Pencarian

Cincin Maut 14

Cincin Maut Karya Tjan Id Bagian 14


hmm..hmm... kau harus memberikan keadilan kepadaku. ."
Dia menggeserkan tubuhnya yang berat, dan membopong
Busu berbaju merah itu naik ke atas kuda lalu di iringi
hentakkan keras, dia membawa Busu berbaju merah itu
berlalu dari situ. Di tengah keheningan itu, kini tinggal Leng Ning ciu dan
Liong Tian im bardua, mereka berdua merasakan betapa
cepatnya perubahan yang terjadi di dunia ini, juga terbayang
lagi semua pengalaman yang telah dialaminya selama ini . . .
Hujan yang rintik melayang layang ditengah angkasa,
diatas jalan yang becek dan berlumpur sudah tak nampak
sesosok bayangan manusia pun. Tinggal beberapa orang
1076 petani yang masih berada di sawah untuk membereskan
rerumputan liar yang mereka kumpulkan sepanjang hari . . .
Ditengah hujan yang membasahi seluruh jagad, tiba tiba
muncul dua orang penunggang kuda yang berjalan
menembusi air hujan, menelusuri jalan yang becek menuju ke
depan sana. "Empek Leng. ." pemuda yang berada disebelah kiri itu
seperti tak mampu menahan kemurungan hatinya, setelah
maju sekian lama, akhirnya dia berseru lagi kearah si kakek
yang berada diiebelah kanannya.
"Harap kau jangan marah lagi" Kakek berjenggot hitam itu
berwajah sedingin es seakan akan mukanya dilapisi dengan
salju nan dingin, alis matanya yang tebal nampak berkerenyit
dan mulutnya mengulum tertawa dingin yang menyeramkan.
Dengan perasaan mendongkol dia menyahut.
"Mengapa aku harus marah" Dengan kedudukan Leng
Hongya dalam dunia persilatan siapakah yang tidak
menghormati diriku sebagai Leng Hongya bila berjumpa
denganku". . Sekarang, hmm, sungguh tak kusangka dalam
keluargaku tertimpa musibah macam begini, bakal ditaruh
kemanakah wajah tuaku ini" Di kemudian hari, bagaimana
mungkin aku punya muka untuk berjumpa pula dengan
ayahmu." "Aaii..." Kwan Hong ikut menghela napas panjang, "adikku
itu memang tak tahu urusan, padahal dia merupakan seorang
gadis yang cerdik tapi heran mengapa dia bisa melakukan
perbuatan seperti ini" jangan toh kau aku sendiripun tak
pernah menduga akan terjadi peristiwa ini, tatkala urusan
telah berlangsung, aku segera tahu bahwa persoalan ini tak
1077 mungkin tidak ku laporkan kepada kau orang tua, jikalau kau
sampai menegur dikemudian hari, bukan saja siaute tak
sanggup untuk memikul tanggung jawab ini, bahkan ayahku
sendiri juga tak bisa memberikan pertanggungan jawabnya
kepada empek Leng, sebab bagaimanapun juga, empek Leng
berada di rumah kami sewaktu peristiwa tersebut
berlangsung, aai, benar-benar menyedihkan hati"
Leng Hong ya mendengus dingin.
"Bila budak itu berhasil kutemukan, aku harus mengikat dia
rumah, ia tidak melihat dulu bagaimana tersohor dan
tingginya kedudukan lembah Tee ong kok dalam dunia
persilatan, kalau toh harus memilih besan, paling tidak juga
harus besan dan keluarga ternama, tapi sekarang, aaai. . .
kalau perempuan sudah dewasa memang payah."
"Betul juga perkataan ini" Kwan Hong menyambungi lagi
perkataan tersebut. "pengetahuan si moay kelewat picik, kalau
ingin kawin masa kawin dengan laki laki bertampang begitu"
padahal ayah ibuku menganggapnya melebihi putri sendiri,
sedangkan keluarga Kwan juga boleh dibilang mempunyai
nama yang setaraf dengan Tee ong kok, berbicara soal
kekayaan...hmm, empek Leng, harap kau orang jangan marah
bila ucapan siaute terlalu kasar dihadapan empek Lang, aku
benar benar tak berani sembarangan berbicara."
"Tak menjadi soal!" kata Leng Hong ya senyum tak
senyum. "kita toh sudah hampir menjadi sekeluarga, masa kau
mesti bersungkan sungkan lagi terhadap diriku" Ayahmu
pernah membicarakan persoalan ini denganku, ia bermaksud
akan mengawinkan kalian diakhir tahun inilah aku rasa kau
sudah cukup dewasa, kalau cepatan kawinpun merupakan
suatu kejadian yang baik, hanya saja..."
1078 Kwan Hong merasakan jantungnya berdebar keras, cepat
cepat dia berseru. "Empek Leng, mungkinkah siautit tidak cocok dengan
selera kau orang tua...."
"Bukan... bukan begitu !" Leng Hongya menggeleng,
"sekarang Leng Ning ciu sudah kabur dengan orang, berita
yang memalukan ini kurang baik jika sampai tersiar dalam
dunia persilatan aku kuatir watak bocah ini tidak cocok dengan
wataknya . . ." ocOoo ocOoo "AAAAl . . . bukannya siautit sengaja mengucapkan kata
kata yang kurang sedap didengar." kata Kwan Hong sedih, rni
moay memang kelewat tak tahu diri, kalau toh dia hendak
mencari jodoh, sudah seharusnya kalau memilih yarg
bertampang bagus, namun kenyataannya dia malah menuju
dengan bocah keparat yang sesungguhnya tidak sesuai
baginya. ." "Kwan Hong. . ." mendadak Leng Hong ya mengalihkan
sorot matanya yang dingin itu ke atas wajah Kwan Hong,
sedangkan suara panggilannya juga sengaja ditarik sangat
panjang menantikan jawaban dari Kwan Hong.
Dengan hormat Kwan Hong segera menyahut.
"Empek Leng, jika kau ingin mengucapkan sesuatu,
silahkan saja diutarakan, asal siautit mampu melakukannya,
pasti akan kuusahakan untuk melakukannya bagi kau orang
tua, empek Leng silahkan kau utarakan."
1079 "Sudah sekian lama kau membicarakan tentang tingkah
laku Ning ciu anak gadisku itu, tapi belum kau terangkan dia
telah kabur dengan sauya dari perguruan mana, coba kau
sebutkan namanya, aku ingin tahu orang itu ku kenal atau
tidak." "Lebih baik tak usah disinggung lagi. ." ujar Kwan Hong
dengan nada kesal "bila dibicarakan, Empek Leng sudah pasti
akan dibuat mendongkol setengah mati, buktinya manusia
macam siautit yang cukup berjiwa besar pun-dibikin kesal. .
yaa jika si moay mengikuti keparat tersebut, maka
keadaannya ibarat sekuntum bunga indah ditancapkan di-atas
tahi kerbau, sayang sekali dengan kecantikan wajahnya itu."
"Sebenarnya siapakah orang itu?" desak Leng Hong ya
lebih jauh dengan kening berkerut.
Kwan Hong menghela napas panjang.
"Empek Leng, lebih baik kau lihat sendiri saja, bila siautit
yang melaporkan, mungkin si moay akan mendendam
kepadaku, andaikata dia memberikan kesulitan untuk siaute. .
waaah ini baru berabe namanya"
Ucapan demi ucapan dari Kwan Hong terasa seperti
mengelitik hati Leng Hong ya, dia ingin sekali bisa terbang dan
segera menyusul putrinya. Dia ingin tahu lelaki tak punya
mata macam apakah yang berani menggaet putri Leng
Hongya dari lembah Tee ong kok, Tentu saja yang paling
penting adalah untuk melihat apakah lelaki bernyali besar itu
cukup pantas menjadi menantunya keluarga Leng atau tidak.
Sesudah mendengus dingin, katanya kemudian.
1080 "Kwdan Hong, sesungguhnya kau menyintai Leng si moay
mu atau tidak ?" Kwan Hong segera merasakan semangatnya bangkit
kembali. "Apa aku perlu menerangkan lagi" Dari sikap siautit yang
begitu membelai Leng si moay, seharusnya empek Leng tahu
betapa cintanya siautit kepadanya, waktu itu seandainya
siautit tidak bertindak gegabah, tak nanti Leng si moay sampai
dirampas orang. . ."
"Dirampas orang ?" seru Leng Hongya terkejut. "kau
maksudkan Ning ciu dirampas oleh bocah keparat itu."
Kemudian setelah tertawa seram, terusnya:
"Sungguh tak disangka, baru berapa hari saja aku Leng
Hongya tidak berkelana dalam dunia persilatan, ada orang
yang sudah berani merampas putri dari aku she Leng. Hmmm,
ingin sekali kusaksikan manusia berkepala tiga berlengan
enam macam apakah yang telah mencari gara-gara dengan
diriku" Aku ingin tahu apakah dia sudah makan hati beruang
atau memang merasa bernyawa rangkap."
"Empek Leng" buru-buru Kwan Hong berseru lagi "kalau di
bilang dirampas olehnya, hal inipun rasanya kurang tepat,
sebab Leng-si moay sendiripun tampaknya ada hasrat untuk
mengikuti bocah keparat tersebut, sikapnya yang setengahsetengah
inilah menyebabkan terjadinya peristiwa seperti hari
ini." 1081 "Kalau begitu, putriku yang tertarik kepadanya..." seru
Leng Hong ya dingin. "Soal ini..." Kwan Hong segera tertawa getir. "soal ini mah
aku sendiripun kurang tahu."
"Hmm, aku harus menyelidiki persoalan ini sampai jelas,
aku ingin tahu siapakah yang mempunyai nyali sedemikian
besar..." seru Leng Hong ya kemudian penuh kebencian.
Dua orang itupun melanjutkan kembali perjalanannya
menelusuri jalan yang becek dan hujan yang makin deras
menuju ke depan sana. Tak selang berapa saat kemudian, sampailah mereka
didalam sebuah kota besar.
Sambil menuding kearah rumah penginapan Hong yen yang
mengibarkan panji berhuruf "Lo", Kwan Hong berkata:
"Empek Leng, bocah keparat tersebut tinggal di situ"
"Kau tak salah melihat " Selidiki dahulu sejelas jelasnya
sebelum bertindak . ."
Kwan Hong segera tertawa seram.
"Siautit sudah menyelidiki persoalan ini cukup jelas, bocah
keparat itu menuju ke selatan bersama Si moay, disini mereka
berdiam selama tiga hari, asal empek Leng melakukan
penyelidikan segala sesuatunya akan menjadi beres."
Leng Hongya mendengus dan lompat turun dari atas
kudanya, kemudian setelah menyerahkan tali les kudanya
1082 kepada Kwan Hong dengan langkah lebar dia berjalan menuju
kedalam ruangan. Pelayaii segera muncuI sambil menyambut kedatangannya:
"Toaya apakah kau hendak menginap disini." sapanya.
Leng Hongya mendengus dingin sambil mendorong pelayan
itu serunya kasar. "Minggir kau..."
Pelayan itu tidak mengira kalau tamunya adalah seorang
tamu kasar yang tak tahu aturan sambil duduk tertegun
dilantai, ia lantas-berseru. "Toaya..."
Kwan Hong yang menyusul dari belakang segera berkata
pula. "Kami datang mencari orang, tiada urusan denganmu."
Sementara itu Long Hongya, sudah memandang sekejap
keseluruh ruangan kemudian tegurnya:
"Mereka berada didalam kamar yang mana?"
"Aku sendiripun tak tahu" sahut Kwan Hong agak tergagap,
"soal ini harus ditanyakan kepada ciangkwee . ."
Leng Hongya benar benar merasakan hatinya amat gelisah,
kalau bisa dia ingin segera menemukan Leng Ning-ciu dan
menyeretnya pulang ke rumah, maka sambil melompat ke
depan meja sang kasir, dia cengkeram kakek kurus kering
dibelakang meja itu dan membentak:
1083 "Di dalam kamar manakah tinggal seorang lelaki dan
seorang perempuan . . . ?"
"Disaaa . . dikamar sana .." jawab sang kasir dengan tubuh
menggigil karena ketakutan.
Lebg Hongya mendengus dingin, ia segera menyerobot ke
depan kamar itu dan berteriak keras sambil menggedor pintu:
"Bocah keparat, menggelinding keluar kau" suasana dalam
ruangan itu sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun
seakan akan tiada oraag yang berdiam disitu.
Leng Hongya makin naik pitam, sambil menendang pintu
kamar itu keras keras, teriaknya lagi:
"Buka pintu... buka pintu!"
"Siapa?" Dari dalam kamar berkumandang suara teguran yang
dingin dan kaku seperti suara es.
Leng Hongya yang sedang merasa gusar bertambah gusar
lagi setelah mendengar suara jawaban tersebut, ibaratnya api
bertemu minyak, dia segera mendongakkan kepalanya sambil
tertawa seram. Kemudian dengan suara dingin dia menegur.
"Nenek moyangmu yang telah datang, bocah keparat!
Cepat bukakan pintu untuk bapakmu.
"Hmm. ." 1084 Sekali lagi berkumandang suara dengusan dingin dari
dalam ruangan tersebut, menyusul kemudian pintu terbuka
dan muncullah seorang pemuda berjubah biru bertopi hijau.
"Kau hendak mencari siapa?" tegur pemuda itu ketus.
"Bocah keparat" teriak Leng Hongya amat gusar, "kau telah
menyembunyikan putriku di mana?"
Kwan Hong tertegun, ia tidak menyangka kalau pemuda
yang munculkan diri itu bukan Liong Tian-im, melainkan
seorang pemuda yang sama sekali tidak dikenal.
Dia segera tahu kalau kesalahan paham ini berakibat fatal,
maka cepat cepat dia berseru:
"Empek Leng, bukan dia."
"Apa ?" Leng Hong ya melotot besar sambil membentak,
"mengapa tidak kau katakan sedari tadi ?"
Selama ini dia adalah seorang yang angkuh dan tinggi hati,
tak pernah memandang sebelah matapun terhadap orang lain,
tahu kalau salah oratfgj dia lantas berjalan menuju ke kamar
yang lain, jangankan minta maaf atas kesalahannya,
memandang sekejap pun tidak.
Dengan suara dingin pemuda itu segera berkata:
"Kau sudah berteriak teriak dan berkaok-kaok macam


