Pencarian

Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan 6

Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung Bagian 6


Mereka tampaknya putus asa, sebab tabib2 yang
merawat Toan Hongya seperti juga tidak sanggup untuk menyembuhkan Toan Hongya dari penyakit yang tengah dideritanya itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Semakin lama keadaan Toan Hongya semakin parah, raja Tailie itu sering mengigau dan mengoceh tidak keruan, juga sering bergerak gerak seperti tengah melatih ilmu silat.
Memang sering juga Toan Hongya dalam keadaan
sadar, tetapi keadaannya lemah sekali, bicaranya juga satu-satu, suaranya tidak jelas.
Toan Hongya sendiri heran dan bingung menderita penyakit seperti itu, ia merasakan sekujur tubuhnya panas sekali, seperti juga dari dalam tubuhnya menguap semacam hawa yang panas seperti kobaran api, dan Toan Hongya merasakan kulitnya juga kering sekali, seperti juga kulit itu akan mengelupas.
Yang menyiksa Toan Hongya adalah perasaan panas itu, seperti juga bola api yang berputar-putar didalam perutnya itu naik kedadanya, Dan setiap kali bola api itu memutar bergerak, naik dari dalam perutnya kedadanya, Toan Hongya selalu merasakan napasnya jadi sesak dan dadanya jadi sakit bukan main.
Keadaan seperti ini telah membuat Toan Hongya
sering jatuh pingsan tidak sadarkan diri, jika bola api didalam perutnya itu seperti berputar naik sampai ketenggorokan dilehernya, sehingga napasnya seperti tersumbat dan sulit sekali untuk menghirup udara segar.
Tetapi, setelah lewat lagi beberapa hari Toan Hongya berusaha untuk mengendalikan bola api yang didalam perutnya itu, agar berputar-putar didalam perutnya saja, tidak naik sampai kedadanya.
Keadaan seperti ini memang semula sukar sekali
dilakukan oleh Toan Hongya, namun setelah teringat TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
petunjuk2 dari tojin Lam Siang Cin jin yang pernah diterimanya dari pendeta itu untuk melatih sinkangnya, Toan Hongya mulai bisa menyalurkan sinkangnya dan menguasai bola api itu sehingga hanya berputar-putar didalam perutnya, tidak dapat naik lagi sampai
kedadanya. Dengan demikian Toan Hongya jadi tidak terlalu sering diserang oleh perasaan sesak dalam bernapas, ia juga tidak begitu tersiksa oleh perasaaan sakit pada dadanya.
Toan Hongya sendiri melihat hasil yang telah
dicapainya itu, dimana sinkang yang dimilikinya bisa menguasai bola api yang sangat panas itu, jadi girang walaupun ia masih lemah dan tidak bertenaga, tokh bisa bertahan untuk beberapa saat lamanya, ia pun tidak terlalu sering jatuh pingsan lagi.
Melihat kemajuan yang dicapai oleh Toan Hongya, kerabat istana jadi girang dan bersyukur. Begitu pula para tabib istana, walaupun mereka bingung dan belum mengetahui apa yang diderita raja mereka tokh, mereka ikut bergirang atas kemajuan yang dicapai olch raja mereka. Bahkan tabib2 itu telah berusaha membuka kitab2 kuno pengobatan, untuk mencari sebab2 penyakit yang diderita raja mereka ini.
Beberapa orang tabib lainnya telah melakukan
penyelidikan terhadap mayat ular yang berukuran besar itu, Ternyata ular itu bukan ular sembarangan, karena selain tubuhnya yang bersisik itu tidak bedanya seperti besi serta licin sekali, ular itu memiliki sebuah tanduk di tengah2 kepalanya. Sekilas lihat saja ular itu menyerupai seekor naga kecil.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan penuh ketelitian para tabib itu berusaha menyelidiki keadaan ular itu.
Bahkan mereka telah mengambil sedikit beberapa titik darah ditubuh ular itu, untuk diselidiki.
Namun para tabib tersebut tidak juga berhasil
menemui sebab2 penyakit raja mereka.
Toan Hongya sendiri menyadari, bahwa dirinya
terancam bahaya yang tidak kecil, ia berusaha untuk melatih terus sinkangnya yang pernah diperoleh dari Lam Siang Cinjin.
Dengan melatih lwekangnya itu, Toan Hongya
merasakan tubuhnya jauh lebih segar, maka
membangunkan semangat Kaisar ini untuk melatih diri terus, untuk menyalurkan sinkangnya kedalam perutnya, agar bola api yang sering ber-putar2 diperutnya itu bisa dikendalikannya.
Tetapi walaupun demikian Toan Hongya masih
merasakan tenaganya lemah sekali, sulit sekali ia ingin bangun dari pembaringannya, dengan mengerahkan dan melatih sinkang yang ada padanya, Toan Hongya masih bisa bertahan diri, tetapi bukan berarti penyembuhan.
Justru penyembuhan itulah yang sangat di
harapkannya. Pelajaran Sinkang yang pernah di terimanya dari Lam Siang Cinjin merupakan pelajaran yang tinggi, namun itu hanya bisa mempertahankan diri agar tidak terlalu
"terbakar" oleh kobaran bola api yang berada dalam perutnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan dikerahkannya sinkang yang dimilikinya, Toan Hongya bisa memaksa bola api yang panas didalam perutnya itu tetap berdiam dan hanya ber-putar2 didalam perutnya saja.
Sedangkan pihak istana telah mengeluarkan
pengumuman, siapa yang bisa mengobati luka atau penyakit yang diderita oleh Toan Hongya akan diberikan hadiah yang sangat besar. Siapa saja yang bisa
menyeiamatkan jiwa Toan Hongya dari penyakitnya yang aneh itu, akan dianugerahi kemuliaan.
Memang cukup banyak juga tabib2 disekeliling negeri tersebut yang berusaha untuk mengobati Toan Hongya, tetapi sejauh itu tidak seorangpun yang berhasil.
Bahkan banyak juga yang mengundang tabib2 dari
pegunungan, yang semula telah hidup mengasingkan diri, untuk berusaha menyembuhkan Toan Hongya.
Namun usaha kearah itu ternyata gagal sama sekali.
Orang-orang istana jadi tambah berkuatir, telah sebulan lewat lamanya tanpa adanya tanda2
kesembuhan raja mereka.
Keadaan demikian menguatirkan sekali kerabat istana, begitu juga rakyat negeri Tailie yang sangat menciniai raja mereka ini, jadi ikut bersedih hati.
Mereka tahu, jika penyakit itu berlarut", tokh akhirnya raja mereka akan kehabisan daya tahannya dan berarti akan menemui ajalnya.
Keadaan seperti ini berarti akan membuat raja mereka tidak akan tertolong lagi.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dari hari kehari negeri Tailie semakin dirundung kabut kedukaan.
Terlebih lagi dipihak istana yang lebih banyak
bermurung diri.
Pemerintahan negeri untuk sementara waktu diambil alih untuk diwakili oleh paman Toan Hongya, yaitu Toan Bun, tetapi kegiatan negeri itu tampak beku sama sekali, karena semua orang tengah berduka hati.
Toan Hongya yang dari hari ke hari terus menerus rebah dipembaringan juga jadi tidak puas serta berputus asa.
Toan Hongya maklum bahwa dirinya sulit sekali
disembuhkan dari penyakitnya itu.
Walaupun keadaan demikian ber-larut2 dan dirinya tidak segera menemui ajalnya tokh suatu saat jika memang tenaga dan semangatnya telah habis, ia akan menemui ajalnya juga.
Sehingga Toan Hongya akhirnya suatu pagi
memanggil pamannya, yang selama ini mewakilinya, pesannya jika ia menemui ajalnya,
Toan Bun itulah yang harus meneruskan pemerintahan dinegeri Tailie, sebab memang Toan Ceng belum beristri dan tidak memiliki anak, maka tidak ada akhli waris dari takhta kerajaan dan hanya akan diwariskan kepada kerabat yang terdekat dengan pihak raja yang tengah menjelang maut itu, yaitu setelah dipertimbangkan Toan Ceng memilih Toan Bun.
Sambil menerima pengobatan terus menerus dari para tabib istana, dan juga menerima perawatan yang teliti TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sekali, Toan Hongya pun tidak pernah melalaikan untuk mengerahkan sinkangnya guna membendung bola api yang berada diperutnya.
Selama bola api itu masih bisa dibendungnya didalam perut, berarti ia masih bisa untuk bertahan tidak terlalu sering pingsan atau sesak napasnya.
Para tabib istana juga telah mengerahkan ber-macam2
obat2 yang langka dan mahal harganya, guna
memberikan kekuatan kepada raja mereka ini. Entah berapa banyak obat2 yang mahal harganya telah
dipergunakan. ---oo^dw-kz~0~Tah^oo---
BAGIAN 24 : HEK WAN SI PENAMBAL
MANGKOK NAMUN pada suatu pagi, diluar pintu istana terjadi keributan mendadak.
Waktu Toan Liang yang hari itu tengah memimpin
pasukan pengawal mengadakan penjagaan diistana
keluar untuk melihat keributan itu.
Ternyata keributan tersebut ditimbulkan oleh beberapa orang anak buahnya.
Dimuka istana tampak seorang laki2 yang keadaannya tidak keruan macam, berpakaian kebesaran dan juga tidak keruan bentuknya, dengan rambut yang terurai turun, tengah duduk sambil mengoceh seorang diri.
Mungkin usia orang itu lima puluh tahun, ia mengoceh seorang diri dengan sepasang mata yang terpejamkan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Anak buah Toan Liang menimbulkan suara yang ribut karena mereka tengah mengusir orang tersebut agar tidak berdiam dimuka istana.
Toan Liang segera memanggil salah seorang anak
buahnya, menanyakan apa sebabnya timbul keributan itu.
"Maafkan Goan (jenderal)," kata anak buah Toan Liang.
"Jangan Goanswe Tai jin gusar, sesungguhnya kami tengah mengusir orang liar itu agar tidak berdiam dimuka istana, tetapi orang itu, yang mengakui dirinya sebagai seorang penambal mangkok, tidak bersedia pergi. la mengatakan ingin bertemu dengan Toan Hongya untuk memperlihatkan keakhliannya menambal mangkok.....!"
Sepasang alis Toan Liang Jadi mengkerut karena
justru orang itu yang mengakui dirinya sebagai akhli menambal mangkok itu tidak memiliki sangkut paut dan hubungan dengan penyakit yang diderita oleh Toan Hongya.
Dan saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk
memperlihatkan kepandaiannya orang tersebut
dihadapan Toan Hongnya, karena raja itu tengah sakit.
"Katakan kepadanya, agar datang dilain saat saja, karena Toan Hongya tengah sakit," kata Toan Liang akhirnya.
"Sudah hamba katakan begitu, tetapi justru orang tersebut memaksa juga untuk bertemu dengan Toan Hongya......... ia mengatakan memang telah didengarnya Toan Hongya sakit, maka ia ingin menghibur Toan Hongya, agar raja kita itu terhibur sedikit oleh TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
pertunjukan yang akan diadakan dihadapan Toan
Hongya, menambal mangkok2 yang telah pecah.... !"
Mendengar keterangan anak buahnya itu, Toan Liang jadi marah, ia mengerutkan sepasang alisnya berpikir keras, tetapi diwaktu itu iapun berpikir juga bahwa selama ber-bulan2 Toan Hongya menderita penyakitnya itu dan selama itu hanya rebah dipembaringan, bukankah memang selayaknya jika Kaisar mereka itu diberi hiburan.
Mungkin orang yang mengakui dirinya sebagai
penambal mangkok itu memiliki keakhlian yang unik, yang bisa menghibur Toan Hongya, karena ia begitu berkeras ingin bertemu dengan Toan Hongya.
"Baiklah, suruh orang itu masuk menghadap padaku", kata Toan Liang akhirnya.
Anak buah Toan Liang mengiyakan dan
mempersilahkan orang yang aneh tersebut untuk
bertemu dengan Toan Liang.
Dengan sikap yang acuh tak acuh dengan kurang
memperlihatkan sikap menghormat, orang tersebut telah duduk sembarangan dihadapan Toan Liang, ia
menggumam dengan suara yang perlahan, namun cukup jelas didengar oleh Toan Liang : "Sungguh celaka.....!
Sungguh celaka.....! Raja tengah sakit, tetapi semua orang telah membiarkan raja dengan penyakitnya begitu saja............! Sungguh suatu hal yang menyedihkan sekali... aku yang ingin menghibur Toan Hongya agar tidak terlalu bersedih hati, namun justru sayangnya manusia2 yang mengelilingi Toan Hongya malah lebih senang melihat raja mereka menderita dan melarang aku memberikan hiburan.......!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Toan Liang jadi tertarik, ia telah memandangi orang itu sejenak lamanya, kemudian ta nyanya : "Siapa namamu, orang tua"
"Namaku....." Aku tidak memiliki nama. Sudah terlalu lama aku tidak memakai nama apa pun juga. Hanya sahabat2ku banyak yang memanggilku dengan sebutan si Hek-wan (Kera Hitam)."
"Nama yang aneh" kata Toa Liang kemudian.
"Hmmm....., tidak terlalu aneh. Kau lihat, kulitku ini hitam, bukan" Dan juga wajahku memang buruk, tidak tertalu bagus seperti kau, maka cocok jika sahabat2ku itu mengatakan bahwa mukaku ini menyerupai muka seekor kera.........!"
Toan Liang sadi tertegun, aneh sekali orang ini, tetapi justru orang ini senang sekali tampaknya memiliki gelaran seperti Hek Wan itu, ia malah telah menekankan bahwa gelaran itu tepat sekali untuk keadaan dirinya yang sebenar-nya.
"Baiklah, lalu apa maksudmu memaksa untuk bertemu dengan Toan Hongya?" tegur Toan Liang lagi.
"Akh, Goanswe rupanya belum menerima laporan
bahwa aku hanya sekedar ingin menghibur Toan Hongya.
Bukankah Toan Hongya telah menderita sakit yang lama dan panjang sekali......" Maka jika memang aku bisa memberikan hiburan kepada Toan Hongya, jelas akan mengurangi sedikit penderitaaanya dan Hongya akan terhibur. . . .!"
"Hemm....., hiburan dalam bentuk apa yang hendak engkau berikan ?" tanya Toan Liang.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aku seorang akhli menambal mangkok, maka aku akan memperlihatkan kepada Toan Hongya, cara
bagaimana menambal mangkok, agar Toan Hongya
terhibur...! Bukankah menambal cawan atau mangkok yang telah pecah menjadi utuh kembali merupakan pertunjukan yang menarik sekali...?".
Toan Liang berdiam diri.
la sebagai seorang Goanswe, tentu saja memiliki pandangan yang luas.
Memang orang ini hanya menyatakan ingin
memberikan hiburan kepada Toan Hongya dengan
mengadakan pertunjukan menambal mangkok atau
cawan yang pecah, suatu pertunjukan yang biasa saja.
