Pencarian

Biang Ilmu Hitam 2

Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana Bagian 2


tentu ada alasan kuat dan penting sehingga kalian membuat
perjalanan sepanjang dan sejauah itu , nah ..! sekarang
sampaikanlah , apa yang kalian ketahui tentang pah-sim-sai-jin
" , "kui-ko sebenarnya pah-sim-sai-jin turun dari kwi-ban-san
dan mewarisi ilmu dari han-bu-ong " kelima orang tua yang ikut
mendengar terkesiap , kwee-gun yang melihat reaksi dari
kelima kakek dan neneknya bertanya , "apakah diantara kakek
dan nenek pernah mendengar han-bu-ong !" " "diantara kami
tidak pernah mendengar nama itu , tapi mungkin nenek kalian
di kunleng tahu , karena yang paling dekat dengan ibu khu-ginbi adalah in-moi , kalian harus kesana menanyakannya " sahut
kakek lun-keng "terus bagaimana selanjutnya ji-sute !?" , "kemudian benar !
bahwa tin-ko dan ji sute tewas di tangan pah-sim-sai-jin , dan
kenyataanya ilmu pah-sim-sai-jin tidaklah lebih kuat dari ilmu
kita , salah seorang dari kita bisa mengimbanginya , namun ada
yang lebih darinya yakni tubuhnya yang katanya mengeluarkan
hawa , dan itu membuat dia menang walaupun dikeroyok oleh
tin-ko dan ji-sute " , "kalau begitu kita harus cari tahu apa efek
dari hawa tubuhnya itu " gumam san-kui , "benar kui-ko dan huiko di sinyang juga berpendapat sama " sahut kwee-gun ,
65 kemudian ia melanjutkan , "kami juga telah memancing untuk
mengetaahui rencananya kui-ko ! , "apa rencananya itu gun-te
!" , "pah-sim-sai-jin akan mematangkan kekuasaannya disetiap
wilayah sebagaimana wilayah barat sekarang yang
ditanganinya , tujuh bulan yang lalu delapan puluh persen
wilayah barat telah dikuasainya dan tentunya sekarang seluruh
wilayah barat mutlak ada pada kendalinya " , "hmh". memang
jitu rencana itu untuk menanamkan kekuasaan , sepertinya ia
membuat sendiri orang-orang jahat " , "benar kui-ko , orangorang yang direkrutnya adalah para penjudi dan pemadat , dia
menamakan prinsip hidup pada anak buahnya dan akan
disebarkan untuk dicanangkan seluruh orang di wilayah barat "
, wah apa prinsip hidup yang ingin ditanamkannya pada semua
orang itu gun-ji !" , sela kakek gan-liong , "prinsip hidup itu
kong-kong ada empat yakni , hidup sombong , suka berbohong
, suka menurutkan keinginan dan suka melihat orang lain
menderita " , "lah..lah". benar-benar iblis yang mengajarinya
itu " sela kakek bun-hui
lalu kwee-gun melanjutkan , "pah-sim-sai-jin membentuk satu
kota yang isinya semua penjahat dan segala kemaksiatan ada
didalamnya untuk penghuni kota itu dan dibarat kota penjahat
itu adalah lijiang atau dia beri nama dengan "see-kek-hek-te " ,
"hmh.. jika dia sudah selesai di barat maka dia akan
membentuk pak-kek-hek-te , lam-kek-hek-te dan tung-kek-hekte " wajah san-kui berubah tajam karena merasa gemas ,
"benar sekali kui-ko " sahut kwee-gun , "dia bergerak lambat
66 tapi pasti kui-ko " sela lai-seng , "ya dan itu sangat mengerikan "
sahut san-kui "itulah yang dapat kami sampaikan kui-ko ! , lalu bagaimana
langkah selanjutnya !" , "dari semua cerita ji-sute , intinya kita
akan berhadapan dengan bumi yang dibentuknya , barat
dengan mudah dia bentuk karena sam sute dan para hohan
disana langsung berhadapan dengan pah-sim-sai-jin yang sakti
dan nyaris seluruh hohan tewas hingga terjadi kekosongan
kekuatan " , "lalu bagaimana kui-ko !" " , "hmh" hal yang dapat
kita lakukan sebelum berhadapan lansung dengan pah-sim-saijin kita terlebih dahulu membentuk tandingan dari bumi yang
dibentuknya sebagai pusat kekuatan " , :"hmh.. benar sekali kuiko dan disamping itu semua pokoan kalau bisa kita tutup
karena dari situ embrio penjahat yang dibentuknya " sahut laiseng , "ya " itu sangat efektif untuk menahan langkah pah-simsai-jin " sela kwee-gun "dan saya yakin sekarang pah-sim-saijin sudah berada di utara dan kita harus bergerak cepat kui-ko "
, "benar seng-te , dan besok kita akan adakan pertemuan
dengan semua murid " sahut san-kui , lalu merekapun menutup
perbincangan itu dan istirahat
keesokan harinya semua murid pat-hong-hengte sudah
berkumpul di lianbhutia , lalu san-kui berbicara "kalian semua
dengarkanlah ! , bahwa kita sedang menghadapi tirani yang
laur biasa dahsyat , dan saudara kita diwilayah barat telah
menjadi korban " sejenak dia mengambil nafas lalu berkata ,
"kita semua akan mengambil langkah cepat untuk mencegah
67 menyebarnya tirani itu sembari berusaha untuk
melenyapkannya , jadi sekarang kami akan membagi tugas
kepada kalian murid kepala , murid tingkat satu dan dua " ,
"kami siap sam-suhu " jawab mereka serempak
tugas pertama untuk empat orang murid kepala , berangkatlah
kalian ketimur dan utara , berikan suratku kepada kauwsu
kalian disinyang dan di yinchuan , pesan ini sesegera mungkin
sampai kesana , jadi kalian harus memburu waktu " semuanya
hening dan tertunduk , "nah..! sekarang , kam-hui-bhok , phangliu-ta kalian berdua mendekatlah " kedua orang yang dipanggil
segera berdiri dan mendekati san-kui , "ini surat bawa ke utara ,
kalian berjalan dari timur keutara , sekarang kemasi persedian
kalian dan berangkatlah " san-kui memberikan sepucuk surat
yang sudah dia tulis semalam didalam kamarnya
"kemudian sie-hang dan pouw-teng " kedua murid yang
dipanggil mendekat , "kalian bawa surat ini ke sinyang di timur "
, baik suhu ! apakah kami juga berangkat hari ini !" , "ya "
berkemas dan berangkatlah , kedua murid itupun keluar , lalu
san-kui berkata , "kepasa enam murid kepala yang tinggal dan
murid pertama dan kedua , kalian berangkat kedaratan besar ,
sampaikan undangan lisan dari ku kepada seluruh kauwsu dan
pangcu serta taihap di wilayah selatan untuk berkumpul pada
je-it dua bulan akan datang disini , dan perihalnya adalah
tindakan penaggulangan tirani pah-sim-sai-jin " , "siap samkauwsu ! , "baik sekarang kalian bubar , dan enam murid kepala
mendekatlah kesini " enam murid kepala itu mendekat , "kalian
68 berenam ! selain dari tugas tadi kalian juga harus sampaikan
surat ini kepada tiga kuncu di kaifeng , dua kungcu di hopei dan
satu kungcu di paoteng " "baik suhu " lalu merekapun keluar
kwee-lai-seng keesokan harinya juga keluar dari pulau kurakura dia hendak ke kun-leng menemui nenek kwee-hong-in ,
perjalanan yang ringan dan cepat tidak membuat ia lama
memakan waktu , dan dalam sepuluh hari dia sudah sampai di
kun-leng dirumah kwaa-san-lun dan berketepatan istri kwaasan-lun yakni kam-siang-lan melaahirkan anak keempatnya
bayi laki-laki sehat dan mungil , kedatangan lai-seng dan
lahirnya anak keempatnya membuat keluarga itu senang dan
semarak "seng-suheng ! langkahmu ini sungguh luar biasa , hmh"
bagaimana kabar keluarga di pulau kura-kura ! , "keadaan
semuanya baik-baik lun-te " sahut lai-seng , "hmh" sepertinya
ada yang mengganjal hatimu seng-ji !" " sela nenek hong-in
yang sudah berumur tujuh puluh dua tahun itu , "benar kong-bo
" , "apa itu seng-ji ! " , "pertama saya ingin menyampaikan
bahwa keluarga kita di wuhan telah dipanggil thian satu
setengah tahun yang lalu , dan sam soso sekarang berada di
pulau kura-kura , "hmh" tentu ini berhubungan dengan pahsim-sai-jin yang ada dibarat !" , "benar kong-bo " , "lalu apa
yang kedua !" " , "yang kedua tentang pah-sim-sai-jin sendiri
kong-bo !, " hmh" maksudmu bagaimana seng-ji !" "
"pah-sai-jin ini sangat sakti dan telah mewaskan tin-ko dan jisu-te dan bahkan hampir lima raus hohan di barat , saya dan
69 gun-ko telah menyelidiki ke lijiang akan keadaan pah-sim-sai-jin
dengan menyamar " , "lalu ..!" " , "dan kami dapatkan hasil
bahwa pah-sim-sai-jin turun dari kwi-ban-san dan mewarisi ilmu
dari han-bu-ong " , kening nenek hong berkerinyit , "kami tanya
kelima kakek dan nenek di pulau kura-kura , tidak ada yang
pernah dengar nama han-bu-ong ini , dank eng-kong menyuruh
saya untuk menanyakan kepada kong-bo " , "hmh". kalau dia
mewarisi han-bu-ong itu artinya ada hubungan perguruan
dengan kita melalui ibu khu-gin-bi " lalu menurut kong-bo ,
bagaimana kita bisa menundukkan ilmunya yang sakti tentang
hawa tubuhnya , "hawa tubuh !" , maksudnya bagaiman seng-ji
!" , "kong-bo , ilmu kita dan ilmu pah-sim-sai-jin itu imbang ,
tidak berada disebelah ilmu kita , namun dia bisa mengalahkan
tiga keroyokan tin-ko dan ji-sute karena hawa tubuhnya " sahut
lai-seng , tiba-tiba terdengar petikan yangkim dan kemudian
terdengarlah nyanyian hawa busuk menyebar jauhkan diri
mamfaatkan ilmu sijahat sendiri
yang disempurnakan pendekar sejati
setidaknya itu mempertahankan diri
sebelum tiba kiprah tiga generasi
han-bu-ong memang penjahat sejati
berkubang nista dan lupa akan diri
bertabur dendam iri hati dan dengki
mewariskan ilmu puncak dari tirani
70 suhu dan subo sering menasehati
kelakuan sute yang tidak manusiawi
namun apalah daya kita manusia ini
bukankah thian" membolak balik hati
"terimakasih supek atas petunjuknya " ,nenek hong-in segera
berlutut dan menjura kearah datangnya suara , lalu terdengar
jawaban "hehehe" in-ji yang mungil jagalah diri " setelah itu
suasana hening lalu nenek hong-in bangkit dan duduk kembali kekursinya ,
"siapakah tadi kong-bo !" Tanya kwaa san-lun , "ya.. siapakah
tadi kong-bo !" " sela lai-seng , "dia adalah pek-kong-couw
kalian "koai-lojin" (orang tua aneh) kam-han-ki , beliau adalah
murid bukek-siansu jadi suheng dari kong-couw kalian kimkhong-taihap" jawab hong-in dan kedua cucunya manggutmanggut
sekarang mari kita simak petunjuk supek dalam nyanyian tadi ! ,
coba apa tadi bait pertama !" " hong in menatap kedua cucunya
, lalu san-lun mencoba mengulangnya
hawa busuk menyebar jauhkan diri
mamfaatkan ilmu sijahat sendiri
yang disempurnakan pendekar sejati
setidaknya itu mempertahankan diri
sebelum tiba kiprah tiga generasi
yang lahir juga pada hari ini
71 "hmh" pah-sim-sai-jin mengeluarkan hawa busuk melawannya
menjauahkan diri dengan menggunakan ilmu sijahat yang
disempurnakan pendekar sejati " sejenak hong-in diam dan
berpikir , lalu kemudian nenek hong-in manggut-manggut ,
"bagaimana kong-bo apakah kong-bo dapat mengambil hikmah
dari bait nyanyian itu !" " tanya lai-seng , "ya nenek sudah
dapatkan seng-ji ," jawab nenek hong-in , "apakah hikmahnya
kong-bo!" " , "hikmahnya adalah untuk bertahan dari hawa pahsim-sai-jin , kita harus menggunakan ilmu dasar dari ibu bonita
yang mewarisi ilmu dari salah satu delapan jahat di kwi-ban-san
, dan oleh ayah telah disempurnakan dan diberi nama "in-hongsin-kin"
lalu baris terakhir pada bait itu kong-bo !" , yakni sebelum tiba
kiprah tiga generasi "hmh" artinya kita tidak akan dapat mengalahkannya kecuali
kita hanya dapat bertahan dan yang mengalahkannya " ada
