Pencarian

You My Destiny 1

You My Destiny Karya Thania Natalia Bagian 1


?"PROLOG Ayolah, Pa, Ma .. Ku Mohon.. Tania Rei Shinju- Xei Terus Mendesak Kedua Orangtuanya Agar Mereka Mengizinkan Tania Untuk Tinggal Disingapura. Tapi Ayah Dan Ibunya Diam Saja. Papa, Ku Mohon. Aku Akan Jaga Diri Baik-Baik Disana. Aku Akan Tinggal Dirumah Kita Yang Lama. Aku Janji Tidakakan Nakal Disana. Ma& Ayolah.. Tania Terus Memohon Agar Ayah Dan Ibunya Mengizinkan. Rei Sayang. Kamu Tahukan Kalau Disana Kamu Akan Tinggal Sendirian, Apa Kamu Tidak Takut. Ayahnya Masih Tidak Mengizinkan Putrinya Pergi. Sebenarnya Ayahnya Tidak Meragukan Kemampuan Dan Keberanian Putri Kesayangannya Itu. Tapi Karna Ia Tidak Sanggup Menjalani Hari-Harinya Tanpa Putri Kesayangannya Itu. Tania Terus Mendesak, Sampai- Sampai Ia Mogok Makan, Dan Mengancam Akan Kabur Dan Bunuh Diri. Mendengar Perkataan Tania, Akhirnya Mereka Mengizinkan Tania Tinggal Disingapura. Walaupun Dengan Berat Hati.
SATU Hari Ini Mentari Bersinar Dengan Semangat 45nya, Membuat Setiap Makhluk Didunia Ini Serasa Seperti Ikan Asin Yang Sedang Dijemur. Huufftt.. Hari Ini Panas Sekali. Kita Kecafe Dulu Ya. Ayo Cari Yang Segar- Segar. Ucap Tania Setengah Frustasi Karna Suhu Udara Panas Disingapura Meningkat Drastis. Teman-Temannya Mengangguk Setuju. Hari Minggu Biasanya Tiga Sekawan Ini Selalu Hangout. Maklum Mereka Tidak Punya Banyak Waktu Luang, Apalagi Beberapa Bulan Ini.Mereka Terlalu Sibuk Dengan Pekerjaan Masing-Masing. Tania, Shasa, Dan Rara Memasuki Caf" Yang Tidak Asing Lagi Bagi Mereka. Ya, Mereka Sering Menginjakkan Kaki Dicafe Ini. Seperti Biasanya Tania Memesan Ice Cream Coklat- Vanilla Dalam Mangkuk Besar Sedangkan Shasa Dan Rara Memesan Jus Jeruk, Shasa Dan Rara Memang Hampir Memiliki Selera Yang Sama, Berbeda Dengan Tania. Tania Sedikit Berbeda Dari Mereka. Tania Adalah Anak Seorang Pengusaha Kaya Raya Di Jepang. Ayahnya Seorang CEO Diperusahan-Perusahaan Jepang. Tania Memang Keturunan Jepang. Ayah Tania Orang Jepang, Sedangkan Ibunya Blasteran Singapura-Perancis. Ya Wajah Tania Memang Sangat Cantik Dan Manis, Wajahnya Bersih, Tubuhnya Yang Indah Dan Tinggi, Tubuhnya Seputih Kain Sutra, Sangat Lembut Bahkan Terlihat Sangat Rapuh Bila Disentuh, Rambutnya Panjang, Ia Anak Yang Cerdas, Dan Matanya Yang Membuat Setiap Orang Yang Menatapnya Langsung Jatuh Hati. Mata Besar Layaknya Mata Boneka Itu, Membuat Sebagian Orang Bingung, Biasanya Orang Jepang Bermata Sipit, Tapi Tidak Dengan Tania Rei Shinju- Xei, Mata Besar Tania Adalah Warisan Dari Ibunya. Tania Memiliki Wajah Yang Serupa Dengan Ibunya. Persis Sekali. Bisa Dibilang Tania Adalah Gadis Sempurna. Tapi Ada Sesuatu Yang Lebih Menarik Dari Seorang Tania Rei Shinju-Xei, Ia Tidak Seperti Yang Orang Lain Pikirkan, Tania Sangat Mahir Judo, Sewaktu Ia Sekolah Dijepang Ia Selalu Diganggu Oleh Teman Laki-Lakinya Karena Tania Yang Terlalu Cantik, Tania Merasa Bahwa Dirinya Tidak Pernah Tenang, Ia Selalu Digoda, Oleh Karenanya Ia Memutuskan Untuk Berlatih Judo. Ia Ingin Melindungi Dirinya Dari Orang-Orang Yang Mengganggunya. Dan Sampai Sekarang Ia Masih Menguasai Tehknik Judonya Itu. Sayangnya Ia Tidak Lagi Tinggal Bersama Ayah Dan Ibunya. Ia Memutuskan Untuk Tinggal Di Singapura, Dan Menghuni Rumah Mewah Mereka Disingapura. Awalnya Orangtua Tania Tidak Setuju. Tapi Karna Tania Yang Keras Kepala Dan Terus Mengancam Akhirnya Dengan Berat Hati Ayah Dan Ibunya Setuju. Tapi Dengan Syarat, Selalu Memberi Kabar, Dan Harus Sering Pulang Ke Jepang. Ya, Walaupun Tania Hanya Pulang Setiap Hari Libur Panjang Tapi Orang Tuanya Tidak Mempertimbangkan Lagi, Karna Orangtua Tania Sudah Sangat Senang Melihat Putri Kesayangannya Itu Kembali. Dijepang Ia Jarang Dipanggil Dengan Nama Tania, Keluarga Dan Orang Yang Mengenalnya Lebih Sering Memanggilnya Dengan Nama Rei. Sebenarnya Ia Lebih Suka Dipanggil Rei, Karna Nama Rei Diucapkan Lebih Ringan. Tapi Karna Ia Sekarang Tinggal Disingapura, Jadi Orang-Orang Mengenalnya Dengan Nama Tania.
Shasa Adalah Sahabat Tania, Shasa Yang Bernama Lengkap Shalsabila Cessya Tinggal Bersama Tania Dan Rara Dirumah Mewah Milik Tania. Shasa Keturunan Indonesia Asli. Shasa Juga Termasuk Anak Orang Kaya, Ayahnya Juga Seorang CEO Disingapura Dan Ibunya Seorang Produser Film Ternama. Tapi Kekayaan Keluarga Tania Masih Jauh Lebih Tinggi Dibanding Keluarga Shasa. Sayang Orang Tua Shasa Bercerai Saat Shasa Masih kecil Setelah Orang Tuanya Bercerai, Shasa Memutuskan Tinggal Bersama Ibunya Diindonesia. Tapi Saat Shasa Selesai Kuliah Ia Memutuskan Untuk Tinggal Di Singapura, Dengan Alasan Ia Ingin Tinggal Bersama Ayahnya. Beberapa Minggu Setelah Tinggal Bersama Ayahnya, Ia Mendengar Bahwa Ayahnya Akan Menikah Lagi. Hal Itu Membuat Shasa Enggan Tinggal Serumah Dengan Ayahnya, Shasapun Memutuskan Untuk Tinggal Bersama Tania Sahabatnya. Shasa Juga Termasuk Anak Yang Cantik Dan Baik Hati.
Rara Adalah Sahabat Tania. Rara Atau Yang Bernama Lengkap Clara Annalise Adalah Bule Nyasar Yang Akhirnya Terdampar Dirumah Tania. Sebenarnya Ia Tidak Kesasar, Hanya Saja Ia Melarikan Diri Dari Amerika Ke Singapura. Kisah Hidupnya Sangat Menyedihkan. Ayah Rara Seorang Musisi Terkenal Diamerika Meninggal Karena Kecelakaan. Mendengar Bahwa Ayah Rara Meninggal, Ibu Rara Jatuh Sakit, Sakitnya Makin Hari Semakin Parah. Sampai-Sampai Ia Tidak Mempunyai Uang Lagi Untuk Membayar Biaya Rumah Sakit. Ia Bingung Dan Frustasi, Rarapun Dengan Terpaksa Menjual Dirinya Kepada Seorang Kaya Raya, Dengan Demikian Ia Bisa Membayar Biaya Rumah Sakit Ibunya Itu. Tapi Apa Yang Telah Ia Lakukan Sia-Sia. Setelah Lama Bertahan Dirumah Sakit, Sang Ibu Menghembuskan Nafas Terakhirnya Menyusul Sang Suami. Saat Itu Keadaan Rara Sangat Tidak Normal. Ia Seperti Orang Gila. Bahkan Tantenya Sendiri Hampir Memasukkan Rara Ke Rumah Sakit Jiwa. Tapi Rara Berhasil Melarikan Diri. Ia Pergi Ke Singapura, Dan Menetap Sudah 4 Tahun. Dan Kini Ia Hidup Bersama Sahabatnya Tania Dan Shasa
Asal Usul Keluarga Mereka Memang Berbeda. Tapi Hal Itu Tidak Menjadi Pembatas. Mereka Menerima Satu Sama Lain. Ya, Mereka Sahabat Yang Sempurna. Kehidupan Mereka Penuh Dengan Warna. Mereka Memiliki Profesi Yang Menarik, Mereka Saling Melengkapi. Tania Bekerja Sebagai Supermodel, Shasa Pemilik Salon Kecantikan Ternama Dan Termewah Disingapur, Dan Rara Seorang Desainer Ternama, Ia Memiliki Butik Sendiri Yang Ia Berinama RAAN Yang Diambil Dari Namanya Clara Annalise. Penghasilan Mereka Memang Sangat Mencukupi. Tak Pernah Sekalipun Merasa Kekurangan. Bahka Mereka Jarang Menggunakan Uang Yang Dikirim Orang Tuanya.
*** Malam Itu, Mereka Sibuk Dengan Pekerjaan Mereka Masing-Masing. Tania Yang Sibuk Dengan Jadwal Syutingnya Besok Pagi Jam 7. Dan Parahnya Manager Tania Sedang Berbulan Madu, Ia Juga Tidak Memiliki Asisten, Karna Memang Tania Lebih Suka Mengerjakan Pekerjaannya Dengan Sendirian.
