidak menyukai aku ! Tetapi tahukah engkau, ribuan pria mendambakan kehangatan tubuhku ! Tetapi itu tidak penting, karena justru aku menghendaki pemuda yang bisa memberikan tenaga Yang kepada hawa Im yang kumiliki, agar
semangat murni yang tengah kulatih itu, Im Yang Hun, dapat tercapai sempurna...! Untuk itu aku harus memperoleh delapan belas orang pemuda perjaka......
dan sejauh ini aku telah memperoleh sepuluh orang.
Sayangnya mereka hanya memiliki kepandaian silat tanpa tenaga sinkang yang berarti. Justru sekarang aku melihat engkau, aku yakin bahwa engkau memiliki sinkang yang kuat sekali, maka aku gembira sekali, TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
engkau akan bisa membantu aku menyempurnakan ilmu itu."
Oey Yok Su jadi mandi keringat dingin, ia mengerti kemana tujuan dari perkataan Bong Kim Lian. la berdiam diri dengan otak bekerja keras mencari jalan untuk melarikan diri dari wanita cantik yang genit dan berbahaya ini. Tetapi sayangnya justru tenaganya seperti telah lenyap dari tubuhnya, sehingga ia sama sekali tidak akan bisa memberikan perlawanan kepada Bong Kim Lian.
Apa lagi Oey Yok Su ingat bahwa Bong Kim Lian juga merupakan seorang yang tampaknya memiliki
kepandaian tidak rendah, dilihat dari gerak-geriknya tentu sinkang dan ginkangnya cukup tinggi.
"Lalu apa yang kau kehendaki dari aku?" tanya Oey Yok Su dengan suara tidak begitu lancar.
"Aku menghendaki hawa murnimu, sebagai seorang perjaka, tentu hawa murnimu masih penuh...! Yang terpenting adalah hawa "Yang" yang kubutuhkan itu !"
Muka Oey Yok Su jadi berobah pucat, ia mengerti bahaya yang akan mengancam dirinya.
"Tetapi tidak, bisa engkau meminta pertolongan dengan cara memaksa seperti itu...!".
"Jika tidak dengan cara memaksa seperti ini, tentu engkau tidak bersedia menolong, itu sudah pasti !".
Oey Yok Su mengeluh.
Sedangkan Bong Kim Lian telah tertawa lagi dengan suara yang genit.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau telah melihat bukan betapa cantiknya aku ?"
tanya Bong Kim Lian.
Oey Yok Su berdiam diri saja.
"Dan bentuk tubuhku indah sekali, bukan?" tanya Bong Kim Lian sambil menggerakkan tu-buhnya
menggeliat. Oey Yok Su tidak berani melihat gerak-gerik siwanita cantik itu, yang merangsang sekali.
Bong Kim Lian telah tertawa lagi.
"Hemm....., sebagai seorang pemuda tentu engkau senang sekali bisa mendekap tubuhku yang hangat, bukan "'' tanya Bong Kim Lian lagi.
"Tetapi aku...aku tidak mau melakukan perbuatan mesum ini...aku tidak bersedia membantumu !" kata Oey Yok Su marah.
"Engkau hanya pura-pura anak muda !" kata Bong Kim Lian tertawa genit.
"Engkau tidak perlu jual mahal...!".
"Aku lebih baik mati dari pada harus melakukan perbuatan mesum seperti itu !" kata Oey Yok Su tegas.
Tetapi Bong Kim Lian tidak memperdulikan sikap Oey Yok Su. la justru telah melepaskan pakaian dalam bagian atasnya.
Betapa merangsang sekali.
Oey Yok Su sedikitpun tidak berani mengangkat
kepalanya, ia telah menunduk dalam-dalam.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bong Kim Lian telah mendekati Oey Yok Su, wanita cantik ini telah mengulurkan kedua tangannya, ia bermaksud memeluk Oey Yok Su.
Tetapi Oey Yok Su coba mengelak sambil mendorong tubuh wanita itu.
Namun tenaganya seperti lenyap, ia seperti
mendorong perlahan.
Celakanya, justru kedua tangan Oey Yok Su yang
dipergunakan untuk mendorong wanita itu jatuh didada si wanita, sehingga Oey Yok Su bisa memegang bagian yang lembut dan lunak padat.
Sama sekali Bong Kim Lian tidak berusaha
mengelakkan diri, ia membiarkan tangan Oey Yok Su jatuh didadanya, justru kedua tangannya telah diulurkan dan memeluk Oey Yok Su.