seseorang tapi tidak tahu siapa , mungkin orangnya sudah ada
atau mungkin belum ada "lalu bait selanjutnya begini kong-bo ! , lai-seng mengambil
nafas han-bu-ong memang penjahat sejati
berkubang nista dan lupa akan diri
bertabur dendam iri hati dan dengki
mewariskan ilmu puncak dari tirani
72 suhu dan subo sering menasehati
kelakuan sute yang tidak manusiawi
namun apalah daya kita manusia ini
bukankah thian" membolak balik hati
"han-bu-ong adalah sute dari su-kong bukek-siansu " , kedua
cucunya manggut-manggut , "pantaslah kalau begitu pah-simsai-jin sakti dan tidak berselisih dengan ilmu kita , namun dia
lebih dengan hawa yang dikeluarkan tubuhnya " ujar lai seng ,
kemudian mereka mengehentikan percakapan dan makan
siang , lai-seng dua minggu di-kunleng , bayi laki-laki yang baru
lahir buyut dalam hong-in diberi nama oleh ayahnya kwaa-Hanbu
selanjutnya mari kita lihat keadaan pah-sim-sai-jin atau lu-koai ,
prestasinya dalam membina kejahatan memang handal ,dalam
jangka dua tahun seluruh wilayah barat mutlak pada
genggaman pah-sim-sai-jin , kedudukanya di lijiang atau seekek-hek-te sangat kuat , pasukan yang dibentuknya sudah
mencapai dua ribu orang , hartanya melimpah menggunung
dan terus bertambah karena setiap kungcu yang ada diseluruh
barat wajib menyetorkan bagian kekota lijiang , kota lijiang
adalah kota hitam yang semarak dengan kumpulan penjahat ,
pokoan dan tempat pelacuran tersedia disana untuk
kesenangan seluruh penjahat didalamnya , kota lijiang tidak
ada penindasan yang ada hanyalah kesenangan , kemesuman
, kota lijiang indah gemerlap , meriah dan semarak , kota yang
73 hidup dua puluh empat jam diperuntukkan untuk semua
penghuninya , malam itu pah-sim-sai-jin mengumpulkan dua puluh orang
murid kepala , "kami sudah berkumpul semua "thian-te-ong"
(raja jagad) dan siap menerima perintah " dua puluh orang itu
duduk sambil menunduk dihadapan lu-koai yang duduk dikursi
singasananya , oleh para pasukannya ia dia panggil dengan
"thian-te-ong" , lu-koai tersenyum , "kalian semua dengarlah ,
besok aku akan keutara dan akan menguasainya , jadi
sementara saya diutara kalian dua puluh yang jadi pimpinan
sementara disini , tetap jaga upeti berjalan dengan lancar ,
lakukan pelawatan keseluruh kota untuk memupuk tumbuhnya
kejahatan , lakukan terus teror untuk membuat penduduk
terpuruk keputus asaan sehingga terbentuk rasa ingin bertahan
hidup dan menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya" ,
"baik thian-te-ong " pesan ong akan kami perhatikan " jawab
mereka serempak Kota lam-hong kota perbatasan sebelah dalam utara ,
kesibukan berjalan normal dan siang itu pah-sim-sai-jin
memasuki sebuah rumah makan , perawakannya yang kekar
tinggi dan mukanya burik dengan kepala gagang berbentuk
tengkorak membuat beberapa orang dalam rumah makan
bergetar pucat , mereka buru-buru menyelesaikan makannya ,
bahkan ada dua orang tamu tidak sempat menghabiskan
makannya sudah segera menyingkir , hal itu menjadi perhatian
beberapa orang dan pah-sim-sai-jin juga merasakan
74 kejanggalan itu , ketika seorang hendak keluar , tiba-tiba
tubuhnya kaku dan berdiri mematung di depan pintu masuk
"cuh" ! " pah-sim-sai-jin meludah dan membuat orang
menatap dan mencibir , dua orang yang beradu pandang
dengan pah-sim-saijin tiba-tiba menjerit menutup matanya dan
mengenaskannya dari jemari yang menutup mata bersimbah
darah menandakan bahwa mata luka , pah-sim-sai-jin
tersenyum sini setelah melempar butiran nasi sehingga
memecahkan bola bata kedua orang itu , karena jeritan setinggi
langit itu membuat orang berdiri dan gempar dan berlari keluar
rumah makan , namun mereka ambruk didepan pintu dengan
keadaan kaku , orang yang masih didalam cemas takut dan


Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

gemetaran pah-sim-sai-jin dengan senyum jumawa menatap orang berdiri
ketakutan "kalian mendekat kesini !" bentak pah-sim-sai-jin
kepada dua orang yang berada didepannya , dua orang itu
mendekat , "katakan ! bukoan mana yang paling hebat di lamhong ini , "ngo-heng-bukoan" (perguruan lima unsur), tu"tuan "
jawab salah seorang dengan terbata-bata , "hmh dimana
tempatnya ! " , "di sebelah barat kota tuan " , "dengar kalian
semua ! , aku pah-sim-sai-jin dan saat ini aku penguasa wilayah
barat dan akan juga menguasai kalian diutara ini ,
hahaha"hahahha". " pah-sim-sai-jin tiba-tiba menghilang ,
tidak lama dia sudah berada di depan bu-kauwsu yang sedang
berbicara dengan anak dan anak gadisnya yang berumur
sembilan belas tahun 75 ketiga orang itu terkejut bukan main , bu-kauwsu membentak ,
"siapa kamu lancang memasuki rumahku ! , " heheh..hahah ,
putrimu cantik juga kauwsu " pertanyaan dengan jawaban lain
itu membuat bu-kauwsu jengkel namun kemunculan orang ini
yang luar biasa membuat dia ngeri , "apa maksudmu datang
kesini ?" , ":heheh..hahah , dan istrimu ini juga lumayan " putri
bu-kauwsu marah dan emosi , dia langsung mencabut pedang
dan menusuk kearah pah-sim-sai-jin , namun tangannya
kesemutan dan pedangnya jatuh sementara tubuhnya kaku
terduduk dipangkuan pah-sim-sai-jin , dan putri bu-kauwsu
merasa tersentak petir ketika tubuhnya diremas-remas pah-simsai-jin , betapa tidak terduduk kaku juga sudah membuat dia
sangat malu terlebih anggota badannya diremas-remas oleh
tangan jail milik lelaki berwajah burik didepan kedua orang
tuanya bu-kauwsu yang melihat putrinya di hina langsung menerjang ,
dan "hughkk..braaak.." tubuh bu-kauwsu terlempar dan
terhempas ke atas meja hingga hancur , mulutnya
memuntahkan darah segar , nafasnya sesak dan satu-satu lalu
tak lama kemudian bu-kauwsu tewas , melihat suaminya
sekarat dan meregang nyawa bu-hu-jin pingsan sementara busiocia terbelalak tidak berdaya , lalu pah-sim-sai-jin merobek
baju bu-siocia sampai telanjang , bu-siocia bergetar pucat
ketakutan , tapi apalah dayanya didepan manusia bejat dan
sakti ini , tubuhnya dipermainkan layaknya binatang , hatinya
perih dan terhina , jiwanya menangis tidak terperikan tubuhnya
76 yang sudah sakit , lemas dan ngilu tidak henti-hentinya direjang
oleh iblis berwujud manusia ini
selama tiga jam tubuhnya dipermainkan baru para murid yang
berada di lianbuthia menyadari keadaan ketika seorang murid
kepala hendak melapor , matanya yang menyaksikan siocianya
terlentang lemas telanjang sementara suhu dan subonya
tergeletak juga , "bangsat" ! murid kepala itu menerjang
namun tubuhnya terlempar menabrak tembok dan tidak ayal
kepalanya pecah dan tewas seketika , pah-sim-sai-jin
melangkah mendekati bu-saijin yang masih pingsan , dengan
muka sinis pah-sim-sai-jin menelanjangi bu-hu-jin lalu
kemesuman birahinya di tumpahkan pada tubuh telanjang itu ,
bu-hujin menggerakkan kepalanya ketika siuman dan alangkah
terkejutnya bu-hujin ketika merasakan tubuh kekar menghimpit
tubuhnya dan remasan-remasan kasar disekujur tubuhnya serta
, dia melihat wajah penuh burik menyeringai nikmat merejang
tubuhnya bu-hujin kembali pingsan
dua murid kepala yang merasa rekan mereka belum keluar dari
dalam maka mereka menyusul dan sesampai didalam mereka
menyaksikan pemandangan yang memalukan , mereka
langsung melabrak pah-sim-sai-jin yang sedang asik berlomba
dengan birahinya diatas tubuh telanjang bu-hujin , namun pahsim-sai-jin mengibaskan tangan tanpa mengehentikan
aktifitasnya namun akibatnya kedua murid kepala itu terlempar
lemas tidak berdaya dengan nafas sesak
77 setelah selasai dengan nafsunya , pah-sim-hujin memakai
bajunya dengan senyum sinis dan meludah , dua murid kepala
dengan mata terbealalak ketakutan menatap pah-sim-saijin
yang mendekat , pah-sim-sa-jin merengkuh tubuh keduanya
dan berjalan kearah lianbhutia lalu melempar kearah muridmurid yang sedang istirahat , semua murid jadi gempar dan
mengambil sikap siaga namun tidak ada yang berani
menyerang pah-sim-sai-jin
pah-sim-sai-jin dengan jumawa berkata , "kalian turuti
perintahku atau mati seperti suhu kalian didalam " mendengar
bahwa suhu mereka tewas mereka jadi pucat dan gemetar ,
kedua murid kepala yang terduduk lemas berkata , "apakah
kami berhadapan dengan pah-sim-sai-jin !" , "hahaha"hehehe
, benar ! , yang dihadapan kalian adalah pah-sim-sai-jin "
mendengar kenyataan itu makin kecut hati murid-murid , "cepat
kalian nyatakan apakah kalian menuruti saya atau mati !" ,
enam puluh murid itu menunduk ketakutan , lalu murid kepala
berkata , "kami menyerah dan akan menurut perintah " , "bagus
! sekarang kalian berdua ! berapa bu-koan di kota ini dan
berapa pangpiuawkiok , "bukoan ada lima dan piauwkiok ada
tiga " , "hmh.. baik , kalian berdua dan tiga orang lain cepat
datangi kauwsu dan pangcu itu , sampaikan pah-sim-sai-jin
memangil meraka malam ini supaya berkumpul disini , jika
mereka membantah maka bukoan dan piauwkiok mereka
beserta mereka akan saya binasakan " pah-sim-sai-jin
melangkah meninggalkan mereka dan masuk kedalam dan
tidak berapa lama dua tubuh melayang dari dalam dan jatuh
78 ketengah mereka , ternyata dua mayat , mayat suhu mereka
dan murid kepala , meremang bulu roma mereka tidak beranjak
dari situ dua murid kepala segera mengajak tiga orang yang lain untuk
melakukan perintah pah-sim-sai-jin , dari lima kauwsu hanya
yang datang empat dan ketiga paiuwpangcu datang semuanya
, "kuawsu mana yang menolak !" , " , "kauwsu pek-coa-bukoan
" , "hmh" bawa aku kesana dan kalian tunggu disini ! " pahsim-sai-jin berkelabat dan seorang murid kepala dibawa
terbang , sesampai di tempat pek-coa-bukoan , tempat itu
kosong , "sialan ! perkirakan kea rah mana mereka lari ! ,
"kearah barat tuan !" , segera pah-sim sai-jin berkelabat kearah
barat sambil menjinjing tubuh murid kepala , baru setengah jam
rombongan pelarian itu tersusul , tanpa bicara pah-sim-sai-jin
menghabisi mereka tujuh nyawa dalam lima kali gebrakan yang
tersisa hanya dua remaja putri umur dua belas dan empat belas
anak coa-kauwsu setelah mereka sampai di tempat bu-kauwsu , kedua remaja
putri itu dimasukkan kedalam kamar dimana bu-hujin dan
putrinya terlentang kaku dengan tubuh telanjang , kemudian
pah-sim-sai-jin kembali keruang tengah , sembilan orang
menanti dengan pucat dan makin bergetar ketika pah-sim-saijin
datang dan duduk didepan mereka , "aku ini tirani bagi
kehidupan manusia , kalian jika ikut aku akan hidup dengan
kenikmatan melimpah tapi jika tidak kalian dan keluarga kalian
akan mati , dan sekarang pilih mana yang kalian inginkan "! "
79 suara itu bergema tajam membuat kesembilan orang itu makin
gelisah ketakutan , "saya memilih hidup , saya juga , dan saya
juga ! " terdengar sahutan mereka susul menyusul , "bagus ..!