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

orang sinting, sehingga kami suami isteri berdua terbangun
dari tidurnya, sekarang, apakah kau akan pergi dengan begitu
saja?" Leng Hong ya tertegun kemudian tertawa terbahak bahak.
1085 "Haaah, haah haaah, mau apa kau?"
"Jika kau tak tahu aturan, tentu saja aku mempunyai cara
yang tak tahu aturan pula untuk menghadapi dirimu, mengapa
kau tidak mencoba untuk bertanya kepada orang lain apakah
aku Say hong kiam kek (jago pedang angin barat) It bun Bong
adalah seorang manusia yang gampang dipermainkan."
Leng hong ya tidak menyangka kalau pemuda yang tekebur
dia tinggi kiri ini tak lain adalah putra dari Hay sim sancu It
bun Yau. Setelah termangu mangu berapa saat, ia lau tas menegur.
"Baik baikkah ayahmu ?" It bun Bong tertawa seram.
"Heeeh heeeh, heehe. terima kasih atas perhatianmu,
cuma sayang sekarang bukan saatnya bagi kita untuk
membicarakan masalah tersebut tak perlu karena kau telah
mengusikku, maka akupun tak akan melepaskan kau dengan
begitu saja . .." Dia melompat ke depan, tiba tiba saja telapak tangan
kirinya melancarkan sebuah cengkeraman ke arah badan Leng
Hongya. Menghadapi serangan tersebut, Leng Hong ya nampak
tertegi"n, dia seperti tidak menyangka kalau orang ini bernyali
begitu besar sehingga terhadap dia pun berani turun tangan
sedemikian kasarnya. Setelah mendengus dingin ujarnya kemudian:
1086 "Kau masih selisih jauh sekali, sekalipun ayahmu datang
sendiri juga tak berani bertindak sewenang wenang kepadaku
. ." Bahunya bergerak sedikit, tahu tahu serangan yang sangat
dahsyat itu berhasil dihindari dengan amat indah, bahkan
telapak tangamya membalik dan secepat kilat membabat urat
nadi lt bun Bong. Tindakan semacam ini sama sekali diluar dugaan It bun
Boog, membuat pemuda tersebut terkesiap dan cepat cepat
mundur sejauh tujuh delapan Iangkah.
Kwan Hong buru buru maju kedepan sambil berseru:
"Saudara It bun, dia adalah Leng Hongya, kita semua
adalah orang orang sendiri."
"Oooh ... rupanya empek Leng dari lembah Tee ong kok."
seru It bun Bong sambil tertegun
Leng Hongya mendengus dingin, "Hmmm, seandainya tidak
memandang di atas wajah It bun Hu, hari ini Leng Hongya
pasti akan memberi pelajaran yang setimpal kepadamu"
lt bun Bong mengiakan berulang kali, buru buru
mengundurkan diri kembali kedalam kamarnya.
"Ayah..." Mendadak dari beIakang tubuh Leng Hong ya
berkumandang suara panggilan merdu.
Leng Hongya segera merasakan seluruh tubuhnya gemetar
keras, buru buru dia berpaling, tampak olehnya Leng Ning ciu
1087 sudah berdiri dibelakang tubuhnya dengan wajah murung,
sedih tercampur ketakutan.
Memandang raut wajah putrinya yang lembut, Leng
Hongya merasakan hatinya menjadi hampir saja ia tak tahan
untuk menegur apalagi mendamprat putrinya yang dipelihara,
dan dididik semenjak kecil itu.
Namun wajahnya masih tetap dingin seperti es, setelah
mendengus berat teriaknya keras.
"Ning ciu, mana bocah keparat itu?"
"Ayah. . siapa yang kau maksudkan."
"Aku maksudkan manusia tekebur yang berani melarikan
putriku dan tidak memandang sebelah matapun terhadap
keluarga Leng itu." seru Leng Hongya dengan nada tak
senang hati, "aku ingin menyaksikan apakah bocah tekebur itu
mempunyai lima buah batok kepala."
Ketika Leng Ning ciu menyaksikan Leng Hongya dan Kwan
Hong muncul bersama di situ, dia sudah tahu kalau urusan
tersebut telah berkembang semakin besar, dia cukup
memahami watak dari Leng Hongya ini, apabila sedang tidak
berkenan dihati, bisa jadi dia akan turun tangan membunuh
orang. Sekarang mereka telah muncul disitu, hal ini berarti apabila
Liong Tian im sempat bersua muka dengan Leng Hongya,
niscaya akan berkobar suatu pertarungan sengit disana.
Dengan kepandaian silat yang dimiliki Leng Hongya, belum
tentu Liong Tian im sanggup untuk menandingi kelihayannya,
bisa jadi pemuda itu akan tewas ditangan ayahnya.
1088 Maka dari itu, dengan cepat dia memutar otaknya mencari
akal, setelah itu serunya dengan cemas:
"Ayah, kau jangan mempercayai obrolan dari Kwan Hong !"
Kwan Hong menjadi tertegun, serunya cepat dengan suara
gemetar. "Si moay, kau . .."
"Kuperingatkan kepadamu, janganlah sekali kali kau coba
untuk merenggangkan hubungan dari kami berdua" kata Leng
Ning ciu sambil menarik mukanya, "apa yang telah kau
lakukan pada hari itu, kau sendiri sudah jelas, janganlah
mendesak diriku sehingga menyiarkan busukmu itu secara
umum." Paras muka Kwan Hong berubah hebat, serunya cepat.
"Si moay, bila ada persoalan katakan saja secara baik baik."
Kemudian sesudah tertawa getir, lanjutnya.
"Empek Leng, siautit toh sudah bilang, mengurusi masalah
semacam ini makin parah, tiada hasil apapun yang akan
kuperoleh,serangan Si moay mendamprat siautit lagi . . aaai
tahu begini aku tak akan sudi untuk mengurusi persoalan ini."
"Dalam hal ini aku tak akan menyalahkan dirimu." kata
Leng Hong ya cepat. Pelan-pelan dia maju dua langkah ke depan kemudian
melanjutkan: 1089 "Ning ciu." muka Leng Ning ciu segera berubah hebat, buru
buru serunya dengan gelisah, "Ayah, sekarang aku masih
belum ingin pulang. aku ingin berkelana lebih dulu dalam
dunia persilatan sebelum kembali ke Lembah Tee ong kok.
Ayah, apakah kau tidak lega hati membiarkan putrimu."
Leng Hong ya tertawa dingin.
"Heeh. . heeeh... aku hanya mempunyai seorang putri
macam kau, tentu saja aku tak akan berlega hati membiarkan
seorang anak gadis berkelana seorang diri dalam dunia
persilatan kendatipun mengandalkan nama Tee ong kok kita,
orang lain tak akan berani mengusikmu, tapi kelicikan dan
bahayanya dunia persilatan sukar diduga, tak urung akan
terjadi juga suatu peristiwa yang sama sekali diluar dugaan."
Setelah menghela napas panjang, seperti menyimpan suatu
persoalan yang merisaukan hatinya, dia berkata lebih jauh.
"Lagi pula ayah sudah tua, aku ingin mencarikan jodoh
bagimu mumpung ayah masih hidup sekarang, bila persoalan
ini bisa kuselesaikan dengan segera maka aku pun akan mati
berlega hati." Merah dadu selembar wajah Leng Ning ciu setelah
mendengar perkataan tersebut serunya agak tersipu sipu:
"Putrimu masih kecil, lebih baik persoalan ini kita bicarakan
lagi dikemudian hari-saja."
"Tidak !" seru Leng Hoagya dengan tegas, "sekarang juga
kau harus pulang ke rumah, aku tak akan mengijinkan kau
berkelana seorang diri dalam dunia persilatan, setelah kita
1090 pulang ke lembah Tee ong kok, aku akan segera memanggil
orang untuk mempersiapkan perkawinanmu ini . . ."
Kwan Hong segera merasakan jantungnya berdebar keras
sesudah mendengar perkataan itu, sambil maju ke depan
timbrungnya: "Si moay, apa yang diucapkan empek Leng merupakan
kenyataan semua . . ."
Leng Ning ciu segera tertawa dingin tukasnya dengan
cepat: "Siapa yang suruh kau banyak berbicara " ini adalah urusan
kami ayah dan anak, kau yang tiada sangkut pautnya lebih
baik jangan turut campur."
Untuk sesaat lamanya aka menjadi tertegun dan
membungkam dalam seribu bahasa, malah setelah disemprot
oleh Leng Ning cu dengan kata kata yang tajam dia menjadi
gelagapan dan tak tahu apa yang mesti dilakukan.
Sikapnya yang tersipu sipu dan mengenaskan ini segera
memancing semua orang yang berada dalam rumah
penginapan itu mulutnya sambil tertawa terbahak bahak.
Leng Hongya merasa kasihan, maka segera bentaknya:
"Ning ciu, kau tak boleh bersikap demikian terhadap Kwan
Hong, mengerti !" "Huuuuh, sikapku ini masih terhitung sungkan." kata Leng
Ning-ciu mendongkol "coba kalau sampai kemarahanku
memuncak, dia akan lebih runyam lagi keadaannya."
1091 Leng Hongya segera berpaling dan berseru:
Kwan Hong, sekarang kau seret keluar bocah keparat
tersebut, bila dia sudah kabur ketakutan, kuberi waktu selama
tiga hari kepadamu untuk menyeretnya kembali."
Kwan Hong menjadi terkesiap setelah mendengar ucapan
tersebut, serunya cepat cepat:
"Tapi. . empek Leng, aku tidak tahu dia tinggal dikamar
yang mana?" Baru saja dia hendak bertanya kepada Leng Ning cio,
mendadak ia menyaksikan Liong Tian im sedang berjalan
masuk dari depan pintu rumah penginapan ito, diam diam ia
menjadi sangat kegirangan kepada Laug Hongya serunya
dengan cepat: "Empek Leng, itu dia orangnya. ."
Leng Hongya berpaling, dia menyaksikan seorang pemuda
sedang membersihkan tubuhnya dari butiran air hujan yang
melekat di badannya. Melihat itu api amarahnya segera berkobar sambil tertawa
seram segera teriaknya keras keras:
"Hei kau . kau si bocah keparat, cepat menggelinding
kemari. . ." Bentaknya itu membuat sang pemuda berkerut kening lalu
mendongakkan kepalanya. Menanti empat mata saling bertemu, Leng Hongya baru
berseru dengan nada tercengang.
1092 "Ooooh, rupanya kau.,." Kemudian setelah berhenti sejenak
dia menambahkan: "Mana Bok toako mu?"
"Hmm, sejak berpisah di lembah Tee-ong kok hingga kini
sudah cukup lama kita tak bersua." kata Liong Tian im dingin,
"kini kau datang ditemani saudara Kwan, entah ada urusan
apa." Pemuda ini sungguh jumawa dan tinggi hati berhadapan
dengan seorang tokoh berkedudukan tinggi pun sikapnya
masih sinis dan menghina, bahkan berani berbicara
sedemikain angkuhnya ke semuanya ini segera mengobarkan
napsu membunuh di dalam hati Leng Hongya.
Dengan kening berkerut dan sepasang mata merah
membara, dia mengawasi lawannya lekat lekat.
"Liong Tian im mengapa kau melarikan putriku?" tegurnya
kemudian dengan suara menyeramkan.
Liong Tian im nampak tertegun setelah mendengar
perkataan itu, dia tak menyangka kalau pihak lawan akan
mengucapkan kata kata yang begitu tak sedap didengar.
Sesudah mencibirkan bibir, dia balas menanya dengan nada
ketus: "Apa maksudmu?"
"Aku menginginkan nyawamu. ." seru Leng Hongya dengan
penuh kebencian. "Ayah. ." 1093 Leng Ning ciu menjerit dengan suara yang memilukan hati,
sementara air matanya berderai dengan derasnya membasahi
pipinya yang putih dan halus.
"Ayah, mengapa kau menuduhnya dengan kata kata yang
kasar?" keluhnya pedih.
Leng Hongya tertawa dingin.
"Heeehh. . heeh. . heeeh apa yang mesti kukatakan"
Apakah hal ini bukan suatu kenyataan" kalau aku tidak
menyusul tampil disini, siapa tahu apa yang hendak kalian
lakukan lebih jauh . " Hmmm."
Kwab Hong yang berada disisinya segera mengangguk
berulang kali sambungnya:
"Ucapan dari empek Leng memang benar, seandainya kita
tidak segera menyusul kemari, sudah pasti Si moay akan
menderita kerugian. . bila sampai demikian. Oooh, benar
benar suatu kejadian yang amat mengenaskan. ."
Rupanya orang ini telah mengarahkan ucapannya ke hal-hal
yang jorok dan cabul. Kontan saja Leng Ning ciu melotot besar karena marah,
sebaliknya paras muka Liong Tian im berubah hebat.
"Kwaa Hong, kau manusia rendah yang tak tahu malu."
bentak Liong Tian im kemudian dengan gusarnya.
Kwan Hong menjengek dingin.
1094 "Hmm aku Kwan Hong memang bukan seorang lelaki sejati,
namua akupun tak akan berlaku seperti kau, menipu dan
menggaet seorang anak gadis yang belum tahu urusan . ."
"Apa ?" teriak Liong Tian im semakin gusar, "kau berani
berbicara sembarangan ?"
Sorot matanya yang tajam bagaikan sembilu itu dialihkan
ke wajah Kwan Hong dan menatapnya lekat lekat.
Kwan Hoag menjadi bergidik hatinya, untuk sesaat dia
menjadi gelagapan dan tak mampu menjawab, akhirnya
dengan ketakutan dia menyembunyikan diri dibelakang Leng
Hongya. Leng Hongya segera mendengus dingin.
"Hmm, nampaknya kau ingin berlagak di hadapanku..."


