Pencarian

Telapak Setan 4

Telapak Setan Karya Khu Lung Bagian 4


?" tanya Buddha Antik secara tiba-tiba.
Thian-hong pangcu tertegun mendengar pertanyaan itu, setelah sangsi sejenak
jawabnya. "Boleh dibilang jago paling lihay dalam dunia persilatan " Bhuddha
Antik mengangguk. ujarnya kembali. "Tetapi dengan tenaga gabungan kami bertiga, akhirnya tokh kami terkurung juga
selama lima belas tahun dalam gua ini. Ilmusilat yang dimiliki majikan tempat
ini luar biasa sekali dan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, oleh karena
itu menurut dugaanku seandainya majikan tempat ini tidak berhasrat membunuh Gak
In Ling keadaan mungkin mendingan, kalau ia bermaksud membinasakan dirinya, mungkin pada saat ini Gak
sicu telah mendingin."
Meskipun tujuan dari ucapan itu hanya menakut-nakuti dua orang gadis tersebut,
namun dalam kenyataan begitulah adanya.
199 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tapi sayang, bukan saja ucapan itu tidak mendatangkan hasil apapun, sebaliknya
malah makin mempertebal niat kedua orang gadis itu untuk menemukan Gak In Ling.
"sekalipun dia sudah mati, kami harus menemukan jenazahnya." ujar Thian-hong
pangcu Selesai berkata ia berjalan menuju kearah yang berlawanan dari perempuan
berkerudung merah itu, dan diatas dinding batu ia berusaha menemukan pintu
rahasia tersebut. Buddha Antik yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghalangi niat kedua
orang gadis tersebut masuk kedaiam lembah Toan-hun-kokpun mengalami kegagalan
totai, setelah berdiri tertegun beberapa saat lamanya akhirnya ia cuma bisa
menghela napas sambil gelengkan kepalanya berulang kali.
Leng In poocu memandang sekejap kearah dua orang gadis itu tiba-tiba ia berkata.
"Jikalau kailan mencari dengan cara begitu maka sampai hari geiappun belum tentu
jalan masuk itu berhasil ditemukan, menurut pendapat ku lebih baik kailan masuk
lewat mulut gua yang pernah kita lalui lima belas tahun yang lampau, sebab
kemungkinan berhasiljauh lebih besar."
Dalam pada itu Thian-hong pangcu berdua memang
sedang putus asa karena tidak berhasil menemukan suatu tanda yang menunjukkan
disana ada pintu rahasia,
mendengar ucapan tersebut mereka segera hentikan
pekerjaannya dan bertanya. "Berapa jauh letaknya dari tempat ini ?"
"Kita harus melewati bukit ini lebih dahulu, menurut perhitungan dari kekuatan
langkah kita mungkin tidak sampai setengah jam kita bisa mencapai tempat itu."
Buddha Antik yang ikut mendengar perkataan itujadi tertegun, pikirnya.
"Pada lima belas tahun yang lalu terang-terangan kami masuk lewat dari tempat
ini, masa dibelakang gunung 200
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sanapun ada tempat masuk ?" Sebaliknya Kongsun To sambil tertawa dingin
pikirnya. "Aku orang she Kongsun tak pernah berpikir bahwa siasat mengelabui langit
menyebrangi sungai ini bisa digunakan untuk menghadapi dua orang gadis cilik
ini, dia memang licik"
Pada waktu itu Thian-hong pangcu berdua sedang bingung dan pikirannya kalut,
mereka tak berpikir lebih jauh, setelah gagal menemukan jalan masuk maka
harapannyapun digantungkan pada petunjuk dari Leng in poocu.
"Kalau begitu mari kita berangkat" serunya kemudian. Leng In poocu tertawa.
"Menolong orang bagaikan menolong api, mari kita berangkat sekarang juga " habis
berkata ia berjalan lebih dahulu tinggalkan ruangan ini disusul dua orang gadis
itu dan paling depan adalah Kengsun To.
Sedangkan Buddha Antik sendiri setelah berpikir sebentar tiba-tiba ia menyadari
akan sesuatu, sambil mengangguk ia menghela napas panjang.
"Omitohud Mungkin perbuatan itu merupakan tindakan bajik pertama yang pernah
dilakukan Leng sicu selama hidupnya...." iapun melangkah keluar dari ruangan itu
dan menyusul rekan-rekan lainnya.
0odwo0 Sekarang marilah kita kembali kepada Gak In ling, setelah Buddha Antik
tinggalkan ruangan tersebut, ia segera masuk kelorong batu.
Gak In Ling adalah seorang pemuda cerdas. la bukannya tidak tahu kalau lembah
Toan-hun kok sarang naga gua harimau, bila ia masuk kedalam seorang diri maka
itu berarti menghantar kematian bagi diri sendiri.
201 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tetapi Buddha Antik adalah satu-satunya titik terang yang berhasil ia temukan
sejak munculnya dalam dunia persilatan, lagipula dalam kehidupan yang terbatas,
ia tak mau melepaskan titik terang yang berhasil diperolehnya itu dengan begitu
saja, sebab untuk mencari titik terang ke dua bukanlah suatu pekerjaan yang
gampang. Maka tanpa berpikir panjang lalu dia mengambil keputusan untuk memasuki lembah
Toan-hun kok yang merupakan sarang naga gua harimau itu untuk menemukan Buddha
Antik, titik terang yang berhasil ia temukan untuk memecahkan rahasia yang
memusingkan kepalanya itu.
Ketika Gak in Ling baru saja melangkah masuk kedalam lorong batu itu sejauh
empat lima depa, tiba-tiba dari arah belakang berkumandang suara ledakan yang
amat keras bagaikan ambruknya bukit karang.
Tanpa sadar Gak In Ling menghentikan langkahnya, dalam waktu singkat itulah
sebuah pintu besar yang terbuat dari batu cadas telah menyumbat jalan mundur
pada lorong rahasia itu. Menyaksikan kesemuanya itu, Gak In Ling tertawa dingin.
"Sekalipun kalian menyumbat semuanya jalan mundurku juga tak apa, sebab sebelum
lembah Toan-hun-kok berhasil kumusnahkan tak nanti aku orang she Gak tinggalkan
tempat ini. Dengan wajah yang teguh dan serius, ia me lanjutkan perjalanannya masuk kedalam
gua. Baru saja pemuda itu maju beberapa langkah kedepan, tiba-tiba disisi telinganya
berkumandang datang suara teguran seseorang yang terasa amat dikenal olehnya.
"Gak In Ling, sudahkah engkau pertimbangkan akibat serta resiko yang bakal kau
terima ?" Tertegun hati Gak In Ling mendengar ucapan itu, pikirnya.
202 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Suara orang itu amat kukenal, seakan-akan aku pernah mendengarnya disuatu
tempat tapi siapakah dia ?"
Untuk beberapa lamanya ia tak dapat menduga siapakah orang itu.
Dengan penuh perhatian Gak In Ling mengamat-amati asal suara yang muncul secara
tiba-tiba itu, ia menemukan dinding lorong itu licin dan rata sekali, disana
sini terdapat lubang-lubang kecil seperti sarang lebah, jelas suara tersebut
berasal dari pancaran lewat lubang-lubang kecil tersebut.
"Suaramu amat kukenal," seru Gak In Ling kemudian, "aku ingin tahu engkau
sahabatku atau musuhku ?"
"DidaLam dunia yang kejam dan brutal ini siapa yang kuat akan menindas yang
lemah, tiada kawan atau lawan dalam keadaan seperti ini, lebih baik engkau tak
usah berpikir yang bukan-bukan." jawab orang itu ketus. Gak In Ling kembali
tertawa dingin- "Hee... hee..... itu tokh menurut pandanganmu, sayang pendapatku berbeda sekali,
bagiku dikolong langit ini kalau bukan sahabat dia tentulah lawan"
"Haa..... haa...... baiklah, kalau engkau bersikeras dengan pandanganmu itu,
biarlah aku turuti kemauan mu itu, kemungkinan besar aku adalah musuhmu"
Habis berkata orang itu menghela napas panjang, suaranya lama sekali mengalun
dalam ruangan tersebut. Dari pembicaraan orang itu, Gak In Ling tahu bahwa banyak bicara tak ada
gunanya, maka sambil tertawa seram serunya kembali.
"Dimanakah aku bisa bertemu dengan dirimu sehingga kita bisa langsungkan
pertarungan yang menentukan mati hidup kita berdua ?"
203 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"DidaLam lima li kabut dan awan, aku akan bertemu dengan dirimu "jawab orang itu
hambar. Setelah berhenti sebentar ujarnya kembali.
"Sewaktu engkau melewati altar pesan terakhir, aku harap engkau bisa tinggalkan
beberapa pesan terakhir ditempat itu, walaupun belum tentu bisa kulakukan pesan
terakhirmu itu, tetapi di dalam lingkaran yang memungkinkan aku pasti akan
berusaha untuk memenuhi keinginanmu itu" selesai berkata ia menghela napas lagi
dengan suara berat, suara itu kian lama kian lirih dan akhirnya lenyap dari
pendengaran-Tercekat hati Gak In Ling mendengar perkataan itu, dari ucapan orang
tadi ia tahu bahwa orang tersebut sama sekali tidak bermaksud menakut-nakuti
dirinya, itu berarti perjalanannya lebih banyak bahaya daripada rejeki.
Dari balik mata Gak In Ling tiba-tiba memancar keluar cahaya yang menggidikan
hati, pikirnya dengan gemas.
"Hmm Sekalipan aku orang she Gak ada pesan terakhir, juga tak akan kuutarakan
sehingga kalian manusia-manusia laknat mengetahuinya."
Dengan dada yang dibusungkan dan langkah yang tegap. ia lanjutkan perjalanan
menuju kedalam Lorong batu yang gelap dan lembab penuh mengandung suasana yang mengerikan,
untung perasaan danpikiran Gak In Ling pada saat ini sedang dibakar oleh
kemarahan, dia hanya tahu membalas dendam dan tidak memperdulikan hal lainnya
lagi, kalau tidak. kendatipun nyalinya besar, sedikit banyak bulu kuduknya akan
bangun berdiri. Lorong batu yang sempit seakan-akan tiada akhirnya, dengan kedepan tubuh Gak In
Ling, sekalipun sudah melakukan perjalanan selama sepertanak nasi masih belum
menemukan sedikit cahayapun, seperti juga ketika datang untuk pertama kalinya di
tempat itu, ia sama sekail tak bisa 204
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menduga harus berjalan berapa lama lagi baru tiba ditempat tujuan "
Tapi ada satu hal yang aneh, selama Gak In Ling
melakukan perjalanannya kecuali suara manusia yang didengarnya tadi, ia tidak
menemukan apa-apa lagi, diantaranya pada tikungan-tikungan yang sempit dan
terjal di mana merupakan tempat yang strategis untuk memasang jebakan, diapun
tidak menemukan gangguan apapun.
Mungkin hal ini disebabkan karena mereka tak memandang sebelah matapun terhadap
Gak In Ling, mungkin juga karena mereka yakin bisa merebut kemenangan maka
mereka tak ada perlunya untuk memasang jebakan disana.
Pokoknya, kesunyian serta keheningan seperti ini sama sekali tidak menguntungkan
bagi Gak In Ling. Kembali sianak muda itu membelok pada tiga buah
tikungan, tiba-tiba pandangan matanya jadi silau, ia telah sampai didalam sebuah
ruang kecil yang empat dindingnya bertaburkan ratna-mutu manikam yang beraneka
warna, suasana jadi terang-benderang dan amat menyilaukan mata.
Gak ln Ling tertawa dingin, pikirnya. "Hm, akhirnya sampai juga ditempai
tujuan..." Sementara ia berpikir, sorot matanya telah terbentur dengan sebuah meja batu
yang kecil serta sebuah kursi batu kecil ditengah ruangan, di-atas meja
terteralah kertas dan alat menulis, kecuali itu tiada apapun yang terlihat.
Gak In Ling segera mendekati meja batu itu, pada
permukaan meja yang licin terukirlah beberapa huruf yang besar yang berwarna
merah darah. "Tinggalkan pesan terakhir ditempat ini"
Tulisan tersebut seketika memancing rasa gusar dalam dada Gak In Ling, kakinya
dengan cepat melancarkan sebuah tendangan kearab meja batu itu.
205 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Braaak " ditengah benturan yang sangat keras, meja batu itu seketika hancur
berantakan, kertas dan alat tulispun tersebar diatas tanah.
Pada saat itulah, suara yang pernah didengar tadi kini muncul kembali dari balik
dinding. "Aaii... engkau terlalu tekebur dan sombong..."
Tertegun hati Gak in Ling setelah mendengar ucapan itu, segera pikirnya didalam
hati. "oh...... rupanya semua gerak-gerikku selalu berada daLam pengawasan orang
ini." napsu membunuh seketika bangkit, sambil menatap tajam kearah mana berasalnya
suara itu bentaknya keras.
"Sebenarnya jarak dari sini menuju ketempat pertemuan diantara kita berdua masih
seberapa jauh " IHmm Main gila dari balik dinding dan menakut-nakuti orang
dengan omong besar, engkau anggap perbuatanmu itu bisa membikin aku orang she
Gak jadi ketakutan?"
"Selama ini engkau belum pernah mempertimbangkan tindakanmu itu d engan pikiran
serta hati yang tenang, apa salahnya kalau engkau pertimbangkan kembali
tindakanmu ini?" ujar suara itu kembali. Gak In Ling tertawa dingin-
"Sebelum aku masuk kemari, jika tidak ku pertimbangkan lebih dahulu, tidak nanti
akan ku lakukan tindakan seperti ini "
"Apakah engkau tidak merasa perlu untuk
mempertimbangkan sekali lagi ?"
"omong kosong "
"Baiklah kalau begitu Lima puluh tombak disebelah depan sana merupakan Ngo-li-
in-wu lima li kabut dan awan- Nah, kita berjumpa lagi disana." habis berkata
terdengarlah suara "Krek" diikuti gemerincingnya ramai dan muncullah sebuah pintu rahasia diatas
dinding ruangan itu. 206 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Gak In Ling tarik napas panjang, selangkah demi selangkah dia berjalan masuk
kedalam pintu rahasia tersebut.
Walaupun airmukanya tetap tenang dan sama sekali tidak memperlihatkan perubaban
apapun, tetapi hati kecilnya merasa amat tegang, sebab pada saat ini musuh
berada dalam gelap sedangkan dia terang, setiap saat mara bahaya bakal mengancam
keselamatan jiwanya. Baru saja GakIn Ling melangkah masuk ke dalam ruangan itu, pintu batu dibelakang
tubuh nya secara otomatis telah menutup kembali.
Angin dingin berhembus lewat dari arah depan, kabut yang tipis mulai menyeiimut
seluruh lorong, udara ditekelihng tempat itu lembab dan basah sekali.
"Mungkin tempat inilah yang dimaksudkan lima li kabut dan awan-" pikir sianak
muda itu di dalam hati. Ia percepat langkah kakinya dan menerjang maju kedepan.