sekarang kalian kembali ketempat kalian , kemasi persedian
sekedarnya , kita akan berangkat ke hung-cih , koknam ,
gunteng , singking dan xining , di xining kita akan membuat
markas " sembilan orang itu diam tertunduk dan keluar
pah-sim-sai-jin kembali kekamar dimana bu-hujin , bu-suocia
dan dua remaja putri itu berada , pah-sim sai-jin semalam
suntuk hingga matahari tinggi keesokan harinya melakukan
kemesuman kepada empat wanita itu , sidurjana yang tiada
berhati jantung ini dengan senyum sinis dan rasa nyaman
melakukan semua itu , setelah birahinya tuntas keempat wanita
itu ditinggalkan dengan nyawa putus karena kepala mereka
remuk dengan otak terburai
dua minggu kemudian mereka sampai dikota hung-cih ,
piuawkiok dan bukoan disana mengalami hal yang sama
disamnping pembunuhan kemesuman pah-sim-sai-jin pun
bersimaharajalela , , koknam , gun-teng dan terakhir mereka
sampai dixining , jumlah anggota pah-sim-sai-jin sesampai
dixining lima puluh orang kauwsu dan sepuluh orang
piauwpangcu , dan selama perjalanan mereka dari lam-hong ke
xining yang memakan waktu sampai delapan bulan , membuat
mereka juga terbuai dan terbetik nafsu melihat pah-sim-sai-jin
melepaskan birahinya , dan merekapun awalnya terikut dan
80 mencoba , dan kemesuman itu dilakukan tanpa beban
membuat mereka ketagihan dikota xining pah-sim-sai-jin setelah menyelidiki semua bukoan
dan paiuwkiok akhirnya memilih mendatangi sebuah piauwkiok
ternama "pak-hong" (angin utara) piauwkiok itu megah , rumah
liem-pangcu sangat megah , halamnnya luas dan diareal
belakang ada tanah kosong yang luas , liem-kauwsu merasa
sangat heran dengan kedatangan rombongan yang berjumlah
enam puluh satu orang itu , lalu dia menjura , "ada keperluan
apa sehingga para sicu datang kemari " sambutnya ramah ,
"heheh..hahah" heh..! pang-cu , aku adalah pah-sim-sai-jin ,
aku dan semua dan anak buahku ini akang mengambil alih
tempatmu ini !" , liem-pangcu terkejut dan ketakutan , nama
yang menjadi momok menakutkan ini berada didepannya
"sekarang pilih mau mati atau mau hidup , dan kalian semua
geladah tempat ini !" pah-sim-sai-jin mengancam liem pangcu
dan memerintahkan anggotanya untuk bergerak , liem-kauwsu
terpaksa menyerah dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika
tempatnya diambil alih , untungnya ia tidak mempunyai anak
perempuan , dia hanya dengan dua orang putranya dan istrinya
sudah meninggal , setelah pak-hong di tempati keesokan
harinya anak buah pah-sim-sai-jin yang terdiri dari pesilatpesilat tangguh karena level kauwsu dan pangcu membuat
xining gempar tujuh kauwsu dan enam pancu ditaklukkan ,
sehingga jumlah mereka mencapai tujuh puluh lima
81 kemudian penyitaan harta dan perempuan layakpun di jalankan
, dua kungcu dibunuh dan hartanya dirampas dan pasukannya
dibabat habis , penduduk xining kiamat , dalam jangka dua
minggu kota xining ditinggalkan penduduk , dan yang tersisa
adalah mereka yang jumlahnya sudah bertambah oleh para
penjudi dan pemadat sehingga berjumlah seratus lima puluh
orang , setelah itu perambahan kotapun terus berlanjut sampai
kekota yinchuan , dan pah-sim-sai-jin mendatangi pat-honghengte yang sudah siap siaga menanti kedatangan mereka
dan berketepatan pulan surat dari kwee-san-kui diterima oleh
kwee-an-bun semalam yang menyuruh supaya pat-hong-hengte menggalang puasat kekuatan hohan untuk membendung
gerak pah-sim-sai-jin , namun ternyata terlambat , utara sudah
dikuasai dari lam-hong sampai kekota kenlung , bahkan siang
itu sudah berada dihalaman pat-hong-heng-te , kwee-an-bun ,
kwee-gak dan sie-can keluar , kwee-an-bun menghadapi pahsim-sai-jin dengan tenang , "pah-sim-sai-jin sibejat tiada
tandingan , siculas tiada ketulungan , simesum tiada terlukiskan
, bersiaplah aku menantangmu ! " kata-kata pedas itu membuat
pah-sim-sai-jin tercenung , sikap jantan luar biasa yang tidak
ditemuinya selama perambahannya di utara , "heheh..hahhaa ,
cuh..cuh".. hiat " " pah-sim-sai-jin menerjang dan
pertempuran luarbiasa segit pun terjadi
pah-sim-sai-jin kecele karena mendapat perlawanan yang
luarbiasa kuatnya , tenaga berhawa "im-yang" menyebar
membuat dia tertahan , dia teringat tiga lawannya di lijiang yang
82 mengunakan ilmu yang sama , sampai tiga ratus jurus
perlawanan berimbang , "hek-hoat-bo" terbentur dengan "imyang-pat-hoat" sebenarnya im-yang-pat-hoat lebih tinggi sedikit
dari thian-te-tin-hoat-chit", namun pengaruh hawa tubuh pahsim-sai-jin yang menjadikan thian-te-tin-hoat-chit"dapat
mengimbangi im-yang-pat-hoat , hawa im-yang yang merusak
pembuluh darah itu tawar dengan hawa racun dalam tubuh
pah-sim-sai-jin setelah lima ratus jurus berlangsung , pah-sim-sai-jin
mengeluarkan pedangnya dan mengeluarkan jurus pedangnya
"beng-cui-in-kiam" , kwee-an-bun pun mencabut pedangnya
dan mengeluarkan jurus "hong-lo-im-yang-kiam" , pertempuran
senjatapun berlansung , suasana makin tegang di kesenjaan
yang sudah temaram , dan satu ketika , kwee-an-bun mendapat
kesempatan menyabet bahu pah-sim-sai-jin sehingga merobek
dan menyayat dagingnya hingga lepas , dan pada kesempatan
yang sama , hawa apek merebak , dan ini membuat kwee-anbun pening dan bangkis , dan tidak ayal gerakan dahsyat
"beng-cui-in-kiam" menggulung tubuh kwee-an-bung dan
cras..crass .. cep.. " dua tebasan menghantam bahu dan paha
hingga putus dan tusukan menembus perut , kejadian luar
biasa cepat membuat she-taihap terkejut , hal ini memang
dapat dimaklumi , karena gerakan sebelumnya pah-sim-sai-jin
terdesak dan menerima luka dipundak dan tida menyangka
akan berbalik demikian fatal menewaskan kwee an-bun , siecan dank wee-gak tanpa dikomando menerjang dua pedang
mencincang tubuh pah-sim-saijin sehingga dadanya luka robek
83 besar , pahannya luka menganga , perutnya tembus
menyemprotkan darah lehernya robek menganga namun pahsai-jin tidak mengeluh ataupun menjerit kesakitan malah
membuat serangan berbahaya yang tidak terduga pedangnya
balas menyerang sementara dua she-taihap mabuk dengan
bau apek membuat mereka linglung dan bangkis sementara
gulungan pedang yang tidak kendur daya serangnya dari pahsim-sai-jin balas membabat kedua tubuh she-taihap hingga
keduanya tersebelih robek hingga tewas
dua ratus pat-hong-heng-te bergerak menyerang dan di dua
ratus kauwsu dan pangcu , ketiga istri she-taihap juga masuk
kekencah pertempuran , pah-sai-jin yang bau apeknya ngengat
menyebar membuat lawan yang mengerubutinya linglung dan
bangkis-bangkis , sementara pada kesempatan itu pah-simsaijin dengan kecepatan dan kedahsayatan serangannya
membabat pat-hong-heng-te laksana laksana memangkas
ujung ilalang , dan sebaliknya pat-hong-hengte dan ketiga istri
she-taihap membabat anak buah pah-sim-sai-jin yang terdiri
dari kauwsu dan pangcu sampai malam hari pertempuran itu berlangsung , pat-honghengte termasuk ketiga istri she-taihap habis tewas semua ,
sementara di pihak pah-sim-sai-jin hanya tinggal pah-sim-saijin
dan dua orang anak buahnya yang terluka parah , pah-sim-saijin menampar kepala kedua anak buahnya hingga tewas dan
dia meninggalkan pat-hong-hengte , yang berjubel dengan
84 mayat , tujuh anak remaja pautra-putri she-taihap juga tewas
dalam keributan besar itu
pah-sim-sai-jin kembali kexining , didalam kota hanya tersisa
lima puluh orang anak buahnya yang terdiri dari golongan
penjudi , maka dia mengumpulkan mereka sekembalinya dari
yinchuan dan menyuruh mereka memasuki pokoan untuk
mengajak semua penjudi dan pemadat menempati xining ,
usaha itu terwujud setelah satu tahun peristiwa yinchuan ,
pembentukan kota pak-kek-hek-te (bumi hitam kutub utara)
rampung , dan selama enam bulan dia melatih anggotanya ini
menjadi pesilat kawakan untuk dijadikan pioner terror diutara ,
pemungutan upeti pun berlangsung , sehingga pak-kek-hek-te
sama persis dengan see-kek-hek-te setelah dua tahun


Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

setengah pah-sim-sai-jin berada diutara
setelah pak-kek-hek-te mandiri dan kuat , dengan kekuatan
berjumlah hampir tiga ribu orang, jumlah ini lebih besar dari
pasukan barat karena anggota tidak hanya dari kalangan
penjudi tapi juga para anggota bukoan dan piauwkiok yang
sudah takluk pada awalnya, pasukannya dibarat dua ribu orang
lebih menjalankan prinsip hidupnya dan mengamalkannya
kepada seluruh rakyat dibarat demikian juga di utara , dua
wilayah telah dikuasai mutlak oleh pah-sim-sai-jin ketika dia
sudah berumur tiga puluh tahun dan sekarang dua puluh murid
utamanya dikumpulkan dan diserahi tanggung jawab untuk
menjalankan terror pada rakyat utara dan mengatur kelancaran
85 upeti dari seluruh kungcu karena dia hendak ketimur untuk
melakukan hal yang sama diruang keluarga di istana pulau kura-kura , keluarga she-taihap
berkumpul , "sent-te bagaimana berita kong-bo di kunleng ! "
san-kui membuka percakapan , "keadaan kon-bo dan keluarga
sehat dan tidak kurang satu apapun malah berita gembira yang
saya dapatkan ketika sampai disana dengan kelahiran kwaahan-bu anak keempat dari lun-te " sahut lai-seng berseri , "lalu
bagaimana pendapat in-moi tentang han-bu-ong !?" tanya
nenek liu-bwee , "han-bu-ong memang terhubung dengan kita
melalui kong-bo-couw khu-gin-bi bahkan lebih dari itu kong-bo !
" , "hmh.. maksudmu lebih bagaimana seng-ji !" " sela kakek
gan-liong , "kong-kong ! ketika kami membicarakan hal han-buong , seseorang melintas dan bernyanyi dan orangnya tidak
saya ketahui namun in-kong-bo berlutut dan bercakap dengan
beliau ! " , "hmh,, apakah supek koa-lojin yang melintas !" "
seru kakek lun-keng , "benar kong-kong ! kalau boleh kami tahu
pernahkah kong-kong bertemu dengan supek-kong-couw koailojin yang menurut hitungan saya sudah berumur dua ratus
tahun lebih malah mungkin mencapai tiga ratus "
"seng-ji dan kalian semua turunan kami dengarlah , koai-lojin itu
adalah supek kami dan dia tiga kali mengunjungi kita disini ,
pertama saat peng-ko berumur tujuh tahun , kemudian saat
meninggalnya ibu swat-hong dan ketika in-moi menikah "
semua keluarga muda she-taihap manggut-manggut lalu laiseng melanjutkan
86 "kong-kong dan kong-bu ! dan keluargaku semua , nyanyian
supek-kong-couw koai lojin berbunyi seperti ini
hawa busuk menyebar jauhkan diri
mamfaatkan ilmu sijahat sendiri
yang disempurnakan pendekar sejati
setidaknya itu mempertahankan diri
sebelum tiba kiprah tiga generasi
han-bu-ong memang penjahat sejati
berkubang nista dan lupa akan diri
bertabur dendam iri hati dan dengki
mewariskan ilmu puncak dari tirani
suhu dan subo sering menasehati
kelakuan sute yang tidak manusiawi
namun apalah daya kita manusia ini
bukankah thian" membolak balik hati
semuanya tercenung meresapi kata-kata nyanyian itu ,
kemudian lai-seng berkata , "in-kong-bo telah memahamkan isi
nyanyian itu kepada kami bahwa , kita tidak akan mampu
mengalahkan pah-sim-sai-jin kecuali hanya mempertahankan
diri , dan untuk menghadapi hawa yang dikeluarkan pah-simsai-jin maka kita dapat bertahan dengan menggunakan ilmu "inhong-sin-kin" , sejenak lai-seng berhenti dan kemudian
melanjutkan , "dan juga menurut in-kong-bo bahwa akan ada
yang meredam tirani dari pah-sim-sai-jin oleh orang yang
disebut sebagai tiga generasi " , "benar apa yang difahamkan
87 oleh in-moi dan tahulah kita sekarang bahwa han-bu-ong
adalah sute dari su-kong bukek siansu " sahut kakek bun-hui
tapi aneh ya !" nama anak lun-te yang baru lahir agak mirip
dengan han-bu-ong ini , bukankah namanya kwaa-han-bu !" "
sela tang-hui-bi istri san-kui , semuanya terdiam dan sesaat
terkesiap namun nenek hwa-mei berkata , "ah.. itu hanya
kebetulan saja tidak usah kita kaitkan " , "benar kata kong-bo bimoi itu hanya kebetulan !" timpal san-kui , lalu percakapan itu
dihentikan dan beralih kepercakapan masalah rencana
kedepan dan setelah larut malam she-taihap bubar dan istirahat
dua bulan kemudian pulau kura-kura di banjiri undangan yang
telah disebar dengan lisan oleh san-kui , jumlah undangan yang
hadir mencapai dua ratus orang lebih yang terdiri dari seratus
dua puluh kauwsu , tujuh puluh pangcu , dua puluh pendekar
dan dua belas kungcu , kwee-san-kui berdiri dari kursinya untuk
membuka pertemuan "terimakasih kami sampaikan kepada taijin , hohan , tai-hap ,
sicu sekalian yang berkenan hadir memenuhi undangan kami
yang walaupun berupa lisan , hal ini kami lakukan karena
terbentur keadaan dan darurat waktu , sekarang mari kita mulai
membicarakan inti permasalahan yang kita hadapi saat ini ! "
kwee-san-kui duduk kembali dan kemudian berkata
"sicu hohan semua , keadaan barat telah berselimut tirani yang
ditancapkan oleh pah-sim-sai-jin , saya akui bahwa pah-simsai-jin adalah momok luar biasa pintar , sakti dan brutal" sesaat
88 san-kui menarik nafas dan lalu melanjutkan , "saudara kita
dibarat bukan tidak bereaksi saat kemunculan pah-sim-saijin ,
mereka telah berbuat bahkan telah berkorban nyawa untuk itu
hingga lima ratus hohan di wilayah barat gugur ditangan pahsim-sai-jin " semuanya hening dan menunduk terenyuh akan
kenyataan yang menyedihkan sekaligus mnegerikan , " kami
