Pencarian

Tiga Kehidupan Tiga Dunia 4

Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi Bagian 4


membukanya. Ada tebu didalamnya, yang sudah
dipotong-potong. Dia memberiku sepotong yang paling bulat dan sepotong
yang sama bulatnya untuk Yehua. Tapi karena tangan kiri Yehua sedang
memegang kuas, sementara tangan kanannya lumpuh, dia tidak dapat
menerimanya. Little Dough mendekat untuk memeluk lengan
ayahnya yang lumpuh. Air mata
jatuh di pipinya saat dia meratap, "Apa yang terjadi
dengan lengan ayah" Apa
ayah masih bisa memeluk Ah Li lagi"! "
Hidungku serasa terbakar. Zheyan bilang lengannya
akan membutuhkan waktu 10.000 tahun untuk pulih kembali. Dia sekarang
sedang mencoba untuk menipu
aku dan Little Dough, dan bertindak seolah-olah hal itu
bukanlah masalah. Karena aku sudah memerankan drama ini dengannya,
aku juga harus berpurapura bahwa itu bukanlah masalah besar. Semuanya
sudah terjadi. Berduka juga
tidak ada gunanya. Aku berpikir bahwa mulai
sekarang, aku akan menjadi
tangan kanannya. Yehua meletakkan kuas ke bawah dan memeluk
Dough dengan satu tangan,
"Aku masih bisa memelukmu dengan satu tangan ini.
Anak laki-laki tidak boleh
menangis hanya karna urusan kecil. "
Lalu ia melirikku dan tersenyum," Meskipun
menurutku gadis melankolis
terlihat cantik, tapi kau terlihat menyakitkan kalau
bersedih. Kemarin sudah mulai sedikit ada rasa pada lengan ini, jangan terlalu
khawatir. " Aku menghela napas dalam hati dan memasang
wajah gembira," Tentu saja
aku tahu lengan mu akan pulih dalam waktu singkat.
Aku hanya tidak tahu apakah masih tetap terampil seperti sebelumnya. Kau
melukis potret dengan baik. Tapi jika kau tidak bisa melukis lagi, kita
mungkin harus meminta orang
luar untuk melukis kita di kemudian hari. "
Dia menundukkan kepala dan tertawa. Dia melepas
Little Dough dan berkata,
"Tangan kiriku lebih terampil dari yang kanan. Bahkan
tidak masalah jika aku kehilangan tangan kananku. Bagaimana kalau aku
melukismu sekarang juga" "
Aku bernafas lega. Tidak heran dia adalah pewaris
yang dipilih Tianjun. Selain
bertarung dan membunuh, dia juga memiliki bakat
ekstra. Shengyu langsung membawa kertas, kuas, tinta, dan
stand. Aku memeluk Little Dough sesuai keinginan Yehua dan duduk di
kursi. Aku melambai pada Shengyu dan menyuruhnya duduk di sampingku agar
Yehua juga bisa melukis dirinya. Little Dough menggeliat dalam pelukanku.
Yehua merajut alis dan tidak mengatakan apa-apa.
Dia melukis dengan tersenyum pedih padaku. Di balik senyumnya adalah
langit yang gelap. Hanya ada secercah cahaya yang datang dari lilin. Telingaku
merah merona. Meskipun tangan kanannya tidak bisa bergerak,
postur melukisnya masih tidak
kehilangan keanggunan. Ya, persepsiku dalam
memilih suami memang sempurna.
Ketika lukisan itu selesai, Little Dough bersandar
didadaku dan tidur selama
berjam-jam. Shengyu berjalan mendekat untuk
melihat. Tidak berani marah, ia
hanya merintih dan berkata, "Aku sudah duduk begitu
lama. Seharusnya Yang Mulia menggambar setidaknya ujung bajuku atau
apa. " Aku juga berjalan dengan Dough untuk melihat.
Tangan kiri Yehua tidak lebih buruk dari tangan
kanannya. Jika kakak ke-2 bisa
melihat bakat ini, mereka pasti akan menjadi teman
baik. Gerakan kecilku membangunkan Little Dough. Dia
berkedip kemudian meluncur
turun dari pelukanku. Dia melihat lukisan itu dan
merintih, "Shengyu, kenapa
kau tidak ada di sini?"
Shengyu melirik sedih kepadanya.
Aku menepuk bahunya dan turut berduka cita, "Yehua
kurang bergairah beberapa hari terakhir. Dia hanya bisa menggunakan
satu tangan untuk menggambar ini sehingga dia sedikit lelah. Harap
mengerti. " Shengyu menutup mulutnya dengan tangan kanannya
dan batuk, "Ke.. kehilangan
gairah?" Yehua berhenti membersihkan kuas. Kuas giok di
tangannya patah menjadi dua.
Hukk Hukk *batuk*, pilihan kata yang salah.
Little Dough kelihatan agak bodoh ketika ia melihat
Shengyu dengan kepolosan hatinya dan bertanya, "Apa artinya kehilangan gairah"
Apakah ini berarti ayah hanya bisa memelukku, tapi tidak bisa memeluk ibu"
" Aku tertawa canggung dan mulai mundur. Sebelum
aku benar-benar beranjak,
langit telah menimpa kearahku. Ketika pikiranku
kembali, aku sudah berada diatas
bahu Yehua. Dia berbalik dan memerintahkan Shengyu, "Bersihkan
barang-barang di atas meja kemudian membawa Ah Li kembali ke
istananya dan biarkan dia beristirahat."
Shengyu mematuhi. Little Dough membawa tangan
mungilnya ke mata dan berteriak, "Setan perusak bunga, setan perusak
bunga!" Shengyu terkejut dan
cepat-cepat menutup mulut Dough dengan tangannya.
*** Bagian 4 Napasnya tetap konstan meskipun dengan tubuhku
diatas bahunya. Pelayan di istananya buru-buru mundur begitu melihat adegan
ini. Yang terakhir keluar
tetap membantu kami menutup pintu meskipun
pipinya memerah. Dia selalu bersikap lembut ketika kami berada di
Istana Air Laut Barat. Tapi
untuk beberapa alasan dia sedikit kasar malam ini.
Dia menjatuhkanku ke tempat tidur. Kepalaku
bersandar pada tangan kanannya
sementara tubuhku tetap disisi kirinya. Dia
menemukan jalan ke mulutku dan
mengulumnya. Gigitan lembutnya tidak menyakitiku
sama sekali tapi aku tidak
ingin dia diatas angin. Bagitu aku mau membalas
gigitannya, bibirnya sudah
merambat ke telingaku. Dia mengulum telingaku. Aku mendengar mulutku
mengeluarkan dua desahan.
Desahanku juga terdengar karena bibirnya sekarang
mulai bergerak ke bawah. Dia akhirnya sampai ke kain penghalang merah yang
kukenakan. Kakak ipar kedua memberikan pakaian ini ketika ia berkunjung
ke Fox Cave. Aku tidak tahu
seberapa mahal kain sutera ini. Yang aku tahu
hanyalah bahwa pakaian ini sulit
dilepas sesulit ketika aku memakainya. Tapi hanya
dengan satu tangan bekerja,
ia mampu melepas pakaian ini dengan urutan yang
tepat. Dalam sekejap mata, helaian kain di tubuhku telah
dilepas dan dibuang kelantai....
Meskipun ia dengan mudah melepas pakaianku, tapi
sekarang dia mengalami kesulitan untuk melepas pakaiannya sendiri. Akhirnya
aku duduk membantunya. Dia menyeringai. Aku baru saja melepas pakaian luarnya ketika ia
mendekat dan mengunci bibirnya ke leherku. Jemariku menjadi lemas sehingga
dengan sembarangan saja aku menarik lepas pakaiannya.
Dia membenamkan kepalanya di dadaku, mencium
lembut bekas luka dijantungku. Tanganku merangkul ke lehernya.
Rambut hitamnya yang terurai
meluncur diatas tanganku. Aku memandangnya
dengan napas pendek. Dia berbisik di telingaku, "Apa kau merasa tidak
nyaman?" Dia mengucapkan kata-kata ini dengan suara lembut
tapi tangannya sudah bergerak turun kepunggungku. Dia sedikit ragu-ragu
sebelum akhirnya bergerak
terus kebawah. Tangan yang biasanya dingin sekarang ini
membakarku. Semua tempat yang ia
sentuh terasa seperti meleleh. Bibirnya menyapu
daguku. Aku mengunci mulutku
untuk menjaga agar nafasku yang semakin dangkal
tidak terlepas. Bibirnya bergerak ke sudut mulutku dan dengan
lembut mengulum bibirku. Ia
tiba-tiba menggigit bibir bawahku agar aku membuka
mulut. Aku benci bagaimana
ia mengambil keuntungan dariku, jadi aku bertindak
ofensif menyerang balik, lidahku meluncur ke dalam mulutnya.
Dia tertegun sejenak lalu diam-diam tangannya
bergerak kebawah pinggangku.
Hanya sedikit usapan tangan dan aku langsung
gemetar dalam kebahagiaan.
Lidahku lupa dengan apa yang dilakukannya. Pada
saat aku kembali ke dunia
nyata, dia sudah berada diatas angin lagi.
Aku menjadi panas dengan permainan tarik-ulur ini,
tapi sampai kapan foreplaynya
akan berakhir. Ketika lidahnya meninggalkan mulutku,
aku menyuruhnya bergegas,
"Kau ... bisa lebih cepat tidak" "
Dia menyeringai dan berkata, "Aku tidak bisa
menggerakkan lenganku. Qianqian,
bisakah kau sedikit keatas" "
Suara seraknya yang dalam terdengar menyenangkan
bagi telingaku. Pikiranku
menjadi kosong. Aku melakukan apa yang dia
katakan dan sedikit mengangkat
tubuhku. Aku memeluknya erat-erat saat ia masuk dengan
perlahan, kuku-ku menancap
ke punggungnya. Dia menggeram berpura-pura kesal
dan berbisik ke telingaku,
"Potonglah kuku-mu besok."
Setelah itu aku bersandar pada tubuh Yehua. Dia
membungkuk dan membelai rambutku dengan lembut, entah sedang memikirkan
apa. Kekosongan dalam pikiranku tidak lagi damai, masih ada satu gumpalan
yang tebal. Lalu tiba-tiba aku teringat sesuatu yang penting.
Kakak ke-4 benar. Aku benar-benar pelupa, benarbenar tiada duanya. Aku
datang ke Jiuchongtian untuk merawat Yehua. Setelah
merawatnya begitu lama aku lupa tentang satu hal yang harus aku katakan
padanya. Aku berbalik dan duduk, menumpukan kedua
tanganku pada Yehua. Aku menatap
tajam matanya dan berkata, "Apakah kau masih ingat
ketika di Xihai, aku bilang
aku ingin membatalkan pertunangan kita?"
Tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku, kelopak matanya
menutup, "Ya." Aku cepat-cepat membungkuk dan memberinya
ciuman lembut. Dengan hidungku
menyentuh hidungnya, aku berkata, "Aku tidak
mengerti hatiku sendiri waktu itu.
Jangan simpan kata-kata itu dalam hati. Kita tidak
perlu membatalkan pertunangan
kita lagi karena kita saling mencintai. Diwaktu
senggang ketika masih di Xihai aku
mencari hari baik. Tanggal 2 September adalah hari