Semakin kedalam ia berjalan, kabut yang menyelimuti sekitar tempat itu bertambah
tebal, dari terang suasana jadi gelap. cahaya yang memancar masukpun terasa
semakin lemah. Gak In Ling mengerahkan segenap daya penglihatannya untuk mengamati suasana
disekeliling tempat itu, tetapi pemandangan yang mampu tercapai olehnya hanya
dalam lingkungan dua-tiga depa belaka, lebih dari itu yang terlihat hanyalah
kabut putih. Pada saat itu Gak In Ling telah masuk ke dalam sebuah lapangan, kabut yang
menyelimuti tempat itu jauh lebih tebal dari tempat manapun, ketajaman matanya
hanya mampu menangkap benda-benda yang berada pada jarak satu tombak belaka.
207 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Perlahan-lahan Gak in Ling menghentikan langkahnya, dengan waspada dan sangat
hati-hati dia awasi sekeliling tempat itu.
Mendadak dari arah belakang muncul suara yang amat lirih, begitu lirih suaranya
seakan-akan seuntai daun yang rontok dari tangkainya.
Ketajaman pendengaran yang dimiliki Gak In Ling luar biasa sekali, apalagi
setelah ia berada didalam sarang naga gua harimau, kewaspadaannya dipertingkat
hingga mencapai tingkatnya, tentu saja suara yang lirih itu tak lolos dan
pengawasannya. Begitu suara lirih itu tertangkap oleh pendengarannya, laksana kilat Gak In Ling
putar badannya, tapi apa yang dilihatnya seketika mencekatkan hati sianak muda
itu, air mukanya berubah hebat.
Kurang lebih lima depa dihadapan Gak In Ling berdirilah seorang kakek berjubah
kuning yang usianya antara lima puluh tahunan, cukup di tinjau dari sorot
matanya yaag tajam dapat diketahui bahwa ilmu silat yang dimiliki orang jauh
berada diatas kepandaian Hiat-mo-ong.
cuma bukan kehebatan ilmu silat yang dimiliki orang itu yang mengejutkan
hatinya... Gak In Ling tarik napas panjang-panjang dan berusaha menekan pikiran serta
perasaannya yang bergolak keras, ia maju kedepan dan memberi hormat, katanya.
"Keponakan menghunjuk hormat untuk ong supek."


Telapak Setan Karya Khu Lung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Hmm, bukankah engkau sudah katakan tadi, kalau bukan sahabat tentu lawan, aku
bukan sahabatmu, dengan sendirinya merupakan musuh mu, sebutan supek tak berani kuterima lagi." kata
kakek jubah kuning dengan dingin.
208 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Rupanya orang ini bukan lain adalah manusia yang berada dalam lorong rahasia
serta berulang kali memberi nasehat kepada sianak muda itu.
Merah jengah selembar wajah Gak In Ling setelah
mendengar perkataan itu, ujarnya dengan lirih.
"Tadi keponakan masih belum tahu kalau orang itu adalah supek."
"Hm. Sekalipun sudah tahu juga sama saja keadaannya, karena bagaimanapun juga
dalam kenyataan bukan sahabatmu " "Tetapi. ... engkau juga bukan musuhku, bukan?" seru Gak In Ling tanpa terasa
dengan hati terkejut. Kakek jubah kuning itu segera tertawa dingin.
"Bukan "justru akulah musuhmu" jengeknya sinis.
Tanpa sadar Gak In Ling mundur selangkah kebelakang dengan hati terkesiap.
sambil menatap kakek jubah kuning itu dengan wajah hijau membesi, serunya
kembali. "Lalu di manakah ibuku dan enciku ?"
"Hee... hee... hee... mereka telah menjadi tawanan didalam lembah Toan-hun-kok
ini" jawab kakek berjubah kuning kembali sambil tertawa dingin.
"Apa ?" ucapan tersebut bagaikan guntur yang membelah bumi ditengah hari bolong,
begitu menggetarkan hati Gak In ling sehingga membuat pikirannya jadi kabur dan
tak sadar, dia merasa otaknya kosong melompong, wajahnya yang semula merah padam
kini berubah jadi pucat pias bagaikan mayat, keringat dingin mengucur keluar
tiada hentinya. Dalam hati kecil kakek berjubah kuning itu secara lapat-lapat timbul perasaan
simpatik dan kasihan, tetapi ia tetap membungkam dalam seribu bahasa.
209 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Kesunyian yang mengerikan mencekam seluruh ruangan itu, begitu sepinya sampai
kedua belah pihak dapat mendengar detak jantungnya masing-masing. Airmuka Gak In
Ling yang pucat pias bagaikan mayat mulai berubah jadi semu merah kembali, dari
semu merah berubah jadi merah padam, dari balik sorot matanya yang dingin
terpancarlah napsu membunuh serta rasa dendam yang amat tebal.
Dengan langkah yang berat ia maju kedepan menghampiri kakek jubah kuning itu,
kemudian dengan suara yang mengerikan ia berkata.
"Keponakan berharap bisa mengetahui sebab-sebab kematian dari ayahku. Aku minta
engkau suka mengatakannya kepadaku."
Sikap yang keren serius dan mengerikan itu menggetarkan hati kakek berjubah
kuning, tanpa terasa dia mundur dua langkah kebelakang, jawabnya dengan ketus.
"Darimana aku bisa tahu ?"
Gak in Ling tertawa dingin.
"Kalau memang begitu dari mana engkau bisa tahu untuk menggabungkan diri dengan
pihak Toan-hun-kok ?"
"Darimana engkau bisa tahu kalau aku mengabdi kepada mereka?" seru kakek
berjubah kuning dengan airmuka berubah hebat.
"Karena tenaga dalam yang engkau miliki masih belum berhak untuk memimpin
segenap kekuatan yang ada didalam lembah ini."
Rupanya ucapan yang pedas dari Gak In Ling ini telah menyinggung perasaan halus
kakek berjubah kuning itu, dari balik matanya yang melotot bulat segera
memancarkan keluar serentetan cahaya yang amat tajam, dia tatap muka pemuda itu
dengan tajam kemudian membentak nyaring.
210 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Itukah sifatmu terhadap seorang angkatan yang lebih tua daripada dirimu ?"
Sejak Gak In Ling mengetahui kalau ibu serta encinya telah ditawan didalam
lembah Toan hun-kok, terhadap supeknya yang semula telah menyanggupi untuk
menjaga serta merawat ibu dan encinya ini telah membenci hingga merasuk ketulang
sumsum, dalam keadaan begini tentu saja ia tak pernah mengingat tentang hubungan
antara angkatan tua dengan angkatan yang lebih muda lagi. Mendengar perkataan
tersebut, ia segera menengadah dan tertawa keras, sambil mengertak gigi serunya.
"Angkatan tua " Haa^.. haaa haa.... menjual sahabat mencari pahala, mengingkari
janji yang telah diucapkan sendiri, angkatan tua semacam ini buat apa mesti
dihormati " Hm, mengenalpun aku sudah muak dan malu sekali "
Entah dikarenakan ketukan liang-sim nya atau terpengaruh oleh ucapan Gak In ling
yang keras dan tajam, tanpa sadar kakek jubah kuning itu berseru.
"orang yang membinasakan ayahmu, memaksa dirimu bukan cuma aku seorang.... kau
jangan menuduh aku yang bukan-bukan-"
Rupanya dia hendak mencuci bersih semua dosa serta kesalahan yang ditimpakan
kepadanya. Mendengar perkataan itu sekali lagi Gak In Ling merasakan hatinya amat
terperanjat, ia segera maju selangkah kedepan dan membentak dengan nada dingin.
"Tua bangka sialan, engkau telah apakan ibu serta enciku " Ayo jawab "
Suaranya keras bagaikan guntur yang membelah bumi disiang hari bolong, membuat
orang merasakan hatinya bergetar keras.
211 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tercekat hati kakek berjubah kuning itu setelah mendengar bentakan tersebut, ia
segera tersadar kembali dari lamunannya, dengan perasaan kaget pikirnya.
"Ini hari aku kenapa sih " Kenapa perasaan dan pikiranku bisa goyah dan selalu
merasa tak tenang " Untung apa yang barusan kukatakan tidak terlalu banyak,
kalau tidak akibat yang harus kutanggung benar-benar mengerikan sekali."
Berpikir sampai disini, dengan muka serius ia segera tertawa dingin dan berkata.
"Hee..... hee...... hee kalau aku tidak mengatakannya keluar, apakah engkau
punya keberanian untuk menantang aku seorang tua untuk bertarung ?"
Gak In Ling maju dua langkah kedepan, serunya dengan nada yang menggidikkan
hati. "Bukan saja aku akan turun tangan untuk bertempur dengan dirimu, bahkan, akan ku
binasakan pula engkau tua bangka berhati binatang yang terkutuk sehingga mayatmu
terkapar diatas tanah dalam keadaan yang sangat mengerikan
" Sambil berkata dari balik matanya yang tajam terpancarlah napsu membunuh yang
menggidikkan hati. Setelah berulang kali dicaci maki oleh Gak In Ling dengan kata-kata yang pedas
dan tidak sedap didengar, rasa iba dan menyesal yang semula sudah menyelimuti
hati kakek jubah kuning itu, tanpa sadar telah lenyap tak berbekas bagaikan asap
yang hilang diang kas a, pikirnya didalam hati.
"Kalau membabat rumput tidak sampai ke- akar- akarnya, angin musim semi
berhembus lewat rumput itu akan tumbuh kembali, demi keamanan serta keselamatan
diriku sendiri, aku harus mulai sekarang mengadakan persiapan-persiapan lebih
dahulu." 212 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Teringat akan ancaman jiwa yang mungkin akan
menyelesaikan hidupnya, rencana untuk melenyapkan Gak in Ling dari muka bumipun
semakin mencekam seluruh pikiran dan perasaannya.
Ia segera tertawa dingin dan berkata.
"Hee hee hee kalau engkau memang begitu tak tahu diri, janganlah kau salahkan
kalau aku tak akan teringat akan hubungan kita di masa lalu lagi. Mari, mari..,
silahkan kau segera turun tangan."
Sambil berkata diam-diam hawa murni yang dimilikinya segera dihimpun kedalam
sepasang telapak tangan dan bersiap siaga menantikan datangnya serangan dari
sianak muda itu. Diam-diam Gak In Lingpun menilai keadaan yang sedang dihadapinya ketika itu, dia
tahu kalau pada saat ini kakek baju kuning itu tidak berhasil dikuasai maka
sulitlah baginya untuk menyelidiki jejak dari ibu serta encinya.
oleh karena itu setelah mendengar perkataan tersebut tanpa ragu-ragu lagi,
dengan cepat ia enjotkan badannya meloncat kedepan, menggunakan jurus serangan
"Lui-tiam-siang-ciau" atau guntur dan kilat menggeletar bersama, laksana petir
yang menyambar membelah angkasa ia
mengirim sebuah sodokan dahsyat kearak dada serta lambung kakek baju kuning itu,
hardiknya. "Hm, kalau begitu rasakanlah seranganku " Kepandaian silat yang dimiliki kakek
jubah kuning itujauh berada diatas kepandaian silat dari ayah ibu Gak In Ling
sendiri, tentu saja terhadap datangnya serangan dari sianak muda ini ia tidak
pandang sebelah mata. Tetapi apa yang terjadi kemudian ternyata benar-benar berada diluar dugaannya
semula, tatkala dilihatnya serangan yang dilancarkan Gak In Ling cepat bagaikan
petir yang 213 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
menyambar diudara, kakek baju kuning itu tertegun bercampur kaget, pikirnya
dengan perasaan terkesiap.
"Sungguh aneh, mengapa gerakan tubuhnya bisa begitu cepat dan dahsyat sehingga
mengejutkan hati." sambil berpikir dengan cepat badannya menyusut mundur sejauh
lima depa kebelakang, dengan suatu gerakan yang manis ia menghindarkan diri dari
datangnya ancaman tersebut.
Kemudian secepat kilat melancarkan serangan balasan-Gak In Ling sendiripun
mengetahui dengan jelas sampai dimanakah taraf kepandaian silat yang dimiliki
kakek baju kuning itu, akan tetapi ia tak menyangka dengan usia lawannya yang
sudah begitu lanjut ternyata dalam beberapa tahun yang amat singkat berhasil
mendapatkan kemajuan yang begitu mengejutkan hati, sehingga membuat sebuah
serangannya yang semula diduga akan mendatangkan hasil ternyata mengenai sasaran
kosong. Tanpa sadar gerakan tubuhnya jadi agak terlambat.
Tatkala kakek baju kuilog itu mengundurkan diri
kebelakang tadi, secara diam-diam hawa murninya telah dihimpun semua kedalam
sepasang telapaknya dan setiap saat siap dilancarkan kedepan, dengan melambatnya
gerakan tubuh dari Gak In Ling itu justru secara kebetulan telah memberikan
peluang yang amat bagus baginya untuk
melepaskan serangan mautnya.
Terdengar kakek baju kuning itu membentak. "Bocah keparat Sambutlah pula sebuah
seranganku ini " Dengan menggunakan gerakan "Hong-kian-Cian-in" atau angin berhembus buyarkan
awan, sekuat tenaga ia lancarkan sebuah pukulan dahsyat kearah sianak muda itu.
Gulungan angin pukulan yang menderu- deru bagaikan berhembusnya angin puyuh
menyelimuti daerah seluas lima tombak disekeliling tempat itu, jelas kakek baju
kuning itu ada 214 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
maksud membinasakan lawannya didalam sebuah
serangannya. Meskipun Gak In Ling sendiri belum lama terjunkan diri kedalam dunia persilatan
dan pengalamannya dalam menghadapi serangan lawan masih cetek. akan tetapi kecerdasan otaknya melebihi
orang lain, ketika serangan pertamanya tadi gagal mengenai lawannya, ia telah
menyadari kalau gelagat tidak menguntungkan bagi dirinya, dalam waktu yang amat
singkat itulah suatu cara untuk mengatasi krisis tersebut berhasil ia dapatkan-
Baru saja angin pukulan kakek baju kuning yang amat dahsyat itu hampir mengenai
tubuh-nya, mendadak Gak In Ling tertawa dingin, tubuhnya dengan cepat merendah
kebawah, dengan gerakan "To-coan-seng-gi" atau bulan berputar lintang bergeser,
badannya melayang kearah kanan dan dengan tepat sekali berhasil menghindarkan
diri dari datangnya ancaman angin pukulan yang datang dari arah depan-Diantara
bergeletarnya telapak kanan, secepat kilat ia lancarkan sebuah serangan kembali
dengan jurus "Keng-to-liat-an" atau ombak dahsyat retakkan pantai, dan dengan
cepat menerobos kearah iga kanan kakek baju kuning itu.
Tindakan tersebut kembali mengejutkan hati kakek baju kuning itu sehingga tanpa
sadar ia berseru tertahan, ia tak menduga kalau ilmu meringankan tubuh yang
dimiliki Gak In Ling jauh lebih lihay daripada dugaannya semula.
Berpikir sampai disini timbullah perasaan ingin menang sendiri dalam hati kakek
tua baju kuning itu, terhadap datangnya ancaman dari sisi tubuhnya itu bukan
saja ia tidak menghindar, sebaliknya malah menyongsong datangnya serangan
tersebut dengan keras lawan keras.
"Bagus sekali datangnya seranganmu itu " bentaknya keras.