sudah menyelidiki ke lijiang yang sekarang disebut dengan seekek-hek-te untuk menegnal lebih dekat musuh kita ini , maka
hasil yang kami dapatkan adalah bahwa pah-sim-sai-jin turun
dari kwi-ban-san mewarisi ilmu dari han-bu-ong sute dari bukek
siansu " semuanya terperangah mendengar penjelasan san-kui
yang terhubung dengan bukek-siansu si manusia dewa yang
legendaris "tentunya dari penyampaian saya kita dapat menyimpulkan
bahwa tingkat musuh kita ini luar biasa , namun walaupun
demikian kita tidak undur untuk mempertahankan diri dan
norma yang kita yakini , san-kui berhenti dan menarik nafas
sejenak lalu melanjutkan , "mempertahankan diri disini
maksudnya adalah mengimbangi dan mendahului gerakan pahsim-sai-jin sebelum memasuki wilayah kita , karena dari hasil
penyelidikan kami bahwa pah-sim-sai-jin melahirkan kejahatan
bukan mengumpulkan orang-orang jahat karena memang
nyaris tidak ada penjahat sejak kemunculan bengcu kim-khongtaihap dua ratus tahun yang silam " setelah berhenti sejenak
dan menarik nafas san-kui melanjutkan , "dan adapun cara
pah-sim-sai-jin melahirkan kejahatan adalah dengan
mengumpulkan orang-orang malas , penghayal serta berbatin
89 lemah dan itu dia dapatkan di pokoan dan pelacuran , orangorang ini dibina di satu kota , dan dari sini makar dan
penindasan rakyat dimulai , dan dibarat kota berpenghuni
penjahat ini ada di lijiang dengan sebutan see-kek-hek-te dan
operasinya adalah menindas rakyat dan memeras kungcu
dengan upeti " san-kui menarik nafas dan melanjutkan
"dan adapaun cara kita menanggulanginya adalah , mari kita
galang persatuan kita dengan berkumpul disatu tempat sebagai
pusat pertahanan , dan saat pah-sim-sai-jin muncul maka kita
serempak masuk kota pusat pertahanan itu , sehingga ketika
pah-sim-sai-jin memasuki kota-kota kita dia tidak dapat
memamfaatkan kita dengan kesaktiannya " semua orang masih
hening mendengarkan uraian panjang san-kui yang demikian
lugas dan terang mebuat tahap pembicaraannya
"dan disamping itu juga kita berusaha menutup pokoan dan
pelacuran untuk menutup gerak pah-sim-sai-jin melahirkan
penjahat dan membentuk kota hitam di wilayah kita , dan hal ini
kami juga mengharapkan dukungan para taijin untuk menutup
izin operasional tempat tersebut " dua penanggulangan itu
demikian jitu dan efektif sehingga membuat para peserta
manggu-mangut "dan selanjutnya sicu , taijin dan hohan semua ! , adapun
maksud saya dengan mempertahankan norma yang kita yakini ,
perlu kita ketahui semua bahwa dari hasil penyelidikan kami
bahwa prinsip yang akan ditanamkan oleh pah-sim-sai-jin pada
semua orang ada empat macam yakni , hidup sombong , suka
90 berbohong , suka menurutkan keinginan dan suka melihat
penderitaan orang " semua undangan yang hadir melonggo dan
tercenung mendengar prisnsip hidup itu , hati mereka mengkirik
ngeri jika seandainya hal itu sudah jadi kenyataan didaerah
mereka "dan prinsip ini telah tumbuh di wilayah barat dengan berdirinya
see-kek-hek-te dan rakyat akan terus di tindas , diteror ,
dianiaya , dibunuh sehingga tentunya lambat laun ditengah
keterpurukan dan keputus asaan , rakyatpun akan memakai
prinsip itu untuk bertahan hidup , dan dapat kita bayangkan
bagaimana kehidupan jika itu terjadi di wilayah kita " semua
orang menunduk tertengun "nah"! sicu yang terhormat , taijin yang mulia dan para hohan
yang baik , demikian yang dapat saya sampaikan sebagai
bahan pemikiran bagi kita untuk menyepakati rencana kita
selanjutnya " san-kui berhenti dan menghirup teh didepannya
"she.. taihap ! apa yang barusan she-taihap ungkapkan
membuat kami merinding , dan kami sangat berterimakasih
atas usaha she-taihap yang telah menyelidiki keadaan ini
dengan demikian detail dan jelas bagi kami " gak-kauwsu
seorang lelaki berumur lima puluh tahun menanggapi dan
kemudian melanjutkan tanggapannya , "dan apa yang shetaihap rencanakan dengan pebentukan pusat kekuatan
sungguh ide yang handal dan patut kita lakukan dan juga
tentang penutupan pokoan dan pelacuran saya pribadi
mendukung dan sangat setuju " semua undangan pun
91 menyambut dengan setuju sehingga ruang lian-bhutia yang
luas itu bergema "kami juga para kung-cu akan melakukan harapan dari shetaihap , dan akan kami sebar surat berantai kepada semua
para kungcu yang ada diwilayah selatan ini " sela phangkungcu dengan lantang disambut tepuk tangan para hadirin
"she-taihap jika kita sudah membentuk kota pusat kekuatan ,
apakah jika pah-sim-sai-jin memasuki kota tersebut kita dapat
merintanginya " , seorang kauwsu berkepala botak menyela ,
"sicu kauwsu dan hadirin sekalian jika pah-sim-sai-jin memasuki
kota pusat kekuatan tentu akan kita halau sehingga dia keluar
dan meninggalkan kita " sebagian orang terkesima dengan
jawaban san-kui sehingga banyak dari mereka hendak bicara
namun yang suara terlantang yang mewakilinya , yakni suara
seorang pendekar bermata cipit yang dikenal dengan "sin-kun
taihap" (pendekat kepalan sakti) berkata , "she-taihap , kenapa
dia meninggalkan kita , kenapa dia tidak tewas dihadapan kita
terlebih dengan keberadaan she-taihap yang kami akui semua
bahwa she-taihap dan pat-hong-heng-te adalah pendekar
pilihan , maaf she-taihap hal ini membuat penasaran " ,
"sin-kun-taihap yang baik , penasaran para taihap, sicu dan
hohan semua kami maklumi ,dan memang perkataan kami
terkesan bahwa pah-sim-sai-jin tidak bisa kita tewaskan dan hal
itu memang benar " semua orang terkejut dan terkesima ! , lalu
san-kui melanjutkan , kenapa pah-sim-sai-jin tidak bisa
dikalahkan " , tentunya itu pertanyaan sicu semua , ketahuilah
92 sicu semua dari hasil penyelidikan kami dan apa yang telah
dialami oleh keluarga kami dan pat-hong-heng-te di wuhan ,
pah-sim-sai-jin memiliki hawa yang keluar dari tubuhnya
bahkan dari petunjuk yang kami terima dari supek-kong-couw
kami koai lojin sepertinya pah-sim-sai-jin tidak boleh terluka "
jawaban san-kui ini membuat undangan terbelalak heran ,
kemudian san-kui melanjutkan
"jadi pah-sim-sai-jin boleh saja tidak bisa kita tewaskan , namun
setidaknya kita dapat bertahan dan tidak kalah sehingga jadi
korban " semuanya manggut-manggut membenarkan , "shetaihap ! jika memang demikian , dan rencana she-taihap akan
kita sepakati , maka dimana kita akan menjadikan kota pusat
kekuatan itu " " seorang pang-piauwsu bertanya , "sicu pangcu
dan hohan semua , kota pusat kekuatan kita akan ada didua
kota , yaitu di hanzhong kota perbatasan selatan dan timur dan
yang kedua adalah kota nancao kota perbatasan selatan
dengan barat " sejenak san-kui diam lalu melanjutkan , "adapun
dasar penempatan pada dua kota tersebut adalah kekuatan di
nancao akan mengantisipasi serangan dari see-kek-hekte , dan
kota hanzhong untuk mengantisipasi jika wilayah timur telah
dikuasai oleh pah-sim-sai-jin " semua undangan mengangguk
membenarkan dan menyetujui
"semoga saja gerakan kami tidak terlambat kepada keluarga
kami di timur dan utara karena dua bulan yang lalu kami telah
menuliskan surat untuk melakukan hal yang sama seperti kita
ini " ujar san-kui dengan harap , kemudian pertemuan itu
93 dilanjutkan dengan makan dan minum kemudian mereka
membagi kerja terlebih penutupan pokoan dan pelacuran serta
pembagian kekuatan didua kota , setelah itu pertemuan bubar
dan para undangan istirahat di pesanggrahan pulau kura-kura
dan dua bulan kemudian ditimur oleh kwee-jin-hui juga
melakukan tindakan yang sama karena jin-hui telah menerima
surat dari san-kui , jin-hui memusatkan kekuatan di kota hehat
perbatasan timur dengan utara dan juga menutup pokoan dan
pelacuran , dan enam bulan kemudian she-taihap di timur
berkabung mendengar bahwa she-taihap di yinchuan telah
tewas binasa oleh pah-sim-sai-jin , beritapun disampaikan
keselatan oleh kam-hong kam-hong memburu perjalanan cepat menuju selatan , ketika
sampai di kota han-zhong , tiga she-taihap berada di kota itu ,
"hong-te ..! bagaimana kabar kelaurga di yinchuan !" tanya
san-kui , "kabar keluarga di timur baik-baik kui-ko , dan surat
dari kui-ko telah kami terima dan telah melakukan rencana yang
kui-ko canangkan enam bulan yang lalu " , "hmh.. baguslah
kalau demikian hong-te , "dan juga kui-ko saya membawa berita
duka " , tiga she-taihap berubah tegang , "berita duka apakah
itu hong-te !" , "berita tentang keluarga kita di yinchuan yang
telah tewas di tangan pah-sim-sai-jin " ketiga she-taihap
memajamkan mata menahan sedih dan sedu sedan , "dan tidak
dari keluarga disana yang tersisa dan dapat menyelamatkan
diri , dua ratus pat-hong-te tewas berperang dengan para
kauwsu dan pangcu yang dimamfaatkan oleh pah-sim-sai-jin " ,
94 semakin tergetar hati ketiga she-taihap mendengar cerita itu
dan tidak terasa air mata mereka bercucuran
kam-hong berada di han-zhong selama tiga hari , dan kamhong kembali ke-sinyang bersama tiga she-taihap yang ingin
memperkuat kedudukan di timur setelah utara jatuh ketangan
pah-sim-sai-jin , sebulan kemudian empat she-taihap sampai
ke-sinyang dan mereka disambut hangat oleh keluarga
"hmh.. alangkah senang dan bahagianya kami kui-ko dan jisute dengan kunjungan ini , "demikian juga kami hui-te , selain
dari kunjungan keluarga ini hui-sute kami juga ingin
memperkuat kedudukan disini , :"hmh" tentu kui-ko melakukan
hal ini memiliki dasar yang amat kuat sehingga meninggalkan
selatan " , "benar hui-te , alasannya adalah selatan merupakan
pintu terakhir dari misi pah-sim-sai-jin dan sekarang timur


Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

berhadapan langsung dengan pah-sim-sai-jin " , "dan tentu kata
memeperkuat ada sesuatu yang harus kami ketahui kui-ko !" ,
"benar hui-te ! karena perlu si-te dan semua keluarga ketahui
bahwa pah-sim-sai-jin ada hubungan dekat dengan perguruan
kita tidak hanya melalui kong-bo-couw khu-gin-bi tapi juga
melalui sumber ilmu keluarga kita bukek-siansu ", "maksudnya
bagaimana kui-ko !" " , "maksudnya begini si-sute ! , pah-simsai-jin mewarisi ilmu dari han-bu-ong , dan han-bu-ong ini
adalah sute dari bukek-siansu , jadi termasuk susiok dari kongcouw kita kim-khong-taihap " semua keluarga mengenggukangguk
95 "dan juga si "sute perlu ketahui bahwa menurut petunjuk dari
supek-kong-couw koai lojin bahwa sepertinya kita tidak bisa
menewaskan pah-sim-sai-jin dan hanya mampu bertahan
itupun dengan ilmu "in-hong-sin-kin" dan menurut yang saya
pahami jika hanya dengan in-hong-sin-kin kita dapat bertahan
dari hawa tubuh pah-sim-sai-jin itu artinya pah-sim-sai-jin tidak
boleh terluka " , "hmh.. luar biasa kalau begitu pah-sim-sin-jin ini
" sela kwee-ming " benar ming-te , lalu bagaimana rencana kuiko selanjutnya " , "saya dan ji sute mempunyai pemikiran , jika
kita dapat menghalau pah-sim-sin-jin dengan "in-hong-sin-kin"
kita akan dapat merebut utara kembali dan menekan dia
kembali kebarat setidaknya menempatkan dia hanya bertahan
dilijiang sudah merupakan hasil cemerlang bagi usaha kita
menatalisir keadaan " , "hmh" tepat dan bagus sekali
pemikiran itu kui-ko , jadi kapan kita berangkat " sahut jin-hui
bersemangat "kita akan berangkat keutara setelah memilih anak buah
disamping pat-hong-heng-te , "itu bisa kita lakukan dengan
membawa seluruh kauwsu dan taihap kui-ko ! " , "ya.. itu benar
, jadi besok kita akan ketempat di pusat kota yang hui-te bentuk
dan membicarakan hal itu disana " hmh" ya.. baiklah kalau
begitu kui-ko " sahut jin-hui dan kemudian percakapan
diarahkan kehal lain yang lebih kekeluatgaan lalu setelah agak
larut she-taihap beristirahat
kungcu kota pengbun yakni song-peng-in sedang mengadakan
pesta pernikahan putranya dengan putri sim-wangwe , pesta
96 diadakan di rumah sim-wangwe , undangan pesta itu tidaklah
banyak hanya sekitar tujuh puluh orang yang terdiri dari
tetangga dan aparat bawahan kungcu , keadaan itu memang
dimaklumi karena kondisi yang mereka alami yang dibawah
tekanan tirani pah-sim-sai-jin yang anggotanya selalu membuat
terror pada kehidupan mereka
ketika lie-suhu dari kelenteng selatan kota sedang memimpin
upacara dua terdengar deru lari kuda mengarah ke tempat
pesta , para undangan jadi panik dan kacau suara derap lari
kuda itu sudah menjadikan ciri khas kemunculan pasukan paksek-hek-te , dan memang kecemasan itu beralasan ,
rombongan berkuda yang muncul tanpa turun dari kuda
memporak-porandakan pesta , para undangan yang tidak
sempat bersembunyi terduduk dengan gemetar , diantar
mereka itu lie-suhu , kedua mempelai dan beberapa tamu
undangan "hahaha"hahaha". Mempelai wanitanya boleh juga twako " ,
"hmh" kalau lumayan angkat ! sahut yang dipanggil twako
sambil meraih panggang ayaam diatas meja dari kudanya ,
dengan rakus panggang ayam itu di lahapnya sehingga
mulutnya belepotan minyak dan gajih panggang dan bumbu ,
mempelai laki-laki yang mendengar bahwa iastrinya akan di
ciduk dia nekad berdiri , "pergi kalian ! jangan ganggu kami ! " ,
hahaha..hahaha , wah nekad juga laki-lakinya twako ! , "ya ,
tentulah ia nekad karena malam pertamanya kita yang gantikan
! heheheh " hahaha ?"
