Pencarian

Claire 3

Claire Karya Phoebe Abigail Bagian 3


tuaku beberapa kali. Sewaktu kecil, bagiku Darice dan suaminyalah ayah dan ibuku.
Tapi begitu kehilangan Hadwin, aku juga kehilangan mereka. Maksudku, mereka
melupakan aku dan meratapi kepergian Hadwin. Itulah yang membuatku akhirnya
sangat rajin datang ke Gass setiap kali ada perayaan penting. Dan & Sean
memandang Claire lagi, sama dalamnya dengan pandangan Sean saat di makam
tadi. Aku minta maaf padamu. Jika di runut, akulah penyebab penderitaanmu di
Denmark. Claire memandang Sean semakin serius, tapi ia tidak mengatakan sepatah
katapun, Claire menunggu Sean mengatakannya sendiri. Mengatakan mengapa ia
akhi rnya menjadi orang yang di persalahkan atas penderitaan Claire selama di
Denmark. Sean menghela nafas dalam, lalu Aku merampas Hadwin darimu. Hari itu
adalah puncak dimana aku ingin Hadwin kembali, aku ingin bibiku tersenyum dan
berhenti menangis lagi. Aku menyelidiki kepergian Hadwin dan mendapatinya di
Denmark. Saat itu seharusnya aku mengatakan kepadamu kalau aku membawa
Hadwin kembali demi ibunya.
Seandainya kau menemuiku saat itu, aku juga tidak tau akan merelakannya
atau tidak! Tapi setidaknya aku bisa menghindari penderitaanmu, kan" Aku bisa saja
membawamu serta pulang ke Canada! Aku memang benar-benar sumber masalah
dalam keluarga Ouray. Karena aku juga Hadwin mengalami kecelakaan, jika aku
tidak menculik Hadwin untuk pulang, maka dia tidak akan berusaha melarikan diri
dan mengalami kecelakaan. Lalu aku berselingkuh dengan istrinya, aku sangat
berdosa kepada Hadwin, orang yang tidak tau terima kasih. Padahal Hadwin tidak
pernah menganggapku seperti orang lain &
Sean berhenti mengucapkan kata selanjutnya saat merasakan Claire mendekat.
Wanita itu membelai rambutnya yang berada di belakang telinga. Claire
memandangnya serius lalu tersenyum. Di Denmark, aku tidak hanya mendapatkan
penderitaan saja. Aku juga mendapatkan kesenangan. Meskipun di bawah
Geronimo aku menderita, tapi Geronimo sudah seperti ayah bagiku, dia hanya
tidak tau bagaimana cara anak buahnya memperkerjakanku. Aku juga punya teman
di Denmark, Garrick juga ku temui disana. Aku juga pernah tertawa, jadi
berhentilah mengatakan hal seperti itu. Jika aku di Canada, belum tentu nasibku
lebih baik dibandingkan dengan saat-saat aku di Denmark.
Harusnya kau bertemu dengan aku dulu sebelum dengan Hadwin.
Lalu" Akan ku tawarkan diriku dan ranjangku kepadamu!
Claire tertawa. Apakah kau selalu menawarkan hal itu kepada semua wanita"
Hanya kepada wanita yang menarik dan ku fikir dia tertarik. Aku tidak akan
menawarkan apa-apa kepada wanita yang tidak tertarik dengan hal itu!
Lalu bagaimana kau bisa tau kalau aku tertarik"
Sean terdiam lama. Firasat! Tidak, dari pandanganmu saat pertama kali kita
bertemu. Aku tau kalau saat itu kau tertarik padaku!
Sayangnya aku sudah terlalu berhati-hati untuk menaruh hati kepada laki-laki.
Ya, kau pernah mengatakannya. Karena itu kau menolak, Kan" Kau takut
akan mencintaiku. Tunggu dulu! Sean mengingat-ingat. Saat kau menangis waktu
itu, Kau merasakan sesuatu"
Claire megangguk. hanya terbersit. Tapi aku sakit setiap kali seberkas harapan
muncul. Itu yang ku maksud dengan penderitaanmu, Claire. Mungkin kau merasa
cukup bahagia di Denmark. Tapi keadaan disana bahkan membuatmu takut untuk
bermimpi. Aku sangat bertanggung jawab dengan hal & Sean terdiam sekali lagi,
sebuah ciuman hangat mendarat di keningnya, beberapa saat kemudian, wajah
Claire sudah ada di hadapannya.
Selamat ulang tahun Sean! Claire lalu menepuk-nepuk bahu Sean keras.
Sean tau kalau ia terperangah, bukan sekali dua kali ia mendapatkan ciuman
semanis itu dari wanita. Tapi hanya Claire yang mengingatkannya kepada sosok ibu
yang tidak pernah di milikinya. Ia berusaha menyembunyikan perasaannya dan
berdecak. Harusnya kau memberi ciuman di bibir!
Claire melakukannya! Sean berusaha melepaskan diri dari ciuman Claire yang
lembut lalu menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Claire. Ia memandang
Claire heran. Kau bukan Claire, kan" Kau jin hutan ini" Kau kemanakan Claireku!
Claire tertawa sekali lagi lalu menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan
diri. Kalau tidak mau, ya sudah!
Astaga, apa yang terjadi pada Sean, matanya berkaca-kaca. Tentu saja dia tidak
akan menolak, Sean merengkuh Claire dan menciumnya dengan sangat dalam
hingga jari jemari Claire bergelung. Ciuman yang penuh dengan kerinduan. Sean
melampiaskan segala kerinduan yang di rasakannya kepada Claire. Kerinduannya
kepada ibu yang melahirkannya, kerinduan kepada Ayah, juga kerinduan kepada
Hadwin dan masa kecil mereka.
Claire tidak tau bagaimana semuanya bisa terjadi, bagaimana
ia bisa berada di atas pangkuan Sean. Secara tiba-tiba kedua kakinya melingkari pinggang Sean dan
kedua tangannya meraba setiap sendi kepalanya. Jari-jari Claire merasuk ke sela-sela
rambutnya dan ciuman itu masih terus berlangsung. Sangat panjang dan mulai
terasa panas. Jika saja ini malam hari, maka Claire yakin kalau dirinya dan Sean
tampak menyala-nyala sekarang. Sean benar-benar tidak melepaskannya. Tidak,
Claire yang tidak ingin melepaskan Sean. Dia menahan kepala Sean agar ciuman itu
tidak pernah berakhir. Sedangkan tubuhnya merasakan belaian Sean dengan sangat
sensitif. Sean meremas pinggulnya lagi lalu menarik pinggang Claire agar merasuk
lebih dalam kepada dirinya, agar tidak ada lagi jarak, agar kehangatan itu tidak pergi.
Desahan berganti dengan erangan ketika Claire merasakan bagaimana jari
jemari Sean menyusuri lekuk pinggulnya dan menggapai-gapai di kedalaman dirinya
yang basah, telapak tangannya menghentak-hentak mengikuti keinginan jarinya
yang sangat berharap bisa memuaskan Claire. Claire benar-benar terengah-engah. Ia
melepaskan ciumannya sesaat, memandang ke dalam mata Sean dan tidak di
pungkiri lagi kalau mereka sama-sama menginginkannya. Tapi haruskan di tempat
ini" Claire mendekatkan mulutnya ke telinga Sean, memperjelas desahannya
sehingga semangat Sean semakin menggebu-gebu. Ia berbisik lemah.
Aku hampir meledak, Sean! dan beberapa detik kemudian Claire mengejang
di iringi lenguhan panjang. Ia sudah mencapai Klimaks pertamanya setelah tidak
merasakannya dalam jangka waktu yang lama. Nafasnya belum reda ketika Sean
mengulanginya lagi, menggapai-gapai keinginan yang harus terpuaskan saat itu juga.
Beberapa saat kemudian Sean melepaskan tubuh Claire dan memandang wanita itu
penuh hasrat. Sial! Kalau saja aku tidak ingat danau ini adalah tempat umum, aku akan
menghabisimu saat ini juga! Sean mengerang. Kita harus pulang ke rumah.
Sekarang, aku tidak akan membiarkanmu berbaring di tanah Claire. Aku ingin
punggungmu merasakan kasur yang empuk di ruangan yang hangat.
Sean berbalik dan melangkah, ia tidak ingin memandang Claire lagi, Sean
takut tidak bisa menahan diri. Claire hanya mengikutinya dan mereka kembali ke
Gass. Sean bahkan rela membayar taksi berkali-kali lipat agar mereka sampai di
rumah lebih cepat. Disepanjang jalan Sean benar-benar tidak menyentuh Claire.
Dan Claire memakluminya. Hingga akhirnya, Sean menggenggam tangan Claire lagi
setelah mereka sampai di depan rumah. Mereka bergandengan masuk ke dalam
rumah dan saat pintu di tutup, mereka menyatu lagi. Sean kembali mengulum
mulut Claire dengan sangat bergairah, ia nyaris saja membuka pakaian Claire, tapi
hati nuraninya tergerak untuk bertanya.
Kau mengizinkanku & Ya! Jawaban yang membahagiakan. Jawaban yang luar biasa di telinga Sean karena
sudah bercampur dengan desahan penuh harapan. Claire juga menginginkannya.
Sean melepaskan pakaian Claire satu persatu tanpa melepaskan ciumannya. Celana,
kemeja, jaket, kaus kaki berserakan di lantai dan saat mereka sudah tiba di kamar,
Sean sudah tak berpakaian lagi. Ia menghempaskan tubuh Claire di atas ranjang
dan merangkak di atasnya. Dalam sekejap Sean melepaskan bra yang Claire
kenakan dan membenamkan wajahnya di dada wanita itu. Ia melakukan segala yang
terbaik yang dia bisa hingga Claire meminta ampun. Tentu saja Sean tidak akan
mau mendengar kata ampun, ia menutup mulut Claire dengan mulutnya dalam
waktu yang panjang. Jika bukan karena nafas yang sesak karena menahan hasrat,
Sean yakin ia tidak akan pernah melepaskannya.
Sentuh aku Claire. Bisiknya.
Claire juga berusaha menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Ia berusaha
merangkak dan membalik keadaan. Sekarang Sean yang berbaring di ranjang dan
Claire duduk di pinggangnya. Sean tidak bisa menahan desahannya ketika Claire
mengeluarkan keahliannya. Wanita itu meraba dadanya, memelintir putingnya,
mulut Claire mencium bibirnya lalu berpindah ke leher untuk menghisap sebagaian
besar wilayahnya. Sean benar-benar tidak bisa menahan diri untuk ikut berdesah
saat Claire mendu duki bukti gairahnya yang mengeras. Claire merengkuh wilayah
itu dengan tangannya, menggenggamnya dengan erat dan memaksa Sean untuk
segera menyatu dengan dirinya.
Sebuah desahan berat bermula, tapi kemudian Claire meringis karena ternyata
hal itu tidak semudah yang biasa di lakukannya. Sean membuatnya merasakan lagi
bagaimana bercinta dengan rasa sakit seperti yang pertama kali di alaminya. Setelah
ia berhasil, Claire menyeka airmatanya yang merembes dan mulai mencari
kenikmatan baru. Mereka benar-benar bercinta dan merasakan klimaks-klimaks
yang paling hebat yang belum pernah di rasakan sebelumnya.
CLAIRE TERBANGUN DAN MEMANDANGI KAMAR YANG GELAP, pasti sudah
malam. Seberkas sinar dari luar rumah menerangi sebagian ranjang, sinar itu juga
menyoroti wajah Sean yang kelihatannya sangat lelah. Sean terlalu memaksakan diri,
juga memaksa Claire tentu saja. Ia ingin memandang jam, ingin mengetahui jam
berapa sekarang. Tapi tidak ada satu jam pun yang bisa di lihat dalam ruangan gelap.
Sean juga sudah melepaskan jam tangannya saat mereka masih di danau tadi.
Claire mengehela nafas. Akhirnya pertahanannya runtuh juga. Ada sisi lain
dari diri Sean yang dilihatnya, sisi lain yang membuat Claire merasa bukan masalah
untuk menikmati Sean sekali saja. Bukan ini maksud ciumannya di danau tadi.
Claire hanya ingin memberikan ciuman yang sama seperti saat mereka bercumbu
pertama kali di halaman rumah. Tapi tidak ada satu hal pun yang bisa Claire baca.
Hari ini dia benar-benar tidak sedang memegang kendali, Tapi Sean-lah yang
memegang kendali atas dirinya. Sean bergerak halus, mungkin ia terbangun. Claire
segera menutup matanya rapat-rapat dan tidak berniat membukanya sampai Sean
mencium keningnya. Dan berujar pelan.
Bangunlah, Bisikan Sean membuat Claire membuka matanya perlahan.
Kemarilah, berbaring disini.
Dalam keremangan lampu, Claire dapat melihat kalau Sean sedang menepuk
dadanya. Claire beringsut mendaki tubuh Sean, kembali menduduki pinggangnya
dan merebahkan kepala di dadanya. Nafas Sean sangat teratur membuat Claire
seperti di hipnotis, ia memejamkan matanya merasakan detak jantung Sean yang
berirama. Kau menangis lagi kali ini!
Claire nyaris saja tertidur saat mendengar ucapan itu, ia kembali membuka
matanya lagi dan menangkupkan sebelah tangannya di dada Sean. Aku hanya
kesakitan. Sudah lama aku tidak merasakan sakit dan nikmat bercampur menjadi
satu seperti saat bercinta denganmu.
Sean tersenyum. Ia tau apa yang Claire maksudkan. Mungkin bagian yang
paling sensitif di tubuh Sean terlalu besar untuk Claire. Sean bisa mengingat
ringisan Claire saat pertama kali memaksa Sean memasukinya. Juga dengan tangisan
kenikmatan Claire sepanjang mereka bercinta. Ya, aku juga merasakan hal yang
luar biasa malam ini. Aku belum pernah terkapar seperti ini setelah bercinta dengan
wanita. Mereka harus menjadi pelacur dulu selama bertahun-tahun untuk belajar
bertahan seperti itu! Sean tertawa. Sebenarnya ia sangat tidak suka jika Claire mengungkit-ungkit
tentang pelacuran atau sejenisnya. Sean akan semakin membenci dirinya sendiri
karena tidak menemukan Claire lebih dulu. Sean membelai kepala Claire dengan
sangat perlahan, rambut Claire panjang dan halus. Sean masih tidak bisa
memungkiri kalau Claire sangat sempurna. Wanita paling sempurna yang pernah di
temui di dalam hidupnya. Claire &
Ya" Ini perayaan ulang tahun terbesar dalam hidupku.