Namun tentunya orang ini mengandung maksud tertentu dengan memaksa seperti itu ingin bertemu dengan Toan Hongya.
Walaupun masih ragu2 perihai keperibadian orang tersebut, Toan Liang akhirnya mengangguk.
"Baiklah, aku akan memenuhi keinginanmu, tetapi tentu saja engkau juga harus memenuhi syarat2 yang ada", kata Toan Liang kemudian.
"Syarat2 apa itu ?" tanya orang tersebut sambil mengangkat kepalanya mengawasi Toan Liang.
"Engkau harus benar-benar memiliki suatu,
pertunjukan yang baik untuk Toan Hongya, karena telah beberapa saat Hongya sakit, sehingga jika memang pertunjukanmu itu tidak berarti apa-apa, sia-sia saja hanya menambah keruwetan Hongya ...... maka jika engkau gagal menghibur. Hongya, dirimu akan
menerima........!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Orang itu mengangguk dengan pasti.
"Baik.......!" katanya kemudian "Aku berani bertaruh, Hongya tentu akan menyukai pertunjukanku !''
Toan Liang perintahkan seorang pengawal untuk
mempersiapkan keperluan orang itu mengadakan
pertunjukan. Orang itu tidak meminta apa-apa, ia hanya minta disediakan sepuluh cawan terisi penuh oleh arak.
Toan Liang dan beberapa orang pengawal mengiringi orang tersebut memasuki tempat peraduan raja, dan Toan Liang telah perintahkan agar para pengawal itu mengadakan penjagaan yang ketat, karena Toan Liang kuatir kalau2 orang tersebut, 'Hek Wan", melakukan tindakan sesuatu yang bisa mencelakai raja mereka.
Begitu masuk kedalam ruang peraduan raja, Hek Wan melihat Toan Hongya tengah rebah di tempat
peraduannya dengan tubuh yang kurus dan keadaan lemah. Dan waktu Hek Wan memasuki kamar, Toan
Hongya hanya melirik lesu.
Hek Wan telah memberi hormat sambil berkata :
"Toan Hongya, aku memiliki sedikit pertunjukan untukmu, entah kau akan senang melihatnya atau
tidak........!"
Dan setelah berkata begitu, tanpa menantikan
jawaban Toan Hongya, Hek Wan telah duduk numprah diatas lantai, ia meminta kepada Toan Liang agar kesepuluh cawan arak itu didekatkan padanya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Seorang pengawal menuruti permintaan Hek Wan,
dimana kesepuluh cawan arak itu telah diletakkan didekat Hek Wan, sebelah kanan.
Hek Wan mengambil sebuah cawan arak, meneguk
isinya sampai kering, kemudian berkata : "Toan Hongya, coba perhatikan kemari...........! Ini ada sebuah cawan yang masih utuh, dan aku akan merusaknya...........!"
Membarengi dengan perkataannya itu, Hek Wan telah membanting keras-keras cawan itu ke lantai, seketika cawan itu pecah berkeping-keping.
"Hongya telah melihat, cawan yang utuh itu hancur, dan sekarang aku Hek Wan sebagai penambal mangkok akan menambal cawan yang pecah itu. Ini bukan urusan yang sukar. Seperti diketahui, mangkok atau cawan dibuat dengan di-tengah2nya kosong, sehingga bisa dipergunakan untuk makan dan minum, dapat diisi oleh sesuatu didalamnya. Kekosongan bisa menimbulkan isi, bisa mendatangkan kepadatan dan keberisian yang dikehendaki........!"
Bagi semua orang yang mendengar perkataan Hek
Wan menganggap itulah perkataan yang biasa saja, tetapi justru Toan Hongya yang dalam keadaan lemah seperti itu jadi terkejut dihatinya, karena ia mengetahui kata2 yang di ucapkan oleh Hek Wan adalah sebagian dari pelajaran ilmu sinkang, yaitu yang berisi menjadi kosong dan yang kosong jadi berisi. Itulah sedikit kata dari pelajaran Sinkang yang memiliki arti yang luas.
Tanpa disadari, Toan Hongya menyahuti dengan suara yang lemah : "Itu memang benar," dan Toan Hongya menghela napas dalam2.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Semua orang yang berkumpul didalana ruangan itu jadi memandang heran, melihat Toan Hongya bersedia berkata2, malah membenarkan perkataan penambal
mangkok itu. Memang telah diketahui mereka, mangkok dan cawan selalu kosong-tengahnya dan tanpa
dibicarakan mereka memang telah tahu.
Justru Toan Hongya tampaknya jadi memperhatikan apa yang akan dikatakan oleh penambal mangkok itu selanjutnya.
"Cawan yang telah pecah ber-keping2 ini, per-tama2
kita mengambil yang berada disebelah kanan, yang terkecil," kata Hek Wan lagi. "Pecahan2 yang kecil itu kita tambal dulu, baru kemudian memilih yang lebih besar, dan yang terakhir baru potongan dari pecahan yang paling besar........ jadi yang kecil itu menunjang yang besar. Tanpa mengumpulkan dulu yang kecil2, tentu tidak mungkin, bisa memperoleh hasil yang baik "
Muka Toan Hongya jadi ber-seri2, sebagai seorang yang mengerti pelajaran silat dan telah mempelajari sinkang, ia mengetahui makna yang terkandung dalam perkataan Hek Wan, malah dengan suara yang girang Toan Hongya berkata : "Benar.......tepat sekali. Dan bagaimana selanjutnya ?"
"Selanjutnya jika cawan yang telah pecah ber-keping2
itu berhasil kita sambung, kita harus mengasahnya, sehingga menjadi licin dan tambalan itu tidak akan tampak lagi, menjadi utuh kembah seperti semula ... "
"Tepat.........!" seru Toan Hongya girang, entah mengapa, dihatinya jadi timbul semangat baru.
"Siapakah locianpwe yang telah memberikan petunjuk berharga ini kepadaku ?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hek Wan telah tertawa.
"Sahabat2 biasa memberikan julukan pada ku Hek Wan........itu saja namaku, dan Hongya bisa memanggil begitu juga.......!", menyahuti Hek Wan.
Toan Hongya telah menoleh kepada Toan Liang, ia berkata : "Paman berikan sebuah kamar yang bersih dan baik untuk Hek Wan Lo cianpwe.......!"
Toan Liang benar2 heran, mengapa rajanya jadi
begitu girang dan tertarik sekali atas kata2 yang diberikan oleh Hek Wan. Padahal yang dibicarakan oleh Hek Wan hanyalah kata2 biasa saja perihal sebuah cawan, dan tentunya semua orang juga mengetahui apa itu cawan dan bagaimanaa jika pecah dan cara
menyambungnya. Tetapi malah Hongyanya itu seperti juga tertarik sekali.
Hek Wan tertawa lagi.
"Hari ini aku memberikan pertunjukan hanya 'sampai'
disini, dua hari lagi aku akan melanjutinya, cobalah Hongya meresapi pertunjukanku ini selama dua hari, dan kesembilan cawan ini biarkan saja disini, karena aku masih memiliki sembilan pertunjukkan yang menarik mengenai cara menambal cawan yang telah
pecah.........".
"Terima kasih locianpwe, terima kasih........i" kata Toan Hongya, dan wajahnya yang pucat itu berobah seketika jadi berseri.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Toan Liang dan yang lainnya hanya memandang heran karena mereka tidak mengerti mengapa raja mereka bisa begitu tertarik dengan kata2 Hek Wan.
Hanya mereka tidak berani meremehkan Hek Wan
lagi, sebab raja mereka sendiri tampaknya menghormati orang yang tampaknya sinting dan tidak beres pikirannya tersebut.
Bukankah Hongya mereka jadi begitu girang
mendengar kata2 Hek Wan, bahkan menyatakan terima kasihnya "
Begitulah Hek Wan telah diberikan sebuah kamar yang indah dan baik, juga diberikan perlengkapan makan dan minum yang lezat2.
Sedangkan Toan Hongya setelah Hak Wan berlalu dari kamarnya, jadi berdiam diri meresapi perkataan Hek Wan.
---o~dw.kz^0^Tah~o---
MEMANG bagi Toan Liang dan yang lainnya, yang
tidak mementingkan pelajaran silat, perkataan Hek Wan biasa saja. Namun untuk Toan Hongya justru memiliki arti yang tersendiri.
Tanpa diketahui semua orang, bahwa Hek Wan
sebetulnya tengah memberikan petunjuk kepada Toan Hongya untuk melatih tenaga sinkang kelas tinggi !
Bahkan dengan cara perumpamaan mangkok atau
cawan yang pecah seperti itu, Hek Wan ingin
mengartikan bahwa Toan Hongya yang tengah menderita sakit begitu aneh, sehingga penyakit Toan Hongya bisa TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
disembuhkan jika memang melatih sinkang dari yang terkecil dulu, ditambah kemudian dengan tambalan dari pecahan kekuatan tenaga murninya yang cukup besar, dan kemudian baru mengerahkan hawa murni yang
sesungguhnya. Dengan demikian barulah penyakitnya itu bisa dikuasai dan diusir, tetapi sebaliknya, selama hari2
yang lalu justru Toan Hongya begitu saja telah mengerahkan lwekangnya, yang mengandung kekuatan penuh untuk menguasai bola api didalam perutnya.
Setelah rnerenungkan sejenak lamanya kata-kata Hek Wan, akhirnya Toan Hongya minta para pelayannya keluar meninggalkannya seorang diri.
Setelah semua orang keluar dari peraduannya, Toan Hongya melatih pernapasannya.
Raja ini melatih diri dengan cara yang paling bawah dulu untuk melatih sinkang, ia mempergunakan cara yang paling mudah.
Setelah ia melatihnya sekian lama, ia merasakan napasnya jauh lebih besar.
"Tepat sekali apa yang dikatakan Hek Wan Locianpwe tadi, memang harus menambalnya dari yang terkecil dulu....... dan aku harus menambal sinkangku ini dari yang paling terkecil dan terendah dulu, guna memupuk kekuatan inti yang paling besar untuk mengusir
penyakitku ini............ !"
Sementara Toan Hongya jadi terbangun, ia telah
menarik dan mengeluarkan napasnya. dengan teratur dan juga melatih terus sinkangnya dari tingkat yang pertama, semakin lama Toan Hongya merasa tubuhnya semakin segar.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Begitulah dengan giat Toan Hongya melatih diri, selama dua hari ia terus memperbesar tenaga latihannya, setingkat demi setingkat. Dalam dua hari itu wajah Toan Hoangya yang semula pucat pias, telah berobah jadi merah segar kembali.
Bahkan selama dua hari itu Toan Hongya dapat
bersantap cukup banyak.
Kerabat istana jadi girang menyaksikan kemajuan yang dialami Toan Hongya, kesehatan raja tampak ber-angsur2 bertambah baik.
Hanya tabib-tabib istana yang menjadi heran dan bingung, mereka tidak tahu entah cara bagaimana kesehatan Toan Hongya bisa memperoleh kemajuan.
Waktu Toan Liang menanyakan pada rajanja, obat apa yang telah menyembuhkan sebagian dari penyakit Toan Hongya, raja itu menyatakan ia telah diobati oleh Hek Wan.
Toan Liang jadi terkejut.
"Apakah selama dua hari ini Hek Wan sering datang kekamar ini secara diam-diam, Hongya ?"
Toan Ceng menggeleng perlahan, ia telah berkata :
"Apa yang dikatakannya hari itu benar-benar merupakan obat yang paling mujarab dan Hek Wan Locianpwe telah berjanji bahwa hari ini ia akan memberikan petunjuknya lagi dalam hal menambal cawan pecah.......!" Toan Liang mengangguk.
Segera Toan Liang sendiri yang pergi mengundang Hek Wan untuk datang kekamar peraduan Hongya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hek Wan telah menolaknya, Ia mengatakan sore ini ia baru akan mengunjungi Toan Hongya untuk memberikan pertunjukannya lagi.
Malah Hek Wan telah meminta makanan-makanan dan arak yang baik untuk menjadi santapannya.
Toan Liang tidak berani berayal, segera ia perintahkan pengawal istana untuk mempersiapkan permintaan Hek Wan.
la telah mengetahui dari Toan-Hongya, bahwa Hek Wan inilah yang memberikan semangat kehidupan, pada diri Toan Hongya, yang semula telah sekarat itu.
Maka dengan sendirinya Toan Liang sangat
menghormati nya.
Disaat itu, Hek Wan telah memakan semua santapan yang ada dengan lahap.
Dan sore harinya ia baru datang kembali mengunjungi Toan Hongya dikamar peraduannya.
Cawan arak tinggal sembilan, setelah duduk
bersimpuh disamping pembaringan, Hek Wan mengambil salah satu cawan itu, kemudian ia meneguk araknya, katanya lagi:
"Sekarang aku akan mulai dengan pertunjukan yang kedua silahkan Toan Hongya menoleh kemari lihatlah cawan ini 'masih utuh" !" dan setelah berkata begitu Hek Wan membanting cawan itu lagi kelantai, sehingga cawan tersebut pecah berantakan.
Toan Hongya memperhatikan dengan penuh minat
dan perhatian. Lalu Hek Wan berkata lagi :
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Cawan yang pecah ini harus dikumpulkan, dari yang paling kecil, sampai pada kepingan yang terbesar.
Dijadikan satu.
Dibiarkan berkumpul.
Dan kita yang harus memilihnya dengan cermat,
menyalurkan pecahan itu satu persatu, sehingga bisa menyambungnya dan menambalkan kepingan itu satu persatu menjadi rata pula.
Kesabaran harus dipergunakan sebaik mungkin, untuk menyusun bagian-bagian yang terkecil dari kepingan2
cawan ini. Nah, mengertikan Hongya ?"
Toan Hongya tersenyum, sahutnya: "Terima kasih Hek Wan Locianpwe....... terima kasih, aku.... aku mengerti."


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Nah, sekarang telah selesai pertunjukan yang kedua, dan aku baru akan mamperlihatkan pertunjukan yang ketiga setelah lewat empat hari lagi, silahkan Hongya merenungkan perkataanku itu ......!"
Setelah berkata begitu, Hek Wan pamitan dan kembali kekamarnya,
Sedangkan Toan Hongnya kembali merenungkan
kata2 Hek Wan. la yakin bahwa yang dikatakan oleh Hek Wan
merupakan pelajaran ilmu sinkang tingkat tinggi.
Seperti katanya, kesabaran harus dipergunakan sebaik mungkin, untuk menyusun bagian2 terkecil dari cawan ini memiliki arti yang luas sekali.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dan Toan Hongya tengah berusaha untuk
memecahkan arti dari perkataan itu, karena memang ia bermaksud untuk dapat menarik kesimpulan yang sangat berharga yang tersembunyi dalam kata2 itu.
