Pencarian

Pelarian 5

Pelarian Karya Alviorita Bagian 5


engkau dapat menculikku dari keluargaku?"
"Aku pasti akan melakukan apa saja untuk membahagiakanmu, Tuan
Puteri." Alviorita memalingkan kepalanya mendengar kesungguhan Nathan.
"Engkau berjanji?"
"Aku janji, Alviorita. Aku sangat ingin membuatmu yang selama ini tidak
pernah membahagiakan diri sendiri, menjadi gadis yang paling bahagia di
dunia ini." "Tidak pernah membahagiakan diri" Menjadi gadis yang paling bahagia
di dunia?" Nathan tersenyum mendengar kebingungan Alviorita. "Aku akan
melakukannya untukmu dan hanya untukmu seorang, Alviorita," katanya
kemudian ia menundukkan kepalanya.
Wajah Alviorita kembali memerah ketika Nathan menciumnya. Alviorita
melihat Nathan tersenyum padanya.
"Engkau menciumku lagi."
www.ac-zzz.tk "Aku akan menciummu lagi kalau engkau tidak segera memalingkan
kepalamu ke jalan," kata Nathan bergurau.
Wajah Alviorita semakin merah. Gadis itu segera memalingkan
kepalanya dan kembali memperhatikan sekitarnya. Tetapi perhatian Alviorita
tidak dapat kembali lagi ke sana. Jantung Alviorita yang kembali berdetak
kencang membuat pikiran gadis itu tidak dapat terlepas dari pria yang kini
memeluknya. Seperti pikiran dan perasaannya, Alvioritapun tidak pernah jauh dari
sisi Nathan. Walaupun setiap kali mereka berhenti, Alviorita selalu mendekati
suami istri Rpiayh tetapi Nathan tetap berada di sisi gadis itu. Baik Nathan
maupun Alviorita tampaknya tidak ingin jauh walaupun pertengkaran tetap ada
di antara mereka. Setiap hari bahkan setiap saat Alviorita memiliki kesempatan untuk
naik kereta tetapi gadis itu tidak pernah melakukannya. Alviorita tetap
memilih Nathan daripada keluarga Rpiayh.
Suami istri Rpiayh serta Yoland juga kusir kuda mereka sering merasa
geli melihat hubungan Nathan dengan Alviorita. Mereka sering bertengkar
tetapi mereka tetap selalu bersama.
Pernah dalam perjalanan mereka berhenti di suatu penginapan dan
Nathan serta Alviorita kembali bertengkar. Alviorita tidak ingin tidur
sedangkan Nathan ingin gadis itu beristirahat agar dapat meneruskan
perjalanan tanpa kelelahan.
"Mereka bertengkar lagi," kata Yoland.
Hellebre memperhatikan Nathan dan Alviorita yang sama-sama tidak
mau mengalah. "Aku heran. Walaupun mereka selalu bertengkar tetapi aku
tetap merasa mereka tampak akrab."
"Mereka tampak semakin akrab dengan pertengkaran mereka itu," kata
Golbert. "Aku ingin tahu bagaimana reaksi Tuan Puteri bila ia menyadari Tuan
Muda Nathan adalah tunangan yang dihindarinya."
"Aku tidak tahu, Hellebre. Saat ini Tuan Puteri tidak ingat masa
lalunya." Walaupun telah beberapa hari melakukan perjalanan dengan kereta
yang sama dengan keluarga Rpiayh tetapi Yoland tetap tidak mengetahui
Alviorita yang sebenarnya dan hubungannya dengan Nathan. Percakapan yang
baru saja terjadi juga tidak memberitahu banyak kepadanya. Kini Yoland
mengerti Alviorita dan Nathan adalah tunangan dan Alviorita tidak menyukai
pertunangan mereka. www.ac-zzz.tk Bukan hanya Yoland yang tidak tahu siapa Alviorita. Alviorita sendiri
juga tidak tahu siapa dirinya. Walaupun ia telah mengetahui nama aslinya dari
Nathan tetapi Alviorita tetap merasa pria itu tetap tidak mengatakan
seluruhnya. Masih ada yang disembunyikan Nathan.
Melihat sikap suami istri Rpiayh yang sangat sopan bahkan seperti
menyanjungnya, Alviorita semakin yakin ada yang disembunyikan Nathan
darinya. Alviorita pernah mengatakan kecurigaannya itu kepada Nathan tetapi
pria itu tetap tidak berusaha mengurangi kecurigaannya. Alviorita tahu
keluarga Rpiayh telah mengetahui segala sesuatu tentang dirinya di masa lalu
tetapi keluarga itu juga tidak akan memberi tahu apa-apa kepadanya.
Alviorita yakin Nathan meminta suami istri Rpiayh untuk tidak mengatakan
apa-apa kepada dirinya. Kecurigaan Alviorita semakin besar ketika mereka semakin menjauhi
Synghz. Sejak meninggalkan Synghz, Alviorita tidak tahu ke mana mereka akan
pergi. Tidak seorangpun yang memberi tahunya. Alviorita juga tidak dapat
menebak ke mana mereka pergi.
Walaupun Alviorita merasa ia mengenal setiap seluk beluk Kerajaan
Lyvion tetapi ia tetap tidak dapat mengetahui jalan yang mereka lalui akan
membawa dirinya ke mana. Nathan telah menduga perasaan tajam Alviorita sebagai Putri Mahkota
tidak dapat ditipu. Alviorita akan merasa curiga kepadanya yang seperti
berusaha menyembunyikan asal usul gadis itu. Nathan tidak ingin menipu
Alviorita karena itu ia tidak berusaha mengurangi kecurigaan Alviorita.
Kecurigaan Alviorita benar. Dan kecurigaan itu dibiarkan Nathan tetap
ada di hati gadis itu hingga hari terakhir perjalanan mereka.
Ketika mereka semakin mendekati Vximour, Nathan semakin gelisah.
Alviorita menyadarinya. "Akhir-akhir ini engkau terlihat gelisah dan
semakin hari semakin gelisah. Apa yang terjadi, Nathan?"
Nathan tidak dapat memberi tahu Alviorita kegelisahannya. Walaupun
Alviorita tidak dapat mengingat masa lalunya tetapi perasaan terkurung gadis
itu masih ada. Selama perjalanan, Nathan dapat merasakan perasaan
terkurung Alviorita. Lima belas tahun hidup dalam dunia yang tidak
disukainya, membuat perasaan terkurung Alviorita melekat di dasar hati
gadis itu. Sambil berusaha memulihkan ingatan Alviorita, Nathan ingin
menghilangkan perasaan terkurung itu. Nathan ingin Alviorita tahu walaupun
www.ac-zzz.tk ia seorang Putri Mahkota, ia tetap dapat merasakan kebahagiaan. Tidak
seluruh waktunya dibutuhkan oleh urusan kerajaan. Masih ada waktu terluang
baginya untuk bermain. Duchess benar. Karena Alviorita dipaksa untuk meninggalkan semua
masa kanak-kanaknya sejak gadis itu masih tiga tahun, dalam diri gadis itu
tumbuh satu keyakinan yang sangat kuat.
Ia adalah Putri Mahkota dan sebagai Putri Mahkota ia tidak boleh
menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Seorang Putri Mahkota
tidak mempunyai waktu untuk bersenang-senang, semua waktunya hanya untuk
kerajaannya. Nathan tidak ingin Alviorita merasakan perasaan itu lagi bahkan ketika
ia kehilangan ingatannya. Nathan tahu bila ia membawa Alviorita ke Istana
Urza, ingatan gadis itu akan semakin cepat pulih. Tetapi pulih dalam keadaan
terkurung. Dan Nathan tidak ingin itu terjadi.
Yang diinginkan Nathan adalah ingatan Alviorita pulih dalam keadaan
bebas. Ingatan gadis itu harus pulih saat ia tidak merasakan tugas-tugas
kerajaan yang berat yang membebaninya. Tetapi itu berarti Nathan tidak
boleh membawa Alviorita ke Istana Urza.
Satu-satunya jalan yang terbaik adalah tidak membawa Alviorita
kembali ke Istana Urza melainkan ke Castil Q`arde dan Raja Phyllips harus
menerima keputusan Nathan ini. Nathan tidak peduli apakah Raja Phyllips mau
menerima keputusannya ini. Nathan hanya menginginkan kebahagian Alviorita.
"Tidak ada apa-apa, Alviorita," kata Nathan meyakinkan Alviorita.
"Aku tahu engkau gelisah, Nathan. Katakanlah kepadaku," kata
Alviorita memohon. "Mungkin karena kita semakin dekat dengan tempat keluargamu, aku
tampak gelisah seperti ini."
Alviorita memandang lekat-lekat wajah Nathan. Melihat kesungguhan
di wajah itu, Alviorita tahu ia tidak dapat membuat Nathan mengatakan yang
sebenarnya. Alviorita kembali memperhatikan jalan.
Semakin mendekati Vximour, Alviorita semakin merasa ia mengenal
tempat ini. Melihat puncak menara Istana Urza yang tampak menjulang di
tengah-tengah kota Vximour, Alviorita merasa ia pernah tinggal di tempat ini.
Perasaannya yang mengatakan bahwa ia telah pulang ke rumahnya
membuat gadis itu yakin ia pernah tinggal di Vximour.
Semula Alviorita menduga Nathan akan membawanya ke Vximour tetapi
ternyata pria itu membawa rombongan mereka menjauhi Vximour.
www.ac-zzz.tk Walaupun tidak mengerti mengapa Nathan tiba-tiba mengubah arah
mereka, Golbert tetap tidak memerintahkan kusir kudanya ke Vximour.
Golbert tetap membiarkan kusir kudanya mengikuti Nathan. Golbert yakin
Nathan mempunyai tujuan tertentu sedangkan Hellebre tampak gelisah.
"Bukankah kita akan ke Vximour" Mengapa Tuan Muda Nathan
mengubah arah" Apakah pria itu tidak membohongi kita?"
"Tenanglah, Hellebre," kata Golbert, "Aku percaya Tuan Muda Nathan
mempunyai tujuan tertentu. Lihatlah kita berjalan ke utara Vximour, mungkin
kita akan menuju ke Chymnt."
"Bukankah kita telah melalui Chymnt?" tanya Hellebre tidak mengerti.
"Belum. Tuan Muda Nathan membawa kita melalui Quadra. Nathan
tidak melalui Chymnt," kata Golbert tenang.
Yoland tidak mengerti apa yang dibicarakan kedua majikannya itu.
Melihat mereka semakin menjauhi Vximour, Alviorita semakin khawatir.
"Kita akan ke mana?"
"Jangan khawatir, Alviorita. Aku akan membawamu ke tempat yang ada
dalam mimpimu," kata Nathan lembut.
Alviorita memalingkan kepala. "Tempat itu benar-benar ada?"
"Ya, dan sekarang kita menuju ke sana."
"Kita akan berjalan-jalan di hutan itu?"
"Hutan?" tanya Nathan tak mengerti.
"Aku selalu melihat pemuda itu di hutan. Kami selalu bermain di hutan
yang hijau dan lapangan rumput yang luas."
Nathan tahu ia tidak salah membawa Alviorita ke Castil Q`arde. Gadis
itu masih ingat hutan tempat mereka bermain di Chymnt dan tempat itu
mungkin dapat membantu Alviorita mengingat semua masa lalunya.
"Aku akan membawamu ke sana nanti."
"Nanti" Bukankah kita akan ke sana sekarang?" tanya Alviorita curiga,
"Apakah engkau ingin aku beristirahat lagi" Aku yakin engkau akan
menyuruhku tidur sebelum membawaku ke sana."
"Tepat sekali," kata Nathan, "Engkau semakin pandai menebak."
"Aku tidak menebak. Setelah mengenalmu sekian lama, aku semakin
tahu apa yang ada di pikiranmu."
"Apa yang sekarang ada di pikiranku?" tantang Nathan.
"Yang pasti adalah aku harus tidur sebelum engkau membawaku ke
hutan itu," kata Alviorita kesal.
www.ac-zzz.tk "Walaupun engkau adalah kucing liar, engkau tetaplah seorang gadis.
Engkau pasti merasa lelah setelah beberapa hari berkuda bersamaku,
Alviorita." "Aku tidak lelah," bantah Alviorita.
"Aku meragukannya, Alviorita. Tidak mungkin engkau tidak lelah terus
duduk sepanjang hari selama tiga hari. Aku sendiri lelah terus menerus
memelukmu seperti ini."
"Mengapa engkau melakukannya?"
"Karena aku ingin membuatmu senang sekaligus menjagamu," kata
Nathan, "Tetapi engkau harus beristirahat dulu sebelum aku membawamu ke
sana." Alviorita terdiam. "Engkau benar, Nathan. Kalau hari ini aku ke hutan
itu, aku tidak dapat bermain sepuas hatiku. Hari semakin siang dan sebentar
lagi gelap. Aku takut gelap. Kalau kita pergi besok pagi-pagi, aku dapat
bermain di sana sepanjang hari."
"Setiap hari aku akan membawamu ke sana."
"Engkau akan melakukannya?" tanya Alviorita senang.
Nathan tersenyum. "Aku telah berjanji kepadamu juga kepada diriku
sendiri untuk membahagiakanmu. Sekarang aku ingin sekarang engkau
memalingkan kepalamu ke jalan lagi. Engkau membuatku sulit mengendalikan
kuda ini." Alviorita tersenyum manis kepada Nathan sebelum melakukan apa yang
diinginkan pria itu. Alviorita tahu Nathan tidak bersungguh-sungguh dengan
kalimat terakhirnya itu. Selama perjalanan menuju Vximour, Alviorita yang
duduk di depan Nathan sering memalingkan kepalanya bahkan bergerak
karena mantelnya tertiup angin tetapi pria itu tetap dapat mengendalikan
kudanya dengan baik. Alviorita sama sekali tidak takut walaupun Nathan tetap melarikan
kudanya dengan kencang. Alviorita tahu Nathan akan berhati-hati sehingga ia
tidak jatuh. Diam-diam Alviorita mengagumi Nathan. Pria itu tidak lelah sepanjang
hari duduk di atas kudanya sambil memeluknya. Pria itu tidak pernah
mengeluh bahkan terlihat senang melakukannya. Alviorita yakin tidak ada pria
lain yang sanggup melakukan hal ini selain Nathan.
Alviorita kembali memperhatikan jalan. Alviorita mengenal daerah yang
sekarang mereka lewati ini. Dalam mimpinya ia melihat tempat ini di dekat
hutan. "Tempat ini..."
www.ac-zzz.tk Suara lirih itu membuat Nathan cemas. "Ada apa, Alviorita?"
"Aku ingat tempat ini. Dalam mimpiku aku sering melihat tempat ini di
dekat hutan tempatku bermain. Pemuda itu selalu membawaku ke hutan
melewati tempat ini."
Nathan tersenyum senang. Dalam mimpinya Alviorita teringat tempat
ini yang berarti kemungkinan kembalinya ingatan Alviorita lebih besar bila ia
berada di Castil Q`arde daripada di Istana Urza.
"Hanya tempat ini satu-satunya jalan menuju hutan itu dari Castil
Q`arde," kata Nathan memberitahu.
"Kita akan ke Castil Q`arde" Castil itu milik keluargamu?"
"Engkau akan tinggal di sana sampai ingatanmu pulih."
Alviorita menatap Nathan lagi. "Baru kali ini aku menyukai
keputusanmu. Aku sangat senang, Nathan. Kalau tinggal di Castil Q`arde yang
dekat Chymnt, aku dapat dengan mudah mencapai hutan itu daripada
Vximour." Nathan merasa ia belum mengatakan apa-apa tentang Vximour kepada
Alviorita. "Vximour" Mengapa engkau berpikir akan tinggal di sana?"
"Karena ketika melewati tempat itu, aku merasa aku pernah tinggal di
sana terutama setelah melihat menara Istana Urza yang tinggi."
Nathan terkejut. Ini suatu kemajuan Alviorita dapat merasa ia pernah
tinggal di Vximour apalagi setelah melihat menara istananya sendiri. Nathan
percaya ingatan Alviorita cepat pulih.
"Engkau tidak akan tinggal di sana, Alviorita. Engkau akan tinggal di
Castil Q`arde," ulang Nathan.