215 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bersamaan dengan bentakan itu serangan pertama
dibuyarkan diganti dengan gerakan lain, tubuhnya berputar keSamping kiri. Dengan
jurus "Lek-peng-ngo gi" atau membumi rata lima bukit, dengan suatu kekuatan yang
luarbiasa bagaikan guntur yang membelah bumi disambutnya pukulan dari Gak In
Ling itu dengan kekerasan-Menyaksikan tindakan lawannya ini, napsu membunuh yang
amat tebal dengan cepat menyelimuti seluruh wajah Gak In Ling, ia mendengus
dingin dan angin pukulannya secara diam-diam ditambah pula dengan beberapa
bagian hawa murninya. Sementara itu kakek tua baju kuning itu jadi amat girang menyaksikan pemuda itu
menyambut datangnya ancaman itu tanpa menghindar, pikirnya didalam hati.
"IHm, bangsat cilik yang tak tahu diri, cahaya kunang-kunang berani diadu dengan
cahaya rembulan, rupanya engkau memang sudah bosan hidup dan ingin mencari jalan
kematian buat diri sendiri."
Belum habis ingatan tersebut berkelebat dalam benaknya, mendadak ia merasakan
datangnya daya tekanan tak
berwujud yang amat berat dan menembusi pertahanan angin pukulan daya kikangnya
dan langsung menerjang kearah dada.
Bersamaan itu pula angin pukulan yang dilepaskan olehnya seakan-akan terbentur
diatas sebuah dinding baja tak terwujud yang amat kuat, sedikitpun ia tak
berdaya untuk menembusinya .
Dalam keadaan seperti ini kakek tua baju kuning itu baru menyadari babwa
keadaannya sangat berbahaya dan gelagat kurang baik, untuk menghindarkan diri
sudah tak sempat lagi, ia segera menjerit tertahan-"Aduh celaka "
Belum habis jeritan itu berkumandang dari mulutnya, angin pukulan yang ia
lepaskan telah saling membentur dengan 216
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
daya kekuatan tak terwujud yang dilancarkan oleh Gak In Ling.
"Blaaaam..." ledakan dahsyat seakan-akan gugurnya bukit karang tertimpa gempa
segera menggoncangkan seluruh permukaan bumi disekeliling tempat itu, suara
pantulan nyaring menggema tak hentinya sangat memekakkan telinga, bisa
dibayangkan betapa dahsyatnya benturan yang baru saja berlangsung itu.
Ditengah kaburnya suasana karena pasir dan debu
beterbangan memenuhi seluruh udara, tubuh kakek tua baju kuning itu secara
berturut-turut mundur empat- lima langkah kebelakang dengan sempoyongan,
sepasang lengannya jadi linu dan kaku sehingga dengan lemas terkulai ke bawah,
hawa panas menekan dadanya membuat darah bergolak dengan kerasnya dan hawa murni
terasa tersumbat, dengan sorot mata yang berkunang-kunang, ia berpaling kearah
Gak In Ling. Sianak muda itu masih tetap berdiri tegak ditempat semula, air mukanya merah
berdarah diliputi napsu membunuh yang menakutkan sekali, pada saat itu dengan
pandangan yang bengis dan menyeringai seram sedang menatap kearahnya tanpa
berkedip. Buru-buru kakek tua baju kuning itu alihkan sorot matanya kearah lain- Dalam
hati kecilnya ia sudah mengaku kalah danjeri terhadap lawannya, akan tetapi
berhubung gerak-geriknya selalu diawasi oleh orang lain, kakek tua itu tak
berani menceritakan keadaan yang sebenarnya.
Terdengar Gak In Ling tertawa dingin dengan nada yang menyeramkan, kemudian
berkata. "Ong Pek Siu Jika engkau adalah seorang manusia yang bisa melihat gelagat, maka
sekarang juga sudah tidak sepantasnya bagimu untuk mencari penyakit buat diri
sendiri " 217 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Nada suara pemuda ini dingin, seram dan penuh
kewibawaan, membuat orang yang mendengar jadi bergidik dan ngeri.
Rupanya orang yang bernama Ong Pek Siu ini bakan lain adalah sang Loo-ji dari
Tay san sam- gi tiga setia kawan dari gunung Taysan yang nama besarnya sudah
menggetarkan seluruh dataran Tionggoan sejak belasan tahun berselang.
Pertarungan baru berlangsung beberapa gebrakan saja, kendatipun Ong Pek Siu
sudah menyadari bahwa ia bukan tandingan dari Gak In Ling namun sebagai seorang
jago yang punya nama besar dalam dunia persilatan tentu saja ia tak sudi untuk
mengaku kalah dan takluk dengan begitu saja.


Telapak Setan Karya Khu Lung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

setelah tarik napas panjang dan tenteramkan perasaan hatinya yang goncang ia
berkata. "Gak In Ling, engkau jangan terburu napsu, sekarang dirimu masih berada di
sarang naga gua harimau, kalau didalam dua-tiga jurus gebrakan engkau masih
belum dapat mengalahkan aku, maka selembar jiwamu untuk selamanya akan terbenam
dalam lembah ini " Gak in Ling tertawa dingin.
"Hee hee.... hee seandainya didalam satu gebrakan saja aku telah berhasil
menguasai dirimu ?" ia mengejek.
Mendengar perkataan tersebut mula-mula Ong Pek Siu nampak tertegun, kemudian
sambil menengadah keatas ia tertawa terbahak-bahak.
"Haa haa haa tentu saja aku akan menyerahkan diri kepadamu dan terserah engkau
hendak berbuat apa atas diriku, akan tetapi, percayakah engkau bahwa kemampuanmu
telah berhasil mencapai hingga tarap sedemikian tingginya ?"
Dalam hati kecilnya Gak In Ling sangat menguatirkan keselamatan ibunya, ia tidak
ingin terlalu lama bersilat lidah di sana sehingga membuang waktu dengan
percuma, sambil mendengus dingin perlahan-lahan telapak kanannya diangkat 218
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
keatas sambil bentaknya. "Ong Pek Siu, kenalkah engkau dengan telapak tanganku
ini ?" Ong Pek Siu segera alihkan sinar matanya kearah mana yang ditujukan kepadanya,
tetapi begitu melihat apa yang ditunjuk sianak muda itu kepada iya, dengan wajah
pucat pias bagaikan mayat karena ketakutan secara beruntun ia mundur beberapa
langkah kebelakang, serunya dengan suara tergagap.
"Te.. telapak maut " Kau....... kau telah berhasil meyakinkan ilmu telapak
maut ?" Gak In Ling mendengus dingin, selangkah demi selangkah perlahan-lahan ia maju
kedepan mendekati tubuh Ong Pek Siu.
Mengikuti semakin mendekatnya langkah Gak In Ling kearahnya, setindak demi
setindak Ong Pek Siu pun mengundurkan diri kebelakang.
Semula dia telah menghimpun segenap tenaga dalamnya untuk bersiap sedia
menghadapi serangan dari Gak In Ling sambil mengulur waktu dan menunggu
datangnya bala bantuan-Tetapi sekarang setelah ia menyaksikan "Telapak maut"
hatinya jadi bergidik dan pecah nyali, ia tahu dibawah serangan dahsyat dari
telapak maut tak mungkin ia dapat meloloskan diri dalam keadaan hidup,.... atau
dengan perkataan lain kesempatan jiwanya telah berada didalam cengkeraman lawan-
Kini yang terlintas didalam benaknya hanyalah bagaimana caranya untuk meloloskan
diri dari tangan elmaut, ia sedang berusaha untuk menyelamatkan diri sebelum
malaikat elmaut sempat datang untuk menjemput sukmanya pulang ke-aLam baka.
219 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Waktu berlalu dalam keheningan dan kesepian yang
mencengkam disekeliling tempat itu, dari balik kabut putih yang tebal sering
kali terdengar dengusan napas Ong Pek Siu yang berat serta memperdengarkan
rintihan karena ngeri dan takutnya itu.
Tiba-tiba Ong Pek Siu yang sedang mundur kebelakang segera menghentikan
tubuhnya, air mukanya seketika berubah hebat dan keringat dingin mengucur keluar
membasahi seluruh tubuhnya, tak usah berpaling lagi ia telah mengetahui bahwa
dirinya telah mengundurkan diri sehingga tiba ditepi jurang yang amat terjal.
Sedikitpun tidak salah dibelakang tubuhnya terbentang sebuah tebing yang curam
dengan jurang yang menganga dibelakangnya, kabut putih yang amat tebal
menyelimuti daerah sekeliling tempat itu membuat orang sulit untuk melihat jelas
jurang tersebut, serta menentukan berapa dalamkah jurang itu.
Selangkah demi selangkah Gak In Ling maju mendekat, sekarang Ong Pek Siu tak
dapat mundur lagi kebelakang, perasaan hatinya mengikuti langkah kaki lawannya
yang semakin mendekat terasa bergidik dan berdebar dengan kerasnya.
Pada saat tubuh Gak In Ling sudah berada kurang lebih tiga depa dihadapan Ong
Pek Siu itulah tiba-tiba sekilas bayangan terlintas dalam benak kakek tua baju
kuning itu, dengan cepat ia membentak keras.
"Gak In Ling, kalau engkau ada maksud untuk
membinasakan ibumu didalam lembah pemutus sukma ini, silahkan engkau maju
mendekat satu langkah lagi kedepan "
Ancaman ini ternyata mendatangkan hasil yang amat manjur, mendengar ucapan
tersebut tanpa sadar Gak In Ling menghentikan langkah kakinya.
220 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ong Pek Siu tarik napas panjang-panjang, keringat dingin telah membasahi telapak
tangannya, sambil berusaha keras untuk menenangkan hatinya ia mengejek. "Hm
Kenapa" Kenapa engkau tidak lanjutkan seranganmu itu ?"
napsu membunuh yang semula menyelimuti seluruh wajah Gak In Ling, perlahan-lahan
makin berkurang, sambil tertawa dingin serunya. "Hee hee hee engkau hendak
menakut-nakuti aku ?"
Setelah hatinya berhasil ditenangkan, Ong Pek Siu tertawa terbahak-bahak.
"Haa haa haa menakut-nakuti dirimu " Kalau engkau menganggap ucapanku itu hanya
gertak sambal belaka dan sengaja hanya untuk menakut-nakuti dirimu, kenapa tidak
kau lanjukan seranganmu itu ?"
Dalam suara gelak tertawanya terdengar agak gemetar, sayang sekali pada waktu
itu benak Gak In Ling sedang dipenuhi oleh persoalan lain, sehingga titik
kelemahan itu sama sekali tak diperhatikan olehnya.
Setelah suasana hening untuk beberapa saat lamanya kembali Gak In Ling tertawa
dingin sambil ujarnya. "Sebelum engkau berhasil memaksa ibuku sehingga menemui ajalnya, setiap saat aku
orang she Gak mampu untuk membinasakan dirimu" seketika itu juga Suatu ingatan
kecil tiba-tiba berkelebat didalam benak Ong Pek Siu, sengaja ia melirik sekejap
kearah belakang tubuhnya, lalu sambil tertawa dingin pula, ejeknya.
"Hee hee menurut anggapanmu, di-tempat ini hanya terdiri engkau dan aku dua
orang belaka ?" "Hm Setelah aku berani memasuki lembah pemutus sukma ini seorang diri, itu
menandakan pula bahwa dalam hati kecilku sudah sama sekali tak pandang sebelah
matapun terhadap kalian"
221 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"IHaa haa engkau pandang sebelah mata terhadap kami atau tidak- itu urusanmu
sendiri, yang menjadi persoalan sekarang adalah setelah kematianku maka ibumu
pun segera akan ikut menghembuskan napasnya yang terakhir, selisih waktu
diantara kami berdua tak akan berbeda dalam seperempat jam belaka."
Sekali lagi Gak In Ling merasakan hatinya terkesiap sehingga darah dalam
tubuhnya terasa tersirap. apa yang diucapkan oleh Ong Pek Siu barusan boleh
dibilang dapat diterima dengan akal sehat, dan kemungkinan besar untuk terjadi
peristiwa semacam ini pun ada, hal ini membuat orang lain jadi sulit untuk
membedakan apakah ucapan itu merupakan suatu siasat licik dari lahirnya ataukah
merupakan kenyataan-Keadaan Gak In Ling pada saat ini benar-benar terdesak
sekali, waktu baginya untuk putar otak sempit sekali dan untuk sesaat sulit
baginya untuk menemukan jalan yang paling baik untuk mengatasi kesulitannya itu,
hatinya jadi amat cemas bercampur gelisah sehingga keadaannya
bagaikan semut yang berada diatas kuali panas.
Perlahan-lahan Ong Pek Siu mulai menggeserkan kakinya kedepan, ujarnya dengan
suara lantang. "Gak In Ling, sekarang hanya ada dua jalan yang dapat kau pilih menurut seleramu
sendiri " "Dua jalan yang bagaimana ?" tanya Gak In Ling tanpa terasa, dalam kesulitannya
untuk memperoleh jalan pemecahan yang paling baik untuk mengatasi persoalan itu,
ia ajukan pertanyaan tanpa disadari.
Ong Pek Siu tertawa bangga.
"Haa haa haa sebenarnya gampang sekali jalan yang kuberikan kepadamu itu, cuma
sayang aku takut engkau tak akan menerimanya." Airmuka Gak In Ling berubah
hebat, tegur nya dengan nada ketus.
222 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hm, rupanya engkau sengaja sedang mengulur waktu ?"
Ong Pek Siu tertawa ringan-
"Aku tak perlu mengulur waktu karena aku tahu bahwa engkau adalah seorang anak
yang berbakti, tak mungkin engkau lakukan perbuatan secara gegabah." Menyaksikan
kesemuanya itu dalam hati kecilnya Gak In Ling segera berpikir.
"Sungguh tak kusangka akhirnya aku Gak In Ling pun terjatuh kedalam
cengkeramannya, apakah keturunan keluarga Gak harus berakhir sampai disini
saja." Berpikir sampai disini, rasa sedih dan murung dengan cepat menyelimuti seluruh
wajah dan sorot matanya memancarkan napsu membunuh yang semua menyelimuti
seluruh wajahnya. Terdengar ia menghela napas panjang dengan suara yang amat berat, kemudian
berkata. "Kalau begitu cepatlah katakan kepadaku"
"Jalan pertama menerjang masuk kedalam lembah pemutus sukma ini dengan jalan
kekerasan, cuma sebagai imbalan dari perbuatannya itu mungkin selembar jiwa
ibumu akan ikut melayang tinggalkan raganya."
"Bagaimana dengan jalan yang kedua ?" tanya Gak In Ling dengan suara amat
gelisah. Sekilas cahaya keji berkelebat diatas wajah Ong Pek Siu, sambil menyeringai
seram jawabnya. "Jalan yang kedua, bersama ibumu dikurung dalam sebuah gua yang lembab dan
gelap." Beberapa patah kata ini bagaikan beribu-ribu batang anak panah yang bersama-sama
menembusi ulu hati Gak In Ling, mendatangkan siksaan bathin yang tak terkirakan
hagi sianak muda itu, dengan cepat ia menyeka wajahnya yang merah padam dan
bermandikan keringat, sementara sang badan gemetar keras menahan emosi Lama lama
sekali, akhirnya 223 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dengan suara gemetar Gak In Ling berseru keras. "Engkau...
kau hatimu benar-benar kejam "
"Haa. ... haa haa aku bisa berbuat seperti ini karena demi engkau." jawab ong Pe
Siu dengan nada yang menyeramkan, senyum licik tersungging di ujung bibirnya.
