Pencarian

Cincin Maut 13

Cincin Maut Karya Tjan Id Bagian 13


meski hatinya terkesiap dan terkejut, namun serta merta
senjata patung Kim mo sin jinnya didorong ke depan
menyongsong datangnya serangan Kwan Lok khi.
Namun gerak serangan dari Kwan Lok khi ini tak mungkin
bisa dihadapi dengan mudah, jangan JifihM reaksi dari Liong
Tian im cukup cepat, namun diapun mengerti serangan
patung Kim mo sin-jin tersebut paIing banter hanya bisa
menggetarkan tubuh lawan, bila ingin melukai lawannya itu,
mungkin akan lebih sulit daripada naik ke langit.
Dengan suatu gerakan yang lincah Kwan Lok-khi
menghindarkan diri dari serangan lawan, mendadak telapak
992 tangannya dibalik lalu ditolak kedepan, segulung angin
pukulan yang maha dahsyat langsung saja meluncur ke depan
dengan kekuatan yang mengerikan.
Liong Tian-im terkesiap, dia merasakan daya tekanan yang
menindih tubuhnya makin lama semakin bertambah besar . . .
"Blaaamm . .. !"
Untung saja angin serangan tersebut tertahan oleh dinding
gua yang tebal, coba kalau tidak begitu, niscaya Liong Tian im
sudah kena terdesak mundur sejauh tujuh belas delapan belas
langkah lebih. "BIaaammm .. . !" angin serangan yang menggasak dinding
gua menyebabkan batu dan pasir berguguran ke bawah dan
mengotori seluruh wajah Liong Tian im.
Kwan Lok khi segera mendesak Iebih kedepan, sambil
tertawa seram jengeknya: "Sobat, lebih baik berbaring saja disini dengan tenang. . ."
Sebuah sodokan jari tangan langsung di arahkan ke bawah
ketiak si anak muda tersebut.
Kendatipun Liong Tian im termasuk seorang jagoan lihay
dalam deretan jago-jago muda, namun bila harus bertarung
melawan cikal bakalnya kaum gembong iblis seperti Kwan Lok
khi, keadaan mana ibaratnya setan besar bertemu setan kecil,
tidak sampai berapa gebrakan kemudian, ia sudah dibikin
kerepotan dan kalang kabut tidak karuan, bentakan setelah
totokan jari tangan itu, dia benar benar dibikin terpantek kaku
diatas tanah tanpa bisa berkutik.
993 Tak terlukiskan amarah si anak muda tersebut menghadapi
situasi seperti ini, sambi melotot gusar dengan hati yang
gelisah, dia berteriak keras keras:
"Sobat, mengapa kau tidak memberi kepuasan kepadaku ?"
Kwan L ik khi menjengek sinis.
"lngin kepuasan" Boleh saja, tapi tunggulah sampai
kubereskan keparat she Bok yang berada dalam gua itu. ."
Sembari berkata, dia segera memutar kembali Pat kwa
besar diatas langit langit gua itu.
Dari dalam gua segera berkumandanglah suara gemuruh
yang amat keras dan memekikkan telinga.
Dinding batu yang maha besar itupun pelan pelan bergerak
turun ke bawah, bila dinding tersebut telah menyumbat mulut
gua, niscaya orang yang tersekap dalam gua tersebut akan
mampus. "Yaatt .!" Mendadak berkumandang suara bentakan keras dari balik
gua besar yang gelap gulita itu, menyusul kemudian tampak
serentetan bayangan pedang meluncur lewat, tahu tahu
pedang kayu yang hitam itu sudah menahan gerak meluncur
dari dinding batu itu. Menyusul kemudian tampak Bok Ci dan seorang kakek yang
berambut kusut telah melompat keluar dari dalam gua.
994 Begitu muncul diri si jago pedang buta Bok Ci segera
menggetarkan pedang kayunya dan melepaskan sebuah
bacokan kilat ke atas tubuh Kwan Lok khi.
Menghadapi ancaman tersebut Kwan Lok khi tertawa
tergelak. lalu melayang ke samping untuk meloloskan diri dari
ancaman tersebut, tapi dengan cepat ia menjadi terkesiap,
sebab dalam sekejap saja pedang sakti itu sudah berubah
berulang kali. Akhirnya dengan ketakutan dia melompat mundur sejauh
tujuh delapan langkah lebih.
Si kakek berambut kusut yang tak lain adaIah si pedang
langit itu segera tertawa dingin tiba-tiba jengeknya:
"Saudara Kwan selamat berapa tahun ini, kau cukup
merasa berbangga ..."
Peristiwa ini benar benar merupakan suatu kejadian yang
diluar dugaan, padahal sudah sekian lama si pedang langit
Bok Keng jin tersekap dalam gua mati hidup, namun
kenyataannya dia masih bisa muncul dalam keadaan hidup.
Kecuali dia terbuat dari besi baja, kalau tidak, mengapa ia
tak mati terkurung dalam alat rahasia yang begini banyak "
Kwan Lok khi berusaha untuk memutar otak dan
memecankan teka teki itu, namun belum juga ada jawaban
yang ditemukan. Akhirnya dengan perasaan terkesiap dia berseru: "Jadi kau
belum mati ?" Si pedang langit tertawa seram.
995 "Heee... heeeh... delapan belas jebakan beruntung sudah
kutembusi tujuh belas jebakan diantaranya, Hmm, saudara
Kwan, apakah kau masih mempunyai gua kura kura lain yang
bisa kukunjungi dan kusaksikan sampai dimanakah kehebatan
dari kau si bocah keparat yang suka mengibul " Aku ingin tahu
kalian pihak kelompok iblis masih memiliki kemampuan apa
Iagi...." Kwan Lok-khi segera tertawa dingin.
"Heee . . . heeh . . sungguh tak kusangka nasib kau si telur
busuk betul betul amat mujur, padahal dalam gua mati hidup
tersebut aku pernah menyekap mampus Lam kiong pat ciang
(delapan panglima dari istana selatan )" Tang hay busu (busu
dari lautan timur) serta Yu leng sam koay (tiga manusia aneh
sukma gentayangan), dari sekian banyak orang, tak
seorangpun diantara mereka yang berhasil lolos dengan
selamat. Bok heng, aku tidak percaya kalau tubuhmu tidak
mengalami cedera." Si Pedang langit segera maju dua langkah ke depan, lalu
berseru: "Apakah kau ingin mencobanya " Aku tahu selembar nyawa
tuaku ini memang sama sekali berharga, apalagi kita berdua
pun merupakan sobat tua, tak ada salahnya bagi kita untuk
bersikap lebih mesrah."
Walaupun Kwan Lok khi merupakan seorang gembong iblis
yang berkedudukan amat tinggi, namun berbicara soal
kepandaian silat sejati, dia masih bukan tandingan dari si
pedang langit, apabila berbicara soal tenaga pukulan, maka si
Pedang langit bukan tandingan dari Kwan Lok khi, sebab
kebiasaan mereka berdua berbeda, keberhasilan dalam
permainan ilmu pukulan maupun ilmu pedang pun berbeda.
996 Akibatnya kedua belah pihak sama-sama menyegani pihak
lawannya. Mencorong sinar buas dari balik mata Kwan Lok khi ketika
itu, sesudah tertawa seram katanya:
"Saudara Bok, kau benar benar seorang keparat yang tidak
tahu kemampuan sendiri."
Si pedang langit Bok Keng jin tertawa terkekeh kekeh.
"Kau si anak kura kura memang takutnya terhadap yang
galak dan berani terhadap yang Iemah, hei! Apakah kau
belum puas di beri pelajaran oleh binimu maka sekarang
hendak mencariku sebagai tempat pelampiasan. ."
Merah padam selembar wajah Kwan Lok khi karena jengah.
"Ngaco belo saja!"
Si Pedang langit tidak menggubris lawannya lagi, dia segera
menuding ke atas tubuh Liong Tian im sambil serunya:
"Hei anak muda, mari kita pergi!"
Liong Tian im merasakan sekujur badannya bergetar keras
dan tahu tahu saja darahnya sudah bebas.
Dengan cepat dia melompat bangun, kemudian sambil
mengulapkan tangannya dia berseru:
"Tua bangka celaka, mari kita mencoba sekali lagi!"
"Hmmm, kepandaian silat yang kau miliki itu masih selisih
jauh sekali, kalau ingin turun tangan, lebih baik panggil saja
997 bapakmu biar dia sendiri yang maju" jengek Kwan Lok khi
dingin. "Hmm !" Liong Tian-im mendengus dingin, "kau jangan
tekebur lebih dulu, dalam setahun mendatang. kau pasti akan
mampus ditanganku, saat itu bukan saja kau akan meminta
bantuan dari harimau betinamu, bahkan anakmu pun terpaksa
harus dimintai tolong."
Merah padam selembar wajah Kwan Lok khi saking
gusarnya, dia merasa pemuda ini betul betul memiliki
selembar mulut yang tajamnya melebihi pisau silet, bila tidak
diberi pelajaran, rasanya sangat menggemaskan sekali.
Baru saja dia akan turun tangan untuk melancarkan
sergapan, mendadak si Pedang langit tertawa ringan sembari
berseru: "Ayo berangkat ! Saudara Kwan, lain waktu kita akan
berkunjung kembali !"
Begitu selesai berkata, mereka bertiga segera berkelebat
sejauh tiga kaki dari posisi semula.
Kawanan jago yang berjaga disekeliling tempat itu menjadi
melongo setelah melihat itu dan tertegun, tanpa terasa
mereka menutup jalan pergi ketiga orang itu.
"Enyah kau!" bentak si pedang langit sambil mengulapkan
tangannya. Beberapa jeritan ngeri segera menyadarkan kembali Kwan
Lok khi dari lamunannya, dia merasa tenaga dalam yang
998 dimiliki musuhnya cukup menggetarkan sukma, terpaksa ia
membiarkan ketiga orang itu berlalu dengan begitu saja.
Malam amat kelam, udara amat dingin dan memancarkan
kabut tebal yang menyelimuti angkasa.
Bintang bintang kecil entah bersembunyi di mana,
rembulan diufuk sebelah barat menongolkan diri dari balik
awan dengan kemalu maluan.
Ditengah kegelapan malam, mendadak si Pedang langit
muntah darah segar, dadanya bergelombang naik turun
dengan cepatnya sementara napasnya tersengkal tersengkal
macam orang yang habis menempuh sejauh berapa puluh li
saja. Sedang sepasang matanya seperti mutiara yang kehabisan
sinar, begitu buram dan sayu, amat memedihkan keadaannya.
Bok ci menjadi amat gelisah, cepat cepat serunya: "Ayah
mengapa kau?" Si pedang langit menghembuskan napas panjang, lalu
berkata: "Tadi, keadaan sungguh membahayakan coba kalau Kwan
Lok khi tahu kalau isi perutku terluka parah sehingga tenaga
untuk mengangkat tangan pun tak ada, mungkin kita bertiga
sekarang sudah mati diujung telapak tangannya!"
oooOooo SI JAGO pedang buta Bok Ci serta Liong-Tian im sama
sama merasa amat terkesiap, mereka tidak mengira kalau si
pedang langit yang begitu termashur namanya dalam dunia
999 persilatan, ternyata menaruh perasaan takut yang begitu
besar terhadap cikal bakal gembong iblis Kwan Lok khi.
Dilihat dari hal tersebut apakah sigembong Iblis tersebut
benar benar akan melepaskan mereka atau tidak, hal mana
masih merupakan suatu persoalan yang amat sukar untuk
diduga. "Ayah, sekarang kita harus kemana?" tanya Bok Ci dengan
perasaan amat gelisah. Si Pedang langit menarik napas panjang-panjang, lalu
sahutnya: "Lima puluh li disekeliling daerah ini merupakan wilayah
kekuasaan dari keluarga Kwan, mungkin sebelum kita sempat
menuruni bukit ini selangkah, Kwan Lok khi sudah
memperoleh kabar dan memburu ke sini, coba kalau ayah
tidak terluka, mungkin saja dia akan melepaskan kita, tapi
sekarang keadaannya mungkin akan berubah, bila dugaanku
tidak salah, di belakang kita sekarang ada orang yang sedang
melakukan penguntilan."
Baik si jago pedang buta Bok Ci maupun Liong Tian im.
mereka sama-sama tertegun dan serentak menoleh
kebelakang. Benar juga, dibalik bayangan pepohonan yang lebat
tampak sesosok bayangan manusia sedang berkelebat lewat.
Liong Tiao im mendengus dingin, bisiknya.
"Mari kita mencari tempat untuk menyembunyikan diri"
1000 Ke tiga orang itu segera berlarian kedepan, lalu menyelinap
ke samping dan menyembunyikan diri dibelakang sebuah
pagar dinding. Bayangan manusia yang menguntit di belakang itu nampak
tertegun ketika secara tiba tiba kehilangan jejak lawannya,
dengan cepat dia melakukan penggeledahan yang seksama di
sekeliling tempat itu. Mendadak dia meluncur ke depan, naik ke atas sebuah
batu cadas dan melongok dari atas.
Dengan suatu gerakan cepat Liong Tian im menyelinap
kehadapan orang itu sambil menegur:
"Sobat, caramu menguntit orang benar benar kelewat
gegabah dan bodoh." Sekujur tubuh orang itu gemetar keras karena terperanjat,
agaknya dia tak menyangka kalau musuhnya begitu cekatan,
baru saja dia menampakkan diri, pihak lawan telah berhasil
menemukan jejaknya. Dengan perasaan terkesiap buru2 dia berseru:
"Sancu menitahkan kepadaku untuk menghantar kalian
bertiga turun gunung, sebab disekitar tempat ini terdapat
banyak pos penjagaan, apa lagi dalam kegelapan begini,
takutnya bila sampai melakukan kesalahan terhadap sobat..."
Kemudian setelah mendehem beberapa kali dia berkata
lebih jauh: "Kalian bertiga hanya tahu berlarian tanpa tujuan kalau