"Aku mempercayaimu, Nathan. Walaupun kadang engkau menyebalkan
tetapi aku tetap mempercayaimu," kata Alviorita sebelum kembali
memperhatikan jalan. Nathan tersenyum senang dan mempererat tangannya yang melingkari
pinggang Alviorita sebelum memacu kudanya lebih kencang.
Setelah banyak mendengar mimpi Alviorita dari gadis itu sendiri,
Nathan ingin segera membuat ingatan Alviorita pulih. Nathan yakin saat
ingatan Alviorita pulih nanti, gadis itu juga akan ingat kenangan masa kecilnya
yang terlupakan karena demam tingginya saat Ratu meninggal. Gadis itu akan
mengingat setiap kenangan masa kecilnya bersama Ratu di Castil Q`arde dan
segala yang berhubungan dengan Nathan.
Nathan sangat senang hingga ia melupakan kereta yang mengikutinya.
Selama perjalanan mereka, walaupun Nathan tidak pernah melepaskan
www.ac-zzz.tk perhatiannya dari Alviorita tetapi pria itu masih berusaha menjaga agar
kereta itu tetap di belakangnya.


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Kali ini Nathan benar-benar melupakan kereta itu. Nathan hampir
meninggalkan kereta itu bila Alviorita tidak berkata, "Nathan, engkau terlalu
bersemangat. Lihatlah kereta keluarga Rpiayh telah tertinggal di belakang."
"Aku terlalu senang dapat membawamu kembali, Alviorita."
"Berhentilah sebentar, Nathan. Kita tunggu sampai mereka semakin
dekat baru kita melanjutkan perjalanan," perintah Alviorita.
Nathan tersenyum, "Baik, Tuan Puteri."
Alviorita mencari kereta kuda keluarga Rpiayh dari balik tubuh Nathan.
Melihat Alviorita membalikkan badannya, Nathan segera memeluk
erat-erat gadis itu, "Hati-hati, Alviorita. Aku tidak ingin engkau jatuh."
Alviorita kembali ke posisinya semula. "Aku mencari mereka, Nathan.
Aku khawatir mereka tersesat."
"Mereka tidak akan tersesat, Alviorita. Golbert pernah ke tempat ini.
Dia menabrakmu di sini," kata Nathan.
"Menabrakku?" tanya Alviorita tak mengerti.
"Mungkin sekarang saatnya aku memberitahumu, Alviorita. Sambil
menanti mereka aku akan mengatakan yang sebenarnya."
"Kebenaran yang selama ini kausembunyikan dariku?"
"Seperti yang telah engkau ketahui suami istri Rpiayh bukan orang
tuamu. Ibumu telah meninggal saat engkau berusia tiga tahun dan leontin
perakmu itu adalah milik ibumu. Selama lima belas tahun engkau lebih banyak
bersama pengasuhmu daripada ayahmu. Ayahmu terlalu sibuk sehingga ia
jarang bersamamu," kata Nathan, "Golbert menabrakmu dengan kereta
kudanya di sekitar tempat ini hingga engkau pingsan. Kemudian ia membawamu
ke Synghz." "Dan di sana aku tinggal selama dua bulan sebagai gadis yang hilang
ingatan," kata Alviorita mengakhiri cerita Nathan.
"Engkau marah kepada keluarga Rpiayh?" selidik Nathan.
"Tidak, aku menyayangi mereka. Tanpa mereka aku tidak tahu
bagaimanakah aku saat ini. Mereka telah menganggapku sebagai putri mereka
walaupun mereka tidak tahu siapakah aku."
"Kata-kata yang bijaksana," puji Nathan, "Mereka pasti senang bila
mendengar kata-katamu ini."
Alviorita malu mendengar pujian itu. "Dapatkah kita berjalan lagi,
Nathan" Aku sudah melihat kereta mereka."
www.ac-zzz.tk Nathan memalingkan kepala ke jalanan di belakang mereka. Melihat
sebuah kereta semakin mendekati mereka, Nathan mulai memacu kudanya.
Kali ini Nathan berusaha menjaga jarak dengan kereta itu. Nathan berusaha
agar kereta itu tetap di belakangnya selama mereka semakin mendekati Castil
Q`arde. Melihat menara Castil Q`arde yang tampak di sela-sela pepohonan
yang tinggi, Alviorita merasa senang. Castil yang terbuat dari batu abu-abu
itu tampak kokoh dan semakin lama tampak semakin besar.
Semakin mereka mendekati Castil itu, bentuk Castil yang megah itu
tampak semakin jelas. Menara-menaranya yang berujung runcing tampak
seperti menyanggah langit di atasnya.
Pintu gerbang yang juga berwarna abu-abu mengelilingi Castil itu. Di
ujung pintu gerbang yang semakin meruncing di tengah itu, tampak tombaktombak
kecil yang menakutkan. Tetapi halaman yang dilindungi pintu gerbang
itu tampak indah. Bunga-bunga musim panas masih bermekaran dengan
indahnya walau saat ini telah memasuki musim gugur. Warnanya
yang berwarna-warni membuat suasana di sekitar Castil Q`arde tidak
tampak menakutkan sebaliknya tampak indah.
Alviorita masih memperhatikan taman itu ketika mereka memasuki
pintu gerbang yang terbuka.
Nathan ingin tahu bagaimanakan perasaan Alviorita. Gadis itu telah
tinggal di Castil Q`arde selama kurang lebih empat bulan sebelum ia
menghilang lagi. Nathan menghentikan kudanya tepat di depan pintu masuk Castil
Q`arde. Dengan hati-hati ia turun dari kudanya kemudian membantu
Alviorita. Dari kereta yang mengikuti mereka, muncul keluarga Rpiayh serta
Yoland. Golbert terpesona melihat Castil Q`arde yang megah sedangkan
istrinya tampak jengkel. Hellebre segera mendekati Nathan dan Alviorita.
Tetapi sebelum Hellebre mendekati mereka, Nathan telah membuka pintu dan
membawa Alviorita masuk. Alviorita melepas tudung kepalanya dan melepaskan ikatan mantelnya.
Seorang pelayan yang muncul dari dalam, segera mengambil mantel itu.
"Di mana orang tuaku?" tanya Nathan.
"Mereka..." Pelayan itu belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika dari dalam
muncul Duchess of Kryntz.
www.ac-zzz.tk Duchess terkejut melihat Alviorita berdiri di samping Nathan.
"Nathan, engkau berhasil menemukannya. Aku percaya engkau akan
menemukannya," seru Duchess senang.
Alviorita tidak mengerti apa yang dikatakan wanita asing itu.
Nathan segera mendekati Duchess. "Mama, kuminta sekarang kita
biarkan mereka beristirahat dulu sebelum aku menceritakan segalanya."
"Engkau benar, Nathan. Aku yakin kalian telah menempuh perjalanan
yang panjang," kemudian Duchess berkata kepada pelayan yang masih berdiri
di sana, "Siapkan kamar untuk mereka."
Pelayan itu segera pergi mengerjakan perintah Duchess.
"Sambil menanti pelayan mempersiapkan kamar untuk Anda, lebih baik
kita duduk di Ruang Duduk sambil bercakap-cakap," ajak Duchess.
"Aku akan membawa Alviorita ke kamarnya, Mama. Alviorita tampak
lelah dan ia harus segera beristirahat."
"Aku tidak lelah," bantah Alviorita.
"Engkau lelah, Alviorita, tetapi engkau tidak mau mengakuinya," kata
Nathan, "Engkau jalan sendiri atau aku harus membopongmu?"
"Aku jalan sendiri," sahut Alviorita, "Lewat mana?"
Duchess terkejut mendengar pertanyaan Alviorita. Duchess tidak tahu
mengapa Alviorita yang pernah tinggal di Castil Q`arde tidak tahu jalan ke
kamar yang dulu pernah ditempatinya.
"Aku akan memberitahumu."
"Saya permisi dulu," kata Alviorita sopan.
Duchess semakin bingung melihat gadis itu tidak mengenali dirinya.
Nathan segera membawa Alviorita ke kamarnya. Pelayan gadis itu,
Yoland tanpa menanti perintah segera mengikuti mereka.
"Apa yang terjadi pada gadis itu?" tanya Duchess pada tamu-tamunya.
"Lebih baik Tuan Muda Nathan saja yang menceritakan kepada Anda,
Duchess. Tuan Muda lebih tahu daripada kami," kata Golbert.
"Kalian benar, saya tidak dapat menahan kalian di sini untuk
menceritakan hal itu. Sebaiknya saya mengantar Anda ke kamar Anda
sekarang agar Anda dapat segera beristirahat."
Duchess segera mengantar tamu-tamunya ke kamar tamu yang berada
di bawah lantai kamar Alviorita.
Mulanya kamar Alviorita juga berada di lantai dua yang terdiri dari
deretan kamar tamu. Tetapi karena Jeffreye dan Alviorita selalu bermain
hingga larut malam, Duchess menyuruh gadis itu pindah ke kamar yang
www.ac-zzz.tk terletak dekat dengan Ruang Kanak-Kanak. Yang berarti dekat dengan kamar
anggota keluarga Kryntz. Walaupun Alviorita meninggalkan Castil Q`arde, kamar itu masih
dibiarkan apa adanya. Almari yang berisi gaun Alviorita yang dibelikan
Duchess masih dibiarkan di tempatnya. Tidak ada yang berubah di kamar itu
tetapi Alviorita tetap merasa asing di dalam ruangan itu.
Setelah membawa Alviorita ke kamarnya, Nathan segera meninggalkan
gadis itu bersama pelayannya. Sebelumnya, Nathan telah berpesan kepada
Yoland untuk menjaga Alviorita hingga gadis itu benar-benar tidur.
Nathan tidak mempunyai waktu untuk menjaga Alviorita hinggga gadis
itu benar-benar tertidur. Ada suatu urusan penting yang harus diselesaikan
Nathan. Mula-mula Nathan harus memberitahu orang tuanya mengenai keadaan
gadis itu kemudian ia harus ke Istana Urza untuk memberitahu Raja Phyllips
serta memintanya membiarkan Alviorita tinggal di Castil Q`arde hingga ia
sadar kembali. Untuk menyelesaikan tugas pertamanya, Nathan segera menuju Ruang
Keluarga tempat orang tuanya biasa duduk di siang hari menjelang tengah
hari seperti saat ini. Seperti yang diharapkan Nathan, kedua orang tuanya juga adiknya,
Trent berada di sana. Duchess segera menyambut kedatangannya dengan sejumlah
pertanyaan, "Apa yang terjadi pada gadis itu" Mengapa ia tampaknya tidak
mengenali tempat ini lagi bahkan tidak mengenali aku?"
"Ia memang tidak mengenali kita lagi, Mama," jawab Nathan, "Kali ini ia
benar-benar hilang ingatan."
Duchess terpekik terkejut.
Duke menangkap keganjilan dalam kalimat Nathan. "Apa maksudmu"
Bukankah sejak awal ia memang kehilangan ingatannya?"
"Tidak, Papa. Aku yakin gadis itu hanya pura-pura hilang ingatan ketika
ia berada di sini tetapi kali ini ia benar-benar tidak dapat mengingat masa
lalunya." "Kalau gadis itu tidak kehilangan ingatannya, mengapa ia berada di sini"
Bukankah ia melarikan diri dari Istana Urza karena ingin menghindari
pertunangannya denganmu?"
"Aku sendiri juga tidak mengerti, Papa. Hanya Alviorita yang dapat
menjelaskannya tetapi saat ini ia tidak dapat melakukannya."
www.ac-zzz.tk "Apa yang membuat Putri kehilangan ingatannya" Siapakah orang yang
kubawa itu" Di mana engkau bertemu Putri?" tanya Trent ingin tahu.
"Sebelum aku menceritakannya, aku ingin meminta sesuatu dari kalian,"
kata Nathan tegas, "Aku tidak ingin seorangpun dari kita mengatakan kepada
Alviorita kalau ia adalah seorang Putri. Aku ingin Alviorita tetap mengira
dirinya adalah gadis biasa sampai ingatannya pulih."
"Mengapa engkau melakukan itu, Nathan" Bukankah ingatan Putri akan
lebih cepat pulih bila ia mengetahui semua itu?" tanya Trent.
"Alviorita tidak menyukai kedudukannya itu dan aku khawatir gadis itu
akan kabur lagi bila mengetahui kedudukannya yang penting itu."
"Engkau benar, Nathan. Putri Alviorita akan merasa terbebani bila ia
mengetahuinya sedangkan saat ini ia tidak boleh merasa terbebani apapun
agar ingatannya cepat pulih," kata Duchess, "Tetapi apa yang harus kita
katakan kepada Raja Phyllips" Kita tidak dapat menyembunyikan Putri dari
mereka." "Aku yang akan menanganinya. Setelah aku menceritakan segalanya
kepada kalian, aku akan segera ke Istana Urza."
"Engkau yakin dapat melakukannya?" tanya Duchess cemas, "Raja
Phyllips memang seorang Raja yang bijaksana tetapi ia juga sukar dibujuk
terutama yang menyangkut Putri Alviorita."
"Mama tidak mempercayaiku?"
"Bukan seperti itu maksudku. Aku tahu engkau pandai berunding. Hanya
saja kali ini aku khawatir engkau tidak dapat membujuk Raja Phyllips," kata
Duchess cemas. "Dulu sewaktu Raja Phyllips memaksa Putri Alviorita memasuki dunia
politik, tidak seorangpun yang dapat membujuknya untuk menunda
keinginannya itu. Banyak orang mengatakan Putri Alviorita masih terlalu kecil
untuk memasuki dunia politik tetapi Raja tetap melaksanakan keinginannya
yang terhalang ketika Ratu masih hidup."
Duchess cepat-cepat menambahkan, "Aku tidak berniat menakutimu,
Nathan. Mama hanya ingin engkau memikirkannya sekali lagi."
"Aku telah berulang kali memikirkannya, Mama. Dan aku tetap
memutuskan untuk membujuk Raja Phyllips."
"Aku percaya kepadamu, Nathan," kata Duke, "Engkau adalah tunangan
Putri Alviorita. Engkau juga mencintai gadis itu. Aku yakin engkau akan
melakukan yang terbaik untuknya. Seperti aku yang selalu berusaha
melakukan yang terbaik untuk ibumu walaupun banyak orang yang mengatakan
kami adalah pasangan yang aneh."
www.ac-zzz.tk "Jangan kaudengarkan Papamu, Nathan," kata Duchess, "Yang paling
penting adalah perasaan cinta kalian bukan apa yang dikatakan orang lain
tentang kalian." "Tetapi kalian memang pasangan yang serasi," kemudian Duke
menambahkan dengan tersenyum, "Walaupun kadang-kadang bertengkar."
"Walaupun begitu kalian tetap terlihat serasi. Menurutku, kalian
tampak lebih serasi kalau sedang bertengkar. Kalian sama-sama keras kepala
dan sulit diatur," kata Duchess sambil tersenyum.
Nathan diam saja mendengar kedua orang tuanya menggodanya.
Trent yang tidak menyukai pertunangan kakaknya dengan gadis yang
dicintainya, merasa jengkel mendengar orang tuanya memuji kakaknya dengan
Alviorita. "Sudahlah. Bukankah kita berada di sini untuk mendengarkan cerita
Nathan?" Duchess merasa bersalah mendengar kata-kata jengkel itu. Baik Duke
maupun Duchess telah melupakan perasaan putranya yang untuk kedua kalinya
patah hati. "Maafkan aku, Trent."
Trent diam saja. Melihat suasana buruk yang mulai timbul di antara mereka, Nathan
segera bertindak. "Aku akan menceritakan mulai dari aku bertemu Alviorita
di Synghz." "Synghz?" tanya Duke tak percaya, "Bagaimana Putri Alviorita bisa
sampai di sana?" Karena ingin segera menemui Raja Phyllips, Nathan tidak menceritakan
semuanya kepada keluarganya, "Aku bertemu Alviorita di Synghz. Ketika
melihat gadis itu tidak mengenaliku bahkan tidak mengenali namanya sendiri,
aku memutuskan untuk ke tempat gadis itu tinggal. Di sanalah aku bertemu
keluarga Rpiayh." "Keluarga itu mengatakan kepadaku mereka telah menabrak Alviorita
dan membuat gadis itu kehilangan ingatan. Suami istri itu tidak mempunyai
anak karena itu mereka menganggap Alviorita sebagai putri mereka. Karena
sangat menyayangi Alviorita, mereka tidak dengan mudah membiarkan aku
membawa pulang gadis itu. Aku menceritakan semua tentang Alviorita kepada
mereka. Melihat mereka masih tidak mempercayaiku setelah aku
menceritakan semuanya, aku meminta mereka mengikutiku sampai ke sini."
