Pencarian

Lembah Ketakutan 4

Sherlock Holmes - Lembah Ketakutan Bagian 4


katanya. "Kurasa sebaiknya kau menghargai kemampuanku mendengar semua kejadian. Well, sudah
waktunya, dan aku hanya akan mengatakan "
132 Tapi kata-katanya terpotong dengan cara
yang paling tidak terduga. Dengan suara keras
pintu didobrak terbuka, dan tiga orang bertopi
polisi dengan wajah berkerut tegang memelototi
mereka. McMurdo melompat bangkit dan
setengah mencabut revolver, tapi lengannya
berhenti di tengah jalan sewaktu ia menyadari
kedua pucuk senapan Winchester itu diarahkan ke
kepalanya. Seorang pria berseragam masuk ke
ruangan, membawa senapan berpeluru enam. Pria
itu Kapten Marvin, tadinya di kepolisian Chicago,
dan sekarang menjadi Polisi Pertambangan. Ia
menggeleng-geleng sambil setengah tersenyum
memandang McMurdo. "Sudah kuduga kau akan terlibat masalah,
Mr. McMurdo, Bajingan dari Chicago," katanya.
"Kau tidak bisa menahan diri, bukan" Ambil topimu dan ikut kami."
"Kurasa kau akan membayar semua ini, Kapten Marvin," kata McGinty. "Siapa kau, hingga
berani mendobrak masuk ke dalam rumah seperti ini dan melecehkan seseorang yang jujur dan taat
hukum"" "Kau jangan mencampuri masalah ini, Penasihat McGinty," kata kapten polisi itu. "Kami tidak
mengincar dirimu, tapi si McMurdo ini. Kewajibanmu adalah membantu, bukan menghalangi kami
melaksanakan tugas."
"Ia temanku, dan aku yang bertanggung jawab atas tingkah lakunya," kata McGinty.
"Silakan, Mr. McGinty. Kau mungkin harus mempertanggungjawabkan tingkah lakumu sendiri
suatu hari nanti," jawab kapten tersebut. "Si McMurdo ini bajingan sebelum datang kemari, dan ia
masih tetap bajingan. Awasi dia, Opsir, sementara aku melucutinya."
"Itu pistolku," kata McMurdo tenang. "Mungkin, Kapten Marvin, kalau kau dan aku sendirian
dan berhadap-hadapan, kau tidak akan mampu menangkapku semudah ini."
133 "Mana surat perintahmu"" tanya McGinty. "By Gar! Selama kau memimpin kepolisian
penduduk Vermissa rasanya seperti tinggal di Rusia. Ini kekerasan kapitalis, dan kujamin kau akan
mendengar kelanjutan kejadian ini."
"Silakan melakukan apa yang menurutmu merupakan tugasmu, Penasihat. Kami melakukan apa
yang merupakan tugas kami."
"Aku dikenai tuduhan apa"" tanya McMurdo.
"Terli bat dalam penganiayaan Editor Stanger di kantor Herald. Bukan salahmu kalau
tuduhannya bukan pembunuhan."
"Well, kalau hanya itu tuduhanmu," seru McGinty sambil tertawa, "lebih baik jangan bersusah
payah dan batalkan sekarang juga. Orang ini bersamaku di salon, bermain poker hingga tengah malam.
Dan aku bisa mendatangkan selusin orang untuk membuktikannya."
"Itu urusanmu, dan kurasa kau bisa membereskannya di sidang besok. Sementara itu, ayo,
McMurdo, dan jangan melawan kalau kau tidak ingin kepalamu dihajar senapan. Menyingkirlah, Mr.
McGinty, karena kuperingatkan aku tidak suka dihalangi dalam melaksanakan tugasku!"
Sikap kapten itu menunjukkan tekad yang begitu bulat sehingga baik McMurdo maupun bosnya
terpaksa menerima situasinya. Bosnya berhasil membisikkan beberapa kata pada si tahanan sebelum
mereka berpisah. "Bagaimana dengan " McGinty menyentakkan ibu jarinya ke atas untuk mengisyaratkan
percetakan uangnya. "Tidak apa-apa," bisik McMurdo, yang telah merancang tempat persembunyian yang aman di
bawah lantai. "Kuucapkan selamat jalan," kata Boss, sambil menjabat tangannya. "Akan kutemui pengacara
Reilly dan akan kuurus sendiri pembelaannya. Camkan baik-baik bahwa mereka tidak akan bisa
menahanmu." "Aku tidak percaya. Jaga tahanannya, kalian berdua, dan tembak ia kalau macam-macam. Akan
kugeledah rumahnya sebelum kita pergi."
Ia melakukannya, tapi tampaknya tidak menemukan alat cetak tersembunyi itu. Kemudian ia
dan anak buahnya mengawal McMurdo ke markas. Malam telah tiba, dan badai besar tengah
134 mengamuk sehingga jalan-jalan hampir kosong. Tapi beberapa orang mengikuti mereka dan, karena
tersembunyi kegelapan, berani meneriakkan makian ke arah tahanan.
"Hancurkan Scowrer terkutuk itu!" seru mereka. "Gantung dia!" Mereka tertawa-tawa dan
mencibir saat McMurdo didorong masuk ke dalam kantor polisi.
Sesudah pemeriksaan resmi yang singkat oleh inspektur yang bertugas, ia dimasukkan ke sel. Di
sana ia mendapati Baldwin dan tiga pelaku penganiayaan semalam, semua ditangkap sore itu dan
menunggu sidang keesokan harinya.
Tapi bahkan di dalam benteng hukum itu pun, lengan-lengan panjang Orang Bebas mampu
menjangkau. Larut malam seorang sipir membawa setumpuk jerami untuk alas tidur mereka. Dari
dalam jerami ia mengeluarkan dua botol wiski, beberapa gelas, dan setumpuk kartu. Mereka melewati
malam yang riuh-rendah, tanpa gelisah sedikit pun memikirkan esok pagi.
Dan mereka memang tidak memiliki alasan untuk itu, sebagaimana yang ditunjukkan hasilnya.
Hakim tidak bisa, berdasarkan bukti mengajukan mereka ke pengadilan yang lebih tinggi. Di satu sisi
para penata letak dan wartawan terpaksa mengakui bahwa cahaya yang ada kurang terang, bahwa
mereka sendiri sangat terkejut, dan bahwa sulit bagi mereka untuk bersumpah mengenai identitas para
penyerang, meskipun mereka percaya para tertuduh termasuk para penyerang itu. Pemeriksaan silang
oleh pengacara pandai sewaan McGinty semakin mengaburkan bukti-bukti.
Korban mengakui ia begitu terkejut oleh serangan tiba-tiba itu sehingga tidak bisa memberikan
pernyataan apa pun kecuali fakta bahwa orang pertama yang menyerangnya berkumis. Ia
menambahkan bahwa ia mengetahui para penyerangnya adalah para Scowrer, karena tidak ada orang
lain di kalangan masyarakat yang mungkin menyimpan dendam padanya. Dan ia telah lama mendapat
ancaman karena editorialnya yang vokal. Di sisi lain, seperti dikatakan dengan jelas dan tegas oleh
enam penduduk, termasuk pejabat tinggi kota Penasihat McGinty, para tertuduh bermain kartu di
Gedung Serikat hingga satu jam setelah penyerangan itu.
Tidak perlu dikatakan lagi bahwa tuduhan terhadap mereka dibatalkan diiringi apa yang hampir
merupakan permintaan maaf dari para hakim karena kerepotan yang mereka akibatkan, bersama
kritikan terhadap Kapten Marvin dan anak buahnya karena sikap m
ereka. Keputusan itu disambut sorak keras para pengunjung sidang yang banyak dikenal McMurdo.
Para saudara dari Kelompok tersenyum dan melambaikan tangan. Tapi ada orang-orang lain yang
135 duduk dengan mulut terkatup rapat dan pandangan muram saat mereka keluar dari ruang sidang. Salah
satunya, seorang pria kecil berjanggut hitam, dengan sikap yang menunjukkan kebulatan tekad,
melontarkan apa yang menjadi pendapatnya dan pendapat rekan-rekannya kepada para mantan tahanan
yang melewatinya. "Kalian para pembunuh terkutuk!" katanya. "Kami akan membereskan kalian!"
136 BAB 5 Saat Tergelap KALAUPUN ada yang diperlukan untuk meningkatkan kepopuleran Jack McMurdo di
kalangan teman temannya itu adalah penangkapan dan lalu pembebasannya. Bahwa ada orang yang
pada malam pentahbisannya ke dalam Kelompok melakukan sesuatu yang menyebabkan ia diadili
merupakan rekor baru dalam sejarah perkumpulan itu. Ia telah mendapat reputasi sebagai teman yang
menyenangkan, pengunjung bar yang periang, dan orang sangat pemarah yang tidak bersedia dihina
bahkan oleh Boss sendiri. Tapi sebagai tambahan semua ini, ia menyebabkan rekan-rekannya terkesan
dengan gagasan bahwa di antara mereka semua, tidak ada seorang pun yang otaknya mampu menyusun
rencana sehebat McMurdo. "Ia orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan bersih," kata seorang sesepuh kepada yang
lain, dan menunggu saat mereka bisa menyaksikan McMurdo beraksi.
McGinty sudah memiliki cukup banyak orang untuk dimanfaatkan, tapi ia menyadari McMurdo
merupakan seseorang dengan kemampuan yang sangat tinggi. Ia merasa seperti orang yang sedang
memegangi tali pengikat seekor anjing pemburu yang sangat buas. Sebenarnya agak menyia-nyiakan
McMurdo dengan memberinya pekerjaan sepele, tapi suatu hari ia akan melepaskan makhluk ini untuk
memburu korbannya. Beberapa anggota Kelompok, di antaranya Ted Baldwin, membenci cepatnya
peningkatan yang dialami orang asing ini. Tapi mereka menjauhinya, karena ia sama siapnya untuk
berkelahi dengan untuk tertawa.
Tapi kalau ia berhasil memenangkan hati sebagian rekan-rekannya, ada sebagian lagi, yang
semakin penting baginya, yang tidak berhasil dipikatnya. Ayah Ettie Shafter tidak bersedia berurusan
dengannya, dan ia juga tidak mengizinkan McMurdo masuk ke rumahnya. Ettie sendiri terlalu
mencintainya untuk bisa memutuskan hubungan begitu saja. Meskipun begitu, akal sehatnya sendiri
memperingatkan apa yang bisa terjadi bila ia menikah dengan orang yang dianggap penjahat.
Suatu pagi sesudah tidak bisa tidur semalaman, Ettie membulatkan tekad untuk menemui
McMurdo, mungkin untuk terakhir kalinya, dan berusaha keras membujuknya agar meninggalkan
pengaruh buruk yang menyeretnya. Ia pergi ke tempat tinggal McMurdo, seperti yang sering diminta
137 McMurdo, dan menyelinap masuk ke dalam ruangan yang digunakan McMurdo sebagai ruang duduk.
McMurdo tengah duduk di meja, memunggungi pintu, di hadapannya ada sepucuk surat. Jiwa kekanak-kanakan tiba-tiba mencengkeram Ettie ia masih sembilan belas tahun. McMurdo tidak mendengar
sewaktu ia membuka pintu. Sekarang ia berjingkat-jingkat maju dan menyentuh bahu McMurdo
perlahan-lahan. Kalau ia mengira bisa mengejutkan McMurdo, jelas ia berhasil. Tapi ia malah terkejut sendiri.
Dengan gerakan segesit harimau, McMurdo berputar menghadapinya, dan tangan kanannya terulur ke
tenggorokan Ettie. Pada saat yang sama tangan kirinya meremas surat yang ada di hadapannya. Sesaat
McMurdo berdiri melotot. Lalu ekspresi tertegun dan kegembiraan menggantikan kebuasan yang
memancar di wajahnya kebuasan yang menyebabkan Ettie menyurut ngeri seakan menghadapi
sesuatu yang belum pernah memasuki kehidupannya yang lembut.
"Kau!" kata McMurdo, sambil mengusap alisnya. "Benar-benar tidak kuduga kau bersedia
datang kemari, sayangku, dan aku justru ingin mencekikmu! Masuklah, Sayang," dan ia mengulurk
an tangan, "biar kuperbaiki kesalahanku."