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

jengeknya sinis. "Tidak berani, tapi dihadapanmu siapa saja akan berlagak. .
." Leng Hongya betul betul gusar sekali, dia mengayunkan
tangannya dan secara tiba tiba menghajar ke arah sikut Liong
Tian-im. Tindakan ini sama sekali diluar dugaan Liong Tian im,
memaksanya harus berganti posisi sambil melancarkan
serangan balasan. "Blaaaamm. ." Benturan dari sepasang telapak tangan itu menimbulkan
suara ledakan yang keras dan memekikkan telinga, dinding
1095 ruangan bergoncang keras seperti mau roboh, membuat
semua orang yang berada dalam rumah penginapan itu kabur
tunggang langgang, kuatir menjadi korban.
Dengan suara dingin Leng Hong ya berseru:
"Hmm, tampaknya kau sibocah keparat hebat juga, baru
berpisah berapa hari, tenaga dalammu telah memperoleh
yang amat pesat." Baru saja dia akan melancarkan serangan lagi mendadak
Leng Ning ciu menyelinap ke hadapannya dan berseru sambil
menggoyang tangannya berulang kali.
"Ayah, jangan turun tangan."
Orang bilang: Bila gadis sudah dewasa, dia akan lebih
condong keluar. Nyatanya ucapan ini memang benar.
Leng Hongya tidak menyangka kalau putrinya tak segan
menurunkan derajat sendiri dengan membelai orang lain,
kemarahan yang sudah memuncak, kini makin menjadi-jadi.
"Enyah kau!" bentaknya kemudian.
"Tidak!" bantah Leng Ning Ciu sambil menantang. "Tidak
ayah, bila kau hendak menghadapi Liong Tian im maka
putrimu akan segera mati disini, dia adalah orang baik, kau
tidak seharusnya bersikap demikian terhadapnya."
"Hmm..." Kwan Hong mengejek sinis, "Si moay, keliru besar
bila kau bersikap demikian, empek Leng bersusah payah
1096 datang kemari, tujuannya tak lain adalah untuk menjatuhi
hukuman kepada keparat tersebut, tapi kau..."
"Tutup mulut..." bentak Leng Ning ciu dengan wajah
membesi "enyah kau dari sini!"
Pengusiran secara kasar dari Leng Ning ciu ini benar benar
meletakkan Kwan Hong dalam posisi yang serba susah, tindak
tanduknya yang memojokkan, membuat dia merasa amat
kehilangan muka. Paras muka Kwan Hong segera berubah hebat dia merasa
api amarahnya, meski sudah berkobar hingga mencapai pada
puncaknya, namun ia tidak berani memberikan pernyataan
apapun, terpaksa katanya sambil tertaw kering:
"Si moay mau apa kau?"
"Tiada persoalan yang akan aku bicarakan denganmu."
seru Leng Ning ciu dengan wajah dingin, "tempat ini
merupakan usaha dagang orang, kau jangan mengacau usaha
orang lain mencari uang, Kwan Hong, enyah kau dari sini,
kalau tidak aku tak akan mengenalimu lagi."
Saking marahnya Kwan Hong tertawa seram.
"Heehee .. empek Leng, tampaknya aku harus bermohon
diri lebih duIu, Si moay akan tidak begitu merasa senang
menyaksikan kehadiranku disini, anggap saja siautit yang
banyak urusan sehingga mencampuri urusan yang sama sekali
tiada sangkut pautnya dengan diriku ini aaaii, nampaknya jadi
orang baik pun sukar."
Leng Hongya sendiri pun merasa tak tahan oleh sikap
putrinya itu, namun dia pun merasa enggan untuk
1097 mendamprat putrinya dihadapan orang banyak, maka segera
memberi tanda kepada Kwan Hong dengan kerlingan mata,
katanya. "Kau tak usah pergi, memang beginilah watak dari Ning ciu,
dikemudian hari kau pasti akan terbiasa dengan wataknya
tersebut," Sesungguhnya Kwan Hong memang merasa berat hati
untuk meninggalkan tempat itu, namun karena dia diletakkan
pada posisi yang tak enak dan selalu dipojokkan oleh keadaan,
terpaksa dia harus keraskan kepala untuk pergi dari situ.
Maka ketika Leng Hongya yang justru menahannya tetap
berada disitu segera berkenan dalam hatinya, setelah tertawa
dingin katanya. "Empek Leng, kau suruh siautit tetap tinggal disini, meski
siautit punya nyali yang lebih besarpun aku tak akan berani
menolak perintahmu, akan tetapi aku lihat sikap Si moay
sedikit rada tak beres, seolah olah dia merasa hatinya lega
apabila siautit sudah menyingkir dari sini, maka aku lihat lebih
baik siautit menyingkir saja lebih dahulu, bila sikap Si moay
sudah rada baikan barulah aku datang lagi minta maaf kepada
Si moay sekalian memenuhi seruan empek Leng."
OOOOOJOOO Leng Hongya tertawa terkekeh kekeh dengan serunya.
"Kau tak usah ribut dengan Ning ciu, belakangan waktu
sudah berkumpul dalam serumah sekalipun dalam sikapnya
1098 ada yang tak beres kau sudah seharusnya... sudah seharusnya
mengalah sedikit." Dia memang ada maksud untuk menganggap pemuda itu
sebagai menantunya meski, niat tersebut tak berani di
utarakan secara blak-blakan, namun bisa ditangkap dari nada
pembicaraannya. Kwan Hong bukan seorang manusia tolol, selama ini dia
memang sedang menunggu kesempatan baik untuk di
tunggangi. Maka begitu kesempatan yang dinantikan telah tiba, tentu
saja dia tak akan melepaskannya dengan begitu saja, buru
buru serunya sambil tertawa:
"Tentu saja... tentu saja, apa yang telah empek Leng
pesankan, sudah pasti akan siautit laksanakan heheheee, usia
si moay masih muda, dia memang gampang terpengaruh oleh
bujuk rayu picisan dari kaum manusia bermoral bejad, sebab
dia terlalu sedikit memahami kehidupan dalam masyarakat ini,
dia tidak mengetahui betapa licik dan berbahayanya manusia
didunia ini, banyak diantara mereka yang berpura pura baik,
padahal perbuatannya semua hampir merupakan perbuatan
yang merugikan banyak orang."
?"aatn tahun, aku pernah menjumpai saatu peristiwa di
keresidenan Siang-than dalam propinsi Oh tam, peristiwa
tersebut hampir sama dengan kejadian pada hari ini. Rakyat
yang hidup di Siant than kebanyakan hidup sederhana tapi
gembira." "Ditempat itu terdapat seorang hartawan she Lim yang
mempunyai seorang putri bernama Siau giok, dia masih kecil
dan tidak begitu memahami terhadap persoalan di dunia."
1099 "Suatu hari, dia berkenalan dengan seorang pemuda,
pemuda itu berjiwa bejad dan banyak sudah melakukan
kejahatan, ketika Si kemuda suatu ketika berkelana sampai di
Siang than, ia jadi tertarik ketika bertemu dengan Siau giok
yang berparas cantik itu.
"Dengan berbagai bujuk rayu akhirnya dia berhasil menipu
Siau giok untuk diajak pergi ke luar desa, bahkan berhasil pula
menggaet sejumlah kekayaan dari hartawan Lim tersebut."
"Seandainya pemuda itu mau hidup hemat dan jujur, sudah
pasti kehidupannya akan sangat gembira, siapa sangka,
setelah berada di luar desa, ia mulai mempermaikan Siau giok,
bahkan akhirnya memaksa Siau giok untuk melayani tamu
tamu yang membayar kepadanya."
"Dalam keadaan itulah, secara kebetulan siautit lewat disitu
setelah kudengar berita ini, segera kubunuh pemuda laknat
tersebut dan menghantar Siau-giok pulang kedusunnya."
Berbicara sampai disini, dia lantas tertawa bangga,
kemudian melanjutkan: "Empek Leng, dilihat dari contoh peristiwa tersebut, dapat
disimpulkan kalau dalam dunia ini terdapat beraneka ragam
manusia yang bertujuan untuk mencapai maksudnya saja
tanpa memperdulikan tindakan macam apakah yang dia
gunakan." "Enyah kau dari sini !" bentak Leng Ning ciu dengan gusar,
"tak ada orang yang menyuruh kau menjual jamu disini !"
Kwan Hong melirik sekejap kearah Liong Tian im, kemudian
katanya lagi. 1100 "Si moay, apa yang kuceritakan barusan semuanya
merupakan suatu kenyataan !"
"Bagus sekali." seru Leng Hongya cepat, "kau memang
seorang pemuda yang hebat, seorang pemuda yang
mempunyai masa depan cemerlang, semangat menolong
kaum lemah memang merupakan prinsip utama dari seorang
umat persilatan, walaupun orang persilatan menolong tanpa
pamrih, tapi bila bertemu dengan kasus seperti itu memang
sudah merasa seharusnya bila kau turun taman membantu."
Buru buru Kwan Hong berseru sambil tertawa:
"Ah. mana, mana, siautit hanya secara kebetulan saja
menjumpai peristiwa ini !"
Orang ini benar benar bermuka tebal, hampir setebal
dinding tembok besar, setelah mengobrol kesana kemari, dia
lantas berbangga hati menerima pujian orang.
Pada saat itulah, dari antara keramaian orang yang turut
mendengarkan obrolan tadi muncul seseorang yang
berdandan seperti seorang saudagar.
Setelah maju beberapa langkah kedepan dia menjura
seraya berkata: "Saudara, maaf bila aku menimbrung, aku Lim Tay pia
merasa kagum sekali atas semangat saudara yang bersedia
menolong kaum lemah dari penindasan, cuma aku merasa
agak heran dan ingin menanyakan berapa hal kepada saudara,
mohon sudilah kiranya saudara memberi petunjuk sehingga
kecurigaan dan ketidak mengertianku menjadi terbuka."
"Katakanlah sianseng" kata Kwan Hong dengan bangga.
1101 Lim Tay pia segera tertawa tergelak, "Haahaahaaa betulkah
saudara sudah berkunjung ke Siang than?"
Kwan Hong agak tertegun, kemudian dengan nada tak
senang sahutnya: "Siang than di propinsi Oh lam adalah sebuah tempat yang
indah dengan kehidupan rakyatnya yang sederhana,
berhubung aku ada hal ingin menyelesaikan suatu persoalan
disitu, aku pernah bermain selama beberapa hari disana .."
"Oooh, mengenai hartawan she Lim dari Siang tha yang
saudara ceritakan tadi, apakah saudara masih ingat siapa
nama aslinya ?" Kwan Hong menjadi tertegun, kemudian sahutnya.
"Kejadian ini sudah berlangsung cukup lama, bagaimana
mungkin aku bisa mengingatkan dengan jelas " Tapi yang
jelas hartawan itu she Lim tapi . . mengapa kau menanyakan
persoalan ini ?" "Waah. . aneh kalau begitu." seru Lim Tay pin sambil
menepuk kepala sendiri, yang jelas di kota Siang than propinsi
Oh lam hanya terdapat satu keluarga she Lim, bila saudara
berkata demikian hal ini sudah pasti tak akan cocok dengan
kenyataannya." Kwan Hong yang mendengar perkataan itu menjadi naik
pitam, segera benjaknya keras-keras.
"Kau ini manusia macam apa", berani benar mengucapkan
perkataan yang tidak-tidak. Siang tham luas tempatnya,
1102 darimana kau bisa tahu kalau di sana hanya terdapat satu
keluarga she Lim saja" Aku lihat, lebih baik kau segera pergi
saja, aku tak punya waktu untuk ribut denganmu..."
"Sobat, ada sepatah kata yang kurang sedap didengar."
kata Lim Tay pin serius, "aku Lim Tay pin sudah lima generasi
hidup di Sang-tham, selama ini belum pernah ada keluarga
Lim kedua disana, kalau didengar dari cerita saudara tadi,
sudah jeIas keluarga kami yang dimaksudkan, terus terang
saja kami merasa tak terima dengan cerita bualan yang
saudara ucapkan tadi, sebab hal ini akan merusak nama baik
keluarga kami.." "Soal ini..." Kwan Hong menjadi tertegun.
"Haahaahaaa..." ketika para tamu menyaksikan cerita
bualan dari Kwan Hong kena dibongkar oleh saudagar she Lim
itu, tak tahan lagi tertawa terbahak-bahkan, bahkan banyak
diantaranya yang segera berlalu dengan pandangan sinis.
Kwan Hong menjadi gusar sekali sehingga paras mukanya
berubah hebat, keadaannya tampak lebih mengenaskan lagi.
Ternyata Lim Tay pin cukup tahu diri, dia segera
mengundurkan diri dari situ.
Dengan cepat Kwan Hong melompat ke depan dan
menghadang dihadapannya, kemudian dengan suara dingin
bentaknya. "Sobat, maknya kau, siapa suruh kau mengaco belo tak
karuan disini?" Walaupun Lim Tay pin hanya seorang saudagar, namun dia
bukan seorang yang takut ancaman, maka ketika dilihatnya
1103 Kwan Hong mencengkeram tubuhnya secara kasar, dia segera
membentak dengan marah: "Hai, kau tahu aturan tidak" Semua yang ku ucapkan
adalah kenyataan yang sebenarnya, Siang than adalah dusun
kelahiranku peristiwa apa pun yang terjadi disana tak pernah
akan terkelabuhi dimata kami, apalagi persoalan yang kau
ceritakan tadi justru berlangsung di rumahku, aku wajib
membersihkan keluargaku dari fitnahan yang keji itu. ."
Saudagar ini benar benar tidak takut mati, bukan saja dia
tak gentar menghadapi kematian bahkan masih berani
menunjukkan sikap yang keras kepala.
Kwan Hong segera mengangkat telapak tangannya kiri
sambil membentak gusar. "Kubunuh kau. ."
Rupanya Kwan Hong tahu kalau tak bisa membebaskan diri
dari posisi yang sangat memojokkan dirinya itu, dalam
keadaan apa boleh buat, terpaksa dia mengambil keputusan
untuk turun tangan dengan kekerasan.
Baru saja dia mengangkat telapak tangannya, suasana