"Jadi mereka yang datang denganmu itu adalah suami istri Rpiayh,"
kata Duchess. www.ac-zzz.tk Nathan mengangguk. "Dan pelayan muda yang tadi mengikuti aku dan
Alviorita adalah pelayan Alviorita sewaktu ia tinggal di Synghz."
"Di mana gadis itu?" tanya Duke, "Dari tadi aku tidak melihatnya."
"Aku menyuruhnya beristirahat, Papa. Aku yakin saat ini gadis itu telah
tidur. Kalian tidak perlu mengkhawatirkannya, aku telah menyuruh pelayan itu
menjaganya." Melihat matahari semakin tinggi, Duchess berkata, "Sebaiknya engkau
pergi ke Istana Urza sekarang, Nathan. Hari semakin siang dan aku khawatir
Raja Phyllips sedang beristirahat saat engkau tiba di sana."
"Aku juga ingin segera menemui Raja Phyllips, Mama."
"Engkau yakin dapat membujuk Raja Phyllips?" tanya Trent.
"Aku tidak hanya yakin, Trent, tetapi aku sangat yakin."
"Sebaiknya engkau segera berangkat, Nathan. Hari semakin siang,"
kata Duke. "Sebelum aku berangkat, aku ingin kalian berjanji tidak mengatakan
kepada Alviorita kalau dirinya seorang Putri apalagi Putri Mahkota Kerajaan
Lyvion. Kalian juga tidak boleh memanggilnya Putri Alviorita. Kalian harus
memanggilnya Alviorita."
Duke dan Duchess tersenyum mendengar perintah putra sulung
mereka. "Kami berjanji padamu, Nathan. Kami juga akan memberitahu semua
orang di Castil ini yang mengetahui asal usul Alviorita, untuk tidak menyebut


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

gadis itu Putri Alviorita," kata Duke.
"Lekaslah pergi, Nathan," kata Duchess.
"Aku pergi dulu, Mama Papa."
"Kudoakan engkau berhasil, Nathan," kata Duchess sebelum Nathan
berlalu dari ruangan itu.
Trent jengkel dengan semua ini. Ia juga akan senang bila Alviorita
boleh tinggal di Castil Q`arde tetapi ia juga akan semakin merasa patah hati.
Trent tahu kakaknya pasti tidak akan pernah jauh dari sisi Alviorita walaupun
Jeffreye telah kembali ke Druqent. Trent jengkel membayangkan itu.
"Aku yakin Nathan tidak akan pernah beranjak dari sisi Putri
Alviorita," katanya jengkel.
"Tentu saja, Trent. Sejak kecil kakakmu hanya mencintai Putri
Alviorita," kata Duchess.
"Aku heran mengapa pria yang suka merebut kekasih adiknya seperti
Nathan banyak disukai wanita."
www.ac-zzz.tk "Kakakmu tidak pernah merebut siapapun darimu, Nathan. Juga Putri
Alviorita. Sejak awal mereka telah bertunangan. Engkau tidak mengetahuinya
ketika engkau jatuh cinta pada Putri karena itu Mama tidak menyalahkanmu
bila engkau menuduh kakakmu telah merebut Putri Alviorita."
"Tetapi ia telah merebut Elly dariku, Mama," bantah Trent.
Duke mulai bosan mendengar keluhan Trent. "Dengarkan, Trent.
Kakakmu tidak merebut Elly darimu. Wanita itu berbohong ketika ia
mengatakan ia adalah kekasih kakakmu. Kalau engkau tidak percaya, tanyailah
Putri Alviorita." "Putri Alviorita?" tanya Trent tidak mengerti.
"Ya, Putri Alvioritalah yang meminta Elly mengatakan semua kebenaran
tentang hubungannya dengan kakakmu, kepada semua orang."
"Saat ini engkau tidak dapat melakukannya, Trent. Putri Alviorita
kehilangan ingatannya tetapi Mama yakin bila ingatan Putri Alviorita telah
pulih, ia tidak keberatan mengatakan segalanya kepadamu," tambah Duchess.
Walaupun orang tuanya telah meyakinkannya tetapi Trent tetap tidak
percaya. Trent tetap merasa jengkel kepada kakaknya. Dan Trent semakin
membenci kakaknya bila membayangkan kakaknya berhasil membujuk Raja
Phyllips. Trent yakin kakaknya tidak berhasil membujuk Raja Phyllips.
Tetapi siapa yang tahu apa yang telah direncanakan Takdir"
13 Beberapa minggu telah berlalu sejak Alviorita tinggal di Castil Q`arde,
tetapi Nathan tidak dapat berhasil mengembalikan ingatan gadis itu. Alviorita
tetap tidak dapat mengingat apapun walaupun hanya sedikit.
Keberhasilan Nathan hanya satu yaitu membujuk Raja Phyllips.
Usahanya untuk membujuk Raja Phyllips ternyata tidak sesulit yang
diduganya. Seperti halnya keluarga Kryntz, Raja Phyllips juga sangat senang
mendengar kabar baik dari Nathan.
"Aku percaya engkau akan menemukannya, Nathan," kata Raja Phyllips
senang, "Di mana ia sekarang" Aku ingin menemuinya."
"Saat ini Alviorita berada di Castil Q`arde. Saya rasa saat ini ia
tertidur." www.ac-zzz.tk "Ya, Alviorita pasti lelah setelah perjalanan jauh dari Synghz. Aku akan
menemuinya nanti bila ia sudah bangun."
"Saya mempunyai permintaan, Paduka."
"Katakan saja."
"Saat ini Alviorita kehilangan ingatannya."
"Apa katamu?" potong Raja.
"Alviorita tidak dapat mengingat segala masa lalunya. Dan saya ingin
Alviorita tinggal di Castil Q`arde sampai ingatannya pulih. Dan sampai saat
itu tiba, saya tidak ingin seorangpun mengatakan kepada Alviorita kalau ia
adalah Putri Mahkota."
"Apa?" tanya Raja Phyllips terkejut.
"Saya rasa permintaan saya sudah jelas, Paduka."
"Bagaimana mungkin engkau memutuskan hal itu?" tanya Raja Phyllips,
"Aku tidak menyetujuinya."
"Bila Anda ingin ingatan Alviorita lekas pulih, Anda harus
melakukannya, Paduka," kata Nathan tenang.
"Tidak, Nathan. Aku tidak akan menyutujuinya. Alviorita harus kembali
ke sini tidak peduli apakah ia hilang ingatan atau tidak. Aku ingin Alviorita
kembali melaksanakan tugasnya."
"Itulah yang ingin saya hindari, Paduka."
"Apa maksudmu?" potong Raja Phyllips.
"Menurut saya, ingatan Alviorita akan semakin cepat pulih tidak ada
beban lain di hati maupun pikirannya."
"Apakah itu berarti engkau ingin mengatakan tugas kerajaan adalah
beban bagi Alviorita?"
Kemurkaan Raja Phyllips yang mulai muncul, tidak membuat Nathan
takut. "Seperti itulah yang saya maksudkan."
"Engkau mengatakan tugas kerajaan adalah beban bagi Alviorita.
Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu" Alviorita adalah Putri Mahkota
dan tugas-tugas itu adalah kewajibannya bukan beban baginya."
"Tidak, Paduka. Tugas-tugas kerajaan yang setiap hari terus menumpuk
itu menjadi beban bagi Alviorita. Sedangkan saat ini Alviorita tidak boleh
terbebani apapun walaupun itu adalah kewajiban dari kedudukannya."
"Beraninya engkau mengatakan semua itu adalah beban bagi Alviorita,"
kata Raja Phyllips geram.
"Maafkan saya, Paduka. Tetapi dari yang saya lihat selama ini, Alviorita
tampak terbebani oleh tugas-tugasnya itu."
"Apa yang membuatmu berkata seperti itu?" selidik Raja Phyllips.
www.ac-zzz.tk "Tingkah laku Alviorita selama ia tinggal di Castil Q`arde juga di
Synghz," kata Nathan tetap tenang, "Alviorita tampak lebih bebas dan lebih
ceria saat ia berada di luar Istana dengan segala kesibukannya."
"Apakah itu berarti engkau mengatakan Alviorita tidak senang tinggal
di sini?" "Saya tidak mengatakan seperti itu, Paduka. Saya hanya melihat
Alviorita tampak lebih ceria saat ia berada di Castil Q`arde juga di Synghz.
Bila Anda tidak mempercayainya, Anda dapat melihat Alviorita di Castil
Q`arde." "Aku tidak akan menyetujui usulmu itu, Nathan. Aku ingin Alviorita
tinggal di sini dan menyelesaikan apa yang telah ditelantarkannya selama ia
pergi dari Istana," kata Raja tegas.
Kesabaran Nathan benar-benar hilang. Ia telah mencoba menahan
amarahnya dan terus memberikan pengertian kepada Raja Phyllips tetapi Raja
tetap tidak mengabulkan permintaannya.
"Bila Anda memang ingin Alviorita segera menyelesaikan apa yang telah
ditelantarkannya, Paduka, Anda harus membiarkan Alviorita tinggal di Castil
Q`arde," kata Nathan dingin.
"Alviorita tetap harus kembali ke sini. Aku yakin ingatan Alviorita lebih
cepat pulih bila ia berada di sini."
"Saya meragukannya, Paduka. Alviorita tidak teringat apapun yang ada
di Istana ini. Alviorita hanya mengingat Chymnt."
"Walaupun Alviorita tidak dapat mengingat Istana ini, aku yakin ia akan
teringat semuanya bila ia melihat segala sesuatu di Istana ini. Alviorita lebih
lama tinggal di sini daripada di Castil Q`arde," kata Raja Phyllips tegas, "Aku
tidak akan pernah mengijinkannya, Nathan."
"Walaupun Anda tidak mengijinkannya, saya tetap akan menahan
Alviorita tinggal di Castil Q`arde sampai gadis itu pulih," kata Nathan dingin.
"Apa hakmu melakukan itu, Nathan?" tanya Raja Phyllips marah, "Aku
adalah ayah Alviorita."
"Dan saya tunangan Alviorita," kata Nathan tajam.
Raja terdiam. Ia memandang lekat-lekat wajah Nathan.
Semula Nathan mengira Raja akan marah tetapi ternyata Raja tertawa
terbahak-bahak hingga membuat Nathan kebingungan.
"Engkau benar, Valensia. Mereka benar-benar serasi."
Nathan kebingungan mendengar Raja menyebut nama Ratu sambil
menatap geli kepadanya. "Engkau benar-benar mirip Alviorita, Nathan."
www.ac-zzz.tk "Maksud Anda, Paduka?" tanya Nathan tidak mengerti melihat
perubahan sikap Raja. "Engkau dan Alviorita sama-sama keras kepala dan tidak takut melihat
kemarahanku. Engkau benar-benar seperti dia yang selalu membantah setiap
kata-kataku," kata Raja Phyllips sambil tersenyum geli.
Nathan tidak menduga Alviorita yang terlihat penurut sebagai Putri
Mahkota itu ternyata selalu membantah Raja. Nathan mengerti satu hal. Bagi
semua orang, Alviorita adalah Putri yang penurut tetapi tidak bagi ayahnya.
Raja tetap tersenyum geli ketika ia berkata, "Karena Valensia sangat
mempercayaimu hingga ia menyerahkan Alviorita kepadamu sejak kalian masih
kecil, maka aku juga menyerahkan Alviorita kepadamu."
Nathan senang mendengar keputusan itu. "Terima kasih, Paduka."
"Sudahlah, Nathan. Istriku sangat mempercayaimu karena itu aku yakin
engkau dapat menjaga Alviorita dengan baik," kata Raja, "Aku juga mempunyai
permintaan, Nathan."
"Apakah itu, Paduka?"
"Aku ingin engkau membawa serta wanita tua yang selalu mengganggu
kerjaku itu." Nathan tidak mengerti. Di dalam Istana banyak orang baik tua maupun
muda. "Wanita tua yang mana, Paduka?"
"Siapa lagi selain pengasuh Alviorita, Nathan" Hampir setiap saat
wanita tua itu menggangguku hanya untuk menayakan hal yang sama kepadaku,
'Apakah Tuan Puteri sudah ditemukan"'. Maryam akan sangat senang
mendengar kabar ini."
"Baik, Paduka. Saya akan membawa serta wanita itu ke Castil Q`arde
sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan Alviorita lagi."
"Jangan jauhkan wanita itu dari Alviorita, Nathan," pesan Raja, "Atau
ia akan selalu mengganggu pekerjaanmu seperti ia menggangguku."
"Saya mengerti, Paduka."
"Aku akan memanggil wanita itu," kata Raja sambil menarik tali yang
berwarna keemasan yang berada tepat di dinding belakang kursinya.
Tak lama setelah itu muncul seorang pelayan yang datang tergesa-gesa.
"Panggil Maryam ke sini," kata Raja.
Raja menatap dalam-dalam wajah Nathan seperti sedang mencari
sesuatu. "Katakan kepadaku, Nathan, mengapa engkau tadi berani mengatakan
kepadaku, 'Aku adalah tunangan Alviorita'."
"Karena pada kenyataannya saya memang tunangan Alviorita."
www.ac-zzz.tk "Engkau tidak khawatir aku membatalkan pertunanganmu itu dengan
Alviorita?" "Kalau Anda memang berniat membatalkannya, Anda tentu sudah
melakukannya saat Alviorita kabur dari Istana. Saya tahu seperti orang tua
saya, Anda ingin mewujudkan keinginan Ratu."
"Ya, aku memang tidak akan pernah membatalkan pertunangan ini. Aku
tidak tahu apa yang akan dilakukan Valensia bila ia melihat Alviorita menolak
pertunangan ini." Sampai saat ini Nathan tidak pernah memikirkan apa yang akan
dilakukan Ratu bila melihat mereka yang ditunangkan olehnya, selalu
bertengkar. Apa yang akan dilakukan Ratu melihat Alviorita kabur dari Istana
Urza hanya untuk menghindari pertunangannya ini" Nathan dapat memastikan
Ratu akan sangat sedih. Nathan masih ingat Ratu selalu tersenyum senang melihat ia dan
Alviorita bermain bersama. Melihat Nathan mendekati Alviorita, Ratu segera
menyerahkan Alviorita kepada Nathan. Ratu tidak pernah melarang Alviorita
bermain dengan Nathan walaupun mereka bermain di Chymnt. Ratu sangat
mempercayai Nathan. "Aku sedang berpikir, Nathan. Engkau tahu Alviorita tidak menyukai
pertunangan ini lalu mengapa engkau berusaha melakukan apa saja demi
Alviorita?" "Saya merasa sebagai orang yang dipercayai baik oleh Ratu maupun
Anda, saya harus memberikan yang terbaik bagi Alviorita," kata Nathan tanpa
mengatakan perasaannya yang sesungguhnya.
Tiba-tiba terdengar suaru ketukan di pintu.
"Masuk," sahut Raja.
Seperti yang pernah dilihat Nathan, Maryam tampak penuh wibawa.
Wanita itu membungkuk hormat sebelum berkata, "Anda memanggil saya,
Paduka?" "Aku mempunyai kabar gembira untukmu, Maryam. Sekarang Alviorita
berada di Castil Q`arde."
Maryam terkejut. "Tuan Puteri telah ditemukan," ulangnya senang.
Melihat air mata membasahi mata Maryam, Nathan tahu Maryam
sangat menyayangi Alviorita.
"Tetapi Alviorita kehilangan ingatannya," Raja melanjutkan.
Sekali lagi Maryam terkejut. "Saya ingin menemui Tuan Puteri,"
katanya. www.ac-zzz.tk "Jangan khawatir, Maryam. Engkau tidak akan hanya bertemu dengan
Alviorita tetapi engkau juga akan tinggal bersama Alviorita di Castil Q`arde."