Tapi Ettie masih belum bisa melupakan ekspresi ketakutan bercampur bersalah yang sekilas
dilihatnya di wajah McMurdo tadi. Seluruh naluri wanitanya memberitahunya bahwa ekspresi
McMurdo itu bukan sekadar ketakutan karena terkejut. Perasaan bersalah itulah dia perasaan
bersalah dan ketakutan! "Kenapa kau, Jack"" serunya. "Kenapa kau begitu takut terhadapku" Oh, Jack, kalau hati
nuranimu tidak gelisah, kau tidak akan memandangku seperti itu!"
"Tentu saja, aku sedang memikirkan hal lain, dan sewaktu kau menyelinap di belakangku
dengan langkah-langkahmu yang selembut peri "
"Tidak, tidak, ini lebih dari itu, Jack." Tiba-tiba Ettie merasa curiga. "Coba kulihat surat yang
sedang kautulis." "Ah, Ettie, aku tidak bisa melakukannya."
Kecurigaan Ettie semakin mantap. "Itu surat untuk wanita lain," serunya. "Aku tahu! Kalau
tidak, kenapa kau merahasiakannya dariku" Apakah kau menulis surat kepada istrimu" Bagaimana aku
tahu kau belum menikah kau, orang asing yang tidak dikenal siapa pun""
"Aku belum menikah, Ettie. Aku berani bersumpah! Kau satu-satunya wanita di dunia ini
138 bagiku. Aku bersumpah demi salib Kristus!"
McMurdo begitu bersemangat sehingga Ettie mau tidak mau mempercayainya.
"Well, kalau begitu," katanya, "kenapa kau tidak mau menunjukkan surat itu padaku""
"Akan kuberitahu, acushla," katanya. "Aku sudah bersumpah untuk tidak menunjukkannya
pada siapa pun, dan sama seperti aku tidak melanggar janjiku padamu, aku juga ingin menepati janji
yang kuberikan pada orang lain. Ini urusan Kelompok, dan bahkan terhadapmu pun ini merupakan
rahasia. Dan kalau aku ketakutan sewaktu kau menyentuhku, apakah kau bisa memahami kalau aku
mengira yang menyentuhku seorang detektif polisi""
Ettie merasa McMurdo mengatakan yang sebenarnya. McMurdo meraihnya ke dalam pelukan
dan menciumnya, mengusir ketakutan dan keragu-raguannya.
"Duduklah di sampingku. Ini takhta yang aneh untuk ratu seperti dirimu, tapi ini yang terbaik
yang bisa didapatkan kekasihmu yang miskin ini. Tidak lama lagi ia akan memberimu yang lebih baik,
kurasa. Sekarang kau sudah tenang kembali, bukan""
"Bagaimana aku bisa merasa tenang,
Jack, kalau tahu kau penjahat di antara para
penjahat. Kalau aku tidak tahu kapan aku
mendengarmu diadili karena membunuh"
'McMurdo si Scowrer,' begitu salah seorang
penyewa di rumahku menyebutmu kemarin.
Rasanya hatiku seperti ditusuk pisau."
"Kata-kata keras tidak bisa
mematahkan tulang." "Tapi kata-kata itu benar."
"Well, sayangku, keadaannya
tidaklah seburuk dugaanmu. Kami hanyalah
orang-orang miskin yang berusaha
mendapatkan hak-hak kami dengan cara
kami sendiri." Ettie memeluk leher kekasihnya.
139 "Hentikan, Jack! Demi aku, demi Tuhan, hentikan! Itu tujuan kedatanganku kemari hari ini. Oh, Jack,
dengar kumohon padamu! Aku bersedia berlutut di depanmu di sini agar kau bersedia berhenti!"
Jack menariknya berdiri dan menenangkannya dengan menyandarkan kepala Ettie di dadanya.
"Tentu saja, sayangku, kau tidak mengetahui apa yang kauminta. Bagaimana aku bisa
menghentikan semua ini kalau itu berarti melanggar sumpahku dan meninggalkan rekan-rekanku"
Kalau kau bisa mengerti situasiku kau pasti tidak akan pernah memintaku melakukannya. Lagi pula,
kalaupun aku menginginkannya, bagaimana caraku melakukannya" Kelompok itu tidak akan
membiarkan salah satu anggotanya pergi begitu saja dengan membawa seluruh rahasianya."
"Aku sudah memikirkannya, Jack. Aku sudah merencanakan semuanya. Ayah sudah menabung
sejumlah uang. Ia sudah muak dengan tempat dengan ketakutan terhadap mereka memperburuk
kehidupan kami. Ia siap untuk pergi. Kami akan pergi ke Philadelphia atau New York, di sana kami
akan aman dari mereka."
McMurdo tertawa. "Kelompok ini memiliki jangkauan yang panjang. Kaukira mereka tidak bisa
menjangkau Philadelphia atau New York dari sini""
"Well , kalau begitu, kami pergi ke Barat, atau ke Inggris, atau ke Jerman, ke tempat asal Ayah
ke mana pun asal pergi dari Lembah Ketakutan ini!"
McMurdo teringat pada Saudara Morris tua. "Ini jelas kedua kalinya aku mendengar lembah ini
disebut begitu," katanya. "Kegelapan tampaknya memang sangat menghantui beberapa dari kalian."
"Setiap saat dalam kehidupan kami. Kaukira Ted Baldwin akan pernah memaafkan kita" Kalau
bukan karena ia takut padamu, menurutmu seberapa besar kesempatan kita" Kalau saja kau melihat
pandangan matanya yang kelam dan kelaparan saat memandangku!"
"By Gar! Akan kuajari ia untuk bersikap lebih baik kalau sampai kulihat ia berbuat begitu! Tapi
cobalah mengerti, gadis kecil. Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. Aku tidak bisa percayalah.
Tapi kalau kau mengizinkan aku bertindak dengan caraku sendiri, akan kucoba menyiapkan cara agar
bisa meninggalkan tempat ini secara terhormat."
"Tidak ada kehormatan dalam hal hal seperti ini "
"Well, well, itu hanya masalah bagaimana caramu memandangnya. Tapi kalau kau mau
memberiku waktu enam bulan, akan kuatur begitu rupa agar aku bisa pergi tanpa harus merasa malu
memandang wajah orang lain."
140 Gadis itu tertawa gembira. "Enam bulan!" serunya. "Kau berjanji""
"Well, mungkin tujuh atau delapan. Tapi paling lama dalam setahun kita bisa meninggalkan
lembah ini untuk selamanya."
Hanya itu yang bisa didapat Ettie, tapi itu sudah berarti baginya. Seperti cahaya di kejauhan
dalam kegelapan ini. Ia pulang ke rumah ayahnya dengan perasaan lebih ringan daripada sejak Jack
McMurdo memasuki kehidupannya.
Mungkin Jack McMurdo mengira sebagai anggota ia akan diberitahu mengenai segala tindak
tanduk kelompoknya. Tapi tidak lama kemudian ia mengetahui bahwa organisasi tersebut lebih luas dan
lebih rumit daripada sekadar kelompok biasa. Bahkan Boss McGinty tidak mengetahui banyak hal,
karena ada seorang pejabat organisasi yang berpangkat Delegasi Wilayah, tinggal di Hobson's Patch
agak jauh di lembah, yang memiliki kekuasaan atas beberapa kelompok yang berbeda. Hanya sekali
McMurdo bertemu dengannya, pria licik dan kecil dengan rambut beruban, gaya berjalan menyelinap,
dan memiliki kebiasaan melirik tajam yang menimbulkan kesan kejam. Namanya Evans Pott, dan
bahkan bos Vermissa yang hebat merasa jijik dan takut terhadapnya, seperti yang mungkin dirasakan
Danton yang bertubuh tinggi besar terhadap Robespierre yang kecil tapi berbahaya.
Suatu hari Scanlan, yang menyewa kamar di tempat yang sama dengan McMurdo, menerima
surat dari McGinty yang dilampiri surat dari Evans Pott. Ia diberitahu bahwa Evans Pott mengirim dua
pria, Lawler dan Andrews, yang mendapat perintah untuk beraksi di daerah ini. Tapi tidak
diberitahukan rincian tujuan mereka dengan dasar untuk kebaikan Kelompok. Apakah Bodymaster
bersedia mencarikan penginapan untuk mereka hingga tiba waktunya untuk beraksi" McGinty
menambahkan bahwa mustahil bagi siapa pun untuk menyembunyikan diri di Gedung Serikat selama
beberapa hari, oleh karena itu ia meminta McMurdo dan Scanlan menampung kedua orang asing
tersebut di tempat kos mereka.
Malam itu juga kedua orang tersebut tiba, masing-masing membawa tas karung. Lawler seorang
pria parobaya, kasar, pendiam, dan tertutup. Mantel hitamnya yang panjang, dipadu dengan topi kulit
lunak dan janggut yang kaku dan kusut, menyebabkan ia tampak seperti pengkhotbah yang
serampangan. Rekannya Andrews baru beranjak dewasa, berwajah polos dan periang, dengan sikap
seperti orang yang tengah berlibur dan berniat menikmati setiap detik liburannya. Keduanya tidak
minum minuman keras dan bersikap selayaknya anggota masyarakat teladan, dengan perkecualian
141

Sherlock Holmes - Lembah Ketakutan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

bahwa keduanya adalah pembunuh yang telah membuktikan diri sebagai alat paling kompeten dari
perkumpulan pembunuh ini. Lawler telah melakukan empat belas tugas seperti ini, dan Andrews tiga
kali. Mereka, sebagaimana yang diketahui McMur
do belakangan, dengan senang hati membicarakan
perbuatan-perbuatan mereka di masa lalu, yang mereka ceritakan dengan kebanggaan orang yang sudah
melakukan perbuatan baik dan tidak egois bagi masyarakat. Tapi mereka tertutup mengenai tugas yang
tengah mereka lakukan sekarang.
"Mereka memilih kami karena baik aku maupun bocah ini tidak minum," Lawler menjelaskan.
"Mereka bisa mengandalkan kami untuk tidak mengatakan lebih daripada yang seharusnya. Kalian
jangan berpikiran buruk, kami cuma mematuhi perintah Delegasi Wilayah."
"Tentu saja, kita semua terlibat dalam hal ini," kata Scanlan, teman McMurdo, saat keduanya
duduk bersama-sama menyantap makan malam.
"Benar juga, dan kita bisa membicarakan pembunuhan Charlie Williams atau Simon Bird
hingga subuh, atau pekerjaan apa pun lainnya di masa lalu. Tapi sebelum tugas yang ini selesai, kami
tidak akan mengatakan apa-apa."
"Banyak hal yang bisa dibicarakan," kata McMurdo, sambil memaki. "Kurasa bukan Jack Knox
dari Ironhill yang kalian incar" Aku bersedia melakukan apa saja untuk memastikan ia mendapat
balasan." "Tidak, belum gilirannya."
"Atau Herman Strauss""
"Tidak, ia juga bukan."
"Well, kalau kalian tidak bersedia memberitahu, kami tidak bisa memaksa kalian. Tapi aku pasti
senang kalau bisa mengetahuinya."
Lawler tersenyum dan menggeleng. Ia tidak akan terpancing.
Sekalipun tamu-tamu mereka menutup mulut, Scanlan dan McMurdo telah membulatkan tekad
untuk hadir pada saat yang mereka sebut sebagai "kesenangan". Oleh karena itu, ketika suatu pagi
McMurdo mendengar mereka diam-diam menuruni tangga, ia membangunkan Scanlan. Keduanya
bergegas mengenakan pakaian. Setelah selesai mereka mendapati tamu-tamunya telah menyelinap
142 pergi, meninggalkan pintu yang terbuka. Saat itu belum lagi subuh, dan dengan bantuan cahaya lampu
mereka bisa melihat kedua orang itu agak jauh di jalan. Mereka mengikuti keduanya dengan waspada,
melangkah tanpa suara di salju yang dalam.