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

begini terus sampai fajar menyingsingpun jangan harap bisa
1001 keluar dari bukit Jit gwat san ini, aku Bong Kaia kut bersedia
mewakili sancu..." "Sancu kalian kelewat baik" tukas Liong Tian im dingin.
"cuma sayang kami tak mampu untuk menerima kebaikan
seperti ini, tong kalian toh kau bersama Bok Kian kui (melihat
setan dalam impian) aku akan menyuruhmu menjadi setan
ungguhan pada malam ini."
Sementara orang tersebut masih tertegun, telapak tangan
Liong Tian im sudah menghantam keras keras diatas ubunubunnya.
Kasihan orang itu, belum sempat meneriakkan sesuatu, ia
benar benar sudeh berangkat ke akherat untuk bertemu
setan. Pada saat itulah, dalam kegelapan malam mendadak
muncul serentetan bayangan lentera barwama merah yang
muncul dari balik kegelapan hutan sana.
Lentera merah itu bergoyang tiada hentinya dan bergerak
amat lincah, cahaya merah yang tajam menyoroti seluruh
tubuh mereka menjadi terang benderang.
Bayangan lentera yang bersinar tajam itu segera
menyelinap kembali ke balik dedaunan setelah bergoyang
sebentar. . Jago pedang buta Bok Ci yang menyaksikan kejadian
tersebut segera termenung sambil berpikir sebentar, kemudian
katanya dengan wajah amat serius:
1002 "Orang itu merupakan teman atau lawan sukar untuk
diketahui, tapi sudah jelas dia sedang memberi sebuah
petunjuk jalan untuk kita, kini kita sudah terkurung dalam
jebakan musuh..." Sementara itu bayangan lentera berwarna merah itu
kembali bergoyang dengan suatu gerakan cepat ketiga orang
itu segera menyelinap ke arah depan.
Tiba tiba saja lentera merah itu lenyap tak berbekas,
sementara ditengah hutan yang lebat dan tahu tahu sudah
muncul Leng Ning ciu yarg berdiri tak berperasaan disana.
"Leng Ning ciu!"
Liong Tian im dan jago pedang buta Bok Ci sama sama
tertegun dan hampir saja memekikkan namanya.
Namun perasaan mereka berbeda saat ini, kendatipun
penuh dengan pergolakan darah panas, namun tak berani
untuk mengemukakan perasaan, terpaksa mereka hanya
memendam dalam dalam perasaan cintanya itu.
Terutama sekali Leng Ning ciu sendiri walaupun wajahnya
sedingin es, namun dihati keciInya ingin sekali bermesrahan
dengan Liong Tian im, bahkan berharap sianak muda itu dapat
memanggilnya dengan penuh kesenangan.
Dengan suara dingin Leng Ning ciu segera berseru:
"Sekarang, kalian berada dalam keadaan yang sangat
gawat, semua peralatan dan jebakan yang berada diatas bukit
ini akan segera bergerak, apabila kalian masih mempunyai
kepercayaan kepadaku seperti dahulu kala, silahkan mengikuti
1003 aku untuk menyingkir sementara waktu dibukit belakang
sana." Sipedang langit berkerut kening, kemudian ujarnya:
"Nona Leng, aku orang she Bok mengucapkan banyak
terima kasih dulu kepadamu, cuma bersembunyi sementara
waktu hanya akan memperoleh keamanan yang singkat, jelas
cara ini bukan suatu cara jangka panjang yang terlalu baik."
Dengan cepat Leng Ning ciu menggelengkan kepalanya
berulang kali. "Kau jangan kelewat keras kepaIa, Kwan Lok khi bukan
seorang buta yang mudah dikibuli, ia sudah tahu kalau kau
menderita luka yang sangat parah, hanya sebelum
memastikan kalau kau benar benar terluka, dia berusaha
menghindari suatu pertumpahan darah yang lebih besar. Kini,
diseluruh jalan tembus sudah disiapkan jago jago pedangnya,
asal kalian salah melangkah, kalian akan menderita kekalahan
total.. ." Kemudian setelah tertawa sehingga dua baris giginya yang
putih terlihat jelas, dia melanjutkan lebih jauh:
"Aku sudah menguasahi tujuh sampai delapan buah tempat
jebakan yang berada disini, bila kalian berlalu saat ini, tidak
mudah bagi mereka untuk mengetahui jejak kalian, tetapi bila
kalian mengulur waktu lagi, mungkin aku tak akan sanggup
untuk menolong kalian lagi"
Dia menggeserkan tubuhnya pelan dan bertindak pergi
menuju ke dalam hutan yang gelap.
1004 Liong Tian im sekalian nampak agak ragu, namun akhirnya
mereka beranjak juga untuk mengikuti dibelakang gadis itu.
Setelah melalu sebuah hutan yang lebat dan melewati jalan
bukit yang berliku liku, didepan sana muncul sekumpulan
rumah batu yang besar. Leng Ning ciu segera menghentikan langkahnya sambil
berkata: "Tempat ini merupakan tempat abu leluhur dari bukit Jit
gwat san, semua anggota Jit gwat san diIarang untuk
mendekati tempat ini, bahkan Kwan Lok khi sendiri pun hanya
akan berkunjung kemari setiap tahun sekali disaat duduk
bersembahyang didepan abu leluhurnya, Kalian boleh
beristirahat selama beberapa hari disini, aku yakin Kwan Lok
khi sendiripun tak akan menyangka kalau kalian berada disini."
Setelah menghela napas panjang dan melirik sekejap ke
arah Liong Tian im dengan penuh perasaan cinta dia
membalikkan badan dan berlalu dan situ tanpa mengucapkan
kata lagi. Liong Tian im merasa amat terkesiap, disaat gadis itu
hendak pergi, lamat lamat dia menyaksikan dua titik air mata
jatuh bercucuran membasahi wajahnya, untuk sesaat dia
menjadi tertegun dan berdiri mematung disana.
Suatu perasaan sedih dan murung yang sangat aneh
muncul didalam hatinya setelah menghela napas panjang,
pandangan matanya dialihkan ketempat kegelapan didepan
sana. "Traaang..." 1005 Bunyi genta yang amat memekikan telinga bergema
memecahkan keheningan dan mengalun diseluruh angkasa.
Ketiga orang itu segera tersentak kaget dan sadar kembali
dari lamunan, rumah batu didepan sana bagaikan sesosok
sukma gentayangan yang sedang mendekam diatas tanah.
Sipedang langit merasakan udara dingin mencekam
tubuhnya, makin lama dia semakin penat, akhirnya dia setelah
menghela napas panjang dia berkata:
"Masuklah, aku harus membereskan dulu luka dalamku
yang mengancam jiwa ini."
Pelan pelan mereka mendorong pintu rumah batu itu dan
berjalan masuk ke dalam. Jago pedang buta Bok Ci segera menyulut lentera yang
berada diatas dinding batu dan menerangi seluruh ruangan
yang gelap. Kecuali dua buah meja, disana hanya ada sebuah
pembaringan, si pedang langit segera duduk bersila di atas
pembaringan dan mulai mengatur napas.
Dalam kegelapan hanya kedengaran suara dengusan nafas
yang berat saja, selain itu sama sekali tidak kedengaran suara
lain. Dalam suasana begini Liong Tian im dan jago pedang buta
Bok Ci sama sama mempunyai maksud untuk membuka suara
tapi tak tahu dari mana mereka harus mulai berbicara.
1006 Akhirnya kedua orang itu hanya duduk termangu-mangu
sambil melamun ke sana kemari . . lama ke lamaan rasa lelah
menghantui mereka dan terasa telah terlelap tidur.
Di tengah keheningan malam ituIah, mendadak terdengar
suara langkah kaki manusia bergema memecahkan
keheningan. Liong Tian im yang pertama-tama sadar lebih dahulu
dengan tegang ia menahan napas lalu menggenggam senjata
patung Kim mo sio jinnya kencang kencang dan mengawasi
keluar pintu dengan pandangan yang tajam.
Dari luar pintu muncul dua sosok bayangan manusia,
agaknya kedua orang itu sedang berjalan menuju kedalam
ruangan itu, tapi sewaktu tiba di depan undak-undakan batu
tersebut, mendadak mereka menghentikan langkahnya.
Tiba-tiba terdengar seseorang berkata sam bil tertawa:
"Sik jiya, beuar-benar ketemu setan, sudah semalam ini
hujin masih menyuruh kita datang ke tempat macam setan ini
ehm, padahal aku baru saja aku akan menikmati kehangatan
si budak kecil itu."
"Heeeh, heeeh, heeeh," Sik jiya tertawa dingin, "Agaknya
kau sudah bosan hidup rupanya, berani betul berkaok kaok
disini, hati-hati kalau sampai Kwan ya berhasil menemukan
kita disini! Betul kita punya hujin yang menjadi tulang
punggung kita, namun selama berada di sini lebih baik kita
bersikap lebih hati-hati, kalau sampai ketahuan, batok kepala
kita bisa berpindah rumah, hei ! Siang losam, kau bilang hujin
benar-benar akan bentrok dengan Kwan ya ?"
Siang losam tertawa terbahak bahak.
1007 "Haah, haah, haaah... sudah pasti begitu, kau tahu hujin
orangnya picik dan berjiwa sempit, dia tak nanti akan
membiarkan Kwan ya bersenang senang mencari perempuan
lain, konon gundik Kwan ya bernama Tin Cu hoa. Hmm,
tampaknya bila gentong cukanya (rasa cemburu) sudah
pecah, yang bakalan apes adalah kita sendiri!"
Liong Tian ioa menarik napas panjang panjang, ketika
dilihatnya si jago pedang buta dan Pedang langit telah
menyembunyikan diri di dalam ruangan, si anak muda itu
segera mengetahui maksud mereka dan ikut menyelinap ke
balik kegelapan. Terdengar suara laras sepatu melangkah datang dari luar
pintu dan berjalan masuk ke dalam, dengan amat cekatan
mereka pun segera menyulut lentera.
Mendadak terdengar Stk jiya berseru tertahan:
"Aaah, Siang losam, aku lihat ada yang tidak beres,
agaknya barusan ada orang datang kemari, coba kau lihat
tentera ini masih panas, diatas pembaringan pun nampak
bekas orang berbaring, kita harus memeriksa lebih dulu
dengan seksama, jangan sampai tahu tahu terjadi suatu
peristiwa . . . Dengan cepat Sang losam menggelengkan kepalanya
berulang kali. "Maknya, buat apa lagi mesti bersikap tegang " Tempat ini
memang sering digunakai orang untuk mencari kehangatan
malam, siapa tahu kalau si cebol jelek baru saja mencari
kehangatan ditempat ini bersama Ciat bi hoa. Mungkin dia
lantas kabur setelah melihat kita datang kemari .."
1008 "Tidak mungkin" seru Sik Jiya tidak percaya, "si cebol jelek
tak akan mempunyai keberanian sebesar ini !"
Siang losam tertawa terkekeh.
"Kau mengerti apa " Paling cuma kentut busuk Denekrau Si
Cebol jelek itu hampir saban malam pasti datang kemari, kau
jangan melihat tubuhnya cebol, hatinya sama sekali tidak
cebol, dia tahu kalau tiada orang berani kemari, maka secara
diam diam ia merubah tempat ini sebagai kamar
pengantinnya. Meski keparat itu mana cebol, tampangnya
jelek lagi, namun pasangannya betul betul amat cantik. Terus
terang saja, setiap hari aku Siang losam selalu putar otak dan
berupaya untuk mengajak si bocah perempuan itu bermain
serong denganku . ."
"Hmm . .," Sik Jiya tertawj dingin. "tidak nyana kalau kau
Siang losam juga punya ingatan untuk melanggar pagar
tanaman orang lain, Hei Siangya, kita adalah ibarat
semangkuk air, siapapun tidak mengganggu yang lain,
bolehkah aku bermesrahan semalam dengan Siau sin ji mu
itu?" "Bolehsaja!" sahut Siang losam sambil bertepuk tungan,
"lonte itu cuma tahunya uang, asal kau melemparkan uangnya
keatas ranjang heemm...dalam waktu singkat dia sudah siap
sedia untuk melakukan pertempuran."
Sementara kedua orang itu masih berbincang bincang, dari
luar ruangan terdengar lagi suara langkah manusia bergema
mendekat. 1009 Sik Jiya dan Siang losam segera tahu kalau orang yang
mereka tunggu telah datang, buru-buru mereka berdiri disisi
pintu dan bertanya dengan hormat:
"Jit gwat san bukit perkasa, keluarga Kwan ietkar ugfc."
Dari luar pintu segeia menyahut pula dengan keras seperti:
"perempuan bertusuk konde burung hong, membuat syair
diatas tebing." Tampak Kiau Ngo nio yang berwajah dingin membawa
belasan orang lelaki telah berjalan masuk kedalam ruangan
itu. Mereka semua adalah orang orang kepercayaan Kiau Ngonio
diatas bukit Jit gwat san, sebagian besar merupakan bekas
anak buah sancu yang terdahulu yakni Kiau Ong.
Sekarang mereka semua sudah duduk diatas lantai sambil
memandang kearah Kiau Ngo nio.
Dengan pandangan dingin Kiau Ngo nio memandang
sekejap keseluruh ruangan, kemudian serunya:
"Bawa kemari Tin Cu hoa!"
"Baik" suara sahutan bergema dari luar pintu.
Seorang perempuan berdandan menyolok dan berwajah
genit digusur masuk kedalam ruangan, perempuan itu
bermata jeli dan senyuman menghiasi ujung bibirnya,
terhadap keadaan disekeliling sana, sama sekali tak nampak
takut. 1010 Setelah memandang sekejap ke arah Kiau Ngo nio dengan
pandangan dingin, dia lantas menegur:
"Mana Kwan toaya?"
"Malam ini, Kwan toaya mu sudah tiada waktu lagi untuk
bermesrahan denganmu" kata Kiau Ngo nio dingin, "maka dia
telah menyerahkan kau kepada lonio untuk diberi pelajaran,