Seperti orang menggumam, Toan Hongya telah
mengulangi perkataan itu :
"Kesabaran harus dipergunakan sebaik mungkin !"
akhirnya Toan Hongya berhasil memecahkan arti
perkataan itu, yaitu bahwa dalam menyalurkan lwekang untuk melatih singkang yang tinggi, ia harus berlaku sabar sekali dan teliti, yaitu harus menyalurkan seluruh hawa murni ditubuhnya kejalan darah dan urat yang terkecil diseluruh tubuhnya, guna mencapai hasil yang memuaskan.
Diam-diam Hongya telah mengeluarkan seruan
gembira, sehingga mengejutkan seorang pelayan yang masih berada didalam kamar tersebut.
Pelayan itu tidak mengerti mengapa Hongyanya telah berseru begitu, maka ia memandang penuh keheranan, Namun melihat wajah Toan Hongya yang ber-seri2, pelayan itu jadi ikut girang.
Segera pelayan tersebut melaporkan kepada Toan
Liang perobahan yang terjadi pada diri raja mereka, yang tampaknya telah bertambah maju kesehatannya.
Sedangkan Toan Hongya setelah berhasil
memecahkan rahasia yang terdapat dalam kata kata Hek-wan, segera menyalurkan sinkangnya, melatihnya dengan sabar sekali, sampai hawa murni itu berhasil masuk kejalan-jalan darah yang terkecil sekalipun didalam tubuhnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Perasaan segar telah meliputi diri raja ini, sehingga ia merasa jauh lebih sehat.
Walaupun bola api yang panas masih ber-putar2
berdiam didalam perutnya, tokh bola api itu sudah tidak liar lagi.
Biarpun Toan Hongya tidak mengendalikan dengan
sinkangnya, bola api itu telah menggelinding naik kedadanya.
Hal ini telah memperlihatkan kemajuan yang tidak kecil buat Toan Hongya, sehingga raja tersebut jadi girang bukan main.
Selama empat hari Toan Hongya melatih diri terus dengan mengerahkan sinkangnya.
Sedangkan kerabat istana jadi girang, kesembuhan yang dicapai oleh raja mereka benar2 menggembirakan, karena setelah lewat empat hari, Toan Hongya berhasil untuk duduk, dan tetap mau bersantap cukup banyak, sehingga mukanya yang semula pucat pasi itu kini jadi segar kembali.
Berita kesembuhan kaisar Toan itu, walaupun belum keseluruhannya, tokh telah tersiar luas diseluruh kerajaan, menggembirakan rakyatnya.
Banyak juga rakyatnya yang telah menyediakan meja sembahyang, serta bersembahyang menyatakan syukur mereka kepada Thian bahwa raja mereka telah
memperoleh kesembuhan.......... berhasil melewati masa kritisnya.
Setelah empat hari sejak Hek Wan memecahkan
cawan yang kedua, maka sore harinya Hek Wan kembali TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menghadap pada Toan Hongya, ia memecahkan kembali cawan yang ketiga dan mengucapkan kata-kata yang menjelaskan mengapa cawan itu jika dibanting jadi pecah.
Banyak sekali kata-kata yang diucapkatn Hek Wan, dan semua kata-katanya itu memiliki rahasia tertutup dari pelajaran sinkang yang sangat tingg.
Dengan demikian, Toan Hongya secara diam-diam
telah memperoleh petunjuk-petunjuk melatih tenaga sinkang yang terpendam dalam dirinya.
Petunjuk2 yang diberikan oleh Hek Wan secara
sembunyi seperti itu, memiliki khasiat yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan petunjuk yang pernah
diterima Toan Hongya dari Lam Siang Cin jin, karena palajaran melatih Sinkang yang diberikan oleh Hek Wan merupakan pelajaran Sinkang yang memilki keuntungan yang tidak kecil.
Disamping itu, setiap cawan arak yang dipecahkan oleh Hek Wan semakin banyak, semakin sulit pula arti yang harus ditembus oleh Toan Hongya dalam kata-kata yang teraembunyi itu.
Tetapi Hek Wan juga telah semakin mengundurkan
waktunya. Jika cawan pertama dipecahkan, ia meminta dua hari untuk pertunjukan keduanya, kemudian empat hari untuk cawan yang kedua, lalu dua minggu untuk cawan ketiga
....... dan begitu seterusnya, waktunya semakin diperpanjang.
Dengan demikian Toan Hongya dapat melatihnya
dengan cukup luas.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Malah setelah Hek Wan memecahkan cawan vang
ketujuh, Toan Hongya telah dapat turun dari
pembaringan dan ber-jalan2 ditanah, walaupun tubuhnya masih lemah dan langkah kakinya masih per-lahan2.
Melihat kemajuan yang telah dicapai oleh raja mereka, kerabat istana jadi begitu girang dan memperlakukan Hek Wan dengan istimewa hormatnya.
Karena mereka menganggap bahwa Hek Wan
merupakan tuan penolong jiwa raja mereka yang
sebelumnya telah sekarat.
Tetapi Hek Wan tetap membawa sikap biasa, malah ia selalu mengoceh bahwa dirinya adaiah penambal
mangkok, dan ia selama mempertunjukkan keakhliannya itu dihadapan Toan Hongya, ia girang juga, karena raja itu telah memperhatikan permainannya yang agak unik dan aneh ini.
Toan Liang sendiri telah dapat menerkanya bahwa Hek Wan tentunya seorang tokoh sakti, yang tengah menyamar sebagai seorang akhli menambal mangkok.
Maka dari itu, ia memperlakukan Hek Wan dengan sikap yang hormat sekali.
Sedangkan Toan Ceng sendiri memperoleh kemajuan yang pesat.
Iapun telah menerima petunjuk dari Hek Wan pula disaat penambal mangkok itu memecahkan cawan yang kedelapan.
Petunjuknya itu semakin sulit, tetapi sebagat seorang kaisar yang memiliki otak terang dan cerdas, Toan Ceng bisa menangkap petunjuk2 yang diberikan secara rahasia oleh Hek Wan itu. Selama dua buIan lebih Toan Hongya TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
telah memperoleh kemajuan yang pesat sekali untuk sinkangnya.
Dan diwaktu itu, yang masih mengganggu pikiran
Toan Hongya adalah bola api yang masih teap berada didalam perutnya, walaupun bola api itu sudah tidak terlalu mengganggu dada dan napasnya.
Namun waktu Toan Hongya tengah mendengari
petunjuk yang diberikan Hek Wan, disaat mangkok kesembilan dipecahkan, disaat itulah Toan Hongya mengeluh.
Ia merasakan sesuatu yang tidak enak pada perutnya, dan ia berusaha mempertahankan diri agar tidak
memperlihatkan sikapnya pada Hek Wan.
Tetapi Hek Wan telah melihat perobahan pada wajah Toan Hongya.
la berhenti memberikan-petunjuknya dan bertanya pada Toan Hongya : "Apa yang Hongya rasakan ?"
"Ti........tidak . , . !" menyahuti Toan Hongya.
"Jangan menutupi perasaan Hongya, silahkan Hongya beritahukan padaku mungkin aku bisa menambal
mangkok atau cawan yang pecah ini lebih baik ........!'.
Toan Hongya ragu2, tetapi kemudian ia menjelaskan apa yang dirasakannya, ialah bola api diperutnya yang terlalu menyiksanya.
"Hemmm........., hanya itu yang belum dapat ditembus oleh Hongya ... memang dalam menambal mangkok
terkadang terdapat kesukaran juga, yaitu terselip debu dan kerikil itu harus dilenyapkan, tetapi justru yang TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
terpenting kita harus mengetahui dari mana datangnya kerikil itu.........!"
---o~dw.kz^0^Tah~o---
BAGIAN 25 : ULAR PUALAM EMAS
(KIM GIOK COA) "AKU telah membunuh seekor ular yang aneh
bentuknya dikolam istana .......!" menjelaskan Toan Hongya. ,
"Seekor ular ?" tanya Hek Wan.
"Waktu itu aku tengah bermain dikolam, dan telah dililit oleh seekor ular, dan kemudian aku berhasil membinasakannya dengan menggigitnya."
"Dan darah ular itu telah dihirup oleh Toan Hongya ?"
tanya Hek Wan. Toan Hongya mengangguk.......... "Ya, dan ular itu telah binasa..........!"
"Dan setelah membinasakan ular itu, barulah Toan Hongya menderita sakit yang aneh ini ?"
"Benar !"
"Nah kerikil itu telah kita dapat ketahui
sumbernya.......! Justru penyakit Hongya disebabkun darah ular itu !"
"Penyakitku disebabkan darah ular itu ?" tanya Toan Hongya.
"Pasti karena ular itu !" mengangguk Hek Wan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Tentunya ular itu merupakan ular mustika......tetapi sayangnya setelah Hongya berhasil membinasakan ular itu, Hongya tidak memperoleh perunjuk yang baik, jika tidak malah darah ular yang telah Hongya minum itu merupakan mustika yang langka dan jarang sekali bisa diperoleh, malah bisa merupakan keberuntungan yang baik sekali.......!"
Toan Hongya menghela napas...... "Tetapi semuanya telah terlanjur terjadi, waktu itu aku tidak beruntung bisa bertemu dengan Hek Wan Locianpwe, sehingga, aku menderita sakit yang berkepanjangan seperti ini."
Hek Wan tertawa.
"Segalanya belum terlambat. Memang aku sendiri heran, biasanya jika aku memberikan pelajaran
menambal mangkok sampai yang kelima, tentu segala hawa kotor dalam seluruh tubuh orang yang
bersangkutan akan terbuang dan tubuh maupun
darahnya menjadi bersih. Namun Hongya sampai
mangkuk yang ketujuh masih juga menderita sedikit gangguan, walaupun memang terlihat juga
kemajuannya...! Baiklah, bisakah aku Pergi memeriksa mayat ular yang telah Hongya binasakan"''.
Toan Hongya mengangguk cepat.
"Tentu saja bisa Hek Wan Locianpwe...!" dan setelah berkata begitu, Toan Hongya menoleh kepada Toan Liang, ia perintahkan agar Toan Liang membawa mayat ular itu.
Bangkai ular tersebut telah dikeringkan, dan Hek Wan memeriksanya dengan teliti.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu pertama kali ia melihat ular itu, ia telah mengeluarkan seruan heran : "Binatang yang mujijat.......!'' dan ia asyik memeriksanya.
Sampai akhirnya Hek Wan menoleh kepada Toan
Hongya, sambil katanya : "Beruntung sekali Hongya bisa menghirup darah ular ini, itulah suatu keberuntungan yang tidak kecil.."
"Tetapi Hek Wan Locianpwe, justru setelah menghirup darah, ular itu aku menderita sakit yang hebat dan nyaris binasa juga........! Lihatlah seluruh kulit ditubuhku juga masih berbintik-bintik merah........!"
Hek Wan tertawa.
"Itu disebabkan kesaktian darah ular ini tidak disalurkan ketempat-tempat yang semestinya...........!.
Tetapi belum terlambat, aku bisa memanfaatkan darah ular itu untuk memberikan keberuntungan kepada
Hongya............!"
Toan Hongya jadi memandang heran.
Tetapi Hek Wan telah meneruskan perkataannya.
"Sekarang kita akan mulai. Dua pelajaran mengenai menambal mangkok kita tunda dulu...! tahukah Hongya apa nama ular ajaib ini ?"
Toan Hongya menggelengkan kepalanya.
"Tidak ........!" sahutnya.
"Inilah yang biasa disebut Kim Giok Coa (Ular Pualam Emas), seekor ular yang langka sekali. Usia ular ini mungkin telah mencapai seribu tahun, karena ukurannya yang besar dan juga telah hidup cukup panjang. Maka dengan menghirup darah ular iai, berarti Hongyaa telah TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menerima keberuntungan yang tidak kecil. Binatang ini sangat jarang sekali bisa dijumpai, karena didalam dunia mungkin hanya ada dua atau tiga ekor saja, itupun ditempat2 yang sulit dicapai oleh manusia. ...! Biasanya jika seekor ular Kim Giok Coa ini berhasil dibinasakan dan darahnya dihirup oleh seorang manusia, walaupun Kim Giok Coa yang berusia dua atau tiga tahun akan
menyebabkan orang itu panjang umur dan selalu sehat !
Hebat tidak" Nah, sekarang Toan Hongya telah
meminum darah ular yang mungkin berusia sampai
seribu tahun ini. . . .!"
"Dari mana Hek Wan Locianpwe mengetahui bahwa ular itu adalah Kim Giok Coa?" tanya Toan Hongya.
"Apakah Hongya tidak memperhatikan tanduknya itu"
Inilah tanduk yang mujijat sekali. Dan hanya Kim Giok Coa saja yang memiliki tanduk seperti itu pada
kepalanya."
"Lalu.. apakah aku bisa disembuhkan dari penyakit yang aneh ini ?"
Hek Wan mengangguk.
"Pasti bisa! Seharusnya waktu Hongya meminum darahnya dan berhasil membinasakan ular ini, direndam dalam arak selama tiga hari, kemudian arak itu diminum, sehingga panas yang akan dipancarkan oleh darah ular itu bisa menurun, tetapi tidak mengurangi khasiat dari darah ular itu sendiri...........!"
"Hemm......., jika demikian tentu aku akan tertolong, Locianpwe.....?" tanya Hongya.
"Ya......!" menyahuti Hek Wan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kemudian Hek Wan bekerja dengan cepat, ia telah meminta sebilah pisau.
Toan Liang yang mendengar hal itu juga jadi girang.
la telah membawa sebilah pedang, dan diberikan
kepada Hek Wan.
Sambil memotong tanduk ular itu, Hek Wan terus juga memberikan keterangannya "Daging ular inipun jika diolah, akan menjadi mustika yang besar artinya, karena setiap orang yang bisa memakan sepotong daging ular yang telah diramu oleh obat2 tertentu, akan bisa tambah usia sampai beberapa tahun dari usia, yang sebenarnya, disamping tubuh akan menjadi kuat.........!".
Toan Hongya mendengarkan terus dengan penuh
perhatian, sedangkan Hek Wan yang telah selesai memotong tanduk ular itu meminta secawan arak.
Kemudian dalam arak itu dimasukkan sepotong tanduk yang dipotong oleh Hek Wan.
"Biarkan tanduk ini direndam selama tiga hari, dan nanti Hongya meminumnya. Penyakit mu akan lenyap, tapi akan mengalami kegatalan yang hebat. Namun itu tidak apa2, hal ini di sebabkan keterlambatan Hongya menerima petunjuk ..........."
Toan Hongya tersenyum, katanya dengan sabar :
"Syukur ada Locianpwe yang telah memberikan petunjuk sehingga aku tidak sampai harus tersiksa oleh penyakitku ini !"
Selama tiga hari Toan Hongya diberikan arak yaag direndam tanduk ular itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah meminum arak itu, Hek Wan meminta Toan
Hongya merebahkan tubuhnya dipembaringan untuk
tidur. "Sebentar lagi racun ular itu akan bekerja .......... dan jangan Hongya kaget jika mengalami sesuatu .......... !"
kata Hek Wan. Hongya dari Tailie itu hanya mengangguk saja, ia telah mempercayai sepenuhnya keselamatan jiwanya pada Hek Wan.