Tempat kos itu terletak agak di tepi kota, dan tidak lama kemudian mereka telah tiba di
persimpangan jalan yang merupakan batas kota. Di sini tiga orang telah menunggu, yang kemudian
bercakap-cakap sejenak tapi penuh semangat dengan Lawler dan Andrews. Lalu mereka berjalan
bersama-sama. Jelas tugas kali ini penting, mengingat jumlah orang yang dibutuhkan. Mereka pun tiba
di tempat yang terdapat berbagai jalan setapak menuju sejumlah tambang. Kedua orang asing itu
memilih jalan setapak yang menuju Crow Hill. Di sana terdapat pertambangan besar yang memerlukan
tangan yang kuat untuk mengelolanya, yang berkat manajer New England mereka yang energik dan
tidak kenal takut, Josiah H. Dunn, berhasil mempertahankan keteraturan dan disiplin selama diteror
sekian lama. Pagi mulai merekah sekarang, dan deretan pekerja perlahan-lahan berjalan ke sana, seorang diri
atau berkelompok, di sepanjang jalan setapak yang menghitam.
McMurdo dan Scanlan berjalan bersama yang lain, sambil terus mengawasi orang-orang yang
mereka ikuti. Kabut tebal menyelimuti mereka, dan tiba-tiba terdengar jeritan melengking peluit uap.
Lengkingan itu merupakan isyarat sepuluh menit sebelum kurungan diturunkan dan pekerjaan hari ini
dimulai. Saat mereka tiba di tempat terbuka di seke1iling lubang tambang terdapat seratus orang
penambang yang sudah menanti, sambil mengentak-entakkan kaki dan meniup jemari mereka. Udara
sangat dingin di sana. Orang-orang asing itu berdiri dalam kelompok kecil di bawah bayang-bayang
ruang mesin. Scanlan dan McMurdo mendaki tumpukan kerikil, dari situ mereka bisa melihat
sekitarnya. Mereka melihat teknisi tambang, seorang keturunan Skotlandia berjanggut dan bertubuh
tinggi besar yang bernama Menzies, keluar dari ruang mesin dan meniup peluit agar kurungan
diturunkan. Pada saat yang sama seorang pemuda jangkung berwajah bersih dan jujur melangkah penuh
semangat mendekati lubang. Pada s
aat itu pandangannya jatuh ke kelompok itu, diam dan tidak
bergerak, di bawah ruang mesin. Orang-orang itu telah merendahkan topinya dan menaikkan kerahnya
untuk menutupi wajah mereka. Sejenak Maut menyentuhkan tangannya yang dingin di hati manajer.
143 Saat berikutnya ia berhasil mengusir perasaan itu dan hanya melihat tugasnya, yaitu menghadapi orang-orang asing yang mengganggu.
"Siapa kalian"" tanyanya sambil melangkah maju. "Apa yang kalian lakukan di sini""
Tidak ada jawaban, tapi Andrews melangkah maju dan menembak perutnya. Ratusan
penambang yang sedang menunggu berdiri tidak bergerak dan tidak berdaya seakan lumpuh. Manajer
mencengkeram lukanya dengan dua tangan dan meringkuk. Lalu ia terhuyung-huyung menjauh. Tapi
pembunuh yang lain menembak. Manajer tersebut jatuh ke samping, menendang-nendang dan
mencakar-cakar tumpukan abu batu bara. Menzies si orang Skotlandia meraung marah, dan menyerbu
para pembunuh itu dengan bersenjatakan sebatang tongkat besi. Tapi dua butir peluru menghantam
wajahnya dan ia pun tewas di kaki mereka.
Timbul keributan di antara para penambang, dan terdengar seruan-seruan iba dan marah. Tapi
dua orang asing tersebut menghamburkan peluru pistol mereka ke atas kepala orang-orang, dan mereka
pun berhamburan. Beberapa di antaranya bahkan bergegas pulang ke rumah mereka di Vermissa.
Sewaktu beberapa penambang yang paling berani berkumpul dan kembali ke tambang,
kelompok pembunuh itu telah menghilang di antara kabut pagi. Tidak ada satu saksi pun yang bisa
menjelaskan identitas orang-orang yang di depan seratus penonton telah melakukan kejahatan ganda
itu. Scanlan dan McMurdo pun pulang. Scanlan agak pendiam, karena ini tugas membunuh pertama
yang disaksikannya secara langsung, dan ternyata tidak semenyenangkan seperti yang diyakininya
selama ini. Jeritan menakutkan istri almarhum manajer itu mengejar mereka saat mereka bergegas
menuju kota. McMurdo tenggelam dalam pikirannya sendiri dan berdiam diri, tapi ia tidak
menunjukkan simpati apa pun terhadap rekannya yang melemah.
"Jelas, ini seperti perang," katanya. "Apalagi kalau bukan perang antara kita dan mereka, dan
kita membalas sebaik-baiknya."
Malam itu suasana di Gedung Serikat sangat ribut. Bukan saja membicarakan pembunuhan
manajer dan teknisi tambang Crow Hill, yang menyejajarkan organisasi ini dengan kelompok-kelompok pemeras dan penteror di distrik ini, tapi juga tentang kemenangan di tempat jauh yang diraih
tangan-tangan kelompok ini.
Tampaknya sewaktu Delegasi Wilayah mengirim lima orang untuk menyerang di Vermissa, ia
144 meminta tiga orang Vermissa yang diam-diam dipilih dan dikirim untuk membunuh William Hales dari
Stake Royal salah satu pemilik tambang terbaik dan paling populer di distrik Gilmerton. Ia diyakini
tidak memiliki musuh di dunia, karena ia majikan teladan. Tapi ia keras mengenai efisiensi dalam
bekerja. Dan, oleh karena itu, memecat sejumlah karyawan pemabuk dan pemalas yang merupakan
anggota kelompok yang kuat ini. Ancaman-ancaman maut yang ditempelkan di pintu rumahnya tidak
mengendurkan kebulatan tekadnya. Jadi di negara yang bebas dan beradab ini ia dihukum mati.
Eksekusinya telah dilaksanakan dengan baik. Ted Baldwin, yang duduk lemas di kursi
kehormatan di samping Bodymaster, memimpin kelompok yang dikirim. Wajahnya yang kemerahan
dan matanya yang berair menunjukkan ia kurang tidur dan kebanyakan minum minuman keras. Ia dan
kedua rekannya menghabiskan sepanjang malam kemarin di pegunungan. Mereka kusut dan kotor. Tapi
tidak ada pahlawan, yang pulang dari pertempuran menyedihkan, yang mendapat sambutan lebih
hangat dari rekan-rekannya dibanding mereka.
Kisahnya diceritakan berulang-ulang di antara seruan gembira dan tawa terbahak-bahak.
Mereka menunggu saat sasarannya pulang di malam hari, mengambil tempat di puncak sebuah bukit
yang curam, di mana kuda si sasaran hanya bi
sa berjalan. Sasaran mereka mengenakan pakaian bulu
yang terlalu tebal untuk menghangatkan badan sehingga tidak mampu meraih pistol. Mereka
menariknya turun dan menembaknya berulang-ulang. Sasaran mereka menjerit-jerit meminta
pengampunan. Jeritan-jeritan itu sekarang diulangi untuk menggembirakan anggota Kelompok yang
lain. "Coba ulangi bagaimana ia merengek-rengek," seru mereka.
Tidak seorang pun dari mereka mengenal pria itu, tapi ada drama abadi dalam sebuah
pembunuhan. Dan mereka telah menunjukkan pada para Scowrer di Gilmerton bahwa orang-orang
Vermissa bisa diandalkan.
Hanya ada satu kesialan. Seorang pria dan istrinya melewati tempat itu dengan keretanya saat
mereka tengah menembakkan pistol ke mayat yang telah membisu. Semula disarankan untuk
menghabisi kedua orang itu sekaligus. Tapi keduanya hanyalah orang-orang tidak berbahaya yang tidak
berkaitan dengan pertambangan. Jadi mereka dipaksa untuk melanjutkan perjalanan setelah diancam
untuk menutup mulut atau mereka akan mendapat nasib buruk. Maka mayat yang berlumuran darah
itu ditinggalkan di sana sebagai peringatan bagi semua majikan yang keras kepala. Dan ketiga
145 pembalas itu bergegas pulang melewati pegunungan hingga ke tepi tungku-tungku peleburan dan
tumpukan batu bara. Di sinilah mereka sekarang berada, aman dan sehat walafiat, tugas telah
diselesaikan dengan baik, dan mendapat pujian dari rekan-rekan mereka.
Hari itu sangat luar biasa bagi para Scowrer. Ketakutan semakin mencekam lembah. Tapi
sebagaimana seorang jenderal yang bijak memilih saat-saat kemenangan untuk melipatgandakan
usahanya, sehingga musuh-musuhnya tidak sempat pulih sesudah mendapat bencana, begitu pula Boss
McGinty. Ia memandang hasil operasinya dengan tatapan muram dan kejam, dan telah menyusun
serangan baru terhadap mereka yang menentangnya. Pada malam itu pula, saat anggota Kelompok
yang telah separo mabuk itu bubar, ia menyentuh lengan McMurdo dan mengajaknya ke ruang dalam
tempat mereka pertama kali bercakap-cakap.
"Kau tahu, bung" katanya, "akhirnya ada pekerjaan yang layak untuk kautangani. Kau boleh
melakukannya dengan cara apa pun yang kauinginkan."
"Aku bangga mendengarnya," jawab McMurdo.
"Kau boleh mengajak dua orang Manders dan Reilly. Mereka sudah diberitahu akan mendapat
tugas. Kita tidak akan tenang di distrik ini sebelum Chester Wilcox dibereskan. Dan kau akan mendapat
ucapan terima kasih dari setiap kelompok yang ada di pertambangan batu bara kalau bisa
menghabisinya." "Akan kuusahakan sebaik-baiknya. Siapa dia, dan di mana aku bisa menemukannya""
McGinty mencabut cerutunya yang setengah dikunyah, setengah terbakar dari sudut mulutnya.
Lalu ia menggambar sebuah diagram kasar pada sehelai kertas yang dirobeknya dari buku catatan.
"Ia mandor kepala di Iron Dyke Company. Ia orang yang keras kepala, mantan sersan perang
yang sudah tua, dengan banyak bekas luka. Kami sudah dua kali mencoba, tapi tidak beruntung. Jim
Carnaway kehilangan nyawanya karena itu. Nah, sekarang terserah padamu untuk mengambil alih. Ini
rumahnya satu-satunya di persimpangan Iron Dyke, seperti yang kaulihat di peta ini tanpa ada
rumah lain pun dalam jarak pendengaran. Tidak ada gunanya menyerang di siang hari. Ia bersenjata
dan mampu menembak tepat dengan cepat, tanpa bertanya lebih dulu. Tapi di malam hari well, ia ada
di sini bersama istri, tiga anak, dan seorang pembantu. Kau tidak bisa memilih. Semuanya atau tidak
satu pun. Kalau kau bisa meletakkan sekantong bubuk mesiu di pintu depan dengan sumbu lambat "
"Apa yang telah dilakukannya""
146 "Apakah belum kuberitahu bahwa ia menembak Jim Carnaway""
"Kenapa ia menembak Jim Carnaway""
"Apa urusannya denganmu" Carnaway sedang pulang ke rumahnya malam itu, dan ia
menembaknya. Itu sudah cukup bagiku dan bagimu. Kau harus membereskan masalah itu
." "Ada dua wanita dan anak-anak. Apakah mereka juga harus dibereskan""
"Terpaksa kalau tidak, bagaimana kita bisa menghabisinya""
"Rasanya tidak adil bagi mereka, karena mereka tidak melakukan apa-apa."
"Omong kosong apa ini" Kau mau mundur""
"Tenang, Penasihat, tenang! Apa yang sudah kukatakan atau kulakukan hingga kau mengira aku
akan mengundurkan diri dari perintah Bodymaster kelompokku sendiri" Benar atau salah, kau yang
berhak memutuskan." "Kalau begitu, kau bersedia""
"Tentu saja aku bersedia."
"Kapan"" "Well, paling baik kau beri aku waktu satu atau dua malam agar aku bisa mengamati rumahnya
dan menyusun rencana. Lalu "
"Bagus sekali," kata McGinty, sambil menjabat tangannya. "Kuserahkan semuanya padamu.