"Tuan Puteri tidak tinggal di sini?" tanya Maryam tidak mengerti.
"Tidak, Maryam. Tunangan Alviorita telah memaksaku untuk
membiarkan Alviorita tinggal di Castil Q`arde sampai ingatannya pulih," kata
Raja sambil menatap Nathan.
"Saya ingin Anda melakukan sesuatu selama ingatan Alviorita belum
pulih," kata Nathan, "Saya tidak ingin Anda atau siapapun mengatakan kepada
Alviorita tentang kedudukannya. Saya ingin sampai ingatannya pulih, Alviorita
tetap menduga ia adalah gadis biasa."
"Mengapa Anda melakukan itu, Tuan Muda?" tanya Maryam tak
mengerti. "Sebaiknya engkau menurutinya, Maryam. Aku telah memberikan
wewenang kepadanya untuk menentukan segala yang terbaik bagi Alviorita
dan siapapun harus menurutinya," kata Raja.
"Baik, Paduka. Saya akan melakukannya bila ini memang untuk kebaikan
Tuan Puteri." "Ini semua memang untuk kebaikan Alviorita, Maryam. Juga demi
pulihnya ingatan Alviorita," kata Nathan.
Raja merasa Maryam akan memberikan banyak pertanyaan dan ia sudah
bosan mendengar segala kekhawatiran wanita itu. "Kurasa sebaiknya aku tidak
menahanmu terlalu lama di sini, Nathan. Engkau harus segera membawa
Maryam ke sisi Alviorita."
"Baik, Paduka."
"Nathan, engkau mengijinkan aku menemui putriku, bukan?"
Nathan tersenyum, "Tentu saja, Paduka. Anda adalah ayah Alviorita.
Tetapi saya ingin Anda tidak mengenakan mahkota Anda bila Anda menemui
Alviorita juga tidak mengatakan apapun kepada Alviorita tentang
kedudukannya." Raja Phyllips tersenyum. "Tentu, Nathan. Aku telah menyerahkan
putriku kepadamu dan itu berarti setiap orang harus menuruti segala
keputusanmu yang menyangkut Alviorita tidak terkecuali aku."
Dengan ijin yang diberikan Raja Phyllips, keluarga Kryntz tidak perlu
mengkhawatirkan keberadaan Alviorita di Castil. Nathan memang berniat
mempertahankan Alviorita di Castil Q`arde walaupun Raja tidak memberi ijin.
Tetapi keluarganya mencemaskan yang akan dilakukan Raja bila ia mengetahui
Nathan menculik sang Putri Mahkota yang merupakan tunangan Nathan
sendiri. www.ac-zzz.tk Kini Nathan dapat membawa Alviorita ke manapun gadis itu inginkan,
seperti janjinya, tanpa perlu mengkhawatirkan pasukan Istana yang mungkin
mengejar mereka. Satu-satunya yang perlu dikhawatirkan Nathan adalah Maryam.
Walaupun Nathan percaya Maryam tidak akan melanggar janjinya, Nathan
tetap tidak ingin Maryam terlalu lama bersama Alviorita. Pengasuh Alviorita
sejak Ratu meninggal itu tidak ingin jauh dari Alviorita. Akibatnya, Nathan


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

bukan hanya kesulitan mengajak Alviorita berjalan-jalan tetapi juga khawatir.
Nathan khawatir pengasuh Istana yang berwibawa dan tampak ketat itu
memberikan peraturan Istana yang berat yang justru dijauhkan Nathan dari
Alviorita, kepada gadis itu.
Karena ketika kecil Alviorita sering menghindari pengasuhnya termasuk
penghuni Istana lainnya bila ia melarikan diri dari kegiatan rutinnya, Nathan
tidak terlalu mengalami kesulitan membawa gadis itu kabur dari sisi Maryam.
Maryam tidak pernah marah bahkan tidak mengatakan apa-apa bila
mereka berdua pergi diam-diam tanpa sepengetahuannya. Maryam hanya
tersenyum bila keduanya kembali bersama-sama.
Semua orang di Castil Q`arde kecuali Trent tidak ada yang melarang
Nathan selalu bersama Alviorita. Mereka juga membiarkan Nathan dan
Alviorita pergi ke manapun walau mereka hanya berdua.
Keluarga Kryntz juga Raja telah mempercayakan keselamatan gadis
terpenting di Kerajaan Lyvion itu kepada Nathan. Dan Nathan tidak mau
membuat semua orang kecewa. Nathan selalu berusaha melakukan yang
terbaik bagi gadis itu. Apapun yang terjadi Nathan selalu menepati janjinya kepada Alviorita
juga kepada semua orang. Seperti hari ini, pagi-pagi sekali Alviorita mengajak
Nathan ke lapangan rumput. Walaupun masih lelah karena kemarin malam
mengantar Alviorita berkeliling Chymnt, Nathan mengantar gadis itu juga.
Nathan heran melihat Alviorita yang tetap tampak riang. Gadis itu
sama sekali tidak tampak lelah walaupun sepanjang hari kemarin mereka
berjalan-jalan mulai dari pagi sampai sore.
Melihat Alviorita kembali mempermainkan rerumputan, Nathan
berbaring di dekat gadis itu sambil terus mengawasinya.
Alviorita membiarkan Nathan. Ia terus memperhatikan sekitarnya.
Walaupun setiap hari ia ke lapangan ini, Alviorita tidak pernah merasa bosan.
Ada sesuatu di lapangan ini yang membuat Alviorita ingin terus datang ke
tempat ini. www.ac-zzz.tk Walaupun sampai sekarang tidak ada sedikitpun kemajuan mengenai
ingatannya, Alviorita tidak merasa sedih. Alviorita juga tidak merasa tinggal
di tempat yang bukan tempat asalnya. Di sini, di Chymnt, Alviorita merasa
berada di rumahnya sendiri. Alviorita tidak pernah menduga kalau ia saat ini
tidak berada di rumahnya sendiri melainkan di Castil tunangannya.
Keluarga Rpiayh yang telah mengetahui segalanya dari Nathan, merasa
curiga ketika sehari setelah kedatangan mereka, Alviorita tetap berada di
Castil Q`arde. Kecurigaan mereka berubah menjadi keheranan melihat ketika Raja
datang ke Castil Q`arde bukan Putri Alviorita yang kembali ke Istana Urza.
Yang semakin mengherankan adalah Raja datang tanpa banyak pengawal hanya
ada dua orang pengawal yang besertanya.
Sebelum menemui Alviorita, Raja berbicara dulu dengan keluarga
Chymnt. Dari perbincangan itulah Golbert mengetahui Raja telah memutuskan
Putri Alviorita tinggal di Castil Q`arde sampai ingatannya pulih.
Hellebre yang sejak awal mencurigai Nathan, akhirnya mempercayai
pria itu. Tidak seorangpun yang menyalahkan kecurigaan itu. Karena semuanya
untuk menjaga keselamatan Alviorita.
Melihat Alviorita telah kembali ke keluarganya dan benar-benar dalam
keadaan aman, Golbert dan Hellebre memutuskan untuk kembali ke Synghz.
Alviorita sedih mendengar keputusan itu, tetapi ia tahu ia tidak boleh
menahan mereka di Chymnt terlalu lama. Masih banyak pekerjaan yang harus
dilakukan Golbert di Synghz. Masih banyak urusan yang harus mereka
selesaikan. Menjelang kepulangan suami-istri Rpiayh, timbul suatu masalah, yaitu
Yoland. Mulanya keluarga Rpiayh ingin membiarkan Yoland yang akrab dengan
Alviorita selama mereka berada di Synghz, tetap tinggal di Castil Q`arde
untuk melayani Alviorita.
"Biarlah Yoland tinggal di sini, Tuan Puteri," kata Hellebre.
"Tidak, aku tidak dapat berbuat seperti itu. Aku tahu Yoland telah
lama bekerja kepada kalian dan aku tidak dapat dengan seenaknya mengambil
Yoland dari kalian."
"Tidak apa-apa, Tuan Puteri. Selama berada di Synghz, Anda dan
Yoland tampak akrab, tentunya Anda merasa sedih bila berpisah dengannya."
"Aku juga merasa sedih berpisah dengan kalian. Selama ini kalian telah
menyayangiku," kata Alviorita.
"Maafkan kami, Tuan Puteri tetapi kami tidak dapat tinggal lebih lama
di sini seperti keinginan Anda," kata Golbert.
www.ac-zzz.tk "Aku mengerti. Kalian masih mempunyai banyak urusan di Synghz," kata
Alviorita, "Lalu mengenai Yoland. Biarlah ia ikut dengan kalian."
"Tidak, Tuan Puteri. Biarkan Yoland tetap di sini dan melayani Anda,"
sahut Hellebre. Alviorita memperhatikan Yoland yang tengah mendekat dengan
membawa barangnya. "Sebaiknya Yoland sendiri yang memutuskannya."
Yoland yang tidak tahu apa-apa, kebingungan mendengar kalimat itu.
"Yoland, engkau akan kembali ke Synghz atau tetap tinggal di sini?"
Sesaat Yoland kebingunan. "Saya juga ingin tinggal di sini dan terus
melayani Anda, Nona. Tetapi keluarga saya masih ada di Synghz."
"Aku mengerti, Yoland. Chymnt memang jauh dari Synghz."
"Sebaiknya kalian segera berangkat sekarang sebelum hari semakin
siang," kata Nathan.
"Aku tidak akan menahan kalian lebih lama lagi. Perjalanan dari sini ke
Synghz memang jauh. Bila kalian tidak segera berangkat, aku khawatir kalian
kemalaman di jalan nanti."
"Selamat tinggal, Tuan Puteri."
"Aku pasti akan mengunjungi kalian," janji Alviorita sebelum keluarga
Rpiayh dan Yoland berangkat.
Namun sampai sekarang janji itu belum terpenuhi. Alviorita masih tidak
ingin meninggalkan lapangan rumput di Chymnt. Setiap hari yang diinginkan
gadis itu adalah berada di sana.
Walaupun Nathan juga senang dapat menemani Alviorita di hutan
tempat mereka bermain dulu, tetapi ia merasa heran mengapa Alviorita tidak
bosan setiap hari berada di hutan itu.
Nathan mengakui hutan itu memang indah.
Dedaunannya yang rimbun seperti atap. Sinar matahari yang terus
berusaha menembus kerimbunan dedaunan tampak berkilau seperti permata
putih kekuning-kuningan. Di antara hijaunya semak-semak muncul bunga yang
berwarna-warni. Belum lagi keindahan lapangan rumput kesukaan Alviorita ini.
Dari rerumputan yang tinggi tampak dandelion yang bulat putih. Dandelion
yang berterbangan tertiup angin tampak terus naik ke atas seperti hendak
mencapai langit biru yang indah.
Udara yang sejuk itu membuat hati terasa damai. Segala masalah
menjadi terlupakan dan kadang membuat Nathan mengantuk.
Alviorita tersenyum nakal melihat Nathan tertidur di sampingnya.
Alviorita mengerti Nathan lelah setelah seharian mengantarnya pergi. Namun
www.ac-zzz.tk ide nakal yang muncul tiba-tiba itu, membuat Alviorita tidak dapat menahan
dirinya untuk tidak menggoda Nathan.
Mula-mula Alviorita mencoba membangunkan Nathan dengan rumput
panjang. Ujung rumput yang seperti bulu itu diputar-putar Alviorita di wajah
Nathan. Melihat Nathan terus tertidur, Alviorita tersenyum senang. Alviorita
kembali melakukan kebiasaannya semasa kecil.
Nathan terkejut ketika ia merasa sesuatu disiramkan ke wajahnya
seperti air yang mengalir. Nathan membuka matanya dan melihat Alviorita
tersenyum nakal sambil terus menyiramkan rumput ke wajahnya.
Alviorita tidak berhenti walaupun Nathan telah bangun.
Kesal karena Alviorita telah menganggu tidurnya, Nathan segera
menangkap lengan gadis itu sebelum gadis itu menjauhinya.
"Engkau nakal sekali," kata Nathan pura-pura marah.
"Engkau yang nakal. Engkau tidur sementara aku duduk di sisimu," kata
Alviorita sambil tersenyum nakal, "Bahkan sekarang engkau tetap tidak mau
bangkit." "Justru karena aku tahu engkau ada di sisiku, aku merasa tenang dan
dapat tidur dengan tenang pula."
Alviorita terkejut ketika Nathan tiba-tiba menarik tangannya hingga ia
terjatuh di sisi pria itu. "Apa yang kaulakukan?"
Nathan tersenyum nakal melihat keterkejutan Alviorita. "Daripada
engkau marah hanya karena aku tidak mau bangkit, lebih baik engkau yang
ikut berbaring di sini."
"Engkau beruntung aku tidak meninggalkanmu sendirian di sini," kata
Alviorita cemberut. "Kalau engkau berani melakukannya, aku akan menghukummu," kata
Nathan memperingati. "Hukuman apa?" tantang Alviorita.
Nathan tersenyum penuh misteri seperti sinar matanya. "Hukuman
yang paling manis." "Hukuman yang paling manis?" kata Alviorita tidak mengerti, "Apakah
ada hukuman yang manis?"
"Alviorita, walaupun bagi semua orang engkau adalah gadis dewasa yang
anggun tetapi bagiku engkau tetap gadis kecil yang lugu dan polos."
Alviorita semakin kebingungan melihat senyum geli Nathan yang
bertentangan dengan sinar matanya.
www.ac-zzz.tk Nathan menatap dalam-dalam kebingungan di mata Alviorita. Setelah
bertemu kembali dengan Alviorita yang telah menjadi Putri Mahkota, Nathan
hanya mempunyai satu pandangan terhadap gadis itu.
Alviorita adalah Putri Mahkota yang anggun, angkuh dan dewasa dalam
segala hal. Setelah mendengarkan cerita orang tuanya tentang Alviorita,
pandangan Nathan runtuh dalam satu waktu. Dan setelah lebih dekat lagi
dengan Alviorita walaupun pertengkaran mereka masih ada, Nathan semakin
mengenal gadis itu. Walaupun Alviorita tampak anggun di mata semua orang dan tampak
dewasa, tetapi gadis itu tetaplah seorang gadis bukan wanita dewasa.
Kepolosan serta keluguan masa kanak-kanak masih ada pada diri gadis itu
walaupun selama lima belas tahun dikubur dengan paksa.
Walaupun sampai sekarang tidak ada kemajuan dengan ingatan
Alviorita, Nathan tahu ia tidak salah membiarkan Alviorita tinggal di Castil
Q`arde. Seperti yang dikatakan Nathan kepada Raja, Alviorita tampak lebih
bebas dan lebih ceria dibandingkan saat ia berada di Istana.
Maryam yang biasanya selalu disiplin akhirnya menyerah juga ketika ia
melihat Alviorita yang tampak ceria itu. Walaupun selama ini Maryam yang
mendukung keinginan Raja agar Alviorita menjadi Putri Mahkota yang baik,
tetapi wanita tua itu tetap bahagia melihat keceriaan Alviorita hingga tidak
berani merusaknya. Hanya Nathan saja yang mengetahui dalam diri Putri Alviorita yang
anggun tersembunyi sosok masa kecilnya yang terkubur bersamaan dengan
kesibukannya. Nathan tahu sosok yang tersembunyi selama lima belas tahun
itu hanya tampak saat gadis itu bersamanya.
Nathan terus menatap Alviorita yang kebingungan. Melihat mata hijau
yang tajam itu kebingungan, Nathan ingin sekali mengutarakan segala
perasaannya kepada gadis itu.
Setiap kali melihat wajah cantik yang penuh tantangan itu, Nathan
ingin sekali mengungkapkan cintanya tetapi Nathan tidak pernah
melakukannya. Nathan khawatir Alviorita terlalu terkejut dengan
pernyataannya hingga ia kabur lagi. Nathan tidak ingin itu terjadi.
Selama ini Nathan memang berhasil menahan dirinya untuk tidak
mengatakannya tetapi ia tidak tahu hingga kapankah ia akan bertahan.
Alviorita menatap langit biru. "Engkau benar, Nathan."
www.ac-zzz.tk Nathan mengubah posisinya. Ia berbaring ke arah Alviorita. Telapak
tangannya menopang kepalanya yang terus mengarah ke wajah Alviorita.