Sedangkan Toan Liang telah menerima perintah dari Hek Wan, untuk memotong-motong daging ular itu.
Kemudian Hek Wan bekerja meramu obat2an yang lalu dicampur dengan daging ular itu.
"Kalian masak daging ular ini, dan kemudian bagi2kan pada kerabat istana, sehingga mereka akan kuat dan sehat ..........!"
Toan Liang mengiyakan dan perintahkan juru masak istana untuk mengolah daging ular itu.
Karena ular itu sangat besar, maka daging nya juga sangat banyak.
Lebihnya telah diberikan kepada penduduk ibu kota, seorangnya mencicipi sepotong.
Perihal ular ajaib itu jadi tersebar luas dan menjadi pembicaraan orang2 diibu kota Takie tersebut.
Setelah memberikan petunjuk2 kepada Toan Liang
bagaimana mengolah daging ular itu Hek Wan kemudian menguruti sekujur tubuh Toan Hongya.
Cara mengurut yang dilakukan Hek Wan bukan
sembarangan urut.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Karena Hek Wan telah mengurut bagian jalan
terpenting ditubuh kaisar itu.
Setiap jalan darah yang diurutnya jadi terbuka dan bisa dialiri darah yang mengandung kemujijatan tanduk ular itu.
Tetapi waktu Hek Wan mengurut tubuhnya, Hongya
itu merasakan sekujur tubuhnya gatal2.
Perasaan gatal itu benar-benar menyiksanya, sampai Hongya sering mengeluh.
Namun sejauh itu Kaisar yang tabah dan gagah ini bertahan terus.
Hek Wan masih terus menguruti sekujur tubuh
Hongya, dan akhirnya selesai setelah ia mengurut sampai dikepala.
Tetapi waktu itu Toan Hongya sudah tidak bisa
bertahan dari perasaan gatal yang berkeremitan
disekujur badannya, ia telah bangun dan duduk
menggaruk kesana kemari sekujur tubuhnya,
Hek Wan tidak mencegah, ia hanya bantu menggaruki tubuh Toan Hongya.
Dengan cara menggaruk seperti itu, jalan darah
disekujur tubuh Toan Hongya tambah terbuka, sehingga darah lebih leluasa menyelusuri seluruh jalan darah terkecil ditubuh raja ini.
Sedangkan Toan Hongya sendiri semakin lama
merasakan peracaan gatal itu semakin hebat menyerang dirinya, sehingga raja ini jadi sibuk sekali menggaruk kesana kemari, dan akhirnya raja ini tidak hentinya me-lompat2 karena menderita kegatalan yang luar biasa.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kulit tubuhnya juga telah berobah merah, jika
sebelumnya hanya titik-titik merah, yang memenuhi sekujur tubuhnya, kini titik2 merah itu telah merata, sehingga yang tampak hanyalah kulit sekujur tubuh Toan Hongya jadi merah, hanya pada bagian muka tidak terlihat warna merah itu, karena memang bagian muka tak terdapat titik2 tersebut.
Toan Liang dan orang2 istana jadi bingung dan kuatir.
Tetapi Hek Wak menenangkan mereka, dan Hek Wan
juga telah menjelaskan, hal itu tidak apa2, hanya akan berlangsung sampai dua hari.
Justru yang sangat tersiksa sekali adalah Toan Hongya Sebetulnya Hek Wan bisa saja membantu mengurangi penderitaan raja ini, yaitu dengan menotok tidur raja tersebut.
Namun karena Hek Wan mengetahui benar bahwa
dengan gatal2 seperti itu justru darah beracun dari ular yang telah dihirup oleh Toan Hongya harus disalurkan.
Maka jika Toan Hongya ditotok tidur, memang
perasaan gatal itu tak akan membuat Toan Hongya tersiksa seperti sekarang ini, namun peredaran darahnya bisa menjadi lambat dan kemungkinan bisa mencelakai raja ini.
Maka Hek Wan menjelaskan kepada Toan Liang,
walaupun Toan Hongya menderita gatal2 seperti itu, tidak akan mengganggu kesehatan dan keselamatan dirinya.
Maka sehari penuh Toan Nongya garuk sana dan
garuk sini disekujur tubuhnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
la melihat sekujur kulit ditubuhnya semakin berwarna merah, malah lama kelamaan berubah jadi kehitam-hitaman.
Sedangkan Hek Wan selalu mendampinginya.
Dan ketika Toan Hongya sudah tidak bisa bertahan dari perasaan gatalnya itu, raja ini ber-teriak2 sambil meng-garuk2 lebih kuat.
Sedangkan Hek Wan juga bantu menggaruki.
Toan Liang dan beberapa orang kerabat istana lainnya juga ikut menggaruki tubuh raja mereka, perasaan gatal yang menyiksa itu masih terus berlangsung, sampai akhirnya Toan Hongya tidak merasakan garukan dari orang-orang itu, ia hanya marasa gatal yang bukan main.
Sambil mengeluarkan keluhan2 dan jeritan2 kecil, Toan Hongya telah bergulingan.
Hek Wan menenangkan kepada orang-orang yang
mulai panik. Sedangkan Toan Liang dengan muka masam telah
berkata pada Hek Wan :
"Bagaimana jika Hongya kami ini bercelaka akibat meminum arak yang telah direndam tanduk ular itu "
Bukankah ular itu sangat beracun ?"
Tetapi Hek Wan sangat tenang.
"Jangan kuatir, percayalah tidak akan terjadi suatu apapun yang tidak diinginkan didiri Hongya..........!" kata Hek Wan.
Melihat sikap Hek Wan yang bersungguh-sungguh
seperti itu, orang-orang istana jadi agak tenang.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi yang tersiksa benar adalah Toan Hongya,
karena disekujur tubuhnya menderita kegatalan yang semakin lama jadi semakin hebat.
Setelah sehari penuh bergulingan karena ke gatalan, akhirnya Toan Hongya pingsan.
"Biarkan Iebih baik ia pingsan begitu, sehingga tldak terlalu tersiksa oleh perasaan gatalnya. Dan kegatalan itu masih akan berlangsung satu hari lagi...........selewatnya itu, keadaan Hongya akan biasa lagi, malah Hongya akan menjadi manusia yang beruntung sekali...........!"
---o~dw.kz^0^Tah~o---
SAMBIL menenangkan kepanikan orang istana, Hek
Wan juga telah menguruti tubuh Toan Hongya.
Karena dalam keadaan pingsan seperti itu jalan darah ditubuh Toan Hongya akan beredar lambat, dan itu tidak boleh.
Maka Hek Wan mengurut membantu peredar
darahnya ......., walaupun tidak bisa selancar beredarnya darah itu jika Toan Hongya dalam keadaan sadar, setidak2nya peredaran darah itu cukup baik jika diurut.
Setelah lewat lagi beberapa saat, Toan Hongya
kembali tersadar dari pingsannya, ia kembaIi meng-garuk2 kesana kemari.
"Gatal sekali........! Gatal.......!" teriak Toan Hong ya berulang kali.
Sedangkan Hek Wan ikut bantu mengurut dan
menggaruk, Toan Hongya telah bergulingan lagi ditanah akibat tidak tertahannya perasaan gatal itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Setelah lewat sejenak lamanya, Toan Hongya kembali pingsan.
Di-saat2 seperti-itu, semua orang istana jadi berdiam diri dicekam oleh kekuatiran.
Lebih2 mereka melihat kulit disekujur tubuh Toan Hongya selain mukanya saja, telah berobah warnanya menjadi kehitam-hitaman.
Keadaan seperti ini tentu saja membuat Toan Liang lebih berkuatir.
"Jika kulit itu menjadi hitam, berarti Toan Hongya telah keracunan ...!'', pikir panglima ini.
Maka ia berkata dengan tidak senang pada Hek Wan:
"Jika dilihat demikian Hongya kami telah keracunan kembali. ..!"
Hek Wan berusaha menjelaskan, tapi Toan Liang tetap dengan pendiriannya.
Maka tanpa memperdulikan nasehat Hek Wan agar
Toan Liang tidak mengijinkan para tabib istana memasuki kamar Hongya, Toan Liang telah perintahkan pengawal memanggil beberapa orang tabib istana.
Kemudian tabib2 itu memeriksa tubuh Hongya, dan mereka memperhatikan wajah yang berkuatir sekali.
Setelah memeriksa dengan teliti, para tabib itu mengatakan bahwa Hongya mereka memang keracunan hebat.


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Muka Toan Liang jadi merah padam.
"Tangkap orang itu!" bentaknya pada para pengawalnya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Segera beberapa orang pengawal menangkap Hek
Wan, yang dibawa kesebuah kamar tahanan.
"Jika memang besok keadaan Hongya tidak lebih baik dari keadaan sekarang, maka kepala mu harus berpisah dari batang leher... !" ancam Toan Liang.
Sedangkan Hek Wan tenang saja, ia tersenyum sambil katanya :
"Toan Tai jin engkau tidak perlu gugup begitu, percayalah Toan Hongya tidak mengalami ancaman
bahaya apapun juga .......!"
Tetapi Toan Liang tidak mau mempercayai nya.
Waktu berjalan terus, dan sehari lagi telah lewat.
Benar saja apa yang dikatakan oleh Hek Wan, Toan Hongya sudah tidak menderita kegatalan lagi.
Namun kulit disekujur tubuhnya itu seperti bersisik, seperti pecah2 menjadi pecahan sisik yang terbuat dari tembaga.
Keadaan tubuh Toan Hongya seperti itu telah
menggemparkan orang2 istana.
Malah waktu Toan Liang yang menerima laporan
tersebut dan cepat2 datang kekamar rajanya, telah menekan sisik-sisik itu, keras seperti baja.
Diam-diam Toan Liang jadi heran dan benar-benar tidak percaya apa yang dilihatnya.
Hanya muka Toan Hongya yaag tidak bersisik, tetapi selebih dari bagian muka, sekujur tubuhnya telah bersisik.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tentu saja keadaan ini membuat semua jadi heran dan tidak mengerti.
Begitu juga para tabib istana tidak mengerti mengapa tubuh raja mereka bisa bersisik seperti terjadi didalam dongeng belaka.
Cepat2 Toan Liang memanggil Hek Wan, yang
dibebaskan dari kamar tahanannya.
Ketika Hek Wan datang dikamar peraduan Toan
Hongya dan melihat sisik2 disekujur tubuh Toan Hongya, ia jadi tersenyum.
"Sudah kuduga sebelumnya........!" katanya.
"Apa yang telah kau duga?"
"Tentunya ular itu berusia seribu tahun lebih....... !"
sahut Hek Wan. "Mengapa begitu ?"
"Karena hanya Kim Giok Coa yang berusia ribuan tahun-saja yang bisa memberikan sisik pada orang yang meminum darahnya, karena darah ular itu benar2 telah mengandung mujijat yang hebat.... !"
"Tetapi mana mungkin, seorang manusia harus bersisik seperti itu. . .?" kata Toan Liang dengan hati yang bingung.
Tetapi Hek Wan malah tersenyum.
"Sisik-sisik itu bukan sisik sembarangan" katanya.
"Sisik bagaimana?" tanya Toan Liang dalam kebingungannya itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sisik itu sangat ampuh, sehingga untuk selanjutnya Toan Hongya seperti memakai pakaian besi saja, tidak akan dapat dilukai oleh senjata tajam karena lindungan sisik itu, disamping itu tenaganya akan menjadi puluhan kali lipat lebih besar dari tenaganya yang semula........!"
Mendengar keterangan Hek Wan, Toan Liang tidak
mau mempercayainya.
Hek Wan telah menghampiri pembaringan ia melihat Toan Hongya masih dalam keadaan pingsan
diperaduannya. Dengan tenang Hek Wan mengulurkan tangannya, ia mengurut beberapa bagian tubuh Toan Hongya.
Tidak lama kemudian Toan Hongya tersadar dari
pingsannya akibat urutan itu.
Begilu membuka matanya, Toan Hongya segera
melompat duduk, gerakannya gesit, berbeda dengan beberapa hari yang lalu ketika menderita sakitnya, yang selalu bergerak lemah sekali.
"Mana Hek Wan Locianpwe ?" tanya Toan Hongya begitu ia duduk.
"Aku berada disini, Hongya........ !" menyahuti Hek Wan cepat.
"Hek Wan Locianpwe, terima kasih atas pertolongan yang telah diberikan oleh Locianpwe........!" kata Toan Hongya
Hek Wan tersenyum.
"Aku memberikan pertolongan karena memang didiri Hongya terdapat mustika yang sangat berharga
sekali.....!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu itu Toan Hongya telah menunduk, ia melihat sisik-sisik yang terdapat ditubuhnya,
Muka Toan Hongya jadi berobah dan ia mengeluarkan seruan tertahan, sambil mengusap dan berusaha
mencabut salah satu sisik yang terdapat ditubuhnya.
Totapi ia tidak berhasil, sisik itu seperti telah menjadi satu dengan kulit tubuhnya.
"Ihhhhh......, mengapa tubuhku jadi bersisik seperti ini
?" tanyanya.
Hek Wan memberikan keterangan.
Toan Hongya telah menyedot napas dalam-dalam, dan ia merasakan tubuhnya jadi segar sekali.
Begitu juga Toan Hongya telah menyalurkan tenaga sinkangnya pada perutrya, ia bisa memutar bola api yang berada didalam perutnya.
"Tetapi Hek Wan Locianpwe........bola api itu belum juga lenyap dari perutku", katanya.
"Bola api itu tidak akan lenyap........!" menjelaskan Hek Wan.
"Kalau begitu...........kalau begitu...........!"
Melihat Toan Hongya gugup, Hek Wan tersenyum.
"Hongya tidak perlu bingung, bola api itu merupakan sebuah mustika yang tidak akan dimiliki orang
sembarangan, itu merupakan sumber dari tenaga
sinkang yang luar biasa hebatnya.........maka jika bola api itu memperoleh perawatan yang baik dengan cara yang benar, tentu Hongya akan memiliki sinkang yang luar biasa"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Toan Hongya jadi girang, ia telah berkata lagi : "Kalau begitu...kalau begitu...aku akan bisa melatih bola api itu dengan sinkang, yang kumiliki...........!"
"Ya, bola api itu harus dilatih terus, sampai bisa memberikan hawa murni pada Toan hongya.......dan jika memang Hongya berhasil melatih diri dengan sempurna, tentu bola api itu merupakan sumber kekuatan yang hebat namun bisa dikendalikan oleh Hongya........!".
Toan Hongya tidak mengatakan apa2 lagi, ia hanya melompat turun dari pembaringannya dan tanpa
memperdulikan orang-orang istana yang banyak
berkumpul pada saat itu, Toan Hongya telah
menggerakkan sepasang tangan dan kakinya, ia mulai bersilat.
Cepat dan bertenaga sekali gerakan raja ini, dimana setiap tangannya bergerak, mendatangkan angin yang berkesiuran sangat kuat sekali.
Hek Wan hanya menyaksikan sambil tersenyum.