Shasa Yang Bingung Ingin Membuka Cabang Salonnya Dimana, Dan Rara Yang Sedang Sibuk Dengan Rancangan-Rancangan Terbarunya. Yah, Mereka Memang Kadang Butuh Waktu Ekstra Untuk Pekerjaannya. Tiba-Tiba Bel Rumah Berbunyi, Tapi Tak Ada Satupun Dari Mereka Beranjak Untuk Membukakan Pintu. Bel Itu Terus Berbunyi, Hingga Akhirnya Shasa Yang Terpaksa Mengalah Meninggalkan Pekerjaannya Demi Membukaan Pintu. Ada Apa Ya Mas " Tanya Shasa Kepada Pria Yang Umurnya Kira-Kira 3 Tahun Lebih Tua Darinya. Ini Mbak, Saya Mau Menantarkan Titipan Seseorang Buat Mbak Tania. Mbak Tanianya Ada" Jelas Pria Itu, Sambil Menanyakan Tania. Oh, Titipan Buat Tania, Tunggu Sebentar Ya, Mas. Saya Panggil Tanianya Dulu. Shasapun Menghampiri Tania Yang Sedang Berada Dikamar. Tan, Ada Kiriman Untukmu Tuh. Ucap Shasa Kepada Tania Yang Sedang Mengobrak-Abrik Belanjaannya Tadi Siang. Kiriman" Dari Siapa" Tanya Tania, Tanpa Menoleh Kearah Shasa. Aku Tidak Tahu. Dari Fans Mungkin. Sudah Gih Sana Kebawah, Ditungguin Sama Yang Tukang Nganter. Jawab Shasa Lagi Sambil Melangkahkan Kaki Menuju Kamarnya. Sha, Kamu Liat Buku Yang Aku Beli Tadi Gak" Kok Aku Cariin Gak Ada Ya" Tanpa Menghentikan Langkah Gontainya Shasa Menjawab Sambil Terus Menuju Kamarnya Gak Tahu. Ketinggalan Di Caf" Paling.Udah Ah, Aku Mau Tidur. Good Night Dear. Perkataan Shasa Tadi Ada Benarnya. Besok Pagi Tania Harus Ke Caf" Itu Untuk Mengambil Bukunya. Ia Pun Turun Kebawah Menghampiri Pria Yang Dari Tadi Menunggunya. Saya Tania, Mas. Ngomong- Ngomong Ada Kiriman Apa Ya" Tania Memperkenalkan Dirinya Dengan Ramah, Dan Tak Lupa Senyumnya Yang Manis Itu. Wah, Saya Sudah Tahu Kok, Kalo Ini Mbak Tania. Orang Saya Sering Liat Mbak Di Majalah Trus Sama Di Tv. Hehe.. Eh, Iya. Ini Ada Kiriman Buat Mbak Tania Dari Bapak Wang Ming Xei, Dari Jepang. Waduh Jauh Amat Mbak Dari Jepang, Dari Ayahnya Ya" Ucap Pria Pengantar Paket Itu. Oh Iya, Mas. Heheee. Jawab Tania Dengan Ramah. Ya Sudah, Tanda Tangan Disini Mbak. Kata Pria Itu Sambil Menyodorkan Kertas Dan Pulpen. Taniapun Menandatanganinya. Terimakasih Ya Mas. Iya Sama-Sama Mbak, Ya Sudahsaaya Pamit Dulu. Permisi. Pria Itupun Pamit Dan Meninggalkan Rumah Mewah Itu. Tania Kembali Kekamarnya, Dan Langsung Membuka Paket Yang Ia Terima Tadi. Waw. Kata Itulah Yang Pertama Kali Diucapkan Tania, Matanya Berkaca- Kaca. Ayahnya Mengirimkan Foto Kecil Tania, Yang Sangat Cantik Dan Lucu. Foto Tania Saat Berusia 5 Tahun.
Tidak Hanya Foto, Tapi Sebuah Kaset Dvd. Karna Penasaran, Tania Langsung Memutar Dvd Itu. Dvd Itu Berisikan Rekaman-Rekaman Video Waktu Tania Masih Tinggal Dijepang. Rekaman Terakhir Berisikan Rekaman Video Ayah Dan Ibunya Di Jepang Yang Ayahnya Berbicara Dalam Bahasa Jepang Reiku Sayang, Papa Dan Mama Sangat Rindu Padamu, Tiba-Tiba Seseorang Muncul Dan Berkata Hei, Aku Juga Rindu Padamu, Rei. Kapan Kamu Pulang" Itu Adalah Carlos Kakak Laki-Laki Tania. Kakak Yang Paling Ia Sayangi. Tania Tersenyum Saat Menyaksikan Keluarganya Yang Sedang Heboh Itu. Dalam Rekaman Itu, Mereka Saling Berebut, Tapi Akhirnya Mereka Bergiliran Menyampaikan Pesan Dan Rasa Rindu Pada Tania. Yang Pertama Kali Berbicara Adalah Ayahnya, Rei Sayang, Papa Sangat
Merindukamu. Rei, Papa Bangga Padamu, Kau Hebat Anakku! Saat Papa Melihatmu Di Tv, Kau Sangat Cantik Nak. Papa Selalu Berharap Bisa Melihatmu Setiap Saat. Nak,Jaga Dirimu Baik-Baik, Jangan Lupa
Makan,Kesehatan Adalah Nomor Satu. (& .) Teruslah Menjadi Orang Yang Rendah Hati, Nak. Kami Mencintaimu. Setelah Itu Ibu Tania Yang Kedua Berbicara Anakku Sayang, Reiku Sayang. Apa Kabarmu" Baikkan" Mama Tahu Kau Selalu Baik. Rei Mama Sangat Merindukan Kamu. Kapan Kamu Akan Kembali" Mama Ingin Mendengar Suaramu, Ingin Melihat Wajah Cantik Mu Itu, Ingin Mendengar Tawamu, Mama Rindu Pada Harum Wangi Tubuhmu Nak. (& .) Reiku, Tetaplah Menjadi Anak Yang Baik Hati. Kami Mencintaimu. Airmata Taniapun Menetes, Ia Terharu Medengar Perkataan Ayah Dan Ibunya. Ia Juga Sangat Merindukan Mereka. Setelah Ayah Dan Ibunya Berbicara, Kini Giliran Kakak Laki-Lakinya Yang Berbicara. Hei Jelek! Walaupun Papa Dan Mama Berkata Kamu Cantik, Bagiku Kamu Jelek. Ya, Tapi Kalau Dilihat-Lihat Kamu Lumanyanlah. Eits, Tapi Tetap Akulah Yang Paling Sempurna Dikeluarga Ini, Lihat Aku Sangat Tampankan" Tentu Saja. Jika Orang- Orang Berkata Kau Cantik, Itu Karna Kau Mendapatkan Sedikit Kesempurnaan Wajahku. Hehee.. Oh Ya Rei, Kamu Sudah Lama Sekali Tinggal Disana" Apa Yang Kamu Lakukan Disana" Apa Kamu Sudah Menikah Diam-Diam"
Hah" Aku Yakin Belum, Karna Tidak Ada Pria Manapun Yang Mau Menikah Dengan Mu, Yang Terkenal Dengan Keahlian Judomu Itu" Hei! Apa Kamu Masih Menggunakan Jurus Judomu Itu" Aku Harap Masih. Rei, Aku Merindukanmu. Kapan Kamu Pulang" Apa Kamu Tidak Ingat Pulang" Aku Harap Kalau Kamu Sedang Libur, Pulanglah Kejepang. Oh Iya, Apa Kamu Sudah Punya Pacar Di Sana" Seperti Apa Wajah Pacarmu Itu" Apa Lebih Tampan Dari Kakakmu Ini" Aku Harap Tidaak, Karna Tidak Ada Yang Lebih Tampan Dariku. Huuft.. Tania Rei Shinju-Xei, Aku Menyayangimu, Jangan Pernah Kecewakan Aku, Ya" Berbahagialah. Kami Mencintaimu. ***
Shasa Dan Rara Sedang Sarapan Di Ruang Makan, Tapi Tania Belum Juga Muncul. Mungkin Tania Sudah Pergi Pagi-Pagi Sekali, Karna Syuting Dimulai Pukul 7. Tapi Benarkah Dia Sudah Pergi"
Ra, Where Is Tania" Mata Shasa Menelusuri Mencari- Cari Sosok Tania.
I Don t Know, Sha. Dari Tadi Pagi Aku Tidak Ada Melihat Dia Keluar Kamar Jelas Rara. Mendengar Penjelasan Rara Shasa Terbatuk-Batuk.
Apa"! Dari Tadi Tania Belum Keluar Kamar" Shasa Berseru Dengan Suara Lantang Dan Kaget. Sekarang Jam Berapa" Sambung Shasa.
Masih Jam Setengah Delapan, Memang Kenapa" Jawab Rara Dengan Santai, Tapi Tiba-Tiba Ia Kaget Dan Secara Bersamaan Berseru Jadwal Syuting Tania Jam 7! Oh My God. Mata Mereka Berdua Hampir Keluar, Mengetahui Tania Belum Bangun.
Shasa Dan Rara Berlari Menuju Kamar Tania, Mereka Menggedor Dan Berteriak-Teriak
Membangunkan Tania. Tan, Bangun Sudah Jam Setengah Delapan Nih! Rara Menggedor Pintu Kamar Tania.
Tan, Ayo Bangun. Kamu Gak Pergi Syuting" Sambung Shasa Yang Tak Berhenti Menggedor Pintu Kamar Tania.
Tidak Lama Mereka Menggedor-Gedor Kamar Tania, Pintupun Terbuka Dan Tania Muncul Dengan Malasnya.
Ada Apa, Pagi-Pagi Berisik Sekali. Ucap Tania Lesu. Hoy! Putri Tania. Gak Salah Baru Bangun Sekarang" Jam Berapa Sekarang" Setengah Depalan Buk! Kamu Tid.. Kata-Kata Shasa Terhenti.
Hah" Setengah Delapan" Aduh Ya Ampun. Tania Menyela Kata-Kata Shasa, Sambil Menutup Kembali Pintu Kamarnya Dengan Keras.
Yahh.. Begitulah Sorang Tania. Yang Selalu Kesiangan. Ckckckckk.. Ucap Rara Sambil Kembali Ke Ruang Makan Untuk Melanjutkan Sarapannya. Diikuti Dengan Shasa Yang Menggeleng-Gelengkan Kepalanya.
Tak Lama Kemudian Tania Muncul Dan Dengan Pakaian Yang Khusus Dirancang Rara Untuknya. Pakaian Itu Sangat Indah Saat Dipakai Oleh Tania. Ya, Memang Tania Selalu Terlihat Cantik. Dengan Langkah Cepat Ia Menuju Garasi Mobil Dan Tancap Gas Kelokasi Pemotretan.
Ya Ampun, Terlambat Lagi-Terlambat Lagi. Ya Ampun Rei, Kenapa Sih Selalu Terlambat. Tania Mengomeli Dirinya Sendiri Dalam Bahasa Jepangnya. ***
Lokasi Syuting Terlihat Sangat Sibuk. Para Staf Sedang Mempersiapkan Semua Alat-Alat. Sepertinya Tania Belum Terlambat. Padahal Sekarang Jam Delapan Kenapa Semuanya Baru Dipersiapkan. Ada Apa". Tania Bertanya-Tanya Didalam Hati. Tapi Ia Juga Bersyukur, Setidaknya Ia Belum Terlambat. Tania Mendekati Tempat Syuting, Dan Langsung Disambut Oleh Para Staf Yang Ada Disana. Tania Duduk Di Dalam Tenda Sementara Yang Didirikan Di Salah Satu Sudut Taman, Salah Satu Taman Paling Terkenal Di Singapura. Tania Memandang Berkeliling Dan Merasa Seolah-Olah Dalam Semalam Bagian Kecil Taman Itu Sudah Diserbu Oleh Sekumpulan Orang Asing. Di Sekitarnya Terlihat Para Staf Produksi Yang Sibuk Dengan Tugas Mereka Masing-Masing, Berjalan Cepat Dari Satu Tempat Ke Tempat Lain, Mengangkut Sesuatu, Memasang Sesuatu. Tania Juga Baru Menyadari Bahwa Selain Mong Teo Atau Lebih Dikenal Dengan Nama Teo, Alias Si Sutradara Video Musik, Yang Sudah Pernah Ditemuinya Pada Saat Wawancara Awal Dan Penata Rias Yang Bertanggung Jawab Atas Penampilan Tania Dari Ujung Kepala Sampai Ujung Kaki, Tidak Ada Staf Produksi Lain Di Sana Yang Bisa Berbahasa Inggris Dengan Lancar. Tetapi Pekerjaan Tania Sering Menuntutnya Bepergian Ke Luar Negeri Dan Bekerja Sama Dengan Orang-Orang Asing Yang Tidak Bisa. Ini Tehmu. Tania Menoleh Dan Melihat Penata Riasnya Yang Memperkenalkan Diri Sebagai Nisa Mengulurkan Secangkir Teh Harum Yang Mengepul. Senyum Tania Mengembang. Saat Itu Ia Baru Teringat Ia Belum Sarapan Dan Perutnya Tiba-Tiba Berbunyi Pelan. Ia Menerima Teh Itu, Menyesapnya, Lalu Mendesah Senang Ketika Kehangatan Teh Itu Menjalari Tenggorokan, Dada, Dan Tangannya. Kau Juga Lapar" Tanya Nisa Dengan Ramah. Mau Makan Ini" Tania Menatap Sekotak Donat Yang Disodorkan Ke Depan Wajahnya. Gemuruh Di Perutnya Semakin Keras. Terima Kasih Banyak. Kau Benar-Benar Penyelamatku, Katanya Sambil Mengambil Sepotong Donat Berselimut Cokelat. Seorang Model Memang Seharusnya Kurus, Tetapi Seorang Model Tidak Seharusnya Mati Kelaparan.
