Pencarian

Sweet Enemy 2

Sweet Enemy Karya Santhy Agatha Bagian 2


Sayangnya para perempuan itu tidak tahu kebencian Jason
kepada perempuan, dan pada akhirnya para perempuan itulah
yang menjadi korbannya. Hari ini Jason sedang mengunjungi mansion Davin
membawakan buah-buahan untuk menengok si sakit. Sayangnya
yang dicarinya tidak ada, dari pelayannya dia tahu bahwa Davin
sudah masuk kerja. Membuat Jason menunggu hampir selama
dua jam. Akhirnya Davin pulang dari kantor, dan sepertinya
kondisi kesehatannya belum pulih benar.
Jason memandang ke arah Davin yang masih terbatukbatuk dan mengangkat alisnya
melihat wajah Davin yang masih
pucat. "Seharusnya kau tidak masuk kerja dulu," gumamnya.
Davin cemberut, "Aku bosan di rumah. Tidak ada yang
bisa kulakukan." "Kau bisa tidur dan beristirahat." Jason terkekeh, "Itu
yang biasanya dilakukan oleh orang sakit."
Davin menghela napas panjang, lalu membanting
tubuhnya dan berbaring si sofa besar di depan Jason. Lalu dia
menoleh dan menatap Jason dengan tajam.
"Malam itu... Saat hujan petir waktu itu."
"Ya?" Jason tampak tidak peduli, dia menghirup teh
chammomile yang tadi diseduhkan oleh pelayan Davin.
70 Sweet Enemy petir." "Aku memintamu untuk melihat Keyna karena dia takut
"Ya. Dia memang ketakutan dengan petir." Jason
membolak-balik majalah yang ada di depannya dengan tidak
peduli. "Lalu apa yang kau lakukan pada Keyna" Kau tidak
kembali ke kamar malam itu."
Jason mengangkat matanya dari majalahnya, mengawasi
Davin lalu tersenyum, "Cemburu, Davin?"
Muka Davin sedikit merona. Tetapi bibirnya menipis
kesal. "Kata Keyna kau memasangkan earphone di telinganya,
lalu dia tidak ingat apa-apa lagi."
"Kau sangat perhatian padanya." Jason memilih tidak
menjawab pertanyaan Davin, membuat Davin makin kesal.
"Dia sudah seperti keluargaku."
"Tetapi dia bukan adikmu." suara Jason menajam, tetapi
dia kemudian menguasai diri dan senyumnya muncul kembali,
"Jangan cemas Davin, aku tidak melakukan sesuatu yang salah
kepadanya. Dia memakai earphoneku dan aku menungguinya
sampai tidur. Aku menyelimutinya, dan kemudian karena aku
mengantuk aku tidur di kamar tamu."
Davin mengawasi Jason tak percaya. "Benarkah?"
"Kau bisa bertanya kepada pelayan yang membereskan
kamar tamumu." Jason tersenyum dan menatap Davin, "Kalau
aku tidak mengenalmu, aku akan menduga bahwa kau sedang
cemburu." "Aku tidak cemburu." Davin menyela keras kepala, "Aku
hanya cemas kau berubah pikiran dan mengincarnya. Kau tahu
aku punya hutang budi yang besar kepada Keyna dan karena itu
aku bertekad menjaganya..." Davin mengernyit, "Para
perempuan itu, mereka yang menjadi korbanmu... Mereka patah
hati dan hancur... Aku tidak ingin Keyna berakhir seperti itu."
Ekspresi Jason mengeras mengingat para perempuan
yang disakitinya. Berbeda dengan Davin, tidak ada penyesalan di
dalam hatinya ketika mengingat mereka. Mereka semua
Sweet Enemy 71 mendekatinya karena Jason adalah anak keluarga kaya, dengan
kemampuan main biola yang luar biasa. Mereka semua sama
seperti ibunya, yang menjualnya demi kekayaan. Jason senang
menghancurkan mereka semua. Membuat mereka patah hati
dan tak berharga lagi... "Kau tidak akan melakukannya kepada Keyna kan?"
Pertanyaan Davin membuat Jason tersentak dari
lamunannya, dia segera mengembalikan ekspresinya dan
menjawab, "Tidak Davin. Kau boleh tenang. Keyna bukan
tipeku." Davin menyipitkan matanya, "Karena kalau kau
melakukan sesuatu yang melukainya, kau harus berhadapan
denganku." Perasaan cemburu tiba-tiba merayapi hati Jason. Dialah,
sebagai kakak kandung Keyna yang berhak mengatakan itu
semua, bukan Davin. Davin telah merenggut keluarganya
bertahun lalu, kini, setelah Jason berhasil menemukan Keyna,
akankah Davin juga merenggut Keyna darinya"
?"" "Tadi Jason kemari." Davin bergumam ketika Keyna
bergabung dengannya di ruang makan untuk makan malam
bersama. "Oh ya?" Keyna langsung teringat pada earphone Jason
yang masih dibawanya. Dia berniat mengembalikannya.
Seharian ini dia mendengarkan lagu di pemutar musik Jason,
berusaha mengenang. Tetapi Keyna tidak berhasil mengingat
apa-apa. "Earphone Jason masih ada padaku, aku belum
mengembalikannya." Davin mengangkat alisnya, "Kenapa kau membawabawanya kemana-mana" Sini berikan
kepadaku, biarkan aku yang mengembalikannya kepada Jason."
"Tidak." Keyna menggeleng keras kepala, "Aku ingin
mengembalikannya sendiri dan berterima kasih karena
bantuannya malam itu."
Davin melirik Keyna dengan curiga, "Jangan-jangan kau
hanya ingin bertemu Jason ya" Apakah kau punya perasaan lebih
72 Sweet Enemy kepadanya" Aku sudah memperingatkanmu bukan akan
reputasi Jason?" "Davin." Keyna berseru agak marah, pipinya merona,
"Aku tidak punya maksud apapun, aku hanya ingin
mengembalikan earphone ini kepadanya." Dan aku ingin
menanyakan langsung tentang lagu itu. Lagu kenangan yang
selalu ada di mimpinya, Keyna bergumam dalam hatinya,
mungkin saja Jason tahu sesuatu bukan"
Davin mengamati ekspresi Keyna yang penuh rahasia,
lalu memutuskan dengan arogan.
"Mulai sekarang kalau kau mau bertemu dengan Jason,
kau harus bersamaku."
"Apa?" Keyna membelalak tak percaya dengan kata-kata
Davin barusan. "Kau harus bersamaku. Aku akan menjagamu dari Jason."
Pipi Keyna merah padam, "Aku tidak perlu dijaga, Davin.
Lagipula sudah kukatakan bahwa aku bukan tipe Jason."
"Terserah, aku tetap akan menjagamu." Davin melipat
kedua tangannya dan mengangkat alisnya, menantang Keyna
untuk membantah. "Kau... Kau..." Keyna ingin marah atas sikap arogan Davin,
tetapi tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. "Terserah
padamu," semburnya kemudian dan membalikkan diri hendak
meninggalkan Davin. Tetapi tangan Davin menyambarnya, menahan
kepergiannya, membuat langkah Keyna terhenti.
"Maafkan aku. Aku hanya mengkhawatirkanmu."
suaranya lembut meski ekspresi Davin tetap dingin.
Keyna mengamati Davin dan tiba-tiba merasa jantungnya
berdegup kencang. Davin memang tampan, tetapi dari jarak
dekat lelaki itu luar biasa tampannya. Siapapun yang melihatnya
sedekat ini pasti akan meleleh... Seperti halnya Keyna.
"Aku mengerti." Keyna bergumam cepat-cepat supaya
Davin melepaskan pegangannya. Dan Davin memang
melepaskan pegangannya, sehingga Keyna bisa menggumamkan
alasan yang tidak jelas dan kemudian melarikan diri.
Sweet Enemy 73 ?"" "Mau pergi bersamaku?"
Keyna menoleh, hari ini hari minggu dan Davin tampak
tampan mengenakan sweater abu-abu dan celana jeans warna
hitam. Lelaki itu tampak lebih sehat dari beberapa hari kemarin.
"Kemana?" "Kemana saja. Memangnya orang biasa seperti kalian
akan kemana kalau hari minggu begini?"
Keyna mengernyit mendengar istilah yang dipakai Davin.
Orang biasa seperti dia" Oh astaga, lelaki ini memang terbiasa
hidup berkelimpahan kekayaan sehingga tidak tahu gaya hidup
orang biasa. "Kalau aku tidak pernah kemana-mana di hari minggu.
Dulu aku menghabiskan hari mingguku untuk memasak di
rumah." Keyna tersenyum dan mengingat, "Tapi orang-orang...
Yang kau bilang orang biasa itu, mereka kebanyakan bersenangsenang di taman
hiburan atau taman bermain di hari minggu."
"Taman bermain?" Davin mengernyitkan keningnya,
"Tempat yang ada kicir angin dan roller coasternya?"
"Yup dan permen kapas yang sangat besar dan berwarna
pink. Dengan membayar tiket masuk, kita bisa puas memainkan
semua permainan di sana seharian." mata Keyna berkilat, "Dulu
ayahku menabung gajinya berbulan-bulan, dan ketika aku naik
kelas dengan nilai bagus, kami pergi ke taman hiburan bersama.
Waktu itu aku masih kecil."
"Dan berapa kali kemudian kau kesana lagi?" mata Davin
tampak sedih, mengamati Keyna.
Keyna tersenyum lucu. "Tidak pernah. Ayah tidak pernah
punya uang lagi. Uang tabungannya dipakai untuk mencukupi
kebutuhan kami yang makin bertambah... Tetapi tidak apa-apa
setidaknya aku pernah ke taman hiburan."
Davin tersenyum, "Kau lebih beruntung dariku, aku tidak
pernah ke taman hiburan."
"Apa?" Keyna membelalakkan matanya, "Tidak mungkin."
74 Sweet Enemy "Tidak ada yang sempat membawaku ke sana." mata
Davin tampak sedih, "Mama dan papa selalu sibuk ke kantor dan
keluar negeri. Aku terbiasa sendirian bersama para pelayan,
ingat" Lagipula taman hiburan terlalu ramai, dan papa sangat
ketat dalam hal keamanan."
"Karena takut kau diculik?"
Davin mengangguk. Sejak kejadian percobaan penculikannya dulu, papanya sangat ketat menjaganya, dia tidak
boleh pergi ke tempat umum sendirian, semuanya diawasi.
Hanya ketika dia beranjak dewasalah papanya mulai bersikap
longgar dan memberinya kebebasan. Percobaan penculikan itu...
"Aku pernah hampir diculik waktu kecil."
"Benarkah?" mata Keyna membelalak.
"Benar. Tetapi ada seseorang yang menyelamatkanku.
Sampai sekarang aku masih berhutang budi kepadanya." Davin
masih belum punya nyali untuk menceritakan kisah Robert
kepada Keyna, dia masih belum siap menerima reaksi Keyna.
Bagaimana perasaan Keyna ketika tahu bahwa ayahnya, Robert
kehilangan kariernya karena dia, dan kemudian berakhir
menjadi buruh bangunan yang miskin" Keyna seharusnya
berhak mendapatkan hidup yang lebih baik. Tetapi dia tidak
mendapatkannya, semua karena Davin.
"Dan kau pasti bersahabat dengan orang yang
menyelamatkanmu itu." Keyna tersenyum, "Mengerikan
membayangkan pernah mengalami penculikan."
"Sesungguhnya aku tidak ingat, aku masih kecil waktu
itu." Davin mengangkat bahu, "Dan penyelamatku, yah, dia sudah
meninggal." "Oh." Keyna menutup mulutnya kaget, "Aku minta maaf
Davin." Aku yang seharusnya minta maaf. Davin membatin,
ditatapnya Keyna dan tersenyum.
"Jadi" Ayo ganti pakaianmu."
"Ganti pakaianku?" Keyna mengerutkan alisnya bingung.
"Kita ke taman hiburan sekarang."
?"" Sweet Enemy 75 "Keyna." suara Sefrina terdengar ketika Keyna sedang
berganti pakaian dan langsung mengangkat ponselnya begitu
melihat nama Sefrina tertera di sana.
"Ada apa Sefrina?"
"Aku ingin mengajakmu ke Cafe cokelat yang kemarin
kuceritakan." Sefrina kemarin telah menceritakan tentang Cafe
baru yang menjual berbagai jenis cokelat dalam berbagai
hidangan, ada kue, cupcakes, minuman, dan berbagai bentuk
cokelat yang cantik, "Aku bosan di hari libur sendirian. Kita jalan
yuk, kalau kau mau aku akan menjemputmu."
Keyna termenung bingung, "Aku sangat ingin Sefrina...
Tapi aku tidak bisa."
"Kenapa?" terdengar suara bingung Sefrina di seberang
sana. "Aku... Eh... Davin mengajakku keluar."
"Davin mengajakmu keluar?"
"Iya... Dia mengajakku ke taman hiburan hari ini."
"Dia mengajakmu ke taman hiburan?" Sefrina tampak
membeo perkataannya, membuat Keyna tertawa.
"Hei kau menirukan kata-kataku Sefrina." Keyna masih
tertawa, "Dan kau tahu tidak, Davin tidak pernah ke taman
hiburan sebelumnya."
"Benarkah?" Sefrina menyahut, "Tapi kalau diingat, aku
juga belum pernah ke taman hiburan."
"Apakah kau mau ikut" Aku bisa bilang pada Davin, kita
bisa bertemu di sana."
"Tidak." Sefrina menjawab pelan. "Sepertinya aku tidak
akan kuat menghadapi taman hiburan, mereka terlalu ramai dan
penuh orang." "Oh..." "Mungkin lain kali saja yah kita jalan ke cafe cokelat itu...
Semoga kau bersenang-senang Keyna di taman hiburan itu."
Keyna menghela napas merasa tidak enak, "Maafkan aku
Sefrina... Kau ingin aku membatalkan ke taman hiburan itu" Aku
bisa bilang pada Davin kalau aku ada janji denganmu."
76 Sweet Enemy "Tidak... Jangan." Sefrina mencegah di seberang sana,