Pada saat kau datang memberi kabar nanti akan menjadi hari yang istimewa. Ini pukulan terakhir yang
akan membuat mereka semua bertekuk lutut."
McMurdo memikirkan tugas yang tiba-tiba dibebankan padanya itu dalam waktu yang lama dan
mendalam. Rumah terpencil tempat Chester Wilcox tinggal terletak sekitar delapan kilometer di
lembah sebelah. Malam itu juga ia pergi seorang diri untuk mempersiapkan pelaksanaannya. Ia baru
kembali dari pengintaiannya setelah matahari terbit. Keesokan harinya ia mewawancarai kedua anak
buahnya, Manders dan Reilly. Dua pemuda yang merasa sama tersanjungnya, seakan ini acara berburu
rusa. Dua malam kemudian mereka bertemu di luar kota, ketiganya bersenjata, dan salah satunya
membawa karung berisi bubuk mesiu yang biasa digunakan di penggalian. Mereka tiba di rumah
terpencil itu pukul 02.00. Malam itu angin sangat kencang, dengan awan melintas sesekali menutupi
147 bulan tiga perempat. Mereka sudah diperingatkan akan adanya anjing-anjing penjaga, jadi mereka
mendekat dengan hati-hati, dengan pistol terkokang di tangan. Tapi tidak terdengar suara apa pun
kecuali lolongan angin, dan tidak ada gerakan apa pun kecuali cabang-cabang pohon di atas kepala
mereka. McMurdo mendengarkan dari balik pintu rumah yang terpencil tersebut, tapi di dalam tidak
terdengar suara apa pun. Lalu ia menyandarkan karung bubuk mesiu ke pintu, melubanginya dengan
pisau, dan menancapkan sumbunya. Setelah sumbu itu tersulut ia dan kedua rekannya bergegas
menjauh, berlindung di parit yang cukup jauh dan aman. Kemudian terdengar ledakan keras, diikuti
gemuruh teredam bangunan yang runtuh. Dan mereka pun tahu bahwa mereka telah melakukan tugas
mereka. Tidak ada pekerjaan yang lebih bersih yang pernah dilakukan perkumpulan penjahat itu.
Tapi sialnya, pekerjaan yang telah diorganisir begitu rapi ternyata sia-sia! Waspada karena
mengetahui nasib para korban, dan mengetahui dirinya terancam, Chester Wilcox membawa
keluarganya pindah ke tempat yang lebih aman hanya sehari sebelumnya. Seorang polisi ditugaskan
untuk menjaga keselamatan mereka. Ledakan semalam hanya menghancurkan rumah kosong. Dan
mantan sersan perang tersebut masih mengajarkan kedisiphnan di tambang-tambang Iron Dyke.
"Serahkan ia padaku," kata McMurdo. "Ia milikku, dan akan kuhabisi ia sekalipun aku harus
menunggu setahun." Ucapan terima kasih dan keyakinan disampaikan oleh seluruh anggota Kelompok. Jadi untuk
sementara masalah itu dianggap selesai. Ketika beberapa minggu kemudian koran-koran melaporkan
bahwa Wilcox tertembak dalam sebuah penyergapan, bukan rahasia lagi bahwa McMurdo masih
berusaha menyelesaikan tugasnya.
Begitulah metode Perkumpulan Orang Bebas, dan begitulah perbuatan para Scowrer untuk
menyebarkan ketakutan di distrik yang kaya, yang telah lama dihantui kehadiran mereka. Kenapa
halaman-halaman ini harus dinodai kejahatan lain lagi" Apakah aku belum menceritakan cukup banyak
untuk menunjukkan bagaimana orang-orang ini dan metode mereka"
Perbuatan ini tertulis dalam sejarah, dan ada catatan-catatan di mana orang bisa membaca
rinciannya. Di sana orang bisa menge
tahui tentang penembakan atas Hunt dan Evans karena kedua
petugas itu memberanikan diri menangkap dua anggota perkumpulan serangan ganda di rencanakan
kelompok Vermissa dan dilaksanakan dengan darah dingin atas kedua orang yang tidak bersenjata dan
148 tidak berdaya itu. Di sana orang juga bisa membaca tentang penembakan Mrs. Larbey sewaktu tengah
merawat suaminya, yang dipukuli hingga nyaris tewas atas perintah Boss McGinty. Pembunuhan tetua
Jenkins, tidak lama kemudian diikuti pembunuhan terhadap saudaranya, mutilasi James Murdoch,
peledakan keluarga Staphouse, dan pembunuhan keluarga Stendal terjadi susul-menyusul sepanjang
musim dingin yang mengerikan itu.
Bayang-bayang gelap melingkupi Lembah Ketakutan. Musim semi tiba diiringi mengalirnya
sungai dan tumbuhnya pepohonan. Ada harapan bagi Alam yang telah sekian lama berada dalam
cengkeraman musim dingin, tapi tidak ada harapan bagi orang-orang yang hidup di bawah teror.
Kehidupan mereka belum pernah segelap dan semenyedihkan pada awal musim panas tahun 1875 itu.
149 BAB 6 Bahaya SAAT itu puncak kekuasaan teror. McMurdo, yang telah diangkat menjadi Diakon Dalam,
dengan kemungkinan akan menggantikan McGinty sebagai Bodymaster suatu hari nanti, sekarang
begitu penting sehingga tidak seorang rekan pun bertindak tanpa bantuan dan nasihatnya. Tapi semakin
populer dirinya di antara para Orang Bebas, semakin suram sapaan yang diterimanya saat ia melintas di
jalan-jalan Vermissa. Sekalipun diteror, para penduduk Vermissa mulai menyatukan tekad untuk
melawan para penjajah mereka. Isu tentang pertemuan rahasia di kantor Herald dan juga tentang
pembagian senjata api di kalangan warga yang taat hukum pun mencapai telinga para anggota
perkumpulan. Tapi McGinty dan anak buahnya tidak merasa terganggu oleh laporan seperti itu. Mereka
banyak, bersatu, dan dengan persenjataan yang baik. Lawan mereka tersebar dan tidak berdaya.
Semuanya akan berakhir, sebagaimana yang terjadi di masa lalu, dengan pembicaraan tanpa tujuan dan
kemungkinan dengan penangkapan yang sia-sia. Begitulah kata McGinty, McMurdo, dan mereka yang
lebih berani. Saat itu hari Sabtu malam di bulan Mei. Sabtu selalu merupakan hari pertemuan Kelompok, dan
McMurdo baru saja meninggalkan rumahnya untuk menghadiri pertemuan itu saat Morris, anggota
yang lemah, menemuinya. Alisnya berkerut khawatir, dan wajahnya yang ramah tampak kusut dan
gelisah. "Aku bisa berbicara dengan bebas padamu, Mr. McMurdo""
"Tentu saja." "Aku tidak bisa melupakan bahwa aku pernah mengungkapkan isi hatiku padamu, dan kau
merahasiakannya dari yang lain. Bahkan waktu Boss sendiri yang datang menanyakannya padamu."
"Apa lagi yang bisa kulakukan saat kau mempercayaiku" Tapi bukan berarti aku menyetujui
pendapatmu." "Aku tahu. Tapi kau satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara dengan bebas dan aman. Aku
ada rahasia di sini," katanya sambil memegang dada. "Dan ini membuatku sangat tertekan. Seandainya
150 saja rahasia ini diterima salah satu dari kalian, bukan aku. Kalau kuceritakan, sama saja dengan bunuh
diri. Kalau tidak kuceritakan mungkin ini akhir dari kita semua. Tuhan menolongku, tapi aku sudah


Sherlock Holmes - Lembah Ketakutan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

kehabisan akal untuk yang satu ini!"
McMurdo menatap pria itu dengan penuh perhatian.
Pria tersebut gemetar hebat. Ia menuang wiski dan
memberikannya pada Morris. "Ini yang cocok untuk
orang sepertimu," katanya. "Sekarang katakan apa
rahasiamu." Morris menenggak minumannya dan wajahnya
yang pucat agak memerah. "Aku bisa mengatakan
semuanya dengan hanya satu kalimat," katanya. "Ada
detektif yang melacak kita."
McMurdo tertegun menatapnya. "Wah, bung, kau
sudah sinting," katanya. "Tempat ini penuh dengan
polisi dan detektif, tapi apa yang bisa mereka lakukan
terhadap kita""
"Tidak, tidak, ia bukan orang dari distrik ini.
Seperti katamu tadi, kita mengenal
mereka semua, dan tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Tapi apakah kau pernah mendengar tentang Pinkerton""
"Aku pernah membaca tentang orang dengan nama itu."
"Well percayalah, kau tidak ada artinya kalau mereka sudah melacakmu. Ini bukan lembaga
pemerintah yang sekadar mencoba-coba. Ini organisasi bisnis yang bertujuan mendapatkan hasil dan
bersedia menggunakan segala cara untuk memperolehnya. Kalau seorang anggota Pinkerton terlibat
dalam urusan ini, kita semua akan hancur."
"Kita harus membunuhnya."
"Ah, itu pikiran pertama yang melintas dalam benakmu! Kelompok ini pasti menyetujuinya.
Bukankah sudah pernah kukatakan bahwa ini akan betakhir dengan pembunuhan""
"Tentu saja, apa yang disebut pembunuhan" Bukankah tindakan itu cukup umum di kawasan
ini"" 151 "Memang. Tapi tidak biasa bagiku untuk menunjuk orang yang harus dibunuh. Aku tidak akan
pernah bisa meninggal dengan tenang kalau begitu. Namun, mungkin leher kita yang menjadi
taruhannya. Demi nama Tuhan, apa yang harus kulakukan"" Ia terombang-ambing tersiksa
kebimbangan. Tapi kata-katanya telah menyentuh McMurdo sangat dalam. Mudah sekali ia mencapai
kesamaan pendapat dengan Morris mengenai bahaya ini, dan keputusan untuk menghadapinya. Ia
mencengkeram bahu Morris dan mengguncangnya dengan tulus.
"Perhatikan baik-baik, bung," serunya. Dan ia hampir meneriakkan kata-katanya. "Kau tidak
akan mendapatkan apa pun dengan duduk diam-diam seperti seorang istri tua. Coba beritahukan
faktanya. Siapa orang itu" Di mana dia" Bagaimana kau bisa mengetahui tentang dirinya" Kenapa kau
menemuiku"" "Aku menemuimu karena kaulah orang yang bisa menasihatiku. Sudah kukatakan aku pernah
membuka toko di Timur sebelum datang kemari. Ada teman-teman baikku yang masih di sana, dan
salah satunya bekerja di layanan telegraf. Ini surat yang kuterima darinya kemarin. Bagian atas ini. Kau
bisa membacanya sendiri." Ini yang dibaca McMurdo:
Bagaimana perkembangan para Scowrer di daerahmu" Kami banyak membaca tentang
mereka di koran. Antara kau dan aku, aku berharap bisa mendapat kabar darimu
tidak lama lagi. Lima perusahaan besar dan dua perusahaan kereta api sudah
menganggap serius masalah ini. Mereka serius, dan kau boleh percaya bahwa
mereka akan menanganinya! Mereka terlibat sangat dalam mengenai hal ini.
Pinkerton sudah menerima tawaran mereka, dan anak buah terbaiknya, Birdy
Edwards, sedang bekerja. Keadaan ini harus dihentikan sekarang juga.
"Sekarang coba baca catatan tambahannya."
Tentu saja, apa yang kusampaikan padamu adalah apa yang kupelajari dalam
bisnis ini. Jadi tidak akan menyebar lebih jauh. Namun aneh sekali jika kau
belum mengetahui informasi ini.
McMurdo duduk terdiam dalam waktu lama, sambil memegangi surat itu. Kabut telah terangkat
sejenak dan ia melihat jurang di hadapannya.
"Apa ada orang lain lagi yang mengetahui tentang hal ini"" tanyanya.
"Aku belum memberitahu siapa pun."
152 "Tapi orang ini temanmu ini apakah ia memiliki kenalan lain di lembah yang bisa
dikiriminya surat ini""
"Well, kurasa ia memiliki satu atau dua teman lagi."
"Anggota Kelompok""
"Kemungkinan besar."
"Kutanyakan karena ada kemungkinan ia memberitahukan deskripsi orang bernama Birdy
Edwards ini dengan begitu kita bisa balas melacaknya."