---ooo0dw0ooo--- Jilid 7 "KARENA aku kenapa karena aku?"
"Sedikitpun tidak salah, karena engkau. Karena dari antara keluarga Gak hanya
engkaulah satu-satunya orang yang masih tetap hidup diaLam yang bebas."
Dari balik sorot mata Gak In Ling yang sayu secara lapat-lapat mulai diliputi
oleh cahaya airmata yang amat tipis, dengan suara berat dia segera bertanya.
"Gua itu berada di mana ?"
"Itu.. .. didepan sana, kurang lebih lima tombak dari tempat ini." jawab Ong Pek
Siu sambil memandang sekejap kearah depan- "Apakah engkau hendak pergi kesitu?"
Dengan perasaan hati yang amat berat Gak In Ling
menganggap sekarang ia sudah kehilangan semangatnya untuk melakukan pertempuran-
Melihat keadaan musuhnya, Ong Pek Siu segera tertawa dan berkata kembali.
"Setelah engkau pergi kesana. mungkin peria yanan kami terhadap kalian akan jauh
lebih baik karena mulai sekarang sudah tiada orang lain dari keluarga Gak yang
hidup diaLam bebas lagi, tetapi engkau jangan bermaksud untuk melarikan diri
dari tempat ini karena disekeliling gua batu itu telah dipasang alat rahasia
yang dapat menghabisi jiwa kalian-Memandang pada hubungan persahabatanku dengan
224 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
mendiang bapakmu, mau tak mau harus kuberi peringatan lebih dahulu kepadamu..."
Selesai berkata ia putar badan dan berjalan menuju kearahh samping sebelah
kanan, serunya kembali. "Mari ikutilah aku"
Gak In Ling dengan mulut membungkam dalam seribu
bahasa mengikuti dibelakang tubuhnya keadaanpemuda tersebut pada saat ini
bagaikan sudah kehilangan semangat dan pikiran, benaknya kosong melompong tak
ada yang bisa dipikirkan sementara pandangan matanya jadi kabur dan berkunang-
kunang. Kurang lebih setelah berjalan sejauh lima tombak dari tempat semula, tiba-tiba
Ong Pek Siu berhenti didepan sebuah batu putih yang menonjol keluar dari atas
permukaan tanah, sambil berpaling memandang kearah Gak In Ling ujarnya lagi.
"Tuh. guanya berada didepan sana."
Sambil berkata ia menuding kearah sebuah batu putih lagi yang berada diarah
sebelah kanan setelah itu tanyanya.
"Mampukah- engkau meloncat kedepan sana?"
Dengan kaku Gak In Ling anggukkan kepalanya, ia
enjotkan badan dan siap meloncat kedepan-
Tiba-tiba oag Pek Siu berkata kembali.
"Tunggu sebentar, alat rahasia dan alat jebakan yang berada disekeliling tempat
itu belum kumatikan-"
Sambil berkata ia memutar batu putih yang menonjol keluar dari atas tanah itu
kearah sebelah kanan, dari balik kabut putih yang amat tebal segera berkUmandanglah suara
gemerincing yang amat nyaring.
Setelah suara gemerincing tadi sirap dari udara, Ong Pek Siu baru berkata dengan
wajah serius. 225 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sekarang engkau boleh meloncat kedepan- ingat, jangan sampai melampaui enam
tombak. kalau tidak aku tak berani menjamin akan keselamatan jiwamu "
Gak ln Ling berusaha mengerahkan kemampuannya untuk memandang kearah depan,
namun yang terlihat hanyalah kabut pUtih yang amat tebal belaka, ia menghela
napas panjang dan berkata.
"Aaaiii sungguh tak kunyana begitu banyak sahabat-sahabat karib yang mempunyai
hubungan persahabatan dengan ayahku dimasa yang lampau, sebenarnya tidak lebih
hanya manusia-manusia laknat yang tak kenal budi dan tak setia kawan-"
"Ha.... haa...... haa itulah yang dinamakan watak manusia ditolong langit dingin
bagaikan es, hubungan persaudaraan tipis bagaikan kertas."
Seberkas cahaya gusar memancar keluar dari balik mata Gak In Ling, ditatap wajah
lawannya tanpa berkedip kemudian serunya keras.
"Benar, manusia memang berwatak dingin bagaikan salju, tipis bagaikan kertas."
Bicara sampai disitu, tubuhnya dengan cepat melompat masuk kebalik kabut putih
yang amat tebal itu. Dengan perasaan terperanjat Ong Pek Siu mundur dua langkah kebelakang, pada saat
itulah dalam hati kecilnya timbul perasaan iba bercampur menyesal.
Mendadak dari arah belakang berkumandang suara teguran seseorang dengan suara
dingin. "Ong Pek Siu, kemana perginya Gak in Ling ?"
Mendengar pertanyaan itu dengan cepat Ong Pek Siu putar badan, lalu sambil
tertawa jawab nya. 226 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Toako, rupanya Gak In Ling sudah turun ke bawah."
sambil berkata ia tuding kearah belakang tubuhnya.
orang yang baru saja datang adalah seorang kakek tua berusia lima puluh tahunan
yang mempunyai warna pakaian serta dandanan yang persis seperti Ong Pek Siu,
mukanya kurus dengan alis tebal mata kecil, jeng got pendek dan wajah yang amat
dingin. Terdengar kakek tua baju kuning itu tertawa dingin dan berkata "Hee hee,
hee, sebentar lagi kokcu akan tiba disini."
"Urusan ditempat ini telah kuselesaikan secara sempurna, ada urusan apa dia
orang tua datang kemari ?" tanya Ong Pek Siu dengan air muka berubah hebat.
"IHm Selamanya dia orang tua tak pernah bergerak secara sembarangan, apa maksud
kedatangannya semestinya engkau harus tahu "
Perasaan tidak tenang mulai melintas diatas wajah Ong Pek Siu, denganjantung
berdebar keras serunya kembali. "Apakah dia orang tua merasa tidak lega hati ?"
"Dia orang tua sudah mengetahui kalau Gak In Ling berhasil kau tipu untuk
meloncat masuk kedalam jurang pemutus sukma, tetapi sayang sekali kedatangannya
masih tetap terlambat satu langkah."
"Bukankah dia ada maksud untuk mencabut selembar jiwanya ?" seru Ong Pek Siu
lagi dengan hati gelisah. Tiba-tiba kakek tua itu tertawa dingin.
"He .... he apakah beliau pernah mengatakan demikian kepadamu?" serunya.
Ong Pek Siu jadi amat terperanjat, sekarang rupanya ia sudah tahu tujuan serta
maksud kedatangan sang kokcu ketempat itu, dengan penuh ketakutan dan perasaan
ngeri ia berseru. 227 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Kalau bukan sahabat tentulah musuh, Gak In Ling..."
Kembali kakek tua itu tertawa dingin.
"He he he.... . ilmu silat yang dimiliki Gak In Ling jauh lebih lihay dan ampuh
beberapa kali lipat dari dirimu sendiri, keuntungan yang dia berikan terhadap
lembah pemutus sukmapun jauh lebih besar daripada keuntungan yang kau berikan


Telapak Setan Karya Khu Lung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

terhadap lembah.... ucapan ini tentu dapat kau pahami bukan ?"
Sekarang Ong Pek Siu benar-benar sudah menyadari akan serius serta gawatnya
masalah yang sedang ia hadapi, demi keselamatan selembar jiwa nya kakek tua itu
sudah tidak memikirkan tentang gengsi atau nama baik lagi, dengan nada merengek
pintanya. "oh, toako bagaimanapun juga diantara kita pernah terjalin hubungan persaudaraan
yang sangat akrab, usahakanlah untuk menyelamatkan selembar jiwaku oh, toako,
tolonglah aku... selamatkan diriku dari ancaman bahaya."
Air muka kakek tua itu tetap kaku dan dingin, sedikitpun tidak tergerak hatinya
oleh rengekan saudaranya ini, dengan suara ketus kembali ia berkata.
"Maafkanlah daku Dalam lembah ini hanya membicarakan soal pahala dan sama sekali
tidak kenal apa artinya persaudaraan atau persahabatan, karena itu maafkanlah
aku tak mungkin iku bisa membantu atau menolong untuk selamatkan jiwamu."
Sepasang biji mata Ong Pek Siu berputar tidak hentinya memandang sekeliling
tempat itu, tiba-tiba ia putar badan dan berlarian menuju ke lorong batu sebelah
depan-Pada saat itulah tiba-tiba dari arah belakang berkumandang datang suara
bentakan yang amat dingin dan menyeramkan-
"Berhenti " 228 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bersamaan dengan berkumandangnya suara bentakan yang amat nyaring dan mengerikan
itu, karang lebih lima depa dihadapan Ong Pek Siu tiba-tiba meloncat keluar
seorang manusia berkerudung kain merah yang menatap wajah kakek itu dengan
sepasang sorot matanya yang dingin, sadis dan menyeramkan, keadaan orang itu
seakan-akan sedang berhadapan dengan seorang musuh besarnya yang sudah mengikat
dendam sakit hati sedalam lautan dengan dirinya.
Terkesiap hati Ong Pek Siu menyaksikan kemunculan manusia berkerudung merah itu,
keringat dingin mengucur keluar membasahi seluruh tubuhnya.
Setelah jalan pergi dihadapannya terhadang oleh seorang jago lihay, kakek tua
she ong itu tidak berani melanjutkan perjalanannya menuju ke depan, buru-buru ia
menghentikan badannya dan melompat kearah samping sebelah kiri.
Siapa tahu baru saja ia menggerakkan tubuhnya kembali terdengar seseorang
membentak dengan suara yang dingin menyeramkan. "Berhenti"
Kurang lebih lima depa dihadapannya, kembali muncul seorang manusia berkerudung
merah yang menghadang jalan perginya.
Setelah menyaksikan kesemuanya itu, Ong Pek Siu baru menyadari bahwa dia telah
terjebak dalam suatu pengepungan yang sangat rapat, kendatipun begitu sepasang matanya masih berputar
dan menyapu sekeliling tempat itu tiada hentinya seakan-akan ia sedang berusaha
untuk mencari kesempatan hidup ditengah lingkungan yang sudah tidak mungkin
terjadi itu. Akan tetapi di mana sorot matanya berputar disanalah ia temukan sorot mata
dingin menyeramkan yang sedang menatap ke arahnya, kecuali itu sudah tiada jalan
lain lagi untuk meloloskan diri, bahkan untuk menerjunkan diri kedalam jurang
yang dalampun sudah tak mungkin lagi, 229
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
karena diantara berdiri pula seorang manusia berkerudung merah yang menghadang
jalan perginya . Bersamaan dengan putusnya harapan untuk meloloskan diri dari mara bahaya,
selintas pikiran yang mengerikan dengan cepat menyelimuti seluruh benak Ong Pek
Siu, dia merasa seakan-akan kematian sudah berada diambang pintu, wajahnya yang
sudah memucat kini kian menghijau
sementara keringat dingin mengucur keluar tiada hentinya membasahi seluruh
badan-Ia tarik napas panjang-panjang, dengan suara yang mendekati suatu rengekan
serunya kepada orang-orang berkerudung merah yang berada disekeliling tempat
itu. "Saudara-saudara sekalian, aku orang she ong percaya bahwa dihari-hari biasa tak
pernah aku berbuat sesuatu kesalahan yang menyinggung perasaan kalian semua,
kenapa sekarang kalian mendesak dan memaksa diriku terus menerus sehingga
menyudutkan aku orang she ong kedalam lembah kematian ?"
Suara tertawa dingin yang ketus dan menyeramkan
berkumandang dari sekeliling tempat itu, terhadap ucapan dari Ong Pek Siu itu
bukan saja orang-orang itu sama sekali tidak memperlihatkan rasa iba atau
kasihan, sebaliknya mereka menunjukkan rasa girang, seakan-akan mereka merasa
gembira karena ada orang sedang tertimpa oleh bencana.
Menyaksikan kesemuanya itu sadarlah Ong Pek Siu
bahwasanya semua penghuni didalam lembah pemutus sukma adalah manusia-manusia
durjana yang kejam dan tidak mengenal prikemanusiaan, berbicara terhadap mereka
boleh dibilang sama sekali tak ada gunanya.
Timbullah ingatan didalam benak kakek tua itu untuk melakukan perlawanan yang
gigih hingga titik darah penghabisan, ia mengambil keputusan untuk melakukan
perlawanan daripada mendahului dibunuh dengan begitu saja.
230 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sinar mata yang amat tajam memancar keluar cari balik matanya, dengan suara
berat ia segera berseru. "Saudara-saudara sekalian, seandainya kalian masih juga mendesak diriku terus
menerus, jangan salahkan kalau aku melakukan perlawanan yang gigih hingga titik
darah penghabisan" ucapan tersebut diutarakan keluar dengan suara yang berat dan
tegas, seolah-olah dia sedang memperlihatkan kenekadannya itu kepada semua
orang. Suara tertawa dingin secara susul-menyusul berkumandang kembali dari sekeliling
tempat itu para manusia berkerudung merah yang berada di sekitar sana mulai
menghimpun segenap kekuatan tubuhnya keatas telapak, dengan tenang ditunggu nya
Ong Pek Siu untuk melancarkan serangan-Melihat kesemuanya itu Ong Pek Siu pun
menyadari, apabila ia tidak melakukan perlawanan niscaya jiwanya akan musnah
secara konyol, dalam hati segera pikirnya.
"Bisa bunuh seorang berarti ada teman seorang, daripada duduk terpekur sambil
menantikan datangnya elmaut jauh lebih baik melakukan perlawanan sedapat
mungkin, siapa tahu kalau dengan caraku ini justru selembar jiwaku berhasil
diselamatkan dari bahaya kematian-Ingatan tersebut bagaikan kilat cepatnya
berkelebat lewat dalam benak kakek tua itu, sepasang telapaknya segera diangkat
dan siap melancarkan serangan-Pada saat itulah sebelum serangan pertama sempat
dilepaskan tiba-tiba dari sisi telinganya berkumandang datang suara teguran
seseorang dengan nada yang tajam sehingga terasa amat memekakkan telinga. "ong-
heng, sungguh gagah sekali lagakmu itu."
Walaupun nada suaranya amat mendatar dan biasa sekali, namun entah apa sebabnya
suara itu mendatangkan suatu pengaruh yang sangat aneh sekali, membuat orang
yang mendengarkan jadi terkesiap bercampur ngeri.
231 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Sekujur badan Ong Pek Siu gemetar keras setelah
mendengar teguran itu, keringat sebesar kacang kedelai mengucur keluar membasahi
seluruh tubuhnya, tenaga dalam yang sudah dihimpun kedalam sepasang telapaknya
tanpa disadari telah buyar dan lenyap dengan begitu saja, sepasang matanya
dengan sorot penuh kengerian dan keseraman celingukan memandang kesana-kemari
mencari berasalnya suara itu, keadaan kakek tua itu tak ubahnya bagaikan seorang
hukuman yang sedang menantikan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya, sedikitpun
tiada bertenaga untuk melakukan perlawanan.