Penata Riasnya Yang Sangat Ramah Itu Meletakkan Kotak Donat Di Meja Di Depan Tania, Membuat Tanai Bertanya-Tanya Apakah Ia Boleh Mengambil Sepotong Lagi Kalau Ternyata Ia Masih Belum Kenyang. Aneh, Sudah Jam Delapan Kenapa Semua Baru Bersiap-Siap" Seharusnya Dari Jam 7 Sudah Dimulai. Tania Memulai Pebicaraan. Ya, Seharusnya Jam 7 Sih. Tapi Karna Lawan Mainmu Baru Berangkat Dari Thailand, Jadi Tadi Pagi teo Bilang Syuting Di Undur. Apa Kau Tidak Menerima Telpon Atau Sms Dari Teo" Jelas Nisa, Sambil Memulai Menggulung Rambut Tania Dengan Rol-Rol Besar. Benarkah" Tania Tak Menerima Telpon Atau Sms Dari Teo. Iapun Merogoh Tasnya Dan Mengambil ponselnya. Astaga. sebelas Panggilan Tak Terjawab Dan satu Sms Dari Teo Yang Berisi Bahwa Syuting Diundur Jadi Jam 9. Ngomong-Ngomong, Kau Sudah Pernah Bertemu Dengan Lawan Mainmu Di Video Musik Ini" Tanya Nisa. Tania Mengalihkan Pandangan Dari Hpnya Dan Menatap Wajah Nisa Yang Bulat Di Cermin. Belum. Aku Belum Pernah Bertemu Dengannya. Aku Bahkan Belum Tahu Namanya, Sahutnya Dan Kembali Menyesap Tehnya Yang Enak Sekali. Mata Nisa Yang Sipit Langsung Berbinar-Binar. Marco Andreas, Katanya Singkat. Ketika Melihat Tania Yang Menatapnya Dengan Pandangan Bertanya, Ia Melanjutkan, Lawan Mainmu. Namanya Marco Andreas. Tania Berhenti Mengunyah Donatnya. Nisa Memandang Berkeliling. Di Mana Dia Ya" Apa Belum Sampai Juga". Ia Mendesah Dan Kembali Menggulung Rambut Tania. Masa Kau Tidak Tahu, Dia Sangat Terkenal Di Thailand Dan Dinegara-Negara Tetangga. Sering Membintangi Film, Drama, Iklan Dan Video Musik. Karena Tania Tidak Berkata Apa-Apa, nisa Menambahkan, Tidak Perlu Khawatir. Dia Sangat Baik. Oh, Dan Dia Juga Tampan. Benar-Benar Tampan. Dia Blasteran Jerman-China- Thailand, Kalau Tidak Salah Ayahnya Orang Jerman, Dan Ibunya Orang Keturunan China-Thailand. Kalau Kau Melihatnya Nanti, Aku Yakin Kau Akan Jatuh Pingsan. Tania Masih Diam. Hanya Menunduk Menatap Teh Kental Yang Mengepul Di Dalam Cangkir Gelasnya. Mendadak Saja Kehangatan Yang Dirasakannya Tadi Menguap Begitu Saja. Tiba-Tiba Nisa Menepuk-Nepuk Pundaknya. Hei, Lihat. Itu Dia! Bisik Nisa Dengan Nada Mendesak. Kepala Tania Berputar Pelan Dan Matanya Langsung Menangkap Sosok Laki-Laki Berjaket Hitam Yang Berdiri Di Luar Tenda. Laki-Laki Itu Menyapa Orang-Orang Yang Mengelilinginya Dengan Senyum Lebar, Berjabat Tangan. Ups! Hati-Hati. Tehmu Bisa Tumpah. Tania Mengerjap Kaget Dan Menyadari Bahwa Cangkir Yang Dipegangnya Sudah Hampir Terlepas Dari Pegangan. Oh, Dear. Maaf, Gumamnya Pelan. Nah, Kubilang Juga Apa" Kata Nisa Sambil Menepuk Pundak Tania Lagi Dan Tersenyum Penuh Kemenangan. Kau Memang Terliahat Hampir Jatuh Pingsan. Tania Memalingkah Wajah Dan Menatap Cermin. Namun Ia Masih Bisa Melihat Bayangan Marco Di Sana. Tepat Pada Saat Ia Melihat Nisa Berbalik Dan Mengangkat Sebelah Tangannya Yang Memegang Sisir, Lalu Berseru, Hei, Marco! Tania Membeku. Oh, Tidak... Marco Menoleh Ke Arah Mereka. Ke Arah Tania. Sedetik Mata Mereka Bertemu Di Cermin. Mata Laki-Laki Itu Seolah-Olah Menatap Lurus Ke Mata Tania. Hanya Sedetik, Sebelum Tania Buru-Buru Mengalihkan Pandangan, Menatap Nisa Yang Tersenyum Lebar Padanya Di Cermin. Dia Ke Sini, Kata Nisa. Akan Kuperkenalkan Kau Padanya. Tania Tidak Bisa Bernapas. Ia Mencengkeram Lengan Kursinya Erat-Erat. Ya Tuhan..
*** DUA Marco Baru Saja Sampai Disingapura, Cuaca Disingapura Cukup Bersahabat. Ia Langsung Menuju Lokasi Syuting. Dalam Sekejap Orang-Orang Yang Ada Disana Langsung Mengalihkan Pandangannya Kepada Sosok Pemuda Tampan Itu. Semua Mengerumuninya, Ia Menyapa Semua Orang-Orang Yang Ada Disana. Ada Yang Berteriak Memanggil Namanya, Sepertinya Dari Tenda Disudut Sana, Marco Langsung Menghampirinya. Hanya Beberapa Langkah Ia Telah Berada Di Dalam Tenda Yang Sama Dengan Orang Yang Memanggilnya Tadi, Ternyata Itu Nisa, Sang Penata Rias Yang Sudah Dikenalnya, Tanpa Disengaja Mata Marco Bertemu Dengan Mata Terindah Yang Pernah Ia Temui Dalam Hidupnya.Tapi Hanya Sedetik, Karna Mata Itu Mangsung Mengalihkan Pandangannya. Apakah Dia Boneka" Ya Itulah Yang Pertamakali Dipikiran Marco Tentang Wanita Itu. Marco Langsung Menyapa Dan Memberikan Senyuman Terbaiknya. Oh, Hai Nisa, Waw Sepertinya Kau Lebih Seksi Sekarang. Marco Menggoda Nisa. Hei, Marco. Jangan Katakan Seperti Itu, Sekarang Aku Sangat Tidak Menyukai Bentuk Tubuhku, Aku Sudah Overdosis Tahu! Nisa Manyun Memamerkan Bibir Monyongnya Itu. Kau Tidak Menyukainya" Ckckck.. Tapi Aku Menyukainya. Bagiku Kau Memang Seksi. Marco Mengedipkan Sebelah Matanya Dan Tersenyum. Begitu Juga Nisa, Wajahnya Terlihat Penuh Kemenangan Saat Mendengar Pernyataan Marco. Pandangannya Beralih Kepada Seorang Gadis Berambut Indah Yang Sedang Membelakanginya, Gadis Itu Sedang Menghadap Cermin Besar Yang Ada Didepan Marco. Tapi Tidak Jadi Masalah Gadis Itu Membelakanginya, Karna Marco Bisa Melihat Wajah Gadis Itu Dari Cermin. Marco Bisa Melihat Mata Indah Itu Lagi. Dengan Ragu Marco Memperkenalkan Dirinya Pada Gadis Itu. Hei. Aku Marco Andreas, Panggil Saja Aku Marco. Marco Mengulurkan Tangannya Kepada Gadis Yang Sedang Membelakanginya Itu. Tapi Gadis Itu Tidak Bereaksi, Sepertinya Gadis Itu Tidak
Mendengarkannya. Nisapun Menepuk Pundak Gadis Yang Sedang Ia Rias Itu, Hei, Apa Kau Tidak Dengar Marco Berbicara Padamu Nisa Berbisik Pada Gadis Itu. Gadis Itu Sepertinya Kaget, Dan Langsung Memutar Bangkunya Menghadap Marco. Hei, Aku Marco Andreas Ulang Marco Yang Masih Mengulurkan Tangannya. Gadis Itu Membalas Uluran Tangan Marco Dan Tersenyum Tania Jawabnya Singkat. Tania" Lebih Lengkapnya" Tanya Marco Sambil Tersenyum. Tania Rei Shunji-Xei Tania Menyebutkan Nama Lengkapnya Kepada Marco Dengan Wajah Tanpa Ekspresi. Tania Rei ShunjiXei" Apa Kamu Orang Jepang" Tanya Marco Lagi. Ya Jawab Tania Singkat Dengan Wajah Datar. Marco Tersenyum Dan Mengangguk. Baiklah, Ku Harap Kita Bisa Bekerja Sama Dengan Baik. Lagi-Lagi Pembicaraan Marco Tidak Ditanggapi Oleh Tania. Akhirnya Marco Undurdiri Karna Ia Depanggil Oleh Penata Riasnya.
Baiklah, Kalau Begitu Aku Juga Harus Bersiap-Siap. Marco Pergi Meninggalkan Tenda Itu.
*** Nisa Berdecak Saat Marco Meninggalkan Mereka. Kamu Ini Bagaimana Sih Tania, Dia Itu Marco Andreas, Yang Super Tampan Menawan Dan Manis Sekali. Kau Tidak Lihat Tubuhnya Yang Indah Itu Semua Wanita Mendambakan Tubuh Pria Seberti Itu. Dia Itu Sangat Seksi. Dia Juga Baik Hati. Oh, Apa Kau Lihat Bibirnya Tadi, Bibirnya Juga Sangat Indah Sempurna. Semua Wanita Pasti Ingin Merasakan Bibir Itu. Ohh.. Marco, Kau Memang Pria Sempurna. Tapi Mengapa Kau Tidak Peduli Padanya" Kau Ini Wanita Aneh. Kalau Aku Jadi Dirimu Aku Sudah Pasti Mendekatinya, Dan Aku Yakin Bisa Mendapatkannya. Hei Kalau Dilihat-Lihat Kalian Sangat Cocok. Dan Sepertinya Marco Tertarik Padamu. Ku Harap Kau Tidak Menyia-Nyiakan Kesempatan Bersama Marco& Nisa Terus Berceloteh Tidak Jelas, Jika Dipikir-Pikir Memang Benar Apa Yang Dikatakan Nisa Tadi, Marco Sangat Tampan, Tubuhnya Juga Indah Memang Tubuh Yant Didambakan Setiap Wanita Dan Bibirnya, Seperti Khusus Bibir Itu Hanya Ada Padanya. Ya, Tania Mengakui Bahwa Marco Pantas Disebut-Sebut Pria Sempurna. Ia Juga Baik Dan Ramah. Sudah Selesai. Perkataan Nisa Membuyarkan Semua Lamunan Tania. Iapun Mengamati Wajahnya Dicermin, Dan Tersenyum. Terimakasih Nisa. Kau Memang Penata Rias Terhebat. Puji Tania Kepada Nisa. Ah, Biasa Saja. Wajahmu Memang Cantik, Jadi Siapapun Penata Riasnya, Tetapsaja Kau Terlihat Cantik. Nisa Merendah Diri Dihadapan Tania, Padahal Sebenarnya Hari Nisa Sangat Gembira. Bagaimana Tidak, Tapi Marco Berkata Padanya Kalau Dia Seksi Dan Sekarang Tania Berkata Bahwa Ia Penata Rias Yang Terhebat. Baiklah Syuting Segera Dimulai. Aku Pergi Dulu Ucap Tania, Dan Meninggalkan Tenda Itu.