"Well, ada kemungkinan. Tapi kurasa temanku itu tidak mengetahui tentang orang ini. Ia hanya
memberitahukan berita yang didengarnya dalam kaitan dengan pekerjaannya. Bagaimana caranya ia
bisa mengenali orang Pinkerton ini""
McMurdo tersentak hebat. "By Gar!" serunya. "Aku dapat. Benar-benar bodoh sehingga aku tidak mengetahuinya. Ya
Tuhan, kita beruntung! Kita akan membereskannya sebelum ia bisa merugikan kita. Perhatikan baik-baik, Morris, bisa kuambil surat ini""
"Tentu saja, dengan syarat kauakui ini sebagai suratmu."
"Baik. Kau bisa mencuci tangan dan menyerahkan semuanya padaku. Bahkan namamu pun
tidak perlu disinggung. Akan kutanggung semuanya, seakan surat ini memang
ditujukan untukku. Apakah kau puas""
"Hanya itu yang ingin kuminta."
"Kalau begitu biarlah masalah ini selesai sampai di sini. Sekarang aku harus mengikuti
pertemuan, dan tidak lama lagi kita bisa menyikat Pinkerton tua itu sehingga menyesal."
"Kau tidak akan membunuhnya""
"Semakin sedikit yang kauketahui, Sobat Morris, semakin tenang hati nuranimu. Dan kau akan
tidur lebih nyenyak. Jangan banyak tanya, dan biarkan masalah ini beres dengan sendirinya. Sekarang
aku akan merahasiakannya."
Morris menggeleng perlahan dengan sedih saat berlalu. "Aku merasa seperti turut berdosa,"
katanya mengeluh. "Perlindungan diri bukanlah pembunuhan," kata McMurdo, sambil tersenyum suram.
153 "Pilihannya antara ia dan kita. Kurasa ia akan menghancurkan kita semua kalau kita membiarkannya
berkelana di lembah dengan bebas. Wah, Saudara Morris, kami belum memilihmu sebagai bodymaster,
tapi kau jelas sudah menyelamatkan Kelompok."
Walaupun begitu, terlihat jelas dari tindakannya bahwa McMurdo menganggap gangguan baru
ini lebih serius daripada yang ditunjukkan kata-katanya. Mungkin karena perasaan bersalahnya,
mungkin karena reputasi organisasi Pinkerton, mungkin karena mengetahui perusahaan-perusahaan
besar itu telah membulatkan tekad untuk menyapu bersih para Scowrer. Tapi, apa pun alasannya, ia
bertindak seperti orang yang bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk. Setiap dokumen yang
memberatkan dirinya dimusnahkan sebelum ia meninggalkan rumah. Sesudah itu ia mendesah panjang
penuh kepuasan, karena tampaknya ia telah aman. Sekalipun begitu, bahaya pasti masih
mengancamnya, karena dalam perjalanan ke pertemuan Kelompok ia mampir di rumah Shafter. Rumah
itu terlarang baginya, tapi sewaktu ia mengetuk jendela Ettie keluar menemuinya. Kebuasan Irlandia-nya telah menghilang dari mata kekasihnya. Ettie menyadari bahaya yang terpancar di wajah tulus
kekasihnya. "Ada yang telah terjadi!" serunya. "Oh, Jack, kau dalam bahaya!"
"Tentu saja, ini tidak terlalu buruk, Sayang. Tapi mungkin lebih baik kita bertindak sebelum
situasi memburuk." "Bertindak""
"Aku pernah berjanji padamu suatu hari akan meninggalkan tempat ini. Kurasa waktunya sudah
tiba. Ada berita malam ini, berita buruk. Dan kurasa ada masalah yang muncul."
"Polisi"" "Well, Pinkerton. Tapi, jelas, kau tidak akan mengetahui apa itu, acushla, atau apa itu artinya
bagi orang-orang seperti diriku. Aku sudah terlibat terlalu dalam di sini, dan mungkin harus pergi
secepatnya. Katamu kau mau ikut kalau aku pergi."
"Oh, Jack, dengan begitu kau akan selamat!"
"Aku jujur dalam beberapa hal, Ettie. Aku tidak akan menyakiti sehelai pun rambutmu, demi
semua yang ada di dunia ini. Tidak akan pernah aku menurunkan dirimu satu inci pun dari takhta emas
di atas awan di mana kulihat dirimu selama ini. Kau percaya padaku""
Ettie memegang tangan McMurdo tanpa mengatakan apa-apa.
154 "Well, kalau begitu, dengarkan apa yang kukatakan, dan lakukan apa yang kuperintahkan.
Karena memang hanya itu satu-satunya jalan bagi kita. Akan ada kejadian besar di lembah ini. Aku bisa
merasakannya di tulang-belulangku. Mungkin banyak di antara kami yang harus memikirkan diri
sendiri. Paling tidak, aku begitu. Kalau aku pergi, siang atau malam, kau harus ikut bersamaku!"
"Aku akan menyusulmu, Jack."
"Tidak, tidak, kau harus ikut denganku. Kalau lembah ini tertutup bagiku dan aku tidak pernah
bisa kembali, bagaimana aku bisa meninggalkanmu di sini sementara aku mungkin terpaksa
bersembunyi dari polisi tanpa memiliki kesempatan untuk mengirim pesan" Kau harus ikut denganku.
Aku kenal seorang wanita yang baik di tempat asalku. Dan kau akan kutitipkan di sana sampai kita bisa
menikah. Kau mau ikut""
"Ya, Jack. Aku ikut."
"Tuhan memberkatimu untuk kepercayaanmu padaku! Terkutuklah aku seandainya melecehkan
kepercayaanmu. Sekarang, camkan baik-baik, Ettie, pesanku hanya akan satu kata saja. Dan pada saat
kau menerima pesan itu, tinggalkan semuanya da
n pergilah ke ruang tunggu di stasiun. Tunggu di sana
sampai aku menjemputmu."
"Siang atau malam, aku akan datang begitu menerima pesanmu, Jack."
Dengan pikiran lebih tenang, sesudah persiapan pelariannya sendiri dimulai, McMurdo pergi ke
pertemuan Kelompok. Acara itu sudah dimulai, dan hanya dengan sandi dan sandi balasan yang rumit
ia bisa melewati penjaga luar dan penjaga dalam yang mengawasi tempat itu dengan ketat. Gumaman
gembira dan sambutan menyapanya saat ia masuk. Ruangan panjang itu penuh sesak, dan dari balik
kabut asap rokok ia melihat rambut hitam kusut Bodymaster, wajah Baldwin yang kejam dan tidak
bersahabat, wajah burung bangkai Harraway, si sekretaris, dan selusin orang lainnya yang merupakan
para pemimpin Kelompok. Ia senang karena mereka semua hadir untuk mendengar berita yang
dibawanya. "Sungguh, kami senang melihat kehadiranmu, Saudara!" seru Ketua. "Ada urusan yang
memerlukan kebijakan Sulaiman untuk membereskannya."
"Mengenai Lander dan Egan," kata orang yang duduk di sebelahnya. "Mereka berdua
mengklaim uang yang diberikan Kelompok untuk menembak pak tua Crabbe di Stylestown.
Masalahnya, siapa yang bisa memastikan siapa yang menembak""
155 McMurdo berdiri dan mengangkat tangan. Ekspresi wajahnya menyebabkan seluruh hadirin
memperhatikan. Kesunyian total mengisi ruangan.
"Bodymaster yang mulia," katanya dengan suara khidmat "aku menyatakan keadaan darurat!"
"Saudara McMurdo menyatakan keadaan darurat," kata McGinty. "Itu pernyataan yang
berdasarkan peraturan kelompok ini, mengalahkan yang lainnya. Nah, Saudara, kami memperhatikan."
McMurdo mengeluarkan surat dari sakunya.
"Bodymaster yang mulia dan saudara-saudara," katanya. "Aku membawa berita buruk hari ini.
Tapi lebih baik berita ini kusampaikan dan didiskusikan, daripada kita mendapat serangan tanpa
peringatan yang akan menghancurkan kita semua. Aku mendapat informasi bahwa organisasi-organisasi yang paling kuat dan paling kaya di Amerika sudah bersatu untuk menghancurkan kita. Dan
saat ini ada seorang detektif Pinkerton, bernama Birdy Edwards, sedang bekerja di lembah ini untuk
mengumpulkan informasi yang mungkin bisa menyebabkan banyak di antara kita digantung. Dan
menjebloskan semua orang dalam ruangan ini ke penjara. Itu situasi yang harus kita diskusikan, karena
itu aku menyatakan keadaan darurat."
Kesunyian total menguasai ruangan. Ketua kelompok yang memecahkannya.
"Apa buktimu mengenai hal ini, Saudara McMurdo"" tanyanya.
"Ada dalam surat yang kuterima," kata McMurdo. Ia membacakan isi surat tersebut keras-keras.
"Aku tidak bisa memberikan rincian mengenai surat ini karena masalah kehormatan. Juga tidak bisa
menyerahkan surat ini kepada kalian dengan alasan yang sama. Tapi kujamin tidak ada lagi di
dalamnya yang berkaitan dengan kepentingan Kelompok. Kusampaikan kasus ini pada kalian
sebagaimana aku menerimanya."
"Kalau boleh kukatakan, Mr. Ketua," kata salah seorang saudara yang lebih tua, "aku pernah
mendengar tentang Birdy Edwards ini. Dan ia disebut-sebut sebagai orang terbaik di organisasi
Pinkerton." "Apakah ada yang mengetahui wajahnya"" tanya McGinty.
"Ya," kata McMurdo. "Aku tahu."
Gumaman terkejut menyapu ruangan. "Aku yakin ia sudah ada dalam cengkeraman tangan
kita," lanjutnya sambil tersenyum bangga. "Kalau kita bertindak cepat dan bijaksana, kita bisa
156 membereskan masalah ini sebelum berkembang. Kalau kalian mempercayai diriku dan bersedia
membantuku, hanya sedikit yang perlu kita takuti."
"Apa yang harus kita takutkan" Apa yang bisa diketahuinya tentang urusan kita""
"Kau boleh mengatakan begitu kalau semuanya setegar dirimu, Penasihat. Tapi orang ini
didukung jutaan kapitalis. Menurutmu tidak ada saudara yang cukup lemah di antara kita yang tidak
bisa dibelinya" Ia akan m
endapatkan rahasia kita mungkin ia sudah mendapatkannya. Hanya ada satu
penyelesaian yang aman."
"Ia tidak boleh meninggalkan lembah ini," kata Baldwin.
McMurdo mengangguk. "Bagus sekali, Saudara Baldwin," katanya. "Kau dan aku memang
berselisih paham, tapi kau sudah berkata dengan benar malam ini."
"Kalau begitu di mana dia" Di mana kita bisa menemuinya""
"Bodymaster yang mulia," kata McMurdo tulus, "harus kukatakan bahwa masalah ini terlalu
penting untuk didiskusikan dalam pertemuan terbuka. Tuhan mengampuni kalau sekiranya aku
meragukan salah satu saudara yang ada di sini. Tapi jika ia sampai mendengar berita tentang kita,
biarpun cuma sepotong, hancurlah kesempatan kita untuk menangkapnya. Kuminta Kelompok memilih
komite yang dipercaya, Mr. Ketua kau sendiri, kalau aku boleh menyarankan, dan Saudara Baldwin
ini, dan lima saudara lagi. Lalu aku bisa dengan bebas membicarakan apa yang kuketahui dan apa yang
menurutku sebaiknya kita lakukan."
Tawaran itu seketika disetujui, dan komite pun dipilih. Selain Ketua dan Baldwin, sekretaris
berwajah burung bangkai, Harraway, juga terpilih Lalu Tiger Cormac dari si pembunuh brutal yang
masih muda, Carter dari bagian keuangan, dan Willaby bersaudara orang-orang yang tidak kenal
takut dan tidak akan mundur karena apa pun.