Disaat itu, setelah berbenti menggerakkan kedua tangan dan kakinya, Toan Hongya tiba2 menjatuhkan diri berlutut dihadapan Hek Wan.
"Hek Wan Locianpwe..........engkau telah menolong selembar jiwaku dari kematian, maka sekarang
Locianpwe telah menghadiahkan kemujijatan seperti ini yang demikian hebat khasiatnya terima kasih Hek Wan Locianpwe maka jika memang Hek Wan Locianpwe tidak keberatan, aku ingin mengundang Locianpwe, untuk menetap diistana saja, dan kalau Locianpwe tidak mentertawai aku, aku ingin sekali mengangkat guru padamu siorang tua yang sakti..........!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hek Wan cepat-cepat mengangkat bangun raja itu, yang dimintanya untuk duduk ditepi pembaringan.
Sedangkan Toan Liang yang menyaksikan semua ini, jadi ter-sipu2 menghampiri Hek Wan.
"Maafkan Aku, Locianpwe........ !" kata Toan Liang sambil menjura.
Hek Wan tertawa.
"Itu hanya kesalahan paham belaka......... dengan demikian malah kalian telah memperlihatkan cinta yang besar dan mulia kepada raja kalian...........!"
Toan Hongya bingung melihat keadaan ini ia
menanyakan apa yang terjadi.
Toan Liang cepat2 menceritakannya, dan. Toan
Hongya tidak menegur.
Mereka hanya tertawa, kini mereka bisa bergembira, karena menyaksikan raja mereka telah sembuh dari sakitnya.
Malah sekarang tampaknya Toan Hongya demikian
gagah dan perkasa, dengan kemujijatan yang telah dimilikinya dari darah ular Kim Giok Coa itu....
Toan Hongya menoleh kepada Hek Wan, tanyanya-lagi
: "Bagaimana Locianpwe apakah locianpwe bersedia untuk menerima aku menjadi muridmu........?"
Hek Wan tidak segera menyahuti, ia seperti berpikir dulu beberapa saat lamanya, tetapi akhirnya ia menghela napas sambil katanya: "Rupa nya, memang kita telah berjodoh untuk menjadi murid dan guru......! Baiklah, permintaanmu itu kuterima Hongya......!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bukan main gembiranya Toan Hongya, berulang kali ia menyatakan terima kasihnya.
Disaat itu, pihak istana menyelenggarakan sebuah pesta, untuk merayakan kesembuhan raja mereka.
Rakyat negeri Tailie Juga mengadakan pesta, semua orang merasa gembira raja mereka telah sembuh dari sakitnya, malah sekarang menjadi manusia yang luar biasa, dengan memiliki sisik mujijat......!
---o~dw.kz^0^Tah~o---
BAGIAN 26 : ILMU PUKULAN GELEDEK
" PEK LUI CIANG
BEBERAPA KALI Toan Hongya mencoba keampuhan
sisik2 yang terdapat disekujur tubuhnya, ia telah perintahkan kepada beberapa orang pengawal istana untuk menusukkan tombak pada dirinya.
Memang per-tama2 para pengawal itu ragu-ragu dan tidak berani melaksanakan perintah itu dengan
mempergunakan tenaga, mereka hanya menusuk
perlahan. Tetapi waktu melihat mata tombak itu tidak melukai raja mereka, barulah mereka berani menombaknya lebih keras. Malah akhirnya menombak dengan sungguh2, tetapi tidak ada mata tombak yang bisa melukai Toan Hongya.
Kenyataan seperti ini telah membuat Toan Hongya jadi sangat girang.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bukankah itu suatu keuntungan buat dirinya, yang tidak kecil nilainya "
Terlebih lagi ia sebagai seorang raja, tentu dengan kekebalan tubuhnva seperti itu membuat ia menjadi seorang raja yang perkasa sekali...........!
Begitu juga Toan Hongya sering menguji tenaganya sendiri.
Ia telah memukul sebatang pohon yang cukup besar batangnya, tetapi pohon itu begitu dihantam, seketika patah dan tumbang ......!
Jelas itu akibat dari tenaga serangan yang kuat sekali, dimana Toan Hongya sekarang benar2 telah memiliki kekuatan Gwakang (tenaga luar) yang mempergunakan kekerasan dan tenaga Lwekang (tenaga halus) yang cukup ampuh, sebab baik ia menyerang dengan keras atau lunak, ia bisa menumbangkan batang pohon itu.
Hek Wan juga selalu memberikan petunjuk-petunjuk kepada Toan Hongya.
Ternyata Hek Wan adalah seorang tokoh sakti dari rimba persilatan, karena ia merupakan seorang pendekar yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali, hanya selama itu Hek Wan hanya menyembunyikan diri dengan menyamar sebagai seorang yang tidak mengerti apa-apa.
Hek Wan berasal dari daratan Tionggoan, dan secara kebetulan ia telah mengembara dan tiba dinegeri Selatan ini, di Tailie ia mendengar perihal sakitnya raja tersebut tetapi dari mulut penduduk Tailie, ia mendengar raja itu senang mempelajari ilmu silat.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka setelah mendengar banyak tabib-tabib istana dan tabib lainnya yang gagal mengobati kaisar tersebut, Hek Wan lalu memutuskan untuk coba mengobati raja itu dengan mempergunakan saluran tenaga sinkang.
Begitulah, ia telah datang menghadap Toan Liang dengan menyamar sebagai akhli menambal mangkok.
Ia telah memberikan kisikan halus pada Toan Hongya cara memperdalam latihan tenaga sinkang.
Tentu saja sinkang yang diturunkan oleh Hek Wan merupakan latihan sinkang dari tingkat tinggi.
Itulah sebabnya Toan Hongya cepat sekali
memperoleh kepulihan dari kesehatannya yang
terganggu. Hek Wan semula jadi heran, karena ia telah
memecahkan tujuh buah cawan, namun selama itu Toan Hongya mengalami kesembuhan yang lambat. Ia
menduga tentu terdapat sesuatu yang tidak beres pada diri Toan Hongya.
Untung saja Toan Hongya sendiri yang telah
memberikan pengakuannya pada bola api yang
dimilikinya, yang selalu berada diperutnya.
Dan juga Toan Hongya yang telah menceritakan
perihal ular Kim Giok Coa itu, sehingga Hek Wan bisa segera mengambil tindakan2 yang diperlukan.
Sebagai tokoh sakti yang berpengalaman, Hek Wan mengerti benar apa artinya ular Kim Giok Coa itu.
Dengan perawatan yang teratur dan baik, Toan
Hongya akhirnya bisa sembuh dari penyakitnya yang aneh, malah sekarang Toan Hongya telah menerima TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
keberuntungan, sebab untuk hari2 mendatang Toan Hongya akan menjadi raja yang kebal terhadap serangan senjata tajam.
Keadaan seperti ini memang menggembirakan Toan
Hongya. Begitu juga kerabat istana, walaupun sisik2 yang terdapat ditubuh Toan Hongya merupakan urusan yang mengherankan, karena tubuh Toan Hongyg seluruhnya penuh oleh sisik, seperti sisik seekor ular.
Hek Wan yang menerima permintaan Toan Hongya
untuk menjadi guru raja ini, telah menepati Janjinya, ia menurunkan berbagai ilmu yang hebat-hebat kepada Toan Hongya, sehingga dalam dua tahun saja Toan Hongya telah memperoleh kemajuan yang sangat pesat sekali.
Dalam waktu yang sangat singkat itu Toan Hongya menjadi seorang jago yang mempunyai kepandaiannya, sinkang maupun ginkangnya sangat lihay.
Dengan memperoleh didikan Hek Wan, Toan Hongya
bisa memiliki kepandaian yang begitu tinggi, raja ini bertambah semangat melatih diri untuk mempertinggi ilmu silatnya.
Hampir setiap sore hari Toan Hongya selalu melatih diri dengan giat, terkadang sampai menjelang tengah malam.
Sedangkan perhatiannya pada soal pemerintahan
semakin berkurang.
Sesungguhnya Toan Hongya bermaksud untuk
mengundurkan diri sebagai seorang kaisar, ia bermaksud TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
untuk manjadi rakyat biasa, meninggalkan kekuasannya yang akan diberikan kepada salah seorang akhli waris Tailie, tetapi justru semua kerabat Istana Tailie mendesak agar Toan Hongya tetap memangku
jabatannya itu, jangan meninggalkan mereka. Hal inilah yang memaksa Toan Hongya harus tetap berkuasa
penuh di Tailie, yang setiap hari selalu disibuki dengan mengurus persoalan masalah kerajaan dan pekerjaan rutinnya sebagai seorang kaisar.
Sejauh itu Toan Hongya tetap tidak melalaikan
latihan2nya untuk memperdalam ilmu silatnya. Ia terus juga melatih diri. Yang diutamakan adalah latihan tenaga sinkangnya.
Suatu hari Hek Wan telah berkata kepada muridnya tersebut ; "Muridku, sekarang engkau telah memiliki kepandaian yang tinggi, baik ilmu pedang dan juga tenaga lwekangmu telah cukup sempurna. Sinkangmu juga telah cukup tinggi. Yang tinggal hanyalah latihan belaka dan pengalaman bertempur. Sekarang ini
engkaupun telah memiliki sisik-sisik yang kuat dan ampuh, yang membuat tubuhmu menjadi kebal. Maka dari itu, kini aku ingin menurunkan semacam ilmu kepadamu.......!"
Mendengar perkataan gurunya tersebut, Toan Hongya cepat2 menekuk lututnya, ia telah memberi hormat kepada gurunya itu.
"Tecu menantikan penjelasan dari suhu," katanya.
Hak Wan tersenyum, dan perintahkan muridnya itu untuk berdiri.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dengarlah muridku, aku hendak menurunkan
semacam ilmu kepadamu....... ilmu itu merupakan ilmu pukulan biasa, tetapi hanya latihannya saja yang berlainan dan akan membuat engkau bertambah liehay dan kukira ilmu pukulan yang baru kuciptakan itu memang hanya sesuai untuk dirimu yang telah memiliki sisik sehingga tubuhmu menjadi kebal........... !''
"Ilmu apakah itu, suhu ?" tanya Toan Hongya.
"Pek Lui Ciang ?" tanya Toan Hongya.
Hek Wan mengangguk.
"Ya.. . . !" mengangguk Hek Wan membenarkan pertanyaan muridnya.
"Benar, pukulan Geledek itu tentu akan membuat engkau lebih liehay lagi......!"
Kemudian Hek Wan mengajak muridnya ketaman.
---o^dw..kz^0^tah^o---
TAMAN ISTANA itu sangat besar, tetapi taman sebelah barat memang khusus telah diberikan kepada Hek Wan, sejak orang tua itu menjadi guru Toan Hongya.
Dengan demikian jarang sekali ada orang Yang
mendatangi taman sebelah barat, karena selama itu Toan Hongya juga telah melarang pasukan istana
mendekati gedung dari Hek Wan.
Waktu tiba ditaman sebelah barat, Toan Hongya
melihat sesuatu tergantung diatas cabang pohon yang cukup besar. Toan Hongya telah membuka matanya
lebar2 dan ia jadi heran, karena dilihatnya justru benda TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
itu merupakan enam buah bola yang tergantung
dicabang pohon itu. Yang lebih luar biasa lagi justru disetiap bola2 itu terdapat puluhan duri2 yang tajam sekali. Tentu saja bola itu bukan bola biasa, dan sangat berbahaya jika mengenai tubuh seorang manusia.
Toan Hongya memandang heran pada gurunya,
seperti minta penjelasan.
Hek Wan telah tertawa.
"Inilah benda yang dipergunakan melatih ilmu pukulan istimewa yang akan kuajari ... ilmu Pukulan Geledek itu memiliki keistimewaan dan kehebatan, karena setiap pukulan akan memiliki tenaga yang mematikan. . . !"
Mendengar keterangan gurunya, Toan Hongya jadi
girang. Dengan adanya benda2 yang aneh seperti bola berduri itu, Toan Hongya jadi terbangun semangatnya untuk melatih diri.
Bukankah ia akan memperoleh ilmu yang baru dari gurunya "
"Baiklah suhu, tolong suhu menjelaskan cara bagaimana aku melatih diri....!" kata Toan Hongya.
"Sabar," kata Hek Wan.
Kemudian guru itu telah mendorong salah satu bola berduri itu, sehingga bola tersebut terayun bergerak, karena bola itu memang tergantung oleh seutas tali yang besar dan kuat.
"Nah kau lihat muridku, bola itu akan bergerak jika didorong oleh suatu kekuatan, bisa engkau memukulnya, sehingga bola itu akan terpental.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Namun bola itu akan menyambar lagi dengan kuat dan cepat, dan yang berbahaya sekali adalah duri2 pada bola2 berduri itu......... setiap kali bola itu menyambar, engkau harus mengelakkan diri dan melancarkan
serangan. Kepalan tanganmu kebal karena memiliki sisik, maka engkau tidak akan kuatir terluka oleh duri bola itu
........engkau bisa memukulnya.
Tetapi yang diutamakan adalah cara menghadapi
samberan-samberan bola2 tersebut, engkau harus
mengelakkan sambil melancarkan serangan.
Dengan latihan seperti ini, selain kepalan tanganmu akan terlatih lebih kuat, juga akan melatih
kegesitannya........!"
Mendengar penjelasan gurunya sampai disitu, Toan Hongya telah mengiyakan, ia bersiap-siap untuk melatih diri.
Tetapi saat itu Hek Wan minta Toan Hong ya
memperhatikan dulu penjelasannya.
Hek Wan telah memberitahukan cara mengerahkan
tenaga kepalannya, sehingga memiliki inti tenaga. yang kuat sekali, itulah sebabnya ilmu pukulan tersebut diberi nama pukulan Pek Lui Ciang, atau Pukulan Geledek.
Jelas ilmu pukulan ini bukan merupakan ilmu pukulan biasa, mengandung kekuatan yang bisa mematikan jika memang seorang lawan terserang kepalan tangan Toan Hongya.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Disaat itu Toan Hongya telah mengangguk-angguk
menyatakan ia bisa menangkap dan mengerti keterangan yang diberikan oleh gurunya.
Sejurus demi sejurus Toan Hongya telah mulai melatih diri.
Setiap bola berduri yang terkena pukulannya, bola itu akan melayang dan menyambar lagi.
Toan Hongya selalu mengelakkan diri dengan gesit.
Tapi sambil berkelit, ia telah mengayunkan kepalannya melancarkan serangan pada bola kedua, sehingga bola itu terpental lagi.
Begitu seterusnya, sehingga keenam bola itu telah terkena pukulan tangan Toan Hongya secara bergantian.
Dengan keenam bola itu yang ber-ayun2 tidak
hentinya, Toan Hongya harus berkelit kesana kemari dengan gesit.
Memang Hek Wan telah sengaja menciptakan latihan seperti ini.
Selama dua bulan Hek Wan mencurahkan seluruh
perhatiannya menciptakan bola-bola besi berduri tersebut, untuk di pergunakan melatih ginkang muridnya, disamping itu juga untuk melatih Pukulan Tangan Geledek muridnya.