"Benar?" tanyanya.
Alviorita tahu Nathan tengah menatapnya tetapi ia tidak mengalihkan
perhatiannya dari langit biru yang menjadi halaman bermain awan-awan putih.
"Aku merasa aku sangat polos dan lugu bila aku bersamamu. Aku juga
merasa aku menjadi semakin kekanak-kanakan dan manja. Aku tahu itu tidak
boleh tetapi aku tidak dapat menahannya."
Mata Nathan menyipit. "Siapa yang mengatakannya?"
Alviorita mengalihkan perhatiannya dari langit biru. "Entahlah, Nathan.
Seseorang dalam diriku mengatakan semua orang tidak ingin aku kekanakkanakan
seperti itu. Mereka ingin aku menjadi gadis yang anggun."
Nathan tersenyum lembut hingga membuat jantung Alviorita berdebardebar.
"Semua itu salah, Alviorita. Engkau memang gadis yang anggun tetapi
tidak seorangpun yang memaksamu bersikap seperti itu. Bagiku dan bagi
semua orang di Castil Q`arde, engkau adalah gadis yang anggun."
"Engkau yang salah, Nathan," kata Alviorita sedih, "Walaupun aku tidak
dapat mengingat masa laluku, aku tetap mengetahui satu hal. Aku harus
menjadi gadis yang anggun."
"Percayalah kepadaku, Alviorita. Hingga kapanpun engkau adalah gadis
yang anggun." "Dalam ingatanku, aku mendengar seseorang mengatakan aku harus
bersikap dewasa agar dapat menjadi gadis yang anggun."
Nathan turut sedih mendengarnya. Walaupun Nathan telah berusaha
membuat Alviorita melupakan semua perasaannya selama berada di Istana
Urza, tetapi perasaan itu telah melekat erat dalam diri gadis itu.
Nathan tidak ingin melihat Putri Mahkota yang angkuh dalam diri
Alviorita. Yang ingin dilihatnya adalah Alviorita yang sesungguhnya, Alviorita
yang anggun tetapi liar dan suka menantang dengan kata-katanya yang tajam
seperti matanya. Hingga ingatannya pulih, Nathan ingin Alviorita merasa bebas seperti
yang diinginkan gadis itu sejak Ratu meninggal. Tetapi perasaan terkurung
yang melekat dalam diri Alviorita terlalu erat. Perasaan itu tetap ada
walaupun Alviorita tidak dapat mengingat dirinya sebagai Putri Mahkota.
"Aku tidak melarangmu bersikap manja dan kekanak-kanakan kepadaku.
Justru aku akan merasa marah sekali kepadamu bila engkau berusaha
www.ac-zzz.tk menutupinya di depanku," kata Nathan memperingati, "Aku senang melihat
engkau bersikap manja kepadaku dan aku ingin engkau tetap melakukannya."
Alviorita tersenyum manis. "Aku mengerti, Nathan. Aku juga senang
dapat bermanja-manja padamu."
Wajah cantik Alviorita yang tampak semakin cantik dengan senyum
manisnya, membuat Nathan tidak dapat menahan diri lagi. Nathan
menundukkan kepalanya dan mencium perlahan bibir Alviorita yang masih
membentuk senyum manis itu.
Senyum manis Alviorita menghilang ketika bibir mereka bertemu. Rona
merah menggantikan senyum manis di wajah Alviorita.
Nathan berbaring kembali di tepat sisi Alviorita. Nathan merasa
bersalah melihat pipi Alviorita yang memerah. "Maafkan aku, Alviorita.
Engkau selalu membuatku melupakan segalanya kecuali satu yaitu menciummu.
Engkau membuat aku melupakan pekerjaanku."
Suara bersalah itu membuat Alviorita merasa sedih. "Jangan berkata
seperti itu, Nathan. Aku tidak marah karena engkau menciumku. Aku... aku...,"
wajah Alviorita semakin memerah, "Aku hanya merasa malu karenanya."
Nathan tersenyum, "Itu berarti engkau tidak biasa dicium laki-laki."
Alviorita membalas senyuman Nathan, "Mungkin engkau benar,
Nathan." Nathan tahu ia benar. Ia telah menjadi pria pertama yang mencium
Alviorita hingga gadis itu menangis sedih.
Melihat kesedihan dan perasaan bersalah di wajah Nathan, Alviorita
berkata, "Jangan sedih, Nathan."
Alviorita meletakkan tangannya di wajah Nathan. "Mungkin ini akan
membuatmu merasa senang. Engkau juga selalu membuatku bersikap manja.
Hanya engkau, Nathan."
"Aku tahu itu, Alviorita. Bahkan sebelum engkau mengatakannya aku
sudah tahu," kata Nathan, "Sekarang apa yang akan kita lakukan?"
"Memandang langit," jawab Alviorita singkat.
"Kalau engkau bersikap seperti ini, engkau seperti Jeffreye."


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Alviorita mengalihkan perhatiannya dari langit. "Jeffreye?"
"Ia adalah kemenakanku. Engkau sangat menyayanginya dan iapun juga
menyayangimu. Ia senang memandang langit sepertimu saat ini. Setiap kali
aku menemaninya bermain di sini, ia selalu berbaring sambil memandang langit
bahkan hingga tertidur."
"Di mana dia?" tanya Alviorita ingin tahu.
www.ac-zzz.tk "Ia telah kembali ke Druqent. Ketika engkau tinggal di sini, ia
membujuk setiap orang di keluarganya untuk menunda kepulangannya dan
ketika engkau menghilang, ia terpaksa pulang."
"Kasihan dia," kata Alviorita, "Bisakah kita menjemputnya?"
Nathan bangkit. "Mengapa tidak" Itu adalah ide yang bagus."
Alviorita terkejut melihat Nathan cepat-cepat bangkit dan
mengulurkan tangannya untuk membantunya bangkit.
"Kita akan pergi ke Druqent siang ini juga, Alviorita. Kita akan
menjemput Jeffreye."
Alviorita tersenyum senang, "Jeffreye pasti senang sekali."
"Tentu saja, ia sangat menyayangimu," kata Nathan, "Mari kita kembali
ke Castil Q`arde." Alviorita menurut ketika Nathan menarik tangannya ke Castil Q`arde.
Melihat Nathan tidak seperti biasanya, Alviorita mengerti pria itu benarbenar
ingin ke Druqent siang ini juga.
Nathan yang biasanya berjalan lambat di sisi Alviorita kini berjalan
sangat cepat sambil menarik tangan Alviorita.
Walaupun ia harus berusaha keras menyesuaikan langkah kakinya
dengan langkah kaki Nathan, Alviorita tidak merasa khawatir akan jatuh.
Alviorita tahu Nathan selalu menjaganya dengan hati-hati.
Rupanya Nathan menyadari kesulitan Alviorita karena pria itu tiba-tiba
berhenti. "Ada apa, Nathan?" tanya Alviorita khawatir.
"Seperti kataku, bersamamu membuatku melupakan segalanya," jawab
Nathan, "Aku lupa engkau akan kesulitan menyamakan langkahmu denganku."
"Tidak apa-apa, Nathan."
"Gaunmu dapat membuatmu terjatuh kalau engkau berjalan cepat
sepertiku," kata Nathan memperingati.
"Aku tidak khawatir akan jatuh. Aku tahu engkau akan menjagaku,"
kata Alviorita sambil tersenyum.
"Aku memang akan selalu menjagamu, Alviorita. Karena itu sekarang
aku tidak akan berjalan cepat lagi," kata Nathan sambil menarik Alviorita
mendekat, "Kita akan berjalan pelan-pelan ke Castil Q`arde, hari masih pagi.
Aku tidak perlu khawatir kita kesiangan."
Alviorita tertawa. "Engkau lucu, Nathan. Bagaimana mungkin kita akan
kesiangan kalau Castil Q`arde telah berada di dekat kita. Di depan kita saja
sudah tampak menara Castil yang menjulang."
www.ac-zzz.tk "Engkau benar, Alviorita. Aku terlalu bersemangat hingga aku
melupakannya." "Kadang-kadang aku merasa engkau kekanak-kanakan juga, Nathan."
"Kita akan menjadi pasangan yang paling kekanak-kanakan, Alviorita.
Aku yakin itu apalagi bila mengingat semua pertengkaran kita yang seperti
anak kecil yang sama-sama tidak mau mengalah."
Nathan sadar ia telah melakukan kesalahan. Nathan tidak ingin
Alviorita memulai pertengkaran lagi setelah sekian lama mereka tidak
bertengkar. Alviorita tersenyum, "Aku juga merasa demikian. Aku senang akhirakhir ini kita
jarang bertengkar." Kata-kata Alviorita yang berlawanan dengan yang diduga Nathan itu
sempat membuat Nathan terkejut. Rupanya tidak hanya Nathan yang tidak
ingin bertengkar, Alviorita juga tidak ingin.
Suasana akrab yang ada di antara mereka sejak mereka tiba di Castil
Q`arde, membuat Alviorita merasa senang. Alviorita senang tinggal di antara
keluarga Kryntz yang ramah kepadanya walaupun ada Trent yang tidak
disukainya. Tidak seperti dulu, kini Alviorita benar-benar tidak menghiraukan
Trent. Setiap kali melihat pria itu mendekatinya, Alviorita segera mencari
perlindungan dari Nathan. Alviorita benar-benar tidak suka melihat Trent
yang selalu mengikutinya hanya karena ingin menunjukkan kepandaian
memujinya. Nathan benar-benar menjaga dan melidungi Alviorita dari apapun
bahkan dari adiknya sendiri. Nathan tahu sejak kecil Alviorita tidak menyukai
Trent dan ia selalu berusaha menjauhkan gadis itu dari Trent. Sering mereka
memanjat pohon hanya untuk menghindari Trent.
Walaupun Maryam juga tinggal di Castil Q`arde, wanita tua itu tetap
tidak mengetahui apa saja yang dilakukan Alviorita bersama Nathan.
Tetapi Maryam yang biasanya selalu mengetahui tindakan Alviorita itu
tidak pernah merasa kecewa. Ia sudah cukup senang bertemu kembali dengan
Alviorita yang telah menghilang darinya selama setengah tahun lebih. Dan
wanita itu akan menjadi lebih senang lagi bila ingatan Alviorita pulih.
Melihat waktu terus mengalir seperti sungai tetapi ingatan Alviorita
tidak pulih, Maryam merasa cemas. Maryam tidak dapat membiarkan keadaan
seperti ini terus berlangsung. Alviorita adalah Putri Mahkota, banyak tugas
yang harus dilakukannya. www.ac-zzz.tk Maryam semakin tidak sabar melihat usaha Nathan untuk
mengembalikan ingatan Alviorita. Sampai saat ini Nathan tidak pernah
mengatakan apa-apa tentang usahanya bahkan kemajuan ingatan Alviorita.
Tidak seorangpun di Castil Q`arde yang mengetahui apakah ingatan
Alviorita telah pulih bahkan Maryam yang biasanya selalu berada di sisi
Alviorita juga tidak mengetahuinya. Sejak berada di Castil Q`arde, Maryam
jarang berada di sisi Alviorita. Maryam juga tidak sedekat dulu lagi dengan
Alviorita. Seluruh waktu dan perhatian Alviorita telah direbut Nathan dari
Maryam. Setiap hari Nathan 'menculik' Alviorita dari pengasuhnya itu.
Maryam tidak menganggapnya sebagai masalah besar.
Yang menjadi masalah besar baginya adalah ingatan Alviorita. Alviorita
adalah satu-satunya penerus Raja Phyllips. Bagaimana gadis itu dapat menjadi
Ratu yang diinginkan setiap orang bila ingatannya tidak pulih. Maryam telah
berjanji untuk tidak mengatakan apa-apa tentang kedudukan Alviorita yang
penting itu dan Maryam tidak ingin mengingkarinya.
Tetapi Maryam tidak dapat membiarkan keadaan ini terus berlangsung.
Maryam merasa ingatan harus segera pulih demi masa depan Kerajaan Lyvion
yang berada di tangan Alviorita. Maryam telah membuat rencana untuk
Alviorita dan Maryam yakin Nathan akan menyetujuinya.
Maryam tahu bila Alviorita telah pergi bersama Nathan, gadis itu tidak
akan kembali sebelum petang. Maryam memang tidak tahu apa yang dilakukan
mereka hingga petang tetapi ia mempercayai mereka terutama Nathan.
Mulanya Maryam khawatir ia harus menanti hingga petang sebelum ia
menyampaikan rencananya kepada Nathan tetapi ketika ia melihat mereka
berdua mendekati Castil Q`arde, ia merasa lega karena tidak perlu menanti
lebih lama dari dugaannya semula.
Maryam segera menyambut kedatangan mereka.
Nathan terkejut ketika pintu terbuka tepat pada saat ia akan
membukanya. "Engkau membuatku terkejut, Maryam."
"Apa yang terjadi, Maryam" Engkau seperti dikejar hantu saja," kata
Alviorita sambil tersenyum geli melihat pengasuhnya terengah-engah.
"Tidak ada apa-apa, Tuan Puteri. Saya hanya ingin berbicara dengan
Tuan Muda." "Kita akan membicarakannya di dalam, Maryam. Sekarang biarkanlah
kami masuk." "Tentu, Tuan Muda." Maryam segera membuka pintu lebar-lebar dan
membiarkan mereka masuk. www.ac-zzz.tk Alviorita mengawasi wajah Maryam. "Katakanlah kepadaku apa yang
terjadi, Maryam. Engkau tampak tegang seperti telah terjadi sesuatu yang
serius." "Tidak ada apa-apa, Tuan Puteri," kata Maryam meyakinkan Alviorita,
"Sungguh, tidak terjadi apa-apa. Saya ingin berbicara hanya dengan Tuan
Muda." Melihat kecemasan Alviorita, Nathan berkata, "Kalau memang tidak
ada masalah yang serius, kurasa engkau dapat mengatakannya sekarang."
Maryam menatap cemas wajah Alviorita.
Melihat kecemasan Maryam, Nathan mengerti apa yang akan
dibicarakan Maryam. Maryam benar Alviorita tidak boleh tahu pembicaraan
mereka ini. "Lebih baik engkau bersiap-siap sekarang, Alviorita. Engkau dapat
bersiap-siap sendiri, bukan" Atau engkau membutuhkan bantuan Maryam?"
Alviorita mengerti Nathan tidak ingin ia mengetahui pembicaraan
mereka. "Jangan khawatir, Nathan. Aku bisa melakukannya. Kalau nanti aku
membutuhkan bantuan, aku akan memanggil pelayan yang lain."
"Bagus, sekarang pergilah. Nanti kalau engkau belum selesai, aku akan
menantimu di sini," kata Nathan.
Alviorita segera menuju ke kamarnya.
Begitu Alviorita menghilang di tangga, Maryam berkata, "Anda dan
Tuan Puteri akan pergi?"
"Benar, Maryam. Aku dan Alviorita berencana ke Druqent siang ini."
Nathan mengawasi sekelilingnya, "Lebih baik kita tidak berbicara di sini,
Maryam. Di sini pembicaraan kita terlalu mudah didengar orang."
"Tentu, Tuan Muda. Seperti saya, keluarga Anda juga telah menanti
Anda sejak tadi." "Apakah urusan yang akan kaubicarakan ini sangat penting, Maryam,
hingga keluargaku ikut campur tangan juga."
Nathan membiarkan Maryam membawanya ke Ruang Duduk.
Seperti yang dikatakan Maryam, orang tua Nathan juga berada di sana.
"Aku senang engkau sudah ada di sini, Nathan. Aku khawatir engkau
akan pergi hingga sore."
"Tidak, Papa. Aku dan Alviorita ingin menjemput Jeffreye siang ini."
"Tidak dapatkah Anda menundanya, Tuan Muda?"
"Aku dapat menundanya, Maryam, tetapi hal itu akan membuat
Alviorita sedih," kata Nathan, "Katakan saja apa yang terjadi, Maryam. Aku
yakin Alviorita akan mengerti bila ia tahu ia terpaksa menunda perjalanan ini."
www.ac-zzz.tk "Tidak terjadi apa-apa, Tuan Muda. Saya hanya ingin membawa Tuan
Puteri ke Istana Urza."