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

aku ingin melihat sebenarnya mengandalkan rayuan macam
apakah kau Tin Cu hoa bisa memikat Kwan toaya sehingga
tergila-gila kepadamu ."
Setelah menyaksikan gelagat tidak beres, Tin Cu hoa baru
kaget dan tahu kalau keadaan sangat gawat.
Namun dia pun seorang yang sangat berpengalaman dan
sudah terbiasa menghadapi situasi seperti itu, kendatipun dia
tak tahu mengapa Kwan ya menitahkan orang untuk
membawanya ke sana, namun dia sama sekali tidak takut.
Setelah mengerling sekejap, ujarnya kemudian sambil
tertawa: "Siapa sih cici ini" Tampaknya amat akrab dengan Kwan
ya." Kiau Ngo nio mendengus dingin.
"Hmm! Akrab sih tidak, cuma kami pernah tidur seranjang
dan hidup bersama." "Ooohh..." Tin Cu hoa segera memutar biji matanya
dengan genit Ialu terkekeh kekeh, "aku kira siapa, rupanya
Kwan ya memang benar-batar tak jujur, masa dia sudah
memiliki seorang cici yang baik pun tidak diperkenalkan
1011 kepada budak, tahu kalau cici baik sekali kepada Kwan ya, aku
Tin cu hoa tak nanti akan saling berebut cinta denganmu Cici,
kalau begitu tolong beritahu kepada Kwan ya bahwa Tin Cu
hoa telah mengundurkan diri, harap Toaya jangan datang
mencariku lagi." Sikap mau pun gerak gerik perempuan ini benar benar
membuat hati orang menjadi gatal rasanya, meskipun Kiau
Ngo nio ingin permak perempuan tersebut habis-habisan,
namun setelah menyaksikan sikapnya yang begitu munduk
munduk, dia menjadi tak tahu bagaimana harus mulai dengan
aksinya. "Tin Cu hoa." katanya kemudian. "aku tak dapat
mewakilimu untuk menyampaikan hal ini kepadanya, lebih
baik kau memberitahukan sendiri kepadanya.
"Betul juga ucapanmu!" seru Tin Cu hoa cepat, perempuan
ini memang pandai menyelami perasaan orang, begitu
menyaksikan gelagat tidak baik, serta merta nada suaranya
pun ikut mengumpak Kiau Ngo nio.
Tampak dia mencibirkan bibirnya yang kecil dan memerah
itu, kemudian menggerutu:
"Sekalipun hendak bubar, memang sudah sepantasaya bila
bubar secara baik baik, kalau begitu harap cici sudi menjadi
saksi bagi budak bahwa selanjutnya hubungan kami ibarat api
dan air, siapa pun tidak kenal yang lain."
Api kegusaran yang membara di dalam hati Kiau Ngo nio
segera berkobar, apalagi bila terbayang bagaimana Tin Cu hoa
telah merebut suaminya sehingga membuat ia hidup kesepian
dan harus merasakan siksaan serta penderitaan yang hebat,
1012 dendam dan sakit hati yang bercampur aduk membuatnya tak
mampu menguasahi diri lagi.
Mencorong sinar tajam dari bilik matanya, dengan suara
yang mengerikan dia berseru:
"Tin Cu hoa, kau perempuan rendah yang tak tahu malu,
perbuatan apa saja telah kau lakukan, menggaet kaum lelaki,
merebut suami orang, kau . . . kau memang lonte keparat !
Aku ingin bertanya kepadamu, sebenarnya kau menyukai uang
Kwan ya atau menyukai orangnya ?"
"Pertanyaanmu benar benar brutal tapi menarik." Tin Cu
hoa berkerut kening, "walaupun kami miskin, bukan berarti
kami tertarik oleh harta kekayaan Kwan ya, apalagi seseorang
terperosok dalam keadaan seperti ini bukan semuanya timbul
atas dasar kehendak sendiri."
"Sreeet!" Dengan suatu gerakan yang sangat cepat dan sama sekali
diluar dugaan, Kiau ngo nio menyambar pakaian yang
dikenakan Tin Cu hoa dan merobeknya sehingga tampak
pakaian dalamnya yang berwarna merah, kulit badan yang
putih bersih pun segera tertera didepan mata.
Kawanan lelaki itu merasakan pandangan matanya menjadi
silau, masing masing jadi bernapsu sekali untuk meraba tubuh
dari siperempuan genit itu.
Sik jiya menelan air liurnya sambil menahan napsu birahi,
katanya dengan cepat: 1013 "Hujin, kulit tubuh perempuan ini benar-benar halus dan
putih, mana montok lagi ..."
"Tak heran kalau Kwan ya pun sampai terpukau olehnya."
tukas Kiau Ngo nio hambar "Haahahaa . . . . indah betul
perawakan lonte ini, benar benar bagus, bagalmana" Apakah
perlu kutinggalkan lonte ini untuk kalian" Tapi kalian tak boleh
membiarkannya sehingga lari, sebentar aku akan meminta
kembali diri nya dari kalian."
Dalam sekilas pikiran saja, dia sudah berhasil menemukan
cara yang paling baik untuk membuat malu perempuan ini,
ditatapnya sekejap wajah Tan Cu hoa dengan pandangan
dingin, kemudian serunya:
"Aku rasa kau sudah cukup puas bukan melayani Kwan-ya"
Sekarang mereka semua pun membutuhkan pelayanan darimu
nah! Silahkan saja untuk melayani mereka. . . cuma sayang
Kwan-ya tak bisa menyelamatkan dirimu pada malam ini.
Haaah . . . haaaah. . . haaaah. . ." Menyusul gelak tertawa
yang amat nyaring. Kiau Ngo nio segera membalikkan badan dan berlalu dari
sana, dalam waktu singkat bayangan tubuhnya sudah lenyap
dibalik kegelapan malam. Paras muka Tin Cu hoa segera berubah hebat, dengan
cepat dia menutupi tubuhnya yang telanjang dan melirik
sekejap kearah kawanan lelaki itu, sementara kawaran lelaki
tadi sedang mendekatinya sambil mengerubung.
Melihat kawanan lelaki yang berjalan mendekat itu, Tin Cu
hoa tertawa dingin, telapak tangannya yang lembut segera
diayunkan kedepan. 1014 Secara beruntun tiga orang lelaki yang tak tahu diri itu
roboh terkapar diatas tanah.
Menyaksikan kejadian ini, orang orang yang lain menjadi
tertegun mereka sama sekali tidak menyangka kalau
perempuan itu merupakan jago lihay yang sengaja
menyembunyikan diri. "Saudara sekalian, Hadang ditengah pintu!"
Sik Jiya dan Siang losam adalah manusia-manusia cekatan
yang berpengalaman, dengan cepat dia menerjang kedepan
pintu untuk menerkam kedepan, tapi Tin Cu hoa jauh lebih
cepat daripada mereka berdua, tahu tahu ia sudah
menghadang di depan pintu.
"Tak seorang manusia pun yang boleh pergi dari sini" ujar
Tin Cu hoa dingin, "kalian berani mencari gara gara denganku
berarti kalian memang sudah bosan hidup, kalian harus tahu,
Tin Cu hoa bukan manusia sembarangan di dalam dunia
persilatan." Mendadak dia mengayunkan tangannya, berpuluh-puluh
cahaya putih yang amat menyilaukan mata segera meluncur
ke depan dengan kecepatan luar biasa.
Kawanan lelaki itu berseru tertahan, wajah mereka segera
menunjukkan keputus asaan yang menghadapi kematian,
bayangan manusia bergulingan ketanah, dalam waktu singkat
tinggal Siang losam dan Sik Jiya saja yang belum roboh.
Siang Losam menjadi amat terperanjat dan ketakutan,
segera serunya cepat: "Nona, kami ada persoalan yang hendak dibicarakan!"
1015 Tin Cu hoa tertawa dingin.
"Masih ada persoalan apa lagi yang hendak dibicarakan"
Barusan bukankah Kiau Ngo nio telah menyerahkan diriku
kepada kalian " Kenapa kalian tak mau mengucapkan apa apa
pada saat itu " sekarang . . Hmmm ! sudah terlambat. . ."
Gerak serangan dari perempuan ini benar benar sama
sekali diluar dugaan, baru saja tubuhnya bergerak, tahu tahu
Siang losam dan Sik jiya sudah mendengus tertahan dan
roboh terkapar ke atas tanah.
Dia berkerut kening sambil memasang telinga baik baik,
lamat lamat terdengar olehnya bahwa Kiau Ngo nio sedang
cekcok dengan Kwan Lok khi, suara tersebut makin lama
semakin mendekat. Paras muka Tin Cu boa berubah hebat, baru saja dia akan
melompat keluar, mendadak dari balik kegelapan terdengar
Liong Tian im sedang berbisik lirih:
"Nona, kemarilah kau, untuk sementara waktu
bersembunyilah dahulu disini . . ."
Tin Cu hua menjadi sangat terperanjat dia sama sekali
tidak menduga kalau di tempat itu terdapat seseorang yang
sedang menyembunyikan diri, hawa napsu membunuh dengan
cepat menyelimuti seluruh wajahnya, dia maju beberapa
langkah lalu berseru dengan dingin.
"Apa kawan sealiran dari dunia persilatan"
"Walaupun bukan kawan sealiran dari dunia persilatan
namun merupakan rekan dari dunia persilatan, keadaanmu
1016 sama dengan keadaan kami, sedang berada dimulut harimau
orang, bila kau tidak menyembunyikan diri lagi. . ."
Tin Cuhua segera tertawa terbahak bahak.
"Haah . . haah . . haah . . selamanya kalau aku Tin Cu hua
sedang bekerja maka tak pernah meninggalkan korban dalam
keadaan hidup, apabila kau adalah sobat dari dunia persilatan,
tinggalkan dulu namamu bila urusan disini telah selesai, aku
pasti akan berkunjung untuk menyampaikan rasa terima
kasih." Liong Tian im menjadi gusar sekali.
"Kalau begitu pergilah, aku sebetulnya berniat untuk
membantumu sungguh tak disangka kau malahan bersikap
sok jumawa baik Kwan Lok khi dan Kiau Ngo-nio segera akan
datang kemari, bagaimana caranya untuk menghadap terserah
kepada dirimu sendiri."
"Haaah. . . heeeh , . rupanya kau orang baik?" jengek Tin
Cu hoa sambil tertawa dingin.
Secepat sambaran kilat dia menerjang kearah tempat
persembunyian Liong Tian im, telapak tangannya digetarkan
dan segulung hawa serangan segera menggulung di tengah
udara langsung mencengkeram ke atas tubuh si anak muda
itu. Liong Tian im yang bermata tajam sudah dapat menangkap
gerakan tak terduga lawan, tiba tiba saja dia mencengkeram
pergelangan tangan perempuan itu lalu menariknya ke
belakang. 1017 "Hati-hati, Kiau Ngo nio sudah tiba .. ."
Serentetan suara langkah kaki manusia berkumandang
datang, tampak Kwan Lok khi dan Kiau Ngo nio telah muncul
didepan pintu. Kiau Ngo-nio nampak agak tertegun setelah menyaksikan
suasana dalam ruangan itu, segera serunya:
"Lo Sik !" Suasana didalam ruangan itu sunyi senyap tak kedengaran
sedikit suarapun, sementara bau anyirnya darah terendus
dalam penciuman Kwan Lok Khi muupun Kiau Ngo-nio.
Ke dua orang itu sama sama bergetar keras karena
terperanjat, dengan cepat Kwan Lok khi berseru dengan
tercengang: "Jangan-jangan sudah terjadi peristiwa . ."
Setitik cahaya api muncul dari tangan Kwan Lok khi dan
memercikkan sinarnya ke seluruh ruangan, dengan cepat dia
menangkap lampu lentera yang belum lama di padamkan itu,
sedangkan jenazah yang bergeleparan di tanah hampir saja
membuat Kiau Ngo nio jatuh terjerembab.
Kontan saja perempuan itu menjerit keras, "Tua bangka
celaka, bagus sekali perbuatanmu ini !"
Kentut." bentak Kwan Lok-khi pula dengan gusar, "kau
telah mengundang Tin Cu hoa sampai ke sini, apa yang telah
kau lakukan terhadapnya " Apakah kau hendak membunuhnya
" Hmm kau perempuan berhati kejam, sekarang telah terjadi
1018 peristiwa ini, akan kulihat bagaimanakah penangungan
jawabmu kepadaku." Kiau Ngo nio melototkan sepasang matanya bulat bulat lalu
membentak keras: "Tua bangka, kau berani mengumpat lonio."
Saking gusarnya seluruh tubuhnya sampai gemetar keras,
dengan mengayun telapak tangannya dia meiepaskan sebuah
bacokan kilat ketubuh Kwan Lok khi.
Segulung angin pukulan yang maha dahsyat langsung
menerjang keatas tubuh orang she Kwa tersebut.
Kwan Lok khi mengigos ke samping, lalu teriaknya:
"Perempuan bajingan, kau lihat dulu saat sekarang adalah
saat bagaimana, kau masih hendak mengajakku bertarung ?"
Kiau Ngo nio meludah ke atas tanah, "Cuuuh ! Saat yang
bagaimana pun sama saja." teriaknya, "sudah menjadi watak
lonio untuk melabarak siapa saja yang berani mencoba diriku,
Lo nio akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi
kepentinganku sendiri. Hei, orang she Kwan, nyali anjingmu
makin lama semakin besar, mau bermain perempuan pun
berani bermain dirumah sendiri . . Hmm, Lo nio seorang...
seorang tidak cukup kau, berani mencari tiga empat orang
Iagi. Biar lonio akan menguliti perempuan lonte itu."
Kwan Lok khi menjadi gusar setengah mati rambutnya
pada berdiri seperti landak, serunya amat gusar:
"Kau berani mengganggu seujung rambutnya aku akan
segera menghabisi nyawamu !"
1019 "Heeh heeeeh, heeeeh tua bangka celaka." Kiau Ngo nio
sambil tertawa dingin, "setelah mempunyai yang baru, Lo nio
pun sudah tidak kau maui lagi. . ."
Dia sedang merasa amat menderita sekali, air matanya
segera jatuh bercucuran dan meledaklah isak tangisnya.
Kwan Lok khi paling pantang melihat perempuan menangis,
dengan cepat dia membalikkan badan dan melengos ke arah
lain. Mendadak dia berseru tertahan:
"Hei, mengapa Tin Cu hoa tidak nampak?"