Sehingga Toan Hongya telah menerima lagi semacam kepandaian ilmu tangan kosong yang hebat sekali.
Dan Toan Hongya juga memang merasakan bahwa
sejak berguru pada Hek Wan, ia teiah memiliki
kepandaian yang tinggi dan memperoleh kemajuan yang pesat sekali.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Disamping ilmu pukulannya yang semakin mantap,
Toan Hongya juga memiliki sinkang yang semakin kuat saja.
Dalam usia belum dua puluh lima tahun, Toan Hongya telah menjadi seorang pemuda yang memiliki kepandaian tinggi sekali, mungkin jarang sekali ada pemuda sebayanya yang bisa manandingi kaisar yang memiliki kepandaian silat demikian hebatnya itu.
Dua bulan Hek Wan telah melatih Toan Hongya ilmu pukulan Pek Lui Ciang tersebut, dengan mempergunakan keenam bola berduri itu sehingga Toan Hongya akhirnya berhasil menguasai ilmu pukulan tersebut dengan baik.
Suatu hari, Hek Wan menyatakan pada Toan Hongya, bahwa seluruh ilmu yang dimilikinya telah diturunkan pada raja ini. Maka ia hanya menganjurkan Toan Hongya sering2 berlatih diri, sebab pengalaman bertempurlah yang masih kurang pada diri Toan Ceng.
Hek Wan juga menyatakan keinginannya untuk
meninggalkan istana guna berkelana lagi, karena merasa tugasnya telah selesai.
Toan Hongya jadi terkejut, ia membujuk gurunya agar berdiam lagi beberapa saat diistananya.
Tetapi Hek Wan justru menyatakan ia sesungguhnya tidak betah berdiam terus menerus disebuah tempat, bahkan ia senang sekali merantau dari tempat yang satu ketempat yang lainnya.
Jika ia tinggal cukup lama diistana Toan Hongya, itu memiliki alasan tersendiri.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hek Wan melihat Toan Hongya memiliki bakat yang baik disamping itu juga telah berhasil menghirup darah ular Kim Giok Coa yang sakti, maka merasakan bahwa Toan Hongya memiliki rejeki yang begitu besar dan membutuhkan petunjuknya, Hek Wan bersedia untuk berdiam diistana Toan Hongya begitu lama.
Namun sekarang tugasnya telah selesai, maka ia
bermaksud akan pamitan.
Toan Hongya jadi berduka, ia menyatakan ingin ikut serta gurunya merantau.
Hek Wan telah menolaknya, guru itu mengingatkan pada Toan Hongya bahwa raja ini memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang berat pada kerajaannya, dimana rakyatnya memburtuhkan sekali pimpinannya itu.
"Engkau boleh melatih terus ilmu silat yang telah engkau miliki, tetapi engkau tidak boleh melupakan kewajibanmu untuk mengatur negaramu...... maka dari itu, engkau tidak bisa ikut denganku keluar dari kerajaanmu ............"
Toan Hongya menghela napas dalam2, dan kemudian dia berkata dengan suara berduka : "Baiklah suhu...
terima kasih atas pesan2 yang telah diberikan oleh suhu........ disamping itu, memang tecu juga kelak bermaksud akan mengundurkan diri sebagai raja, dan jika memang telah ada akhli waris yang tepat, tecu akan menyerahkan pimpinan padanya, sedangkan tecu
bermaksud akan berkelana dalam rimba persilatan, terutama sekali yang menarik hati tecu adalah daratan tionggoan, dimana tecu sering mendengar bahwa
didaratan tionggoan itu terdapat banyak sekali jago2


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

yang memiliki kepandaian silat sangat tinggi. . . !"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gurunya telah mengangguk membenarkan. Dan Hek
Wan segera menceritakan perihal keadaan didalam rimba persilatan daratan Tionggoan, juga banyak sekali yang diceritakan guru itu mengenai siapa2 saja yang menjadi tokoh rimba persilatan didaratan Tionggoan.
"Jika kelak engkau telah berhasil melatih diri dengan sempurna, barulah engkau pergi berkelana dalam
daratan Tionggoan. Jika tidak, lebih baik jangan, karena didaratan Tionggoan terlalu banyak sekali akhli-akhli silat yang merupakan tokoh2 sakti yang memiliki kepandaian sangat tinggi........... !"
Toan Ceng mengiyakan.
Begitulah, Hek Wan dua hari lagi tinggal diistana Toan Hongya.
Setelah itu, dipagi hari yang sejuk, guru itu telah pamitan, ia ingin kembali kedaratan Tionggoan.
Sejak kepergian Hek Wan, Toan Hongya diliputi rasa kesepian.
Untuk melenyapkan kesepiannya itu, Toan Hongya
terus melatih diri dengan giat.
Setiap malam hari dipergunakan untuk melatih ilmu2
yang telah diperolehnya, maka cepat sekali ia
memperoleh kemajuan.
Tanpa disadarinya bahwa kepandaian yang dimilikinya itu sudah merupakan kepandaian yang bukan
sembarangan lagi, dan mungkin jarang ada tokoh
persilatan yang bisa menandingi kepandaiannya tersebut!
Toan Hongya juga bertekad, jika kelak ia telah berhasil mencari penggantinya untuk menjadi kaisar di Tailie, dan TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menyerahkan kekuasaannya pada penggantinya itu, ia ingin merantau kedaratan Tionggoan .......................
---o^dw..kz^0^tah^o---
BAGIAN 27 : MENGHAJAR PENCOPET
SEBAGAI kerajaan yang berada didaerah selatan, yaitu In-lam, yang memiliki pemandangan yang sangat indah sekali, disamping suasana yang selalu sejuk dan nyaman, Tailie merupakan karajaan yang sangat terkenal.
Walaupun kerjaan itu memiliki daerah yang tidak begitu luas, namun Toan Ceng, bisa mengatur rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.
Terlebih lagi dibawah pempinan Toan Ceng yang
sangat bijaksana dan adil, maka rakyat semakin hidup aman dan tenteram. Setiap peristiwa penasaran yang dihadapi oleh rakyat kecil, boleh dilaporkan langsung kepada Toan Hongya dan akan dilayani dengan sebaik mungkin.
Dengan demikian, di Tailie tidak ada pembesar negeri yang mempergunakan kekuasaannya dengan tindakan sewenang-wenang.
Sedangkan rakyat negeri Tailie juga hidup dengan tahu diri, tidak ada orang yang melakukan kejahatan, mereka telah hidup dengan rukun dan tidak melakukan perbuatan tercela, maka boleh dibilang kerajaan Tailie yang kecil itu hidup aman dan sentosa.
Memang orang2 didaratan Tionggoan juga telah
banyak mendengar perihal keindahan negeri Tailie, sehingga banyak yang bermaksud untuk pesiar kesana.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tidaklah mengherankan jika Tailie juga kebanjiran pengunjung2 yang hendak menikmati keindahan negeri tersebut, yang mendatangkan penghasilan tidak sedikit untuk kerajaan itu.
Dari banyaknya pengunjung negara lain yang
berdatangan ke Tailie, maka rakyat Tailie bisa hidup dengan makmur dan tenteram, karena banyak sekali yang memiliki pekerjaan untuk membuat kerajinan tangan yang dijual kepada para pengunjung negeri Tailie itu.
Pagi itu, diwaktu udara pagi yang sejuk masih
menyelimuti Tailie, disebuah jalan raya yang cukup besar, tampak berjalan dua orang pria, yang seorang adalah seorang pemuda yang bertubuh sehat dan
berparas tampan, dengan kulit yang putih bersih, selalu memperlihatkan sikap riang dan ber-seri2.
Sedangkan yang seorang lagi adalah seorang laki2
setengah baya yang cukup lanjut usianya. lapun
mengenakan pakaian yang agak aneh, hanya terbuat dari kulit binatang buas, sebagian tubuhnya juga terbuka.
Maka telah memasuki Tailie sambil menikmati
keindahan alam yang terdapat dinegeri tersebut. Disaat itu, mereka tidak hentinya memuji akan keindahan panorama dari negeri Selatan tersebut.
Kedua orang laki2 itu tidak lain dari Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su. Mereka yang tidak tahu harus pergi kemana dan tidak memiliki tujuan, akhirnya telah melakukan perjalanan kemana saja dibawa oleh kaki mereka, dan akhirnya mereka telah tiba dinegeri Tailie.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Banyak penduduk Tailie yang heran melihat cara
berpakaian Lu Liang Cwan, tetapi mereka tidak usil dan menyambut kedua tamu asing dinegeri mereka dengan anggukan ramah dan senyum bersahabat.
Lu Liang Cwan yang biasanya mempunyai tabiat aneh dan berangasan, jadi kuncup nyalinya menerima sikap yang sopan dan. ramah di negeri Tailie ini.
Suatu waktu Lu Liang Cwan bergumam pada Oey Yok Su, "hemmm........., mereka semuanya tampak sopan dan ramah tamah ........! Aku jadi malu dengan cara berpakaianku seperti ini........!"
Oey Yok Su tertawa mendengar perkataan Lu Liang Cwan, dalam perjalanan Oey Yok Su melihat Lu Liang Cwan memiliki tabiat yang baik, walaupun memang sering, membawa sikap yang ugal2an,
"Siapa yang minta engkau tidak mengganti pakaian"
Bukankah aku, telah menganjurkan lebih baik engkau mengganti pakaian dengan baju biasa saja, tetapi engkau keras kepala dan menyukai pakaian yang
memancarkan bau yang tidak sedap itu. Sekarang disaat kita tiba ditempat orang2 tersebut seperti penduduk tempat ini, engkau sendiri yang jadi canggung dan malu."
Lu Liang Cwan menyeringai, tetapi ia menyahuti:
"Tetapi mereka telah menyambut kedatangan kita dengan senyum dan anggukan kepala, tanpa
memperlihatkan bahwa mereka merasa heran oleh
pakaianku seperti ini, rupanya mereka bisa menghargai hak seseorang, yang terserah mau mengenakan pakaian bagaimana bentuknya, asalkan tiidak mengganggu
ketentraman mereka. Betul tidak begitu ?"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su tersenyum, ia mengangguk dan berkata :
"Benar, tetapi kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan berpakaian yang pantas, tidak asal jadi
sembarangan saja!".
"Hemmm........., engkau seperti tua bangka yang hendak menasehati seorang anak kecil saja !" kata Lu Liang Cwan sambii tertawa.
Sedangkan Oey Yok Su pun ikut tertawa.
"Bukan memberikan nasehat, hanya memberikan saran," kata Oey Yoak Su.
"Baiklah, jika nanti kita bertemu dengan penjual pakaian, aku akan membeli seperangkat pakaian, jangan sampai engkau ngocehkan terus ......."
"Bagus........!" seru Oey Yok Su.
"Jika memang Locianpwe hendak mengganti
pakaianmu yang agak aneh itu dengan pakaian yang wajar, itu memang baik sekali, sehingga kita tidak akan mendatangkan perhatian yang terlalu besar dari orang2
yang berjumpa dengan kita...!"
Lu Liang Cwan tertawa lagi..
"Kau ini, si muda yang cerewet. . . jika kita menjadi perhatian orang, itu namanya bagus sekali, karena kita akan menjadi orang terkenal....... !"
"Tetapi Locianpwe harus ingat," kata Oey Yok Su lagi.
"Jika kita terkenal dengan keadaan yang kurang enak, tentu akan menyebabkan kita sendiri kurang begitu tenang, karena kita hanya akan menjadi sasaran dari sindiran dan cemoohan orang lain! Jika kita marah, memang sesungguhnya kita ini berpakaian tidak baik...
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
jelas kita tidak boleh marah pada orang yang menyindir kita, bukankah memang kita berpakaian dengan cara yang kurang begitu pantas ?"
Lu Liang Cwan tidak tertawa lagi, iapun tidak
menyahutinya. Untuk sejenak lamanya ia berdiam diri, sampai
akhirnya ia bilang juga : "Engkau benar, sudahlah, kita tidak perlu memperdebatkan soal itu.. .!"
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan kemudian tiba dijantung kota, ditengah-tengah pasar yang sangat ramai.
Oey Yok Su telah menunjuk kesebuah kota, katanya:
"Disana dijual ber-macam2 pakaian, kita bisa membelinya pakaian untuk Locianpwe......!"
"Hemmm........, engkau saja yang pergi kesana membelikan pakaian untukku. jika aku yang pergi kesana, tentu pemilik pakaian itu akan cerewet bicara mengenai pakaianku yang kupakai ini..........!"
Oey Yok Su tahu bahwa Lu Liang Cwan merasa malu, maka ia tidak membantahnya dan telah pergi
menghampiri toko pakaian itu untuk membeli
seperangkat pakaian buat Lu Liang Cwan.
Setelah berganti pakaian, Lu Liang Cwan tampak lebih gagah, dan yang terutama ia tidak akan menarik
perhatian orang-orang yang bertemu dengannya.
Pakaian kulit binatang buasnya telah di simpan dalam buntalannya.
Merekapun menikmati keramaian yang ada dikota
Tailie itu. TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tiba2 Lu Liang Cwan melihat sesuatu, ia mencubit tangan Oey Yok Su,
"Kau lihat, orang itu ingin mencopet korbannya !" bisik Lu Liang Cwan.
Oey Yok Su memandang seseorang yang ditunjuk oleh Lu Liang Cwan.
Dilihatnya seorang lelaki berusia empat puluh tahun tengah beraksi mencopet saku seorang wanita,
gerakannya begitu cepat.
Tetapi disebabkan Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan
memang memiliki mata yang tajam dalam melatih
senjata rahasia, maka mereka bisa melihat dengan teliti apa yang terjadi di sekitar mereka.
Oey Yok Su bekerja cepat.
Sebelum copet itu sempat berlalu, ia menjejakkan kakinya, tubuhnya dengan cepat telah mencelat
mendekati pencopet itu, yang tangan kanannya tetah dicekalnya, dan kemudian menarik jatuh pencopet itu.
Lelaki yang jadi pencopet itu tanpa bisa menahan keseimbangan tubuhnya, telah terjerunuk mencium tanah, ia ber-teriak2 memaki Oey Yok Su.
Oey Yok Su berdiri tenang ditempatnya.
Banyak orang2 yang segera berkerumun untuk
menyaksikan peristiwa itu.
"Hemmm........, engkau rupanya memang telah biasa jadi pencopet, ya....."!" kata Oey Yok Su dengan suara yang tawar.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Pencopet itu telah melompat berdiri, ia mementang kedua matanya lebar2, malah ia membentak : "Bocah ingusan, jangan sembarangan engkau menuduh
orang....... tahukah engkau, jika engkau bicara sembarangan mulut bisa dirobek ?"
Galak sekali sikap orang itu, tetapi Oey Yok Su tidak jeri, ia berdiri ditempatnya.