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

yang baik untuk pernikahan,
pindah rumah, menjagal, pada dasarnya itu adalah
hari yang baik untuk apa saja.
Apa kau mau langsung memberitahu kakekmu
Tianjun bahwa kita akan menyelenggarakan pernikahan kita pada 2
September" " Kelopak matanya tiba-tiba terangkat. Matanya yang
gelap merefleksikan wajahku
didalamnya. Akhirnya dia bertanya dengan suara
serak, "Barusan, apa yang kau
katakan?" Aku mengingat-ingat apa yang telah kuucapkan dan
merasa bahwa aku tidak mengucapkan sesuatu yang salah. Mungkinkah
menurut aturan Surga, tidak tepat
bagi Yehua sendiri untuk mendatangi Tianjun guna
membahas pernikahan kami"
Aku merenung lagi dan berbalik untuk menatapnya,
"Aku pikir. Mungkin tidak baik
jika kau sendiri yang melakukannya. Bagaimana
kalau aku meminta orangtuaku"
Pernikahan kita adalah hal yang penting, mungkin
lebih baik jika orang tua kita
yang membahasnya dengan jelas. "
Segera setelah aku menyelesaikan kata-kataku, dia
telah memelukku erat. Aku
merengek kesakitan. Dia menarikku lembut ke
dadanya dan tetap diam untuk
waktu yang lama. Lalu bertanya, "Katakanlah lagi.
Apa yang kau ingin aku lakukan" "
Aku sedikit terkejut. Bukankah aku baru saja
mengatakan kepadanya apa yang
aku ingin dia lakukan" Saat aku akan
menjelaskannya lagi, sesuatu terlintas di
kepalaku. Hukk hukk. Apakah Yehua sedang mencoba
untuk memintaku menyatakan perasaan"
Rambutnya yang panjang terurai bebas di atas
tubuhku. Mata hitam pekatnya
yang seperti permukaan danau memancarkan gairah.
Wajahku memerah. Katakata di ujung lidah yang ingin aku kekang kembali
menyelinap keluar seolah-olah
ada sesuatu yang memikatku. Aku menjawab, "Aku
mencintaimu. Aku ingin bersamamu selamanya. "
Dia tidak berkata apa-apa.
Gadis-gadis Qingqiu selalu berterus terang. Kami
mengatakan apa yang benar.
Tapi Yehua dibesarkan di Jiuchongtian, apa dia tidak
suka kalau aku mengatakan
hal-hal seperti ini tanpa pertimbangan"
Saat kecemasan menggangguku, tiba-tiba dia berbalik
dan menindihku, tubuhnya menekan tubuhku. Aku merangkul erat punggungnya
dalam pelukan yang nyaman.
Dengan lembut ia mengulum telingaku, kepalanya
menunduk ketika ia mencoba
untuk mengontrol suaranya, "Qianqian, lahirkanlah
seorang anak lagi untukku."
Ada sesuatu yang salah dengan kata-kata ini, tapi aku
tidak bisa menentukan apanya yang salah. ... Malam meninggi dan berlalu. Aku baru tidur sebentar
ketika Dewa Pagi terbangun.
Akhirnya aku mengerti untuk pertama kalinya makna
di balik kata-kata "malam musim semi yang singkat."
*** Bagian 5 Ketika aku bangun, ruangan masih gelap gulita. Ye
Hua masih tertidur nyenyak.
Aku benar-benar merasa senang bisa melihat dia saat
bangun tidur. Aku bergeser mendekat dan memandang lekat-lekat
wajahnya yang tampan. Wajahnya terlihat begitu mirip dengan guru Moyuan.
Aku belum pernah salah menyangka dia adalah Moyuan. Tapi setelah melihat
lebih dekat aku dapat mengetahui sedikit perbedaannya. Misalnya mata
Moyuan tidak segelap matanya
juga tidak mendalam bagai dasar telaga seperti
matanya. Ekspresi Moyuan yang selalu serius membuatku
mustahil untuk tidak takut
padanya. Di sisi lain, ekspresi sehari-hari Ye Hua
membuat jantungku berdebar
setiap kali menatapnya. Setelah memandangnya untuk waktu yang lama, aku
jadi mengantuk lagi. Begitu
aku berbalik untuk tidur lagi, tangannya sudah meraih
tubuhku. Dengan mata tertutup, ia berkata, "Lihatlah lebih lama lagi kalau kau
mau. Kalau sudah lelah, bersandarlah ditubuhku dan tinggal di tempat tidur
sedikit lebih lama lagi. Dinding
tidak akan terasa sehangat tubuhku. "
Telingaku memerah. "Ada nyamuk di wajahmu. Aku
ingin menangkapnya tapi karena
kau berbicara membuat nyamuk itu terbang. "
Dia "Mmm" dan berkata, "Ya, kalau kau masih punya
tenaga yang cukup untuk menangkap nyamuk, maka ..." dengan hanya satu
gerakan ia sudah menarikku
dekat dengan tubuhnya, "mari kita main satu ronde
lagi?" "Aku masih ingin tidur. Tapi tubuhku terasa lengket
sehingga tidak bisa tertidur.
Mengapa kita tidak meminta air untuk mandi sebelum
kita kembali tidur" "
Dia duduk dan memakai jubahnya, memanggil
pelayan untuk membawakan air.
Setelah satu malam luka Ye Hua tampaknya sudah
banyak baikkan. Aku pikir aku
sudah bisa mengurangi jamu dalam teh nya dari
sekarang. Pertunangan kami ini, ketika Tianjun memutuskannya,
tidak ada cinderamata pengikat janji tanda pertunangan. Sekarang karena
aku mencintainya, aku berencana untuk meminta ayahku dan Tianjun untuk
mempercepat pernikahan kami. Hmm, hari paling baik adalah tanggal 2
September. Ye Hua tidak memiliki banyak sisa energi kehidupan
saat ini. Aku takut dia harus
menghadapi sambaran 9 petir dan 81 api pada hari
penobatannya. Setiap orang
yang menjadi Tianjun berikutnya selalu mengambil
ujian ini. Aku ingin kami menikah
secepatnya jadi aku bisa mengambil ujian itu
untuknya. Tapi bagaimana caraku
menipunya dan menjauhkannya dari Jiuchongtian
pada saatnya nanti" Ye Hua
tidak mudah ditipu seperti ketika aku masih muda.
Aku berpikir dan berpikir. Setelah kami mandi, aku
tertidur lagi. Kupikir aku sudah
merencanakan semuanya dengan baik tapi ketika aku
bangun, percakapanku dengan Ye Hua akhirnya merusak semua rencanaku.
Dia mendekapku erat dan dengan sedih mengatakan
bahwa pernikahan kami tidak dapat dilangsungkan pada tanggal 2 September.
Bahkan setidaknya harus menunggu selama dua bulan.
Dia perlu turun ke dunia fana dalam dua bulan ini
sebagai hukuman karena telah
membunuh empat binatang penjaga herbal ajaib.
Menurut perintah Tianjun, ia
seharusnya hanya memusnahkan herbal ajaib saja.
Tapi meskipun hanya untuk beberapa bulan saja aku
jauh dari Ye Hua, aku masih
belum bisa menerimanya. Perasaanku padanya
memberiku rasa manis dan juga
kesusahan. Ye Hua berkata, "Maukah kau menungguku selama
dua bulan?" Aku menghitung dengan jari, "Kau akan pergi ke sana
pada awal Agustus dan tinggal di sana selama dua bulan. Hmm, kalau begitu
kita undur pernikahan kita
hingga Oktober. Bunga-bunga persik akan
bermekaran pada bulan Oktober jadi
itu juga akan menjadi hari yang baik. "
Lalu aku berpikir dan berkata dengan khawatir,"
Meskipun itu hanya 2 bulan yang
singkat bagiku, tapi akan menjadi seumur hidup
bagimu. Apa kau sudah melihat
nasib yang Siming Xingjun tulis untukmu" "
Ye Hua tertawa dan mencium lembut rambutku,
"Nasibku tidak ditulis oleh Siming.
Setelah berdiskusi dengan beberapa anggota keluarga
kerajaan, Tianjun meminta
Siming untuk tetap membiarkan suratan nasibku
kosong. Hidupku akan tergantung
pada diriku sendiri. "
"Meskipun kau meminum ramuan amnesia dari Yan
Wang (Dewa Kematian), kau
tetap tidak boleh menikah dengan wanita lain, oke?"
Dia tidak menjawab, setelah
ragu-ragu untuk sementara waktu, aku melanjutkan,
"Aku tidak terlalu khawatir.
Aku hanya khawatir bahwa ... haha, kau akan
bereinkarnasi di kehidupan lain.
Jadi aku tidak bisa tidak berhati-hati. Kau harus
mengerti. " Dia menyisir lembut rambut disisi telingaku dan
membelai wajahku, "Tidak ada
bunga di depan mata dan kau sudah mulai cemburu?"
Aku berdeham malu. Aku percaya pada cinta Ye Hua.
Bahkan di kehidupan yang lain, dia akan tetap mengingatku. Tapi ada aturan
bodoh yang mengharuskan Imortal meminum Ramuan Pelupa sebelum
bereinkarnasi. Mereka hanya bisa
mengingat semuanya lagi setelah mereka kembali.
Dia membelai rambutku dan tertawa, "Jika tanpa
sengaja aku membawa kembali
setangkai bunga, apa yang akan kau lakukan?"
Aku berpikir sebentar dan merasa bahwa ini adalah
waktu yang tepat untuk memberinya peringatan. Aku menundukkan kepala
rendah-rendah dan berkata
dengan pura-pura sedih, "Jika waktu itu datang, aku
akan menculikmu ke Qingqiu
dan mengurungmu di Fox Cave. Setiap hari kau hanya
bisa melihat aku seorang,
sewaktu makan, sewaktu membaca, sewaktu
melukis, kau hanya boleh melihat aku. "
Matanya berkilat. Dia menyisir rambut liar di dahiku
lalu mencium hidungku. "Aku
berharap pada saat ini kau sudah menculikku."
Pada pertengahan musim gugur, tanggal 15 Agustus,
Chang'e (Dewi Bulan) menebang pohon kasia dan menggali guci arak dari
Istana bulan dan menghadiahkan
masing-masing sebotol kepada setiap orang di 36
tingkat Surga. Aku membawanya
ke Istana Sawu dan minum dengan Ye Hua sebagai
perpisahan. Aku ingin ikut dengannya, tapi dia tidak akan
mengijinkan. Dia ingin aku menunggunya
di Qingqiu. Ye Hua tidak mau aku mengikutinya mungkin karena
dia tahu aku akan menggunakan
sihir untuk melindunginya dan akhirnya akan
merugikan nasibku sendiri. Tapi apa
bedanya jika aku mendapatkan efek balik asalkan
bisa mengurangi penderitaannya.
Pada akhirnya aku berpura-pura kembali ke Qingqiu
untuk meringankan pikirannya.
Setelah ia meminum Ramuan Pelupa dan
bereinkarnasi, aku pergi mencari dia
dengan menebalkan muka. Mencintai seseorang memang seperti ini. Kau akan
selalu ingin agar orang yang kau
cintai menjadi lebih bahagia. Asalkan dia senang, kau
juga senang. Ini adalah efek
ajaib dari cinta. Meski menghadapi penderitaan besar,
jika ada kau didalam hatinya,
segala penderitaan yang dapat menghancurkan dunia
pun akan terasa sekedar siksaan manis. Siming Jingjun membantu dan memberitahuku di
mana Ye Hua akan bereinkarnasi.
Ye Hua akan lahir dalam keluarga sarjana terhormat
dari Jiangnan. Paman, ayah,
dan nenek moyang semua telah memegang posisi


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

penting di pemerintahan. Dengan penuh semangat Siming menyetujui
pengaturan ini. Menurut pengalamannya
sebagai penulis skenario nasib, anak dari keluarga
tersebut akan mengikuti jejak
nenek moyang mereka di masa depan dan
memegang kekuasaan besar di
pemerintahan hanya dengan bermodalkan sebuah
kuas. Melihat bagaimana Ye Hua, keluarga ini cocok sebagai 'start'nya.
Tapi keluarga bangsawan di dunia fana menaruh
perhatian besar terhadap aturan;
ajaran mereka membosankan sehingga kehidupan
anak-anaknya juga jadi membosankan, tidak seperti anak-anak pedesaan
yang lebih ceria dan ramah.
Ye Hua orangnya tidak terlalu ceria, jadi aku tidak
terlalu berharap akan terjadi
perubahan besar di lingkungannya. Tapi aku tetap
khawatir, masa kanak-kanaknya
nanti tidak gembira. Ye Hua lahir dalam keluarga bangsawan Liu. Nyonya
kelurga Liu mengandungnya
sebagai putra sulung. dia diberi nama Liu Ying, gaya
penulisan Zhao Ge. Aku tidak
begitu menyukai nama ini, aku merasa nama itu
terlalu cantik dan tidak sesuai
dengan citra Ye Hua yang gagah.
*** Bab 21 Bagian 1 Aku kembali ke Qingqiu dan mempersiapkan
beberapa stel pakaian lagi. Lalu
langsung ke Shi Li Tao Hua tempat Zheyan tanpa
malu-malu meminta obat tambahan. Aku baru setengah jalan ketika melihat Zheyan
menuju kearahku di atas awan,
di belakangnya adalah kakak ke-4 yang menunggang
Bifang. Mereka berhenti tepat di depanku.
Kakak ke-4 mengatakan dengan mata berkilat,
"Xiaowu, keinginanmu telah
menjadi kenyataan hari ini. Kami baru saja kembali
dari Xihai. Dieyong berputar
sepanjang malam kemarin. Pagi ini Zheyan
menggunakan Teknik Mencari Jiwa
untuk memeriksanya dan mendeteksi bahwa jiwa
Moyuan tidak lagi berada dalam tubuh Dieyong. Kita akan menuju ke Goa
Yanhua. Moyuan mungkin memilih hari baik ini untuk bangun setelah 70.000
tahun lamanya ia tertidur. "
Aku berdiri di sana dengan bingung sejenak. Ketika
aku akhirnya mendapatkan kembali pikiranku, aku melihat tanganku sendiri
menarik tangan kakak ke-4
sambil tergagap berkata, "Gu... guru telah bangun" Dia
sudah bangun sekarang" "
Kakak ke-4 mengangguk kemudian mengernyitkan
alisnya, "Hei, tasmu terjatuh
dari awan." Aku tahu dalam waktu tiga bulan Moyuan pasti akan
bangun. Namun, ini baru dua bulan sejak Dieyong memakan pil ajaib.
Bagaimana dia bisa bangun di waktu
sesingkat ini" Apakah dia benar-benar terjaga"
Zheyan menundukkan kepala dan mendesah,
"pengorbanan Ye Hua tidaklah sia-sia."
Mataku terbakar oleh air mata saat aku mengangguk
sebagai jawaban. Kakak ke-4 tertawa, "Aku mendengar tentang Ye Hua
dari Zheyan. Seorang pria
yang dimabuk cinta. Tapi tampaknya kau agak
beruntung dengan nasibmu itu.
Kau baru saja melunasi hutangmu pada Moyuan dan
sekarang kau berhutang pada Ye Hua sebagai gantinya. Kau menggunakan
darahmu untuk membayar budi Moyuan selama 70.000 tahun tetapi apa yang
akan kau gunakan untuk membayar budi 40.000 tahun energi kehidupan Ye
Hua" " Aku menutup mataku yang mulai menyengat dengan
kipasku dan menjawab, "Pada akhirnya Ye Hua dan aku akan menjadi suami
istri. Tidak ada budi ataupun
hutang dalam cinta antar pasangan. "
Dari tengah awan, Zheyan tertawa, "Kau akhirnya
mengerti." Karena aku adalah seorang murid laki-laki ketika
belajar di bawah bimbingan
Moyuan, aku ingin menyamarkan diri kembali menjadi
Siyin. Zheyan mengulurkan
tangannya untuk melarang, "Dengan kemampuan
Moyuan, sejak lama ia sudah
tahu bahwa kau adalah seorang gadis. Dia tidak
mengungkap identitasmu adalah demi menjaga wajah orang tuamu. Apa kau
pikir kau telah menipunya
selama 20.000 tahun" "
Aku menarik kipasku kembali dan tertawa, "Kau
benar. Sihir Ibu bisa menipu 16
senior ku tapi aku agak skeptis bahwa hal itu juga
bisa menipu Guru. " Kami bertiga sudah dekat ke Gunung Fangyi. Aku
memimpin dan menurunkan awan kebawah. Mawar Cina tumbuh mekar di
sepanjang gunung, keharumannya
menyebar di seluruh gunung.
Sekarang musim gugur pada bulan Agustus. Aku
langsung masuk ke Gua Yanhua.
Dalam gumpalan kabut di ujung gua adalah tempat
tidur Moyuan selama bertahun-tahun. Pandanganku semakin kabur pada saat penting ini.
Aku cepat-cepat menyeka mata, hingga tanganku basah karenanya.
Tampaklah sebuah siluet seseorang yang sedang
duduk di tempat tidur. Aku buru-buru berjalan. Yang bersandar di tempat tidur itu tidak diragukan lagi
adalah guruku Moyuan yang telah tidur nyenyak selama bertahun-tahun.
Dia melihat vas bunga yang ditempatkan di
sampingnya. Wajahnya, ekspresinya,
persis seperti 70.000 tahun yang lalu. Air mataku
jatuh tak terkendali. Suaraku membuat panggilan untuk menarik
perhatiannya. Dia berbalik dan
menopang wajahnya dengan tangan. Dia tersenyum
damai padaku, "Xiao Shiqi"
Benar, Xiao Shiqi. Kemarilah dan biarkan aku
mengamatimu. Mari kita lihat
seberapa banyak perkembanganmu selama beberapa
tahun ini. " Aku menggali kuku jari ke dalam dagingku dan
mendengar debar jantung dalam
dadaku. Aku datang dengan langkah-langkah
gemetar. Aku sebut "Guru"
kepadanya dan dalam sekejap, jutaan konflik emosi
saling bertaut satu sama lain.
Dia mengulurkan tangan untuk mendukungku dan
berkata, "Kenapa kau terlihat
seperti ingin menangis" Hmm, pakaian yang kau
kenakan ini tidak buruk. "
Zheyan datang menembus kabut dan kakak ke-4
mengikuti di belakangnya.
Dia berkata, "Kau sudah tidur selama 70.000 tahun.
Kau baru bangun sekarang. "
Aku bersin karena udara dingin dalam Goa Yanhua.
Kakak ke-4 menyeretku keluar
bersama Zheyan dan Moyuan yang tidak terburu-buru
mengikuti kami keluar. Kami kembali ke Fox Cave.
Setelah ia tertidur, sebagian besar seniorku telah
kembali ke rumahnya masingmasing. Hanya senior ke-9 Lingyu tetap tinggal untuk
mengurus Kunlun sehingga suasana di sana tampak jauh lebih hidup sekarang.
Aku tidak yakin bagaimana
caranya memberitahukan hal ini pada Guru jika ia
bertanya. Tapi mengejutkan hal
pertama yang ia tanya bukanlah tentang Kunlun....
Sementara kita minum teh, guru bertanya pada
Zheyan, "Pernahkah kau melihat
seorang anak muda yang tampak persis denganku
saat aku sedang tidur?"
Teko di tanganku tumpah ke lutut kakak ke-4. Kakak
ke-4 menahan rasa sakit dan menyeringai kepadaku sambil menyeka air
panas. Zheyan tertawa dan melirik padaku, "Tentu saja ada.
Lebih-lebih dia telah menjalin
hubungan dengan murid kecilmu itu. "
Moyuan memutar kepalanya untuk menatapku.
Wajahku mulai memerah sementara Zheyan mengedipkan mata berulang kali
ke arahku. Sebelum matanya
kram, dengan cepat aku katakan, "Orang ini yang
sedang guru bicarakan, haha ...
dia mungkin adalah tunanganku, Putra Mahkota
Langit ... hahaha." Tangan Moyuan yang memegang cangkir langsung
membeku. Dia mengambil seteguk lagi untuk membersihkan tenggorokannya.
Akhirnya, dengan ekspresi
tidak berubah, katanya, "Ia memiliki selera yang
bagus, anak itu." Lalu ia
mendongak dan berkata, "Siapa nama tunanganmu"
Kapan dia lahir" "
Aku menjawabnya dengan jujur.
Dia menghitung dengan jarinya dan berkata, "Xiao
Shiqi, entah bagaimana kau
telah memikat dan menangkap adikku."
Aku merasa seperti disambar petir saat berteriak,
"Apa?" Aku bukan satu-satunya yang tertegun. Bahkan
Zheyan yang lebih berpengetahuan
dan kakak ke-4 sampai melongo.
Moyuan memutar cangkir di tangannya dan berkata,
"Aku tidak bisa menyalahkan
jika semua orang menjadi terkejut. Aku juga baru
mengetahui hal ini ketika ayahku
meninggal. Ibuku memang hanya melahirkan aku,
tapi aku masih ada seorang adik. "
*** Bagian 2 Moyuan berkata mungkin ia perlu untuk menceritakan
kisah dari saat ibunya mengandung mereka dua bersaudara.
Suatu waktu empat kolom penyangga langit rusak.
Kesembilan benua mulai runtuh. Karena Ibu Dewa (Mushen) harus
memperbaiki kolom akhirnya hal itu
mempengaruhi kehamilannya. Ketika dia melahirkan,
dia hanya bisa menyelamatkan yang anak pertama, tetapi tidak
yang kedua. Bapa Dewa (Fushen) merasa bersalah kepada si bayi kecil
sehingga ia mencoba untuk
mempertahankan jiwa bayi itu dalam tubuhnya
sendiri. Dia menggunakan setengah dari energi hidupnya untuk membuat rahim
untuk bayi itu. Tapi apa pun yang ia lakukan, bayi itu tetap tidak mau
bangun. Fushen kemudian merubah rahim ke dalam bentuk telur bercahaya dan
menyembunyikannya di balik Gunung Kunlun menunggu jiwa sang bayi
kembali. Sayangnya baik Mushen dan Fushen meninggal
bersamaan sebelum anak mereka bisa bangun. Sebelum Fushen meninggal, ia menceritakan kisah ini
kepada Moyuan dan memintanya untuk merawat jiwa sang bayi setelah
memisahkannya dari dirinya
sendiri. Moyuan mengambil jiwa saudaranya dan
merawatnya dalam tubuhnya
sendiri seperti yang Fushen lakukan. Dunia runtuh dan
runtuh lagi. Namun saudara Moyuan masih tidak bisa bangun.
Moyuan memberitahu kami, "Dia akhirnya terbangun
ketika aku menggunakan jiwaku sebagai kurban bagi Lonceng Donghuang. Aku
terjaga sekarang semua berkat usahanya dalam mengumpulkan potongan
jiwaku yang terpencar. Aku
memiliki memori kabur tentang seorang anak kecil
yang mengumpulkan jiwaku

Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

di sisiku. Pada 70.000 tahun setelah ia mengumpulkan
sekitar setengahnya, datanglah cahaya keemasan terbang melintasi gua
kami, menyapu dia pergi. Setelah dia pergi, aku harus mengumpulkan
potongan-potongan itu sendiri.
Hal itu sulit, dan sangat melambat. Kau bilang dia
sekarang adalah Putra Mahkota keluarga Surga. Maka aku menduga bahwa
Nyonya keluarga Surga menelan telur yang tersembunyi itu ketika dia
melewati Gunung Kunlun. Janin
mungkin menarik jiwanya ketika dia lahir dari
rahimnya. " Zheyan tawa kecil dan berkata, "Tidak heran mereka
mengatakan ketika bocah Ye Hua lahir, ada 72 burung pelangi menari selama 81
hari berturut-turut dan bersinar cahaya keberuntungan dari Timur selama tiga
tahun. Ternyata dia adikmu. "
Catatan sejarah Jiuchongtian dengan jelas
mengatakan bahwa putra Fushen
hanyalah Moyuan seorang. Sekarang aku tahu bahwa
sejarahwan ini hampir tidak dapat dipercaya. Lebih baik percaya pada nasib
yang ditulis Siming. Moyuan ingin bertemu Ye Hua tapi karena ia baru
saja terbangun, ia membutuhkan
beberapa tahun istirahat untuk mengembalikan
energinya terlebih dahulu. Aku
memberinya alasan cepat dan berjanji untuk
mempertemukannya dengan Ye Hua
begitu dia pulih. Guru bersikeras untuk kembali ke gua dibelakang
Gunung Kunlun untuk bermeditasi.
Walaupun aku tidak ingin dia melihat bagaimana
hancurnya Kunlun sekarang, aku
tidak akan bisa menyembunyikan fakta itu dari dia
selamanya. Aku pikir kami hanya akan bertemu Lingyu hari ini.
Tapi saat kami melangkah ke
pintu masuk, adegan di depan mata kami membuat
kami melompat karena terkejut.
16 seniorku mengenakan jubah Tao mereka sesuai
dengan peringkat, menggelung
rambut mereka dengan gaya Tao, dan berdiri dalam
dua baris disamping pintu batu.
Pohon besar didalam masih pohon Shalashuang
pemberian Buddha dari Barat. 16
seniorku berdiri di bawah kanopi seolah-olah mereka
sudah berdiri di sana selama
70.000 tahun. Senior Pertama yang memimpin berlutut di tanah
dengan mata merah dan berkata
gemetar, "Saudara Kesembilan mengirim surat
beberapa hari yang lalu mengatakan
kepada kami bahwa energi naga berkumpul diatas
langit Kunlun. Bahkan sesekali
ada suara raungan naga. Dia tidak tahu apa artinya
jadi kami buru-buru kembali.
Meskipun kemungkinan guru kembali terlintas di
pikiran kami, kami tidak berani
percaya. Hari ini saat berada di dalam, kami
merasakan energi guru dari luar pintu
masuk gunung. Kami segera keluar tapi kami
terlambat untuk menyambut guru di
pintu gerbang. Guru akhirnya kembali setelah pergi
selama 70.000 tahun. "
Dia tersedu dalam isak tangis saat selesai berbicara.
Dia terlihat muda, tapi dia
sebenarnya sudah cukup tua. Semua orang ikut
menangis melihat dia seperti ini.
Lima belas senior lainnya juga terisak diam. Senior
ke-16 Zilan yang menangis
paling sedih. Mata Moyuan menggelap, "Aku telah membuat kalian
semua menunggu terlalu lama. Berdirilah, mari kita masuk ke dalam. "
Pertama, semua senior saya menangis. Kemudian
mereka mengatakan bahwa mereka telah kehilangan diriku yang tak berguna,
Siyin Shenjun. Senior Pertama yang tampak begitu menderita saat
bercerita tentang aku. Aku
adalah orang yang membius mereka dan mencuri
tubuh Moyuan keluar dari Kunlun,
tapi dia tidak menyebutkan satupun perbuatanku
yang salah. Sebaliknya, ia hanya
mengatakan bahwa itu adalah salahnya karena tidak
merawatku dan kehilangan aku. Dia mencariku bertahun-tahun nonstop tapi tidak
pernah ada berita apapun.
Dia takut nasibku jelek. Dia merasa dia tidak
melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai murid tertua untuk mengurus juniornya dan
meminta hukuman dari guru.
Aku berdiri bersandar pada kakak ke-4 di samping
mereka. Tanpa berpikir, aku
berseru, "Nasib jelek apa, aku masih hidup bahagia.
Aku hanya mengubah caraku
berpakaian. Aku Siyin. "
Mereka semua terkejut. Setelah jatuh ke lantai, Senior
Pertama bangkit dan memelukku, "Kata adik ke-9 kau juga menghadapi
masalah homosexual. Tahun itu
ketika pangeran ke-2 dari klan Iblis datang untuk
menipumu, aku pikir aku sudah
menghajarnya dan mengobati masalah
homosexualnya. Tapi siapa sangka bahwa
aku belum menyelesaikan masalahmu. Shiqi yang
malang, kau telah menjadi gay,
jenis crossdressing. "
Kakak ke-4 tidak dapat menahan diri untuk tertawa
terbahak-bahak. Aku bertahan dari air mata sedih senior pertama dan
berkata, "Senior Pertama,
lihat baik-baik wajahku. Bagian manaku yang terlihat
seperti laki-laki crossdressing" "
Saudara Kesepuluh mendorong senior pertama dan
berkata, "Inilah sebabnya
mengapa kau tidak mau mandi bersama kami.
Ternyata Shiqi adalah seorang cewek. "
Kakak ke-4 berkata setiap patah kata, "Dia.. wanita..
yang.. sangat.. cantik.. "
Aku memberinya sebuah tendangan.
Senior Pertama belum pernah seperti ini. Dia benarbenar menjadi sentimentil
selama beberapa tahun ini.
Setelah kepergianku, setiap senior telah membuat
karir untuk dirinya sendiri
dalam 70.000 tahun. 16 senior saya ini tidak terlalu brilian ketika kami
masih muda. Aku mengikuti
mereka kesana kemari dan belajar semua tindakan
gila-gilaan dari buku. Aku tidak bisa melupakan jasa 16 seniorku hingga aku
seperti sekarang ini. Namun, mereka membuat aku seperti ini sementara
mereka semuanya sukses sekarang. Ketika Langit menulis nasib mereka, dia
pasti telah tertidur sebentar.
Tapi aku bersyukur akan hal itu. Guru mungkin juga
bersyukur. Setelah berbicara beberapa saat, ketika telingaku
penuh dengan informasi tentang
karir luar biasa mereka, aku merasa agak kecewa.
Aku membandingkan diriku dengan mereka dan rasa depresi mulai
menyelimutiku. Kakak ke-4 berdiri tidak jauh dengan kuas dan
dokumen ditangan. Sesekali dia
baru bertepuk tangan dan berteriak, "Luar biasa! Luar
biasa! " Perasaan sedih
membuatku agak kecewa. Senior ke-10 mencoba untuk menghiburku, "Bro, erm,
Sis ... Kau adalah seorang
wanita, haha, seorang wanita cantik. Seorang wanita
cantik tidak perlu memiliki
karir yang sukses. Semua saudari kami hanya
memikirkan cara mencari seorang
suami yang baik. Kau juga harus mencari satu
keluarga yang baik untuk menikah
dan hidupmu akan baik-baik saja. "
Senior ke-16 menyeringai dan berkata, "Pada usia
Shiqi sekarang ini, kita tidak
perlu bicara soal pernikahan. Aku kira dia sudah
memiliki beberapa orang anak.
Benar, kapan kau akan membawa suamimu kesini
untuk menemui kami" Dengan
penampilan dan kepribadianmu, aku bertanya-tanya
entah pria macam apa yang
telah menikahimu" "
Kata-katanya telak menusuk hati. Aku menyeka
keringat di dahi dan tertawa
canggung, "Kau melebih-lebihkan, aku belum sampai
disitu. Pernikahanku baru
akan dilangsungkan bulan depan. Kalian harus datang
dan minum denganku. "
Moyuan duduk termenung di samping kami. Pada
kata "minum," cangkir teh di
tangannya bergetar dan setengah dari air teh tumpah
menciprat. Aku buru-buru lari kepadanya untuk melap air teh yang tumpah.
Zheyan batuk ringan dua kali.
*** Bagian 3 Tidak ada yang luar biasa tentang peri-peri yang
datang untuk berkunjung. Terkadang Senior Pertama atau senior ke-2 yang akan
membawa mereka sebentar untuk menemui Moyuan. Kadang-kadang
mereka hanya akan minum seteguk teh di aula utama sebelum akhirnya
berpamitan. Hanya seorang
pemuda yang datang di siang hari pada hari ketiga
yang membawa sedikit masalah. Pemuda ini memakai jubah putih. Dia terlihat cukup
elegan dan lembut. Ketika
Moyuan melihat dia, wajahnya yang biasanya dingin
menjadi terpengaruh. Orang berjubah putih datang untuk bertemu Moyuan
tapi dia tidak mengucapkan
salam. Dia hanya melihat dari kejauhan dan berkata,
"Sudah lama sekali, kau
masih terlihat seperti dulu. Zhongyin datang ke Kunlun
saat ini hanya karena kakak ku muncul dalam mimpiku tadi malam
memintaku untuk menyampaikan
beberapa patah kata untukmu. " Dia tersenyum dan
melanjutkan," Kakakku
bilang dia hanya sendirian, dan dia sangat kesepian. "
Aku memanggil petugas yang sedang melayani Senior
ke-7 dan meminta dia untuk membawakan secangkir teh untuk Zhongyin.
Moyuan tetap diam, dengan pipinya ditopang tangan.
Zheyan melirik ke Moyuan kemudian berpaling dan
berkata pada Zhongyin, "Saudara Zhongyin, kau tentu bercanda. Kakakmu
telah meninggal selama 100.000 tahun. Bagaimana dia bisa datang
menemuimu dalam mimpi" "
Zhongyin melebarkan matanya dalam kemarahan dan
berkata, "Master Zheyan,
Anda telah salah paham. Aku benar-benar datang ke
sini untuk menyampaikan kata-kata kakakku. Tidak ada makna tersembunyi.
Aku bahkan tidak ada niat
untuk menyia-nyiakan waktu ku. Tapi kakakku
tampak begitu menyedihkan
dalam mimpiku jadi aku tidak tahan
mengacuhkannya. Kau bilang dia tidak bisa
datang ke dalam mimpiku karena dia sudah menjadi
debu. Tapi bukankah benar
bahwa Guru Moyuan yang duduk di sini juga telah
berubah menjadi debu" Jika
dia bisa kembali sekarang, maka apa yang salah
dengan kakakku datang kedalam mimpiku" "
Dia membungkuk rendah setelah kata-kata
terakhirnya dan keluar sendiri dari
ruang utama. Moyuan meninggalkan kursinya dan berjalan kembali
ke ruang dalam. Aku bangkit mengikuti dia tapi Zheyan menghentikanku.
Aku merasa bahwa dulu guru Moyuan memiliki
banyak sejarah. Segalanya benar,
dia juga seseorang yang memiliki masa lalu ...
Dari beberapa kata Zhongyin ini, sepertinya pada
waktu dahulu kala telah terjadi sesuatu yang mengerikan. Aku sedikit