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Kemudian sambil membalikkan badan, tanyanya dengan
penuh kegusaran: "Perempuan keparat kau telah menyembunyikan dia
dimana ?" "Dia kalau bukan sudah mampus, tentu sudah kabur..."
ucap Kiauu Ngo nio dingin.
"Kentut anjing, kau pastilah menyembunyikan dia" seru
Kwan Lok khi amat gusar. Kiau Ngo nio segera menyeka air matanya lalu berseru:
"Apakah artinya seorang perempuan busuk, mengapa kau
harus kebingungan seperti orang kehilangan mestika " jangan
lupa, Lo nio adalah istrimu yang sah, sedangkan perempuan
sialan itu tak lebih hanya lonte yang bisa dipakai setiap orang
!" 1020 "Tutup mulut !" bentak Kwan-Lok khi dengan hawa
pembunuhan menyelimuti seluruh wajahnya "bila kau berani
mengumpat yang bukan-bukan lagi, jangan salahkan kalau
aku tak akan sungkan sungkan terhadap dirimu lagi."
"Aku mau memaki lonte, mau apa kau?" tantang Kiau Ngo
nio dengan suara dingin, "lonte ! Lonte yang bisa ditunggangi
setiap orang . . ." "Hmmm . . kau memang -ii8knya, telur busuk sialan !" seru
Kwan Lok khi amat gusar. Kembali Kiau Ngo nio melototkan sepasang matanya bulat
bulat. "Kau ingin memberontak " Sampai Lo nio pun kau maki
maki " baik, baik -- jika Lo nio tak akan beradu jiwa
denganmu, aku tak akan she Kiau, Kwan Lok khi, kau bisa
mempunyai kedudukan seperti hari ini, siapa yang memberi ?"
Melihat orang itu tidak menjawab, dengan gusar kembali
bentaknya keras keras: "Ayo bicara!"
Menyaksikan si harimau betina sudah mulai unjuk gigi,
keberanian Kwan Lok khi segera lenyap tak berbekas. namun
dia pun sangat menguatirkan keselamatan dari Tin Cu hoa,
maka sambil menggelengkan kepalanya berulang kali katanya:
"Hujin, saat seperti ini tidak baik bila kau ribut denganku. ."
"Aku tak ambil perduli!" seru Kiau Ngo nio sambil bertolak
pinggang, "kecuali bila kau bersedia untuk memutuskan
1021 hubungan dengan lonte tersebut, kalau tidak, jangm harap
aku bersedia mengampuni dirimu."
"Baik!" kata Kwan Lok khi kemudian dengan gusar
bercampur gemas, "aku tak akan menggubris dirinya lagi."
"Tidak bisa, aku menginginkan kau harus membunuhnya
lebih dulu, kalau tidak jangan harap kau bisa hidup dengan
aman dan tenteram disini!"
"Kau jangan kelewat memojokkan orang" seru Kwan Lok
khi dengan mendongkol. "asal aku tidak berhubungan:"
Selanjutnya, toh hal ini sudah lebih dari cukup, jika aku harus
membunuhnya, hal ini kurang mencerminkan peri
kemanusiaan, apalagi dia toh cuma seseorang yang tak pandai
bersilat, membunuh orang semacam ini hanya akan membuat
kita kehilangan muka"
"Dasar tulang kere !" umpat Kiau Ngo nio lagi dengan
marah, "kau memang seorang lelaki busuk yang bertulang
miskin, tampaknya bila nay nay tidak beri pelajaran kepadamu
sehingga minta ampun! sia-sia saja aku menjadi anggota
keluarga Kiau. Sekarang, kuperintahkan kepadamu untuk
enyah dari sini." "Tidak bisa !" jawab Kwan Lok khi sambil tertawa dingin,
"kecuali bila kau serahkan Tin Cu hoa kepadaku . ."
Suara percekcokan antara Kiau Ngo nio dan Kwan Lok khi
dalam ruangan gelap itu makin lama semakin bertambah
keras, entah darimana datangnya keberanian dalam hati Kwan
Lok-khi saat ini, ternyata diapun sama sekali enggan
mengalah, bahkan balas melotot ke arahnya dengan sikap
menentang. 1022 Kiau Ngo nio semakin naik darah.
"Tua bangka keparat, kau berani memandang hina diriku "
Lonte busuk itu kalau bukan sudah kabur, sudah pasti kaulah
yang menyembunyikannya, aku sudah tahu kalau kau
menganggap kami ibu dan anak sebagai duri dalam daging,
seringkali berusaha untuk menyingkirkan kami berdua dari
muka bumi." "Hujin. lebih baik jangan berkaok kaok macam macan
kesiangan !" jengek Kwan Lok khi sinis, tempat ini merupakan
daerah terlarang bagi bukit ini, tanpa ijinku, siapa saja
dilarang datang kemari, Sekarang. orang-orang
kepercayaanmu sudah tergeletak semua disini, sudah jelas
mereka tidak memandang sebelah matapun terhadap aku si
Sancu, Hm tanpa diragukan lagi sudah pasti kau yang
membekengi mereka sehingga mereka berani tak memandang
sebelah mata terhadapku."
Setelah tertawa seram, tegasnya:
"Selama ini kita hidup sebagai suami istri yang baik dan
menghargai lawan jenisnya tapi Hmm, sekarang kau berani
menghianati aku sebagai Sancu itu berarti suatu ketika kau
pun hendak menyingkirkan aku dari sini."
Diatas wajahnya yang menyeramkan, sepasang matanya
yang memancarkan sinar biru kelihatan yang berapi api.
Kiau Ngo nio yang menyaksikan kejadian ini menjadi amat
terkesiap, segulung hawa dingin yang menggidikkan hatinya
muncul dari alas kaki, sudah banyak tahun mereka hidup
sebagai suami istri. tapi belum pernah ia saksikan sikap bengis
dari Kwan Lok khi seperti apa yang ditampilkan sekarang.
1023 Kalau dulu, setiap kali dia sedang merasa tak berkenan
dihati, Kwan Lok khi selalu menunjukkan sikap minta dibelas
kasihani, oleh karena itu dia memaki Kwan Lok khi sebagai
tulang miskin, seorang lelaki pengecut yang takut istri.
Tapi sekarang, dia mulai sadar kalau Kwan Lok khi sudah
berubah, bukan saja berubah menjadi keras hatinya seperti
baja bahkan makin lama berubah makin mengerikan.
Dengan perasaan tercekat Kiau Ngo nio segera berseru:
"Engkoh Lok, sikapmu terhadap diriku memang ada yang
tak benar, watakku jelek dan terlampau berangasan hal ini
sudah menjadi watakku, gara gara sejak kecil aku biasa
dimanjakan ayah ibuku, dan kau sudah seharusnya mengerti
akan itu." Kwan Lok khi tertegun, dia tidak menyangka kalau
perempuan judas yang dihari hari biasa selalu menunjukkan
wajah bengis, tiba tiba saja mengucapkan kata kata halus
seperti ini. Diam diam dia menghela napas panjang, tanpa terasa ia
teringat kembali pemandangan di kala ia masih miskin dulu,
coba kalau tiada perubahan nasib, entah bagaimanakah
keadaan sekarang" Maka setelah menghela napas panjang dia pun
menggelengkan kepalanya berulang kali, ia nampak begitu tua
dan serba salah. Akhirnya, setelah termenung sejenak, Kwan lok khi berkata.
"Sudahlah, kau tak usah banyak berbicara lagi, asal kau
merubah watakmu yang dulu. ."
1024 Mendadak dia menunjukkan wajah tertegun lalu serunya
dengan suara keheranan: "Heei . .apa yang terjadi" Rupanya disini masih ada orang
yang menyembunyikan diri. ."
ooooo00ooooo Dengan suatu gerakan cepat dia mengambil lampu lentera
itu dan dipakai untuk menerangi sudut dinding yang gelap.
Di antara cahaya lentera yang bergoyang nampak sesosok
bayangan manusia muncul didepan mata.
Ternyata orang itu adalah Tin Cu hoa, dengan suatu
lompatan cepat dia berlarian menghampiri Kwan Lok khi.
"Sekarang kau baru datang" seru perempuan itu sedih,
hampir saja aku mampus di tangan perempuan ini."
Dia melirik sekejap kearah Kiau Ngo nio sambil
memancarkan sinar kebencian dan dendam, sikap mana
dengan cepat mengobarkan kembali hawa amarah Kiau Ngo
nio. Lonte busuk, kau belum mampus?" bentaknya penuh
kegusaran. "Aduh mak, nyonya yang mengenaskan, kau tak usah
berlagak didepanku." jengek Tin Cu hoa dengan genit, "betul,
aku memang lonte, sedang kau" Kaupun seorang perempuan
yang memelihara lelaki untuk kepuasan diri sendiri!
1025 Heeeheehee... Nyonya besar, kau tak nanti pernah merasakan
kehangatan dan kemesraan seperti yang pernah kualami .."
Dengan genit dia melirik sekejap ke arah, Kwan Lok khi,
kemudian terusnya sambil tertawa:
"Bila kau tidak percaya, silahkan saja ditanyakan kepada
engkoh Lok." Tindakan tersebut hampir saja membuat dada Kiau Ngo nio
mau meledak rasanya, dia menganggap dirinya seorang
perempuan yang berhati kasar dan buas, tapi selama
hidupnya belum pernah mengucapkan kata kata yang begitu
tak tahu malu macam demikian.
Maka setelah meludah keatas tanah umpatnya.
"Lonte yang tak tahu malu, kau benar benar seorang
perempuan cabul yang bermuka tebal."
"Hmmm . . ." Tin Cu hoa mendehem dengan suara dingin
dan berat. Kemudian selang berapa saat kemudian ia baru berkata:
"Bagi perempuan macam kita ini memang sesungguhnya
tak punya rasa malu, cuma kau pun tidak sebaik yang kau
bayangkan, sebab perempuan macam kau memang tak
pernah ada yang baik. wahai nyonya yang mengenaskan, lebih
baik kau enyah saja dari hadapanku sekarang."
"Apa ?" Kiau Ngo nio membentak dengan gusar, "kau si
lonte busuk juga berani mengusir lo nio?"
1026 "Nyonya yang mengenaskan, kau lebih baik tahu diri," kata
Tin Cu hoa lagi dingin, "sekarang keangkeran dan
kewibawaanmu sudah tak ada harganya lagi disini, toa sancu
kitapun belum tentu akan membantumu, kalau aku menjadi
kau lebih baik sekarang juga pulang ke kamar dan tidur
sepuas puasnya..." "Lonte sialan!" umpat Kiau Ngo nio disertai sumpah
serapah. "kau berani berlagak dihadapanku" Huuuh, sampah
masyarakat semacam kau tidak laku kalau ingin bermain
genitan disini, selama hidup Lo nio sudah berwatak demikian,
siapa tahu kalau pada hari ini aku akan membunuh lebih
dulu." Tubuhnya meluncur ke depan secepat sambaran kilat
telapak tangannya yang putih bersih dilayangkan ke udara dan
menciptakan serentetan bayangan telapak tangan yang tebal,
dia menghajar tubuh Tin Cu hoa dengan geram.
Sikap Kwan Lok-khi kelihatan aneh sekali. tiba-tiba dia
berteriak lantang: "Hujin, jangan kau cabut nyawanya."
Posisinya sekarang serba salah, dia tak tahu bagaimana
harus mengetasi suasana yang serba rikuh ini.
Kiau Ngo nio berangasan dan kasar, begitu mendengar
kalau suaminya melindungi lonte tersebut, kontan saja hawa
napsu membunuh menyelimuti seluruh benaknya.
Dengan kening berkerut kencang dan hawa dingin
terpancar dari wajahnya, dia menggeluarkan bayangan
telapak tangannya di tengah udara, kemudian langsung
dibacokkan ke depan. 1027 Berada ditengah kurungan angin pukulan yang berlapis
lapis, tentu saja Tin Cu hoa tak bisa berlagak pilon lagi,
mendadak dia melejit lincah enam langkah kesamping kiri
untuk meloloskan diri, kemudian teriaknya amat marah:
"Kau hendak main kasar" Baik, kita sama sama main kasar,
coba dilihat saja nanti siapa yang lebih kasar."
Pada dasarnya dia memang memiliki kepandaian silat yang
sangat lihay, apalagi setelah naik darah sekarang, dengan
cepat dia memutar telapak tangannya menyongsong
datangnya ancaman tersebut, begitu cepat gerakannya, pada
hakekatnya tidak mirip dengan suatu penampilan dari seorang
gadis lemah. Secara beruntun dia melancarkan tiga buah pukulan
dahsyat yang langsung mendesak Kiau Ngo nio sehingga
mundur berulang kali kebelakang.
Kiau Ngo nio semakin naik darah, kembali dia mencaci maki
kalang kabut: "Tua bangka celaka, muka tebal tak tahu malu, kau bilang
tak pandai bersilat, bagaimana buktinya sekarang " Lonte
busuk ini telah mengeluarkan ilmu simpanannya."
Kwan Lok khi sendiripun menjadi terperanjat, dia sama
sekali tidak mendengar kalau Tin Cu hoa memiliki kepandaian
silat yang begitu hebat. Sudah banyak tahun Tin Cu hoa hidup sepembaringan
dengannya, tapi selama ini pula dia selalu merahasiakan kalau
dia pandai bersilat. 1028 Sebaliknya, Kwan Lok kbi juga tak pernah mengetahui
kalau pasangannya ini pandai bersilat, sebab selama ini dia tak
pernah menemukan gejala bila perempuan itu memiliki
kepandaian sijat yang tinggi.
Oleh sebab itu, setelah tertegun berapa saat Kwan Lok khi
menjadi kebingungan setengah mati, dari heran yang
mencekam perasaannya selama ini sungguh tak terlukiskan
dengan kata-kata. Akhirnya dengan perasaan bergetar keras dan tiba tiba saja
paras mukanya berubah serius, dia membentak:
"Tahan." Kiau Ngo nio melompat mundur ke samping lalu teriaknya
dengan lantang. Ttia rergia ctHlv, sekarang tentunya sudah kau saksikan
semuanya bukan?" Kwan Lok khi menarik napas panjang-panjang, lalu
mendekati Tin Cu hoa dengan wajah amat serius, katanya.
"Cu hoa, kau berasal dari perguruan mana?"
Tin Cu hoa melirik sekejap ke arahnya lalu menyahut