97 "nah ..! ini akibat jika kamu berlaku nekad menentang pak-kekhek-te !" orang itu membentak sembari pedangnya bergerak
cepat hendak menebas kepala mempelai laki-laki ,
"crook"adooouh" terdengar jeritan anak buah pak-kek-hek-te
yang hendak menebas batang leher mempelai laki-laki namun
yang tertebas malah kakinya sendiri karena sebelum mengenai
leher mempelai laki-laki tiba-tiba pedang itu melenceng
kebawah dan membabat kakinya , reka-rekannya pada terkejut
akan kejadian itu namun tidak belalu lama dua orang muncul
dengan sikap keren keduanya adalah san-kui dan jin-hui
she-taihap sudah sampai di kota pengbun setelah hasil rapat di
hehat diputuskan bahwa sebaiknya mereka tidak berombongan
besar kalau cuma menyisir daerah dan mengahalau pah-simsai-jin supaya menjauhi timur , oleh tujuh she-taihap hal itu
diterima , maka dua minggu kemudian mereka meninggalkan
hehat beserta dua puluh pat-hong-heng-te , perjalanan
dilakukan dengan lambat disetiap desa dan kota yang dilewati
rombongan she-taihap setidaknya tiga hari singgah baru
kemudian melanjutkan perjalanan
sehingga enam bulan kemudian she-taihap sampai dikota
pengbun kota ke lima dari tapal batas utara dan timur , shetaihap sudah dua hari di kota itu dan ketika san-kui dan jin-hui
sedang bejalan-jalan melihat keadaan tiba-tiba terdengar
seruan panik , "pak-kek-hek-te?" mendengar teriakan itu
semua orang belarian menyembunyikan diri , dua she-taihap
juga bersembunyi , tidak berapa lama dua puluh rombongan
98 berkuda dengan kecepatan tinggi memasuki kota , jalan raya
besar itu sepi dan kosong , tanpa memperlambat lari kuda
rombongan pak-kek-hek-te melintas pasar sambil tertwa-tawa
iseng merobohkan tenda-tenda pedagang jalanan
dua she-taihap mengikuti pak-kek-hek-te hingga sampai di
tempat pesta pernikahan putra song-kungcu dan ketika seorang
pak-kek-hek-te hendak menebas batang leher mempelai-laki-lai
, jin-hui mengibaskan tangannya sehingga serangkum sin-kang
melencengkan pedang dan menebas kakinya sesndiri yang
bergantung disisi kuda , "bangsat" orang darimana yang tidak
tahu berhadapan dengan siapa !" , "hmh" untuk apa
mengenal orang yang tidak tahu diri " balas san-kui , dua puluh
penjahat itu mendelik marah , hingga lima dari mereka
menerjang dua she-taihap , namun hanya segebrakan lima
orang itu melayang dan terhempas dengan nafas sesak dan
meringis memegang perut yang mual dan sakit
melihat lima rekan mereka ambruk lalu mereka semua
menerjang , namun tiga gebrakan dua she-taihap telah
merobohkan mereka semua , tidak ada yang mampu berdiri
karena perut yang sakit perih dan mual , semua undangan yang
bersembunyi disekitar tempat pseta keluar , sim-wangwe dan
istrinya serta song-kungcu dan istrinya juga keluar , dua
keluarga itu menjura , "terimakasih jiwi-in-kong ! anak kami
telah diselamatkan " , "sama-sama taijin !, silahkan dilanjutkan
pestanya dan kami juga ingin menyaksikan pernikahan ini " ,
mendengar itu sim-kungcu menyuruh pengawalnya untuk
99 mendirikan kursi-kursi yang berserakan , dam tamu yang masih
ada hanya tinggal empat puluh , pesta kembali berlangsung
sampai makan dan minum , sementara dua puluh pengacau
dikumpul dan dijemur jin-hui di terik matarahari empat meter
dari lokasi pesta setelah pesta selaesai dan para tamu kembali kerumah masingmasing , dua she-taihap juga mohon pamit , "jiwi-in-kong jika
boleh menginaplah dirumah kami barang sehari dua hari
dirumah saya , karena sebagai kungcu saya merasa perlu
berbicara dengan orang yang kiranya bisa membantu keadaan
memprihatinkan kota kami ini " , "taijin yang mulia , tentu
undangan itu akan kami terima , baiklah kami akan menginap
dirumah taijin malam ini " sahut san-kui
setelah kedua puluh orang anak buah pah-sim-sai-jin diikat dan
digelandang pengawal kepenjara song-taijin membawa dua
she-taihap kerumahnya dan dijamu baik malam itu di rumahnya
, "kalau boleh kami tahu !" , darimana dan hendak kemanakah
jiwi-taihap !", "kami dari timur taijin dan hendak menyusuri
kondisi utara ini dari makar pah-sim-sai-jin ! " oooh..
demikiankah jiwi-taihap , ah" senadainya tirani pah-sim-sai-jin
dapat dilenyapkan tentulah kehidupan di wilayah utara ini akan
normal kembali " , "hal itu patut kita usahakan semua taijin ,
karena tanggung jawab kita sebagai manusia untuk
mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan kita " sahut san-kui
"jiwi-taihap ! orang-orang seperti jiwi taihap sudah tidak ada lagi
di wilayah utara ini , sejak malapetaka yang terjadi di yinchuan
100 dimana keluarga she-taihap di habisi oleh pah-sim-sai-jin , yang
namanya pendekar sebagai tulang punggung kekuatan
masyarakat pudar dan hilang dan meneyedihkannya kejahatan
tumbuh dimana-mana , penindasan bersimaharajalela " keluh
song-taijin "ya..! kami juga taijin ikut memprihatinkan keadaan diutara dan
dibarat yang dilanda tirani pah-sim-sai-jin , semoga saja dengan
usaha-usaha kita bersama tirani ini dapat kita atasi dan
tanggulangi " , "semoga saja jiwi-taihap" demikian pembicaraan
keluh kesah tentang situasi memprihatinkan dan malam itu
berlalu dengan tidak ada kejadian
Keesokan harinya ketika dua she-taihap sedang makan pagi
beserta keluarga , seorang pengawal datang menghadap
dengan wajah pucat , "taijin " celaka ! , "ada apa ! cepat
katakan ! " song-taijin yang melihat pengawal yang ditempatkan
di rumah sim-wangwe datang dengan kondisi pucat seperti itu
cemas membayangkan sesuatu yang buruk terjadi dengan
putranya , "celaka .. taijin , siauw-kongcu dan istrinya hilang dan
kami tahu baru pagi ini " song-taijin yang mendengar berita itu
langsung berdiri dan memerintahkan pengawal untuk berangkat
kerumah besannya "song-taijin ! , kami juga akan kesana untuk menyelidiki
keadaan ! " dua she-taihap bergerak cepat sgera ketempat simwangwe dan istri yang panik , "loya ! apakah tidak ada yang
mencurigakan semalam yang bisa dibuat petunjuk untuk
mengetahui apa yang terjadi !" " san-kui bertanya pada sim101
wangwe , "tidak ada jiwi-taihap , semalam dua puluh pengawal
bersiaga di sekitar rumah ini dan tahunya pagi ini putri dan
menantu kami tidak ada lagi dikamarnya " , hmh" san-kui
beralih kepada dua puluh pengawal yang juga berada disitu
berkumpul setelah kedatangan dua she-taihap
"bagaimana dengan para sicu semua , apakah tidak ada
merasa hal yang mencurigakan ! semalam !" " , "tidak ada
taihap yang kami rasa mencurigakan semalam " jawab mereka
serempak " , "apakah kalian juga tidak ada merasa sesuatu
yang janggal terjadi pada diri kalian !" " jin-hui kembali bertanya
, kedua puluh orang itu saling pandang , lalu seorang dari
mereka berkata , kami semua seringkali menguap malam itu ,
namun taihap kami tidak tertidur dan selalu menjalankan tugas
kami berkeliling disekitar rumah " , "siapa diantara kalian yang
paling tahan begadang !" " , "saya taihap ! , "sicu berapa kali
menguap semalam !" " "hal itu memang ganjil taihap! saya ini
jarang menguap tapi semalam saya rasa ada puluhan kali saya
menguap " jawab pengawal itu
:"hmh" jika begitu ! adakah diantara sicu yang tahu dimana
sarang gerombolan pengacau semalam !" , "tidak ada yang
tahu taihap " "kalau begitu bawa kesini salah seorang dari
mereka dan kita coba korek keterangan darinya " dua orang
pengawal segera pergi kepenjara yang letaknya sebelah
selatan kota , namun sesampai disana lima belas petugas jaga
masih tertidur dan semua tahanan telah lenyap , setelah
semuanya dibangunkan merekapun panik mengetahui tahahan
102 hilang bahkan pucat gemetar melihat mayat siauw-kongcu
tergeletak tidak bernyawa dengan kepala pecah otak terburai
dua she-taihap yang diberi tahu juga termenung , ":kalau begitu
segera kita menyebar mencarinya , segeralah kalian lakukan ,
dan kami juga akan melakukannya ! " seru san-kui dan kedua
she-taihap itu berkelabat dari tempat itu menuju likoan dimana
rombongan she-taihap menginap
sesampai dilikoan dan bertemu dengan rombongan san-kui
menceritakan pengalaman mereka , dan memrintahkan dua
puluh pat-hong heng-te bersama kwee-thian berjaga di pintu
gerbang sebelah timur sementara san-kui bersama kwee-gun
dan jin-hui bersama kwee-ming lalu lai-seng dan kam-hong
menyebar ketiga pintu gerbang kota lainnya
apa sebenarnya yang terjadi dengan kedua mempelai dan para
tawananan " , kejadian malam itu memang perbuatan pah-simsai-jin , setelah pah-sim sai-jin menyerahkan penanggung
jawab pak-kek-hek-te kepada dua puluh murid utamanya ,
maka dia meninggalkan xining berangkat menuju wilayah timur
, disetiap kota yang dia lalui selalu singgah di markas cabang
pak-kek-hek-te yang tempatnya tidak didalam kota akan tetapi
di luar kota dihutan atau digunung
ketika pah-sim-sai-jin sampai dimarkas pak-kek-hek-te yang
beroperasi di kota pengbun dia hanya menemui sepuluh orang
anak buahnya , dengan sikap hormat sepuluh orang itu menjura
"kami siap menerima perintah thian-te-ong " , "hmh". dimana
103 yang lain !" , "sedang menjalankan tugas didalam menngacau
pesta pernikahan di selatan kota thian-te-ong" , "baiklah kalian
temui aku setelah mereka datang , lalu dia memasuki pondok
dan memasuki sebuah kamar yang disediakan untuknya ,
namun sampai larut malam dua puluh anak buahnya tidak
kembali maka pah-sim-sai-jin keluar dari markas dan memasuki
kota pengbun dan langsung keselatan kota , rumah simwangwe yang masih nampak bekas pesta siang tadi dan para
pengawal hilir mudik disekitar rumah , pah-sim-sai-jin senyum
sinis , lalu pah-sim-sai-jin merapal sesuatu dari ilmunya "toatbeng--hoat-sut" lalu diapun menguap , kejadian anehpun terjadi
semua pengawal menguap dan pah-sim-saijin segera masuk
kedalam kamar pengantin dan kedua mempelai tertidur pulas
dimana kedua pengantin masih berbaju lengkap
pah-sim-sai-jin memondong keduanya dan menghilang dari
tempat itu , semuanya terjadi dengan cepat sementara keduaa
puluh pengawal hanya asik menguap dan menguap karena
disaat menguap pikiran kosong gerakan-gerakan samar dan
cepat disangka hanya perubahan pandangan karena
munculnya kaca air pada mata akibat menguap
pah-sim-sai-jin membawa mempelai ke gerbang barat dan
meletakkan didalam hutan , kemudian mengetuk kepala
mempelai laki-laki sehingga seketika sadar , siauw kongcu
terkejut dan ketakutan melihat mereka berada dihutan dan
dihadapannya seorang lelaki tinggi berwajah burik , "siapa
kau..!" " spontan dia bertanya dalam kebingungan , "kamu yang
104 jawab pertanyan saya , kemana anak buah saya yang dua
puluh orang yang mendatangi pestamu tadi siang " , "a..aku
tidak tahu , "plak?" jawaban siauw-kongcu dibalas tamparan
hingga mulutnya berdarah dan giginya ambrol ,
"me..me..mereka dibawa kepenjara di selatan kota " jawabnya
terbata-bata , lalu dia terkejut tubuhnya melayang dibawa
terbang pah-sim-sai-jin membawa siauw-kongcu keselatan kota dimana
penjara itu berada , sesampai di depan penjara lima belas
penjaga semua disirep oleh pah-sim-sai-jin hingga tertidur , lalu


Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mengambil kunci penjara dan melepaskan anak buahnya ,
melihat kehadiran raja mereka , kedua puluh orang itu merasa
gembira , setelah mereka keluar siuaw-kongcu dilemparkan
kedalam oleh pah-sim-sai-jin dengan kepala sudah pecah
berantakan tewas pah-sim-sai-jin dan kedua puluh anak buahnya kembali
kemarkas dan tubuh sim-eng putri sim-wangwe yang masih
tidak sadar di dalam hutan dibawa kemarkas , sesampai
dimarkas , "kalian ini kenapa !" kenapa kalian sampai dipenjara
! " bentak pah-sim-sai-jin , " , "thian-te-ong , kami tidak berkutik
menghadapi dua orang yang tiba-tiba muncul " ,jawab pimpinan
markas cabang "kalian tahu siapa kedua orang itu !?" , "kami
tidak tahu thian-te-ong tapi kelihatannya mereka itu pendekar
dari wilayah timur , karena selama ini kami tidak mengetahui
ada pendekar di kota ini maupun kota lainnya yang mengarah
ketimur " , "sudah kalau begitu , aku akan menemui mereka
105 besok " pah-sim-sai-jin kembali kekamarnya dimana sim-eng
tergeletak tidak sadarkan diri , pah-sim-sai-jin malam itu
mereguk kenikmatan birahinya diatas tubuh sim-eng yang tidak
berdaya keesokan harinya pah-sim-sai-jin terbangun saat mendengar
keluhan sim-eng , sim-eng menyadari keadaan dirinya saat
bangun pagi itu , tubuhnya yang telanjang sesaat membuat dia
merona bersemu malu karena dia ingat semalam di digendong
suaminya keranjang pengantin , kemudian dia menatap lelaki
yang tertidur disampingnya dan betapa terkejutnya sim-eng