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

diempat penjuru menjadi heboh, orang pada menuding ke
arah Kwan Hong sambil mencaci maki.
"Tahan!" Liong Tian im melompat kedepan dengan cepat lalu
membalikkan tangannya mencengkeram telapak tangan kiri
Kwan Hong, lalu bentaknya keras keras:
"Sekarang kau boleh melepaskan tanganmu!"
1104 Waktu itu Kwan Hong sedang diliputi amarah yarg
membara bara namua tiada tempat melampiaskan, maka
dilihat Liong Tian im mengayunkan tangannya sambil
melancarkan cengkeraman, dia segera mengebaskan tangan
kirinya sambil membentak:
"Penipu yang tak tahu malu, kau memang anaknya, anak
jadah. ." \Dengan cepat dia melepaskan Lim Tay pin, kemudian
kepalan kanannya diayunkan kedepan langsung menghantam
ke dada Liong Tian im. Angin pukulan yang menderu deru membuat serangan itu
nampak menyeramkan sekali.
"Hmm. . !" Liong Tian im mendengus dingin, tubuhnya melayang cepat
kesamping untuk meloloskan diri dari serangan dahsyat itu,
kemudian tegurnya ketus. "Kau mengumpat siapa" Orang she Kwan, mari kita adu
kepandaian. ." Baru saja dia hendak melancarkan serangan ke arah Kwan
Hong, mendadak Leng Ning ciu memburu ke maka dengan
wajah amat murni, kemudian sambil tertawa lembut kepada
Liong Tian-im, katanya halus:
"Liong, mari kita pergi saja, percuma ribut dengan manusia
kasar seperti ini . ."
1105 "Betul" sahut Liong Tian im sambil tertawa dingin pula,
"ribut dengan manusia seperi ini pada hakekatnya hanya akan
menurunkan derajat kita sendiri"
Dia membalikkan badan dan berjalan bersanding dengan
Leng Ning ciu untuk beranjak pergi dari situ.
Menyaksikan sikap mesra mereka berdua, Kwan Hong jadi
tertegun, lalu api cemburu berkobar di dalam dadanya
membuat dia hampir saja tak mampu untuk mengendalikan
diri. Dengan suara gemetar ia segera berseru:
"Si moay, mengapa kau pergi bersama manusia macam
begitu.." Leng Ning ciu berpaling dan menyahut sinis:
"Mengapa dengan dia " Hmm, dibandingkan dengan
manusia tak punya liangsim macam kau, sungguhnya dia jauh
lebih hebat daripadamu Kwan Hong, aku tak akan
memperdulikan dirimu lagi, kau pun tak usah datang
mencariku lagi." Kwan Hong memandang tertegun bayangan punggung
Leng Ning-ciu yang beranjak pergi, suatu perasaan yang sukar
dilukiskan dengan kata kata menyelimuti hatinya, dia
menggerakkan bibirnya seperti hendak mengucapkan sesuatu,
namun tak sepatah kata katapun yang sanggup diutarakan
keluar. "Ning ciu !" 1106 Leng Hong ya tak bisa mempertahankan sikap tenangnya
lagi, ia tahu sudah kelewat banyak rasa mendongkol yang
dialami Kwan Hong hari ini, maka dia meletik kedepan dan
menghadang Leng Ning ciu.
Memandang putrinya yang semenjak kecil sudah
kehilangan kasih sayang ibunya ini, dia besar benar merasa
amat pedih. Selama ini, dia menganggap Leng Niig ciu melebihi nyawa
sendiri, dia tahu bahwa dia tak mampu kehilangan dia, sebab
dia adalah satu satunya darah dagingnya.
Tapi tingkah lalu gadisnya diluaran cukup membuat orang
tua itu bersedih hati, harap saja ia tak percaya kalau seorang
gadis bisa meninggalkan orang tuanya demi menyusul kasih
hatinya, tapi duduk persoalannya sudah menjadi jelas
sekarang, sedemikian jelasnya sehingga tak mungkin dihapus
lagi. "Nak, apakah ayahmu sendiri pun sudah dak kau maui."
keluh Leng Hongya sedih. Dibelakang ucapan yang memedihkan hal itu sudah
berkumandang suara helaan napas yang memilukan.
Ketika helaan napas yang membuat hati orang menjadi
kecut ini menembusi hati Leng Ning ciu, tiba tiba saja sekujur
tubuhnya gemetar keras. dia sama sekali tak menyangka kalau
ayahnya begitu tangguh dan gagah akan bersedih hati hingga
sedemikian rupa oleh tindakannya yang tidak berbakti.
Air mata mengembang didalam kelopak matanya dan
meleleh keluar menyusul helaan napasnya yang mengenaskan
1107 dengan sedih dia membalikkan badan lalu memanggil dengan
suara gemetar: "Ayah. ." Hampir saja dia ingin menubruk ke dalam pelukan Leng
Hongya dan menangis tersedu.
Akan tetapi suatu niat yang kuat menekannya untuk
berbuat demikian, dia tahu, bila ia sampai menunjukkan sikap
yang lemah, sudah pasti Liong Tian im dan dia akan berpisah
untuk selamanya dan tak mungkin akan berkumpul kembali.
Dihadapkan pada pilihan antara kekasih dan orang tua, dia
rela kehilangan yang terakhir daripada kehilangan yang
pertama, sebab dihati kecilnya yang pedih tak bisa kehilangan
Liong Tian-im, ia cukup memahami keadaan sendiri, bila dia
kembali ke lembah Tee ong kok kali ini maka hanya kesepian
dan sebatang kara yang menemani disampingnya melewati
masa depan, jangan harap dia bisa meloloskan diri dari
kurungan tak berwujud itu dengan begitu gampang.
Leng Hongya sendiri amat mencintai putrinya, kesepian
diusia tua membuat kakek yang berambisi besar ini tak
mampu bersikap lebih leluasa, dia cukup mengetahui akan
ketuaan dan kelemahan yang mulai merongrong dirinya.
Lambat laun air mata mulai mengembang pada dalam
kelopak matanya, dengan pedih ia berkata:
"Ning ciu, masih ingatkah kau dengan ayah?"
Leng Ning ciu mendongakkan kepalanya dengan perasaan
tercekat, lalu sahutnya gemetar:
1108 "Ayah, ananda tak pernah akan melupakan kau orang tua."
Leng Hongya tertawa pedih, namun muncul pula perasaan
terhibur dalam hati kecilnya dari perkataan Leng Ning ciu
tersebut, ia tahu kalau putri kesayangannya belum
meninggalkan dia, itulah sebabnya dalam hatinya yang hampir
mengering, terbentik setitik kehangatan.
Dengan sedih ia berkata: "Asal kau masih ingat dengan ayahmu, akupun merasa
lega, mungkin kau telah dewasa, kau menganggap aku
sebagai seorang ayah sudah tidak terlalu penting lagi,
semenjak ibumu meninggal setelah melahirkan kau hingga
kini, aku bisa bertahan hidup hingga kini karena demi kau, kau
harus tahu aku amat mencintai ibumu sudah banyak orang
yang akan mencarikan jodoh bagiku, tapi semuanya kutampik
karena apakah itu" Karena kau tak boleh mempunyai ibu tiri,
aku tak ingin hubungan yang tidak serasi antara putriku dan
ibu tirinya, akupun tak ingin kau bersedih hati karena
kehadiran ibu tirimu."
"Ayah, aku tahu kalau kau sangat baik kepadaku.. " bisik
Leng Ning ciu sedih. Leng Hongya tertawa getir, kembali ujarnya:
"Aku senang kalau kau bisa mengetahui perasaan ayah,
semenjak kau hadir didunia ini, aku telah menganggapmu
sebagai nyawaku, aku tahu kalau aku tak bisa hidup tanpa
kau, setiap hari menyaksikan kau bertambah dewasa,
kegembiraan yang ayah dapati jauh berbeda dengan
kegembiraan orang lain dan tak mungkin orang lain bisa
memahaninya. Tapi dikalau kau benar benar sudah menginjak
dewasa, makin lama ayah merasa semakin agak ngeri jika
1109 suatu saat kau akan pergi meninggalkan aku, sebab suatu
saat kau toh akan menemukan jodohmu, oleh sebab itu
seringkali aku berpikir untuk mencarikan seorang yang cocok
untuk dijodohkan kepadamu. kau tahu persoalan semacam ini
hanya bisa dijumpai tak bisa diminta, persoalan yang kita
takuti terlalu banyak, seperti watak orang itu, raut wajahnya
perangainya, ilmu silatnya, asal usulnya, kesemuanya itu
harus diselesaikan dulu secara ketat sebelum menjatuhkan
pilihannya, oleh sebab itulah para remaji seperti jadi tertunda
sampai bertahun tahun," Setelah tertawa ringan, dia
melanjutkan. "Setelah kulakukan pengumpuIan bahan dari perbagai
wilayah, akhirnya ayah berkesimpulan bahwa dalam dunia
persilatan dewasa ini hanya ada dua tiga orang saja yang
pantas untuk dijodohkan kepadamu, tapi berhubung terdapat
perbedaan paham dan aliran maka setelah berpikir pulang
pergi kurasakan hanya satu orang saja yang sekiranya bisa
dikatakan sesuai." Kwan Hong yang mendengar sampai disini segera
merasakan jantungnya berdebar keras, dia sangat berharap
Leng Hongya sudi menyebutkan namanya agar dia bisa jual
tampang dan lagak didepan Liong Tian im.
Sayang sekali Leng Hongya cukup tahu diri, disaat yang
paling penting inilah dia segera menghentikan perkataannya.
Walaupun waktu itu Leng Ning ciu sedang berada dalam
keadaan sedih, namun setelah mendengar Leng Hongya
membicarakan tentang masalah perkawinannya, dia menjadi
tersipu sipu dengan wajah memerah, buru buru dia
metiuridukkan kepalanya rendah rendah.
1110 Dengan perasaan tak tenang dan kemudian "Ayah, usiaku
masih muda, persoalan ini lebih baik kita bicarakan
dikemudian hari saja. .."
Dengan cepat Leng Hongya menggelengkan kepalanya
berulang kali, tukasnya: "Usiamu sudah tidak terhitung kecil, gadis berusia tujuh
delapan belas tahun ibaratnya sekuntum bunga, bila sudah
lewat tiga puluh tahun maka dia akan berubah menjadi bunga
yang layu, Nak, bagaimana pun juga seorarg gadis pasti akan
menemukan jodohnya, aku toh tak bisa memeliharamu
sepanjang tahun di rumah . . . "
Setelah menghela napas panjang, terusnya:
"Ning-ciu, kau memahami perkataanku bukan ?"
"Yaa, aku mengerti, ayah memang sangat baik kepadaku .
." "BiIa kau sudah mengerti mari kita segera pulang
kerumah..." seru Leng Hongya dengan mata mencorongkan
sinar tajam. Sekujur tubuh Leng Ning ciu segera gemetar keras:
"Aku..." Hampir saja dia merasa tidak berdaya untuk menampik
permintaan ayahnya yang sudah lemah itu, tapi kalau dia
disuruh pulang kembali ke Tee ong kok, sesungguhnya diapun
betul betul merasa enggan.
1111 "Akan tetapi, permintaan ayahnya tidak termasuk kelewat
batas, ia tidak mempunyai kemampuan untuk menampik lagi."
Memanfaatkan kesempatan ini, Leng Hong ya berkata lagi
sambil tertawa: "Seorang anak gadis kurang baik jika harus menggembara
terus ditempat luar, andaikata sampai terjadi sesuatu peristiwa
yang tidak di inginkan, bukan saja akan merugikan masa
depanmu selanjutnya, bahkan ayah sendiripun tidak bisa
memberikan pertanggungan jawab kepada dunia persilatan."
Kwan Hong juga memanfaatkan kesempatan itu untuk
berseru sambil tertawa seram:
"Si moay, perkataan dari empek Leng memang betul, harap
kau suka memilih dengan menggunakan kecerdasanmu,
janganlah menampik maksud baiknya, lagipula . . ."
Dia sengaja melirik sekejap ke arah Liong Tian-im,
kemudian baru melanjutkan:
"Pihak lawan tak lebih cuma seorang gelandangan,
berbicara soal kedudukan perangai dan asal usal, dia masih
tidak terhitung seberapa, masuk hitunganpun tidak, bila kau
berjalan bersamanya, hal ini bisa mempengaruhi pamor serta
nama besar dari lembah Tee ong kok, bila sampai nasi
menjadi bubur . , heeh heeh .. heeh .. mungkin Si moay ingin
menyesal pun tak sempat lagi. ."
"Tutup mulut" bentak Leng Ning ciu gusar "siapa suruh kau
banyak berbicara " Urusan ini merupakan urusan pribadiku
sendiri yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan Jit
gwat san kalian, bila kau masih tak tahu diri disini, hati hati
kalau aku akan bertindak kasar kepadamu."
1112 "Si moay!" seru Kwan Hong agak tersipu "disinilah letak
ketidak benaranmu, aku toh menasehatimu secara baik, hal ini
bukan urusanmu saja, apalagi hubungan antara Jit gwat san
dengan Lembah Tee ong kok memang sangat erat, sudah
sepantasnya bila siaute memperhatikan keadaan pribadimu..."
"Terima kasih" tukas Leng Ning ciu, "sayang aku tak sudi
menerima kebaikanmu itu" lebih baik kau memperhatikan
orang lain saja .." Merah padam selembar wajah Kwan Hong karena
mendongkol dengan cepat dia berpaling ke arah Leng Hongya
sambil berseru. "Empek Leng, ku rasa kau perlu menerangkan dulu
kedudukan siautit bila Leng si moay masih saja membuat
susah diriku pada hakekatnya aku tak bisa berbicara lagi."
"Baik" ujar Leng Hongya "Ning ciu, kau seharusnya
bersikap demikian terhadapnya, dia adalah seorang pemuda
yang jujur, merupakan seorang jago yang menonjol sekali
ayah..." Dia berhenti sejenak, lalu dengan agak lantang, dia
menambahkan lebih jauh: "Aku benda menjodohkan kau kepada keluarga Kwan"
Kwan Hong memang seorang lelaki licik yang pandai