Malah sambil tertawa jek Oey Yok Su telah berkata :
"Cepat kau keluarkan hasil copetanmu itu dan serahkan kembali pada nyonya itu....!"
Sambil berkata begitu, Oey Yok Su telah menunjuk kepada wanita yang tadi menjadi mangsa pencopet ini.
Keruan saja wanita itu yang semula tertarik
menyaksikan keramaian, jadi berobah pucat wajahnya. Ia merogoh sakunya, dan seketika ia telah berteriak :
"Akhhh......, celaka ! Aku telah kena di copet........!"
Tetapi pencopet itu rupanya tabah sekali, ia bukannya memperlihatkan perasaan takut, malah telah berkata dengan suara yang bengis : "Engkau jangan bicara sembarangan ! Engkau sendiri yang mungkin mencopet nyonya itu, lalu sekarang engkau hendak menimpahkan kesalahanmu itu kepadaku..........!"
Namun tangan kanan Oey Yok Su telah bergerak cepat sekalil.
"Plakkkkk........!" muka pencopet itu telah kena ditempiling.
Tempilingan yang dilakukan Oey Yok Su bukan
tempilingan biasa, karena pada telapak tangannya itu mengandung kekuatan tenaga lwekang, maka tidak
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
ampun lagi orang itu mengeluarkan jerit kesakitan dan tubuhnya berputar akan rubuh terguling ditanah.
Untung saja pencopet itu telah cepat2 berusaha
mengendalikan tubuhnya, sehingga tidak sampai
mencium tanah lagi.
Waktu itu Oey Yok Su telah berkata lagi : "Apakah engkau masih tidak mau mengakui perbuatanmu itu dan menyerahkan kembali hasil copetanmu itu pada
pemiliknya ?"
Orang tersebut rupanya telah jadi nekad.
Dengan mengeluarkan suara erangan, ia telah
melompat menubruk Oey Yok Su.
la melihat Oey Yok Su berusia masih muda, paling tidak baru dua puluh tahun, maka ia menduga tentunya pemuda ini tidak berarti apa2 baginya.
Ia melakukan pukulan serentak dengan
mempergunakan kedua tangannya sekaligus.
Tetapi Oey Yok Su melihat orang telah melancarkan serangan, dia memperdengarkan suara tertawa dingin, kedua tangannya disilangkan seperti gunting, dan sekali dia menjepit tangan orang itu, si pencopet itu menjerit kesakitan dan krakkk......! tulang tangan kanan pencopet itu telah kena dipatahkannya, sampai ia menjerit keras sekali dan me-raung2.
Oey Yok Su juga tidak bertindak hanya sampai disitu saja.
Dengan kecepatan yang sulit dilihat, tampak Oey Yok Su telah menggerakkan tangan kanannya, maka muka pencopet itu telah kena ditempilingnya dengan keras, TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tubuh orang itu berputar dan jatuh terjerembab ditanah, dengan hidung yang berdarah dan gigi yang copot dua.......!
"Jika engkau tidak hendak menyerahkan kembali hasil copetanmu itu, maka aku akan menyiksa engkau lebih keras lagi sampai engkau mengakui perbuatanmu itu... !"
Pencopet itu rupanya jadi ketakutan, ia telah berkata dengan suara tergagap: "Aku akan kembalikan. .. aku akan kembalikan. .. jangan menyakiti aku lagi........!"
Kemudian tangan kanannya telah morogoh sakunya
dan mengeluarkan sebuah tas kecil, diberikan kepada wanita yang jadi korban kecopetan itu.
Wanita itu telah cepat2 menyambutnya, karena ia mengenali tas itu adalah miliknya, iapun telah memeriksa isinya, belum berkurang suatu apapun juga.
Pencopet itu setelah menyerahkan tas copetannya itu telah mementang kakinya untuk berlalu.
Tetapi Oey Yok Su bekerja cepat, ia telah menyambar tangan pencopet itu dan membantingnya dengan keras, sehingga pencopet itu ter-aduh2, karena ia merasakan pinggulnya sakit luar biasa.
"Jika kelak engkau berani melakukan pencopetan lagi dan kebetulan aku melihatnya, hemm......... waktu itu aku bukan hanya mematahkan tulang tanganmu, tetapi kakimu juga akan kupatahkan ........." ancam Oey Yok Su.
Tanpa berani menyahuti, pencopet itu dengan
menahan perasaan sakit, telah merangkak bangun dan cepat2 meninggalkan tempat itu.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Wanita yang nyaris kecopetan itu, telah menyatakan terima kasihnya kepada Oey Yok Su.
Tetapi Oey Yok Su tidak mau menerima penghormatan wanita itu, ia telah pergi meninggalkan keramaian tersebut bersama Lu Liang Cwan.
"Bengis sekali kau turun tangan memberikan ganjaran kepada pencopet itu.. ..!'' kata Lu Liang Cwan pada Oey Yok Su.
"Hemm, itu untung aku hanya mematahkan lengannya saja...... seharusnya aku mesti mematahkan juga kedua kakinya..... Masih bagus ia mau menyerahkan kembali hasil copetan nya itu........!"
Lu Liang Cwan tertawa.
"Bagus!" katanya "Dengan demikian pencopet itu tentu akan kapok dan tidak berani melakukan
pencopetan lagi.....!"
"Mudah2an saja begitu.....!" sahut Oey Yok Su.
Pemuda ini memang paling benci perbuatan rendah seperti itu, maka waktu turun tangan ia tidak bertindak tanggung-tanggung dan telah mematahkan tulang
lengan pencopet itu, agar kelak nanti ia tidak bisa melakukan pekerjaan rendah itu, setidaknya, jika lengan pencopet itu sembuh, tentu tangannya tidak bisa bergerak segesit semula.
Begitulah, Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su telah
berkeliling kota Tailie.
Mereka akhirnya mengambil sebuah rumah
penginapan untuk bermalam.
---o^dw'kz~0~tah^o---
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
TETAPI menjelang tengah malam, didepan rumah
penginapan terdengar suara ribut2.
Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su memang telah
mendengar suara ribut2 itu, tetapi mereka tidak tahu entah apa yang telah terjadi.
Sampai akhirnya ada seorang pelayan yang mengetuk pintu kamar mereka, mereka dicari oleh beberapa orang yang dan ganas galak.
Lu Liang Cwan dan Oey Yok Su jadi saling pandang waktu mendengar keterangan pelayan itu.
Mereka tidak tahu entah siapa yang mencari mereka.
Bukankah mereka baru saja tiba ditempat ini dan mereka tidak memiliki sahabat" tentunya orang2 yang mencarinya itu adalah orang yang bukan sahabat.
Malah Oey Yok Su telah mengemukakan pikirannya
pada Lu Liang Cwan: "Atau kawan2nya pencopet itu yang tadi kuhajar ?"
Lu Liang Cwan tertawa.
"Kita lihat saja nanti tentu nanti juga kita akan mengetahuinya.......!" menyahuti Lu Liang Cwan.
Dengan tenang kedua orang ini telah turun dari
undakan tangga dan menuju kepintu luar dari rumah penginapan itu, yang masih juga terdengar suara ribut2, bentakan2 galak dan bengis.
Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan segera melihat
sepuluh orang lelaki bertubuh tinggi besar dan
tampaknya memiliki tenaga yang kuat tengah berdiri TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
membentak-bentak dua orang pelayan, yang tampaknya ketakutan sekali.
"Siapa yang mencari aku ?" tanya Oey Yok Su dengan suara yang nyaring.
Kesepuluh orang itu jadi menutup mulut, lenyap
keributan itu, dan semua pria yang bermuka bengis dan bertubuh tegap itu memandang kearah Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan dengan wajah yang bengis.
"Siapa yang telah melukai mematahkan lengan kawan kami tadi pagi ?" tegur salah seorang di antara mereka dengan suara yang galak.
Oey Yok Sn tertawa.
"Pencopet yang tadi pagi ?" tanya Oey Yok Su.
Orang itu mengawasi mendelik, katanya : "Engkau jangan kurang ajar! Jawab pertanyaanku, siapa yang telah mematah kan lengan kawan kami tadi pagi "
Tentunya engkau, bukan " Kawan kami itu mengatakan yang mencelakainya itu adalah seorang pemuda berusia dua puluhan tahun !"
Oey Yok Su mengangguk.
"Benar, memang aku ! Lalu apa yang kalian kehendaki
?" tanyanya.
"Kami juga ingin mematahkan kedua tanganmu dan kedua kakimu !" sahut lelaki itu, "Cepat kau keluar, untuk melakukan perhitungan.......!"
Tetapi Oey Yok Su telah tertawa mengejek.
"Apakah kalian tidak kuatir akan mengalami nasib seperti kawanmu itu ?" tanya Oey Yok Su.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hemmrn, pemuda kurang ajar dan sombong.....!"
kata orang itu tambah marah. "Cepat keluar, jangan sampai kami yang memaksa kau untuk keluar.....!"
Lu Liang Cwan tertawa, "Keluarlah, mengapa engkau seperti mengulur waktu menghadapi manusia seperti dia......."'' kata Lu Liang Cwan.
Oey Yok Su tertawa lagi.
"Hemmm....., jika memang demikian halnya, tentu kalian juga perlu dihajar .......!" dan setelah berkata begitu, Oey Yok Su melangkah dengan tenang.
Orang2 yang masing2 memiliki tubuh yang tegap dan kuat itu, telah memandangi Oey Yok Su dengan sikap bernafsu sekali untuk menyerbu melancarkan serangan.
Namun Oey Yok Su sama sekali seperti tidak
memperdulikan mereka, ia melangkah dengan tenang dan juga saat itu Oey Yok Su telah melirik sambil berkata: "Jangan menyesal jika kalian mengalami nasib seperti kawanmu tadi........!"
Rupanya orang yang menjadi pemimpin dari
kesepuluh orang tersebut sudah tidak bisa menahan diri, ia telah mengeluarkan seruan nyaring, dan tubuhnya melompat akan mencekik leher Oey Yok Su yang tengah berjalan tidak jauh dari tempatnya berada, kedua tangannya telah diulurkannya untuk mencekik leher Oey Yok Su.
Dengan tenang Oey Yok Su mengebutkan lengan
bajunya. TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Seketika itu juga tubuh orang itu telah terpental dan melambung seperti bola, lalu terbanting diatas tanah dengan keras.
Orang itu mengeluarkan jeritan kesakitan.
Lu Liang Cwan hanya berdiri menyaksikan saja.
Kesembilan orang yang dirubuhkan Oey Yok itu tidak membuang waktu lagi, mereka telah menjejakkan
kakinya meloncat untuk melancarkan serangan kepada Oey Yok Su dengan cara mengeroyok.
Tetapi Oey Yok Su tidak memperlihatkan perasaan jeri, ia telah berkata dengan suara yang tawar: "Kalian mencaci penyakit sendiri....... !"
Dan sepasang tangan Oey Yok, Su telah ber-gerak2
dengan cepat. Gerakan yang dilakukan oleh Oey Yok Su bukan
gerakan sembarangan, karena setiap kali menggerakkan tangannya itu Oey Yok Su juga menyalurkan tenaga lwekangnya.
Maka setiap kali ada salah seorang diantara
pengeroyoknya itu berada dekat padanya tubuh orang itu telah terpental keras kena sampokan tangan Oey Yok Su, orang itu tentu terpental sambil mengeluarkan jerit kesakitan.
Namun orang2 itu sangat bandel, mereka telah
bangun dan bermaksud melakukan pengeroyokan lagi.
Oey Yok Su yang kuatir kalau pertempuran terjadi dipenginapan itu, akan merusak barang2 yang berada i itu, maka dengan gerakan yang ringan dia melompat keluar rumah penginapan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Mari...., mari...., kalian akan kuberi hadiah satu orangnya lima kali tempilingan.....!" kata Oey Yok Su sambil tertawa.
Sedangkan kesepuluh orang itu, yang rupanya
sekarang telah mengetahui bahwa Oey Yok Su bukan pemuda sembarangan, tidak berani ceroboh dalam
melancarkan serangannya.
Dua orang diantara mereka dengan hati-hati
melancarkan pukulan.
Menyusul dua orang lagi kawan mereka melancarkan serangan berikutnya.
Begitulah, Oey Yok Su menerima empat serangan
sekaligus. Tetapi dengan mudah Oey Yok Su membuat keempat
orang itu jatuh terpelanting tunggang langgang.
Disaat itu, enam orang lawan Oey Yok Su telah
mengeluarkan suara seruan sambil meluruk melancarkan serangan. Mereka semuanya adalah manusia-manusia kasar, yang mengandalkan kekuatan tenaga kasar
mereka. Melihat terjangan orang-orang itu, Oey Yok. Su
tertawa lagi mengejek lawan lawannya.
Kemudian dengan gerakan yang lincah sekali ia telah bergerak kesana kemari.
Cepat bukan main kedua tangannya telah bergerak kesana kemari melancarkan serangan.
Tubuh keenam orang itu telah berhasil dibuat
terpental bergulingan ditanah.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/


Pertikaian Tokoh Tokoh Persilatan Hoa San Lun Kiam Karya Chin Yung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Begitu kesepuluh orang tersebut dapat bangun
kembali, mereka tidak berani segera melancarkan serangan.
"Pemuda jahat, ilmu siluman apa yang kau
pergunakan ?" tegur orang yang menjadi pemimpin dari kesepuluh orang tersebut.
"Ilmu siluman....." Hemmm....., aku tidak memiliki ilmu siluman ! Aku hanya memiliki ilmu untuk menghajar pencopet........ !"
Mendengar ejekan yang diberikan Oey Yok Su, mereka jadi gusar lagi.
Dengan serentak mereka mengeluarkan seruan dan
menyerang Oey Yok Su lagi.
Diserang sekaligus dengan terjangan kesepuluh orang itu, Oey Yok Su berlaku agak hati-hati.
Kesepuluh orang itu adalah manusia2 kasar dan
memiliki tenaga seperti seekor kerbau. Walaupun menang Oey Yok Su tidak memandang sebelah mata
kepada mereka, tetapi jumlah mereka yang bersepuluh itu tentu saja telah membuat Oey Yok Su harus ber-hati2
juga. Ketika melihat ketiga orang yang melancarkan
serangan paling dekat dengannya, la teiah mengibas dengan sampokan kedua tangan
Seketika terdengar suara "Plok........!" beberapa kali, disusul dengan teriakan kesakitan dari orang-orang itu.
Seketika itu juga tubuh mereka telah terpental keras.
Sisanya tidak berani terlalu mendesak, mereka hanya mengurung Oey Yok Su saja.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi waktu itu Oey Yok Su telah habis sabar, ia berpikir jika memang tidak menurunkan ganjaran yang cukup keras, tentu ia akan diganggu terus menerus oleh kesepuluh orang ini.
Dengan mengeluarkan suara siulan panjang tubuh Oey Yok Su telah melompat dengan gesit, tahu2 tangannya bekerja menempiling terus menerus kesepuluh lawannya itu, mukanya telah kena dihajar berulang kali.