Tentu saja. Kau memaksaku untuk menerima perlakuanmu berkali-kali.
Ya, dan ini sama sekali di luar rencana. Aku tidak mengamankan interaksi
kita kali ini. Berjanjilah Claire, jika kau hamil karena ini segera beritahu aku!
Memangnya kenapa" Kau akan bertanggung jawab"
Kau fikir aku akan melakukan itu"
Claire terdiam sesaat. Aku rasa tidak!
Aku akan mencarikanmu dokter terbaik untuk mengugurkannya.
Lagi-lagi hening. Sean menanti jawaban Claire, gadis itu diam terlalu lama.
Sean hampir saja menyerah jika saja Claire tidak memanggil namanya.
Sean, bolehkah aku melahirkan anakmu"
Sean mengerut kan keningnya. Maksudmu"
Aku ingin seorang anak. Aku sudah lelah hidup sendirian. Jika aku hamil
bolehkah aku melahirkannya. Aku berjanji akan membawanya pergi jauh dan aku
tidak akan mengatakan kepadanya siapa ayahnya. Aku bisa hidup tanpa ayah,
anakku pasti juga bisa! Sean memejamkan matanya, mendadak satu degupan jantungnya terasa sangat
kencang. Mungkin Claire mendengarnya tapi gadis itu berusaha untuk tidak perduli.
Sean tidak tau mengapa kata-kata Claire barusan membuat hatinya menjadi sedih.
Mungkin ia laki-laki paling cengeng sedunia saat merasakan air matanya mengalir
halus. Sean segera menghapus airmatanya dan mengambil nafas dalam-dalam untuk
menenangkan perasaannya. Kau ingin melahirkan anakku"
Ya, Aku tetap akan pergi pada waktunya. Tapi boleh aku melahirkan anakmu
jika aku hamil karena ini" Aku akan bekerja yang baik-baik untuk membesarkannya.
Aku akan berusaha sekeras mungkin. Aku berjanji anakmu tidak akan kelaparan.
Aku hanya butuh teman, dan seperti ibuku yang menganggap kalau anak adalah
teman yang paling setia, anakmu juga tidak akan pernah meninggalkan ibunya
sebatang kara sampai aku meninggal dunia.
Kata-katamu terdengar sangat sedih!
Claire mengangkat wajahnya dan memandang Sean. Matanya basah, tapi tidak
ada satupun dari butiran airmatanya menyentuh dada Sean. Claire selalu menyeka
airmatanya sebelum mengalir terlalu jauh. Sean memandangnya lama. Kali ini ia
tidak bisa menyembunyikan airmatanya lagi.
Kenapa dengan wajahmu"
Claire memaksakan sebuah senyum. Aku menginginkannya. Sangat
menginginkannya. Aku harap khayalan itu menjadi kenyataan.
Mimpi itu akan jadi kenyataan.
Jadi kau mengizinkan aku melahirkannya kalau aku sampai hamil" Aku
berjanji akan merawatnya dengan baik, aku akan membawanya pergi jauh dan aku
tidak akan membuatnya mengingat-ingat ayahnya lagi. Dia tidak akan
mengganggumu, aku berjanji!
Claire terlihat sangat senang, tapi ada rasa nyeri menelisip ke dada Sean. Ia
mengangkat tubuhnya sedikit agar bisa mencium bibir Claire meskipun hanya
sebentar. Kenapa kau sangat menginginkannya"
Aku sudah bosan kesepian, aku sudah mengatakannya kan" Semenjak ibu
angkatku meninggal, satu persatu orang yang ku sayang pergi. Ada yang datang, tapi
segera di rampas oleh takdir.
Karena itu kau tidak pernah suka menaruh harapan kepada laki-laki" Kau
tidak berharap aku menemanimu menjaga anak itu"
Claire menggeleng. Aku cukup tau diri. Aku tidak akan memaksa, tidak &aku
bahkan tidak akan pernah bermimpi untuk itu.
Kau sedang mengatakan kalau kau takut bermimpi untuk kesekian kalinya.
Tapi kau berani bermimpi memiliki seorang anak!
Ya, aku tidak tau darimana keberanian yang satu itu datang! Meskipun hanya
untuk malam ini, obrolan kita tentang mimpi ini akan ku simpan baik-baik dalam
hatiku. Karenamu aku berani bermimpi.
Aku sudah katakan padamu tadi, mimpi itu akan jadi kenyataan. Kau tidak
menyimak ucapanku" Aku terharu. Sungguh! Ada seorang wanita yang berharap
bisa melahirkan anakku meskipun dia tau sangat tidak mungkin untuk bersamaku.
Aku tidak mengerti mengapa kau tidak menuntut banyak. Mengapa kau terlalu
pasrah dengan keadaan. Saat melihatmu berbicara, kau cukup cerewet dan tidak ada
seorangpun yang menduga kalau kau sesedih ini. Sekarang bangunlah, kita akan
bersiap-siap! Sean meninggalkan ranjang dan juga meninggalkan Claire. Ia keluar dari
kamar mencari celananya dan kembali setelah memakainya lalu menyalakan lampu.


Claire Karya Phoebe Abigail di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Claire melihat Sean mencari pakaiannya di dalam tas yang mereka bawa. Mereka
akan pergi sekarang"
Kita aka kemana" Calgary! Pulang" Seharusnya kita baru pulang besok, kan"
Sean merogoh jam di saku celananya dan memperhatikannya baik-baik. Masih
jam delapan malam. Ia kembali menoleh kepada Claire lalu memiringkan kepalanya.
Bersiap-siaplah Claire. Ganti pakaianmu sekarang.
Claire tidak kuasa untuk menolak. Ia juga mulai beranjak dari ranjang dan
kembali menutupi tubuhnya dengan pakaian yang bersih. Sesekali Claire menatap
Sean yang menelpon seseorang. Ia
menunggu dengan sangat gusar dan akhirnya
berseru menyebut nama Ned begitu telponnya di angkat. Claire mendengar Sean
dan Ned berdebat tentang hal yang membuat keningnya berkerut. Laki-laki ini
terlihat sangat memaksa dan Ned mungkin bermalas-malasan untuk melakukan
perintahnya. Tapi Claire tidak tau harus melakukan apa saat mendengar ucapan
terakhir Sean yang sangat menentukan perasaannya. Ia hanya sanggup memandangi
Sean lama. Pokoknya siapkan sekarang juga. Begitu sampai di Calgary aku akan segera
menikah! Ingat Ned, malam ini juga dan aku tidak suka dengan penundaan! Sean
kemudian menatap Claire yang termenung memandangnya. Ia mengembangkan
tangannya lalu mengangkat bahunya. Memangnya kenapa" Ada yang aneh" Aku
tidak mungin membiarkan anakku lahir tanpa ayah! Dan satu lagi, Kau harus
memberi tahu kepada anak itu kalau aku ayahnya. Kau juga tidak boleh
membawanya pergi terlalu jauh, setelah anak itu lahir, aku akan mencarikanmu
tempat tinggal di Ottawa agar anak itu bisa mendapatkan pendidikan yang layak
dan aku bisa mengunjunginya ketika aku merindukannya. Dan & Sean
memberikan penekanan khusus pada kata dan yang dia ucapkan. Jangan beri
nama anak itu dengan nama Ouray. Aku sudah bilang, kan" Aku tidak menyukai
nama Ouray! Tapi anak itu belum jelas keberadaannya. Kau harus memastikan aku hamil
atau tidak baru kita bisa menikah.
Kita sudah menjadi suami istri sebelum menikah, lalu apa salahnya untuk tiga
bulan kedepan kita benar-benar menikah" Dan aku sudah berjanji padamu, kan"
Aku akan mewujudkan impianmu. Aku akan menghamilimu, sayang! Jadi bersiapsiaplah.
Ned akan segera menyuruh orang menjemput kita. Aku harus memastikan
bahwa surat-surat itu bisa selesai besok pagi, agar anakku punya hak secara hukum
atas darah yang mengalir di dalam tubuhnya!
Claire merasakan kaki-kakinya melemah, ia terkulai dan Sean langsung
menyambutnya. Sesaat kemudian Claire memeluknya dan berterimakasih. Sean
bukan hanya membuatnya berani bermimpi, tapi juga berusaha mewujudkan
mimpinya. Sean bahkan menjanjikan hak-hak yang seharusnya di dapat seorang
anak dari ayahnya jika mereka bercerai nanti. Ya, meskipun mereka menikah hanya
untuk anak itu, Claire patut bahagia karena pada akhirnya ia akan menikah dalam
artian yang sebenarnya. Pada akhirnya ia memiliki suami. Ia sempat putus asa saat
calon suami terakhirnya meninggal dunia setahun silam. Tapi sekarang harapannya
bangkit lagi. Sebuah mobil sederhana menjemput mereka sesuai dengan janji Sean. Satu
jam kemudian, Claire berjalan di Altar dengan gandengan Ned yang mengantarnya
sampai kepada Sean yang menunggunya disana. Ia mengenakan pakaian biasa, tapi
Ned menyiapkan sebuah cadar jala putih yang di jepit pada sebuah tiara cantik yang
saat ini menghiasi kepalanya. Saat memakaikannya, Ned mengatakan kalau anak
perempuan seringkali bertanya tentang pakaian pengantin ibunya. Jika suatu saat
anak mereka perempuan, Claire bisa menunjukkan Tiara itu kepada putrinya.
Claire sangat bahagia, kebahagiaan terbesar yang terjadi dalam hidupnya. Terlebih
saat Sean menyematkan cincin pernikahan di jarinya dan laki-laki itu menciumnya
dengan sangat lama, Sean sama sekali tidak mau berhenti meskipun deheman
beberapa orang yang hadir menggema.
HARUSKAH IA PERCAYA kalau semua ini bukan mimpi" Tidak ada pilihan lain
bagi Claire selain percaya. Semalam setelah menikah, Sean membawanya pulang ke
rumah keluarga Ouray dan untuk pertama kalinya mereka tidur seranjang di dalam
kamar Sean yang untuk sementara ini akan menjadi kamar mereka. Claire
merasakan pelukan Sean sangat ketat, Sean mungkin bangun lebih dulu darinya.
Claire bergerak membuat punggungnya dan dada Sean bergesekan, kepalanya
berusaha menoleh kebelakang demi memandang wajah pria yang saat ini menjadi
suaminya, pria yang berjanji akan mewujudkan impiannya untuk memiliki anak.
Sebuah kecupan mendarat di pipinya. Claire menghela nafas pelan, ternyata
pedapatnya benar kalau Sean sudah bangun lebih dulu. Sejak kapan kau bangun,
Sean" Suamiku! Sean meralat. Claire te rsenyum geli. Ya, baiklah. Suamiku!
Aku sudah bangun sekitar empat atau lima jam yang lalu! Sejenak Sean diam
menanti Claire bisa mencerna kata-katanya. Tapi kelihatannya Claire masih belum
mengerti. Aku tidak bisa tidur, sayang. Aku memikirkan mimpimu yang pada
akhirnya membuatku bermimpi juga.
Tentang anak itu" Ya, aku membayangkan saat aku menimangnya. Lalu mendaftarkannya
kesekolah, membawakan mainan saat aku berkunjung di rumah kalian di Ottawa.
Anakku nanti laki-laki atau perempuan" Dia pasti sangat cantik bila perempuan dan
sangat tampan kalau anak itu laki-laki. Aku akan memberikannya pendidikan yang
bagus. Kau juga harus berjanji akan memberikan anakku makanan yang bergizi &
Ya, tentu saja. Aku akan mempertaruhkan apapun demi itu.
Aku tidak pernah berfikir untuk punya anak sebelum ini, Claire. Di rumah
ini tidak pernah ada anak-anak, semua keluarga Ouray yang datang meninggalkan
anak-anak mereka dengan pengasuh. Jadi aku tidak pernah belajar menjadi seorang
ayah. Aku tidak akan membiarkan anakku di asuh orang lain. Claire berdesis.
Aku akan merawatnya sendiri dan sepenuh hati. Sudahlah. Berhenti berkhayal
sampai disini. Aku takut kalau mimpi itu tidak akan jadi kenyataan.
Kalau begitu, setelah sarapan kita kerumah sakit, ya"
Untuk apa" memeriksa! Memeriksakan kehamilanku" Kita baru memulainya tadi malam, setidaknya
perlu watu satu minggu untuk memastikannya.
Memeriksakan kondisimu. Kau harus bisa menjaga diri, makan-makanan yang
paling bergizi, Olah raga, dan & Sean memikirkan apa yang akan di ucapkan
selanjutnya. Lalu, Nanti kita tanya kepada dokter saja!
Claire menghela nafas. Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi anak
itu! Bagaimana dengan namanya &
Hentikan, Sean! Suamiku! Sean terdengar kesal.
Iya, suamiku. Berhentilah berencana terlalu banyak. Aku tidak ingin semua
ini pada akhirnya hanya menjadi harapan belaka.
Baiklah, aku akan diam! Sean kemudian menutup mulutnya.
Tiba-tiba perasaan kikuk timbul. Claire masih tidak percaya kalau ia sudah
menikah. Sean juga sama, Sean fikir Claire hanya akan menjadi mainannya saja
sampai ia merasa puas dan bosan. Tapi sekarang ia malah ingin menjadikan Claire
sebagai ibu dari anak-anaknya" Sean menghela nafas. Apapun keputusan yang di
ambilnya saat ini, semua itu berdasarkan hati dan perasaannya. Sean mencintai
Claire dan ia harus mengakui itu meskipun Sean tidak tau berapa lama cinta itu
akan bertahan. Akankah sesingkat wanita-wanita lain yang juga di cintai Sean
sebelumnya" Seseorang mengetuk pintu dengan ritme yang sangat halus. Claire nyaris saja
beranjak untuk membukanya, sayangnya Sean semakin mempererat pelukannya. Ia
bahkan menyilangkan kakinya dan bertindak seolah-olah Claire adalah guling hidup.