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

dengan suara dingin: "Apakah kau tidak berhasil melihatnya?"
Kwan Lok khi segera tertawa seraro,
"Heeeb, . heeeh. , heeh. . aku benar benar sudah kau
kelabuhi selama banyak tahun, hampir saja hancur
ditanganmu. Tin Cu hoa, bukankah jurus Siu li sin cing (jahitan
1029 indah di balik baju) yang kau pergunakan barusan berasal dari
perguruan Lui sah bun?"
"Benar!" jawab Tin Cu hoa dengan wajah berubah hebat,
katanya dengan emosi, "dua puluh tahun berselang, dalam
suatu malam saja tujuh orang tokoh sakti yang berada di
dalam perguruan Liu sah bun binasa di tanganmu, aku Tin Cu
hoa sebagai murid angkatan kedua belas dari Liu sah bun,
murid dari Ho Siau hui khusus datang kemari untuk membalas
dendam kepadamu ..."
"Hmm..." Kwan Lok khi mendengus dingin "hebat sekali
rencana busukmu itu, sayang sekali kau telah berjumpa
denganku .." "Cuuuh" Tin Cu hoa meludah, "kau tak lebih hanya nama di
atas kueh raoggang, tidak terhitung suatu persoalan, orang
tua Kwan selama ini aku selalu merahasiakan indentitasku, hal
ini bukan dikarenakan takut kepadamu dengan mengandalkan
sedikit kekayaan yang kau miliki, aku sudah melihat lebih dari
cukup." Kwan Lok khi merasakan hatinya bergetar sangat keras,
dalam benaknya segera terlintas kembali bagaimana dia
menuruni bukit Jit gwat san dan membunuh tujuh orang busu
dari Liu sah bun serta menumpas perguruan itu dari muka
bumi. Waktu itu dia masih gagah perkasa, dengan kekuatan yang
tangguh dia mampu menghabisi nyawa ke tujuh jago lihay
dari Liu sah bun tanpa mengalami kesulitan.
(Bersambung jilid 25) 1030 CINCIN MAUT Oleh: Tjan. ID Jilid 25 BEGITU GAGAH dan perkasanya waktu itu, sehingga dia
menganggap hal mana merupakan hasil karyanya yang paling
besar. Siapa tahu dua puluh tahun kemudian dari Liu sah bun
telah muncul seorang Tin Cu hoa dia berperan sebagai
seorang pelacur yang mengendon dalam Jit gwat san, sampai
bertahun tahun lamanya. Bukan begitu saja. bahkan dia pun mengadakan hubungan
gelap dengannya secara lembut dan cekatan, ditinjau dari hal
ini, sudah jelas orang lain tak nanti akan bisa menandinginya.
Terutama sekali tiap kali Tin Cu hoa bermesrahan
dengannya di atas pembaringan secara sengaja tak sengaja
1031 perempuan itu selalu berusaha untuk menyelidiki ilmu silat
kepadanya, karena percaya kalau dia tak pandai bersilat.
Siapa sangka pihak lawan ada maksud tertentu sehingga
bisa jadi peristiwa ini akan menimbulkan akibat yang luar
biasa. Membayangkan kesemuanya itu, timbullah perasaan benci
dan mendendam dihati kecilnya, semua kasih sayang dan
cinta kasih Tin Cu hoa selama ini terhadapnya tiba tiba saja
lenyap tersapu dari dalam benaknya. sebagai gantinya,
muncullah hawa napsu membunuh yang tak terkirakan...
"Heee, heee, heee," dengan langkah lebar Kwan Lok khi
maju selangkah kedepan, kemudian tertawa rendah, "Tin Cu
hoa, keadaanmu ibarat laron yang mendekati api, mencari
kematian untuk sendiri. sebenarnya aku orang she Kwan
masih bermaksud untuk memberi jalan kehidupan kepadamu,
tapi sekarang, heeh heeeh, heeeh, kalau toh kau merupakan
sisa kekuatan dari perguruan Liu-sah bun, maka kaupun tak
usah pergi sini dalam keadaan hidup lagi,"
Tin Cu hoa mengerutkan dahinya kencang-kencang,
kemudian berkata dengan dingin.
"Orang she Kwan, terus terang saja kukatakan kepadamu,
hari ini aku Tin Cu-hoa berani menampakan diriku yang
sebenarnya, ini berarti aku akhirnya tidak takut dengan
kemampuan Jit gwat san mu lagi."
"Lonte celaka..." teriak Kiau Ngo-nio sambil menggertak
gigi menahan dendam, "ingin kulihat, kau hendak pergi
kemana malam ini?" 1032 "Cuuuuh !" Tin Cu hoa meludah dengan nada menghina,
lalu balas ejeknya, "kau ini manusia macam apa, dengan
mengendalikan tampangmu itu, kau juga ingin menasehati
aku" Kiau Ngonio, orang lain boleh takuti dirimu sebagai
macan betina, tapi aku Tin Cu hoa sama sekali tidak pandang
sebelah matapun kepadamu, bila kau punya kepandaian,
ayolah dikeluarkan semua. ."
Kiau Ngo nio segera tertawa terbahak bahak dengan penuh
perasaan dendam. "Heeeh, heeeh, heeeh, bagus, bagus sekali, aku ingin
menyaksikan, kau si lonte busuk bagaimana bisa melewati
barisan sam kiong lak in serta sembilan pos dua belas
perangkap yang ada di Jit gwat san pada malam ini..."
Kemudian sambil berpaling, serunya Iagi dengan gemas:
"Lok khi, mau apa kau hanya berdiri melulu?"
Sekarang, Kwan Lok khi sudah menaruh perasaan dendam
terhadap Tin Cu hoa, sedemikian dendamnya sehingga kalau
bisa dia ingin membunuh perempuan tersebut diujung telapak
tangannya. Sebagai seorang yang tidak berperasaan dan tidak setia
kawan, dia tak pernah memperdulikan kebaikan yang pernah
diterima dari orang lain.
Apabila kedua belah pihak sudah bentrok, maka semua
hubungan atau kebaikan dimasa lalu akan dianggapaya bilang
lenyap tak berbekas. Maka sambil tertawa seram serunya:
1033 "Lonte tak berperasaan, pemain sandiwara tak setia kawan,
ucapan ini memang tepat sekali, benar benar perahu besar
karam dipecomberan, sudah sekian tahun aku Kwan lok khi
malang melintang dalam dunia persilatan tapi akhirnya harus
jatuh pecundang ditangan seorang lonte, hemmmm ... bila
berita ini sampai tersiar diluaran, orang lain pasti akan
mentertawakan diriku hingga giginya pada copot, Tin Cu hoa,
bila kau tahu diri, ayo segera bunuh diri. ."
"Kentut busuk. ." Tin Cu hoa membentak dengan gusar,
"aku Tin Cu hoa membenci mu sampai merasuk ke tulang
sumsum. kalau bisa aku hendak menggigit dagingmu dan
menghirup darahmu . . ."
"Hm aku rasa tidak segampang itu." jengek Kwan Lok khi
dengan dingin. Baru selesai dia berkata, mendadak tubuhnya sudah
melayang maju kedepan, telapak tangannya diayunkan dan
segulung tenaga pukulan yang maha dahsyat segera meluncur
ke depan. Secepat kilat Tin Cu hoa menyingkir ke samping, kemudian
melakukan gerakan perlahan ditengah udara sambil
membalikkan telapak tangannya yang putih bersih. Dia
hantam ke atas tubuh Kwan Lok khi.
"Hmm" jengek Kwan Lok khi sambiI tertawa dingin
"rupanya ilmu Hwee khong it coan (satu putaran ditengah
angkasa) perguruan Liu sah bun pun sudah kau pelajari.
Dulu, sewaktu dia bertarung melawan ke tujuh orang Busu
dari Liu sah bun, dengan mata kepala sendiri dia menyaksikan
bagaimana ke tujuh orang Busu tersebut mengeluarkan ilmu
tersebut. 1034 Oleh karenanya, dalam sekilas pandangan saja dia segera
dapat mengenali ilmu tersebut.
Sebagai seorang gembong iblis yang berotak licik dan
banyak tipu muslihatnya, tentu saja dia memiliki tenaga dalam
yang amat dahsyat, ketika menyaksikan datangnya serangan
dari Tin Cu hoa itu, telapak tangannya segera dirubah menjadi
serangan mencengkeram dan secepat kilat menyambar urat
nadi pada pergelangan tangan perempuan tersebut..
Tin Cu hoa amat terkesiap, serunya agak gemetar.
"Kau..." Tubunnya segera menerjang ke depan lalu meluncur ke
tanah. Kwan Lok khi segera menarik tangan lawannya ke depan,
Tin Cu hoa yang pergelangan tangannya terasa sakit, tanpa
terasa turut menerjang maju lima enam langkah.
Kwan Lok khi segera tertawa terbahak bahak.
"Haaaaah, haaaah, haaah, lonte busuk, hanya
mengandalkan kepandaian serendah inipun, kau berani
membuat ulah didepan pun sancu". Heeh, heeeh, heeh, aku
yakin kau sudah mengetahui dengan jelas bukan, bagaimana
caraku untuk menyiksa anak buahku yang menghianatiku Nah,
lain kali kau pun akan menemui ajalmu dengan cara demikian
pula. . ." "Lepas tangan. " bentak Tin Cu hoa keras keras, "Kwan Lok
khi, cepat lepas tangan."
1035 "Tidak sulit bagiku untuk lepas tangan" jawab Kwan Lok khi
dengan wajah dingin "kecuali kalau kau bersedia
memberitahukan kepadaku, hingga kini, masih ada berada
orang anggota Liu sah bun yang masih hidup didunia ini"
Mereka semua bersembunyi dimana. .?"
Tin Cu hoa tertawa dingin.
"Heeeeeh. heeeeh, heeeeeeh, rupanya kau sedang
bermimpi disiang hari bolong, semua persoalan pernah kulihat,
apa kau anggap aku Tin Cu hoa akan merasa takut dengan
permain busukmu itu" Bagiku, lebih baik aku seorang yang
mati, Liu sah bun tak akan melepaskan harapannya untuk
membalas dendam gara gara kematianku seorang, Kwan Lok
khi, lebih baik padamkan saja keinginanmu itu, tak
seorangpun anggota Lu sah bun yang akan melepaskan dirimu
dengan begitu saja."
"Heehh. .heeeh.." Kwan Lok khi tertawa dingin, "Tin Cu
hoa, kau harus mengerti, tempat ini adaIah Jit gwat san
bukan Liu sah bun, baik buruk aku Kwan Lok khi masih bisa
mengambil suatu tindakan disini, apabila kau bersedia
memberitahukan kepadaku secara berterus terang terhadap
keselamatan nyawamu, aku orang she Kwan berani
menjamin." "Kau sedang menggertak atau sedang memancing?" jengek
Tin Cu hoa amat sinis. Kwan Lok khi berpikir sebentar, lalu katanya lagi.
"Gampang sekali, kau boleh berbicara sesuka hati mu . ."
Sementara itu, Kiau Ngo nio yang berada disisinya sudah
menahan geram semenjak tadi, sepasang matanya berubah
1036 menjadi merah membara apalagi setelah menyaksikan Tia Cu
hoa terjatuh ke tangan suaminya, amarahnya seperti air terjun
yang tak terbendungkan lagi, dengan mata melotot besar,
serunya dengan geram: "Engkoh Lok, serahkan lonte itu kepadaku"
"Soal ini . ." Kwan Lok Khi segera berkerut kening, "mau
apa kau. .. ?" "Bukankah dia amat jalang " Aku hendak suruh dia lebih
jalang lagi ..." Ucapan Kiau Ngo nio begitu garang dan penuh rasa
dendam, membuat siapa pun yang mendengar tentu
merasakan hatinya bergidik.
Dalam keadaan seperti ini, dia hanya memikirkan soal
pembalasan dendam belaka, ia lupa kalau Kwan Lok-khi
sedang memikirkan masalah tersebut karena berhubungan
dengan masalah Liu sah bun.
Maka begitu dia berteriak, bukan saja Tin Cu hoa menjadi
amat terperanjat, bahkan Kwan Lok-khi pun turut merasakan
hatinya berdebar keras, dia kuatir satu-satunya titik terang
dari Liu sah bun yang bisa dipakai untuk melacaki jejak
kawanan jago lainnya di bikin mati oleh Kuntilanak tua itu.
Dengan cepat Kwan Lok khi menggelengkan kepalanya
berulangkali sambil berseru:
"Tidak bisa, aku masih ada persoalan yang hendak
ditanyakan kepadanya."
1037 "Tua bangka celaka." bentak Kiau Ngo nio dengan gusar,
"kau berani menolak permintaan lo nio."
Kwan Lok khi tertawa getir.
"Sekarang, dia kan sudah terjatuh ke tangan kita, apakah
kau takut dia bisa kabur lagi " Aku hanya ingin menanyakan
dulu tentang jejak beberapa ekor ikan yang lolos jaring dari
Liu sah bun, asal persoalan ini telah se!esii, aku akan segera
menyerahkannya kepadamu."
"Baik," kata Kiau Ngo nio kemudian dengan perasaan tak
senang hati "cuma aku menginginkan yang hidup!"
"Huuh enak benar jalan pemikirannya itu" jengek Tin Cu
hoa dengan gusar "sekalipun aku harus mati dengan
mengenaskan, tak nanti aku akan membuat keinginanmu itu
tercapai. Kiau Ngo nio, lebih baik kau berdiri saja disamping
situ mencari angin."
"PIaaak. . ." Sebuah tempelengan keras dan nyaring berkumandang di
udara. Rupanya Kiau Ngo nio telah menghadiahkan sebuah
tamparan yang keras sekali keatas wajah Tin Cu hoa.
Paras muka Tin Cu-hoa berubah hebat, di atas pipinya yang
putih segera muncul sebuah bekas telapak tangan yang merah
membengkak, dengan penuh kebencian ia segera menengok
sekejap ke arah Kiau Ngo nio, kemudian serunya:
"Kau ingin berbuat keji " Baik, dendam sakit hati ini pasti
akan ditagih oleh orang orang Lu sah bun kami . . ."
1038 "Heeh .. . heeh . . heeh , . . lonte, kau masih bisa berbuat
apa ?" jengek Kiau Ngo nio sambil tertawa dingin, "hmm, lonte
busuk, lonio bersumpah akan mencincang tubuhmu sampai
hancur berkeping keping."
Kuntilanak tua ini memang keji, perbuatan apapun sanggup
dilakukan olehnya, apalagi berada dalam keadaan amat gusar,
mukanya jadi menyeringai menyeramkan sekali.