Kurang lebih lima tombak dari tempat itu terdirilah seorang kakek tua berjubah
putih, bermuka merah bercahaya dan berjenggot panjang semua, pada waktu itu
kakek tersebut sambil tersenyum sedang memandang kearah Ong Pek Siu, sepintas
lalu, mukanya nampak begitu ramah dan penuh perasaan welas-kasih.
Ketika sorot mata Ong Pek Siu saling membentur dengan sorot mata kakek tua itu,
mendadak badannya gemetar keras bagaikan kena aliran listrik, dengan suara
gemetar serunya lirih. "Kokcu "
Kakek tua itu tertawa dan mengangguk.
"Hmm, kalau kutinjau dari gerak-gerik ong heng, rupanya engkau sudah bersiap
sedia untuk melepaskan diri dari ikatan lembah ini serta pergi dari sini. Aku
jadi heran, sebenarnya dalam hal apakah kami telah bersikap kurang baik sehingga
mendatangkan perasaan tak puas bagi diri ong-heng ?"
"Tecu tidak berani..." buru-buru Ong Pek Siu menjawab.
"oh, kalau begitu akulah yang sudah banyak menaruh curiga terhadap dirimu.
Tetapi, kenapa mereka telah mengepung diri ong-heng sedemikian ketatnya ?"
Nada suara kakek tua itu kian lama kian bertambah berat dan mantap. membuat
orang merasakan dadanya sesak dan 232
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
sukar untuk bernapas. Tercekat hati Ong Pek Siu, tanpa disadari ia berseru.
"Karena tecu telah melakukan kesalahan-.."
"oh, jadi karena sudah melakukan kesalahan maka engkau hendak melarikan diri ?"
tanya kakek itu sambil tertawa^
Ong Pek Siu membungkam dalam seribu bahasa setelah mendengar ucapan tersebut,
perlahan-lahan ia tundukkan kepalanya.
Serentetan cahaya tajam yang sangat menggidikkan hati memancar keluar dari balik
mata kakek berbajuputih itu, ia menatap tajam wajah Ong Pek Siu beberapa saat
lamanya kemudian sambil tertawa seram serunya.
"ong-heng, masih ingatkah engkau dengan pantangan ketiga dari lembah kita ini?"
Ong Pek Siu menengadah keatas dengan perasaan kaget, wajahnya berubah hebat dan
ngeri bercampur seram melintas dimukanya, ia segera membantah.
"Tecu membohongi Gak In Ling serta melenyapkan dirinya dari permukaan bumi
adalah demi keselamatan lembah kita dikemudian hari."
"Karena apa ?" "Karena Gak In Ling sangat membenci lembah pemutus sukma kita hingga merasuk
ketulang sumsumnya, oleh karena itu tecu beranggapan bahwa dia tak akan bersedia
untuk tunduk kepada lembah kita serta berbakti kepada kita, maka..."
"Maka engkau lantas turun tangan keji dan menyingkirkan pemuda itu dari sini ?"
sambung kakek baju putih itu dengan nada suara yang jauh lebih lunak.
"Benar" dengan perasaan hati agak lega Ong Pek Siu menganggukkan kepalanya.
233 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau tidak mempunyai perasaan pribadi untuk melindungi ataupun
menyelamatkan jiwanya dari mara bahaya
?" "Tidak" jawab Ong Pek Siu dengan tegas "aku sama sekali tidak mempunyai pikiran
untuk melindungi ataupun menyelamatkan jiwanya dari bahaya maut "
"Lalu menurut anggapanmu pada saat ini Gak In Ling berada dalam keadaan mati
atau dalam keadaan hidup ?"
"Jurang tingginya mencapai seratus tombak lebih, setelah terjatuh kedalam jurang
sedalam ini tentu saja ia telah menemui ajalnya."
"Oooh.... ya" Kalau begitu aku ingin bertanya lagi, pada saat ini air didalam
jurang tersebut sedang pasang atau surut
?" "Pasang" jawab Ong Pek Siu tanpa berpikir panjang.
Tapi begitu ucapannya tersebut terlontar keluar dari mulutnya, tiba-tiba satu
ingatan, berkelebat dalam benaknya, perasaan hatinya jadi terkesiap dan diam-
diam ia berseru didalam hati kecilnya.
"Aduuuh habislah sudah riwayatku, aku tidak teringat kalau air sungai didalam
jurang itu sedang pasang."
Sementara itu Air muka kakek berjenggot panjang telah berubah jadi hijau
membesi, dengan keren ia bertanya kembali.
"Aku dengar Gak In Ling mempunyai ilmu berenang yang sangat baik sekali, entah
benarkah perkataan itu ?"
Sambil berkata dengan sepasang matanya yang tajam bagaikan sebilah pisau belati
ia menatap wajah Ong Pek Siu tanpa berkedip. dari keadaannya itu seakan-akan ia
hendak menembusi isi perutnya serta mengawasi perasaan hati orang.
234 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Air muka Ong Pek Siu yang semula sudah berubah jadi tenang kembali, kini berubah
kembali jadi pucat pias bagaikan mayat.
"Perkataan itu sedikitpun tidak salah." jawabnya. "Dan tecu telah mengetahui
dosa-dosa yang telah kulakukan-" Kakek berjenggot panjang itu segera tertawa
dingin. "He..... he. he.... . karena itu, kalau ada orang mengatakan bahwa engkau ada
maksud untuk melepaskan Gak ln Ling dari mara bahaya, tuduhan ini tidak bakal
salah, bukan?" Ong Pek Siu gelengkan kepalanya.
"Tecu telah menghianati ibu serta cicinya, sekalipun aku ada maksud untuk
menebus dosa untuk berbuat kebaikan terhadap dirinya, belum tentu Gak In Ling
bersedia untuk menerima jasa baikku itu, apalagi..."
"Apalagi engkau setia terhadap lembah pemutus sukma bukan?" sambung kakek
berjenggot panjang dengan cepat.
Ong Pek Siu mengangguk tanda membenarkan.
"Tecu memang sungguh-sungguh setia terhadap lembah pemutus sukma " ia menjawab.
Air muka kakek berjenggot panjang yang mudah berubah-ubah itu tiba-tiba
tersungging oleh satu senyuman yang dingin, ia berkata.
"Sejak dahulu kala sampai sekarang aku mempunyai sebuah pantangan yang tidak
dicantumkan didalam tulisan, apakah ong-heng tahu apa pantanganku itu ?"
Ong Pek Siu tak dapat menebak maksud hati ucapan
tersebut, terpaksa dengan perasaan bingung dia gelengkan kepalanya.
"Maafkanlah kebodohan tecu, aku sama sekali tidak memahami apakah arti yang
sebenarnya dari perkataan kokcu itu?"
235 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Engkau tak usah berlaku sungkan-sungkan, aku akan segera memberitahukan
pantanganku itu kepadamu "
Tiba-tiba ia menatap wajah lawannya dengan cahaya mata berkilat, lalu dengan
suara dalam sambungnya lebih jauh.
"Selama hidup aku melakukan perbuatan, lebih baik membunuh mati sembilan puluh
sembilan orang baik secara penasaran daripada melepaskan seorang manusia jahat."
suaranya dingin menyeramkan membuat siapapun yang mendengar merasakan bulu
romanya pada bangun berdiri.
Air muka Ong Pek Siu berubah hebat, lama sekali ia berdiri gelagapan namun tak
sepatah katapun yang sanggup
diutarakan keluar. Sambil melotot bulat kearah Ong Pek Siu, terdengar kakek berjenggot panjang itu
berseru kembali. "ong heng, menurut anggapanmu benar atau tidak pantanganku itu?"
orang ini benar-benar sadis dan sama sekali tidak kenal akan perikemanusiaan,
hendak membunuh orangpun ia masih sempat untuk mengatakan kepada korbannya kalau
pembunuhan tersebut dilakukan atas dasar kebenaran.
Rupanya Ong Pek Siu sendiripun telah menyadari bahwa tiada harapan lagi baginya
untuk melanjutkan hidup, golakan hatinya malah jauh berkurang malah ia kini
semakin tenang daripada keadaan semula, yang dipikirkan olehnya pada saat ini
adalah mencari jalan keluar untuk meringankan penderitaannya sebelum malaikat
Elmaut merenggut selembar jiwanya.
Sesudah termenung dan berpikir beberapa saat lamanya, Ong Pek Siu pun berkata.
"Sebelum tecu melaksanakan hukuman karena melanggar pantangan dari peraturan
lembah ini, terlebih dahulu tecu akan mengajukan suatu permintaan, apakah kokcu
bersedia 236 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
untuk menyanggupi permintaan terakhir dari tecu ini?" Kakek berjenggot panjang
itu tertawa dan mengangguk.
"Memandang pada keberanianmu untuk menghadapi hukuman, tentu saja aku bersedia
untuk menyanggupi keinginanmu itu Nah, katakanlah apakah keinginanmu itu ?"
suaranya amat tenang sekali..
Ong Pek Siu tidak langsung menjawab, dalam hati kembali ia berpikir.
"Sebelum aku orang she ong menemui ajal. akan kulihat lebih dahulu sampai
dimanakah kelicikanmu itu." berpikir sampai disini ia segera berkata.
"Semua orang didalam dunia persilatan mengetahui bahwa
"cian-bin-jin" manusia muka seribu mempunyai kepandaian silat yang sangat tinggi
dan tiada bandingannya dikolong langit, akan tetapi belum pernah ada orang yang
menyaksikan raut wajah aslinya, permintaan tecu sebelum menemui ajal adalah
ingin sekali menyaksikan raut wajah kokcu yang sebenarnya... apakah kokcu
bersedia memenuhi keinginan tecu ini ?"
Sekilas cahaya tajam memancar keluar dari balik mata kakek berjenggot panjang
atau manusia muka seribu itu, tetapi dalam sekejap mata kilatan cahaya tajam
tersebut sudah lenyap kembali dari pandangan- ia sengaja tertawa nyaring dan
menjawab. "Haa .... haa haa.... tidak sulit kalau kau ingin menyaksikan raut wajah asliku.
Nah, sekarang lihatlah "


Telapak Setan Karya Khu Lung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Sambil berkata segera tangannya menyeka diatas raut wajahnya, dari wajah seorang
kakek berjenggot panjang dalam waktu singkat ia telah berubah jadi seorang pria
setengah baya yang berwajah pucat pias bagaikan mayat.
Semua orang yang hadir di tempat itu merasakan hatinya tergetar keras sesudah
menyaksikan raut wajah tersebut, jelas 237
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
orang-orang itu kendatipun sudah amat lama bergaul dengan orang ini akan tetapi
selamanya belum pernah menyaksikan raut wajah aslinya.
Ong Pek Siu segera tertawa dan berkata.
"Terima kasih atas kesediaan kokcu untuk memenuhi harapan tecu, sehingga tecu
dapat cucimata serta membuka mataku, cuma..."
"cuma kenapa?" tukas manusia muka seribu.
Kembali Ong Pek Siu tertawa dan berkata "cuma kokcu mempunyai julukan sebagi
manusia muka seribu, karena itu tecu percaya bahwa raut wajah yang tecu sedang
dihadapi sekarang bukanlah raut wajah aslimu."
Keberanian Ong Pek Siu untuk mendesak kokcunya agar memperlihatkan raut wajah
aslinya ini amat mengejutkan hati setiap orang yang hadir ditempat itu, karena
dihari-hari biasa siapa pun tak berani mengucapkan sepatah katapun yang bernada
tidak percaya dihadapan kokcunya.
napsu membunuh dengan cepat melintas di wajah manusia muka seribu, tapi sesaat
kemudian orang itu berhasil menguasai kegusarannya yang menyelimuti hatinya dan
mengangguk. "He he.... he rupanya dihari-hari biasa aku telah memandang rendah ketajaman
mata ong-heng" ia berseru sambil tertawa dingin tiada hentinya.
"Kokcu terlalu memuji." seru Ong Pek Siu. Rupanya kakek tua ini sudah menyadari
bahwa jiwanya tak mungkin bisa diselamatkan lagi karena itu bantahan-bantahannya
diutarakan dengan tenang dan sama sekali tidak diliputi perasaan cemas atau
kuatir. Manusia muka seribu atau Toan-hun Kokcu itu sekali lagi menyeka raut wajahnya,
kemudian sambil menengadah 238
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
katanya. "ong-heng, sekarang engkau tentu merasa puas bukan ?"
Dari seorang pria setengah baya yang bermuka pucat pias bagaikan mayat kini ia
telah berubah jadi seorang kakek tua yang berwajah penuh keriput serta nampak
kedesa-desaan. Dalam hati kecilnya Ong Pek Siu menghela napas panjang, pikirnya.
"Aaaiii manusia hidup dikolong langit memang banyak terdapat keanehan, siapa
yang akan menduga diatas wajah orang ini bisa memakai topeng kulit manusia yang
sedemikian banyaknya ?" berpikir sampai disini ia segera gelengkan kepalanya.
"Kokcu, aku percaya wajahmu yang sekarang ini masih tetap merupakan raut wajah
yang bukan sebenarnya "
Manusia muka seribu segera tertawa dingin tiada hentinya.
"He hee hee ong-heng, apakah engkau hendak menguliti seluruh raut wajahku ?"
serunya. Dari balik sorot matanya memancar keluar serentetan napsu membunuh yang
mengerikan sekali. Ong Pek Siu segera berpikir didalam hatinya.
"Rupanya kalau sekarang juga aku tidak melakukan bunuh diri, mungkin sudah tiada
kesempatan lagi bagiku untuk melakukannya ?" Berpikir sampai disini, sengaja ia
tertawa dingin sambil mengejek.
"Bukankah engkau mempunyai julukan sebagai manusia muka seribu, sekalipun topeng
kulit manusia yang kau kenakan tiada berjumlah seribu lembar, paling banyak
sepuluh lembar, sudah lama aku melakukan perjalanan dalam dunia persilatan, akan
tetapi belum pernah aku mengalami peristiwa penipuan seperti ini"
239 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Nada suaranya sangat tidak sungkan, bahkan kasar dan keras sekali kedengarannya,
jelas dia ada maksud untuk menggusarkan hati manusia muka seribu itu.
Mendengar ucapan tersebut mula-mula manusia muka
seribu merasa amat gusar sekali, tiba-tiba satu ingatan berkelebat lewat dalam
benaknya, diam-diam ia tertawa dingin dan berpikir.
"Hmm, berada dihadapanku engkau berani
memperhitungkan sie-poa mu dengan seenak hati, engkau sudah salah mencari
orang." Meskipun dalam hatinya dia telah mengetahui siasat dari Ong Pek Siu itu, namun
diluaran ia tetap berlagak pilon, sambil berpura-pura gusar serunya.
"Ong Pek Siu, engkau anggap dirimu pantas untuk menyaksikan raut wajahku yang
sebenarnya?" Belum habis ia berkata tiba-tiba tangan kanannya diangkat keatas dengan
kecepatan yang luar biasa sekali sehingga sukar dilukiskan dengan kata-kata.
"Blaaam ... " ditengah benturan keras yang amat memekakkan telinga, Ong Pek Siu
menjerit melengking karena kesakitan, tubuhnya yang tinggi besar mencelat
keudara kemudian roboh terkapar diatas tanah. Telapak kanannya tepat sekali
menempel diatas ubun-ubunnya jelas dia ada maksud untuk menghajar ubun-ubun
sendiri untuk melakukan bunuh diri.