Sean membuat Claire merinding dengan menghisap bagian terlembut dari
telinganya lalu memasukkan lidahnya kesana. Claire bergindik dalam. Ia tidak
pernah di perlakukan seperti itu oleh laki-laki manapun yang pernah menidurinya.
Pintu terus di ketuk dan Sean berhenti sejenak saat mendengar suara Darice,
bibinya di luar pintu. Sean menghela nafas dan hembusannya tepat mengenai
bagian belakang telinga Claire sehingga membuat tubuh Claire bergetar.
Masuklah! Sean mengucapkan itu dan ia kembali menjilati telinga Claire.
Claire berusaha menolak, terlebih saat menyadari kalau Darice Ouray sudah berdiri
di sisi ranjang mereka dengan tangan bertumpu di pinggang.
Kenapa kalian sangat suka bermesraan setiap pagi" Desisnya. Kalian mau
sarapan atau tidak" Ya, kami akan segera kesana. Claire menjawab, karena tampaknya Sean tidak
akan menjawab. Darice menggeleng sekali lagi. Kenyangkan dulu suamimu, Claire. Dia selalu
terlihat seperti orang lapar saat bersamamu!
Aku harus selalu lapar untuk cucumu, Bi! Sean akhirnya ikut bicara.
Wajah Darice menjadi cerah. Benarkah" Kalau begitu Claire sedang
mengandung" Tidak, tapi akan. Karena itu biarkanlah kami mengusahakannya. Hari ini aku
akan membawa Claire kedokter dan ku harap bibi mau membantu
Claire untuk gaya hidup sehat yang harus di jalaninya. Sudah saatnya aku menjadi Ayah!
Lalu bagaimana bisa akhirnya kau berfikir seperti itu"
Sean berhenti menggerayangi tubuh Claire lalu duduk menatap bibinya.
Semalam, Claire bilang dia sangat ingin melahirkan anakku.
Ternyata bulan madu kalian kemarin membawa perkembangan yang baik!
Sangat! Sean mengangguk-angguk untuk meyakinkan betapa ia setuju
dengan ucapan bibinya. Baiklah kalau begitu. Aku akan membicarakan mengenai masalah ini dengan
Philly dan Coleen! Bisakah tidak melibatkan Coleen"
Darice memandang wajah Sean heran. Kenapa"
Coleen akan sangat cemburu karena dia belum mempunyai anak. Lebih baik
jangan libatkan dia. Kau pasti tau persis bagaimana ia akan merespon semua ini.
Darice mengangguk. Ya, aku akan merahasiakannya dari Coleen. Aku akan
menemui Philly dulu! Dan & Darice beralih kepada Claire. Hentikan
kebiasaanmu bercelana, sayang. Demi anakmu yang akan segera kita dapatkan!
Darice kemudian melambaikan tangan dan menutup pintu kembali.
Sean kembali memeluk Claire dan memulai aksinya lagi. Tapi Claire menolak
dan menjauhkan diri. Sebaiknya kita sarapan, suamiku! Setelah itu kita segera
berangkat. Sepulang dari dokter nanti aku mau mampir ke Supermarket boleh, kan"
Aku akan membeli bahan-bahan untuk membuat biscuit. Demi anak kita, aku ingin
menjadi ibu yang bisa memasak apa saja!
Ya, tentu saja Istriku. Kau juga harus membeli berbagai macam pakaian selain
celana pendekmu itu. Kita harus mempersiapkannya sesempurna mungkin. Dan
satu lagi. Aku akan meminta Ned menjagamu dengan perhatian ekstra. Dia tidak
boleh meninggalkanmu dan mengikutiku ke kantor sampai kau aman dari Coleen.
NED BENAR-BENAR MENJALANKAN TUGASNYA dengan baik. Laki-laki itu
bahkan memeriksa tangga terlebih dahulu sebelum Claire menginjaknya. Terlalu
manis untuk mimpi yang menjadi kenyataan, mimpi Claire untuk menjadi seorang
putri. Sean terlalu menunjukkan betapa ia sangat menyayangi Claire sampai-sampai
Claire sendiri kebingungan memikirkan saat-saat dimana mereka akan berpisah
kelak. Tapi Claire memang tidak pernah membiarkan dirinya berharap untuk itu, ia
hanya boleh berharap untuk mendapatkan anak. Itu saja sudah cukup.
Semuanya sangat mendukung seolah-olah keseriusan Sean untuk segera
memiliki anak menular kepada seluruh isi rumah. Mrs. Philarette selalu berusaha
untuk menyesuaikan masakannya dengan menu sarat gizi yang di atur oleh dokter.
Ia juga tidak membiarkan ada satu benda kotorpun masuk ke kamar Claire dan
Sean. Wanita itu juga seringkali memarahi pelayan-pelayan muda saat melihat
sebutir debu. Darice juga lebih sering meluangkan waktu untuk menemaninya.
Wanita itu menemaninya berolah raga, menemaninya berkebun, bahkan
menemaninya menonton acara di televisi. Claire tidak bisa memungkiri kalau
dirinya merasa sangat istimewa.
Setiap kali Sean pulang, Claire selalu menceritakan kebaikan-kebaikan orangorang di rumah ini. Dan setiap kali mendengar itu, Sean akan tersenyum senang.
Kebahagiaan yang sesempurna itu tentu saja. harus di simpan baik-baik dalam
ingatannya, karena selama ini Claire hanya bisa berangan-angan saja.
Bukan hanya Claire, Sean juga sangat konsisten menjaga kesehatannya. Ia
ingin memiliki kualitas sperma yang baik agar bisa membuahi Claire dengan cepat.
Usaha-usaha di antara mereka berdua juga tak terbantahkan membuat Claire
merasa kalau dirinya akan semakin sedih bila berpisah nanti. Tapi tidak ada pilihan
lain selain menikmati. Coleen sejauh ini tidak mengganggu lagi. Karena Ned. Laki-laki itu tidak
segan-segan menjauhkan Coleen dari Claire atau membawa Claire pergi saat Coleen
berusaha mendekat. Tapi kali ini Claire tidak bisa menghindar lagi saat Coleen
menarik Claire kedalam kamar wanita itu. Claire tidak mungkin berteriak sebelum
Coleen benar-benar bertindak untuk menyakitinya.
Apa yang akan kau lakukan padaku kali ini" Claire bersikap lebih waspada.
Seharusnya Coleen sadar bahwa kata-katanya menyiratkan ketidak sukaan.
Kau takut padaku" Aku hanya takut hilang kendali dan menyakitimu!
Coleen tertawa. Ya, tentu saja, wanita jalang sepertimu bisa melakukan apa
saja. Asal kau tau, aku mengetahui siapa kau sebenarnya. Claudia Faustine!
Claire terkejut. Tapi mengapa ia heran" Bukankah Sean pernah mengatakan
kalau Coleen sedang menyelidiki siapa Claire sebenarnya dan mencari celah agar
menjauhkannya dari Sean. Claire mencoba menenangkan diri dan tersenyum.
Claudia Faustine" Siapa"
Kau tidak harus menyangkal lagi, Aku punya segala buktinya. Coba kau
bayangkan, bagaimana bila aku memberitahu siapa kau sebenarnya pada mertuaku.
Dia akan membuangmu. Lalu bagaimana nasibmu jika aku memberi tahu perselingkuhanmu dengan
Sean" Apakah dia akan tetap mempertahankanmu di rumah ini" Ku rasa dia akan
lebih mempertahankan Sean di bandingkan dirimu. Berhentilah bersikap seperti ini,
Cole! Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan Sean apapun yang kau lakukan!
Meskipun aku menghabisimu"
Claire tersenyum sinis. Ya, meskipun kau menghabisiku Sean tidak akan
beralih kepadamu! Kau bertindak seolah-olah Sean sangat mencintaimu. Dia akan segera
membuangmu, jadi jangan dulu berenang hati dengan sikapnya yang hanya
sementara! Lalu" Aku tidak meragukan itu. Aku tau kalau suatu saat nanti akan berpisah
dengannya. Jadi kau tidak perlu khawatir karena aku memang tidak punya satu
alasanpun untuk di pertahankan. Claire mengangkat bahu seolah-olah semua yang
terjadi sama sekali bukan masalah dan juga bukan salahnya. Langkah kakinya
terdengar sangat ringan begitu keuar dari kamar Coleen menuju kamarnya.
Sayangnya, Claire tidak bisa menyembunyikan kekesalannya jika dia hanya seorang
diri. Jika kamar itu miliknya sendiri, Claire pasti lebih memilih untuk
menghancurkan semua barang yang ada dan melemparkannya keluar jendela.
Claire berbaring di ranjang dan membenamkan wajahnya dalam-dalam. Sesaat
kemudian ia mulai terisak. Mengapa harus ada pengganggu di tengah-tengah
kebahagiaannya yang Claire tahu hanya bersifat sementara. Dia memang tidak
punya alasan untuk di pertahankan. Sean memang tidak pernah mengatakan kalau
laki-laki itu ingin mempertahankannya. Dan Claire juga tidak pernah berharap. Dia
juga tidak mungkin mau hidup bersama dengan Sean bila masih ada Coleen yang
akan siap membunuhnya sewaktu-waktu.
Claire, mengapa pintunya di kunci"
Claire segera duduk dan menatap pintu. Sean sudah pulang, ia memang selalu
pulang lebih cepat belakangan ini. Sebisa mungkin Claire menghapus jejak air
matanya lalu membukakan pintu untuk Sean. Laki-laki itu tidak langsung masuk,
malah menatapnya. Apa yang terjadi" tanyanya.
Claire menggeleng. Tidak ada!
Ned bilang dia kehilangan jejakmu, makanya aku pulang. Kau tidak sedang
menghindari Ned, kan" Aku rasa tidak. Katakan apa yang Coleen lakukan padamu!
Mengapa kau langsung menduga Coleen yang melakukannya" Claire
menggeram sambil membantu Sean membuka pakaian kerja dan meninggalkan
kemeja serta celananya untuk Sean tanggalkan sendiri. Claire mengambil pakaian di
dalam lemari lalu memberikannya kepada Sean. Laki-laki itu mengambilnya dan
langsung beranjak ke kamar mandi.
Setelah mengganti pakaiannya, Sean segera duduk di sebelah Claire di atas
sofa. Ia masih penasaran dan akan terus meyakinkan Claire untuk bercerita.
Ayolah, kau tidak perlu merahasiakan apapun. Selama ini kau juga tidak pernah
merahasiakan apapun dariku, kan" Coleen melakukan apa"


Claire Karya Phoebe Abigail di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Dia hanya mengatakan kalau dia tau siapa aku sebenarnya! Claire menyerah,
Sean memang harus di beri tahu, diapun tidak bermaksud menyimpannya sendiri.
Dia mengancam akan memberi tahu Darice tentang Claudia Faustine
Aku tidak heran dengan itu. Seperti yang pernah ku katakana, dia sedang
menyelidiki segala hal tentangmu.
Aku juga berfikir seperti itu.
Lalu apa yang kau katakan kepadanya" Kau tidak mungkin menyerah begitu
saja, kan" Aku mengatakan kalau aku akan membeberkan perselingkuhanmu
dengannya kalau sampai dia mengatakan hal seperti itu kepada Darice.
Kau akan mengatakannya" Bibiku akan mengusir
ku karena itu! Tidak akan, aku tidak akan menjelek-jelekkan namamu. Aku hanya ingin
membuat Coleen takut. Aku sangat igin menarik rambutnya dan mencakar
wajahnya saat ia mengatakan itu tadi.
Jadi itulah yang kau peljari selama ini di Denmark. Sepertinya Coleen salah
memilih musuh. Sean tertawa sejenak. Lalu mengapa kau menangis"
Kapan" Kau menangis tadi, aku sudah berdiri di depan pintu dan mendengarkan
isakanmu. Jadi" Claire menghela nafas. Tentu saja karena aku kesal. Mengapa kau memilih
untuk berselingkuh dengan Coleen" Karena kecerobohanmu itu rumah tanggaku
yang seperti madu harus di ganggu oleh rasa pahit. Meskipun sedikit aku tetap tidak
suka ada gangguan. Ya, aku juga menyesalinya. Lalu bagaimana dengan sekarang"
Claire mengangkat alisnya. Apanya"
Kau sudah siap" Kita akan mencobanya lagi!
Kita harus makan malam dulu. Tidak bisakah kau menahannya" Setiap kali
kau melakukannya, aku akan terkapar selama berjam-jam.
Aku sangat tidak suka dengan penundaan Claire. Kau fikir enak, menahan
itu sama saja dengan membunuhku.
Claire menghela nafasnya. Kau meminta hal itu sekarang untuk memberiku
anak atau melampiaskan hasrat &
Sean menciumnya sesaat untuk mengatakan kalau lebih baik Claire diam.
Tindakan itu memang benar-benar berhasil untuk membuat Claire tidak bersuara
untuk beberapa lama. Sean menatap matanya dalam-dalam, tentu saja hal itu tak
pelak membuat Claire bergetar. Sean mencium keningnya lalu kelopak mata dan
bibirnya sekali lagi. Ia menghela nafas lega saat melepaskan ciumannya.
Claire, apakah bercinta denganku sesakit itu" Kau selalu menangis saat
bercinta denganku! Claire mengangguk. Aku mulai terbiasa.
Aku tidak akan memaksamu, sebenarnya kau yang pertama yang ku paksa
seperti itu. Wanita-wanita sebelumnya selalu menyerah pada klimaks-klimaks awal.
Berarti pemaksaanmu itu hanya berlaku kepadaku" Claire memutar bola
matanya. Lalu mereka melarikan diri"
Tidak, mereka datang lagi untuk mencicil. Sean lalu tertawa. Mereka selalu
bilang kalau rasa sakit itu hanya akan bertahan pada bulan-bulan pertama,
setidaknya hal itu selalu membuat mereka ingat kepadaku!
Apakah Coleen juga menangis waktu bercinta denganmu"
Sean diam sebentar mengingat-ingat. Dia terlalu angkuh untuk menagis. Dia
tidak pernah menangis sekali pun!
Sekalipun" Maksudmu" Kau sering melakukannya dengan Coleen"
Jika tidak, wanita itu tidak mungkin mengejarku sampai seperti ini. Aku
memang selalu tampak seksi, kan"
Hentikan, aku sudah lama tidak mendengarmu mengatakan seperti hal itu!