bahwa lelaki itu bukan suaminya sehingga ia mengeluh dan
menjerit ketakutan dan itu sudah lebih dari cukup menyadarkan
pah-sim-sai-jin , sim-eng semakin ketakutan dan menutupi
ketelanjangannya dengan selimut , dan hal ini membakar
kembali birahi pah-sim-sai-jin sehingga dia menarik selimut dan
berusaha dipertahankan sim-eng sambil menjerit ,
"tidaakk..jangan". " namun sim-eng tidak berdaya kembali
tubuhnya dipermainkan oleh pah-sim-sai-jin dan kali ini ia sadar
dan merasakan semuanya dan ini lebih membuat dia merana
dan menagis perih , sampai siang hari tubuhnya jadi permainan
dan setelah itu pah-sim-sai-jin menyerahkan sim-eng kepada
anak buahnya yang senyum cengengesan menerima tubuh
telanjang sim-eng , pah-sim-sai-jin keluar dari markas hendak melanjutkan
perjalanannya namun di tengah hutan pah sim-sai-jin bertemu
dengan lai-seng dan kam-hong yang sedang memperhatikan
106 bekas darah dan beberapa gigi yang berserakan di tanah , dan
ketika merasakan gerakan lain mereka segera berdiri dan
menatap kedatangan pah-sim-sai-jin , lai-seng yang sudah
mengenal wajah pah-sim-sai-jin segera bersiap meloloskan
sabuknya "heh.. ! wajahmu sepertinya kukenal " seru pah-sim-sai-jin ,
"benar kita pernah bertemu pah-sim-sai-jin , kapan dan dimana
tidak perlu kita bicarakan , yang kita bicarakan sekarang
kejahatan yang baru saja kamu lakukan" ,
"heheh..hahha"hahha , dua pendekar picisan mau menantang
pah-sim-sai-jin , sungguh nekad dan minta mati " pah-sim-saijin tiba-tiba menyerang , "siuut..ctar..wuut" ctar". " serangan
pah-sim-sai-jin disambut lencuran sabuk dan membuat pahsim-sai-jin terkejut berkelit dan menghindar sehingga ujung
sabuk menghantam tempat kosong
dua she-taihap kembali dengan kesiagaan dalam jurus "inhong-sin-kin" kemudian dua she-taihap membentuk pormasi
serangan yang dahsyat sehinga membuat pah-sim-sai-jin
kalang kabut , pertempuran seru berlangsung seru , keroyokan
dua she-taihap selama tiga ratus jurus masih dapat diimbangi
namun pada jurus selanjutnya pah-sim-sai-jin terdesak dan
makin terdesak, beberapa kebutan ujung sabuk telah
menghantam tubuhnya , ilmu thian-te-tin-hoat-chit" miliknya
tidak berdaya di hadapan dua kekuataan im-yang-pat-hoat dari
dua she-taihap yang memadukannya dengan jurus "in-hong-
107 sin-kin" dan tubuhnya jadi bulan-bulanan kebutan ujung sabuk
yang membuat kulitnya panas
pah-sim-sai-jin marah lalu mencabut pedangnya segera
membalas serangan dua sabuk dengan jurus "beng-cui-in-kiam"
namun jarak yang jauh membuat ilmu pedangnya tidak
maksimal , sementara dua ilmu sabuk yang dimainkan kedua
she-taihap luar biasa tingginya pedangnya tidak mampu
memutuskan sabuk yang lembut namun cekatan meliuk
menghindar tebasan pedangnya , pah-sim-sai-jin hendak
menangkap sabuk namun selalu gagal karena tubuhnya selalu
dihantam sabuk lainnya , mungkin kalau hanya seorang dari
she-taihap pah-sim-sai-jin akan mampun menangkap ujung
sabuk namun kali ini dia berhadapan dengan dua she-taihap
dengan ilmu sabuk luar biasa
habis akal rasanya pah-sim-sai-jin menghadapi ilmu sabuk ini
yang juga dibentengi dengan jurus luar biasa yang
mengeluarkan hawa "im-yang" , lalu mulutnya komat-kamit ,
"heh..! ". heh" ! kenapa kalian memegang ular " bentaknya
dengan mengunakan ilmu sihirya , sejenak dua she-taihap
tercenung melihat kelabatan bahwa sabuk yang mereka
pegang berubah bentuk , namun itu hanya sekejab , ilmu sihir
pah-sim-sai-jin tidak berguna dihadapan dua she-taihap karena
singkang ketiganya tidak jauh berbeda , dan hal yang pasti
hawa "im-yang" yang keluar dari jurus im-yang-pat-hoat
manawarkan pengaruh jahat sihir tersebut
108 hari sudah berganti malam , pah-sim-sai-jin makin merasa
jengkel akibat bertubi-tubinya ujung sabuk mengenai tubuhnya ,
panas dan membuat perih , pah-sim-sai-jin melihat bahwa
kedua musuhnya ini akan mudah mengalahkannya namun sinkang dari ujung sabuk tidak demikian kuat untuk menjebol
dirinya sehingga muntah darah atau bahkan membuat
tubuhnya yang perih supaya berdarah , dia melihat bahwa
musuhnya ini mengenal betul keadaannya
tiba-tiba pah-sim saijin melompat tinggi dan dan "cras" wuut"
" pah-sim-sai-jin membacok tangannya dan mengayunkan
tangan yang luka itu sehingga darah muncrat dan menegnai
tubuh dua she-taihap dan terjadilah hal yang diluar dugan shetaihap , bau apek menyebar membuat hidung meraka gatal dan
bangkis-bangkis dan saat itu serangan "beng-cui-in-kiam"
melanda kedua she-taihap , nyawa dua she-taihap diujung
tanduk namun untung empat larik cahaya menghantam tubuh
pah-sim-sai-jin hingga terlempar kuat menabrak pohon hingga
tumbang , sementara lai-seng dan kam-hong yang linglung dan
bangkis-bangkis dibawa lari dari oleh empat she-taihap yang
tiba-tiba muncul empat bayangan itu segera kepintu gerbang timur , sesampai
mereka di gerbang timur kota pat-hong-heng-te menyambut
mereka , lai-seng dan kam-hong di baringkan , wajah keduanya
pucat dengan nafas sesak , san-kui segera mengeluarkan dua
buah pel dan diminumkan kepada lai-seng dan kam-hong ,tidak
berapa lama keduanya memuntahkan darah berwarna hijau ,
109 kemudian segera keduanya didudukkan san-kui menyalurkan
hawa sakti melalu punggung kam-hong sementara jin-hui
menyalurkan hawa sakti kepada lai-seng
selama tiga hari baru masa kristis lai-seng dan kam-hong lewat
, untung keluarga she-taihap ini memiliki banyak khazanah
pengetahuan baik ilmu silat dan ilmu pengobatan sehingga
mereka dapat cepat bertindak dan dua she-taihap tertolong
nyawanya , "hmh. ..bagaimana sekarang perasaan kalian ji-te
!" tanya san-kui , "sudah makin membaik kui-ko ! jawab laiseng , "ceritakanlah bagaimana pertempuran kalia dengan pahsim-sai-jin", "saat bertemu , kami sudah siang-siang
mengeluarkan "in-hong-sin-kin" dan membendung serangannya
yang luar biasa dahsyat namun karena perpaduan "in-hong-sinkin" dan "im-yang-pat-hoat" pah-sim-sai-jin tidak dapat berbuat
banyak dan ujung sabuk kami telah membuat dia jadi bulanbulanan , karena menjaga supaya pah-sim-sai-jin jangan
berdarah , maka tenaga kebutan kami batasi , harapan kami
supaya dia melarikan diri karena kecapean atau gerah dengan
panas kulitnya " ,jawab lai-seng "hmh" lalu dia membacok
tangannya dan mencecarkan darahnya kepada kalian " gumam
san-kui , "dan efek darah itu demikian sontak membuat pikiran
kosong dan membuat gatal hidung sehingga bangkis-bangkis
kui-ko !" kam-hong menambhakan ,
"sungguh berbahaya sekali kui-ko dan pantas keluarga kita di
yinchuan dan wuhan tidak berdaya menghadapinya kui-ko "
sela lai-seng dengan wajah sedih dan tidak sadar menitikkan
110 air mata , "kamu kenapa seng-te !" tanya jin-hui , aku dapat
merasakan bagaimana tin-ko , bun-ko dan keluarga kita saat
linglung dan tidak berdaya itu dirobek-robek pedang hijau pahsim-sai-jin , hui-ko ! , kengerian itu terbayang di mataku saat
aku mengalami kelinglungan akibat mencium bau apek darah
pah-sim-sai-jin " , "hmh" sudahlah seng-te , kembalikan semua
pada thian , jangan hanyut permainan perasaan , semua jenis
kematian adalah hantaran dari kehendak thian , saudara kita di
yinchuan dan wuhan memang sudah kehendak thian , dan ji-te
juga selamat karena kehendak thian " sela san-kui
mengingatkan , semuanya tertunduk hening karena pernyataan
san-kui mutlak kebenarannya , lai-seng mengusap air matanya
, "maafkan aku kui-ko !" , "tidak mengapa adikku , tidak ada
kesalahan dari apa yang kamu rasakan karena langsung
merasakan keadaan keluarga kita saat menerima kematian
diujung pedah pah-sim-sai-jin , "kakakmu ini hanya
mengingatkan , jangan larut oleh permainan perasaan " . "baikkui-ko " jawab lai-seng
"lalu , bagaimana kui-ko , kita semua sudah tahu dalamnya
pah-sim-sai-jin , bahkan dia juga mempunyai ilmu sihir , hawa
tubuhnya yang bau apek serta darahnya yang berbau apek
juga menjadi kekuatan dahsyat untuk menundukkan lawannya "
sela jin-hui menatap san-kui , "kita tetap dengan rencana kita
hui-te , syukur kita bertemu pah-sim-sai-jin disini , itu artinya
lima kota dibelakang kita akan dapat kita kendalikan "
"tapi kui-ko sepertinya pah-sim-sai-jin mempunyai markas
cabang disetiap kota " sela kam-hong , "bagaimana hong-te
111 berpikiran seperti itu , "begini kui-ko , menurut gambaran saya ,
kedua mempelai diambil dari tempat pesta , lalu dibawa
kegerbang barat dan memaksa kongcu itu memberitahu
keberadaan anak buahnya , si-kongcu membantah sehingga
ditampar dan giginya berserakan , lalu dia dibawa kepenjara
setelah mengakui , setelah anak buahnya dilepas kongcu itu
dibunuh lalu mereka pergi kemarkas cabang yang menurut
saya ada di hutan gerbang barat" kam-hong menguraikan
gambarannya , "hmh" bisa jadi hong-te , jadi kalau begitu
sebaiknya murid-murid berpatah kebelakang mencari markas
cabang pak-kek- hek-te di kota kuiting , sinbun dan kota lainnya
yang sudah kita lewati " sahut san-kui
"demikian juga tepat menurut saya kui-ko , baiklah ..! kalian
semua murid-muridku ! kembalilah berpatah balik kebelakang
dan disetiap kota empat dari kalian mencari markas cabang
pak-kek-hek-te di kota itu dan yang lainnya juga demikian
dikota-kota lainnya " , "baik suhu akan segera kami lakukan "
dua puluh pat-hong-heng-te menjura kemudian berkelabat dari
situ laksana burung garuda terbang
"dan kita akan tetap di gerbang kota ini menjaga kemungkinan
pah-sim-sai-jin lewat menuju timur , seng-te , hong-te dan thiante , kalian tunggu disni , kami akan ke gerbang barat melihat
markas itu dan kalau seandainya kita dapat memaksa pah-sim
sai-jin keluar dari kota ini dan mundur kebelakang " , "baik kuiko kami akan menanti disini , semoga saja pah-sim-sai-jin
112 keluar dari sini dan kita menutupnya di gerbang utara sehingga
peng-bun bisa kita netralisir " sahut kam-hong
kemudian berangkatlah empat she-taihap kehutan sebelah
gerbang barat , dan siangnya sampailah empat she-taihap di
markas cabang pak-kek-hek-te , pah-sim-sai-jin dan tiga puluh
anak buahnya dengan sikap siaga mengelilingi empat shetaihap , "cuh?" pah-sim-sai-jin meludah dan senyum dengan
sinis , "apakah kalian ini yang disebut keturunan kim-khongtaihap !" , "benar "!" , :"lalu , kalian mau apa kesini !" " , " kami
ingin supaya kamu kembali ke kwi-ban-san , karena kamu tidak
layak ada di tengah masyarakat ! " sahut san-kui dengan nada
lantang , "phuah" siapa kamu sehingga menentukan dimana
aku layak berada !" , "bukan aku yang menentukan pah-sim-saijin ! , tapi perbuatanmu yang menentukan kelayakanmu berada
! " , "kalian tahu ! bahwa siapa yang berani menghalangi pahsim-sai-jin akan meregang nyawa !" " , "soal mati dan hidup di
tangan thian , bukan ditangan pah-sim-sai-jin , kamu harus
camkan itu ! " sahut san-kui dengan tenang
"sialan ..! , omongan kosong di obral , ciaat .." pah-sim-sai-jin
menyerang empat she-taihap , namun empat tenaga
mendorongnya sekaligus empat ujungan sabuk menghantam
tubuhnya yang terlempar , pah-sim-sai-jin berusaha berkelit dan
memapaki empat sabuk yang mempermainkannya namun
ujung sabuk itu seperti bermata , hampir mendapatkan satu
ujung sabuk tiga ujung sabuk menghantamnya , "sial..! dengus
pah-sim-sai-jin , beberapa malam yang lalu ia sudah
113 dipermainkan dan sekarang juga ia dipermainkan , panas rasa
hatinya sepanas tubuhnya yang dikepret ujung sabuk
"lalu ia mencabut lagi pedangnya dan dengan cepat membacok
tangannya dan menyecarkan darahnya ke arah empat shetaihap , namun ketika pah-sim-sai-jin mencabut pedang empat
she-taihap sudah siaga untuk melenting menjauh mengelak
cecaran darah dan mereka berhasil dan kemudian berdiri jauh ,
pah-sim-sai-jin menerjang dengan kecepatan penuh namun
empat larik pukulan im-yang-giok-hoat menghantam sehingga
tubuhnya mental kebelakang dan terduduk , keempat shetaihap dengan sabuk ditangan yang sebagian melingkar di
leher berdiri keren pah-sim-sai-jin tahu bahwa empat she-taihap tidak berani
melukainya , maka dia tersenyum jumawa , "kalian ini pengecut
apa tidak mampu mengalahkanku 1" pah-sim-sa-jin mencoba
menyinggung harga diri empat she-taihap , tapi dia kecele
ketika san-kui menjawab , "memang kamu ini manusia tidak
tahu diri ! , apa kamu tidak merasa bahwa dari tadi kamu sudah
kalah dan bulan-bulanan kami " , "bangsat ..! ayo dekat kesini
biar kusemebelih kalian !" bentaknya marah " kembali
menerjang namun untuk kedua kalinya dia terlempar di hantam
enpat pukulan sakti lalu pah-sim sai-jin melompat dan melarikan diri , "ming-te !