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Lagipula tiba-tiba aku merasa tidak enak badan... Pergilah
Keyna... Kita bisa ke cafe cokelat besok pagi."
"Oke... Sefrina, kau istirahat ya?"
"Iya Keyna. Selamat bersenang-senang." Sefrina tertawa,
kemudian menutup telepon.
?"" Keyna mematut dirinya di cermin dan untuk pertama
kalinya dia menyesali koleksi bajunya yang sedikit. Dulu Keyna
tidak pernah peduli pada penampilannya, apalagi pakaiannya.
Baju baginya hanyalah sesuatu yang sepantasnya menutupi
tubuhnya. Tetapi mengingat penampilan Davin tadi. Lelaki itu
tampak luar biasa tampan dengan sweater abu-abu, jeans hitam,
tubuh tinggi rampingnya, rambut yang begitu modis, dan
wajahnya yang sangat tampan. Keyna takut Davin merasa malu
terlihat berjalan bersamanya.
Akhirnya dia mengambil celana jeans hitam dan t-shirt
sederhana warna hijau, mengikat rambutnya ke belakang seperti
kucir kuda. Lalu Keyna menatap dirinya di cermin dengan
masam. Penampilannya seperti anak remaja umur belasan tahun.
"Keyna?" suara Davin mengetuk di pintu, "Kau lama
sekali. Apakah kau sudah siap?"
Keyna bergegas ke pintu dan membukanya, Davin berdiri
di sana, mengamati penampilan Keyna dari atas ke bawah lalu
terkekeh geli, "Aku seperti membawa anak SD jalan-jalan ke
taman hiburan." Keyna menatap Davin dengan pandangan mencela,
"Ejeklah semaumu, memang begini penampilanku."
"Hei, aku tidak memprotesmu lho... Lagipula sangat cocok
ke taman hiburan dengan anak SD." Davin makin tergelak.
Membuat Keyna meliriknya marah dan berjalan berderap
mendahuluinya. Ketika pintu terbuka, mereka berhadapan dengan Jason
dan Erland yang sedang berdiri di pintu, hendak masuk.
Sweet Enemy 77 "Kenapa kalian kemari?" Davin mengerutkan keningnya.
Jason tersenyum tampak tidak terpengaruh dengan sikap
ketus Davin, "Aku mengantar Erland, kemarin dia sedang di
London, dan sekarang dia ingin menengokmu."
"Kata Jason kau sakit parah kemarin." Erland mengangkat
alisnya menatap Davin, "Tampaknya kau sembuh dengan cepat."
"Well aku sudah sembuh, jadi kalian tidak perlu repotrepot menengokku.
Pulanglah," gumam Davin ketus.
Jason tertawa, sudah biasa dengan sikap ketus Davin,
"Kami kan baru datang, tega-teganya kau mengusir kami." mata
Jason terhenti di Keyna yang ada di belakang Davin, "Hai Keyna."
"Hai." Keyna tersenyum malu-malu, teringat pelukan
Jason waktu itu, "Aku masih membawa earphonemu." Keyna
amat sangat ingin bertanya tentang lagu itu. Tetapi waktunya
sepertinya tidak tepat. "Ambil saja, itu untukmu. Jadi kalau ada badai petir lagi,
kau tinggal memasangnya di telingamu dan menikmati
musiknya." Jason tersenyum lembut pada Keyna.
Sementara itu Erland mengalihkan perhatiannya kepada
Davin, dan mengamatinya, "Melihat penampilan kalian,
sepertinya kalian mau pergi ya?"
"Bukan urusanmu." jawab Davin ketus, dan langsung
mendapatkan sikutan pelan dari Keyna di rusuknya.
"Kami akan ke taman hiburan." jawab Keyna sambil
tersenyum. "Oh bagus, kau mengatakan kepada mereka, dan mereka
sekarang pasti akan ikut." Davin melirik Keyna mencela lalu
menatap Jason dan Erland bergantian, "Katakan kalian punya
kesibukan lain." "Aku tidak punya kesibukan." Erland mengangkat
bahunya tanpa rasa bersalah, "Bagaimana dengan kau, Jason?"
Jason tersenyum, sengaja membuat Davin kesal. "Aku
juga tidak punya kesibukan, dan taman hiburan terasa
menyenangkan." Keyna tertawa melihat tingkah ketiga sahabat ini. Apalagi
ketika Davin menggerutu dan marah-marah, tetapi tetap
78 Sweet Enemy membiarkan kedua sahabatnya naik ke mobilnya, mengikuti
mereka ke taman hiburan. ?"" Ke Taman Hiburan!! Nafas Sefrina terengah-engah, dadanya terasa panas
terbakar. Berani-beraninya Keyna pergi bersama Davin ke taman
hiburan dan menolak ajakannya pergi ke cafe bersamanya.
Berani-beraninya mereka! Sefrina melotot memandang
sekeliling kamarnya yang hancur lebur. Kaca-kaca dipecahkan.
Buku-buku dilempar, semua peralatan lain berhamburan di
lantai, berserakan dan sebagian pecah. Spreinya lepas dari
kasurnya, setengah sobek karena ditarik paksa. Kamar itu benarbenar berantakan,
seperti terjadi pergumulan dan perang di
dalamnya. Begitulah Sefrina kalau sedang marah, tidak ada yang
berani mengganggunya kalau sedang marah. Semua orang di
rumah langsung menjauh dari kamarnya, tidak berani mendekat.
Semua barang sudah dihancurkan dan dilemparkannya. Tetapi
dada Sefrina masih mendidih oleh perasaan marah dan murka.
Dia sangat marah hingga kepalanya seperti mau pecah.
Dengan keras Sefrina lalu menjerit, dan berteriak-teriak
sekeras-kerasnya. Teriakannya memenuhi lorong rumah, membuat
merinding seluruh penghuni rumah yang mendengarnya.
?"" Sweet Enemy 79 "Bukankah menyedihkan" Dia ada dalam
jangkauan tanganmu, tetapi kau tidak bisa
merengkuhnya?" 8 Berjalan bersama tiga lelaki tampan ternyata sedikit
mengintimidasi... Keyna melirik ketiga lelaki yang berjalan beriringan
bersamanya, sibuk bercanda. Mereka melewatkan tatapan
kagum para perempuan yang berpapasan dengan mereka di
taman hiburan itu. Dan beberapa perempuan itu, setelah
menatap ketiga laki-laki tampan itu, lalu melemparkan tatapan
'siapa sih perempuan itu"' kepada Keyna. Keyna memutar bola
matanya. Hanya dia satu-satunya yang tampak tidak pas di
gerombolan ini. "Aku mau naik itu." Davin menunjuk ke sebuah wahana
permainan yang tampak mengerikan. Sebuah tiang tinggi dengan
kursi-kursi di ujung-ujung kicir angin, dimana kursi itu hanya
dipakukan di satu titik. Keyna langsung merinding. Mereka akan diputar ke
segala arah kalau naik wahana itu.
"Aku tidak mau." memikirkannya saja sudah membuat
Keyna mual karena takut. Davin tertawa dan melirik Keyna dengan tatapan
mencemooh, "Pengecut."
"Aku bukan pengecut, aku punya akal sehat." Keyna
membelalakkan mata, "Silahkan naiki wahana itu dan buat
dirimu muntah sesudahnya."
Jason tertawa mendengar jawaban Keyna untuk Davin,
membuat Davin langsung memelototinya. Lelaki itu menatap
Keyna, seolah akan membantah, tetapi kemudian memutuskan
menyerah. 80 Sweet Enemy "Oke kalau begitu, kita naik wahana yang membosankan
saja. Mungkin kau bisa mencoba komedi putar di sana itu,
sepertinya cocok dengan penampilanmu yang seperti anak SD."
Keyna menatap Davin dengan pandangan mencela, lalu
memelengoskan muka dan berjalan menjauhi Davin. Jason buruburu mengikuti Keyna,
mengajaknya bicara tentang sesuatu
sementara Davin mengamati mereka, lalu mau tak mau berjalan
mengikuti Keyna dan Jason di belakangnya.
Erland mendekat ketika mereka berjalan mengikuti
Keyna. "Kenapa denganmu sobat?" Erland setengah berbisik.
Davin mengernyitkan keningnya, "Kenapa apa" Apa
maksudmu?"Kau. Sikapmu aneh.?""Aneh" Aku biasa saja." Davin mengedikkan bahunya
bingung. Erland terkekeh, "Sikapmu kepada Keyna. Aku belum
pernah melihatmu bersikap begitu kepada perempuan lain.
Seolah-olah kau sedang...kebingungan."
"Aku" Kebingungan menghadapi Keyna" Itu tidak
mungkin Erland. Memangnya apa yang dilakukan Keyna sampai
bisa membuatku bingung?"
"Itu yang harus kau tanyakan pada dirimu sendiri. Ayolah
Davin, aku temanmu sejak kecil. Kau seperti buku yang terbuka
di depanku. Sikapmu itu sangat kontradiktif, kau seolah-olah
ingin menarik Keyna mendekat tetapi sekaligus ingin
mendorongnya jauh-jauh. Dan hal itu membuatmu tampak
defensif di depan Keyna. Mungkin kau harus tentukan,
sebenarnya apa yang kau rasakan untuk Keyna?"
Davin membeku. Menatap bagian belakang tubuh Keyna
yang sedang berjalan di depannya. Lalu menghela napas. Bahkan
dia sendiri bingung dengan perasaannya. Bagaimana mungkin
dia bisa menjawab pertanyaan Erland"
?"" Sweet Enemy 81 "Sepertinya Davin berperan sebagai kakak yang baik
untukmu." Jason tersenyum lembut ketika mereka duduk di cafe
di tengah taman hiburan itu. Mereka sudah naik roller coaster,
mencoba wahana kereta gantung, dan juga rumah hantu.
Sekarang mereka sedang makan siang. Cafe itu menyediakan
makanan-makanan sederhanya untuk pengisi perut.
Keyna melirik Davin yang sedang berada di luar cafe
bersama Erland, lelaki itu tadi melihat Keyna memandang
terpesona kepada pedagang permen kapas berwarna pink yang
lewat. Dan meskipun bersungut-sungut serta mengejek Keyna
yang kekanak-kanakan, Davin akhirnya keluar dan
membelikannya untuk Keyna.
Keyna tersenyum dan menatap Jason, "Dia berusaha
bersikap sangat baik untukku." Keyna teringat betapa Davin
sudah benar-benar merubah sikapnya kepadanya, dan itu
membuat hatinya hangat. Jason menatap Keyna dengan tatapan menyelidik,
"Apakah kau pernah ingin punya kakak lelaki sebelumnya?"
"Tentu saja. Selama ini aku hanya hidup berdua dengan
ayahku, kadang aku ingin tinggal di keluarga besar." Keyna
menatap Jason, berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk
bertanya mengenai lagu itu, "Jason... Aku ingin bertanya."
"Tentang apa?" "Tentang lagu yang ada di pemutar musik milikmu yang
kau berikan padaku di malam berhujan petir itu..." Keyna
merasakan jantungnya berdegup, "Aku... Aku pernah merasa
mendengarnya dalam mimpiku."
"Mimpi?" Jason nampak tertarik.
"Ya... Aku sering bermimpi... Mungkin itu ingatan
samar...atau entahlah... Aku masih sangat kecil waktu itu dan
aku mungkin menyimpan kenangan itu dalam-dalam karena
terlalu menakutkan." Keyna menatap Jason dengan bingung,
"Aku bahkan tidak tahu itu mimpi atau kenyataan."
"Mimpi tentang apa?"
"Tentang hujan badai dan petir... Aku menangis
ketakutan, lalu ada seorang anak lelaki datang... Dia... Dia
menyanyikan lagu yang sama dengan yang ada di pemutar
82 Sweet Enemy musikmu..." Keyna menelan ludah, "Dan baru kusadari kalau
mungkin saja mimpi itu adalah kenangan tentang kejadian
nyata." "Lagu di pemutar musikku adalah lagu klasik lama,
Keyna, aku mencoba memainkannya dengan versi biola...
Judulnya Lullaby..."
Keyna menatap ragu, "Anak lelaki kecil di mimpiku juga
menyanyikan lagu itu..."
"Itu semacam lagu pengantar tidur." tatapan Jason
tampak aneh. "Apakah kau sama sekali tidak ingat tentang anak
lelaki kecil itu" Sama sekali?"
"Aku punya ingatan samar." Keyna mengangkat bahunya
sedih, "Bahkan seperti kubilang tadi... Aku tidak yakin apakah
itu benar-benar ingatan samar, atau hanya mimpi..."
Jason tampak akan mengatakan sesuatu, tetapi kemudian
mengurungkan niatnya karena Davin dan Erland datang
mendekat. Davin menyerahkan permen kapas yang sangat besar dan
berwarna pink itu kepada Keyna, "Aku tahu kau
menginginkannya." Davin bergumam kaku.
Keyna menerimanya dengan senang, ditatapnya Davin
penuh rasa terima kasih, "Terima kasih Davin, aku senang
sekali." Davin hanya menggumam tak jelas, lalu duduk di sebelah
Keyna. "Permainan apa lagi yang akan kita mainkan?" Dia melirik
jam tangannya. "Kita masih punya banyak waktu."
Keyna menoleh ke sekeliling, lalu menunjuk permainan
berperahu melewati wahana air terjun yang berkelak-kelok,
"Sepertinya itu menyenangkan."
"Tapi kita akan basah." kening Davin sedikit berkerut,
tetapi kemudian lelaki itu tersenyum, "Tapi sepertinya itu layak
dicoba." ?"" "Mereka terus mengiringinya, kita harus menunggu
sampai dia terpisah dari ketiga laki-laki itu."
Sweet Enemy 83 Anak buahnya melapor kepadanya. Membuatnya
mengkerutkan dahi. "Keyna bersama Davin, Jason dan Erland?"
"Ya." Dia mengerutkan dahinya. Jason... Terutama Jason. Lelaki
itu sepertinya punya insting bahwa Keyna dalam bahaya. Dia
telah sangat mengganggu rencananya dari kemarin, dengan
menjemput dan menjaga Keyna ketika pulang kampus. Mungkin
kalau ingin penculikannya terhadap Keyna berhasil, dia harus
menyingkirkan Jason duluan.
"Ikuti terus. Tunggu sampai semua lengah dan Keyna
terpisah dari mereka."
"Baik," anak buahnya membungkukkan tubuh dan


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

melangkah pergi. ?"" Mereka benar-benar basah akibat permainan itu. Air
muncrat dimana-mana membasahi pakaian dan rambut mereka,
tetapi permainan itu benar-benar menyenangkan hingga mereka
tertawa-tawa ketika turun dari perahu.
"Aku harus ke kamar mandi." Keyna menoleh ke arah
kamar mandi tak jauh dari situ. Ada area khusus untuk kamar
ganti dan kamar mandi perempuan. "Di situ."
Davin masih berusaha mengusap rambutnya yang basah,
begitupun Jason dan Erland yang sibuk menghenta-hentakkan
sepatu mereka yang basah.
"Hati-hati Keyna, kami menunggu di sini ya," gumamnya
sambil lalu. Dan Keyna pun berjalan ke arah kamar mandi itu.
Kamar mandi itu sepi. Mungkin karena sudah menjelang
sore dan orang-orang sibuk bermain. Keyna berdiri di depan
kaca besar dan mencuci tangannya di atas wastafel.
Seorang perempuan berpakaian rapi ada di sebelahnya.
Keyna mengernyit, pakaiannya terlalu rapi untuk bermain ke
taman hiburan... Tetapi Keyna menggelengkan kepalanya dan
mengusir pemikirannya. Setiap orang punya selera sendirisendiri, mungkin
perempuan ini merasa nyaman berpakaian
seperti itu. 84 Sweet Enemy "Nona?" Sapaan perempuan berpakaian rapi itu membuat Keyna
mengernyit, dia menolehkan kepalanya.
"Ya?" Perempuan itu tersenyum, "Maaf ya."
Lalu sebuah jarum suntik di tusukkan di tubuhnya. Keyna
masih sempat terperangah dan terkejut, sebelum kemudian
matanya berkunang-kunang dan kesadarannya hilang.
?"" Perempuan berpakaian rapi itu menarik kursi roda lipat
yang sudah disiapkan di kamar mandi. Lalu meletakkan tubuh
mungil Keyna yang tak sadarkan diri di sana. Dipakaikannya
kacamata hitam besar, dan kain untuk menutup kepalanya, serta
selimut untuk menutupi tubuhnya. Dia mendorong kursi roda
itu keluar, ke arah keramaian. Tidak ada yang curiga. Dia melirik
ke arah tiga lelaki yang bersama Keyna tadi. Ketiga lelaki itu
sedang bercakap-cakap dan membelakanginya.
Dengan cepat dia mendorong kursi roda itu dan
membawa Keyna menjauh. Begitu berada di tempat aman dan
tidak terjangkau, dia mengangkat ponselnya dan menelepon.
"Ya?" suara di seberang sana menyahut cepat.
"Aku sudah mendapatkannya."
"Bagus." ada senyum di suara itu. "Bawa ke tempat yang
sudah ditentukan." ?"" Ketika mereka lama menunggu dan Keyna tak kunjung
keluar, Davin mulai curiga. Dia melirik Jason dengan gelisah.
Melempar tatapannya ke arah kamar mandi perempuan itu.
Orang-orang lalu lalang dan keluar masuk, tetapi tidak
ada Keyna di sana. Jason sendiri mulai menyadari ada yang tidak beres.
Tatapannya menajam. "Kita sudah menunggu terlalu lama,"
gumamnya. "Mungkin Keyna sedang sakit perut atau apa?" Erland
berusaha menenangkan teman-temannya.
Sweet Enemy 85 Tapi Davin menghela napas tak sabar, dia mengambil
ponsel dan menelepon nomor Keyna. Wajahnya memucat.
"Ponselnya tidak aktif."
Dengan gerakan cepat dia melangkah ke arah kamar
mandi perempuan itu. Tidak dipedulikannya seruan-seruan
para perempuan yang sedang ada di sana.
"Maafkan saya." Davin menatap panik ke sekeliling
ruangan. "Adakah yang melihat adik saya di sini?"
Tetapi Keyna tidak ada. Pintu kamar mandi itu terbuka.
Kosong. Dan hanya ada dua orang perempuan tak dikenal di
depan wastafel, menatapnya mencela karena berani-beraninya
melongok ke kamar mandi khusus perempuan.
Davin bergegas keluar, menghampiri Jason dan Erland,
jantungnya berdebar kencang, "Keyna tidak ada di kamar mandi
itu. Dia tidak ada di mana-mana!"
?"" Tubuh Keyna yang tak sadarkan diri dibaringkan di atas
ranjang. Dia mengamati Keyna, lalu menoleh ke arah anak
buahnya. "Kapan dia akan sadar?"
"Mungkin sekitar satu atau dua jam lagi."
Dia tersenyum, "Bagus. Kau tunggui dia di sini. Begitu dia
sadar, hubungi aku. Aku ingin ada di sini ketika dia membuka
matanya." 86 Sweet Enemy "Darah lebih kental daripada
air....benarkah?" 9 "Bagaimana mungkin kita bisa kehilangannya" dia ada di
depan kita?" Davin mengacak rambutnya dengan frustrasi. Polisi
sudah dihubungi dan mereka sudah memberikan keterangan.
Davin juga sudah mengerahkan seluruh pegawainya untuk
membantu pencarian. Mereka sudah melakukan pelacakan
kepada semua teman Keyna dan tidak ada titik terang. Lagipula
Keyna tidak punya teman, dia hanya dekat sengan Sefrina dan
saat ini Sefrina masih belum bisa dihubungi.
Semua sudah dilakukan, tetapi Keyna benar-benar tidak
terlacak. Dia seperti lenyap di telan bumi tanpa sengaja.
Bagaimana kalau ada yang melukai Keyna" Davin tibatiba merasakan ketakutan yang
sangat dalam dari hatinya.
Tidak! Dia tidak bisa kehilangan Keyna... Entah kenapa di saat
seperti ini, Davin baru menyadari bahwa dia... Dia mungkin
memiliki perasaan lebih kepada Keyna.
Dan sekarang dia tidak tahu nasib Keyna seperti apa dan
dimana. Apa yang dilakukan penculik itu terhadapnya" Apakah
mereka menginginkan uang" Kalau memang menginginkan
uang, Davin pasti akan memberikannya, berapapun itu, demi
Keyna. Dengan cemas dia menatap ke arah pesawat telepon.
Polisi tampak lalu lalang di mansion itu, menunggu. Ya mereka
menunggu telepon yang meminta tebusan. Biasanya kasus-kasus
seperti ini akan disusul dengan telepon yang meminta tebusan.
Tetapi mereka sudah menunggu beberapa jam. Dan telepon itu
tak kunjung tiba. Davin meringis, menahan nyeri yang tiba-tiba menyerang
kepalanya. Seluruh pikiran buruk berkecamuk di benaknya.
Bagaimana... Bagaimana kalau ternyata para penculik itu tidak
Sweet Enemy 87 meminta uang tebusan" Bagaimana kalau yang diinginkan oleh
penculik itu hanyalah mencelakai Keyna"
Davin tersentak ketika ada yang menepuk bahunya, dia
menoleh dan mendapati Jason disana, lelaki itu tampak pucat
pasi dan frustrasi seperti dirinya. Kenapa Jason juga tampak
begitu cemas" Apakah... Apakah Jason juga mempunyai
perasaan lebih kepada Keyna"
"Sefrina sudah bisa dihubungi."
Kata-kata Jason itu membuat Davin lupa dengan
kecurigaannya kepada Jason, dia langsung berdiri, mendekati
Jason yang memasang loudspeaker pada ponselnya.
"Halo?" suara Sefrina tampak menyahut di seberang sana.
"Sefrina ini Jason. Apakah mungkin Keyna datang padamu
atau menghubungimu?"
Suara Sefrina tampak bingung, "Tidak. Kami tidak
bertemu hari ini. Bukankah Keyna sedang pergi ke taman
hiburan bersama Davin?"
"Dia hilang Sefrina, sepertinya dia diculik."
"Apa?" Sefrina tampak terperanjat, "Bagaimana mungkin"
Kenapa itu bisa terjadi?" Sefrina hampir berteriak, "Tadi pagi
aku baru saja bercakap-cakap dengannya di telepon!"
"Dia diculik di kamar mandi, kami lengah dan sepertinya
penculik itu menyergapnya di kamar mandi." Jason menjelaskan
dengan gelisah, "Saat ini kami semua sedang berkumpul di
rumah Davin, bersama para polisi, kami menantikan kalau-kalau
ada telepon meminta tebusan."
"Oh astaga. Aku akan bergegas kesana." Sefrina berseru
dengan nada panik, lalu menutup teleponnya.
?"" Sefrina datang dengan segera. Perempuan itu tampak
panik. Davin yang pertama kali melihatnya dan mengedikkan
bahunya kepada Jason. "Kenapa dia ada di sini?"
Jason melirik dari jendela ke arah Sefrina yang baru turun
dari mobil dan melangkah menaiki tangga mansion, "Tadi aku
meneleponnya untuk mengetahui dimana Keyna berada... Dia
88 Sweet Enemy tidak tahu dan mencemaskan kondisi Keyna, jadi dia ke sini
untuk ikut menunggu perkembangan dari kepolisian."
Davin menatap Sefrina yang baru memasuki ruangan.
Hujan rintik-rintik di luar dan membuat rambutnya yang
berkilauan basah oleh air bagaikan berlian-berlian yang
menghiasinya. Sefrina tampak cantik, dan dia juga baik kepada
Keyna. Sebelumnya Davin sempat berprasangka buruk kepada
Sefrina, mengira perempuan itu mempunyai rahasia terselubung
dengan mendekati Keyna apalagi mengingat sejarah masa lalu
dia dan Sefrina dan segala hal tentang pembatalan perjodohan
itu. Tetapi semakin lama Sefrina tampak semakin akrab dengan
Keyna dan mereka tampak baik-baik saja. Hingga Davin
berkesimpulan bahwa mungkin Sefrina bahkan tidak tahu
bahwa dia sempat dijodohkan dengan Davin dan kemudian
dibatalkan oleh papa Davin. Mungkin Sefrina memang benarbenar tulus berteman
dengan Keyna. Sefrina mendekati Davin, tampak panik. "Bagaimana"
Apakah sudah ada kabar?"
Davin menggelengkan kepalanya, lalu mempersilahkan
Sefrina duduk, "Belum ada kabar... Kami semua menunggu
kalau-kalau ada telepon dari penculik itu meminta uang
tebusan." Davin tersenyum pada Sefrina, "Terima kasih sudah
datang, Sefrina." Sefrina tersenyum lembut kepada Davin, "Keyna adalah
sahabatku, aku sangat mencemaskannya."
Suasana kemudian penuh kegelisahan. Polisi sudah
menelusuri kepada para saksi mata di taman hiburan. Tetapi
penculik ini sepertinya profesional dan berhasil untuk tidak
meninggalkan jejak apapun. Tidak ada sidik jari, tidak ada saksi
mata, semuanya nihil. Davin sudah menelepon mamanya yang sedang berada di
luar negeri, dan sang mama mengatakan akan segera pulang.
Keyna adalah anggota keluarga, dan keluarga Jonathan akan
berusaha sebaik mungkin demi Keyna.
Sweet Enemy 89 Dada Davin terasa sesak dan pedih. Rasanya waktu
seperti berjalan begitu lambat dan menyiksanya. Hanya duduk
di sini menanti dan tak berdaya rasanya sungguh-sungguh
menyakitkan. Keyna mungkin saja sudah terluka di luar sana.
Kenapa penculik itu tidak menelepon"
Davin mengacak rambutnya frustrasi, menutup wajahnya
dengan kedua tangannya. Saat itulah ada tangan lembut yang meremas pundaknya,
membuat Davin menoleh. Sefrina sudah pindah ke sofa di
sebelahnya, meremas pundaknya lembut dengan senyum penuh
dukungan. "Aku tahu kita semua cemas. Tetapi kita harus kuat dan
percaya bahwa Keyna akan baik-baik saja. Jangan memikirkan
hal-hal yang buruk dulu yah... Kita berdoa sambil menunggu."
bisiknya penuh pengertian.
Davin tersenyum muram dan menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih Sefrina..."
?"" Jason memilih menyendiri di sudut yang lain. Dia luar
biasa panik, tetapi berhasil menyembunyikannya di balik sikap
tenang dan topeng datarnya.
Keyna, adiknya dia baru menemukannya dan sekarang
penculik kurang ajar itu malahan merenggut Keyna dari sisinya.
Jason bersumpah, kalau dia bisa menemukan penculik itu dia
akan menghajarnya habis-habisan.
Tetapi dimana" Jason mengernyitkan dahinya.
Sebenarnya dia sudah mempunyai firasat. Ketika dulu dia diamdiam mengamati
Keyna, dia selalu melihat ada mobil yang
mengawasi dari kejauhan, semula dia berpikir bahwa itu adalah
pengawal dari keluarga Jonathan yang mengawasi diam-diam.
Tetapi lama kelamaan dia curiga. Karena itulah waktu itu dia
selalu mengawal Keyna sepulang dari kuliah dan menjaganya.
Sayangnya ketika dia berusaha mengawasi dan melacak mobil
misterius itu, dia kehilangan jejak. Lalu Keyna sudah diantar
jemput oleh supir pribadi keluarga Jonathan sehingga Jason
lengah. Dan dia kehilangan Keyna...
90 Sweet Enemy Jason menghela napas panjang, dia tidak bisa berdiam
diri terus di sini. Dia bisa gila. Dia harus melakukan sesuatu.
Paling tidak dia tidak hanya duduk seperti orang bodoh dan
menyerah kepada nasib. ?"" Sefrina tersenyum dalam hatinya sambil mengamati
Davin yang ada di dekatnya. Dia bisa memasuki mansion
keluarga Jonathan, dan Davin telah menerimanya dengan baik.
Dulu dia selalu merasakan kecurigaan Davin kepadanya, tetapi
sepertinya sekarang kecurigaan itu sudah pudar, dan Sefrina
akan lebih leluasa tanpa pengawasan dari Davin. Sefrina
menahan seringai mengerikan yang muncul di mulutnya.
Sekarang rencananya akan berjalan mulus...
Tetapi dia dulu harus mengatasi masalah ini. Hilangnya
Keyna harus diselesaikan dulu. Kalau tidak semuanya akan
hancur dan rencananya yang disusunnya rapi akan berantakan...
?"" Keyna membuka matanya. Kepalanya terasa pusing dan
berat, dan matanya terasa silau ketika langsung menatap cahaya
lampu yang menerpa matanya, di atas ranjang.