Claire benar, ia sudah lama tidak mendengar Sean memuji dirinya, atau
menawarkan ranjangnya dan dirinya. Claire tertawa sejenak. Selang beberapa detik,
Sean sudah membekap mulutnya dan membawa Claire keranjang.
Jadi" Kau akan melakukannya" Tidak, maksudku kita akan melakukannya"
Claire terdiam sejenak lalu mengangguk.
Sean mendesah senang. Aku berjanji kau akan hamil kali ini!
Kau selalu mengatakan itu setiap kali kita bercinta!
Ya, karena aku selalu berfikir positif kalau aku bisa membuahimu saat itu!
Dan kau kecewa setelah sebulan pernikahan kita aku tidak mengandung juga"
Sean tertawa mendengar pertanyaan itu. Tentu saja tidak. Kalau bukan
karena anak yang masih belum kita dapatkan itu, aku tidak akan bercinta
denganmu sesering yang kita lakukan selama ini. Aku pastikan kalau kau hanya
memperbolehkan aku menyentuhmu dua kali dalam seminggu. Dan aku akan
sangat kecewa lalu mencari perempuan lain!
Ah, ya! Tentu saja kau boleh melakukan itu sesukamu!
Tentu saja tidak ada yang bisa melaangku untuk itu. Jadi diamlah, Claire. Kau
tidak sedang mengalihkan tindakan yang seharusnya kulakukan sejak tadi dengan
membicarakan hal itu, kan" Kau tidak akan ku biarkan berkata apapun lagi mulai
detik ini! Claire menghela nafas, mencari kesiapan di dalam dirinya. Setiap kali
melakukan hal ini, Claire selalu merasa gugup seolah-olah semua yang di
lakukannya dengan Sean adalah untuk pertama kalinya. Sean membuka pakaian
Clai re, membiarkan Claire duduk tanpa sehelai benangpun di atas ranjang. Ia
memandanginya dengan kagum, saat ini Claire adalah hartanya yang
berharga. paling Kau tidak akan memulainya" Claire bertanya sengit.
Sean mendekat dan duduk di hadapannya. Ia membelai pipi Claire lembut.
Aku ingin, tapi kali ini aku ingin lebih perlahan. Aku tidak akan menciummu
karena ciumanmu hanya akan membuatku menggebu-gebu.
Kau akan sangat menyiksaku jika melakukannya dengan perlahan.
Jadi kau tidak pernah melakukannya secara perlahan"
Dengan siapa" Dengan pelangganku di Denmark" Mereka akan
menghabiskan banyak uang karena itu. Aku di bayar perjam, kau tau!
Harusnya aku tau! Sean menyandarkan tangannya ke payudara Claire lalu memijatnya dengan
lembut. Claire mulai menahan nafas. Saat Sean membelai puncak payudaranya
Seluruh tubuhnya ikut bergetar, Sean melakukannya dengan gerakan yang benarbenar
perlahan, dia tidak terburu-buru seperti biasanya. Claire mencoba memenuhi
paru-parunya dengan udara sebanyak-banyaknya. Bila Sean ingin melakukannya
dengan perlahan, maka dia sama sekali tidak tau harus melakukan apa. Dia tidak
bisa bertindak seagresif biasa. Claire mengangkat tangannya berusaha menyentuh
wajah Sean yang terus memberikan kenikmatan pada dadanya, bahkan perhatian
Sean benar-benar hanya tercurah disana. Dengan sangat lamban Sean mendekatkan
wajahnya kesana, mengulum puncak payudaranya, menggigit, menghisap ia benarbenar
berhasil membuat Claire tersengal-sengal. Seandainya tidak seperlahan ini,
Claire akan berusaha menanggalkan pakaian Sean sekarang. Tapi laki-laki itu
bahkan tidak membuka pakaiannya. Setiap sentuhannya membuat Claire berada di
puncak keinginannya untuk bercinta. Sean menyiksanya dengan hasrat dan Claire
harus berusaha menahannya. Ia tidak ingin merusak rencana dan kesenangan Sean
akan tubuhnya. Mulut Sean berpindah ke payudara yang satunya. Ia melakukan hal
yang sama disana. Sebelah tangannya menurun menuju daerah sensitif milik Claire
dan membelainya. Claire mendesah nikmat. Ia tidak bisa menahannya lebih lama.
Sean cepatlah, aku sangat tersiksa!
Sean menghisap puncak payudaranya lebih intents dan cepat. Ia nyaris
memberikan Claire satu kali klimaks dengan jari-jarinya. Tapi ternyata Sean
memilih menjauhkan dirinya dari Claire dan membatalkan niat untuk
menyentuhnya. Claire sudah mengharapkannya, melihat Sean menjauh Claire
benar-benar kecewa. Apanya yang salah! Kau terlalu menggoda, Claire. Aku takut malam ini tidak akan cukup untuk
kita bercinta, mungkin aku akan memaksamu melayaniku sampai pagi, mungkin
juga sampai siang datang lagi. Aku menolak untuk menyentuhmu sekarang!
Tapi aku sudah sangat berharap. Claire merasakan kekecewaannya berlipatlipat.
Sean tidak ingin melakukan hal yang di mintanya" Dia sudah membuat Claire
tidak bisa memisahkan diri darinya malam ini. Kecengengannya timbul lagi. Claire
teringat pada saat ia di tolah setelah dicoba seperti saat pertama kali menjalani
pekerjaannya di Denmark. Air matanya merembes memandang Sean dengan
perasaan tak menentu. Tentu saja hal itu membuat Sean terkejut. Sean kembali kedekatnya dan
memeluk Claire erat-erat. Sean menghapus airmata Claire dengan lembut. Kau
menangis lagi" Kau menyakitiku! Aku" Kau menolakku, Sean. Aku merasa di tolak!
Aku tidak menolak, Claire! Aku hanya menundanya. Kau benar kalau kita
harus makan malam dulu. Aku butuh banyak tenaga untuk itu. Seperti yang ku
bilang tadi, kau terlalu menggoda dan malam ini ku rasa tidak akan pernah cukup
untuk mengecapmu. Sean mencium pipi Claire lalu memandangnya dengan
senyum. Sekarang akuilah, Kau menginginkanku! Selama ini kau selalu bertindak
seolah-olah sedang melayani keinginanku. Sekarang kau yang menginginkanku
kan" Claire memukul dada Sean kesal, beberapa saat kemudian ia mendengus lalu
berujar. Kita sama-sama menginginkannya, Kan"
ENTAH KARENA BERCINTA WAKTU ITU, atau karena beberapa kali
sesudahnya, Sesuatu yang lain mulai terjadi ada tubuh Claire. Ia selalu tampak
pucat dan sa ngat tidak bertenaga. Beberapa kali Ned datang membawakannya obat,
tapi Mrs. Philarette melarangnya memakan obat-obatan aneh. Tepat dua minggu
setelahnya, Claire mendapati dirinya muntah-muntah setelah menyiram bunga di
halaman. Darice Ouray segera memberikan dugaan yang masuk akal. Claire sudah
hamil. Meskipun hanya sebatas dugaan, itu benar-benar membuat Claire bahagia.
Darice bertindak sangat cepat dengan memerintahkan Ned mencari alat tes
kehamilan. Benda itu menunjukkan hasil yang positif. Tapi Darice sama sekali
belum puas sehingga Claire di paksa menguji kehamilannya dengan alat tes
kehamilan dari berbagai merek hingga akhirnya Darice memeluknya dan memberi
selamat. Ia sangat bahagia. Ned juga sangat sumringah, jika bukan karena larangan
Darice, laki-laki itu pasti sudah menelpon Sean dan memberi tau. Tapi Darice
menginginkan Claire yang memberi tahu kepada suaminya.
Kau harus memberitahukan ini sendiri kepada Sean. Dia sangat berharap dan
pasti sangat bahagia mendengar kabar ini. Darice berujar dengan bangga. Ia
memandangi wajah Claire dengan sangat berbunga-bunga. Akhirnya akan ada anak
kecil di rumah ini. Claire akan memberikan cucu yang di impi-impikannya.
Aku tidak bisa membayangkan reaksinya. Desis Claire.
Ya, dia pasti sangat senang. Sejak kecil aku tidak pernah melihat Sean tampak
benar-benar senang. Dia tidak pernah mengekspresikan perasaan senangnya secara
nyata. Claire tersenyum. Ia juga tidak pernah melihat Sean tertawa senang kecuali
setelah mereka mengerjai Coleen waktu itu. aku ingin dia segera pulang!
Kau sangat mencintai Sean, sayang"
Tidak ada ekspresi lain yang tepat untuk di lakukan selain mengangguk.
Tentunya mustahil bagi Claire menggeleng karena Sean adalah suaminya. Aku juga
mencintai anak ini. Aku senang saat Sean mengizinkanku untuk melahirkannya.
Ya, Sean juga kurasa. Keinginannya untuk punya anak kali ini begitu besar.
Kurasa memang sudah waktunya Sean berfikir untuk menjadi seorang ayah. Darice
lalu mencondongkan tubuhnya kedekat Claire dan berbisik. Kalian juga berusaha
sangat keras sepertinya. Suara kalian terlalu berisik dan sangat lama!
Claire tertawa kecil. Aku minta maaf tentang yang itu!
Aku mengerti, Kau sangat ekspresif sekali. Jadi aku bisa tau kalau Sean
mungkin memaksamu terlalu keras. Karena itu ku kira keinginannya untuk punya
anak lebih besar daripada kau sendiri.
Ku rasa juga begitu. Dia selalu membicarakan tentang rencana-rencananya
jika anak ini lahir. Sean bahkan sudah memikirkan ke universitas mana anaknya
harus kuliah! Kali ini Darice yang tertawa. Astaga. Apa ku bilang!
Apakah istri-istrinya yang sebelumnya tidak ada yang hamil"
Darice menggeleng putus asa. Kalau soal bercinta, aku hanya mendengar
suara-suara itu di bulan pertama, memasuki bulan kedua mereka berpisah. Sean
sudah tiga kali menikah dan semuanya seperti itu. Istrinya yang terakhir sedikit
lebih lama, sempat mengandung tapi wanita itu menggugurkannya karena ia belum
siap melahirkan anak. Menurutnya Sean belum bisa memberikan jaminan untuk
anaknya karena Sean orang nomor dua di rumah ini. Aku kecewa mendengarnya.
Dengan kata lain, wanita itu mengharapakan uang dari keluarga ini!
Aku harap aku tidak begitu. Bila suatu saat Sean akan meninggalkanku juga
bukan masalah besar, asalkan dia tidak memisahkanku dari anakku!
Astaga, sayang! Kenapa kau mengatakan itu" Kau dan Sean tidak boleh
berpisah. Berjanjilah! Claire tersenyum getir. Ia ngin berjanji, sangat ingin. Tapi merasa tidak berhak
memutuskan itu. Semua keputusan berada di tangan Sean. Sean juga tidak pernah
memberikan isyarat akan mempertahankannya. Waktu Claire di rumah ini hanya
tinggal sebulan lagi dan saat itu tiba, Sean akan mengantarkannya pergi.
Bagaimana dengan namanya" Darice bergumam lagi. Aku sangat
menyayangi putraku, Hadwin. Sean juga sangat menyayangi Hadwin, kami ingin dia
hidup selamanya. Sayangnya kami kehilangan Hadwin terlalu cepat. Tapi sekarang
aku merasa anakmu terlahir untuk menggantikannya. Maukah kau menamai anak
itu dengan namanya" Claire terkejut. Ia harus menamai anak itu dengan nama Hadwin" Sean pasti
setuju, Sean tidak akan menolaknya selagi anak itu tidak memakai nama Ouray
yang sangat Sean tidak sukai. Aku rasa Sean akan setuju.
Claire! Ned tiba-tiba datang dan menyela. Ia menoleh kepada Darice Ouray
sejenak. Maaf aku menyela, Nyonya. Sean ingin aku mengantarkan istrinya ke
Ottawa! Darice memandang Ned heran. Kau tidak memberitahu apa-apa padanya,
kan" Tidak. Aku mengikuti instruksimu, Nyonya!
Lalu mengapa tiba-tiba mengajak Claire ke Ottawa"
Ku rasa mengenai pengobatan untuk mempercepat kehamilannya lagi!
Darice mengangguk-angguk mengerti. Sean memang selalu berusaha
melakukan berbagai cara agar Claire cepat mengandung. Ia benar-benar
bersemangat untuk Claire dan calon bayinya. Kalau begitu, kau harus
menyampaikannya sendiri kepada Sean tentang kehamilanmu saat tiba di Ottawa
nanti! Lalu kepada Ned, Kalian tidak boleh pergi naik Mobil. Belilah tiket
pesawat, Claire tidak boleh terlalu lelah. Kehamilannya sedang berada dalam bulanbulan
rawan sekarang! Ya, Nyonya. Sean juga memintaku melakukan itu. Bukan karena dia tau kalau
istrinya sudah mengandung tentunya. Kurasa dia hanya tidak sabar untuk cepat
bertemu dengan Claire! PERJALANAN MENUJU OTTAWA SEDIKIT RUMIT, tapi Claire merasa
perjalanan mereka pasti cukup singkat bila harus di bandingkan dengan perjalanan
darat dengan mobil. Ned duduk di sebelahnya dan bercerita banyak hal tentang
persahabatannya dan Sean. Claire sangat suka mendengarnya. Tapi karena
perjalanan mereka begitu singkat, Claire akhirnya harus menyimpan dalam-dalam
keinginannya untuk mendengarkan cerita tentang Sean. Sean sudah menunggunya
di bandara. Ia menyerahkan kemudi kepada Ned dan menunjukkan istruksi yang
tidak jelas setidaknya menurut Claire dan Ned melakukannya.
Claire sangat ingin menyampaikan kabar baik saat itu juga. Tapi Sean terlebih
dahulu menutup matanya dengan sapu tangan sehingga pemandangan Claire
menjadi sangat gelap. Tentu saja ia sangat terkejut dengan ini.
Kau tidak sedang menculikku, kan" Kata Claire.
Tentu saja aku sedang menculikmu. Tapi kau tidak menolak untuk ku culik,
kan" Kalau kau tidak bersedia, kau akan ku kembalikan ke rumah keluarga Ouray di
Calgary. Claire tersenyum tipis. Bukankah sejak awal kau sedang menculikku makanya
aku bisa berada di rumah Ouray"
Ya, aku sangat bangga dengan kejadian itu. Jika tidak, aku tidak akan
bersamamu di dalam mobil ini sekarang.