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

khawatir. Aku ingin datang
menjenguk Moyuan setelah para tamu pergi dan
memberinya penghiburan. Pada malam hari ketika aku datang ke kamar
Moyuan, ia sedang duduk termenung
di depan kecapi nya. Lilin kuning menyoroti wajahnya
yang terlihat sedih. Aku berdiri diam di dekat pintu. Matanya tiba-tiba
meninggalkan kecapi dan melirik.
Ia sedikit tersenyum dan berkata, "Kenapa berdiri di
sana. Masuk " Aku diam-diam masuk. Aku datang ingin
menghiburnya tetapi sekarang semua
kata-kata macet di tenggorokan. Aku juga tidak tahu
banyak tentang kisahnya. Aku hanya mengira bahwa itu adalah kisah cinta
berdasarkan apa yang orang
berjubah putih itu katakan. Tapi bagaimana caranya
seseorang ketika dia ingin
menghibur orang lain tentang kenangan cinta yang
sedih" Aku masih tenggelam dalam lamunan ketika suara
dari kecapi terdengar ditelingaku.
Jari-jemari Moyuan memetik dawai dan dia berkata,
"kebiasaan burukmu yang
sering melamun masih belum juga berubah setelah
ribuan tahun." Aku menggaruk hidung dan menyeringai. Kemudian
aku datang ke sisinya dan
mengatakan dengan keprihatinan, "Guru, orang yang
sudah mati tidak bisa datang kembali. Zhongyin mungkin hanya terlalu
merindukan saudarinya. Jangan
menyimpannya di dalam hatimu. ".
Dia berkedut, kemudian terus memetik kecapinya dan
berkata santai, "Kau
datang ke sini malam ini karena hal ini?"
Aku mengangguk. Kecapi itu mengeluarkan suara kacau di bawah jarijemarinya.
Dia melihat ke arahku. Setelah memandang wajahku
untuk waktu yang lama, ia mengajukan pertanyaan yang sama sekali tidak
berhubungan, "Apakah
perasaanmu kepada dia itu sungguh-sungguh?"
Aku berpikir untuk setengah harian sebelum
menyadari bahwa kata "dia" itu
berarti Ye Hua. Aku merasa canggung berbicara
tentang hal ini di depan orang
yang lebih tua, tapi aku juga bukan tipe gadis yang
malu-malu. Jadi aku menggaruk hidung dan menjawab jujur, "Memang
benar. Aku bersungguhsungguh."
Dia mengangkat kepalanya dan melihat ke luar
jendela. Akhirnya dia berkata,
"Kalau begitu bagus. Aku tidak perlu khawatir
sekarang. " Aku benar-benar tidak mengerti. Ekspresinya hari ini
aneh. Mungkin dia khawatir bahwa aku tidak cukup feminin untuk
menikah dengan keluarga baik-baik" Berpikir begitu, aku bahagia
meyakinkannya, "Guru, kau tidak
perlu khawatir. Ye Hua orang yang baik. Kami bergaul
dengan baik. Aku benar-benar mencintainya sama seperti dia juga
mencintaiku. " Dia tetap memandang keluar jendela dan dengan
santai berkata, "Ini sudah
larut. Kembalilah ke kamarmu dan beristirahat. "
*** Bagian 4 Setelah hari itu Moyuan tidak keluar ke ruang utama
lagi. Malam itu aku berjalan
melalui setengah gedung untuk menghiburnya. Tapi
saat aku meninggalkan kamarnya, aku merasa bahwa dia tidak terhibur sama
sekali. Aku merasa kurang
enak. Mungkin hanya dia sendiri yang memahami
masalah ini. Orang luar tidak
boleh ikut campur. Kami pikir tanpa bisa bertemu dengan Moyuan, orangorang yang datang
berkunjung akan berkurang. Siapa tahu ternyata
mereka masih terus berdatangan"
Setelah 12 hari menyamar sebagai pelayan teh di aula
utama, aku sudah tidak tahan lagi. Aku menarik kakak ke-4 ke pohon apel
dan memintanya untuk bertukar
tempat denganku selama 7 atau 8 dupa sehingga aku
bisa turun ke dunia fana dan
melihat Ye Hua. Kakak ke-4 menghitung dengan jari-jarinya dan
berkata, "Kalau aku berjaga selama
7 atau 8 dupa, maka aku pasti tidak bisa tidur malam
ini. Paling banyak aku akan
membantumu selama 1 dupa. Ye Hua hanya hidup di
dunia fana untuk satu siklus.
Ini bahkan bukan hal yang serius dan kau sudah ingin
mengintip diam-diam" Kau
terlalu cepat khawatir baginya. "
Wajahku tetap konstan kecuali telingaku yang
berubah merah. Aku memilih waktu
yang kurang tepat untuk bertindak. Aku lupa bahwa
ia sedang bertengkar dengan
Zheyan sore ini di beranda.
Tapi satu dupa masih cukup memuaskan. Aku segera
lari keluar ke halaman depan.
Dia melempar dua buah apel di tangannya ke dalam
kolam teratai sambil berkata
santai, "Jika kau tidak kembali dalam waktu satu
dupa, jangan marah kalau aku
datang untuk menyeretmu pulang." Tampaknya kakak
ke-4 benar-benar marah pada Zheyan hari ini. Sungai bintang diatas Kunlun berkelap-kelip dalam
gelap malam. Di Bumi, hari masih
siang dengan langit biru yang luas. Aku berdiri di luar
sebuah sekolah swasta dengan
wujud tak terlihat. Suara membaca bergema keluar,
"Sang paman bertemu dengan
Han Zhuanzi*. Zhuanzi sedang memikirkan mata
pencaharian, sehingga sang paman
membawakan hadiah.."
* Han Zhuanzi adalah nenek moyang Han Jinghou
(Bangsawan Jing Han) dari Zaman Perang Mataku mengikuti arah suara dan melihat seorang
anak tampan di barisan terakhir.
Anak ini lebih elok dibanding anak-anak yang lain,
meskipun tidak setampan Ye Hua.
Tapi aura dinginnya persis seperti Ye Hua.
Mereka berhenti membaca. Sang guru melihat buku di
tangannya dan berkata, "Zhao
Ge, silahkan berdiri dan jelaskan kalimat ini." Anak
berwajah dingin itu berdiri. Hatiku
sedikit gemetar. Dia benar-benar reinkarnasi dari Ye
Hua. Tidak peduli bagaimanapun
wujud yang ia pakai aku akan selalu bisa
mengenalinya. Aku tetap tidak terlihat di luar jeruji jendela dan
menunggu sampai kelas mereka berakhir.
Dua pelayan membantu Ye Hua membereskan
barang-barang di mejanya dan berjalan
sampai ke pintu. Aku diam-diam mengikutinya dari
belakang, tidak tahu bagaimana
caranya untuk munculkan diri di hadapannya secara
alami. Sewaktu aku sedang
merenungkan pilihan, terdengar dua suara desir angin
dari belakang. Aku mengibaskan
lengan bajuku dengan refleks dan dua kerikil terbang
segera memantul, membentur
batang pohon tua dipinggir jalan.
Sura gaduh membuat Ye Hua berbalik. Keempat anak
berlari dan berteriak-teriak.
Sambil berlari, mereka menyanyikan sajak tujuh baris
sebagai berikut: Beras itu berharga; Minyak itu bernilai. Keluarga Liu melahirkan seorang anak cacat.
Berdosa di masa lalu, biasa dalam kehidupan
sekarang. Tidak ada yang kasihan; karena mata ganti mata.
Dia mungkin bocah ajaib. Namun, seberapa jauhkah seorang cacat bisa
terbang" Aku tercengang. Aku memandang sisi kanan Ye Hua.
Sialan bajingan Tianjun. Ye Hua adalah cucunya,
bagaimana dia bisa begitu jahat
dan tak berperasaan. Dia bahkan tidak memberi Ye
Hua tubuh yang sempurna dalam reinkarnasi ini. Hanya ada lengan baju kosong
pada tangan kanan Ye Hua.
Jelas lengan itu, benar-benar kosong.
Pembantu muda Ye Hua mengejar anak-anak nakal
itu sebelum akhirnya dipanggil
kembali. Aku masih ingat bahwa anak-anak itu
adalah teman sekelas Ye Hua.
Sebagai orang yang berpengalaman, tentu saja aku
tahu apa yang mereka rasakan.
Mereka jelas iri terhadap bakat Ye Hua yang luar
biasa. Tapi tidak bisakah mereka
diam meskipun iri" Betapa jahatnya mereka membuat
sajak seperti itu. Tangan kiri Ye Hua memegang lengan baju kanannya
yang berkibar dengan sedikit mengernyitkan alis. Dia berbalik ke depan
tanpa mengatakan apapun. Setelah melihat semuanya itu, hatiku terasa sakit. Aku
tidak bisa menunjukkan diri karena takut orang lain akan melihatku. Aku
hanya bisa menelan kembali air
mataku. Aku mengikuti mereka dari pagi sampai sore dan
belum juga menemukan waktu
yang tepat untuk menunjukkan diri pada Ye Hua. Dua
kacung yang menyebalkan itu selalu bersamanya. Pada jam anjing, mereka
membantunya menanggalkan pakaian untuk tidur. Setelah setengah peminuman teh
kemudian, mereka juga menguap dan pergi ke tempat tidur.
Aku menghela napas lega dan muncul di sisi tempat
tidurnya. Setelah memandang
wajahnya di bawah sinar bulan, saya sedikit
mengguncang tubuhnya. Dia bagun
dan duduk dalam keadaan setengah sadar, setengah
tertidur. "Ada apa?"
Ketika ia melihat bahwa aku bukanlah salah satu dari
pembantunya, dia menjadi kaget. Dia menatapku untuk beberapa saat sebelum
menutup matanya lagi dan kembali tidur. Dia bergumam, "Ternyata aku sedang
bermimpi." Aku segera membangunkannya lagi. Sebelum dia
membuka mulut, aku mencegahnya
dan bertanya, "Apa kau mengenalku?" Aku tahu dia
tidak akan mengenaliku, tapi
aku tetap berharap. Seperti yang kuduga, dia menjawab, "Tidak, aku tidak
mengenalmu." Lalu ia
mengerutkan alis begitu ia terjaga sepenuhnya, "Ini
bukan mimpi?" Aku mengambil mutiara cahaya dari lengan bajuku.
Mengikuti cahaya, aku membawa
tanganku ke wajahnya, "Apa kau pikir ini mimpi?"
Wajah kecilnya perlahan bersemu merah.
Kenapa Ye Hua bisa menjadi begitu pemalu setelah
reinkarnasi" Aku bergeser mendekatinya. Setiap kali aku bergeser
mendekat, wajahnya akan berubah semakin merah. Aku belum pernah melihat
penampilan Ye Hua yang aneh
ini sebelumnya. Aku duduk tepat didepan wajahnya
saat dia mundur ke sudut dinding.
Wajah bulatnya bersemu merah tapi ia mencoba
untuk tampil tenang, "Siapa kau"
Mengapa kau memasuki ruang tidurku" "
Dulu, aku pernah membaca sebuah novel yang
menceritakan tentang kisah si ular
putih yang jatuh cinta kepada seorang pemuda
bernama Muyue. Dia jatuh sakit
karena dimabuk cinta dan datang untuk
menjumpainya di malam hari. Melihat Ye
Hua, tiba-tiba aku ingin menggodanya. Jadi aku
menyembunyikan wajahku dalam
kesedihan dan berkata, "Aku peri dari Qingqiu. Aku
datang ke dunia fana untuk
berjalan-jalan di musim semi dan jatuh cinta pada
penampilanmu. Hatiku selalu
merindukanmu dan sekarang aku telah jatuh sakit
karena rindu. "

Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Pada akhir kata aku pura-pura malu sambil melirik
padanya. Kata-kata ini membuatku merinding tapi dari ekspresi wajahnya,
aku kira aku sudah bertindak cukup baik. Dia kelihatan bingung. Kemudian warna wajahnya
semakin memerah. Dia menutupi mulutnya dan berdeham, "Tapi, aku hanya
sebelas tahun jika dibandingkan denganmu.."
Sebelum berpisah, kami saling memberi tanda janji.
Aku memberinya gelang yang sama yang dia berikan padaku ketika aku turun
ke dunia fana untuk membantu Yuanzheng. Aku tidak bisa bersamanya
setiap saat sehingga jika
dia memakai gelang ini, rasa khawatirku akan
berkurang. Dia melepas liontin
giok di lehernya dan memakainya padaku. Aku
berbisik ke telinganya dan
mengingatkan dia, "Kau tidak boleh menikahi wanita
lain. Aku akan datang mengunjungimu ketika ada waktu luang. Aku akan
menunggumu, ketika kau dewasa nanti aku akan menjadi istrimu "
Dia tersipu dan menganggukkan kepala dengan
serius.. *** Bab 22 Bagian 1 Aku bilang aku akan datang kembali untuk
mengunjungi Ye Hua, tapi aku tidak
akan bisa pergi lagi setelah aku kembali ke Kunlun.
Akhirnya Moyuan telah memilih hari untuk memulai
meditasinya, yaitu pada tujuh
hari dari sekarang. Pada pagi hari tanggal 2
September, aku mengambil pil obat
untuk Moyuan. Ekspresinya tampak agak lelah
sebelum memasuki gua. Tanpa
mengatakan apa-apa kepada senior-seniorku, dia
menanyakan padaku satu pertanyaan, "Apakah Ye Hua memperlakukan dirimu
dengan baik?" Aku memberinya
jawaban yang jujur. Dia menganggukkan kepalanya
dan berjalan masuk. Setelah Moyuan masuk ke ruang meditasi, tidak ada
lagi Imortal yang datang untuk menjenguknya. Lima belas orang seniorku
berturut-turut kembali ke
rumahnya masing-masing, meninggalkan pembantu
mereka untuk membantu Senior ke-9. Aku juga mengikuti Zheyan dan kakak
ke-4 turun ke bawah gunung.
Sesampainya di bawah, aku langsung lari ke dunia
fana. Ye Hua sudah berusia 18 atau 19 tahun sekarang.
Dengan hati berdebar, aku
mendarat perlahan di depan halaman keluarga Liu.
Namun, aku tidak dapat menemukan di mana Ye Hua
berada setelah meneliti setiap inci dari perumahan keluarga Liu. Aku
meninggalkan perumahan keluarga
Liu dengan kecewa. Setelah berpikir selama beberapa
waktu, aku datang kembali
dan menanyakan pelayan dari keluarganya. Dia
mengatakan bahwa Ye Hua telah
lulus ujian sipil beberapa tahun yang lalu dan kini
bekerja di bawah kaisar. Pelayan kecil keluarga Liu mengangkat kepalanya
tinggi-tinggi dan berkata, "Tuan
muda kami adalah anak ajaib yang tiada duanya. Ia
masuk perguruan kekaisaran
di usia 11 tahun. Lima tahun yang lalu ketika Kaisar
mengadakan ujian, ia ikut dan
membawa pulang Zhuangyuan (Teladan Negara yaitu
1st-rank). Setelah memasuki
Sekolah Hanlin, dia sekarang Kanselir Negara.
Sungguh bakat yang luar biasa! ".
Aku tidak tertarik dalam karir politiknya Ye Hua. Aku
merasa senang bisa tahu di
mana dia tinggal sekarang.
Aku datang lewat halaman belakang Perumahan
Kanselir untuk mencari Ye Hua.
Ketika akhirnya aku melihatnya, dia mengenakan
jubah sehari-hari, memandang
bunga dengan seorang wanita berpakaian putih. Di
atas tempat di mana ia duduk
terdapat bunga persik berwarna merah.
Wanita berjubah putih itu tampaknya telah
mengatakan sesuatu padanya. Dia
mengangkat gelas arak dan ternyata dia tersenyum.
Dia malu-malu menundukkan
kepalanya. Senyumnya hangat dan baik. Tapi itu benar-benar
menjengkelkan di mataku. Baru enam hari. Berani-beraninya dia melupakan
janjinya kepadaku dan memulai
asmara lain di belakangku" Saat aku merasa gatal
untuk mendekati mereka karena
cemburu, terdengar suara memanggilku dari belakang,
"Sudah lama sejak terakhir
kali kita bertemu. Salam dari Sujin, Nyonya yang
mulia. " Aku membeku dan berbalik.
Mantra tak terlihat hanya efektif pada manusia.
Mantra ini tidak bisa menipu peri
lainnya. Sujin dalam pakaian yang polos sederhana
terlihat aneh di mataku, "Mengapa kau di sini?"
Dia mengamati lekat-lekat, matanya menyipit, "Yang
Mulia 'reinkarnasi sendirian
di dunia fana. Saya khawatir dia mungkin merasa
kesepian makanya saya mencarikan orang yang selalu ia pikirkan untuk
melayaninya. Saya diundang
untuk pesta teh Ratu Barat 'hari ini. Saya mampir
dalam perjalanan untuk melihat
apakah dia melakukan pekerjaannya atau tidak. "
Kaget, aku berbalik untuk melihat wanita berjubah
putih disisi Ye Hua. Aku tidak
memperhatikan sebelumnya tapi sekarang setelah
kuperhatikan lagi, dia ternyata
adalah boneka berbentuk manusia. Aku
mengepakkan kipasku dan menjawab
acuh tak acuh, "Betapa perhatiannya dirimu."
Dia menatapku dengan mata sungguh-sungguh,
"Nyonya tahu penampilan siapa
yang saya berikan pada boneka ini?"
Aku memiringkan kepala untuk mengamati dengan
cermat, tetapi tidak tahu apa
istimewanya perempuan berjubah putih ini.
Matanya menjadi kabur saat ia mengatakan, "Apakah
Nyonya pernah mendengar nama Susu?" Jantungku berdenyut. Sujin kecil ini semakin lihay
akhir-akhir ini. Dia bisa langsung
melukaiku begitu bertemu. Bagaimana aku tidak tahu
kalau Susu adalah ibu kandung Little Dough yang melemparkan dirinya ke
bawah Zhuxian Tai, mantan
istri Ye Hua yang pernah dicintainya. Tapi sejak aku
mengetahui perasaanku sendiri
terhadap Ye Hua, dengan hati-hati aku membungkus
semua hal yang terkait dengan
ibu Dough dan melemparkannya ke dalam peti,
menguncinya tiga kali lebih ketat dan
bersumpah untuk tidak pernah membukanya lagi. Aku
bukan cinta pertama Ye Hua,
dan aku sangat menyesali fakta ini. Tapi takdir telah
mengatur begitu, aku tidak
punya alasan untuk marah. Aku hanya bisa menghela
napas dan meratapi asmaraku
yang penuh rintangan. Sujin melihat ekspresiku dan mengatakan, "Jangan
terlalu memperhatikannya. Yang
Mulia saat ini hanyalah manusia fana. Dia tidak tahu
bahwa orang di depannya hanyalah boneka. Lihatlah hal itu sebagai wujud
impian baginya. Ketika ia kembali
ke diri aslinya, dengan kepribadiannya, ia tidak akan
meliriknya lagi padanya meskipun penampilan luarnya seperti Susu. "
Apakah dia sedang mencoba untuk mengatakan
bahwa dalam mata Ye Hua yang
sekarang, hanya ada wajah boneka ini"
Aku tertawa dan menjawab, "Apakah kamu tidak
takut bahwa ketika Ye Hua datang
kembali ke Langit, dia akan menghukum Anda untuk
menipu dia?" Ekspresinya membeku dan dengan enggan
mengatakan, "Yang saya lakukan hanyalah
menciptakan boneka dan meletakkannya diluar
rumahnya. Jika dia tidak menyukainya,
dia pasti sudah pergi dan mengabaikannya. Tapi dia
melihat dan membawanya ke
rumah. Jika dia ingin menghukum saya di kemudian
hari, maka saya tidak bisa berkata
apa-apa. " Dadaku tertusuk-tusuk dan aku terus mengepakkan
kipasku. Dia terus tersenyum ramah, "Ketika kita mencintai
seseorang begitu dalam, bahkan
kematian dapat menghapus semua jejak memori kita.
Berpalinglah dan kita pasti
kembali pada orang yang sama. Benar ... "
Ia berhenti sejenak, kemudian melanjutkan perlahan,"
Apakah Anda tahu bahwa Yang Mulia telah menggunakan Lentera Jiepo Deng
selama 300 tahun ini untuk
mengumpulkan jiwa Susu" "
Sebuah suara berdebar berbunyi di kepalaku. Aku
kehilangan arah dan hatiku
berdenyut dalam pertentangan.
Dia ... Ye Hua, dia masih ingin mencari Susu"
Enam hari yang lalu ketika aku duduk di samping
tempat tidur Ye Hua, aku bertanya
apakah dia mengenal siapa aku. Dia mengatakan dia
tidak kenal. Enam hari kemudian
dia membawa pulang orang asing yang dia kenal di
jalan. Dia benar-benar tidak
mencintaiku sedalam dia mencintai Susu, tak heran
dia tidak ingat aku. Kata "mungkin"
terus berdentang keluar. Peti yang terkunci tiga kali
lebih ketat akhirnya sekarang
retak terbuka. Apakah karena mataku tertutup
menyerupai istri pertamanya" Apakah
karena hal itu makanya dia menyukaiku" Aku tidak
bisa berpikir jernih lagi, pikiran ku
seputih panci bubur. Meskipun kepalaku kosong, aku terkesan dengan diri
sendiri bahwa aku masih bisa
bersaing dengan cara yang bermartabat,
"Pemahamanmu tentang hal asmara cukup
teliti ... untuk dapat bertahan atas sikap dingin Ye Hua
dan duduk di kursi selir untuk
200 tahun ini. Dari semua junior muda yang kutemui,
kau punya persepsi yang terbaik.
Kau melakukan pekerjaan yang baik dengan boneka
itu. Dengan adanya dia di sisi Ye
Hua, aku bisa menghemat banyak tenaga. Jika Ye
Hua ingin menghukummu setelah
dia kembali, aku akan menyampaikan beberapa kata
yang baik untuk membelamu. "
Senyum langsung membeku di wajahnya. Akhirnya ia
mengangkat sudut mulutnya
untuk mengatakan, "Terima kasih, Nyonya yang
mulia." Aku melambaikan tangan dan mengatakan padanya,
"Tidak baik jika terlambat datang
ke pesta teh Ratu Barat '."
Dia sedikit membungkuk, "Saya akan berangkat lebih
dulu." Setelah Sujin pergi, aku berbalik dan melihat 'replika'
menuangkan arak untuk Ye Hua.
Kelopak bunga persik mengikuti angin dan jatuh di
rambut Ye Hua. 'Replika' mengulurkan tangannya yang seputih salju, dengan
lembut menepis kelopak bunga
itu. Dia mendongak dan tersenyum malu-malu pada
Ye Hua. Ye Hua tidak mengatakan
apa-apa dan meneguk tehnya. Kepalaku mulai terasa
sakit lagi. Kakak ke-4 selalu mengatakan bahwa aku tidak
pernah berpikir ketika bertindak.
Menurutnya, beruntung orang tua kami membersihkan
sebagian besar masalah yang aku buat, tapi sebenarnya aku sudah banyak
membuat malu keturunan rubah
putih kami. Rtapi rasa-rasanya dialah yang membuat
lebih banyak malu daripada


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

yang aku sendiri. Namun setelah dipikir-pikir, dia jauh
lebih tua, jadi tidak adil untuk
dibanding-bandingkan. Sekarang aku memikirkan hal itu, ada alasan di balik
kata-katanya. Memang benar
bahwa aku jarang berpikir sebelum bertindak. Seperti
saat pertama kali Ye Hua menyatakan perasaannya padaku. Aku langsung
percaya padanya begitu saja
tanpa pernah bertanya-tanya mengapa dia memilihku
diantara semua gadis di dunia ini. Kalau ternyata dia mencintaiku karena aku
mirip dengan ibu Little Dough,
maka apa bedanya diriku dengan boneka yang
menuangkan arak untuknya itu"
Aku tahu adalah picik untuk membandingkan diri
dengan orang yang sudah mati,
tapi ketika seseorang jatuh cinta, tidak ada hal seperti
'menjaga wajah dan martabat'.
*** Bagian 2 Pada malam hari, aku membawa keluar Lentera Jiepo
Deng dan memeriksanya di bawah cahaya mutiara malam. Lentera inilah yang
digunakan untuk ditempatkan di tempat tidur pangeran Laut Barat.
Zheyan membawanya kembali ke Qingqiu setelah Moyuan bangun. Ye Hua
tidak menanyakannya ketika kami pergi ke Jiuchongtian jadi aku lupa
mengembalikan lentera ini
kepadanya. Mutiara malam bersinar lembut. Sumbu dalam Jiepo
Deng hanya sebesar kacang polong. Siapa yang tahu cahaya itu berisi jiwa
seorang manusia selama 300 tahun ini"
Kepalaku semakin berat setiap detiknya. Aku tahu
tidak semua kata-kata Sujin dapat dipercaya. Tapi aku juga pernah
mendengar perkataan nainai.
Sudah pasti bahwa cinta Ye Hua untuk ibu Dough
dalamnya sedalam laut. Cinta yang tidak akan pudar bahkan setelah 300
tahun berlalu. Orang yang
setia seperti dia, bagaimana bisa secara mendadak
kasih sayangnya berubah setelah kami bertemu"
Semakin aku berpikir, semakin nyaliku terbakar habis.
Hatiku berkedut penuh rasa sakit. Aku menyukai Ye Hua apa adanya.
Dia mirip dengan guruku, tapi aku tidak pernah menganggap bahwa mereka
adalah orang yang sama. Jika
aku memperlakukannya sebagai pengganti Moyuan,
aku akan memperlakukannya
dengan hormat seperti terhadap Moyuan.
Karena aku tulus kepadanya, aku berharap ia juga
sama tulusnya terhadapku.
Jika dia merayuku hanya karena aku mirip dengan ibu
Dough, karena dia tidak bisa melupakan ibu Dough itu, maka aku tidak bisa
menerima hubungan kami ini.
Migu masih berada di luar dan diam-diam bertanya,
"Nyonya, apakah Anda
ingin arak dibawa ke sini?"
Aku setuju tanpa bicara. Aku minum sampai satu Jiepo Deng berubah menjadi
sepuluh. Saat itulah aku tahu bahwa aku sudah cukup minum untuk beranjak
ke tempat tidur. Tapi aku
tidak bisa tertidur. Sesuatu terus berkedip di depanku.
Aku duduk dan mengedipkan mata untuk menyadari bahwa yang
berkedip itu adalah lentera.
Aku mencoba untuk meniupnya dari jarak 8 meter
tapi lentera sialan itu tidak
mau padam. Kesal, aku melemparkan mantra kearah
lentera dan langsung menghancurkannya berkeping-keping. Akhirnya, api
sialan itu mati. Segala yang ada di ruangan tampak berputar-putar
dan aku rebah kembali ke tempat tidur. Aku tidur selama dua hari, dan mengingat banyak hal
selama waktu itu. Lima ratus tahun yang lalu ketika Jingshan lolos dari
Lonceng Donghuang, aku harus menyegelnya kembali. Aku tidak tidur nyenyak
di Fox Cave selama 200 tahun seperti yang dikatakan orangtua ku. Aku
terkena mantra Jingshang dan
tinggal di gunung Junji di Donghuang.
Manusia yang disebut Susu, ibu Dough itu, orang yang
melemparkan dirinya ke bawah Zhuxian Tai, tidak lain adalah diriku sendiri,
sebagai wanita yang tidak
berdaya dan bodoh. Aku selalu curiga akan kenaikan keilahianku yang
begitu mudah. Bagaimana mungkin hanya dengan bertarung melawan
Jingshang, tidur siang selama 200
tahun, kemudian menjadi Dewa tinggi saat aku
bangun" Aku akhirnya mengerti mengapa suatu kali di Qingqiu,
Ye Hua sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepadaku, tetapi urung. Atau
malam itu di dunia fana ketika aku samar-samar mendengar, "Sebagian dari
diriku ingin kau mengingatnya
namun bagian lain dari diriku berharap kau tidak akan
pernah mengingat masa lalu." Semuanya masuk akal sekarang. Ye Hua merasa
bersalah karena telah menganiaya diriku waktu itu.
Tapi aku takut dia tidak akan pernah mengerti
mengapa aku menamai Little Dough
"Li" (berpisah). Dan dia tidak akan pernah mengerti
mengapa aku melompat ke bawah Zhuxian Tai. Masa lalu datang kembali. Masa tiga tahun itu masih
terasa sakit seperti baru
terjadi kemarin. Kehormatan" Alasan" Dia tidak bisa
berbuat apa-apa karena dia melindungi seorang manusia sepertiku" Aku tidak
ingin tahu, dan tidak memiliki sisa tenaga untuk peduli. Ketika aku bangun
di tengah mimpi, satu hal yang aku ingat adalah betapa kesepiannya aku
menghabiskan setiap malam di Yi Lan Fang Hua, namun hatiku masih penuh
harapan. Hidup selama tiga tahun itu seperti luka yang masih bernanah di
hatiku. Aku rasa aku tidak akan bisa menikah dengan Ye Hua
pada bulan Oktober nanti dengan perasaanku ini. Aku tahu aku masih
mencintainya. Dia membuatku
kehilangan akal sehatku pada 300 tahun yang lalu
dan sekali lagi pada 300 tahun
kemudian. Aku tidak bisa mengendalikan cintaku
padanya tapi setiap kali aku
mengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu, rasanya
seperti ada paku yang menancap di hatiku. Aku tidak tahan lagi, dan aku
tidak bisa memaafkannya. Ketika aku berada dalam wujud reinkarnasi, Sujin
mencuri mataku. Sidang ujianku sudah lama berakhir. Aku rasa tidak tepat
untuk membiarkannya terus-menerus menggunakan mataku, dia juga tidak
akan merasa nyaman dengannya. Kekerasan lebih baik daripada perdamaian. Aku
memanggil kipas Kunlun dan
berdandan di depan cermin. Hmm, ekspresi wajahku
agak buruk. Untuk mempermalukan Qingqiu, aku memakai pemulas bibir
(lipstick). Dengan wajah berseri-seri, aku terbang ke
Jiuchongtian, melewati para penjaga
di Nantian Gate, dan langsung menuju Changhua
Estate dimana Sujin tinggal
di dalam Sawu Palace. 'Dia yang mengagumkan' benar-benar tahu
bagaimana caranya menikmati hidup,
saat ini dia sedang bersandar di kursi malas.
Aku muncul dan berjalan langsung ke dalam gedung.
Pelayan teh berteriak ketakutan. 'Dia yang mengagumkan' membuka
matanya dan membeku ketika
melihatku. Meskipun ia mengatakan "kedatanganmu
mengagetkanku," namun
gerakannya keluar dari kursi malas terlihat setenang
mungkin. Tentu saja~, dia ketakutan. Aku duduk di sampingnya. Dia ragu-ragu kemudian
bersenyum cerah, "Anda
mungkin kesini untuk bertanya tentang Yang Mulia."
Dia berhenti, kemudian terus tersenyum cerah, "Susu dari dunia fana itu telah
melayaninya dengan baik." Senyumnya membuat matanya berkedip. Aku
menekan kipas ditanganku dan
memasang wajah acuh tak acuh, "Tentu saja hal itu
baik untuk dilakukan. Aku
tidak perlu khawatir tentang Ye Hua karena kau telah
mengurus segalanya. Hari ini aku datang ke sini khusus untuk mu. "
Dia menatapku skeptis. Aku tersenyum manis padanya, "Sujin, kau telah
menggunakan mataku selama
300 tahun. Apa kau menyukainya" "
Dia berusaha mengangkat kepala. Awalnya dia
tersipu merah kemudian wajahnya
putih memucat. "Ap ... apa yang kau katakan?"
Aku merentang kipasku dan berkata, "Aku menjalani
ujian cinta 300 tahun yang
lalu dan kehilangan mataku. Aku datang hari ini untuk
memintanya kembali. Pilihlah, kau ingin melakukannya sendiri atau aku
yang harus melakukannya" "
Dia melangkah mundur dan mencekal erat kursi
dibelakangnya. Dia gemetar
tak percaya, "Kau... kau Susu?"
Aku kehilangan kesabaran, "Siapa yang akan
melakukannya" Kau sendiri
atau aku" " Matanya kehilangan sinar. Dia ingin mengatakan
sesuatu, tapi tidak bisa mengucapkannya. Setelah beberapa lama akhirnya
dia berkata, "Wanita itu jelas
adalah seorang manusia biasa. Bagaimana bisa kau
adalah dia" Dia adalah
manusia biasa! " Aku melengkungkan alis, "Jadi bagaimana jika dia
adalah manusia biasa" Dan
bagaimana jika dia adalah Imortal" Hanya karena aku
adalah manusia biasa pada 300 tahun yang lalu apa berarti kau boleh
mencuri mataku dan membuatku
melompat ke bawah Zhuxian Tai" "
Kakinya melemas dan ia perlahan-lahan merosot ke
bawah. "Aku ... aku" Dia
tidak pernah menyelesaikan apa yang ingin dia
katakan. Aku melangkah maju dan membelai matanya, "aku
mendapat kabar baik baru-baru
ini dan aku telah minum beberapa botol. Jadi kau
lihat, tanganku sedikit gemetar.
Ini akan terasa lebih menyakitkan daripada jika kau
melakukannya sendiri. Maafkan aku. " Aku masih belum bertindak ketika dia jerit dengan
jeritan yang memekakkan telinga. Pada saat yang sama aku telah melepaskan
penghalang di sekitar Changhua Estate, memastikan tidak ada seorangpun
yang bisa datang kesini meskipun jika mereka telah mendengar jeritannya.
Matanya berputar kesekeliling saat ia meraih
tanganku, "Anda tidak boleh,
tidak boleh ..." Saya geli menepuk pipinya, "Kau selalu tampil tak
berdaya 300 tahun yang lalu.
Selalu begitu lemah setiap kali aku melihatmu.
Mengapa kau tidak membiarkan
aku melihat sekali bagaimana kau tidak bersikap
seperti itu" Ketika Ye Hua