Kemudian Oey Yok Su mencengkeram punggung
lawannya yang menjadi pemimpin itu.
"Engkau masih berani membuat kerusuhan atau tidak
?" tanyanya bengis. "Jika memang engkau masih ingin memimpin orang2mu melakukan kejahatan, hemmm....., aku akan turun tangan tidak kepalang-tanggung ........ !"
Sambil berkata begitu, Oey Yok Su telah memijit jalan darah Tai-cie-hiat orang itu, seketika itu juga orang tersebut yang memiliki potongan tubuh sangat besar dan kuat, merasakan disekujur tubuhnya sakit-sakit seperti disayat pisau, maka ia menjerit-jerit:
"Ampun..... ampun...... jangan menyiksa aku !" kata orang tersebut.
Tetapi Oey Yok Su tidak memperdulikannya, ia terus rnemijit jalan darah orang itu.
Keruan saja kawan-kawan orang tersebut, yang
mendengar kawan mereka merintih kesakitan dan minta2
ampun, jadi tidak berani maju lagi, dan hanya berdiri diam mengawasi saja.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su telah mengerahkan sedikit tenaganya, ia mengangkat tubuh orang i.tu yang dibantingnya keatas tanah.
Seketika orang tersebut menjerit kesakitan dan ketika bangun berdiri, tanpa berani menoleh kepada Oey Yok Su, dia mengajak kawan-kawannya untuk berlalu.
Oey Yok Su tidak menahan mereka, dia hanya
mengeluarkan suara tertawa mengejek.
Waktu terjadi keributan itu, dirumah penginapan tersebut telah berkumpul cukup banyak orang yang ingin menyaksikaa keramaian.
Pelayan rumah penginapan itupun telah bisik-bisik memuji pemuda yang tangguh ini, namun Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan tak memperdulikan mereka,
keduanya telah kembali kekamar mereka, untuk tidur dengan nyenyak.
---o^dw'kz~0~tah^o---
BAGIAN 28 : MENJALIN SEBUAH
PERSAHABATAN KEESOKAN paginya, Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan
bermaksud akan melanjutkan perjalanan mereka.
Tetapi waktu itu, dirumah penginapan tersebut telah datang seorang pemuda berusia dua puluh tahun lebih, sikapnya gagah, memakai baju lebar, sehingga
tampaknya ia merupakan putera bangsawan.
Kepada seorang pelayan ia menanyakan perihal Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kebetulah saat si pelayan tengah menceritakan
pertempuran yang terjadi tadi malam, antara Oey Yok Su dengan para pencopet itu, Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan tengah menuruni undakan anak tangga, sehingga pelayan itu jadi berhenti bercerita.
Sedangkan si pemuda yang tampak agung sikapnya
itu, telah menghampiri Oey Yok Su dan merangkapkan kedua tangannya, ia memberi hormat kepada Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan bergantian.
"Siauwte telah mendengar kehebatan Kiehiap (orang gagah) yang telah memberikan hajaran kepada para pencopet itu... !" katanya dengan ramah.
"Maka Siauwte telah sengaja datang kemari menemui Jiewie Kiehiap berdua untuk mengikat tali persahabatan"
Oey Yok Su dan Lu Liang Cwan memandang curiga
pada pemuda ini, karena mereka menduga pemuda ini tentunya orangnya pencopet2 itu, atau juga
pimpinannya. Maka Oey Yok Su berlaku waspada, ia melihat-pemuda itu seperti memiliki ilmu yang tinggi, gerak geriknya begitu tenang dan agung, matanya memancarkan sinar yang tajam sekali, menandakan tenaga lwekangnya telah tinggi.
"Siauwte Toan Ceng ingin berkenalan dan mengikat tali persahabatan dengan jiewie mau menerimanya atau tidak?" tanya pemuda itu, yang tidak lain dari Toan Ceng.
Toan Hongya ini seperti biasa memang telah
memberikan tugas pada kelima belas orang siewie istana untuk mengawasi orang2 asing yang datang berkunjung ke Tailie, kalau2 diantara mereka terdapat yang berilmu tinggi. Mengenai perihal peristiwa Oey Yok Su menghajar TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
pencopet dan menghadapi sepuluh kawan pencopet itu, cepat sekali telah sampai ditelinga Toan Ceng.
Maka pagi ini, dengan menyamar berpakaian biasa, Toan Ceng telah menemui kedua orang itu, untuk dia jak mengikat tali persahabatan.
"Dan bolehkah aku mengetahui nama Kiehiap berdua yang mulia.......?"
Oey Yok Su ragu-ragu, tetapi Lu Liang Cwan telah tertawa, katanya: "Aku she Lu dan bernama Liang Cwan, dan ini kawan kecilku bernama Oey Yok Su, dia she Oey......!"
"Apakah jiewie berdua tidak keberatan jika aku mengundang kalian untuk makan2 .....?" tanya Toan Ceng lagi.
Oey Yok Su masih ragu-ragu, tetapi Lu Liang Cwan telah menyahutinya: "Diundang makan siapa yang mau menolak ?" katanya.
Toan Ceng girang, ia telah memanggil pelayan dan memesan satu meja untuk perjamuan, lengkap dengan makanan-makanan yang lezat.
Waktu mereka tengah bersantap, Oey Yok Su sering mengawasi sahabat baru ini.
la akhirnya tidak bisa menahan perasaan ingin
tahunya, ia telah bertanya: "Siapakah sebetulnya engkau, sahabat......" Apakah engkau sahabatnya orangorang yang semalam mengeroyokku ?"
Toan Hongya telah tersenyum, sikapnya sabar sekali.
"Sama sekali aku tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka...... aku hanya mendengar kehebatan TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kiehiap berdua, maka bermaksud mengikat tali
persahabatan..... dan untung saja Kiehiap berdua tidak keberatan. Tentu orang2 Tailie akan berterima kasih sekali kepada Kiehiap yang telah menumpas
kejahatan...... sebetulnya di Taille ini aman, namun entah bagaimana akhir-akhir ini bisa juga muncul orang2 tidak benar, seperti pencopet2 itu, mereka tentunya orang asing yang hanya melancong kemari saja."
Oey Yok Su tersenyum, tetapi baru saja ia ingin berkata, Lu Liang Cwan telah bilang: "Dimana saja sama......," katanya. "Tidak di Tailie ini ataupun didaerah Tionggoan, orang jahat selalu terdapat dimana saja......!"
"Apa yang dikatakan oleh kau itu memang benar, sahabat," kata Toan Ceng. "Senang sekali aku bisa bersahabat dengan kalian orang2 yang memiliki
kepandaian luas....... .!"
"Kami hanya orang kelana yang tidak memiliki rumah dan tempat tinggal, kamipun manusia2 kasar yang hanya mengerti sedikit ilmu silat.... dimana kami hidup hanya mengembara dari kota yang satu kekota yang satunya lagi........!"
Toan Ceng tertawa.
"Justru sejak kecil Siauwte selalu senang mempelajari silat, maka dari itu Siauwte memang ingin meminta petunjuk2 kalian, untuk bertukar pikiran dalam
membicarakan ilmu silat........!"
Oey Yok Su mengawasi Toan Ceng sejenak lamanya, kemudian baru berkata : "Jika memang hanya ingin merundingkan ilmu silat, kami tidak berani, karena kami memiliki kepandaian rendah......malah mungkin kami TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mungkin yang harus menerima petunjuk2 dari kau
sahabat !"
Tetapi Toan Ceng telah tertawa sabar.
"Terima kasih atas pujian yang diberikan olehmu sahabat....... ! Saudara Oey, engkau kulihat memang memiliki kepadaian silat yang tinggi, dan kalian berdua datang dari daratan Tionggoan. Maka bolehkah aku mendengar sedikit cerita kalian mengenai keadaan didaratan Tionggoan, agar pengalaman Siauwte menjadi bertambah. Senang sekali jika aku bisa mendengar cerita keadaan didaratan Tionggoan, khususnya mengenai orang2 persilatan .......!"
Oey Yok Su yang baru saja meninggalkan Tho Hoa To mana memiliki pengalaman yang luas mengenai rimba persilatan didaratan Tionggoan.
Memang gurunya sering menceritakan perihal keadaan dunia persilatan didaratan Tionggoan, tetapi cerita itu hanya sarinya belaka.
Tetapi Lu Liang Cwan yang memang telah
berpengalaman, segera mewakili Oey Yok Su, ia
menceritakan keadaan dunia persilatan didaratan Tionggoan.
Tampaknya Toan Ceng mendengarkan dengan penuh
perhatian dan serius sekali.
Diwaktu itu, Oey Yok Su melihat bahwa Toan Ceng memang ber-sungguh2 ingin mendengarkan cerita
perihal keadaan rimba persilatan. Oey Yok Su juga telah melihatnya bahwa Toan Ceng bukan seorang pemuda yang sembarangan, ia tentu memiliki kepandaian yang TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tinggi sekali, kepandaian yang tidak boleh dipandang remeh.
Sinar matanya yang memancar sangat tajam,
menunjukkan bahwa Toan Ceng memiliki sinkang yang tidak berada dibawahnya.
Karena penasaran dan ingin mengetahui sampai
dimana tingginya kepandaian Toan Ceng, Oey Yok Su telah sengaja menuangkan secawan arak, yang
diangsurkan kepada Toan Ceng mempergunakan kedua tangannya.
"Silahkan Toan Sieheng meminum arak ini untuk menghormati persahabatan kita," kata Oey Yok Su.
Toan Ceng cepat2 berdiri dan mengulurkan kedua
tangannya menerima cawan arak itu.
Tetapi ketika kedua tangan Toan Ceng memegang
cawan itu....., ia jadi terkejut, karena ia merasakan dari kesepuluh jari tangan Oey Yok Su yang memegang
cawan itu seperti mengeluarkan serangkum angin yang menyerang diri-nya kuat cekali,
Namun sebagai raja yang memiliki kepandaian tinggi, Toan Ceng tidak menjadi gugup.
Segera ia sadar bahwa Oey Yok Su ingin mengujinya.
Maka Toan Ceng telah menyalurkan kekuatan pada
kesepuluh jari tangannya, sinkangnya telah tersalurkan cepat, dan dengan mudah ia memunahkan tenaga
terjangan Oey Yok Su.
Kemudian sambil membawa sikap seperti tidak terjadi sesuat apapun juga, Toan Ceng telah menerima cawan arak itu sambil katanya: "Terima kasih.......!"
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Oey Yok Su terkejut, ia melengak kaget karena tenaga serangannya yang mempergunakan lwekang sangat kuat itu tidak memberikan hasil.
Bahkan dilihatnya Toan Ceng telah meneguk arak itu dengan sikap yang tenang.
Tenaga serangan Oey Yok Su seperti lenyap tidak meninggalkan bekas, Lu Lian Cwan yang diam2
mengawasi, mengetahui Oey Yok Su telah gagal menguji orang she Toan itu. Maka hati Lu Liang Cwan juga jadi tertarik.
"Ternyata ia pemuda yang luar biasa, memiliki kepandaian yang tinggi....!" pikir Lu Liang Cwan. "Biar aku mencobanya juga........ !''
Dan setelah berpikir begitu, Lu Liang Cwan berdiri dari duduknya, diapun telah menuang satu cawan arak lagi, kemudian dibawa kedekat Toan Ceng.
---o~dwkz^0^tah~o---
"AKUPUN ingin memberi penghormatan terhadap persahabatan kita," katanya.
Seperti tadi Toan Ceng telah menyambuti cawan arak itu.
Tetapi tadi merupakan pelajaran buatnya, maka ia telah bersiap sedia.
Benar saja, ia merasakan betapa dari kedua tangan Lu Liang Cwan mangalir keluar suatu kekuatan tenaga lwekang vang tidak tampak.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Toan Ceng kaget, karena tenaga itu jauh lebih kuat dari tenaga yang dilancarkan tadi oleh Oey Yok Su, malah tenaga yang menerjangnya itu bergelombang, sehingga membuat Toan Ceng jadi kagum.
Tenaga itu bergelombang, jika Toan Ceng melawan dengan kekerasan, tentu dirinya akan terjerembab, sebab tenaga itu seperti lenyap dan seperti itu ada, bergelombang tidak hentinya.
Namun Toan Ceng tidak kehabisan akal, dengan cepat ia telah mempergunakan ilmu sinkang yang paling tinggi, yaitu yang kosong menjadi ada dan yang ada menjadi kosong, yaitu ilmu sinkang dari kalangan lunak.
Begitu tenaga Lu Liang Cwan menerima pahlawan
seperti ini, dia jadi membentur tempat yang kosong, tetapi berisi kekerasan, maka tenaga serangan Lu Liang Cwan jatuh ditempat kosong dan lenyap.
Muka Lu Liang Cwan jadi berobah ketika merasakan tenaganya yang itu seperti lenyap.
Sebagai seorang tokoh sakti yang memiliki kepandaian tinggi, ia penasaran.
Karena mustahil seorang pemuda seperti Toan Ceng bisa menghadapi ilmunya itu.
Maka belum lagi Toan Ceng menyambuti arak itu dan cawan belum berpindah tangan, Lu Liang Cwan telah manyalurkan lagi kekuatannya.
Kali ini ia menyalurkan tenaga serangan berbentuk Im, yang hawanya dingin sekali.
Toan Ceng kembali terkejut.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tenaga serangan itu telah menerjang dengan cepat, sehingga memaksa Toan Ceng harus berusaha
memberikan perlawanan untuk membendung tenaga
lawannya. Tepat bersamaan dengan itu, justru tenaga Lu Liang Cwan seperti lenyap, dan berganti dengan datangnya tenaga serangan yang bersifat Yang, panas, dimana udara disekitar Toan Ceng jadi panas.
Toan Hongya kaget bukan main.
Jarang sekali orang bisa mempergunakan tenaga Im dan Yang dengan berbareng, karena dengan cara
demikian orang harus benar-benar mahir menguasai dua macam kekuatan yang berlainan sifat itu, sebab tanpa kemahiran tentu malah akan mencelakai diri sendiri, senjata makan tuan.
Tenaga lm adalah tenaga yang bersifat lunak dingin, sedangkan tenaga Yang adalah tenaga yang memiliki sifat keras panas.
Maka dari itu Lu Liang Cwan bisa melancarkan
serangan seperti itu dengan waktu yang singkat, dan kedua macam tenaga serangan yang berlainan sifatnya itu telah bisa dipergunakannya berbareng, membuat Toan Ceng kagum bukan main.
Namun Toan Ceng tidak berani berlaku ayal, dengan menggerakkan tangan kanannya menyilang, ia telah menyambuti cawan itu, kemudian ia memiringkan sedikit tubuhnya, sehingga kedua macam gelombang tenaga serangan Lu Liang Cwan telah berhasil dipunahkannya.
Kembali Lu Liang Cwan jadi terkejut, tetapi waktu itu cawan arak telah berpindah tangan.
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kemelut Blambangan 1 Suling Emas Dan Naga Siluman Bu Kek Sian Su 11 Karya Kho Ping Hoo Panji Wulung 5
^