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

memanfaatkan kesempatan, begitu Leng Hongya menyatakan
niatnya untuk menjodohkan Leng Ning ciu kepadanya, dia
menjadi kegirangan setelah mati, seketika itu juga semua
kemangkelan dan rasa mendongkol yang dialaminya tadi
tersapu lenyap dari dalam hatinya.
1113 Buru-buru dia menjatuhkan diri berlutut sembari berseru.
"Menantu memberi hormat kepada Gak tayjin."
Leng Hongya segera memayangnya bangun sembari
berkata. "Bangun, bangunlah, selanjutnya kita adalah orang dari
sekeluarga .." Keputusan yang diambil secara tiba tiba ini sama sekali
diluar dugaan, ini ibarat guntur yang membelah bumi disiang
hari bolong, seketika itu jiga membuat tubuh Leng Ning ciu
bergoncang keras. Hampir saja dia tak percaya kalau ayahnya akan
mengambil keputusan begitu cepat, bahkan kebahagiaan
putrinya pun dikesampingkan.
"Ayab, kau . ." saking sedihnya Leng Ning ciu sampai tak
mampu untuk melanjutkan kata-katanya.
Sambil menggelengkan kepadanya berulang kali Leng
Hongya tertawa getir, katanya.
"Kejadian ini merupakan suatu kejadian besar, suatu
peristiwa besar yang patut digirangkan. ."
Mak-ya kalau dibilang peristiwa ini merupakan suatu
peristiwa besar yang patut digirangkan, dia tak pernah
memikirkan kalau keputusan yang diambilnya itu ibarat
membuat si nona dalam kesedihan, kekecewaan, kepedihan
dan kebencian. . 1114 Kalau Leng Ning ciu merasa kesedihan setengah mati dan
menangis tersedu sedu, maka ada seorang lain yang justru
merasa gembira. Dalam hati kecilnya dia merasa sangat
kegirangan, namun diluarnya dia berlagak seolah-olah merasa
sedih, setelah berpaling beberapa kali kearah Leng Hongya,
dia menggelengkan kepala dan maju kedepan seraya berkata.
"Leng gak-hu (ayah mertua), mari kita mengajak Ning ciu
pulang ke rumah." Kwan Hong memang seorang yang benar benar licik, dia
tahu kurang baik bila membiarkan calon istrinya menangis
tersedu sedu ditempat seperti ini, apalagi kalau sampai
ketahuan orang akan duduk persoalannya yang sebenarnya,
mereka sudah pasti akan mentertawakan kejadian tersebut.
(Bersambung Jilid 27) 1115 CINCIN MAUT Oleh: Tjan. ID Jilid 27 OLEH SEBAB ITU SETELAH berpikir sebentar, dia lantas
mendesak kepada Leng Hongya untuk mengajak Leng Ningciu
pulang ke rumah, asal sudah diajak pulang, tak bisa
diragukan lagi, Leng Hongya pasti akan menantikan
lamarannya. Dan saat itulah . . . tak bisa lari lagi, si nona yang kecil
mungil putih dan montok itu pasti akan berbaring didalam
pelukannya dalam keadaan telanjang bulat.
Dan kemudian . . . Dasar cabul, belum lagi menjadi kenyataan dia sudah
membayangkan sampah jauh ke depan sana.
Leng Hongya segera manggut manggut, katanya kemudian.
1116 "Nlng-ciu, apa yang diucapkan Kwan Hong memang benar,
kita memang harus pulang lebih dahulu !"
Entah sudah pikun, entah memang bodoh tua bangka
macam kerbau ini seakan akan tidak memahami perasaan
sedih dari putrinya saja, dia malah mendesak anak gadisnya
agar segera pulang. Leng Ning ciu bukan saja tidak berniat untuk pergi, suara
tangisannya malah semakin menjadi-jadi, dia seperti sedang
melampiaskan semua rasa sedihnya melalui isak tangis
tersebut Kwan Hong menjadi gelisah setengah mati, sampai
menggaruk garuk kepalanya macam monyet kepanasan, tentu
saja tak mungkin baginya untuk menyeret gadis itu pulang ke
rumah. Akhirnya Lang Ning ciu tidak menangis, pelan pelan dia
mendongakkan kepalanya dan menyeka air matanya dengan
tangan yang halus setelah itu ujarnya:
"Aku tak akan pulang selama-lamanya."
"Mengapa ?" jerit Leng Hongya dan Kwan Hong bersama.
Kedua orang ini merasa terkejut sekali bahkan sama sekali
tidak menduga kalau gadis itu bakal nekad.
Kemudian hampir bersamaan waktunya pula mereka
membentak: "Kau tak akan pulang ?"
1117 Ucapan tersebut benar benar merupakan tembakan yang
mematikan, ancaman untuk tidak pulang selama lamanya, ini
bukan saja membuat perasaan Leng Hongya bergidik, bahkan
Kwan Hong pun merasakan hatinya menjadi dingin separuh,
dengan membelalakkan mata mereka yang memerah seperti
mau menangis, mereka awasi wajah Leng Ning ciu Iekat lekat.
Leng Ning ciu yang sedih dan sayu kembali berkata tegas.
"Aku tak akan pulang lagi ke rumah, tiada orang yang bisa
menghalangi keputusanku ini lagi !"
"Kau benar benar sudah tidak maui ayahmu lagi?" seru
Leng Hongya cepat .. Leng Ning cu menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Bukannya aku tak maui ayah Iagi, tapi kau orang tualah
yang sudah tidak maui putrimu, mengapa kau tidak pikirkan,
putrimu sudah dewasa, sedang soal perkawinan merupakan
masalah besar, paling tidak kau harus memberi kesempatan
kepadaku untuk menentukan pilihan, bila kau ingin
menjodohkan putrimu dengan badut dari Jit gwat san ini, lebih
baik putrimu mati saja."
Saking gusarnya Leng Hongya segera mengayunkan
telapak tangannya keudara, bentaknya.
Sekalipun tak mau juga harus mau, semua persoalan yang
sudah diputuskan oleh Leng Hongya selamanya tak pernah
akan dirubah, sekarang kau harus ikut aku pulang, kalau tidak
aku akan turun tangan sendiri untuk menyeretmu."
"Ayah. . " pekik Leng Ning-ciu sedih.
1118 Kwan Hong melirik sekejap ke arah Liong Tian im, tiba tiba
serunya dengan lantang: "Gak-hu, Ning ciu bisa begitu berani menentangmu karena
dalam hatinya masih ada setitik harapan, asal kita bisa
melenyapkan setitik harapannya itu untuk selamanya, sudah
pasti Leng Ning ciu akan berubah pikiran !"
Mula mula Leng Hongya tertegun, kemudian dengan cepat
dia dapat memahami maksud hatinya, mencorong sinar buas
dari balik matanya, sementara hawa pembunuhan menyelimuti
seluruh wajahnya. Ia tertawa seram dan berseru:
"Heeehh . . heeh .. heeh .. . betul, tepat sekali ucapanmu
ini, masih untung kau telah memperingatkan aku!"
Hari ini, Liong Tian im bisa menampilkan sikap yang luar
biasa sabarnya karena dia enggan terlibat di dalam pertikaian
soai cinta yang amat kalut itu.
Siapa tahu Kwan Hong memojokkan posisinya, hal ini
membuat amarahnya betul betul meledak.
Dengan suara dingin dia segera menegur:
"Kwan Hong, kesabaran seseorang itu ada batasnya, aku
tidak mengharapkan kau melarut larutkan persoalan ini, jika
kau berani berbicara sembarangan yang tidak penah lagi,
jangan salahkan bila aku tak akan bersikap sungkan surgkan
kepadamu." "Hmm. ." Kwan Hong melotot besar, lalu bentaknya keras
keras: 1119 "Mau apa kau?" "Aku akau merobek mulutmu sampai hancur, lalu
mengambil sepoci air kencing dan ku tuang kedalam mulutmu
hmm, ketahuilah aku bukan cuma gertak sambal belaka, apa
yang kukatakan bisa kulakukan, nah. . bayangkan sendiri
bagaimana akibatnya nanti, aku percaya kau pasti mengetahui
jelas daripada aku!" Kwan Hong mendengus pula.
"Maknya, kau tak usah mengibul didepanku, aku orang she
Kwan bukan seorang yang blo'on."
"Benarkah begitu?" jengek Liong Tian im sinis, "ingin
kusaksikan apa benar kau tidak blo'on!"
Menyusul paras mukanya menjadi dingin, tubuhnya turut
melompat maju ke depan, pelan pelan telapak tangan
kanannya diayunkan ke depan, serentetan cahaya dingin yang
menyilaukan mata segera muntah keluar melalui telapak
tangannya. Dii melirik sekejap dengan sinis, kemudian katanya:
"Silahkan, aku sudah menunggu dirimu untuk melancarkan
serangan lebih dahulu!"
"Hmm. . !" Kwan Hong bukan anak bodoh, melihat pihak
lawan menantangnya untuk berduel, dia tahu kalau
pertarungan tak bisa di hindari lagi.
Maka serunya kemudian sambil tertawa seram:
"Baik! Aku memang berniat untuk mencoba kekuatanmu!"
1120 Selesai berkata, pemuda yang licik dan berbahaya ini
segera melompat pula ke tengah arena, telapak tangan
kanannya diputar membentuk satu lingkaran, kemudian
segulung angin pukulan yang maha dahsyat dilontarkan ke
depan. "Weeess. ." segulung desingan angin pukulan yang sangat
dahsyat, secepat sambaran petir dilontarkan ke muka.
Liong Tian im menyongsong datangnya ancaman tersebut
dengan telapak tangan kanannya, dia berseru sambil tertawa
tergelak: "Haaah . . haah . . haaah . . bagus sekali, kau memang
tidak termasuk seseorang yang tidak berkemampuan apa apa
. l" "Blaaammmm . . !"
Diiringi suatu benturan keras yang memekikkan telinga,
dua gulung angin pukulan yang tajam seperti pisau telah
saling membentur satu sama lainnya, disusul kemudian
berkumandang suara dengungan keras di tengah angkasa
sampai lama kemudian suara dengungan mana baru
membuyar kembali. "Aduuuhh . . !"
Keluhan panjang bergema pula menyusul suara dengungan
yang amat nyaring tadi. Paras muka Kwan Hong pucat piat seperti mayat, peluh
dingin jatuh bercucuran membasahi jidatnya, dia mengerang
kesakitan dan tubuhnya beruntun mundur sejauh tujuh
delepan langkah. 1121 Darah bercampur air menyembur keluar dari mulutnya dan
membasahi ujung bibirnya, dia memandang musuhnya dengan
tercengang, hampir saja tidak dipercayai olehnya kalau pihak
lawan mampu melukai dirinya cukup didalam satu gebrakan
saja. "Bagaimana ?" ejek Liong Tian-im kemudian sambil tertawa
dingin, "saudara Kwan, kita masih mempunyai kesempatan
dua jurus untuk mencoba lagi"
"Apa maksud perkataanmu itu ?" seru Kwan Hong dengan
suara agak gemetar: Liong Tian im mendengus sinis.
"Kau hanya akan mampu untuk menerima dua buah
pukulanku lagi, saudara Kwan, rasanya dari seranganku ini
tentu sudah kau cicipi bukan " Panas, linu dan memang cocok
sekali bagimu . ." "Aku tidtk percaya?" seru Kwan Hong sambil menahan rasa
geramnya yang menjadi jadi.
Sementara itu, Leng Hongya juga telah menemukan
keadaan yang kurang beres dalam pertarungan tersebut, dia
tidak menyangka kalau tenaga dalam dari Liong Tian im sudah
mencapai tingkatan sehebat ini, tapi lebih tak menyangka Iagi,
andaikata Liong Tian im menambahi dengan sebuah pukulan
lagi, maka Kwan Hong akan menemui ajalnya secara
mengenaskan. Buru buru dia melompat maju ke muka kemudian berseru:
1122 "Kwan Hong, harap kau mundur dari sini" Sekali lagi Kwan
Hong muntah darah segar, kemudian dia baru berseru agak
gemetar "Empek Leng . . Gak hu .. ."
"Haaaah . . haaah . . . . haaah Mendadak dari luar rumah
penginapan berkumandang suara gelak tertawa seseorang
yang sangat nyaring, disusul kemudian muncul sepasukan
mabusia berbaju hitam yang menyerbu ke dalam rumah
penginapan tersebut. Kemunculan dari rombongan manusia berbaju hitam itu
terlalu mendadak dan amat mengejutkan hati orang.
Paras muka Kwan Hong berubah hebat, terlintas rasa takut
dan ngeri dalam hati kecilnya.
Leng Hongya sendiri pun agak tertegun, sesudah
mengawasi rombongan manusia berbaju hitam itu berapa
saat, dia baru sampai menegur dengan suara dingin.
"Kalian berasal dari partai mana ?"
Kemudian sambil memandang sekejap ke arah lelaki kekar
yang berada dipaling depan tanyanya lagi: "Dan siapa pula
kau ?" Sebagai pimpinan dari rombongan tersebut adalah seorang
lelaki berjenggot hitam yang beralis mata tebal, dia segera
tertawa terbahak bahak. "Haaah . haaah. . haaah, . aku adalah komandan pasukan
dari perguruan Liu sah bun Li Bun yang! Hari ini, kami
memperoleh perintah dari pemimpin Tin kami untuk
menyambut kedatangan Kwan-ya ini dengan hormat agar ia
1123 sudi berkunjung sebentar ke markas besar perguruan Liu sah
bun kami. Kata "Liu sah bun" tersebut segera mengagetkan perasaan


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Leng Hongya, dia tak mengira kalau perkumpulan Liu sah bun
yang sudah lama punah dari dunia persilatan, sekarang bisa
muncul kembali dalam dunia dengan kekuatan baru.
Dia lantas melirik sekejap ke arah Li Bun yang, kemudian
tegurnya lagi: "Siapakah pemimpin kalian?"
"Kau boleh bertanya kepada Kwan ya, aku rasa dia akan
jauh lebih jelas. . ." sahut Li Bun yang dingin.
Ucapannya yang angkuh dan sikapnya yang dingin dan
hambar, pada hakekatnya tidak memandang sebelah matapun
terhadap jagoan tersebut.
Leng Hongya segera berkerut kening sesudah menyaksikan
kesemuanya itu, serunya: "Tampaknya kau sangat tidak bersahabat, mungkin kau
tidak mengetahui siapakah aku?"
Kembali Li Bun yang tertawa ter-bahak-bahak.
"Haah haaah. . haah, andakata kau bukan pemilik lembah
Tee ong kok yang termashur itu, akupun tak akan bersikap
sedemikian sungkannya, Leng Hongya, aku Li Bun-yang telah
bersapa tutur lebih dulu, jadi andaikata nanti akan menyalahi
1124 dirimu, kau tak bisa mengatakan kalau kami semua tidak
mengerti akan sopan santun!"
"Oooh . kalau begitu kau tidak memandang sebelah mata
pun terhadap diriku?" seru Leng-Hongya dengan geramnya.
Paras muka Li Bun yang amat dingin seperti es.
"Paling tidak aku masih menganggap kau sebagai seorang
tokoh dunia persilatan, padahal persoalan ini sama sekali tiada
sangkut pautnya dengan dirimu, cuma saja lantaran Kwan-ya
datang bersamamu, sedangkan kamipun ada urusan hendak
mengundang Kwan-ya untuk menjumpai pemimpin kami, oleh
sebab itu dalam tata sopan santun, aku harus bertegur sapa
dulu denganmu, sedang mengenai persoalan selanjutnya
hanyalah urusan pribadi dari kami orang orang Liu san bun,
semogi saja saudara tidak mencari gara gara lagi dengan
kami." Orang she Li ini memang hebat sekali, terutama bibirnya
yang pandai mencari posisi hanya melihat dari keberanian
orang ini saja rasanya sudah cukup untuk membuat semua
orang kagum. Leng Hongya sendiri pun sama sekali tidak menyangka
kalau didalam dunia persilatan masih terdapat orang yang tak
memandang sebelah matapun terhadap dirinya, saking gusar
segera mendongakkan kepala dan tertawa terbahak.
"Haah, haaah, haaah, Komandan Li, sikapmu ini benar
benar membuat aku merasa sangat terharu, heeeh, heeeh,
heeeh, aku Leng Hongya selain merasa kagum kepadamu,
bahkan aku pun telah bersiap sedia untuk menjalin hubungan
denganmu. ." 1125 Mencorong sinar dingin dari balik matanya, segulung hawa
pembunuhan segera menghiasi pula raut wajahnya, sambil
tertawa dingin dia berseru:
"Komandan Li, dapatkah sebelum urusan ini berlangsung,
kau bermain dulu dengan aku orang she Leng"
"Boleh saja" jawab Li Bun yang, "asalkan urusanku telah
selesai kulakukan, apa pun yang Leng sianseng inginkan, kami
semua pasti akan menyambut keinginan tersebut dengan
penuh kegembiraan. ."
Leng Hongya mendengus. "Hmm, bagus sekali, komandan Li dari perguruan Liu sah
bun memang tidak malu disebut seorang jagoan hebat. ."
Li Bun-yang hanya memandang lawannya sambil terbawa
hambar, setelah melirik sekejap ke arah Kwan Hong, dia
lantas berseru: "Kwan ya, mari kita segera berangkat !"
"Ke mana ?" Kwan Hong tertegun.
"Aku yakin kau pasti lebih jelas daripadaku" sahut Li Bun
yang dengan suara dingin "apakah kami harus menerangkan
dengan lebih jelas lagi kepadamu Kwan ya, kau toh bisa
melihat dengan jelas sekarang aku orang she Li masih
mengundang kepergianmu secara hormat, sebentar, apabila
keadaan jadi berubah, mungkin kami akan gunakan kekerasan
untuk menggusur dirimu. sampai begitu . . heeh .. heeh ...
sudah pasti semua orang akan merasa tak enak . . ."
Paras muka Kwan Hong berubah hebat, saking gusarnya
dia segera tertawa geram.
1126 "Heeh . . . heeh . . . heeh . . . kalau begitu mari kita
buktikan bersama, saudara Li, siaute sekarang berada di sini,
apabila kau mempunyai kepandaian yang hebat silahkan saja
diperlihatkan kepada diriku, ingin kulihat apakah kalian
memang mampu untuk berbuat sesuatu terhadap aku orang
she Kwan !" Keiika Li Bun yang menyaksikan sikap dari Kwan Hong
berubah menjadi keras kepala dan ketus, seoIah olah tidak
memandang sebelah mata pun terhadap orang-orang Liu sah
bun, dia segera mencibirkan bibirnya dan tertawa dingin.
"Kwan ya" dia berseru dengan ketus, "lebih baik janganlah
mengadu batu dengan tahu, mencari penyakit buat diri
sendiri." Dia lantas mengulapkan tangannya, tampak bayangan
manusia berkelebat lewat tampak dua orang lelaki berbaju
hitam yang menggembol golok maju kedepan dengan langkah
lebar. Kemudian satu dari kiri yang lain dari kanan menjepit Kwan
Hong ditengah tengah. Terdengar salah seorang diantaranya berkata dengan suara
sedingin salju. "Kwan ya, kami mendapat perintah untuk melaksanakan
tugas. aku percaya kau adalah seorang yang pintar, janganlah
memberi kesulitan yang terlalu besar untuk kami orang orang
bawahan, sebab hal ini bisa mengakibatkan ketidak tenangan
bagi semua orang !" Kwan Hong tidak menyangka kalau orang orang dari Liu
sah bun mempunyai keberanian sedemikian besarnya, bahkan
1127 tanpa rasa takut barang sedikit pun juga hendak menghadapi
dirinya. Sejak kecil ia dibesarkan dalam lingkungan Jit gwat-san
yang setiap hari hanya memberi perintah kepada orang lain,
siapa sangka kalau hari ini dia sendiri akan dibekuk dan
diperintah orang. Saking gusar bercampur mendongkolnya hampir saja dia
muntahkan darah segar. Ditatapnya sekejap kedua orang lelaki tersebut, kemudian
serunya sambil tertawa seram:
"Maknya, kalian pada hakekatnya sedang mencari mampus
. . . Dengan memgerahkan sisa kekuatan yang dimiliki dalam
tubuhnya, mendadak saja dia mengayunkan tangannya
dengan kecepatan luar biasa menghajar dua orang lelaki yang
hendak menggusur pergi dirinya itu, selain geram serangan
itupun cepat sekali. "Aduuh..." Ke dua orang lelaki berbaju hitam itu tak lebih hanya
merupakan dua orang pengiring Ll Bun yang saja, berbicara
soal tenaga dalam tentu saja mereka masih selisih amat jauh..
Ketika menyaksikan datangnya selapis bayangan telapak
tangan yang menyambar datang secepat kilat mereka tak
mampu untuk berkelit lagi, diiringi jeritan ngeri yang
menyayatkan hati, tiba tiba saja tubuh mereka menggelinding
1128 diatas tanah, berkelejetan sebentar dan akhirnya tidak
berkutik lagi. Dari mulut mereka muntahkan darah segar, sepasang
matanya melotot ke luar dan kematiannya mengerikan sekali..
"Hmmm . .!" Li Bun yang mengerang penuh amarah
mendadak dia menerjang maju ke depan telapak tangan
kanannya berputar membentuk satu lingkaran busur, lalu
telapak tangannya ditempelkan diatas jalan darah penting
diatas punggung Kwan Hong, serunya kemudian dengan suara
dingin seperti es: "Kwan ya, kuanjurkan kepadamu agar sedikit tahu diri."
Berhubung Kwan Hong sudah menderita luka dalam yang
cukup parah, baru saja harus membunuh dua orang lelaki itu
dengan mengerahkan sisa kekuatan yang dimilikinya,
mendadak saja dia merasakan seluruh kekuatan dalam
tubuhnya membeku keras jantungnya berdebar keras dan
darah dalam tubuhnya seakan akan bergolak kencang.
Maka sewaktu Li Bun yang menyerbu kedepan sambil
menempelkan telapak tangannya diatas punggungnya, pada
hakekatnya dia tak berkemampuan lagi untuk membalikkan
badan, terpaksa dia membiarkan lawannya berbuat
sekehendak hatinya, sia sia saja dia berkepandaian sangat
lihay, sebab segenap kepandaiannya itu tak mampu
dipergunakan lagi. Hati kecilnya benar-benar merasa sedih sekali, sembari
berpaling ujarnya kemudian dengan ketus.
"Anggap saja kau yang ungguI, sekarang kita boleh
berangkat meninggalkan tempat ini!"
1129 Li Bun yang tertawa terbahak bahak.
"Haaahh haaah, haah... Kwan ya memang seorang yang
pintar, aku Li Bun yang telah berbuat kurang sopan
terhadapmu." Kwan Hong tidak berbicara lagi, dia berjalan menuju
kedepan pintu rumah penginapan itu dengan langkah lebar.
Ketika melalui dihadapan Leng Ning ciu, dia agak berhenti
sebentar, bibirnya bergetar seperti hendak mengucapkan
sesuatu namun tak sepatah katapun yang sempat diutarakan
keluar. Mencorong sinar buas dari balik matanya ketika Kwan Hong
berpaling ke wajah Liong Tian im, sambil menahan rasa
dendam yang makin menjadi ia berseru.
"Atas pemberianmu hari ini, asal aku Kwan Hong masih
hidup didunia ini, suatu ketika kebaikanmu tersebut pasti akan
kubayar .. ." "Aku pasti akan menanti kedatanganmu." jawab Liong Tianim
hambar. Sikapnya yang sombong dan menghina tersebut hampir
saja membuat Kwan Hong muntah darah, seandainya dia
masih memiliki sisa tenaga, sudah pasti Liong Tian im akan
dikejarnya dan diajak berkelahi lagi.
Apa mau dikata kekuatan yang dimilikinya sekarang sudah
sedemikian lemahnya sehingga untuk mempertahankan diri
saja sukarnya bukan kepalang.
1130 Terpaksa Kwan Hong harus menelan rasa mendongkolnya
itu ke dalam perut, kemudian setelan mendengus, beranjak
pergi dari sana dengan langkah lebar.
"Berhenti !" Bentakan yang dingin dan kaku seperti es itu berasal dari
mulut Leng Hongya. Li Bun yang maupun Kwan Hong segera berhenti dengan
perasaan tertegun dan tidak habis mengerti, entah mengapa
Leng Hongya mencegah kepergian mereka"
"Leng sianseng, apakah kau masih ada sesuatu urusan
yang hendak disampaikan kepada kami?" seru Li Bun yang
dengan suara sedingin es.
"Lepakan Kwan Hong" perintah Leng Hong ya dengan suara
sedingin salju, "kalau tidak maka tiada seorangpun diantara
anak buahmu yang bisa meninggalkan tempat ini dalam
keadaan hidup, Li Bun yang. Aku yakin kau pasti mengetahui
bukan bagaimanakah cara kerja ku, dapat atau tidak
kubuktikan dihadapanmu dengan cepatnya hasil tersebut akan
diketahui." Li Bun yang merasakan hatinya tercekat, diam diam ia
bergidik juga menyaksikan kegarangan orang.
Sekarang situasinya sudah menjadi jelas sekali, apabila
orang orang Liu sah bun merggusur pergi Kwan Hong dari situ
sudah pasti Leng Hongya akan turun tangan menghalangi niat
mereka tersebut .. Dengan cepat dia memutar otak, kemudian katanya dingin:
1131 "Leng sianseng, soal ini tak usah kau campuri, semoga saja
diantara kita dua keluarga jangan sampai bentrok karena
masalah ini detik ini antara Liu-sah-bun dengan Tee ong kok
masih belum membutuhkan bentrokan secara kekerasan !"
Dia menghembuskan napas panjang, kemudian
melanjutkan. "Apabila Leng sianseng bersedia untuk melepaskan
persoalan ini, dikemudian hari kami orang orang Liu sah bun
pasti akan membalas budi kebaikan ini, lagipula urusan dari
Kwan ya ini sama sekali tak ada hubungannya dengan Tee
ong kok kalian !" Leng Hongya tertawa dingin.
"Heeehh . . . heeehh. . . heeehh . . darimana kau tahu
kalau tak ada sangkut pautnya" Komandan Li, Kwan Hong
datang bersamaku, aku berhak melindungi keselamatan
jiwanya, apabila kalian hendak menggusur pergi orang
tersebut, paling tidak kalian baru boleh turun jangan apabila
lohu telah mengirimnya kembali ke bukit Jit gwat san, selama
berada di hadapanku, aku melarang kalian untuk bertindak
sewenang wenang !" Li Bun yang segera menggelengkan kepalanya berulang
kali. "Leng sianseng memang pandai sekali bergurau, apa
gunanya kau mesti bermusuhan dengan kami orang orang
rendahan " Setahu ku antara Kwan ya dengan keluarga Leng
sama sekali tidak terikat oleh hubungan apa pun, apa gunanya
1132 Leng sianseng mesti bersusah payah untuk mencari kesulitan
dan kerepotan bagi diri sendiri ?"
Leng Hongya adalah seorang tokoh dunia persilatan yang
selalu menganggap rendah orang lain, sudah barang tentu dia
pun tak akan memikirkan Li Bun-yang yang sama sekali tidak
bernama ini dalam hati kecilnya.
Walaupun sekarang dia sedang marah sekali, akan tetapi
dia tak ingin kehilangan martabatnya sebagai seorang tokoh
silat yang berpengaruh dalam dunia persilatan.