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Dia ada dimana..." Keyna berusaha menormalkan pandangannya yang
remang-remang, dan juga berusaha mengumpulkan kembali
ingatannya. Kepalanya terasa berat sehingga pada awalnya dia
agak kesulitan tetapi kemudian samar-samar dia menemukan
gambaran itu di kepalanya.
Taman hiburan... Kamar mandi... Perempuan dengan baju
yang terlalu rapi... Lalu... Oh astaga!
Keyna terperanjat dan langsung duduk. Dia berada di
kamar yang tidak dikenalinya... Dimana dia" Matanya berputar
dan langsung bertatapan dengan mata perempuan itu, yang
duduk di kursi tak jauh dari ranjang. Perempuan itu masih
memakai pakaian rapi yang sama, Keyna baru sadar kalau
pakaiannya mirip jas laki-laki, perempuan itu berdandan seperti
pengawal pribadi atau bodyguard.
Sweet Enemy 91 "Well... Akhirnya kau bangun juga." seringai yang tidak
menyenangkan muncul di bibir perempuan itu. "Saatnya untuk
reuni." Lalu tanpa berkata-kata perempuan itu melangkah
berdiri meninggalkan Keyna. Ketika dia datang lagi, dia tidak
sendrian tetapi bersama seseorang.
Keyna menatap orang itu dengan tatapan bingung dan
ketakutan. Menyadari bahwa dia disekap di sebuah ruangan
asing oleh orang-orang yang tak dikenalnya. Menyadari bahwa
dia mengalami apa yang dibicarakan semuanya, dia diculik!
Orang yang masuk bersama perempuan berbaju
pengawal itu menatap Keyna dan tersenyum manis, mengamati
Keyna dari atas ke bawah.
"Hallo Keyna." bisiknya lembut, "Sudah lama aku
menunggu pertemuan ini."
?"" Jason akhirnya berdiri dengan kesal dari kursi itu, dia
sudah tidak tahan lagi. Dia harus berbuat sesuatu atau detik
demi detik itu akan menghancurkan kewarasannya dan
membuatnya menjadi benar-benar gila.
Ketika dia berjalan dengan langkah cepat ke pintu, Davin
sudah berdiri di belakangnya, menahan langkahnya, "Mau
kemana Jason?" Davin sudah merasakan hal yang aneh dari tingkah laku
Jason, lelaki itu tampak kalut luar biasa, seakan hilangnya Keyna
sangat memperngaruhinya, tetapi kenapa" Bukankah Jason dan
Keyna tidak dekat" Kecurigaan Davin muncul lagi, curiga bahwa Jason
jangan-jangan menyimpan perasaan lebih kepada Keyna.
"Mau kemana?" Davin menyipitkan matanya, mengamati
Jason dengan seksama. Jason tampak gelisah, "Aku butuh berjalan-jalan
sebentar." Davin masih mengamati Jason dengan dingin. "Kalau aku
yang mencemaskan Keyna itu wajar, karena dia sudah bagaikan
92 Sweet Enemy anggota keluarga kami. Tetapi kau" Kau tampak begitu kalut
Jason. Apakah kau...menyimpan perasaan lebih kepada Keyna?"
"Seharusnya kita tidak perlu membahas itu," Jason
mendesis. Membuat Davin semakin yakin, rasa cemburu
merayapinya. Berani-beraninya Jason menyimpan perasaan
kepada Keyna" Setelah Davin memperingatkan Jason agar
menjauhinya" Jason adalah penghancur hati perempuan, dan
Davin tidak mau Keyna menjadi korbannya.
"Kalau aku berhasil menemui Keyna nanti, aku tidak akan
mengizinkan kau mendekatinya lagi."
Detik itu juga sebuah tinju melayang ke rahang Davin,
tidak terduga hingga Davin tersentak mundur beberapa
langkah. Dia menatap Jason dengan marah, hendak menyerang,
tetapi Sefrina berlari dengan panik dan memegangi Davin,
mencegah Davin balas memukul.
"Sudah kalian hentikan! Aku tahu kalian panik dan
bingung tetapi kalian harus bisa menjaga emosi kalian!" Sefrina
berteriak, memegangi Davin kuat-kuat.
Davin bisa saja menyingkirkan Sefrina dan menyerang
Jason, tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya. Dia memang
marah Jason memukulnya tanpa sebab, tetapi Sefrina benar, dia
harus tenang karena saat ini mereka harus memprioritaskan
Keyna. "Aku tidak tahu kenapa kau memukulku." Davin
bergumam dingin. "Tetapi bagiku itu adalah pernyataan darimu.
Mulai sekarang kau keluar dari kehidupan aku dan Keyna. Kita
tidak berteman lagi."
Jason malah terkekeh, membuat Davin mengernyitkan
keningnya, "Menjauh dari Keyna katamu" Siapa kamu sehingga
berhak membuat keputusan itu" Kau bukan kakaknya." nafas
Jason sedikit terengah ketika mengungkapkan kebenaran itu.
"Aku kakak Keyna. Kakak kandungnya. Dulu gara-gara kau
keluarga kami tercerai berai. Dan sekarang hampir terjadi lagi...
Aku bersumpah, Davin. Kalau Keyna kembali, kau yang keluar
dari kehidupan kami."
Davin terperangah, terkejut atas info yang sama sekali
tidak disangkanya itu. Dia menatap Jason dengan terkejut,
Sweet Enemy 93 berusaha mencari kebenaran di mata itu, dan menemukan sinar
tegas di sana. Davin baru akan bersuara ketika langkah-langkah panik
mendekatinya, dia menoleh dan mendapati polisi yang
menunggu di telepon mendatanginya,
"Tuan Davin! Penculik nona Keyna menelepon, dia ingin
berbicara langsung dengan anda!"
?"" Perempuan cantik itu menutup telepon dan tersenyum
dengan licik kepada pengawal perempuannya. Dia memang
benar. Keyna akan menjadi ladang yang subur untuk
menghasilkan panen kekayaan baginya.
Dia minta dua milyar, dan Tuan Muda sombong di
seberang sana langsung menyetujuinya tanpa membantah.
Mungkin Keyna memang mempunyai bakat menarik lelaki-lelaki
kaya, sehingga Davin yang terkenal sangat sombong itu begitu
panik dan seakan bersedia melakukan apa saja agar Keyna
dikembalikan. Hal itu mengingatkan dirinya pada masa-masa
jayanya dulu, di waktu mudanya dimana semua lelaki kaya
bertekuk lutur dikakinya, bersedia memberikan segalanya
untuknya. Dua milyar mungkin tidak berarti bagi keluarga Jonathan
yang kaya raya itu... Pikiran tamaknya mengembara. Mungkin
dia bisa menahan Keyna sementara, demi untuk mendapatkan
penawaran yang lebih tinggi.
Senyumnya makin melebar ketika menatap Keyna yang
sekarang sebelah lengannya diborgol di ranjang. Anak ini benarbenar akan menjadi
ladang emasnya. Dia akan amat sangat kaya
dan mendapatkan harta yang banyak.
Selama ini dia melupakan anak ini, anak kurus yang
dibawa pergi suaminya ketika mereka berpisah. Dia menjalani
kehidupan di luar negeri, berfoya-foya dengan kekayaannya
hasil menjual Jason dan melewatkan hidupnya dengan
bersenang-senang, mengeruk harta dari lelaki-lelaki kaya yang
berlomba-lomba untuk menjadi kekasihnya. Tetapi lama
kelamaan, gaya hidupnya membuat bisnis yang dibangunnya di
sana bangkrut usianya semakin menua sehingga tidak mampu
94 Sweet Enemy lagi menarik hati lelaki, dan dia terpaksa kembali ke negara ini
dalam kondisi pailit. Lalu secara tidak sengaja dia menemukan halaman artikel
tentang Keyna, yang langsung dikenalinya. Keyna sudah begitu
beruntung sudah menjadi bagian dari keluarga Jonathan yang
sangat kaya. Apalagi dari pengawasannya hubungan Keyna
dengan keluarga Jonathan, terutama dengan Davin, anak tunggal
keluarga Jonathan, sangat baik. Otaknya langsung berpikir cepat.
Keyna bisa membantunya mendapatkan kekayaan kembali. Dia
menjalankan rencananya dengan hati-hati, meski pada awalnya
sempat terhalang oleh Jason, anak lelakinya yang ternyata diamdiam menjaga
Keyna. Jason menjadi alternatif keduanya setelah Keyna, kalau
dia tidak berhasil dengan Keyna dia sudah berniat menghubungi
Jason dan meminta uang, toh Jason diadopsi keluarga kaya dan
bisa hidup mapan juga berkat jasa-jasanya. Jason seharusnya
rela memberinya uang untuk membalas budi.
Dan ternyata rencananya berhasil. Davin akan
memberinya uang. Uang yang banyak, cukup untuk berfoya-foya
sebelum dia meminta lagi dan lagi.
Well... Tidak percuma dia dulu melahirkan Keyna
ternyata... ?"" Sweet Enemy 95 "Orang yang menyimpan rencana jahat selalu
bersembunyi di kegelapan, mengamatimu dalam
diam." 10 Keyna menatap perempuan itu yang sedang berdiri
sambil tersenyum aneh kepadanya. Perempuan itu sangat
cantik, tentu saja, meskipun sudah setengah baya. Pakaiannya
berwarna merah mencolok dan dandanannya lumayan berani
dengan warna-warna tak kalah terang.
Saat ini pengawal perempuan itu sudah memborgol
tangannya di ranjang hingga Keyna tidak bisa bergerak. Dia
hanya diam tak berdaya di bawah tatapan perempuan itu.
"Kau tumbuh menjadi perempuan mungil yang cantik,
Keyna." perempuan itu tersenyum manis sambil mengawasi
seluruh penampilan Keyna.
Sementara itu Keyna mengernyitkan matanya, kenapa
perempuan itu mengetahui namanya" Dan dari kata-katanya
yang mengatakan bahwa Keyna tumbuh menjadi perempuan
yang cantik... Seolah-olah dia tahu tentang masa kecil Keyna.
Tetapi siapa dia" Keyna bahkan tidak punya ingatan sama
sekali tentang perempuan ini. Kalau benar perempuan ini
mengenal Keyna di masa kecilnya, mungkin saja memang Keyna
tidak ingat. Keyna melupakan semua kenangan tentang masa
kecilnya, entah kenapa. Ayahnya juga tidak pernah menanyakan
tentang itu, seolah ada tembok pembatas yang menutup antara
Keyna kecil dengan Keyna yang sekarang, ingatan pertamanya di
masa kecilnya adalah ketika ayahnya membawanya ke rumah
mereka yang sederhana. Sejak saat itu, di dunia ini hanya ada
Keyna dan ayahnya. Ayahnya bilang mereka hanya tinggal
berdua karena ibunya telah meninggal.
96 Sweet Enemy "Apakah kau mengenalku di masa kecilku?" Keyna
menatap perempuan itu dengan berani, "Kata-katamu seolah
tahu bagaimana aku di waktu kecil."
Perempuan itu agak terkejut ketika mendengar
pertanyaan Keyna, dia lalu mengamati Keyna dengan seksama,
"Well... Kau tidak ingat masa kecilmu ya" Kau tidak ingat aku?"
perempuan itu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Sungguh
suatu kebetulan yang menguntungkan."
Apa maksud perempuan ini" Keyna mengerutkan
keningnya bingung. Tetapi rupanya perempuan itu tidak ingin
membantu menjelaskan kebingungannya, dia malah berdiri,
masih dengan senyum manisnya.
"Mungkin lebih baik kalau kau tidak ingat siapa aku, aku
jadi lebih leluasa," dikedipkannya sebelah matanya, "Sementara
kau bisa memanggilku Sophia sampai kau ingat."
Lalu Sophia pergi, meninggalkan Keyna di kamar itu
terkurung dan terborgol, tak bisa kemana-mana.
?"" Setelah menerima telepon dari orang yang meminta
tebusan itu, Davin menatap Jason yang duduk di depannya
dengan tajam, polisi sedang berkumpul di sisi yang lain mencoba
melacak telepon itu dan juga suara peneleponnya, sementara
Sefrina tadi meminta izin untuk ke kamar mandi. Sementara itu
Erland ada di bandara untuk menjemput mama Davin yang
sebentar lagi mendarat. "Apa maksud kata-katamu tadi?"
Jason hanya melirik ke arah Davin, lalu memalingkan
mukanya, "Bukan apa-apa."
"Kau bilang kalau Keyna adalah adikmu."
Mata Jason menatap dengan tajam, "Dia memang adikku."
"Bagaimana bisa?" Davin memajukan tubuhnya, "Kau
berasal dari keluarga kaya, dan Keyna..."
"Aku adalah anak angkat." Jason menjelaskan dengan
dingin. "Keyna adalah adik kandungku. Ya, kalau kau bertanya,
Robert adalah ayahku, dari dialah aku menuruni bakat bermain
biola. Kami dulu satu keluarga yang utuh, ayahku, ibuku, aku dan
Sweet Enemy 97 Keyna." tatapan Jason berubah penuh kebencian. "Sampai
kemudian ayah menyelamatkan seorang anak kecil dan
kariernya hancur... Dia tidak bisa bermain biola lagi, dan semua
rencana masa depan keluarga kami musnah... Ibuku
meninggalkan ayahku dan membawaku pergi, memisahkan aku
dari Keyna yang dibawa oleh ayahku."
"Apa?" wajah Davin memucat mendengar penjelasan
Jason, matanya masih bersinar tidak percaya, "Oh... Astaga..."
"Kau terkejut Davin?" Jason tersenyum sinis, "Apalagi
aku. Sejak awal aku sudah curiga Keyna adalah adikku, dan aku
mencari tahu. Semuanya jelas ketika kau menjelaskan bahwa
kau berhutang budi kepada Keyna karena ayah kami
menyelamatkanmu." Jason menyipitkan matanya, "Secara tidak
langsung, kaulah yang memecahkan keluarga kami menjadi
tercerai berai." Davin meremas rambutnya dengan frustrasi, informasi
ini sama sekali tidak disangka-sangkanya. Bagaikan hantaman
yang mengejutkan. "Dan aku bersumpah, Davin. Kau tidak akan bisa
membuat kami terpisah lagi. Keyna adalah adikku, dan sudah
saatnya aku mengklaim hak-ku sebagai kakaknya. Akulah yang
berhak melindungi dan menjaganya, bukan kau. Dan kalau
Keyna kembali nanti, aku akan menjauhkan Keyna darimu."
Davin masih tidak mampu berkata-kata. Tetapi bayangan
Jason akan menjauhkan Keyna darinya membuat jantungnya
terasa diremas. Tidak! Dia tidak akan mau dijauhkan dari Keyna.
Tetapi... Bagaimana kalau Keyna yang pada akhirnya
menjauhinya" Bagaimana kalau sama seperti Jason sekarang,
setelah mengetahui bahwa dialah yang menyebabkan mimpi dan
karier Robert hancur hingga meninggal dalam kemiskinan,