Ya, dan aku & Kita sudah sampai! Sean memotong ucapan Claire.
Claire nyaris saja mengatakan dan aku tidak akan mengandung anakmu seperti
sekarang. Ia sangat kecewa karena gagal mengatakannya. Ternyata jarak tempat yang
mereka tuju tidak begitu jauh dari bandara. Atau Ned mengemudi dengan
kecepatan super" Entahlah. Claire hanya merasa harus pasrah saat Sean
menyelipkan jari-jarinya di antara jari-jari Claire dan menggenggamnya erat. Claire


Claire Karya Phoebe Abigail di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

membiarkan Sean menggandengnya kesebuah tempat yang masih misterius tanpa
membiarkan Claire melihat apapun. Sean ingin membuat kejutan, itu yang pasti.
Tapi Claire sama sekali tidak bisa menebak kejutan seperti apa.
Kita mau kemana" Lebih tepatnya, kita berada dimana" Sean akhirnya membebaskan Claire
dari kegelapan pandangannya.
Claire tidak tau harus bagaimana, ia sekarang berdiri di sebuah lingkungan
tempat tinggal sederhana, tepat di depan sebuah rumah kecil dengan cat krim.
Rumah itu memiliki halaman yang tidak begitu luas tapi sangat nyaman. Tidak ada
batasan dengan rumah-rumah lain di sekelilingnya dengan jalanan setapak di lapisi
semen menuju pintu rumah. Rumput-rumput hijau yang baru di potong
mengelilingi sebuah pohon besar yang meneduhi halaman. Claire menatap ke atap
rumah dan ia yakin sedang melihat cerobong asap. Beberapa buah mobil berjalan
pelan dan ia baru menyadari kalau rumah-rumah itu berada di pinggir jalan. Claire
menoleh kepada Sean tak mengerti.
Maksudmu apa! Sean mengangkat bahu. Lalu menarik tangan Claire untuk memasuki rumah.
Ayo kita cari tau di dalam!
Claire memandang Ned sejenak, laki-laki itu melambai dan kembali masuk ke
dalam mobil. Selang beberapa detik, Claire menghadapi pemandangan yang lain
lagi. Benar-benar pemandangan rumah yang hangat. Mereka memasuki ruang tamu
yang memiliki Sofa berwarna putih dengan meja kaca dan lampu Kristal. Ada
beberapa buah ornament yang terbuat dari kerang menempel di dinding yang di cat
putih. Sean membawanya semakin kedalam hingga mereka tiba di ruang tengah
yang langsung terhubung kedapur. Karpet bulu yang nyaman menghalangi sofa yang
menghadap ke televisi untuk langsung menyentuh lantai. Claire juga memandangi
bar mini di antara dapur dan ruang tengah. Ada sebuah meja makan kecil dan tiga
buah pintu di ruangan ini.
Ini rumah siapa, Sean"
Kenapa malah bertanya" Ini rumahmu, kan"
Kening Claire menjadi berlipat-lipat. Ini bukan rumahku. Aku tidak punya
rumah! ini rumahmu! Coba kau lihat itu! Sean menunjuk beberapa lembar kertas
yang berada di atas meja.
Claire masih heran, tapi rasa penasaran juga mendorong dengan lebih kuat
lagi. Ia meraih kertas-kertas itu dan membacanya dengan perasaan aneh. Surat-surat
rumah, dan sebuah surat pemindahan kepemilikan bangunan dengan tertanggal
hari ini. Beberapa detik kemudian Claire melihat namanya terdaftar sebagai pemilik
rumah itu, Claire Ouray" Claire kembali menoleh kepada suaminya.
Sejak kapan aku menyandang nama Ouray"
Sejak kau menikah dengan seorang Ouray! Jawab Sean. Atau aku harus
mencantumkan nama Claudia Faustine disana"
Sean, jelaskan padaku! Claire. Rumah ini milikmu, aku membelinya dengan uangku sendiri, bukan
dengan harta Ouray. Demi anakku. Memang bukan rumah yang besar, tapi ku rasa
cukup nyaman untuk kau tinggali bersama anakku nanti. Yah, meskipun anak itu
belum ada. Bagaimana kalau ternyata aku tidak bisa hamil" Kau akan mengambil rumah
ini lagi" Sean menggeleng. Tentu saja tidak. Kau akan tetap memilikinya, ini benda
pertama yang ku beli dari hasil kerja kerasku sendiri. Aku mengumpulkan uang gaji
yang pantas ku terima selama mengurusi semua harta Hadwin. Memang tidak
banyak, semuanya sudah habis untuk membeli rumah ini.
Claire merasakan sesuatu mendesak di dadanya. Ia sangat terharu, Sean
membelikannya sebuah rumah dengan uang yang selama ini di simpannya. Sean
mengorbankan harta berharga miliknya untuk Claire. Dia sangat bahagia dan tidak
bisa memungkiri itu. Aku juga akan mengirimu uang setiap bulan, uang gajiku, mungkin tidak
besar. Aku tidak akan menghidupimu dengan harta Ouray, sepeserpun! Aku ingin
anakku dibesarkan dengan uangku sendiri.
Dan kau masih berfikir kalau kita suatu saat nanti akan becerai" Gumam Claire
dalam hati. Sean bertindak seolah-olah dirinya dan Claire tidak akan berpisah
selamanya. Ia terlalu membangun harapan terhadap semua ini. Sean mungkin tidak
sadar kalau ia juga sedang membangun harapan Claire. Jika saja dia tidak sedang
mengandung, Claire tidak akan sanggup menerima ini dan memilih untuk
melarikan diri. Tapi sekarang dia sedang mengandung, setidaknya menurut tes
sederhana yang di lakukannya di rumah begitu. Claire meraih kedua tangan Sean
dan menempelkan telapak tangan laki-laki itu di perutnya. Ia memandang Sean
cukup lama dengan tatapan haru. Beberapa waktu kemudian Claire tersenyum dan
Berujar pelan. Sapalah anakmu, Dia pasti juga senang!
Sean memandangi tempat dimana kedua tangannya menempel. Ia termenung
dan membeku. Butuh waktu lama bagi Sean untuk memulihkan kesadarannya dan
saat ia sadar, ternyata airmatanya merembes. Ia merasakan Claire menyeka airmata
bahagianya dan menyentuh pipinya lembut. Benarkah, Claire" Kau & Sean
menggantung ucapannya. Ia masih tidak bisa percaya tentang semua prasangkanya.
Kedua tangan Sean berpindah ke bahu Claire dan mengguncangnya perlahan.
Katakan Claire, maksudmu apa. Aku tidak ingin salah sangka!
Aku juga belum bisa percaya, Sean! Tapi Darice memergoki aku muntahmuntah
pagi ini. Mrs. Philarette sebenarnya sudah menduganya saat ia melihatku
pucat sejak seming gu yang lalu. Tapi Darice meminta Ned membeli alat tes
kehamilan dan menurut beda itu, hasilnya positif!
Benarkah" Apakah kau yakin" Alat itu bisa saja salah!
Ya, aku rasa Darice juga berfikir begitu. Makanya ia memintaku melakukan
tes yang sama dengan banyak alat tes kehamilan lain dari berbagai merek. Dan
semuanya menunjukkan hasil yang positif!
Sean merasa harapan yang di rajutnya selama ini semakin membuncah.
Akhirnya anak itu datang, akhirnya tuhan mengizinkan Sean merasakan
kebahagiaan saat mengetahui kalau dirinya akan menjadi seorang ayah. Akhirnya,
usahanya selama ini tidak sia-sia. Sean ingin memeluk Claire dan berterima kasih.
Tapi ia menundanya dan membawa Claire keluar dari rumah itu. Kita harus
kedokter, aku harus memastikannya sekarang juga!
Claire tau kalau Sean masih tidak bisa percaya. Ia meninggalkan rumah itu
dan meminta Ned menunggu mereka disana. Sean bahkan melupakan mobilnya
dan memilih untuk pergi dengan angkutan umum lalu sisanya di lakukan dengan
berjalan kaki. Sudah sangat lama Claire tidak bergerak secepat yang di lakukannya
sekarang, ia merasa lelah. Tapi Claire tidak ingin protes dengan sikap terburu-buru
Sean, ia memakluminya. Setibanya di rumah sakit, Sean benar-benar memaksa semua orang bertindak
dengan cepat. Ia tidak sabar menunggu waktu saat mengetahui bahwa dokter
kandungan sedang berada di ruang operasi. Saat Dokter itu memeriksa Claire-pun.
Sean tidak ingin melepaskan tangan Claire dari genggamannya sampai akhirnya,
Dokter mengatakan sesuatu yang penting yang membuat Sean terdiam lagi.
Hasilnya Positif. Istrimu memang sedang mengandung, sudah memasuki usia
enam minggu. Kau pasti sangat mengharapkannya!
Sean tidak menjawab apa-apa, ia hanya membeku. Genggamannya pada tangan
Claire semakin keras. Claire berusaha tersenyum kepada dokter dan bertanya
banyak hal tentang kandungannya. Apa yang harus di lakukannya setelah ini, apa
yang harus di hindarinya, makanan seperti apa yang harus di konsumsi, berapa
banyak, susu merek apa yang terbaik, Claire benar-benar bersemangat menghadapi
kehamilannya. Tapi Sean masih tidak berbicara sampai mereka keluar dari ruangan
dokter. Claire hanya mengikuti Sean berjalan perlahan melewati jalan-jalan yang
sudah mereka lalui tadi. Langit sudah mulai gelap, lampu-lampu kota sudah
menyala membuat suasana menjadi semarak. Melihat Sean yang bersikap seperti itu,
Claire menjadi putus asa. Ia pesimis kalau Sean benar-benar mengharapkan
kelahiran anaknya. Kau menyesal, Sean" Kelihatannya kau tidak senang!
Langkah Sean berhenti. Ia memutar tubuhnya sehingga sekarang Sean dan
Claire berhadap-hadapan. Beberapa saat kemudian tangis bahagianya keluar lagi.
Sean merasakan lagi bangaimana jari-jari Claire yang lembut mencoba
menyingkirkan airmata dari pipinya. Ia sangat bahagia, tapi tidak tau bagaimana
cara terbaik untuk mengekspresikannya.
Aku sangat bahagia Claire. Percayalah!
Tapi kau sangat pendiam. Sejak tadi kau sama sekali tidak mengatakan apaapa!
Aku tidak tau harus mengatakan apa. Aku akan punya anak setelah kita
membangun angan tentang anak itu. Kau fikir apa lagi yang harus ku lakukan"
Kau Shock" Iya, mungkin begitu, karena bahagia!
Astaga, Darice mengatakan kepadaku kalau dia tidak pernah melihatmu
benar-benar menunjukkan kebahagiaannya. Wanita itu selalu bertanya-tanya
bagaimana reaksimu saat mendengar ini. Ternyata begini kelakuanmu saat kau
bahagia" Mengerikan sekali, sungguh!
Seberkas senyuman kembali muncul di bibir Sean lalu berubah menjadi
seringai yang menyenangkan. Sean berusaha merengkuh bahu Claire dan
memberikannya sebuah pelukan yang sangat kuat sehingga Claire kesulitan
bernapas. Beberapa saat kemudian, Sean menggendong Claire secara tiba-tiba dan
Claire terpekik singkat karenanya. Ia mengucapkan terimakasih kepada Claire
dengan kuat, terima kasih karena bersedia menjadi ibu dari anaknya.
Claire tidak bisa menahan tawa bahagianya. Tapi ia tidak bisa merasa nyaman
dalam gendongan Sean di antara pandangan orang-orang. Turunkan aku, Sean!
Tidak akan pernah! Semua orang memandangi kita!
Memangnya kenapa" Biarkan aku menggendong calon bayiku untuk pertama
kali! Gumamnya penuh kebanggaan. Sean benar-benar bertindak seperti orang
bodoh karena ia mengumumkan kepada orang-orang kalau Sean Ouray akan
memiliki anak. Ia menceritakan kehamilan istrinya kepada siapa saja yang
memandangi mereka dengan tatapan yang ikut berbahagia. Banyak orang yang
memeberi selamat. Dan ia baru berhenti setelah merasa lelah dan kehabisan tenaga
untuk menggendong Claire. Claire memang agak sedikit lebih berat semenjak
menyantap menu makanan bergizi yang di susun oleh dokter. Sean kembali
menggandeng tangan Claire dan berjalan dengan santai di antara keramaian ibu
kota. Terima kasih, Claire! Kau selalu mengucapkan itu! Claire menggerutu.
Aku tidak tau lagi harus mengatakan apa. Aku bersumpah, kau membuatku
kehabisan kata-kata! Ini pengalaman pertama" Istrimu yang dulu tidak pernah mengandung"
Aku mengetahui kehamilannya setelah ia menggugurkannya.
Mungkin karena dia mengetahui hubunganmu dengan Coleen!
Itu terjadi sebelum aku bersenang-senang dengan Coleen. Tidak ada
seorangpun wanaita yang mau melahirkan anakku tanpa pamrih. Mereka berharap
aku mewarisi semua saham milik Hadwin dan menjadikan mereka sebagai wanita
kaya. Setiap kali aku menawarkan akan mencarikan dokter terbaik untuk
menggugurkan kandungannya, mereka selalu menerimanya dengan senang hati.
Tiga atau empat orang wanita yang berhubungan denganku termasuk mantan
istriku yang terakhir, mengesankan kalau mereka belum siap memiliki anak!
Kau pernah menginginkannya"
Sean menggeleng. Aku juga belum pernah menginginkannya seperti sekarang!
Claire mengangguk paham. Hening sejenak sebelum akhirnya Claire merasa
terlalu sepi dan ia memutuskan untuk berbicara. Seharusnya aku juga
berterimakasih . Kau mengizinkan aku merasakan kebahagiaan seperti ini. Ku fikir
semua ini hanya mimpi. Ku kira, aku akan menghabiskan hidupku di rumah
pelacuran milik Geronimo dan mati karena penyakit kelamin yang ganas!