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Dengan wajah sedingin es, katanya kemudian.
"Bagaimana" Apakah komandan Li tidak sudi memberi
muka kepada aku orang she Leng?"
"Tidak berani!" jawab Li Bun yang dengan sungkan,
permintaan dari Leng sianseng tak berani kami bangkang,
hanya saja persoalan ini merupakan perintah dari pemimpin
kami, sebagai anak buah, kami wajib untuk melaksanakannya
dengan sebaik baiknya, kendati pun tubuh kami harus hancur
lebur, kami tak berani memenuhi keinginan dari Leng sianseng
tersebut." Leng hongya seperti merasa tertegun olen jawaban
tersebut, dia tidak menyangka kalau orang orang dari Liu sah
bun tidak sudi memberi muka kepadanya.
Seluruh tubuhnya bergetar keras saking marahnya, dengan
suara dalam ia lantas membentak.
"Kalau begitu kau hendak memaksa untuk bertarung
melawan lohu. . ?" 1133 "Harap Leng sianseng jangan marah, hamba mempunyai
sedikit balas jasa untukmu" kata Li Bun yang kemudian serius.
Dia lantas bertepuk tangan tiga kali. "Plok, plok plokk!"
suara tepukan terasa bergema sampai ditempat kejauhan
sana. Tak lama kemudian terdengar suara derap langkah yang
ramai berkumandang dari luar pintu rumah, lalu muncul dua
belas orang lelaki berdada bidang yang membawa sebilah
senjata tajam, mereka langsung berjalan menuju kehadapan
Leng Hongya. "Apa apaan ini?" Leng Hongya segera menegur dengan
wajah agak tertegun . Dengan wajah serius Li Bun yang berseru:
"Perguruan Liu sah bun kami bisa muncul lembah didalam
dunia persilatan karena kesemuanya itu tergantung pada
semangat serta persatuan yang baik, Leng sianseng adalah
seorang tokoh silat yang disegani setiap orang, kami tahu
kalau kepandaian kami tak akan mampu untuk menandingi
keIihayanmu, maka untuk membalas budi atas kesediaan Leng
sianseng memberi muka kepada kami, kami pun bermaksud
membayar budi kebaikan sianseng dengan darah !"
"Bagaimana caranya membalas budi ini ?" Leng Hongya
tidak habis mengerti "apakab kau suruh aku bertarung
melawan orang orang itu ?"
Paras muka Li Bun yang makin lama semakin berubah amat
serius, katanya dengan bersungguh sungguh:
1134 "Tidak usah, kami semua tahu kalau bukan tandingan dari
Leng sianseng, maka kedua belas orang ini bersedia
mengorbankan jiwa mereka untuk ditukar dengan selembar
jiwa Kwan ya, semoga Leng sianseng sudi melepaskan
tangan" "Hmmm .. tidak bisa, kecuali kalau orang orang itu sudah
mati semua ?" seru Leng Hongya sambil mendengus dingin.
Sementara itu ke dua belas orang lelaki bertelanjang dada
tadi sudah membuat barisan di depan Leng Hongya, sambil
mengayunkan senjata mereka tinggi-tinggi, serunya hampir
bersamaan waktunya: "Pemimpin kami telah berbuat kesalahan terhadap sianseng
dan tak bisa membalas itu, hamba sekalian rela menggunakan
darah kami untuk membalas budi kebaikan sianseng."
Percikan darah segar segera memancar ke mana mana,
senjata tajam tersebut berkelebat lewat hampir bersamaan
waktunya dan roboh binasalah ke dua belas orang anggota
setia Liu san bun melakukan bunuh diri.
Darah segar segera menggenangi seluruh lantai, mayat
bergelimpangan dimana mana, bukan saja semua penghuni
rumah penginapan itu pada kabur terbirit birit, bahkan
sipemilik penginapan pun melarikan diri pula dengan
ketakutan. Leng Hongya tertegun, dia sama sekali tidak menyangka
kalau orang orang Liu sah bun biia bertindak senekad ini,
tercekat juga hatinya selain muncul perasaan terharu dalam
hati kecilnya. 1135 Sekalipun orang orang itu bukan mati ditangannya, namun
secara tidak langsung mereki semua justru musuh di
tangannya . Memandang mayat mayat yang bergelimpangan dalam
keadaan mengerikan itu, untuk sesaat lamanya dia menjadi
terbungkam dalam seribu bahasa dan hanya berdiri termangu
mangu disitu seperti orang bodoh.
"Ayah" Leng Ning ciu segera berseru dengan suara yang
mengenaskan. "inilah harga dari kekerasan hatimu, apa
artinya selembar nyawa Kwan Hong dibandingkan dengan
belasan nyawa yang begitu gagah perkasa" Ayah, tidakkah
kau merasa sedih" Diantara kita dengan orang orang Liu sah
bun sama sekali tak terikat dendam sakit hati, mengapa kau
biarkan begitu banyak nyawa menjadi korban ?"
Leng Hongya menggelengkan kepalanya berulang kali ...
"Nak, ayah tidak bermaksud mendesak mereka untuk
berbuat demikian" bisiknya.
"Siapa pun tak akan melupakan pelajaran berdarah ini,"
kata Leng Ning ciu, lagi dengan sedih, "baik orang orang Liu
sah bun maupun kita, peristiwa semacam ini tak pernah akan
mereka lupakan, kendatipun pihak Liu sah bun tak akan
menuntut apa apa kepada ayah, tapi hati kecil mereka pasti
akan menyalahkan ayah yang sama sekali tidak berperasaan
itu." Dalam pada itu, Li Bun yang sudah memberi hormat
kepada kedua belas orang anak buahnya yang gagah perkasa
1136 itu, titik air mata tampak jatuh berlinang membasahi
wajahnya.. Setelah menghela napas panjang, bisiknya.
"Beristirahatlah dengan tenang dikerajaan langit, kami
orang orang Liu sah bun yang masih hidup tak akan
membiarkan darah kalian mengalir dengan sia sia, asal kami
dapat membunuh Kwan Lok khi, maka mengorbankan darah
kalian sudah akan memperoleh harga yang sepantasnya !"
Dengan sedih dia memandang sekejap ke arah Leng
Hongya kemudian mengucapkan m tanya dengan mulut
membungkam. Kawanan jago yang dibawanya segera maju dan
menggusur Kwan Hong siap meninggalkan tempat itu, tak
seorangpun diantara mereka yang bersuara.
Paras muka Kwan Hong pucat pias seperi mayat, tiba-tiba
ia berkata dengan suara gemetar:
"Gak hu, harap kau sudi meaberitabuks kepada ayahku,
suruhlah ia cepat datang menyelamatkan jiwaku."
Sekujur badan Leng Hongya gemetar keras apabila Kwan
Hong sampai dibiarkan terbawa pergi oleh orang orang Liu sah
bun, berarti jangan harap dia bisa menancapkan kaki dalam
dunia persilatan terhadap Kwan Lok khi sendiripun ia tak
mampu memberikan pertanggungan jawabnya.
Bagaimanapun juga, saat ini dia sudah menganggap Kwan
Hong sebagai menantu sendiri, bagi seorang mertua, apakah
dia harus membiarkan menantunya pergi menyerempet
bahaya. 1137 Tapi pelajaran berdarah baru saja berlangsung didepan
matanya, apabila dia sampai turut campur dalam masalah ini
sudah pasti antara dia dengan pihak Liu sah bun akan terjalin
suatu ikatan permusuhan yang tak pernah akan berakhir.
Dia ragu ragu sejenak, kemudian berseru "Komandan Li !"
Bukan saja nada suaranya sudah tidak mengandung nada
permusuhan lagi, sikap mau pun tindak tanduknya juga jauh
lebih lembut. Li Bun yang segera menghentikan langkah kakinya yang
sedang beranjak pergi dari situ, kemudian berpaling dan
memandang kearahnya dengan wajah tertegun.
"Leng sianseng, masih ada urusan apalagi?" tanyanya
kemudian dengan suara pelan.
"Aku ingin mengajakmu berbincang bincang!" ujar Leng
Hongya dengan nada serba salah.
"Asal kita mengesampingkan masalah yang sedang kita
hadapi sekarang, Leng sianseng kita masih merupakan teman
baik, persoalan apa pun bisa dirundingkan."
Sekarang, Leng Hongya baru merasa kalau Li Bun yang dari
Liu sah bun ini bukan seorang manusia yang gampang
dihadapi, belum lagi dia bersuara, orang itu sudah
mengikatnya lebih dulu dengan perkataan.
Terkesiap hati Leng Hongya menghadapi keadaaan seperti
ini, satu ingatan dengan cepat melintas didalam benaknya:
"Sejak perguruan Liu sah-bun tertumpas, dalam dunia
persilatan tak pernah terdengar ada manusia yang bernama Li
1138 Bun yang, tapi kalau ditinjau dari segala penampilan gerakgeriknya
pada saat ini, sudah bisa dipastikan kalau dia adalah
seorang jago kawakan, heran mengapa aku belum pernah
mendengar namanya ?"
Kemudian setelah tertawa licik ujarnya:
"Komandan Li, Kwan Hong adalah menantuku, apabila
kalian membawanya pergi, maka pun Hongya jadi tak dapat
memberikan pertanggungan jawabnya terhadap keluarga
Kwan, mari kita mencari suatu penyelesaian jalan tengahnya
saja, harap komandan Li meninggal dia orang tersebut disini,
di kemudian hari, lohu akan pergi mengunjungi pemimpin
partai kalian sambil minta maaf !"
Paras muka Li Bun-yang berubah hebat sesudah
mendengar perkataan tersebut, ia menjadi tertegun.
"Leng sianseng, kau bukan lagi bergurau bukan ?"
"Komandan Li" ujar Leng Hongya lagi dengan wajah serius,
pun Hongya tahu kalau permintaanku ini kelewat tak tahu
sopan, kau sendiripun merupakan jago yang berkecimpungan
dalam dunia persilatan, kau tahu pula bahwa kami orang
orang persilatan mempunyai watak aneh yang tak mau tunduk
kepada perkataan orang, tapi setiap persoalan bisa di
selesaikan dengan pembicaraan Asal Komandan Li bersedia
memberi muka kepada pun Hong-ya, sudah pasti pun Hong ya
pun tak akan membiarkan komandan Li pulang tangan
kosong", entah bagaimanakah menurut pendapatmu ?"
Ucapannya ini segera membangkitkan amarah bagi
kawanan jago lainnya dari Liu sah bun, mereka tak segan
segannya mengorbankan dua belas orang jago mereka yang
1139 baik, tujuannya tak lain agar Leng Hongya tidak mencampuri
urusan ini. Siapa tahu, bukan saja Leng Hongya tidak menggubris
kematian dari kedua belas orang tersebut bahkan bersikeras
hendak menahan Kwan Hong disana, kejadian seperti ini
benar boleh dibilang membuat orang merasa tidak tahan.
"Hm !" seorang lelaki kekar melompat maju sambil
mendengus dingin "komandan, apakah kita harus bersabar
terus ?" Li Bun yang mengulapkan tangannya menitahkan kepada
lelaki itu agar mengundurkan diri, kemudian sambil menghela
napas panjang katanya dengan wajah bersungguh sungguh:
"Leng sianseng, maaf kalau aku harus meminjam ucapan
dan putrimu tadi untuk menyampaikan sepatah kata
kepadamu, pelajaran ini merupakan pelajaran berdarah baik
pihak kau maupun pihakku tak pernah akan melupakan
pelajaran hari ini, Kami tak segan mengorbankan jiwa saudara
saudara kami, hal ini disebabkan Leng sianseng adalah
seorang manusia yang luar biasa, dendam Liu sah bun hanya
terhadap orang orang Jit gwat san belaka, asal dendam
kesumat ini bisa dituntu balas, sekalipun segenap anggota Liu
sah bun bakal tumpas sampai habispun kami tidak merasa
sayang, Akan tetapi kami tidak berharap sianseng mencampuri
urusan ini, hal ini dikarenakan kamipun tidak ingin
bermusuhan dengan pihak Tee ong kok, sebab kami tidak
mempunyai kepentingan untuk mengikat tali permusuhan
lagi." 1140 "Leng sianseng, kau adalah seorang yang pintar, aku yakin
kau bisa memahami ucapan kami yang benar benar muncul
dari hni sanubari yang jujur."
Leng Hongya menjadi turut berubah wajah.
"Benar." katanya kemudian, "Akupun cukup mengetahui
akan kesulitan kalian tapi mengapa kalian tidak berpikir
kembali untuk memikirkan juga tentang posisiku sekarang,
kau suruh aku mempertanggung jawabkan diri dengan cara
apa terhadap umat persilatan ?"
Li Bun-yang sama sekali tidak bermaksud untuk
mengendorkan desakannya, dia mendesak lebih jauh:
"Apakah kedua belas lembar nyawa tadi belum cukup untuk
ditukar dengan pemberian muka dari sianseng ?"
Sekujur batin Leng Hongya gemetar keras.
"Tentang soal ini . . ."
Sementara itu, Lioog Tian im yang berada disisi arena
sudah tak mampu umuk mengendalikan diri lagi, dengan
amarah yang menyelimuti seluruh wajahnya dia melotot
sekejap ke arah Leng Hongya, kemudian serunya cepat.
"Kau benar benar seorang manusia yang tak tahu
perasaan." "Mau apa kau ?" bentak Leng Hoogya sambil melepaskan
sebuah pukulan dengan gusar.
Liong Tian im melejit ke samping untuk menghindarkan
diri, kemudian sambil mempersiapkan kepalannya dia berseru:
1141 "Aku bilang kau bukan manusia, dengan begitu rendah hati
Komandan Li minta pengertianmu, hal ini dikarenakan dia tak
ingin menyalahimu, boleh dibilang ia sudah cukup besar
memberi muka kepadamu, sungguh tak nyana mukamu lebih
besar daripada kentut, bahkan masih meminta minta lagi
secara tak tahu malu !"
Pemuda ini seperti merasakan suatu kemangkelan yang
mendesak dalam dadanya, membuat dia merasa tak enak
untuk membungkam dian belaka, maka setelah melontarkan
kata kata tersebut, seketika itu juga dia merasakan hatinya
jauh lebih lega. Dengan wajah yang keren dan serius dia mengulapkan


Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

tangannya kepada Li Bu yang sembari berkata.
"Komandan Li, silahkan pergi. biar aku yang menangani
persoalan ditempat ini!"
"Budi kebaikan dari saudara Liong akan kami ingat selalu
didalam hati, orang orang Iiu sah bun tak akan pernah
melupakannya" seru Li Bun yang cepat dengan wajah serius.
Agaknya pada waktu itu dia sedang terburu buru, begitu
selesai berkata, dia lantas mengulapkan tangannya dan
mengajak orang orang itu berlalu dari sana.
Leng Hongya ada maksud untuk menghalangi kepergian
mereka, akan tetapi dia saksikan Liong Tian im sambil
menggenggam senjata patung Kim mo sin jin nya telah
menghadang dihadapannya. Kesemuanya ini menimbulkan amarah yang meluap-luap
dalam hati kecilnya dengan wajah memerah, dia segera
membentak: 1142 "Apa" Kau berani bermusuhan dengan diriku?"
"Huuuh, tindakan bodoh tak berotak seperti apa yang kau
lakukan barusan, betul betul membuat orang merasa gemas
dan mengutuknya..." jengek Liong Tian im dingin.
Dengan penuh amarah Leng Hongya mengayunkan telapak
tangannya dan secara beruntun melancarkan tiga buah
pukulan berantai yang memaksa Liong Tian im harus mundur,
dengan cepat dia memutarkan senjata patung Kim mo sin
jinnya uatuk melakukan perlindungan diri.
"Hmm, mari kita bertarung diluar saja!" tantang pemuda itu
kemudian dengan sinis. Mencorong sinar tajam yang menggidikkan hati dari balik
mata Leng Hongya, bentaknya keras keras:
"Apabila aku tak berhasil menyusul Kwan Hong maka kau
sibocah keparat yang akan menggantikan selembar jiwanya !"
Baru saja dia akan menyusul ke luar pintu mendadak Leng
Ning ciu menghalangi jalan pergi Leng Hongya sambil berseru:
"Ooooh ayah, apakah Kwan Hong jauh lebih penting
daripada putri kandungmu sendiri?"
"Kau tidak tahu." kata Leng Hongya dengan sedih, "bila hal
ini dibiarkan berlangsung maka dikemudian hari ayah akan
malu bertemu dengan kawan kawan persilatan."
Kemudian sambil tertawa dingin dia berseru.
"Aku harus mengejarnya dan membacok mampus Li Bun
yang, aku tahu bahwa dia bermaksud menggunakan siasat Ku
1143 bak ki (siasat menyiksa diri) untuk membuat hatiku iba,
membuat hatiku lemah sehingga tak tega untuk turut tangan,
hmmm . . . Orang orang dari Liu sah bun memang pantas
dibunuh semua." "Hmmm . . ," tiba tiba dari arah depan ruangan
berkumandang suara dengusan dingin, lail nampak sesosok
bayangan manusia berkelebat masuk kedalam ruangan.
Ternyata orang itu adalah Kwan Lok khi.
Begitu masuk kedalam ruangan, dan bertemu dengan Leng
Hongya, dia lantas berseru keras.
"Saudara Leng !"
Paras muka Leng Hongya amat kalut, ujarnya sedih:
"Saudara Kwan, kedatanganmu memang tepat sekali."
"Mana putraku ?" tanya Kwan Lok khi lagi.
Leng Hongya mengggelengkan kepalanya berulang kali
serunya: "Dia telah dibawa pergi oleh orang orang Liu sah bun,
saudara Kwan, aku tak tahu bagaimana harus memberi
penjelasan kepadamu tentang persoalan ini, orang orang Liu
sah bun telah menggunakan siasat penyiksa diri untuk
memojokkan posisiku, sehingga aku tak berdaya untuk
menghalangi niat mereka . ."
Kwan Lok-khi tertawa seram.
1144 "Aaah, hal ini mana bisa menyalahkan saudara Leng,
setelah memperoleh laporan dari anak buahku, buru buru aku
menyusul kemari sayang sekali telah terlambat selangkah,
untung saja disekeliling tempat ini penuh dengan orang
orangku tidak sulit bagi kami untuk mencari tahu tempat
tinggal orang-orang Liu sah bun tersebut, sedangkan
mengenai keselamatan jiwa putraku itu, heeeeh, heeeeh, aku
percaya kalau orang orang Liu sah bun tak berani berbuat apa
apa terhadapnya. Heeeeeeh, heeeh, saudara Leng, bagaimana
menurut pendapatmu?"
Kemudian setelah melirik sekejap ke arah Liong Tian im,
katanya lagi sambil tertawa.
"Orang she Liong, nyalimu benar benar amat besar, sampai
menantu ku pun berani kau gaet pergi Hmmm.. aku lihat
mungkin kau menganggap dirimu sudah mempunyai delapan
kepala sembilan lengan, heeeh heeeeh, betul betul bedebah
yang ingin mencari mampus.
"Kau jangan memfitnah orang secara sembarangan."
bentak Liong Tian im dengan suara dingin.
Kwan Lok khi kembali tertawa dingin.
"Orang she Liong, apabila putraku tidak keburu ditawan
oleh orang orang Liu sah bun, sekarang juga aku akan
memberi pelajaran yang setimpal untukmu. . ."
Kemudian setelah melirik sekejap ke arah Leng Ning ciu,
katanya lebih jauh: "Leng Ning ciu, apakah bocah keparat itu telah
menyiksamu atau memberi penderitaan kepadamu?"
1145 "Aku tidak mengerti apa yang sedang kau maksudkan."
tukas Leng Ning ciu dingin.
Kembali Kwan Lok khi tertawa seram.
"Heeeeeh, heeeh, heeeh, maksudku, apakah kau sudah
digerayangi atau dinodai oleh keparat tersebut, apabila
menantu dari keluarga Kwan kami sampai dinodai orang heeh
heeeh, lohu pasti akan mencabut nyawa anjing si bocah
keparat tersebut!" Paras muka Leng Ning ciu berubah hebat, dengan wajah
hijau membesi dia berseru.
"Aku sama sekali tidak berniat untuk kawin dengan
keluarga Kwan kalian, empek Kwan, kau tahu kalau putramu
banyak akal muslihatnya, lebih baik biarkan saja dia memilih
gadis lain." "Hei, apa maksudmu berkata demikian?" Kwan Lok khi
berseru dengan wajah tertegun "ayahmu telah menyetujui
untuk menjodohkan kau dengan keluarga Kwan kami, kedua
belah pihak pun sudah mengikat tali perkawian tersebut,
apalagi Hong ji sangat mencintaimu, dia telah bertekad untuk
mengawinimu bagaimana pun juga!"
Leng Hongya tahu kalau putrinya tak nanti akan menyetujui
perkawinan tersebut dalam keadaan demikian, dia memang
ada maksud untuk membuat Liong Tian im dan Leng Nio ciu
mematikan niat mereka, maka ujarnya kemudian sambil
tersenyum: "Saudara Kwan aku harap setelah menolong Kwan Hong
dari bahaya, kita bisa segera mengawinkan kedua orang
1146 bocah itu saat ten bat. lembah Teo ong kok dan Jit gwat san
akan menjadi serumah haaahh . haahh.."
Kemudian setelah melotot sekejap kearah Liong Tian im
dengan penuh kebencian katanya dengan dingin:
"Sekarang kau sudah boleh pergi, selanjutnya harap jangan
kau mengusik putriku lagi . ."
Liong Tian im mendengus dingin, wajahnya menunjukkan
sikap amat sinis dan menghina, setelan melirik sekejap ke
arah Leng Ning ciu dia mengankat senjata patung Kim mo sin
jin nya dan lantas beranjak keluar dari situ."
"Tian im .." Leng Ning Ciu merasakan hatinya seolah olah di hantam
dengan martiI besar, hatinya berdenyut keras dan sekujur
tubuhnya gemetar, air mata jatuh berlinang membasahi
pipinya yang putih, rambutnya yang kusut terurai, kalut di tiup
angin. Dengan penuh penderitaan dia berseru: "Tian im, bawalah
aku pergi !" Leng Tian im yang merasakan penderitaan dan siksaan hati
yang dialami gadis tersebut tiba tiba saja merasakan
kepedihan yang besar senada dalam hatinya, dengan ceptt dia
menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Ning ciu, kau tak dapat pergi bersamaku." katanya sedih,
"aku bukan seorang yang ber.harga bagimu, kaupun tidak
berharga untuk berbuat demikian, hal ini sudah merupakan
nasib kita, siapapun tak dapat merubah kenyataan ini !"
1147 "Tidak !" seru Leng Ning ciu gemetar, "Tian im, kau harus
tahu selama berada bersama orang yang dicintai, biar hanya
sehari atau dua hari, hal itu merupakan suatu kebahagian
bagiku, jauh lebih berharga raganya daripada harus tinggal
sepanjang hidup dengan orang yang tidak dicintai, aku lebih
suka berdiam satu dua hari denganmu, aku lebih suka hidup
menderita bersama orang yang kukasihi Tian im, kau harus
memberi sedikit waktu bagiku."
Dengan cepat Liong Tian im menggelengkan kepalanya
berulang kali. "Tidak, aku tidak bisa Ning ciu, kau harus tahu akan
keadaanku sekarang, jangan topi kalau ayahmu telah
menjodohkan kau dengan Kwan, sekarang, kau sudah
merupakan anggota keluarga Kwan !"
"Hmmm, Kwan Hong itu manusia macam apa, Aku tak
nanti akan mencintainya walau hanya sedetikpun" dengus
Leng Ning ciu dengan sinis, "Tian im, harap kau mempercayai
diriku, dalam hatiku hanya ada kau seorang siapapun tak nanti
akan merebut hatiku dari tanganmu, semuanya ini kuucapkan
sejujurnya harap kau percaya !"
Sambil menutupi wajahnya dia menangis tersedu sedu,
batinnya yang kosong dan sedih hampir saja membuat dia
tidak memiliki keberanian untuk hidup lebih jauh, kenyataan
yang keji telah menghancur lumatfkan impian indahnya.
Sekarang, pangeran yang dia idamkan telah berubah
menjadi seorang iblis yang berwajah keji, maka dia bersedih
hati, merasa sedih untuk nasih sendiri yang jelek, juga sedih
karena mempunyai seorang ayah yang tak tahu perasaan.
1148 Liong Tian im tertawa getir.
"Aku tahu bagaimanakah perasaanmu, aku sudah tahu..."
Kwan Lok khi merasa tak senang hati menyaksikan
sepasang muda mudi ini saling bermesraan dan saling
mengutarakan perasaannya dihadapan mereka berdua, sambil
melotot besar penuh amarah, dia berteriak keras-keras:
"Saudara Leng, apa yang telah terjadi ?"
Leng Hongya tertawa rikuh.
"Putriku tak tahu diri, ternyata dia telah jatuh hati terhadap
seorang pemuda rudin yang ingusan, harap seudara Kwan
jangan salah sangka, diantara mereka kecuali hanya terjalin
oleh setitik hubungan sesungguhnya tiadi hubungan lain !"
"Heeeh heeeh heeh .. hal ini mana boleh jadi?" seru Kwan
Lok khi sambil tertawa seram. "Saudara Leng, Ning ciu adalah
seorang gadis perawan, mana boleh melakukan perbuatan
semacam ini " Apabila sampai diketahui orang lain, bukankah
mereka akan menertawakan kita sampai giginya pada copot
semua." "Soal ini..." paras muka Leng Hongya menjadi berubah
amat dingin, "aku akan mengusir keparat ini lebih dulu!"
Dia melompat maju ke muka, lalu berseru sambil
membentak marah: "Orang she Liong, kau harus segera enyah dan sini!"
Liong Tian im melirik sekejap ke arahnya dengan marah
kemudian menjawab: 1149 "Tempat ini bukan lembah Tee ong kok, kau tidak berhak
untuk mengusirku dari sini, bila kau berbicara dengan cara
yang baik, mungkin saja aku akan pergi dengan sendirinya,
tapi jika kau ingin berlagak di hadapanku" Harap maaf,
terpaksa aku akan mencoba sampai di manakah kemampuan
yang kau miliki". Leng Hongya mendesis marah, lalu melancarkan pukulan
sambil berseru: "Bocah keparat aku akan menghabisi nyawa anjingmu."
Mendadak Leng Ning Ciu menerjang ke muka tanpa
memperdulikan mati hidup sendiri serunya sambil menangis
terisak: "Ayah, kalau kau hendak membunuhnya, lebih baik
bunuhlah putrimu lebih dulu !"
Buru buru Leng Hongya menarik kembali serangannya dan
membuyarkan angin serangannya secara paksa, dia tidak
menyangka kalau putrinya sama sekali tidak memperdulikan
nama baiknya. Berada dalam keadaan begini, dia lantas mendongakkan
kepalanya dan tertawa seram, sedemikian marahnya Leng
Hongya sampai rambutnya pada berdiri kaku macam landak.
"Bagus, bagus sekali .. . . aku Leng Hongya memang telah
memelihara seorang putri yang sangat baik !"
Kwan Lok khi menanggapi dari sisinya dengan suara dingin:
"Saudara Leng tak usah marah marah, serahkan saja bocah
keparat ini, agar aku saja yang menyelesaikannya . ."
1150 Leng Ning ciu yang mendengar ucapan tersebut menjadi
terperanjat segera jeritnya ngeri.
"Tian im, cepat pergi, mereka akan membunuhmu. . ."
Waktu itu Kwan Lok khi telah bertarung melawan Liong
Tian im. mereka berdua sama sama turun tangan dengan
penuh kegusaran, tak heran kalau jurus serangan yang
digunakan hampir semuanya merupakan jurus pembunuh
yang mengerikan. Leng Ning ciu benar benar merasakan hatinya hancur, dia
berpaling ke arah Leng Hong ya, lalu katanya:
"Ayah, apabila kau tidak melepaskan Liong Tian im, hari ini
ananda tak akan pulang".
Ancaman tersebut ternyata cukup manjur, Leng Hong ya
segera menghela napas panjang.
"Aaai, saudara Kwan yang penting buat kita sekarang
adalah menyelamatkan putramu, sedangkan soal bocah
keparat ini, belum terlambat rasanya untuk diselesaikan
dikemudian hari!"