Adegan Demi Adegan Mereka Lalui Dengan Sedikit Canggung, Marco Yang Terus Menerus Menatap Tania Lurus Membuat Tania Jadi Tidak Nyaman. Mengapa Kau Menatapku Seperti Itu" Tanya Tania Ketus Kepada Marco. Mendengar Hal Itu Marco Langsung Mengalihkan Padangannya Kesekeliling. ***
Hari Ini Hari Yang Melelahkan. Dari Jam 9 Sampai Jam 4 Baru Ada Istirahat. Syuting Akan Dilanjutkan Jam 7 Malam. Benar-Benar Melelahkan. Saat Waktu Luang Itulah Tania Kembali Ketenda Dan Duduk Disana. Ia Hanya Sendirian, Nisa Pulang Sebentar Karna Anaknya Sedang Dalam Keadaan Kurang Sehat. Dan Akan Kembali Kesini Sebentar Lagi. Marco Menghampiri Tania Yang Sedang Duduk Disana. Hei, Tadi Itu Sangat Melelahkan Ya. Ucap Marco. Tapi Tania Diam Saja. Suasana Menjadi Tidak Nyaman. Apa Kau Operasi Plastic" Doorrr!! Pertanyaan Itu Sepertinya Sangat Dibenci Oleh Tania. Mata Besar Nan Indah Milik Tania Itu Langsung Menatap Marco Dengan Sadis. Dari Mana Kamu Mendapat Mata Besar Dan Indah Itu Kalau Tidak Operasi" Katakan Saja, Banyak Artis-Artis Yang Melakukannya Kok. Ucap Marco. Ia Yakin Kalau Tania Melakukan Operasi Plastic. Lagipula Orang Jepang Memiliki Mata Sipit, Tapi Mengapa Tania Tidak. Bisakah Kau Menjaga Kata-Katamu Itu, Tuan Sok Tau Segalanya" Tania Mengucapkan Kata-Kata Itu Dengan Sangat Sinis. Aku Hanya Bertanya, Apakah Kau Operasi Plastic" Mengapa Kau Begitu Sinis Menanggapiku. Ji- Kata-Kata Marco Terhenti Karna Tania Menyelanya. Apakah Semua Yang Ada Padaku Itu Operasi Plastic"! Kau Sama Saja Dengan Yang Lainnya! Jawaban Tania Tidak Dapat Dimengerti Oleh Marco. Tania Pergi Begitu Saja Dari Hadapannya. Marco Bingung, Apa Yang Salah" Ia Hanya Cukup Katakan Ya Atau Tidak, Mengapa Ia Marah Dan Menjawab Aneh Seperti Itu" Lalu Ia Pergi" Huh Dasar Gadis Aneh.
Tapi Apakah Ia Salah Bicara. Oops! Apa Tania Tidak Mau Syuting Bersama Dengannya Lagi" Tidak Mungkin Ada Orang Yang Tidak Mau Syuting Bersama Seorang Marco. Itu Mustahil. Marco Mendesah. Kemana Ia Pergi" Aku Harus Minta Maaf Padanya. Marco Berbicara Dalam Hati.
*** Marco Melihat Nisa Sudah Berada Dilokasi, Ia Menghampiri Nisa. Hei, Nisa. Apa Kau Tahu Tania Pergi Kemana" Tanya Marco Dengan Ramah Pada Nisa Si Ibu Muda Itu. Tania Pergi" Kemana Dia" Nisa Malah Balik Bertanya. Aku Bertanya Padamu, Nisa. Marco Mendesah Lalu Kembali Tersenyum. Nisa Tersadar, Lalu Mengutuki Dirinya Sendiri. Ia Sangat Malu, Bisa-Bisanya Ia Terlihat Bodoh Seperti Ini. Tapi Bukannya Nisa Selalu Terlihat Bodoh Dihadapan Marco" Benarkah" Oh, Maaf. Tapi Dia Tidak Ada Memberi Tahu Aku. Oh, Biar Aku Telpon Dia. Nisa Mengeluarkan Ponselnya, Dan Menekan Nama Tania Dikontaknya. Tidak Butuh Waktu Lama Menunggu Tania Mengangkat Telponnya. Halo, Kau Dimana" Aku Mencari Mu Di Lokasi Tapi Kamu Tidak Ada. (& ..) Oh, Disitu Kau Rupanya. Baiklah, Jangan Lupa Syuting Dimulai Lagi Jam 7 Nanti.(& ) Nisa Menutup Telponnya. Dimana Dia" Tanya Marco Penasaran. Dia Ada Dicafe Happygreen. Kau Tahu Dimana Itu" Tentu Saja Marco Mengetahuinya, Itu Caf" Terkenal Disingapura. Marco Mengangguk,Dan Langsung Pergi Menuju Caf" Itu.
*** TIGA Tadinya Suasana Hati Tania Baik, Tapi Karna Perkataan Pria Yang Baru Saja Dikenalnya Itu Sangat Menyayat Hatinya. Huh! Memngnya Setiap Kecantikan Harus Operasi" Dasar Pria Brengsek! Tania Marah- Marah Hsendiri. Ia Terus Menancap Gas Mobilnya Itu. Kalau Aku Tanya Juga Seperti Itu Dia Juga Pasti Marah. Awalnya Aku Kira Dia Pria Yang Baik. Cuih! Baik Apanya. Semua Orang Sama Saja. Tania Tidak Berhenti Berceloteh Walau Sudah Sampai Ditempat Tujuannya, Yaitu Caf" Langganannya. Ia Langsung Menempati Tempat Kosong, Dipojok Ruangan. Dengan Dinding Kaca Yang Besar Dari Dalam Sana Tampak Jelas Tanaman- Tanaman Hijau Yang Dapat Menyegarkan Pikiran Dan Membuat Semua Orang Betah Berlama-Lama Dicafe Ini. Tania Memesan Semangkuk Besar Ice Cream Coklat- Vanilla Favoritnya. Setiap Suasana Hatinya Sedang Mendung Atau Bahkan Petirnya Sudah Meledak-Ledak Ia Tidak Pernah Lupa Untuk Membeli Ice Cream Itu, Baginya Ice Cream Itu Adalah Sahabat Terbaiknya Kalau Sedang Marah. Saat Sedang Makanpun Ia Terus Berceloteh. Tiba- Tiba Saja Seorang Pria Tampan Berkaca Mata Dan Memakai Jas Hitam Menghampirinya. Hei, Selamat Sore Nona Tania. Pria Itu Menyapa Tania Dengan Ramah. Tapi Tania Malah Kaget Dan Hampir Menyemburkan Ice Cream Penuh Yang Ada Dimulutnya Kepria Yang Duduk Didepannya. Dari Mana Kau Tahu Namaku" Tanya Tania Sinis. Lalu Pria Itu Tertawa. Semua Orang Disini Tahu Namamu Tania. Kau Ini Bagaimana" Perkataan Pria Itu Benar Juga. Diakan Artis, Pasti Banyak Orang Yang Mengenalnya. Hal Ini Membuat Tania Seperti Orang Bodoh Saja. Apa Mau Mu" Tania Bertanya Pada Pria Itu Tanpa Menoleh Kearahnya. Ia Terus Focus Pada Ice Creamnya. Pria Itu Terus Memperhatikan Tania. Aku Robbert Panggil Saja Rob, Pemilik Caf" Ini. Pria Itu Memperkenalkan Dirinya Pada Tania. Lalu" Tania Menjawab Cuek. Lagi Pula Ia Tidak Punya Urusan Dengannya. Jadi Ia Tidak Peduli. Kemarin Kau Meninggalkan Ini. Rob Meletakkan Sebuah Buku Diatas Meja Dan Menyodorkannya Pada Tania. Apa Benar Memang Milikmu" Tanya Rob Pada Tania. Tania Menoleh Buku Itu Ekspresinya Berubah Menjadi Seperti Mentari Pagi Yang Baru Bersinar. Oh, Bagaimana Bisa Buku Ini Ada Padamu" Tania Balik Bertanya Pada Rob. Kemarin Aku Melihat Kau Meningalkan Caf" Tanpa Membawa Buku Ini. Lalu Aku Mengejarmu. Tapi Kau Malah Sudah Pergi. Laluku Simpan, Aku Yakin Kalau Besok Kau Akan Kecafe Ini Lagi. Dan Ternyata Benar. Robbert Menjelaskan Panjang Lebar. Tapi Tania Hanya Bersikap Cuek Pada Rob, Padahal Rob Sudah Berbaik Hati Mau Menyimpankan Buku Itu. Oh, Terimakasih. Kata Tania Singkat Dan Mengambil Buku Itu, Lalu Kembali Melanjutkan Menyantap Ice. Karna Merasa Diabaikan Akhirnya Rob Undur Diri. Rob Menopangkan Tangannya Dimeja, Dan Memajukan Kepalanya. . Hhmm, Baiklah.
Sepertinya Aku Tidak Akan Mengganggu Kencanmu Dengan Ice Cream Sicoklat-Vanilla Itu. Tania Hanya Mengangguk Cuek. Lalu Rob Meninggalkan Tania.
Masih Jam 5 Sore. Dua Jam Lagi Syuting Akan Dimulai Lagi. Tania Menghembuskan Nafasnya Pelan. Baiklah, Rei. Hanya 1 Bulan Kau Bersama Dengannya. Jadi Bertahalah Dari Pria Itu. Semangat! Tania Menyemangati Dirinya Sendiri. Tapi Kemudian Dia Mendesah Lagi. Hanya Satu Bulan" Oh God. Satu Bulan Memang Tidak Terlalu Lama. Tapi Karna Pria Yang Bernama Marco Itu Yang Membuat Tania Merasa Satu Bulan Seperti Satu Tahun. Apakah Ia Akan Tahan" ***
Air Mata Tania Menetes, Kata-Kata Marco Tadi Seperti Merobek Hatinya. Hampir Membunuhnya. Bagi Tania Kata Operasi Plastic Adalah Kata Yang Mengerikan Laginya. Kata Itu Mengingatkannya Pada Masa Lalunya. Mengapa Semua Orang Berpikiran Aku Melakukan Hal Itu" Mengapa" Apa Tidak Boleh Memiliki Wajah Sepertiku" Bagi Tania Kesempurnaan Terkadang Membawa Kesengsaraan.
Tiba-Tiba Saja Seorang Pria Menyelonong Duduk Dihadapannya. Tania Kaget Melihat Bahwa Pria Itu Adalah Marco. Dan Dalam Waktu Yang Sangat Singkat Semua Orang Yang Ada Dicafe Itu Melihat Dan Saling Berbisik. Untuk Apa Kau Kesini" Tanya Tania Dengan Nada Tak Suka. Lalu Matanya Yang Indah Mengelilingi Setiap Sisi Ruangan Caf" Itu. Mendengar Hal Itu Marco Mencoba Tersenyum. Sepertinya Marco Tahu Kalau Tania Sangat Terpukul Karna Perkataannya Tadi. Ia Mendesah Apa Kau Marah Padaku" Tanya Marco Dengan Nada Lembut. Tania Menatap Ngeri Marco, Tapi Bagi Marco Saat Tania Seperti Itu, Matanya Semakin Cantik Saja. Dan Sekarang Marco Tersadar Kalau Mata Cantik Itu Adalah Mata Asli Milik Tania. Bukan Hasil Operasi. Tapi Ia Masih Meragukan Kesempurnaan Wajah Dan Tubuh Tania Yang Indah Itu. Ia Ragu Kalau Semua Itu Alami. Tania Memang Tipe Marco. Tapi Jika Kesempurnaan Tania Adalah Palsu, Marco Harus Membuang Jauh-Jauh Perasaan Itu.