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Keyna akan membencinya dan menyalahkannya"
Davin belum sempat bersuara ketika polisi mendatanginya untuk memberikan informasi.
"Kami sudah mencoba melacak telepon itu, tetapi belum
berhasil karena penculik menggunakan telepon sekali pakai,
yang sekarang sudah tidak aktif lagi... Sementara itu dari analisis
suara, penculik mengubah suaranya, tetapi kami bisa pastikan
bahwa suara itu adalah suara seorang perempuan."
98 Sweet Enemy Davin dan Jason sama-sama tertegun. Perempuan"
?"" Sefrina berjalan pelan-pelan menelusuri lorong di lantai
dua. Semua orang tampaknya sibuk di lantai bawah, sehingga
lantai dua mansion ini tampak lengang. Dia membuka handel
pintu dan mengintip, dari tadi dia belum menemukan kamar
yang dicarinya. Di pintu ketiga inilah dia menemukan kamar yang
dicarinya, seringainya melebar dan setelah menoleh ke kanan
dan ke kiri, memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya,
Sefrina melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya
dengan hati-hati. Di pandangnya seluruh area kamar itu dengan haus, lalu
dia mengeluarkan kamera untuk memotret setiap sudutnya,
siapa tahu pada malam-malam sepinya dia ingin melihat-lihat
gambar kamar-kamar ini dan membayangkan pemiliknya.
Matanya mengarah ke arah lemari pakaian, dengan
bersemangat dibukanya lemari pakaian itu, baju-baju tertumpuk
rapi di sana. Sefrina menyentuhkan jemarinya ke seluruh
pakaian itu, kemudian matanya melirik jaket yang tersampir di
kursi. Diraihnya jaket itu dan dipeluknya, dihirupnya aroma itu
dengan sepenuh kenikmatannya.
Lalu dia duduk di kursi itu dan menemukan parfum sang
pemilik kamar. Dengan penuh gairah, diambilnya parfum itu dan
dioleskannya ke leher, dan di antara buah dadanya.
Sekarang aroma mereka akan sama. Sefrina mencatat
nama parfum itu dalam hati, berjanji akan membelinya nanti.
Setelah itu dia melangkah keluar dari kamar dengan
seringai puas, karena telah berhasil memasuki area paling
pribadi orang yang sangat sangat diinginkannya...
?"" Charles datang beberapa saat kemudian menemui Sophia.
Charles adalah pemuda dengan usia 15 tahun di bawah Sophia,
dia bekerja sebagai bartender di klub tempat Sophia sering
datang dan mereka akhirnya menjadi sepasang kekasih yang
sangat cocok dalam memuaskan gairah masing-masing. Charles
Sweet Enemy 99 jugalah yang memberinya ide untuk menculik Keyna dan
kemudian mereka akan membagi hasilnya bersama.
"Kau bisa pergi Felish." Sophia mengayunkan tangannya
menyuruh pengawal perempuannya pergi. Dia mendapatkan
Felish dari rekomendasi Charles juga, meskipun perempuan,
Felish sangat ahli bela diri dan sangat mahir melakukan
pekerjaan kotor lainnya seperti penculikan itu misalnya. Felish
bersedia bekerjasama kalau dia dibayar gajinya senilai 20% dari
hasil penculikan itu, dan tentu saja Sophia menyetujuinya,
karena kalau dikurangi 20% pun, hasil penculikan itu masih
cukup banyak kalau dibagi antara dia dan Charles.
Setelah Felish pergi, Sophia menyilangkan kakinya
dnegan menggoda, membuat Charles meliriknya dengan
bergairah, yah meskipun jauh lebih tua, tubuh Sophia masih
menggiurkan bagi setiap laki-laki yang melihatnya.
"Jadi kau sudah meminta uang seperti yang kita bicarakan
kemarin?" mata Charles masih melirik ke arah paha Sophia,
membuat Sophia tersenyum puas.
"Aku memintanya dan mereka menyetujuinya tanpa
protes, kita akan mendapatkan uang itu lusa."
Charles terkekeh, "Jadi benar kalau Davin Jonathan sangat
tergila-gila kepada anakmu ya?" matanya mengedip genit, "Tidak
heran. Kau ibunya, juga selalu bisa membuat para lelaki tergilagila, mungkin
bakat itu menurun darimu."
Sophia tertawa genit, "Mungkin juga. Tetapi aku jelas
lebih cantik dari anak itu." Sophia menyulut rokoknya dan
duduk dengan santai, "Semua berjalan lancar, dan kita akan kaya
sebentar lagi." "Ya..." Charles memajukan tubuhnya, "Tidakkah terpikir
olehmu kalau kau bisa mendapatkan uang lebih?" matanya
bersinar licik. "Uang lebih?" Sophia tampak tertarik, apapun yang
berhubungan dengan uang dan kekayaan selalu menarik
baginya, "Bagaimana caranya?"
"Jason," gumam Charles penuh arti, "Katamu dia sekarang
jadi anak kaya dan pewaris tunggal... Tentu saja dia
menginginkan adiknya kembali bukan?"
100 Sweet Enemy Sophia mengerutkan keningnya, "Jason memang selalu
ada bersama Keyna, itu dari pengintaianku... Tetapi sepertinya
mereka tidak menyadari kalau mereka adalah kakak beradik."
"Kau bisa meneleponnya diam-diam, atau aku yang akan
melakukannya supaya dia tidak curiga bahwa kaulah dalang di
balik semua ini." Charles menatap dengan membujuk, "Aku akan
memberikan informasi kepadanya bahwa Keyna adalah adiknya,
dan melarangnya memberitahu Davin kalau aku menelepon,
kemudian aku akan meminta sejumlah besar uang darinya untuk
informasi keberadaan Keyna, tentu saja aku akan mengatur agar
dia mengetahuinya sama dengan Davin, jadi dengan begitu kita
mendapatkan pemasukan ganda dari dua lelaki ini." Charles
terkekeh, "Ideku cukup bagus bukan?"
Sophia mengernyitkan keningnya dan tercenung,
dihisapnya rokoknya dalam-dalam, lalui dia membunuh rokok
itu di asbak, dahinya mengernyit tidak setuju. "Tidak Charles,
aku tidak akan melakukannya, itu sama saja bunuh diri, Jason
akan menyadari bahwa dalangnya adalah aku dan rencana kita
akan gagal." Charles menghela napas panjang dan mengangkat bahu,
"Oke, aku tidak akan melakukannya kalau kau tidak setuju,
sayang, aku cuma usul kok."
Sophie menatap Charles mesra, "Terimaxkasih sayang,
lagipula uang tebusan kita sudah cukup banyak untuk kita
bersenang-senang," matanya berubah sensual, "Kita bisa
menyewa tempat pribadi dan bercinta seharian di sana."
Charles balas tersenyum dengan sensual, tetapi benaknya
berkecamuk. Tidak. Uang itu tidak cukup, Charles masih harus
membaginya dengan Sophia dan si pengawal itu. Dia harus
mendapatkan uang lebih itu. Dan jikalau Sophia tidak mau
bekerjasama dengannya, dia akan bertindak sendiri, dia akan
menghubungi Jason dan meminta uang sebanyak mungkin,
meskipun itu harus mengorbankan Sophia...
?"" "Kalian harus makan." Sefrina memarahi Davin dan Jason
yang menolak untuk makan, padahal koki mansion telah
menyiapkan sejumlah makanan besar untuk menjamu mereka
dan team polisi yang masih bertugas di rumah itu, menanti
Sweet Enemy 101 telepon selanjutnya. "Dalam kondisi seperti ini kalian harus
kuat, kalau kalian tidak makan, kalian akan lemah dan mungkin
jatuh sakit." Jason tetap tak bergeming, hanya melemparkan tatapan
dingin kepada Sefrina tetapi Davin tersenyum dan menatap
Sefrin dengan berterima kasih.
"Terima kasih Sefrina, aku akan makan nanti."
Sefrina menganggukkan kepalanya dengan manis, "Kau
tidak keberatan kan kalau kau menginap di sini" Aku ingin
mengetahui perkembangan kabar tentang Keyna secepat
mungkin." Davin menganggukkan kepalanya, "Tentu saja tidak,
Sefrina, kau tinggal bilang kepada kepala pelayan dan mereka
akan menyiapkan kamarmu."
"Aku tidak mau merepotkan..." suara Sefrina tampak
ragu, "Bolehkah aku tidur di kamar Keyna saja?"
Jason langsung menegakkan tubuh dan menatap Sefrina
curiga, tetapi tidak berkata apa-apa. Sementara itu Davin
menatap Sefrina sambil mengerutkan alisnya, "Kenapa kau
memilih tidur di kamar Keyna?"
Mata Sefrina tampak sedih, "Aku merindukan Keyna, dan
aku mencemaskannya, mungkin dengan berada di kamarnya aku
bisa lebih tenang, dan berdoa untuknya."
Davin masih menatap Sefrina bingung, tetapi kemudian
dia menemukan ketulusan di mata perempuan itu, dia
mengangkat bahunya, "Terserah kamu Sefrina, yang penting kau
merasa nyaman." "Terima kasih Davin." mata Sefrina melebar dan berbinar,
hal itu tak luput dari perhatian Jason yang menatap curiga.
Tetapi pikirannya terlalu kalut sehingga dia kemudian hanya
memalingkan matanya ke arah lain dan menunggu.
?"" Penculik itu menelepon beberapa jam setelahnya,
menginformasikan cara pemberian uang itu. Uang itu harus
tunai, dengan nomor seri acak dan dimasukkan ke dalam ransel
warna hitam bermerk khusus, merk yang sangat terkenal di
kalangan anak muda akhir-akhir ini.
102 Sweet Enemy Davin sendiri yang harus membawa ransel berisi uang
itu, dan meletakkannya di sudut taman kota, dekat area
olahraga, di sebuah tong sampah yang ada di sana.
Penyerahan uang itu lusa, tepat pukul sembilan pagi, dan
tidak boleh ada polisi. Kalau penculik tahu ada polisi, maka
Keyna akan dibunuh. Davin menyetujui semua itu, sehingga ketika polisi
hendak mengiringinya untuk menyergap penculik itu, Davin
menolak. "Uang ini tidak masalah bagiku, yang penting Keyna
kembali." "Tapi bagaimana kalau anda menyerahkan uang itu,
ternyata penculik mengubah pikirannya dan tidak melepaskan
nona Keyna" Sampai sekarang kita juga tidak tahu kondisi nona
Keyna. Apakah dia masih hidup, apakah kondisinya baik...
Setidaknya izinkan saya memasang pelacak di ransel itu."
Davin mengerutkan keningnya, bayangan Keyna dilukai
atau bahkan meninggal membuatnya ketakutan, "Lakukan
apapun yang menurut anda perlu, tetapi berjanjilah anda tidak
akan membahayakan keadaan Keyna."
?"" Gadis itu sedang tertidur pulas, Charles mengintip dari
pintu yang rupanya lupa dikunci, tadi pelayan mengirimkan
makanan ke kamar ini, dan yang pasti lupa menguncinya, karena
kuncinya masih tergantung di luar pintu, menggoda Charles
untuk membukanya. Lagipula pintu ini tidak perlu dikunci, kata
Sophia toh Keyna sudah di borgol di ranjang sehingga
kemungkinannya melarikan diri kecil... Hari sudah menjelang
malam dan ruangan ini sedikit temaram, tetapi mata Charles
masih bisa melihat kecantikan di wajah Keyna yang sedang
tertidur kelelahan karena seharian ini mencoba melepaskan diri
dari borgol dan berteriak-teriak minta dilepaskan, tetapi sia-sia.
Dengan hati-hati dia melangkah masuk dan makin dekat
di sisi ranjang. Wow... Keyna memang cantik, dan masih ranum
dan tubuhnya sangat muda dan segar.
Sweet Enemy 103 Pikiran mesum langsung melintas di otaknya. Dia sangat
ingin mencicipi tubuh ranum ini sebelum dikembalikan, rasanya
pasti nikmat... Dengan penuh nafsu Charles duduk dipinggir ranjang,
tangannya mengelus betis Keyna.
Keyna yang sedang tertidur langsung terjaga dan
waspada. Matanya membelalak ketakutan ketika melihat lelaki
yang tidak dikenalnya sedang duduk di tepi ranjangnya dan
menyeringai mesum, dan jemari lelaki itu menggerayangi
betisnya. "Apa yang kau lakukan?"?" Keyna berteriak panik,
membuat lelaki itu ikut panik, dia berusaha membekap mulut
Keyna tetapi Keyna meronta-ronta dan mencoba berteriak
sekeras mungkin, membuat lelaki itu kewalahan.
"Ada apa ini?" Sophia muncul di depan pintu menatap
curiga ke arah Charles dan Keyna, dia memakai jubh tidurnya
dan tampaknya terbangun dari tidurnya.
Charles tersenyum kepada Sophia, "Aku hanya ingin
melihatnya Sophia... Dan perempuan bodoh ini meronta-ronta
entah kenapa..." "Kau menggerayangi kakiku!!!" Keyna berteriak keras
membuat Sophia menatap Charles yang pucat dengan tatapan
menuduh. "Keluar dari kamar ini Charles!" serunya marah, dan
langsung dituruti Charles yang segera keluar dari kamar itu.
Setelah itu Sophia berkacak pinggang dan menatap Keyna
dengan cemburu, "Kau memang lebih muda dariku. tapi kau
tidak lebih cantik dariku, akulah yang paling cantik, jadi jangan
seperti perempuan murahan yang menggoda kekasihku,
mengerti?" Sophia berteriak marah sebelum melangkah keluar
dan membanting pintu itu dengan suara berdebum.
Ketika mengunci pintu itu dari luar, dia menatap Charles
yang menunggu di sana dengan tatapan bersalah.
"Kuharap kau tidak marah sayang, aku hanya ingin
menggodanya," jemari Charles terulur dan menelusuri pipi
Sophia dengan lembut. 104 Sweet Enemy Sophia langsung mengibaskan tangan Charles dengan
marah, "Kau keterlaluan Charles, menggoda anak itu hanya
karena dia lebih muda," matanya menyala-nyala. "Kalau kau
tidak bisa menjaga tanganmu, aku akan mengeluarkanmu dari
rencana ini, aku akan menendangmu dan kau akan pergi tanpa
sepeser uangpun!" Lalu dengan langkah berderap, Sophia pergi dan
meninggalkan Charles yang termenung dan menatap sampai
sosok Sophia hilang di belokan lorong.
?"" Tidak mendapatkan sepeserpun" Charles menyeringai