Gerakan dari manusia muka seribu ini sangat
menggetarkan hati semua orang yang berada diruangan tersebut, dalam hati kecil
mereka timbullah perasaan bergidik yang mendirikan bulu roma ditubuh mereka,
peristiwa ini menjadi contoh yang menakutkan bagi orang-orang itu.
Dengan sorot mata yang dingin menyeramkan, manusia muka seribu memandang sekejap
sekeliling tempat itu, 240
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
kemudian sambil menyeringai seram katanya dengan suara lantang.
"Ong Pek Siu, engkau anggap pantangan serta peraturan yang sudah kususun selama
ini akan hancur dan musnah karena perbuatanmu " Huh Benar-benar manusia tolol
yang tak tahu diri " Setelah tertawa dengan bangga ia berpaling kearah dua orang
mmusia berkerudung merah yang berada disisinya dan memerintahkan-
"Gusur dia menuju keruang siksa, dan serahkan kepada ketua ruang siksa"
Dua orang manusia berkerudung merah itu mengiakan dan segera menggotong tubuh
Ong Pek Siu dia dibawa menuju kedalam gua, dalam sekejap mata bayangan tubuhnya
telah lenyap dibalik kabut putih yang amat tebal itu.
Manusia muka seribu itu menengadah dan memandang
sekejap kearah Lo-toa dari Tay-san sam- gi, kemudian ujarnya.
"Oei Beng Gi menurut anggapanmu mungkinkah Gak In Ling bakal menemui ajalnya
didasar jurang ?" Pemimpin dari Tay-san sam-gi itu segera maju kedepan dan menjawab ketakutan.
"Perduli apa dia sudah mati atau masih hidup, tecu rasa sudah sepantasnya kalau
kita selidiki jejaknya . "
"Hmm, perkataanmu memang tepat sekali "sahut manusia muka seribu sambil
mengangga "akan tetapi, bagaimana kalau seandainya kita temukan bahwa dia belum
mati tapi masih hidup dalam keadaan segar-bugar " Apa yang harus kita lakukan ?"
oei Beng oi berpikir sebentar, setelah itu jawabnya.
"Tecu rasa sudah sepantasnya kalau kita beri suatu peringatan kepadanya, agar
lain kaii dia tak berani menyatroni serta menghalangi perkembangan lembah kita "
241 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Hm, pendapat oei-heng memang amat bagus serta mengagumkan sekali, akan tetapi
dengan cara apakah kita harus memberi peringatan kepadanya sehingga ia menjadi
jera dan tak berani menyatroni serta menghalangi
perkembangan lembah kita ?"
Dalam hati kecilnya diam-diam oei Beng merasa amat gelisah sekali, bukannya ia
tidak berhasil mendapatkan cara yang baik untuk mengatasi kesulitan tersebut,
adalah karena dia tak dapat berbuat demikian-Tetapi kecuali itu dia tidak
berhasil mendapatkan cara lain yang lebih baik untuk memberi jawaban kepada
kokcu-nya ini serta menghalangi kekejian serta kesadisan hati manusia muka
seribu. Sementara ia masih termenung untuk mencari jalan keluar, manusia muka seribu
dengan nada dingin telah berkata kembali.
"oei-heng, setelah engkau mengetahui bahwa kita harus memberi peringatan kepada
Gak In Ling, tentunya engkau juga mengetahui bagaimana caranya untuk memberi
peringatan kepadanya " Nah, apa salahnya kalau engkau beritahukan cara tersebut
kepadaku?" sambil berkata sepasang biji matanya yang dingin menyeramkan menatap
terus diatas wajah Oei Beng Gi tanpa berkedip. rupanya dari raut wajah orang itu
dia berusaha untuk mencari hal-hal yang mencurigakan hatinya.
Oei Beng Gi merasakan jantungnya berdebar keras karena merasa panik bercampur
gelisah, ia berusaha keras untuk menenteramkan perasaan hatinya lalu berkata.
"Menurut pendapat tecu, alangkah baiknya kalau kokcu menulis sepucuk surat dan
mengutus orang untuk menyampaikan kepada Gak ln Ling, beritahu kepadanya kalau pada saat ini ibu
serta encinya berada ditanganku, kalau ia berani datang menyatroni lembah kita
lagi maka ibu serta 242 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
encinya akan kita jatuhi hukuman mati, entah bagaimanakah pendapat dari
kokcu "..." Manusia muka seribu segera gelengkan kepalanya berulang kali.
"Bagus sih bagus, tetapi aku merasa cara itu terlalu sepele dan lagi pula
terlalu membuang waktu "
Terjelos hati Oei Beng Gi mendengar perkataan itu, diam-diam dalam hati kecilnya
dia berdoa. "Oh, Thian Yang Maha Kuasa dan Maha Besar, lindungilah keselamatan jiwanya "
Meskipun pikirannya memikirkan persoalan lain, di luaran ia sama sekali tak
berani berayal, buru-buru tanyanya.
"Menurut pendapat Kokcu, apa yang harus kita lakukan?"
"Bunub saja Gak In Hong dan perlihatkan mayatnya kepada Gak In Ling" perintah
manusia muka seriba dengan ketus,
"kalau ia berani mencari gara-gara lagi dengan lembah kita maka cicinya adalah
contoh yang paling bagus untuknya."
Begitu mendengar ucapan tersebut tanpa terasa dengan sekujur badan gemetar keras
Oei Beng Gi mundur tiga langkah kebelakang dengan sempoyongan, perasaan tersebut
merupakan reaksi dari nalurinya yang tak dapat dicegah dengan cara apapun.
Manusia muka seribu segera menatap wajahnya dengan pandangan tajam, lalu dengan
nada yang menyeramkan ia menegur.
"oei-heng, apakah engkau merasakan tubuh mu kurang sehat ?"
Oei Beng Gi gelalap. buru-buru jawabnya.
"oh, tidak tidak tecu hanya takut terhadap Gak In Ling..."
243 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Takut dirinya " Apa yang kau takuti terhadap dirinya?"
tanya manusia muka seribu keheranan, nada suaranya diliputi oleh perasaan curiga
yang tebal. "Seandainya dia tahu kalau ibunya telah..."
"Sejak ia berpisah dengan ibu serta encinya, hingga sekarang masih belum
diketahui bagaimanakah nasib kedua orang itu, apalagi soal mati hidupnya......
oei-heng, engkau terlalu banyak curiga "
Oei Beng Gi pura-pura menunjukkan senyuman jengahnya sambil berkata.
"Aaah, tecu benar-benar sangat bodoh, sehingga ketahuan kokcu jadi geli dan
mentertawa kau diriku...."
Diluaran ia berkata demikian, dalam hati diam-diam ia berdoa.
"Saudara angkatku, maafkanlah daku karena tidak berdaya untuk melindungi
keselamatan dari keponakan perempuanku, tetapi selama hayat masih dikandung
badan aku tidak nanti mau melepaskan manusia-manusia laknat itu dengan begitu
saja." Dalam pada itu manusia muka seribu telah bertanya kembali. "oei-heng,
bagaimanakah pendapatmu mengenai rencanaku ini ?"
"Rencana ini memang bagus dan tegas sekali, tecu bersedia untuk melakukan
perjalanan berangkat kesitu "
Setelah ucapan ini diutarakan keluar, rasa curiga manusia muka seribu tarhadap
dirinya sama sekali lenyap tak berbekas, ia menggeleng sambil berkata.
"Kecerdasan oei-heng luar biasa sekali dan engkaupun banyak mempunyai akal,
dalam lembah ini tak dapat kekurangan seorang manusia semacam dirimu, pekerjaan
244 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
yang melelahkan serta harus menggunakan banyak tenaga semacam ini biarlah
dilakukan oleh orang lain saja "
"Terima kasih atas perhatian serta kasih-sayang dari kokcu, kalau memang begitu
serahkan saja tugas yang sangat berat ini kepada tecu, akan segera tecu
laksanakan sebentar lagi"
Manusia muka seribu segera menepuk bahu Oei Beng Gi dan berkata.
"Bagaimanapun juga antara engkau dengan dirinya masih terikat oleh hubungan
antara empek dan keponakan, jika engkau yang turun tangan rasanya kurang begitu
tepat, biarlah tugas ini dilaksanakan olah orang lain saja Aku masih ada
persoalan penting lainnya yang hendak mengajak dirimu untuk berunding, tunggulah
aku dalam ruang dalam, setelah urusan disini dapat di selesaikan aku akan segera
menyusul dirimu " selesai berkata ia segera mendorong tubuh Oei Beng Gi kearah
depan-Buru-buru kakek tua baju kuning itu memberi hormat sambil berkata.
"Kokcu, terima kasih atas perhatian serta kasih sayangmu"
habis berkata ia putar badan dan berjalan menuju kearah dalam gua.
Tatkala ia putar badan itulah dua titik air-mata tak dapat dibendung lagi
mengucur keluar membasahi kelopak matanya, bibirnya gemetar keras dan perlahan-
lahan darah kental mengalir keluar menodai muka dan tubuhnya.
Kabut putih yang amat tebal menyelimuti daerah
disekeliling tempat itu, meskipun pandangan matanya tak dapat menembusi
pemandangan sejauh lima tombak. akan tetapi dibalik kabut putih yang tebal itu
seakan-akan dia menyaksikan adik angkatnya sedang berdiri dihadapannya sambil
memandang kearahnya dengan pandangan kegusaran, seakan-akan ia mendengar adik
angkatnya sedang berkata dengan nada dingin.
245 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Apakah engkau telah melupakan hubungan persaudaraan diantara kita " Apakah kau
lupa bahwa kita adalah saudara angkat ?"
Oei Beng Gi menggosok sepasang matanya keras-keras, ia merasa apa yang terlihat
dihadapannya hanyalah kabut putih yang amat tebal, sama sekali tidak nampak
sesuatu apapun, dengan perasaan hati yang amat tertekan ia gelengkan kepalanya
berulang kali. "Tidak- tidak akan kulupakan-... selamanya tidak akan kulupakan akan ikatan tali
persaudaraan yang pernah terjalin diantara kita." gumamnya seorang diri. Setelah
menyeka darah kental yang menodai ujung bibirnya, ia bergumam lebih jauh.
"Dendam kita dalamnya melebihi samudra luas, rasa benci kita menumpuk bagaikan
sebuah bukit, sam-te Aku harap sukmamu dialam baka suka mengampuni ji-te, dia
telah mendapatkan pembalasan yang setimpal sesuai dengan apa yang pernah
dilakukannya selama ini, memandang diatas tali persaudaraan yang pernah terjalin
diantara kita, maafkanlan dirinya dan ampunilah semua kesalahannya."
Kabut tebal berwarna putih masih menyelimuti seluruh tempat. Tetapi diatas
puncak tebing yang tinggi keadaan jauh lebih tenang dan kabut yang menyelimuti
sekeliling tempat itupunjauh lebih tipis.
Disaat manusia muka seribu telah memberikan perintahnya kepada Oei Beng Gi
jalaan masuk ke dalam gua itu, dari balik lubang gua yang lain menyelinap keluar
sesosok tubuh gadis lain yang dengan cepatnya bergerak menuju keruang penjara
dimana Gak In Hong disekap.
---ooo0dw0ooo--- Dalam pada itu sejak Gak In Ling mengetahui bahwasanya ibu serta encinya
dikurung di dalam gua batu itu, hatinya jadi merasa amat kecewa dan putus asa,
tapi dendam yang 246 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
semula membakar, didalam hati kecilayapun seketika padam dan lenyap tak
berbekas. Terbayang kembali didalam benaknya pemandangan
padadua belas tahun yang lampau, di mana ayahnya
meninggal pada usia muda, ibunya hidup sebatang kara dalam keadaan yang sangat
menderita, suasana pada saat itu benar-benar menyedihkan sekali.
Setiap kali pemandangan tersebut terbayang kembali dalam benaknya ia merasa
hatinya jadi sedih sekali, karena itulah setelah mendengar kabar berita yang
membuat hati jadi sakit bagaikan disayat, ia jadi amat gelisah sekali dan ingin
cepat terbang kesisi ibunya dan mati hidup bersama-sama dirinya..
Karena terpengaruh oleh perasaan dan emosinya itulah membuat sianak muda itu
jadi lupa kalau pada saat itu ia sedang berada dalam suatu tempat yang sangat
berbahaya, dia lupa kalau ada orang sedang mengincar selembar jiwanya setiap
saat. (Mengenai kisah Gak In Ling secara bagaimana berpisah dengan ibunya dan kenapa
selama dua belas tahun lamanya berdiam dibenteng oh-liang-poo yang berada


Telapak Setan Karya Khu Lung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

digunung Taysan, akan di kisahkan pada bagian lain-)
Begitulah Gak In Ling segera menjejakkan kakinya dengan sepenuh tenaga, menurut
perkiraannya loncatan tersebut pasti akan berhasil melampaui jarak sejauh lima
tombak lebih lima depa, tak mungkin enjotan badannya akan melampaui jarak sejauh
enam tombak yang dikatakan merupakan tempat berbahaya ataupun kurang dari lima
tombak. Tetapi apa yang kemudian terjadi ternyata sama sekali berada diluar dugaannya,
pada saat tubuhnya sudah melayang diudara itulah ia tidak berhasil melihat
daratan dihadapannya, sementara badannya sedang melayang, diatas udara yang
kosong yang dibawahnya merupakan sebuah jurang yang tidak nampak dasarnya.
247 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Tercekat hati Gak In Ling menyaksikan keadaan tersebut, buru-buru ia tarik napas
panjang panjang, kaki kanannya dengan cepat menjejak di atas kaki kirinya dan
melambungkan kembali tubuhnya yang sedang meluncur kearah bawah itu sejauh lima
depa lebih, ia berusaha untuk meluncur maju lebih kearah depan lagi dengan
harapan berhasil menemukan tepi daratan-Menurut jalan pemikirannya padasaat itu,
sekalipun kesalahan terletak pada dirinya karena salah mengincar tempat dan
jarak yang dilampaui baru mencapai empat tombak. Sekarang setelah meluncur satu
tombak lebih kearah depan bukan kah berarti jaraknya telah melampaui lima tombak
" Perasaan hati Gak In Ling mulai diliputi ketegangan, otak yang semula penuh
diliputi oleh pelbagai pikiran, seka rang jauh lebih jernih dan terang. Tiba-
tiba satu ingatan berkelebat dalam benak Gak In Ling pikirnya.
"Mungkinkah permukaan kedua belah tebing tidak sama tingginya "Jika benar
demikian keadaannya mungkin aku telah melompat terlalu tinggi sehingga tak dapat
menyaksikan pemandangan dibagian bawah, apa salahnya kalau tubuhku meluncur
turun kebawah beberapa tombak lagi ?"
Berpikir sampai disitu, gerakan tubuhnya yang sedang meluncur kearah depan
segera tertahan dan tubuhnya mulai meluncur turun kebawah.
Satu tombak.... dua tombak tiga tombak... enam tombak....
yang terlihat dibawah tubuhnya hanyalah kabut pUtih yang tebal, sementara
gerakan tubuhnya yang meluncur kebawah kian lama kian^bertambah cepat.