Marco Berhenti Menghayal, Dan Berdehem Apa Kau Marah Padaku" Marco Mengulangi Pertanyaannya. Marco Tidak Melihat Tanda-Tanda Kalau Tania Akan Mengeluarkan Suaranya. Marco Terus Menatap Lurus Tania, Ia Terus Menunggu Tania Mengeluarkan Suaranya Yang Indah Itu. Tapi Tania Terus Menyuapi Ice Cream Kemulutnya Dengan Kasar. Bisakah Kau Makan Dengan Perasaan. Tania Tetap Diam. Akhirnya Marco Menyerah Untuk Mencoba Berbicara Gpada Tania. Ia Mendesah Untuk Kesekian Kalinya Baiklah Jika Kau Tak Ingin Berbicara. Marco Berhenti Berbicara, Ia Melihat Tania Tidak Mempunyai Reaksi. Lalu Marco Kembali Mendesah Dan Menatap Lurus Tania. Aku Minta Maaf Atas Perkataanku Yang Membuat Kau Marah. Ku Harap Kau Mau Memaafkan Aku. Marco Mencoba Tersenyum. Sebelumnya Ia Tidak Pernah Meminta Maaf Kepada Gadis Manapun, Yang Pernah Ia Sakiti. Tapi Entah Mengapa Hatinya Terus Memaksa Marco Untuk Meminta Maaf Pada Tania. Marco Berdiri Dan Tetap Menatap Lurus Tania. Aku Pergi. Jangan Lupa Syuting Dimulai Jam 7 Nanti. Marco Meninggalkan Tania Dicafe Itu. Sebenarnya Ia Sangat Kecewa Karna Tania Tidak Bereaksi. Ya, Memang Ini Salahnya. Seharusnya Ia Tidak Bertanya Tentang Operasi Plastic Itu. Tapi Mau Bagaimana Lagi Ia Sudah Terlajur Mengatakannya. Waktu Tidak Mungkin Bisa Diulang Kembali.
*** Kata-Kata Marco Tadi Terus Terulang Dalam Benaknya. Aku Minta Maaf Atas Perkataanku Yang Membuat Kau Marah. Ku Harap Kau Mau Memaafkan Aku. Tania Tersenyum Sinis. Ternyata Kau Mengenal Kata Maaf. Tapi Mengapa Tania Marah Sampai Segitunya Pada Marco Pria Yang Baru Ia Kenal. Aneh. Tania Mendesah. Ku Rasa, Kau Sudah Berlebihan Rei. Memangnya Dia Siapamu" Jadi Tidak Usah Diingat-Ingat Lagi. Baiklah Saatnya Kembali Kelokasi Syuting. Tapi Sebelum Itu Ia Harus Kembali Kerumah Untuk Membersihkakan Diri.
*** EMPAT Marco Dari Tadi Sudah Mondar-Mandir Mencari Sosok Cantik Tania. Apa Ia Tidak Datang Ya" Oh Tidak. Apa Ia Benar-Benar Marah Padaku" Ini Semua Salahmu Marco. Lagi-Lagi Marco Mengutuki Dirinya. Melihat Marco Yang Dari Tadi Mondar-Mandir Nisa Heran. Cari Tania Ya" Tsepertinya Nisa Bisa Tahu Kalau Marco Sedang Mencari Tania. Marco Tersenyum Dan Mengangguk. Nisa Tersenyum Geli Melihat Kelakuan Marco. Mungkin Masih Dijalan Nisa Melangkah Pergi.
Nisa Menghampiri Tania Yang Berada Ditenda, Ternyata Ia Baru Datang. Hei, Darimana Saja Kau" Pangeranmu Sudah Setengah Gila Mencarimu. Nisa Menunjuk Marco Dengan Mulut Yang
Dimonyongkan. Tania Mengangkat Sebelah Alisnya. Dia Bukan Pangeranku. Jawab Tania Singkat. Hei! Jangan Begitu, Aku Yakin Dia Menyukaimu. Buktinya Saja Dari Tadi Dia Mondar-Mandir Mencarimu. Mencari Bukan Berarti Menyukai, Nisa. Tania Sambil Mengunyah Pizza Hangat Yang Baru Datang. Dia Mencariku Karna Ingin Meminta Maaf. Sambung Tania. Nisa Heran, Untuk Apa Marco Minta Maaf Pada Tania. Minta Maaf" Kenapa Bisa Seperti Itu" Tania Mendesah. Marco Tidak Sengaja Bertanya Apakah Aku Melakukan Operasi Plastic. Nisa Kaget Astaga. Tania Tersenyum. Kau Tahu Kan Kalau Aku Tidak Pernah Melakukan Hal Itu. Setelah Dia Mengatakan Hal Itu, Aku Tidak Berbicara Lagi Padanya. Lalu Dia Minta Maaf. Tapi Aku Tidak Meresponnya, Ku Rasa Aku Sudah Berlebihan. Tania Tersenyum Lemah. Nisa Hanya Diam Saja. Ia Tidak Berani Berkomentar Tenang Operasi Plastic Itu. Nisa Tahu Tania Pasti Sangat Terpukul. Terdengar Suara Teo Yang Mengatakan Syuting Dimulai. Oh, Tania. Ayo Cepat Jangan Buat Teo Kehilangan Moodnya. Semangatlah! Ucap Nisa Menyemangati Tania.
*** Akhirnya Saat Syuting Akan Dimulai Tania Muncul Juga. Lega Rasanya. Malam Ini Sudah Pukul Sebelas. Sungguh Hari Yang Melelehkan. Marco Menghampiri Tania Dan Tersenyum. Hei. Ku Kira Kau Tidak Akan Datang. Marco Mencoba Mengajak Tania Berbicara. Walau Tadi Dalam Adegan Syuting Mereka Saling Berbicara Dan Tersenyum. Tapi Itu Hanya Karna Naskah Scenario. Apa Kau Masih Marah Padaku. Sambung Marco. Tania Tetap Diam Saja. Oh, Ayolah Lebih Sedikit Dewasa. Kau Seperti Anak Kecil. Oops Kata-Kata Marco Tadi Membuat Mata Tania Menatap Tajam Marco. Anak Kecil" Tania Menatap Tajam Marco, Lalu Membuang Pandangannya. Kita Buktikan Siapa Yang Anak Kecil Itu. Kau Atau Aku Mendengar Tania Sudah Berbicara Marco Tersenyum. Oke. Kita Buktikan. Marco Tak Mau Kalah. Besok Syuting Dimulai Sore. Kata Tania. Lalu Apa Hubungannya" Tanya Marco Tak Mengerti. Besok Pagi Jam 8 Ku Tunggu Digedung Kosong Dekat Caf" Happygreen. Ucap Tania Sinis. Marco Semakin Tak Mengerti Lalu Apa Hubungannya" Tania Tersenyum Sinis. Siapkan Saja Fisikmu. Kita Akan Tunjukkan Siapa Yang Akan Menangis Seperti Anak Kecil Nanti. Tania Mengembangkan Senyumnya. Oh God.. Bisakah Dia Jangan Tersenyum Seperti Itu Padaku.-Pikiran Marco Jadi Kacau Karna Melihat Tania Tersenyum Lepas Seperti Itu. Eh! Kau Dengar Tidak"!! Bentakan Tania Membuat Marco Kembali Kealam Sadar. Iya, Aku Akan Datang Jam 8. Tapi Dengan Syarat, Yang Menang Boleh Meminta Apa Saja Pada Yang Kalah. Bagaimana" Ucap Marco Cepat. Oke. Tania Masuk Kemobilnya Dan Meninggalkan Marco Yang Masih Berdiri.
*** LIMA Alaram Tania Berbunyi Dengan Semangat Empat Lima. Pukul 7:00. Bagus Entah Mengapa Tania Tidak Membanting Jam Bekkernya Itu Lagi Dan Kembali Tidur. Mungin Karna Ia Terlalu Bersemangat Dengan Tantangan Yang Ia Berikan Kepada Marco. Tiba-Tiba Bordering. Ya, Halo Ma. (& ) Aku Baik Ma. Mama Dan Yang Lainnya Diisana Bagaimana"(& .) Oh, Baiklah. (& & & & & ..) Apa"! Menikah" Tapi Ma. (& .) Iya, Memang Rei Sudah Dewasa. Tapikan, Rei Belum Berpikiran Untuk Menikah Ma. (& & & .) Huuft, Baiklah, Ma. Tapi Berikan Aku Waktu.(& .) Ya, Aku Akan Pulang Setelah Syuting Film Ini Selesai. (& ) Ya, Ma. I Love You. Tania Mendesah Mendengar Perkataan Mamanya Rei, Mengertilah, Sayang. Kau Sudah Dewasa. Tidak Mungkinkan Kamu Begini Terus" Mama Juga Yakin Kamu Akan Menyukai Calon Suami Kamu Ini. Dia Orang Terkenal. Berasal Dari Kelurga Terpandang. Dia Juga Tampan, Baik Hati. Jadi, Sayang.. Tolong Hargai Keputusan Mama Dan Papa. Kau Bilang Kau Akan Jadi Anak Yang Baik. Kau Bilang Kau Mencintai Kami. Buktikan Kalau Kamu Mencintai Kami, Sayang
Hargai Keputusan Papa Dan Mama" Buktikan Kalau Kamu Mencintai Kami" Oh, God. Kata-Kata Itu Seperti Petir Yang Menyambarnya. Tania Memang Mencintai Keluarganya. Tapi Apa Tidak Ada Cara Lain, Untuk Membuktikannya" Tania Merenung Lama. Memang Benar, Ia Belum Menjadi Anak Yang Baik. Ia Selalu Memaksa Orangtuanya Menuruti Permintaannya, Mungkin Sekaranglah Ia Harus Menuruti Permintaan Orangtuanya Itu. Tania Memandang Sekeliling Ruangan Kamarnya Yang Besar Dan Mewah Itu. Lalu Matanya Berhenti Pada Jam Yang Telah Menunjukkan Pukul Delapan Lewat. Oh, God. Ia Buru-Buru Membersihkan Tubuhnya, Lalu Keluar. Rara Yang Sedang Berolahraga Didepan Rumah Bingung Melihat Tania Buru-Buru Begitu Dan Pakaian Tania Yang Tidak Biasanya. Kaus Lengan Pendek Berwarna Putih Dan Celana Jeans Panjang. Waw Penampilan Tania Sungguh Berbeda Kali Ini. Ia Terlihat Lebih Maskulin. Mau Kemana Pagi-Pagi Begini" Tania Menoleh Dan Tersenyum Mau Menemui Teman. Kata Tania Sambil Mengeluarkan Sepedanya. Pakai Sepeda" Tanya Rara. Iya, Lagi Pula Tempatnya Dekat Kok. Dan Lebih Sehat. Tania Tersenyum. Rara Mengangguk Dan Tersenyum Juga. Bye, Aku Pergi Dulu. Tania Menaiki Sepedanya Dan Pergi.
*** Dari Kejauhan Tampak Sosok Marco Yang Sedang Menunggu. Datang Juga Kau. Marco Tersenyum Bosan. Kau Tahu Sekarang Jam Berapa" Sambung Marco. Iya, Aku Minta Maaf. Ucap Tania. Tidak, Aku Tidak Mau Memaafkan Mu Begitu Saja. Marco Memalingkan Wajahnya. Hei!! Kau Aku Hanya Terlambat Dua Puluh Menit. Bentak Tania. Aku Hanya Bertanya, Tapi Kau Marah Dan Juga Tak Mau Memaafkan Aku! Suara Marco Tak Kalah Tinggi. Membuat Tania Sedikit Merinding. Ini Pertama Kalinya Ia Merasa Takut Pada Pria Selain Ayahnya. Aku Tidak Marah Dan Aku Sudah Memaafkanmu! Mereka Sama- Sama Terdiam. Benarkah" Tanya Marco Tak Percaya. Ya. Jawab Tania Singkat. Mendengar Tania Berkata Ya. Marco Tersenyum. Baiklah Au Juga Memaafkanmu. Tapi Apa Kita Harus Membuktikan Siapa Yang Anak-Anak" Tentu. Tanpa Babibu, Tania Melayangkan Kakinya Kewajah Marco. Gubbraakkk!! Dan Marco Terjatuh Oops. Sorry. Ayo Balas Aku Kalau Bisa.Kalau Kau Bisa Mengalahkan Aku Berarti Akulah Yang Kekanakan. Dan Kau Yang Menang. Tantang Tania. Marco Masih Memegangi Wajahnya Itu. Ia Tak Percaya Kalau Tania Mengerikan. Hei! Apa Kau Gila"! Kau Wanita. Itu Akan Menurunkan Harga Diriku Sebagai Pria. Aku Tidak Mungkin Menyakitimu. Marco Masih Tergeletak Dilantai Gedung Kosong Itu. Kalau Begitu Anggap Saja Aku Pria. Jawab Tania Enteng. Bagaimana Mungkin Bisa Menganggap Tania Pria. Melihat Tubuhnya Saja Sudah Membuktikan Tania Memang Betul-Betul Indah Dan Seksi. Bagaimana Mungkin Menganggapnya Pria. Terpaksa Marco Mengalah Dihajar Habis Oleh Tania. Ia Tidak Ingin Melukai Tania.