urus ketiga puluh orang itu , dan kemudian susul kami yang
mengintai pah-sim-sai-jin ! , dan kamu gun-te kembali ketimur
dan ajak saudara kita bergerak keutara " san-kui berkata
114 sementara tubuhnya sudah mencelat mengikukti pah-sim-sai-jin
, mendengar itu , kwee-ming meloncat kearah anak buah pahsim-sai-jin sementara kwee-gun mencelat keluar hutan dan
menuju ketimur dan kwee-jin-hui menyusul kwee-san-kui
pah-sim-sai-jin lari terus kebarat , dua bayangan she taihap
terus bergerak mengintainya sehingga sebulan kemudian pahsim-sai-jin memasuki kota ceng-kong dan terus menuju
gerbang barat dan mendaki sebuah bukit , tiga puluh
anggotanya menyambutnya , namun sambutan itu malah
membuat hatinya yang jengkel semakin mengkal , baru dua hari
dia dimarkas cabang kota ceng-kong dua she-taihap sudah
muncul , pertempuranpun berlangsung , namun tetap pah-simsai-jin jadi bulan-bulanan dua she-taihap , pah-sim-sai-jin tidak
lagi melukai dirinya akan tetapi lari lagi kebarat , dua she-taihap


Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

terus mengintai , hingga dua bulan kemudian pah-sim-sai-jin
memasuki kota yinchuan , kali ini ia tidak kegerbang barat akan
tetapi menuju sebuah hutan disebelah selatan dan sampai
pada sebuah goa , didala goa ia berhenti , sementara dua shetaihap terus menuju barat dan menyelidiki markas pak-kek-hekte
menjelang sore markas tersebutpun ditemukan , tiga puluh
anngotapun di tundukkan , dan digiring kedalam kota , pah-simsai-jin tidak diketahui kemana perginya , akhirnya san-kui
memutuskan untuk menetap di yinchuan di bekas rumah
keluarga mereka kwee-an-dua minggu kemudian lima shetaihap sampai di yinchuan dan mereka berkumpul disana
115 "kita kehilangan jejak pah-sim-sai-jin di kota ini " , "lalu apa yang
akan kita lakukan kui-ko ! " tanya kwee-thian , "kita tidak tahu
pasti apakah pah-sim-sai-jin terus ke barat atau bersembunyi di
kota ini , jadi kita ambil kecendrungan ke dua bahwa pah-simsai-jin masih berada dikota ini " , "terus bagaimana rencana
selanjutnya kui-ko ?" sela lai-seng , "kita bagi tugas ! , hui-te ,
seng-te dan hong-te melanjutkan penyisiiran terus kebarat , dan
menetralisir setiap kota sampai kekota can-po dan berhenti
disana menunggu kedua puluh murid kita datang , sementara
saya dan ji-te akan berada disini memastikan keberadaan pahsim-sai-jin " , semua she-taihap manggut-manggut
pah-sim-sai-jin didalam goa berpikir keras, kalau begini terus
dia akan kalah oleh she-taihap , hatinya gemas dan kecewa
dan tidak habis pikir kenapa dia tidak bisa memenangkan shetaihap , ditengah kegundahannya pah-sim-sai-jin membolak
balik kitabnya dan kembali ia membaca tulisan gurunya di kitab
"toat-beng--hoat-sut" , ketika pah-sim-sai-jin sampai pada
kalimat "empat jadi satu kunci kekuatan ong"
dia mengulang-ngulang kata kunci , apa maksud kunci
kekuatan , empat " jadi satu ,pikiran pah-sim-sai-jin
berkecamuk sampai sebulan untuk memecahkan baris terakhir
itu , sehingga satu ketika pikirannya mereka-reka , dia memiliki
empat kitab , sementara pesan hidup han-bu-ong ada empat ,
sombong , bohong , menurutkan keinginan dan menganiaya ,
"apakah maksudnya kunci kekuatan suhu ada pada
penggabungan inti ilmu keempat kitab " " pikir han-bu-ong , lalu
dia coba mengambil bagian inti dari empat kitabnya
116 inti dari ilmu "thian-te-tin-hoat-chit" adalah "thian-te-hang-ciang"
dan inti dari ilmu pedangnya adalah "eng-lo-in-kiam" , kemudian
inti ilmu sihirnya adalah rapalan dan tarikan nafas ilmu "toatbeng--hoat-sut" dan ilmu sin-kang "hek-lek-hoat , selama tiga
hari pah-sim-sai-jin memikirkan gabungan empat inti ilmunya ,
maka pada pada hari keempat , pah-sim-saijin , mencoba
mengepos inti sin-kangnya , kemudian mencoba memasukkan
rafalan ilmu sihir pada tenaga sakti , dia merasakan gelombang
dingin merasuki dadanya , kemudian dia menggerakkan tangan
sesuai dengan gerak tangannya sesuai thian-te-hang-ciang
dengan posisi tangan kanan membuat lingkaran penuh tiga kali
sementara posisi tangan kiri menyembah di depan dada ,
kemudian kaki mengembil gerak kuda-kuda ilmu pedang englo-in-kiam yang mana terpancang rapat sejajar , maka hawa
ditubuhnya makin bergelombang dingin dan kadang berubah
amat panas akibat serapan kedua kaki pada inti bumi , lalu
gerak tangan yang memutar tiga kali ditarik sejajar dengan
tangan kiri lalu keduanya dihentakkan kedepan dengan posisi
tetap sementara kaki sejajar melangkah kedepan mengiringi
hentakan tangan maka sing-kang dengan dua hawa yang
tersimpan membrodol keluar menghantam dinding , dinding gua
bergeming lalu berubah jadi kaca es dan meledak , kemudian
bau apek pun menyebar ,pah-sim-sai-jin merasa gembira
akhirnya ia ketemukan jawaban setelah melihat hasil
pukulannya , walaupun dadanya sesak dan membuat dia
pening , dia yakin karena belum mahir sehingga masih mentah,
kalau dilatih tentu akan makin matang , pikirnya
117 pah-sim-sai-jin terpaksa keluar gua karena gua itu longsor
akibat percobaannya yang pertama , di luar gua ia melatih
pukulan barunya dan lama kelamaan makin ringan dan tidak
kaku , semakin lama semakin spontan gerakan itu pada
tubuhnya , dia mencoba pukulan digerakkan setelah beberapa
kedudukan yang terdesak , dari duduk , berpoksai , berbaring ,
tengkurap , dan dia dapat lakukan dengan lancar
jin-hui , lai-seng dan kam-hong memasuki kota can-po ,
penyisiran kota yang merka lakukan memang tidak
menunjukkan keberadaan pah-sim-sai-jin , sehingga tiap kota
dimana markas cabang pak-kek-hek-te dapat di kalahkan dan
di tundukkan dalam jangka tiga bulan , dikota can-po mereka
terus kepintu barat kota dan mencari markas cabang pak-kekhek-te , perlawanan tiga puluh orang anak buah tidak ada
artinya bagi tiga she-taihap , mereka sebagian ada yang tewas
dan yang lain tertwan , kemudian mereka diserahkan ke pada
kungcu untuk dipenjara di kota canpo mereka menunggu kedatangan murid-murid
sebagaimana perintah san-kui , dan sebulan kemudian dua
puluh pat-hong-heng-te sampai ke can-po dan bergabung
dengan suhu mereka , setelah tiga hari merekapun melanjutkan
perjalanan menuju xining , dua minggu kemudian disebuah
hutan tiga she-taihap menyusun rencana , "bagaimana menurut
kalian ji-te , apa yang akan kita lakukan den dengan kota xining
!?" , "sebelum kita menyerang xining , sebaiknya kita selidiki
dulu keadaan disana " , "benar apa yang dikatakan hong-ko ,
118 hui-ko ! , dengan menyelidiki kekuatan dan juga membaca
tempat-tempat dalam kota yang bisa menjadi kelemahan
pasukan pak-kek-hek-te" sahut lai-seng menimpali , "baiklah !
kita bertiga akan melakukan penyelidikan malam nanti "
disambut anggukan oleh lai-seng dan kam-hong
Malamnya tiga she-taihap bergerak kekota xining , kota hitam
sebagi pusat dari pak-kek-hek-te , suasana semarak , gemerlap
kota xining luar biasa menakjubkan , lampu-lampu jalan ,
berjejer sepanjang jalan pokoan dan pelacuran dipadati banyak
orang , hingar bingar suara ketawa dan kata-kata kotor
dibarengi cekikian genit dari para wanita penghibur terdengar
disani sini , tiga bayangan she-taihap yang berpencar terus
bergerak menyusuri membaca lokasi kota , lalu setelah larut
malam mereka kembali kehutan dimana dua puluh pat-hongheng-te menunggu
"bagaimana ji-te ! , apa yang kalian dapat dan ketahui tentang
kota xining " tanya jin-hui , "disebelah barat kota sampai kepintu
gerbang hanya rumah-rumah besar dan kuat dan demikian juga
bagian selatan , " jawan lai-seng , "lalu hong-te bagaimana ,
"bagian utara dan timur juga demikian hui-ko , hanya diluar
gerbang utara jalan yang sebelah sisinya jurang dan bahka ada
jembatan layang yang lumayan panjang milintas sungai yang
mengalir kedalam kota " jawab kam-hong , "hmh" kalau pusat
kota tiada lain hanyalah tempat hiburan yang sangat banyak
dan tidak pernah sepi " , "lalu bagaimana selanjutnya hui-ko ! "
tanya lai-seng 119 "kita harus membuat mereka panik dengan membakar tiga
bagian kota yakni rumah-bagian timur , barat dan selatan ,
sehingga mereka akan mengarah keutara " sahut san-kui , "lalu
kapan kita lakukan hui-ko !" " , besok malam akan kita lakukan
ji-te! " sahut jin-hui , lalu merekapun membagi murid menjadi
tiga bagian , dan ketika sore hari merekapun bergerak menuju
kota xining , dua puluh tiga bayangan gesit mengintai kota
xining , kehidupan malam kota xining berjalan sebagaimana
biasa saat malam sudah larut bayangan-bayangan she-taihap
memasuki dapur setiap rumah dan mulai membakar dan dalam
waktu yang bersamaan kobaran rumah di barat , selatam dan
timur menyala besar , setiap bagian ada sepuluh rumah yang
terbakar , orang-orang semua keluar dari dalam rumah , rumah
yang terbakar itu semuanya ditinggalkan pennghuninya kepusat
kota , ketika semua keluar rumah , tanpa mereka sadari dapur
rumah mereka juga terbakar sehingga menambah jumlah titik
api , she-taihap dengan bergerak cekatan dan rapi , gesit
laksana bayangan menambah titik-titik api sehingga dalam
waktu satu jam ditiap bagian kota empat puluh rumah terbakar
yang kian lama nyala api kian berkobar besar
orang di pusat kota berhamburan terkejut melihat kobaran api
yang nampak merah di tiga bagian kota , mereka berlarian
menuju lokasi , beberapa pusat hiburan nyaris kosong , dua
jam berikutnya lima pokoan , dan tujuh tempat pelacuran tibatiba terbakar , sebagian orang yang berada di tempat itu
120 berhamburan kedalam untuk memadamkan api , mereka sibuk
dipokoan yang terbakar tiba-tiba pokoan lain pun tiba-tiba
berkobar api , ditiap bagian kota kobaran api tidak lagi dapat
dikendalikan saking banyanyaknya titik api sehingga sijago
merah melalap tiap rumah penghuni yang hampir dua ribu lima ratus orang itu berlarian
keutara dan menumpuk disana ketika bagian utara dipadati
orang dan saat menjelang pagi , dua puluh tiga rumah terbakar
di utara akhirnya spontan mereka berhamburan keluar gerbang
utara , memang dua ribu orang itu seperti tikus dipermainkan
she-taihap , iringan ribuan orang dijalan besar bagian gerbang
utara bergerak menuju jembatan , dan tanpa mereka sadari
tebing sisi jalan dijebol oleh tiga she taihap sehingga longsor
dan menutup badan jalan kemudian she-taihap kembali kedalam kota , dan didalam kota
sepi karena seribu orang lebih meninggalkan kota dari tiga
gerbang kota ketika pusat kota terbakar , keganjilan itu
membuat mereka ngeri , merekaa tidak bisa mengetahui siapa
yang membakar ditengah kepanikan itu hingga lansung ratusan
orang berhamburan lari menyelamatkan diri, api berkobar
sampai sepuluh hari , dan kota xining benar-benar menjadi kota
hitam oleh arang tumpukan rumah terbakar
she-taihap melanjutkan penyisiran kota-kota di utara kearah
barat , hingga mereka sampai di lam-hong seluruh markas
cabang di porak-porandakan she-taihap , pekerjaan menyisir
kota dari yinchuan sampai ke lamhong memakan waktu hampir
121 setahun , keadaan wilayah utara sedikit normal , wilayah barat
gempar dengan kebakaran kota xining , rakyat wilayah barat
mendapat secercah harapan , sementara see-kek-hek-te
bersiaga penuh , penjagaan ditapal batas lijiang dengan kota
lamhong diperketat , seribu pasukan ditempatkan diperbatasan
, dal hal ini membuat she-taihap berhenti di lam-hong dan
membuat rencana gerilya menyerang tenda-tenda diperbatasan
, hampir setiap malam she-taihap bagai siluman melumpuhkan
puluhan orang dan lalu menghilang
para pasukan yang banyak bekas penjudi yang baru saja
belajar silat setidaknya dua tahun dibawah asuhan pah-sim-saijin bingung kehabisan akal menghadapi gerakan siluman yang
hampir setiap malam puluhan orang dari mereka lumpuh dan
luka-luka , selama dua bulan hal itu terjadi semakin ciut nyali
pasukan see-kek-hek-te , akhirnya banyak yang meninggalkan
perbatasan dan melarikan diri , dan yang bertahan hanya dua
ratus orang tiga malam berikutnya she-taihap muncul bersama dua puluh
muridnya mennghadapi dua ratus orang yang sedang
berkumpul disebuah tenda besar , "hmh" kalian semua !