"Istana Urza" Untuk apa, Maryam" Raja telah membiarkan Alviorita
tinggal di sini sampai ingatannya pulih."
"Itulah sebabnya, Tuan Muda. Sampai saat ini saya belum melihat
ingatan Tuan Puteri telah mengalami kemajuan. Sejak tiba di sini hingga saat
ini, saya merasa Tuan Puteri tetap tidak mengingat apapun."
"Engkau salah, Maryam. Walaupun ingatan Alviorita belum pulih tetapi
ada beberapa hal yang mulai diingatnya."
"Saya merasa ingatan Tuan Puteri akan cepat pulih bila ia pergi ke
Istana Urza. Tuan Puteri tinggal di sana lebih lama dibandingkan di sini.
Maafkan saya, Tuan Muda, tetapi itulah kenyataannya."
"Aku mengerti, Maryam. Alviorita memang lebih lama tinggal di Istana
Urza daripada di sini tetapi yang diingat Alviorita adalah kenangan masa
kecilnya di sini. Alviorita tidak dapat mengingat apapun tentang Istana."
"Kita harus mencobanya, Nathan. Kita harus membawa Tuan Puteri ke
Istana," bujuk Duchess.
Nathan menatap wajah Maryam. "Apakah kalian mengerti, mengapa aku
berusaha agar Alviorita tinggal di sini bukannya di Istana?"
"Saya mengerti, Tuan Muda. Anda tidak ingin Tuan Puteri terbebani
apapun selama masa penyembuhannya ini," kata Maryam, "Tetapi, Tuan Muda.
Bagaimana dengan nasib Kerajaan ini" Tuan Puteri adalah satu-satunya
penerus Raja Phyllips. Bagaimana bila ingatannya tidak segera pulih?"
"Kekhawatiran Maryam beralasan, Nathan. Engkau harus mengikuti
sarannya," kata Duke.
"Aku telah memikirkannya. Walaupun lama tetapi aku yakin ingatan
Alviorita akan pulih."
"Kita harus mencobanya, Tuan Muda. Kita harus membawa Tuan Puteri
ke Istana," kata Maryam bersikeras.
Nathan menatap wajah keriput Maryam sambil berpikir. Nathan tahu
Maryam benar, ingatan Alviorita mungkin akan pulih bila ia berada di Istana
tetapi Nathan juga tahu itu tidak mungkin. Alviorita tidak menyukai
kedudukannya yang dapat berarti pula bahwa ia tidak senang tinggal di Istana
dan kemungkinan Alviorita melupakan Istana sangat besar.
Nathan yang terbiasa memanfaatkan kesempatan sekecil apapun,
akhirnya memutuskan menuruti keinginan Maryam.
www.ac-zzz.tk Mengenai rencana yang dibuatnya bersama Alviorita, Nathan tidak
akan membatalkannya tetapi akan mengubahnya. Tidak harus mereka yang
pergi ke Druqent untuk menjemput Jeffreye.
Baru saja Nathan akan mengatakan keputusannya ketika Duke berkata,
"Tidak harus engkau yang menjemput Jeffreye."
"Benar, engkau dapat menyuruh orang lain menjemput Jeffreye
sementara kita pergi ke Istana Urza," sahut Duchess.
"Aku baru saja memikirkan hal itu. Aku memutuskan menyuruh Trent
menjemput Jeffreye sementara kita membawa Alviorita ke Istana Urza."
"Benar, Nathan. Lebih baik kita menyuruh Trent menjemput Jeffreye
daripada orang lain," kata Duchess.
"Selama kita dan Alviorita berada di Istana Urza nanti, aku minta kita
semua tidak mengatakan apa-apa."
"Tentu saja, Nathan. Takkan ada seorangpun dari kita yang mengatakan
tentang gelar Alviorita kepada Alviorita."
"Bukan hanya itu maksudku, Papa. Aku tidak ingin seorangpun
mengatakan tempat yang kita datangi itu adalah Istana."
"Lalu apa yang harus kita katakan kalau gadis itu bertanya mengapa
tempat yang kita datangi itu ramai. Engkau tahu bukan Istana selalu ramai,"
kata Duke. "Apa pula yang harus kita katakan kalau gadis itu melihat lukisan
dirinya di sana?" tambah Duchess.
"Saya tidak ingin Tuan Puteri tidak melihat lukisan-lukisan dirinya.
Saya ingin Tuan Puteri melihat segala sesuatu yang ada di dalam Istana yang
berhubungan dengan dirinya," kata Maryam.
Ketiga orang yang terus memberikan pertanyaan dan pernyataan
kepada Nathan, tidak membuat pria yang sedang itu terganggu. "Kita akan
mengatakan tempat itu adalah rumahnya dan tempat itu ramai karena orangorang
yang berada di sana memiliki urusan dagang dengan Raja."
"Saat ini Raja tidak berada di Istana, Nathan. Saat ini Raja berada di
luar Kerajaan," kata Duke mengingatkan.
"Aku tahu, Papa. Bila melihat sikap acuh Alviorita setiap kali Raja
datang ke sini, aku yakin gadis itu tidak akan mencari Raja. Lagipula saat ini
Istana pasti tidak seramai saat Raja ada di Istana."
"Anda benar, Tuan Muda. Tuan Puteri tidak pernah akrab dengan
Paduka. Walaupun telah lama mereka tidak bertemu, Tuan Puteri tidak pernah
tampak rindu pada Paduka."
www.ac-zzz.tk "Maksudmu, selain di sini, di Istanapun Tuan Puteri selalu tidak
mempedulikan keberadaan Raja," kata Duchess heran.
Sejak kedatangan Raja yang pertama yaitu sehari setelah ia tiba di
Chymnt, Raja memang jarang datang ke Castil Q`arde tetapi Alviorita tidak
pernah tampak khawatir ataupun rindu.
Bahkan pertemuan pada pertama mereka setelah Alviorita kabur dari
Istana Urza, Alviorita bersikap sangat dingin kepada ayahnya. Walaupun tahu
pria itu adalah ayahnya dan ayahnya senang dapat bertemu lagi dengannya,
Alviorita tidak berusaha bersikap ramah kepada Raja Phyllips.
Hal itu sangat mengherankan semua orang di Castil Q`arde kecuali
Maryam yang telah terbiasa dengan keadaan seperti ini dan Nathan. Semua
orang semakin heran ketika melihat Alviorita segera pergi setelah melihat
ayahnya. Nathan tahu mengapa Alviorita bersikap seperti itu. Bahkan sebelum


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mereka bertemu, Nathan telah mengetahui keadaan inilah yang akan terjadi,
Alviorita akan segera menghindari ayahnya begitu melihat ayahnya datang.
Dulu Alviorita kabur dari Istana Urza karena ayahnya dan karena
ayahnya pula ia terpaksa meninggalkan masa kecilnya. Walaupun tahu Raja
mencemaskannya, Alviorita tetap tidak mau kembali ke Istana Urza hingga ia
kabur lagi dari Castil Q`arde dan akhirnya sekarang ia kehilangan ingatannya.
"Tuan Puteri memang selalu begitu."
"Aku heran, mengapa Tuan Puteri bersikap seperti itu. Bukankah
seharusnya ia lebih akrab dengan ayahnya setelah kematian ibunya," gumam
Duchess. "Kurasa saat ini bukan saatnya kita membicarakan itu, Mama. Aku akan
memanggil Alviorita," kata Nathan, "Lalu mengenai Trent, tolong Mama yang
mengatakannya. Aku yakin ia akan semakin membenciku bila aku yang
mengatakan hal ini."
Duchess tersenyum pengertian, "Mama mengerti, Nathan. Mama akan
mengatakannya kepada Trent tanpa menyebut namamu ataupun Tuan Puteri."
Sebelum membuka pintu, Nathan membalikkan badannya dan berkata,
"Maryam, kurasa engkau tidak perlu membantu Alviorita. Aku yakin saat ini
gadis itu telah siap."
"Baik, Tuan Muda. Saya akan mengurus kereta yang akan membawa kita
ke Istana Urza," kata Maryam.
"Terima kasih, Maryam" kata Nathan sambil membuka pintu.
Nathan tahu Alviorita akan sedih dengan rencana baru ini tetapi gadis
itu pasti mengerti setelah mendengar penjelasannya.
www.ac-zzz.tk Baru saja Nathan memikirkan apa yang harus dikatakanya kepada
Alviorita ketika ia melihat gadis itu berada di ujung tangga pertama yang
harus ia lalui. Alviorita yang berdiri di dekat jendela yang terbuka lebar, tampak
sangat cantik. Sinar matahari yang memasuki lorong membuat gadis itu
bermandikan sinar matahari dan membuatnya tampak seperti bidadari dengan
gaunnya yang putih itu. Seulas senyum manis yang menghias wajahnya membuat Nathan ingin
segera mendekati gadis itu dan memeluknya erat-erat sebelum gadis itu
menghilang. Alviorita tersenyum senang ketika melihat Nathan. Alviorita diam
menanti Nathan tiba di sisinya.
"Kita akan berangkat sekarang?" tanyanya.
Nathan meraih tangan Alviorita dan menciumnya, "Tentu, Tuan Puteri.
Kalau kita tidak berangkat sekarang, aku khawatir kecantikanmu akan pudar."
Wajah Alviorita memerah mendengar pujian itu. Alviorita tahu ia tidak
pernah menyukai pujian setiap pria yang ditujukan pada dirinya tetapi ia
selalu menyukai pujian Nathan. Bagi Alviorita, pujian Nathan benar-benar
tulus bukan karena memiliki tujuan lain.
"Walaupun engkau adalah seorang gadis liar, tetapi engkau sangat
manis, Alviorita. Apalagi pipimu yang memerah seperti mawar merah ini,"
katanya kemudian Nathan mencium pipi Alviorita. "Dan membuatku ingin
menciumnya," tambah Nathan sambil tersenyum.
"Engkau tidak mengganti bajumu?"
"Tidak, Alviorita."
"Kita tidak jadi pergi?"
Nathan menatap lekat-lekat wajah Alviorita dan membuat gadis itu
kebingungan melihat wajahnya yang serius. "Kita tetap akan pergi, Alviorita,
tetapi kita tidak ke Druqent. Aku tahu engkau sedih, tetapi dengarkanlah
penjelasanku ini dulu."
"Aku akan mendengarkannya, Nathan."
"Kita akan ke rumahmu untuk mencoba mengembalikan ingatanmu. Kita
tidak dapat menunda kepulanganmu ini, Alviorita."
"Apakah aku akan meninggalkan tempat ini?" tanya Alviorita cemas.
"Tidak, Alviorita. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan Castil ini
sebelum ingatanmu pulih."
"Bagaimana setelah ingatanku pulih?"
www.ac-zzz.tk Nathan terdiam. Hingga saat ini Nathan belum tahu apa yang akan
terjadi setelah ingatan Alviorita pulih. Selama gadis itu kehilangan
ingatannya, mereka semakin dekat. Nathan tidak pernah memikirkan apa yang
terjadi bila ingatan gadis itu pulih bahkan tidak dapat menebaknya.
Andaikata Nathan tahu bagaimana perasaan Alviorita kepadanya,
mungkin ia dapat menebaknya. Tetapi Nathan tidak tahu dan ia tidak pernah
menanyakannya kepada Alviorita walaupun ia selalu ingin bertanya.
Hingga ingatan Alviorita pulih, Nathan tidak ingin membuat Alviorita
curiga kepada dirinya. "Aku belum memikirkannya, Alviorita," kata Nathan jujur, "Lupakan
saja masalah itu. Aku janji akan memikirkan hal ini. Saat ini yang penting
adalah memulihkan ingatanmu."
"Nathan, bila kita tidak jadi ke Druqent hari ini, apakah kita akan ke
sana besok?" "Tidak, Alviorita. Aku telah meminta Trent menjemput Jeffreye hari
ini juga. Aku tahu engkau ingin menjemput sendiri Jeffreye, Alviorita, tetapi
engkau pasti lelah setelah seharian berkeliling untuk memulihkan ingatanmu."
"Jangan kaulakukan itu, Nathan. Aku tidak akan lelah," kata Alviorita
membujuk. "Aku mengerti engkau kecewa, Alviorita, tetapi jangan membujukku.
Aku tahu apa yang terbaik bagimu," kata Nathan, "Saat ini yang terbaik
bagimu adalah ikut aku ke rumahmu."
"Nathan, aku ingin menjemput Jeffreye. Kalau engkau tidak
mengijinkan aku pergi ke Druqent besok, kita dapat pergi lusa atau esoknya
lagi," kata Alviorita manja.
"Alviorita, biarkan Trent yang menjemput Jeffreye. Kita akan
melakukan banyak hal yang penting sambil menanti mereka seperti
menyiapkan pesta penyambutan kedatangan Jeffreye."
"Aku tidak suka pesta, Nathan."
"Mengapa?" "Karena itu hanya menghabiskan waktuku sedangkan aku tidak
mempunyai banyak waktu."
"Engkau mempunyai waktu yang banyak, Alviorita. Tetapi saat ini
engkau tidak mempunyai waktu lagi. Kita harus segera ke rumahmu sebelum
hari semakin siang. Aku tidak ingin engkau terbakar sinar matahari."
"Nathan..." Sebelum Alviorita membujuknya, Nathan segera menyela, "Kalau
engkau tidak mau mengikutiku, Alviorita, aku akan membopongmu"
www.ac-zzz.tk Nathan diam memandang Alviorita. Gadis itu tampak masih tidak mau
meninggalkan tempat itu. Tangan gadis itu masih memainkan topi putih yang
dibawanya. "Kurasa lebih baik aku membopongmu," gumam Nathan sambil
mengangkat tubuh Alviorita.
"Nathan, turunkan aku."
"Setiap kali aku membopongmu, engkau selalu minta diturunkan. Engkau
tidak senang kubopong?" kata Nathan merujuk.
"Bukan begitu. Hanya saja apa yang akan dikatakan orang tuamu bila
melihat kita?" Nathan tersenyum. "Mereka tidak akan mengatakan apa-apa. Mereka
akan tersenyum senang. Kalau engkau tidak mempercayaiku, lihat saja mereka
yang sekarang berdiri di pintu."
Alviorita melihat pintu depan Castil Q`arde. Di sana Duke dan Duchess
berdiri sambil tersenyum menatap mereka.
Melihat Duke dan Duchess yang tampak menanti seseorang, Alviorita
berkata, "Mereka akan ikut juga?"
"Tidak hanya mereka. Maryam juga akan ikut."
"Engkau juga," tambah Alviorita.
"Tanpa perlu dikatakanpun semua orang tahu aku akan ikut."
"Engkau selalu berada di sisiku sejak kita bertemu di Synghz.
Walaupun engkau lelah, engkau tetap mau menemaniku ke manapun."
"Aku telah berjanji kepadamu, Alviorita. Dan aku selalu berusaha
menepatinya. Apapun yang terjadi, aku akan selalu mengantarmu ke setiap
tempat yang ingin kaudatangi. Tetapi untuk saat ini engkau harus menuruti
aku." Melihat kereta kuda keluarga mereka telah tiba di depan Castil, Duke
dan Duchess segera keluar.
Maryam yang muncul dari pintu setelah Duke dan Duchess keluar,
segera mendekati Nathan yang masih berjalan sambil membopong Alviorita.
"Kereta kuda telah siap, Tuan Muda," kata Maryam melaporkan.
"Terima kasih, Maryam."
"Topi Anda, Tuan Puteri," kata Maryam sambil mengulurkan tangannya.
Alviorita segera menyerahkan topi itu kepada Maryam yang segera
menepi setelah menerimanya.
Nathan masih tidak menurunkan Alviorita walau mereka telah berada
di halaman Castil Q`arde. Nathan baru menurunkan gadis itu ketika mereka
www.ac-zzz.tk tiba di pintu kereta yang terbuka. Pria itu membantu Alviorita dan Maryam
sebelum ia naik. Setelah semua orang naik, kusir kereta mulai menjalankan keretanya
ke Vximour. Tidak seorangpun yang berbicara selama perjalanan itu dan itu
memberi kebebasan bagi Alviorita untuk mengamati setiap tempat yang
mereka lalui. Alviorita terkejut ketika ia menyadari ia mengenal Vximour walaupun
ini pertama kalinya ia memasuki Vximour setelah tiba dari Synghz.