Mendadak satu ingatan yang menakutkan terlintas dalam benak Gak In Ling, tetapi
sayang kejernihan otaknya itu didapatkan pada saat yang sudah terlambat, dengan
perasaan 248 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
putus asa Gak In Ling segera menghela napas panjang, gumamnya.
"Habislah sudah riwayatku, rupanya aku telah tertipu oleh Ong Pek Siu manusia
laknat berhati binatang itu. Nampaknya dendam berdarah dari keluarga Gak untuk
selamanya akan ikut terkubur bersama hancurnya tubuhku dimakan oleh batu cadas."
Teringat bahwa dendam sakit hatinya untuk selamanya tak mungkin dapat dibalas
kembali, Gak Ih Ling merasa kecewa dan putus asa sekali hawa murni dalam
tubuhnya segera buyar dan tubuhnya yang meluncur kebawahpun bergerak semakin
cepat lagi. Pusaran angin akibat tekanan tenaga yang sangat besar itu menggulung ujung baju
Gak In Ling yang berwarna hitam dan mengibarkan nya sehingga menimbulkan suara
yang amat nyaring. Begitu nyaring suara itu membuat suasana ditengah keheningan yang mencekam
diseluruh jagad terasa jauh lebih menyeramkan-Benak Gak In Ling pada saat ini
kosong melompong tiada pikiran yang lain, pada detik-detik yang amat singkat itu
dia merasa seakan-akan telah melepaskan banyak beban yang berada diatas bahunya.
Ia merasa seakan-akan bebas merdeka dan tidak memikirkan persoalan apapun-Dendam
berdarah, sakit hati serta semua perasaan hatinya seakan-akan ikut lenyap
bersama makin cepatnya sang badan meluncur kebawah, kemudian lenyap tak berbekas
mengikuti hancurnya mencium permukaan tanah.
Pada ujung bibir Gak In ling tersungging satu senyuman yang hambar, begitu
memilukan hati senyumannya itu seakan-akan ia sedang mentertawakan diri sendiri,
membuat orang jadi tak paham dengan perasaan hatinya pada waktu itu.
249 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Bulu matanya yang panjang telah menutupi sepasang biji matanya yang jeli dan
bening, titik airmata jatuh berlinang membasahi pipinya.
Ia sama sekali tidak takut mati, tetapi ia menjumpai kesulitan yang memaksa ia
tak boleh mati, akan tetapi pada saat dan keadaan seperti ini ia tak dapat
menuruti kehendak hatinya, hanya Malaikat Elmautlah yang akan menentukan segala-
galanya. Tiba-tiba ia mendengar suara air berkumandang datang dari arah sebelah bawah, si
anak muda itujadi kegirangan setengah mati, harapan untuk melanjutkan hidupnya
segera muncul kembali dalam hati kecilnya.
Belum lama suara air itu berkumandang masuk kedalam telinganya, dan sebelum Gak
In Ling sempat memikirkan cara untuk menanggulangi keadaan itu.... pluuuung
Tubuhnya sudah tercebur kedalam air.
Berhubung daya luncurnya teramat besar, maka sesudah tercebur kedalam air
badannya segera tenggelam kedasar sungai.
Pada masa kecilnya Gak In Ling seringkali bermain air.
Karena itu terhadap air ia sudah merasa tak asing lagi, menurut penilaiannya
paling sedikit pada saat itu ia telah berada pada kedalaman empat lima tombak
dari atas permukaan-Perasaan pertama yang terasa olehnya air sungai yang dingin
sekali hingga merasuk ketulang sumsum, kemudian adalah arus air sungai yang
besar sehingga membuat tubuhnya tidak mampu untuk menguasai diri dan terseret
oleh arus. Untung tenaga dalam yang dimiliki Gak In Ling sempurna sekali, meskipun air
sungai dingin sekali namun ia sama sekali tidak kedinginan ataupun menderita.
250 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ketika Gak In Ling munculkan diri diatas permukaaan untuk pertama kalinya, ia
saksikan kabut putih tebal yang menyelimuti disana telah lenyap tak berbekas,
sang surya memancarkan sinarnya dengan terang dari balik tebing curam, pada saat
itu matahari telah menjelang tiba.
Gak In Ling berusaha keras untuk berenang diatas
permukaan air, dengan pandangan tajam ia memandang sekeliling tempat itu, yang
terlihat hanyalah tebing-tebing yang curam dan tinggi menjulang ke angkasa,
begitu licin dan tegaknya tebing dikedua belah sisi sungai tadi membuat tak
mampu untuk mendarat dan menuju ketepian. Menyaksikan kesemuanya itu, Gak In
Ling segera berpikir didalam hati kecilnya.
"Sungai yang mengalir ini dari gunung biasanya akan berakhir disamudra, tempat
ini merupakan tebing-tebing curam yang jauh terpencil dari keramaian, sekalipun
aku naik keatas paling sedikit harus melakukan perjalanan jauh sebelum mencapai
tempat yang dihuni manusia, apa salahnya kalau kuikuti saja arus sungai yang
amat deras ini untuk bergerak kedepan."
Setelah mengambil keputusan, maka iapun memutarkan badannya terseret oleh arus
sungai yang amat deras itu dan bergerak mengikuti aliran sungai tersebut.
Sang surya telah lenyap dari angkasa dan malampun menjelang tiba, sekeliling
sungai itu masih merupakan tebing-tebing yang curam dan tegak-lurus, terpaksa
sianak muda itu membiarkan badannya terseret oleh arus dan bergerak kedepan
ditengah kegelapan seorang diri.
Entah berapa lama sudah lewat, ketika fajar telah menyingsing kembali diufuk
sebelah timur, akhirnya Gak In Ling berhasil juga keluar dari mulut selat yang
bertebing curam disekelilingnya itu, sekarang ia telah tiba disuatu daratan
rendah yang bertanah datar.
251 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Dengan cepat Gak in ling berenang menuju ketepian dan berhasil mendarat diatas
sebuah batu cadas yang besar.
Dengan susah payah Gak In Ling merangkak naik
kedaratan, ia merasakan keempat anggota badannya kaku dan linu, perutnya lapar
dan dahaga sekali, ia tarik napas panjang-panjang, napsu membunuh memancar
keluar dari balik matanya, lalu gumamnya seorang diri.
"Kalian tidak berhasil membinasakan aku Gak In Ling, mulai saat ini mungkin
dunia persilatan tak akan mendapatkan suatu hari yang tenang lagi... aku
mengobrak-abrik mereka sehingga semua jahanam itu musnah dari muka bumi." habis
berkata dengan sempoyongan ia berjalan dan meninggalkan tempat itu.
Pada saat itulah tiba-tiba terdengar suara seseorang yang amat merdu sedang
berkata. "Kenapa sih kalian selalu mengurusi diriku, sehingga membuat orang tak dapat
melakukan pekerjaan apapun juga, tempat ini tokh sepi dan terpencil sekali
letaknya, mana mungkin ada orang mengintip diriku " Apa salahnya kalau aku akan
mandi didalam sungai ini...ah h, perduli amat pokoknya aku akan mandi disini"
Mendengar ucapan tersebut, tanpa terasa Gak In Ling berpikir didalam hatinya.
"Merdu sekali suara orang ini, wajahnya pasti cantik-jelita bagaikan bidadari
dari kahyangan-" Sementara pemuda itu masih berpikir, suara lain yang berat dan kasar telah
berkumandang pula memecahkan kesunyian-
"Leng-cu, engkau adalah seorang yang sangat terhormat sekali, mana boleh tingkah
lakumu sebebas dan sesuka hati seperti itu, kalau mau mandi mari kita naik
burung hong dan tak lama akan tiba digunung Tiang-pek-san, bukankah jauh lebih
enak mandi ditelaga nirwana daripada mandi di-sungai yang kotor itu ?"
252 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Terkejut hati Gak In Ling mendengar perkataan orang ini, pikirnya didalam hati.
"jangan- jangan orang itu adalah Yau-ti Gick li gadis suci dari nirwana yang
amat tersohor namanya diseluruh dunia persilatan itu ?"
"Su-put-siang (empat tidak mirip) " omel suara yang amat merdu tadi lagi dengan
nada keras, "kenapa sih engkau suka mengurusi orang lain" Ini hari, tak perduli
apapun yang terjadi dan sekalipun aku takkan menjadi leng-cu lagi, aku tetap
akan mandi disungai itu."
Nada suaranya polos dan bersifat kekanak-kanakan, membuat siapapun tak akan
percaya kalau dia adalah gadis suci dari nirwana yang nama benarnya telah
menggemparkan seluruh dunia persilatan.
orang yang bernama "Empat tidak mirip" itu agaknya takut sekali kalau melihat
Leng-cu- mereka marah, buru-buru ia berseru.
"Baik, baik biarlah pinni periksa dulu apakah disekeliling tempat ini ada orang
atau tidak- setelah itu engkau baru mandi "
"Harus cepat" seru Leng-cu itu.
Mendengar pembicaraan tersebut sampai di situ, satu ingatan dengan cepat
berkelebat dalam benak Gak In Ling, pikirnya.
"Kalau aku tidak munculkan diri pada saat ini juga, seandainya sampai ketahuan
mereka nanti, walaupun ada alasan aku bakal terbungkam dan tak mampu untuk
membantah barang sekejappun. "
Sebenarnya sianak muda itu tiada bermaksud untuk
bertemu dengan Leng-cu itu, tetapi sebagai seorang pria sejati yang jujur, ia
merasa bagaimanapun juga pada saat ini dia harus munculkan diri.
253 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Maka Gak In Ling pun mendehem dan berjalan keluar dari balik batu cadas itu,
baru saja beberapa langkah ia berjalan mendadak pandangan matanya jadi kabur dan
tahu-tahu urat nadi pad apergelangan kirinya sudah dicekal orang kencang-
kencang. Dengan kepandaian silat yang dimiliki Gak In Ling, ternyata ia tak mampu untuk
melihat jelas pria atau wanitakah orang yang mencekal urat nadinya itu, dari
sini dapatlah ditarik kesimpulan bahwasanya tenaga dalam yang dimiliki orang ini
benar-benar luar biasa sekali.
"Keparat cilik, sudah berapa lama engkau menyembunyikan diri ditempat itu ?"
bentak seseorang dengan suara yang dingin menyeramkan-Air muka Gak In Ling
berubah hebat, ia segera alihkan sorot matanya memandang kearah orang yang
mencekal urat nadi pada pergelangan tangannya itu, tampaklah orang itu berusia
lima puluh tahunan, alisnya tebal dengan mata yang jeli, rambutnya digulung
menjadi satu dengan sebuah jubah pendeta melekat ditubuhnya, tasbeh dipegang
dalam genggaman dan sulit bagi orang untuk membedakan apakah dia seorang pria
ataukah wanita, seorang hwesio ataukah nikou.
Gak In Ling tidak ingin menanam bibit permusuhan dengan orang lain, mendapat
pertanyaan itu ia segera menjawab dengan suara tawar. "Aku baru saja berenang
disungai dan naik kedaratan."
"Hei apakah engkau datang kemari untuk mandi ?" tiba-tiba terdengar serentetan
suara yang amat merdu berkumandang datang. "Dingin kah air sungai itu ?"
Tanpa sadar Gak In Ling alihkan sorot matanya kearah mana berasalnya suara tadi,
begitu melihat orang tersebut ia nak muda itu segera berdiri tertegun, pikirnya
didalam hati dengan perasaan tercengang.
254 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Sungguh tak kusangka dikolong langit ternyata terdapat seorang gadis yang
berwajah begini cantiknya."
Ternyata orang yang barusan berbicara tepat berdiri kurang lebih dua tombak
dihadapan pemuda she Gak itu, dia adalah seorang gadis cantik baju putih yang
berusia dua puluh tahunan, tubuhnya ramping dengan rambut hitam yang terurai
panjang, panca indranya amat sempurna bagaikan lukisan, benar-benar gadis yang
amat cantik bagaikan bidadari yang baru turun dari kahyangan-Ketika gadis itu
menyaksikan Gak In Ling menatap
kearahnya tanpa berkedip tanpa menjawab pertanyaannya, dengan nada cemberut
kembali serunya. "Hei, kenapa sih kau ini, Ayo jawab " Meskipun suaranya merdu merayu dan sedap
didengar, namun setara lapat-lapat terselip nada memerintah yang sukar untuk
dibantah. Buru-buru Gak In Ling tarik kembali sorot matanya dan menjawab. "Aku bukan
datang kemari untuk mandi "
"Lalu ada urusan apa engkau datang kemari ?"
"Kemarin tengah hari aku terjatuh kedalan sungai dan tubuhku terbawa arus hingga
tiba di sini" Mendengar jawaban tersebut, dari balik mata sang gadis yang jeli tiba-tiba
memancar keluar cahaya yang sangat tajam.
"Kemarin siang ?" serunya cepat
"Jadi engkau baru saja datang dari lembah pemutus sukma
?" "Dari mana dia bisa tahu ?" pikir Gak In Ling dengan perasaan amat terperanjat.
Rupanya gadis cantik itu dapat meraba apa yang sedang dipikirkan oleh sianak
muda itu, segera ujarnya kembali.
255 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Dari sana datang kemari, kebetulan sekali membutuhkan waktu selama satu hari
satu malam lamanya."
Diam-diam Gak In Ling merasa amat kagum sekali atas kecerdikan gadis cantik itu,
dia mengangguk dan menjawab.
"Dugaan Leng-cu memang tepat dan sedikit pun tidak salah, rasanya akupun tak
usah banyak bicara lagi "
Perlahan-lahan gadis cantik berbaju putih itu maju kedepan, dengan pandangan
tajam ditatap nya wajah Gak In Ling, tiba-tiba nada suaranya berubah jadi dingin
dan kaku, ia berkata. "Engkau memakai baju warna hitam, pernah menelan pil penghancur hati cui-sim
wan, seandainya dugaanku tidak salah, semestinya engkau adalah Gak In Ling yang
sudah membuat dunia persilatan jadi tak aman, bukankah begitu ?"
Sekali lagi Gak In ling mengangguk.
"Setelah Leng-cu mengetahui bahwa aku orang she Gak pernah menelan obat cui sim-
wan, tentunya engkau juga mengetahui bukan " Masih berapa lama aku dapat hidup
dikolong langit ?" "Tidak akan melampaui waktu selama setengah tahun
"jawab gadis cantik baju putih itu sambil tertawa tawa. Gak In Ling tertawa dan
mengangguk. "Leng-cu hebat dan cerdas sekali, persoalan apapun engkau ketahui dengan begitu
jelas, seandainya dugaanku tidak keliru, maka engkau tentulah gadis suci dari
Nirwana yang dihormati oleh setiap umat persilatan bagaikan bidadari itu,
bukankah demikian?" "Kalau benar ada apa ?"
"Selamanya gadis suci dari Nirwana menyelesaikan semua persoalan secara adil dan
bijaksana, semua umat persilatan pada mengetahui akan kebesaran jiwamu itu,
andaikata berita tersebut tidak salah maka aku berharap agar Leng-cu suka 256
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
melepaskan aku pergi sehingga aku mempunyai kesempatan lagi untuk melakukan
penyelidikan di dalam lembah pemutus sukma tersebut."