Keriuhan yang biasa terdengar di setiap pertemuan Kelompok sirna: karena semangat orang-orang merosot dan banyak di antara mereka untuk pertama kali melihat ancaman hukum melayang di
langit damai tempat mereka tinggal sekian lama. Kengerian yang mereka sebarkan ke orang-orang
lainnya telah menjadi bagian yang begitu dalam di kehidupan mereka sehingga pikiran tentang
pembalasan dendam tidak terlintas dalam benak mereka. Jadi sekarang mereka terkejut saat menyadari
betapa dekatnya pembalasan itu dengan mereka. Mereka bubar lebih awal dan meninggalkan para
pemimpin mereka yang tengah rapat.
157 "Nah, McMurdo!" kata McGinty setelah anggota-anggota lainnya meninggalkan tempat.
Ketujuh orang itu duduk diam di kursi masing-masing.
"Tadi kukatakan aku mengenal Birdy Edwards," McMurdo menjelaskan. "Tidak perlu
kukatakan kepada kalian bahwa ia berada di sini dengan menggunakan nama lain. Ia orang yang berani,
tapi tidak sinting. Ia menggunakan nama Steve Wilson, dan menginap di Hobson's Patch."
"Dari mana kau mengetahuinya""
"Karena aku pernah bercakap-cakap dengannya. Waktu itu aku tidak terlalu memikirkannya,
dan tidak akan memikirkannya kalau bukan karena surat ini. Tapi sekarang aku yakin ia orangnya. Aku
bertemu dengannya di kereta api sewaktu bepergian hari Rabu menangani masalah yang sulit kalau
memang kita pernah menghadapi masalah yang sulit. Katanya ia wartawan. Aku mempercayainya saat
itu. Ia ingin mengetahui segala sesuatu tentang para Scowrer dan apa yang disebutnya sebagai
'serangan' untuk sebuah koran di New York. Ia mengajukan berbagai pertanyaan padaku. Tentu saja aku
tidak mengungkapkan apa-apa. 'Aku bersedia membayar cukup banyak,' katanya, 'kalau aku bisa
mendapatkan bahan yang sesuai dengan keinginan redaksiku.' Kukatakan apa yang menurutku
menyenangkannya, dan ia memberiku dua puluh dolar untuk nformasi yang kuberikan. 'Aku bisa
memberimu sepuluh kali lipat dari itu,' katanya, 'kalau kau bisa mendapatkan semua yang kuingin
kan.'" "Apa yang kaukatakan padanya""
"Apa pun yang bisa kukarang."
"Dari mana kau tahu ia bukan wartawan""
"Kuberitahu. Ia turun di Hobson's Patch, dan aku juga. Kebetulan aku mampir di kantor telegraf
dan ia baru saja keluar dari sana.
"'Coba lihat ini,' kata operatornya sesudah ia pergi, 'kurasa kami seharusnya mengenakan biaya
dua kali lipat untuk ini.' 'Kurasa begitu,' kataku. Wilson mengisi formulir telegraf dengan apa yang
mungkin merupakan bahasa Cina. 'Ia mengirim berlembar-lembar telegram seperti ini setiap hari,' kata
si petugas. 'Ya,' kataku, 'itu berita untuk korannya, dan ia ta
kut ada orang lain yang mencuri baca.'
Begitulah pemikiran operator telegraf dan pemikiranku waktu itu. Tapi sekarang pemikiranku berbeda."
"By Gar! Aku percaya padamu," kata McGinty. "Tapi menurutmu apa yang harus kita lakukan""
"Kenapa tidak langsung ke sana dan membereskannya sekarang juga"" seseorang menyarankan.
158 "Ay, semakin cepat semakin baik."
"Akan kumulai saat ini juga kalau aku mengetahui di mana bisa menemukannya," kata
McMurdo. "Ia ada di Hobson's Patch, tapi aku tidak tahu rumahnya. Tapi aku punya rencana, kalau
kalian semua menerima saranku."
"Well, apa rencanamu""
"Aku akan ke Patch besok pagi. Akan kutemukan Birdy Edwards melalui operator telegraf.
Kurasa ia bisa menemukan orang itu. Well, lalu akan kuberitahu dia bahwa aku sendiri anggota Orang
Bebas. Akan kutawarkan rahasia Kelompok kalau ia mau membayarnya. Berani taruhan ia pasti
bersedia. Akan kukatakan bahwa dokumennya ada di rumahku, dan bahwa sangat berbahaya bagiku
untuk membiarkan ia datang sementara ada banyak orang di sana. Ia akan mengerti bahwa alasanku
masuk akal. Akan kutawari ia untuk datang pukul 22.00 dan memeriksa sendiri dokumen-dokumen itu.
Aku yakin ia pasti bersedia."


Sherlock Holmes - Lembah Ketakutan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

"Well"" "Kalian bisa merencanakan sendiri sisanya. Rumah Janda MacNamara terpencil. Ia setegar baja
dan setuli tiang. Hanya ada Scanlan dan aku di sana. Kalau aku bisa membuatnya berjanji dan akan
kuberitahu jika aku bisa mendapatkannya kalian bertujuh bisa datang ke tempatku pukul 21.00. Kita
ajak ia masuk. Kalau ia sampai keluar hidup-hidup well, ia bisa membicarakan keberuntungan Birdy
Edwards sepanjang sisa umurnya!"
"Akan ada lowongan di Pinkerton kalau aku tidak keliru. Cukup sampai di situ, McMurdo.
Pukul 21.00 besok kami akan ke tempatmu. Begitu kau tutup pintu di belakangnya, kau bisa
menyerahkan sisanya pada kami."
159 BAB 7 Menjebak Birdy Edwards SEPERTI yang dikatakan McMurdo, rumah yang ditempatinya terpencil dan sangat sesuai
untuk kejahatan yang mereka rencanakan. Rumah itu terletak di tepi kota dan berada cukup jauh dari
jalan. Pada kasus lain mereka hanya perlu memanggil buruannya, sebagaimana yang sering mereka
lakukan sebelumnya, dan memuntahkan isi pistol mereka ke tubuh korban. Tapi kali ini mereka perlu
mengetahui seberapa banyak yang sudah diketahui buruan mereka. Dan seberapa banyak yang telah
disampaikannya pada majikannya.
Ada kemungkinan mereka telah terlambat dan pekerjaan itu telah dilaksanakan. Kalau memang
begitu, paling tidak mereka bisa membalas dendam terhadap orang yang sudah melakukannya. Tapi
mereka berharap tidak ada hal penting yang sudah diketahui detektif itu. Karena kalau ya, menurut
pendapat mereka, ia pasti tidak akan bersusah payah menulis dan mengirimkan omong kosong yang
didengarnya dari McMurdo. Tapi, semua ini akan mereka ketahui dari mulut yang bersangkutan. Begitu
mereka menguasainya, mereka akan menemukan cara untuk membuka mulutnya. Bukan pertama kali
ini mereka menangani saksi yang tidak mau bekerja sama.
McMurdo pergi ke Hobson's Patch sesuai janji. Polisi tampaknya sangat memperhatikan dirinya
pagi itu. Dan Kapten Marvin yang mengaku kenalan lama McMurdo di Chicago benar-benar
menyapanya sewaktu ia menunggu di stasiun. McMurdo berpaling dan menolak untuk berbicara
dengannya. Ia kembali dari misinya siang hari, dan menemui McGinty di Gedung Serikat.
"Ia akan datang," katanya.
"Bagus!" kata McGinty. Raksasa itu telah menanggalkan jas, sehingga tampak rantai emasnya
yang berkilauan dan berlian yang berkelap-kelip dari tepi janggutnya yang lebat. Minuman dan politik
telah menjadikan McGinty sangat kaya juga sangat berkuasa. Oleh karena itu, bayangan penjara dan
tiang gantungan yang melintas di hadapannya semalam terasa semakin mengerikan.
"Menurutmu ia sudah tahu banyak"" tanyanya gelisah.
McMurdo menggeleng muram. "Ia sudah cukup lama berada di sini paling tidak enam
160 minggu. Kurasa ia tidak datang kemari untuk melihat-lihat kemungkinan. Jika ia tel
ah bekerja di antara kita selama ini dengan dukungan dana dari perusahaan kereta api, kurasa ia sudah mendapatkan hasil,
dan sudah menyampaikan hasilnya kepada mereka."
"Tidak ada anggota Kelompok yang lemah," seru McGinty. "Setegar baja, setiap orang.
Sekalipun begitu, demi Tuhan, ada si tolol Morris itu. Bagaimana dengannya" Kalau ada yang
membocorkan, pasti ia orangnya. Kupikir mungkin sebaiknya kukirim dua orang ke rumahnya sebelum
malam untuk menghajarnya dan mencari tahu apa yang bisa mereka dapatkan darinya."
"Well, tidak ada ruginya begitu," jawab McMurdo. "Aku tidak mengingkari aku agak menyukai
Morris dan tidak ingin ia terluka. Ia sudah berbicara satu atau dua kali mengenai masalah Kelompok
denganku. Dan, walaupun ia tidak memiliki pandangan yang sama dengan dirimu atau aku, ia
tampaknya bukan jenis yang suka membocorkan rahasia seperti itu. Tapi tetap saja aku tidak berhak
menjadi penghalang antara dirimu dan dirinya."
"Akan kubereskan setan tua itu!" kata McGinty sambil memaki. "Aku sudah mengincarnya
sejak setahun ini." "Well, kau yang lebih tahu," jawab McMurdo. "Tapi apa pun yang kaulakukan, kau harus
melakukannya besok, karena kita harus tetap merendah hingga masalah Pinkerton ini dibereskan. Kita
tidak bisa membiarkan polisi tiba-tiba berkeliaran terlalu dekat, terutama hari ini."
"Benar juga," kata McGinty. "Dan kita akan mengetahui dari Birdy Edwards sendiri dari mana
ia mendapatkan beritanya, seandainyapun kita harus mencabut jantungnya lebih dulu. Apakah ia
tampak seperti mencium adanya jebakan""
McMurdo tertawa. "Kurasa aku berhasil mengenai titik lemahnya," katanya. "Kalau ia bisa
mendapatkan infbrmasi yang bagus mengenai para Scowrer ini, ia siap mengikutinya hingga ke neraka
sekalipun. Aku mengambil uangnya." McMurdo tersenyum sambil mengeluarkan setumpuk dolar
kertas. "Dan akan menerima lebih banyak lagi sesudah ia melihat semua dokumenku."
"Dokumen apa""
"Well, tidak ada dokumen apa pun. Tapi kuberikan konstitusi, buku-buku peraturan, dan
formulir keanggotaan. Ia berharap bisa mengetahui semuanya sebelum pergi."
"Benar," kata McGinty muram. "Apakah ia tidak menanyakan kenapa kau tidak membawakan
dokumennya"" 161 "Karena tidak mungkin aku membawa barang seperti itu, mengingat aku sudah menjadi
tersangka, dan Kapten Marvin bahkan mengajakku berbicara di stasiun hari ini!"
"Ay, aku sudah mendengarnya," kata McGinty.
"Kurasa kau yang mendapat beban terberat dari masalah ini. Kami bisa membuangnya di
tambang lama sesudah selesai menanganinya. Tapi tidak peduli bagaimana pun cara kami
menanganinya, kita tidak bisa menghindari fakfa bahwa orang itu tinggal di Hobson's Patch dan kau ke
sana hari ini." McMurdo mengangkat bahu. "Kalau kita menanganinya dengan benar, mereka tidak akan
pernah bisa membuktikan pembunuhannya," katanya. "Tidak seorang pun melihat kedatangannya ke
rumah sesudah gelap, dan akan kupastikan tidak ada yang melihatnya pergi. Nah sekarang begini,
Penasihat. Akan kutunjukkan rencanaku dan tolong atur yang lain agar mengikutinya. Kalian semua
akan datang pada waktunya. Baiklah Ia akan datang pukul 22.00. Ia harus mengetuk pintu tiga kali, dan
aku akan membukakan pintu untuknya. Lalu akan kututup pintu di belakangnya. Sesudah itu ia menjadi
milik kita." "Mudah sekali."
"Ya, tapi langkah berikutnya yang harus dipertimbangkan. Ia keras, dan bersenjata lengkap. Aku
sudah berhasil menipunya, tapi kemungkinan ia masih waspada. Kuantarkan ia langsung ke ruangan
berisi tujuh orang sementara ia mengira hanya akan berdua denganku. Pasti terjadi tembak-menembak
dan akan ada yang terluka."