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

jahat, melirik ke arah kamar Keyna yang sekarang terkunci
rapat. Sophia sangat bodoh berani-beraninya mengancamnya.
Dia semakin berbulat tekad untuk mengambil jalannya sendiri.
Charles lebih cerdik dan licik daripada Sophia. Dia akan
mengorbankan Sophia dan yang pasti dia akan mendapatkan
banyak uang. ?"" Tengah malam ketika ponsel Jason berbunyi. Dia dan
Davin yang rupanya tertidur di ruang tamu tergeragap
bersamaan. Nomor itu tidak dikenal, Jason mengernyit sementara
Davin memperhatikannya dengan tegang. Jason lalu
mengangkatnya. "Halo Jason," suara di sana terdengar licik dan
menyebalkan, suara seorang laki-laki, "Kau mungkin kaget kalau
mendapatkan informasi ini, tetapi Keyna adalah adik
kandungmu." "Siapa ini?" Jason langsung menyambar marah, membuat
Davin memperhatikannya dengan seksama.
Suara di seberang sana terkekeh, "Kau tidak perlu tahu
tentang aku... Kalau kau ingin menyelamatkan adikmu, aku
punya informasi yang berguna untukmu, tetapi tentu saja kau
harus membayarnya di muka."
"Apa maksudmu?"
Sweet Enemy 105 "Aku minta uang." suara diseberang sana masih penuh
senyuman, "Dan akan kuberitahukan dimana lokasi adikmu
diculik. Aku akan mengubungimu lagi nanti."
Lalu telepon itu ditutup. Jason termangu, tetapi Davin
menyadarkannya dengan pertanyaannya.
"Siapa?" Jason mengernyit. "Penelepon misterius, dia berkata akan
memberitahukan posisi Keyna asal aku memberinya uang."
Davin langsung menegakkan tubuhnya. "Apa?"
"Ya..." Jason tercenung, "Dan anehnya dia memberiku info
bahwa Keyna adalah adikku... Tidak pernah ada orang yang tahu
tentang hubungan kami ini, orangtua kami tidak punya saudara,
bahkan tidak ada yang bisa melacak keberadaanku setelah aku
diambil sebagai anak angkat, namaku pun berubah... Tidak ada
yang bisa melacakku sebagai kakak Keyna, kecuali..." Jason
teringat kata-kata polisi tadi bahwa penculik yang menelepon
itu adalah perempuan. Dia terkenang akan ketamakan ibunya
terhadap uang. Matanya menajam menatap Davin sungguhsungguh, "Kurasa Davin...
Penculikan ini ada hubungannya
dengan...ibuku." 106 Sweet Enemy "Jatuh cinta adalah ketika kau
mengharapkan keberadaannya, di saat dia
tiada." 11 Nyonya Jonathan datang menjelang pagi, dan mereka
berkumpul bersama di ruang keluarga dengan tegang. Sefrina
tampaknya belum bangun, lagipula ini masih jam empat pagi.
"Ibumu?" tatapan nyonya Jonathan melembut kepada
Jason, selama ini dia hanya tahu Jason adalah anak rekan
bisnisnya, dia tidak pernah tahu bahwa Jason adalah anak
angkat, dan kejutan terbesarnya adalah bahwa Jason adalah
kakak kandung Keyna. "Sebelumnya aku ingin minta maaf
kepadamu Jason... Sedikit banyak semua hal yang terjadi ini,
yang membuat kau terpisah dengan keluargamu adalah karena
Robert ayahmu menyelamatkan Davin dari usaha penculikan."
Jason memalingkan muka, tampak murung.
"Kalau boleh saya tidak ingin membahas hal itu
sekarang," gumamnya tenang, "Tentang ibu kandung saya. Dia
adalah perempuan yang tamak, sangat menyukai uang dan akan
melakukan segalanya demi mendapatkan uang. Saya pikir dia
pasti mendapat kabar bahwa Keyna diangkat sebagai anak dari
keluarga Jonathan. Sehingga dia pikir dia bisa mengambil
keuntungan darinya. Saya yakin bahwa dialah dalang dari
penculikan ini." Para polisi sudah bertugas berdasarkan informasi Jason
ini untuk melacak keberadaan ibu kandung Jason, sehingga
mansion keluarga Jonathan tampak lengang. Hanya ada
beberapa polisi yang berjaga, menanti kalau-kalau lelaki
misterius yang barusan menelepon Jason memutuskan untuk
menelepon lagi. Sweet Enemy 107 "Apakah ibumu sama sekali tidak pernah mencoba
menemuimu?" tanya Nyonya Jonathan hati-hati.
Jason tersenyum samar, "Menghubungi" Dia menjual
saya demi uang, yang dia pakai untuk bersenang-senang di luar
negeri. Waktu itu saya masih kecil dan tidak berdaya, tetapi
setidaknya saya bersyukur karena keluarga angkat saya sangat
baik." suara Jason hilang, ada kesedihan yang pekat di matanya.
Sementara itu Davin menatap Jason dan menyadari.
Karena itulah Jason sangat membenci perempuan. Lelaki itu
selalu bersikap lembut dan tenang, tetapi dia selalu
menghancurkan hati perempuan manapun yang dipacarinya,
semuanya pada awalnya selalu dibuai dengan kebaikan dan
kelembutannya sehingga akhirnya tergila-gila, lalu kemudian
Jason menghancurkannya hingga hati para perempuan itu patah
berkeping-keping. Davin bisa memahami perasaan Jason,
memiliki ibu kandung sekejam itu memang menyakitkan, Davin
tidak bisa membayangkan kalau dialah yang dijual oleh ibunya
sendiri. Dan ternyata Jason adalah kakak kandung Keyna,
seperti yang dikatakannya tadi. Informasi itu sudah diterimanya
sejak tadi tetapi baru bisa dicernanya sekarang. Diliriknya Jason,
dan menyadari ada kemiripan yang tak kentara diantara Jason
dan Keyna, tiba-tiba hati Davin terasa sakit. Selama ini dia yang
memposisikan diri sebagai kakak Keyna dan menikmatinya.
Sekarang seolah-olah posisi itu direnggut oleh orang yang
benar-benar berhak dan dia kemudian dilempar begitu saja.
Rasa mencengkeram yang menyesakkan dada ini...
Apakah dia cemburu" ?"" Petugas polisi kembali dengan membawa kabar gembira,
mereka telah berhasil melacak sebuah rumah yang disewa atas
nama Sophia, ibu kandung Jason. Mereka sudah mengirimkan
tim pengintai untuk mengawasi aktivitas rumah itu. Rumah itu
adalah rumah sederhana yang terletak di ujung jalan, jauh dari
tetangga, saat ini kondisi rumah itu sepi, dan sepertinya tidak
ada kegiatan yang mencurigakan. Orang-orang nampaknya
berada di dalam rumah. Dari hasil pengintaian, seorang lelaki
tampak keluar masuk di pintu untuk merokok. Dan Sophia
108 Sweet Enemy dipastikan ada di dalam rumah itu, dia terlihat dari jendela
sedang menikmati sarapan yang sedang dihidangkan oleh
pegawainya. Sepertinya hanya ada tiga orang di dalam rumah
itu. Jason mengernyitkan kening ketika mendengar semua
informasi itu, "Anda harus menyergap ke dalam rumah itu, saya
yakin Keyna ada di sana."
Petugas polisi itu menatap Jason dengan pandangan ragu,
dia tentu saja tidak mau menyerbu dengan gegabah dan pada
akhirnya menyerang orang yang tidak bersalah, "Bagaimana
anda bisa yakin?" tanyanya.
Jason tersenyum sinis ketika membayangkan ibunya,
"Ibuku bukanlah orang yang mau tinggal di sebuah rumah
sederhana, dengan hanya satu dua pelayan." meskipun lama
tidak bertemu ibunya, Jason cukup yakin watak lama ibunya
tidak akan berubah, sebenarnya dia merencanakan pembalasan,
dia pernah mengirim detektif swasta untuk melacak ibunya. Dan
detektif itu melaporkan bahwa ibunya terdampar di Las Vegas,
hidup berfoya-foya meskipun hampir bangkrut. Setelah itu Jason
kehilangan jejak ibunya. Ternyata ibunya sudah ada di negara
ini. "Kalau dia tinggal di rumah sederhana seperti itu, hanya ada
satu kemungkinan, dia sedang bangkrut dan kalau dia bangkrut
dia akan memikirkan segala cara untuk mendapatkan uang,
Keyna adalah jalan termudah baginya." dengan tak sabar Jason
bangkit dari kursinya, "Aku akan mengunjungi rumah itu kalau
kalian tidak segera melakukannya."
"Aku ikut." Davin segera berdiri dari kursinya. Cemburu"
Petugas polisi itu menatap kedua lelaki di depannya
berganti-ganti lalu menghela napas, "Saya akan mengatur
strategi dulu dengan team kami untuk berjaga-jaga. Kalau
memang nona Keyna diculik dan disekap di sana, ada
kemungkinan kalau penculik itu bersenjata. Dan anda berdua
boleh ikut ke sana kalau anda berdua berjanji akan tinggal di
dalam mobil demi keselamatan kalian."
?"" "Kau harus makan. Kalau kau mati kami tidak akan
mendapatkan uang." Felish meletakkan mangkok makanan itu
Sweet Enemy 109 dengan kasar di meja dekat ranjang, lalu melirik tangan
Keynayang tidak diborgol, "Makanlah."
Keyna memajukan dagunya keras kepala, "Tidak." Dia
tidak mau menerima makanan dari para penjahat ini, siapa yang
tahu kalau makanannya mungkin sudah diracun atau yang lain"
Kemarin saja dia dibius untuk dibawa kemari, siapa yang tahu
apa yang akan dilakukan perempuan itu kepadanya" Lagipula
Keyna harus tetap waspada, dia merinding memikirkan lelaki
berwajah mesum yang meraba-raba kakinya kemarin.
Felish menatap Keyna dengan marah, "Huh, dasar kau
menyusahkan!" dengan marah dia membanting pintu kamar itu
dan meninggalkan Keyna sendirian di dalam.
Tak lama kemudian Keyna mendengar suara gaduh yang
membuatnya bingung, suara itu seperti barang beradu dan juga
teriakan-teriakan yang bercampur aduk. Jantung Keyna
berdegup kencang. Ada apa di luar" Lalu kenop pintunya diputar. Keyna memandang pintu itu
dengan waspada, melirik ketakutan ke arah pergelangan
tangannya yang diborgol. Dia tidak akan bisa melarikan diri ke
mana-mana... Lalu pintu terbuka dan seorang lelaki berpakaian polisi
masuk, membuat Keyna lega luar biasa.
"Nona Keyna?" Keyna langsung mengangguk dengan bersemangat,
hampir saja dia berdiri dan hendak menubruk polisi itu saking
leganya, tetapi kemudian mengaduh ketika pergelangan
tanggannya tertahan oleh borgolnya.
Polisi itu mengerutkan keningnya ketika melihat tangan
Keyna diborgol, dia lalu membungkuk di sana dan mencoba
membuka borgol itu dengan sebuah kawat kecil yang tersimpan
di sakunya. "Keadaan sudah terkendali, para penculik sudah berhasil
diringkus, anda sudah aman." Polisi itu sudah berhasil
melepaskan borgol Keyna, "Anda bisa berjalan sendiri?"
Keyna mengangguk, lalu dengan sempoyongan, dibantu
oleh polisi itu mereka berjalan menuju ke bagian depan rumah.
110 Sweet Enemy Bagian depan itu sudah ramai, dengan beberapa mobil
polisi di sana. Lelaki berwajah mesum itu, Felish dan Charles
sudah ditangkap dan diletakkan di belakang mobil polisi.
Sementara perempuan cantik bernama Sophia itu masih berdiri
diborgol di dekat mobil polisi, sedang dimintai keterangan.
Keyna menatap mereka semua dengan ketakutan, tetapi para
penculik itu tampaknya sudah tidak bisa melukainya lagi.
"Keyna!" Itu suara Davin yang memanggilnya, Keyna menoleh dan
mendapati Davin dengan tergesa keluar dari mobil, dengan
disusul oleh Jason di belakangnya.
"Davin!" Keyna lega luar biasa, setelah disekap dan
ketakutan, melihat orang yang dikenalnya terasa sangat
menyenangkan. Davin setengah berlari menghampirinya, dan setelah
didekatnya lelaki itu berdiri ragu, menatap seluruh diri Keyna
seolah ingin menyerapnya.
"Kau tidak apa-apa?"
Keyna menganggukkan kepalanya, dan sedetik kemudian,
bahkan sebelum Keyna menyadarinya, dia sudah dipeluk eraterat oleh Davin. Aroma
maskulin parfum Davin memenuhinya,
dadanya yang hangat melingkupinya, sejenak Keyna membeku
dipeluk seerat itu oleh Davin.
"Oh astaga aku mencemaskanmu," Davin bergumam lirih,
lalu sejenak dia menjauhkan Keyna dari tubuhnya, "Kau tidak
apa-apa kan" Kau benar-benar tidak apa-apa?"
Keyna menyelipkan rambutnya ke balik telinganya, masih
merasa bingung akan pelukan dan kelembutan Davin, "Aku tidak
apa-apa..." "Tanganmu." Jason yang tiba-tiba saja sudah ada di
sebelah Davin dan Keyna bergumam, tatapan matanya menajam
menatap tangan Keyna, dia meraih pergelangan tangan Keyna
dan menelitinya, "Pergelangan tanganmu merah dan luka."
Davin ikut melihat ke arah pergelangan tangan Keyna dan
matanya bersinar marah, "Apa yang mereka lakukan kepadamu,
Keyna?" Sweet Enemy 111 "Mereka memborgolku di ranjang." Keyna meringis,
"Laki-laki yang disana itu sempat meraba-raba kakiku, tetapi
selebihnya mereka tidak berbuat apa-apa kepadaku."
"Apa?" Davin dan Jason berseru bersamaan dengan
marah, kedua lelaki itu bertatapan lalu melirik Charles yang
sudah siap di bawa ke kantor polisi.
"Aku akan membunuhnya." Davin mendesis tajam,
membuat Jason mengangguk tanda setuju.
"Kita bunuh dia nanti bersama-sama."
Keyna menatap Davin dan Jason berganti-ganti. Kenapa
kedua lelaki ini mendadak jadi begitu perhatian kepadanya" Ada
apa sebenarnya?" "Keyna! Jason!" suara perempuan cantik itu berteriak
memanggil, dia diborgol dan berusaha meronta dari pegangan
polisi dan mencoba mendekati mereka, "Mama merindukan
kalian sayang! Tidakkah kalian merindukan mama" Tegakah
kalian melihat mama diperlakukan kejam seperti ini?" Sophia
berusaha berteriak-teriak menarik perhatian mereka.
Ekspresi wajah Jason berubah dingin luar biasa ketika
mengalihkan tatapannya kepada Sophia. Tetapi perempuan itu
tampaknya tidak peduli.

Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Jason" Kau ingat mama nak" Kau berhutang budi kepada
mama, mamalah yang membuatmu bisa menikmati hidup
berkecukupan seperti sekarang, sekaranglah saatnya kau
membalas budi kepada mama."
Jason hanya menatap Sophia dengan pandangan
merendahkan dan tidak peduli, lelaki itu mengalihkan
tatapannya begitu saja membuat Sophia panik dan sadar bahwa
dia tidak akan bisa menarik perhatian Jason, karena itu Sophia
mengalihkan pandangannya kepada Keyna.
"Keyna, sayang, ingat mama nak. Ini mama. Kakakmu
Jason memang tidak tahu terima kasih, tetapi kau tidak mungkin
berbuat begitu kepada mama kan" Ini mama sayang, mama
kandungmu!" Keyna terpaku mendengarkan kata-kata Sophia. Mama
kandungnya" Apa maksud Sophia bahwa Jason adalah kakak
kandungnya" Dia menatap Jason dan Davin berganti-ganti,
112 Sweet Enemy berusaha mencari jawaban. Tetapi Jason tetap memasang wajah
dingin dan seolah menulikan telinganya dari teriakan-teriakan
Sophia, sementara Davin tampak diam dan tak tahu harus
berkata apa. Sophia lalu dimasukkan paksa ke mobil polisi,
perempuan cantik itu masih meronta-ronta dan berteriak
mencoba menarik perhatian mereka, tetapi polisi tetap
memasukkannya. Setelah itu mobil polisi itupun pergi membawa
Sophia. Keyna menatap ke arah Davin dan Jason,
memberanikan diri untuk bertanya. "Apa maksudnya tadi itu?"
Jason menghela napas, berusaha menyingkirkan
kebencian di matanya ketika membayangkan Sophia, "Apa yang
dikatakan perempuan tadi benar." Jason bahkan menolak
menyebut nama Sophia, "Dia adalah ibu kandung kita, dan kau
adalah adik kandungku." tatapannya menajam, "Dan sebagai
kakakmu, aku berhak menentukan yang terbaik untukmu."
Jason lalu menatap Davin dengan tatapan menantang,
"Keyna akan pulang ke rumahku."
?"" "Ikut denganmu?" Keyna menatap bingung pada Jason
yang memasang tampang keras kepala. Davin sendiri tampak
tersentak dengan kata-kata Jason.
"Jangan main-main Jason, Keyna tinggal di rumahku dan
akan kembali ke sana seperti semula." Davin merenggut tangan
Keyna dan setengah menyeretnya meninggalkan Jason.
"Keyna." Jason tidak mengejar, hanya memanggil pelan.
"Aku kakakmu. Tidakkah kau ingin mendengar kenangan masa
kecil kita" Seluruh kenangan yang kau lupakan karena trauma
mendalammu" Aku bisa membuatmu mengingat semuanya."
Keyna tertegun. Membuat Davin berhenti menariknya.
Mata Davin membara melihat keraguan Keyna. "Jangan mimpi."
Davin memberi isyarat kepada supir keluarga yang langsung
mendekatkan mobilnya, dengan cepat di dorongnya Keyna
masuk ke dalam mobil, "Kau tetap pulang denganku."
Mobil itupun melaju, meninggalkan Jason berdiri
sendirian di sana. Sweet Enemy 113 "Seorang pecinta memiliki ketakutan
terbesar, ketakutan itu adalah : kebencian
dari sang tercinta" 12 Ketika mereka pulang, Sefrina ada di sana sedang
bercakap-cakap dengan Nyonya Jonathan di ruang tamu, ketika
menyadari Keyna sudah dibawa pulang oleh Davin, Nyonya
Jonathan langsung berdiri dan menyambut Keyna.
"Keyna." dengan lembut Nyonya Jonathan memeluk
Keyna, "Polisi mengabarkan bahwa semuanya sudah selesai,
syukurlah semuanya baik-baik saja."
Sefrina ikut berdiri dan menghampiri Keyna lalu
memeluknya erat-erat dengan cemas, "Keyna syukurlah... Aku
cemas sekali." wajah Sefrina pucat pasi, dia tampak benar-benar
senang karena Keyna pulang dengan selamat. "Mereka tidak
memperbolehkanku ikut, jadi aku menunggu di sini."
"Terima kasih Sefrina." Keyna tersenyum lembut. Dia
ingin berterima kasih kepada semua orang yang
mencemaskannya, tetapi saat ini dia sangat lelah, amat sangat
lelah. Davin sepertinya mengetahui bahwa Keyna harus
beristirahat, dihelanya tubuh Keyna. "Aku akan mengantarkan
Keyna ke kamar untuk beristirahat dulu."
"Biarkan aku saja..." Sefrina mencoba mengambil tangan
Keyna, tetapi Davin menepiskannya.
"Tidak Sefrina, terima kasih sudah ikut memberikan
dukungan di sini. Mungkin kau juga lelah dan ingin beristirahat,
ada kamar tamu yang tersedia untukmu. Aku yang akan
mengantar Keyna beristirahat."
Keyna sudah terlalu lelah untuk berkata apapun, dia
hanya menurut saja ketika Davin menggandengnya ke
114 Sweet Enemy kamarnya. Tidak disadarinya tatapan Sefrina yang membara,
menatap punggung mereka berdua dengan marah.
?"" Davin mendudukkan Keyna ke tepi ranjang dan
mengambil kursi untuk duduk di hadapannya, diraihnya jemari
Keyna dengan lembut, dahinya mengernyit ketika melihatnya.
"Ini pasti terasa sakit," gumamnya setengah marah. Keyna hanya
tersenyum lemah menanggapinya, dan dia menguap.
Davin terkekeh melihatnya, "Tunggu ya, jangan tidur
dulu, biarkan kuobati dulu lukamu." dia mengambil kapas dan
antiseptik yang sudah disiapkan oleh pelayan, lalu
mengoleskannya dengan lembut di pergelangan tangan Keyna
yang memerah, "Sakit ya?" bisiknya lembut ketika melihat Keyna
mengernyit, "Tapi ini akan sembuh dengan cepat."
"Terima kasih Davin." Keyna mencoba tersenyum. Lalu
dia merenung, "Perempuan yang menculikku itu, apakah dia
benar-benar ibuku?" "Jangan pikirkan itu dulu."
"Dan Jason... Benarkah dia kakak kandungku?"
Mata Davin langsung bersinar cemburu ketika Keyna
menyebut nama Jason. Dia terdiam dan menunggu. Sementara
itu Keyna tetap bergumam, tidak menyadari api yang menyala di
mata Davin. "Kakak kandungku... Kenapa aku bisa melupakan
bahwa aku mempunyai kakak lelaki" Kenapa kami dulu
terpisah?" Keyna mengangkat bahunya dengan malu kepada
Davin, "Bahkan kaupun mungkin tidak akan menyangka kalau
orang seperti aku bisa mempunyai kakak setampan Jason..."
Davin langsung menarik Keyna, tangannya yang masih
menggenggam pergelangan tangan Keyna menariknya supaya
menempel di tubuhnya, dan tanpa peringatan, Davin mencium
Keyna. Lelaki itu mengecup bibirnya dengan lembut, dan ketika
Keyna masih terperangah kaget, Davin melumat bibirnya dengan
sepenuh perasaan, menikmati manis dan lembutnya bibir Keyna.
Lama setelahnya, Davin melepaskan ciumannya. Matanya
bersinar lembut ketika menatap mata Keyna yang melebar dan
ternganga bingung. Jemarinya menyentuh bibir Keyna yang
memerah karena ciumannya yang bergairah.
Sweet Enemy 115 "Kau cantik. Jason pasti bangga memiliki adik secantik
dirimu." Davin bergumam serak, lalu mengecup dahi Keyna
dengan lembut. Lelaki itu lalu menghela tubuh Keyna supaya
berbaring di ranjang dan menyelimutinya.
"Tidurlah sayang, lupakan semua kejadian kemarin, mulai
sekarang aku akan menjagamu." bisik Davin pelan,
mengantarkan Keyna ke dalam tidurnya.
Tidak mereka sadari bahwa semua kejadian itu dilihat
oleh Sefrina yang mengintip di pintu. Matanya menyala penuh
kebencian. Dia tadi datang pura-pura membawakan teh hangat
untuk Keyna, tetapi pemandangan inilah yang didapatnya.
Kurang ajar! Batinnya penuh kemarahan. Ini tidak boleh
terjadi, ini semua melenceng jauh dari rencananya. Dia harus bisa
memisahkan Davin dari Keyna!
?"" Pagi harinya Keyna terbangun dengan kebingungan dan
ingatan yang bercampur aduk. Semua kenangan kembali
kepadanya secara serentak, penyelamatannya dari penculikan.
Teriakan Sophia yang mengatakan bahwa dia adalah ibu
kandung Keyna, kenyataan bahwa Jason adalah kakak
kandungnya. Semuanya berpadu menjadi satu... Lalu... Ciuman
Davin. Apakah itu benar-benar terjadi atau jangan-jangan itu
hanyalah khayalannya saja"
Tetapi kenapa Davin menciumnya" Keyna menyentuh
bibirnya dan pipinya terasa panas. Bibir Davin sudah menyentuh
bibirnya... Melumatnya...
Tanpa diduga pintu kamarnya terbuka, dan lelaki yang
sedang dibayangkannya sudah berdiri di sana.
"Hai." Davin tersenyum lembut.
"Hai." Keyna tersenyum, tiba-tiba dia teringat akan
Sefrina yang menyambutnya kemarin tetapi Keyna sudah terlalu
lelah untuk menanggapinya, dia merasa menyesal karena sudah
tidak sopan kepada Sefrina.
"Apakah... Apakah Sefrina masih menginap di sini?"
116 Sweet Enemy "Semalam dia berpamitan pulang..." Davin mengernyit
dan memandang ke sekeliling, "Ketika kami masih menanti
kabar tentangmu Sefrina menginap di rumah ini... Tetapi
meskipun ada banyak kamar tamu di mansion ini, Sefrina
memilih tidur di kamarmu."
"Di kamar ini" Kenapa?"
"Aku tidak tahu. Davin mengangkat bahunya tiba-tiba
baru menyadari akan keanehan perilaku Sefrina itu, "Dia bilang
dia akan lebih tenang mendoakanmu kalau tidur di sini."
Sefrina tidur di kamar ini" Keyna mengerutkan dahi dan
merasa sedikit aneh. Tetapi kemudian dia berpikir bahwa apa
yang dikatakan Sefrina mungkin ada benarnya, sahabatnya itu
pastilah amat sangat mencemaskannya.
"Kau merasa lebih baik?" tanya Davin kemudian.
Keyna berusaha menyembunyikan pipinya yang merona,
dia menganggukkan kepalanya, "Aku sudah merasa lebih baik."
jawabnya pelan. "Bagus." Davin melangkah duduk di kursi yang
didudukinya kemarin, membuat ingatan akan ciuman itu
menyerbu benak Keyna, membuatnya semakin salah tingkah.
Lelaki itu duduk dalam posisi yang sama, dihadapan Keyna yang
sedang duduk di ranjang. "Aku tahu ini terlalu pagi. Tetapi Jason
tadi menelepon dan mengatakan bahwa dia akan kemari untuk
menjemputmu." mata Davin bersinar sedih, "Dan aku tidak
berhak melarangnya, semalaman aku berpikir keras, dan aku
menyadari bahwa aku tidak boleh memisahkan kakak beradik
yang sudah terpisah sekian lama, kalian pasti ingin bersama."
Davin menghela napas panjang, "Tetapi sebelumnya ada yang
ingin kukatakan kepadamu, kenyataan yang mungkin akan
membuatmu menyalahkanku. Aku pikir aku harus
mengungkapkannya kepadamu sebelum Jason yang melakukannya." Keyna memandang Davin dengan bingung, "Kenyataan
tentang apa" Dia menyuarakan pertanyaan di dalam benaknya.
"Tentang masa laluku, tentang masa lalu kita." Davin
menatap mata Keyna dalam-dalam. "Aku pernah mengatakan
padamu bukan bahwa aku pernah mengalami percobaan
Sweet Enemy 117 penculikan di waktu kecil" Dan kemudian ada seorang lelaki
yang menyelamatkanmu" Lalu aku mengatakan bahwa lelaki itu
sudah meninggal?" Davin memang pernah mengatakannya, tetapi apa
hubungan itu semua dengan...
"Orang yang menyelamatkanku adalah ayahmu." Davin
mengatakan dengan jantung berdetak kencang, "Ayahmu dulu
adalah seorang pemain biola terkenal dan jenius, kau lihat
bahwa bakatnya menurun kepada Jason... Sedang ayahku sangat
tertarik dengan bidang musik klasik, mereka bersahabat...
Sampai kemudian seorang penculik berpisau mencoba
membawaku dan ayahmu menyelamatkanku."
Ayahnya seorang pemain biola terkenal" Keyna mencoba
memahami informasi itu, berusaha menyatukan semua
bayangannya dengan kenangannya tentang ayahnya, seorang
buruh bangunan kasar dengan tangan penuh luka dan kapalan.
Mana mungkin ayahnya pemain biola terkenal"
"Usaha menyelamatkan diriku telah merenggut bakat
ayahmu." Davin seolah tahu apa yang ada di benak Keyna, "Pisau
penculik itu mengenai sarafnya sehingga dia tidak bisa bermain
biola lagi..." Davin menghela napas panjang. "Dan ayahmu
kehilangan masa depannya. Dia kehilangan keluarganya...
Semuanya berawal dari diriku."
Selesailah sudah. Davin mengernyitkan keningnya,
mengamati wakah Keyna yang pucat pasi. Apakah Keyna akan
membencinya" Apakah Keyna akan menuduhnya sebagai
penghancur keluarganya" Bisakah Keyna memaafkannya"
Berbagai pikiran berkecamuk di benak Davin,
membuatnya merasa ngeri. Perasaannya kepada Keyna telah
bertumbuh menjadi sesuatu yang asing dan takut untuk dia akui.
Tetapi setelah ciuman semalam itu dia tidak bisa
menyangkalnya lagi. Davin mencintai Keyna, dan dia takut
kehilangannya, dia tidak akan tahan kalau Keyna membencinya.
"Keyna?" Davin akhirnya bertanya ketika Keyna hanya
diam dan terpaku. "Apakah kau membenciku?"
Kenapa Keyna tidak mengatakan sesuatu kepadanya"
Jantung Davin makin berdebar, menanti apapun reaksi dari
118 Sweet Enemy Keyna. Apapun reaksi itu dia akan menerimanya, dia sudah siap
menerima cacian, tamparan bahkan mungkin ditinggalkan,
tetapi sikap diam Keyna ini bukanlah apa yang diharapkannya.
Kemudian seorang pelayan mengetuk pintu dengan hatihati, membuat Davin menoleh
dengan kening berkerut. "Ada apa?" "Tuan Jason menunggu di bawah." gumam pelayan itu
memberitahu. Davin langsung beranjak, menatap Keyna yang masih