*** Hei!! Kau Ini Bagaimana" Katanya Pria" Masa Kalah Dengan Wanita. Tania Susah Payah Menopang Marco Yang Sudah Babak Belur Tak Berdaya Kedalam Mobil Marco. Sepedaku" Bagaimana Dengan Sepeda Tania" Ah, Ya Tania Melipat Sepedanya Dan Memasukknya Kedalam Mobil, Dikursi Belakang. Dimana Tempat Tinggalmu" Aku Tidak Mugkin Membawamu Kerumahku. Apa Kata Tetanggaku Nanti" Tanya Tania Yang Sedang Mengendarai Mobil Marco. Marco Menyebutkan Alamat Apartemennya Dengan Terbata-Bata. Untungnya Tania Anak Yang Cerdas, Ia Langsung Mengerti Apa Yang Di Ucapkan Marco. Tania Langsung Menancap Gas Mobil Marco. Sebenarnya Itu Bukan Mobil Marco, Itu Mobil Milik Teo.
*** Tania Menopang Marco Kekamar Dengan Susah Payah. Dan Membaringkannya Ditempat Tidur. Uuhh. Kau Berat Sekali Marco Mengiris Kesakitan. Kau Ini Seperti Iblis! Kau Bahkan Pantas Dijuluki Ratu Iblis! Marco Tampak Sangat Kesakitan. Tania Tersenyum Menang. Uh, Lihat Sekarang Siapa Yang Terbukti Seperti Anak Kecil" Ckckckk Kasihan Sekali. Sakit Ya, Sayang" Sebenarnya Tania Hanya Ingin Meledek Marco, Tapi Oops Kata Sayang Membuat Suasana Apartement Itu Senyap. Tania Sendiri Baru Menyadari Kalau Ia Tadi Menyebutkan Kata Sayang. Tapi Tania Dengan Akalnya Mengganti Topic Pembicaraan. Kau Tinggal Sendiri Disini" Marco Memandang Sinis. Eh, Lebih Baik Kau Obati Aku. Kau Tau Apa Yang Akan Terjadi Nanti" Bagaimana Aku Syuting" Benar Juga, Meskipun Hanya Luka Ringan, Tapi Pasti Menimbulkan Bekas. Baiklah,Akan Aku Obati.
Tania Mengompres Luka Marco. Luka Dipelipisnya Sepertinya Akan Berbekas. Tapi Bisa Hilang Sih, Mungkin Seminggu Sudah Hilang. Apa Kau Masih Marah Padaku" Tanya Marco Setengah Mengiris Karna Menahan Sakit. Tania Melirik Sekilas Marco Dan Tersenyum. Aku Tidak Marah. Mendengar Itu Marco Tersenyum. Benarkah" Tania Mengangguk. Kau Tidak Perlu Minta Maaf. Tania Melanjutkan. Marco Heran, Padahal Kemarin Dia Telah Membuat Tania Kesal. Apa" Kata Marco Seperti Tidak Mendengarkan Tania Berbicara, Padahal Ia Mendengarnya. Tania Selesai Mengobati Marco, Ia Menaruh Kembali Obat-Obatan Ditempat Semula. Lalu, Ia Duduk Dipinggir Tempat Tidur. Sejenak Ia Mendesah. Dulu, Aku Selalu Dijauhi Teman. Tak Ada Satupun Teman Yang Ingin Mendekatiku. Anak Lelaki Selalu Menggangguku. Aku Sering Menangis. Mereka Bilang Karna Aku Anak Orang Kaya, Aku Mengoperasi Wajahku. Lalu Aku Meminta Pada Papa Agar Menyewa Guru Judo. Dan Aku Diajarkanbanya Hal Olaeh Guruku. Saat Itu Ia Temanku Yang Paling Baik. Tania Menatap Marco. Lalu Melanjutkan Kata-Katanya Lagi. Saat Itu Aku Masih Berusia 15 Tahun, Aku Mengikuti Lomba Putri Cantik Aku Senang Sekali Karna Pada Waktu Itu Aku Yang Terpilih Menjadi Juara Satu. Tapi Saat Aku Naik Keatas Panggung, Ada Sekelompok Orang Yang Berteriak Kecantikkannya Palsu. Ia Mengoperasi Seluruh Tubuhnya. Lihat Mana Ada Orang Yang Memiliki Wajah Seperti Itu. Tania Berusaha Menahan Air Matanya. Saat Itu Marco Hanya Dapat Diam, Mendengarkan. Lalu Ada Seorang Wanita Yang Sedikit Lebih Tua Dariku, Dia Bilang Kalau Pemenangnya Diganti Saja. Karna Putri Cantik Harus Alami. Bukan Berasal Dari Kepalsuan. Saat Itu Aku Dipermalukan, Padahal Aku Sama Sekali Tidak Melakukan Hal Itu. Malam Itu Aku Tidak Pulang, Karna Aku Berjanji Pada Mama Kalau Aku Akan Memenangkan Loba Itu. Tapi Aku Gagal. Tania Mendesah, Air Matanya Menetes. Oh, Kenangan Pahit Itu Teringat Lagi Olehnya. Kadang, Cantik Itupun Membawa Kesengsaraan. Tania Tersenyum Kecut. Marco Hanya Terdiam. Bagaimana Keadaanmu" Tanya Tania. Sudah Membaik Marco Mencoba Tersenyum. Sudah Jam Setengah Tiga, Bagaimana Ini" Kau Masih Belum Cukup Kuat Untuk Berdiri. Tania Sedikit Cemas. Marco Mengambil Ponselnya Dikantung Celananya. Hallo Mr.Teo. (& ) Oh, Begitu" Baiklah. Ya, Tidak Apa Mr. Teo, Aku Mengerti. Marco Menutup Telponnya. Lalu Tersenyum Pada Tania. Tania Mengangkat Sebelah Alisnya. Mr.Teo Bilang Kalau Syutingnya Diundur Seminggu, Karna Istrinya Melahirkan. Mendengar Hal Itu Tania Mengangguk Dan Tersenyum. Dia Suami Yang Baik. Tania Menatap Langit Langit Kamar Marco. Sebaiknya Kau Pulang Saja Aneh Tiba-Tiba Suara Marco Berubah Serak. Sepertinya Ia Demam. Tania Memegang Kening Marco Tidak, Aku Akan Menjagamu. Kau Demam. Marco Tersenyum Lemah. Tidak Perlu, Aku Sudah Banyak Merepotkanmu. Tapi Tania Tetap Bersih Keras Ingin Menjaga Marco. Tidak, Marco. Aku Yang Telah Membuatmu Seperti Ini. Jadi Aku Akan Bertanggung Jawab. Mendengar Perkataan Tania, Marco Hanya Tersenyum. Tania Menyelimuti Marco. Tidurlah, Kau Butuh Istirahat. Tania Meninggalkan Marco Sediri Dikamar. ***
HARI Sudah Menjelang Malam Ketika Marco Terjaga. Kepalanya Masih Terasa Berat, Namun Tidak Berputar-Putar Lagi. Ia Turun Dari Tempat Tidur Dan Menyadari Bahwa Kakinya Juga Terasa Lebih Mampu Menopang Tubuhnya. Ia Meraba Keningnya. Sepertinya Suhu Tubuhnya Juga Sudah Turun. Bagus. Ia Ingin Cepat- Cepat Sembuh. Ia Benci Merasa Tidak Berdaya Seperti Ini.
Ia Menoleh Ke Arah Pintu Kamarnya Yang Tertutup. Apakah Tania Masih Ada Di Luar Sana" Rasanya Agak Tidak Mungkin. Marco Sudah Tidur Lebih Lama Dari Pada Yang Direncanakan. Mungkin Gadis Itu Sudah Pulang. Marco Berjalan Ke Arah Pintu Dan Membukanya. Ruang Duduknya Sunyi Senyap. Seberkas Perasaan Kecewa Melandanya Ketika Menyadari Bahwa Tania Sudah Tidak Ada. Sebenarnya Ia Ingin Terbangun Dan Mendapati Tania Masih Ada Di Sana. Ia Ingin Melihat Gadis Itu, Melihat Gadis Itu Tersenyum Padanya Dengan Cara Yang Selalu Membuat Hatinya Terasa Ringan. Marco Kembali Mendesah Berat Dan Berbalik Hendak Pergi Ke Dapur. Tetapi Tiba-Tiba Ia Melihat Sesuatu Dari Sudut Matanya. Ia Berbalik Menghampiri Sofa Panjang Di Ruang Duduk Dan Dihadapkan Pada Pemandangan Yang Tidak Diduganya, Namun Membuat Seulas Senyum Tersungging Di Bibirnya. Ternyata Tania Rei Shunji-Xei Belum Pulang. Gadis Itu Masih Ada Di Sana Dan Saat Ini Ia Sedang Berbaring Menyamping Di Sofa, Lututnya Ditekuk Dan Kepalanya Disandarkan Ke Lengan Sofa. Tertidur Pulas.
Marco Duduk Disofa Yang Satu Lagi, Ia Memperhatikan Tania. Cantik, Keras Kepala, Kuat, Sedikit Galak, Mandiri. Ah, Benar-Benar Gadis Luar Biasa. Marco Kagum Pada Tania. Marco Terus Memperhatikan Tania. Wajahnya Yang Cantik Dan Manis, Hidungnya, Matanya Yang Indah, Lebih Indah Dari Mata Boneka. Alis Matanya, Bulu Matanya. Ah, Bibir Terindah Yang Pernah Dilihat Marco, Kulitnya Yang Putih Bersih Dan Lembut. Rambutnya Yang Indah. Tubuhnya Yang Begitu Seksi. Oh, Sepertinya Marcp Sudah Tergila-Gila Pada Tania. Ada Getaran Saat Tania Menatap Matanya. Ia Nyaman Bersama Tania. Marco Mendekati Tania Yang Tertidur, Mencoba Menyentuh Pipi Tania, Tiba-Tiba Saja Ponselnya Berbunyi. Ah, Sial. Marco Pergi Kedapur Dan Mengangkat Telponnya. Halo, Ma. (& ) Aku Baik-Baik Saja. (& ) Apa"! Oh Tuhan, Bisakah Mama Tidak Usah Memikirkan Hal Itu" Aku Belum Siap Ma. (..) Menikah Bukan Suatu Yang Sembarangan Ma. (& ) Papa Yang Menyuruh" Kalau Begitu Papa Saja Yang Menikah. (& ) I, Iya Maaf. (& ) Beri Aku Waktu Untuk Memikirkannya, Ma.(& ) Ya, Aku Akan Pulang Setelah Syuting Ini Selesai. Telepon Ditutup. Marco Mendesah Berat. Menikah" Oh, Tuhan.. Orang Tua Jaman Sekarang Masih Menggunakan System Itu" Yang Benar Saja.
*** Marco Kembali Keruangan Depan. Dilihatnya Tania Sudah Bangun. Marco Tersenyum Padanya. Kau Sudah Mendingan" Tanya Tania Setengah Sadar. Sepertinya Begitu. Marco Duduk Disamping Tania. Oh, Ya. Karna Kau Yang Menang. Jadi, Apa Maumu" Akan Ku Turuti Tanya Marco. Sejenak Tania Berpikir. Tapi Pikirannya Buntu. Ku Rasa Aku Belum Punya Permintaan Padamu. Tania Menopang Dagunya. Marco Tersenyum. Baiklah, Kalau Kau Sudah Memikirkan Apa
Permintaanmu, Beritahu Aku, Ya. Aku Akan Menunggu. Mendengar Hal Itu Tania Menganggguk Tersenyum. Seketika Suasana Diapartement Itu Sunyi. Keadaan Terasa Sangat Canggung. Jadi, Besok Apa Yang Akan Kau Lakukan" Marco Memecah Keheningan. Benar Juga Syuting Ditunda Jadi Minggu Depan. Lalu Tania Ingat Bahwa Besok Ia Ada Pemotretan Dibutik Rara. Ya Butik Ternama. Butik RAAN. Besok Aku Ada Pemotretan Di Butik Rara. Jawab Tania, Yang Masih Menopangkan Dagunya.