Keruan Oey Yok Su kelabakan, ia berusaha meronta.
Tetapi Oey Yok Su mana bisa. melepaskan diri dari pelukan Kim Lian "
Tenaga Oey Yok Su memang seperti telah lenyap dari tubuhnya, ia sama sekali tidak memiliki tenaga untuk rapat meronta.
Sedangkan Bong Kim Lian begitu rakus menciumi si pemuda. la bermaksud untuk menarik daya rangsang si pemuda.
Oey Yok Su yang telah tidak berdaya jadi berdiam diri, ia telah menyalurkan tenaga sinkangnya mengatur pernapasannya, agar ia tidak bisa dikuasai oleh nafsunya.
Bong Kim Lian jadi mendongkol.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau terlalu bertingkah !" katanya. "Tahukah engkau, betapa banyak pria yang menghendaki tubuhku yang elok ini !"
Tetapi Oey Yok Su berdiam diri saja.
Bong Kim Lian telah tertawa dingin lagi.
"Hemm....., apakah engkau pikir bisa menolak keinginanku ?" kata Bong Kim Lian. "Jangan harap. Aku bisa saja memberikan engkau obat
perangsang.....diwaktu itu aku ingin melihat apakah engkau tidak akan berobah seperti anjing yang
mendambakan daging mengejar-ngejar diriku...!"
Mendengar ancaman Bong Kim Lian, tubuh Oey Yok
Su jadi menggigil.
Memang tidak mustahil dalam keadaan tidak berdaya seperti itu, Kim Lian bisa saja memberikan kepadanya obat perangsang, tentunya dengan cara yang memaksa.
Bukankah dia memang sedang dalam keadaan tidak
berdaya " Karena teringat begitu, tubuh Oey Yok Su jadi
menggigil karena marah dan ngeri
"Jangan engkau ganggu diriku...!" kata Oey Yok Su kemudian. "Aku mohon kepadamu, agar tidak
mengganggu diriku, Lepaskan aku......"
Tetapi Bong Kim Lian telah tertawa dingin; katanya :
"Setelah engkau jatuh ditanganku; jangan harap engkau bisa meloloskan diri...! Hemm, terlebih lagi sekarang engkau demikian keras kepala, maka aku bisa saja melakukan apa-apa untuk memaksamu. .!''.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sambil berkata begitu, Bong Kim Lian, telah
melepaskan pelukannya pada Oey Yok Su. ia telah berdiri dan membuka seluruh sisa pakaiannya, sehingga ia berdiri dihadapan Oey Yok Su dalam keadaan polos.
Malah tubuhnya digerakkan meliuk-liuk dengan gerakan merangsang, untuk menarik daya rangsang Oey Yok Su.
Hal ini membuat Oey Yok Su sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya untuk memandang Kim Lian.
Wanita itu telah meliuk-liuk dengan kedua tangan mempermainkan tubuhnya sambil memperdengarkan
suara desis-desis untuk membangkitkan kelaki-lakian Oey Yok Su.
Walaupun bagaimana Oey Yok Su adalah seorang
pemuda yang baru besar. Maka menghadapi keadaan sperti ini, hatinya jadi tertekan sekali.
Terlebih lagi memang disaat itu ia dalam keadaan tidak berdaya, dimana tenaganya seperti telah lenyap dari tubuhnya dikuasai oleh obat pelemas yang
ditaburkan Kim Lian didalam teh yang telah diminumnya.
Maka jalan satu-satunya untuk Oey Yok Su, ia hanya duduk bersemadhi untuk mengatur pernapasannya dan menjernihkan pikirannya.
Tetapi karena Bong Kim Lian terus menerus
melakukan gerakan-gerakan untuk membujuk dan
merayunya, maka disaat itulah ia telah menyiksa Oey Yok Su dengan perasaan yang tidak menentu.
Oey Yok Su merasakan pipinya sangat panas.
Dan waktu itu Bong Kim Lian dalam keadaan polos telah mendekati Oey Yok Su, ia telah duduk diatas lempengan papan dan berhadapan dengan Oey Yok Su, TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sehingga walaupun Oey Yok Su tidak mau melihatnya, tokh ia tetap bisa melihat bentuk tubuh wanita cantik ini.
Oey Yok Su cepat-cepat memejamkan sepasang
matanya. Tetapi Bong Kim Lian telah mempergunakan jari-jari tangannya membuka kelopak mata Oey Yok Su.
Kisah Para Naga Di Pusaran Badai 7 Bara Naga Karya Yin Yong Bentrok Rimba Persilatan 10
^