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

terdiam, dengan sedih dia menyentuhkan jemarinya di pipi
Keyna, "Kau boleh marah padaku kalau kau mau." gumamnya
lembut, "Aku tunggu di bawah ya."
Lalu Davin melangkah pergi, meninggalkan Keyna yang
masih termenung dalam kebingungannya.
Semua kenangan itu tiba-tiba menyeruak kembali di
dalam benaknya, kejadian di malam hujan dan badai itu ternyata
bukan mimpi. Semua itu nyata. Teriakan-teriakan di tengah
hujan itu adalah teriakan ibunya yang mencaci maki ayahnya,
mengancam akan meninggalkannya. Dan lalu... Anak lelaki kecil
itu... Itu Jason kakaknya, yang kemudian direnggut paksa oleh
ibunya. Keyna berteriak-teriak memanggil kakaknya, tetapi dia
didorong oleh ibunya sampai terjatuh dan ditolong ayahnya.
Jason menjerit-jerit memanggil Keyna dalam gendongan ibunya,
tetapi sang ibu tetap tidak menghiraukan teriakan mereka. Jason
dan Keyna dipisahkan dengan paksa. Kenangan akan masa itu
begitu traumatis sehingga Keyna kecil menenggelamkan semua
ingatannya dalam-dalam, menyimpannya jauh di dalam
memorinya dan menganggapnya tidak pernah terjadi. Ayahnya
mengetahui itu dan membiarkannya, berpikir bahwa lebih baik
Keyna lupa semuanya sehingga bisa melangkah ke kehidupan
baru tanpa kenangan masa lalu yang menyakitkan. Lalu semua
kenangan itu kembali secara samar ketika Keyna bertemu
dengan Jason untuk pertama kalinya, mendengarkan permainan
biola lelaki itu. Sekarang setelah ingat semuanya, Keyna tahu
kakaknya sangat berbakat bermain biola, menuruni bakat
ayahnya. Keyna kecil selalu menunggui Jason ketika kakaknya
itu berlatih biola, Jason selalu memainkan lagu apapun yang
diminta Keyna setelahnya. Hidup mereka dulu terasa begitu
Sweet Enemy 119 bahagia, bisa berdua. Sampai kemudian pertengkaran itu terjadi
dan ibunya memutuskan bahwa ayahnya tak pantas lagi
untuknya. Dan pemicu pertengkaran itu pastilah kecelakaan
yang mematikan saraf jemari ayahnya, yang membuatnya tidak
bisa bermain biola lagi dan kehilangan masa depannya yang
cerah.Dan semua itu terjadi karena ayahnya menyelamatkan
Davin... Keyna merenung, mencoba menelaah semua kenyataan
itu di dalam benaknya. Lalu setelah menghela napas panjang,
Keyna melangkah turun menuju ke arah Davin dan Jason.
?"" Ketika Keyna masuk, Davin dan Jason langsung menoleh
bersamaan, kedua lelaki itu tampak sedang berbincang-bincang
dengan serius. "Keyna?" Jason bertanya lembut, menatap adiknya
dengan penuh kasih sayang, "Kau sudah merasa baik?"
Keyna menatap wajah Jason, untuk pertama kalinya
menyadari bahwa lelaki ini adalah kakaknya, untuk pertama
kalinya dia menatap wajah Jason sebagai wajah kakaknya, wajah
yang sama, hanya versi dewasa dari kakak kecilnya dulu yang
sangat menyayanginya. Mata Keyna berkaca-kaca.
"Jason... Kakak..." suara Keyna terdengar serak.
Seketika itu juga Jason menyadari bahwa Keyna sudah
ingat, bahwa seluruh kenangan mereka di waktu kecil sudah
bisa Keyna ingat, Jason langsung melangkah tergesa, sejenak
berdiri ragu di hadapan Keyna, lalu menarik Keyna ke dalam
pelukannya, "Keyna... Adikku." dipeluknya Keyna erat-erat seolah akan
meremukkannya. Oh ya Tuhan. Setelah sekian lama, setelah
mencari dan putus asa, akhirnya Jason bisa memeluk Keyna lagi
dalam rengkuhan lengannya. Matanya terasa panas, dan
kemudian ikut larut dalam air mata haru yang ditumpahkan
Keyna di dadanya. Semua kenangan menyakitkan tentang
perpisahan mereka yang dipaksakan itu musnah sudah,
digantikan oleh kebahagiaan karena pertemuan indah itu,
pertemuan kakak dan adik yang sudah lama terpisah.
Sementara itu Davin menatap Jason dan Keyna yang
sedang berpelukan itu dengan perasaan campur aduk.
120 Sweet Enemy "Kau bisa menghilangkan kebencian dengan
merelakan." 13 Lama setelah mereka menumpahkan perasaan, Keyna
mendongakkan kepalanya dan menatap Jason, matanya penuh
air mata, tetapi kemudian Jason mengusapnya dengan
jemarinya, dengan penuh rasa sayang.
"Apakah Sophia itu adalah ibu kandung kita?" Keyna
teringat perempuan cantik yang selalu berdandan dan pergi ke
pesta-pesta, tidak pernah ada di rumah dan meninggalkan Keyna
dan Jason kecil di tangan para pembantu. Dia tahu bahwa ibunya
dulu tidak mempedulikan mereka, tetapi dia tidak menyangka
kalau ibunya setega itu menculiknya hanya demi harta.
"Dia memang bukan ibu yang punya hati." Jason
mengernyit sedih. "Kau tahu kenapa aku membenci perempuan"
Karena aku membencinya. Dia menjualku hanya semi uang
untuk bersenang-senang di luar negeri."
Keyna menutup mulutnya dengan tangannya dengan
jemarinya, dia tidak pernah menyangka ibunya sekejam itu, hari
itu dia dan Jason dipisahkan dengan paksa. Keyna berpikir
bahwa ibunya memang ingin membawa Jason, tetapi ternyata
ibunya hanya menganggap Jason sebagai aset yang bisa
mendatangkan uang untuknya.
Davin yang sejak tadi hanya diam dan mengamati pun
mengernyit ketika mendengar kisah itu lagi. Ibu macam apa
yang tega menjual anaknya demi uang" Ibu macam apa yang
tega menyandera anaknya sendiri demi tebusan" Well, Davin
memang belum pernah menemui hal semcam ini, tetapi dia
menemukannya dalam kasus Keyna dan Jason. Tiba-tiba saja dia
merasa beruntung, meskipun ibunya selalu sibuk dan jarang
punya waktu, setidaknya ibunya selalu menjaganya.
Sweet Enemy 121 Davin berpikir mungkin ini waktu yang tepat untuk
menyela. "Aku tidak mau mengganggu reuni kalian." Davin memilih
menatap Jason, masih tidak berani menghadapi kenyataan di
mata Keyna, dia tidak siap kalau perempuan itu ternyata
menatapnya penuh kebencian. "Apakah kau datang kemari
untuk menjemput Keyna?"
Jason mengangguk, dan meskipun sudah melepaskan
pelukannya, dia tetap merangkul Keyna dengan posesif.
"Aku sudah berbicara dengan orang tuaku. Orang tua
angkatku," gumamnya mengoreksi dengan senyum miris,
"Mereka tidak keberatan aku membawa Keyna tinggal di
rumahku, mereka malah senang karena selama ini tidak ada
anak perempuan di rumah. Dan aku pikir, aku adalah satusatunya keluarga Keyna
yang tersisa, kami harus tinggal
bersama." Davin menghela napas panjang, "Aku tidak berhak
melarang sebuah keluarga untuk bersatu," gumamnya pedih,
"Maafkan aku atas semua kejadian di masa lalu yang memporakporandakan keluarga
kalian." Jason menatap Davin lama, lalu tersenyum kecut, "Tidak
apa-apa Davin, tanpa adanya kejadian itu, keluargaku mungkin
tetap akan porak poranda, ibuku adalah manusia jahat, entah
bagaimana caranya dialah yang menjadi penyebab utama
hancurnya keluarga kami, bukan kau."
Sebuah maaf. Davin memejamkan matanya, lega
mendengarkan jawaban Jason itu. Lalu kemudian dia melirik ke
arah Keyna, perempuan itu menunduk dan tidak menatap
matanya, membuat Davin kecewa.
"Kurasa kau mungkin ingin mengemasi pakaianmu."
Jason menyentuh siku Keyna lembut, membuat Keyna
mengangguk dan melangkah pergi dari ruangan itu.
Lama kemudian Jason dan Davin saling bertatapan.
"Dia membenciku. Aku menceritakan semuanya tadi pagi,
dan dia membenciku." gumam Davin pedih, menatap ke arah
pintu dimana tubuh Keyna menghilang.
122 Sweet Enemy "Pada awalnya pasti begitu," Jason bergumam
memaklumi, "Aku juga begitu pada awalnya, tetapi kemudian
aku memahami bahwa semua itu bukan karena salahmu, seperti
yang kukatakan tadi, dengan atau tanpa adanya dirimu, keluarga
kami pasti akan hancur." Jason tersenyum tenang dan
mengulurkan tangannya, "Kuharap setelah ini kita bisa berdamai
dan bersahabat seperti semula."
Davin membalas uluran tangan itu, "Pasti Jason."
Lalu mereka melangkah duduk di sofa, dan Jason
mengamati kegelisahan Davin.
"Kau memikirkan Keyna?"
"Dia bahkan tidak mau menatapku." Davin merenung.
Jason terkekeh, "Sepertinya kau jatuh cinta kepada
adikku." Davin tidak menjawab, tetapi tidak juga membantah, dia
menatap Jason dengan tatapan menantang, "Apakah kau akan
menghalanginya?" "Tergantung." "Tergantung apa?" sela Davin penasaran
'Tergantung seberapa besar niatmu untuk membahagiakannya." "Sangat." Davin menjawab dengan tulus, "Aku tidak
pernah merasa seperti ini sebelumnya dengan perempuan
manapun." "Dan aku tidak pernah melihatmu seperti ini dengan
wanita manapun." Jason tersenyum, menyadari ketulusan Davin.
"Kalau begitu semua tergantung Keyna."
Jason dan Davin tidak menyadari, bahwa Keyna masih
berdiri di balik pintu. Mendengarkan percakapan mereka
dengan jantung berdegup kencang.
Apakah maksud dari percakapan ini" Apakah Davin
mencintainya" Pemikiran itu membuat dadanya membuncah
oleh perasaan hangat. ?"" Sweet Enemy 123 Setelah tas Keyna siap, pelayan memasukkannya ke
mobil Jason. Nyonya Jonathan sedang ada urusan bisnis
sehingga Keyna berpamitan dan mengucap terima kasih melalui
telepon, berjanji akan berkunjung segera setelah urusan bisnis
Nyonya Jonathan selesai. Jason berdiri di depan Davin di pintu, mengamati
betapa kikuknya Davin dan Keyna, lalu mengangkat bahunya
geli. "Well, aku akan menunggu di mobil kalau kalian ingin
berpamitan," gumamnya pelan sambil tersenyum dan
melangkah menuju mobil hitamnya di parkiran.
Sementara itu Davin menatap Keyna dalam-dalam.
"Hati-hati, ya." gumamnya pelan, penuh perasaan, ada
yang hilang di dalam hatinya ketika mengetahui bahwa Keyna
tidak akan tinggal di rumahnya lagi, tidak akan pulang ke
rumahnya lagi. "Iya." Keyna menjawab kaku, "Selamat tinggal."
gumamnya cepat-cepat, lalu membalikkan tubuhnya dan
setengah berlari ke mobil, meninggalkan Davin.
Davin sendiri hanya terperangah ditinggalkan begitu
saja, dia menatap Keyna dengan pedih, lalu membalikkan
tubuhnya hendak memasuki rumah, tidak tahan melihat
punggung Keyna yang makin menjauh.
Sementara Keyna setelah beberapa langkah merasa ragu.
Dia membalikkan tubuh, dan melihat punggung Davin yang
sudah berbalik hendak memasuki rumah.
"Davin!" serunya, lalu sebelum Davin sempat
membalikkan tubuhnya, Keyna berlari ke arah Davin dan
menubruk tubuhnya dari belakang, memeluknya erat-erat,
membuat Davin terpana. "Terima kasih sudah menjagaku selama ini." bisik Keyna
pelan, membuat jantung Davin berdegup liar. Lelaki itu langsung
membalikkan tubuhnya, dan memeluk Keyna erat-erat.
"Kau memaafkanku" Kau tidak menyalahkanku karena
semuanya?" Davin berbisik di atas puncak kepala Keyna,
jemarinya lalu mendongakkan kepala Keyna supaya
124 Sweet Enemy menghadapnya, Keyna sedang tersenyum, menatapnya dengan
malu-malu. "Semula aku memang terkejut." Keyna tersenyum ragu,
"Tetapi kemudian aku sadar bahwa itu semua bukan salahmu."
Davin memejamkan matanya lega, "Syukurlah." dengan
lembut di sentuhnya dagu Keyna dengan jemarinya, "Tahukah
kau bahwa setiap waktu yang kuhabiskan bersamamu,
membuatku semakin mencintaimu?"
Keyna menggelengkan kepalanya, pipinya merona merah,
"Aku tidak tahu... Bagaimana mungkin seorang kau bisa jatuh
cinta kepadaku?" Davin memutar bola matanya, "Seorang aku?" gumamnya
geli, "Kau seolah menganggap aku ini alien atau apa. Aku semula
bertekad menjadi kakakmu, yang bisa menjagamu dengan baik.
Tetapi kemudian aku menyadari ada sesuatu yang lebih."
pelukan Davin makin erat, "Apakah kau juga merasakan hal yang
sama untukku?" Apakah dia merasakan hal yang sama" Keyna terpaku. Ya.
Dia selalu merona kalau membayangkan Davin. Bukankah itu
artinya dia memiliki perasaan yang lebih kepada lelaki ini"
"Aku tidak tahu... Tetapi sepertinya aku menyukaimu."
"Menyukaiku?" Davin mengernyit menggoda, "Aku
mengatakan bahwa aku mencintai dan tergila-gila kepadamu,
tetapi kau mengatakan bahwa kau hanya menyukaiku?"
"Eh... Aku tidak tahu." Keyna mengalihkan tatapannya,
tidak tahan dengan pandangan tajam yang dilemparkan Davin.
Sikap itu membuat Davin merasa gemas, dia lalu mengecup dahi
Keyna, turun ke hidungnya, lalu ke bibirnya.
"Mungkin ini bisa membuatmu memutuskan." Davin
menundukkan kepalanya, lalu melumat bibir Keyna dengan
penuh cinta. Keyna otomatis merangkulkan lengannya di leher
Davin , membalas ciumannya.Mereka berciuman dengan penuh
perasaan di teras rumah itu, lupa akan sekeliling mereka, dan
baru terpisah ketika klakson mobil Jason berbunyi.
"Apakah kalian akan terus-menerus berciuman dan
membuatku menunggu di sini?" teriak Jason jengkel dari jendela
mobilnya.

Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

Sweet Enemy 125 Davin dan Keyna tertawa, masih berdekatan dengan bibir
terasa panas bekas ciuman mereka. Davin mengecup dahi Keyna
lagi dengan lembut, lalu melirik ke arah mobil Jason. "Sebaiknya
dia tidak usah pindah dari sini."
Jason langsung mengeluarkan kepalanya dari jendela,
"Dengan kau yang mencintainya" Tidak, aku tidak akan
membahayakan kesucian Keyna dengan membiarkannya tinggal
di sini, siapa yang tahu kalau kau memutuskan akan
menyerangnya malam-malam?"
Davin merengut mendengar perkataan Jason, "Aku tidak
akan melakukan hal serendah itu." nada tersinggung dalam
suaranya membuat Keyna tertawa.
Tetapi rupanya Jason sudah bertekad bulat, "Kau boleh
mengajak Keyna tinggal bersamamu setelah kau menikahinya.
Sebelum itu dia tinggal bersamaku, dan kau hanya bisa
mengunjunginya dengan sopan di ruang tamu." jawab Jason
keras kepala. Keyna tertawa, menatap Jason dalam senyuman,
"Sebaiknya aku pergi."
Davin menganggukkan kepalanya, mengecup jemari
Keyna sebelum melepaskannya, "Aku akan datang berkunjung.
Setiap hari." bisiknya mesra sambil menatap Keyna penuh tekad,
membuat pipi Keyna memerah. Ketika Keyna meninggalkan
rumah itu, hatinya sungguh berbunga-bunga.
?"" "Davin menyatakan cinta kepadamu dan sekarang kalian
berpacaran?" suara Sefrina agak meninggi di seberang sana dan
membuat Keyna mengernyit. Dia tadi segera menelepon Sefrina
untuk mengabarkan bahwa dia sudah pindah ke rumah Jason,
kemudian karena perasaannya begitu bahagia, dia menceritakan
semuanya kepada Sefrina, ingin berbagi kepada sahabatnya.
Tetapi tanggapan Sefrina sama sekali tidak diduganya,
dia mengira Sefrina akan tertawa dan menggodanya, alih-alih
yang didengarnya adalah nada tinggi seperti... Kemarahan"
"Apakah... Kau tidak setuju, Sefrina?" tanya Keyna hatihati.
126 Sweet Enemy Sejenak suasana di seberang sana terdengar hening, lalu
kemudian Sefrina tertawa, "Aku cuma kaget Keyna, aku sangat
bahagia mendengarnya. Selamat ya," gumamnya dalam gelak
tawa, membuat Keyna merasa lega.
?"" Dilain pihak, ketika Sefrina menutup percakapan
dengan Keyna, dia sudah tidak bisa menahan diri lagi, matanya
nyalang membakar dan hidungnya kembang kempis terengahengah. Dia berteriak
keras-keras memenuhi seluruh rumah.
Dengan marah dibantingnya seluruh barang di kamarnya,
membuat suara gaduh yang menakutkan, apalagi diiringi dengan
jeritan dan teriakan-teriakan yang mengerikan.
"Aku akan membunuhmuuuuu..!!"
?"" Davin sedang menyelesaikan pekerjaannya di depan
komputer ketika salah seorang pelayan mengetuk pintunya, dia
mengernyit. "Ada tamu untuk anda Tuan, Nona Sefrina ingin bertemu
anda di ruang tamu."
Kerutan di dahi Davin semakin dalam. Sefrina" Ingin
menemuinya" Mungkin pelayannya salah dengar, mungkin yang
ingin ditemui oleh Sefrina adalah Keyna, apakah Sefrina belum
tahu bahwa Keyna sudah pindah dari mansion ini"
Benak Davin langsung menghangat ketika membayangkan Keyna. Dia sudah merindukan Keyna padahal
baru setengah hari mereka berpisah. Tetapi tidak apa-apa,
beginilah pasangan yang sehat seharusnya. Saling merindukan.
Davin tiba-tiba teringat tentang Sefrina dan memutuskan
untuk menemui perempuan itu.
Sesampainya di ruang tamu, dia melihat Sefrina sudah
duduk di sana. Sefrina tampak sangat cantik dengan pakaian
yang sangat rapi dan dandanan yang sempurna, penampilannya
tenang dan anggun, tetapi sayang, dia bukan tipe Davin, hati
Davin sudah terpikat pada Keyna dan dia bersyukur ayahnya
dulu membatalkan pertunangannya dengan Sefrina.
"Hai Sefrina." Davin duduk di depan Sefrina, menatap
perempuan itu dengan ramah, "Pelayanku bilang kau ingin
Sweet Enemy 127 menemuiku, mungkin dia salah dengar" Kalau kau mencari
Keyna dia sekarang tinggal di rumah Jason, kau pasti tahu kalau
Keyna adalah adik kandung Jason bukan?"
"Aku tahu." Sefrina tersenyum samar, "Keyna pasti
bercerita kepadaku, dia selalu berbagi semua denganku. Aku
kesini untuk menemuimu Davin."
"Menemuiku" Tentang apa?"
"Kau pasti tahu bahwa kita sudah ditunangkan sejak
kecil." Sefrina tersenyum lembut, "Lalu pertunangan itu
dibatalkan secara sepihak oleh ayahmu. Aku bukannya ingin
menyalahkan ayahmu atau apa, lagipula aku tidak merasakan
pengaruhnya ada atau tidak ada pertunangan itu. Bahkan ketika
aku kembali ke negara ini aku sama sekali tidak peduli dan tidak
memikirkanmu, sampai kemudian aku bertemu dengan Keyna
dan baru tahu bahwa dia tinggal bersamamu, tetapi itupun tidak
masalah untukku, kuharap kau jangan merasa tidak enak."
Davin tersenyum hangat, "Aku senang kau membahasnya
Sefrina, pembatalan pertunangan itu memang terasa mengganjal
di antara kita, apalagi kau adalah sahabat Keyna... Dengan begini
mungkin kita bisa meluruskan semuanya dan menghilangkan
rasa tidak enak." Sefrina menganggukkan kepalany, "Oke. Tapi masih ada
satu hal lagi, aku pikir kau pasti tidak tahu kenapa ayahmu
membatalkan pertunangan itu secara sepihak."
"Kenapa?" Davin mengernyitkan keningnya, merasa ingin
tahu. Tiba-tiba senyum Sefrina tampak mengerikan,
perempuan itu mengeluarkan benda berkilau dari tas tangannya
yang ternyata adalah sebuah pisau daging ukuran kecil yang
tampak sangat tajam. "Karena aku gila." Sefrina menyeringai sambil
mengacungkan pisau itu. "Aku didiagnosa menderita kegilaan
turunan, seperti ibuku yang mati bunuh diri karena gila, ibuku
bukan mati karena kecelakaan, dia mati karena kegilaannya
mendorongnya melompat di tangga. Aku tidak sakit, selama ini
papa mengurungku ke luar negeri karena malu kepadaku. Tetapi
aku pandai berakting dan bersikap baik, sehingga akhirnya papa
128 Sweet Enemy luluh dan membiarkanku pulang ke negara ini dan bersekolah di
sekolah umum." mata Sefrina menyala, "Lalu aku melihat Keyna
dan jatuh cinta pada pandangan pertama, aku mendekatinya dan
yakin bahwa dia juga mencintaiku. Dia mencintaiku!!!" Sefrina
mulai menjerit, "Tapi kau lalu datang mengganggu. Kalian semua
laki-laki hanya pengganggu, aku akan membunuhmuuuuu...!!"
Sefrina berteriak keras seperti orang gila lalu berdiri dan
mengacungkan pisaunya ke arah Davin yang masih duduk
terperanjat. ?"" Keyna sedang berusaha menyesuaikan diri di rumah
Jason. Kedua orangtua Jason sangat baik dan menyempatkan diri
menyambut Keyna, tetapi mereka juga orangtua yang sibuk,
sama seperti papa dan mama Davin. Jason mengantarkannya ke
sekeliling rumah supaya dia terbiasa, dan ternyata sudah
menyiapkan kamarnya, kamar yang cantik dan feminin yang
sangat Keyna sukai. "Kuharap kau kerasan tinggal di sini." Jason tersenyum
lembut sambil menyiapkan biolanya. Dia selalu berlatih setiap
hari. Bedanya dulu dia berlatih dalam kesendirian, sekarang ada
Keyna yang menungguinya. Tiba-tiba telepon di rumah mereka berbunyi. Jason yang
mengangkatnya, dia tampak bercakap-cakap, lalu mendadak
wajahnya berubah serius, ketika menutup telepon, dia langsung
mengajak Keyna. "Keyna kita harus ke rumah Davin segera, ada hal serius
di sana." ?"" Jason tidak mengatakan apa-apa tentang Davin, membuat
Keyna panik setengah mati, benaknya panik memikirkan segala
kemungkinan. Apakah ada kebakaran" Ada perampokan" Ada
kejahatan" Apakah Davin sakit"
Akhirnya mereka sampai di rumah Davin, di sana tampak
ramai banyak mobil diparkir, salah satunya ambulans dan mobil
polisi, Keyna dan Jason langsung berlari menghambur ke
mansion itu segera setelah mereka turun dari mobil.
Sweet Enemy 129 "Keyna! Sayangku!" teriakan yang sangat dikenal Keyna
membuatnya terpaku bingung. Itu Sefrina, tetapi bukan Sefrina
yang biasanya. Perempuan itu dipegangi oleh dua orang
paramedis yang setengah berusaha menyeretnya keluar, Sefrina
yang ini tampak berantakan, rambutnya acak-acakan dan
matanya nanar, dia menatap Keyna seperti orang mabuk, "Aku
sudah membunuh Davin, dia penghalang cinta kita, sekarang
kita bisa saling mencintai... Sekarang kita bebaaass..." paramedis
itu berhasil menyeret Sefrina keluar dibantu rekannya,
sementara Sefrina masih terus mengoceh tidak karuan.
Keyna merasa ngeri atas pemandangan di depannya.
Kenapa Sefrina seperti itu" Dan dia bilang dia sudah membunuh
Davin" Jantung Keyna berdebar kencang tidak karuan, dengan
langkah tergesa dia menuju ke dalam mansion.
Napasnya langsung lega melihat Davin duduk di sofa,
sedang dirawat oleh paramedis, sementara Jason ada di
sampingnya. Lengannya tampak terluka oleh bekas sayatan dan
sedang di perban. "Davin!" Keyna bergumam cemas, berjongkok di depan
Davin, "Kau tidak apa-apa" Dan kenapa Sefrina seperti itu"
Diakah pelaku semua ini?"
Davin terkekeh, "Ternyata dia gila, dia gila dan dia
berhasil menyembunyikannya dengan baik." Davin menatap
Keyna lembut, "Sebenarnya aku sudah curiga sejak lama ketika
mengetahui bahwa Sefrina mendekatimu." Dia berdehem pelan,
" Sefrina eh... adalah mantan tunanganku di masa kecil..."
"Tunangan?" Keyna dan Jason bergumam bersamaan,
merasa bingung. "Ya.. tetapi entah karena alasan apa, papaku
membatalkan pertunangan itu... kurasa dari kata-kata Sefrina
tadi, sepertinya papaku membatalkan pertunangan itu karena
tahu tentang penyakit Sefrina." Mata Davin tampak sedih, "Dia
bilang dia gila... karena itulah dia diasingkan di luar negeri oleh
papanya." Karena itulah Sefrina tidak suka membicarakan
penyakitnya. Keyna langsung terkenang ke percakapan mereka
waktu itu. 130 Sweet Enemy "Apakah dia kembali karena ingin menemuimu" Bekas
tunangannya?" Keyna langsung menarik kesimpulan, "Aku..
karena merasa Sefrina sahabatku, langsung meneleponnya dan
menceritakan hubungan kita." Pipinya kali ini benar-benar
merah padam. "Mungkinkah Sefrina cemburu dan memutuskan
untuk menyerangmu?" Davin tampak geli sendiri, "Sefrina memang cemburu,
tetapi tidak seperti yang kau pikirkan. Dia bilang dia bahkan
tidak memikirkan pertunangan kami di masa kecil, Sefrina jatuh
cinta kepadamu Keyna. Dan dia merasa aku ini penghalang, jadi
dia berusaha menyerangku. Beruntung aku dibekali ilmu bela
diri yang cukup, hasil usaha papaku untuk menghindarkanku
dari percobaan penculikan, dan ternyata kemampuan itu
terpakai juga." Davin menatap menyesal ke arah luka di
lengannya, "Tetapi memang susah menghadapi perempuan gila
yang nekad. "Sefrina jatuh cinta pada Keyna?" Kali ini Jason yang
berseru, lelaki itu tampak begidik, "Pantas aku selalu merasa ada
yang aneh tentangnya, aku tidak pernah menyukainya meskipun
dia selalu berusaha tampil manis di luarnya. Ada sesuatu di
dalam dirinya yang membuatku merinding. Apalagi ketika dia
meminta tidur di kamar Keyna malam itu. Aku merasakan
sesuatu yang ganjil."
"Aku juga, tetapi aku melupakannya begitu saja, aku pikir
dia benar-benar mencemaskan Keyna." Davin menghela napas
panjang, Keyna masih tertegun, shock atas semua yang terjadi.
Sefrina... dia tidak menyangka kalau Sefrina seperti itu. Oh
Astaga. Sefrina mencintainya" Sefrina sebenarnya gila" Dia
bahkan tidak punya firasat sedikitpun tentang hal itu.
"Lain kali hati-hati kalau memilih teman." Goda Davin
lembut ketika melihat Keyna masih merenung karena shock, hal
itu membuat Jason yang mendengarnya ikut terkekeh.
Keyna tersenyum malu, "Aku pikir... aku terlalu senang
sehingga tidak waspada, karena hanya Sefrina yang mau
berteman denganku. Lagipula selama persahabatan kami dia
benar-benar baik... aku tidak menyangka bahwa dia ternyata
seperti ini." Gumam Keyna dengan nada menyesal.
Sweet Enemy 131 "Aku tahu." Davin mengulurkan tangannya dan memberi
isyarat supaya Keyna mendekat, Keyna langsung melakukannya.
"Mungkin memang pada awalnya Sefrina ingin berteman
denganmu, tetapi kemudian semuanya berubah menjadi
kegilaan yang mengerikan, menurutku dia memang labil dan
harus dirawat." "Semoga dia baik-baik saja." Keyna mendesah, bayangan
Sefrina yang ditarik petugas paramedis ke dalam mobil
membuatnya merasa kasihan. Sefrina begitu cantik, begitu
sempurna penampilan luarnya, kenapa dia harus berakhir
seperti itu" "Tenang saja, mamaku sudah menelepon papa Sefrina,
dia akan menjemput Sefrina di rumah sakit. Aku rasa papa
Sefrina akan membawanya kembali ke luar negeri."
"Mungkin itu yang terbaik." Jason menggumam,
"Menurutku dia belum sepenuhnya sembuh, sangat berbahaya
kalau dia berinteraksi dengan orang-orang dan kemudian tidak
dapat menahan emosinya seperti kejadian barusan." Jason
melirik luka di lengan Davin, "Untung saja kau tidak apa-apa."