Melihat setiap tempat di Vximour yang mereka lalui, Alviorita merasa
ia mengenal baik tempat-tempat itu. Bahkan Alviorita yakin mengetahui
setiap sudut Vximour. Tidak ada suatu tempatpun di Vximour yang tidak
diketahui Alviorita. Tetapi Alviorita tidak tahu tempat yang mereka tuju saat ini adalah
Istana Urza. Bahkan ketika mereka telah memasuki halaman Istana yang luas,
Alviorita tidak menyadarinya. Tidak juga saat ia berada di depan pintu masuk
Istana. Sepasang prajurit membukakan pintu depan Istana untuk mereka
ketika melihat kedatangan mereka. Kedua prajurit itu tampak terkejut
sekaligus heran melihat kedatangan mereka yang mendadak ini.
Sebelum Alviorita curiga, Nathan segera mendekati kedua prajurit itu
dan mengatakan sesuatu. Setelah itu ia mendekati Alviorita.
"Benarkah ini rumahku, Nathan?" tanya Alviorita lirih, "Rumah ini besar
sekali." Nathan tidak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya tersenyum sambil
membawa Alviorita memasuki Istana.
Begitu mereka menginjakkan kaki di dalam Istana, Maryam segera
mengambil alih tugas Nathan.
Seperti janjinya, Maryam tidak akan mengatakan apa-apa tentang gelar
Alviorita. Dan untuk itu Maryam tahu ia tidak boleh membawa Alviorita
berkeliling tingkat pertama dan kedua Istana yang menjadi pusat kegiatan
Istana. Maryam menggandeng Alviorita ke kamarnya yang juga berada di
tingkat dua tetapi wanita itu tidak mengatakan apa-apa tentang setiap
ruangan yang mereka lalui.
Alviorita heran. Bila benar tempat ini adalah rumahnya, tentunya ia
masih dapat mengingat setiap sudutnya walaupun hanya sedikit. Tetapi
Alviorita tidak dapat mengingat apapun. Setiap jalan yang dilaluinya bersama
www.ac-zzz.tk Maryam, terasa asing baginya. Dan itu membuat Alviorita semakin heran.
Tidak mungkin Nathan membohonginya. Tidak mungkin pula Maryam yang
selalu setia kepadanya, membohonginya.
Alviorita tidak dapat menjawab kebingungannya. Ia hanya membiarkan
Maryam membawanya ke tempat yang diinginkan wanita itu.
Maryam berhenti di depan pintu kayu jati yang berukiran aneka
binatang hutan yang bersembunyi di balik rimbunnya semak-semak.
Alviorita terlalu bingung untuk memperhatikan ukiran indah yang
berbingkai perak itu. "Ini adalah kamar Anda, Tuan Puteri," kata Maryam sambil membuka
pintu. Walaupun Maryam mengatakan ruangan itu adalah kamarnya, Alviorita
tetap tidak mengenali ruangan itu.
Ruangan luas yang berpermadani merah cerah itu tampak indah. Meja
rias, almari, kursi yang berada di ruangan itu terbuat dari kayu jati yang
berukiran binatang. Tempat tidurnya yang besar juga berukiran binatang.
Tirai kuning cerah pintu kaca yang menuju serambi, melambai-lambai
seakan-akan ingin menyambut kedatangan Alviorita.
Alviorita menatap wajah Nathan.
Melihat pandangan yang penu kebingungan itu, Nathan berkata, "Ini
adalah kamarmu, kalau engkau tidak percaya, lihatlah lukisan itu."
Nathan mengantar Alviorita ke tempat yang dimaksudkannya.
Alviorita mengamati sebuah lukisan tergantung di atas perapian.
Melihat wajahnya yang ada di dalam lukisan itu, Alviorita percaya tempat ini
adalah rumahnya. Tetapi mengapa ia tidak dapat mengingatnya, Alviorita tidak tahu.
"Aku tidak ingat aku pernah di sini," kata Alviorita lirih, "Bahkan aku
merasa asing berada di sini."
"Tidak apa-apa, Alviorita. Kami tidak memaksamu mengingat semuanya
hari ini. Kami hanya ingin menunjukkan padamu tempat ini."
"Mengapa aku tidak dapat mengingat rumahku ini?"
"Karena engkau hilang ingatan, Alviorita."
"Kalau aku pernah tinggal di sini, seharusnya aku dapat mengingatnya."
Nathan sudah tahu harus mengatakan apa tetapi ia tidak dapat
mengatakannya. Mengatakannya berarti membuat Alviorita curiga. Dan itulah
yang paling tidak diinginkan Nathan.
Nathan meletakkan tangannya di pundak Alviorita dan berkata,
"Jangan sedih, Alviorita. Kalau kita kehilangan ingatan kita, kita dapat
www.ac-zzz.tk melupakan segalanya bahkan tempat tinggal kita dan orang-orang yang kita
sayangi." Duke dan Duchess yang juga berada di ruangan itu, telah menduga hal
ini. Setelah mengetahui keinginan Alviorita untuk melepaskan diri dari
kedudukannya juga pertunangannya, mereka yakin ingatan gadis itu tidak akan
pulih secepat yang mereka inginkan.
Berlainan dengan Maryam. Maryam tetap tidak mau menyerah. Wanita
itu membawa mereka ke Ruang Kanak-Kanak.
Segala yang ada di Ruang Kanak-Kanak tidak membuat Alviorita
mengingat apapun. Gadis itu hanya senang melihat mainan-mainan yang
tertata rapi di ruangan itu.
"Jeffreye pasti senang bila ia melihat mainan-mainan ini," kata
Alviorita. "Aku setuju denganmu, Alviorita."
Melihat Alviorita yang tampak seperti memasuki ruangan yang belum
pernah dimasukinya, Maryam tetap tidak mau menyerah.
Duke dan Duchess hanya tersenyum melihat semangat wanita itu untuk
mengembalikan ingatan Alviorita dengan segala sesuatu yang ada di dalam
Istana. Usaha Maryam tidak berhasil.
Setiap ruangan yang tidak berhubungan dengan kegiatan Kerajaan,
telah ditunjukkan Maryam kepada Alviorita tetapi gadis itu tetap tidak dapat
mengingat apapun. Seluruh bagian Istana yang luas ini tidak ada yang
terlewatkan, tetapi Alviorita tetap tidak dapat mengingat apapun.
Di antara mereka, Maryamlah yang yang paling bersemangat
mengelilingi Istana yang luas untuk berusaha mengembalikan ingatan
Alviorita. Mereka sampai dibuat lelah oleh semangat Maryam. Semangat
wanita itu pula yang membuat mereka sepanjang hari itu berada di Istana
untuk mengelilingi Istana.
Mengelilingi Istana yang luas dengan cepat saja membutuhkan waktu
yang cukup lama, apalagi bila pelan-pelan.
Selelah apapun mereka, tidak seorangpun dari mereka yang berhenti


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

berusaha. Mereka tetap mengikuti Maryam ke manapun wanita itu membawa
mereka. 14 www.ac-zzz.tk Kemarin hingga malam, mereka berada di Istana tetapi Alviorita tetap
tidak dapat merasa apalagi mengingat kalau ia pernah tinggal di sana.
Maryam menyarankan mereka menginap di Istana Urza tetapi Nathan
menolaknya. Pria itu tetap berniat membawa kembali Alviorita ke Castil
Q`arde walaupun hari telah larut malam dan mereka semua lelah.
Mendengarnya, Maryam hanya dapat menurut. Wanita itu tidak
mengatakan apa-apa lagi karena ia sendiri sudah lelah sekaligus kecewa
karena usahanya tidak membawa hasil.
Malam itu juga mereka semua kembali ke Castil Q`arde.
Kelelahan yang mereka rasakan, tidak membuat mereka kecuali
Alviorita tidak merundingkan hasil usaha mereka.
Alviorita langsung tertidur setelah menyentuh bantal sehingga pagi ini
ia dapat bangun pagi seperti biasanya. Dari antara mereka yang pergi ke
Istana Urza, hanya gadis itulah yang sanggup bangun seperti biasanya pada
pagi ini. Kemarin malam setelah mengantarkan Alviorita ke kamarnya, Nathan
segera menemui orang tuanya yang ingin merundingkan kegiatan mereka
sepanjang hari tadi. Dan mereka berunding sampai larut malam. Akibatnya,
Nathan tidak dapat bangun pagi seperti biasanya dan ia tidak dapat pula
mengantar Alviorita ke lapangan rumput di Chymnt seperti biasanya.
Alviorita mengerti kelelahan Nathan juga Duke dan Duchess serta
pengasuhnya, maka ia tidak mencoba membangungkan mereka.
Karena telah berjanji pada Nathan untuk tidak meninggalkan Castil
Q`arde sendirian, Alviorita tetap diam di Castil walaupun ia merasa bosan.
Untuk menghabiskan waktunya sambil menanti Nathan bangun,
Alviorita pergi ke Ruang Perpustakaan dan memilih beberapa buku.
Gadis itu membaca buku-buku itu di tempat kesukaannya, di dahan
pohon. Langit biru yang cerah dan rumah-rumah penduduk yang menyembul di
antara rimbunnya dedaunan, membuat Alviorita merasa senang.
Alviorita kembali teringat saat Maryam membawanya ke Ruang Belajar
di rumahnya. Di antara semua ruangan yang kemarin mereka datangi, hanya ruang itu
saja yang menimbulkan perasaan di hati Alviorita.
Begitu melihat meja belajar dan buku-buku yang bertumpukan di
atasnya, Alviorita merasa bosan. Entah apa yang memaksa Alviorita tetap
www.ac-zzz.tk berada di sana, Alviorita tidak dapat mengetahuinya. Alviorita hanya tahu ia
ingin meninggalkan ruangan itu tetapi ia tidak pernah dapat melakukannya.
Pucuk pohon yang dekat dengan serambi Ruang Belajar yang melambailambai tertiup
angin, membuat Alviorita merasa pohon itu memanggilnya.
Memanggilnya untuk menghibur diri, untuk pergi dan menghilang dari semua
orang. Alviorita merasa ia akrab dengan pohon itu. Tetapi ia tidak tetap dapat
mengingat apapun. Semuanya masih terasa pekat bagi Alviorita.
Ketika berada di Istana Urza Alviorita sama sekali tidak tertarik
melihat setiap ruangan yang mewah dan indah, tidak juga kepada
perabotannya yang unik. Semua yang ada di Istana Urza terasa biasa bagi
Alviorita tetapi tidak bagi keluarga Kryntz yang bersertanya.
Setiap sudut Istana Urza yang lembut dan indah tampak kuat dengan
ukiran-ukiran binatang hutan. Ukiran yang saling melengkapi dengan ukiran
yang ada di Castil Q`arde.
Binatang hutan di Istana dan tumbuhan lebat di Castil.
Kedua ukiran itu seperti melukiskan hubungan di antara kedua keluarga
yang telah lama terjalin. Dan untuk menggabungkan kedua 'ukiran' itu
diperlukan 'korban'. Membandingkan kedua ukiran itu, membuat Alviorita merasa ada
sesuatu yang sangat penting yang terlupakan olehnya.
Sekeras apapun Alviorita mencoba, ia tidak dapat mengingatnya. Suatu
keinginan yang sangat besar menghalangi usahanya. Keinginan itu seakan-akan
mengatakan bila Alviorita mengingat semuanya, ia akan hancur.
Alviorita menekuni buku yang dibawanya dari Ruang Perpustakaan.
Judul pada buku bersampul merah itu ditulis dengan indah dengan
warna keemasan. Alviorita tertarik melihat judul itu ketika ia melihatnya dan
tanpa berpikir panjang, Alviorita segera mengambilnya dari rak.
Setelah membaca beberapa lembar, Alviorita tertarik pada buku itu.
Alviorita senang membaca buku itu dan melupakan sekitarnya.
"Sudah kuduga engkau ada di sini."
Nathan segera memeluk Alviorita dan menangkap buku Alviorita
sebelum buku itu jatuh. "Lagi-lagi aku membuatmu terkejut hingga engkau dan bukumu hampir
jatuh," kata Nathan menyesal.
Alviorita curiga. "Sebelum ini pernahkah kejadian ini terjadi?"
"Sebelum ini?" www.ac-zzz.tk "Benar, sebelum aku ada di sini. Sebelum aku datang dari Synghz,"
ulang Alviorita. Nathan bingung. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya dengan
mudah ia dapat mengatakan segalanya tetapi Nathan tidak ingin Alviorita
tahu sebelum ini yaitu ketika ia kabur untuk pertama kalinya, ia pernah
tinggal di Castil Q`arde.
Alviorita masih menanti jawaban.
"Ketika kita masih kecil, kita sering bermain bersama, bukan?" kata
Nathan. "Ya, aku ingat itu tetapi aku yakin yang kau katakan ini bukan saat aku
masih kecil. Selain itu aku baru saja merasa kejadian ini pernah terjadi.
Bukan saat aku masih kecil tetapi ketika aku sudah dewasa."
"Sudahlah, Alviorita. Jangan kaupikirkan itu. Hari ini kita akan ke
mana?" Alviorita memperhatikan wajah Nathan.
"Ada apa, Alviorita?" tanya Nathan was-was melihat sikap menyelidik
itu. Alviorita masih diam tanpa melepaskan matanya dari wajah Nathan.
"Aku heran, Nathan. Semua orang terutama Maryam mengharapkan
ingatanku cepat pulih tetapi engkau sama sekali tidak kelihatan ingin
ingatanku cepat pulih," kata Alviorita pada akhirnya, "Sepertinya engkau
menyembunyikan sesuatu dariku. Sesuatu yang sangat penting."
Nathan mengagumi kecurigaan Alviorita. Bila ia menyembunyikan
sesuatu, tidak seorangpun yang mengetahuinya bahkan keluarganya sendiri.
Tetapi tunangannya, si Putri Mahkota ini memang sulit ditipu.
Walaupun sang tunangan kelihatan tenang bahkan kadang-kadang
terasa dingin namun ternyata memiliki kepekaan yang tinggi juga terutama
bila mengenai dirinya sendiri.
Bila Alviorita tidak mempunyai perasaan yang tajam, dulu Alviorita
tentu tidak akan segera campur tangan dalam masalah yang dibuat Elly.
Alviorita tidak akan menyelamatkan Nathan dari masalah itu. Karena
ketajaman perasaannya itu juga, Alviorita dengan cepat menangkap suasana
penuh kebohongan di sekitarnya yang sengaja dibuat oleh Nathan.
"Aku bukannya tidak ingin ingatanmu segera pulih. Hanya saja aku
percaya ingatanmu akan pulih suatu hari nanti."
"Kata-katamu seperti tidak menginginkan ingatanku segera pulih," kata
Alviorita curiga. www.ac-zzz.tk Nathan terdiam. Mungkin Alviorita benar. Nathan tidak ingin ingatan
gadis itu segera pulih. Nathan khawatir keakraban ini akan hilang bila
Alviorita mengingat kembali semuanya yang berarti mengetahui juga
kebohongannya. Kebencian Alviorita yang bertumpuk hanya akan membuat
Nathan yang mencintai gadis itu menjadi menderita.
Di atas semua kebohongannya Nathan memang berkeyakinan kesibukan
seorang Putri Mahkota tidak sesibuk yang Alviorita bayangkan. Dan Nathan
berjanji pada dirinya sendiri untuk mempertahankan kebebasan Alviorita ini
bila gadis itu telah mengingat kembali semuanya.
Walaupun tahu usahanya itu akan mengalami kesulitan terutama dari
Raja Phyllips, Nathan akan mencobanya. Nathan yakin Raja Phyllips akan
mengerti seperti ia mengerti permintaannya dulu.
Dulu Raja Phyllips mengijinkan Alviorita tinggal di Castil Q`arde
selama ingatan gadis itu belum pulih dan meninggalkan semua tugas
kerajaannya, mengapa kali ini tidak"
"Sudahlah, Alviorita. Lupakan saja masalah itu. Sekarang kita akan ke
lapangan lagi atau tidak?"
"Tentu saja kita akan ke sana," sahut Alviorita.
"Walaupun hari telah siang?"
"Walaupun hari telah malam."
"Sepertinya engkau benar-benar senang pergi ke lapangan itu."