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Mendadak dia melompat maju ke depan, kemudian
mencekik leher Tin Cu hoa dengan penuh tenaga . . .
Tin Cu hoa segera merasa kesakitan setengah mati,
bibirnya jadi pucat pias, ke empat anggota badannya lemas
tak bertenaga, meski pun ingin mengumpat, sekarang dia tak
mampu berbuat apa apa lagi.
Akhirnya dengan sekujur badan gemetar keras, teriaknya:
"Nenek Kiau, hati hati kau. ."
Kiau Ngo nio bertambah berang, dia bersiap segera
melakukan serangan yang lebih keji Iagi..
Tapi, pada saat itulah dari sudut jendela di tempat
kegelapan sana berkumandang suara dari Liong Tian im.
"Ai perempuan gila, jika berani mengusik seujung
rambutnya lagi, aku Liong Tian im akan menyuruhmu mampus
diatas genangan darah. Menyusul ancaman mana, dia bersama Jago pedang buta
Bok Ci berjalan keluar dari tempat persembunyiannya,
1039 keempat mata yang tajam bagaikan sembilu menatap wajah
Kwan Lok khi dan Kiau Ngo nio lekat-lekat:
Dengan perasaan tercengang Kwan Lok khi segera berseru.
"Aaah, rupanya disini masih ada orang lain."
Tin Cu hoa yang sudah bergeletak ditanah mendadak
berseru pula dengan suara dingin.
"Liong Tian Im, siapa suruh kau keluar" Tin Cu hoa ada niat
untuk membantu kalian lolos diri dari sini, kalian .." ia berhenti
sejenak dan melotot kearah Kiau Ngo nio dengan penuh
ketegasan, kemudian serunya.
"Perempan gila ini sudah terlalu banyak memberi dosa dan
siksaan kepadaku, kau telah menampakkan diri, bantulah aku
untuk melampiaskan rasa benciku ini."
"Kalau cuma masalah kecil ini saja, aku dapat
membantumu untuk melakukannya." kata Liong Tian im cepat,
"sekarang, aku hendak memohon kepada Kwan toa sancu
agar melepaskan dirimu, kalau dia enggan memberi muka
kepadaku..." Senjata patung Kim sin jin itu dicabut ke luar lalu sambil
tertawa nyaring terusnya:
"Terpaksa aku akan menantang gembong iblis ini untuk
bertarung lebih jauh."
"Heeeehh .heeeeh. . ." sekulum senyuman yang dingin dan
aneh segera menghiasi wajah Kwan Lok khi, diliriknya sekejap
kearah jago pedang buta Bok Ci dengan rasa benci, kemudian
tegurnya: 1040 "Bapakmu bersembunyi dimana?"
Dari balik kegelapan sana segera terdengar suara deheman
dari sipedang langit Bok Keng jin:
"Aku berada disini saudara Kwan, kau bersedia untuk
melepaskan orang atau tidak?"
"Heeehh. . .heeehh. . .melepaskan orang" Hmm. . .hmm. .
. persoalan ini pernah aku Kwan Lok khi sanggupi pada tiga
tahun berselang, tapi malam ini. . .heeehh. . .heehh maaf
kalau tak bisa kupenuhi..."
"Sudahkah kau lihat situasi sekarang, keadaan tak
menguntungkan bagimu..." seru sipedang langit dingin.
Kiau Ngo nio segera tertawa dingin.
"Telur busuk tua, kau tak usah menggertak orang dengan
ucapanmu itu. sekarang kegagahanmu sudah tidak seperti
kegagahanmu dahulu lagi, asal aku Kiau Ngo nio turunkan
perintah seluruh bukit ini akan dipenuhi oleh orang orangku..."
"Hmmm, putri Kiau Ceng memang bukan orang sembarang
orang" kata si pedang langit dingin, "Kendatipun luka dalam
yang kudertia sangat parah, namun terhadap kawanan anjing
macam kalian ini , . huuuh, masih belum ku pandang sebelah
mata pun, kalau tidak percaya, silahkan turunkan perintahmu,
coba bukti kan aku si Pedang langit mampu tidak untuk
menerjang turun ke bawah bukit .. ."
"Baik" kata Kiau Ngo nio penuh amarah, "wahai pedang
langit, kita benar sudah bertemu dengan lawan yang tepat, ini
namannya mata kura kura berhadapan dengan kacang hijau,
kau lihat saja nanti . . ."
1041 Sambil berpaling ke arah Kwan Lok khi segera serunya:
"Mengapa kau belum juga menurunkan perintah . . ."
Kwan Lok khi mendengus dari dalam saku nya dia
mengeluarkan sebuah benda bulat berwarna hitam pekat yang
segera disentilkan ke arah luar pintu.
"Blammm. . ." suatu ledakan keras berkumandang
memecahkan keheningan, seluruh udara segera bermunculan
bunga bunga cahaya berwarna biru yang memancar keseluruh
penjuru angkasa. . "Hmm. ." Kwan Lok khi menjengek dingin, "wahai pedang
langit, jangan harap kau bila kabur sekarang. ."
Pelan pelan si Pedang langit melangkah ke luar dari balik
kegelapan sana, mukanya merah bercahaya, sama sekali tidak
mirip dengan seseorang yang menderita luka parah.
Sambil tertawa tergelak, serunya dengan lantang:
"Haaaah, haaah, haaah saudara Kwan, malam ini kau akan
menyaksikan lagi permainan ilmu pedang Thian yang kiam
hoat dari keluarga Bok kami. ."
Kemudian sambil melemparkan sebuah kerlingan kearah
jago pedang buta Bok Ci, katanya lebih jauh:
"Kau dan Liong Tian im keluar sebentar, coba lihat adakah
orang yang berdatangan ."
Liong Tian im dan jago pedang buta Bok Ci segera
melompat keluar dari ruangan itu, apa yang kemudian terlihat
1042 disekeliling rempat tersebut membuat hati mereka dingin
separuh. Tampaklah ditengah kegelapan malam, dari mana mana
bermunculan cahaya lentera dan obor yang bergerak
mendekat, agaknya terdapat begitu banyak jago silat yang
sedang berdatangan ke sana dan mengurung seluruh tempat
tersebut rapat rapat . . Jago pedang buta Bok Ci segera berpaling, seraya
menjawab: "Ayah, tidak sedikit yang berdatangan kemari."
Pedang langit Bok Keng jin segera tertawa terbahak bahak
. "Haaaah. . . haaah . . . tampaknya Kwan-Lok khi telah
mengeluarkan segenap kemampuan yang dimiliki, nak kalian
berdua berjaga jaga dulu didepan pintu, aku hendak berbicara
ber bincang2 dulu dengan Kwan To sancu." Kemudian setelah
tertawa hambar, katanya. "Saudara Kwan, benarkah kalo tak ingin memberi muka
kepadaku ?" Kwan Lok khi sama sekali tak mengira kalau secepat itu si
pedang langit Bok Keng jin berhasil memulihkan kembaIi
kekuatannya. Beberapa saa itu sifat luka darah yang begitu
parah telah disembuhkan kembali.
Dengan perasaan terkesiap dia berpaling sekejap ke arah
Kiau Ngo nio lalu katanya.
"Bok heng, aku tak memahami maksudmu."
1043 Si pedang langit tertawa dingin.
"Aku harap kau segera melepaskan Tin Cu hoa, aku rasa
ucapanku ini sudah cukup jelas, apakah kau menginginkan
aku berbicara lebih jelas lagi" Kwan heng, kau adalah seorang
yang pandai, lebih baik janganlah berlagak pilon.
Kiau Ngo nio tertawa terbahak bahak.
"Haaah . . haaaah . . kau anggap hanya mengandalkan
beberapa kata diri kau si tua bangka, kami suami istri berdua
sudah harus melepaskan orang ?"
"Hmm, kau betul betul kelewat memandang hina diri kami.
Bok Keng jin ! Bagaimanapun juga, kau harus memperlihatkan
sedikit kepandaian lebih dulu !"
"Hmm, aku sudah tahu kalau kau memang sukar diatasi."
seru si pedang langit Bok Keng jin dengan suara dingin.
Tubuhnya seperti sesosok sukma gentayangan meluruk ke
depan kemudian tangannya melancarkan tiga buah pukulan ke
tengah udara yang semuanya merupakan jurus jurus maut.
Tapi Kiau Ngo nio dan Kwan Lok khi yang menyaksikan
peristiwa itu menjadi terperanjat sekali, wajah mereka terasa
bagaikan di sayat dengan pisau tajam, sakitnya bukan alang
kepalang. Inilah suatu penampilan hawa murni yang sebenarnya,
sama sekali tidak menggunakan siasat tapi melukai orang
dengan mengandalkan pancaran tenaga dalam.
Kwan Lok khi terperanjat sekali.
1044 "Aaah ! ilmu pukulan sakti tanpa bayangan." pekiknya
tanpa terasa. "Aku sengaja mendemontrasikan kepandaian ini dihadapan
kalian" kata sipedang langit Bok Keng jin dingin, "coba kalau
kulancarkan serangan secara sungguhan, mungkin semenjak
tadi kaliao berdua sudah roboh terkapar."
Kemudian mencorong sinar tajam dari balik matanya:
"Kau masih belum mau melepaskan orang?"
Terpengaruh oleh kewibawaan dan kelihayan orang, tanpa
sadar Kwan Lok khi melepaskan cengkeramannya.
Dengan suatu gerakan kilat, Tin Cu hoa segera melejit
keudara dan melompat kebelakang tubuh si Pedang langit Bok
Keng jin. Kiau Ngo nio yang menyaksikan hal tersebut segera berseru
dengan mendongkoI: "Tua bangka sialan, siapa suruh kau mengendorkan cekalan
?" Tin Cu hoa tertawa dingin pula, balasnya dengan cepat:
"Perempuan jalang, asal aku belum mati. kau lah orang
pertama yang jangan harap bisa meIewati kehidupan dengan
tenang..." Setelah melepaskan Tin Cu hoa tadi, Kwan Lok khi merasa
sangat menyesal, sinar mata kebencian segera mencorong
keluar, agaknya dia ada maksud untuk turnn tangan.
1045 Dari tengah kegelapan mendadak berkumandang suara
teriakan lantang. "Sancu H ti Joig tui pi!ttVan pertama dibawah komando Ku
Leng siap menerima perintah !"
"Turunkan perintah, tutup semua jalan tembus ke bawah
bukit." teriak Kwan Lok khi kearah luar pintu, "siapa saja
sebelum memperoleh perintahku dilarang melewati jalan itu."
"Baikk.." Bayangan manusia berkelebat lewat diluar pintu, obor yang
terang benderangnya membuat seluruh bukit itu menjadi
terang bagaikan di siang hari, suara bentakan berkumandang
susul menyusul, jelas pihak lawan sedang menghimpun
sejumlah besar jago lihay untuk menutup seluruh jalan
tembus yang ada. "Haaah . . haaaah . . . sipedang langit Bok Keng jin tertawa
terbahak bahak. "Saudara Kwan, hanya mengandalkan kekuatan sekecil ini
kau sudah ingin menghalangiku ?"
Kwan Lok-khi tertawa dingin.
"Hmm, kau anggap tidak mungkin" Hmm, kau terlampau
memandang rendah kekuatan dari Jit gwat san."
"Kwan Lok-khi !" ujar si Pedang langit lagi dengan wajah
dingin, "benarkah kau ingin turun tangan secara besar
besaran dan menguras daerahmu ini dengan darah " Jika kau
benar-benar memiliki keinginan tersebut, orang pertama yang
1046 bakal mampus lebih dulu pada malam ini adalah kalian suami
istri berdua." Kwan Lok khi serta Kiau Ngo nio yang mendengar
perkataan ini diam diam merasa bergidik, andaikata pihak
musuh akan beradu jiwa, berarti mereka berhadapan empat
lawan dua, sekalipun mereka berdua memiliki kepandaian silat
yang hebat, namun bila sampai di kerubuti empat jago lihay,
apalagi si Pedang langit seorangpun sudah cukup membuat
Kwan Lok kbi merasa pusing kepala, sudah jelas pihaknya
yang bakal menderita kekalahan total.
Berpikir untung ruginya, dengan perasaan terkesiap buru
buru serunya kaget: "Kau ingin menahan kami berdua. ."
"Benar" jawab si Pelang langit dingin, "aku tak usah
melakukan pembunuhan terlalu banyak, cukup menahan
kalian berdua. ." Kemudian sambil berpaling ke arah Jago pedang buta Bok
Ci, terusnya: "Nak, kau segera bekuk Kiau Ngo nio."
Jago pedang buta Bok Ci juga mengetahui betapa
gawatnya situasi, buru buru ia berpesan kepada Liong Tian im
agar menjaga pintu gerbang lebib berhati-hati, kemudian
sambil memutar pedang kayunya dia melancarkan serangan
ke arah Kiau Ngo nio. Tin Cu hoa memang sedang menantikan kesempatan baik
ini, melihat si Jago pedang buta Bok Ci telah melancarkan
1047 serangan dengan cepat dia melompat maju pula sambil
membentak nyaring. "Perempuan jalang sambutlah sebuah pukulanku ini"
Di bawah kerubutan dua orang jago, Kiau-Ngo nio segera
merasakan daya tekanan yang makin lama semakin
bertambah berat, belum sampai berapa gebrakan, dia sudah
bermandikan keringat karena kecapaian.
Dalam cemas dan gusarnya dia berteriak beberapa kali
kemudian berusaha untuk menerjang keluar dari kepungan.
Sayang sekali dia tak pernah berhasil menemukan
kesempatan seperti inl, tak sampai berapa gebrakan lagi,
tubuhnya sudah terkena pukulan dahsyat dari Tin Cu hoa yang
membuatnya melotot besar menahan sakit, sayangnya dia tak
berkekuatan untuk melancarkan serangan balasan.
Kwan Lok khi lebih gelisah lagi, apa mau di kata si Pedang
Langit mengincarnya terus dari samping, hal ini membuat
kemungkinan baginya untuk turun tangan pun tak ada.
Sebaliknya si pedang langit Bok Keng jin telah menyalurkan
tenaga dalamnya ke dalam sepasang lengannya, kemudian
mengawasi gerak gerik Kwan Lok khi dengan pandangan
dingin, asal musuh berani untuk tangan, maka si Pedang
langit akan segera mendahului dengan sebuah serangan lebih


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

dulu. "Tua bangka celaka, mengapa kau belum juga turun
tangan ?" dengan perasaan gelisah Kiau Ngo nio berseru:
1048 "Saudara Kwan, tampaknya kau sudah seharusnya
membubarkan seluruh anak buahmu itu" kata si Pedang langit
dingin. Paras muka Lok khi berubah menjadi sangat aneh, ia benar
benar berada dalam posisi serba salah, serunya kemudian
dengan gemas: "Kita lihat saja nanti."
Dalam pada itu, Kiau Ngo nio makin lama semakin tak
mampu mempertahan diri, kemudian berteriak dengan suara
gemetar bercampur ketakutan:
"Tua bangka celaka, apakah kau menginginkan Lo nio mati
disini dalam keadaan mengenaskan:
"Tahan..." Bagaimanapun juga Kwan Lok khi dan Kiau Ngo nio adalah
sepasang sepasang suami istri yang sudah hidup bersama
banyak tahun, tentu saja dia tak dapat membiarkan istrinya
mampus secara mengenaskan.
Walaupun dalam hati kecilnya benar benar merasa enggan,
namun setelah istrinya berada dalam keadaan berbahaya,
terpaksa dia harus bertindak juga untuk menyelamatkan
jiwanya. Dengan gemas dan penuh kebencian segera teriaknya:
"Sekarang kalian boleh pergi, tapi lain kali tak akan kalian
jumpai kesempatan seperti ini lagi . ."
1049 Jago pedang buta Bok Ci dan Tin Cu hoa segera melompat
mundur, sedangkan Kiau Ngo nio juga mundur dengan napas
yang terengah engah, peluh telah membasahi seluruh
tubuhnya, sedang wajahnya pucat pias seperti mayat...
Si Pedang langit segera tertawa tergelak serunya.
"Mari kita pergi, malam ini Kwan toa sancu telah memberi
muka kepada kita . . ."
Empat sosok bayangan manusia segera meluncur keluar
dari ruangan itu dan berkelebat menuju ke bawah bukit.
Benar juga, sepanjang jalan tiada orang yang berani
menghalangi perjalanan mereka lagi, namun cahaya obor dan
lentera masih menerangi seluruh bukit Jit gwat san, bayangan
manusia juga masih memenuhi dimana mana.
Dari ufuk timur nampak setitik cahaya merah menerangi
jagad, angin sejuk berhembus silir semilir menggoyangkan
daun dan ranting kegelapan malam yang panjang pelan pelan
menyurut dan akhirnya terusir pergi . . .
Ditengah jalan raya yang lenggang, mendadak muncul
sepasukan kuda yang bergerak dengan cepatnya menuju ke
arah bukit Jit gwat-san. Sebuah panji besar berwarna merah berkibar terhembus
angin dan bergerak mendekat.
Tin Cu hoa yang menyaksikan hal ini segera berkerut
kening, kemudian pikirnya:
"Mengapa mereka pun datang kemari ?"
1050 Meminjam setitik cahaya pagi yang muncul dilangit timur, ia
sudah dapat melihat jelas unta terbang ditengah gurun pasir
yang tertera dipanji besar berwarna merah tadi, tanpa terasa
dia berseru lantang: "Yang berada didepan apakah komandan Li ?"
Rombongan pasukan besar yang sedang bergerak cepat itu
segera menghentikan perjalanannya, dari atas kuda kuning
yang berada di paling depan melompat turun seorang lelaki
bercambang, kemudian sambil memburu ke depan serunya:
"Pemimpin Tin kah di litu " Aku adalah Li Bun yang !"
"Mau apa kalian datang kemari?" tanya Tin Cu hoa dengan
cepat Li Bun yang adalah komandan pasukan dari pentolan Liu
sah bun sejak perguruan ditumpas oleh kekuatan Jit gwatsan,
dia telah menyebar anak buahnya disegala penjuru tempat.
Kini dia memperoleh laporan dari anak buahnya yang
mengatakan bahwa Tin Cu hoa terjebak dibukit Jit gwat san
maka dihimpunnya segenap kekuatan yang ada untuk
bertarung melawan orang orang Jit gwat san dan berusaha
untuk menyelamatkan Tin Cu hoa dari cengkeraman musuh.
Siapa tahu baru tiba ditengah jalan, mereka telah
berpapasan dengan perempuan ini.
Mendapat partanyaan tersebut, dia segera menjawab
dengan agak tergagap. "Kami hendak menolong pemimpin Tin."
1051 "Kalian benar benar manusia yang tak tahu diri" seru Tin
Cu hoa dengan gusar, "sudah banyak tahun Liu sah bun
mengasingkan diri dan menyembunyikan nama, tahukan kau
karena apa" walaupun kita bertekad akan membalas dendam,
tapi kali ini bukan kesempatan yang baik, tindak tanduk kalian
yang ceroboh ini tak lebih hanya memberi kewaspadaan bagi
lawan, sama sekali tiada manfaat apapun untuk Liu sah bun
kita." "Tapi, pemimpin kau..."
"Mati hidup aku seorang tiada artinya." kata Tin Cu boa
diogin, "sekali pun Tin Cu hoa telah mati, akan muncul Tin Cu
hoa kedua, selama anak murid Liu sah pun masih hidup di
dunia ini, harapan kita untuk membalas dendam tak pernah
akan sirna. Dengan perbuatan yang kau lakukan sekarang,
terpaksa kita harus merubah semua rencana kita semuIa.
kejadian ini benar benar diluar dugaanku semula."
Dengan cepat Li Bun yang menggelengkan kepalanya
berulang kall, serunya. "Pemimpin walaupun perbuatan ini merupakan kesalahan
hamba, tapi keadaanlah yng memaksa kita untuk berbuat
demikian harap Pemimpin sudi memaafkan ..."
Tin Cu hoa segera mengulapkan tangannya seraya berkata.
"Sekarang, kalau boleh pulang duIu, sebentar aku akan
menyusul." Li Bun yang seperti ada persoalan lain yang hendak
dikatakan lagi namun setelah memandang sekejap ke arah si
1052 Pedang langit ayah beranak serta Liong Tian im, dia segera
menelan kembali kata katanya.
Sambil menjura sahutnya kemudian. "Baik..."
Dia melompat naik keatas kudanya, memberi tanda dengan
cambuk dan memimpin pasuk annya berlalu dari situ.
Dalam waktu singkat bayangan tubuh mereka sudah lenyap
dari pandangan. oooOooo oooOooo Sepeninggal orang orang itu, Tin Cu hoa baru berpaling
dan katanya sambil tertawa.
"Samwi bertiga, aku Tin Cu hoa mengucapkan banyak
terima kasih atas pertolongan yang yang kalian berikan, budi
kebaikan ini akan selalu tertanam dihatiku dan tak akan
pernah kulupakan, Sekarang, perguruan kami masih ada
urusan penting, terpaksa aku harus mohon diri lebih dahulu."
Silahkan nona," si Pedang langit tersenyum "dikemudian
hari, bila masih ada jodoh, kita pasti akan bertemu lagi."
Setelah menghadapi kesulitan bersama sama beberapa
orang ini, tiba-tiba saja Tin Cu hoa merasakan timbulnya suatu
perasaan aneh, suatu perasaan yang tak terlukiskan dengan
kata kata didalam hati kecilnya, perasaan itu merupakan suatu
perasaan persahabatan yang manis.
Ditatapnya sekejap orang orang itu dengan perasaan berat,
kemudian ia baru membaIikkan badan dan berlalu dari sana.
1053 Memandang bayangan punggung yang menjauh, si Pedang
langit menghela napas panjang.
"Aaai, seorang gadis yang patut dikasihani, demi membalas
dendam bagi perguruannya dia tak segan mengorbankan diri
untuk bermesrahan dengan musuh, dengan senyuman yang
dipaksakan menyambut pelukan bernapsu dari musuh
besarnya, aaai,, penderitaan dan siksaan batin seperti ini
sudah pasti tak akan bisa ditahan oleh orang biasa, apalagi
seorang perempuan seperti dia, kebesaran jiwanya dan
ketabahannya menghadapi percobaan hidup benar benar
mengagumkan setiap orang."
"Ayah...." seru si jago pedang buta Bok Ci, "dapatkah ia
membunuh Kwan Lok khi dengan tangan sendiri?"
Si pedang Langit Bok Keng jin termenuag dan berpikir
sebentar lalu sahutnya: "Paling tidak dia mempunyai harapa, harapan yang selalu
tertanam dalam hati kecilnya inilah yang merubah menjadi
keberanian dan semangat untuk hidup lebih jauh, aku dapat
melihat, meski pun cara yang di tempuh rendah dan
memalukan, namun dia tak sampai berjiwa pelacur.
Keanggunannya, kemuliaan hatinya masih beberapa kali lipat
lebih tinggi dari pada mereka yang berlagak sok mulia. Nak,
dia dilahirkan sebagai seorang perempuan, disaat ia tak
menemukan cara yang terbaik untuk melakukan pembalasan
dendam, terpaksa dia harus menggunakan modal ymg
dimilikinya untuk mewujudkan cita citanya itu, sayang sekali
kembali dia menemui kegagalan."
Setelah terhenti sejenak terusnya:
1054 "Nak, kau hantar ayah kembali ke Toa san ka untuk
mengobati lukaku." Liong Tian im dan Jago buta Bok Ci merasakan hatinya
menjadi kecut mereka tahu saat berpisah telah tiba, sampai
kapankah mereka bisa bertemu lagi, hal ini masih merupakan
suatu hal yang sukar diduga. . .
Dingan perasaan yang bergolak Liong Tian im segera
berbisik: "Toako!" Suara panggilannya berat dan penuh terjaga.
Jago pedang buta Bok Ci segera menggenggam tangannya
kencang-kencang kemudian berseru.
"Adik Liong, aku pasti akan mencarimu."
L'ong Tian im segera mohon diri kepada si Pedang langit
dia tak ingin menimbulkan suara sedih lagi diantara ke dua
belah pihak, maka serunya kemudian:
"Toako, kita sampai berjumpa lagi lain waktu. ."
Jago pedang buta Bok Ci dapat merasakan kesedihan dan
kekosongan yang terpancar keluar dari balik mata Liong Tian
im menjelang kepergiannya tadi, apalagi terbayang betapa
akrabnya hubungan mereka sebagai saudara angkat, dia
menggoyangkan tangannya berulang kali dengan sedih.
"Seiamat tinggal." bisiknya gemetar "semoga kita dapat
berjumpa lagi secepatnya."
1055 Si pedang Langit menarik napas panjang panjang,
kemudian menimbrung dari samping.
"Nak. saudara angkatmu itu benar benar seorang pemuda
yang amat bersetia kawan."
"Ayah..." Jago pedang buta Bok Ci seperti mempunyai banyak
persoalan yang diutarakan tapi mulutnya seperti tak mampu
bersuara lagi sehingga seperti tanpa berbicara lagi dia
mengikuti disamping si pedang langit dan berlalu dari sana.
Sesudah berpisah dengan si Pedang langit dan jago pedang
buta Bok Ci, Liong Tian ini berjalan cepat menuju ke depan
sana. Entah berapa Iama dia sudah berjalan akhirnya dia
mendongakkan kepalanya dan memandang sinar matahari
yang baru terbit di ufuk timur, diterpa angin pagi yang sejuk
dan kabut yang mulai membuyar dia menarik napas panjang
panjang. Suatu hari yang indah telah dimulai.
Sisa kabut sudah hilang di punggung bukit ditempat
kejauhan sana, dibawah cahaya matahari nampak bukit nan
hijau bersusun susun terbentang didepan mata.
Di tengah keheningan pagi yang syahdu inilah mendadak
terdengar suara keleningan kuda berkumandang dari sana.
1056 Tanpa terasa Liong Tian im berpaling dan bergerak
mendekati sumber suara keleningan tersebut dengan cepat.
Di kejauhan sana tampak seekor kuda putih yang besar
dengan pelana berwarna hitam muncul dari balik kabut.
Kemudian terlihatlah sesosok bayangan manusia yang
berwajah amat cantik jelita.
Liong Tian im menjadi terkesiap setelah berhasil melihat
jelas paras muka orang ini.
"Mengapa bisa dia. ." segera pikirnya di dalam hati.
Leng Nine ciu duduk diatas kudanya vang tinggi besar dan
berlarian mendekat, tiada hentinya dia berpaling kebelakang
seolah olah seperti ada orang yang sedang mengejarnya.
"Liong. . akhirnya aku berhasil menyusulmu" serunya
dengan napas memburu. "Menyusul aku . . ?" Liong Tian im nampak tertegun,
kemudian pikirnya lebih jauh:
"Mengapa dia menyusulku.."
Pertanyaan yang sangat membingungkan hatinya ini
berkecamuk terus didalam benaknya.
Kendatipun dia adalah seorang yang pintar, toh dibikin
kebingungan juga oleh peristiwa ini, dia tak habis mengerti
mengapa gadis itu menyusulnya.
"Bawalah aku pergi. ." kembali Leng Ning ciu berseru
dengan gelisah. 1057 Walaupun dia mempunyai harga diri sebagai seorang gadis,
namun dalam keadaan demikian ia tak mau menggubris soal
malu sama kedudukannya lagi, yang diharapkan olehnya
hanyalah perlindungan dari lawan jenisnya.
"Apa kau bilang?" seru Liong Tian lm dengan perasaan
"erktjut, "Harap kau sudi membawaku." seru Leng-Ning ciu dengan
gemetar, "aku tak ingin berdiam sepanjang masa disini .."
Lioig Tian im benar benar dibikin terkesiap oleh peristiwa
yang berlangsung secara tiba tiba ini.
Ia memang menaruh kesan yang mendalam sekali terhadap
gadis yang pernah di kenal untuk pertama kalinya ini, dalam
hati kecilnya juga menaruh semacam perasaan yang tak
terlukiskan dengan kata kata, apalagi setelah menyaksikan