Kau membayangkan hal yang buruk sebagai masa depanmu" Semua orang
menghayalkan yang indah-indah! Sean berdecak. Ia juga mulai membayangkan hal
mengerikan yang Claire ceritakan. Hatinya mulai tergugah untuk mengetahui masa
lalu Claire lebih dalam. Bagaimana bisa kau di bawa kepada Geronimo"
Aku tidak tau apa-apa, Sean. Saat itu usiaku masih Sembilan belas tahun. Aku
hanya menunggu Hadwin datang karena saat itu, ku kira Hadwin
menginap demi mendapatkan uang. Tapi setelah seminggu, Hadwin tidak juga
terpaksa datang. Seandainya aku tau kalau Hadwin tidak akan pernah kembali, aku pasti
sudah melarikan diri saat itu. Tapi karena aku memutuskan untuk menunggu,
Geronimo dengan sangat mudah menemukanku!
Dan dia memaksamu menjadi pelacur"
Claire menggeleng. Ia memintaku membersihkan Bar siang dan malam.
Geronimo tidak pernah ingin aku menjadi pelacur. Tapi dia memiliki lima orang
asisten yang membuatku tidak bisa bertemu dengan Geronimo untuk mengadukan
segala perbuatan mereka. Kejadian sangat buruk menimpaku, kelima orang itu
memperkosaku secara bergantian dengan cara yang sangat kasar. Mereka
memukuliku sebelum memaksaku melayani mereka setiap hari selama sebulan. Aku
benar-benar menderita saat itu. Aku ingin mengadu, tapi tidak tau harus kepada
siapa. Suatu hari, ada perayaan besar yang membuatku bisa bertemu dengan
Geronimo. Tapi aku sama sekali tidak bisa mengadukan penderitaanku saat itu di
hadapan orang yang sangat banyak, aku juga masih memiliki rasa malu yang besar
untuk menceritakan hal itu kepada orang-orang. Mereka selalu mengancam dan
mengelilingi Geronimo untuk memastikanku tidak membuka mulut. Lalu
Geronimo menyentuh kepalaku dan bertanya bagaimana dengan pekerjaanku. Saat
itu aku benar-benar menangis, Sean! Aku bertanya bagaimana caranya agar aku bisa
segera bebas dari tempat itu dengan cepat. Geronimo menceritakan tentang setiap
pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak. Sayangnya aku tidak memiliki
kemampuan apa-apa . Karena itu kau memilih menjual diri sebagai jalan hidupmu"
Claire mengangguk. Setelah malam itu, kelima orang itu selalu memukuliku
dengan lebih brutal bila aku tidak menghasilkan uang, atau tidak bisa membuat
seorang laki-lakipun tertarik kepadaku. Aku harus mencari lima orang laki-laki
untuk menggantikan mereka. Jika tidak, mereka akan menutupi kekurangannya
dengan mereka sendiri. Tidak ada pilihan lain selain melayani dan di berikan uang.
Aku mulai belajar menggoda, aku mulai memberanikan diri menari di panggung,
membuka pakaian di depan mereka dan akhirnya aku kehilangan Claudia Faustine
untuk selamanya. Menjual diri pada saat itu bukan lagi menjadi keharusan, tapi
menjadi pilihan. Setelah sekian lama, aku bisa memiliki tempat tinggal sendiri, aku
bisa menghindari kelima orang itu dengan bebas, dan tidak akan ada seorangpun
dari mereka yang bisa menyentuhku lagi!
Sean terpaku. Lima orang dalam semalam selama bertahun-tahun" Sean
menyesali dirinya yang tidak meraih Claire lebih dulu. Ia menyesali dirinya yang
membuat Claire di jamah banyak orang, di perlakukan buruk dan ia sempat berfikir
kalau Claire adalah mainan" Sean kembali memeluk Claire dan berbisik. Hal
seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi dalam hidupmu. Aku berjanji!
KEHAMILAN ITU BUKAN HANYA MEMBAWA KEBAHAGIAAN, tapi juga rasa
takut yang teramat sangat. Claire selalu ketakutan bahkan untuk melangkah, ia
merasa kalau Coleen memasang jebakan di setiap tempat untuk mencelakakan
anaknya. Sean pasti sudah menduga itu. Sean semakin memersempit waktu
kerjanya. Ia hanya datang ke kantor di pagi hari dan pulang menjelang makan siang.
Setelah itu, Sean meminta Ned untuk menggantikannya di kantor.
Untungnya Sean berfikir untuk turun tangan sendiri dan menjaga Claire
sehingga Claire bisa merasa lebih aman. Meskipun Ned cukup terampil, Ned tetap
saja akan meninggalkannya di beberapa tempat. Ned bukanlah suaminya sehingga ia
tidak mungkin menemani Claire kemanapun ia melangkah. Selain itu, Sean
memindahkan kamar mereka ke lantai bawah agar Claire tidak perlu naik dan
turun tangga terlalu sering. Itu juga memberikan sedikit keringanan pada segala
ketakutan-ketakutan Claire pada ancaman yang akan menyingkirkan anaknya.
Pagi ini Claire benar-benar hanya mengunci kamarnya setelah sarapan dan
minum susu. Kandungannya akan memasuki bulan ketiga beberapa hari lagi. Itu
artinya seharusnya Claire sudah keluar dari rumah ini. Claire menanti Sean pulang
dengan setia. Yang di rasakannya hanya gelisah, ia juga selalu ketakuta bila ada yang
mengetuk pintu kamarnya tanpa bersuara. Untungnya Sean tidak pernah
mengganggunya dengan hal-hal konyol seperti itu. Claire akan marah besar jika dia
melakukannya. Jam di dinding menunjukkan pukul setengah dua belas siang.
Beberapa menit lagi Sean akan sampai di rumah, dan saat itu Claire akan lebih
percaya diri untuk keluar dari pintu kamarnya. Ia berusaha menahan diri untuk
bersikap tidak sabaran sampai akhirnya Sean memanggil namanya dan mengetuk
pintu. Claire langsung membuka pintu dengan terburu-buru dan memeluk Sean
erat. Sean membelai kepalanya dan mereka duduk di ranjang tanpa melepaskan
pelukannya. Kau sedang hamil, tidak boleh merasa stress. Kalau terus memikirkan
ancaman Coleen bagaimana dengan bayimu"
Claire mengendurkan pelukannya dan memandangi Sean. Aku pergi saja dari


Claire Karya Phoebe Abigail di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

rumah ini. Lagi pula waktuku juga sudah habis. Sudah seharusnya aku keluar dari
rumah ini, kan" Waktu siapa yang sudah habis" Waktu Claudia Faustine" Tapi Claire
memiliki perpanjangan waktu karena sedang mengandung anakku!
Tapi aku ketakutan, Sean!
Aku belum bisa melepaskanmu sekarang. Setidaknya berilah aku kesempatan
untuk menemani kahamilanmu. Setelah anak itu lahir, baru kau boleh pergi dari
rumah ini! Sean, aku akan meras lebih aman bila berada di luar sana!
Siapa bilang" Kalau kau pergi dari rumah ini, Coleen akan memiliki
kesempatan yang lebih besar untuk menyakitimu! Di luar sana, tidak ada orang yang
mengenalnya sehingga dia bebas untuk bertindak dan melukaimu
. Tapi di rumah ini, dia harus berhadapan dengan banyak orang yang menjagamu, terutama aku!
Aku takut dia melakukan sesuatu hingga aku terjatuh dan membuatku
kehilangan bayiku. Dia akan dengan mudahnya berdalih kalau itu adalah karena
kecerobohanku sendiri! Sean menggelengkan kepalanya. Ia mungkin sudah marah-marah mendengar
ucapan ketakutan seperti itu jika saja Claire tidak sedang mengandung anaknya.
Sean harus bisa lebih sabar, ia tidak boleh menyinggung Claire sedikitpun. Karena
itu aku memperkecil kesempatanmu untuk jatuh. Aku memindahkan kamar kita
kelantai bawah. Aku juga meminta Ned memastikan setiap langkahmu, meminta
Mrs. Philarette untuk memastikan kalau lantai selalu kering sebelum kau
menginjaknya. Ada banyak orang disini dan semuanya mengawasimu!
Aku merasa tidak aman disini!
Sean menepuk-nepuk kepala Claire dengan lembut. Ada aku disini. Kau tidak
perlu takut. Aku akan terus pulang pada jam-jam seperti ini sampai anakku lahir.
Bagaimana jika Coleen &
Berhentilah berfikiran negatif. Kau terlalu banyak memikirkan kemungkinan
buruk. Aku tidak akan membiarkanmu terluka, bahkan jika Coleen mencubitmu
aku akan siap untuk menamparnya. Jika dia menghilangkan nyawa anakku, aku juga
akan menghilangkan nyawanya!
Mendegar ucapan Sean itu, Claire bisa merasakan kelegaan memenuhi
sebagian rongga dadanya, meskipun hanya sebagian kecil, ia merasa sangat nyaman
dan lebih baik. Claire menyelipkan tangannya di kedua sisi tubuh Sean lalu
memeluknya lebih erat. Ia menyandarkan kepalanya dengan nyaman disana.
Seandainya ia bisa selalu seperti ini, maka Claire tidak akan ketakutan seperti saat
ini. Sekarang ayo kita makan siang. Kau tau Mrs. Philarette memasak apa hari ini"
Claire menggeleng. Aku sama sekali tidak keluar kamar sejak tadi!
Sean hanya tersenyum maklum. Ia membantu Claire untuk berdiri dan
membimbingnya menuju ruang makan. Mereka harus menunggu lama karena
Darice dan Coleen sangat lama menunda makan siangnya. Begitu kedua orang itu
keluar dan duduk bersama, Sean merasa ada sesatu yang aneh. Wajah Darice sangat
masam sedangkan Coleen tersenyum sinis kepada Claire. Sean berusaha untuk
tidak perduli dengan keganjalan itu, ia terus berusaha mengajak Darice dan Claire
untuk bicara. Darice hanya menjawab seadanya, tapi disaat Claire akan memulai
makan siangnya & Turunkan sendok itu! Darice berujar tajam. Ia memandang Claire dengan
tatapan terjahat yang pernah Sean lihat seumur hidupnya. Aku tidak ingin
melihatmu lagi di rumah ini!
Sean memandang Claire sejenak, Claire kelihatan ketakutan, ia tengah sensitif
karena mengandung, bahkan mual-mual yang di rasakannya sama sekali belum reda.
Bibi, ada apa" Kau Sean! Berani-beraninya membohongiku. Aku sudah menganggapmu
seperti anak sendiri. Aku tidak pernah membedakanmu dengan Hadwin. Tapi apa
yang kau lakukan padaku"
Ada apa ini" Suara Sean meninggi.
Wanita itu. Claudia Faustine, kan" Kau membawa Claudia Faustine kerumah
ini" Aku sangat tidak berharap bisa bertemu dengannya. Apalagi hidup bersamanya
di rumah ini. Tapi kau malah menikahinya dan menjadikannya menantu di rumah
ini. Dia adalah penyebab aku kehilangan Hadwin!
Sean memandangi tangan-tangan Claire yang menggenggam lengannya. Claire
semakin ketakutan sehingga genggamannya terasa sangat kencang. Sean kembali
menatap Darice Ouray yang berbicara tanpa memandangnya.
Hadwin meninggal karena aku, jangan pernah salahkan Istriku.
Aku tidak perduli. Bagiku, Dialah penyebabnya! Jadi usir dia dari rumah ini!
Dia mengandung anakku! Kita bisa mengambil anakmu setelah anak itu lahir!
Tidak! Suara Claire menyeruak. Ia memandang Sean dengan tatapan
memohon, Claire mulai menangis. Kau tidak akan melakukan itu, kan" Kau
berjanji tidak akan memisahkan aku dari anakku!
Anak itu menggantikan Hadwin yang sudah kau renggut! Coleen
menambahkan. Sean memandang Darice dan Coleen bergantian dengan wajah yang merah
karena marah. Tentu saja Coleen penyebabnya, Coleen yang menceritakan
semuanya kepada Darice. Aku tidak
bisa melakukan itu, Bi! Aku sudah berjanji
kepada Claire. Apapun yang terjadi aku tidak akan memisahkannya dari anaknya!
Kau ingin berkhianat Sean" Kurang apa lagi keluarga ini padamu"
Aku juga ingin menanyakan hal yang sama. Apa lagi yang tidak kulakukan
untuk keluarga ini" Aku menganggapmu sebagai ibuku sendiri. Aku juga sedih
karena kehilangan Hadwin. Aku selalu berusaha dengan baik menggantikan
Hadwin mengurusi segala kewajiban-kewajiban yang di lalaikannya, termasuk
kewajibanku terhadap Coleen meskipun aku selalu tertekan karena itu.
Darice memandangi Coleen sejenak. Ucapan terakhir Sean benar-benar
membuatnya penasaran. Tapi Darice tidak akan bisa menanyakan hal itu sekarang.
Kalian memiliki Hadwin selama delapan tahun! Sean melanjutkan
ucapannya. Akibatnya, gadis ini terlunta-lunta dan terpaksa menjual dirinya untuk
membayar semua hutang-hutang Hadwin di Denmark sebagai bayaran karena
memiliki Hadwin selama beberapa minggu. Sekarang kau ingin aku memisahkan
Claire dengan anaknya dan menambah penderitaannya" Demi Tuhan aku tidak bisa
melakukannya Aku tidak bisa memisahkan Claire dari anaknya dan aku juga tidak
bisa berpisah dengan anakku!
Dan kau berharap bisa tinggal disini" lagi-lagi Coleen ikut campur. Itu
hanya mimpi, Sean! Aku tidak pernah ingin bicara denganmu! Kali ini Sean berteriak sambil
melempar sendok makan kearah Coleen. Benda itu mengenai dahinya dan
membuat Coleen mengaduh. Sean kembali menoleh kepada bibinya. Fikirkanlah
lagi! Aku tidak mungkin membiarkannya keluar dari rumah ini sendirian.