Cincin Maut Karya Tjan Id di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Kwan Lok khi merasakan hatinya terkesiap, buru buru dia
menarik kembali serangannya sambil melompat mundur
kebelakang, serunya kemudian:
"Hm, terlalu keenakan untuk bocah keparat ini."
Liong Tiam im juga tidak banyak membuang waktu lagi, dia
segera berkelebat menggerakkan tubuh sambil berseru.
1151 "Sampai jumpa lagi lain kesempatan, bila kalian berjumpa
lagi denganku dikemudian hari, akupun tidak akan bersikap
begini sungkan terhadap kalian berdua !"
Tubuhnya seperti digulung asap ringan yang menyelinap
lewat, dalam waktu singkat ia sudah berada berapa kaki
jauhnya dari posisi semula kemudian lenyap dari pandangan
mata. Malam yang gelap telah menyelimuti angkasa, disekeliling
sebuah hutan. Ditengah sebuah tanah berumput yang Iuas, berdiri sebuah
kuil yang sudah bobrok, dalam kegelapan malam, kuil itu
berada dalam keheningan yang luar biasa seperti sebuah kota
mati. Tiada cahaya lentera yang memancar keluar dari balik
bangunan tersebut, dinding yang rubuh dan atap yang hancur
menunjukkan kalau kuil tersebut sudah lama berada dalam
keadaan terbengkelai tanpa penghuni.
Didalam kegetapan yang hening inilah, tiba tiba muncul
sepasukan manusia yana bergerak cepat mendekati bangunan
kuil itu, rombongan manusia misterius ini bagaikan sukma
gentayangan saja, bergerak kedepan tanpa menimbulkan
sedikit suarapun. Ditengah keheningan, akhirnya terdengar seseorang
berkata dengan suara parau karena tua.
"Pemimpin, cukup memuaskankah tempat ini?"
1152 "Ehmm !" gidis berbaju serba putih yang berjalan paling
muka mengiakan pelan, setelah memandang sekejap ke
sekeliling tempat itu. "Bagus sekali." katanya lebih jauh dengan suara hambar.
"Leng huan, kirimlah orang untuk memasang lentera !"
Pemuda yang dipanggil Leng huan mengiakan dengan
hormat dan melompat kedepan.
Sementara pemimpin rombongan didampingi seorang lelaki
berbaju hitam meneruskan langkahnya menuju kedepan situ.
Kuil yang sepi dan gelap akhirnya diterangi empat buah
cahaya lentera, sinar yang redup menyorot keluar dari balik
bangunan itu membuat keadaan kuil tersebut lebih
bersuasana hidup" Gadis pemimpin itu berjalan masuk ke da larn kuil diiringi
sejumlah pasukan besar. Setiap kali dia melangkah maju selangkah, orang orang
yang berada dibelakangnya juga ikut melangkah setindak,
orang orang tersebut membungkam semua dalam seribu
bahasa. Leng huan yang telah menunggu dalam ruang kuil segera
berkata dengan hormat: "Pemimpin, silahkan naik ke tempat duduk utama !"
Ditengah ruangan telah disiapkan sebuah kursi, gadis
tersebut mengulapkan tangannya dan duduk, sementara anak
buahnya segera duduk dilantai.
1153 ooOoooo oooOooo "Leng Huan, sampai kapan mereka baru akan tiba disini ?"
tanya gadis itu lagi. "Menurut laporan dari Li Sam, komandan Li telah berhasil
menawan Kwan Hong dan sedang berangkat kemari, aku pikir
dengan cepat mereka akan sampai disini." sahut Leng Huan
dengan hormat. "Ehmm, aku sudah tahu." kata gadis itu sambil
mengulapkan tangannya dengan cepat, "sekarang, kau segera
kirim orang untuk menyambut komandan Li, perketat
penjagaan disekeliling tempat ini, apabila dugaanku tidak
salah, telur busuk tua dari Jit gwat san mungkin akan segera
menyusul kemari. Mencorong sinar buas dari sepasang mata Leng Huan
setelah mendengar ucapan itu, serunya:
"Kalau tidak datang masih mendingan, bila berani kemari,
kami akan beradu jiwa dengannya."
"Berapa besar sih kepandaian yang kau miliki" Berani benar
mengucapkan kata kata sesumbar?" tegur gadis itu ketus,
"Kwan Lok khi bukan orang blo'on, dia banyak tipu
muslihatnya dan merupakan seorang manusia yang
berbahaya, kalau dia sampai datang, banyak kesulitan yang
bakal kita hadapi!" "Hamba tahu..." buru buru Leng Hian memberi hormat.
"lngat" kata gadis itu lagi " sebelum memperoleh
perintahku, siapapun tak boleh masuk kemari, Kau tak tahu
bukan bahwa tugas dan tanggung jawab kita pada malam ini
1154 sangat berat, apabila bertindak salah, maka semua rencana
besar dari Lu sah bun akan hancur berantakan, nah pergilah
dan sambut kedatangan komandan Li."
Leng Huan mundur selangkah lau menyahut. "Baik,
pemimpin!" Dia memilih beberapa orang lelika kekar diantara para jago
yang hadir disitu, kemudian bergerak menuju keluar dengan
kecepatan luar biasa, didalam waktu singkat, bayangan tubuh
mereka sudah lenyap dibalik kegelapan.
Gadis itu memandang sekeiap ke arah kawanan jago yang
sedang duduk bersila dilantai, kemudian terlintas perasaan
murung dan sedih diatas wajahnya setelah membela napas
berat dengan sedih dia menggelengkan kepalanya berulang
kali ! "Pemimpin !" Pelan pelan berdiri seorang kakek berambut putih diri
antara kawanan manusia tersebut, lalu tanyanya dengan
hormat. "Pemimpin, persoalan apakah yang membuat mu merasa
murung dan sedih. Dengan wajah serius gadis itu menjawab.
"lt Beng, apakah kau tidak merasa bahwa keadaan sedikit
tak beres " Menurut rencana komandan Li seharusnya sudah
sampai disini, sekarang sudah begini malam, namun tiada
kabar berita sama sekali tentang diri mereka, siapa tahu kalau
telah terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan?"
1155 It Peng dengan cepat menggeleng. "Pemimpin tak usah
terlalu cemas Komandandan Li adalah saorang yang cekatan
dan pandai bekerja, kepandaian silat yang dimiliki pun cukup
untuk menghadapi keadaan, menurut hamba tak mungkin
mereka menjumpai hal-hal yang tak diinginkan !"
Gadis itu menghela napas panjang.
"Aaai ... bagaimanapun juga, dalam menghadapi setiap
persoalan kita harus berpikir dahulu kebagian yang terjelek,
kau tidak mengetahui akan kelihayan orang orang Jit gwat
san, maka kau bisa berkata demikian, Apabila Kwan Lok khi
mengetahui bahwa putranya ditawan orang, sudah pasti dia
akan menyusul kemari, siapa tahu kalau komandan Li sekalian
telah berjumpa dengan mereka. . ."
"Soal ini. . ." It Peng menjadi tertegun dan tak mampu
melanjutkan kata katanya.
Gadis itu membenahi rambutnya yang kusut, kemudian
berkata lebih jauh: "Aku kuatir usaha kita kali ini akan si sia belaka, apabila
rencana kita menemui kegagalan maka kemungkinan besar
usaha kita orang orang Liu sah bun untuk melakukan
pembalasan dendam tidak akan berhasil di capai dengan
mudah!" Setelah menghela napas sedih, dia tidak berbicara lagi,
untuk sesaat suasana dalam kuil menjadi sunyi senyap tak
kedengaran sedikit suara pun.
Semua orang menunggu dengan tenang, menunggu
datangnya berita yang menyatakan kalau komandan Li telah
kembali. 1156 Namun hingga kini jejak komandan Li masih merupakan
sebuah teka teki besar yang tak terjawab.
"Toook. . toook. . tokk. . took. ."
Suara derap kaki kuda yang ramai bergema secara tiba tiba
memecahkan keheningan malam, para jago yang berada
dalam ruang kuil itu merasakan semangatnya berkobar
kembali menyusul suara derap kaki kuda tersebut, dengan
cepat mereka memusatkan perhatian nya untuk
mecdengarkan. Gadis itu nampak berseri, gumamnya kemudian dengan
wajah gembira: "Aaah, mereka yang datang, komandan Li yang datang !"
Mendadak ditengah keheningan malam yang sunyi
berkumandang suara bentakan nyaring.
"Siapa ?" "Saudara Leng, masa aku Li Bun yang saja tidak kau
kenali?" seseorang menyahut dengan suara nyaring.
"Komandan Li, kau telah kembali, cepat masuk, cepat
masuk . !" Kemudian dengan perasaan gelisah dan terburu nafsu
serunya lebih jauh. (Bersambung jilid 28) 1157 CINCIN MAUT Oleh: Tjan. ID Jilid 28 "AKU AKAN SEGERA memberitahukan kepada pemimpin!"
Suara langkah kaki yang ramai bergema memecahkan
keheningan kemudian tampak Leng Huan berlari masuk ke
dalam kuil sambil berteriak nyaring:
"Pemimpin, komandan Li telah kembali... komandan Li telah
kembaii...!" Gadis itu tertawa hambar.
"Aku tahu, silahkan komandan Li untuk masuk kedalam!"
Para jago yang semula duduk didalam ruangan kuil
serentak bangkit berdiri dan berdiri berjajaran ditepi ruangan,
1158 baru saja Leng Huan akan menyusul kedepan, Li Bun yang
telah berjalan masuk dengan langkah lebar.
Sambil menjura serunya: "Pemimpin hamba telah datang terlambat."
Gadis itu menggelengkan kepalanya berulang kali..."
"Komandan Li, kalau cuma terlambat pulang sih tak
menjadi soal, yang kukuatirkan adalah bila mana urusannya
menjadi berantakan Bagaimana" Bagaimana keadaannya"
Apakah menguntungkan bagi kita?"
"Pemimpin." ujar Li Bun yang dengan suara dalam, "kali ini
hamba tak tega mempergunakan suatu penyiksa diri sebelum
berhasil menangkap Kwan Hong, andaikata Leng Hongya
benar benar mengajak hamba bertarung entah bagaimanakah
akibat selanjutnya ?"
"Ooooh, konon kau telah mengorbankan nyawa dari ke dua
belas orang toyu .."
Li Bun yang menghela napas sedih.
"Seandainya tidak mempergunakan cara ini bagai mana
mungkin aku bisa memperoleh Kwan Hong" pemimpin, harap
kau sudi menjatuhi hukuman atas kelalaian dari hamba ini,
hamba bersedia menerima hukuman macam apa pun jua .."
Dengan gemas gadis itu mengepalkan sepasang tinjunya
dan diulapkan di tengah udara, kemudian sambil mencorong
sinar kebuasan, dia berseru dengan perasaan dendam:
"lnilah pelajaran berdarah... inilah pelajaran berdarah !"
1159 Suatu perubahan wajah yang menyeramkan, segera
terlintas diatas wajah si nona yang dingin, sekujur tubuhnya
gemetar keras, setelah merasakan gejolaknya perasaan
berapa saat, pelan pelan dia baru menjadi tenang kembali.
Katanya dengan sedih: "Dendam kesumat ini tak pernah akan Tin Cu hoa lupakan
untuk selamanya, Komandan Li, kau jangan bersedih hati,
Suramnya Bayang Bayang 3 Pendekar Gila 40 Empat Bidadari Lembah Neraka Pedang Kilat Membasmi Iblis 5
^