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

mengambil mataku, dia bilang seseorang harus
membayar apa yang hutang.
Tapi kau dan aku sama-sama tahu bagaimana
matamu menjadi seperti itu.
Katakan padaku, apa alasannya hingga aku tidak
boleh mengklaim mataku kembali" Kau tidak boleh berpikir bahwa mataku
telah menjadi milikmu hanya
karena mataku ini telah tinggal di kepalamu selama
300 tahun " Dia menjerit kesakitan. Aku menunduk ke telinganya
dan berkata, "Insiden
300 tahun yang lalu ... karena Tianjun tua itu
melakukan segalanya secara
diam-diam, hari ini aku juga akan melakukannya
dengan diam-diam. Kau berhutang dua hal padaku di masa lalu. Aku sudah
ambil kembali mataku. Adapun insiden Zhuxian Tai, kau boleh belajar dariku
dan melompat ke bawah Zhuxian Tai, atau pergi ke Tianjun dan katakan
padanya bahwa kau ingin pergi ke Ruoshui untuk menjaga penjara Jingshang,
dan tidak pernah kembali ke Langit lagi. " Dia membeku. Aku sudah melalui penderitaan yang
sama. Hal ini tidak terlalu
berbeda dengan apa yang pernah aku rasakan. Dia
berjuang untuk bernapas, memaksakan keluar kata-kata, "Aku ... tidak akan ...
melakukannya..." Itu dia. Akhirnya dia berhenti berpura-pura lemah.
Akhirnya dia menunjukkan kekuatannya. Aku mengangkat wajahnya dan
menyeringai, "Benarkah" Jadi
kau ingin aku sendiri yang memberitahu Tianjun" Tapi
kau tahu bagaimana orang berubah. Mereka mengatakan satu hal
sekarang dan sesuatu yang lain
dikemudian hari. Jika aku menemui Tianjun, aku tidak
yakin apakah kata-kataku masih akan tetap sama dengan yang kubicarakan
denganmu. " Tubuhnya menjadi kaku. Semua rasa sakit berkumpul
di satu tempat. Aku merapal ajaran Buddha dalam pikiranku: Kau menuai
apa yang kau tabur. *** Bagian 3.1 Bifang kabur lagi, dan kakak ke-4 sedang mencarinya,
lagi. Hanya Zheyan yang tinggal di Shi Li Tao Hua.
Ketika aku menunjukkan padanya sepasang mata
berdarah dalam telapak tanganku, dia mengamatinya di bawah sinar matahari
untuk waktu yang lama dan berkata, "Jarang sekali orang bisa menemukan
barang yang telah hilang selama 300 tahun." Lalu ia melanjutkan, "Bisa
mengingat kembali kejadian yang
menyakitkan setelah meminum ramuanku juga
jarang terjadi. " Zheyan bilang dia perlu waktu untuk menyingkirkan
energi negatif di mata ini.
Kalau semua energi buruk telah lenyap, dia akan
menukar kembali kedua mataku.
Aku meminta Migu untuk mengawasi setiap langkah
dari selir Putra Mahkota itu
serta menjaga pintu masuk ke Qingqiu. Dalam
beberapa hari berikutnya aku
tidak ingin melihat siapa pun.
Aku mabuk sampai tidak tahu apa-apa lagi. Tapi
sebelum aku benar-benar mabuk, sepertinya aku mendengar Migu datang
bercerita kepadaku. Banyak
hal yang ia katakan, sebagian besar hal-hal sepele.
Ada dua hal yang paling ku ingat. Yang pertama adalah tentang selir Putra
Mahkota di Jiuchongtian. Untuk beberapa alasan dia mengajukan permintaan
kepada Tianjun untuk meninggalkan klan Surga dan pergi ke Ruoshui untuk
menjaga Lonceng Donghuang. Tianjun langsung setuju, tersentuh oleh
niat baik nya. Hal kedua adalah tentang Putra Mahkota Ye Hua. Setelah
bereinkarnasi, entah bagaimana
ia percaya pada dewa-dewa dan menuangkan semua
usahanya untuk mencari peri dari Qingqiu. Meskipun ia sempat menjabat
sebagai Perdana Menteri, ia terus
menolak untuk menikah. Pada usia 27 tahun, dia
meninggal setelah jatuh sakit
dalam kesedihan. Ia meminta keluarganya untuk
mengkremasi tubuhnya bersama
dengan gelang giok. Aku tidak yakin apakah aku menangis ketika Migu
menceritakan kisah ini. Jika
benar, maka apa sebabnya" Aku minum banyak, dan
kepalaku berputar-putar, sehingga benar-benar tidak tahu apa sebabnya.
Aku tidak tahu sudah berapa hari berlalu saat Migu
buru-buru memasuki Fox Cave. Dia memberitahu ku bahwa Putra Mahkota Ye
Hua dari Jiuchongtian telah
berdiri di luar pintu masuk Qingqiu selama tujuh hari,
menunggu untuk bertemu denganku. Migu bilang dia mematuhi perintahku dan tidak
mengijinkan siapa pun masuk,
termasuk Ye Hua. Tapi sekarang sudah tujuh hari dan
Ye Hua tidak menunjukkan tanda-tanda ingin berlalu. Dia tidak tahu apa yang
harus dilakukan sehingga dia kembali menanyakan keputusanku.
Benar, Ye Hua meninggal pada usia 27 tahun di dunia
fana. Ini waktu baginya untuk kembali. Aku tidak tahu mengapa, tapi hatiku mulai bergejolak.
Dadaku menjadi berat dan kaki ku menjadi ringan. Aku melihat ke arah pintu. Aku ingin melihat Ye Hua.
Aku hanya ingin bertanya padanya. Apakah dia
menikahi manusia pada 300 tahun
yang lalu karena Sujin mengkhianatinya dan menikah
dengan Tianjun" Apakah dia benar-benar mencintaiku" Apakah dia
mengabaikan diriku selama 3
tahun di Surga untuk kebaikanku sendiri" Ketika dia
jatuh cinta kepadaku, dia
masih mencintai Sujin" Jika ya, maka seberapa
dalam" Jika aku tidak melompat
ke bawah Zhuxian Tai, apakah dia akan menikahi
Sujin atas kemauannya sendiri"
Apakah perasaannya padaku sekarang disebabkan
oleh rasa bersalah dari 300
tahun yang lalu" Semakin aku berpikir semakin sulit untuk
melanjutkan. Aku menutup mataku; air
mata mengalir melalui jari-jari tanganku. Apa yang
akan dia katakan" Bagaimana
dia akan menjawab semua ini"
Aku bahkan tidak tahu apakah aku akan mencoba
untuk membunuhnya. Migu berdiri di samping ku penuh kekhawatiran,
"Nyonya, Anda akan menemuinya
atau tidak?" Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata
padanya, "Tidak. Katakan padanya
untuk tidak datang ke sini lagi. Aku akan menemui
Tianjun besok dan membatalkan pertunangan kami. "
Lama kemudian Migu kembali lagi. Setelah diam
dalam keheningan untuk waktu
yang lama, katanya, "Yang Mulia terlihat begitu
menyedihkan. Dia sudah berdiri
di pintu masuk selama 7 hari, tidak pernah beranjak
selangkahpun. " Aku meliriknya sekilas kemudian meneguk arak tanpa
mengatakan apa-apa. Dia ragu-ragu kemudian berkata, "Yang Mulia Putra
Mahkota memintaku untuk menyampaikan beberapa patah kata untuk Anda. Dia
ingin bertanya satu hal. Anda pernah mengatakan kalau dia menggoda
perempuan lain di dunia fana,
Anda akan menculiknya ke Qingqiu dan
memenjarakannya di sini. Ketika dia tinggal
di dunia fana, kecuali mengambil manusia biasa untuk
merawat ibunya yang sakit,
dia tidak pernah menggoda seorang gadis pun. Anda
telah berjanji padanya jadi
mengapa Anda tidak menepatinya sekarang" "
Aku melempar botol arak ke luar dan berteriak, "Aku
tidak peduli. Aku tidak peduli
lagi. Katakan padanya untuk pergi. Aku tidak ingin
melihatnya lagi. " Pada hari ke-2 aku masih belum pergi ke Jiuchongtian
untuk membatalkan pertunangan kami. Waktu terus mengulur. Aku ingin
menunggu sampai aku merasa
baikan. Mungkin sulit untuk mencapai keadaan itu
dalam waktu yang singkat.
3 Hari, 4 hari, 5 hari, Migu bilang Ye Hua masih berdiri
di luar pintu masuk lembah
tanpa melangkah pergi sama sekali.
Aku berhenti minum. Sejak aku tahu bahwa Ye Hua
terus berdiri di luar Qingqiu,
minum hanya membuat pikiranku semakin terang.
Semakin terang pikiranku,
semakin hatiku sakit. Semakin hatiku sakit, semakin
aku kurang tidur. Hujan berderai di atas atap sepanjang malam,
semakin frustasi pikiranku. Ketika
aku bangun di pagi hari, aku merasakan perubahan
besar pada barikade energi
yang digunakan 500 tahun yang lalu untuk menyegel
Jingshang dalam Lonceng Donghuang. Aku segera mencuci muka dan meminta Migu
bergegas ke Shi Li Tao Hua untuk
memberitahukan Zheyan dan memintanya
memberikan bantuan. Lima ratus tahun yang lalu ketika Jingshang hampir
memecahkan segel dari Lonceng
Donghuang, aku harus berusaha sekuat tenaga untuk
menyegelnya kembali. Tapi
pertempuran itu telah banyak merusak Bell. Aku harus
menggunakan setengah dari
energi kehidupanku untuk memperbaikinya. Dengan
apa yang tersisa dalam diriku,
tidak peduli apakah aku berani atau pintar, aku tahu
tidak ada cara bagiku untuk
mengalahkan dia. Tapi Jingshang bukanlah orang yang baik hati. Dia
pasti akan menghancurkan dunia
jika dia berhasil lolos. Berpikir tentang hal ini, semua
masalah dalam hatiku pergi
menjauh. Aku memanggil kipas Kunlun dan awan,
kemudian buru-buru terbang ke
Ruoshui. Aku hanya bisa berharap aku bisa menahan
Jingshang dalam Lonceng Donghuang sampai Zheyan datang.
Aku tahu aku pasti akan bertemu Ye Hua di pintu
masuk lembah. Dia sudah menungguku di sana jadi aku pasti akan bertemu
dengannya jika ingin pergi
keluar. Aku memejamkan mata rapat-rapat dan
berjalan melewatinya. Dia
mengulurkan tangan dan menarik lengan bajuku.
Wajahnya pucat sekali, lelah dan kurus. Ada hal lain yang jauh lebih penting daripada tinggal
di sini untuk cekcok dengannya. Aku berbalik dan memotong lengan baju
yang dia pegang dengan kipasku. Dengan bingung, tenggorokannya
melepaskan dua suara serak,
"Qianqian." Aku tidak peduli untuk menanggapi. Aku berbalik dan
langsung menuju Ruoshui. Sekilas, aku bisa melihat dia juga mengikuti ku
dibelakang. Aku akan memikirkan tentang hal ini lagi bertahuntahun kemudian. Sebenarnya,
aku takut aku tidak tahu apa yang harus kukatakan
padanya. Aku takut aku tidak
akan bisa mengatakan apa-apa, jadi aku hanya
memberikannya sebuah tatapan
dingin. Aku bahkan tidak bisa mengucapkan setengah
kalimat pun.

Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Ruoshui tertutup kabut, gelombang setinggi langit
runtuh kebawah. Awan gelap
mengapung di langit. Pagoda menjulang tinggi
membungkus Lonceng Donghuang
ditepi pantai yang gemetar keras, membuat suara
gemetar. Orang yang seharusnya menjaga Lonceng Donghuang sekarang,
Sujin, tidak terlihat. Dia
mungkin meringkuk dalam ketakutan dan
bersembunyi di suatu tempat.
Dari gumpalan awan di udara muncul dewa lokal
Ruoshui. Aku bertemu dengannya
sekali 500 tahun yang lalu. Dia melihat ke bawah
pada pagoda yang oleng dengan
khawatir, kemudian berbalik untuk menemui kami
dan berkata, "Kau akhirnya tiba.
Ruoshui Shenjun telah pergi ke Langit meminta
bantuan. Kemarahan Jingshang ini
tidak seperti biasanya. Rumah Tuan kami di bawah
sungai telah merasakan dampaknya beberapa kali. Rumah ku juga ... "
Tiba-tiba cahaya putih besar menyebar ke seluruh bel;
dalam cahaya itu terdapat
sosok bayangan seseorang.
Hal itu membuat ku tidak tenang. Saat aku hendak
terbang turun dengan cepat,
tubuh ku tiba-tiba tertahan.
Secepat kilat, Ye Hua mengunci tangan dan kaki ku
dengan mantra dari belakang.
Melihat Jingshang hampir keluar dari bel, aku buruburu berkata, "Biarkan aku
pergi." Dia bahkan tidak peduli untuk menjawab,
menyerahkan ku kepada dewa lokal
Ruoshui. Dia berkata lembut kepadanya, "Jaga dia
untukku. Tidak peduli apapun
yang terjadi jangan biarkan dia jatuh dari sini. "
*** Bagian 3.2 Dia mengepalkan tangan kirinya dan pedang
berkilauan segera muncul.
Aku melihatnya memegang pedang dan turun lebih
rendah dengan awannya. Dia langsung menuju cahaya putih benderang dari
Lonceng Donghuang. Rasanya seperti langit jatuh menimpaku. Aku menarik
napas cepat, tidak bisa mengatakan apa-apa. Hembusan angin terasa dingin
menyapu mataku. Saat Ye Hua terbang ke cahaya putih, aku mendengar
suara keputusasaanku sendiri, "Biarkan aku pergi! Kau harus berbuat sesuatu.
Ye Hua sedang mencoba untuk bunuh diri. Dengan sedikit energi yang
tersisa di tubuhnya, dia jelas mencari mati! "
Dewa lokal bergumam beberapa omong kosong
padaku. Seperti misalnya mantra yang mengikatku adalah mantra khusus dan
dia tidak bisa membukanya. Aku berjuang dengan sia-sia. Mataku berderai
memandang cahaya perak disekitar Lonceng Donghuang yang perlahan-lahan
menghilang. Suara gemuruh dari pertarungan antara Ye Hua dan
Jingshang menggema keseluruh
angkasa. Dewa lokal menciptakan penghalang kecil
untuk melindungi kami berdua. Mantra yang Ye Hua gunakan untuk mengunciku
benar-benar kuat. Aku sudah
mandi keringat namun hanya bisa bergerak sedikit.
Dalam lingkungan yang gelap, dewa lokal berbisik di
telingaku, "Nyonya, sangat
berbahaya untuk tetap di sini. Aku tidak yakin berapa
lama penghalang ku bisa bertahan. Mari kita mundur lebih jauh. "
Aku samar-samar mengatakan kepadanya, "Silakan
pergi. Aku ingin tinggal disini
dengan Ye Hua. " Aku tidak bisa berbuat apa-apa saat ini dan tidak
berguna sama sekali bagi Ye
Hua. Meskipun demikian, aku tetap ingin berada
disisinya, untuk menemaninya.
Aku belum pernah melihat Ye Hua menggunakan
pedang sebelumnya. Aku dengar dia adalah seorang pendekar tangguh.
Pedang yang dia gunakan disebut Qingming (Cahaya jernih). Cahaya yang
memancarkan dari Qingming
membutakan mataku dengan airmata yang membara.
Mereka terus bertarung, masing-masing setara dengan
yang lain. Aku mencoba sebaik mungkin untuk menonton tapi tidak bisa
menentukan siapa yang lebih
unggul. Aku hanya berharap dia bisa bertahan sampai
Zheyan tiba, atau setidaknya sampai kakeknya mengirimkan bala
bantuan. Angin berhembus naik dari pantai Ruoshui,
mengirimkan debu dan batu
berterbangan. Tiba-tiba aku mendengar Jingshang
tertawa tiga kali, lalu batuk
dan perlahan-lahan berkata, "Sial sekali aku kalah
darimu hari ini. Jika bukan
karena luka-luka ku pada 500 tahun yang lalu, aku
tidak akan kalah melawan bocah cilik sepertimu. "
Berdebu berputar perlahan-lahan memudar. Ye Hua
bersimpuh dengan satu lutut,
mendukung diri dengan kata-kata. "Kau tetap kalah."
Aku akhirnya bisa bergerak. Bibirku gemetar saat
berkata kepada dewa lokal,
"Semuanya baik-baik saja sekarang. Biarkan aku
turun ke bawah. " Ketika dewa lokal dengan kikuk melepasku, tiba-tiba
Lonceng Donghuang memancarkan cahaya merah darah. Pikiranku tibatiba kosong. Apa Jingshang
belum kalah" Mengapa lonceng masih berdentang"
Ye Hua juga segera tersentak. Dengan suara rendah,
katanya, "Apa yang kau
lakukan pada lonceng itu?"
Jingshang tergeletak di tanah, dia bernapas samar dan
bergumam, "Bagaimana
kau tahu bahwa aku bisa membuat lonceng itu
berdentang tanpa harus menyentuhnya" Haha aku hanya membutuhkan
waktu 70.000 tahun untuk menghubungkan nyawaku dengan lonceng itu. Jika
aku mati, lonceng itupun akan berdentang sendiri. Ketika aku mati, aku ingin
tahu apakah kau juga akan
terkubur bersamaku, atau mungkin seluruh dunia
akan ikut terkubur bersamaku... "
Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, aku
melihat Ye Hua menyelam kedalam
api membara dengan mata kepalaku sendiri.
Siapakah yang berteriak "Tidak!" dengan begitu
menyakitkan" Tidak seperti dalam "Tidak, tidak mungkin!?" "Tidak, itu
tidak perlu!", "Tidak, kau
tidak boleh!?" Memangnya kenapa kalau dunia ini
terbakar habis menjadi abu"
Setidaknya kita terbakar bersama-sama. Bagaimana
bisa, kau tega meninggalkan
aku" Ketika Ye Hua melompat ke dalam api, mantra yang
mengunci kaki ku tiba-tiba
terlepas. Benar, jika energi kehidupan pemiliknya
hilang, tentu mantra tidak akan
lagi bisa menahanku. Cahaya merah itu bersinar terang kemudian padam.
Sesosok bayangan hitam jatuh dari atas Lonceng Donghuang.
Aku bergegas untuk menangkapnya. Kami tersandung
dan jatuh ke tanah. Wajahnya putih pucat, darah mengalir disudut
mulutnya. Matanya berkaca-kaca
dalam satu warna yang gelap. Jubah hitamnya basah
kuyup, tapi aku tidak bisa
melihat darah yang kini melumuri seluruh tubuhnya.
Zheyan pernah berkata, "Aku heran kenapa Ye Hua
selalu mengenakan pakaian
hitam. Aku pernah bertanya padanya saat minumminum dan dengan bercanda
dia menjawab : meskipun hitam bukanlah warna
yang indah, tapi agak berguna.
Misalnya jika ada orang yang menebasnya dengan
pedang, kau tidak akan tahu
bahwa darah telah mengalir. Kau hanya akan berpikir
mungkin pakaiannya basah terkena air atau sesuatu. Sekutu tidak akan merasa
khawatir dan musuh tidak akan merasa puas karena telah berhasil melukaimu. "
Ketika Zheyan menceritakan kisah ini, aku merasa geli
bahwa akhirnya Ye Hua belajar untuk bergurau. Tapi aku baru sadar sekarang
bahwa dia benar-benar serius. Aku tidak bisa memaafkannya karena dengan tidak
adil dia telah merenggut mataku, memaksaku untuk melompat ke bawah
Zhuxian Tai. Aku juga tidak bisa
memaafkannya karena mengatakan bahwa dia
mencintaiku hanya karena dia
merasa menyesal tentang apa yang dia lakukan
kepadaku di masa lalu. Lebih-lebih
aku tidak bisa memaafkannya karena gagal untuk
memahami diriku selama ini.
Pada akhirnya akulah yang egois yang menolak untuk
mengerti. Aku mencintai dia dua kali, dalam kehidupan ini dan kehidupan
sebelumnya. Aku bertemu dia
dan bertemu lagi, satu-satunya orang yang aku
sayangi dengan begitu dalam,
namun aku tidak pernah memahami dirinya dengan
baik. Seperti mengapa dia selalu memakai pakaian hitam.
Itu bukan karena dia suka
warna hitam. Juga bukan karena dia ingin tampil
keren di depan orang lain. Aku
entah bagaimana benar-benar lupa bahwa dia adalah
tipe orang yang menelan kembali air matanya. 70.000 tahun yang lalu Moyuan muntah darah jauh
lebih banyak daripada tetesan
darah di sudut mulut Ye Hua sekarang. Dia tidak
memiliki jumlah energi yang sama
dengan Moyuan waktu itu. Kemana semua darahnya
itu pergi" Aku menundukkan kepalaku dan menggigit bibirnya.
Aku mengabaikannya dan menggunakan lidahku untuk membuka giginya yang
terkatup, menjulur ke dalam
mulutnya. Aku merasakan cairan kental dan hangat
diantara mulut kami. Mata
hitamnya semakin dalam tanpa dasar.
Dia mendorongku dan batuk panik. Gumpalan darah
keluar seperti bunga-bunga
mekar. Dia berguling di tanah, dadanya bernafas
berat, tubuhnya tak dapat
bergerak. Aku bergegas ke sisinya dan membawanya kembali
ke dalam pelukanku, "Apa kau
ingin menelannya kembali" Aku tidak peduli berapa
usiamu, menunjukkan sedikit
kelemahan tidak akan membuatku kecewa. "
Dia berusaha keras hanya untuk menekan batuk. Dia
bahkan tidak bisa mengangkat tangannya namun ia masih bersikap
acuh tak acuh, "Aku baik-baik
saja. Luka sekecil ini tidak akan membunuhku. Jangan
menangis. " Tanganku sedang memeluk erat tubuhnya, jadi aku
tidak punya cara untuk menggapai wajahnya. Aku menatap langsung
matanya dan berkata, "Hanya
Moyuan yang dapat mengendalikan Lonceng
Donghuang tanpa melenyapkan
jiwanya sendiri. Meski demikian, dia tertidur nyenyak
selama 70.000 tahun karenanya. Jangan mencoba untuk menipuku. Kau
mencoba untuk bunuh diri,
kan" " Tubuhnya menjadi kaku. Dia menutup matanya untuk
mengatakan, "Aku dengar
bahwa Moyuan sudah terjaga. Dia akan merawatmu
jika kau tinggal di sisinya.
Dia lebih baik bagimu. Kau harus melupakan aku. "
Aku menatapnya, tercengang.
Waktu yang singkat itu terasa seperti selamanya.


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Matanya melebar saat ia memberitahuku dengan napas tersengal, "Itu adalah
kata-kata yang tidak bisa
aku katakan meskipun jika aku mati. Aku hanya
mencintai dirimu seorang, Qianqian,
jangan lupakan aku. Jika kau melupakan aku, Jika
kau melupakan aku... " suaranya
menurunkan secara drastis, kemudian lanjutnya," apa
yang bisa ku lakukan" "
Aku menunduk ke telinganya, "Kamu tidak boleh mati.
Ye Hua, tunggu. Aku akan membawa mu pada Moyuan. Dia akan menolongmu.
" Tubuhnya secara bertahap melemah.
Aku berteriak ke telinganya, "Jika kau berani
meninggalkan aku, aku akan
meminum ramuan dari Zheyan dan melupakan semua
tentang dirimu. Aku akan bahagia dengan Moyuan, Zheyan, dan kakak ke-4.
Aku tidak akan pernah memikirkan dirimu lagi! "
Tubuhnya bergetar. Setelah waktu yang lama, dia
tersenyum dan berkata, "Mungkin itu lebih baik."
Dalam saat-saat terakhirnya di dunia ini, dia
meninggalkan aku dengan satu kalimat
yang sangat pendek, "Mungkin itu lebih baik."
-oo0O0ooBab Penutup Aku duduk untuk waktu yang lama di sebuah teater
fana untuk menonton sebuah
opera. Sudah tiga tahun sejak Ye Hua meninggalkan
aku. Zheyan bilang sesampainya dia disana, Ye Hua telah
menghembuskan nafas terakhir,
tubuhnya berlumuran darah. Dengan rambut acakacakan, aku memeluknya di bawah
Lonceng Donghuang, di sekitar kami terdapat medan
energi tebal yang tak seorang
pun bisa menembusnya. Lonceng berbunyi selama
tujuh hari berturut-turut, semua
orang dari delapan daratan berkumpul di Ruoshui.
Tianjun mengirim 14 dewa senior
untuk mengambil tubuh Ye Hua. Mereka
menggunakan guntur dan menghantam
selama 7 hari, tapi medan pelindungku tidak
terpengaruh sedikitpun. Zheyan mengira aku akan terus memeluk tubuh Ye
Hua untuk selamanya di pantai
Ruoshui. Tapi karena Lonceng Donghuang menggema
jauh, suaranya mengganggu
meditasi Moyuan. Saat matahari terbit pada hari ke-8,
Moyuan datang kepada kami.
Aku tidak bisa mengingat semua yang Zheyan
katakan padaku. Pada saat itu, aku
hanya merasa seolah-olah aku telah mati bersama
dengan Ye Hua. Tidak apa-apa
aku duduk di sana selamanya di pantai Ruoshui.
Meskipun jika matanya tidak bisa
terbuka, bibirnya yang dingin tidak bisa tersenyum,
atau dia tidak bisa lagi membisikkan
namaku... setidaknya aku bisa melihat dia, setidaknya
aku bisa merasakan bahwa dia ada di sisiku. Aku pikir Moyuan akan memiliki cara untuk
menghidupkan Ye Hua kembali. Dia bisa
kembali setelah bertarung dengan Lonceng
Donghuang di masa lalu. Aku pikir, kalau
saja Ye Hua bisa diselamatkan, kalau saja dia
membuka mulutnya dan memanggilku
Qianqian, aku akan menunggunya tidak hanya 70.000
tahun bahkan 700.000 tahun
pun aku tetap akan menunggu. Aku ingin membawa
Ye Hua kepada Moyuan dan meminta Guru untuk menyelamatkannya. Tapi aku
tidak memiliki cukup kekuatan
untuk bangkit. Moyuan menghampiri kami bukannya
untuk memeriksa Ye Hua melainkan menghela napas berat, "Cari peti mati dan
biarkan dia pergi dengan damai." Moyuan kembali ke Kunlun. Aku membawa Ye Hua
kembali ke Qingqiu. Segera, 14
dewa dari Surga mengejar kami. Aku merasa bahwa
Ye Hua adalah milikku, dan aku
tidak bisa menyerahkannya kepada orang lain.
Sebuah barisan dewa menunggu
diluar pintu masuk lembah selama setengah bulan,
tetapi mereka tidak memiliki cara
untuk menyelesaikan tugasnya dan kembali ke Langit.
Lalu suatu hari orang tua Ye Hua datang ke Qingqiu.
Ibunya yang biasanya lembut kini gemetar karena
marah. Dia menyeka air mata saat
mengatakan, "Sekarang aku tahu bahwa kau adalah
Susu di masa lalu. Dosa apa
yang anakku perbuat hingga jatuh cinta padamu dua
kali" Ketika kau sebagai Susu,
dia begitu setia kepadamu, dia lebih suka membuang
posisinya sebagai Putra Mahkota demi melindungimu. Kau berhutang pada
Putri Zhaoren sehingga Tianjun
memerintahkanmu untuk membayarnya dengan
kedua matamu. Kau juga harus
disambar petir selama tiga tahun setelah melahirkan
Ah Li. Kau kehilangan matamu,
tapi anakku yang disambar petir untukmu. Kemudian
kau bahkan ingin melemparkan
diri ke bawah Zhuxian Tai. Luar biasa, begitu kau
melompat, anakku juga melompat
mengikutimu. Ternyata hal itu merupakan sidang
pengujian bagimu untuk mencapai
keilahian yang lebih tinggi, tapi bagaimana dengan Ye
Hua" Apakah dia baik-baik
saja setelah bertemu denganmu" Apa yang telah kau
lakukan untuk membayar segala yang telah ia lakukan untuk mu" Kau tidak
melakukan hal itu, dan sekarang
kau bahkan menyebabkan dia kehilangan nyawanya.
Sekarang dia sudah mati, kau
bahkan ingin mengambil tubuhnya dari kami" Aku
hanya akan menanyakan satu hal,
hanya satu hal, apa kau berhak" ".
Tenggorokanku terasa kering. Aku terhuyung-huyung
mundur. Migu berlari mendekat
untuk mendukung tubuhku. Ayah Ye Hua berkata, "Sudah cukup," dan berbalik
untuk memberitahu ku, "Perkataan
istriku dipengaruhi oleh cinta asuhnya kepada anak.
Jangan terlalu memikirkannya.
Adapun tubuh anakku, adalah pantas jika kau
mengembalikannya kepada kami.
Meskipun kalian berdua bertunangan, tapi belum
pernah secara resmi menikah. Tidak
masuk akal jika kau yang menyimpan tubuhnya. Lagi
pula dia adalah Putra Mahkota
kerajaan Surga. Dia harus dikubur di Surga tingkat
ke-36 sesuai dengan tradisi.
Berbuatlah demikian bagi kami. "
Hari dimana tubuh Ye Hua dibawa kembali ke Langit
adalah hari yang berawan, angin
lembut berhembus di angkasa.
Dengan lembut aku mengusap kelopak matanya,
pipinya, hidungnya. Ketika aku
sampai ke bibirnya, pikiran konyol melintas
dikepalaku. Aku berharap dia akan
bangun dan mendorong jarinya ke dahiku untuk
mengatakan, "Aku hanya bercanda."
Tapi ... itu hanya keinginan khayal.
Orang tua Ye Hua menempatkan dia dalam peti es.
Peti itu melewati ku saat
mereka membawanya keluar dari Qingqiu. Aku hanya
diizinkan untuk menyimpan
jubah hitamnya yang berlumuran darah.
Zheyan memberiku biji persik. Aku membawanya
kembali ke Fox Cave dan menanamnya
di depan pintu rumah kami. Pada hari pertama kali
bunga muncul, aku mengambil
jubah hitam Ye Hua dan menguburkannya di bawah
pohon. Aku memperlakukannya
sebagai kuburan yang menyimpan peninggalan dan
pakaian Ye Hua. Aku bertanyatanya betapa indahnya pohon itu ketika bunga-bunga
berkembang sepenuhnya. Migu berkata kepadaku, "Nyonya, apakah kau masih
ingat bahwa kau mempunyai
anak" Maukah kau membawanya kembali ke
Qingqiu" " Aku menggeleng ringan. Sekarang aku ingat aku
punya seorang putra. Aku menamainya Ah Li. Tapi bagaimana aku bisa
merawatnya karena aku bahkan tidak
bisa mengurus diriku sendiri. Dia berada di tangan
yang lebih baik jika tinggal
di Surga. Setelah Ye Hua dibawa pergi oleh orang tuanya, aku
duduk di bawah pohon persik
selama setengah bulan. Aku duduk termenung di sana
sepanjang hari di mana bayangannya sering muncul di depanku. Dia selalu
mengenakan jubah hitam...
kemudian rambut hitamnya yang panjang diikat ke
belakang dengan pita pendek
berwarna putih. Dia akan bersandar padaku sambil
membaca buku, dia akan duduk
di depanku untuk melukis. Saat hujan, dia akan
memelukku untuk melindungiku dari
tetesan air. Aku duduk di bawah pohon persik selama
setengah bulan dan merasa
bahwa Ye Hua selalu berada disisiku setiap saat. Aku
merasa sangat bahagia. Aku merasa bahagia tapi Zheyan, kakak ke-4, Migu,
dan Bifang tidak merasakan
kebahagiaanku. Ketika sampai pada hari ke-15, kakak
ke-4 menyeretku kembali kedalam gua dan mengangkat cermin ke depan
wajahku. Dia berkata marah,
"Perhatikan dirimu dan lihatlah kau telah berubah
menjadi seperti apa. Apa kau
tidak bisa hidup lagi dengan perginya Ye Hua" "
Dia benar. Aku merasa sepertinya aku tidak bisa
hidup lagi. Jika jiwaku ikut hancur,
mungkin aku akan bertemu Ye Hua lagi. Tapi jika
jiwaku hancur, saya tidak akan bisa
berbuat apa-apa, aku hanya akan kembali menjadi
debu. Bahkan mungkin aku masih
tidak akan bisa melupakan dia. Tapi dengan tetap
hidup, setidaknya aku masih bisa
membayangkan dia tersenyum padaku.
Di dalam cermin adalah refleksi suram, seorang peri
pucat. Pada matanya terdapat
sehelai kain sutra tebal, dipasang dengan sedikit daun
kering. Kain putih ini bukan
pita yang aku pakai sebelumnya. Pikiranku mulai
sadar. Benar, Zheyan menganti
mataku bulan lalu. Kain sutra ini adalah perban yang
dilumuri dengan obat. Kakak ke-4 berkata dengan napas berat, "Bangun.
Perpisahan dalam hidup dan
mati, kau seharusnya lebih mengerti setelah hidup
sekian lama. " *** Bukannya aku tidak ingin melihat dengan jelas, hanya
saja aku tidak bisa melihatnya
dengan jelas. Jika aku tahu caranya, aku pasti akan
bisa mengerti. Malam itu saat aku
minum dan menghancurkan Lentera Jiepo Deng, aku
ingat kejadian dari tiga ratus
tahun yang lalu. Aku tidak tahu mengapa aku lupa
semua hal baik tentang Ye Hua dan
hanya ingat hal-hal buruknya saja. Sekarang setelah
ia pergi jauh, aku tidak bisa
mengingat apa pun yang buruk tentang dirinya. Setiap
hari pikiranku dipenuhi dengan
hal-hal baik yang telah dilakukannya. Dengan penuh
keyakinan, aku pernah berteriak
pada Lijing bahwa dia hanya mengejar hal-hal yang
tidak dia miliki, begitu mendapatkannya, dia tidak tahu bagaimana cara
memeliharanya. Lihat diriku, apa
bedanya aku dengan dia"
Bulan purnama menggantung di atas sungai yang
lebar seolah malam berlangsung
selamanya. Tanpa ada kegiatan, aku masuk ke dalam
tidur yang nyenyak. Awalnya aku mengira aku tidak akan bisa bermimpi
tentang Ye Hua. Tapi dia muncul
dalam mimpiku malam itu. Dia duduk di belakang mejanya untuk membahas
dokumen-dokumen. Setelah beberapa
jam dia tumpuk laporan di satu sisi dan meneguk teh.
Ketika dia menurunkan cangkir ke
bawah, dia menatapku dan tersenyum, katanya
"Qianqian, kemarilah dan ceritakan