Darice diam tidak berkata apa-apa dalam jeda yang sangat panjang. Coleen
sudah tidak berani lagi berkata apapun karena memikirkan apa akibat yang akan di
dapatnya bila ikut campur lagi dalam pembicaraan ini. Sean putus asa dengan
ketidak perdulian Darice terhadap permohonannya. Ia memandang Claire yang
berusaha menahan agar tangisannya tidak mengeluarkan suara. Ada sesuatu yang
mendesaknya untuk membela Claire, bukan hanya karena wanita itu mengandung
anaknya. Sean hanya tidak sanggup, benar-benar tidak sanggup untuk berpisah
dengan Claire secepat ini. Sean menggenggam tangan Claire yang memagangi
lengannya dengan erat sehingga Claire memandangnya. Ia menepuk jari-jari Claire
beberapa kali agar Claire bisa lebih tenang. Darice belum mengatakan sepatah
katapun dari mulutnya, tapi Sean sudah memutuskan sesuatu.
Baiklah, aku akan pergi membawa istriku. Kalau kau tidak ingin istriku
tinggal di rumah ini, aku juga tidak bisa tinggal disini. Dan Bibi tidak perlu
khawatir. Aku akan melepaskan Ouray dari hidupku! Sean mengeluarkan ponsel
dari sakunya. Hanya itu harta Ouray yang terdekat dengan dirinya saat ini. Sejenak
kemudian suara Sean bergema memanggil Ned dan Ned segera datang seolah-olah
dia sudah lama berada disana, mendengar semuanya.
Pinjamkan aku pakaianmu! Ned tecengang mendengar ucapan Sean barusan. Apa yang kau lakukan, Sean"
Fikirkanlah lagi! Pinjamkan aku pakaianmu. Aku akan mengembalikannya dalam bentuk uang
jika aku sudah memiliki pekerjaan. Sean memindahkan tangan Claire kedalam
telapak tangannya, menggenggamnya erat-erat dan memaksanya untuk berjalan
menuju kamar Ned yang tidak jauh dari dapur.
Ned mengeluarkan beberapa pakaiannya dari lemari dengan perasaan raguragu.
Tapi Sean segera menegaskan kalau keputusannya sudah bulat. Claire terisak
melihat perilaku Sean yang kelihatan sangat emosional dan tanpa fikir panjang. Ia
tidak menyangka semuanya terjadi seperti ini.
Sean, lebih baik aku saja yang pindah. Kau tidak bisa berpisah dengan
keluargamu! Gumam Claire dengan suara bergetar.
Sean memandangnya tajam. Keluargaku adalah kau dan anakku, aku tidak
bisa berpisah dari kalian saat in!
Tapi kalian akan tinggal dimana" Ned kembali bergumam.
Sean berfikir sejenak. Mungkin aku dan Claire akan ke Gass. Sementara ini
aku sama sekali tidak terfikir akan pergi kemana. Yang penting aku dan Claire
segera keluar dari rumah ini.
Tapi Darice sudah seperti ibumu. Kau sangat menyayanginya, kan"
Ya, a ku sangat menyayanginya dan itu tidak bisa di banding-bandingkan
dengan apapun. Tapi aku tidak bisa membiarkan Claire hidup dalam kebencian
bibiku. Aku akan membawa Claire pergi jauh meskipun aku belum tau akan
kemana! Ned diam, tidak tau harus mengatakan apa. Tiba-tiba sesuatu hal penting
melintas di ingatannya. Sesuatu tentang rumah kecil di ibu kota. Sean, rumahmu
di Ottawa, itu tidak kau beli dengan uang Ouray, kan" Kalian bisa tinggal disana.
Ned kemudian membongkar sisi lain dari lemarinya dan menemukan sebuah
amplop besar berwarna abu-abu dengan kertas yang sangat tebal. Ini surat-suratnya.
Kau memintaku untuk menyimpannya.
Sean baru teringat akan hal itu. Ia membeli rumah di Ottawa dengan uang
yang di tabungnya dengan susah payah. Bukan uang haknya sebagai bagian dari
keluarga Ouray, tapi uang yang di dapatnya dari mengurusi hal lain selain
mengurusi saham Ouray, selama ini ia hanya mengambil seadanya dan
menabungnya sedikit demi sedikit. Sean beruntung karena ia orang yang aktif yang
tidak hanya bergantung pada harta keluarga. Ia akan mendapatkan pekerjaan lain
dan Claire tidak akan kelaparan.
Ned memasukkan pakaiannya kedalam tas dalam jumlah yang banyak. Ayo
kita pergi! gumamnya kemudian.
Sean memandangnya heran. Kita" Maksudmu"
Aku bekerja padamu. Kalau kau pergi aku juga pergi. Aku tidak akan
meminta gaji yang besar. Cukup beri aku makan dan aku akan melanjutkan tugas
untuk menjaga istrimu di Ottawa!
PERJALANAN PANJANG MENUJU OTTAWA. Kali ini tidak sepraktis yang Claire
dan Ned lakukan kemarin. Mereka benar-benar harus menunggu angkutan umum
yang memaksa mereka untuk berada di dalamnya selama berjam-jam. Selama di
perjalanan, Sean sangat khawatir karena Claire tidak bisa berhenti menangis. Sean
berusaha membujuknya untuk diam, tapi Sean tau kalau Claire memang sangat
mudah bersedih. Ia hanya bisa memandanginya dan memeluknya sampai akhirnya
Claire tertidur lelap karena lelah. Sesekali Sean mengobrol bersama Ned untuk
merencanakan apa yang akan mereka lakukan begitu sampai disana. Sean berencana
untuk membuka usaha sendiri, mungkin dirinya akan mencari pinjaman dan
membuka sebuah distro kecil-kecilan dengan rumah di Ottawa sebagai jaminan.
Tapi untuk itu, Sean harus belajar lebih banyak.
Untuk beberapa waktu, Sean akan bekerja sebagai kariawan biasa di mana saja.
Ia yakin tidak perlu menunjukkan ijazah untuk itu karena terlalu banyak orang yang
mengetahui reputasinya. Tapi ingatan untuk meninggalkan ke-Ouray-annya
membuat ego Sean timbul. Dia tidak ingin di terima karena Ouray. Sean ingin di
terima sebagai Sean saja.
Bagaimana dengan Truddy" Aku rasa dia mau membantu.
Truddy" Ned bertanya heran. Truddy yang mana"
Truddy yang selalu mentraktir kita sewaktu sekolah!
Truddy yang bertubuh gemuk itu"
Sean mengangguk. Aku bertemu dengannya di perusahaan Developer itu
sewaktu akan membeli rumah. Kami sempat mengobrol lama dan dia memintaku
untuk menghubunginya jika butuh bantuan lagi. Aku akan menemuinya begitu
sampai di Ottawa. Dan begitulah. Sean optimis untuk menemui temannya. Ia semakin tidak
sabar dan selalu menghitung waktu. Begitu tiba di Ottawa, Sean membawa Claire
kerumahnya tanpa membangunkan wanita itu sama sekali. Dia tidak ingin Claire
menangis lagi jika terbangun. Sean menggendong Claire yang semakin berat
kedalam kamar utama di rumah itu dan membaringkannya di atas ranjang.
Membuka sepatu dan jaketnya dengan hati-hati lalu menyelimutinya. Setelah itu
Sean mengganti pakaiannnya dan menemui Ned yang sudah menyalakan televisi
dengan suara kecil. Kau boleh memilih kamar yang mana saja, Ned. Asalkan Malam ini kau
jangan coba-coba untuk menggantikanku di kamar istriku! Sean berusaha
mencairkan perasaannya yang beku. Untungnya Ned tertawa dan sebagian beban di
dadanya menghilang. Aku akan memilih kamar di dekat dapur. Aku ingin mengenang Mrs.
Philarette dan masakannya!
Sean tertawa lagi. Ned memang cukup dekat dengan Mrs. Philarette ketika
mereka masih berada di Calgary. Baiklah, aku akan menemui Trudd
y dulu! Jaga Claire baik-baik! Tentu saja. Kau menyimpan kartu namanya"
Tentu saja. Aku sudah menelponnya dari dalam kamar tadi. Sekarang tigal
mencari uang untuk membayar tagihan telpon! Aku pergi dulu!
Semoga sukses, kawan! Sean mengangguk sebagai ucapan terimakasih. Ia segera keluar dari rumah itu
dan menghindari kendaraan umum untuk menghemat uang. Ia dan Truddy berjanji
bertemu di sebuah taman kota dan tempat itu memang agak jauh dari kompleks.
Sean harus berjalan kaki hampir setengah jam untuk sampai disana. Semua bangku
terisi, tapi hanya satu buah kursi yang menarik perhatian Sean. Karena ada Truddy
disana. Laki-laki itu melambai-lambaikan tangannya sehingga Sean menyongsongnya
sambil berlari. Sean duduk di sebelah Truddy dengan nafas terengah-engah. Ia
sangat lelah karena berjalan jauh dari rumahnya.
Apa yang terjadi padamu" Aku terkejut saat kau menceritakan sinopisnya di
telpon! Sean tertawa renyah saat mendengar kata synopsis di dalam kalimat Truddy
barusan. aku sudah mengatakan kepadamu, aku dan istriku di usir dari rumah
karena aku menikah dengan Claudia Faustine!
Wanita yang membawa Hadwin ke Denmark"
Di bawa Hadwin ke Denmark! Sean meralat ucapan Truddy. Hadwin yang
membawanya ke Denmark. Bagaimana kalian bisa bertemu"
Hadwin mewariskan semua hartanya kepada wanita itu!
Dan kau merasa tidak adil, lalu mencari wanita itu untuk membunuhnya.
Atau memastikan dia mati agar suatu saat dia tidak datang tiba-tiba dan menuntut
harta itu" Aku hanya memintanya menyerahkan harta warisan itu secara baik-baik. Jika
dia tidak bersedia baru aku akan melakukannya!
Kali ini Truddy yang tertawa. Lalu apa yang di lakukannya hingga kalian
berakhir dengan pernikahan"
Haruskah ku ceritakan"
Aku harus tau semuanya, barulah aku akan memberimu pekerjaan!
Aku tertarik padanya, pada pandangan pertama. Tapi kau tau bagaimana aku,
saat itu dia terlihat sangat jalang, tidak ada bedanya dengan perempuan murahan
manapun di dunia ini. Dan aku hanya ingin menikmati keindahannya sampai aku
bosan, aku hanya berfikir untuk bermain-main. Sungguh!. Tapi ternyata
pertahanannya cukup besar. Kau tau kenapa"
Karena dia mengetahui hubunganmu dengan Hadwin"
Ya, karena dia tidak ingin berhubungan dengan Ouray manapun di muka
bumi ini! Sean menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya. Aku semakin
tergila-gila padanya karena ciuman kami yang pertama. Dia sangat berpengalaman
dan Liar, astaga. Aku bahkan tidak bisa melupakannya.
Kau sepertinya mendapatkan perempuan yang cocok dengan mu.
Sean mengangguk setuju. Ya, Claire sangat cocok dengannya. Sean sangat
menggebu-gebu dan Claire cukup liar dan mampu bertahan atas segala perlakuan
Sean kepadanya. Sean tidak pernah kecewa kepada Claire sama sekali dalam semua
aktivitas seks mereka, bahkan untuk sekedar berciuman. Dia meminta izin untuk
melahirkan anakku!

Claire Karya Phoebe Abigail di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Maksudmu" Aku belum menikahinya saat itu, Siang itu, Seks pertama kami dan sangat
hebat. Aku bersumpah. Aku bahkan melupakan segalanya termasuk kontrasepsi
karena yang ada dalam fikiranku saat itu hanya memeluknya. Waktu itu aku
mengatakan hal yang sama dengan apa yang ku katakan pada perempuanperempuan
sebelumnya. Aku akan mencarikan dokter terbaik untuk menggugurkan
kandungannya bila dia sampai hamil karena itu. Dan respon yang kudapat berbeda.
Dia memintaku untuk mengizinkannya memiliki anakku. Dia berjanji akan
membawanya pergi jauh, dia juga berjanji tidak akan menggangguku lagi seumur
hidupnya dan & Dan kau tergugah" Kau selalu bisa membaca fikiranku, Trude!
Wanita yang baik. Wanita yang berfikir untuk memiliki anak dan menjadi
ibu pastilah wanita yang baik. Aku percaya itu. Kau memilih wanita terbaik untuk
menemani hidupmu kawan. Sayangnya aku tidak berfikir begitu pada awalnya, aku masih meragukan
kalau aku bisa setia kepadanya. Aku hanya mencintainya lebih lama di bandingkan
dengan wanita-wanita yang pernah ku cintai selama ini. Sekarang dia sedang
mengandung anakku. Aku tidak bisa membuatnya terl
antar dan kelaparan meskipun aku tau kalau dia tidak akan protes dengan itu. Hidupnya sebelum ini
bahkan lebih buruk di bandingkan dengan kelaparan dan bersamaku!
Lalu apa rencanamu" Aku akan mengumpulkan uang, mungkin suatu saat nanti aku akan
membuka usaha sendiri. Apa saja asalkan bisa menghidupi istri dan anakku!
Sayangnya kami tidak bisa menerimamu sebagai kariawan di perusahaan kami
Sean! Truddy berujar dengan suara penuh kekecewaan.
Sean benar-benar kecewa, Bahkan Truddypun tidak bisa membantunya. Tapi
Sean harus berfikir positif bahwa itu semua bukan keinginan Truddy. Truddy tidak
mungkin menolaknya. Sean menepuk-nepuk bahu Truddy beberapa kali. Tidak
masalah, Trude! Aku tau kau akan membantuku jika kau bisa melakukannya.
Mungkin kesempatan untuk membantuku belum ada untukmu!
Tapi aku akan meminta batuanmu! Truddy memandang Sean dengan
senyum. Kau bersedia, kan" Membantuku untuk menangani perusahaanku
bersama-sama" Aku akan memberikan uang yang pantas untuk orang yang
kompeten sepertimu! Sean sempat bingung, tapi kemudian ia tertawa. Truddy mempermainkannya
dengan kata-kata. Ia hampir saja memukul Truddy karena senang. Sudah lama Sean
tidak tertawa bersama teman-temannya. Bahkan bersama Ned. Hari ini, Sean
mendapatkan satu temannya kembali. Truddy mengajaknya untuk makan-makan.
Tapi Sean menolak, ia harus pulang dan memberitahukan kabar gembira itu kepada
istrinya. Truddy menawarkan diri untuk mengantar, tentu saja Sean setuju. Ia sudah
terlalu lelah karena berjalan kaki tadi. Di sepanjang jalan, Truddy menceritakan
tentang rencana kerja dimana Sean akan di pekerjakan sebagai Marketting officer.