"Ya, tempat itulah satu-satunya yang kuingat. Semakin kulihat, tempat
itu semakin mengingatkanku pada masa laluku."
"Engkau ingin ingatanmu segera pulih?" selidik Nathan.
"Entahlah, Nathan. Aku merasa ingatanku harus segera pulih demi
sesuatu yang sangat penting tetapi ada sesuatu dalam diriku yang sangat
besar yang menghalangi pulihnya ingatanku itu."
Nathan tahu apa yang membuat Alviorita merasa seperti itu. Sebagai
Putri Mahkota, Alviorita selalu mengerjakan tugasnya dengan baik tetapi
sebagai gadis biasa, Alviorita selalu mencari kebebasan.
Kebebasan yang dipendam selama lima belas tahun terus menumpuk dan
akhirnya menghalangi gadis itu mengingat kembali masa lalunya.
Nathan tidak ingin Alviorita mengingat juga merasakan kembali
perasaannya selama ia tinggal di Istana Urza. Saat ini Alviorita tinggal di
Castil Q`arde bukan di Istana Urza dan ia bukan seorang Putri Mahkota
melainkan seorang gadis yang bebas.
"Kalau engkau benar-benar senang ke lapangan rumput itu, mengapa
engkau tidak membangunkanku?"
www.ac-zzz.tk "Karena aku tahu engkau lelah."
"Engkau sendiri tidak lelah setelah seharian kita dibawa Maryam
berkeliling rumahmu?"
"Aku juga lelah. Tetapi aku tahu engkau tidak segera tidur setelah kita
tiba dan aku tidak ingin menganggu tidurmu. Aku yakin engkau masih
membicarakan hal yang kausembunyikan dariku itu dengan orang tuamu
mungkin juga dengan Maryam sebelum engkau tidur. Entah apa yang kalian
bicarakan, aku tidak tahu, tetapi aku tahu kalian tidak segera tidur setelah
kita tiba." Nathan terkejut mendengar kecurigaan Alviorita yang tepat itu. Tetapi
Nathan tidak dapat mengakuinya. Mengakuinya berarti membongkar sendiri
kebohongannya. "Aku benar, bukan?" kata Alviorita senang.
Nathan tersenyum nakal. "Siapa yang mengatakannya?"
"Wajahmu yang terkejut itu."
"Aku terkejut karena engkau mencurigaiku seperti itu."
"Engkau benar-benar nakal, the Devil Dog. Engkau tahu aku benar
tetapi tidak mau mengakuinya," kata Alviorita jengkel.
Nathan tersenyum melihat sikap Alviorita yang kekanak-kanakkan itu.
"Ayolah, Alviorita, jangan marah. Aku khawatir kita tidak jadi ke lapangan
rumput. Sepanjang hari ini kita akan duduk di sini sambil bercakap-cakap."
"Tidak apa-apa. Aku senang duduk di sini. Aku juga senang berbicara
denganmu." "Aku tahu, Alviorita. Apakah engkau tidak bosan setiap kali duduk di
pohon ini?" "Setiap kali" Bukankah ini pertama kalinya aku duduk di atas pohon
sejak aku datang dari Synghz" Selama ini kita hanya pergi ke lapangan
rumput atau sekitar Chymnt saja."
Nathan terkejut menyadari ia telah melakukan kesalahan lagi. Nathan
telah mengungkit saat Alviorita yang tidak diundang tinggal Castil Q`arde.
Nathan tidak ingin kecurigaan Alviorita bertambah besar karena itu ia
berkata, "Maksudku engkau tidak bosan duduk di pohon ini sepanjang hari?"
"Tidak." "Engkau tidak lelah terus duduk di sini?"
"Tidak, aku senang duduk di sini sambil melihat pemandangan."
"Kalau engkau ingin melihat pemandangan, engkau tidak perlu memanjat
seperti ini. Engkau dapat melihatnya melalui menara. Engkau tahu bukan
sangat berbahaya bagimu memanjat pohon dengan gaunmu itu?"
www.ac-zzz.tk "Aku tahu, Nathan. Tetapi aku lebih senang duduk di sini sambil
melihat pemandangan alam. Dari sini aku dapat melihat seluruh keindahan
alam yang tanpa batas. Sedangkan dari puncak menara, aku hanya dapat
melihat melalui jendela. Aku tidak dapat melihat pemandangan yang ada di
sampingku juga di belakangku."
"Benar, dari sini kita memang dapat melihat seluruh pemandangan baik
yang ada di depan, samping maupun di belakang kita. Dari menara kita hanya
dapat melihat apa yang ada di hadapan kita. Aku yakin tadi engkau bangun
pagi seperti biasanya dan aku tidak ingin engkau lelah lalu tertidur di sini."
"Aku tidak akan tertidur, Nathan. Aku membawa buku," bujuk
Alviorita. "Justru itulah yang kukhawatirkan, Alviorita. Aku khawatir buku ini
akan membuatmu semakin mengantuk," kata Nathan sambil melambailambaikan buku di
tangannya itu. "Tidak akan, Nathan. Buku itu sangat menarik."
Nathan memperhatikan buku itu. "Sejak kapan engkau menyukai Mesir
Kuno?" "Tadi aku hanya tertarik melihat judulnya dan setelah membacanya,
aku tahu buku itu sangat menarik."
"Mesir Kuno memang sama menarik. Sama menariknya dengan Yunani
Kuno." "Kalau Yunani Kuno, aku sedikit tahu tetapi tentang Mesir, aku sama
sekali tidak tahu." "Setelah membaca buku ini, engkau tentunya mengetahui segala
tentang Mesir Kuno."
"Ya, aku senang membaca cerita Firaun-Firaun itu. D
i sini ditulis ada tujuh Ratu yang pernah memerintah Mesir Kuno. Di
antara mereka, aku paling tidak menyukai Cleopatra VII."
"Mengapa" Kukira semua Ratu Mesir itu menarik untuk diketahui."
"Engkau benar, Nathan. Sebenarnya aku juga menyukai Cleopatra VII
itu. Ia dapat memerintah Mesir karena dukungan dari pendukung saudara
laki-lakinya. Dan karena bantuan Kaisar Romawi yang jatuh cinta padanya,
Julius Caesar pula ia dapat menjadi Ratu."
"Bukankah itu pertanda tidak hanya kerajaan kita saja yang tidak
membedakan wanita dan pria. Wanita maupun pria dapat menjadi Putra
Mahkota. Yang penting adalah anak sulung Raja adalah Putra Mahkota."
"Ya, aku setuju denganmu. Aku tidak menyukai seluruh kisah Cleopatra
VII ini karena ia merebut suami orang lain. Entah mengapa ia merebut suami
www.ac-zzz.tk adik Octavian hanya dalam tiga tahun setelah suaminya, Julius Caesar, mati
dibunuh." Nathan tersenyum melihat kejengkelan di wajah Alviorita saat gadis
itu bercerita. "Tampaknya engkau tidak menyukai Cleopatra."
"Aku menyukai kemampuannya memerintah Mesir Kuno dan aku tidak
menyukai sikapnya yang merebut suami adik Octavian."
Walaupun telah mengetahui jawabannya, Nathan bertanya, "Engkau
ingin menjadi Ratu?"
"Tidak," jawab Alviorita tegas.
"Lalu mengapa engkau bersemangat sekali menceritakan Cleopatra itu?"
"Karena aku tidak menyukai sikapnya yang merusak kebahagiaan orang
lain itu. Dari semua sikap buruk manusia, aku paling tidak menyukai sikap satu
itu. Aku juga tidak menyukai Mark Antony yang meninggalkan istrinya hanya
untuk hidup dengan Cleopatra."
Nathan pernah membaca buku itu.
Cleopatra VII memang terkenal cantik. Karena itu tidaklah


Pelarian Karya Alviorita di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mengherankan bila Kaisar Romawi yang terkenal akan perubahan yang ia
lakukan pada Romawi dari Republik menjadi kekaisaran dengan dia sebagai
pemimpinnya, Julius Caesar, jatuh cinta padanya dan akhirnya membawanya
ke Roma setelah membantu Cleopatra menjadi Ratu.
Cleopatra dan Julius Caesar merupakan sepasang orang yang terkenal
dari jaman kerajaan kuno. Namun sayang kematian keduanya tidak sebagus
keberhasilan mereka. Julius Caesar mampu memperluas Romawi hingga Prancis bahkan pada
tahun 55 SM, ia berhasil menyeberangi Selat Channel dan menguasai Inggris.
Walaupun demikian, masih banyak orang yang tidak menyukai tindakannya
pada Romawi yaitu mengubah Republik menjadi Kekaisaran dengan dia sebagai
Kaisar pertamanya. Tahun 44 SM, sekelompok orang membunuh Julius Caesar pada 'Ides of
March', tanggal lima belas bulan itu, di Roman Forum.
Kematian Julius Caesar, membuat Cleopatra yang masih muda kembali
ke Mesir. Dan tiga tahun kemudian ia bertemu dengan Mark Antony.
Cleopatra masih berusia tujuh belas tahun saat ia menjadi Ratu dan
ikut Julius Caesar ke Romawi, karena itu tidak mengherankan bila Antony
jatuh cinta juga pada Cleopatra yang cantik.
Antony meninggalkan istrinya, saudara Octavian, untuk hidup bersama
Cleopatra. www.ac-zzz.tk Octavian dan Antony semula memerintah Kekaisaran Romawi bersamasama dengan
Agustinus, namun dengan adanya peristiwa itu, Octavian menjadi
marah. Octavian memulai peperangan dengan Cleopatra dan Antony. Akhirnya
pada tahun 32 SM, mereka kalah yaitu dalam peperangan di Actium, Yunani.
Kemudian Cleopatra dan Antony dibawa ke Alexandria. Saat itulah
Cleopatra mulai menyadari ia tidak akan pernah dapat mengalahkan Romawi.
Cleopatra dan Antony memutuskan untuk bunuh diri bersama.
Mula-mula Antony menghunuskan pedang pada dirinya sendiri dan
meninggal di lengan Cleopatra. Kemudian Cleopatra menyusul dengan
menggigitkan ular beracun pada dirinya sendiri.
"Mungkin karena Cleopatra lebih cantik dari istrinya, Antony
meninggalkan istrinya."
"Walaupun Cleopatra cantik, Antony tidak boleh meninggalkan istrinya."
"Jangan kaupermasalahkan hal ini lagi, Alviorita. Bagi orang jaman dulu
terutama sebelum Masehi, wajar bila seorang pria mempunyai lebih dari satu
istri." "Sejak tadi engkau hanya membela Antony, apakah engkau juga akan
seperti Antony yang meninggalkan istrinya hanya untuk wanita lain?" tanya
Alviorita menyelidik. Nathan tahu ia tidak akan bersikap seperti Antony. Sejak kecil hati
Nathan telah terpikat oleh Alviorita dan ia selalu mencintai gadis itu.
Kapanpun dan di manapun, hanya Alviorita yang dicintainya.
"Tidak," kata Nathan, "Aku tidak akan bersikap seperti itu. Bagiku
cukup satu gadis yang kucintai."
Alviorita tak percaya akan apa yang didengarnya terutama setelah
mendengar kata-kata Nathan yang membela Antony.
Nathan mengerti apa yang dipikirkan Alviorita. "Aku sungguh-sungguh,
Alviorita. Yang kukatakan tadi bukan untuk diriku tetapi untukmu. Aku tidak
ingin engkau memikirkan yang lain selain ingatanmu. Apalagi mengenai Ratu
yang telah meninggal lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu."
"Aku tidak senang pada orang yang mengkhianati cintanya sendiri."
"Andaikata saat ini masih wajar bagi seorang pria untuk memiliki lebih
dari satu istri, aku tetap tidak merubah pendirianku," kata Nathan
meyakinkan Alviorita. "Aku masih kurang mempercayainya, Nathan. Tetapi melihat
kesungguhanmu, aku tahu engkau tidak akan seperti Antony."
www.ac-zzz.tk Nathan menatap lekat-lekat wajah Alviorita dan ia tersenyum geli ketika
menyadari sesuatu. "Setiap kali kita bertemu, selalu saja ada yang kita
bicarakan sampai kadang-kadang kita bertengkar karenanya."
"Pembicaraan kita selalu panjang seperti tidak ada habisnya," kata
Alviorita menyetujui. "Karena itulah aku khawatir kalau kita tidak segera turun, hari ini kita
tidak akan ke lapangan," kata Nathan.
"Bagaimana kalau aku tidak ingin ke lapangan?"
"Engkau tahu aku tidak setuju engkau duduk di sini dalam keadaan lelah
seperti ini. Walaupun engkau menyangkalnya, aku tahu engkau lelah setelah
kemarin dibawa Maryam berjalan lama di rumahmu. Besok kalau engkau tidak
lelah, aku akan menemanimu duduk di sini."
"Baiklah, Nathan. Aku setuju lagipula sejak tadi pagi aku menanti saat
engkau tersadar dari mimpimu dan sesegera mungkin pergi ke lapangan."
"Sebenarnya aku tidak ingin segera tersadar dari mimpiku tetapi aku
ingat ada engkau di sini, maka aku segera bangun," goda Nathan.
"Engkau bermimpi apa, Nathan, sehingga engkau ingin tidur terus"
Memimpikan kekasihmu?" selidik Alviorita.
Nathan tersenyum mendengar suara Alviorita. Entah gadis itu sadar
atau tidak kalau ia telah berbicara dengan suara seperti orang yang cemburu.
"Rahasia." "Ayolah, Nathan, beritahu aku."
"Aku akan memberitahumu kalau engkau menjadi gadis yang manis.
Untuk itu pertama-tama engkau harus segera turun dari pohon ini dan kita
akan segera pergi ke lapangan rumput. Di sana engkau boleh membaca
sepuasmu sampai tertidur."
"Baiklah, the Devil Dog."
"Aku akan turun dulu untuk berjaga-jaga kalau engkau jatuh."
Nathan telah menuruni pohon sebelum Alviorita sempat berkata apaapa. Tanpa
banyak berbicara gadis itu mengikuti Nathan.
Melihat dirinya telah dekat dengan tanah, Alviorita ingin melompat
tetapi Nathan berkata lain. Sebelum Alviorita sempat berbuat apa-apa, pria
itu telah memegang pinggang Alviorita dan menurunkan gadis itu tepat di
hadapannya. "Sebelum kita pergi, kita harus berpamitan dulu. Aku tidak ingin
mereka mengkhawatirkan kita."
"Tentu," kata Alviorita.
www.ac-zzz.tk Nathan menyelipkan tangan Alviorita di lengannya dan mengajaknya
masuk. Melihat senyum di wajah Alviorita, Nathan merasa curiga, "Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa lucu. Kita sering bertengkar
tetapi kita tidak pernah jauh. Kita selalu berdua bahkan kadang-kadang aku
merasa kita tampak seperti sepasang kekasih padahal bukan. Aku dan engkau
adalah sahabat sejak kecil."
"Tidak hanya engkau yang merasakannya. Semua orang juga berkata
seperti itu," kata Nathan.
"Sekarang orang tuamu berada di mana?"
"Aku tidak tahu. Saat aku bangun tadi, mereka masih belum bangun."
"Aku merasa bersalah kepada mereka juga kepadamu. Karena
menemaniku, kalian terlalu lelah."
"Jangan berkata seperti itu, Alviorita. Engkau sama sekali tidak
bersalah. Mereka sendiri yang ingin ikut demikian pula aku."
"Andaikata ingatanku sudah pulih, Maryam tidak akan membawaku
pulang ke rumah dan tidak akan membuat kalian lelah."
"Sudahlah, Alviorita, jangan berkata seperti itu. Lihatlah Maryam
berada di dekat kita. Kalau ia mendengar kata-katamu itu, ia akan sangat
sedih. Ia sangat mencintaimu."
"Tampaknya ia sedang mencari kita," kata Alviorita.
"Lebih baik kita segera mendekatinya."
Nathan mengajak Alviorita segera mendekati Maryam yang
kebingungan mencari mereka di halaman Castil Q`arde.
"Engkau mencari kami, Maryam?" tanya Alviorita.
Maryam terkejut. Ia membalikkan badannya. "Anda membuat saya
Memburu Iblis 20 Nemesis Karya Agatha Christie Pendekar Asmara Tangan Iblis 1
^