"Pasti." "Dan keributannya akan menarik perhatian setiap orang di kota."
"Kurasa kau benar."
"Rencanaku begini. Kalian semua akan berada di ruangan besar di mana kau menemuiku dan
bercakap-cakap denganku. Akan kubuk
akan pintu untuknya, mengantarnya ke ruang tamu di samping
pintu, dan meninggalkannya di sana sementara aku mengambil dokumen. Dengan begitu aku mendapat
kesempatan untuk memberitahukan keadaannya padamu. Lalu aku akan kembali menemuinya dengan
membawa dokumen palsu. Sewaktu ia membacanya, aku akan menyerangnya dan mencengkeram
lengan kanannya. Kalian akan mendengar panggilanku dan kalian semua harus cepat-cepat masuk.
Semakin cepat semakin baik karena ia kuat. Ia sekuat diriku, dan mungkin aku akan menemui
162 kesulitan. Tapi akan kutahan ia sampai kalian datang."
"Itu rencana yang bagus," kata McGinty. "Kelompok ini akan berutang budi padamu karena ini.
Kurasa pada saat aku mengundurkan diri nanti aku bisa memilih orang yang menjadi penerusku."
"Penasihat, aku masih baru menjadi anggota di sini," kata McMurdo, tapi ekspresi wajahnya
menunjukkan ia sangat memikirkan pujian McGinty.
Sepulangnya ke rumah, ia sendiri bersiap-siap untuk menghadapi malam yang suram. Mula-mula ia membersihkan, meminyaki, lalu mengisi revolver Smith & Wesson-nya. Lalu ia mengamati
ruangan tempat detektif itu akan dijebak. Apartemen itu besar, dengan sebuah meja panjang di tengah,
dan sebuah tungku besar di satu sisi. Di kedua sisinya terdapat jendela. Tidak ada daun jendelanya,
hanya tirai tipis yang menutupinya. McMurdo memeriksa tirai-tirai itu dengan teliti. Tidak ragu lagi
terlintas dalam benaknya apartemen ini terlalu terbuka untuk pertemuan serahasia itu. Meskipun begitu,
jauhnya rumah dan jalan menyebabkan hal itu tidak terlalu penting. Akhirnya ia mendiskusikan hal ini
dengan rekan sesama penghuninya, Scanlan. Walaupun seorang Scowrer, Scanlan hanyalah pria kecil
yang terlalu lemah untuk menentang pendapat rekannya. Dan ia diam-diam merasa ngeri
membayangkan pertumpahan darah di mana ia telah dipaksa untuk membantu. McMurdo terang-terangan mengatakan apa yang diinginkannya.
"Dan kalau jadi kau, Mike Scanlan, aku akan menyingkir dari sini. Akan ada pertumpahan darah
di sini sebelum pagi."
"Well, memang benar begitu, Mac," jawab Scanlan. "Bukan kemauan tapi keberanian dalam
diriku yang menginginkan begitu. Sewaktu melihat Manajer Dunn tewas di penggalian, aku tidak tahan
lagi. Aku bukan orang yang tepat untuk hal-hal seperti itu, seperti dirimu atau McGinty. Kalau anggota
yang lain tidak berpikiran buruk mengenai diriku, akan kulakukan saranmu dan tidak mengganggumu
malam ini." Orang-orang datang sesuai rencana. Dipandang sepintas mereka adalah warga terhormat,
berpakaian bagus dan bersih. Tapi orang yang mampu menilai ekspresi orang lain akan melihat betapa
tipisnya harapan bagi Birdy Edwards, melihat ekspresi keras mulut mereka dan pandangan mereka
yang tidak menunjukkan penyesalan. Tidak seorang pun di ruangan itu tangannya tidak berlumuran
darah lusinan kali sebelumnya. Perasaan mereka terhadap pembunuhan manusia sama kebalnya dengan
perasaan seorang tukang jagal terhadap domba.
163 Tentu saja, yang paling mencolok baik dari penampilan maupun kesalahan adalah Boss sendiri.
Harraway, si sekretaris, adalah pria kurus dengan ekspresi pahit, berleher panjang, dan tangan serta
kaki yang selalu tersentak-sentak gugup; ia sangat setia dalam hal keuangan kelompok, dan tidak
memiliki rasa keadilan maupun kejujuran terhadap siapa pun dalam hal lainnya. Bagian keuangan,
Carter, pria parobaya dengan ekspresi pasif yang agak masam, dan kulit kekuningan. Ia seorang
organisator yang kompeten, dan rincian dari hampir semua serangan berasal dari otaknya. Willaby
bersaudara merupakan orang-orang yang biasa beraksi, jangkung, liat, dengan ekspresi wajah mantap.
Sementara rekan mereka Tiger Cormac, pemuda kekar berkulit gelap, ditakuti bahkan oleh rekan-rekan
mereka sendiri karena kebuasannya. Mereka inilah yang berkumpul pada malam itu di rumah
McMurdo untuk membunuh si detektif Pinkerton.
Tuan rumah mereka telah menyiapkan wiski di
meja, dan mereka bergegas menenggaknya
untuk menyiapkan diri menghadapi tugas yang ada di depan mereka. Baldwin dan Cormac telah separo
mabuk, dan minuman keras telah memancing kebuasan mereka. Cormac sempat menyentuh tungku
tungku itu menyala karena malam sangat dingin.
"Itu cukup," katanya sambil memaki. "Ay" kata Baldwin, memahami maksudnya. "Kalau ia
diikat ke sana, kita akan mengetahui kebenaran dari mulutnya."
"Ia akan membuka mulut, tidak perlu takut," kata McMurdo. Orang ini memiliki saraf dari baja,
karena meskipun seluruh masalah ini membebaninya, sikapnya tetap tenang dan tidak peduli seperti
biasa. Yang lain memperhatikan hal itu dan memujinya.
"Kau yang layak menanganinya," kata Boss menyetujui. "Ia tidak akan mendapat peringatan
hingga kau berhasil mencekiknya. Sayang sekali jendelamu tidak berpenutup."
McMurdo mendekati jendela-jendela dan merapatkan tirainya. "Jelas sekarang tidak ada yang
bisa memata-matai kita. Waktunya hampir tiba."
"Mungkin ia tidak datang. Mungkin ia merasa ada bahaya," kata sekretaris Kelompok.
"Ia pasti datang, jangan takut," jawab McMurdo. "Ia sangat ingin datang, sama seperti kalian
ingin menemuinya. Ingat itu baik-baik!"
Mereka semua duduk bagai patung lilin beberapa dengan gelas menempel di bibir. Terdengar
tiga ketukan keras di pintu.
"Sst!" McMurdo mengangkat tangan memberi isyarat agar hati-hati. Rekan-rekannya saling
164 pandang dengan gembira, dan tangan-tangan mereka menyentuh senjata masing-masing yang
tersembunyi. "Jangan bersuara sama sekali, demi keselamatan kalian!" bisik McMurdo, sambil melangkah
keluar ruangan, menutup pintu dengan hati-hati di belakangnya.
Para pembunuh itu berusaha keras mendengarkan. Mereka menghitung langkah-langkah kaki
rekan mereka saat menyusuri lorong. Lalu mereka mendengarnya membuka pintu luar. Terdengar
sapaan. Kemudian mereka menyadari suara langkah-langkah asing di dalam rumah, juga suara yang
sama asingnya. Sesaat kemudian terdengar suara pintu dibanting dan kunci diputar. Mangsa mereka
telah masuk perangkap. Tiger Cormac tertawa terbahak-bahak, dan Boss McGinty menutup mulutnya
dengan tangan. "Diam, tolol!" bisiknya. "Kau akan mengungkapkan keberadaan kita!"
Terdengar gumaman percakapan dari ruang sebelah. Rasanya seperti selamanya. Lalu pintu
terbuka, dan McMurdo muncul, dengan jari menempel di bibirnya.
Ia melangkah ke ujung meja dan memandang rekan-rekannya. Ada sedikit perubahan dalam
sikapnya. Sekarang sikapnya seperti seseorang yang harus melakukan perbuatan yang besar. Wajahnya
kaku bagai granit. Matanya memancarkan semangat di balik kacamatanya. Sekarang tampak bahwa ia
memang pemimpin. Mereka menatapnya dengan penuh semangat, tapi ia tidak mengatakan apa apa.
Dengan tatapan yang masih tetap aneh ia memandang rekan-rekannya satu per satu.
"Well!" seru Boss McGinty akhirnya. "Apakah ia sudah di sini" Apakah Birdy Edwards ada di
sini"" "Ya," jawab McMurdo lambat. "Birdy Edwards ada di sini. Aku Birdy Edwards!"
Selama sepuluh detik berikutnya ruangan sunyi senyap seakan-akan kosong. Kesunyiannya
begitu dalam. Desisan ketel di tungku terdengar tajam dan memekakkan telinga. Tujuh wajah yang
pucat pasi, semuanya menengadah memandang orang yang menguasai mereka itu, terpaku di tempat
karena ketakutan. Lalu, diiringi bunyi kaca pecah, laras-laras senapan yang berkilauan menerobos
masuk dari setiap jendela, sementara tirainya tercabik dari gantungan.
"Kau lebih aman di sana, Penasihat," kata orang yang tadinya mereka kenal sebagai McMurdo.
"Dan kau juga, Baldwin, kalau kau tidak melepaskan pistolmu, kau akan mengecewakan algojo.
Singkirkan tanganmu, atau demi Tuhan yang menciptakan diriku Nah, itu sudah cukup. Ada empat
165 puluh orang bersenjata mengepung rumah ini, dan kalian bisa memperkirakan sendiri seberapa besar
kesempatan kalian. Ambil pistol mereka, Marvin!"
Tidak mungkin melawan di bawah ancaman senapan-senapan itu. Mereka pun dilucuti. Dengan
ekspresi masam, m alu, dan terpesona, mereka masih duduk terpaku di sekitar meja.
"Ada yang ingin kukatakan sebelum kita berpisah," kata orang yang telah menjebak mereka.
"Kurasa kita mungkin tidak akan berjumpa lagi sampai kalian melihatku di ruang sidang. Akan
kuberikan sesuatu untuk kalian pikirkan antara sekarang hingga waktu itu. Kalian tahu sekarang siapa
aku. Akhirnya aku bisa membuka rahasia. Aku Birdy Edwards dari Pinkerton. Aku dipilih untuk
menghancurkan geng kalian. Aku harus memainkan permainan yang keras dan berbahaya. Tidak
seorang pun, tidak satu orang pun, bahkan orang paling dekat dan paling kusayangi sekalipun,
mengetahui apa yang sedang kulakukan. Hanya Kapten Marvin dan atasanku yang mengetahuinya.
Tapi semuanya selesai malam ini, syukurlah, dan aku pemenangnya!"
Ketujuh wajah yang pucat dan kaku itu menatapnya. Kebencian yang tidak menyenangkan
memancar dari mata mereka. Edwards memahami ancaman mereka.
"Mungkin kalian mengira permainan belum berakhir. Well, kutanggung risikonya. Pokoknya,
beberapa orang dari antara kalian tidak akan bisa melanjutkan perbuatan kalian, dan masih ada enam
puluh orang lagi selain kalian yang akan dipenjara malam ini. Kuberitahu, waktu mendapat tugas ini,
aku tidak pernah percaya ada perkumpulan seperti kalian. Kukira semuanya hanya omong kosong
koran, dan aku akan membuktikannya begitu. Kata mereka ada kaitannya dengan Orang Bebas. Jadi
aku pergi ke Chicago dan menggabungkan diri di sana. Lalu aku menjadi lebih yakin lagi bahwa semua
itu hanyalah omong kosong koran, karena aku tidak mendapati kesalahan apa pun di perkumpulan itu.
Aku menemukan banyak kebaikan.