Tatkala mengetahui bahwa Gak In Ling hendak melakukan penyelidikan kembali ke


Telapak Setan Karya Khu Lung di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

lembah pemutus sukma, tiba-tiba perasaan hati gadis suci dari Nirwana itu
menjadi berat, ditatapnya wajah sianak muda itu tajam-tajam kemudian dengan
suara hambar ujarnya. "Aku dengar orang berkata bahwa engkau adalah seorang pemuda yang angkuh dan
tinggi hati, kenapa kali ini engkau malah mengajukan permohonan kepadaku?"
Meskipun beberapa kata itu diucapkan dengan begitu ringan dan biasa akan tetapi
bagi pendengaran Gak In Ling terasa tajam sekali hingga menyayat hati kecilnya,
perkataan itu dianggap sebagai suatu sindiran yang sangat tajam bagi dirinya. Ia
segera tertawa sinis dan menjawab.
"Ilmu silatku tidak mampu untuk menandingi anak buah Leng-cu, karena itu mau tak
mau terpaksa aku harus berbuat demikian-"
"Hm Apakah engkau tidak merasa perbuatanmu itu memalukan sekali."
Perlahan-lahan Gak In Ling mengangkat kepalanya
memandang mega putih yang sedang bergerak diangkasa, lalu tertawa tawa.
"Aku tidak lebih hanya seorang manusia yang terbuang dari dunia persilatan, apa
yang mesti kupikirkan lagi " Kenapa aku harus menjaga nama baik atau martabat ?"
Sekalipun jawaban itu diutarakan sambil diiringi senyuman, akan tetapi tak dapat
menutupi kemurungan serta kepedihan yang terpancar dibalik wajahnya yang tampan-
Meskipun gadis suci dari Nirwana setiap hari sibuk menyelesaikan pelbagai urusan
dan persengketaan dalam 257
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
dunia persilatan, tetapi disekelilingnya selalu diiringi pembantu-pembantunya
yang amat setia terhadap dirinya dan selalu memenuhi segala kebutuhannya dengan
seksama, lagi pula sedari kecil ia dibesarkan dalam lingkungan yang serba agung
dan mulia, karena itu, bagi dirinya sama sekali tak mengenal apa arti kesedihan
serta kemurungan bagi seorang manusia, apa yang dialami selama ini boleh
dibilang sama sekali bertolak belakang dengan kehidupan manusia pada umumnya.
Sambil membelalakkan sepasang matanya bulat-bulat, lama sekali ia menatap wajah
Gak In Ling dengan sikap tertegun, tiba-tiba serunya dengan merdu.
"Seandainya aku tidak bersedia untuk melepaskan dirimu "
Apa yang hendak kau lakukan?"
Serentetan cahaya tajam memancar keluar dari balik mata Gak In Ling, tetapi
tidak lama kemudian telah lenyap tak berbekas, dan dangan hambar ia menyapu
sekejap wajah suci dari Nirwana, kemudian sambil tertawa jawabnya.
"Antara aku dan Leng-cu tokh tak pernah terikat oleh dendam ataupun sakit hati,
kenapa Leng cu tidak bersedia untuk melepaskan diriku?"
Manusia aneh yang selama ini mencekal urat nadi pada pergelangan tangan sianak
muda itu, tiba-tiba mendengus gusar dan berteriak.
"Hm Engkau berani bersikap kasar terhadap Leng-cu kami
?" sambil membentak hawa murninya disalurkan semakin deras sehingga cekalan pada
pergelangan tangan sianak muda itupun bertambah kencang lagi.
Gak In Ling seketika itu juga merasakan pergelangan tangan kirinya jadi sakit
bagaikan di iris-iris, tetapi dengan wataknya yang ketus dan angkuh sekalipun
merasa kesakitan namun dahinya sama sekali tak berkedip.
258 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Ditatapnya wajah musuh itu dengan pandangan dingin, lalu ujarnya dengan nada
mengejek. "Kehebatan ilmu silatmu benar-benar sangat
mengagumkan hatiku, engkau memang betul-betul jempolan."
Sementara pembicaraan berlangsung, keringat sebesar kacang kedelai perlahan-
lahan menetes keluar membasahi jidatnya.
Menyaksikan kesemuanya itu satu ingatan tiba-tiba berkelebat dalam benak gadis
suci dari Nirwana, tanpa sadar ia berseru. "su Put Siang, lepaskan dirinya "
---ooo0dw0ooo--- Jilid 8 "LENG-CU, orang ini " Su Put Siang si empat tidak mirip berdiri melongo dengan
perasaan cak habis mengerti, ia tidak paham apa sebabnya sang Leng-cu
memerintahkan dirinya untuk melepaskan orang itu.
"Lepaskan dirinya " kembali gadis suci dari Nirwana mengulangi kembali kata-
katanya. Terpaksa Empat tidak mirip melepaskan cekalannya, dengan pandangan termangu-
mangu ditatapnya wajah gadis itu tanpa berkedip. sementara matanya terbelalak
dan mulutnya melongo, seakan-akan ia sedang menjumpai suatu kejadian yang sangat
aneh. Setelah terlepas dari cekalan lawannya, Gak In Ling segera melemaskan otot-otot
lengannya, kemudian dengan suara dingin ia menegur. "Leng-cu, apakah engkau
tidak menyesal ?" "Hee hee hee... . Gak In Ling," seru gadis suci dari Nirwana sambil tertawa
dingin. "Apakah engkau mengira dengan mengandalkan serangkaian permainan telapak
mautmu yang 259 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
tidak komplit itu maka dikolong langit lantas tiada tandingan lagi ?"
Ditengah keketusan nada suara itu terselip pula nada menghina dan pandang rendah
lawannya. Gak In Ling sama sekali tidak gusar, mungkin hal ini disebabkan karena masih ada
urusan yang lebih penting lagi yang harus diselesaikan olehnya dengan cepat,
membuat ia tak mau menggubris semua penghinaan pada saat ini.
"Tidak "jawabnya tawa. "Aku sama sekali tidak mempunyai perasaan seperti itu,
dan lagi akupun tahu bahwa kepandaian silatku masih jauh ketinggalan jika
dibandingkan dengan Lengcu" selesai berkata ia siap berlalu dari sana.
"Engkau hendak pergi kemana ?" tiba-tiba gadis suci dari Nirwana menegur.
"Lembah pemutus sukma "
"He hee.. . engkau anggap dengan mengandalkan kepandaian silatmu itu, seluruh
lembah tersebut dapat kau ratakan dengan tanah ?" ejek gadis suci dari Nirwana
sambil tertawa dingin- "Mungkin." jawab Gak In Ling, dengan sedih ia memandang sekejap keujung langit,
"atau mungkin juga disanalah merupakan tempat peristirahatanku yang terakhir "
Tanpa berpaling ia segera berlalu dari situ. Tiba-tiba gadis suci dari Nirwana
merasakan hatinya bergetar keras, dengan cepat ia menghadang jalan pergi sianak
muda itu. "Seandainya aku tidak mengijinkan dirimu untuk tinggalkan lembah ini ?" serunya.
"Aku rasa Leng-cu bukanlah seorang manusia yang plint-plant serta menjilat ludah
yang telah dilontarkan sendiri bukan
?" "Siapa tahu kalau kali ini merupakan pengecualian ?"
260 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
Hawa amarah dengan cepat berkobar menyelimuti seluruh wajahnya, setelah harus
bersabar dan bersabar terus lama kelamaan Gak In Ling tak kuat juga untuk
menahan dirinya, ia segera mengambil keputusan untuk mengadu jiwa dengan
lawannya. Ditatapnya gadis itu dengan marah, lalu tegurnya ketus.
"Boleh saja kalau engkau hendak menahan diriku, tapi engkaupun harus
memperlihatkan dahulu sampai dimanakah kepandaian silat yang kau miliki "
Mampukah engkau untuk membinasakan diriku disini ?"
"Huh Apa sulitnya untuk membinasakan dirimu?" teriak Su Put Siang dengan kasar.
"Keparat cilik, bersiap-siaplah untuk menghadapi seranganku " Sambil berkata ia
bersiap sedia untuk melancarkan serangan-Pada saat itulah tiba-tiba berkumandang
datang dua buah bentakan yang amat keras. "Tunggu sebentar " suara ini berasal
dari gadis suci dari Nirwana.
"Gak In Ling" bentakan kedua bernada berat dan berasal dari sisi kanan lembah
tersebut. Mendengar bentakan itu Gak In Ling berpaling kearah mana berasalnya
suara itu, kemudian berseru tertahan dan tubuhnya secara beruntun mundur tiga-
empat langkah kebelakang dengan
sempoyongan-"Aaaah "
Kiranya dari balik batu cadas yang berserakan disamping kanan lembah itu
muncullah empat orang manusia
berkerudung merah, tanpa dipikir lebih jauh lagi dapat diketahui bahwa mereka
berasal dari lembah pemutus sukma.
Gak In Ling kaget bukan lantaran jeri terhadap mereka, melainkan mayat gadis
yang berada dalam bopongan salah seorang manusia berkerudung merah yang berada
disebelah kanan yang membuat dirinya tercekat.
261 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Gak In Ling " terdengar orang itu berseru "Terimalah kembali tubuh cicimu "
Air muka Gak In Ling berubah hebat, sepasang matanya yang tajam berubah jadi
merah membara, napsu membunuh-perlahan-lahan menyelimuti seluruh wajahnya.
Dendam sedalam lautan, benci setinggi bukit, bagaikan tanggul sungai Huanghoo
yang jebol dengan cepatnya menerjang dan menghantam hati sanubarinya, membuat
pemuda itu hanya teringat akan bunuh... akan darah.....
Sepasang matanya yang memancarkan cahaya seram dan menggidihkan hati itu meratap
tajam wajah keempat orang itu, selangkah demi selangkah didekatinya musuh-musuh
yang berkerudung merah itu dengan garang, keadaannya pada saat itu tak ubahnya
bagaikan binatang liar yang siap menerkam serta mencabik-cabik tubuh korbannya.
Dari balik pandangan mata Gak In Ling yang kaku terselip cahaya yang
menggidikkan, dengan termangu- mangu ia menatap wajah ke empat orang manusia
berkerudung merah yang sedang mendekati kearahnya itu, ditinjau dari keadaan
bisa ditarik kesimpulan bahwa perasaan hatinya pada saat itu sedang kalut
sekali. Dalam kenyataan memang demikian keadaannya, sebab dari dandanan serta potongan
badan orang-orang itu, ia sudah tahu kalau mereka berasal dari lembah pemutus
sukma, ditempat itulah ibu serta encinya disekap.
Gadis suci dari Nirwana dengan cepat melemparkan sebuah kerlingan mata kearah
Su-put-siang kemudian secara diam-diam mengundurkan diri kearah samping, gadis
yang memiliki kecerdasan luar biasa ini telah menduga bakal terjadinya suatu
peristiwa yang luar biasa ditempat itu.
Tampaklah sepasang bijimatanya yang jeli memancarkan sinar mata yang sukar
diartikan menatap tajam wajah Gak In Ling, la tidak memperlihatkan sikap
prihatinnya karena bakal 262
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
terjadi bencana, pun tidak menunjukkan gembira karena akan berlangsungnya suatu
kejadian besar ditempat itu.
Dalam sekejap mata keempat orang manusia berkerudung merah itu sudah berada
kurang lebih lima depa dihadapan Gak In Ling, empat orang, delapan buah sorot
mata yang menggidikkan bersama-sama ditujukan keatas wajah Gak In Ling, seakan-
akan mereka hendak mencari suatu gejala yang aneh diantara wajahnya yang tampan
dan kaku itu. Gak In Ling sendiri sama sekali tidak merasakan sesuatu atas tingkah laku dari
lawannya, karena pada saat itu seluruh perhatiannya sedang ditujukan kearah
mayat gadis muda yang berada dalam bopongan manusia berkerudung merah yang
berada disebelah kanan itu.
Tampaklah raut wajah gadis itu ditutup oleh secarik kain berwarna hijau, tangan
kirinya menekan diatas bibirnya dan noda darah yang telah membeku menutupi
celah-celah jari diatas tangannya, rambut yang hitam terurai dalam keadaan yang
kalut, keadaannya nampak mengerikan sekali.
Empat manusia berkerudung merah itu menghentikan
tubuh mereka kurang lebih tiga depa di hadapan Gak In Ling, sikap mereka
sedikitpun tidak memperlihatkan rasa gentar ataupun takut, jelas mereka sama
sekali tak pandang sebelah matapun terhadap sianak muda itu.
Su-put-siang yang menyaksikan hal itu segera mendengus dingin, tentu saja
perbuatannya ini bukan disebabkan karena ia gusar terhadap sikap orang-orang itu
terhadap Gak In Ling, sebaliknya ia mendongkol sekali karena keempat orang
manusia berkerudung merah itu sama sekali tidak menggubris Leng-cu-nya.
Mendengar dengusan tersebut, keempat orang manusia berkerudung merah itu
bersama-sama alihkan sinar matanya, dengan cepat mereka berdiri tertegun dan
ingatan yang sama terlintas dalam benak mereka.
263 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Aaah sungguh cantik jelita wajah gadis ini, mungkinkah dia adalah bidadari yang
baru turun dari kahyangan ?"
Gemar akan segala yang indah adalah watak setiap
manusia pada umumnya, sorot mata mereka berempat
dengan cepat terhisap oleh kecantikan wajah dara baju putih itu, dan tanpa sadar
hampir bersamaan waktunya mereka menegur secara berbareng. "Siapakah engkau ?"
Gadis suci dari Nirwana mendengus dingin, ia mencibirkan bibirnya yang kecil
mungil dan menjawab. "Kalian tak usah menduga siapakah aku, lebih baik cepat-copatlah menyelesaikan
pekerjaan kalian, sebab bila kalian sudah tahu siapa aku, mungkin pekerjaan
kalian akan terbengkalai sebab kalian akan segera kehilangan daya kekuatan untuk
melaksanakan tugas tersebut"
Walaupun nada suaranya merdu dan enak didengar, tetapi mendatangkan suatu
perasaan yang aneh sekali bagi yang mendengar.
Keempat orang manusia berkerudung merah itu adalah jago-jago yang diandaikan
oleh pihak lembah pemutus sukma untuk melaksanakan tugas baik kepandaian silat
yang mereka miliki maupun pengalaman dalam dunia persilatan boleh dibilang
termasuk jagoan kelas satu dikolong langit, akan tetapi setelah mendengar
perkataan itu, seolah-olah terpengaruh oleh sesuatu kekuatan yang tak terwujud
ternyata tak seorangpun yang berani membantah.
Buru-buru mereka alihkan kembali sorot matanya kearah wajah Gak In Ling,
kemudian terdengarlah suara orang yang membopong mayat gadis itu berseru sambil
tertawa dingin. "Gak In Ling, tahukah engkau kami datang kemari untuk mencari siapa ?"
Sepasang mata Gak In Ling masih menatap diatas tubuh mayat gadis itu tanpa
berkedip. jawabnya dengan kaku.
264 TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/
"Semoga saja engkau bukan datang kemari untuk mencari diriku "
orang yang berada disebelah kiri dengan suaranya yang serak segera tertawa
Pendekar Pemetik Harpa 10 Pusaka Negeri Tayli Karya Can I D Pahlawan Harapan 11
^