Sweet Enemy Karya Santhy Agatha di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Aku akan meminta mama untuk mendesak papa Sefrina
agar membawanya kembali ke luar negeri," Davin menyetujui,
"Kalau tidak bisa berbahaya bagi Keyna." Davin menatap Keyna
dengan lembut. Pipi Keyna memerah menerima tatapan itu,
tatapan penuh cinta yang intens dan tidak disembunyikan lagi,
dulu dia bahkan tidak bisa menebak apa yang ada di dalam
benak Davin , lelaki itu selalu memasang tampang datar dan
tidak terbacam tetapi kemudian, ketika memutuskan untuk
membuka hatinya, Davin tidak tanggung-tanggung, lelaki itu
dengan terang-terangan menatap Keyna penuh cinta, hingga
membuat Keyna salah tingkah.
"Jangan menatapnya seperti itu." Jason yang bergumam,
'Kau akan membuatnya makin memerah seperti kepiting rebus."
Davin tertawa, tetapi Keyna benar-benar memerah
seperti kepiting rebus. Lalu lelaki itu memeluk Keyna dengan
sebelah tangannya yang tidak terluka, tidak mempedulikan
Jason yang cemberut melihatnya,
"Aku tidak melihatmu baru sebentar dan sudah
merindukanmu." 132 Sweet Enemy Keyna menatap Davin sambil tersenyum, "Aku juga,
Davin." "Aku tidak merindukanmu sama sekali." Jason menyela,
berusaha mengganggu pasangan itu, membuat Davin meliriknya
dengan mencela. "Apakah kau tidak punya kegiatan lain selain
mengganggu kami?" gumam Davin ketus.
"Tidak." Jason mendongakkan dagunya, menantang,
Davin mendengus, lalu dia memutuskan mengabaikan
Jason dengan memeluk Keyna erat-erat.
"Semoga setelah semua musuh dikalahkan, tidak ada lagi
yang menghalangi kita."
Jason mengeluarkan suara mencibir yang sengaja
dikeraskan, membuat Keyna tersenyum geli.
Berapa bahagianya dirinya, memang banyak musuh yang
mengintai diam-diam, dia juga hampir celaka dan sedih
memikirkan bahwa pelakunya adalah ibunya sendiri. Tetapi
setidaknya semua kejadian itu membawanya kepada ujung yang
membahagiakan, Keyna bisa bertemu kakak kandungnya yang
tak bisa dibantah lagi amat sangat menyayanginya, dan dia bisa
menemukan Davin, lelaki yang sangat dicintai dan mencintainya.
Rasanya hidupnya begitu lengkap, dan dia tidak ingin
apa-apa lagi. END Sweet Enemy 133 "Jangan pernah takut pada ribuan musuh di
depanmu, takutlah pada seorang musuh di
belakangmu, yang berpura-pura menjadi
temanmu" EPILOG "Hmm... kita lupakan saja tentang Sefrina, memang kali ini
kau salah memilih teman karena hanya dia yang mau berteman
denganmu, tetapi tenang saja Keyna, nanti kalau kau sudah
menjadi isteriku, pasti banyak yang berlomba-lomba ingin
menjadi temanmu." "Apa?" Jason dan Keyna berseru bersamaan, sementara
Davin menatap Jason dengan penuh tekad.
"Kau boleh memiliki Keyna, Jason. Tetapi tidak lama, aku
akan segera menikahinya setelah Keyna lulus kuliah dan
membawanya kembali ke rumahku."
Keyna tergelak ketika melihat Jason dan Davin bergantiganti saling menatap
tajam. Hatinya dipenuhi oleh perasaan
bahagia. Dia sudah menemukan cintanya dalam diri Davin, dan
dia harap ke depannya semua akan berjalan baik.
Sementara itu Jason masih merengut mendengar rencana
Davin, dia menyipitkan matanya, "Mungkin aku akan
mengenalkan lelaki-lelaki tampan kenalanku, banyak pemain
musik klasik yang tampan yang pasti akan mau mendekati
Keyna, mereka tidak punya niat jahat membawa adikku pergi
jauh dariku." Davin terkekeh, dia menarik Keyna supaya duduk di
sebelahnya dan merangkulnya erat-erat.
"Kau tidak akan bisa melakukannya. Keyna mencintaiku."
matanya yang tajam menatap Keyna penuh ingin tahu.
Sebenarnya dia sendiri bahkan belum mendengar pernyataan
cinta dari Keyna untuknya.
134 Sweet Enemy Keyna tersenyum dengan pipi memerah, lalu
menganggukkan kepalanya, "Ya Davin, aku mencintaimu."
Binar bahagia tampak di mata Davin, nah karena kita
sudah membereskan segala salah paham dan kegilaan ini..."
Lelaki itu mengeluarkan cincin mungil dari saku jasnya,
membuat Jason membelalakkan matanya.
"Apa-apaan, kau tidak serius kan Davin?"
"Aku serius." mata Davin tampak benar-benar serius,
lelaki itu dengan susah payah berusaha berlutut sambil
meskipun lengannya yang luka agak menghambatnya. Dia
mengulurkan kotak cincin itu ke depan Keyna dan membukanya.
"Keyna... Maukah kau menikah denganku nanti setelah
kau lulus" Cincin ini adalah tanda janjimu, tanda bahwa kau
adalah milikku." Keyna terperangah, bingung. Tetapi kemudian, dengan
mata berkaca-kaca, dia menganggukkan kepalanya. Air matanya
menetes ketika Davin meraih jemarinya dan menyelipkan cincin
itu di jari manisnya. Dengan lembut Davin menarik Keyna menunduk, lalu
mengecup bibirnya. "Terima kasih karena bersedia." bisik Davin lembut,
bibirnya hendak melumat bibir Keyna ketika Jason berdehem
dengan sengaja. Davin menatap Jason dengan kesal, "Tidak bisakah kau
pergi saja?" gumamnya mencela.
Tetapi Jason bersedekap dan menatap Davin dengan
tatapan menantang, "Kau melamar adikku di depan mataku dan
tidak meminta restuku?"
"Restumu?" Davin mengangkat alisnya, "Sejak kapan
Davin Jonathan meminta restu orang lain?"
Sekali lagi Keyna tertawa geli melihat tingkah dua
sahabat ini. Dia berusaha memisahkan mereka berdua.
"Sudah. Kalian akan menjadi saudara juga nantinya,"
gumamnya menggoda, membuat Davin mengedipkan matanya
dengan senang, lalu duduk disebelah Keyna lagi dan
memeluknya. Sweet Enemy 135 Jason menatap kedua pasangan ini dalam senyum, lalu
dia mencibir, "Kurasa aku harus pergi dari sini sebelum mual
karena nuansa cinta yang berbunga-bunga di ruangan ini."
gumamnya sebelum kemudian membalikkan tubuhnya dan
melangkah pergi, memberikan kesempatan kepada Keyna dan
Davin untuk berduaan. Keyna dan Davin saling bertatapan, lalu lelaki itu berubah
menjadi serius, Davin mengecup Keyna dengan sayang, lalu
mengecup pipi, rahang, dahi dan ujung hidungnya.
"Terima kasih sudah datang di kehidupanku dan
merubahku menjadi lelaki yang lebih baik..." bisiknya parau,
"Aku sangat mencintaimu Keyna, dan kuharap aku juga bisa
menjadi yang terbaik untukmu."
Keyna tersenyum dan menggenggam jemari Davin,
"Terima kasih juga karena telah menjagaku. Aku yakin kau
adalah yang terbaik untukku."
Dua anak manusia itu bertatapan penuh cinta. Pada
awalnya mereka seperti musuh, tetapi kemudian cinta tumbuh
dan mereka bisa saling mencintai. Keyna teringat kepada
ayahnya dan merasakan syukur mendalam dalam hatinya,
ayahnya di surga pasti merasakan kebahagiaan ketika
melihatnya sekarang. 136 Sweet Enemy Side Story Colorful Of Love
"Syukurlah kau baik-baik saja Keyna." Albert langsung
menyambutnya ketika melihat pagi itu Keyna datang ke Garden
Cafe, "Aku melihat berita di koran dan betapa dramatis akhirnya,
tapi bagiku yang terpenting adalah kau baik-baik saja."
Keyna tersenyum ketika Albert menyerahkan Oreo
Milkshake pesanannya yang sangat dirindukannya. Diminumnya
minuman itu dengan bahagia, merasakan sensasi nikmat yang
manis dan bercampur aroma vanilla serta rasa biskuit oreo yang
khas membungkus lidahnya, membuatnya tersenyum.
Dia memang sudah lama tidak ke cafe ini, kasus
penculikan itu memang sedikit menyibukkannya, para
wartawan mengikutinya kemana-mana. Keyna harus menjadi
saksi di pengadilan dan lain sebagainya, semula Keyna ingin
berdamai, apalagi ada ibunya di sana. Tetapi Jason tampaknya
bersikap tegas, dia ingin ibunya dihukum dan merasakan
penjara, bukan karena kebenciannya, tetapi lebih agar ibunya
menyadari perbuatannya. Apalagi dalam hal ini ibunya sama
sekali tidak menunjukkan penyesalannya, dia terus menerus
berkata bahwa kekayaan dan kebahagiaan Jason serta Keyna
adalah berkat dirinya. Belum lagi kasus Sefrina, papa Sefrina yang
menjemputnya dari rumah sakit jiwa dan kemudian meminta
maaf kepada keluarga Jonathan karena kelalaiannya, dia lalu
membawa Sefrina ke luar negeri, kembali ke tempat Sefrina
diasingkan seperti semula, karena terbukti Sefrina masih
berbahaya bagi orang lain.
Ingatan tentang ibunya dan Sefrina kadang membuat
Keyna sedih, tetapi dia berusaha melupakannya. Keyna
menikmati oreo milkshake yang diminumnya sambil
mengeluarkan sebuah novel roman yang baru dibelinya
kemarin. Novel itu sangat terkenal akhir-akhir ini dan kisah
cinta di dalamnya tidak biasa, Keyna sangat menyukai tulisantulisannya, dia
memiliki hampir 10 koleksinya, dan yang dia
pegang sekarang adalah bukunya yang terbaru, Keyna sangat
penasaran dengan kisahnya.
Sweet Enemy 137 Albert datang lagi, mengantarkan kentang goreng
pesanan Keyna, lalu mengangkat alis ketika melihat novel yang
dibawa oleh Keyna. "Hei, aku mengenal penulis novel itu." serunya, membuat
Keyna meletakkan bukunya dan menatap Albert dengan tertarik.
"Benarkah?" "Ya, dia sering datang ke cafe ini."
Keyna mengernyit, "Kalau begitu kenapa aku tidak
pernah bertemu dengannya?"
"Karena dia wanita dewasa dan kau anak kuliahan, jadi
jam kalian tidak sama." Albert tergelak, "Perempuan ini adalah
penulis dengan nama pena Sani Agreya. Dia sering datang
kemari di waktu malam untuk menulis ditemani dengan segelas
anggur." "Benarkah?" Keyna langsung bersemangat, "Bisakah aku
meminta tanda tangannya" Bisakah kau membantuku
mendapatkan tanda tangannya?" dia mengacungkan buku itu ke
depan Albert." Albert terkekeh dan menerima buku itu, "Aku akan
memintakan tandatangan untukmu sebagai hadiah karena sudah
lama sekali kau tidak mampir ke sini." lelaki itu
membungkukkan tubuhnya, lalu melangkah pergi.
Sementara itu Keyna termenung menatap jemarinya, ada
cincin yang melingkar di sana, cincin Davin, tanda
kepemilikannya. Dia sangat bahagia saat ini. Matanya melirik ke
arah minumannya dan tersenyum, seperti milkshake oreo dia
tidak pernah bisa membuat semua orang sama seperti
prinsipnya, putih seperti susu, pasti akan ada perbedaan yang
diwakili oleh hitamnya serbuk oreo yang bercampur dengan
susu. Rahasianya adalah bagaimana membuat semuanya
menyatu, dalam warna abu-abu yang indah, dan pada akhirnya,
semuanya akan terasa manis. Indah pada waktunya.
138 Sweet Enemy Sweet Enemy 139 Tentang Penulis Santhy Agatha adalah perempuan karir yang mencuri waktu
senggangnya untuk menulis. Novelnya yang sudah terbit antara lain
"A Romantic Story About Serena", "Sleep With The Devil" , "Unforgiven
Hero" dan "From The Darkest Side", seluruh novel ini bisa dibaca
secara online dalam postingan bersambung di portalnovel.blogspot.com Buku yang anda pegang ini adalah seri kedua dari book set
"Colorful Of Love" yang terdiri dari empat buku dengan benang
merah yang istimewa yang menghubungkan antara keempat
tokohnya. Anda juga bisa menikmati karya Santhy Agatha [cerpen,
cerbung, puisi dan lainnya] di blog pribadinya www.anakcantikspot.blogspot.com
Ucapan Terimakasih penulis untuk :
Allah yang Maha Baik, suamiku yang kucintai, keluarga yang selalu
mendukungku, admin portalnovel.blogspot.com, mas Yudi. Editorku
tersayang Meyke dan Mendy Jane. Segenap kru nulisbuku.com yang
membantu penerbitan buku ini, dan seluruh pembaca yang sangat
aku cintai yang selalu memberikan dorongan dan semangat, kritik
yang membangun dan membawa perbaikan, kalianlah yang
mencerahkan hati dan hariku. :)
Salam hangat dan peluk erat,
Santhy Agatha 140 Sweet Enemy Kubur Berkubah 3 Mayat Dalam Perpustakaan The Body In The Library Karya Agatha Christie Sejuknya Kampung Halaman 2
^