"Walaupun begitu, aku tetap harus melaksanakan tugasku, dan aku datang ke lembah batu bara
ini. Sewaktu tiba di tempat ini aku menyadari aku sudah keliru dan semuanya bukan fiksi murahan
sama sekali. Jadi aku menetap untuk memastikannya. Aku tidak pernah membunuh siapa pun di
Chicago. Aku tidak pernah mencetak dolar palsu seumur hidupku Uang yang ku-berikan pada kalian
sama aslinya dengan uang lain. Jadi aku berpura-pura dikejar hukum. Semuanya berjalan seperti
rencanaku. "Jadi aku bergabung dengan kelompok setan kalian, dan mengambil bagian dalam kegiatan
166 kalian. Mungkin mereka akan mengatakan aku sama buruknya dengan kalian. Mereka bisa mengatakan
apa saja sesuka mereka, selama aku bisa menangkap kalian. Tapi apa kebenarannya" Pada malam aku
bergabung dengan kalian menghajar si tua Stanger. Aku tidak bisa memperingatkannya, karena tidak
ada waktu. Tapi aku berhasil menahan orangmu, Baldwin, sewaktu ia hendak membunuh pak tua itu.
Kalau ada kejahatan yang pernah kusarankan, untuk memantapkan posisiku di antara kalian, maka itu
adalah hal-hal yang kutahu bisa kucegah. Aku tidak bisa menyelamatkan Dunn dan Menzies, karena
aku tidak mengetahui cukup banyak. Tapi akan kupastikan para pembunuh mereka digantung. Aku
sempat memperingatkan Chester Wilcox, jadi sewaktu kuledakkan rumahnya malam itu, ia dan
keluarganya telah bersembunyi. Banyak kejahatan yang tidak bisa kucegah, tapi kalau kalian
memikirkannya kembali, dan memperhitungkan lagi seberapa sering sasaran kalian pulang ke rumah
melalui jalan yang lain, atau sedang di kota sewaktu kalian menyerang rumahnya, atau tetap di dalam
rumah sewaktu kalian mengira ia akan keluar, kalian melihat hasil pekerjaanku."
"Kau pengkhianat terkutuk!" desis McGinty dengan gigi terkatup.
"Ay, John McGinty, kau boleh menyebutku begitu kalau itu menenangkan pikiranmu. Kau dan
orang-orang semacammu sudah lama menjadi musuh Tuhan dan manusia di kawasan ini. Tidak mudah
untuk menghalangi dirimu dari orang-orang malang yang kau cengkeram. Hanya ada satu cara untuk
melakukannya dan aku melakukannya. Kau menyebutku pengkhianat, tapi kurasa ada ribuan orang lain
yang memanggilku pembebas yang bersedia turun ke neraka untuk menyelamatkan mereka. Tiga bulan
aku menjalaninya. Aku tidak bersedia menjalani tiga bulan seperti itu lagi meskipun mereka akan
membiarkan diriku berkeliaran bebas di Departemen Keuangan Washington. Aku terpaksa menetap
hingga berhasil mendapatkan semuanya, setiap orang dan setiap rahasia yang ada di sini. Aku akan
menunggu lebih lama lagi kalau saja tidak kuketahui rahasiaku akan terbongkar. Sepucuk surat yang
bisa membeberkan semuanya tiba di kota ini. Lalu aku terpaksa bertindak dengan cepat.
"Tidak ada lagi yang harus kukatakan kepada kalian, kecuali bahwa pada saatnya nanti, aku
akan meninggal dengan lebih tenang apabila memikirkan pekerjaan yang sudah kulakukan di lembah
ini. Sekarang, Marvin, aku tidak akan menghambatmu lebih lama lagi. Bawa mereka dan selesaikan
ini." Hanya ada sedikit lagi yang harus diceritakan. Scanlan telah mendapat sepucuk surat bersegel
yang harus disampaikannya pada Miss Ettie Shafter, misi yang diterimanya dengan mengedipkan mata
167 dan tersenyum sok tahu. Menjelang subuh seorang wanita cantik dan seorang pria yang jauh lebih tua


Sherlock Holmes - Lembah Ketakutan di http://cerita-silat-novel.blogspot.com by Saiful Bahri Situbondo

menumpang kereta khusus yang dikirim perusahaan kereta api dan menempuh perjalanan tanpa henti
keluar dari daerah berbahaya tersebut. Itu terakhir kalinya Ettie atau kekasihnya menginjakkan kaki di
Lembah Ketakutan. Sepuluh hari kemudian mereka menikah di Chicago, dengan Jacob Shafter tua
sebagai saksi pernikahan mereka.
Pengadilan atas para Scowrer diselenggarakan jauh dari tempat di mana tindakan mereka di
masa lalu bisa menakutkan para pencgak hukum. Mereka berjuang sia-sia. Uang Kelompok uang
yang diperoleh dengan memeras seluruh kawasan itu dihambur-hamburkan bagai air dalam usaha
untuk menyelamatkan mereka. Pernyataan dingin, jelas, dan tanpa emosi dari seseorang yang
mengetahui secara rinci kehidupan, organisasi, dan kejahatan mereka tidak tergoyahkan oleh seluruh
usaha para pembela mereka. Akhirnya setelah sekian tahun mereka berhasil dihancurkan. Awan gelap
terangkat selamanya dari lembah itu.
McGinty berakhir di tiang gantungan, menciut dan merengek-rengek sewaktu saatnya tiba.
Delapan anak buah utamanya mengikuti jejaknya. Lima puluhan orang menjalani hukuman penjara
untuk waktu yang berbeda-beda. Pekerjaan Birdy Edwards telah selesai.
Meskipun begitu, sebagaimana yang telah diduganya, permainan belum selesai. Masih ada kartu
lain yang harus dimainkan, lalu lainnya, dan lainnya. Ted Baldwin, misalnya, telah lolos dari tiang
gantungan. Begitu pula Willaby bersaudara, dan beberapa orang terkejam di dalam kelompok itu.
Selama sepuluh tahun mereka terkucil dari dunia, dan akhirnya tiba hari di mana mereka akan kembali
bebas hari di mana Edwards, yang mengenal orang-orang ini, sangat yakin akan menjadi akhir dari
kehidupannya yang damai. Mereka telah bersumpah untuk menghabisinya sebagai pembalasan untuk
rekan-rekan mereka. Dan mereka berusaha keras menepati sumpahnya! Edwards diburu dari Chicago.
Sesudah dua usaha pembunuhan yang nyaris berhasil, ia merasa yakin bahwa yang ketiga pasti akan
berhasil. Dari Chicago ia pindah ke California dan mengganti namanya. Dan di sanalah cahaya
kehidupannya padam sewaktu Ettie Edwards meninggal. Sekali lagi ia nyaris tewas, dan sekali lagi
dengan nama Douglas ia bekerja di sebuah canon terpencil, di mana bersama seorang rekan Inggris
bernama Barker ia mengumpulkan kekayaan. Akhirnya ia mendapat peringatan bahwa para
pemburunya berhasil melacaknya lagi. Dan ia melarikan diri tepat pada waktunya ke Inggris. Dan
di sanalah John Douglas menikah untuk kedua kalinya dengan wanita yang tepat, dan menjalani
168 kehidupan sebagai jutawan daerah Sussex selama lima tahun. Kehidupan yang berakhir dengan
kejadian aneh yang sudah kita dengar.
169 Epilog PENGADILANNYA sudah selesai, dan kasus John Douglas dialihkan ke pengadilan yang lebih
tinggi. Begitu pula persidangan di pengadilan Assize, di mana ia dibebaskan dengan alasan membela
diri. "Bawa ia pergi dari Inggris dengan se
gala cara," tulis Holmes kepada istrinya. "Ada kekuatan di
sini yang mungkin lebih berbahaya daripada kekuatan yang menyebabkan ia melarikan diri. Tidak ada
keselamatan bagi suamimu di Inggris."
Dua bulan sudah berlalu, dan kasus itu sudah tersingkir dari benak kami. Lalu suatu pagi ada
surat membingungkan yang diselipkan ke dalam kotak surat kami. "Dear me, Mr. Holmes. Dear me!"
hanya itu isinya. Tidak ada kepala surat ataupun tanda tangan penulisnya. Aku tertawa membaca pesan
itu, tapi Holmes menunjukkan keseriusan yang tidak biasa.
"Kejahatan, Watson!" komentarnya, dan
duduk dengan alis berkerut.
Larut malam itu Mrs. Hudson, induk
semang kami, menyampaikan pesan bahwa ada
seorang pria yang ingin bertemu Holmes untuk
membicarakan masalah yang sangat penting. Tidak
lama setelah kepergian kurir itu, Cecil Barker
muncul, teman kami dari Manor House yang
berparit. Wajahnya suram dan kusut.
"Aku membawa kabar buruk kabar
mengerikan, Mr. Holmes," katanya.
"Aku sudah khawatir begitu," kata Holmes.
"Kau tidak mendapat telegram, bukan""
"Aku mendapat surat dari orang yang
mendapat telegram." 170 "Ini tentang Douglas yang malang. Kata mereka namanya Edwards, tapi bagiku ia akan selalu
menjadi Jack Douglas dari Benito Canyon. Sudah kukatakan bahwa mereka pergi bersama-sama ke
Afrika Selatan dengan menumpang Palmyra tiga minggu yang lalu."
"Tepat sekali."
"Kapalnya tiba di Cape Town semalam. Aku menerima telegram ini dari Mrs. Douglas tadi pagi:
'Jack jatuh ke laut dalam badai di St. Helena. Tidak ada yang tahu bagaimana itu bisa terjadi Ivy
Douglas.'" "Ha! Akhirnya seperti itu, bukan"" kata Holmes sambil berpikir. "Well, aku tidak ragu bahwa
pengaturannya sangat baik."
"Maksudmu, menurutmu ini bukan kecelakaan""
"Sedikit pun bukan."
"Ia dibunuh""
"Jelas!" "Aku juga menduga begitu. Para Scowrer terkutuk itu, sarang penjahat keparat "
"Tidak, tidak," kata Holmes. "Ada pihak yang lebih pandai terlibat dalam hal ini. Ini bukan
kasus senapan tabur yang digergaji dan penembak yang payah. Kau bisa mengenali seorang pakar tua
dari karyanya. Aku bisa mengenali perbuatan Moriarty kalau melihatnya. Kejahatan ini dari London,
bukan dari Amerika."
"Tapi apa motifnya""
"Karena dilakukan orang yang tidak bisa menerima kegagalan, orang yang seluruh posisinya
yang unik tergantung pada fakta bahwa semua yang dilakukannya pasti berhasil. Kecerdasan yang luar
biasa dan organisasi yang besar sudah menghabisi nyawa satu orang. Ini seperti menghancurkan sebutir
kacang dengan palu godam penghamburan energi yang berlebihan tapi kacangnya tetap saja luluh
lantak sebagai akibatnya."
"Kenapa orang ini bisa terlibat""
"Aku hanya bisa mengatakan bahwa informasi pertama yang kami terima mengenai kasus ini
berasal dari salah seorang letnannya. Orang-orang Amerika ini sudah mendapat nasihat yang bagus.
Karena lokasinya di Inggris, mereka mengajak bergabung sebagaimana yang akan dilakukan para
171 penjahat asing mana pun konsultan kejahatan yang hebat ini. Sejak saat itu sasaran mereka sudah
tamat riwayatnya. Mula-mula ia akan memuaskan diri dengan menggunakan anak buahnya untuk
menemukan korbannya. Lalu ia akan memberitahukan bagaimana cara melaksanakannya. Akhirnya,
sewaktu ia membaca laporan mengenai kegagalan agennya, ia menerjunkan diri dengan sentuhan
seorang pakar. Kau mendengarku memperingatkan orang ini di Birlstone Manor House akan adanya
bahaya yang lebih besar dari bahaya masa lalu. Apakah aku benar""
Barker memukul kepalanya dengan tinju dalam kemarahan yang sia-sia. "Apakah kau
mengatakan kita harus mendiamkan saja hi ini" Apakah maksudmu tidak ada seorang pun yang bisa
membalas raja setan ini""
"Tidak, aku tidak mengatakan begitu," kata Holmes, dan matanya seakan akan memandang jauh
ke masa depan. "Aku tidak mengatakan ia tidak bisa dikalahkan. Tapi kau harus memberiku waktu
kau harus memberiku waktu!"
Kami semua duduk diam selama beberapa menit sementara tatapannya terus menerawang.
tamat Telapak Setan 4 Pendekar Hina Kelana 31 Gerhana Di Malam Jahanam Interpretation Murder 5
^