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

wajahnya yang sedih dan penuh pengharapan itu, dia tak tega
untuk menampik permintaannya itu.
Tapi bila seorang pria dan seorang wanita harus berkumpul
bersama baik siang atau malam, bukan saja hal ini akan
memancing perbincangan orang lain, bisa pula mengakibatkan
munculnya suatu peristiwa yang sama sekali tak terduga
diantara mereka sendiri. Maka dengan bibir agak gemetar, dan ia menegur.
"Ning ciu mengapa kau ingin mengikuti aku..."
"Tian im" seru Leng Ning ciu gemetar, "Masa kau masih
belum tahu akan perasaanku. . ."
1058 Dia mempunyai kecerdasan yang luar biasa juga memiliki
kehangatan yaag luar biasa, perasaan cinta yang terpendam
sekian lama dalam hatinya kini sudah mencapai taraf yang
hampir tak terkendalikan lagi, perasaan tersebut sudah
mencapai titik puncak yang paling kritis.
Dia amat mencintai Liong Tian im, perasaan tersebut sudah
lama terpendam dalam hatinya, dan sekarang adalah saat
baginya untuk mengemukakan perasaan tersebut entah
bagaimanakah reaksi lawan tahu sejak Liong Tian im bertemu
untuk pertama kalinya dulu, hati mereka seakan akan sudah
terpadu, bayangan tubuh masing masing seakan akan sudah
melekat antara yang satu dengan lainnya.
Sekujur badan Liong Tian im gemetar keras, hampir saja
dia dibikin tergetar oleh ucapan lawan yang begitu berani, api
cinta yang selama ini terpendam dalam hatinya segera ikut
membara pula dihati kecilnya.
"Sungguh ?" serunya agak emosi.
Air mata mengembang dalam kelopak mata Leng Ning-ciu.
"Percayalah kepadaku, Liong kali ini bukai untuk pertama
kalinya . ." suaranya yang merdu bagaikan bisikan letn but dari
nirwana, sepasang mata mereka saling bertatapan tanpa
berkedip .. . Dalam waktu yang amat singkat inilah me reka berdua
seolah o:ah lebih bertambah dekat lebih bertambah akrab dan
memahami perasa an masiig masing meski tanpa kata kata
namun mereka serasa saling bertukar perasaan cinta . .
1059 Liong Tian im menghembuskan napas panjang bisiknya
kemudian dengan lirih. "Kau akan menderita sepanjang masa bila mengikuti aku..."
"Tak mungkin." jawab Leng Ning ciu sedih. "asal kau
bersedia menerimaku, penderitaan seperti apa pun aku
sanggup untuk mengalaminya."
Liong Tian im menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Tahukah kau bahwa peristiwa ini datangnya terlalu
mendadak.." Kemudian dengan nada yang lebih tenang, dia
melanjutkan: "Kita semua masih terlalu muda, banyak persoalan yang
belum pernah kita pertimbangkan."
"Masih ingatkah kau dengan waktu itu" Ketika aku
membuang sapu tangan untukmu?" kata Leng Ning ciu sedih,
"sejak saat itulah aku sudah bertekad untuk menyerahkan
cintaku kepadamu, walaupun sekarang keadaan sangat sukar,
tapi .." "Bukankah kau hendak kawin dengan Kwan Hong?" tanya
Liong Tian im dengan wajah dingin.
"Liong..." 1060 Air mata segera jatuh bercucuran membasahi bulu matanya
yang hitam dan panjang, bagaikan butiran mutiara meleleh
turun dengan derasnya. Setelah terisak sebentar Leng Ning ciu ber kata lebih jauh.
"Kesemuanya itu merupakan niat ayahku. Liong benarkah
kau mengharapkan agar aku berkorban demi ayahku " Aku
bukan perempuan semacam ini, aku masih mempunyai harga
diri, Aku membutuhkan seseorang yang kucintai, karena dialah
yang bisa kugunakan untuk naungan hidupku dan orang itu
adalah kau. Aku tahu pernyataan ini terlalu berani, tapi aku
mempunyai kesulitan yang tak bisa kukatakan kalau aku tidak
menyatakan cintaku ini, maka orang yang akan berkorban
adalah aku, aku percaya dikala kau mengetahui bahwa aku
kawin dengan seseorang yang tidak kucintai, kau pun akan
bersedih hati bagiku sebab diantara kita berdua mesti belum
berkumpul berkumpul terlalu lama, namun batin kita sudah
saling berhubungan."
"Aaaaai..." Helaan napasnya yang panjang dan sedih bagaikan sebutir
batu yang mengetuk kedalam hati Liong Tian im.
Dia menghela napas dengan penuh penderitaan, lalu
berkata. "Tidak pernahkah dia bayangkan bagaimanakah akibatnya
diri tindakanmu ini ?"
Leng Ning ciu membereskan rambutnya yang terhembus
angin dan menyeka alr matanya yang membasahi kelopak
matanya, kemudian dengan wajah yang amat sedih dia
berkata. 1061 "Ketika aku berhasil melarikan diri dari bukit Jit gwat san,
aku telah bertekad akan mengikutimu walau kau akan ke
ujung langit sekalipun, meski tindakan ku ini akan
menyedihkan hati ayahku, tapi demi kau, aku merasa
berharga untuk melakukan kesemuanya itu."
Angin pagi berhembus lewat membawa suara dengusan
dingin yang amat dalam menyusul kemudian bergema suara
derap kaki kuda yang sangat cepat.
Kwan Hong dengan sepasang mata yang merah membara
bagaikan berapi api sedang berlari mendekat dengan
kecepatan tinggi. Paras muka Leng Ning ciu segera berobah hebat, serunya
dengan gelisah: "Liong, mari kita cepat pergi."
Liong Tian im segera menggelengkan kepalanya berulang
kali. "Tampaknya kita harus menerangkan persoalan ini sampai
jelas Ning Ciu, lebih baik kau kembali saja ke lembah Tee ong
kok." "Hmm...hmm..." Ketika Kwan Hong menyaksikan Leng Ning
ciu berdiri begitu berdekatan dengan Liong Tian im, bahkan
sikap mereka begitu mesrah, api cemburu berkobar dengan
hebatnya didalam dada orang ini.
Saking mendongkolnya dia segera mendongakkan
kepaIanya dan tertawa terbahak bahak, dengan suatu
lompatan cepat dia melayang turun dari atas kudanya dan
berteriak keras. "Ning ciu, siapa suruh kau berada dlsini?"
1062 "Hmm. apa hubunganmu denganku" Siapa suruh kau
mengurusi diriku?" sahut Leng Ning ciu dingin.
Kwan Hong menjadi tertegun.
"Aku. . aku adalah calon suamimu. ."
"Huuuh. Siapa bilang kalau aku mempunyai ikatan
perkawinan denganmu" Tak tahu malu!" damprat Leng Ning
ciu makin keras, "huuuh, coba kalau aku tidak memandang
wajah ayahku, sudah kuberi pelajaran yang setimpal
kepadamu. ." "Ehmm kau pasti sudah gila" seru Kwan Hong mendongkol,
"Ning ciu, perkawinan antara keluarga Kwan dengan keluarga
Leng akan mendatangkan manfaat yang amat besar bagi
usaha kita untuk menguasahi seluruh dunia persilatan, ketika
ayahmu berkunjung ke rumah kami dan sengaja
meninggalkan kau dibukit Jit gwat san, tujuannya tak lain
adalah untuk menjalin saling pengertian yang lebih roenda iam
diantara kita berdua."
Sudah terlalu banyak yang kupahami tentang dirimu"
dengus Leng Ning ciu sinis. "kau tak selain bersekongkol
dengan ayahku demi melaksanakan rencana besar kalian
untuk menguasahi seluruh dunia persilatan padahal antara kita
berdua sama sekali tiada perasaan cinta, kita tak lebih hanya
saling memperalat belaka, Kwan Hong, diantara kita berdua
sama sekali tiada hubungan perasaan yang bisa dibicarakan,
kita pun tidak saling terikat oleh masing masing pihak."
"Kau sendiri yang berkata demikian" seru Kwan Hong
dengan benci. Kemudian setelah berhenti sejenak, bentaknya keras keras:
1063 "Akan kuberitahukan kepada ayahmu!"
"Hm. sekalipun ayahku tahu akan hal inipun jangan harap
dia bisa memaksakan untuk kawin denganmu, bila kau
mempunyai ingatan demikian, maka salah besar ingatanmu
tersebut, walaupun kau bisa melakukan suatu cara untuk
menghadapiku, namun aku tidak takut.."
"Hmm...hmmm..!" Kwan Hong tertawa seram. "jangan lupa
banyak sekali rahasia ayahmu yang berada ditangan kami
keluarga Kwan." Mendadak Leng Ning ciu terbungkam dalam seribu bahasa,
hatinya terasa amat sakit bagaikan disayat-sayat dengan pisau
tajam, saking menderitanya hampir saja dia muntahkan darah
segar. "Kau..." serunya gemetar, Kwan Hoig maju selangkah ke
depan dan menggenggam tangan gadis itu, kemudian
serunya. "Ayo turut aku pulang !"
"Tahan !" mendadak Liong Tian im membentak keras, "kau
jangan bersikap sekasar itu terhadap kaum wanita.."
Ia membenci cara Kwan Hong yang kasar tak berperasaan
itu, maka diatas wajahnya segera terlintas selapis hawa
pembunuhan yang sangat tebal.
Di tatapnya Kwan Hong dengan penuh amarah, hal ini
membuat Leng Ning ciu yang berdiri disampingnya seakanakan
memperoleh perasaan yang aman, ia merasa lelaki yang
1064 sudah lama dikaguminya ini benar benar berkemampuan
untuk melindungi dirinya.
"Apa?" "Kau berani bersikap begitu kurang-ajar dan tak tahu sopan
santun lagi terhadapnya, aku Liong Tian im pun tak akan
bersikap sungkan sungkan lagi terhadapmu..."
Kemudian dengan wajah semakin menyeramkan, dia
menambahkan: "Setiap perkataan yang sudah diucapkan oleh aku iblis
emas berjari darah, selamanya tak pernah dirubah kembali."
"Hmm..." Kwan Hong mengerang penuh amarah. "apa
hubunganmu dengannya" Mengapa kau bersedia
mempertaruhkan jiwamu demi seorang wanita."
"Urusan ini merupakan urusan pribadiku, dengan persoalan
pribadinya, lebih baik kau tak usah banyak bertanya."
"Baik..." seru Kwan Hong kemudian dengan penuh
kebencian, "wahai orang she Liong, tahukah kau apa akibat
yang bakal kau terima atas kelancanganmu mencampuri
urusan kami ini" Sejak saat ini kau sudah ditakdirkan untuk
kalah." Ia membalikkan tangannya mencabut keluar pedangnya
yang tersoren dipungung, lalu seru lebih jauh:
"Di sini tiada orang lain, inilah saat yang tepat bagi kita
untuk melangsungkan pertarungan satu lawan satu."
1065 "Bila aku tertarik untuk berbuat demikian, dengan senang
hati aku akan mengiringi kehendakmu itu."
Kwan Hong membentak keras, secepat kilat pedangnya
digetarkan lalu menyapu ke depan dibarengi gerak maju ke
muka, selapis bayangan pedang segera menyambar kedepan.
Dengan cekatan Liong Tian im merendahkan tubuhnya,
kemudian berseru: "Caramu bertarung hanya akan menakdirkan kau untuk
mampus pada saat ini juga!"
Ditengah gelak tertawa yang amat nyaring, senjata patung
Kim rno sin jinnya diayunkan ketengah udara, segulung
desingan angin tajam yang disertai kilatan cahaya yang
menyilaukan mata, langsung menghantam pedang Kwan
Hong. Gerakan tubuh yang dilakukan kedua orang ini dilakukan
dengan kecepatan yang luar biasa, dalam waktu singkat dia
sudah berganti dengan berapa jurus serangan.
Kwen Hong memang bertekad untuk beradu jiwa, maka
jurus serangan yang digunakan rata-rata ganas, keji tapi
mantep. Mendadak ia membentak keras, pedangnya dicukil keatas
mengancam bahu Liong Tian-lm.
"Bagus!" bentak Liong Tian im dengan suara rendah.
Dia membuang dirinya kesamping lalu maju dua langkah
kedepan secara tiba tiba, secepat kilat senjata patung Kim mo
1066 sin jinnya diayunkan kemuka yang mana dengan jitu sekali
menangkis datangnya bacokan kilat dari pedang Kwan Hong.
"Traaaaang. . !"
Ketika sepasang senjata saling bertemu, segera
berkumandang suara benturan nyaring yang menimbulkan
percikan bunga api. Kwan Hong merasakan lengannya bergetar keras, hampir
saja pedangnya terlepas dari genggamannya.
Dengan perasaan ngeri bercampur takut segera teriaknya:
"Jurus serangan apakah ini?"
Rupanya tanpa disadari tadi, Liong Tian im telah
mengeluarkan ilmu silat yang berhasil dipelajari dari atas
genta emas pelenyap irama yang tersimpan dalam puncak Kim
teng. Mimpipun dia tak menyangka kalau jurus serangan yang
kelihatannya sederhana ini ternyata memiliki kekuatan yang
amat dahsyat sekali dalam girangnya dia lantas berseru.
"Apakah kau sendiri tak dapat meiihatnya"
Kwan Hong mundur kebelakang" lalu berseru "Kau jangan
sombong dulu, lihatlah, tiga jurus serangan berikutnya akan
kusambar selembar nyawamu."
Sambil tertawa seram dengan amat kerasnya dia
menjengek sinis. seolah-olah Liong Tian im sudah roboh
sungguhan diujung pedangnya saja.
1067

Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Leng Ning ciu segera berkerut kening setelah menyaksikan
peristiwa ini, kepada Liong Tian im segera bisiknya:
"Hati hati, dia hendak mengeluarkan ilmu Tui mia sam si
(tiga jurus pencabut nyawa)."
Kwan Hong semakin geram lagi setelah mendengar Leng
Ning ciu membocorkan pula rahasia ilmu Tui mia sam si yang
diandalkan itu dihadapan lawan.
Dalam amarahnya, dengan sorot mata yang tajam bagaikan
sembilu dan penuh diliputi perasaan dendam dan benci dia
melototi wajah Leng Ning ciu lekat lekat, kemudian serunya:
"Perempuan rendah, kau benar benar seorang manusia
yang tak kenal budi"
"Apa kau bilang ?" Leng Ning-ciu membentak gusar.
Kemudian dengan sinis dan pandangan menghina, dia
melanjutkan: "Kau manusia yang tidak punya liangsim, kalau punya
keberanian ayo bicaralah sekali lagi !"
Tercekat hati Kwan Hong,serunya tergagap:
"Aaaah . . . anggap saja aku telah salah berbicara . ."
Menekan perasaan seperti ini merupakan jalan termudah
untuk menampilkan perasaan benci, sejak kecil Kwan Honh
sudah terbiasa dimanja oleh ayahnya, dia cukup memahami
bagaimana berperasaan jahat dan licik. Tanpa terasa semua
rasa gusar dan bencinya itu di lampiaikan ke atas tubuh Liong
Tian im. 1068 "Orang she Liong" bentaknya keras keras, "rasakanlah Tui
hun sam si ku ini . . . "
Pedangnya diangkat tinggi-tinggi ke tengah udara,
kemudian membuat sebuah getaran pelan dan menciptakan
tujuh delapan buah gelombang pedang yang menggulung ke
muka dengan cepat. Lalu sambil membentak nyaring, dia mengurung seluruh
tubuh Liong Tian-im dengan dahsyatnya.
Liong Tian im segera mendongakkan kepalanya,
menyaksikan kedahsyatan musuhnya, ia merasa terkesiap.
Tampak olehnya, ditengah udara dipenuhi oleh berlapislapis
cahaya pedang yang gemerIapan, suatu kekuatan yang
tiada tandingannya meluruk pula menyulut kilatan cahaya
tadi.. Satu ingatan dengan cepat melintas dalam benaknya.
"Ilmu Tui hun sam si ini benar benar luar biasa sekali"
demikian dia berpikir, "kalau jurus yang pertama saja sudah
begini hebatnya, apalagi jurus ke dua jurus ketiganya,
bukankan hal ini akan membuat orang benar-benar mati
kutunya." Dia tak berani beranyal lagi, dengan mengenakan jurus
Kiem oo im tang (gelombang emas mengalir tenang) dia
songsong datangnya cahaya pedang yang menggulung gulung
di tengah udara itu dengan kecepatan luar biasa.
1069 Leng Ning ciu yang menyaksikan kejadian ini menjadi amat
terperanjat, dengan paras muka berubah hebat pikirnya:
"Bukankah cara ini merupakan suatu pertarungan adu jiwa
" Sebab salah kedua belah pihak akan sama sama terluka."
"Hmm . ." Kwan Hong mengerang penuh amarah, sepasang
matanya telah berubah menjadi merah membara, wajahnya
menyeringai menyeramkan sekali.
Tetkala pedangnya sudah hampir berbenturan dengan
senjata patung Kim mo-sin jin inilah tiba tiba pedangnya
menempel dan membacok itH^tb dengan kecepatan luar
biasa. "Triiug . . trling . .."
Benturan nyaring yang disertai dengan percikan bunga api
kembali bermunculan ditengah udara.
Dengan gerakan yang cepat kedua belah pi hak sama sama
melompat mundur kebelakang.
Liong Tian im masih tetap berdiri dengan senyum dikulum,
seolah olah sama sekali tak terjadi suatu peristiwa apapun.
Sebaliknya paras muka Kwan Hoog telah berubah menjadi
pucat pias seperti mayat, noda darah mengotori ujung
bibirnya, dengan pedang yang terkulai lemas, dia berdiri
dengan napas tersengkal sengkal.
Sampai lama kemudian, dia baru berkata dengan suara
gemetar: "Orang she Liong, anggap saja kau lebih hebat !"
1070 "Sama sama, sama sama. . . ke tiga jurus pencabut
nyawamu juga terhitung hebat," dengus Liong Tian im dingin.
Tiba tiba kuda yang ditunggangi Kwan Hong itu meringkik
panjang, belum lagi suara itu sirap, dari kejauhan sana
berkumandang pula suara ringkikan kuda yang lain.
"Ang ih busu (busu berbaju merah)" teriak Kwan Hong tiba
tiba dengan suara keras, "aku berada di sini."
Dari kejauhan sana tampak melayang datang sesosok
bayangan berwarna merah darah, kemudian terlihatlah
seorang pemuda berjubah merah darah dengan membawa
sepasang kapak raksasa berlarian mendekat.
Begitu muncuI, dia lantas menegur:
"Saudara Kwan. mengapa kau dan Nona Leng berada disini
?" Namun dia lebih terkejut lagi setelah menyaksikan keadaan
Kwan Hong yang mengenaskan itu, ditatapnya Liong Tian im
sekejap dengan wajah tertegun, kemudian sambil berpaling ia
bertanya: "Saudara Kwan, siapa orang itu ?"
"Hait ci kim mo . ." jawab Liong Tian im cepat.
Dengan perasaan tertegun Ang ih busu itu mundur dua
langkah,mendadak paras mukanya berubah menjadi dingin
seperti es, sementara sepasang matanya yang besar bagaikan
genta menatap wajah Liong Tian im lekat lekat, katanya
kemudian: 1071 "Beberapa patah tulisan itu tidak akan menimbulkan
pengaruh "apa apa bagi aku si Busu berbaju merah"
Liong Tian im semakin naik pitam, bentaknya lagi:
"Hmm, dengan mengandalkan sedikit kemampuanmu itu
kau juga berani bicara tekebur disini" Sobat, buka matamu
lebih besar manusia macam apakah dirimu ini, mengapa tidak
kau tanyakan langsung kepada orang she Kwan tersebut. ."
Busu berbaju merah itu tertegun, kemudian segera
tanyanya: "Saudara Kwan, sebenarnya apa yang telah terjadi?"
"Siaute telah jatuh pecundang ditangan keparat itu" seru
Kwan Hong dengan marah, "sedangkan Leng Ning ciu juga
bukan milik Kwan Hong lagi."
"Hmm. ." Busu berbaju merah itu menjengek dingin,
"saudara Kwan, silahkan mundur dulu ke samping, siaute
hendak menggunakan ilmu kapakku untuk membacok Liong
toaya iui menjadi beberapa bagian, sekalian melampiaskan
rasa mangkelmu. Liong Tian im tertawa seram.
"Heeeh . . heeh . . heeh . . . berdasarkan beberapa patah
katamu itu, aku tidak akan membiarkan kau pergi
meninggalkan tempat ini dalam keadaan selamat . ."
"Hmm. . ." Busu berbaju merah itu mendengus dingin, lalu
dengan sikap yang menghina dia meloloskan sepasang
kapaknya yang tergantung dipunggung, kemudian katanya
dingin: 1072 "Kau tak nanti akan mampu untuk melakukan hal tersebut
orang she Liong, yang mampus adalah kau bukan aku, jarang
sekali ada orang yang bersikap begini tekebur diantara orang
orang yang penah kujumpai selama ini dalam dunia persilatan
hmm, mungkin mereka tahu siapakah aku si Busu berbaju
merah ini" Bila berada diwilayah Lam hay, asal aku Busu
berbaju merah sudah datang, siapakah yang tidak segera
datang untuk menjumpai diriku . ."
"Huuh, kalau hanya Lam hay saja, apa yang perlu ditakuti
?" jengek Liong Tian im sinis "kalau aku mah tak akan
memandang sebelah mata pun terhadapmu."
"Hmm . . ." Ucapan tersebut benar benar membuat Busu
berbaju merah itu merasa kehilangan muka, sebenarnya dia
ingin menampilkan suatu gaya yang gagah dan perkasa
dihadapan Leng Ning ciu, siapa tahu Liong Tian im sama sekali
tidak memberi muka kepadanya, bahkan menganggap seakan
akan setahil perak pun tak laku.
(Bersambung Jilid 26) 1073 CINCIN MAUT Oleh: Tjan. ID Jilid 26 SAKING GUSARNYA, dia tertawa seram, lalu serunya:
"Baik baik sekali, aku akan menyuruh kau merasakan
bagaimana hebatnya permainan kapak aliran Lam hay ini."
Di tengah udara terlintas serentetan cahaya tajam, lalu
tampak bayangan kampak menembusi angkasa dan
menyerang ke tubuh Liong Tian im.
Gerakan ini cepatnya bukan kepalang, membuat Liong Tian
im merasa amat terperanjat sekali, dia tidak menyangka kalau
permainan kampak orang ini ternyata tidak sebodoh seperti
apa yang diduga semula. Buru buru Liong Tian im berkelit kesamping menghindarkan
diri dari bacokan kampak orang kemudian tangan kanannya
1074 bergerak cepat dan menyodok keluar menggunakan senjata
patung Kim mo sin jin, arah sasarannya adalah dada Busu
berbaju merah itu. Di Lam hay Busu berbaju merah ini sudah termasyhur
sebagai seorang jago lihay dalam permainan kampak terbang,
terlihat sepasang tangannya diayunkan bersama, tiba tiba saja
kedua kampak tersebut lepas tangan dan meluncur ke arah
Liong Tian im dengan kecepatan tinggi.
Ancaman tersebut segera memaksa Liong Tian im harus
berganti tiga posisi secara beruntun sebelum berhasil
meloloskan diri dari ancaman lawan.
Siapa tahu, ketika dua buah kampak tersebut gagal
mengenai sasarannya, senjata tersebut berputar membentuk
satu lingkaran busur ditengah udara, kemudian melayang
kembali ke tangan Busu berbaju merah yang segera
memutarnya kembali sambil melancarkan bacokan berikutnya.
"Bagus. ." bentak Liong Tian im, "permainan kampakmu
paling banter hanya begini."
Dia segera manfaatkan kesempatan tersebut dengan
mengeluarkan jurus Jft-jd im tui heng (menyapu bayangan
mengejar jejak) senjata patung Kim-mo sin jin nya dengan
berobah menjadi serentetan bayangan emas, dengan
kecepatan yang paling tinggi menghantam punggung Busu
berbaju merah itu. "Aduuuuh . . ."
Di tengah udara berkumandang suara jerit kesakitan yang
memilukan hati, disusul kemudian semburan darah segar dari
mulut Busu itu. 1075 Dengan tubuh sempoyongan dan wajah memucat, orang
itu mundur beberapa langkah ke belakang lalu roboh
terjungkal keatas tanah. "Parahkah lukamu ?" Kwan Hong segera menegur dengan
suara gemetar karena cemas.
Dengan wajah memancarkan kebencian, Busu berbaju
merah itu mendongakkan kepalanya dan melotot sekejap ke
arah Liong Tian im, lalu sambil menyeka noda darah yg
membasahi ujung bibirnya, dia berteriak keras dengan suara
parau: "Orang she Liong, hutang berdarah ini pasti akan ditagih
seseorang kepadamu .."
"Hmm. . untuk sementara waktu kami akan melepaskan
kalian hari ini." seru Kwan Hong pula dengan penuh amarah
dan kebencian. "tapi tidak sampai tiga hari, aku Kwan Hong
pasti akan mencari dirimu lagi dan pada waktu itu
Pendekar Seribu Diri 2 Gento Guyon 7 Topeng Tamu Dari Gurun Pasir 10
^