Tiga Kehidupan Tiga Dunia, Sepuluh Mil Bunga Persik Three Lives Three Worlds, Ten Miles Of Peach Blossoms Karya Tangqi Gongzi di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

tentang tokoh utama dari cerita tadi malam."
Aku menenggelamkan diriku dalam mimpi ini dan
tidak ingin bangun. Ini adalah berkah
dari langit. Sosoknya tidak pernah berbicara kepadaku
di bawah pohon persik. Tapi
versi Ye Hua yang ini tidak hanya bermain catur
denganku, dia juga bisa berbicara
kepadaku seperti ketika dia masih hidup.
Sejak hari itu aku bertemu dengannya setiap kali aku
bermimpi. Tidur menjadi aktivitas favoritku. Jika kita melihatnya dari sudut pandang yang
berbeda, apa yang aku lakukan tidak
begitu aneh. Ada anekdot dunia fana yang disebut
"Zhuang Zhou meng die"
(Zhuang Zhou bermimpi kupu-kupu). Ini menceritakan
tentang seorang manusia bernama Zhuang Zhou yang bermimpi dirinya menjadi
seekor kupu-kupu. Ketika dia
bangun, dia kembali menjadi Zhuang Zhou. Apakah
itu Zhuang Zhou yang bermimpi
dirinya menjadi kupu-kupu atau kupu-kupu yang
bermimpi dirinya menjadi Zhuang
Zhou" Hidupku, juga seperti mimpi sampai sekarang.
Dalam rasa sakit, aku ingin
melakukan apa yang dia lakukan dan mengubah
impianku menjadi kenyataan. Aku
masih menjalani hidupku, hanya dengan cara yang
berbeda. Dan itu membuatku
bahagia. Zheyan dan kakak ke-4 mengurangi pengawasan
mereka padaku karena mereka
melihat kondisi ku telah membaik, meskipun aku
sedikit lebih banyak tidur dari biasanya.
Jiuchongtian tidak mengumumkan apa-apa tentang
Putra Mahkota yang baru. Mereka hanya mengatakan Putri Zhaoren, Sujin,
dibuang dari negeri peri selamanya.
Dia bertanggung jawab untuk menjaga Lonceng
Donghuang namun ketika lonceng itu
berdentang dia tidak melaporkannya ke Langit.
Karena dia lalai dalam tanggung
jawabnya, menyebabkan pertarungan Ye Hua dengan
Jingshang dan berakhir dengan
kematian Ye Hua. Tianjun, merasa sedih oleh
tewasnya sang cucu, dengan marah
mengusir Sujin keluar dari Jiuchongtian. Dia akan
bereinkarnasi tanpa batas, selamanya
jatuh ke dalam perangkap cinta.
Aku merasa hukuman Tianjun terhadap Sujin sedikit
berlebihan. Tapi hal itu tidak ada
hubungannya denganku, jadi aku hanya
menganggapnya sebagai gosip belaka.
Pada awal Maret; Ye Hua telah meninggal selama 2
tahun dan 9 bulan. Aku turun
ke dunia fana untuk menonton opera dan bertemu
dengan peri muda dari Fanghu
Xianshan bernama Zhu Yue. Dia meminjam beberapa
uang receh dari ku untuk menyawer para penyanyi di atas panggung. Aku
terkejut karena dia tidak bisa
membuatnya sendiri dengan sihir, karena dia adalah
peri. Tapi ternyata orang tuanya
telah mengunci kekuatannya karena khawatir dia
akan membuat masalah di dunia
fana. Sejak saat itu setiap kali aku datang untuk
menonton opera, aku selalu bertemu
dengannya. Sudah lebih dari dua bulan, dan kami
telah menyaksikan lebih dari sepuluh
pertunjukan. Hari ini, aku duduk di balkon yang sama untuk
menonton opera. Cerita ini berjudul
"Peony Pavilion." Sang pahlawan kini bernyanyi,
"Betapa cantiknya dirimu. Waktu
berlalu tiada berhenti. Aku ingin membalas rasa
rindumu, namun aku terjebak dalam
penjara yang gelap."
Zhu Yue datang dan mengambil tempat duduk di
sampingku. Setengah jalan
pertunjukan, ia berbisik padaku, "Aku pernah bercerita
tentang sepupu jauh yang meninggal di usia muda, apa kau masih ingat?"
Aku mengangguk mengiyakan.
Selain membahas opera denganku, Zhu Yue sering
berbicara kepadaku tentang sepupu
jauhnya. Dari apa yang dia katakan, sepupunya
cerdas, gagah dan sangat berbakat.
Sayang sekali dia bernasib jelek dan meninggal diusia
muda dalam pertempuran. Orang
tuanya yang masih hidup harus melepas kepergian
anak mereka dengan hati yang
hancur. Setiap kali dia mengucapkan "hati yang
hancur" terlihat ekspresi wajahnya
seolah-olah dunia ini akan segera berakhir. Sejujurnya
aku tidak melihat bagaimana
sepupunya bisa dianggap 'begitu menyedihkan'. Tapi
mungkin itu karena akhirnya aku
mengerti konsep hidup dan mati. Zhu Yue meminum
tehnya, matanya menyapu kesekitar
ruangan, dan terus berbisik kepadaku, "Ingat
bagaimana aku mengatakan bahwa
sepupu ku itu sudah mati selama tiga tahun" Tiga
tahun yang lalu mereka membiarkan
dia beristirahat di dalam peti mati es yang
mengapung di danau. Aku datang dan
memberi penghormatan padanya. Kemarin, di danau
yang sama yang tenang selama
beribu-ribu tahun tiba-tiba timbul suatu gelombang
besar. Gelombang itu menjulang
tinggi lebih dari sepuluh meter. Orang bilang energi
Imortal di sekitar peti mati itulah
yang menyebabkan gelombang naik. Tapi bukankah
itu aneh" Jiwanya telah hancur
sama sekali, jadi mengapa bisa muncul energi Imortal
di sekelilingnya lagi" Orang tuaku
bilang mungkin dia tidak mati sama sekali. Aiih, jika
selama ini dia tidak benar-benar
mati, Ah Li tidak perlu menangis sepanjang hari
seperti itu. "... Dalam sekejap seluruh ruangan menjadi hening.
Cangkir teh di tanganku jatuh ke tanah
dan hancur berkeping-keping. Aku mendengar diriku
berkata lemah, "Danau yang kau
bicarakan apakah Wuwang Hai" Sepupu mu itu
apakah Putra Mahkota Ye Hua" Putra
Mahkota Ye Hua dari Jiuchongtian" "
Zhu Yue tergagap, "Ba... bagaimana kau tahu?"
Aku tersandung saat keluar dari warung teh. Waktu
berlari aku baru ingat bahwa
aku perlu menunggang awan untuk sampai ke Langit.
Jadi aku memanggil awan. Ketika aku melihat ke sekeliling, semua orang disitu
berlutut di tanah. Aku kemudian
menyadari bahwa aku telah memanggil awan di
tengah-tengah pasar. Pada titik ini, aku bahkan tidak bisa mengingat jalan
ke Gerbang Selatan. Dengan
tergesa-gesa, aku hampir jatuh dari awan. Untungnya
dua tangan menjangkau dan
mendukungku. Suara Moyuan terdengar dari belakang, "Mengapa kau
begitu ceroboh" Bagaimana
kau bisa jatuh dari awan" "
Aku menggenggam pergelangan tangannya erat-erat
dan bertanya, "Di mana Ye Hua,
Guru" Dimana Ye Hua" "
Alisnya berkerut saat ia berkata, "Usap dulu air
matamu. Aku sudah lama mencarimu. "
Moyuan bilang ayah mereka telah memberikan Ye
Hua setengah dari energi kehidupannya saat Ye Hua masih belum lahir. Ketika
dia bertarung melawan Lonceng
Donghuang, dua kekuatan yang bertentangan
akhirnya melukainya. Dia jatuh
ke dalam tidur yang nyenyak sebagai akibatnya tapi
semua orang mengira bahwa
jiwanya telah hancur. Ye Hua sendiri mungkin juga
berpikir begitu. Moyuan bilang tidur Ye Hua seharusnya berlangsung
selama beberapa dekade. Tapi tempat tidur es yang ajaib dalam makam Surga
membantu Ye Hua untuk bangun hanya dalam waktu tiga tahun.
Aku tidak ingat banyak tentang apa yang dia
katakan. Aku hanya mendengar satu
hal, "Xiao Shiqi, Ye Hua telah kembali. Dia pergi ke
Qingqiu untuk mencarimu begitu
dia bangun. Cepatlah pulang. "
Aku tidak pernah berpikir bahwa Ye Hua masih tetap
hidup. Aku berdoa ratusan dan
ribuan kali tapi aku tahu dalam hatiku itu semua
hanyalah harapan kosong. Jiwanya
telah hancur tiga tahun yang lalu. Pakaian yang
pernah ia kenakan masih terkubur
di bawah pohon persik di depan Fox Cave. Dia sudah
mati. Dia bahkan ingin aku
melupakannya agar aku bisa hidup bahagia. Tapi
sekarang Moyuan berkata kepadaku bahwa Ye Hua telah bangkit. Bahwa dia
tidak mati, bahwa dia masih hidup.
Aku segera naik keatas awan kembali ke Qingqiu dan
terjatuh beberapa kali diperjalanan.
Melewati pintu masuk, aku melompat ke tanah dan
dengan cepat berjalan langsung
menuju Fox Cave. Sapaan orang-orang tak lagi
terdengar olehku. Yang bisa
kukatakan hanyalah bahwa tubuhku gemetar terus,
aku takut tidak akan melihat
Ye Hua, takut kata-kata Moyuan itu hanyalah
kebohongan untuk menghibur diriku.
Cahaya mentari bersinar menembus awan. Di bawah
cahaya gemilang tampaklah
seorang pemuda yang mengenakan pakaian hitam.
Dia berdiri, menyentuh lembut
batu nisan di depannya dengan jari-jari panjangnya
yang elegan. Ini seperti sebuah adegan dalam mimpiku.
Aku menahan napas dan berjalan dua langkah ke
depan. Aku takut jika aku
bersuara lebih keras, semua yang ku lihat akan
lenyap. Dia berbalik perlahan-lahan. Angin sepoi-sepoi
melewati kami. Sinar matahari
menari-nari di atas lautan bunga merah. Dia
tersenyum. Dia tampak persis seperti
di hari pertama aku bertemu dengannya, alis bak
lukisan dan rambut yang hitam
berkilau. Beberapa kelopak bunga jatuh dari gugusan
gelombang merah, tapi tidak
ada lagi warna ataupun suara di dunia ini.
Dia memanggilku lembut, "Qianqian, kemarilah."
~FIN~ Mammatus Clouds, one of t
" Pedang Keadilan 11 Pendekar Mabuk 08 Istana Berdarah Jurus Tanpa Bentuk 3
^