Boleh Aku Menemanimu" Aku Ingin Menjadi Asistenmu. Marco Menawarkan Diri. Menemani Tania" Apa Dia Tidak Ada Kerjaan Lain" Aku Tidak Ada Pekerjaan. Aku Bosan, Setidaknya Izinkan Aku Menjadi Asistenmu, Nona Cantik. Tania Hanya Mengangguk. Baiklah, Jam Berapa Pemotretanmu Dimulai" Tania Mencoba Mengingat. Jam 10:00 Marco Mengangguk. Tapi Apa Kau Sudah Sembuh" Nanti Kalau Tumbang Bagaimana" Tania Cemas. Ah, Aku Sudah Tidak Apa-Apa. Lihat. Nmarco Menunjukkan Ototnya. Tania Lagi-Lagi Mengangguk Dan Tersenyum. Boleh Aku Minta Nomor Ponselmu" Tanya Marco Pelan. Apa" Kata Tania Karna Ia Kurang Jelas Mendengar Perkataan Marco. Minta Nomor Ponselmu. Marco Berkata Datar. Ooh, Tania Memberikan Nomornya. Thanks. Oh, Ya. Sudah Jam 9, Bagaimana Kalau Ku Antar Pulang. Tawar Marco. Tania Mengangguk.
*** Jadi Sepedamu, Kau Masukkan Kemobil" Tanya Marco, Saat Mengeluarkan Sepeda Tania. Tania Hanya Mengangguk. Baiklah, Ini. Marco Menyenderkan Sepeda Itu Dipinggir Pagar Air Mancur Rumah Tania. Terimakasih Marco. Marco Tersenyum Itulah Gunanya Teman. Marco Masuk Kemobil. Jaga Dirimu Ya. Aku Pulang Dulu. Mimpi Indah. Bye. Marco Melambaikan Tanyan Dan Pergi Meninggalkan Tania.
Tania Masuk Kerumah, Ia Masih Teringat Kata Kata Merco Tadi, Itulah Gunanya Teman. Ya, Mungkin Tania Sudah Berteman Dengannya. Tania Tersenyum. Sepertinya Kau Gembira Sekali" Apa Yang Terjadi" Suara Shasa Mengagetkan Tania. Ceritakan Pada Kami. Apa Kau Dapat Pacar" Sambung Rara. Tania Dengan Cepat Menggeleng. Lalu Ia Ikut Bergabung Menonton Tv. Tania, Ada Yang Ingin Ku Bicarakan Padamu. Kelihatan Kalau Shasa Serius. Apa" Ceritakan Saja. Tania Mengalihkan Pandangannya Keshasa. Shasa Mendesah. Papa Menyuruhku Pulang. Aku Akan Menikah. Tania Kaget. Menikah" Lalu Tania Tersenyum. Tapi Ia Tidak Mengenal Dan Mencintai Calon Suaminya. Sambung Rara. Tidak Mengenal Dantidak Mencintai Calon Suaminya" Shasa Mendesah Berat. Papa Memaksaku Menikah Dengan Orang Pilihannya. Jadi Aku Harus Berbuat Apa Lagi. Suara Shasa Terdengar Pasrah. Tidak Apa. Aku Percaya, Pilihan Papa Yang Terbaik Untukku. Shasa Berusaha Terlihat Tegar, Sebenarnya Ia Sangat Kacau. Aneh, Zaman Sekarang Ini Masih Ada Yang Namanya Nikah Paksa. Dijodoh-Jodohkan". Huh, Dasar Orangtua, Mereka Mau Membalaskan Dendamnya Pada Anaknya. Rara Mengerutu. Tania Tersenyum Kecut, Benar Juga Kata Rara Tadi. Ia Juga Sedang Mengalami Hal Yang Sama Seperti Shasa. Akan Menikah Dengan Orang Yang Tidak Dikenalnya. Menikah Tanpa Cinta. Oh, Ya. Aku Juga Mau Bicara Padamu, Tania. Rara Kembali Membuka Mulutnya. Apa" Tanya Tania. Aku Akan Kembali Keamerika 3 Hari Lagi. Tania Kaget. Apa"! Kembali Keamerika" Rara Mengangguk, Aku Akan Membuka Butik Baru Disana, Aku Akan Mengelolanya Sendiri. Rara Tersenyum. Lalu Butik RAAN Siapa Yang Mengurus" Tanya Tania. Karyawanku, Tapi Aku Akan Sering , Kesini Untuk Melihat Perkembangannya. Tania Mengangguk, Lalu Tersenyum Ternyata Sahabatnya Yang Satu Ini Telah Meraih Mimpinya. Ia Harus Ikut Bahagia. Berarti Aku Akan Tinggal Sendiri Disini" Tania Mendesah, Ia Akan Tinggal Sendirian. Maafkan Kami. Ucap Rara Dan Shasa Bersamaan. Oh, Tidak Perlu Minta Maaf. Lagi Pula Kita Punya Hidup Masing-Masing. Tidak Mungkin Kita Terus Bersama. Iya, Kan" Mendengar Perkataan Tania Rara Dan Shasa Tersenyum. Besok Pagi Aku Akan Kerumah Papaku. Kata Shasa Terlihat Seperti Orang Yang Putus Asa. Sha, Kau Jangan Sedih Begitu. Percaya Bahwa Calon Suamimu Adalah Orang Yang Tepat Untukmu. Buktinya Papamu Sangat Mempercayainya. Tania Menghibur Shasa. Tapi, Aku Tidak Akan Melihat Kalian Lagi. Air Mata Shasa Menetes. Loh, Kau Bisa Main Kesini, Sha. Rumah Papamu Kan Tidak Terlalu Jauh. Tania Mencoba Menghibur Shasa, Sementara Rara Mengelus-Ngelus Punggung Shasa. Ia Tidak Tinggal Disingapur Bersama Papanya, Tapi Akan Ikut Suaminya Ke Mexico. Jelas Rara. Sebenarnya Shasa Sudah Lebih Dulu Bercerita Pada Rara. Bagaimana Salonmu Disini" Tanya Tania. Shasa Sudah Menjualnya Jelas Rara Kembali. Aku Akan Menikah Disana. Aku Pasti Akan Merindukan Kalian. Ucap Shasa. Aku Janji Kalau Kau Disana Nanti, Aku Akan Mengunjungimu Disana. Tania Kembali Menghibur Shasa. Aku Juga, Sha. Sambung Rara.
*** ENAM Apa Semua Barang-Barangmu Sudah Siap Sha" Tanya Rara. Shasa Mengangguk. Mereka Membantu Shasa Memasukkan Barang-Barang Shasa Kemobil. Sha, Aku Pasti Akan Selalu Merindukan Mu, Sayang. Tania Memeluk Shasa. Lalu Berganti Rara Memeluk Shasa. Aku Akan Merindukanmu Sha. Jangan Pernah Lupakan Kami, Ya. Jadilah Istri Yang Baik. Shasa Meneteskan Air Mata Nya. Rasanya Sangat Berat Pergi Meninggalkan Sahabat Baiknya Itu. Tapi, Ia Harus Bisa Melakukannya.
Shasa Pergi, Keadaan Rumah Sunyi. Bagaimana Tiga Hari Lagi. Rumah Ini Pasti Seperti Tak Berpenghuni. Rara Akan Pergi Juga.
Hei, Kau Yang Jadi Model Dibutikku Nanti" Ayo Berangkat Bersama Seru Rara Kepada Tania Yang Sedang Duduk Diteras Depan. Kau Duluan Saja, Aku Pasti Akan Datang. Kata Tania, Ia Sedang Menunggu Marco Menjemputnya.
Oh, Baiklah. Aku Duluan Ya. Rara Menjalankan Mobilnya.
*** Tania Merenung, Sebentar Lagi Rara Juga Akan Pergi. Kedua Sahabatnya Itu Akan
Meninggalkannya. Tiba-Tiba Ponsel Tania Berbunyi. Nomor Baru. Siapa Ya" Pikir Tania. Halo" Kata Tania. Hei, Aku Sudah Didepan Gerbang Rumahmu, Ayo Cepatlah. Itu Marco, Ya. Oh, Ya. Baiklah, Aku Akan Kesana. Telepon Ditutup. Buru-Buru Tania Menghampiri Marco Yang Menunggunya Didepan Gerbang Rumahnya. Hei, Maafkan Aku. Kata Tania Sambilmasuk Kemobil. Kita Kebutik Raankan" Dengar-Dengar Pemiliknya, Akan Pergi Keamerika, Untuk Membuka Cabang Baru Disana. Ucap Marco, Sambil Mengendarai Mobil. Iya, Rara Akan Pergi Ke Amerika, Untuk Membuka Cabang Baru. Dia Akan Meninggalkanku Sendirian Dirumah. Tania Mendesah Sedih. Rara" Maksudmu Rara Tinggal Bersamamu" Tanya Marco. Iya. Dia Sahabatku. Aku Sudah Lama Tinggal Bersamanya. Dan Lusa Dia Akan Berangkat. Marco Mengangguk. Jadi Karna Itulah Kau Menjadi Modelnya" Tania Hanya Tersenyum. ***
Tania Dan Marco Turun Dari Mobil. Orang- Orang Yang Melihat Mereka Langsung Memanggil Tania Dan Marco Bergantian. Mereka Semua Kaget, Suasana Menjadi Riuh. Tania Dan Artis Terkenal Dari Thailand Datang Bersama Ke Butik RAAN, Mungkinkah Sepasang Kekasih". Itulah Yang Ada Dipikiran Mereka. Tania Merasa Tidak Nyaman Dengan Pandangan Orang Disekitarnya. Apalagi Marco Dengan Santai Menggandeng Tangannya.
Acara Pemotretan Berjalan Dengan Lancar. Malam Ini Tania Akan Membantu Rara Untuk Mendaftar Semua Rancangan Yang Telah Dibuat Rara. Marco, Tania Memanggil Nama Marco. Ya" Sahut Marco Yang Sedang Duduk Disofa Sambil Memainkan Ponselnya. Em, Sebaikknya Kau Pulang Duluan Saja. Aku Akan Pulang Dengan Rara Nanti. Harus Banyak Istirahat. Tania Duduk Disamping Tania. Tidak, Aku Akan Menunggumu. Ucap Marco Yang Masih Memainkan Ponselnya. Mendengar Perkataan Marco Membuat Tania Sedikit Kesal. Pulang Atau Kuberi Kau. Ucapan Tania Yang Ngeri Membuat Marco Merinding. Marco Mendesah. Baiklah-Baiklah, Dasar Cerewet. Aku Akan Pulang. Marco Berdiri Didepan Tania Yang Sedang Duduk. Terpaksa Tania Harus Mengangkat Kepalanya Keatas Untuk Bisa Melihat Marco. Tapi Dengan Syarat. Ucap Marco Sambil Tersenyum Seperti Ada Seuatu Yang Mencurigakan. Apa" Tanya Tania. Tapi Kau Harus Menurutinya. Kalau Tidak Aku Akan Tetap Disini. Biarpun Kau Menghajarku, Tapi Tetap Saja Nanti Kau Yang Repot. Marco Menaik Turunkan Alisnya. Tania Mendesah. Hmm. Akan Aku Turuti. Ucap Tani Terpaksa. Aku Minta Izin. Marco Menggantung Perkataannya. Membuat Tania Bingung. Tapi Kau Harus Setuju Ya Marco Memaksa Tania. Tania Mengangguk. Izinkan Aku Menciummu. Marco Menjelaskank Perkataannya. Tania Kaget. Apa" Marco Tersenyum. Kau Harus Setuju, Kalau Tidak Aku Akan Menunggumu. Lalu Kau Menghajarku. Lalu Aku Terluka. Lalu Saat Marco Bicara Seperti Itu Tania Memotongnya.