Setiap kali Sean berhasil menangani satu penjualan rumah, maka Sean akan
mendapat lima belas persen dari harga rumah yag di tawarkan. Selain itu Sean akan
mendapatkan gaji bulanan yang menurut Truddy tidak terlalu besar. Tapi Sean
bersyukur karena setidaknya akan ada pemasukkan untuknya dan istrinya.
Truddy membekali Sean dengan Pizza sebagai hadiah kerjasama mereka
sebelum mereka akhirnya berpisah. Sean pulang dengan bangga, memasuki
rumahnya dan melihat Ned masih menonton televisi. Saat Sean memamerkan
Pizzza di depan wajahnya, Ned bersorak kegirangan karena ia juga sudah sangat
lapar. Claire sudah bangun"
Ned mengangguk. Iya, Dia bertanya tentangmu lalu kembali masuk ke kamar.
Sean menoleh memandangi pintu kamar sejenak. Ia membongkar kotak Pizza
dan mengambilnya beberapa potong lalu membawanya masuk ke kamar. Claire
duduk termenung di atas ranjang. Begitu mendengar Sean menutup pintu, Claire
langsung bangkit dan memeluk Sean erat-erat. Sean membelai punggungnya lalu
mengajaknya untuk duduk kembali sambil menyodorkan beberapa potong Pizza
yang di bawanya. Kau lapar, kan" Makanlah!
Claire menggeleng. aku tidak berselera.
Sean menyentuh perut Claire yang semakin membesar lalu membelainya
perlahan. Kalau kau, lapar tidak" Ibumu sedang tidak berselera. Bagaimana ini"
Kau keluar saja dan makan bersama ayah!
Claire tergelak pelan. Ya, baiklah. Aku akan makan! Beberapa potong Pizza
di lahap Claire dengan cepat, ia meninggalkan setengahnya untuk Sean. Kau
makan juga! Aku akan makan sisanya! Ini kedua kalinya kau makan makanan sisa!
Sean tersenyum dan merasa sangat lega karena Claire tidak menangis lagi.
Setelah memastikan Claire tidak ingin makan lagi, Sean memakan potongan Pizza
yang tersisa di tangannya dan dengan cepat rasa laparnya berkurang. Setelah
santapannya habis, Sean kembali berbicara kepada Claire.
Aku dapat pekerjaan hari ini. Besok, aku akan meminjam uang Ned untuk
belanja bahan makanan, begitu mendapatkan gaji aku akan mengembalikan
uangnya. Aku yakin Ned tidak akan menolak!
Kau seharusnya tidak melakukan ini, Sean! Kau dan aku hanya sementara,
kan" Sampai anak kita lahir. Aku bisa tinggal sendirian, atau kau bisa meminta Ned
menjagaku jika kau khawatir Coleen akan menggangguku. Kau tidak perlu keluar
dari rumahmu. Itu bukan rumahku! Sean merengkuh Claire, menggenggam lehernya
dengan kedu a tangan lalu menciumnya. Ia sangat merindukan Claire. Segala
kelelahan yang dialaminya membuatnya merindukan istrinya dengan sangat.
Jangan pernah mengatakan kalau kita hanya sementara. Sean menyentuh perut
Claire lagi. Mulai sekarang, aku ingin bersama kalian selama yang aku bisa, seumur
hidupku. Bagaimana" Claire menatap Sean berharap kalau semua yang di dengarnya bukan hanya
mimpi belaka. Sean mengatakan ingin bersama dengannya selamanya dan Claire
sangat bahagia. Tiba-tiba ingatan tentang Darice muncul, kebahagiaanya segera
terlupakan. Tapi aku merasa tidak enak kepada Darice. Aku sudah merampas
Hadwin dan sekarang membuat satu-satunya putra yang tersisa keluar dari
rumahnya. Aku sungguh tidak nyaman!
Sean mengulum bibir Claire sekali lagi, lebih lama lalu melepasnya degan tidak
rela. Kalau ini, bagaimana" Sudah bisa membuatmu merasa nyaman" lalu
berpindah ke telinga, Sean menjilatinya sehingga Claire bergindik karena geli dan
tertawa. Kalau yang itu" Atau perlu kita bercinta malam ini juga"
Hentikan, Aku tidak bisa melakukan itu tanpa suara. Bagaimana dengan Ned!
Dia akan maklum! Atau aku harus memberikannya Headphone agar Ned
tutup telinga! Claire tertawa lagi. Kapan kau akan mulai bekerja"
Besok! Kalau begitu istirahatlah. Kita bisa melakukannya lain kali. Tapi kau harus
memastikan Ned pergi keluar rumah selama kita melakukannya!
DARICE OURAY BENAR-BENAR TIDAK MAU KELUAR KAMAR sekalipun
semenjak kepergian Sean, ia juga tidak memiliki selera makan yang baik. Mrs.
Philarette selalu mendapati sisa makanan yang sangat banyak dari piring-piring yang
di antarkan ke kamarnya, terkadang Mrs. Philarette juga harus kecewa karena
Darice bahkan tidak menyentuh makanannya.
Dalam waktu singkat, Bobot tubuhnya berkurang drastis, utungnya Darice
cukup kuat untuk tidak jatuh sakit seperti kebanyakan orang seusiannya saat
mengalami Stress berat. Ia hanya seringkali terdengar menangis, sesekali Darice
meminta Mrs. Philarette memanggilkan Coleen untuknya. Tapi Coleen sama sekali
tidak bisa menghibur. Coleen malah semakin memperburuk suasana dengan terus
mengeluarkan kata-kata penuh hasutannya hingga pada akhirnya Darice tidak ingin
di temui Coleen lagi. Darice tidak bisa memungkiri kalau dirinya merindukan Sean, juga Istrinya.
Kasih sayang Darice kepada Claire sudah di rasakannya sejak awal karena menurut
perasaannya Claire adalah sosok yang sangat istimewa. Terlebih setelah wanita itu
mengguncang seisi rumah dengan kehamilannya. Bukan hanya mereka, bahkan seisi
rumahpun ikut bahagia karena kebahagiaan mereka menular dengan cepat.
Darice menatapi pemandangan yang sudah ribuan kali di lihatnya melalui
jendela kamarnya. Ia terkenang tentang segalanya, tentang bagaimana Darice
membawa Sean pulang dari rumah sakit saat di ketahui bahwa ibu kandungnya
meninggal. Saat itu Darice juga baru saja melahirkan anak berusia enam bulan,
Hadwin. Ia membawa Sean pulang karena kebutuhan Sean akan asi harus tetap
terpenuhi meskipun anak itu tidak memiliki ibu lagi dan Darice merasa bisa
menggantikan mendiang adiknya untuk itu. Sayangnya, Darice sudah terlanjur
tidak bisa berpisah dan malah memisahkan Sean dari ayah kandungnya. Pada
awalnya Sean masih sering pulang ke rumah ayahnya sewaktu libur sekolah, Darice
kadang-kadang juga merasa kehilangan saat sekolah menelpon bahwa kedua
anaknya tidak masuk sekolah hari ini dan pada sore harinya kedua anak itu di
temukan di Danau Louise sedang bermain-main.
Marah yang di rasakannya selalu sama dengan marah kepada anak kandungnya
sendiri, sayangnya juga. Darice tidak pernah merasa membeda-bedakan satupun di
antara mereka. Tapi teryata Sean menganggap semua itu adalah beban" Perempuan
itu bukan hanya merampas Hadwin dari hidupnya. Tapi juga Sean. Dosa apa yang
sudah di perbuatnya hingga segala kehidupannya menjadi seperti ini"
Apa lagi yang tidak kulakukan untuk keluarga ini" Aku menganggapmu sebagai ibuku
sendiri. Aku juga sedih karena kehilangan Hadwin. Aku selalu berusaha dengan baik
menggantikan Hadwin mengurusi se
gala kewajiban-kewajiban yang di lalaikannya, termasuk
kewajibanku terhadap Coleen meskipun aku sangat tertekan karena itu.
Kata-kata Sean begitu terngiang-ngiang. Benarkah kalau selama ini Darice
membuat Sean tertekan dengan segala kasih sayang yang di berikannya"
Nyonya, kau tidak makan lagi" Mrs. Philarette menegurnya.
Darice menoleh, ia seringkali tidak sadar saat wanita itu mengetuk pintu dan
masuk ke kamarnya. Aku sedang tidak berselera, Philly!
Kalau begitu paksakanlah, bagaimana kalau anda sakit"
Aku tidak sakit. Aku rasa tidak akan sakit meskipun aku sangat
menginginkannya! Mrs. Philarette terdiam mendengar keluhan itu. Dia tidak berani terlalu
banyak bicara jika tidak di ajak bicara. Mrs. Philarette berusaha keras untuk
membawa kembali semua makanan yang tidak di sentuh sama sekali itu ke dapur
dengan tanpa suara, tapi bunyi dentingan halus dari piring-piring yang di bawanya
membuat langkahnya harus terhenti karena Darice memanggilnya lagi.
Philly! Mrs. Philarette membalikkan tubuhnya dan mendapati Darice sudah
memandangnya. Ya" Tinggallah sebentar. Aku ingin bertanya mengenai sesuatu hal kepadamu!
Mrs. Philarette meletakkan kembali piring-piringnya di tempat semula dan
berdiri dengan kokoh. Apa yang harus saya jawab, nyonya"
Selama ini kau membantuku merawat Hadwin dan Sean, benarkah aku
membeda-bedakan mereka" Sean berkata seolah-olah berada di rumah ini adalah
beban untuknya. Karena aku membeda-bedakan mereka"
Tidak, saya tau betul nyonya tidak begitu. Kasih sayang yang nyonya
tunjukkan sama besarnya. Keduanya selalu di perlakukan sama.
Lalu mengapa Sean berkata seperti itu" Di bagian mana dari hidupnya aku
pernah menyakitinya, Philly" Aku merasa sudah mencurahkan kasih sayangku
sepenuhnya kepada Sean. Aku menyayanginya seperti anakku sendiri dan terus
berkembang semenjak kepergian Hadwin. Bagiku saat ini, Sean-lah putraku satusatunya!
Maafkan saya, Nyonya. Jika saja boleh jujur saya ingin mengatakan ini sejak
lama. Tapi kami selalu di minta untuk tidak terlihat dan tidak bersuara. Pelayan
disini hanya boleh menyaksikan apapun yang terjadi di rumah ini. Jadi saya sama
sekali tidak kuasa mengatakan apa-apa tanpa di pinta!
Pandangan Darice kepada Mrs. Philarette semakin serius. Sekarang
katakanlah apapun yang ingin kau katakan. Aku tidak ingin ada satu halpun yang
terlewat dari hidupku. Nyonya, Kekesalan Sean memang terpupuk baru-baru ini jika saja delapan
tahun masih bisa di bilang baru.
Maksudmu" Sebelum pergi, Hadwin mengatakan kalau Sean selalu bisa menggantikan
posisinya dengan baik dan Hadwin menginginkan Sean untuk terus melakukan itu
seumur hidupnya. Mungkin selama ini, Sean tidak merasakan adanya beban di sana.
Tapi, seperti umumnya anak-anak, mereka selalu merasa ada yang lebih di sayangi di
antara mereka dan Sean merasa kalau Nyonya jelas lebih menyayangi putra nyonya
sendiri, Hadwin. Saat itu Sean sama sekali tidak protes, di cukup bersyukur dan
berterima kasih. Saya mendengar percakapan mereka di suatu hari. Hadwin
mengatakan kalau dia akan menjadikan Sean satu-satunya anak di rumah ini karena
Hadwin akan menghilang. Sean tentu saja merasa senang meskipun ia tidak bisa
memungkiri kalau hatinya juga merasa sedih karena akan kehilangan Hadwin, tapi
dia yakin kalau Hadwin akan bahagian dengan keputusan yang di ambilnya karena
Hadwin bukanlah orang bodoh yang akan menyebabkan dirinya sendiri menderita.
Jadi Sean tau kalau Hadwin akan pergi"
Mrs. Philarette mengangguk. Sean juga ingin merasakan kesempatan menjadi
anak satu-satunya, tapi begitu Hadwin pergi, anda menjadikan Sean sebagai Hadwin
tapi terus menangisi kepergian Hadwin yang sebenarnya. Dari sana sakit hatinya
timbul, hanya ada Hadwin dan tidak ada Sean. Sejujurnya saya juga merasakan hal
itu. Nyonya selalu menyebut-nyebut nama Hadwin, memanggil Sean juga dengan
nama Hadwin. Menyerahkan semua tanggung jawab Hadwin kepada Sean, juga
memaksa Sean untuk membawa Hadwin pulang karena saat itu nyonya selalu
mengatakan ingin mati bila harus kehilangan Hadwin. Aku rasa Sean pada akhirnya
terpaksa mencari Hadwin dan membawanya pulang dengan paksa.
Ya. Aku sangat senang saat Hadwin berada di rumah. Tapi Hadwin sama
sekali tidak betah, dia malah melarikan diri dua hari setelahnya dan mengalami
kecelakaan itu! Saat itu Sean menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yang menimpa
Hadwin. Dia selalu mengeluh, Seandainya Sean melarang Hadwin untuk pergi sejak
pertama kali, mungkin hal seperti itu tidak akan terjadi. Dia kehilangan saudaranya.
Meskipun Hadwin hidup, dia tidak ada bedanya dengan orang mati. Setelah
Hadwin pulangpun anda sama sekali tidak berubah, anda menciptakan dua Hadwin
dan menyingkirkan Sean jauh-jauh. Jadi anda pada akhirnya memiliki Hadwin yang
sehat dan bisa memeluk anda kapanpun anda ingini, dan Hadwin yang sakit yang
selalu anda manjakan. Sean semakin terluka menyadari itu. Tapi saya rasa, dia terus
menjalaninya karena Sean menyayangi anda. Dia menjalankan segala aktifitasnya
sebagai Hadwin meskipun terus mengeluh. Dan & Mrs. Philarette berdiam diri
sejenak. Dan, maafkan saya nyonya, seharusnya saya tidak mengatakan hal ini,
tapi & Katakan saja Philly. Aku sudah mengatakan padamu untuk mengatakan
apapun yang kau simpan hari ini juga!
The Devil In Black Jeans 5 Lintang Kemukus Dinihari Karya Ahmad Tohari Istana Pulau Es 5
^