kenapa masih bertahan disini ! "jin-hui membentak dengan sinkang yang kuat membuat geger tempat itu untuk puluhan
kailnya , "serang"! " pimpinan pasukan itu memberi aba-aba ,
dua ratus orang menerjang tiga she-taihap dan dua puluh
muridnya , dua puluh tiga bayangan laksana rajawali
menyambar menyambut serbuan see-kek-hek-te , namun
122 bagaikan laron menerjang api , pasukan see-kek-hek-te
bertumbangan susul menyusul , saat menjelang pagi hampir
dua ratus orang yang tergeletak meringis dan mengeluh disana
sini , sementara yang lainnya sempat mundur dan melarikan diri
, she-taihap terus bergerak menuju wilayah barat
sebulan kemudian she-taihap memasuki sebuah hutan sebelah
utara kota lamhong , lalu jin-hui memerintahkan supaya istirahat
sebentar , beberapa murid menyipakan tenda dan dua orang
murid pergi berburu binatang untuk dimakan , keduanya masuk
kedalam hutan namun sampai satu jam mereka belum
mendapatkan binatang buruan , dan ketika mereka keluar dari
hutan , sebuah bentakan mengejutkan mereka , lalu segera
keduanya menuju tempat asal suara itu datang
setelah sampai ditempat keduanya melihat seorang lelaki
sedang meludahi dua mayat yang baru saja mati , "rasakan !
berani menantang ruanmu " bentaknya pada dua mayat itu ,
"apa yang telah kamu lakukan saudara !" tegur cu-kek , lelaki itu
melihat kedua orang yang baru saja muncul , "bukan urusan
kalian !" bentaknya , "harap sicu tidak bermain-main dengan
nyawa orang " cu-kek kembali menegur , "heh..! kalian siapa
sehingga sok ikut campur urusan orang !" lagi-lagi lelaki berkata
ketus "apa yang anda lakukan ini sungguh telangas dan harus
ditantang " , "sialan..! kalian punya kebolehan apa sehingga
berani menantangku ! " bentaknya sambil menyerang dengan
gesit dan berbahaya , kedua pat-hong-heng-te mengelak dan
123 membalas dengan tidak kalah hebatnya , cu-kek menyerang
dengan dahsyat ilmu khas pat-hong-heng-te dikeluarkan
dengan mantap sementara bu-ceng-bo mengangkat kedua
mayat pedagang itu dan meletaknya agak jauh dari
pertempuran gerakan lelaki berumur lima puluh tahun demikian kuat dan
kokoh , demikian juga gerakannya sangat lincah , cu-kek
berusaha menundukkan lelaki itu tapi kenyataannya lelaki itu
sungguh kosen dan luar biasa , siapakah lelaki berumur
setengah abad ini " , dia adalah turunan seorang yang terkenal
di kota yangsu pada zaman kwi-ban-san-hong-houw , namanya
adalah liem-houw cucu dari liem-sun dikenal dengan julukan
see-thian-liong , leim bouw wajahnya lumayan tampan dan
tubuhnya agak kurus berkulit kekuningan , liem-bouw mewarisi
ilmu-ilmu kakeknya yang tergolong sakti dan luar biasa dan
juga liem-bouw tahu bahwa kakeknya liem-sun mati ditangan
she-taihap , oleh karena itu liem-bouw memeliki dendam
kesumat kepada she-taihap
Liem-bouw selalu mengikuti perkembangan di dunia kangowu ,
sejak munculnya pah-sim-sai-jin dan membentuk see-kek-hekte di lijiang dia merasa gembira , apalagi setelah mendengar
bahwa she-taihap di wuhan telah tewas , semakin berkobar
semangatnya untuk ikut membentu pah-sim-sai-jin , namun dia
masih menyabarkan diri untuk melihat perkembangan
selanjutnya 124 Kemudian beberapa tahun kemudian dia mendengar she-taihap
di yinchuan wilayah utara tewas ditangan pah-sim-sai-jin , maka
dengan berita tersebut liem-bouw sudah yakin bahwa
bergabung dengan pah-sim-sai-jin merupakan satu keuntungan
besar , ilmunya yang tinggi akan bisa menjadi pembantu pahsim-sai-jin , maka dia berencana untuk menemui pah-sim-sai-jin
yang berada di utara Liem-bouw dalam perjalanan melihat keadaan masyarakat yang
tertekan , hatinya sedikit terenyuh tapi sisi lain dari hatinya


Biang Ilmu Hitam Hek Hoat Bo Karya Rajakelana di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

berkata bahwa itu adalah resiko jika tidak punya ilmu silat , jika
kita berilmu maka kita akan dapat menguasai dunia dan bisa
berbuat apa saja seperti pah-sim-sai-jin dan tidak menutup
kemungkinan dia juga akan bisa seperti pah-sim-sai-jin jika
bergabung Dua bulan kemudian liem-bouw memasuki kota lijiang yang
penuh semarak , luar biasa hiruk pikuknya kota itu , liem-bouw
tercengang melihat bangunan-bangunan yang indah dipenuhi
para gadis-gadis cantik yang tertawa-tawa genit mencoba
mencari perhatiannya, beberapa gadis memanggil-mannggil
manja penuh ajakan mesum padanya , dan ajakan itu membuat
liem-bouw tergoda dan terbetik birahinya sehingga dia masuk
kedalamnya Setelah berada didalam , gadis yang tadi melambai padanya
berlari genit dan tertawa menuruni tangga dan menyambutnya
dengan senyum memikat , "ayoklah kongcu , aku akan layani
kamu sepuas-puasnya , "siapakah namamu nona !" , "
125 hik..hik" kongcu sayang..! aku dipanggil ang-hoa" , "aku
dipanggil pek-hoa " , "aku dipanggil jeng-hoa" , tiga wanita
penghibur itu memperkenalkan diri dengan senyum dan gerakgerik mengelus-elus birahi liem-bouw
"marilah ! , kalian bertiga layani aku , aku baru dari perjalanan
jauh dan rasanya badanku lelah " , "hik..hik.. tenang kongcu ,
pokoknya kongcu akan merasakan kepuasan tiada tara , kami
akan memijit-mijit badan kongcu yang lelah , akan kami buat
kongcu merasa nyaman, hik..hik" dan semua bagian deh
pokoknya akan dapat serpis memuaskan " ketiga gadis
penghibur itu bergantian menggambarkan hal-hal yang akan
mereka lakukan sehingga fantasi liem-bouw semakin liar
liem-bouw meraih ketiga gadis penghibur dengan senyum
sementara mukanya memerah karena degupan jantungnya
yang semakin kencang , ketiga gadis penghibur tertawa
cekikian dan terus menenmpel tubuh liem-bouw yang menuju
kamar , harum semerbak menerpa hidung liem-bouw dan
membuat liem-bouw makin blingsatan , sehingga dengan nafas
memburu menciumi ketiga gadis yang tersenyum-senyum nakal
dan pandangan mata genit seiring gerakan erotis mereka
melangkah menuju ranjang liem-bouw makin ganas ketika pakaian gadis-gadis itu dilepas
sehingga tubuh mulus , lekuk tubuh yang menyimpan sejuta
kenikmatan membuat liem-bouw semakin terpicu birahinya
yang terkobar , permaianan erotis makin memabukkan ,
kecupan-kecupan ganaspun makin liar , elusan dan remasan
126 pun makin nakal , rintihan dan lenguhan ketiga gadis bagaikan
hembusan yang makin mengobarkan bara birahi leim-bouw
liem-bouw dan ketiga gadis makin jauh dengan permainan
mereka , kuda sembrani sudah demikian siap ditunggangi ,
sementara joki memiliki semangat laksana angin badai
menghantam semua yang akan dilewatinya , desahan ,
lenguhan , rintihan , remasan , gelinjangan berpadu menjadi
satu seiring deru nafas yang berpacu birahi , ketiga gadis
dengan gerak manja , selalu mandah dipermainkan liem-bouw
dengan sikap penyerahan yang erotis
semalam suntuk liem-bouw menikmati permainan birahi yang
berkobar , sehingga menjelang pagi liem-bouw terhempas lelah
tertidur dipelukan tiga gadis penghibur . dan menjelang siang
liem-bouw terbangun kemudian dia dimandikan dan bersihkan
oleh tiga gadisnya dengan senyum memikat dengan
pandangan penuh pujian , liem-bouw merasakan seakan dia
berada disorga , pelayanan yang demikian memuaskan
membuat liem-bouw betah berlama-lama di tempat itu , selama
dua minggu liem-bouw menginap di rumah bordil dengan
pelayanan yang menyenangkan dan ketika keluar sepundi
kantong uangnya lepas , untungnya liem-bouw seorang yang
kaya , dengan senyum puas liem-bouw keluar dari rumah bordir
dan meninggalkan kota lijiang yang indah dan mengesankan
dua minggu kemudian , liem-bouw memasuki kota lamhong ,
liem-bouw memasuki rumah makan untuk mengisi perut ,
rumah makan itu agak ramai tidak seperti biasanya sepi , liem127
bouw melihat tamu-tamu itu para pedagang , dan cerita hanya
berkisar barang dagangan , tapi pembicaraan itu juga menyentil
keadaan utara , "jika she-taihap sudah turun tangan maka
keadaan akan aman wan-sicu " , "benar sekali lauw-sicu ! utara
pasti aman setelah she-taihap membumi hanguskan pak-kekhek-te di xining " , "ya " dan itu artinnya kita dapat berdagang
dengan aman , bukan begitu wan-sicu !" " wan sicu
mengangguk tersenyum dan kedua tertawa renyah
liem-bouw yang mendengar pembicaraan itu merasa tersedak
karena xining dibumi hanguskan , dia merasa resah karena
salah satu tujuannya keutara adalah kexining ingin merasakan
nikmatnya pelayanan di xining yang tentu penghuni rumah
bordirnya gadis-gadis utara namun apa yang ia dengar bahwa
xining telah di bumi hanguskan oleh she-taihap , makin gemas
dan jengkel hatinya terhadap she-taihap , tapi liem-bouw juga
marah pada kebahagaiaan dua pedagang yang tertawa
membuat hatinya panas serasa dia dicemoohkan
dua pedagang itu keluar dari rumah makan , liem-bouw segera
juga menghentikan makannya dan membayar makanan , lalu
liem-bouw mengikuti kedua pedagang , gerakannya yang
ringan tidak membuat sedikitpun dua pedagang curiga dan
merasa diikuti , ketika memasuki hutan , liem-bouw tiba-tibamuncul , kedua pedagang itu berhenti dan terkejut
"aih , sicu ! kamu mengejutkan kami " kata she-wan lembut ,
"phuah" kalian cecunguk busuk tinggalkan buntalan kalian ! "
bentak liem-bouw , "ah" jangan". kalau mau kami akan bayar
128 pajak pengamanan dihutan ini " sela she-wan membujuk ,
"heh..! tidak ada tawaran , aku hanya ingin buntalan kalian ,
cepat tinggalkan kalau kalian masih sayang nyawa " bentak
liem-bouw mengancam , dua pedagang itu saling memandang
dan lalu sama-sama menerjang liem-bouw , tapi sekali gebrak
tubuh mereka terlempar dan tewas sebelum ambruk ke tanah ,
lalu dia meludahi kedua mayat itu saat cu-kek dan bu-ceng-bo
tiba ditempat itu pertempuran antara cu-kek dan liem-bouw semakin seru , liembouw sudah mengeluarkan hauwce yang merupakan senjata
dari kakeknya see-thian-liong , cu-kek terdesak hebat hingga
suatu saat cu-kek tidak mampu mengelak dari ketukan hauwce
dikepalanya , cu-kek tewas dengan tengkorak remuk , bu-cengbo menerjang liem-bouw , liem-bouw walaupun sudah tiga jam
bertempur dengan cu-kek , gerakannya masih mantap dan
serangannya masih berbahaya , bu-ceng-bo berusaha untuk
mempertahankan diri namun liem-bouw tidak memberi
kesempatan lagi , sehingga ketika ujung hauwcenya telak
menghantam tengkuk bu-ceng-bo , seketika saja bu-ceng-bo
jatuh tengkurap dan tewas
namun serangkum pukulan sakti menerpanya , dan dengan
cekatan liem-bouw berpoksai sehingga tidak terjerembab , liembouw dengan amarah meledak menyerang dua orang yang
menyerangnya , untuk ketiga kalianya liem-bouw terlibat
pertempuran , dan kali ini dia ngos-ngosan merasakan tekanan
dua penyerangnya , dua dari pat-hong-heng-te disuruh jin-hui
129 untuk menacari cu-kek-dan bu-ceng-bo yang sudah lama tidak
kembali , namun mereka juga terlambat karena dua nyawa
saudaranya sudah tewas saat mereka datang
li-peng dan pouw-han mengeroyok liem-bouw , liem-bouw
masih ulet untuk bertahan dari gencarnya serangan dua pathong-heng-te , tapi karena pertempurannya yang dua kali
sudah menguras tenaga membuat dia lemah , sehingga pada
Pendekar Budiman Hwa I Eng-hiong 6 Mentari Senja Seri Arya Manggada V Karya S H Mintardja Senopati Pamungkas I 9
^