Ah, Baiklah-Baiklah. Dasar Anak Kecil. Tapi. Tiba-Tiba Bibir Marco Sudah Mendarat Dipipi Tania. Wajah Tania Memerah. Malu Rasanya. Hei, Aku Belum Selesai Bicara. Wajah Tania Massih Memerah. Hei Lihat Wajahmu, Seperti Kepiting Rebus. Hahaha Marco Mengejek Tania Sambil Menjulurka Lidahnya. Aku Pulang Dulu. Ucap Marco Sambil Mengacak-Ngacak Rambut Tania.
Apa-Apaan Dia"! Ucap Tania Kesal. Tapi Kenapa Tania Jadi Berdebar-Debar" Ada Apa Ini" Mungkinkah, Aku Menyukainya" Tania Bicara Sendiri. ***
TUJUH Tania Mengantar Rara Kebandara, Sedih Rasanya Akan Ditinggal Sahabat Terbaiknya. Sebelumnya Ia Tidak Pernah Mempunyai Sahabat Seperti Rara Dan Shasa. Tapi Kini Mereka Harus Pergi Dari Tania. Ra, Jangan Lupakan Aku, Ya. Tania Memeluk Rara. Aku Tidak Akan Pernah Maelupakanmu, Tania. Ucap Rara. Baiklah, Kabari Aku Kalau Kau Sudah Sampai Diamerika. Tania Melepas Pelukannya. Mm. Pasti. Rara Mengangguk Dan Melangkah Menjauh.
Shasa Dan Rara Telah Pergi Menjalani Hidup Mereka Yang Baru. Tania Sendirian Sekarang. Tidak, Tania Masih Memiliki Teman Baik. Ya, Marco Teman Baiknya. Tapi, Apakah Benar Marco Temannya" ***
Ponsel Tania Berbunyi. Marco" Tania Mengangkatnya. Halo, Ada Apa Marco" Tanya Tania. Teo Bilang Besok Kembali Syuting. Suara Marco Terdengar. Besok" Bukankah Istri Teo Baru Melahirkan" Dia Bilang Seminggu" Ucap Tania. Iya, Tapi Kata Teo Istrinya Yang Memaksa Untuk Bekerja. Ucap Marco Dari Telepon. Hm. Baiklah. Tania Melirik Jam Tangannya. Jam 7 Kan" Benar, Jam Tujuh. Baiklah Bye. Telepon Ditutup.
Tidak Lama Kemudian Teo Menghubungi Tania. Memberitahu Kalau Besok Mulai Syuting Jam Tujuh. Padahal Marco Sudah Memberi Tahu Tania. Baiklah, Rei. Besok Kau Kembali Sibuk. Tania Mendesah Lalu Tersenyum.
*** Malam Ini Dan Malam Seterusnya Tania Akan Tidur Sendiri Dirumah Ini. Sepi Rasanya. Ponsel Tania Berbunyi. Papa" Tania Mengangkatnya. Halo, Pa. Hai Rei Sayang, Apa Kabar" Aku Baik, Pa. Papa Dan Yang Lainnya Bagaimana" Tanya Tania Pada Papanya. Papa Dan Yang Lain Baik-Baik Saja. Oh, Ya. Kapan Kau Sudah Memikirkan Pernikahanmukan" Aku Harap Reiku Tidak Akan Mengecewakan Papa Dan Keluarganya. Suara Papa Terdengar Dari Telpon. Astaga, Tania Belum Memikirkannya. Tapi, Mau Bagaimanapun Tania Akan Tetap Menikah Dengan Orang Pilihan Keluarganya. Iya, Pa. Apapun Pilihan Kalian, Rei Yakin Itu Yang Terbaik Untuk Rei. Suara Tania Terdengar Berat, Ingin Rasanya Ia Bilang Tidak. Tapi, Ya Sudahlah. Bagus. Cepatlah Pulang Rei. Kami Sangat Merindukanmu. Tania Tersenyum Iya, Pa. Aku Juga Merindukan Kalian. Aku Akan Secepatnya Pulang.
DELAPAN Sebulan Telah Berlalu, Terasa Begitu Cepat. Hubungan Tania Dengan Marcopun Semakin Dekat. Walaupun Syuting Film Mereka Telah Berakhir. Tapi, Sayang Marco Kembali Kethailand. Marco Bilang Ada Urusan Yang Harus Diselesaikannya. Tidak Apa. Lagi Pula Besok Tania Akan Pulang Kejepang. Ya, Ia Akan Menikah Dengan Orang Pilihan Keluarganya. Jangankan Mengenal Calon Suaminya. Namanya Saja Ia Tidak Tahu.
Ponsel Tania Berbunyi. Marco" Halo" Jawab Tania. Tania, Ada Yang Ingin Ku Bicarakan Denganmu. Besok Aku Akan Kejepang. Tania Kaget. Kejepang" Untuk Apa" Tanya Tania. Sejenak Suasana Terasa Hening. Aku, Aku Akan Menikah. Door!! Tania Kaget Bukan Main. Air Matanya Menetes. Me. .Meniikahh?" Suara Tania Terdengar Serak. Tania, Aku Dipaksa Menikah Dengan Orang Yang Tidak Aku Kenal. Suara Marco Juga Terdengar Berat Dan Pasrah. Tania Hanya Diam. Ia Tidak Tahu Harus Berbuat Apa. Tania, Aku Tidak Mungkin Membantah Orang Tuaku. Mereka Sangat Menyayangi Aku. Aku Tidak Mungkin Mengecewakan Mereka. Suara Marco Semakin Berat. Ya. Aku Tahu. Air Mata Tania Semakin Deras. Membayangkan Marco Menikah. Marco Mendesah. Aku Mencintaimu Suara Marco Hampir Membuat Tania Jatuh Pingsan. Benarkah" Tidak Salah Deengarkah Ia" Marco Mencintainya" Meskipun Aku Tahu Ini Akan Percuma. Tapi Aku Tetap Akan Mencintaimu, Tania. Akan Selalu. Tania Hanya Bisa Menangis, Tangisannya Pecah. Sayang, Jangan Menangis Sayang. Mungkin Takdir Yang Salah. Ingin Rasanya Marco Memeluk Tania, Tapi Sekarang Marco Ada Dithailand. Tidak, Marco. Takdir Tak Pernah Salah. Tania Menghapus Kasar Airmatanya. Tidak Seharusnya Ia Menangis. Lagi Pula Mungkin Mereka Memang Tak Jodoh. Marco, Sudah Dulu Ya, Aku Mau Istirahat. Tania Mematikan Ponselnya Dan Melemparnya Kesembarang Arah. Ia Meringkuk Menangis Tersedu-Sedu. Mengapa Dunia Ini Aneh"! Mengapa Cinta Harus Dipaksakan" Kenapa Harus Ada Yang Namanya Nikah Paksa" Shasa, Marco, Dirinya Dan Semua Orang Apa Harus Merasakan Nikah Paksa" Bagaimana Dengan Orang Yang Mereka Cintai" Apa Harus Begini"
*** Pagi Ini Tania Pulang Kejepang. Baiklah, Hidupku Yang Baru Akn Dimulai. Selamat Tinggal Marco. Tania Mencoba Menguatkan Dirinya. Halo, Papa. Aku Akan Pulang Sekarang.
Tania Tiba Dijepang Pukul Sembilan. Oh, Ia Sangat Merindukan Tempat Kelahirannya Ini. Tania Memandang Keluar Jendela. Ia Merenung. Marco, Aku Merindukanmu. Marco, Aku Menyayangimu. Aku Mencintaimu. Takdir Tak Pernah Salah Marco. Mungkin, Memang Cinta Kita Yang Salah. Inilah Hidup Kita Yang Baru. Aku Akan Menjalani Hidupku Tanpa Dirimu Lagi. Aku, Tahu, Sekarang Kau Sedang Kacau. Begitu Pula Denganku, Marco. Aku Juga Sangat Kacau. Apakah Kau Jadi Menikah Hari" Marco, Hari Ini Aku Juga Akan Menikah. Menikah Dengan Orang Yang Tidak Aku Kenal Sama Sekali. Selamat Tinggal Marco. Selamat Berbahagia Dengan Hidupmu Yang Baru. Doakan Aku Bahagia Juga Dengan Hidupku Yang Baru. Tania Mendesah Menatap Kosong Keluar. Ia Berjalan Kearah Cermin Besar. Di Lihatnya Dirinya Yang Sudah Dibalut Dengan Gaun Yang Sangat Indah. Rei, Sayang Ayo Turun. Calon Mempelai Pria Sudah Tiba. Suara Mamanya Mengagetkan Tania. Sekali Lagi Tania Menatap Dirinya Dicermin Besar Itu. Ya, Ia Sudah Siap.
*** Calon Suami Tania Membelakanginya, Pria Itu. Sepertinya Aku Mengenalinya" Tapi.. Siapa Dia" Tania Melangkah Bersama Papanya. Tidak Butuh Waktu Lama Untuk Berada Disamping Pria Itu. Saat Pria Itu Membalikkan Badannya, Terdengar Suara Pria Itu Memekik, Sepertinya Ia Sangat Kaget. Kaget Sekali. Mungkinkah Ia Kaget Dengan Penampilan Tania" Apa Tania Kelihatan Sangat Jelek Baginya" Tania Tidak Berani Melirik Pria Itu. Ia Takut Akan Menyesal Seumur Hidupnya.
Kau, Sangat Cantik. Suara Itu. Ya Suara Itu. Sepertinya Sangat Familiar Bagi Tania. Tania Melirik Pelan Kearah Pria Itu. ASTAGA!!! Marco! Ya, Itu Marco. Tidak Ini Pasti Mimpi. Tania Mencubit Tangannya. Aw! Ya, Calon Suaminya Adalah Marco. Oh, Tuhan. Ini Bukan Mimpi. Sekali Lagi Tania Melirik Pria Itu, Memastikan Kalau Benar-Benar Marco, Pria Yang Di Cintainya Itu. Ternyata Benar-Benar Marco. Air Mata Tania Menetes Membasahi Pipinya. Jangan Menangis, Sayang. Ini Aku. Marco Tersenyum Sambil Menahan Tawa. Begitu Juga Tania, Ia Mengulum Tawannya. Oh, Pria Itu Marco. Dan Sebentar Lagi Akan Jadi Suaminya.
EPILOG Aku Tidak Menyangka. Dunia Ini Benar- Benar Aneh. Ucap Marco. Tania Tersenyum. Padahal Aku Sudah Berjanji Melupakanmu. Tapi, Tuhan Berkata Lain. Marco Tersenyum. Kemari Marco Memeluk Tania Erat-Erat. Awalnya Aku Tidak Tahu Kalau Itu Kau, Sayang. Aku Sempat Kaget. Aku Hampir Saja Pingsan. Tapi Aku Piker-Pikir Kalau Aku Pingsan, Itu Akan Memperlambat Pernikahan Kita. Ucap Marco, Sambil Mempererat Dan Sekarang Terbukti. Tania, You re My Destiny. You re The One My Love. Tania, I Love You. Air Mata Tania Menetes, Ia Sangat Bahagia. I Love You Too, Marco. Love You Forever. You re My Everything. Ucap Tania Dalam Dekapan Marco.
Terimakasih Tuhan, Kau Berikan Yang Terbaik Untukku.
Kau Berikan Orang Yang Aku Cintai Sebagai Takdirku. Dialah Malaikat Pelindungku, Sekarang Dan Selamanya. The End
Tentang Penulis Nama : Thania Natalia Tempat Lahir : Bekasi
Tanggal Lahir : 25 Desember 1999 Email : Nataliathania@Gmail.Com Blog : Www.Thania25.Mywapblog.Com Twitter : @Nataliathania
Instagram : Thania_12 Pedang Langit Dan Golok Naga 18 Pendekar Hina Kelana 22 Peri Bunga Iblis Bende Mataram 14
^